Perhatikan Tandanya, Ini Waktu yang Disarankan untuk Beristirahat Saat Mudik


Jakarta

Masih banyak masyarakat yang memilih mudik dengan mengendarai kendaraan pribadi. Meski begitu, rasa lelah kerap menghantui para pengendara setelah menempuh perjalanan yang jauh.

Maka dari itu, pemudik dianjurkan untuk istirahat sejenak agar tubuh tidak kelelahan. Sayangnya, beberapa orang memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan agar bisa sampai di kampung halaman dengan cepat.

Padahal, keputusan tersebut sangat berisiko karena pemudik tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Sedangkan mengemudi dalam waktu lama dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi dan kantuk, sehingga bisa memicu terjadinya kecelakaan.


Lantas, kapan pengendara harus beristirahat saat perjalanan mudik? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Kapan Pengendara Harus Beristirahat saat Mudik?

Sebenarnya, mudik merupakan kegiatan yang seru dan santai jika perjalanan lancar. Namun jika sudah bertemu dengan macet, maka pemudik bisa stres dan kelelahan karena waktu perjalanan bisa molor berjam-jam.

Apabila tubuh sudah capek, pemudik disarankan melipir ke rest area untuk istirahat sejenak. Namun, beberapa pengendara tak tahu kapan harus beristirahat saat perjalanan mudik.

Founder dan Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pemudik disarankan untuk segera beristirahat jika sudah lelah. Jika dipaksakan mengemudi, hal itu menyebabkan menurunnya refleks saat berkendara hingga berisiko terjadi microsleep.

“Mengemudi dalam keadaan lelah sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan respons terhadap situasi di jalan,” kata Jusri dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Senin (24/3/2025).

Jusri mengimbau untuk beristirahat setiap 2-3 jam sekali selama perjalanan mudik. Langkah ini dilakukan agar pengemudi bisa tidur sekitar 15-30 menit demi menghilangkan kantuk. Selain itu, lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, tangan dan kaki agar tubuh tetap rileks.

“Pengemudi yang lelah cenderung melakukan kesalahan, seperti salah memperhitungkan jarak atau kecepatan,” ujarnya.

“Banyak kecelakaan di jalan tol juga terjadi akibat pengemudi yang mengantuk dan kehilangan kendali atas kendaraannya,” papar Jusri.

Sebagai catatan, jangan istirahat terlalu lama di rest area saat periode mudik Lebaran. Sebab, ada banyak pemudik yang juga ingin menggunakan fasilitas di rest area. Disarankan tidur maksimal selama 30 menit, setelah itu detikers bisa melanjutkan perjalanan mudik ke tempat tujuan.

Tips Mencegah Kelelahan saat Mudik

Lebih lanjut, Jusri membagikan beberapa tips kepada pemudik untuk mencegah kelelahan saat perjalanan mudik Lebaran. Agar bisa sampai di kampung halaman dengan selamat, simak beberapa tips di bawah ini:

  • Siapkan mental yang kuat sebelum berangkat mudik. Mudah terpancing emosi bisa menyebabkan tubuh cepat lelah.
  • Istirahat setiap 2-3 jam sekali selama perjalanan.
  • Jika pergi mudik bersama keluarga, ajak salah satu anggota untuk dijadikan sopir cadangan. Jika pengemudi utama lelah, sopir cadangan bisa menggantikan sementara.
  • Minum air putih yang cukup. Tubuh yang terhidrasi akan mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.
  • Dengarkan musik atau podcast yang kamu suka untuk membantu mengurangi rasa bosan dan stres.
  • Lakukan teknik pernapasan relaksasi untuk mengurangi ketegangan.

“Mudik Lebaran yang aman dan nyaman memerlukan persiapan yang matang. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, tubuh dalam keadaan fit, dan selalu patuhi aturan lalu lintas. Hindari mengemudi dalam keadaan lelah dan tetap tenang saat menghadapi kemacetan,” pungkas Jusri.

(ilf/fds)



Sumber : oto.detik.com

Ini Cara Pergi ke Dufan Naik KRL Lengkap dengan Rutenya


Jakarta

Dunia Fantasi atau sering disebut Dufan merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Jakarta. Selain dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi, travelers juga bisa pergi ke Dufan naik KRL Commuter Line Jabodetabek.

Hadirnya KRL sangat membantu masyarakat yang ingin berpergian ke suatu tempat. Tak hanya warga Jakarta saja yang bisa ke Dufan, bagi kamu yang tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi juga bisa jalan-jalan ke Dufan dengan menaiki KRL.

Namun, masih banyak masyarakat yang kebingungan saat menggunakan KRL karena tidak tahu rutenya. Jangan khawatir, simak cara pergi ke dufan naik KRL lengkap dengan rutenya dalam artikel ini.


Cara Pergi ke Dufan Naik KRL

Untuk bisa sampai ke Dufan naik KRL, detikers bisa turun di Stasiun Ancol. Namun, jarak dari stasiun ke Dufan masih sekitar 2,6 km lagi, sehingga detikers bisa melanjutkan dengan transportasi umum lain seperti taksi atau ojek online.

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun X resmi KAI Commuter @CommuterLine (11/02/2025), berikut cara pergi ke Dufan naik KRL beserta rutenya.

1. Pergi ke Dufan dari Bogor

Bagi detikers yang ingin ke Dufan naik KRL dan berangkat dari Bogor, berikut caranya:

  • Dari Stasiun Bogor, naik KRL tujuan Bogor – Jakarta Kota
  • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

2. Pergi ke Dufan dari Bekasi

Jika travelers berangkat dari Bekasi, simak rute KRL menuju Dufan di bawah ini:

  • Dari Stasiun Bekasi, naik KRL tujuan Cikarang – Jatinegara
  • Turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit naik KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

3. Pergi ke Dufan dari Tangerang

Bagi kamu warga Tangerang yang ingin liburan ke Dufan, bisa menggunakan KRL Commuter Line dengan rute berikut ini:

  • Dari Stasiun Tangerang, naik KRL tujuan Tangerang – Duri
  • Turun di Stasiun Duri untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
  • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan naik rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

4. Pergi ke Dufan dari Parung Panjang

Masyarakat yang tinggal di sekitar Parung Panjang, Cisauk, dan Serpong, bisa mengandalkan KRL Commuter Line untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

  • Dari Stasiun Parung Panjang/Cisauk/Serpong, naik KRL rute Rangkasbitung – Tanah Abang
  • Turun di Stasiun Tanah Abang untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
  • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan menaiki rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

5. Pergi ke Dufan dari Nambo

Bagi warga yang tinggal di Nambo, Cibinong, atau Pondok Rajeg, juga bisa menggunakan KRL untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

  • Dari Stasiun Nambo/Cibinong/Pondok Rajeg, naik KRL tujuan Nambo – Jakarta Kota
  • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

Itu dia cara pergi ke Dufan dengan menaiki KRL Commuter Line. Semoga dapat membantu travelers yang ingin liburan di Dufan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ini Alasan Kabel Aki Harus Dilepas saat Motor Ditinggal Mudik Lebaran


Jakarta

Bagi detikers yang mudik Lebaran menggunakan transportasi umum dan meninggalkan sepeda motor di rumah, sebaiknya cek kembali motor kesayangan sebelum berangkat. Selain menempatkannya dalam posisi yang aman, pastikan kabel aki juga sudah dicabut.

Selama mudik, detikers mungkin akan meninggalkan sepeda motor selama beberapa hari. Agar aman, penting untuk mengunci ganda sepeda motor agar tidak dicuri. Tak lupa untuk memasang gembok cakram motor supaya lebih aman.

Selain itu, penting juga untuk melepas kabel aki motor sebelum berangkat mudik. Lantas, apa alasannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Alasan Kabel Aki Harus Dilepas saat Motor Ditinggal Mudik

Dalam keterangan resmi Astra Honda Motor (AHM), alasan mengapa kabel aki harus dilepas saat motor ditinggal mudik adalah untuk menghindari aki soak.

Meski motor tidak digunakan selama berhari-hari, tapi bukan berarti aki jadi awet. Hal itu justru bisa membuat aki menjadi tekor karena dipicu prinsip charge dan discharge pada aki.

Ketika motor dihidupkan, maka terjadi proses pengisian daya aki. Begitupun sebaliknya, jika motor tidak dipakai maka bisa menyebabkan voltase berkurang.

Perlu diingat, aki yang kabelnya tidak dicabut dan dibiarkan dalam waktu berhari-hari bisa mengalami soak. Hal ini karena baterai masih mengeluarkan sedikit muatan listrik saat terhubung dengan motor.

Maka dari itu, sebaiknya lepas kabel aki motor sebelum kamu berangkat mudik. Cara ini juga dilakukan agar aki motor tetap awet dan berfungsi secara optimal saat motor digunakan kembali.

Bagaimana Jika Kabel Aki Motor Lupa Dicabut?

Apabila detikers lupa mencabut kabel aki motor setelah berangkat mudik, jangan panik dan khawatir. Setibanya nanti di rumah, segera mengecek sepeda motor dan cobalah untuk dinyalakan.

Apabila sepeda motor sulit dihidupkan, hal ini menandakan bahwa daya aki sudah menurun sehingga tidak sanggup untuk menghidupkan mesin. Selain itu, jika motor distarter dan tidak ada reaksi apa pun atau hanya terdengar bunyi “klik”, itu tandanya aki tidak mampu menyediakan daya listrik yang cukup untuk mengoperasikan starter motor.

Jika masih ragu, cobalah untuk mengecek tegangan aki motor. Biasanya, aki normal memiliki tegangan sekitar 12,3 volt sampai 12,6 volt saat mesin dalam keadaan mati. Apabila mesin dalam kondisi menyala dan dikendarai, tegangan aki berada di angka 13,7 volt sampai 14,2 volt.

Jika tegangan aki berada di bawah 12 volt saat motor dihidupkan, hal itu bisa menandakan jika aki sudah lemah dan sebaiknya diganti dengan yang baru.

Demikian alasan mengapa kabel aki harus dicabut saat motor ditinggal mudik Lebaran. Semoga tips ini bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : oto.detik.com

Banyak Ditemui di Tol Trans Jawa, Ini Cara Aman Nyetir di Jalan Beton



Jakarta

Jalanan dengan material beton banyak ditemui bahkan di jalan tol. Namun, masih ada anggapan saat lewat jalan beton ban mobil bisa lebih cepat aus. Begini cara aman nyetir di jalan beton.

Di jalan tol seperti Tol Trans Jawa atau Trans Sumatera banyak ditemui jalanan beton. Penggunaan beton untuk material jalan didasarkan fakta bahwa tingkat durabilitasnya lebih tinggi dibandingkan aspal yang butuh pelapisan ulang secara berkala. Pemilihan beton sebagai material pembangunan jalan juga didasarkan pada kemampuan material ini dalam menahan rembesan air yang keluar dari permukaan tanah sehingga tidak mudah lapuk dibandingkan jalan aspal.

Karakter ini sangat menguntungkan mengingat cuaca di Indonesia yang curah hujannya tinggi disertai tingkat kelembaban tinggi dengan risiko membuat aspal lebih cepat rusak. Apalagi jika ternyata sistem drainase jalan tidak optimal sehingga mengakibatkan genangan air.

Banyak anggapan jalan beton bikin berkendara kurang nyaman karena traksi yang diberikan tidak seoptimal bahan aspal. Sehingga, pengemudi cukup kesulitan merasakan grip ban ke permukaan beton sekaligus lebih sulit dikendalikan.


Juga ada anggapan bahwa jalan beton bisa menyebabkan ban mobil lebih cepat aus, khususnya pada jalan beton yang alur pembuangan air hujannya melintang (cross) alias memotong arah laju kendaraan.

Kebisingan akibat gesekan ban terhadap jalan beton pun terdengar lebih tinggi. Ada pula anggapan jalan beton lebih panas ketimbang aspal. Tapi faktanya, baik jalan aspal maupun jalan beton sama-sama menyimpan panas di tengah cuaca siang hari yang terik.

Cara Aman Lewat Jalan Beton

Menurut Yagimin, Chief Marketing Auto2000, sebenarnya tidak ada bedanya berkendara di jalan aspal maupun jalan beton. Yang terpenting adalah kondisi ban kendaraan harus terjaga.

“Pada dasarnya, tidak ada perbedaan mengemudi di permukaan jalan beton maupun aspal. Syarat utamanya, ban dalam kondisi optimal. Berikutnya tentu mengatur perilaku berkendara sesuai prinsip safety driving,” kata Yagimin dikutip dari siaran persnya.

Untuk lebih aman lewat jalan tol bermaterial beton, kamu harus lebih fokus dalam melihat marka jalan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Gunakan jarak minimal 3 detik dengan kendaraan yang ada di depan untuk mengantisipasi potensi masalah.

Menjaga jarak bertujuan agar pengendara bisa bertindak dan berhenti tepat waktu pada jarak yang tepat bila di depan ada kejadian bahaya. Apalagi di momen libur Lebaran, jalan akan padat lantaran banyak pengguna mobil yang pergi keluar kota untuk mudik atau wisata.

Jangan lupa pula, sekarang sudah memasuki musim hujan. Begitu hujan turun, segera kurangi kecepatan untuk menjaga fokus berkendara dan ban mobil tidak kehilangan daya cengkeram ke jalan. Meskipun bukan aspal, tetap ada potensi aquaplaning kalau mobil melewati genangan air.

Kunci dari mengemudi aman di jalan berbahan beton adalah penggunaan ban yang layak. Seperti telapak ban yang harus tebal sesuai aturan, tidak ada masalah seperti benjol di telapak atau dinding ban, apalagi kalau sampai terlihat kawat ban. Pastikan tekanan udara ban dalam perjalanan mudik sesuai rekomendasi pabrikan.

Jangan lupa istirahat di rest area setelah mengemudi selama 2 jam. Selain memberikan ruang bagi pengemudi untuk istirahat, mobil juga bisa cooling down. Termasuk ban mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan beton yang panas.

Sebelum berangkat mudik, pastikan lakukan perawatan kendaraan. Jangan segan untuk mengganti ban jika terdeteksi sudah tidak layak, seperti alur ban tipis atau dinding ban sobek, apalagi kalau sampai anyaman kawat baja terlihat.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

8 Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang sering dikunjungi para pendaki. Beberapa di antaranya bahkan tergolong aman untuk pendaki pemula.

Saat ini, mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan masyarakat. Namun, dibutuhkan fisik dan mental yang kuat sebelum travelers melakukan pendakian.

Jika kamu baru pertama kali mendaki gunung, sebaiknya pilih gunung yang tidak terlalu tinggi dan treknya cukup landai. Sebab, dikhawatirkan kamu tidak kuat saat melewati medan berat, apalagi travelers belum punya banyak pengalaman mendaki gunung.


Di wilayah Jawa Barat, ada sejumlah gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Lantas, apa saja gunung tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Terdapat sejumlah gunung di Jawa Barat yang populer di kalangan pendaki, seperti Gunung Gede, Papandayan, hingga Kerenceng. Berikut daftar gunung yang pas untuk pendaki pemula yang dirangkum dari catatan detikcom:

1. Gunung Gede

Rekomendasi yang pertama ada Gunung Gede. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke dalam tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Gunung Gede menjadi favorit para pendaki pemula karena treknya yang tidak terlalu curam. Selain itu, gunung dengan ketinggian 2.958 mdpl ini menawarkan pemandangan alam yang memukau di sepanjang jalur pendakian.

Saat mendaki di Gunung Gede, kamu bisa melihat Telaga Biru dan air terjun. Terdapat juga Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat.

2. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini juga termasuk ramah pendaki.

Salah satu jalur yang aman dengan medan yang tidak terlalu sulit adalah via jalur Cisurupan. Sambil menyusuri hutan dan jalan setapak, travelers akan disuguhkan oleh panorama alam yang memukau.

Selama mendaki, kamu juga bisa menemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, pepohonan hijau yang rindang, udara segar, dan kawah. Sebagai pengingat, Gunung Papandayan masih cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi.

3. Gunung Kencana

Apabila tidak mau mendaki gunung yang terlalu tinggi, Gunung Kencana bisa menjadi opsi terbaik. Dengan ketinggian hanya 1.802 mdpl, durasi pendakian dari titik awal hingga highland camp memakan waktu sekitar 1 jam saja.

Gunung Kencana berlokasi di Rawa Gede, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Terdapat tiga jalur yang bisa dipilih, yakni via lerengan Barat Daya Gunung Paseban, via puncak Karvak, dan rute Paseban.

4. Gunung Guntur

Rekomendasi berikutnya adalah Gunung Guntur. Dengan ketinggian 2.249 mdpl, gunung ini termasuk dalam kategori ramah bagi pendaki pemula.

Sepanjang trek pendakian, travelers akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah. Setibanya di puncak gunung, kamu dapat menyaksikan panorama Kota Garut dari atas awan.

5. Gunung Burangrang

Pendakian di Gunung Burangrang via Pangheotan bisa menjadi pilihan terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, medan yang dilalui tidak terlalu sulit dan cukup landai, sehingga bisa melakukan pendakian santai.

Namun, jalur pendakian yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta, ini kurang diminati banyak pendaki karena waktu tempuhnya bisa mencapai lima jam untuk bisa tiba di puncak.

Meski begitu, detikers tetap disuguhkan oleh lanskap yang indah dan memanjakan mata. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan panorama Kota Bandung dari atas langit.

6. Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng juga bisa menjadi opsi terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, treknya cenderung pendek dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam saja.

Namun, medan yang dilalui cukup ekstrem karena di sisi kanan-kirinya terdapat jurang. Jadi, detikers harus hati-hati selama pendakian menuju puncak.

Gunung Kerenceng memiliki ketinggian 1.754 mdpl. Dari atas puncaknya, kamu dapat melihat lanskap Kota Sumedang. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan indahnya Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, dan Kawasan Cadas Pangeran.

7. Gunung Putri

Gunung yang berada di Lembang, Bandung, ini termasuk salah satu gunung yang ramah pendaki. Dengan ketinggian 1.578 mdpl, Gunung Putri bisa dijadikan sebagai tempat uji coba atau pemanasan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.

Setibanya di puncak, travelers bisa mendirikan tenda di camping ground yang telah disediakan pihak pengelola. Selama di puncak Gunung Putri, detikers dapat menyaksikan sunset, sunrise, hingga keindahan city light Kota Bandung.

8. Gunung Malabar

Rekomendasi yang terakhir adalah Gunung Malabar. Dengan ketinggian 2.347 mdpl, Gunung Malabar termasuk salah satu gunung favorit di kalangan pendaki.

Meskipun jalur pendakiannya cukup menantang, tetapi Gunung Malabar masih cocok untuk pendaki pemula. Rasa lelah setelah mendaki selama berjam-jam langsung terbayar lunas setibanya di atas puncak.

Sebab, kamu dapat melihat pemandangan Kota Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu. Wajar saja, sebab Gunung Malabar terletak di Kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Itu dia delapan rekomendasi gunung di Jawa Barat yang cocok untuk pendaki pemula. Tertarik untuk mendaki gunung yang mana, travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kelenteng Tertua Malang, Tempat Pembagian 3.000 Piring Lontong Cap Go Meh



Jakarta

Cap Go Meh dirayakan di Kelenteng Eng An Kiong, Malang, dengan pembagian 3.000 piring lontong. Kelenteng berusia 196 tahun ini adalah cagar budaya yang megah.

Dihimpun detikTravel, Rabu (12/2/2025), Kelenteng Eng An Kiong namanya. Tempat ibadah itu merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Malang dan telah ditetapkan menjadi salah satu bangunan cagar budaya (bangunan heritage).

Jika melihat strukur bangunannya yang masih berdiri kokoh, tak disangka jika saat ini Kelenteng Eng An Kiong sudah berusia hampir dua abad atau tepatnya 196 tahun.


Mengutip situs Kota Malang, Ketua Majelis Agama Khonghucu Kota Malang, Halim Tobing mengungkapkan, Kelenteng Eng An Kiong didirikan pada tahun 1825. Menurut sejarahnya, pendirinya adalah orang militer yakni Liutenant Kwee Sam Hway.

Kelenteng ini dibangun dalam dua periode, bangunan pertama yakni ruangan tengah dikerjakan pada tahun 1825 baru kemudian menyusul bangunan lainnya pada 1895 hingga 1934.

Cap Go Meh di Kelenteng Eng An Kiong MalangKelenteng Eng An Kiong Malang (Ahmad Masaul Khoiri)

Nama Kelenteng Eng An Kiong sendiri memiliki makna yang mendalam, yaitu istana keselamatan dalam keabadian Tuhan dan merupakan persembahan kepada Dewa Bumi.

Kelenteng Eng An Kiong ini merupakan Kelenteng Tridharma, yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi tiga kepercayaan, Khonghucu, Budha, dan Taoisme.

Ketika memasuki Kelenteng Eng An Kiong, pengunjung akan melihat di setiap altar dengan berbagai persembahan yang tertata rapi.

Selain itu juga yang identik dan banyak dijumpai di kelenteng adalah simbol naga yang merupakan simbol dari keperkasaan. Ciri khas lain dari kelenteng ini yaitu warna bangunan yang didominasi warna merah dan kuning.

Merah memiliki makna kehidupan, kebahagian dan keberanian. Sedangkan warna kuning memilik makna keagungan.

Hingga saat ini, diungkapkan Halim bahwa hampir 90 persen struktur bangunan dan ornamen yang ada di Kelenteng Eng An Kiong masih terjaga keaslianya, termasuk tiang-tiangnya yang masih kokoh sejak awal berdiri.

(msl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mudik Aman dan Nyaman Bareng Si Kecil



Jakarta

Perjalanan mudik menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi keluarga muda yang baru pertama kali mudik bersama anak, perjalanan ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Perlu diketahui, kendaraan pribadi masih menjadi moda favorit untuk mudik. Kementerian Perhubungan bahkan memperkirakan sekitar 33 juta masyarakat akan memilih moda transportasi ini, menunjukkan bahwa perjalanan darat masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga.

Agar lebih aman dan nyaman, Suzuki memberikan 5 tips mudik bersama si kecil.

“Bagi pelanggan kami yang akan melakukan perjalanan mudik, kami sangat menghimbau agar berbagai hal bisa dipersiapkan dengan baik. Tentu saja pengendara perlu memperhatikan aspek safety driving, terutama bagi Suzuki Family yang melibatkan anak-anak dalam perjalanannya, sangat penting untuk tidak menyepelekan sisi keamanan dan keselamatan,” kata Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.


Pakai Kursi Khusus Anak

Untuk berkendara bersama buah hati, pastikan kendaraan telah dilengkapi ISOFIX agar memudahkan pemasangan kursi khusus anak (car seat). Demi keamanan, gunakan kursi khusus anak untuk perjalanan mudik.

Selain itu, keberadaan fitur keselamatan seperti sabuk pengaman, fitur electronic stability program(ESP) dan airbag menjadi faktor penting dalam memberikan perlindungan optimal. Dengan demikian, pengendara hingga penumpang bisa merasa lebih tenang.

Bawa Perlengkapan Si Kecil

Perjalanan dengan anak kecil memerlukan persiapan perlengkapan yang lebih banyak, seperti popok, susu, pakaian ganti, dan perlengkapan medis dasar. Untuk menjaga keteraturan dalam kabin, manfaatkan ruang penyimpanan secara efisien. Kebanyakan mobil modern telah menyediakan ruang penyimpanan fleksibel, sehingga semua barang kebutuhan si kecil bisa tersimpan dengan rapi selama perjalanan.

Siapkan Hiburan untuk Anak

Perjalanan jauh dapat menjadi tantangan bagi anak-anak karena bisa saja mudah merasa bosan. Maka dari itu, menyediakan hiburan yang sesuai menjadi langkah penting. Buku cerita, permainan edukatif, serta pemanfaatan fitur hiburan dalam kendaraan dapat membantu menjaga suasana tetap menyenangkan. Mudahnya, seperti menggunakan fitur smartphone mirroring pada peranti head unit untuk memutar musik atau video di layar utama. Ketika berhenti di lokasi parkir, fitur hiburan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai momen kebersamaan.

Hindari Menggunakan Gadget Berlebihan

Gadget mungkin menjadi solusi hiburan paling praktis. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi antar anggota keluarga. Sebagai alternatif, orang tua dapat mengajak anak berpartisipasi dalam permainan interaktif sederhana yang melibatkan seluruh keluarga, seperti tebak-tebakan atau mengenali berbagai kendaraan di sepanjang perjalanan. Dengan demikian, mudik tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga.

Pakai Mobil yang Tepat

Pastikan menggunakan kendaraan yang nyaman dan efisien untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik. Ruang kabin lega, fitur keselamatan lengkap, serta efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi aspek utama dalam memilih kendaraan paling sesuai.

Suzuki mengklaim, Suzuki New XL7 Hybrid hadir sebagai pilihan ideal bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Dukungan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki memberikan pengalaman berbeda saat menjelajahi berbagai kota.

“Kami harap produk dan layanan dari Suzuki mampu memberikan pengalaman berkendara lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Suzuki Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh pelanggan dan masyarakat yang merayakan,” tutup Harold.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com

6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box untuk Mudik, Jangan Asal!


Jakarta

Tak sedikit mobil yang memasang roof box selama musim mudik Lebaran. Kompartemen besar di atap mobil itu berguna sebagai wadah ekstra untuk menaruh barang bawaan. Roof box mencegah bagasi tidak kepenuhan dan kabin lebih lega.

Namun pemasangan roof box tidak boleh sembarangan. Sejumlah hal wajib diperhatikan sebelum instalasi koper besar itu, agar tidak mengganggu performa mobil selama di perjalanan. Apa saja?

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box

Pengendara yang menaruh barang di atap mobil memang disarankan menggunakan roof box alih-alih hanya menutupinya dengan terpal lalu diikat dengan tali. Namun, mengutip pemberitaan detikcom, sejumlah hal berikut mesti diperhatikan:


1. Struktur Mobil

Penting memperhatikan struktur kendaraan sebelum memasang roof box. Lihat apakah ada sudut yang keropos/berkarat atau umur mobil sudah lawas.

Sebelumnya, rangka penyangga atau roof rack dipasang di atap sebagai pondasi roof box. Instalasinya juga perlu mempertimbangkan kelayakan roof rail yang telah terpasang.

2. Kualitas Kompartemen

Roof box dan rangka penyangganya harus menggunakan bahan berkualitas yang kokoh dan aman. Harganya cenderung lebih mahal, tapi minim potensi bergetar saat terkena laju angin dengan daya tahan lebih baik.

3. Cara Pemasangan

Sebelum memasang roof box, roof rack dan roof rail harus terpasang lebih dulu di atap mobil. Pemasangan roof box yang tidak tepat bisa mempengaruhi faktor aerodinamika mobil.

“Instalasi pastikan box ada di tengah, tidak menjorok ke depan atau ke belakang, ini bisa dilakukan oleh bengkel yang memang sudah terbiasa instalasi box,” tambah Praktisi Keselamatan Berkendara, Andry Berlianto, pada kesempatan berbeda.

4. Daya Tampung Maksimum

Tidak disarankan menaruh bobot terlalu berat di atap mobil. Sebaiknya roof box hanya untuk barang ringan dengan memperhatikan daya tampung maksimalnya. Barang yang terlalu berat hingga melebihi kapasitas maksimal bisa membahayakan kendaraan.

“Penempatan barang-barang disesuaikan dengan beratnya. Tempatkan yang ringan-ringan dan perhatikan load index nya. Jangan melebihi load index yg tertera,” ucap Training Director Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikcom.

Meningkatkan beban di atap mobil sama dengan memindahkan pusat gravitasi ke area lebih tinggi. Jika hal ini dilakukan, titik keseimbangan mobil menjadi berbeda dari semula. Aspek aerodinamika mobil berubah akibat kehadiran barang bawaan di atasnya.

5. Gaya Berkendara

Penambahan roof box yang mengubah titik gravitasi kendaraan ini, membuat pengemudi harus menguasai cara berkendara yang lebih aman. Keberadaan kompartemen roof box memberi efek resistensi pada arah laju mobil.

“Gaya berkendara tidak boleh zig zag. Karena jika melakukan zig zag, bobot di atas mobil bisa dengan mudah menggoyang badan mobil dan jika ada hambatan angin bisa berakibat buruk mobil oleng,” kata Andry.

Sementara Sony menyarankan pengemudi tidak terlalu agresif untuk menjaga keseimbangan mobil. Pengemudi wajib menyetir kendaraan dengan lebih hati-hati dan mengutamakan keselamatan.

6. Laju Mobil

Kecepatan berkendara juga perlu diturunkan setelah roof box terpasang. Dianjurkan mengurangi laju 10 km per jam dari batas kecepatan normal yang ditentukan jalur.

“Dikurangi 10 km/jam dari kecepatan yang dianjurkan rambu ya. Untuk mengantisipasi terpaan angin yang datang ke kendaraan,” kata Sony.

Mobil dengan Roof boxMobil dengan Roof box Foto: Getty Images/iStockphoto/Oleksandr Filon

Risiko Pasang Roof Box Sembarangan

Instalasi roof box yang asal-asalan dan penempatan barang bawaan berlebih memiliki risiko selama berkendara. Berikut penjelasannya:

1. Stabilitas Mobil Berkurang

Barang yang diletakkan di atap menambah ketinggian kendaraan. Akibatnya, efek body roll bertambah dan kestabilan mobil berkurang. Kondisinya semakin berbahaya ketika mobil melesat kencang di jalan tikungan, lantaran berisiko limbung dan terguling.

2. Tarikan Lebih Berat

Aerodinamis mobil bakal terpengaruh barang yang ditaruh di dalam roof box. Tarikannya menjadi berat saat mobil melaju kecepatan tinggi karena semakin besarnya hambatan angin. Kondisi ini jelas berbeda dengan saat mobil tidak diberi roof box dan bawaan ekstra, tapi mengendarai teman dan keluarga

3. Boros BBM

Bobot di atap kendaraan berdampak pada aerodinamika hingga penggunaan bahan bakar. Pemakaian bahan bakar akan menjadi lebih boros dari biasanya. Belum lagi beban berat juga dikarenakan jumlah penumpang yang banyak.

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com

Kisah Makam Jabang Bayi, Situs yang Keramat di Cirebon



Cirebon

Situs makam Jabang Bayi merupakan salah satu situs keramat yang ada di Kota Cirebon, lokasinya diapit oleh deretan pedagang bunga tabur makam.

Sebelum masuk makam Jabang Bayi, terdapat sebuah pintu berwarna hijau setinggi leher orang dewasa, di bagian dinding depannya juga terlihat hiasan piring keramik.

Masuk lagi ke dalam, terlihat sebuah ruangan dengan lantai berwarna putih, serta sebuah pintu kayu berwarna emas yang dilapisi oleh kain panjang berwarna pink dan silver.


Di balik pintu tersebut, terdapat sebuah makam berukuran kecil, yang dikelilingi dengan kelambu berwarna putih. Terlihat juga aneka bunga tabur yang memenuhi bagian tubuh makam.

Seperti namanya, yakni Makam Jabang Bayi, makam tersebut merupakan makam seorang bayi yang baru lahir. Menurut pegiat sejarah Cirebon, Farihin, bayi yang dimakamkan dalam makam tersebut adalah bayi dari hasil hubungan terlarang antara seorang perempuan keturunan Eropa, bernama Nyonya Delamore dan Putra Mahkota Keraton Kanoman.

“Itu anak Sultan Komarudin II dengan Dellamor,” tutur Farihin, belum lama ini.

Kala itu, sekitar tahun 1800-an, saat Sultan Anom VI Komarudin I berkuasa di Kesultanan Kanoman. Pemerintah Kolonial Belanda mengangkat seorang Kepala Residen Cirebon yang baru bernama Jean Guillaume Landre atau dikenal dengan nama Tuan Dellamore.

Sebagaimana pejabat Belanda pada umumnya, Tuan Dellamore sering melakukan pertemuan resmi dengan Sultan Anom Komarudin I. Saat melakukan pertemuan, Tuan Dellamore mengajak putrinya Nyonya Dellamore untuk ikut dalam pertemuan.

Begitu juga dengan Sultan Anom Komarudin I, ia juga mengajak putra mahkotanya, Pangeran Raja Komarudin II untuk ikut serta dalam pertemuan kenegaraan tersebut. Karena sering bertemu, membuat Pangeran Raja Komarudin II dan Nyonya Dellamore pun jatuh cinta, hingga akhirnya melakukan hubungan terlarang sampai akhirnya hamil di luar nikah.

Karena takut diketahui oleh ayahnya, Nyonya Dellamore menutupi kehamilannya hingga bayi tersebut dilahirkan. Namun, saat dilahirkan, bayi Dellamore sudah dalam kondisi meninggal.

Untuk menutupinya, Nyonya Dellamore melarung jasad bayi tersebut ke laut. Meski dianggap sebagai sejarah kelam, tapi menurut Farihin, cerita tentang hubungan terlarang antara Pangeran Raja Komarudin II dan Nyonya Dellamore tetap merupakan bagian dari sejarah Cirebon.

“Tapi kita membicarakan sejarah kan, membicarakan peristiwa terlepas apapun yang terjadi, yah itu yang diceritakan,” pungkas Farihin.

Sementara itu, juru kunci makam Jabang Bayi, Kani mengatakan, setelah dilarung ke laut, jasad bayi ditemukan oleh seorang nelayan, karena tidak mengetahui jasad milik siapa, oleh nelayan, jasad bayi tersebut dimakamkan di area pelabuhan, yang sekarang lokasinya dekat dengan Rutan Pelabuhan Kelas 1 Cirebon.

“Pas ditemukan sama nelayan itu dimakamkan di pelabuhan yang dekat penjara, tapi karena banyak yang dateng ditambah di sana banyak narapidana, pada tahun 1933 dari dipindahkan ke sini (Kesambi),”tutur Kani.

Jabang Bayi sendiri merupakan sebutan untuk bayi yang sudah meninggal saat belum diberi nama. Terlepas dari kisah kelamnya, menurut Kani, sejak dulu makam Jabang Bayi memang sering didatangi peziarah, ditambah area sekitarnya merupakan tempat pemakaman umum.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia, Mana Favoritmu?


Jakarta

Indonesia memiliki banyak destinasi romantis untuk honeymoon, mulai dari pantai hingga pegunungan yang sejuk. Setiap pasangan tentu menginginkan bulan madu mereka menjadi kenangan yang berkesan.

Tak usah ke luar negeri, di Indonesia ada berbagai tempat untuk honeymoon yang begitu eksotis. Tempat-tempat romantis ini bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan.

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia

Ubud, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat menyuguhkan keindahan alam yang begitu memukau dengan suasana romantis. Berikut informasi lengkapnya.


1. Ubud, Bali

Tak hanya jadi tempat liburan yang banyak dipilih untuk keluarga, Bali juga cocok menjadi destinasi untuk bulan madu. Keindahan pantainya memberikan suasana yang begitu romantis.

Bahkan, menurut Kemenparekraf, Bali dinobatkan menjadi destinasi bulan baru terbaik tahun 2024 oleh Tripadvisor. Penelitian ini berdasarkan kualitas dan kuantitas ulasan, serta peringkat wisatawan di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir. Mayoritas wisatawan memilih Ubud sebagai destinasi favorit selama bulan madu.

Beberapa wisata yang terkenal di Ubud yaitu Terasering Tegalalalng, Ubud Monkey Forest, hingga Arung Jeram Sungai Ayung. Mengutip salah satu situs agen travel, ada banyak juga penginapan dengan keasrian alam yang menenangkan.

2. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo merupakan surga tersembunyi di Indonesia Bagian Timur. Seperti Bali, Labuan Bajo juga menawarkan keindahan pantainya yang cantik. Menurut laman Kemenparekraf, ada Pink Beach dengan kecantikan laut biru dengan pasir berwarna merah jambu.

Ada juga bukit cinta dengan view yang memanjakan mata. Mulai dari lautan biru, daratan bukit dengan pepohonan hijau, hingga kapal-kapal yang lewat di kejauhan.

Tak sampai di situ, salah satu resor yang ada di Pulau Komodo, Plataran Komodo Resort & Spa berhasil memenangkan penghargaan Conde Nast sebagai hotel romantis se-Asia, Afrika, Timur Tengah, Maladewa, dan Oseania. Pemandangan resor ini langsung menghadap ke Pantai Waecicu.

3. Raja Ampat, Papua Barat

Raja ampat terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Gugusan pulau-pulau di Raja Ampat menjadi pelengkap keindahan wisata ini.

Traveler bisa berenang,snorkeling, atau diving ke dasar lautnya. Pada tahun 2022, Raja Ampat terpilih menjadi satu dari enam destinasi global dari seluruh dunia yang direkomendasikan sebagai destinasi yang harus dikunjungi (must visit location) dari Lonely Planet.

4. Danau Toba, Sumatera Barat

Danau Toba di Sumatera Utara merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia dengan pemandangan eksotis. Traveler bisa naik kapal keliling danau toba bersama pasangan dan mengunjungi beberapa spot wisata di Danau Toba.

Ada banyak hotel di pesisir Danau Toba dengan view yang begitu indah. Untuk destinasi lainnya, ada Bukit Holbung atau Bukit Teletubbies dengan hamparan rumput hijau yang luas. Banyak wisatawan yang berkemah di tenda di atas bukit. Mereka menikmati keindahan matahari terbenam di bukit ini.

5. Gili Trawangan, Lombok

Gili Trawangan merupakan pulau yang dikenal dengan suasana pantai yang indah dan air laut yang jernih. Meski jadi destinasi populer, Gili Trawangan mempertahankan atmosfer yang santai dengan tidak adanya kendaraan bermotor. Sepeda dan cidomo gerobak kuda) menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat Gili dan juga wisatawan

Bersama pasangan, traveler bisa menikmati senja sambil mengayuh sepeda mengelilingi pulau. Selanjutnya, kamu dan pasangan bisa menikmati makan malam romantis dengan view pantai. Untuk penginapan, terdapat hotel di pinggir pantai dengan view ciamik.

6. Pulau Cinta, Gorontalo

Pulau Cinta mempunyai bentuk yang unik dengan bentuk ‘love’. dengan pantai indah di sekelilingnya. Banyak yang menyebut pulau ini merupakan Maldives Island Indonesia.

Lautnya begitu jernih dengan pasir putih yang lembut. Ditambah, hembusan anginnya menyejukkan. Di sekitarnya, terdapat resort yang dibangun di atas air.

Menurut laman Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tempat ini menjadi rekomendasi untuk wisatawan yang datang bersama pasangan. Suasananya begitu romantis dengan kondisi alam yang masih terjaga.

7. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Pulau Moyo berada di sisi utara Kabupaten Sumbawa. Mengutip laman Dinas Pariwisata NTB, pulau ini memiliki luas daratan mencapai 350 km2 yang dikelilingi oleh pantai dan hamparan laut. Pada beberapa bagian, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink.

Mengutip laman Portal Informasi Indonesia, selain pantainya yang cantik, ada air terjun Mata Jitu dengan air yang jernih. Traveler bisa menghabiskan waktu di pulau ini dengan pasangan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

8. Dieng, Jawa Tengah

Dieng berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan wisata romantis ini dikenal dengan julukan negeri di atas awan.

Wisatawan bisa merasakan udara sejuk dan dingin. Salah satu destinasi populernya adalah Bukit Sikunir. Saat momen sunrise, traveler dan pasangan bisa menyaksikan terbitnya matahari di balik siluet Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun, traveler harus mendaki tangga selama 30-40 menit untuk sampai di puncak.

9. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo di Jawa Timur juga dapat menjadi pilihanmu dan pasangan sebagai tujuan honeymoon. Menurut laman Indonesia Travel, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan gunung berapi terbesar di Jawa Timur.

Di kawasan ini, wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit dari ketinggian, melihat keindahan telaga warna dan menyusuri padang pasir dengan jeep. Setelah seharian berkeliling, terdapat penginapan berupa homestay, hotel, hingga glamping yang bisa dipilih.

10. Pulau Macan, Kepulauan Seribu

Ingin mencari destinasi bulan madu di sekitar Jakarta? Pulau Macan bisa jadi pilihan. Mengutip laman Pulau Macan, dari Jakarta, diperlukan waktu 90 menit dengan naik speedboat.

Kamu dan pasangan bisa snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut atau sekedar menikmati indahnya pemandangan di pesisir pantai. Beberapa penginapannya menyuguhkan pemandangan laut.

(elk/fds)



Sumber : travel.detik.com