Category Archives: Domestik

Umbul Buto Klaten dan Kisah Asal-usulnya



Klaten

Di Klaten, ada pemandian mata air dengan nama Umbul Buto. Kisah tentang asal usul umbul ini menarik untuk disimak. Seperti apa?

Nama Buto dalam bahasa Jawa berarti Raksasa dalam seni pewayangan. Tidak seperti namanya yang berkonotasi seram, pemandian ini ternyata tempatnya adem.

Umbul Buto berada di sisi utara desa Kedungan, kecamatan Pedan, di tepi perkampungan padat penduduk Klaten. Di Utara mata air tersebut, terdapat persawahan padi dan tanaman palawija yang membentang.


Pantauan di lokasi, Umbul Buto yang mulai kusam airnya karena kemarau berada di tepi jalan desa. Mata air di umbul seukuran sekitar 8×8 meter dengan kedalaman sekitar lima meter itu dikelilingi dua pohon beringin besar dan tiga pohon gayam tua.

Dahannya yang besar dan daunnya yang rimbun membuat Umbul Buto tak mudah tersentuh sinar matahari. Di Utara dan timur dasar umbul yang mulai menyusut airnya terdapat saluran air mengarah ke sawah.

Di tengah air umbul yang mulai dipenuhi sampah daun, dua batu menyembul. Batu berbentuk patung topeng buto itulah yang konon menjadi asal julukan bagi Umbul Buto.

“Ada empat patungnya, yang buat tidak tahu dan sejak dulu sudah ada. Lha itu (menunjuk ke bawah) mulai kelihatan batunya,” ungkap Heri (50) pengelola warung di lokasi.

Menurut Heri, umbul itu dulunya dimanfaatkan untuk pengairan sawah oleh pemerintah Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patungnya.

“Ya karena ada patungnya itu namanya. Dulu sering digunakan nepi (menyendiri) tapi sekarang tidak lagi, tidak ada cerita aneh-aneh,” jelas Heri yang tinggal di lokasi.

Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten.Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Jarwo (75), warga lain menyatakan sejak dirinya kecil umbul juga sudah ada. Konon menurut cerita orang tua-tua ada pentas tayub tapi gongnya dimasukkan ke umbul itu untuk menutupi mata air yang terlalu deras.

“Ono ledek sak gamelane ditanggap, gong e dilebokne kene ben ora dadi segara (ada penari tayub bersama gamelan pentas, gamelan dimasukkan sini agar tidak jadi laut),” tutur Jarwo dengan bahasa Jawa campuran kepada detikJateng di lokasi.

Menurut Jarwo, zaman dulu umbul itu airnya banyak dan bening untuk mandi. Tetapi sekarang sudah tidak digunakan dan hanya digunakan untuk mencari angin masyarakat.

“Untuk ngadem warga. Tidak ada yang aneh-aneh setiap hari ramai untuk duduk-duduk,” jelasnya.

Kades Kedungan, Kecamatan Pedan, Bagus Wahyu Dewanto, menuturkan umbul Buto dulunya dimanfaatkan untuk pengairan Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patung kepala raksasa buto di dasarnya.

“Di bawah itu ada patung kepala buto, jumlahnya empat dan untuk apa fungsinya kita tidak tahu. Bukan ditemukan baru karena sejak dulu sudah ada, nanti kalau puncak kemarau kelihatan,” ucap Bagus Wahyu kepada detikJateng.

Umbul itu, terang Bagus Wahyu, konon berhubungan dengan dua umbul di utaranya yaitu Umbul Cilik dan Umbul Gede. Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas.

“Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas. Yang Umbul Buto dua tahun lalu kita beri pagar dan tulisan untuk ruang terbuka hijau karena ada pohon-pohon besarnya, terutama pohon gayam,” kata Bagus Wahyu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Hutan Kota Munjul Jadi Spot Favorit Mancing dan Refreshing Warga



Jakarta

Warga Cipayung, Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh untuk mancing atau pun refreshing. Kegiatan itu bisa dilakukan di Hutan Kota Munjul.

Hutan Kota Munjul itu merupakan hutan konservasi dan kawasan resapan air. Hutan kota itu memiliki luas sekitar 1,43 hektar

Saat detikTravel berkunjung ke hutan kota itu pada Jumat (27/7/2024). Masuk melalui pintu masuk depan gerbang utama Pondok Pesantren Al Hamid, Hutan Kota Munjul itu tampak kecil. Hanya terdapat sebuah parkiran, kolam, dan pos jaga.


Penasaran akan luasannya, detikTravel pun mengikuti jalur pejalan kaki yang ada di sana. Akhirnya kesan lahan kecil itu pun sirna ketika masuk lebih dalam lagi, setelah masuk barulah terlihat lahan yang luas dengan tiga kolam besar di dalamnya.

Pepohonan yang rindang, embusan angin sepoi-sepoi hingga kicau burung pun menemani setiap langkah. Saat siang pengunjung masih belum terlihat, barulah sekitar pukul 14.00 WIB mulai berdatangan.

Beberapa remaja datang dengan joran di tangan mereka seperti akan berperang. Joran pun dipersiapkan dan mulai mengolah umpan, tak berselang lama kail yang sudah dipasang umpan itu dilemparkan ke kolam.

Divo bersama Rafli, mereka begitu gemar dengan kegiatan memancing ini. Bagi Vio memancing adalah sebuah aktivitas yang bisa membuat pikiran tenang selepas bekerja atau di hari libur pekerjaannya.

“Nggak sering sih ke sini kalau ngeluangin waktu doang, ke sini biasanya pasti mancing. Kalau mancing di sini tergantung mood juga dari jam berapanya, tapi paling biasanya dari jam 12.00 sampai jam 15.00 atau paling lama jam 17.00 WIB,” kata Vio sambil menyiapkan umpan.

Walaupun sebetulnya memancing di kolam Hutan Kota Munjul menurut Divo tak selalu berhasil mendapatkan ikan. Nmun di samping itu daripada suntuk berdiam diri di rumah, alhasil memancing di sini jadi cara pengusir suntik.

Biasa ikan yang berhasil ia kantongi beragam, mulai dari red devil, mujair, sapu-sapu hingga gabus. Saat Divo pergi dari kolam, Rafli bersorak karena kailnya mendapat sambaran dan saat diangkat ternyata bukanlah ikan, melainkan udang air tawar yang ukurannya cukup besar.

Tak cuma sekali ternyata, sudah dua kali umpannya salah sasaran. Bukannya ikan yang didapat tapi udang air tawar lagi yang harus ia angkat.

“Dia kadang nyamber, kadang nggak. Ini tumbenan udang mulu yang dapet, biasanya dia ngumpet di pinggiran sini,” kata Rafli.

Beranjak dari spot Divo dan Rafli, tak jauh dari mereka juga terdapat beberapa pemancing remaja yang fokus memperhatikan pelampung pancing. Salah satunya adalah Rivaldi, di masa libur setelah lulus SMA kegiatannya diisi dengan memancing.

Sedari kecil memancing sudah jadi kegiatan favorit dirinya. Dalam satu minggu, Rivaldi bisa menyempatkan memancing di Hutan Kota Munjul hingga tiga kali.

“Biasa mancing di sini kalau lagi dapet banyak bisa enam atau tujuh, ukurannya sebesar tiga jarian. Nanti ikannya buat ditaruh di kolam (rumah),” ujarnya.

“Seneng aja gitu udah kaya hobi gitu, dari kecil juga memang suka mancing,” dia menambahkan.

Sebetulnya di kawasan Hutan Kota Munjul terdapat plang bertuliskan atur di hutan kota ini, dan memancing adalah satu dari aturan lainnya yang tidak diperbolehkan. Namun menurut petugas keamanan, Teguh menyebut selagi tidak merusak dan tidak memakai jala.

Teguh juga mengatakan memang terdapat ikan di tiga kolam di dalam ini tapi berukuran kecil. Sore hari tiba pemancing juga mulai silih berdatangan, namun kata Teguh setiap menjelang pukul 17.00 WIB sudah mulai diberitahu untuk meninggalkan Hutan Kota Munjul dan hutan kota ini bisa didatangi setiap harinya.

“Buka dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB, kalau pengunjung tuh jam 16.30 udah steril (clear area),” kata Teguh.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Berakhir Pekan di Taman Piknik Jakarta Timur



Jakarta

Muka kusut sehabis menerjang jalanan Jakarta bisa sedikit terobati dengan bersantai di taman. Bagi warga Cipinang, Jakarta Timur, Taman Piknik bisa jadi tempat rehat yang pas.

detikTravel membuktikan nyamannya taman itu dengan singgah pada Jumat (26/7/2024). Taman yang berada di area perumahan tersebut tak seramai taman lainnya di Jakarta.

Situasi itulah yang sebetulnya dicari untuk duduk santai menikmati suasana, sore dan pagi hari adalah waktu yang pas untuk menikmati taman ini. Tak seperti namanya, saat berada di taman tersebut tak ada pengunjung yang tengah berpiknik ria.


Taman Piknik ini cocok untuk pengunjung yang ingin piknik tanpa mengeluarkan kocek besar. Pepohonan yang menjaga kepala kita dari terik matahari, hamparan rumput yang luas, juga suasana yang hening adalah situasi pas buat bareng keluarga atau teman.

Taman Piknik di Cipinang, Jakarta TimurTaman Piknik di Cipinang, Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terdapat beberapa keluarga, komplet dengan sang buah hati ke taman ini. Mereka sekadar duduk santai dan bermain wahana anak seperti perosotan sudah membuat senang. Di sini, anak-anak bisa berlarian dengan riang.

Rida, salah satu pengunjung, sengaja datang ke Taman Piknik karena tak jauh dari rumahnya.

“Ya ke sini memang sengaja karena pengen coba terus nggak jauh dari rumah juga. Di tambah waktu itu aku liat ada di Tiktok,” kata dia.

Di Taman Piknik itu selain menyuguhkan suasana hening juga terdapat jembatan yang unik. Jembatan tersebut dibuat hampir menyentuh dengan kolam di bawahnya, walaupun agak sedikit berisiko jika tidak hati-hati.

Pengunjung yang hadir juga tak perlu khawatir karena di taman ini juga sudah tersedia fasilitas seperti toilet. Tempat duduk panjang pun tersimpan di bawah pohon, membuat semakin nyaman saat berada di sini.

Bunga-bunga yang berwarna-warni juga ditanam agar semakin menambah cantik. Taman Piknik ini terletak di Jalan Manunggal II Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Taman Piknik di Cipinang, Jakarta TimurTaman Piknik di Cipinang, Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Taman Piknik juga cocok buat kamu yang ingin menguras keringat seperti jogging, lintasannya pun mencakup seluruh taman seluas kira-kira 1,4 hektar itu cukup membuat keringat bercucuran.

Taman Piknik ini bisa dikunjungi setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB.

“Ini taman bukannya dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore, setengah 6 udah dikasih tahu ke pengunjung kalau segera tutup,” kata salah satu petugas kebersihan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Santai Sore, Beri Makan Ikan di Kolam di CIBIS Park



Jakarta

Ingin melepas penat dari hiruk-pikuk dan rutinitas kawasan terbuka yang nyaman? Warga Jakarta Selatan bisa mendatangi CIBIS Park, tempatnya yang nyaman cocok untuk bersantai di akhir pekan.

Di dalam taman itu terdapat kolam buatan yang kerap didatangi anak-anak untuk memberikan makan ikan yang ada di sana. Selain kolam, CIBIS Park juga terdapat jogging track yang bisa dijajal pengunjung untuk berolahraga.

Dan yang pasti terdapat banyak tenant-tenant makanan yang bergam untuk mengisi perut yang kosong ketika nongkrong di CIBIS Park. Letak taman ini berada di Jalan TB. Simatupang No. 2 Cilandak Timur, Jakarta Selatan.


Kawasan taman yang berada di kawasan perkantoran ini jadi tujuan asyik untuk dijadikan tempat nongkrong. Kala detikTravel berkunjung ke sana, Sabtu (27/7/2024) beberapa pengunjung mulai berdatangan.

Menurut seorang petugas kebersihan di kawasan taman tersebut, pengunjung biasa mulai berdatangan mulai dari jam 16.00 WIB hingga malam.

“Mulai beres ashar tuh baru pada datengnya, kalau jam segini (sekitar 14.30 WIB) masih sepi belum pada datang. Biasanya juga di sini sampai beres isya,” katanya sambil menyiram tanaman.

Memang kala siang ke sore hari dengan terik matahari yang menyengat, CIBIS Park buat tujuan yang pas untuk didatangi karena area ini merupakan area outdoor. Tapi jika datang di sore hari adalah waktu yang pas untuk menikmatinya.

Di pinggiran kolam ikan itu terdapat tempat duduk yang bisa digunakan pengunjung untuk duduk santai. Tenant makanan juga berderet sebelah kolam ikan tersebut.

Salah satu pengunjung yang datang sedini mungkin adalah Anika, ia memang akan menghabiskan waktu di CIBIS Park ini bersama temannya. Namun ia datang lebih cepat daripada teman-temannya.

“Iya aku lagi nunggu yang lainnya karena udah janjian buat ke sini, cuma aku datang terlalu cepat aja, kita janjian jam 15.00 WIB,” kata dia.

“Ke sini emang udah beberapa kali datang juga, soalnya tempatnya enak buat dipake santai sore-sore sama teman-teman. Makanannya juga ada, terus ada kolam ikannya juga,” dia menambahkan.

Selain cocok untuk tempat nongkrong, CIBIS Park juga memiliki area jogging track. Tapi berbeda dengan taman yang lain, jogging track di CIBIS Park ini jalurnya mengelilingi area dalam kawasan ini, pengunjung yang akan melihat tulisan jogging track di bahu jalan sebelah kiri.

CIBIS Park ini bisa dikunjungi setiap harinya dari Senin hingga Minggu, mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 22.00 WIB. Dan waktu yang pas untuk menikmati hari di CIBIS Park ini datanglah di sore hari menjelang malam, suasana yang disuguhkan akan membuat pengunjung jadi nyaman berlama-lama.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

12 Wisata Medan yang Wajib Dikunjungi Beserta Jam Buka dan Harga Masuknya


Medan adalah salah satu kota di Indonesia yang menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik. Mulai dari keindahan alam hingga warisan budayanya, membuat ibu kota Sumatera Utara wajib dieksplor.

Wisata Medan juga punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak heran, jika Medan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi terutama mereka yang ingin mengeksplorasi pesona Sumatera Utara.

Wisata Medan yang Terkenal

Telah dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar destinasi wisata Medan yang bagus untuk dikunjungi:


1. Istana Maimun

Lokasi: Jalan Brigjen Katamso No. 1, Medan, Sumatera Utara.

Istana Maimun (laman disbudpar Sumut)Istana Maimun. Foto: dok. laman Disbudpar Sumut.

Salah satu wisata Medan terkenal yang wajib dikunjungi adalah Istana Maimun. Di sini, wisatawan bisa berkeliling menikmati kemegahan bangunan, berkeliling, menaiki delman dan kendaraan listrik hingga belajar sejarah.

Dilansir situs Itjen Kemdikbud, Istana Maimun dibangun pada 26 Agustus 1888 atas perintah Sultan Ma’moen Al Rasyid, Kerajaan Deli. Pembangunannya baru selesai pada 18 Mei 1891.

Istana Maimun dirancang oleh Theodoor van Erp, tentara Belanda kelahiran Ambon, Maluku, dan didesain juga oleh seorang arsitek Italia bernama Ferrari.

Kondisi Istana Maimun Medan yang mirip pasarTampak depan Istana Maimun Foto: Nizar Aldi

Bangunannya begitu mencolok di mata dari kejauhan, pasalnya didominasi warna kuning-emas. Arsitektur Istana Maimun mengandung unsur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa.

Berdiri di lahan seluas 2.772 km2 dengan megah, istana ini memiliki 30 ruangan yang terdiri dari 3 bagian utama bangunan induk, sayap kiri, dan sayap kanan.

Jam Buka

Istana Maimun buka pada 08.00 WIB – 17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Dari catatan detikSumut, harga masuk ke Istana Maimun sekitar Rp 10 ribu per orang. Sementara untuk anak-anak di bawah 5 tahun gratis.

2. Masjid Al-Mashun

Lokasi: Jalan Mahkamah No.74 c, RT.02,Kota Medan.

Bersilaturahmi disela sela acara salad idul adha di Masjid Raya Al-Mashun MedanMasjid Raya Al-Mashun Medan Foto: Aisyah Luthfi Munthe/detik.com

Masjid Al-Mashun adalah masjid tua cantik yang lokasinya bersebelahan dengan Istana Maimun. Masjid ini juga bagian dari peninggalan Kesultanan Deli.

Masjid Al-Mashun dibangun oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam. Pembangunannya dipimpin oleh beliau pada 12 Agustus 1906 dan selesai pada 10 September 1909.

Selain untuk beribadah dan melihat arsitekturnya, di area masjid pengunjung juga bisa melihat makam para Sultan Deli.

Berdasarkan pengalaman detikSumut, area pemakaman tersebut ada berbagai bentuk. Ada juga nama nisan yang terukir bertuliskan bahasa Arab.

Makam Sultan Deli ke-9 dibentuk setinggi kurang lebih 1 meter dan berwarna kuning. Pada nisan pun tertulis para nama Sultan Deli beserta istri hingga anaknya, seperti nama Sultan Deli ke-9 Sultan Ma’moen Al Rasyid.

Makam para Sultan Deli ditempatkan berbeda dengan makam para keturunan Melayu lainnya.

Jam Buka

Masjid Al-Mashun buka setiap hari mulai pukul 04.00 – 00.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Masuk ke Masjid Al-Mashun tidak dipungut biaya alias gratis.

3. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

Lokasi: Jalan Sakura III No. 7 – 10, Tj. Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Pengunjung melihat dari dekat Graha Bunda Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/11/2017). Tempat yang diresmikan pada tahun 2005 ini dibuat untuk menjadi tempat berziarah atau mencari tahu sejarah tentang kerohanian. Grandyos Zafna/detikcom-. Kesan kuil India langsung luruh begitu Anda masuk ke bagian dalam bangunan. -. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni terbuka untuk umum. -. Tidak ada tiket masuk yang diberlakukan alias gratis bagi siapa saja yang ingin melihat, berziarah, serta mencari tahu sejarah tentang peristiwa kerohanian.-. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni ini didirikan dan dibangun oleh Pastor James Bharataputra S.J.-. September 2001 pembangunan graha mulai dilakukan selama empat tahun dengan biaya yang dihabiskan sebesar Rp 4 miliar. -. Dana datang dari kemurahan hati para pecinta dan pemuja Maria, baik Katolik maupun non Katolik. 60 persen dana berasal dari umat di Indonesia, 30 persen Singapura, selebihnya dari Malaysia, India, dan Dubai.Graha Bunda Maria Annai Velangkanni, Medan. Foto: Grandyos Zafna

Graha Maria Annai Velangkanni merupakan tempat ziarah dan ketaatan umat Katolik kepada Bunda Maria (penyembuh orang sakit). Dibangun pada tanggal 8 oktober 2001, dengan gaya bangunan Indo-Mughal (Islam-Hindu).

Arsitekturnya sangat menarik, yakni seperti bentuk candi yang membungkuk ke atas. Bangunan graha berlantai 7,yang terdiri dari 3 stupa, 2 di lantai 4 dan melambangkan kesempurnaan dan 7 langit.

Jam Buka

Graha Maria Annai Velangkanni buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB di weekdays. Sementara untuk weekend tutup pada 19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Masuk ke Graha Maria Annai Velangkanni gratis.

4. Danau Siombak

Lokasi: Jalan Pasar Nippon Ujung, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Destinasi Wisata Danau SiombakDestinasi Wisata Danau Siombak, Medan. Foto: Kartika Sari

Dilansir dari laman pemkomedan.go.id, karena letaknya jauh dari laut, Danau Siombak berair payau.

Wisatawan bisa menikmati pemandangan indah di dermaga yang menghadap ke hamparan hutan di sekeliling danau. Bakal lebih seru lagi, kalau kalian menaiki perahu, bebek air kayuh, atau berenang di kolam renang yang ada di sekitar sana.

Jam Buka

Danau Siombak buka setiap hari, dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB di weekdays. Sementara di weekend tutup pada 19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Danau Siombak hanya Rp 2 ribu.

5. Tjong A Fie Mansion

Lokasi: Jl. Jendral Ahmad Yani No. 105, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. Foto: Putu Intan/detikcom

Tjong A Fie Mansion merupakan museum berupa bangunan bersejarah dengan gaya gaya arsitektur Cina, Melayu, dan Art Deco. Tjong A Fie Mansion disebut juga sebagai “permata bersejarah di Medan”.

Sebenarnya, ini adalah rumah Tjong A Fie seorang pengusaha, bankir dan kapitan asal Hakka, Tiongkok. Kini, rumah ini telah menjadi bangunan bersejarah sekaligus cagar budaya dan museum.

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. Foto: Putu Intan/detikcom

Dilansir situs resminya, rumah ini dibangun pada tahun 1895 di atas lahan 8000 m2. Bangunannya juga dibangun dengan memperhatikan prinsip feng shui.

Ketika masuk ke dalam, pengunjung akan melihat pemandangan rumah mewah ala Tiongkok zaman dahulu. Kamar-kamar ada di keempat sisi bangunan dan mengelilingi halaman terbuka di bagian tengah. Ini melambangkan “Sumur Surga”.

Menariknya, pada setiap sudut rumah perabotan atau meubelnya pun terjaga keasliannya.

Jam Buka

Tjong A Fie Mansion buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB. Namun, setelah pukul 16.30 pengunjung sudah dilarang masuk.

Museum ini akan tutup pada Hari Tahun Baru Cina.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Tjong A Fie Mansion adalah Rp 35.000 per orang.

6.Kampoeng Selfie (Kongsi)

Lokasi: Jalan DR. Cipto, Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Kampoeng Selfie di MedanKampoeng Selfie di Medan. Foto: Jefris Santama/detikcom

Kampoeng Selfie adalah salah satu destinasi viral di Medan. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Medan, waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit saja.

Dilansir dari sittus Universitas Sumatera Utara, wisata Kampung Selfie Medan resmi dibuka pada sejak 25 November 2017. Sesuai namanya, tempat ini mengusung konsep kreativitas seni dan penanaman tanaman di depan ruman.

Jalanan di kampung ini terlihat indah dengan sentuhan cat warna-warni kontras nan meriah. Daya tarik kongsi ini adalah menawarkan pengalaman wisatawan untuk merasakan keseruan berfoto selfie berlatar belakang spot-spot foto menarik, kekinian, dan beragam.

Jam Buka

Kampoeng Selfie Medan buka hari Senin-Sabtu pada pukul 09.00 WIB – 20.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Kampoeng Selfi Medan tidak dipungut biaya.

7. Museum Perjuangan TNI

Lokasi: Jalan KH. Zainul Arifin No. 8, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Dilansir situs Arsip Indonesia, Museum Perjuangan TNI Medan menjadi wisata sejarah mengenai perjuangan ABRI serta rakyat di Sumatera Utara.

Dilansir situs Arsip Indonesia, bangunan Museum Perjuangan TNI didirikan pada 1928 oleh pemerintah Belanda sebagai bangunan Arhnehen atau Asuransi NV Levensverzekering.

Pada tahun 1942 – 1945 bangunan ini dikuasai oleh Jepang. Barulah pada 1971 hingga sekarang menjadi Museum Perjuangan TNI.

Wisatawan yang berkunjung bisa melihat senjata, obat – obatan, hingga seragam TNI digunakan pada perang kemerdekaan Indonesia melawan pemberontakan pada tahun 1985.

Tidak hanya pernak-pernik TNI, koleksi di museum ini juga ada perlengkapan militer, arkeologi, relief, hingga monumen.

Jam Buka

Museum Perjuangan TNI Medan buka setiap Selasa – Kamis 07.00 sampai 15.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Museum Perjuangan TNI Rp 0 alias tidak dipungut biaya.

8. Pos Bloc Medan

Lokasi: Jalan Pos, No. 1, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Pos Bloc MedanPos Bloc Medan. Foto: Putu Intan/detikcom

Pos Bloc Medan adalah tempat hits di Medan yang bisa didatangi secara gratis. Tempat ini menjadi tempat bersejarah yang kini disulap menjadi area dengan unsur seni, budaya, dan hiburan. Kegiatan kreatif sering dilakukan di area Maidan Hall dan Cultural Hall di Pos Bloc.

Dilansir akun Instagram @posblokmedan, dulunya Pos Bloc Medan merupakan kantor pengiriman surat. Di mana ruangannya menjadi kantor para pegawai Pos, dengan gudang yang penuh sekat.

Jam Buka

Pos Bloc Medan buka dari pukul 10.00 – 22.00 WIB di weekdays, sedangkan di weekend mulai pukul 08.00 – 23.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Pos Bloc Medan gratis.

9. Taman Sri Deli

Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Mesjid, Kota Medan.

Taman Sri Deli. Foto: direktoripariwisata.idTaman Sri Deli. Foto: Dok.direktoripariwisata.id

Tempat wisata gratis di Medan selanjutnya ada Taman Sri Deli. Taman ini dibuat tahun 1920-an atas gagasan Amaludin Sani Perkasa Alamsyah, Sultan Deli ke-10.

Taman Sri Deli juga bisa jadi pilihan objek wisata Medan yang romantis, untuk pilihan tempat nongkrong. Menerapkan perpaduan arsitektur Turki, India, dan Mesir, taman ini didesain oleh arsitek Italia.

Letak taman ini berseberangan dengan Masjid Raya Medan. Di sini, pengunjung bisa bersantai. Di sekitar lokasi juga banyak warung untuk membeli makanan.

Jam Buka

Taman Sri Deli Medan buka setiap hari, mulai pukul 07.00-21.00 WIB.

Harga Tiket

Masuk ke Taman Sri Deli gratis.

Lokasi: Jalan S. Parman No. 309, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

Wisatawan mancanegara mengamati koleksi serangga yang diawetkan di Rahmat International Wildlife Museum dan Galeri di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/6/2024).  Museum yang memiliki 2.600 spesies dan 5.000 spesimen hewan dan satwa yang diawetkan tersebut menjadi salah satu obyek wisata favorit di Medan serta menjadi sarana pembelajaran bagi anak sekolah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/rwa.Wisatawan mengamati koleksi yang diawetkan di Rahmat International Wildlife Museum dan Galeri di Medan, Sumatera Utara. Foto: ANTARA FOTO/FransiscoCarollio

Galeri Rahmat Medan adalah satu-satunya galeri bertaraf internasional di Asia. Galeri ini mengoleksi sekitar 2.600 spesies binatang liar yang diawetkan dan 5.600 spesimen.

Para hewan disusun dengan artistik dalam ruangan khusus untuk menjaga kelembapan. Selain ada koleksi satwa, museum ini juga menyediakan perpustakaan berisi informasi seputar berbagai jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara.

Para spesiesnya berasal dari perburuan legal dengan konservasi, pemberian dari berbagai negara, hasil pembelian secara legal.

Jam Buka

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery buka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Harga Tiket

Biaya masuk ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery sebesar Rp 75.000 ribu per orang.

11. Kebun Binatang Medan

Lokasi: Jalan Simalingkar Raya, Medan.

Keterangan Foto : Suasana pengunjung yang berwisata ke Medan Zoo di momen hari libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Selasa (3/5/2022).Suasana pengunjung yang berwisata ke Medan Zoo di momen hari libur. Foto: Goklas wisely/detisumut

Medan Zoo jadi destinasi untuk melihat para fauna dan flora, sehingga cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan si kecil.

Jam Buka

Kebun Binatang Medan setiap hari mulai pukul 08.30 sampai 17.30 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga masuk Kebun Binatang Medan adalah Rp 15.000 per tiket di weekdays, dan Rp 20.000 di weekend.

12. Kuil Shri Mariamman (Mariamman Temple)

Lokasi: Jalan Teuku Umar No.18, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan.

Gerbang kuil Shri Mariamman di Medan. (Farid Achyadi Siregar/detikSumut)Gerbang kuil Shri Mariamman di Medan. (Farid Achyadi Siregar/detikSumut)

Kuil Shri Mariamman menjadi salah satu kuil tertua di Kota Medan. Berdiri sejak tahun 1884, kuil ini menjadi tempat untuk memuja Dewi Mariamman.

Kuil ini juga menjadi saksi masuknya umat Hindu dan orang India di kota Medan. Pengunjung bisa ke sana untuk melihat keindahan kuil.

Jam Buka

Kuil Shri Mariamman buka setiap hari pada pukul 06:00-12:00 WIB. Lalu, akan buka kembali pada pukul 16:00-20:00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Masuk ke Kuil Shri Mariaman gratis.

Sebagai destinasi wisata yang terus berkembang, Medan bisa jadi pilihan tempat bagi wisatawan dengan keramahan dan kekayaan budayanya yang khas. Wisata Medan mana yang tertarik untuk detikers kunjungi?

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Aktivitas Seru, dan Harga Tiket Masuk


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di Batam yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Pantai Nongsa. Pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh penduduk lokal serta wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu daya tarik dari pantai ini adalah view matahari terbenam. Selain itu, pasir pantainya yang putih juga membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Ada berbagai aktivitas seru dan menarik yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa. Daripada penasaran, simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Pantai Nongsa

Daya tarik utama Pantai Nongsa adalah melihat langsung sunset dari pinggir pantai. Ada beberapa spot menarik bagi pengunjung untuk menikmati matahari terbenam sambil bersantai di pinggir pantai.

Lalu, ombak di pantai ini juga cukup tenang, sehingga cocok bagi travelers yang ingin berenang dan bermain dengan si kecil. Namun, tetap waspada dan selalu perhatikan anak-anak saat berenang agar tidak terlalu ke tempat yang dalam.

Selesai berenang, kamu bisa bersantai menikmati cuaca cerah di bawah pohon kelapa. Di sekitar Pantai Nongsa juga terdapat warung dan penjual makanan, jadi jangan khawatir kalau perut sudah lapar.

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, daya tarik lainnya dari Pantai Nongsa adalah pasir pantainya yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk anak-anak yang ingin bermain pasir. Jangan lupa untuk berfoto dengan latar belakang laut biru dan pasir putih pantai, kemudian upload ke media sosial.

Aktivitas Seru di Pantai Nongsa

Ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa. Maka dari itu, tempat wisata ini sangat cocok bagi detikers yang ingin berlibur bareng teman, keluarga, hingga pasangan.

Sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa di antaranya:

  • Berenang
  • Bermain pasir
  • Bersantai di pinggir pantai
  • Menikmati matahari terbenam (sunset)
  • Bermain bola/voli pantai
  • Melihat pemandangan laut
  • Menikmati kuliner khas Batam sambil duduk di atas pasir putih.

Fasilitas di Pantai Nongsa

Demi memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, Pantai Nongsa memiliki fasilitas yang cukup lengkap, yaitu:

  • Toilet
  • Kamar mandi bilas
  • Tempat makan
  • Warung
  • Mushola
  • Lahan parkir yang luas
  • Tempat penginapan.

Harga Tiket Masuk ke Pantai Nongsa

Seperti tempat wisata pada umumnya, pengunjung yang datang ke Pantai Nongsa akan dikenakan tiket masuk. Dari catatan detikTravel, untuk harga tiket masuk (HTM) Pantai Nongsa dipatok sebesar Rp 10.000 per orang.

Apabila detikers membawa kendaraan, maka dikenakan biaya parkir sebesar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Bagi travelers yang datang bersama teman atau keluarga, tersedia juga pondok untuk bersantai. Harga sewanya sebesar Rp 50.000 saat weekday dan Rp 100.000 ketika weekend. Untuk pondok dengan ukuran yang lebih besar harga sewanya Rp 150.000.

Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Pantai Nongsa terletak di sebelah utara Batam, tepatnya di sepanjang Pasir Kampung Nongsa, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Akses menuju Pantai Nongsa terbilang mudah karena bisa dilalui kendaraan.

Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Alun-alun Batam Centre menuju Pantai Nongsa sekitar 20 kilometer atau 30 menit dengan berkendara mobil.

Apabila berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim, jaraknya lebih dekat menuju Pantai Nongsa, yaitu sekitar 13 kilometer atau 15 menit dengan mengendarai mobil.

Demikian pembahasan mengenai Pantai Nongsa yang merupakan salah satu pantai terkenal di Batam. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gresik yang Sayang Dilewatkan, Keindahan Alam hingga Sejarah


Gresik merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang menawarkan destinasi wisata menarik. Mulai dari warisan sejarah, pesona alam, hingga kuliner khas menjadikannya destinasi yang layak untuk dijelajahi.

Dari catatan detik Jatim, tercatat bahwa Gresik memiliki total 131 destinasi wisata. Simak beberapa wisata Gresik berikut ini untuk referensi.

Rekomendasi Wisata Gresik

Dinas pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Pemuda Olahraga Gresik membagi daftar wisata dalam beberapa objek. Misalnya, wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata kuliner, hingga wisata belanja.


1. Setigi Gresik

Wisata Alam SetigiWisata Alam Setigi di Gresik. (Deny Prastyo Utomo/detikTravel)

Jika detikers ingin berwisata alam di Gresik, kamu bisa mengunjungi objek wisata Selo Tirto Giri alias Setigi. Setigi berasal dari kata selo (batu), tirto (air) dan giri (bukit).

Dinamakan demikian, karena kawasannya dikelilingi bebatuan, bukit dan danau di tengah-tengahnya. Tempat wisata ini diresmikan pada 2020 lalu.

Dilansir akun Instagramnya @wisatasetigi, wisata ini mengusung konsep edutainment dari sejarah dan keindahan alam yang memukau.

Sebelum jadi tempat wisata, kawasan ini merupakan lahan bekas tambang. Setelah tidak dipakai lagi, masyarakat setempat secara mandiri akhirnya merubah tempat ini menjadi daerah wisata yang menarik.

Di Wisata Setigi Gresik pengunjung bisa menikmati pemandangan bukit kapur, telaga warna, patung Semar, jembatan peradaban, candi topeng nusantara, miniatur masjid Persia, air terjun dan masih banyak lagi.

Pengunjung juga bisa menikmati ragam kuliner di Wisata Setigi, karena di sana banyak kios makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

  • Lokasi: Area Sawah, Sekapuk, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: Senin – Minggu, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Dewasa Rp 15.000 dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

2. Lontar Sewu

Wisata Lontar SewuWisata Lontar Sewu Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Di Eduwisata gresik Lontar Sewu, pengunjung bisa bermain berbagai wahana untuk anak-anak dan orang dewasa. Mulai dari wahana bianglala, rumah balon, mandi bola, kereta mini, carousel, taman kelinci, hingga flying fox.

Untuk bisa naik wahana, pengunjung perlu bayar lagi ya. Harga setiap wahana cukup terjangkau kok, dilihat dari akun @explore_lontarsewu, biayanya mulai dari Rp 5.000 – 25.000 saja.

  • Alamat: Wisata Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai dari 08.00 – 21.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Senin – Jumat Rp 8.000 per tiket, semantara Sabtu – Minggu dan hari libur Rp 10.000.

3. Pantai Delegan

Pantai Delegan GresikPantai Delegan Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Pantai Delegan menjadi salah satu wisata Gresik yang wajib dikunjungi. Di sini, kamu bisa melihat pemandangan laut utara Jawa dengan ombaknya yang relatif tenang.

Meski tergolong kecil, ada berbagai aktivitas di pantai ini. Mulai dari menikmati dan bermain pasir putih, berenang di sekitar bibir pantai, menyewa banana boat, hingga menaiki perahu bebek.

Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang, jangan khawatir karena tidak ada penyewaan pelampung ban. Di sekitar sana, pantai juga terdapat kios

Angin laut sepoi-sepoi sekitar juga kerap menjadi tempat untuk bermain layang-layang. Di sana, ada kios juga yang menjual layang-layang.

  • Alamat: Secara administratif, Pantai Delegan terletak di Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai pagi hari pukul 07.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

4. Makam Sunan Gresik

Bacapres Anies Baswedan ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik.Suasana ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Dijuluki kota Santri, itulah yang jadi alasan Gresik terkenal menjadi tempat wisata religi. Salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi adalah makam sunan.

Sunan Gresik sendiri menjadi salah satu dari 9 Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Wisatawan bisa berziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).

Makam Sunan Gresik juga dikelilingi oleh pemakaman keluarga dan umum. Biasanya, selesai berziarah ke Makam Sunan Gresik, wisatawan akan mampir ke Masjid Komplek Makam Sunan Gresik guna melaksanakan salat.

  • Alamat: Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilo, Kota Gresik, Jawa Timur.
  • Jam Buka: buka setiap hari selama 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: Peziarah tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

5. Pulau Bawean

Danau Kastoba Pulau BaweanDanau Kastoba di Pulau Bawean. (Pradikta Kusuma/d’Traveler)

Pulau Bawean menjadi destinasi wisata Gresik dengan pemandangan alam ynag menawan. Bisa dibilang ini adalah pulau terluarnya kota Gresik.

Untuk ke sini, kamu bisa mencoba rute jalur laut lewat Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Di pulau ini kita bisa menikmati pantai Gili dengan pasir putihnya, pantai Mayangkara, pantai Mombhul, danau Kastoba yang ada di bagian tengah pulau, hingga Air Terjun Laccar.

  • Alamat: Sekitar 135 kilometer sebelah utara Kota Gresik.
  • Jam Buka: 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis

6. Telaga Ngipik

Berburu senja di Telaga Ngipik, GresikSenja di Telaga Ngipik, Gresik. (Jemmy Purwodianto/detikJatim)

Telaga Ngipik lokasinya ada di tengah kepadatan industri kota Gresik. Disebut Ngipik karena lokasinya ada di Kelurahan Ngipik.

Telaga ini membentang seluas 20 hektare. Di sini, pengunjung bisa bersantai, piknik, sambil menikmati air telaga dengan pepohonan yang rindang yang mengelilinginya.

Biasanya, semakin sore pengunjung yang datang semakin banyak. Mereka berlomba-lomba untuk mencari view terbaik untuk berfoto.

  • Alamat: Jalan Siti Fatimah binti Maimun, bersebelahan dengan Kawasan Industri Gresik (KIG).
  • Jam Buka: 24 jam
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir saja sekitar Rp 2.500).

7. Giri Kedaton

Giri Kedaton di gresikGiri Kedaton di Gresik (Intan Puspita/detikTravel)

Giri Kedaton menjadi objek wisata sejarah di Gresik yang bisa kamu kunjungi. Ini adalah situs kedaton (istana) di era Giri I, yaitu Sunan Giri (Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin).

Giri Kedaton berdiri di puncak sebuah bukit dengan tanjakan yang relatif curam. Dilansir situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Giri Kedaton didirikan pada sekitar tahun 1487 M oleh oleh Sunan Giri.

Awalnya, bangunan ini merupakan pesantren tempat Sunan Giri mengajarkan ajaran Agama Islam kepada para santrinya.

Kini, Giri Kedaton kerap didatangi peziarah maupun wisatawan umum sebagai tempat bermunajat maupun belajar sejarah bangunan kuno.

  • Alamat: Wilayah Sidomukti, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir kendaraan).

8. Banyuurip Mangrove Center

Banyuurip Mangrove Center adalah wisata Gresik yang menawarkan sarana edukasi, konservasi, dan rekreasi mangrove. Ekowisata mangrove dengan hamparan hutan bakau di tepi laut Ujung Pangkah.

  • Alamat: Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari, Senin-Kami mulai dari pukul 08.000 – 16.00 WIB, Jumat 08.000 – 11.00 WIB dengan istirahat dari 13.00 – 16.000. Weekend 08.000 – 16.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Harga menyesuaikan paket wisata.

9. Wisata Bajak Laut

Wisata Bajak Laut adalah waterpark atau kolam renang Gresik yang menjadi destinasi liburan yang cocok untuk keluarga. Di waterpark ini, pengunjung bisa bermain seluncur air yang terkenal berbentuk tentakel gurita.

  • Alamat: Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari dari pukul 8.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekdays Rp 10.000 dan weekend Rp 15.000.

10. Pulau Gili Noko

Pulau Berbentuk Hati di Bawean GresikPulau Gili Noko. (Yunizar Permadi/d’Traveler)

Sama seperti destinasi yang ditawarkan Pulau Bawean, Pulau Noko memiliki pantai yang menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut (pulau itu sendiri).

Selain bisa melihat hamparan pasir putih nan indah, ini adalah tempat yang keren untuk snorkling. Saking beningnya, dengan mata telanjang wisatawan juga bahkan bisa melihat habitat laut di dalamnya.

  • Alamat: Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis.

Setiap sudut Gresik meman menawarkan tempat dengan kegiatan dan keindahan. Jadi, jangan ragu untuk memasukkan Gresik ke dalam daftar destinasi wisata kalian ya detikers.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

8 Tempat Wisata Labuan Bajo yang Menawarkan Pemandangan Indah


Jakarta

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis lokal hingga mancanegara. Sebab, ada banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan alam indah.

Salah satu daya tarik dari Labuan Bajo adalah keberadaan komodo di Pulau Komodo. Namun tak hanya itu, ada sejumlah daya tarik lain dari Labuan Bajo yang memukau, mulai dari keindahan bawah laut hingga view matahari terbenam. Bakal menyesal deh kalo nggak datang!

Lalu, apa saja tempat wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Labuan Bajo yang Punya Pemandangan Indah

Ada sejumlah tempat wisata di Labuan Bajo yang memiliki pemandangan indah. Biar nggak penasaran, simak pembahasannya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. Pulau Komodo

Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTTKomodo, satwa endemik di Labuan Bajo (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

Kalau berkunjung ke Labuan Bajo, rasanya kurang lengkap jika tidak mampir ke Pulau Komodo. Di pulau ini terdapat hewan komodo, yakni kadal berukuran raksasa yang masih hidup sejak zaman pra sejarah.

Selain melihat komodo dari dekat, kamu juga bisa menikmati keindahan alam mulai dari hamparan pepohonan, perbukitan yang hijau, dan pantai yang bersih.

Pulau Komodo termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Pemerintah Pusat. Agar bisa sampai ke sana, kamu dapat menggunakan kapal, speedboat, atau kapal phinisi mewah agar sampai di Taman Nasional Komodo.

Harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo dipatok sebesar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 untuk turis lokal. Sedangkan untuk turis mancanegara dikenakan tarif Rp 400.000 sampai Rp 450.000.

2. Pulau Rinca

Selain ke Pulau Komodo, travelers juga bisa melihat komodo di Pulau Rinca. Selain melihat kadal raksasa, kamu juga bisa menikmati suasana alam yang begitu menakjubkan dari pulau ini.

Hamparan padang rumput yang luas, pasir pantai yang putih, dan barisan bukit yang indah membuat para wisatawan betah berlama-lama di sini. Jika kamu suka mendaki, disarankan datang menjelang sore hari agar bisa melihat sunset.

Sebagai informasi, Pulau Rinca didominasi oleh padang savana. Dengan cuaca yang terik, komodo di pulau ini memiliki sifat yang lebih ganas. Jadi, hati-hati selama di sana, ya.

Tertarik ke Pulau Rinca? Jika iya, maka siapkan uang sebesar Rp 50.000 per orang untuk tiket masuk. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

3. Pulau Padar

Pulau Padar di TN Komodo, Manggarai Barat, NTTPulau Padar (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini menawarkan pemandangan alam yang begitu indah dengan gugusan bukit yang artistik, hamparan pasir putih, dan laut biru.

Pulau Padar dapat dikunjungi wisatawan saat pagi dan sore hari. Waktu terbaiknya adalah di pagi hari, sebelum terik matahari menyengat. Jika beruntung, kamu bisa melihat gerombolan rusa di bibir pantai ketika turun dari kapal. Tenang saja, rusa-rusa tersebut jinak kok.

Salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam di Pulau Padar terletak di puncaknya. Namun, detikers harus treking dahulu dengan menaiki sekitar 840 anak tangga. Siapkan stamina yang fit agar kamu tidak kelelahan di tengah perjalanan.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar dikenakan tiket masuk sebesar Rp 120.000 per 1-5 wisatawan. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

4. Pulau Kelor

Pulau selanjutnya yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Labuan Bajo yakni Pulau Kelor. Di pulau ini, travelers bisa menikmati hamparan laut biru, pasir putih, dan hamparan bukit yang indah.

Kamu juga bisa menyaksikan seluruh keindahan alam dari atas bukit. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai di puncak. Namun hati-hati selama trekking karena jalannya licin dan tanjakannya cukup curam.

Untuk tiket masuk ke Pulau Kelor dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang. Terdapat juga tour guide yang akan menemanimu berkeliling Pulau Kelor dengan biaya mulai dari Rp 250.000.

5. Pantai Pink

Wisatawan melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.Pink Beach (Rivan Awal Lingga/Antara Foto)

Kalau berkunjung ke Pulau Komodo, sempatkan diri untuk datang ke Pantai Pink. Sesuai namanya, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Warna pink tersebut terbentuk secara alami oleh makhluk mikroskopis bernama foraminifera. Makhluk tersebut yang memberi pigmen warna merah pada koral, sebelum koral-koral tersebut hancur dan membawa warna merah menyatu dengan warna putih pasir, sehingga menciptakan kelir merah muda.

Selain bermain di area pantai, travelers juga bisa berenang di air laut yang biru. Tetap hati-hati saat berenang, ya!

6. Pulau Gili Lawa

Pulau Gili Lawa merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Pulau Komodo. Pulau tak berpenghuni ini memiliki view yang sangat indah, terutama saat sore hari.

Dari atas bukit, detikers bisa melihat pemandangan laut yang luas, hamparan bukit, dan matahari terbenam. Untuk bisa sampai ke puncak bukit, travelers harus trekking sekitar 30-60 menit.

Meski lelah, namun semua itu terbayar tuntas sesampainya di atas bukit. Dijamin, kamu nggak akan mau pulang karena pemandangan alamnya begitu menakjubkan!

7. Pulau Manjarite

Labuan Bajo Hari PertamaPulau Manjarite (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Rasanya kurang lengkap kalau pergi ke Labuan Bajo namun tidak menikmati keindahan bawah laut. Jika detikers ingin snorkeling, cobalah datang ke Pulau Manjarite.

Air laut di sekitar pulau ini sangat jernih, sehingga wisatawan dapat dengan mudah melihat aneka ikan dan terumbu karang. Oh ya, terumbu karang di perairan ini juga cantik-cantik lho.

Selain melihat keindahan laut, kamu juga bisa menikmati pasir pantai yang putih. Cocok untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu bersantai setelah snorkeling.

8. Bukit Sylvia

Satu lagi destinasi wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan alam indah, yaitu Bukit Sylvia. Penamaan bulan ini didasari oleh nama hotel yang mencakup kawasan tersebut, yakni Sylvia Resort.

Pada awalnya, bukit ini hanya diperuntukan untuk tamu hotel yang menginap, tapi kini siapapun bisa berkunjung ke Bukit Sylvia. Dari atas bukit, travelers bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan luas, hamparan rumput hijau, dan perbukitan.

Jaraknya juga tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Komodo, yakni hanya sekitar 5 kilometer atau 10 menit dengan berkendara mobil. Jadi, sebelum berlayar ke Pulau Komodo, tak ada salahnya melipir sebentar ke Bukit Sylvia.

Labuan Bajo masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada dua cara menuju ke Labuan Bajo, yakni melalui pesawat terbang atau kapal laut.

Jika menaiki pesawat, detikers akan mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Harga tiketnya cukup bervariasi, tergantung dari waktu keberangkatan.

Misalnya berangkat dari Jakarta menuju Labuan Bajo saat akhir pekan, harga tiket pesawatnya mulai dari Rp 1,6 jutaan per orang. Apabila berangkat dari Denpasar, harga tiketnya mulai dari Rp 1,1 jutaan di hari yang sama.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan kapal laut. Harga tiketnya memang jauh lebih murah, namun butuh waktu perjalanan yang lebih lama dibandingkan naik pesawat.

Jika ingin pergi ke Labuan Bajo dengan kapal laut, disarankan berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Harga tiketnya mulai dari Rp 280 ribuan per orang.

Itu dia delapan tempat wisata Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke Labuan Bajo?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Titik Nol Kilometer Palembang yang Terlupakan



Palembang

Seperti kota-kota lainnya di Indonesia, Palembang juga punya Titik Nol Kilomater. Tapi sayang, titik nol kilometer ini sudah dilupakan orang.

Tahukah kamu di mana titik nol kilometer Kota Palembang? Jika banyak yang menjawab tidak tahu itu wajar, sebab titik ini ditandai hanya oleh prasasti kecil yang mungkin luput dari pandangan warga yang melintas.

Seperti pada umumnya, titik nol kilometer menjadi penanda untuk mengukur jarak di Kota Palembang. Karena itulah warga Palembang kini mengenal beberapa tempat yang menggunakan hitungan kilometer.


Seperti Pasar Palimo (Pasar Kilometer 5), yang artinya berjarak 5 kilometer dari titik nol tadi. Kami mendatangi lokasi titik nol dan mencoba bertanya pada warga yang biasa beraktivitas di sekitar situ.

Rupanya mereka pun tidak tahu dengan tepat keberadaan titik nol kilometer Palembang.

“Di sana, seberang Lapas (Lapas Perempuan Kelas II A Palembang),” kata seorang pengemudi becak motor ditemui di lokasi.

“Tidak tahu kalau ada nama tempat titik nol. Mungkin karena (di Palembang) ada KM, ya. Misal mau ke KM 10, KM 12, makanya ada nama tempat titik nol,” ungkap warga sekitar bernama Maulana.

“Kalau tidak salah di Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat),” jawab warga lain bernama Apri.

Nah, sebenarnya Titik Nol Kilometer Palembang terletak di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang.

Titik Nol Kilometer Palembang.Titik Nol Kilometer Palembang. Foto: Reiza Pahlevi/detikcom

Tepatnya ada di trotoar depan pagar masjid, berseberangan dengan Bundaran Air Mancur antara Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka. Prasasti Titik Nol Kilometer Palembang berdiri tanpa pagar pembatas apa pun.

Semennya mulai gompal dan warna hijaunya mengusam. Bahkan ada sampah-sampah dan barang bekas seperti sepatu rusak dan ranting pohon di sekitarnya. Di atas prasasti itu terpatri tulisan berikut.

Awal
Jln. Jenderal Sudirman
KM : 0 + 000
S.02′ 59′ 17.0″
E.104′ 45′ 39.7″

Awal
Jln. Riacudu
S.02′ 59′ 17.0″
E.104′ 45′ 39.7″

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Sulaiman Amin pun sepakat, banyak masyarakat yang belum tahu persis tempat Titik Nol Kilometer Palembang. Justru banyak yang lebih tahu titik nol di daerah lain karena memang lebih populer.

“Padahal titik nol tak hanya ada di luar (kota) saja. Palembang juga punya. Titik nol itu untuk penghitungan lokasi titik nol ke lokasi lain. Termasuk juga ke wilayah seberang (Jembatan Ampera), tapi banyak yang tidak tahu,” tutur Sulaiman.

Menurut Sulaiman, Titik Nol Kilometer Palembang bisa menjadi destinasi wisata potensial ke depannya. Untuk itu, Dinas Pariwisata akan mengumpulkan sejarawan, budayawan, dan OPD terkait untuk memastikan lokasi tepat titik nol, kemudian mendirikan tugu penanda yang lebih kentara di sana.

“Kita akan bangun semacam tugu penanda titik nol Palembang supaya masyarakat tahu titiknya. Nanti kita akan teliti dulu bersama sejarawan, budayawan, dan OPD terkait untuk menentukan lokasinya,” jelasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Bahagia Itu Sederhana, Cukup Berenang di Kolam Taman Sejarah Bandung



Bandung

Bahagia itu sederhana. Bagi anak-anak, mereka cukup berenang di kolam air Taman Sejarah di Bandung. Seperti apa keseruannya?

Keramaian anak-anak terpantau di salah satu taman tematik milik pemerintah kota Bandung, yakni Taman Sejarah Wiranatakusumah pada Sabtu (27/4) sore.

Sejumlah anak-anak asyik bermain air di kolam yang ada di taman itu. Ada yang berlari-lari, meloncat-loncat dan ada yang merendam tubuhnya di kolam itu.


Di samping keceriaan anak-anak itu, sejumlah orang tua nampak memantau kegiatan anak-anaknya di pinggir kolam. Ada yang duduk di kursi taman, ada juga yang duduk di batu-batu berbentuk kursi yang ada di taman itu.

Tak hanya itu, ada juga warga yang membuka bekal makanannya dan makan dengan suasana rindang taman ini. ada juga warga yang asyik berswafoto dan bersenda gurau di taman yang dibangun di era Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada 4 Februari 2017 silam.

Meski suasananya sama, ada yang berbeda di taman ini, yakni pengunjungnya tak seramai dulu dan dari empat kolam yang ada di taman ini, hanya tiga kolam yang dapat digunakan. Selain itu, volume airnya tidak penuh, hanya mencapai mata kaki hingga betis kaki anak.

Tak hanya saat ini, kondisi ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Apalagi di kala COVID-19, taman ini sempat ditutup dan tidak boleh dikunjungi warga.

“Suasananya nyaman, cuman anak kurang puas, airnya sedikit,” kata Nani warga Cimahi.

Taman Sejarah BandungTaman Sejarah Bandung Foto: Fitroh Rara Azzahro

Nani menyebut, sebelum pandemi COVID-19 dia juga pernah berkunjung ke Taman Sejarah bersama anak dan cucunya. Meski suasananya nyaman, namun kunjungannya tak seramai dulu.

“Iya betul, pengunjungnya tak seramai dulu, nggak tahu kenapa, mungkin karena pernah ditutup dulu ya, jadi tahunya warga jika taman masih ini ditutup,” tuturnya

Nani mengaku senang, karena melihat cucunya bisa bermain bahagia bersama saudara-saudaranya, bermain di Taman Sejarah.

“Anak-anak tetap senang kok, apalagi airnya penuh dan pengunjungnya banyak,” tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan Wawan, warga Buahbatu Bandung itu mengaku, datang ke Taman Sejarah demi menikmati wisata gratis.

“Iya karena gratis, jadi saya datang bareng anak dan istri ke sini, di mana lagi tempat main gratis kalau bukan di sini,” ujar Wawan.

Wawan mengaku, kedatangannya ke Taman Sejarah bukan yang pertama kali, melainkan sering. Bahkan dia juga masih ingat, ketika taman ini baru diresmikan Ridwan Kamil, kunjungannya cukup banyak.

“Ya dulu, pas anak pertama saya masih umur enam tahunan, pernah diajak main ke sini, sampai pengunjungnya mencapai ratusan orang,” ujar Wawan.

“Gimana ya, terlalu banyak nggak nyaman, sedikit juga enggak ramai,” tambahnya.

Meski demikian, Wawan mengaku jika dia dan keluarganya terhibur bermain ke taman ini. “Oke-oke aja sih kalau dari saya, tempat udah nyaman, tinggal ramainya saja yang belum,” pungkasnya.

Selain kolam air, spot favorit yang ada di taman ini yakni kursi-kursi taman dan pelataran taman. Tak jarang pengunjung yang datang ke taman ini hanya sekadar nongkrong dan menikmati sejuknya suasana taman ini.

Taman Sejarah BandungTaman Sejarah Bandung Foto: Fitroh Rara Azzahro

Meski cuaca panas, taman ini tetap sejuk karena dikelilingi banyak pohon-pohon besar. Pohon-pohon itulah menjadi kelebihan di taman ini, karena tidak setiap tempat di pusat Kota Bandung ditumbuhi banyak pepohonan.

Tak hanya duduk di kursi taman, pengunjung juga bisa mengetahui sejarah Kota Bandung dengan melihat dinding yang memiliki relif berwarna cokelat di sebelah Gedung Bapelitbang.

Pengunjung juga bisa berswafoto di diorama kaca yang berisikan gambar mantan-mantan wali kota Bandung sekaligus sejarah yang ditulis dioramanya.

Seperti diketahui, taman ini merupakan sarana edukasi bagai para pengunjung yang berkunjung ke Taman Sejarah Wiranatakusimah.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com