Category Archives: Domestik

Ternyata Bekas Kuil yang Dirobohkan



Medan

Draco Waterpark sudah lama terbengkalai. Dulu, wahana air di Medan ini pernah populer pada tahun 2013. Namun sekarang, berubah jadi terbengkalai dan angker.

Wahana Draco Waterpark ini berlokasi di Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia, Medan. Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya tersisa semak belukar di balik gedung eks Hermes Plaza. Tidak ada puing-puing sisa bangunan waterpark tersebut.

Desas-desus cerita mistis eks Draco Waterpark ramai beredar di masyarakat. Konon, waterpark ini sempat memakan korban seorang pegawai yang meninggal akibat kecelakaan kerja di sana.


“Udah tutup lah sekitar lima tahunan lebih lagi. Dulu itu ada yang meninggal pegawai di situ gara-gara mau menyelamatkan kalung pengunjung, dia yang merasa bertanggung jawab namun dia tersedot mesin pembuat gelombang. Dari situ mulai berkurang pengunjung di situ,” ungkap warga setempat Amel, Kamis (18/7/2024).

Warga setempat menilai waterpark tersebut menjadi angker lantaran dahulu ada kuil umat Hindu yang dirobohkan di sekitar bangunan Hermes Plaza.

“Dulu ada kuil yang dirobohkan dekat parkiran belakang Hermes, katanya ada juga yang bilang gara-gara dirobohkan itu jadi angker wahananya itu,” ujarnya.

Beberapa warga menyebut pernah mendengar pengalaman mistis seperti mendengar suara-suara aneh dan juga penampakan misterius.

“Ada yang pernah dengar suara aneh samar-samar terus ada yang pernah lihat bayangan yang buat takut pengunjung,” kata Amel.

Kenangan Indah Warga Medan di Draco Waterpark

Namun begitu, banyak warga Medan yang memiliki kenangan indah saat berkunjung ke Draco Waterpark.

“Dulu pernah masuk waktu tahun 2012-an, seru sekali ajak anak-anak main wahana tapi ya harga lumayan ya Rp 100 ribuan per orang. Jadi paling cuma sekali dua kali lah ke sana,” kata warga Medan, Indah mengenang momen tersebut.

Sementara itu, sejarawan Azis Rizky Lubis mengakui bahwa benar adanya kuil yang dirobohkan dalam pembangunan Draco Waterpark ini. Tak hanya itu, tragedi meninggalnya pegawai di Draco Waterpark ini turut membuat masyarakat enggan untuk berkunjung ke wahana tersebut.

“Robohnya kuil itu kemungkinan penyuaraan masyarakat hindu tidak terlalu ditanggapi serius padahal begitu banyak masyarakat etnis Hindu yang bermukim di situ. Kalau ada kaitannya mistis dengan kuil yang dirobohkan juga beredar di masyarakat. Apalagi dengan adanya kasus meninggal pegawai di sana membuat penurunan pengunjung,” kata Azis.

Tak hanya waterpark, Azis menyebut banyak kasus-kasus mistis yang terjadi di Hermes Plaza.

“Suasana mencekam ini tak hanya di wahana airnya saja tapi misalnya dari arena permainan di malnya yang sempat mencekam, jadi ya terdengar angker dari tanggapan masyarakat begitu,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Tua Al Mubarok, Berumur Ratusan Tahun, Tempat Sejuk buat Karyawan Jaksel



Jakarta

Di Jakarta Selatan terdapat salah satu masjid yang berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan. Masjid Tua Al Mubarok.

Masjid itu berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Dari sejarahnya, masjid tersebut merupakan peninggalan dari Syekh Arkanuddin atau Pangeran Adipati Awangga yang memiliki gelar Pangeran Kuningan yang berasal dari Cirebon.

Di masjid itu terdapat sebuah prasasti yang memastikan usia bangunan tersebut. Di sana tertulis masjid tersebut dibangun pada 1527.


Tahun tersebut bukan merujuk kepada bangunan mushola yang didirikan oleh Pangeran Kuningan bersama pasukannya, yang saat itu menempati kawasan tersebut. Tetapi, tahun itu merupakan pembangunan Masjid Tua Al Mubarok oleh warga di sekitar masjid. Lokasinya pas di mushala Pangeran Kuningan.

Musala yang dibangun Pangeran Kuningan dan pasukannya itu

Bendahara Masjid Tua Al Mubarok, Budi Raharjo, menceritakan kepada detikTravel, Jumat (19/7/2024) ada hal menarik dari pembangunan awal masjid tersebut, yakni berasal dari sebuah mimpi.

Konon, masjid yang dibangun oleh Pangeran Kuningan itu hanya terbuat dari kayu dan begitu sederhana.

“Nyi Imeh itu mimpi, dulu masjid ini terkenal dengan nama Masjid Rusak karena ya udah nggak terurus gitu. Di Masjid Rusak itu banyak orang datang pake jubah, pake pakaian putih ini dalam mimpinya, dia ngeliat banyak yang sembahyang di sini, itu akhirnya ngomong sama keluarga atau masyarakat di sini akhirnya dibangun lah masjid lagi,” kata Budi.

Masjid itu dibangun pada 1850 oleh Guru Simin dan Guru Jabir. Seiring berjalannya waktu, masjid itu kembali dimakan oleh zaman, sekiranya tahun 1915. Masjid Rusak kembali mengalami renovasi karena kala itu bangunannya masih terbuat dari kayu.

“Akhirnya di tahun 1925 itu digunakan sholat berjamaah rame-rame, kalau dulu kan mungkin hanya terbatas. Nah di tahun itu bangun untuk orang-orang banyak lah,” sambungnya.

Budi juga menerangkan kala pembangunan masjid pada 1925, bangunan masih kayu meskipun jamaah sudah banyak. Dan, secara terus menerus bangunan ini selalu diperbaiki oleh masyarakat.

Masjid Tua Al Mubarok berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Masjid ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan.Masjid Tua Al Mubarok berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Masjid ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan. (Muhammad Lugas Pribady)

Barulah di tahun 1996 bangunan masjid diperbaiki dan menggunakan beton hingga bisa berdiri hingga saat ini. Pembangunan tersebut dikatakan oleh Budi atas inisiasi pengurus masjid kala itu di antaranya adalah Haji Wardi.

“1925 yang dibangun sama guru itu ya masjid dari kayu aja tapi besar, nah dari kayu pun itu udah berubah-ubah kan mulai dari zamannya siapa diperbaiki. Jadilah pengurus terakhir itu zamannya Haji Wardi dibangunlah masjid ini, ya sampai sekarang,” kata dia.

“Dari zaman dulu posisinya di sini zaman dulu nggak berubah titiknya di sini,” ujar Budi.

Kini, peninggalan lawas masjid itu tidak banyak lagi. Budi mengatakan satu barang yang tersisa hanya jam yang berada di dekat mimbar. namun ia juga tak yakin jam tersebut berada di dalam masjid sejak tahun berapa.

Makam Pangeran Kuningan

Selain membahas tentang perjalanan Masjid Tua Al Mubarok, Budi juga menjelaskan kenapa nama wilayah ini Kuningan adalah untuk mengenang Pangeran Kuningan yang berada di kawasan ini dari 1527 hingga meninggal pada 1579. Budi juga menjelaskan letak makam yang letaknya bukan di area masjid.

“Meninggalnya itu 1579 kalau dia datang 1527, dia meninggal dan sekarang makamnya ada di (area perkantoran) Telkom,” sebut dirinya.

detikTravel pun penasaran dengan keberadaan makam sang pangeran yang berada di tengah perkantoran. Merujuk cerita dari Budi dan informasi dar penjaga, Makam Pangeran Kuninganberada di dekat lobi gedung dan dekat dengan sebuah mini market.

Dengan sejarah yang membersamai masjid ini jadi cerita sendiri bagi para jemaah. Selain sebagai tempat beribadah, tempat ini juga kerap dipakai untuk tempat istirahat para karyawan-karyawan di sela pekerjaan mereka.

Suasana yang rindang dan sejuk menjadi idaman di tengah-tengah panas matahari dan bisingnya jalanan Ibu Kota. Masjid Tua Al Mubarok dan makam Pangeran Kuningan oleh pemerintah daerah telah ditetapkan sebagai Monumen Ordonansi No 238 tahun 1931 melalui Lembaran Daerah No 60 tahun 1972 dan juga menjadi situs sejarah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Situlembang, Destinasi Sejuk dan Asri di Jakpus



Jakarta

Taman kota bisa menjadi pilihan traveler untuk menghabiskan waktu bersama orang tercinta atau menyendiri untuk mengusir penat. Taman Situlembang di Jakarta Selatan memberikan momen tersebut.

Tak perlu mengeluarkan kocek besar, cukup dengan membeli makanan dan minuman di pinggir taman atau bahkan membawa perbekalan dari rumah, traveler sudah bisa menikmati sejuknya udara Jakarta. detikTravel pun berkunjung tepat saat sore tiba, Jumat (19/7/2024).

Saat tiba di taman, atraksi air mancur pun langsung menyambut, beruntung karena air mancur di tengah danau itu tak selalu beroperasi. Menurut petugas yang berjaga air mancur akan beroperasi dua jam sekali.


Benar saja tak lama berselang, air mancur pun terhenti. Sedikit mencari keringat dengan berkeliling beberapa kali mengitari taman yang kurang lebih 14.700 meter persegi ini cukup membuat nafas terengah-engah, selagi berjalan banyak masyarakat yang duduk santai di setiap area taman.

Duduk di pinggir danau pun menjadi spot yang menyenangkan bagi masyarakat, belum lagi terdapat kawanan bebek yang tengah berenang. Tapi hati-hati juga karena terdapat dua soang yang kerap ‘iseng’ mengejar pengunjung.

Pengunjung yang menjadi sasaran angsa itu adalah Liora dan Sheila. Sempat ketakutan mereka pun akhirnya tenang setelah soang-soang itu pergi. Kedua sahabat tersebut datang dari Depok ke Taman Situlembang memang untuk menikmati sore.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Waktu itu sih ngeliat di Instagram ada postingan taman ini viral terus kan saya sendiri juga suak taman jadi pengen lihat ke sini. Kita di sini dari jam setengah empat sih, suasananya enak nyaman karena di dalam perumahan juga sih,” katanya.

Selain cocok untuk duduk-duduk santai menghadap danau, suasana sejuk nan rimbun juga tercipta karena banyaknya pepohonan yang ada di Taman Situlembang. Berbagai pohon ada di taman ini seperti mahoni, buni, beringin, tabebuya, angsa hingga tanjung dan bunga-bunga indah yang ditanam di sisi danau.

Terlihat keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain di area taman, ada yang bermain dengan bebek hingga bermain di wahana anak seperti perosotan dan ayunan. Novian salah satu yang mengajak keluarganya untuk berkunjung ke Taman Situlembang.

Baginya berkunjung ke sini jika sore maupun pagi adalah waktu yang tepat untuk menikmati hari, belum lagi momen bersama keluarga bisa lebih seru ketika berkunjung ke taman.

“Kalau main di sini nyaman sih sejuk apalagi kalau pagi dan sore itu suasananya dapet sih untuk kita duduk-duduk santai bareng keluarga. Saya dari Matraman sengaja untuk datang ke sini karena untuk main-main sama keluarga atau kumpul-kumpul bareng kan enak di sini,” kata Novian sambil menggendong anaknya.

Momen nyaman pun dirasakan oleh Ahmad, duduk-duduk santai di sore hari dengan minuman dingin yang ia pesan adalah kenikmatan yang tak bisa dibeli. Bersama kedua temannya ia datang dari Kwitang untuk sekadar nongkrong menikmati matahari terbenam.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Datang ke sini udah sering sih buat nongkrong, di sini tuh udaranya seger, adem, terus banyak pohon. Biasanya di sini dari jam empat sampe sebelum Maghrib, ya gini aja nongkrong sambil ngopi,” katanya.

Taman Situ Lembaga ini menjadi tempat yang murah meriah juga mudah dicapai oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri tanpa harus mengeluarkan kocek tinggi. Setiap harinya banyak masyarakat yang datang ke Taman Situlembang ini terutama di pagi dan sore hari, masyarakat juga bisa datang ke sini setiap harinya mulai dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Tempat Camping di Cibodas, Suguhkan Pemandangan Indah dan Udara yang Sejuk



Jakarta

Cibodas menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak disukai. Alam yang indah dan juga sejuk membuat wisatawan betah belama-lama di kawasan ini.

Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan di Cibodas adalah berkemah. Ada beberapa kawasan Cibodas yang menyediakan area berkemah dengan fasilitas yang cukup lengkap.

Tempat Camping di Cibodas

Beberapa tempat camping di Cibodas di antaranya yaitu Bumi Perkemahan Mandalawangi, Bukit Golf Cibodas, Bumi Perkemahan Mandala Kitri, serta Glamping Cibodas. Berikut informasinya.


1. Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas

Bumi Perkemahan MandalawangiBumi Perkemahan Mandalawangi Foto: Luthfi Hafidz/detikcom

Lokasi:

Komplek Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gerbang area perkemahan terletak tepat di samping Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Harga tiket:

  • Camping: Rp 27.500/orang/malam
  • Kunjungan: Rp 13.500/orang
  • Paket camping: Rp 195.000-295.000/orang/malam.

Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas berada di area yang asri dan sejuk di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Wisatawan bisa camping di area pinggir sungai dengan pepohonan yang indah.

Pengunjung dapat menyusuri sungai atau langsung menuju ke area Danau Mandalawangi yang menyejukkan. Untuk camping, wisatawan bisa menyewa peralatan camping di sini, jadi, tidak perlu membawa peralatan tersebut dari rumah.

Di area perkemahan, wisatawan akan menemukan patung komodo raksasa dengan mulut yang terbuka. Patung ini merupakan terowongan untuk masuk ke area perkemahan. Bagi wisatawan yang suka rintangan, ada jungle track dan fasilitas high rope seperti flying fox, lintas tali pohon, lintas danau, dan juga spider net.

2. Bukit Golf Cibodas

Bukit Golf CibodasBukit Golf Cibodas Foto: (Yulianto Adi/d’travelers)

Lokasi:

Jl. Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tepatnya berada di sebelah kiri barat atau pintu keluar dari Kebun Raya Cibodas dan berada di sebelah Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Harga tiket: .

  • Camping di padang rumput hijau: Rp 35.000/orang untuk kegiatan camping 24 jam
  • Paket Camping meliputi booking tiket, peralatan hingga makan: Mulai dari Rp 195.000- Rp 295.000.

Sama seperti Mandalawangi Cibodas, Bukit Golf Cibodas berada tepat di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Luasnya mencapai 40 hektar dengan pemandangan padang rumput dan pohon hijau yang rimbun.

Saking luasnya, Bukit Golf Cibodas bisa menampung peserta hingga 10.000 orang. Selain sejuk dan memiliki pemandangan indah, tempat camping di Cibodas ini dilengkapi area parkir dan toilet untuk banyak orang.

3. Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas

Lokasi: Jalan Kebun Raya Cibodas Km. 7, Cipanas, Cimacan, Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Harga tiket untuk berkemah: Rp 21.000/orang (Weekday) dan Rp 25.000/orang (Weekend).

Bumi Perkemahan Mandala Kitri Scout Camp Cibodas memiliki area yang sangat luas. Total luas tempat camping di Cibodas ini mencapai 5 hektar, dengan daya tampung mencapai tiga ribu orang.

Berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango da Kebun Raya Cibodas, Mandala Kitri Scout Camp Cibodas menyuguhkan panorama indah dan suasana yang sejuk. Tempat ini cocok untuk healing dan relaksasi bersama keluarga, teman dekat, atau kolega di kantor.

Di sini, ada beberapa penyewaan tenda dengan kapasitas 4 orang hingga 8-10 orang, extra bed, matras, sleeping bag, hingga terpal. Ada juga paket api unggun untuk sekolah yang mau mengadakan kegiatan di area ini.

4. Glamping Cibodas

Lokasi: Bumi Perkemahan, Mandalawangi, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Harga tiket: Rp 500.000 per malam (minimal 3 orang).

Pengunjung Glamping Cibodas akan menikmati wisata camping mewah, layaknya yang ada di hotel berkelas. Tentunya, pengunjung glamour camping tetap bisa merasakan pesona alam bebas dan hawa sejuk.

Tak heran jika tempat camping di Cibodas ini menjadi pilihan utama untuk relaksasi dan mempererat hubungan dengan orang terdekat. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh tempat tidur, televisi, water heater, dapur umum, hingga dapur umum. Kawasan ini juga mempunyai kebun strawberry yang buahnya bisa dipetik oleh wisatawan.

Itulah 4 tempat camping di Cibodas dengan yang menyuguhkan keindahan alam dan suasana yang sejuk. Informasi ini didapatkan dari berbagai website wisata. Informasi harga mungkin bisa berubah. Jadi kamu bisa mengecek website atau menghubungi contact person di setiap wisata untuk mengetahui harga terupdatenya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan, Secangkir Kopi dan Gorengan di Taman Ayodya



Jakarta

Sore hari selepas beraktivitas seharian, duduk santai menatap pepohonan nan hijau menjadi nikmat tersendiri. Tidak perlu pergi jauh, nyamannya duduk-duduk di Taman Ayodya.

Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito berada di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk memasukinya, traveler tak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Cukup Rp 2.000 untuk bayar parkir dan membeli jajanan yang dijual di pinggiran taman.

Petugas keamanan Taman Ayodya, Burhanudin, mengatakan tak perlu uang besar untuk nongkrong dan bersantai-santai di taman ini. Traveler hanya cukup dengan gorengan dan segelas kopi atau minuman segar sebagai pendampingnya.


“Nongkrong di sini mah nggak perlu mahal-mahal, cukup kopi sama gorengan aja udah pas,” kata dia saat dijumpai detikTravel, Selasa (23/7/2024).

Taman yang kurang lebih luasnya 8.000 meter persegi ini di tengahnya terdapat kolam dengan air mancur yang beroperasi setiap dua jam sekali, mulai dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Di pinggiran kolam juga kerap dijadikan spot untuk anak-anak memberi makan ikan.

Burhanudin juga menyampaikan perbedaan Taman Ayodia dan taman lainnya di Jakarta, jika taman yang lain ramai pengunjung saat pagi dan sore, maka Taman Ayodia akan ramai ketika sore dan malam. Walaupun sebetulnya jam operasional taman ini mulai dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi biasanya pengunjung nongkrong hingga jam 21.00 WIB.

Hal tersebut salah satunya karena dekat dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Burhanudin pun beberapa waktu ke belakang kerap memberitahu bahwa waktu berkunjung ke taman sudah usai, namun pemberitahuan itu tidak mempan.

Pada akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung yang ingin menikmati Taman Ayodia ini untuk tertib dan tidak melanggar aturan yang sudah tertera. Dan untungnya selama ia berjaga di sini, pengunjung yang datang ke taman hingga malam hari selalu mematuhi peraturan taman.

“Jadi pengunjung-pengunjung lama kita juga udah saling memahami gitu tertib,” ujarnya.

Banyaknya bangku-bangku juga membuat taman ini cocok dinikmati untuk bersantai-santai, adapun pengunjung yang duduk di rerumputan atau beton pinggir kolam. Cuaca sore hari yang terik mataharinya sudah redup membuat nongkrong di Taman Ayodia semakin sejuk.

Selain pengunjung anak muda, keluarga yang mengajak anaknya bermain ke Taman Ayodia pun cukup banyak. Di antaranya Puput, ia bersama suami dan anaknya memilih menikmati sore di taman ini karena suasana yang asri.

“Sering juga ke sini tapi sekarang kebetulan lagi ngajak anak main, kayak lebih seru aja buat ke taman dibanding ke tempat-tempat lain dan suasananya juga asri masih banyak pohon,” kata dia.

“Mungkin harus ditambah lagi kaya tempat bermain anak karena sekarang anak-anak yang nyari tempat bermain ke taman, bisa buat edukasi juga,” dia menambahkan.

Memang di Taman Ayodia ini tak ada wahana bermain untuk anak-anak, fasilitas yang ada di taman ini yakni beberapa alat kebugaran. Taman Ayodia juga cocok untuk olahraga sore ataupun pagi karena selain terdapat beberapa alat kebugaran juga ada track untuk jogging atau jalan santai.

Jika perut keroncongan pun tak perlu khawatir untuk mencari cemilan atau makanan berat sekaligus karena sekitaran Jalan Barito ini terkenal dengan sentra kuliner hits, ada ketan susu, nasi telur hingga sate taichan bisa jadi pilihannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Terancam Punah, Punya Kembaran di Meksiko



Yogyakarta

Gumuk Pasir Parangtritis terancam punah karena terus mengalami penyusutan. Destinasi seperti gumuk pasir ini cuma ada 2 di dunia. Satu lagi ada di Meksiko.

Gumuk Pasir Parangtritis ternyata cukup langka, karena tipe yang sejenis itu cuma ada dua di dunia. Namun gumuk pasir itu kini terancam punah. Luasannya kini tinggal tersisa 17 hektar saja.

General Manager Badan Pengelola Geopark Jogja, Dihin Abrijanto menerangkan upaya konservasi terhadap gumuk pasir sedang dilakukan. Dia menyebut pada 1976 area gumuk pasir tercatat seluas 417 hektare dan kini hanya tersisa 17 hektare.


“Sekarang kita kerja sama dengan pengelola kita sedang proses menyusun percepatan konservasi gumuk pasir karena gumuk pasir Parangtritis istimewa, karena tipe barchan hanya ada dua di dunia, DIY dan Meksiko,” kata Dihin saat ditemui di Situs Gunung Gamping, Sleman, Senin (22/7/2024).

Dihin menerangkan pada masa 1976 silam, tinggi gumuk pasir Parangtritis mencapai 30 meter. Dia menduga menyusutkan kawasan gumuk pasir ini karena keberadaan jip wisata dan kendaraan ATV, permukiman, los usaha hingga kesalahan pengelolaan kebijakan era terdahulu.

Dia menyebut jika tidak segera melakukan konservasi, maka lahan gumuk pasir itu bakal hilang. Pihaknya pun menggandeng pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan kajian akademis.

“Dari UGM mengatakan kalau gumuk pasir didiamkan atas kondisi saat ini, maka 20 tahun lagi kita tidak punya gumuk pasir, tinggal cerita akan hilang. Hilang untuk permukiman, lalu vegetasi, dan kegiatan wisata berupa jip dan ATV,” ujarnya.

Dihin menerangkan karakter gumuk pasir berupa lahan yang gersang, kering, dan banyak angin. Namun, aktivitas wisata itu dinilai membuatnya sulit terbentuk gumuk pasir.

“Aktivitas jip bisa sampai pinggir pantai itu membuat tambah padat. Tipe barchan itu terbentuk karena arah angin, kalau dibiarkan tanpa penghalang akan membentuk bulan sabit, tapi tidak akan terbentuk selama ada kendaraan lewat situ. Mau terbentuk kelindes,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan gumuk pasir Parangtritis juga dinilai unik. Sebab, material pasir itu ternyata berasal dari Gunung Merapi yang terbawa aliran sungai hingga akhirnya bermuara di pantai selatan.

“Buktinya bahwa semua material gumuk pasir itu asalnya dari perut Merapi dan sampai hari ini proses geologinya masih terbentuk, masih berjalan. Sejak zaman Pangeran Mangkubumi atau Sultan HB I poros Merapi gumuk pasir selalu diuri-uri dengan labuhan Merapi dan Parangkusumo,” jelas dia.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pemandian Air Panas Ciwalini, Kehangatan di Kebun Teh yang Dingin



Kabupaten Bandung

Terletak di tengah perkebunan teh, Pemandian Air Panas Ciwalini memberikan secercah kehangatan di tengah dinginnya udara pegunungan.

Bagi Anda yang hobi traveling ke wilayah Bandung Selatan, Anda bakal tahu pemandian air panas ini di mana? Ya, Pemandian Air Panas Ciwalini, Rancabali namanya.

Pemandian air panas ini, menjadi pemandian tertua di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung setelah Kolam Pemandian Air Panas Cimanggu tutup selama empat tahun lebih.


Humas Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman Rubiana mengatakan 31 tahun sudah pemandian air panas ini berdiri. Menurutnya, pemandian dengan latar pemandangan gunung Patuha ini didirikan sejak tahun 1993 lalu.

“Tahun 1993 didirikan oleh Herman Rusmana seorang Administratur PTPN VIII Rancabali,” kata Herman saat berbincang akhir pekan lalu.

Pemandian air panas CiwaliniPemandian air panas Ciwalini Foto: Wisma Putra/detikJabar

Herman mengatakan, sebelum dikomersilkan, pemandian air panas ini kerap digunakan oleh pimpinan-pimpinan PTPN VIII yang berkantor di Rancabali atau sedang berkunjung ke Rancabali. Selain kolam, di pemandian air panas ini juga dilengkapi vila.

“Dulu vila yang dibangun di sini digunakan untuk gegeden kebun atau atasan perkebunan, setelah ramai baru dikomersilkan, juga ditambah empat cotage,” ungkapnya.

Menurutnya karena produktivitas dan harga teh Ciwalini sedang bagus, pemandian air panas itu tidak setiap hari buka karena pada masa itu, pemandian air panas ini menjadi usaha sampingan.

“Dulu jadwal buka Rabu-Kamis dan Sabtu-Minggu, Senin-Selasa dan Jumat tutup. Ini sampingan, karena waktu itu produktivitas dan harga teh sedang bagus. Kebetulan ada sumber air panas di kawasan kebun teh dan dijadikan kolam renang,” jelasnya.

Menurut Herman, sumber air panas yang ada di kawasan perkebunan teh Ciwalini ini tidak hanya satu. Melainkan banyak dan sumber air panas itu dialirkan ke pemandian air panas tersebut.

“Ada empat sumber air panas, yakni Ciengang, Citambaga, Citambeleg dan Kampung,” ujarnya.

Herman mengatakan, selain digunakan untuk mengairi pemandian air panas ini, sumber air panas itu juga digunakan oleh warga sekitar.

“Untuk sumber air panas Kampung digunakan untuk ke sini dan warga Ciwalini,” ucapnya.

Disinggung terkait kunci agar pengunjung balik lagi ke Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman sebut, kebersihan kolam menjadi hal yang utama.

“Eksis kebersihannya, tidak sirkulasi, dari sumber ke kolam lalu dibuang, kalau di Ciater dari atas turun ke bawah, baru ditarik lagi, kalau di sini air lewat saja,” ujarnya.

“Air diganti setiap hari, keramik dibersihkan untuk menghilangkan lumut, seminggu dua kali di Hari Selasa dan Jumat,” tambahnya.

Herman menambahkan, awalnya pemandian air panas ini berdiri di lahan sekitar 2 hektar, namun seiring waktu berjalan ditambah dengan kawasan cotage 1,6 hektare dan seluruhnya menjadi 3,6 hektar.

Sekedar informasi, untuk harga tiket perorangan Rp 40 ribu, hari biasa dan weekend harga tiket sama. Untuk bus Rp 30 ribu, mobil kecil Rp 15 ribu dan motor Rp 8 ribuan. Sementara itu, kapasitas pengunjung mencapai 3-4 ribu.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Misteri Situs Keramat Depok



Ciamis

Situs Keramat Depok yang berada di Ciamis menyimpan kisah misteri. Ada pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh warga. Seperti apa?

Situs yang berada di desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis itu konon merupakan salah satu petilasan Prabu Kian Santang.

Di tempat ini, Prabu Kian Santang (anak Prabu Siliwangi) bertemu dengan gurunya Ki Ajar Taji atau dikenal juga Prabu Taji Malela.


Juru Pelihara Situs Keramat Depok Dodi Supriadi pun menceritakan sejumlah cerita mitos hingga misteri yang menyelimuti petilasan tersebut.

Menurut cerita yang berkembang, keberadaan situs tersebut menjadi pelindung bagi warga Sukamaju pada masa pemberontakan.

Menurutnya, wilayah Sukamaju yang dulunya bernama Cibaruyan menjadi tidak terlihat oleh para pemberontak. Hal ini membuat masyarakat pun menjadi aman.

Di zaman dulu, konon lokasi tersebut adalah sebuah padepokan dan tempat berkumpulnya para jawara.

“Keramat Depok ini kan asalnya dari padepokan. Banyak yang berguru ke sini dari berbagai wilayah, makanya di sini banyak makan yang tidak dikenal. Tempat ini dilindungi oleh pohon-pohon besar,” ujar Dodi, Sabtu (20/7) lalu.

Lokasi Situs Keramat Depok di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.Lokasi Situs Keramat Depok di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Dodi menjelaskan di area keramat tersebut dulunya terdapat sebuah sumur yang kerap dipakai untuk turun mandi anak yang akan dikhitan.

“Dulu suka dipakai tempat turun mandi untuk anak laki-laki yang akan disunat,” ucapnya.

Namun sekarang, sumur tersebut kini sudah menjadi sawah. Di tempat ini, terdapat sekelumit mitos dan misteri yang berkembang di masyarakat.

Pantang Menebang Pohon

Warga atau siapa saja tidak boleh menebang atau mengambil pohon yang ada di lokasi tersebut. Apabila melakukan hal tersebut, konon mitosnya orang itu akan mendapat malapetaka bahkan meninggal dunia.

“Dulu pernah ada yang menebang pohon di sini. Kemudian yang ngambil dan yang menjualnya meninggal,” ungkapnya.

Tak heran jika pohon yang ada di lokasi tersebut dibiarkan tumbuh lebat supaya tetap lestari. Tak sedikit juga orang yang datang dari beberapa wilayah ke Situs Keramat Depok untuk melakukan ziarah atau tawasul.

Banyak Dikunjungi Peziarah

Namun ada juga beberapa di antara peziarah yang memang datang untuk memiliki tujuan tertentu. Namun hakikatnya, menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah SWT.

“Ada warga kota, mengaku tertipu Rp 300 juta. Kemudian mendapat petunjuk ke sini, malam Jumat sekitar pukul 02.00 WIB, alhamdulillah. Kemudian ada tukang jualan pakaian yang digendong, lalu bertawasul di sini. Yang dulunya jualan pakaian di gendong sekarang punya ruko,” jelasnya.

Dodi menjelaskan, untuk memasuki lokasi Situs Keramat Depok ini, peziarah sebaiknya berwudhu terlebih dulu di depan pintu gerbang yang telah disediakan. Hal ini dilakukan sebagai sebuah adab ketika memasuki rumah orang lain.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Paket Wisata di Pulau Seribu



Jakarta

Berencana untuk menghabiskan waktu luang bersama keluarga atau sahabat ke tempat indah tapi juga dekat dari Jakarta? Tenang, Pulau Seribu bisa jadi pilihan untuk menikmati pesona alam dan juga lautan yang indah.

Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, kurang lebihnya sekitar dua jam, traveler bisa menyentuh keindahan laut di seberang Jakarta ini. Terdapat beberapa pulau indah yang bisa dikunjungi, pastinya sebelum pergi melancong ke Pulau Seribu, kamu sudah tentukan pulau mana yang akan dituju.

Dari informasi yang tertera pada laman pemasaran resmi paket Pulau Seribu, ada beberapa paket wisata yang bisa kamu nikmati untuk menikmati pulau-pulau tersebut. Beberapa pulau yang bisa dijadikan pilihan di antaranya Pulau Lumba-lumba, Pulau Macan, Pulau Bidadari, Pulau Tidung, Pulau Harapan, dan masih banyak pilihan lainnya.


1. Pulau Macan

Pulau Macan ini merupakan pulau dengan konsep eco resort, pengunjung yang datang ke sini akan merasakan pengalaman yang berbeda seperti tengah berada di kawasan konservasi.

Pulau Macan memiliki dua pulau yang bisa dijelajahi, yakni Pulau Macan Besar yang dipakai sebagai pulau utama dan Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul.

Untuk bisa menjelajahi dan menikmati pulau ini terdapat beberapa paket wisata yang ditawarkan.

– 1 Day Tour : Rp 950.000

Dalam paket ini sudah mendapatkan fasilitas seperti tiket pulang-pergi dari Dermaga Marina Ancol ke Pulau Macan, kemudian minuman, satu kali makan siang dan juga rekreasi snorkeling ataupun kayak.

Untuk pengunjung yang ingin merasakan keindahan pulau dengan durasi yang lama, paket wisata bermalam di pulau ini juga bervariasi. Mulai dari dua hari satu malam hingga sepuluh hari sembilan malam.

– 2 Day 1 Night untuk anak-anak dan dewasa

Ocean Fort : Rp 2.400.000 (anak-anak) – Rp 2.857.000 (dewasa)

Ocean View : Rp 2.200.000 (anak-anak) – Rp 2.500.000 (dewasa)

– 10 Day 9 Night untuk anak-anak dan dewasa

Ocean Fort : Rp 15.200.000 (anak-anak) – Rp 19.313.000 (dewasa)

Ocean View : Rp 13.400.00 (anak-anak) – Rp 16.100.000 (dewasa)

Paket menginap tersebut sudah termasuk seperti tiket masuk kawasan Ancol (kendaraan dan orang), tiket pulang-pergi dari Dermaga Pulau Marina ke Pulau Macan, minuman dan snack, akomodasi cottage sesuai tipe, makan empat kali, satu kali snack di sore hari, dan rekreasi snorkeling, kayak, dan tenis meja.

2. Pulau Bidadari

Pulau ini memiliki daya tarik tersendiri di komplek Pulau Seribu, selain keindahan alamnya yang bagus, Pulau Bidadari juga memiliki wisata sejarahnya.

Terdapat Benteng Martello yang dibangun sekitar abad ke-19, walaupun benteng ini hanya tinggal menyisakan puing-puingnya saja tetapi jadi pengalaman baru ketika berkunjung ke pulau ini.

– 1 Day Tour : Rp 550.000

Paket ini sudah termasuk tiket masuk kawasan Ancol (kendaraan dan orang), tiket pulang-pergi dari Dermaga Marina Ancol – Pulau Bidadari, welcome drink, satu kali makan siang, juga mendapatkan afternoon coffee dan teh.

Untuk paket menginap di pulau ini menyesuaikan dengan kapasitas kamar, dari kapasitas 2 orang hingga 23 orang dengan durasi tinggal 2 Day 1 Night. Tinggal sesuaikan saja dengan siapa pengunjung akan datang ke pulau ini.

– Deluxe 2-3 orang
Weekday : Rp 1.315.000 dan Rp 1.250.000 (extra person)
Weekend : Rp 1. 450.000 dan Rp 1.250.000 (extra person)
– Executive 2-3 orang
Weekday : Rp 1.315.000 dan Rp 1.250.000 (extra person)
Weekend : Rp 1.450.000 dan Rp 1.250.000 (extra person)
– Junior Estate3 4-5 orang
Weekday : Rp 1.265.000 dan Rp 1.195.000 (extra person)
Weekend : rp 1.395.000 dan Rp 1.95.000 (extra person)
– Family Suite 6-7 orang
Weekday : Rp 1.215.000 dan Rp 1.140.000 (extra person)
Weekend : Rp 1.340.000 dan Rp 1.140.000 (extra person)
– Dormitory 22-23 orang
Weekday : Rp 1.100.000
Weekend : Rp 1.200.000

Pengunjung yang ingin menginap dan memilih paket-paket tersebut udah termasuk beberapa fasilitas di dalamnya, tiket masuk kawasan Ancol (kendaraan dan orang), tiket pulang-pergi dari Dermaga Marina Ancol ke Pulau Bidadari, welcome drink, akomodasi cottage, makan tiga kali, afternoon tea, dan kolam renang.

3. Pulau Putri

Pengunjung yang datang ke pulau ini bisa menikmati akuarium bawah laut yang benar-benar berada di bawah laut. Tepatnya pengunjung yang datang akan masuk ke dalam sebuah terowongan sepanjang 100 meter yang berada di bawah laut, dari sini pengunjung akan menikmati keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Ada beberapa paket wisata yang bisa pengunjung nikmati di Pulau Putri ini.

– 1 Day Tour
Anak-anak (0-2 tahun) : Rp 190.000
Anak-anak (2-10 tahun) : Rp 1.100.000
Dewasa : Rp 1.250.000

Dalam paket wisata ini pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas yang sudah disediakan seperti tiket pulang-pergi Dermaga Marina Ancol ke Pulau Putri, lunch, glass bottom boat, terowongan bawah laut, berenang di kolam renang dan waterboom.

Jika ingin menikmati pulau lebih lama, adapun paket bermalam yang bisa dipilih oleh pengunjung dengan durasi 2 Day 1 Night.

– Anak-anak (> 2 tahun)
Weekday : Rp 200.000 dan Rp 200.000 (add night)
Weekend : Rp 210.000 dan Rp 210.000 (add night)
– Anak-anak (2-10 tahun)
Weekday : Rp 1.360.000 dan Rp 940.000 (add night)
Weekend : Rp 1.500.000 dan Rp 1.100.00 (add night)
– Dewasa
Weekday : Rp 2.200.000 dan Rp 1.610.000 (add night)
Weekend : Rp 2.650.000 dan Rp 1.950.000 (add night)
– Extra Person
Weekday : Rp 2.000.000 dan Rp 1.485.000 (add night)
Weekend : Rp 2.450.000 dan Rp 1.800.000 (add night)
– Single Sup
Weekday : Rp 900.000 dan Rp Rp 900.000 (add night)
Weekend : Rp 700.000 dan Rp 700.000 (add night)

Fasilitas yang udah bisa dinikmati untuk paket bermalam ini, pengunjung akan mendapatkan tiket boat pulang-pergi dari Dermaga Marina Ancol, akomodasi cottage, makan empat kali untuk 2 Day 1 Night dan tujuh kali untuk durasi 3 Day 2 Night. Adapun fasilitas sunset cruise, terowongan bawah laut, kolam renang dan waterboom.

Masih banyak lagi paket-paket wisata ke Pulau Seribu yang bisa pengunjung jajal untuk merasakan pengalaman indah, lautan biru, udara pantai yang syahdu, dan juga kuliner-kuliner khas laut yang menggugah selera. Jadi tunggu apa lagi segera cek dan atur jadwal libur untuk meluncur ke pulau-pulau indah di seberang Jakarta ini.

Seluruh harga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan musim liburan dan promo yang disediakan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenang Pempek Unyil, Tempat Nongkrong Anak Muda Palembang Tahun 90-an



Palembang

Di era tahun 1990-an, anak muda di Kota Palembang pasti tidak asing dengan namanya Pempek Unyil. Inilah tempat nongkrong hits pada masa itu.

Berlokasi di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Pempek Unyil pernah tersohor menjadi tempat tongkrongan remaja era 80-90an.

Pada era tahun 80-an dan 90-an, Pempek Unyil merupakan salah satu tempat favorit bujang gadis Palembang untuk nongkrong dan berpacaran, karena tempat ini menyediakan makanan dan minuman khas Palembang.


Menurut Lusi (50), jika mendengar nama Pempek Unyil dirinya langsung ingat masa-masa remaja yang hampir setiap Minggu ke tempat makan Pempek Unyil bersama suaminya dulu.

“Seingat saya saat itu tahun 1985an, saya dan suami setiap Minggu ke Pempek Unyil untuk menghabiskan waktu mengobrol dan menikmati makanan beragam jenis Pempek, saat itu saya dan suami masih pendekatan, tempat itu memang terkenal semua remaja Palembang tahun 80-90an itu pasti pernah ke Pempek Unyil,” katanya.

Lusi menjelaskan harga Pempek Unyil dulu per satu biji Rp 500 dan harga es campur Rp 800. Era itu, Pempek Unyil merupakan tempat tongkrongan pempek yang lumayan mewah.

“Namun sayang hampir masuk tahun 2000-an Pempek Unyil yang berada di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir berangsur sepi dan akhirnya tutup karena sudah banyak saingan,” ujarnya.

Sementara itu, Budayawan Palembang Mang Amin mengatakan pada era 80-90an di kawasan Jalan Kepandean selain Pempek Unyil memang ada beberapa tempat kedai pempek yang sangat digemari.

“Di lingkungan itu memang terkenal dengan pempeknya. Dan pada masa itu Bujang Gadis Palembang berlomba-lomba mengajak pasangan ke lokasi itu karena memang hits untuk tempat muda-mudi, di sana Selain Pempek Unyil, ada juga yang namanya pempek remaja dan pempek taman sari, namun memang Pempek Unyil yang paling terkenal,” katanya.

Saat ini, di lokasi Pempek Unyil dan beberapa kedai pempek lainnya di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang yang sempat terkenal tahun 80-90an tinggal kenangan.

Tidak terlihat lagi bekas ruko jualan Pempek Unyil tersebut kini yang terlihat hanyalah ruko yang berjualan pakaian dan sepatu.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com