Melihat Konservasi Penyu di Bali Utara, Ada Ratusan Bayi Penyu!



Jakarta

Biar liburan di Bali Utara semakin seru, cobain deh datang ke penangkaran penyu yang ada di Desa Pemuteran ini. Kamu bisa melihat bagaimana telur-telur penyu itu diselamatkan hingga dilepaskan.

Tempatnya tidaklah besar. Lokasinya berada di Reef Seen Diver’s Resort Desa Pemuteran, Gerokgak. Di sana terdapat beberapa kolam yang berisi ratusan anak-anak penyu yang berenang ke sana ke mari.

‘Proyek Penyu’ tertulis besar di papan yang berada di tengah-tengah kawasan kolam. Yap, sudah lebih 30 tahun proyek ini berjalan di Desa Pemuteran.


“Kita di sini ada tiga jenis penyu, yaitu penyu hijau, penyu olive dan penyu sisik. Penangkaran ini telah ada sejak tahun 1991 dan setiap tahunnya ribuan penyu yang kita lepas dari sini,” kata Ina, salah satu tim Proyek Penyu, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengKepala Desa Pemuteran bersama Chris Brown dan Ina (Syanti Mustika/detikcom)
Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengProyek Penyu di Desa Pemuteran, Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

Proyek Penyu ini diinisiatif pertama kali oleh Chris Brown, warga Australia yang datang ke Bali di tahun 1990-an. Dia resah melihat telur-telur penyu dijual belikan tanpa masyarakat tahu nilai hidup dari penyu yang masuk ke dalam daftar terancam punah ini.

Lina pun mengatakan bahwa di sini terdapat dua cara penetasan telur, yaitu dengan ditanam di pasir dan inkubator.

“Kita dari dulu menetaskan telur dengan menanamnya di pasir. Dan tingkat keberhasilan dari telur yang menetas adalah 65% saja. Namun, bila menggunakan inkubator, keberhasilan telur mentas mencapai 95%. Kita menggunakan inkubator baru 2 tahun ini, dan bila inkubator penuh, sebagiannya akan kita tanam di tanah,” kata Lina.

Telur-telur penyu ini didapatkan dari nelayan-nelayan yang datang langsung ke sini. Nanti, para nelayan akan mendapatkan insentif terhadap telur yang mereka serahkan.

“Jadi kita ambil telur dan kasih santunan ke nelayan. Lumayan banyak yang kita dapatkan, tahun ini bulan Januari sampai Juli kita udah dapat 2.500 telur,” dia menambahkan.

Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengTelur-telur penyu di dalam inkubator (Syanti Mustika/detikcom)

Setelah telur-telur menetas, mereka pun dipindahkan ke dalam kolam-kolam dan dirawat di sana. Setelah 2-3 bulan, barulah tukik ini dilepaskan ke laut.

“Biasanya, di kehidupan alaminya tukik yang menetas akan langsung berenang ke laut. Namun daya survival mereka sangat rendah dan rentan di makan predator. Karena itulah kita rawat dia hingga usia bisa mencari makan sendiri,” kata dia.

Bayi-bayi penyu ini diberi makan setiap harinya sekali sehari. Kolam mereka pun juga dibersihkan berkala hingga mereka tidak asing bila dipindahkan ke laut.

Untuk bisa melihat penyu-penyu ini dan belajar tentang mereka, traveler hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja (untuk domestik) dan Rp 40 ribu (untuk mancanegara). Tiket ini berlaku untuk seminggu, jadi kamu bisa bolak-balik datang ke sini selama satu minggu.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gedung MK nan Ramah Lingkungan, Sempat Numpang di Beberapa Tempat



Jakarta

Mari mengenal gedung Mahkamah Konsitusi (MK). Ternyata, lembaga tinggi negara ini adalah penghuni baru di kawasan ring satu Jakarta.

Dihimpun dari situs resminya, Kamis (22/8/2024), Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin 13 Agustus 2007, pukul 10.00 WIB. Acara peresmian gedung ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 MK.

SBY saat itu mengatakan bahwa gedung MK itu begitu indah, megah nan ramah lingkungan. Gedung MK terdiri atas dua bagian.

Bangunan pertama yang merupakan bangunan utama terdiri atas empat lantai dan beratapkan kubah (dome). Di dalam bangunan utama tersebut terdapat ruang sidang pleno, ruang sidang panel sertamedia centerdan ruang-ruang pendukung persidangan MK.


Di belakang bangunan utama tersebut terdapat bangunan pusat perkantoran bagi para Hakim Konstitusi dan pegawai Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MKRI yang terdiri atas 16 lantai.

Sebagai lembaga peradilan yang memiliki visi modern dan terpercaya, gedung MK juga dilengkapi dengan perangkat teknologi komunikasi dan informasi modern untuk mendukung aktivitas persidangan di MK.

MK juga telah mengembangkan sistem Sistem Administrasi Yustisial dan Sistem Administrasi Umum dengan berbasiskan teknologi infomasi (sistemonline).

Sebelum memiliki gedung permanen, Mahkamah Konstitusi telah beberapa kali pindah tempat yang digunakan sebagai kantor dan ruang persidangan, antara lain di gedung milik Departemen Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka No. 7 (gedung lama), Plaza Centris Kuningan, dan di Hotel Santika.

Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) hadir dalam sidang Putusan Dismissal sengketa Pileg hari ini, Selasa (21/5/2024). Sebanyak 207 perkara akan dibacakan putusan dismissal-nya.Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Bahkan pada awal terbentuknya, alamat kantor MK menggunakan nomorhandphoneKetua MK. Namun, saat ini MK telah memiliki gedung sendiri yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 6.

Pada acara peresmian tersebut, MK juga menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas pembangunan gedung MK yang ramah lingkungan.Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta mensyaratkan setiap gedung yang berada di jalan protokol untuk tidak menggunakan pagar, memiliki lahan hijau dan sumur resapan.

Gedung MK merupakan gedung milik pemerintah pertama yang berada di jalan protokol dan memenuhi syarat tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sutiyoso kepada Sekretaris Jenderal MK Janedjri M. Gaffar.

Arti sembilan pilar di muka Gedung MK

Dalam laporannya saat itu, Sekretaris Jenderal MK Janedjri M. Gafar mengatakan bahwa gedung MK dibangun di atas lahan seluas 4.420 meter persegi dengan luas lantai 23.323 meter persegi.

Gedung MK memiliki filosofi yang begitu kental. Di bagian muka gedung terdpat sembilan pilar utama yang menjadi lambang penegakan konstitusi.

Sejumlah sembilan pilar itu juga mewakili dari jumlah hakim konstitusi yang independen dengan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Mereka diwajibkan menjadi para wakil masyarakat Indonesia dalam menjaga tegaknya konstitusi.

Sejumlah sembilan hakim itu mencerminkan jumlah aliran pemikiran yang sama tentang keadilan di dalam masyarakat. Karenanya, sidang di Mahkamah Konstitusi harus dihadiri sebanyak sembilan orang terkecuali ada yang berhalangan.

Lalu, syarat kehadiran minimal sejumlah tujuh orang. Sehingga keadaan itu hanya mengenal satu majelis hakim atau berbeda dibanding Mahkamah Agung.

(msl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Rekomendasi Wisata di Bali utara



Jakarta

Bali Utara punya banyak destinasi wsiata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

detikcom telah merangkum pada Jumat (23/8/2024) ragam tempat wisata di Bali utara yang bisa kamu kunjungi dan pamerkan di media sosial.

1. Handara Gate


Gerbang Handara BaliGerbang Handara Bali (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

Sejatinya, Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Handara Golf & Resort. Sesuai dengan namanya, ini adalah tempat ciamik untuk para pecinta golf bermain dan menginap.

Bila traveler hanya ingin berfoto di gerbangnya, cukup membayar Rp 30 ribu untuk durasi foto selama tiga menit. Di saat weekend, sangat ramai turis yang mengantre untuk hunting foto di sini.

Tidak ada jam operasional, traveler bisa datang kapanpun karena diizinkan foto ‘semenjak terang hingga gelap’ di sana.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut. Bila kamu beruntung, bisa nih berpartisipasi dalam pelepasan tukik. Sayang sekali, tidak ada waktu khusus untuk aktivitas pelepasan ini.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi keigatan seru. Setelah puas snorkling melihat aneka terumbu karang, kamu bisa bersantai menikmati es kelapa di pinggir pantai yang tenang.

Nah, traveler yang tak bisa snorkling, bisa nih trekking ke Bukit Batu Kursi. Tempat ini rumah bagi kawasan suci bernama Pura Batu Kursi yang berada tepat di puncak bukit. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Traveler dapat menyusuri jalan setapak berupa susunan tangga batu untuk mencapai puncak bukit.

3. Desa Les

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Banyak desa wisata yang bisa kita kunjungi di Bali Utara, salah satunya adalah Desa Les. Di sini traveler bisa juga snorkling, trekking hingga melihat penyulingan arak Bali.

Desa Les di Tejakula, Buleleng masuk ke dalam 50 besar ADWI 2024. Desa ini kaya akan produksi pertanian seperti lontar, aneka buah-buahahn, hingga kaya akan hasil ikan lautnya.

Dari dulu, Desa Les memang ramai dikunjungi oleh turis asing. Namun dengan berkembangnya informasi dan sosial media, Desa Les mulai ramai dikunjungi turis domestik.

Traveler di sini juga bisa melihat proses penyulingan arak dan gula lontar di Dapoer Moela. Kamu bisa melihat banyak kendi-kendi arak yang siap diminum para tamu yang datang.

Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience. Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal. Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

Traveler bisa menyewa perahu nelayan atau membeli paket wisata tur lumba-lumba ini. Adapun harganya Rp 125 ribu per pax, dan satu kapal itu bisa membawa 10 penumpang.

Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

5. Air Terjun Banyumala

Air Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya KusumaAir Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. (Made Wijaya Kusuma Foto)

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

Adapun tiket masuk ke air terjun Rp 20 ribu per orang. Untuk sampai ke air terjun kamu harus trekking sekitar 15-20 menit, tergantung kekuatan kaki mu.

Walau sedikit melelahkan, percayalah lelahmu terbayarkan dengan indahnya air terjun ini. Air terjun setinggi 20 meter ini mengalir deras di antara rerumputan hijau yang menghiasi tebing air.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

Sejarahnya, Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).

Selain melihat pemandangan indah ini, aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menikmati wahana air. Kamu bisa berkeliling Danau Beratan dengan speed boat atau bebek air. Di sini juga ada penyewaan perahu lho.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Kawasan wisata Danau Buyan berlokasi di Desa Pancasari, tepatnya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju Danau Buyan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 57 km dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu kemping, memancing, trekking, hingga piknik.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kerajaan-kerajaan di Jawa yang Bisa Dijumpai hingga Sekarang



Jakarta

Indonesia memiliki sejarah panjang dari era kerajaan, kolonial, hingga era modern. Saat ini, masih ada kerajaan di Jawa yang masih eksis.

Di Pulau Jawa pernah berdiri beberapa kerajaan besar. Dari Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Singasari, Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Kerajaan Mataram Islam, Kesultanan Cirebon, hingga Kesultanan Banten.

Di antara kerajaan tersebut, masih ada kerajaan yang eksis dengan dipimpin oleh seorang raja. Tetapi, di antara kerajaan itu, hanya Kesultanan Yogyakarta yang masih memiliki fungsi pemerintahan.


Kerajaan-kerajaan di Jawa dan kerajaan lain di Indonesia masih berkumpul dalam sebuah Majelis Agung Raja dan Sultan (MARS) Indonesia. Di antara yang masih eksis itu adalah Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, Puro Mangkunegaran, Keraton Cirebon, dan Kasultanan Banten. Kesultanan Yogyakarta satu-satunya yang memiliki hak istimewa mengelola pemerintahan. Sedangkan yang lain memiliki fungsi kebudayaan.

Berikut beberapa di antara kerajaan di Jawa yang masih eksis hingga kini:

1. Kesultanan Yogyakarta

Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat ini berdiri sejak 1755 dan raja pertama yang menjabat di kesultanan itu adalah Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono 1.

Kerajaan itu mulanya merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram Islam yang terpecah menjadi dua. Pembagian wilayah itu tertuang pada Perjanjian Giyanti. Pecahan lainnya menjadi Kasunanan Surakarta.

Di tahun 1950, Kesultanan Yogyakarta resmi berubah menjadi yang kita kenal saat ini yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan hingga saat ini gelar untuk pemimpin-pemimpin daerah tersebut masih menggunakan gelar Hamengkubuwono.

Saat ini, Kasultanan Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

2. Kasunanan Surakarta

Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah sebuah kerajaan di Pulau Jawa bagian tengah yang berdiri pada tahun 1745. Kasunanan itu merupakan penerus dari Kesultanan Mataram yang beribu kota di Kartasura dan selanjutnya berpindah di Surakarta.

Pada tahun 1755, sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti yang disahkan pada tanggal 13 Februari 1755 antara VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dengan Pangeran Mangkubumi, disepakati bahwa wilayah Mataram dibagi menjadi dua pemerintahan, yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Awalnya, 1745 hingga peristiwa Palihan Nagari pada 1755, Kesunanan Surakarta yang beribu kota di Surakarta merupakan kelanjutan dari Kesultanan Mataram yang sebelumnya berkedudukan di Kartasura, baik dari segi wilayah, pemerintahan, maupun kedudukan penguasanya.

Setelah Perjanjian Giyanti dan diadakannya Pertemuan Jatisari pada tahun 1755 menyebabkan terpecahnya Kesunanan Surakarta menjadi dua kerajaan; kota Surakarta tetap menjadi pusat pemerintahan sebagian wilayah Kesunanan Surakarta dengan rajanya yaitu Susuhunan Pakubuwana III, sedangkan sebagian wilayah Kesunanan Surakarta yang lain diperintah oleh Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di kota Yogyakarta, dan wilayah kerajaannya kemudian disebut sebagai Kesultanan Yogyakarta.

Kemudian dibuat Perjanjian Salatiga tanggal 17 Maret 1757, yang membuat wilayah Kesunanan makin kecil. Sebagian wilayah, yakni Nagara Agung (wilayah inti di sekitar ibu kota kerajaan) diserahkan kepada Raden Mas Said yang kemudian bergelar Adipati Mangkunegara I. Saat ini, Mangkunegaran masih eksis.

3. Mangkunegaran

Mangkunegaran adalah kadipaten yang posisinya di bawah kasunanan dan kasultanan, sehingga penguasa tidak berhak menyandang gelar Sunan ataupun Sultan.

Penguasa Keraton Kasunanan Surakarta bergelar Sunan Pakubuwono, sedangkan gelar penguasa Kadipaten Mangkunegaran adalah Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro.

Antara tahun 1757 sampai dengan 1946, Kadipaten Mangkunegaran adalah kerajaan otonom yang berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan Surakarta.

Wilayahnya mencakup bagian utara Kota Surakarta, di antaranya adalah Kecamatan Banjarsari, kemudian seluruh Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, dan sebagian wilayah Kecamatan Ngawen serta Semin di Gunung Kidul, Yogyakarta. Keseluruhan wilayah Mangkunegaran tersebut hampir mencapai 50 persen wilayah dari Kasunanan Surakarta.

Saat ini, Mangkunegaran dipimpin oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X atau Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan raja.

Sejatinya, pemimpin Mangkunegaran bukanlah raja, namun adipati atau pangeran miji atau pangeran mandiri, yang memimpin sebuah kadipaten di bawah Keraton Kasunanan Surakarta bernama Mangkunegaran.

Meskipun kedudukan pemimpin Mangkunegara yang sebenarnya adalah adipati, namun kerap dianggap raja dalam memori masyarakat Mangkunegara. Itu dipengaruhi oleh Mangkunegara yang dulu sempat berkuasa atas beberapa wilayah, yakni Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.

4. KadipatenPakualaman

Dulu Kadipaten Pakualaman merupakan sebuah negara dependen yang berbentuk kerajaan. Tetapi pada 1950, status negara dependen Kadipaten Pakualaman diturunkan menjadi daerah istimewa setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Kadipaten Pakualaman berdiri pada 1813, kekuasaan Inggris dengan penyerahan kekuasaan oleh Hamengku Buwono II kepada adiknya, Pangeran Natakusuma dengan status Pangeran Merdika. Pangeran Natakusuma kemudian mendapatkan gelar sebagai KGPAA Paku Alam I dengan kediaman di Puro Pakualaman yang berada di sisi timur Kasultanan Ngayogyakarta.

Status kerajaan ini mirip dengan status Praja Mangkunagaran di Surakarta.

Saat ini, Pakualaman dipimpin oleh Sampeyan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X dengan nama lahir Raden Mas Wijoseno Hario Bimo.

5. Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon ini disebut sebagai jembatan untuk kebudayaan di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kesultanan Cirebon ini memiliki corak Islam yang begitu mahsyur di abad 15-16 Masehi. Memiliki letak yang cukup strategis menjadi kesultanan ini sebagai jalur perdagangan dan pelayaran yang cukup vital antar pulau di masa itu.

Kesultanan Cirebon didirikan oleh Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang atau Haji Abudllah Imam pada tahun 1430. Ia sangat aktif dalam penyebarluasan agama Islam dan Kesultanan Cirebon meningkat kejayaannya ketika dipimpin oleh Sunan Gunung Jati.

Saat ini, Keraton Cirebon dipimpin Sultan Sepuh Aloeda II atau Raden Rahardjo.

6. Kesultanan Kanoman

Kesultanan Kanoman ini didirikan oleh Pangeran Muhamad Badrudi Kertawijaya atau Sultan Anom 1 di tahun 1678. Sebelumnya, Kesultanan Kanoman ini merupakan pecahan dari Kesultanan Cirebon pada tahun 1666.

Di masa kekosongan 1666 hingga 1678 itu Kesultanan Cirebon diambil alih kekuasaannya oleh Kerajaan Mataram. Berjalannya waktu dan tak puasnya pengambilahinan tersebut hingga menimbulkan konflik.

Akhirnya Kesultanan Cirebon dipecah dan salah satunya Kesultanan Kanoman yang diberikan Pangeran Muhamad Badrudin Kertawijaya.

Jejak-jejak peradaban kerajaan-kerajaan di atas masih bisa dilihat hingga sekarang di setiap wilayahnya. Masih terdapat keraton atau tempat pemerintahan dan tempat tinggal raja-raja yang menduduki kursi kekuasaan.

Peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut kini menjadi sebuah destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat dan menggali informasi tentang sejarah kerajaan tersebut.

Saat ini, Kesultanan Kanoman dipimpin oleh Sultan Anom XII Mochamad Saladin.

Jadi keraton mana saja yang sudah kamu datangi?

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Ngopi Baru di Taman Budaya Sentul, Instagramable buat Weekend



Sentul

Taman Budaya Sentul jadi destinasi yang cocok dikunjungi di akhir pekan. Di sana ada tempat ngopi baru yang Instagramable.

Nama tempat ngopi itu adalah Raindear Coffee and Kitchen. Dari segi bangunan, tempat ngopi ini memang lebih menonjol dibandingkan dengan sekelilingnya.

Konsep bangunan kafe ini terinspirasi dari kubah Timur Tengah dengan lengkungan-lengkungannya yang khas, sehingga membuatnya tampak unik serta berbeda.


detikTravel berkunjung ke tempat ngopi ini beberapa waktu lalu. Melangkahkan kaki ke dalam, traveler akan disambut dengan desain interior yang elegan. Nuansa hijau dari tanaman-tanaman tampak menghiasi sebagai pemanis.

Temboknya didesain dengan perpaduan warna cat biru tua dan light grey yang estetik sehingga cocok untuk menjadi background foto menarik bagi para pengunjung. Ada juga lampu-lampu yang unik.

Raindear SentulRaindear Sentul Foto: (dok. Istimewa)

Manager Area Raindear Coffee and Kitchen, Eron mengatakan kafe tempatnya bekerja mampu menampung hingga 250 orang tamu. Tak hanya anak-anak muda, kafe ini juga banyak dikunjungi keluarga, terutama saat weekend.

“Kami juga menyasar pengunjung dari keluarga, remaja sampai komunitas,” kata Eron, beberapa waktu lalu.

Untuk menu makanan, mulai dari appetizer, ada olahan makanan ala Texas-Mexico seperti nachos, singkong goreng garlic hingga kentang goreng saus mentai dengan perpaduan rumput laut dan mentai.

Raindear SentulAyam bakar Taliwang Foto: (dok. Istimewa)

Untuk menu utamanya yang jadi unggulan ada nasi ayam bakar taliwang dengan cita rasa pedas tapi mantap dan nasi goreng hitam yang memakai tinta dari cumi-cumi, tapi tidak amis. Harganya mulai dari Rp 50 hingga 70 ribuan.

Ada juga makanan-makanan western seperti pasta, pizza, cheese burger hingga wagyu steak dengan truffle oil. Rasanya sudah pasti sedap dan nikmat.

Oh iya, untuk kopinya ada bermacam-macam jenis, dari es kopi susu original hingga es kopi pandan, oatmilk hingga salted caramel. Harganya standar kafe, mulai dari Rp 30 ribuan.

Ada beragam fasilitas di tempat ini, di antaranya lahan parkir yang luas hingga mushola untuk salat. Tempat ngopi ini juga menjual beragam merchandise seperti tumbler, tote bag, hingga payung.

Pemilihan lokasi kafe yang berada di Taman Budaya Sentul ini juga sengaja agar traveler bisa ngopi sambil berwisata.

“Selain itu, pemilihan lokasinya memang berdekatan dengan tempat rekreasi atau wisata sehingga memiliki pemandangan perbukitan yang membuat suasananya semakin seru,” pungkas Eron.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Pulau Moor, Primadona Baru dari Halmahera Tengah



Patani

Nun jauh di Halmahera Tengah, ada sebuah pulau cantik yang mungkin traveler belum pernah tahu sebelumnya. Namanya pulau Moor. Mari berkenalan dengan si cantik itu.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Senin (26/8/2024), pulau Moor adalah sebuah pulau kecil yang berada tidak jauh dari Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Pulau Moor memiliki danau dan pantai yang luar biasa cantik sehingga bisa memanjakan mata bagi para pengunjungnya. Pulau Moor memiliki luas hanya sekitar 3 kilometer persegi.


Meski begitu, pulau ini memiliki pantai dengan pasir putih yang sangat halus. Dijamin, pantai ini akan memanjakan kaki dan mata wisatawan yang datang liburan ke sana.

Pulau Moor dihuni oleh petani kelapa aktif yang melakukan aktifitas di sana. Jumlahnya kurang lebih 20 orang saja.

Pulau Moor di Halmahera UtaraPulau Moor di Halmahera Tengah Foto: (dok. Istimewa)

Selain memiliki pantai yang indah, pulau Moor memiliki laguna atau danau air laut yang cantik sekali. Laguna ini memiiki air berwarna tosca yang hanya berjarak sepuluh meter dari bibir pantai.

Bagi traveler yang hobi snorkeling dan diving, kalian dapat mengeksplorasi potensi bawah laut pulau Moor yang luar biasa cantik dan terawat dengan baik.

Cara Menuju ke Pulau Moor

Agar bisa menikmati keindahan pulau Moor, pengunjung bisa mengaksesnya melalui 2 jalur. Melalui jalan darat, lalu menyebrang dengan speedboat menuju ke pulau indah tersebut.

Pulau Moor di Halmahera UtaraPulau Moor di Halmahera Tengah Foto: (dok. Istimewa)

Perjalanan menuju pulau Moor memakan waktu yang lumayan lama. Perjalanan dimulai dari Sofifi menuju ke desa Patani, Halmahera Tengah melalui jalur darat, yang bisa memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan.

Setelah menempuh jalur darat, perjalanan akan disambung dengan naik speedboat ataupun kapal body menggunakan mesin selama kurang lebih 1 jam.

Meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh, para wisatawan akan disuguhi dengan pengalaman yang menyenangkan di jalan saat menuju Patani.

Patani tak hanya memiliki Pulau Moor yang indah untuk dikunjungi, namun banyak juga destinasi wisata lainnya yang harus para pecinta wisata sampai dan jajaki.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

12 Wisata Surabaya Terkenal 2024 yang Ramah di Kantong


Surabaya adalah salah satu kota terbesar di Indonesia, yang memiliki berbagai destinasi wisata terkenal dan menarik untuk dikunjungi.

Mulai dari kekayaan budaya, situs bersejarah, hingga keindahan alam pun ada di sini. Menjadikannya tujuan liburan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Wisata Surabaya Terkenal

Berikut adalah rekomendasi objek wisata Surabaya yang wajib dikunjungi:


1. Taman Hiburan Pantai Kenjeran

Taman Hiburan Pantai (THP) KenjeranTaman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. (Aprilia Devi)

Dilansir Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya,Taman Hiburan Pantai Kenjeran adalah destinasi wisata Surabaya, yang menyuguhkan pengalaman pesisir pantai di utara Kota Surabaya.

Keindahan pantai dengan pemandangan Jembatan Suramadu, merupakan salah satu daya tarik di tempat ini.

Selain menikmati pemandangan, traveler juga bisa bersantai sambil kulineran di foodcourt yang ada di sana. Tersedia juga playground, gazebo, anjungan, hingga tempat yang menjual souvenir produk UMKM.

  • Alamat: Jalan Pantai Lama Kenjeran No. 1, Kecamatan Bulak, Surabaya.
  • Jam buka: 07:00-16:30 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000 untuk weekdays, dan Rp 15.000 per orang di weekend.

2. Kota Lama Surabaya

Wisata Surabaya Kora LamaWisata Surabaya Kota Lama. (Deny Prastyo)

Kota Lama Surabaya adalah kawasan di sekitar Jalan Rajawali yang bangunannya didominasi oleh berarsitektur kolonial.

Dikutip dari situs Surabaya Tourism, ini adalah salah satu dari tiga “kampung lama” atau dikenal juga dengan “pertigaan”.

Daya tarik objek wisata Surabaya ini di antaranya gedung Cerutu, Taman Sejarah, Hotel Arcadia, De Javasche Bank, Bank BNI, Kantor Pos Besar Kebonrojo, Jembatan Merah, Pabrik Siropen, Misoa, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya menjadi tujuan wisata Surabaya bagi wisatawan lokal, kawasan Jalan Rajawali juga banyak dikunjungi wisatawan asing.

  • Alamat: Jalan Rajawali, Krembangan, Surabaya.
  • Jam buka: 15:00-21:00 Tersedia sesi sore dan malam.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

3. Monumen Tugu Pahlawan

Monumen Tugu PahlawanMonumen Tugu Pahlawan. (Deny Prastyo Utomo)

Monumen Tugu Pahlawan adalah salah satu landmark atau ikon kota Surabaya. Bentuk monumen ini mirip seperti “paku terbalik”, yang tingginya sekitar 40,50 meter.

Monumen ini dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan pahlawan dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945.

  • Alamat: Jalan Pahlawan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
  • Jam buka: Selasa-Minggu 07:00-15:00 WIB. Senin dan hari libur nasional tutup.
  • Harga tiket masuk: Rp 2.000 per orang.

4. Museum Sepuluh Nopember

Museum Sepuluh Nopember adalah salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi di Surabaya. Meski demikianMuseum Sepuluh Nopember adalah salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi di Surabaya. (Nabila Meidy Sugita)

Museum 10 Nopember adalah tempat bagi ratusan koleksi foto, senjata rampasan, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya. Asyiknya, di sini ada fasilitas pendukung lain yakni diorama elektronik dan diorama statis.

Museum ini dibangun untuk melengkapi Monumen Tugu Pahlawan, yang dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan Pahlawan Kemerdekaan RI.

  • Alamat: Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
  • Jam buka: 08:00- 15:00 WIB (Senin tutup)
  • Harga tiket masuk: Rp 8.000 per orang. Untuk pelajar biaya masuknya gratis.

5. Ekowisata Mangrove Wonorejo

Hutan Mangrove Wonorejo SurabayaHutan Mangrove Wonorejo Surabaya. (Dhianna Puspitasari/d’Traveler)

Ekowisata Mangrove Wonorejo adalah konservasi Hutan Bakau seluas 200 hektar. Di sini, pengunjung bisa menikmati keberadaan hutan mangrove, yang juga menjadi rumah bagi ratusan spesies burung migrasi.

Lokasinya ada di Surabaya Timur. Fungsi kawasan ini berguna untuk mencegah ancaman intrusi air laut.

  • Alamat: Jalan Raya Wonorejo No.1, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
  • Jam buka: buka setiap hari mulai dari 08:00 – 16:00 WIB.
  • Harga tiket masuk: gratis.

6. Alun-alun Surabaya

Basement Alun-alun Surabaya dibuka untuk umum mulai hari ini. Area itu pun bisa jadi destinasi wisata alternatif bagi warga dan wisatawan yang kunjungi SurabayaAlun-alun Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Dulunya, Alun-alun Surabaya dikenal juga sebagai Gedung Balai Pemuda Surabaya. Sekarang, Balai Pemuda digunakan pusat kegiatan seni dan budaya.

Di kawasan ini, ada area basement dan area outdoor yang terbuka untuk publik.

Di basement, pengunjung bisa melihat area pameran dan arena skateboarding yang dibuka untuk umum. Kamu juga bisa mengisi perut di fasilitas food court di sekitar alun-alun.

  • Alamat: Jalan Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya,
  • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 07.00 – 22.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Gratis.

7. Rumah Kelahiran Bung Karno

Rumah Kelahiran Bung Karno di SurabayaRumah Kelahiran Bung Karno di Surabaya. (Zainal Effendi)

Rumah ini adalah rumah dari orang tua Bung Karno, yakni Bapak Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ibu Nyoman Rai Srimben.

Rumah Kelahiran Bung Karno menjadi objek wisata sejarah yang menyimpan koleksi perjalanan keluarga Bapak R. Soekami dan Ibu Nyoman Rai Srimben sekaligus Sukarno. Koleksi tersebut bisa dinikmati dalam bentuk video mapping dan teknologi Augmented Reality.

  • Alamat: Jalan Pandean IV No.40, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 08:00-15:00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

Bagi kamu pecinta seni, kamu bisa mengunjungi Visma Art & Design Gallery. Lokasinya strategis, karena ada di pusat kota Surabaya.

Visma Arts adalah galeri ikonik seni rupa dan desain di Indonesia yang banyak memamerkan kreasi para desainer Indonesia.Selain pameran, di sini juga ada workshop seni (berbayar), coworking space, hingga coffee shop.

  • Alamat: Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
  • Jam buka: Senin – Sabtu mulai dari jam 08:00 – 20:00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

9. Museum W.R. Soepratman

Museum Museum W.R. Soepratman di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Museum W.R. Soepratman. (Dok situs tiketwisata.surabaya.go.id)

Museum ini menyimpan koleksi barang-barang yang berkaitan dengan W.R Soepratman, Sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya.

Tempat ini menjadi dokumentasi sejarah berkaitan dengan perjuangannya, dalam dunia musik dan pergerakan kemerdekaan. Di sana juga ada replika biola milik Sang Maestro.

Bangunan museum ini dulunya adalah rumah milik kakak pertama W.R. Soepratman. Ia penang tinggal di rumah tersebut pada tahun 1937.

  • Alamat: Jalan Mangga No. 21 Tambaksari, Gedang Sewu, Surabaya.
  • Jam buka: Selasa – Minggu : 08.00 – 15.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

10. Romokalisari Adventure Land

Objek wisata ini baru diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Cak Eri) pada September 2022 lalu. Lokasinya, berada di pesisir pantai utara Surabaya.

Romokalisari Adventure Land adalah destinasi wisata menawarkan sejumlah wahana sekaligus pemandangan yang berhadapan langsung dengan laut.

Di sini, traveler bisa menikmati wahana yang terdiri dari ATV, playground, Mini Zoo, Arena Berkuda, hingga Kano dan Sekoci di mangrove dan Jetski.

  • Alamat: Jalan Romokalisari I, Kecamatan Benowo, Surabaya.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 08:00 – 17:00 WIB.
  • Harga tiket masuk: gratis.

11. Taman Hutan Raya (Tahura) Lempung

Objek wisata alam Surabaya lainnya adalah Taman Hutan Raya (Tahura). Hutan kota ini cocok dijadikan destinasi untuk mengisi waktu weekend.

Di lahan seluas 1,9 heltak ini, kamu bisa melihat aneka jenis pepohonan dan juga dilengkapi dengan tambak-tambak tempat budidaya ikan.

Dari catatan detikJatim, ada beberapa pilihan Tahura di Surabaya mulai dari Tahura Balas Klumprik, Tahura Pakal I & II, Tahura Lempung, dan Sentra Pertanian Terpadu Jeruk.

  • Alamat: Jalan Lempung Perdana IV, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
  • Jam buka: Sabtu-Minggu dari jam 8.00- 14.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: gratis.

12. Taman Suroboyo

Taman Suroboyo ramai dikunjungi sejumlah keluarga saat akhir pekan.Taman Suroboyo ramai dikunjungi sejumlah keluarga saat akhir pekan. (Aprilia Devi/detikJatim)

Taman Suroboyo adalah objek wisata terkenal yang berada di depan Sentra Ikan Bulak (SIB). Kawasan ini menempati lahan seluas 11.000 meter persegi.

Salah satu yang membuat Taman Suroboyo terkenal adalah karena di sini ada ikon Surabaya yaitu Patung Suro Boyo setinggi 25 m.

Selain itu, di area tengah tamam juga ada ruang terbuka yang bisa dipakai untuk tempat olahraga, playground, bermain sepatu roda, ataupun nongkrong menikmati suasana.

  • Alamat: Jalan Pantai Kenjeran, Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 06:00 – 21:00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

(khq/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka


Sigandul View menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Temanggung. Lokasinya ada di jalur perbatasan antara Wonosobo dan Temanggung.

Sigandul View Temanggung terkenal dengan pesona alamnya yang menawan. Destinasi ini menjadi magnet bagi pengunjung, terutama yang ingin menikmati keindahan alam sambil bersantai.

Daya Tarik dan Aktivitas Seru di Sigandul View Temanggung

1. Makan dengan Pemandangan Alam yang Indah

Dilansir laman Visit Jawa Tengah, Sigandul View menawarkan konsep coffee and resto dengan panorama indah dari gunung Sumbing dan Sindoro.

Di sana, kita bisa menyegarkan mata melihat pemandangan hijau dengan udara yang sejuk.


Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pegunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022). (Eko Susanto/detikcom)

Untuk harga menu makanan dan minuman yang ditawarkannya pun cukup beragam. Mulai dari aneka coffee, teh, milk based, menu makanan Indonesia, olahan ikan, hingga snack.

Dilihat dari akun Instagram @sigandul_view, untuk menu minuman harganya mulai dari Rp 15 ribu – 25 ribu. Sementara, menu makanannya dibanderol mulai dari 25 ribuan – Rp 45 ribuan.

2. Mencoba Jembatan Kaca

Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022). Jembatan Kaca di Sigandul View Temanggung. (Eko Susanto/detikcom)

Sigandul View Temanggung juga memiliki jembatan Kaca yang ada di ketinggian. Pengunjung bisa mencoba spot menarik ini. Selain sebagai spot foto, jembatan ini juga sekaligus untuk menguji nyali pengunjung, bukan?

3. Cocok untuk Liburan bersama Anak-anak

Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View Temanggung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka (Eko Susanto/detikcom)

Tak hanya cocok untuk nongkrong dan bersantai, Sigandul View juga menjadi objek wisata yang cocok untuk keluarga dan anak. Pasalnya, di sana anak-anak bisa memberi makan ikan koi di kolam dan bermain dengan kelinci.

4. Menginap di Villa

Bagi pengunjung yang ingin bermalam dan menikmati sunrise keesokan paginya, mereka bisa menginap di villa yang tersedia di sana.

Aktivitas seru lainnya yang bisa kita lakukan adalah menyewa Jeep, untuk menjelajah area sekitar Temanggung.

Alamat Sigandul View

Sigandul View berlokasi di Jalan Raya Parakan – Wonosobo, No.Km. 8, Area Sawah, Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Harga Tiket Masuk Sigandul View 2024

Tiket outdoor Sigandul View dihargai Rp 15.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk harga untuk menikmati jembatan kaca, taman kelinci, dan kolam Ikan.

Jam Buka Sigandul View 2024

Sigandul View buka setiap hari dari jam 07.00 – 21.00 WIB untuk weekdays. Sementara untuk weekend buka dari jam 05.00-22.00 WIB.

Fasilitas di Sigandul View Temanggung

  • Kafe & resto
  • Tempat parkir
  • Musala
  • Toilet
  • Penginapan
  • Gardu pandang.

(khq/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Wisata Lebah Jakarta Timur



Jakarta

Taman Wisata Lebah di Jakarta Timur menawarkan pengalaman edukasi tentang budidaya lebah dan madu. Nikmati suasana asri dan berbagai jenis madu yang unik.

Taman Wisata Lebah memiliki area cukup luas, mencapai sekitar lima hektar. Di tempat ini suasananya begitu asri dengan area hijau terbuka dengan banyaknya pepohonan.

Sesuai dengan nama tempatnya, Taman Wisata Lebah merupakan area wisata edukasi terkait budidaya lebah, madu, dan olahan lainnya.


Untuk dapat masuk ke area ini dikenakan tarif per orangnya sekitar Rp 40.000 untuk di hari biasa dan jika datang pada weekend dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang.

Taman Wisata Lebah di Jakarta TimurTaman Wisata Lebah di Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

detikTravel pun mencoba pengalaman baru wisata edukasi tentang lebah itu pada Kamis (22/8/2024). Bersama pemandu bernama Rudi detikTravel pun diajak berkeliling taman dan melihat dua jenis lebah budidaya yang ada di taman ini yakni lebah Trigona dan Apis Mellifera.

Menurut Rudi kedua jenis lebih terus memiliki beberapa perbedaan seperti secara ukuran lebah trigona lebih kecil daripada lebah mellifera. Selain itu lebih trigona juga tidak memiliki sengat, sementara lebih mellifera menyengat.

Dan madu paling banyak di jual di taman ini berasal dari mellifera yang memiliki beragam jenis madu. Ragam jenis madu dan rasa sesuai dari nektar bunga mana yang lebah itu hisap, ada dari pohon kelengkeng, rambutan, hingga kapuk.

“Misalkan ternak di perkebunan mahoni nah itu madunya terpengaruh agak sedikit ada rasa-rasa pahitnya, terpengaruh sama nektar bunganya. Misalkan kita ternak lebah di kebun kelengkeng pun dia (madu) manisnya itu lebih manis dibanding nektar bunga lain,” ujar Rudi sambil berkeliling.

Taman Wisata Lebah ini merupakan taman edukasi dari produk Madu Pramuka, taman yang berdiri sejak 2013 ini memang fokus untuk memberikan informasi tentang lebah budidaya. Dan Rudi juga mengatakan banyak pembeli Madu Pramuka itu penasaran bagaimana proses dari madu yang mereka beli.

“Kan orang suka banyak yang penasaran ‘pengen tahu dong lebah yang dipakai Madu Pramuka tuh lebah apa’ nah itu pakai lebah mellifera,” ujarnya.

Taman Wisata Lebah di Jakarta TimurTaman Wisata Lebah di Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lebih lengkap, Kepala Taman Wisata Lebah, Indra Gunawan, menerangkan sistem mengangon lebah yang pihaknya lakukan untuk produksi Madu Pramuka. Di mana lebah-lebah nantinya akan di bawa ke kebun buah yang sedang berbunga.

“Jadi kita sebenarnya bekerja sama dengan si pemilik kebun, mereka mendapat manfaat bunganya dipolinasi oleh si lebah sehingga hasil buahnya makin banyak. Sementara kita mendapatkan madunya, selain itu juga mereka mendapatkan biaya sewa juga proses pembuatan madunya juga jadi tahu,” kata Indra.

Taman Wisata Lebah di Cibubur, Jakarta timur ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Terdapat beberapa area di Taman Wisata Lebah ini, mulai dari area budidaya lebah madu, area wahana permainan anak, taman bunga pakan lebah hingga ruang edukasi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com