Indahnya Curug Lawe Ungaran, Air Terjun Bak Benang Putih yang Menjuntai


Jakarta

Curug Lawe merupakan air terjun yang jernih dengan pemandangan asri yang memukau di sekitarnya. Destinasi ini dikelola oleh Pemerintah Desa Kalisidi dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bela Pesona sebagai mitra dari Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara.

Pada area yang sama dengan Curug Lawe, terdapat Curug Benowo yang juga menyuguhkan keindahan air terjun yang indah. Yuk, ketahui apa saja daya tarik, fasilitas, harga tiket, beserta lokasi Curug Lawe.

Daya Tarik Curug Lawe

Curug Lawe mempunyai air terjun bak benang putih yang turun dari tebing. Namun, sebelum menyaksikan keindahannya, traveler perlu melewati jalur trekking yang menantang terlebih dahulu. Berikut daya tarik Curug Lawe lengkapnya:


1. Air Terjunnya seperti Benang Putih

Air terjun ini disebut dengan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat seperti benang putih yang menjuntai. Dalam bahasa Jawa, benang putih yang menjuntai disebut lawe.

2. Jalur Trekking yang Menantang

Sebelum sampai ke Curug Lawe, traveler harus menempuh jalur trekking yang cukup menantang. Jalan setapak yang dilalui hanya selebar 40 cm.

Menurut e-paper Universitas Diponogoro, jaraknya sekitar 2,5 km dari area parkir kendaraan. Selama perjalanan, traveler bisa menikmati keindahan alam dan mengambil gambar di beberapa spot foto.

3. Jembatan Romantis

Mengutip salah satu laman agen travel, pada jalur trekking, traveler akan menemukan beragam jembatan yang melintang di atas sungai kecil atau jalur irigasi. Salah satunya adalah Jembatan Romantis yang berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

4. Curug Benowo

Dalam satu kawasan Curug Lawe, di sisi timur terdapat Curug Benowo yang berjarak dekat.Curug ini berada di lereng yang lebih terbuka.

Untuk sampai di Curug Benowo, traveler perlu menempuh jarak 2,5 km. Di area Curug Benowo dapat dijadikan lokasi berkemah.

Fasilitas Curug Lawe

Fasilitas yang dimiliki Curug Lawe cukup lengkap. Berikut di antaranya:

  • Tempat parkir
  • Toilet
  • Musholla
  • Tempat duduk di beberapa titik area
  • Warung makan yang menjual snack, makanan berat, dan minuman
  • Pos peristirahatan
  • Ranger, jika memerlukan
  • Porter, jika memerlukan.

Lokasi Curug Lawe

Curug Lawe berada di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Jaraknya dari kota Semarang sekitar 12 km, sementara dari kota Ungaran sekitar 7 km.

Jika berangkat dari Ungaran, ambil arah ke Mapagan melalui jalan tembus ke Boja. Ambil belokan ke kiri di desa Sumur Gunung. Dari pertigaan Sumur Gunung terus ke arah selatan sampai perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 km.

Harga Tiket dan Jam Operasional Curug Lawe

Sebelum mengunjungi Curug Lawe, ketahui dulu harga tiket dan jam operasional destinasi ini. Berikut informasinya.

Harga Tiket Curug Lawe

  • Harga tiket masuk: Rp 8.000
  • Parkir motor Rp 3.000
  • Parkir mobil: Rp 5.000

Jam Operasional Curug Lawe

Setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB

Itulah informasi mengenai Curug Lawe. Sebelum mengunjungi destinasi ini jangan lupa untuk mengetahui harga tiket atau jam operasional terbarunya ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

View Buperta Cibubur, Ada Danau untuk Spot Foto Ciamik


Jakarta

Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Wiladatika, Cibubur, tak hanya menjadi tempat camping yang sejuk dan menyenangkan. Area hijau ini juga menawarkan banyak spot foto menarik.

Dengan semua fasilitas ini, Buperta Cibubur bisa menjadi alternatif tempat wisata bersama teman dan keluarga. Sebagai informasi, saat ini Buperta Cibubur berada di bawah naungan Kwarnas dan bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat hingga Angkatan Udara.

View Buperta Cibubur

Buperta Cibubur punya beberapa view yang cantik untuk sekedar healing sejenak. Ada danau, area hijau, dan hutan pinus yang teduh.


1. Danau

Danau bupertaDanau buperta Foto: (Google street view)

Wisatawan yang masuk ke kawasan Buperta Cibubur akan menemukan area danau. Sambil bersantai, wisatawan dapat duduk-duduk melihat pemandangan danau yang menenangkan. Danau Buperta Cibubur kerap disebut sebagai Danau Jambore atau Situ Baru.

2. Area Hijau

Buperta CibuburBuperta Cibubur Foto: (Buperta Cibubur/instagram)

Buperta menawarkan kawasan yang memiliki banyak pepohonan yang tinggi. Sehingga pemandangan hijaunya rumput dan pepohonan ini bisa memanjakan mata.

Pada pagi hari, kawasan Buperta Cibubur biasa digunakan untuk jogging. Jadi, aktivitas jogging tentu akan semakin asyik ditemani pemandangan hijau.

3. Hutan Pinus

Buperta CibuburBuperta Cibubur Foto: (Buperta Cibubur/instagram)

Menurut journal IPB, Buperta Cibubur juga mempunyai kawasan hutan pinus. Sehingga, kamu bisa menikmati pemandangan pepohonan pinus sambil menikmati suasananya yang sejuk.

Fasilitas Buperta Cibubur

Untuk kegiatan kepramukaan atau gathering, Buperta Cibubur menyediakan fasilitas penyewaan kamar, aula, perlengkapan kemah, serta kawasan olahraga. Berikut informasinya.

1. Kamar/Wisma

Bumi Perkemahan Cibubur mempunyai beberapa kamar atau wisma untuk disewakan. Dilengkapi dengan AC, kamarnya mempunyai 2-8 tempat tidur. Harganya mulai dari Rp 400.000

2. Aula

Terdapat 11 aula untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan, ada yang ber AC dan non AC. Kapasitasnya mencakup 60-100 orang, tergantung jenis aula yang dipilih. Harganya mulai dari Rp 2.000.000.

3. Perlengkapan Kemah

Selain menyewakan tempat, Buperta Cibubur juga menawarkan perlengkapan kemah. Ada pendopo dengan kapasitas 100 orang, pondok pembina, kayu bakar, meja lapangan tiang bendera, sound system, stop kontan, hingga alat penerangan.

Untuk tendanya, tersedia berbagai ukuran dan jenis. Mulai dari tenda plampang, carnavil 3mx5m, carnavil 5mx5m, cafe, dome, sampai yang berukuran besar dengan kapasitas 30 orang. Harga tenda besarnya yaitu Rp 420.000.

4. Kawasan Olahraga

Buperta Cibubur juga menyediakan fasilitas kawasan olahraga yang bisa disewa. Ada lapangan utama, lapangan sultan, lapangan parkir graha, dan jalan protokol. Biaya penyewaannya mulai dari Rp 600.000.

Lokasi Buperta Cibubur

Buperta Cibubur berlokasi di Jalan Pakuan No.5, Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur. Waktu tempuhnya sekitar 25 menit dari Jakarta.

Harga Tiket Buperta Cibubur

Sebelum datang ke Buperta Cibubur, ketahui harga tiketnya, mulai dari perorangan, parkir, dan sewa lokasi. Berikut daftar harga tiket Buperta Cibubur 2024 berdasarkan price list yang dibagikan admin instagram Buperta Cibubur:

Harga Tiket Masuk

  • Pramuka: Rp 5.000
  • Umum: Rp. 10.000
  • Olahraga (Sabtu-Minggu hingga pukul 08.00 WIB): Rp 5.000

Parkir:

  • Mobil: Rp 15.000
  • Motor: Rp 10.000
  • Bus/Truk: Rp 20.000
  • Sepeda: Rp 5.000

Sewa Lokasi

  • Umum per orang/hari: Rp 15.000, hari kedua dan seterusnya: Rp 10.000
  • Pelajar/Pramuka per orang/hari: Rp 10.000, hari kedua dan seterusnya: Rp 8.000

Jam Operasional

Setelah mengetahui fasilitas, harga tiket masuk, dan lokasinya, ketahui juga jam operasional Buperta Cibubur. Berikut ketentuan jam operasional Buperta Cibubur:

  • Kunjungan/kegiatan sehari: Mulai pukul 08.00-17.00 WIB
  • Penyewaan kamar: Check in pukul 12.00 WIB, check out pukul 13.00 WIB
  • Penyewaan aula: Check in pukul 08.00, check out pukul 17.00 WIB.

Itulah beberapa informasi mengenai Buperta Cibubur. Bagi kamu yang mau mengunjungi tempat ini, baik sekedar datang ataupun berkemah, jangan lupa update terlebih dahulu harga tiket dan jam operasionalnya. Kamu bisa menghubungi 081939302477 untuk info lebih lanjut.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Ranu Regulo Masih Tutup, Ini 3 Alternatif Tempat Camping di Dieng


Jakarta

Ranu Regulo merupakan salah satu objek wisata di Dieng yang ramai dikunjungi wisatawan. Di tempat ini, detikers dapat menikmati pemandangan alam sambil berkemah di tepi danau.

Sayangnya, Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Dalam catatan detikTravel, Ranu Regulo telah ditutup untuk umum sejak 5 Februari 2024.

Kabarnya penutupan ini hanya bersifat sementara sampai ada pemberitahuan berikutnya. Namun hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut apakah Ranu Regulo sudah dibuka atau belum.


Hal ini tentu membuat kecewa sejumlah pengunjung yang ingin datang ke Ranu Regulo, terutama bagi mereka yang mau berkemah di tepi danau. Tapi jangan khawatir, sebab masih ada tempat camping di sekitar Dieng yang tak kalah keren dari Ranu Regulo.

Penasaran, apa saja tempat camping di Dieng sebagai alternatif Ranu Regulo tutup? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Camping Ground di Dieng

Ada sejumlah tempat wisata di Dieng yang bisa menjadi pilihan alternatif ketika Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar camping ground di Dieng.

1. Puncak Gunung Prau

Gunung PrauFoto: (Uje Hartono/detikcom)

Spot camping yang pertama ada di puncak Gunung Prau. Untuk bisa sampai ke puncak, tentu detikers harus mendaki gunung terlebih dahulu dari basecamp. Namun jangan khawatir, Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang ramah bagi pendaki pemula.

Setibanya di atas puncak, travelers dapat mendirikan tenda dan berkemah semalaman. Menjelang pagi hari, kamu bisa menikmati detik-detik matahari terbit yang begitu indah. Ketika cuaca sedang cerah, travelers akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang menakjubkan.

Setidaknya ada enam basecamp pendakian di Gunung Prau yang bisa dipilih. Namun, salah satu yang jadi favorit adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, setiap pengunjung yang ingin mendaki ke puncak Gunung Prau melalui basecamp Patak Banteng dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Jangan khawatir soal persediaan makanan dan minuman karena ada banyak warung di sekitar basecamp.

2. Bukit Sikunir

Bukit di Wonosobo, DiengFoto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

Jika puncak Gunung Prau dirasa terlalu berat untuk didaki, travelers dapat memilih berkemah di Bukit Sikunir. Tempat camping yang satu ini juga menawarkan pemandangan keren, lho.

Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang, travelers sudah bisa mendaki ke puncak Bukit Sikunir. Waktu pendakiannya juga lebih singkat daripada ke puncak Gunung Prau, yakni sekitar 40-60 menit saja.

Dilansir situs Badan Otorita Borobudur Kemenparekraf, daya tarik utama dari Bukit Sindur adalah pemandangan golden sunrise yang begitu indah. Pastikan kamu datang saat cuaca sedang cerah agar bisa menikmati detik-detik matahari terbit.

3. Embung Kledung

Embung KledungFoto: (Abdullah Hanif Ariq/d’traveler)

Tempat camping ground lainnya di sekitar Dieng adalah Embung Kledung. Lokasinya berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, jadi sudah pasti udaranya dingin dan segar.

Yang menarik, pihak pengelola objek wisata Embung Kledung telah menyediakan paket camping untuk para pengunjung. Mengutip akun Instagram @wisata_embung_kledung, berikut rincian paket dan harganya:

a. Paket 2 orang (Rp 150.000/orang)

Fasilitas yang didapat yakni tenda kap 4, lalu 2 sleeping bag, 2 matras, dan lampu senter.

b. Paket 3 orang (Rp 190.000/orang)

Paket ini menyediakan fasilitas tenda kap 4, lalu 3 sleeping bag, 3 matras, dan lampu senter.

c. Paket 4 orang (Rp 220.000/orang)

Pengunjung akan mendapatkan tenda kap 4, kemudian 4 sleeping bag, 4 matras, dan lampu senter.

Oh ya, harga di atas belum termasuk tiket masuk ke Embung Kledung. Setiap pengunjung yang berkemah dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Sementara untuk pengunjung yang hanya ingin berwisata di Embung Kledung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 7.000 per orang.

Selama berkemah di Embung Kledung, travelers dapat melakukan sejumlah aktivitas menarik lainnya seperti bersantai di tepi waduk, memberi makan ikan, hingga menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang begitu menakjubkan.

Selain itu, ada juga sejumlah spot foto Instagramable yang estetik, mulai dari ayunan dengan latar belakang gunung dan danau, hammock, tangga pelangi, tanaman rambat, hingga perkebunan hortikultura. Fasilitas yang tersedia juga lengkap, seperti toilet, musholla, hingga warung.

Itu dia tiga tempat alternatif camping di Dieng selain Ranu Regulo yang masih ditutup untuk umum. Semoga artikel ini dapat membantu travelers yang ingin camping di Dieng.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Namu Hejo Riverside Bandung, Camping Ground Seru di Kawasan Hutan Pinus


Jakarta

Namu Hejo adalah tempat wisata alam di Kabupaten Bandung dengan berbagai aktivitas seru. Tempatnya alami karena berada di kawasan hutan pinus dan di tepi sungai yang jernih.

Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi lengkap mengenai Namu Hejo, mulai dari aktivitas seru, daftar harga, menu makanan, lokasi, dan rutenya.

Aktivitas Seru di Namu Hejo

Namu Hejo, camping ground tepi sungai di Kabupaten Bandung.Rafting di Namu Hejo. Foto: dok. Instagram @namuhejo

Dikutip dari akun Instagram dan WhatsApp Business resmi Namu Hejo, beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Namu Hejo antara lain sebagai berikut:


1. Berkemah

Aktivitas paling populer di Namu Hejo adalah berkemah atau camping. Lokasi paling asyik yakni berada di tepi sungai. Dari tenda, traveler juga bisa menyaksikan asyiknya orang yang sedang rafting di sungai.

2. Rafting

Tak cuma melihat orang rafting, traveler juga bisa rafting bersama teman-teman di Sungai Palayangan sejauh sekitar 4 km dengan durasi 1,5 jam. Kamu akan diantar ke titik awal rafting menggunakan mobil dan akan diantar kembali ke Namu Hejo.

3. Offroad

Selain rafting, kalian juga bisa menjelajah kawasan Pangalengan naik mobil jip melalui lintasan offroad. Satu mobil bisa diisi untuk 7-8 orang.

4. ATV

Tak cuma naik mobil jip, traveler juga bisa menjajal sensasi offroad dengan naik ATV. Kalian bisa naik ATV sendirian maupun tandem berdua.

5. Paintball

Buat traveler yang datang rombongan, paintball menjadi salah satu aktivitas yang cocok buat seru-seruan. Kalian bisa membagi beberapa tim untuk beradu tembak.

Daftar Harga di Namu Hejo

Untuk melakukan berbagai aktivitas di atas, masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Berikut daftar harganya:

1. Paket Camping

Paket camping biasa untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi umum. Harganya sebagai berikut:

  • Weekday: Rp 700 ribu
  • Minggu: Rp 750 ribu
  • Weekend dan liburan: Rp 950 ribu

2. Paket Glamping

Paket glamping untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi khusus dengan air hangat. Harganya sebagai berikut:

  • Weekday: Rp 1.350.000
  • Weekend dan liburan: Rp 1.550.000

3. Offroad

Aktivitas offroad dapat dilakukan 7 orang atau 8 orang.

  • Offroad 7 orang: Rp 1,5 juta per mobil.
  • Tambahan orang ke-8: Rp 150 ribu

4. Rafting

Rafting dibedakan untuk maksimal 5 orang dan 6 orang.

  • Rafting maksimal 5 orang: Rp 750 ribu per boat.
  • Rafting maksimal 6 orang: Rp 850 ribu per boat.

5. ATV

ATV untuk satu orang berbeda harganya dengan ATV tandem.

  • Single: Rp 180 ribu
  • Double: Rp 225 ribu

6. Paintball

Paintball dihargai Rp 100 ribu per orang dengan minimal peserta 10 orang.

Namu Hejo juga menawarkan kuliner yang khas, terutama ala Sunda. Beberapa menunya antara lain sebagai berikut:

  • Nasi tutug oncom: Rp 32 ribu
  • Nasi dendeng batokok L Rp 32 ribu
  • Nasi goreng: Rp 23 ribu
  • Iga bakar: Rp 52 ribu
  • Rujak cireng: Rp 25 ribu
  • Mie goreng/rebus: Rp 18 ribu
  • Dimsum: mulai Rp 20 ribu
  • Kopi: mulai Rp 15 ribu
  • Non kopi: mulai Rp 7 ribu

Lokasi dan Rute ke Namu Hejo

Lokasi Namu Hejo berada di Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 33 km atau ditempuh sekitar 70 menit dari pusat Kabupaten Bandung.

Rute yang bisa dilintasi ada dua, yakni jalur Pangalengan atau jalur Gambung Riung Gunung. Jika melalui Pangalengan, lewatlah di Jalan Raya Pangalengan, kemudian Jalan Situ Cileunca. Ikuti jalan hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo.

Jika melalui jalur kedua, setelah menemui wisata Gambung Riung Gunung, traveler akan melintasi jembatan, kemudian kebun stroberi di kiri jalan. Lurus sedikit kemudian akan melewati wisata Hutan Pinus Hejong. Lurus hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo, nantinya parkiran ada di sebelah kanan.

Sebelum parkiran, kamu akan melewati jalan kebun teh berbatu. Mulai dari parkiran hingga tenda, jaraknya kurang lebih 70 meter dengan berjalan kaki.

Nah, itulah tadi informasi lengkap tentang Namu Hejo Bandung, tempat camping yang menawarkan berbagai aktivitas seru, lengkap dengan daftar harga dan lokasinya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7500245/pesona-pantai-klotok-di-wonogiri-daya-tarik-dan-harga-tiketnya?single=1

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7500245/pesona-pantai-klotok-di-wonogiri-daya-tarik-dan-harga-tiketnya?single=1



Sumber : travel.detik.com

6 Aktivitas Menarik di Puncak Pinus Becici Jogja, Bisa Lihat City Light


Jakarta

Puncak Becici adalah salah satu wisata yang menyuguhkan keindahan alam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kawasan Bantul Puncak Becici terkenal dengan hutan pinus dan pemandangan yang memukau dari ketinggian.

Tak heran jika Puncak Becici menjadi tujuan bagi banyak wisatawan. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di destinasi ini.

Aktivitas Menarik Puncak Becici

Puncak Becici bisa menjadi tempat healing untuk sejenak menghilangkan penat. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Puncak Becici.


1. Menikmati Suasana yang Asri

Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Puncak becici memiliki kawasan hutan pinus yang begitu asri dan sejuk. Berdasarkan pengalaman detikTravel, di antara pepohonan, terdapat tempat duduk di mana wisatawan bisa bersantai dan beristirahat sambil menikmati suasana.

2. Main Flying Fox

Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Setelah menikmati keindahan hutan pinusnya, traveler yang suka memacu adrenalin bisa naik flying fox. Traveler akan merasakan terbang di antara pohon-pohon pinus yang tinggi.

3. Melihat Keindahan Sunset dan City Light

Senja di Puncak Becici.Senja di Puncak Becici. Foto: Instagram @puncakbecici

Berada di ketinggian, Puncak Becici memiliki spot yang menyuguhkan keindahan alam Yogyakarta. Saat sore, traveler dapat melihat sunset yang cantik, sementara pada malam hari, terlihat gemerlap city light yang indah dari atas sini.

4. Kemping di Tengah Hutan Pinus

Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Kawasan Puncak Becici menyediakan camping ground. Jadi, traveler bisa berkemah di tengah pepohonan pinus.

5. Hunting Foto

Puncak Becici di YogyaPuncak Becici di Yogya Foto: (Indri Astuti/d’Traveler)

Dengan banyaknya spot foto yang menyuguhkan keindahan alam, traveler bisa hunting foto di destinasi ini. Apalagi saat sunset, tentunya kamu tidak boleh melewati kesempatan ini.

6. Naik Jeep Wisata

Puncak Pinus Becici, lokasi persewaan jeepPuncak Pinus Becici, lokasi persewaan jeep Foto: detik

Tak hanya berjalan-jalan mengelilingi hutan pinus, traveler juga bisa naik jeep wisata. Menurut laman Jadesta Kemenparekraf, jeep wisata ini akan membawa traveler keliling perkampungan hingga susur sungai.

Lokasi Puncak Becici

Puncak Becici berlokasi di Gunung Cilik, RT.07/RW.02, Gunung Cilik, Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengutip salah satu laman agen travel, jarak tempuh ke Puncak Becici dari pusat kota Yogyakarta sekitar 30 km atau membutuhkan waktu selama satu jam.

Harga Tiket dan Jam Operasional Puncak Becici

Keindahan Puncak Becici dapat dinikmati dengan membayar tiket masuk dengan harga berikut:

Harga Tiket Puncak Becici

Harga tiket masuk: Rp 5.000

Jam Operasional Puncak Becici

Puncak Becici buka setiap hari mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

Itulah informasi mengenai Puncak Becici di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tertarik untuk berlibur ke sini? Jangan lupa update info terbarunya seperti harga tiket masuk dan jam operasional sebelum datang ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Villa Keluarga di Bandung, Cocok buat Liburan



Jakarta

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, dikenal sebagai kota yang menawarkan banyak pesona alam dan keindahan arsitektur. Tidak heran jika kota ini selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung bersama keluarga, berikut beberapa rekomendasi villa keluarga di Bandung yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihan ini diambil dari berbagai sumber terpercaya untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan selama liburan Anda.

Foto: dok. Traveloka

Foto: dok. Traveloka


1. Villa Air Natural Resort

Villa Air Natural Resort terletak di Lembang, Bandung. Vila ini menawarkan suasana alam yang asri dengan pemandangan pegunungan yang menenangkan. Fasilitas yang ditawarkan antara lain kolam renang, taman yang luas, dan ruang keluarga yang nyaman. Vila ini sangat cocok untuk keluarga besar yang ingin menikmati liburan dengan suasana alam yang tenang.

2. Villa Damar

Berada di kawasan Setiabudi, Villa Damar menawarkan akomodasi dengan desain arsitektur yang unik dan interior yang nyaman. Villa ini menyediakan berbagai tipe kamar yang luas dengan fasilitas modern.

Lokasinya yang strategis membuat Anda mudah menjangkau berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Farmhouse Lembang dan Kampung Gajah Wonderland. Villa Damar juga memiliki restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat, sehingga Anda tidak perlu khawatir mencari tempat makan.

3. Sari Ater Hotel & Resort

Sari Ater Hotel & Resort berlokasi di Ciater, Subang, tidak jauh dari Bandung. Resort ini terkenal dengan pemandian air panas alami yang berasal dari Gunung Tangkuban Perahu. Selain menikmati berendam di air panas, Anda dan keluarga juga dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi lainnya, seperti flying fox, outbond, dan berkuda. Kamar-kamar di Sari Ater Hotel & Resort didesain dengan gaya modern dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk kenyamanan Anda.

4. Green Forest Resort

Green Forest Resort terletak di Cihideung, Bandung Barat. Resort ini menawarkan pemandangan hijau yang menyegarkan dengan udara pegunungan yang sejuk. Fasilitas yang ditawarkan termasuk kolam renang, area bermain anak, dan taman yang luas. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan suasana alam yang asri sambil menikmati berbagai fasilitas rekreasi.

5. Kampung Sampireun Resort & Spa

Kampung Sampireun Resort & Spa berada di kawasan Garut, sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung. Resort ini menawarkan konsep penginapan tradisional Sunda dengan bungalow yang terletak di tepi danau.

Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang berbeda dengan suasana pedesaan yang tenang dan nyaman. Resort ini juga menyediakan fasilitas spa untuk relaksasi Anda selama liburan.

6. Villa Istana Bunga

Villa Istana Bunga terletak di Parongpong, Lembang. Vila ini menawarkan berbagai tipe akomodasi, mulai dari vila kecil untuk keluarga inti hingga vila besar yang dapat menampung banyak orang.

Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, taman bermain anak, dan area barbecue. Lokasinya yang berada di dataran tinggi Lembang membuat vila ini menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

7. The Jayakarta Suites Bandung

The Jayakarta Suites Bandung berlokasi di Dago, salah satu kawasan elit di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang luas dan nyaman dengan pemandangan kota Bandung yang indah.

Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang, pusat kebugaran, dan spa. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Dago Pakar dan Kebun Binatang Bandung.

8. Villa Chocolate

Villa Chocolate berlokasi di kawasan Lembang, dekat dengan berbagai objek wisata populer seperti Floating Market dan De Ranch. Vila ini menawarkan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas modern. Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan liburan dengan suasana yang tenang namun tetap dekat dengan pusat keramaian dan objek wisata.

9. Marbella Suites Bandung

Marbella Suites Bandung terletak di Dago Pakar, kawasan yang dikenal dengan pemandangan alam yang indah. Hotel ini menawarkan suite yang luas dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan pusat kebugaran. Marbella Suites Bandung juga memiliki area bermain anak, sehingga cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak.

10. Grand Tjokro Bandung

Grand Tjokro Bandung berlokasi di Cihampelas, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas modern.

Selain itu, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam renang, spa, dan restoran yang menyajikan berbagai menu lezat. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk berbelanja dan menikmati wisata kuliner di Bandung.

Nah itulah deretan rekomendasi vila di Banding yang punya banyak pilihan tempat menginap untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Dari vila yang asri di pegunungan hingga hotel mewah di pusat kota, Anda dapat memilih akomodasi yang paling sesuai untuk menikmati liburan bersama keluarga. Pastikan download aplikasi Traveloka untuk urusan liburan yang lebih mudah!

(Content Promotion/Traveloka)



Sumber : travel.detik.com

Bau Nyale Lombok dan Putri Mandalika, Tradisi Berburu Cacing Laut khas NTB


Jakarta

Bau nyale Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah tradisi yang masih dilakukan suku sasak hingga sekarang. Tradisi berburu cacing laut ini berkaitan dengan legenda Putri Mandalika.

Kegiatan setahun sekali ini kini tak sekadar tradisi, melainkan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Pulau Lombok. Yuk kenali apa itu tradisi bau nyale, kapan dilaksanakan, tata caranya, lengkap dengan legenda Putri Mandalika, hingga menu olahan nyale.

Apa Itu Bau Nyale?

Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Dilansir dari laman Kemdikbud, kata bau nyale terdiri berasal dari dua suku kata, yaitu ‘bau’ yang dalam bahasa Indonesia berarti menangkap. Sedangkan kata ‘nyale’ berarti cacing laut yang tergolong dalam filum annelida.


Tradisi ini juga dikenal di Kabupaten Dompu, Sumbawa, NTB, namun bernama weha mbenggo. Artinya juga sama, yaitu menangkap cacing laut.

Tradisi bau nyale diyakini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan diperkirakan sebelum 16 abad silam. Tradisi ini turun temurun berdasarkan Babad Sasak yang diyakini masyarakat.

Waktu dan Tempat Tradisi Bau Nyale

Tradisi ini berlangsung setahun sekali, yakni setiap tanggal 20 bulan 10 berdasarkan kalender tradisional Sasak. Waktunya selalu jatuh di sekitar bulan Februari.

Tradisi bau nyale Lombok dilaksanakan ketika tengah malam hingga dini hari, yakni ketika cacing laut muncul ke permukaan. Tempat pelaksanaannya berada di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah.

Pelaksanaan Bau Nyale

Dalam tradisi bau nyale, masyarakat sudah bersiap di Pantai Seger dengan membawa berbagai peralatan seperti senter, jaring, dan ember. Saat tengah malam mereka mulai menceburkan diri ke pantai sambil memantau kemunculan cacing laut.

Cacing laut ini bisa terlihat cukup jelas karena berwarna-warni, seperti merah, kuning, hijau, abu-abu, dan cokelat. Masyarakat pun segera menjaring cacing laut ini dan memasukkannya ke dalam ember.

Tata Cara Bau Nyale

Dalam tradisi adat, bau nyale diawali dengan beberapa upacara. Yang pertama adalah diadakannya sangkep wariga, yaitu pertemuan tokoh-tokoh adat untuk menentukan hari baik (tanggal 20 bulan 10 penanggalan sasak) yang bertepatan dengan keluarnya nyale tersebut.

Sehari sebelum pelaksanaan bau nyale dilakukan upacara mepaosan atau membaca lontar yang dilakukan oleh para tokoh adat. Mepaosan dilakukan di bangunan tradisional bertiang empat bernama Bale Saka Pat.

Lontar dibaca dengan cara menembangkan atau menyanyikannya dengan urutan tembang: Pupuh Smarandana, Pupuh Sinom, Pupuh Maskumambang dan Pupuh Ginada.

Dalam upacara ini dibutuhkan beberapa perlengkapan seperti daun sirih, kapur, dua buah gunungan berisi jajanan tradisional khas Sasak, kembang setaman dengan sembilan jenis bunga, serta buah-buahan lokal.

Pada waktu dini hari sebelum masyarakat turun ke laut untuk menangkap nyale, dilakukan upacara adat Nede Rahayu Ayuning Jagad oleh para tokoh adat. Para tetua berkumpul melingkar, dengan gunungan jajanan dan buah-buahan yang diletakkan di tengah-tengah mereka.

Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.Nyale atau cacing laut. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Legenda Putri Mandalika

Dalam buku Cerita Rakyat Putri Mandalika (2018) oleh Dani Soraya, dkk yang diterbitkan BP PAUD Dikmas NTB, Kemendikbud, dikisahkan bau nyale ini bermula dari kisah Putri Mandalika yang sudah menjadi legenda masyarakat lokal.

Putri Mandalika adalah putri dari Raja Tonjeng Beru, raja dari Kerajaan Sekar Kuning. Tak hanya cantik, Putri Mandalika juga tumbuh menjadi anak baik, sopan, dan dekat dengan rakyatnya. Di kemudian hari dia diangkat sebagai pemimpin kerajaan.

Kerajaan Sekar Kuning tersebut diapit oleh dua kerajaan lainnya, yaitu Kerajaan Sawing dan Kerajaan Lipur. Raja dari dua kerajaan ini juga dikenal sebagai pemimpin yang baik dan bijaksana oleh masyarakatnya.

Suatu hari, Raja Johor dari Sawing ingin mempersunting Putri Mandalika sebagai istri dan mengirim utusan untuk melamarnya. Rupanya hal serupa juga dilakukan bersamaan oleh Raja Bumbang dari Lipur.

Karena terjadi perdebatan antara kedua pihak, Putri Mandalika memutuskan untuk berpikir terlebih dahulu. Dia juga menyendiri agar bisa mengambil keputusan dengan bijak. Usai bersemedi, dia meminta kedua pihak beserta seluruh masyarakat untuk datang ke pantai untuk mendengarkan keputusannya.

Rupanya bukan memilih salah satu pihak, Putri Mandalika justru memasukkan dirinya ke laut dan berubah menjadi nyale atau cacing laut. Dia mengambil keputusan itu demi mencegah perseteruan dua pihak dan ingin menyelamatkan rakyatnya dari marabahaya.

Resep Pepes Jamur TiramIlustrasi pepes. Foto: Detikfood

Bagi orang yang belum tahu bau nyale, mungkin akan berpikir untuk apa mencari nyale. Dikutip dari Indonesia.go.id, rupanya nyale adalah makanan istimewa bagi warga Lombok.

Mereka biasa mengolah nyale hasil tangkapan malam itu menjadi pepes nyale yang dibakar dengan daun pisang. Jika tak mau mencari nyale dan memasak sendiri, ada banyak yang menjual pepes nyale.

Nyale juga bisa diolah menjadi bokosuwu, yakni sejenis sambal pedas berbahan nyale mentah. Untuk menghilangkan amisnya, sambal pedas ini harus ditetesi perasan jeruk purut dan daun kemangi.

Beberapa olahan makanan lainnya adalah kuah santan nyale. Ada juga nyale pa’dongo yang merupakan nyale yang disangrai dengan campuran kelapa parut, bawang merah, bawang putih, daun kemangi, jahe, perasan jeruk limau dan cabai.

Selain dimasak, air bekas cucian dan ekstrak nyale juga bermanfaat. Masyarakat Sasak meyakini air tersebut dapat menyuburkan pertanian jika disiramkan ke lahan.

Demikian tadi telah kita ketahui apa itu bau nyale Lombok, NTB, yang merupakan tradisi mencari cacing laut yang berwarna-warni dan dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Ke’te’ Kesu’, Wisata Kematian ala Toraja



Rantepao

Toraja terkenal akan keindahan alamnya. Lebih dari itu, Toraja juga terkenal akan ritual budaya terkait kematian. Traveler bisa melihatnya di Kete Kesu’.

Ke’te’ Kesu’ adalah sebuah desa wisata yang berada di kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara (Torut). Desa itu mudah dijangkau dari Rantepao, ibu kota Torut.

Cukup naik mobil selama 15 menit dari pusat kota Rantepao, traveler sudah sampai ke Ke’te’ Kesu’. Sesampainya di sini, traveler akan disambut dengan papan tulisan Kete Kesu berwarna merah dan pemandangan rumah Tongkonan yang berdiri menjulang dari kejauhan.


Sebelum melangkahkan kaki lebih jauh lagi, traveler wajib membeli tiket masuk terlebih dahulu. Untuk turis lokal, harga tiketnya Rp 15.000 per orang.

Sedangkan untuk turis asing, harganya Rp 30.000 per orang. Di loket tiket masuk ini, traveler bisa membayar dengan uang tunai maupun QRIS.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Di desa wisata Kete Kesu’, traveler bisa melihat betapa megahnya rumah Tongkonan yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Ajaibnya, rumah-rumah itu masih bertahan sampai sekarang, meski dibangun tanpa menggunakan paku alias hanya menggunakan pasak kayu.

Jangan salah juga, rumah Tongkonan ini masih ada yang mendiami lho. Ya, rumah-rumah tersebut milik satu rumpun keluarga yang tinggal di Kesu’ selama turun temurun.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Di setiap rumah, dihiasi dengan tanduk kerbau yang disusun secara vertikal. Tanduk-tanduk kerbau yang tersusun rapi itu menandakan status sosial dari si pemilik rumah.

Makin banyak tanduk kerbau, maka makin tinggi status sosialnya. Itu menandakan sang empunya rumah mampu mengadakan upacara memotong kerbau sebanyak tanduk yang menghiasi rumahnya.

Daya tarik Ke’te’ Kesu’ rupanya tidak terletak pada rumah Tongkonannya saja. Memang rumah Tongkonannya indah, tapi kebanyakan wisatawan datang ke Ke’te’ Kesu’ bukan untuk melihat Tongkonan.

Mereka ingin ‘berwisata kematian’ dengan melihat kuburan batu dan peti-peti mati yang tergantung di tebing. Konon, pemakaman di tebing batu ini sudah ada sejak abad ke-13.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Traveler harus berjalan lagi masuk ke dalam desa untuk melihat makam-makam itu. Sepanjang perjalanan, traveler akan melihat kios-kios cenderamata milik warga setempat yang menjajakan aneka oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Jika sempat, mampir saja untuk membeli satu-dua barang, hitung-hitung menggerakkan perekonomian lokal. Tak butuh waktu lama, berjalan kaki selama 5 menit, traveler sudah sampai ke ‘wisata kematian’ ala orang Toraja, yaitu kubur batu yang tersohor itu.

Di zaman dulu, orang Toraja memakamkan anggota keluarga mereka di atas tebing batu. Mereka percaya, semakin tinggi orang itu dimakamkan, maka akan semakin mudah dia menuju ke Puya atau surga.

Ada juga yang menyebut, leluhur orang Toraja dimakamkan di tebing batu karena ingin mewariskan tanah kepada anak cucu mereka. Jika mereka semua dimakamkan di tanah, maka mereka takut anak cucunya tidak bisa memanfaatkan tanah tersebut.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Terlepas dari itu, tidak sembarangan orang yang bisa dimakamkan di sini. Hanya dari kalangan bangsawan saja yang bisa. Sebelum dimakamkan, keluarga yang ditinggalkan juga wajib melaksanakan upacara Rambu Solo dengan memotong minimal 24 ekor kerbau (sapurandanan).

Menyaksikan makam batu di Ke’te’ Kesu’ ini sungguh bikin merinding. Membayangkan bagaimana peti-peti mati digantung di atas tebing selama ratusan tahun, dengan tengkorak dan tulang-tulang manusia asli masih berada di tempatnya tanpa ada yang berani menyentuh.

Selain kuburan batu, di sini juga ada makam modern yang dinamakan Patane. Setiap patane dihiasi dengan patung Tau-tau yang melambangkan si jenazah ketika masih hidup.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Oh iya, jangan sekali-sekali menyentuh atau memindahkan tengkorak di Ke’te’ Kesu’ ini ya kalau tidak ingin hal buruk terjadi pada kalian karena sudah sering kejadian. Imbauan tertulis pun terpampang di sepanjang jalan menuju ke gua di atas bukit.

Salah satu wisatawan dari Belanda bernama Marja Smith yang baru pertama kali ke Toraja pun merasa sangat takjub ketika berkunjung ke Ke’Te’ Kesu’. Ia juga kagum bagaimana orang Toraja masih teguh menjalankan tradisi upacara pemakaman secara turun temurun.

“Menurut saya, budaya Orang Toraja sangat kaya, sangat istimewa. Berabad-abad silam, meski komunitasnya tidak begitu besar, namun mereka masih tetap menjalankan ritual-ritual ini. Menurutku ini spesial,” ujar Marja.

Liburan ke Toraja dan mengunjungi Ke’te’ Kesu’ ini bisa memberikan perspektif baru kepada traveler tentang kematian. Bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan dan selayaknya dikenang sebaik-baiknya.

——-

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

11 Spot Wisata Hits di Pantai Indah Kapuk, Gratis dan Instagramable


Jakarta

Pantai Indah Kapuk atau PIK adalah kawasan di pantai utara Jakarta yang memiliki berbagai pilihan tempat wisata hits, mulai dari pantai, tempat kuliner, tempat belanja, hingga aneka spot selfie.

Ada dua kawasan PIK, yaitu PIK 1 yang berada di Jakarta Utara dan PIK 2 yang masuk kawasan Tangerang. Meski berbeda daerah administratif, keduanya masih berada dalam satu kawasan yang bersebelahan.

Buat traveler yang ingin jalan-jalan ke PIK, tak perlu bingung mau ke mana. Di bawah ini akan kita ulas 11 rekomendasi tempat wisata hits di Pantai Indah Kapuk yang gratis alias tanpa membayar tiket masuk, dan tentunya instagramable.


Rekomendasi Wisata Pantai Indah Kapuk

Berikut ini 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk yang dirangkum dari catatan detikTravel:

1. Pantai Pasir Putih PIK 2

Pantai Pasir Putih PIK2Pantai Pasir Putih PIK2 Foto: Johanes Randy
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Selanjutnya ada Pantai Pasir Putih yang berada di kawasan PIK 2 yang memiliki pemandangan indah pasir putih yang berpadu dengan laut utara. Sebagai tempat wisata modern, traveler juga akan melihat pemandangan gedung-gedung tinggi.

Di sini, kamu bisa bersantai di tepi pantai, bermain pasir dan air, berkeliling naik sepeda, hingga kulineran. Pengunjung dilarang membawa makanan dari luar dan harus selalu menjaga kebersihan.

2. Aloha PIK 2

Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB (weekend buka pukul 07.00 WIB)

Salah satu tempat wisata hits Pantai Indah Kapuk adalah Aloha yang merupakan tempat jajan hits yang memiliki banyak tenant makanan dan minuman, seperti aneka seafood, aneka sate, pizza, steak, es krim, croissant, dan kopi.

Keunikan Aloha adalah tempatnya berkonsep ala Hawaii. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pasir putih. Dekorasi bangunannya pun dibuat dengan nuansa tropis, yakni menggunakan elemen kayu, jerami, rotan, bambu, dan juga open space balcony.

3. Land’s End PIK 2

Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 Foto: dok detikcom
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 08.00-23.00 WIB

Tak jauh dari Aloha, ada tempat wisata Land’s End yang memiliki pemandangan pantai pasir putih. Keunikannya adalah terdapat bangunan ikonik berbentuk mercusuar berwarna putih yang juga menyala di malam hari.

Tak hanya duduk santai di pantai, traveler bisa jajan di sejumlah restoran dan coffee shop di Land’s End. Dibandingkan Aloha, Land’s End menawarkan fasilitas lebih ‘premium’.

4. Urban Farm PIK

Urban FarmUrban Farm Foto: Hestianingsih/Wolipop
  • Lokasi: Kawasan Pantai Maju PIK, Jalan The Golf Island Boulevard, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-21.00 WIB

Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat kalian yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

5. PIK Bridge

Ada dua jembatan menarik di PIK. Yang pertama adalah Jakarta PIK International Bridge yang berada di PIK 1, Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Jembatan ini memiliki jalur pejalan kaki kecil buat detikers yang ingin jogging atau jalan santai.

Ada juga Jembatan PIK 2 yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Banten yang panjangnya sekitar 800 meter. Jembatan ini tidak disediakan jalur pejalan kaki, namun terdapat lajur khusus sepeda.

6. Pantjoran PIK

Pagoda Pantjoran PIKPagoda Pantjoran PIK Foto: Pantjoran PIK
  • Lokasi: PIK 1, kawasan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 07.00-23.00 WIB

Pantjoran PIK khas dengan nuansa pecinan atau chinatown. Banyak bangunan yang khas dengan negara China. Antara lain adalah pagoda merah yang disebut paling tinggi di Jakarta. Pagoda ini sering dipakai sebagai latar belakang foto.

Selain berfoto-foto, traveler juga bisa jajan beraneka makanan di sini, seperti Cakuw Ko Atek, Bakmi Gang Kelinci, Bakso Goreng Soekajadi, Es Pluit Acen, dan Roti Srikaya Ajong.

Untuk diketahui, ada beberapa tempat makanan non-halal di sini. Buat muslim, jangan segan bertanya menu makanan di sana.

7. Cove at Batavia

Cove at Batavia PIKCove at Batavia PIK Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
  • Lokasi: PIK 1, Cove at Batavia, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

Di PIK 1 terdapat kawasan bernama Cove at Batavia yang memiliki banyak restoran, kedai kopi, hingga bar yang hits di kalangan anak muda, mulai dari menu Indonesia, Jepang, hingga Western. Tempat ini berbatasan dengan laut, sehingga kalian bisa makan sambil menikmati keindahan laut.

8. Batavia PIK

Terinspirasi dari Kota Batavia masa lampau, Batavia PIK hadir dengan konsep baru, inovasi ramah lingkungan, dan desain arsitektur modern sebagai destinasi wisata dan kuliner tepi laut termegah di Golf Island PIKBatavia PIK Foto: Agung Sedayu Group
  • Lokasi: Batavia PIK 1, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

Bergeser ke sisi selatan, ada kawasan bernama Batavia PIK yang memiliki banyak bangunan ruko modern. Banyak pilihan tenant makanan dan minuman, bar, coffee shop, restoran, hingga minimarket di sini.

Di belakang ruko terdapat beberapa tenant yang berbatasan dengan laut. Traveler juga bisa menyewa sepeda listrik untuk berkeliling di tepi laut Batavia PIK.

9. La Riviera

Mau menikmati suasana ala Eropa, tapi tak ingin jauh-jauh? Coba ke La Riviera di PIK2.Suasana ala Eropa di La Riviera, PIK2. Foto: Pradita Utama
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Otista, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 24 jam

Wisata hits Pantai Indah Kapuk selanjutnya adalah La Riviera yang berada di PIK 2. Letaknya cukup jauh dibandingkan tempat-tempat yang disebut di atas. Kalian harus berkendara ke barat hingga kawasan Teluknaga.

Tempat ini unik karena memiliki bangunan-bangunan mirip Kota Amsterdam. Terdapat sungai kecil yang seakan-akan melintasi tengah kota. Di malam hari, lampu-lampu kuning akan dinyalakan sehingga mirip dengan suasana Eropa.

10. By The Sea PIK

Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Foto: dok. Amantara
  • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB

Selanjutnya ada By The Sea PIK buat kalian yang ingin berbelanja. Ini adalah sebuah shopping district pertama di Jakarta Utara yang menawarkan produk-produk lokal premium.

Selain produk lifestyle dan fashion, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tak kalah menarik.

11. Central Market PIK

Central Market PIK raih penghargaan  EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) Advance Certificate dari Green Building Council Indonesia.Central Market PIK. Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom
  • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Terakhir ada Central market PIK, yaitu mal yang berada di tengah kawasan Golf Island PIK. Central Market juga terintegrasi dengan Pantjoran PIK dan By The Sea. Mal ini memiliki kawasan indoor dan outdoor.

Nah, itulah tadi 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk, baik PIK 1 di Jakarta Utara maupun PIK 2 di Tangerang.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com