Category Archives: Tokocrypto

Tesla Milik Elon Musk Masih Simpan Rp, 4,3 T Dalam Bentuk Bitcoin

Tesla, perusahaan milik Elon Musk dalam laporan pendapatan terbarunya mengungkapkan bahwa mereka masih memiliki 9.720 Bitcoin (BTC) di neracanya, bernilai sekitar US$ 275 juta atau Rp 4,3 triliun.

Laporan akhir kuartal produsen kendaraan listrik tersebut, tidak menyebutkan Bitcoin, menyiratkan bahwa tidak ada konversi ke fiat yang terjadi, yang akan berdampak pada profitabilitas dan saldo kas perusahaan dan biasanya dilaporkan.

Dikutip The Street, pada puncaknya, perbendaharaan Bitcoin Tesla bernilai US$ 1,5 miliar setelah pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengungkapkan pihaknya membeli lebih dari 43.000 BTC dengan perkiraan harga rata-rata sekitar US$ 34.000 pada awal tahun 2021.

Namun Musk segera berubah pikiran. setelahnya, menunjukkan bahwa dia khawatir tentang konsumsi bahan bakar fosil oleh operasi penambangan Bitcoin, dan Tesla menjual sebagian 4.320 BTC dari perbendaharaannya pada kuartal pertama tahun 2021. Tesla kemudian menjual sekitar 75% dari sisa bitcoinnya dengan kerugian harga 48% di kuartal kedua tahun 2022.

Percaya Bitcoin

Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: Getty Images.
Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: Harapan Harga Bitcoin Setelah Rumor Persetujuan ETF BTC Palsu

Tidak jelas dari laporan pendapatan apakah kepemilikan Bitcoin Tesla yang terus-menerus disebabkan oleh keyakinan tentang nilai aset, atau hanya berasal dari keinginan untuk tidak kehilangan lebih banyak investasi BTC daripada yang sudah dimilikinya dengan menjual pada harga di bawah akumulasi awalnya.

Keputusan Tesla seputar tumpukan Bitcoin diawasi dengan ketat oleh investor karena telah terdokumentasikan dengan baik bahwa terobosan Musk dalam kripto dapat menggerakkan pasar.

Berita pembelian Bitcoin Tesla pada tahun 2021 mendorong harga BTC ke titik tertinggi sepanjang masa dan upaya berkelanjutannya untuk mengintegrasikan pembayaran ke X, sebelumnya Twitter, juga diawasi dengan ketat oleh sektor kripto.

Dengan Tesla yang terus mempertahankan tumpukan Bitcoin-nya yang signifikan, mungkin ada alasan untuk terus berharap bahwa mereka dapat segera melanjutkan pembayaran Bitcoin, seperti yang pernah dijanjikan Musk.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Membayangkan Kota Blockchain Toyota di Kaki Gunung Fuji

Didirikan oleh Kiichiro Toyoda pada 28 August 1937 silam, Toyota tak hanya perusahaan penghasil produk otomotif ternama di dunia. Toyota bisa sebesar saat ini, karena sangat peka terhadap perkembangan teknologi. Blockchain pun dianggap sangat bermanfaat bagi keutuhan Toyota di masa depan.

Kiichiro Toyoda.jpg
Kiichiro Toyoda pendiri Toyota.

Untuk mewujudkan itu, pada April 2019 Toyota mendirikan anak perusahaan bernama Toyota Blockchain Lab. Perusahaan itu berkerjasama dengan anak perusahaan lain dan perusahaan di luar Toyota untuk meningkatkan penelitian dan penerapan teknologi blockchain di sektor otomotif.

BERITA TERKAIT  Bursa Kripto BitTok Nomorsatukan Keamanan dan Kenyamanan

https://www.youtube.com/watch?v=MAzJjvBzppI

Mimpi besarnya adalah menggabungkan kekuatan blockchain dengan sub sektor lain di bawah sektor otomotif dalam satu kota khusus secara utuh.

Dalam laporan terbarunya 16 Maret 2020 disebutkan, Toyota Blockchain Lab saat ini sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan di bawah Toyota Group, yakni Toyota Research Institute, Advanced Development, Toyota Connected Corporation, dan Toyota Motor North America.

Uses of blockchain technology

Bayangkan ini ketika Anda mengendarai mobil Toyota Concept-i di dekat Gunung Fuji. Mobil cerdas itu terkoneksi dengan sistem blockchain yang merekam data perjalanan Anda, termasuk kapan dan di mana Anda mengganti oli mobil.

Karena proses itu atas seizin Anda, maka Anda berhak memporoleh imbalan berupa token digital (aset kripto). Imbalan itu kelak bisa Anda gunakan untuk mendapatkan potongan harga untuk ganti oli berikutnya. Imbalan yang Anda dapatkan proporsional dengan “kegiatan otomotif” yang Anda lakukan.

BERITA TERKAIT  Tencent Dikabarkan Membentuk Tim Peneliti Uang Digital Berbasis Blockchain

Bagi Toyota, terapan seperti itu membuka peluang-peluang besar lainnya, sebab data itu bisa dibagikan secara aman kepada pihak lain, misalnya mitra-mitra Toyota.

Dan karena setiap data yang disimpan di blockchain bersifat kekal, maka data itu lebih sahih dan akurat serta dapat dipercaya. Ini tentu saja berbeda dengan sifat data digital yang tak menggunakan blockchain.

Selain itu pada aspek produksi produk, Toyota akan menggunakan blockchain pada proses supply chain (rantai pasokan). Semua data akan direkam ke blockchain, mulai dari pembuatan komponen sampai dengan pengiriman kepada konsumen.

Semua data itu, termasuk data kontrak bisa diakses secara cepat. Di sinilah blockchain memaksimalkan penghematan uang perusahaan dibandingkan cara biasa.

Dari sudut pandang investor, sifat blockchain itu bisa memantik rasa percaya yang lebih kepada Toyota. Dan Anda tahu apa selanjutnya yang terjadi, modal akan lebih banyak masuk ke Toyota dan harga harga saham bisa meningkat.

Tentu saja, teknologi blockchain adalah satu dari sekian banyak teknologi yang dipadukan di kota blockchain itu. Big Data dan protokol Internet of Things (IoT)adalah salah satunya sebagai pelengkap.

Namun, Toyota paham benar bahwa blockchain adalah teknologi penentu yang memastikan informasi adalah kekal dan dapat dipercaya. [RED]



Sumber : news.tokocrypto.com

Harapan Harga Bitcoin Setelah Rumor Persetujuan ETF BTC Palsu

Harga Bitcoin mengalami perubahan besar pada hari Senin (16/10) setelah laporan palsu tentang persetujuan ETF BTC spot. Namun, tren naik dalam jangka pendek sedang terjadi dalam jangka waktu harian, dan hal ini dapat memicu kemunduran.

Harga BTC telah mencapai tiga titik tertinggi dalam 50 hari terakhir, dengan level tertinggi terbaru masih dalam formasi. Rumor ETF mendorong BTC untuk menguji ulang level psikologis US$ 30.000 dan saat ini diperdagangkan di sekitar level dukungan US$ 28.369.

Jika harga Bitcoin menghasilkan penutupan candlestick harian di bawah level support US$ 28,369, hal ini akan mengkonfirmasi masih adanya tren turun yang telah terjadi selama 50 hari terakhir. Dalam kasus seperti itu, pelaku pasar dapat membuka posisi short setelah candlestick harian ditutup di bawah US$ 28.369 dan memperkirakan titik terendah yang lebih tinggi akan terbentuk di sekitar US$ 27.000.

Yang mendukung pandangan ini adalah divergensi bearish yang dihasilkan oleh dua titik ayunan terakhir harga Bitcoin dan Relative Strength Index (RSI).

Bitcoin Siap Ambil Langkah Selanjutnya

Di sisi lain, jika harga Bitcoin menghasilkan penutupan candlestick harian di atas US$ 28.369 dan bertahan di atasnya, skenario pullback pada kerangka waktu harian akan membatalkan. Dalam kasus seperti itu, tren naik dapat mendorong BTC ke level US$ 30.000 dan US$ 32.000.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Inilah Alasan Level Harga Bitcoin US$ 28.000 Sangat Penting

Pada hari Senin (16/10) lalu, kenaikan Bitcoin membawanya bergerak dengan cepat meluncurkan grafik harga. Setelah beberapa hari dengan kinerja harga yang mengecewakan, Bitcoin akhirnya memulai peningkatan penting yang mendorong altcoin pun mengikutinya.

Namun pangsa pasar kompetitif Bitcoin terus meningkat sejak Oktober 2022, ketika dominasi Bitcoin mencapai titik terendah hampir setahun yang lalu setelah penurunan panjang dari 71% pada November 2020.

Dominasi Bitcoin belum setinggi ini sejak Maret 2021.

Dominasi Bitcoin Melonjak

Dominasi Bitcoin, ukuran pangsa pasar BTC terhadap semua aset kripto lainnya, mencapai angka 51%. Itu adalah pasar bearish yang tinggi untuk blockchain terpanjang.

Harga Bitcoin naik pada hari Senin, menambah US$ 30 miliar ke pasar kripto. Dominasi Bitcoin, ukuran pangsa pasarnya, mencapai level tertinggi dalam 31 bulan, menunjukkan kekuatan.

Lonjakan ini disebabkan oleh minat baru terhadap fundamental Bitcoin, dukungan institusional, dan berkurangnya tekanan jual, sehingga memperkuat posisinya di pasar kripto secara keseluruhan.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Siapa Satoshi Nakamoto yang Dikaitkan dengan Bitcoin?

Satoshi Nakamoto adalah sebuah nama samaran yang telah menyelimuti dunia kripto sejak pengembangan Bitcoin dan rilis whitepaper-nya. Pertanyaan yang telah menggelayuti komunitas kripto selama lebih dari satu dekade adalah: “Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto?” Bahkan, sejumlah individu juga telah mengklaim sebagai Satoshi Nakamoto.

Pencipta Bitcoin ini telah menjaga identitasnya dengan sangat rapi selama bertahun-tahun. Salah satu petunjuk yang pasti adalah bahwa Satoshi masih memiliki sejumlah Bitcoin yang signifikan, karena alamat publiknya tercatat dalam blok genesis, yang merupakan blok pertama yang ditambang oleh Satoshi sendiri.

Pengantar

Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang muncul pada whitepaper Bitcoin yang diterbitkan pada tahun 2008 dengan judul “Bitcoin: Sistem Uang Tunai Elektronik Peer-to-Peer” (dapat diakses di bitcoin.org). Satoshi mungkin bukanlah penemu teknologi blockchain, tetapi ia adalah orang pertama yang berhasil menggabungkan konsep tersebut menjadi mata uang terdesentralisasi yang revolusioner, yaitu Bitcoin.

Bitcoin secara resmi diluncurkan pada tahun 2009, tetapi nama Satoshi Nakamoto telah ada dalam komunikasi melalui email dan forum jauh sebelumnya.

Namun, pada tahun 2011, semua jejak komunikasi Satoshi dengan dunia tiba-tiba menghilang, meninggalkan sejumlah besar pertanyaan tak terjawab mengenai asal-usul Bitcoin.

Identitas Satoshi Nakamoto

Sebelum kita dapat mencoba menjawab pertanyaan ini, pertanyaan mendasar lainnya adalah apakah Satoshi Nakamoto adalah satu individu atau sebuah kelompok orang. Sayangnya, bukti konkret sangatlah sedikit, dan sementara banyak orang cenderung memandang Satoshi sebagai individu, spekulasi tentang kemungkinan kelompok seperti tim ilmuwan komputer, ahli kriptografi, dan cypherpunk juga muncul.

Satoshi sendiri, sebelum menghilang pada tahun 2011, pernah mengklaim dirinya adalah seorang pria Jepang yang lahir pada tanggal 5 April 1975. Namun, kemahirannya dalam bahasa Inggris yang luar biasa telah membuat banyak orang berasumsi bahwa dia berasal dari negara berbahasa Inggris. Selain itu, komunikasinya seringkali terjadi selama jam kerja Eropa, menimbulkan spekulasi bahwa Satoshi mungkin tidak berada di Jepang.

Dengan berlalunya waktu dan hilangnya komunikasi Satoshi, spekulasi mengenai identitasnya menjadi semakin liar. Banyak individu dan kelompok telah dituduh sebagai Satoshi Nakamoto yang sesungguhnya, meskipun hanya sedikit yang benar-benar terkenal.

Hal Finney

Di antara semua kandidat yang pernah dipertimbangkan sebagai Satoshi Nakamoto, nama Hal Finney sering muncul. Hal adalah salah satu pengguna awal Bitcoin dan menjadi penerima transaksi Bitcoin pertama. Selain itu, ia adalah seorang pengembang perangkat lunak dan juga merupakan salah satu anggota cypherpunk asli pada tahun 1990-an.

Sayangnya, Hal Finney meninggal dunia pada tahun 2014 setelah berjuang melawan penyakit saraf yang membuatnya lumpuh selama beberapa waktu sebelum kematiannya. Meskipun banyak yang menganggapnya sebagai salah satu kandidat paling mungkin, Hal selalu menyangkal bahwa dirinya adalah Satoshi Nakamoto.

Nick Szabo

Salah satu kandidat lain yang sering dibahas adalah Nick Szabo, seorang ilmuwan komputer terkenal yang menciptakan konsep mata uang digital “bit gold” beberapa tahun sebelum Bitcoin muncul. Komunikasinya dan pandangannya dalam komunitas cypherpunk banyak bersinggungan dengan gaya dan cara komunikasi yang dimiliki Satoshi, menciptakan spekulasi mengenai identitasnya.

Nick Szabo telah secara tegas membantah klaim bahwa ia adalah Satoshi Nakamoto, tetapi keraguan tetap ada di kalangan komunitas kripto. Kesamaan antara Nick dan Satoshi bisa jadi kebetulan, atau mungkin bukan.

Dorian Nakamoto

Dorian Nakamoto adalah seorang warga Amerika keturunan Jepang yang memiliki nama lahir Satoshi Nakamoto. Ia pernah bekerja sebagai insinyur komputer untuk perusahaan teknologi dan layanan keuangan, dan bahkan tinggal di wilayah yang sama di California dengan Hal Finney selama lebih dari satu dekade.

Dalam sebuah wawancara, Dorian pernah secara singkat mengklaim keterlibatannya dalam pengembangan Bitcoin, tetapi kemudian ia mencabut klaimnya, menyatakan bahwa ia salah memahami pertanyaan yang diajukan. Sejak itu, ia bersikeras bahwa ia tidak terlibat dalam proyek tersebut dan bahkan tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

Craig Wright

Craig Wright, seorang ilmuwan komputer dan pengusaha asal Australia, mengklaim pada tahun 2015 bahwa dirinya adalah Satoshi Nakamoto. Klaim ini mendapat dukungan dari beberapa tokoh terkemuka di komunitas Bitcoin, termasuk anggota Bitcoin Foundation dan beberapa pengembang Bitcoin. Namun, banyak yang meragukan klaim Craig Wright ini, dan banyak klaim sebaliknya yang menyatakan bahwa dia tidak mungkin menjadi Satoshi Nakamoto.

Craig Wright tidak pernah mencabut klaimnya dan bahkan telah mengajukan gugatan hukum terhadap individu-individu yang secara terbuka menuduhnya sebagai penipu di pengadilan Inggris. Pada tahun 2019, dia juga mengajukan hak cipta AS untuk whitepaper dan kode sumber Bitcoin asli, memperdebatkan hak kepemilikan intelektual terkait dengan cryptocurrency ini.

Berapa Kekayaan yang Dimiliki Satoshi Nakamoto?

Meskipun identitas asli Satoshi Nakamoto tetap misterius, satu hal pasti, ia memiliki kekayaan yang luar biasa. Para ahli teknologi forensik telah melakukan pelacakan untuk mengidentifikasi tempat penyimpanan bitcoin milik Satoshi, mengungkapkan jumlah kekayaan bersihnya yang mengundang perhatian.

Sejak peluncuran awal Bitcoin pada tahun 2009, Nakamoto belum pernah menghabiskan sepeser pun dari kripto ini. Ada perkiraan yang bervariasi tentang seberapa banyak Bitcoin yang dimiliki oleh Satoshi, tetapi mayoritas sepakat bahwa jumlahnya sekitar 1 juta Bitcoin (yang pada puncaknya memiliki nilai sekitar $19 miliar). Jumlah sebesar itu menjadikan Satoshi sebagai salah satu miliarder terkaya di seluruh dunia.

Kesimpulan

Identitas sebenarnya dari Satoshi Nakamoto masih menjadi subjek perdebatan yang panas. Apakah Satoshi adalah satu individu atau sebuah kelompok? Apakah ia masih hidup atau mungkin sudah meninggal? 

Tanpa bukti yang konkret, kita mungkin tidak akan pernah tahu dengan pasti siapa Satoshi Nakamoto. Yang pasti, kita dapat meyakini satu hal: Satoshi Nakamoto memiliki jumlah Bitcoin yang sangat besar dan telah memilih untuk menyimpannya dengan tekad yang kokoh.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Kinerja Solana (SOL) Tetap Stabil di Tengah Kontroversi FTX

Solana (SOL), aset kripto terbesar kedelapan berdasarkan kapitalisasi pasar, telah melupakan FTX dan memulai jalur pemulihan yang kuat pada tahun 2023. Apa yang membuat kinerja Solana dinilai baik dan stabil?

Solana terkait erat dengan kekayaan FTX dan jatuhnya bursa kripto tersebut pada tahun lalu menyebabkan konsekuensi serius. Namun, SOL telah melupakan masa lalu dan memulai jalur pemulihan yang kuat pada tahun 2023.

Dilaporkan AMB Crypto, setelah jatuh ke posisi terendah dalam sejarah pada hari-hari setelah keruntuhan, nilai pasar SOL meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun (year-to-date). YTD), berdasarkan CoinMarketCap.

Pemulihan Solana yang Kuat

Meskipun tidak terkait langsung dengan FTX, SOL didukung secara luas oleh salah satu pendirinya, Sam Bankman-Fried (SBF). Sedemikian rupa sehingga para kritikus berspekulasi bahwa kampanye SBF ikut bertanggung jawab atas kenaikan harga token SOL yang terlihat sebelumnya.

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Enam Pertimbangan Penting untuk Harga Ethereum di Q4 2023

Menurut penyedia data pasar kripto Kaiko, perusahaan saudara FTX, Alameda Research, yang berada di pusat kegagalan, memiliki sejumlah besar token SOL di neracanya. Selain SOL, beberapa token kecil lainnya dari ekosistem Solana seperti MAPS dan SRM juga memiliki eksposur terbatas terhadap dana lindung nilai.

Meskipun aset-aset yang kurang populer ini belum pulih ke level sebelum FTX, SOL mengalahkan aset-aset teratas di pasar seperti Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP) dalam hal pengembalian investasi dibandingkan dengan risikonya.

Peningkatan Stabil

Khususnya, dengan peningkatan nilai yang stabil pada tahun 2023, kedalaman pasar SOL di bursa juga meningkat. Selain itu, likuiditas kripto dalam unit asli meningkat secara substansial selama Q3 tahun 2023.

Laporan Kaiko mengaitkan pergeseran sentimen pasar dengan kemitraan strategis tingkat tinggi seperti yang terjalin dengan raksasa pembayaran, Visa dan Shopify. Kolaborasi seperti itu dengan ekosistem keuangan tradisional memang membantu memberikan keuntungan bagi Solana.

Platform e-commerce Shopify menjalin kerja sama dengan Solana Labs untuk mengintegrasikan sistem pembayaran Solana Pay. Sumber: Solana.
Platform e-commerce Shopify menjalin kerja sama dengan Solana Labs untuk mengintegrasikan sistem pembayaran Solana Pay. Sumber: Solana.

Baca juga: Pentingnya Keamanan Akun untuk Menghindari Peretasan dan Pencurian

Meski begitu, pemulihan SOL masih dalam proses. Kedalaman pasar saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Ujian terbesar Solana dalam beberapa hari mendatang adalah rencana likuidasi FTX yang akan datang . SOL adalah kepemilikan terbesar FTX , dengan lebih dari 71,8 juta token dalam penyimpanan bursa.

Jika seluruh kepemilikan SOL dibuang ke pasar, harga bisa jatuh ke posisi terendah yang terlihat segera setelah keruntuhan FTX.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sempat Berharga $3.700, 4 Hal ini Tunjukkan Harga Bitcoin Masih Miliki Harapan

Harga Bitcoin (BTC) turun menjadi $3.700 untuk periode singkat pada 12 Maret,  kemudian berada di harga $4.970. Pada 13 Maret, harga pulih dari tren turun utama, mengakhiri hari di $5,563. Ini menunjukan pengembalian harga yang mengesankan karena naik 11% dalam waktu singkat.

Gejolak pasar baru-baru ini, baik di pasar tradisional atau crypto, telah menimbulkan pertanyaan tentang evolusi harga untuk Bitcoin, serta fitur-fitur jaringan krusialnya. Berikut ini ada empat kunci yang menunjukan jika ada harapan harga Bitcoin naik di tengah ketidakstabilan global.

Model stock-to-flow tetap utuh

Melihat model stok-to-flow  yakni model peramalan harga Bitcoin berdasarkan pasokan beredar (stok) dan output produksi baru (flow), harga aktual Bitcoin pada hari Kamis (12/03)  berada di bawah garis perkiraan tetapi dalam ambang batas yang diharapkan.

Ini bukan pertama kalinya harga Bitcoin turun di bawah model harga 365-das, seperti yang terjadi selama 6 bulan (antara pertengahan November 2018 dan pertengahan Mei 2019), yang berbeda dari perkiraan sejak saat itu.

Dalam sebuah tweet pada 13 Maret, analis stock-to-flow PlanB mengatakan bahwa “bitcoin bergerak dengan baik di sekitar nilai model”.

Dengan demikian, menurut PlanB, harga perkiraan tidak berubah mengingat kedekatan peristiwa halving. Model rata-rata 365 hari saat ini memperkirakan harga $ 8.426 pada perkiraan waktu untuk halving yang diprediksi akan terjadi di 9 Mei 2020.

Baca juga: Harga Bitcoin Ikutin Stick to Flow, 700 Juta Mungkin Jadi Nyata!

Signal NVT Bitcoin

Pada hari Minggu, harga Bitcoin berkisar sekitar $5.400, sementara harga realisasi pada sinyal NTV adalah $5.596, menunjukkan bahwa aset berada dalam zona pembelian setelah penurunan harga pada hari Kamis. Saat ini, sinyal NTV berada di 49,5 dengan 45 mewakili skenario oversold.

Untuk pedagang yang mempertimbangkan pembelian jangka pendek, model menyarankan bahwa ada peluang untuk mendapatkan keuntungan cepat berdasarkan harga yang direalisasikan dan MA 200 minggu. Mempertimbangkan harga MA 200 hari yang berharga $8,587, Bitcoin menunjukkan ruang untuk tumbuh dalam jangka panjang dan halving yang akan datang pada bulan Mei menambah narasi untuk buliish pada aset kripto ini.

Tingkat Hash Rate Bitcoin Naik

Tingkat hashrate yakni daya komputasi yang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi transaksi pada blockhain Bitcoin dilaporkan turun sejak Maret, setelah mencapai level historis. Namun sejak 11 Maret level hash rate sedikit meningkat, bahkan setelah penurunan drastis harga Bitcoin pada 12 Maret lalu.  Pada 13 Maret hashrate mendekati  110,38 triliun hash per detik. Meningkatnya tingkat hashrate biasanya mengarah pada harga bitcoin naik yang lebih tinggi.

Baca juga: Bitcoin Capai Tingkat Hash Rate Tertinggi Sepanjang Masa

Transaksi melonjak pada 12 Maret

Jumlah transaksi Bitcoin melonjak pada 12 Maret seperti biasa ketika perubahan drastis terjadi. Ada juga lonjakan jumlah Bitcoin yang dikirim dalam USD pada 13 Maret, dan jumlah transaksi harian turun ke level akhir Februari sekitar 277.000 transaksi, mempertahankan pola reguler sejak awal tahun.

Karena komentar seputar kepercayaan investor pada Bitcoin menimbulkan keraguan, fitur-fitur jaringan Bitcoin yang mendasari mengungkapkan konsistensi meskipun seluruh pasar terganggu oleh gejolak dan ketidakpastian.

Melihat ke depan, dengan tingkat ketakutan seperti itu di pasar, investor ataupun institusi yang kuat mungkin dapat mencari peluang untuk membeli  BTC dengan harga murah yang membidik hasil positif jangka panjang.

Namun demikian, pandemi COVID-19 di seluruh dunia dapat terus menyebabkan masalah likuiditas jangka pendek di pasar dan pada akhirnya menyebabkan kondisi ekonomi yang parah sebagai akibatnya.


Meski begitu, belum ada hal yang pasti apakah Bitcoin akan makin terpuruk atau bisa mengalami kenaikan harga, seperti yang diketahui BTC memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan ini tentu bisa dimanfaatkan bagi para pengguan Bitcoin. Selain itu peristiwa halving juga diprediksi dapat membuat harga Bitcoin kembali meroket.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Alasan Level Harga Bitcoin US$ 28.000 Sangat Penting

Volatilitas Bitcoin (BTC) baru-baru ini telah menarik perhatian besar pada titik harga US$ 28.000 atau sekitar Rp 440 juta, sehingga menarik para analis dan trader untuk memantau dengan cermat ambang batas keberhasilan atau kegagalan ini.

Salah satu pendiri Glassnode, Yann Allemann merinci pentingnya hal ini dalam postingan terbaru di platform media sosial X. Analis menekankan pentingnya pemahaman dinamika pasar dan sentimen investor.

Mengapa Level US$ 28.000 Penting?

Dilaporkan U.Today, setelah publikasi berita palsu baru-baru ini, Bitcoin mengalami peningkatan pesat, khususnya di pasar Binance BTC/USDT. Platform perdagangan ini, yang menyumbang sekitar 8% dari volume 24 jam Bitcoin, menyaksikan lonjakan kripto dari US$ 27.880 menjadi US$ 30.000, menandai lonjakan 7% hanya dalam 30 menit.

Patokan US$ 28.000 bukan sekadar angka — ini bertindak sebagai tonggak penting, menurut salah satu pendiri Glassnode. Seluruh pasar kripto dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin untuk melampaui dan secara konsisten mempertahankan nilai di atas ambang batas ini.

Prediksi Harga Bitcoin (BTC), 18 Oktober 2023. Sumber: TradingView.
Prediksi Harga Bitcoin (BTC), 18 Oktober 2023. Sumber: TradingView.

Baca juga: Enam Pertimbangan Penting untuk Harga Ethereum di Q4 2023

Sebelumnya, Bitcoin ini mencapai tonggak penting dalam perdagangan berjangka, namun harga pasar spot melampaui level US$ 27.980. Pentingnya level ini mencerminkan dinamika pasar dan sentimen investor yang lebih luas.

Reli Bitcoin Sesaat

Lonjakan harga Bitcoin yang tiba-tiba dapat ditelusuri kembali ke laporan tidak akurat yang dibagikan di platform media sosial X. Informasi yang salah, diterbitkan oleh outlet berita kripto Cointelegraph, mengklaim bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah menyetujui aplikasi iShares BlackRock untuk mendapatkan ETF Bitcoin spot.

Hal ini menyebabkan harga Bitcoin melonjak lebih dari 10% untuk sesaat sebelum menarik kembali sebagian besar keuntungan tersebut. Namun, BlackRock membantah laporan tersebut, dan Cointelegraph segera mengatasi kesalahan tersebut.

Untuk saat ini, Bitcoin terus bertahan di atas level US$ 28.000 meskipun terjadi kegagalan ETF.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Adu Cemas Saham dan Bitcoin, Pasca The Fed Pangkas Suku Bunga

Kecemasan kian tergambar antara pasar saham dan Bitcoin, pasca The Fed pangkas suku bunga menjadi nol persen, pada Minggu, 15 Maret 2020 kemarin. Bitcoin sempat naik 7,7 persen setelah pengumuman itu, lalu turun cepat dan relatif stabil. Saat ini Bitcoin diperdagangkan kisaran “stabil” di US$5.256 berdasarkan data di Coinmarketcap.  

The Fed dengan sangat terpaksa, yang sudah diduga sebelumnya. Bank Sentral Amerika Serikat itu menurunkan suku bunga antara 0-0,25 persen dari sebelumnya 1-1,25 persen. Keputusan nan mendesak itu adalah yang bersejarah sejak langkah serupa pada tahun 2008 silam ketika resesi ekonomi global menghantam dunia.

Penurunan suku bunga pun diikuti oleh langkah quantitative easing (QE) alias pelonggaran kuantitatif sebesar US$700 miliar atau sekitar Rp10.328.500.000.000.000. Bahasa sederhana QE adalah “menambah jumlah uang dolar AS yang beredar di pasar”.

Dengan demikian The Fed akan membeli obligasi (surat utang negara) senilai US$500 miliar dan US$200 miliar sekuritas saham. Ini akan membawa total aset pada saldo Cadangan Federal hingga US$5 triliun.

Pun kita masih menanti pagi ini waktu setempat di Amerika Serikat atau malam ini waktu Indonesia Barat, ketika pasar saham dibuka.

Khusus di Indonesia, per siang ini IHSG melemah hingga 3,5 persen merespons keputusan the Fed itu. Itu pula yang memperkuat tipis nilai tukar dolar terhadap rupiah di levelRp14.850 dari sebelumnya dini hari tadi di kisaran Rp14.928 per dolar AS.

Hal serupa kita masih menanti dinamika di pasar aset kripto, ketika sebagian besar trader dari wilayah Barat bumi sudah bangun. Apakah Bitcoin melorot atau sebaliknya? Kita menanti.

Sebelumnya di media ini, analisis aset kripto Muhammad Kurnia Bijaksana memaparkan adanya potensi pelemahan Bitcoin.

“Kendati setelah ini Bitcoin naik dan merebut kembali momentum bullish di atas US$6500, masih ada ancaman untuk harga kembali ke “dasar” dari kejatuhan harga Bitcoin jumat lalu. Alasannya adalah, pertama berdasarkan teori Wick-Filling. “Wick” atau ekor ke bawah dari dari candlestick mingguan hampir selalu ditutup. Maksudnya adalah, harga tersebut cepat atau lambat selalu terisi atau ‘dikunjungi’ lagi,” kata Kurnia.

Sementara itu, dilansir dari Decrypt, Pendiri Morgan Creek Anthony Pompliano mengatakan ia belum bisa memprakirakan apa dampak terhadap Bitcoin dalam jangka pendek.

“Tetapi saya berpikir tindakan The Fed akan terbukti tidak efektif untuk pasar keuangan tradsional. Dan bullish untuk Bitcoin dalam jangka panjang,” katanya. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Lebih Dekat Polkadot (DOT)

Polkadot menggambarkan dirinya sebagai protokol blockchain generasi berikutnya yang memiliki kapasitas untuk menyatukan sejumlah rangkaian (chain) khusus ke dalam satu jaringan universal. Dengan fokus yang kuat pada membangun infrastruktur untuk Web 3.0 dan didirikan oleh Web3 Foundation, Polkadot berkomitmen untuk menggantikan dominasi Internet dan memberikan kekuatan kepada individu.

Pendahuluan

Blockchain telah ada sebelum kemunculan Bitcoin, dan meskipun telah menjadi terobosan teknologi, ia memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diatasi. Salah satu kendala utama adalah bahwa satu blockchain tidak dapat berkomunikasi dengan blockchain lainnya. Memperkenalkan interoperabilitas antara berbagai blockchain dapat membuka peluang untuk pertukaran data, memungkinkan perkembangan aplikasi dan layanan yang lebih kuat.

Upaya sebelumnya telah dilakukan untuk “menjembatani” blockchain, memungkinkan chain A bekerja dengan chain B dan sebaliknya. Namun, menghubungkan banyak blockchain (bahkan ratusan atau ribuan) secara bersamaan masih merupakan tantangan yang signifikan. Tim di balik Polkadot, dan Web3 Foundation sebagai pelopor, percaya bahwa solusi yang elegan akan ditemukan dalam beberapa tahun mendatang.

Apa Itu Polkadot?

Polkadot dijelaskan sebagai protokol open-source yang didirikan untuk kepentingan semua orang. Ini merupakan konsep yang berasal dari pemikiran Dr. Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Tim pengembangnya fokus pada keamanan, skalabilitas, dan inovasi. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan infrastruktur yang tidak hanya mendukung ide dan konsep baru, tetapi juga memastikan interoperabilitas yang tepat.

Dalam ekosistem Polkadot, setiap blockchain disebut “parachain” (blockchain paralel), sementara chain utama dikenal sebagai “Relay Chain.” Ide dasarnya adalah bahwa Parachain dan Relay Chain dapat berbagi informasi dengan mudah kapan saja. Anda bisa memandang parachain sebagai setara dengan shard dalam implementasi ETH 2.0 yang sedang direncanakan.

Siapa pun, apakah itu pengembang, perusahaan, atau individu, dapat menjalankan parachain khusus mereka melalui Substrate, kerangka kerja yang memungkinkan penciptaan mata uang kripto dan sistem terdesentralisasi. Setelah terhubung ke jaringan Polkadot, parachain tersebut akan dapat berinteraksi dengan semua parachain lain dalam jaringan.

Konsep ini diharapkan akan mempermudah pembangunan aplikasi, produk, dan layanan yang beroperasi lintas blockchain. Saat ini, transfer data atau aset antar-blockchain dalam skala besar belum dapat diwujudkan.

Keamanan dan validasi data di berbagai parachain dijalankan oleh jaringan validator, di mana sekumpulan validator dapat menjaga keamanan beberapa parachain. Mereka juga memastikan bahwa transaksi dapat dijalankan di sejumlah parachain untuk meningkatkan skalabilitas.

Manfaat Polkadot

Ada banyak alasan bagi pengembang untuk mengeksplorasi ekosistem Polkadot. Karena sifat terbatas blockchain saat ini, ada beberapa isu inti yang perlu diatasi: skalabilitas, penyesuaian, interoperabilitas, tata kelola, dan peningkatan kapasitas.

Dalam hal skalabilitas, Polkadot memegang peran utama. Sebagai jaringan multichain, ia memiliki kemampuan untuk memproses transfer secara paralel di berbagai chain tunggal. Kemampuan untuk pemrosesan paralel adalah kemajuan signifikan yang membuka pintu bagi adopsi blockchain secara global yang lebih luas.

Bagi mereka yang mencari penyesuaian, Polkadot memberikan berbagai fitur lainnya. Saat ini, tidak ada satu infrastruktur blockchain yang cocok untuk semua kebutuhan. Setiap proyek memiliki kebutuhan unik, dan Polkadot memungkinkan setiap chain untuk memiliki desain yang dioptimalkan untuk fungsionalitas yang spesifik. Dengan bantuan Substrate, pengembang dapat dengan efisien menyesuaikan chain mereka agar sesuai dengan kebutuhan proyek.

Dalam konteks interoperabilitas, memungkinkan proyek dan aplikasi untuk berbagi data dengan mulus adalah hal yang besar. Meskipun jenis produk dan layanan yang akan muncul masih belum pasti, terlihat banyak potensi kasus penggunaan. Ini dapat membentuk ekosistem keuangan yang sepenuhnya baru, dengan setiap parachain mengelola aspek tertentu.

Masing-masing komunitas yang terkait dengan sebuah parachain akan memiliki otonomi dalam mengatur jaringannya. Selain itu, komunitas tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam tata kelola masa depan Polkadot. Mendapatkan masukan dari komunitas dapat menghasilkan wawasan berharga yang diterapkan untuk perkembangan proyek.

Selain itu, Polkadot juga membuat peningkatan pada sebuah parachain tunggal menjadi hal yang mudah. Tidak ada kebutuhan untuk hard fork, yang dapat memecah komunitas. Sebaliknya, chain asli dapat ditingkatkan dengan cara yang sederhana.

Memahami Token DOT di Ekosistem Polkadot

Sama halnya dengan banyak proyek infrastruktur blockchain lainnya, Polkadot memiliki token khusus yang dikenal sebagai DOT. Token ini berfungsi sebagai mata uang jaringan, mirip dengan bagaimana ETH adalah token untuk Ethereum dan BTC adalah token untuk Bitcoin.

Token ini memiliki beberapa penggunaan yang bervariasi. Pertama, DOT memberikan hak tata kelola kepada pemegangnya di seluruh ekosistem Polkadot. Ini mencakup menentukan biaya jaringan, memberikan suara dalam pemungutan suara untuk peningkatan jaringan secara keseluruhan, dan digunakan dalam proses menambah atau menghapus parachain.

Selain itu, DOT dirancang untuk memfasilitasi konsensus jaringan melalui staking. Konsep staking ini tidak asing dalam jaringan blockchain lainnya. Semua pemegang DOT diberi insentif jika mereka berpartisipasi sesuai aturan, namun risikonya adalah kehilangan staking jika aturan dilanggar.

Opsi ketiga adalah penggunaan DOT untuk pengikatan atau bonding. Ini diperlukan saat sebuah parachain baru ingin ditambahkan ke dalam ekosistem Polkadot. Selama masa bonding, DOT yang diikat akan terkunci, dan akan dibebaskan setelah periode bonding berakhir dan parachain keluar dari ekosistem.

Staking dan Bonding di Polkadot

Pendekatan Polkadot terhadap interoperabilitas tidak hanya melibatkan pertukaran data dan aset, tetapi juga memperkenalkan konsep baru seperti memberi insentif pada staking token yang jujur dan token bonding.

Staking token di jaringan blockchain bukanlah konsep baru dan dikenal sebagai Proof of Stake (PoS). Model konsensus ini memberikan reward kepada pengguna yang melakukan staking koin di jaringan. Dalam Polkadot, pemain yang berpartisipasi dengan jujur akan mendapatkan insentif, sementara yang melanggar aturan dapat kehilangan staking mereka.

Seperti disebutkan sebelumnya, setiap parachain baru ditambahkan melalui proses bonding dengan mengikat token DOT. Bonding adalah cara untuk memasukkan token ke jaringan untuk jangka waktu tertentu. Chain yang tidak aktif atau proyek yang tidak lagi berjalan akan dihapus, dan token yang diikat akan dikembalikan.

Kesimpulan

Polkadot memiliki banyak aspek menarik bagi para pengembang. Ini adalah ekosistem yang dapat melayani pembuat kode individu, bisnis kecil, dan perusahaan besar. Kemampuan untuk menerapkan blockchain yang dioptimalkan untuk kebutuhan spesifik, serta memutakhirkan tanpa kerumitan, adalah konsep inovatif yang memiliki potensi besar dalam lingkungan kripto.

Namun, perlu diingat bahwa Polkadot masih merupakan ekosistem yang relatif muda. Meskipun banyak proyek sedang dalam pengembangan, proyek besar pertama mungkin masih memerlukan waktu untuk diluncurkan. Menurut PolkaProject, ada ratusan proyek dalam berbagai tahap pengembangan, termasuk wallet, infrastruktur, tooling, DApps, dan lainnya.

Pencipta Polkadot mengklaim bahwa token ini tidak dirancang untuk tujuan spekulasi, meskipun memiliki nilai di pasar. Fokus utamanya adalah untuk memenuhi fungsi-fungsi yang telah dijelaskan di atas.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Chainlink (LINK)? – Tokocrypto News

Chainlink telah muncul sebagai salah satu proyek paling dominan dalam ekosistem kripto saat ini. Proyek ini menghadirkan layanan oracle terdesentralisasi yang memfasilitasi aliran data eksternal ke dalam smart contract di jaringan Ethereum. Dengan kata lain, Chainlink bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan dunia blockchain dengan realitas fisik yang kita kenal.

Dapatlah kita bayangkan Chainlink sebagai sebuah majelis bijak yang selalu berusaha untuk mencapai kebenaran sejati. Tetapi apa yang membuat komite ini lebih dipercaya dibandingkan yang lain? Mari kita kupas lebih lanur.

Pendahuluan

Smart contract memungkinkan otomatisasi dalam dunia blockchain. Mereka mampu mengeksekusi tindakan berdasarkan kondisi yang telah ditetapkan, tetapi ada satu hambatan yang perlu diatasi: kesulitan mengakses data eksternal. Menghubungkan data di luar blockchain dengan data yang berada di dalamnya merupakan tantangan besar bagi smart contract.

Chainlink bertekad untuk memecahkan masalah ini dengan menyediakan layanan oracle terdesentralisasi. Singkatnya, oracle adalah perangkat lunak yang berperan sebagai penerjemah antara data eksternal dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh smart contract, dan sebaliknya. Bagi mereka yang ingin lebih mendalam, informasi lebih lanjut dapat ditemukan dalam artikel kami, “Penjelasan mengenai Oracle Blockchain.”

Namun, apa yang membuat Chainlink berbeda dari oracle blockchain lainnya? Mari kita selidiki lebih lanjut.

Apa Itu Chainlink?

Chainlink adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang berbasis blockchain yang memungkinkan smart contract untuk mengakses sumber data eksternal. Sumber data ini dapat mencakup berbagai hal, mulai dari API, sistem internal, hingga jenis data eksternal lainnya. LINK, yang merupakan token standar ERC-20, digunakan sebagai alat pembayaran untuk layanan oracle ini dalam jaringan.

Lalu, apa yang membedakan Chainlink dari oracle terpusat? Untuk memahami ini, pertama-tama kita harus memahami apa itu oracle terpusat. Ini adalah entitas tunggal yang menyediakan data eksternal kepada smart contract. Ketika hanya ada satu sumber, potensi masalah sangat besar. Bayangkan jika oracle tersebut memberikan data yang salah. Keseluruhan ekosistem yang bergantung padanya akan terancam kegagalan. Dalam dunia kripto, ini dikenal sebagai “masalah oracle” – dan inilah yang ingin diatasi oleh Chainlink.

Bagaimana Chainlink Bekerja?

Chainlink menggunakan jaringan node untuk menyediakan data yang dapat diandalkan dan dipercayai oleh smart contract.

Misalnya, ketika smart contract memerlukan data dari dunia nyata, permintaan tersebut akan diajukan. Protokol Chainlink mencatat aktivitas ini dan mengalirkannya ke node Chainlink untuk melakukan penawaran atau “bid” berdasarkan permintaan tersebut.

Apa yang membuat proses ini menarik dan dapat diandalkan adalah kemampuan Chainlink untuk memverifikasi data dari berbagai sumber. Dengan sistem reputasi internal, Chainlink dapat mengidentifikasi sumber yang dapat dipercayai dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini meningkatkan akurasi hasil dan melindungi smart contract dari berbagai serangan yang mungkin terjadi.

Jadi, apa hubungannya dengan token LINK? Smart contract yang meminta data membayar operator node Chainlink dengan LINK sebagai kompensasi atas layanan yang diberikan. Harga kompensasi ditentukan oleh operator node berdasarkan kondisi pasar saat itu.

Selain itu, operator node juga melakukan staking dalam jaringan sebagai tanda komitmen jangka panjang pada proyek ini. Seperti model kriptoekonomi yang terdapat di Bitcoin, operator node Chainlink diberi insentif untuk bertindak dengan jujur dan terpercaya.

Chainlink dan Peranannya dalam Ekosistem DeFi

Sejak Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) mengalami popularitas yang meningkat, permintaan terhadap layanan oracle berkualitas tinggi semakin bertambah. Keberhasilan banyak proyek DeFi sangat tergantung pada smart contract, yang memerlukan data eksternal untuk beroperasi dengan baik.

Penggunaan layanan oracle yang bersifat tersentralisasi meningkatkan risiko kerentanan platform DeFi terhadap berbagai serangan, termasuk serangan pinjaman kilat atau flash loan yang memanfaatkan manipulasi oracle. Kejadian-kejadian semacam ini telah terjadi, dan sangat mungkin akan terus muncul selama oracle tersentralisasi masih umum digunakan.

Meskipun banyak yang mungkin berpikir bahwa Chainlink adalah solusi terhadap semua masalah ini, kenyataannya tidak semudah itu. Meskipun berbagai proyek seperti Synthetix, Aave, dan lainnya mengandalkan teknologi Chainlink, muncul risiko baru. Apabila terlalu banyak platform bergantung pada satu layanan oracle, semuanya dapat mengalami gangguan jika Chainlink mengalami kendala atau berhenti beroperasi tiba-tiba.

Sementara terlihat mustahil terjadi, pada September 2020, jaringan node Chainlink mengalami “serangan spam” di mana penyerang berpotensi menghabiskan hingga 700 ETH dari dompet operator node. Meskipun serangan tersebut segera dapat diatasi, insiden ini menjadi pengingat bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya imun terhadap aktivitas berbahaya.

Pasokan dan Penerbitan LINK

Total pasokan maksimum token LINK adalah 1 miliar. Sebanyak 35% dari pasokan tersebut terjual selama ICO pada tahun 2017, sementara sekitar 300 juta LINK berada di tangan perusahaan yang mendirikan proyek ini.

Berbeda dari sebagian besar aset kripto lainnya, LINK tidak mengalami proses pertambangan (mining) atau staking yang dapat meningkatkan pasokan yang beredar.

Penyimpanan LINK

LINK tidak memiliki blockchain khusus sendiri, melainkan beroperasi di dalam blockchain Ethereum. Token LINK mengikuti standar ERC-667, yang merupakan perluasan dari standar ERC-20. Oleh karena itu, Anda dapat menyimpan LINK di dalam wallet yang mendukung standar ini, seperti Trust Wallet atau MetaMask.

Manfaat dari LINK

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, operator node Chainlink memiliki insentif untuk melakukan staking dengan LINK sebagai cara untuk menawarkan penawaran kepada pembeli data yang mereka layani. Operator node yang berhasil “memenangkan” penawaran tersebut harus memberikan data yang diminta oleh smart contract. Semua pembayaran kepada operator node dilakukan dalam token LINK.

Pendekatan ini memberikan insentif kepada operator node untuk terus mengakumulasi LINK. Mengapa? Karena memiliki lebih banyak token LINK berarti akses yang lebih besar ke kontrak data. Jika operator node melanggar aturan, mereka akan kehilangan token LINK mereka sebagai sanksi.

Siapa Mereka, LINK Marines?

Tidak jarang, proyek-proyek kripto memberikan nama khusus kepada anggota komunitas mereka. Chainlink adalah salah satu contoh paling awal dan paling sukses dalam mengadopsi fenomena ini, dengan anggota komunitas yang dikenal sebagai “LINK Marines.”

Penciptaan komunitas semacam ini telah menjadi taktik pemasaran yang sangat efektif di dunia kripto. Para pendukung yang setia mampu menciptakan banyak keterlibatan (engagement) dan menarik perhatian media sosial terhadap proyek tersebut.

Kesimpulan

Teknologi Chainlink telah membuktikan diri sebagai komponen penting dalam ekosistem DeFi dan ekosistem kripto secara keseluruhan. Meskipun ini membawa risiko bagi DeFi di Ethereum, memiliki sumber data eksternal yang terpercaya merupakan salah satu komponen kunci dalam membangun ekosistem produk on-chain yang sehat.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com