Category Archives: Tokocrypto

Green Metaverse Token Naik 8,8%, Aktivitas Trader Meningkat Tajam

Harga Green Metaverse Token (GMT) hari ini menunjukkan pergerakan positif setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga GMT berada di level $0.016594 per GMT, menguat sekitar 8,82% secara harian.

Kenaikan ini menjadi sorotan pasar, mengingat GMT sebelumnya berada dalam tekanan tren turun dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ini, kapitalisasi pasar GMT tercatat sekitar $51,63 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $111,05 juta.

Tingginya volume transaksi dibandingkan kapitalisasi pasar menunjukkan adanya peningkatan aktivitas spekulatif dan minat jangka pendek dari pelaku pasar kripto.

Baca Juga: GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

Performa Harga GMT: Rebound Jangka Pendek Mulai Terlihat

Dalam satu hari terakhir, harga GMT naik sekitar $0.001345, mencerminkan sentimen beli yang mulai kembali muncul.

Secara mingguan, performa GMT juga terbilang positif dengan kenaikan 13,87% dalam tujuh hari terakhir, menandakan adanya fase pemulihan jangka pendek.

Namun, jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, tekanan bearish masih cukup dominan. Dalam 30 hari terakhir, harga GMT turun 8,47%, sementara dalam 60 hari terkoreksi hingga 36,64%.

Bahkan dalam rentang 90 hari, GMT tercatat melemah lebih dari 55%. Data ini menegaskan bahwa reli saat ini masih berada dalam konteks pemulihan teknikal, bukan pembalikan tren jangka panjang.

Volume Perdagangan Tinggi Jadi Sorotan

Pergerakan harga Green Metaverse Token (GMT/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Green Metaverse Token (GMT/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu faktor paling menarik dari pergerakan GMT hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $111 juta dalam 24 jam.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasarnya, yang berada di kisaran $51 juta.

Kondisi ini biasanya mengindikasikan meningkatnya aktivitas trader jangka pendek; potensi volatilitas harga yang tinggi; hingga adanya spekulasi terhadap pergerakan lanjutan.

Namun, volume tinggi juga perlu dicermati dengan hati-hati. Tanpa dukungan fundamental atau katalis kuat, lonjakan volume sering kali diikuti oleh koreksi cepat akibat aksi ambil untung.

Struktur Pasokan dan Posisi Pasar GMT

Green Metaverse Token saat ini memiliki pasokan beredar sekitar 3,11 miliar GMT, menjadikannya salah satu token dengan suplai besar di sektor metaverse dan Web3.

Dengan struktur ini, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) GMT berada di kisaran $84,18 juta.

Di peringkat pasar, GMT berada di posisi ke-415, menunjukkan bahwa meskipun proyek ini cukup dikenal, daya tariknya masih kalah dibandingkan proyek kripto berkapitalisasi besar.

Hal ini membuat pergerakan harga GMT cenderung lebih sensitif terhadap sentimen pasar dan aktivitas spekulatif.

Tekanan Jangka Pendek Masih Ada

Meskipun mencatatkan kenaikan harian yang kuat, pergerakan harga GMT dalam 1 jam terakhir justru turun 2,2%.

Ini menandakan bahwa tekanan jual jangka pendek masih muncul, terutama setelah lonjakan harga cepat dalam waktu singkat.

Kondisi ini sering terjadi pada aset kripto berkapitalisasi menengah hingga kecil, di mana reli cepat diikuti oleh konsolidasi atau koreksi ringan sebelum menentukan arah selanjutnya.

Baca Juga: Mengenal Token STEPN (GMT) yang Telah Melonjak 30.000 Persen dalam 30 Hari

Harga GMT hari ini menunjukkan sinyal pemulihan jangka pendek dengan kenaikan hampir 9% dan volume perdagangan yang sangat tinggi.

Namun, secara struktur tren, Green Metaverse Token masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan bearish yang cukup dalam selama beberapa bulan terakhir.

Bagi investor dan trader, reli GMT saat ini patut dicermati dengan pendekatan yang hati-hati.

Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren jangka menengah, pergerakan harga GMT masih berpotensi volatil dan rawan koreksi.

Disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama di tengah dinamika pasar kripto yang cepat berubah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga AT Hari Ini Melonjak 20%, APRO Jadi Sorotan Pasar Kripto

Pergerakan harga APRO (AT) hari ini menjadi salah satu yang paling mencolok di pasar kripto.

Token ini mencatatkan lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan harga AT berada di level $0.194489 per USD, menguat sekitar 20,43% secara harian.

Kenaikan tajam ini langsung mendorong APRO masuk radar para trader dan investor, terutama di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif.

Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar AT tercatat sekitar $48,62 juta, sementara volume perdagangan 24 jam menembus $135,92 juta.

Tingginya volume transaksi yang bahkan melampaui kapitalisasi pasar menunjukkan adanya lonjakan minat dan aktivitas perdagangan yang intens.

Baca Juga: APRO (AT) Naik 46% Sehari: Lonjakan Volume Picu Aksi Beli Agresif

Lonjakan Harga Didukung Momentum Jangka Pendek

Dalam satu hari terakhir, harga AT naik sekitar $0.033581, mencerminkan tekanan beli yang kuat. Tidak hanya itu, performa mingguan AT juga sangat impresif.

Dalam 7 hari terakhir, harga AT melonjak hampir 97,89%, menandai salah satu reli mingguan tertinggi di antara altcoin berkapitalisasi menengah.

Namun, gambaran jangka menengah masih menunjukkan dinamika yang kompleks. Dalam 30 hari terakhir, AT tercatat turun 6,33%, sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 43,76%.

Menariknya, dalam rentang 90 hari, AT justru mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 97,64%, menunjukkan volatilitas tinggi dengan fase naik dan turun yang tajam.

Volume Perdagangan Tinggi Jadi Indikator Spekulasi

Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu faktor utama yang menopang pergerakan harga AT hari ini adalah lonjakan volume perdagangan.

Dengan nilai transaksi harian di atas $135 juta, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar tergolong sangat tinggi.

Kondisi ini sering kali mengindikasikan masuknya trader jangka pendek dan spekulan; potensi volatilitas lanjutan dalam waktu dekat; dan risiko koreksi cepat akibat aksi ambil untung.

Volume besar memang bisa menjadi sinyal kekuatan momentum, tetapi juga perlu diwaspadai karena sering kali disertai fluktuasi harga yang ekstrem.

Struktur Pasokan dan Tekanan Dilusi

Saat ini, pasokan beredar AT berada di angka 250 juta token, atau sekitar 25% dari total pasokan maksimum 1 miliar AT.

Dengan struktur ini, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) APRO berada di kisaran $197,96 juta, jauh di atas kapitalisasi pasar saat ini.

Artinya, ke depan masih terdapat potensi tekanan suplai jika token tambahan masuk ke pasar.

Bagi investor jangka menengah hingga panjang, faktor dilusi ini menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menilai valuasi AT.

Posisi Pasar dan Pergerakan Intraday

Secara peringkat, AT saat ini berada di posisi ke-425 dalam daftar aset kripto global.

Dalam 24 jam terakhir, harga AT bergerak di rentang $0.156683 hingga $0.202351, menunjukkan volatilitas intraday yang cukup tinggi.

Sementara itu, dalam 1 jam terakhir, harga AT justru turun tipis 0,22%, mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah reli cepat.

Pola seperti ini umum terjadi pada aset yang mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain

Harga AT hari ini mencerminkan momentum bullish jangka pendek yang sangat kuat, ditopang oleh lonjakan volume perdagangan dan minat pasar yang meningkat tajam.

Namun, volatilitas tinggi, tekanan dilusi dari pasokan maksimum, serta riwayat koreksi tajam dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa pergerakan APRO masih sarat risiko.

Bagi trader agresif, kondisi ini membuka peluang dari volatilitas jangka pendek.

Sementara bagi investor jangka panjang, penting untuk menunggu konfirmasi stabilitas tren dan memperhatikan perkembangan fundamental sebelum mengambil keputusan.

Seperti biasa di pasar kripto, manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum (ETH) Rebound Signifikan, Kapitalisasi Pasar Dekati $370 Miliar

Pergerakan harga Ethereum (ETH) hari ini menjadi perhatian utama pasar kripto setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil kembali menembus level psikologis $3.000.

Berdasarkan data terbaru, harga ETH tercatat di $3.040,47 per ETH, menguat sekitar 3,42% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini mencerminkan membaiknya sentimen pasar di tengah upaya pemulihan dari tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ini, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai sekitar $366,97 miliar, menegaskan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $14,70 miliar, menunjukkan meningkatnya aktivitas transaksi seiring naiknya harga.

Baca Juga: Ethereum Konsolidasi di Bawah $3.000, Momentum Pemulihan Lemah

Kinerja Harga ETH: Rebound Harian, Tantangan Masih Membayangi

Dalam satu hari terakhir, harga Ethereum naik sekitar $100,55, sebuah lonjakan yang cukup signifikan untuk mendorong ETH keluar dari fase konsolidasi sempit.

Pergerakan ini juga didukung oleh kenaikan 1,13% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan tekanan beli yang masih berlanjut hingga sesi perdagangan terbaru.

Secara mingguan, ETH mencatatkan kenaikan tipis 0,24%, menandakan bahwa reli saat ini masih dalam tahap awal.

Dalam 30 hari terakhir, Ethereum naik sekitar 0,35%, menunjukkan stabilisasi harga setelah periode volatilitas tinggi.

Namun, jika ditarik ke horizon waktu yang lebih panjang, tekanan masih terasa. Dalam 60 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 21,08%, sementara dalam 90 hari koreksi mencapai 27,56%.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi pemulihan jangka pendek, Ethereum masih berada dalam fase pemulihan dari tren turun menengah.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rentang Perdagangan dan Volatilitas Intraday

Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak di rentang $2.925,75 hingga $3.051,94.

Rentang ini mencerminkan volatilitas intraday yang cukup tinggi, seiring meningkatnya minat trader setelah ETH kembali ke atas level psikologis $3.000.

Kenaikan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $14 miliar memperkuat sinyal bahwa pergerakan harga kali ini didukung oleh likuiditas yang relatif sehat.

Meski demikian, volatilitas tetap menjadi faktor risiko utama, terutama bagi trader jangka pendek.

Struktur Pasokan dan Posisi Pasar Ethereum

Ethereum saat ini memiliki jumlah pasokan beredar sekitar 120,69 juta ETH.

Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas maksimum pasokan, sehingga faktor inflasi dan mekanisme pembakaran (burn) menjadi elemen penting dalam dinamika suplai jangka panjang.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang berada di kisaran $367,17 miliar, valuasi Ethereum masih mencerminkan kepercayaan pasar terhadap perannya sebagai tulang punggung ekosistem smart contract, DeFi, NFT, dan Web3.

Level Psikologis dan Sentimen Pasar

Kembalinya ETH ke atas $3.000 memiliki makna psikologis yang kuat bagi pelaku pasar.

Level ini sering menjadi area penentu sentimen, apakah pasar akan melanjutkan reli atau kembali mengalami tekanan jual.

Meski begitu, jarak harga ETH saat ini dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73 masih cukup jauh.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih terbuka, namun membutuhkan katalis lanjutan dan stabilitas pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Ethereum (ETH) Tertekan di Bawah $3.000: Harga Turun, Sentimen Lemah

Harga ETH hari ini menunjukkan sinyal pemulihan yang solid setelah berhasil menembus kembali level $3.000 dengan kenaikan lebih dari 3% dalam sehari.

Lonjakan ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan dan sentimen pasar yang mulai membaik.

Namun, tekanan jangka menengah masih menjadi tantangan, mengingat koreksi signifikan dalam 60 hingga 90 hari terakhir.

Bagi investor, pergerakan ETH saat ini patut dicermati sebagai fase awal pemulihan, dengan tetap memperhatikan risiko volatilitas dan dinamika pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Menguat, Market Cap Naik 0,22%, Volume Terbatas

Pergerakan harga Pi Network (PI) hari ini menunjukkan penguatan moderat, tercermin dari kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 0,22% menjadi $1,72 miliar.

Meski kenaikan ini tidak tergolong agresif, pergerakan tersebut cukup menarik perhatian pelaku pasar, mengingat volume perdagangan 24 jam Pi masih relatif terbatas di angka $8,12 juta.

Data ini menandakan bahwa kenaikan harga PI hari ini bukan dipicu oleh euforia besar atau lonjakan transaksi, melainkan oleh dinamika suplai dan permintaan yang cenderung stabil dengan tekanan jual yang minim.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,55%, Support $0,20 Jadi Penentu Arah

Gambaran Pasar Pi Network Saat Ini

Berdasarkan statistik terbaru, Pi Network memiliki total dan maksimum suplai sebesar 100 miliar PI, dengan jumlah token beredar (circulating supply) sekitar 8,37 miliar PI.

Artinya, baru sekitar 8,37% dari total pasokan yang benar-benar beredar di pasar.

Sementara itu, Fully Diluted Valuation (FDV) Pi Network berada di kisaran $20,56 miliar, jauh di atas kapitalisasi pasar saat ini.

Selisih besar antara market cap dan FDV ini mencerminkan potensi dilusi di masa depan, sekaligus menjelaskan mengapa pergerakan harga PI saat ini cenderung lebih stabil dan terkontrol.

Alasan Utama Kenaikan Harga Pi Hari Ini

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Tekanan Jual yang Rendah

Salah satu faktor paling penting di balik kenaikan harga PI hari ini adalah rendahnya tekanan jual.

Dengan rasio volume terhadap kapitalisasi pasar hanya 0,4716%, likuiditas PI tergolong tipis. Dalam kondisi seperti ini, sedikit peningkatan permintaan sudah cukup untuk mendorong harga naik secara perlahan.

Berbeda dengan aset kripto yang memiliki volume besar, PI tidak membutuhkan arus dana besar untuk bergerak naik, selama tidak ada gelombang jual signifikan.

Pasokan Beredar Masih Terbatas

Dengan circulating supply hanya 8,37 miliar PI dari total 100 miliar, sebagian besar token masih dalam kondisi terkunci.

Struktur suplai seperti ini menciptakan efek kelangkaan relatif di pasar sekunder, terutama ketika pemegang PI memilih untuk menahan aset mereka.

Kondisi ini membuat harga PI lebih mudah stabil dan cenderung menguat perlahan, karena suplai aktif yang tersedia di pasar masih terbatas.

Kenaikan Volume yang Terkendali

Meski volume perdagangan PI hanya $8,12 juta, data menunjukkan adanya kenaikan volume sebesar 6,78% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan volume yang moderat ini menjadi sinyal adanya aktivitas beli tambahan, namun belum cukup besar untuk memicu volatilitas ekstrem.

Bagi pasar, kondisi ini justru dianggap sehat karena mencerminkan akumulasi perlahan, bukan spekulasi jangka pendek.

Stabilitas Sentimen dan Ekspektasi Jangka Panjang

Pi Network masih dipersepsikan sebagai proyek jangka panjang oleh sebagian besar komunitasnya.

Dengan ekosistem yang terus dikembangkan dan suplai token yang sebagian besar masih terkunci, banyak holder memilih untuk menunggu ketimbang menjual.

Sentimen seperti ini menciptakan harga yang relatif defensif, di mana kenaikan kecil bisa terjadi tanpa perlu katalis besar.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Meski harga PI hari ini menguat, investor tetap perlu mencermati beberapa risiko utama.

FDV yang sangat besar dibandingkan market cap menandakan potensi tekanan harga jika terjadi pembukaan token dalam jumlah besar di masa depan.

Selain itu, volume perdagangan yang rendah membuat harga PI rentan terhadap fluktuasi jika ada transaksi besar secara tiba-tiba.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Melemah 0,59%: Sentimen Bearish Masih Dominan

Kenaikan harga Pi Network hari ini lebih disebabkan oleh kombinasi suplai beredar yang terbatas, tekanan jual yang rendah, serta peningkatan volume yang terkendali, bukan karena lonjakan spekulasi besar.

Kapitalisasi pasar yang naik tipis menunjukkan bahwa pasar masih bersikap hati-hati namun stabil.

Dalam jangka pendek, PI berpotensi bergerak relatif tenang dengan kecenderungan naik perlahan selama tidak ada tekanan jual besar.

Namun dalam jangka menengah hingga panjang, dinamika suplai dan realisasi utilitas ekosistem akan menjadi faktor penentu arah harga selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Rebound Tipis Minggu Ini

Di awal pekan ini, pasar kripto hari Senin (29/12) menunjukkan tanda pemulihan dengan sejumlah altcoin memimpin kenaikan, di mana AT menguat 17%, BIGTIME naik 12%, dan GMT bertambah 10%.

Di sisi lain, prospek Bitcoin menuju akhir 2025 masih bergantung pada kemampuannya menembus level krusial $90.000 untuk mengonfirmasi momentum bullish, meski indikator teknikal saat ini mengarah pada tren kenaikan jangka pendek. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar. di Awal Pekan Ini

  • AT mencatat penguatan harian 17%, harganya naik $0,1907.
  • Harga BIGTIME mengalami kenaikan 12%, harga mencapai $0,02268.
  • GMT melonjak 10%, saat ini diperdagangkan di level $0,01658.

Prediksi Bitcoin 2025: Analis Soroti Level Kunci Akhir Tahun

  • Bitcoin perlu tembus $90.000 untuk konfirmasi momentum bullish.
  • Indikator teknis tunjukkan tren kenaikan jangka pendek.
  • Rapat FOMC dan kebijakan The Fed berpotensi picu volatilitas.

Akhir Tahun Makin UntungTotal Cashback Rp20 JUTA*

3 Altcoin Low-Cap dengan Akumulasi Kuat di Desember

  • AVNT, PROVE, dan PLUME Tunjukkan Akumulasi On-Chain Tinggi.
  • Whale Akumulasi Aset Saat Cadangan Bursa Turun (Sinyal Beli).
  • Sektor RWA Tangguh, Diprediksi Tumbuh Pesat hingga 2026.

Pantauan Kripto Akhir Tahun: Tren Naik atau Turun?

  • Sentimen Pasar Tentukan Arah Gerak BTC, ETH, dan Altcoin.
  • Data The Fed dan Pengangguran Picu Volatilitas Kripto.
  • Lonjakan Uang Beredar M2 Dorong Permintaan Aset Digital.

Baca juga: Riset Kripto 22-26 Des 2025: Bitcoin Sideways, Pertanda Akumulasi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

Quantum computing sering disebut sebagai revolusi teknologi berikutnya yang bisa mengubah dunia, termasuk sektor keuangan digital seperti Bitcoin. Tidak seperti komputer biasa yang menggunakan bit (0 atau 1), quantum computer menggunakan qubit yang bisa berada di banyak keadaan sekaligus berkat prinsip superposition. Ini memungkinkan pemrosesan data yang sangat cepat untuk tugas-tugas kompleks.

Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (dalam konteks aset digital) sering menjadi tolok ukur keamanan blockchain. Jika sekelas Bitcoin saja dapat dibobol, tentunya dampak hal tersebut bisa menjalar ke seluruh ekosistem kripto. Tapi apakah quantum computing benar-benar menjadi ancaman bagi Bitcoin?

Apa Itu Quantum Computing?

Gambar quantum computer milik Google. Sumber: Quantum AI

Quantum computing adalah jenis komputasi yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum, seperti (multiple kemungkinan sekaligus) dan entanglement (keterkaitan antar qubit), untuk memproses informasi. 

Dari kedua prinsip ini lahirlah qubit (quantum bit), yaitu unit informasi kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit dapat berada dalam kombinasi keduanya sekaligus (superposisi), dan dapat saling terhubung secara kuat dengan qubit lain melalui entanglement.

Kemampuan inilah yang membuat quantum computing secara teori mampu menyelesaikan perhitungan kompleks jauh lebih cepat dibanding komputer klasik (yang dipakai di zaman modern sekarang). Sehingga masalah tertentu yang akan memakan waktu ribuan tahun bagi superkomputer klasik dapat diselesaikan jauh lebih cepat oleh algoritma kuantum.

Secara sederhana, bayangkan kamu sedang bermain catur dan ingin mencari langkah terbaik.

Dalam memilih langkah yang terbaik, komputer klasik akan mencoba satu per satu kemungkinan langkah, lalu menghitung konsekuensinya. Proses ini seperti menelusuri cabang pohon langkah catur secara berurutan. Semakin banyak langkah ke depan yang dihitung, semakin lama waktunya.

Sedangkan dengan quantum computing, komputer kuantum bisa langsung memikirkan akhir dari banyak langkah sekaligus.

Baca juga: Solana Bersiap Hadapi Komputer Kuantum, Transaksi Anti-Retas Diuji

Mengapa Dianggap Ancaman bagi Bitcoin?

Dikutip dari deloitte, Bitcoin bekerja dengan menggunakan kriptografi elliptic curve digital signature algorithm (ECDSA) untuk mengamankan private key dan transaksi. 

Algoritma Shor pada quantum computing di sisi lain, digadang-gadang mampu memfaktorkan bilangan besar dengan cepat, sehingga dapat mengekstrak private key dari public key yang terekspos di blockchain. Ini berpotensi memungkinkan pencurian dana dari wallet Bitcoin.

Selain itu, Grover’s algorithm bisa mempercepat serangan terhadap fungsi hash seperti SHA-256. Hasil analisis deloitte, menunjukkan bahwa alamat lama jenis P2PK dan alamat P2PKH yang belum migrasi ke wallet terbaru adalah yang paling rentan.

Sederhananya:

  • P2PK (Pay-to-Public-Key) adalah format alamat Bitcoin paling awal yang digunakan dari 2009–2010, di mana koin dikirim langsung ke public key penerima.
  • P2PKH (Pay-to-Public-Key-Hash) adalah format yang lebih aman dan umum digunakan, di mana koin dikirim ke hash dari public key, bukan public key langsung.
Jumlah Bitcoin yang terancam oleh quantum computing. Sumber: Deloitte

P2PK hingga kini masih menyimpan sekitar 2 juta BTC yang belum pernah dipindahkan. Sementara itu, penggunaan P2PKH meningkat pesat sejak 2010, dengan sekitar 2,5 juta BTC tersimpan di alamat yang pernah digunakan kembali. 

Secara total, ada lebih dari 4 juta BTC atau sekitar 25% dari seluruh Bitcoin yang berpotensi dicuri jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan ini.

Harga Bitcoin (BTC/USDT) pada tanggal 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto

Dengan harga saat ini, nilai yang terancam mencapai lebih dari $395,35 miliar USD atau senilai Rp6,62 kuadriliun, lebih besar dari dari APBN Indonesia 2025 yang sekitar Rp3.3 kuadriliun, menjadikan quantum computing ancaman serius bagi keamanan ekosistem Bitcoin.

Baca juga: Fidelity Outlook 2026: Siklus 4 Tahunan Bitcoin Mungkin Tidak Ada Lagi!

Bagaimana Quantum Computing Bisa Membobol Bitcoin?

Ilustrasi bagaimana quantum computer bisa membobol Bitcoin.

Menurut ABA Banking Journal, quantum computing hanya memerlukan 6 tahap untuk melancarkan serangan terhadap Bitcoin atau aset kripto.

  1. Pengguna mengirim transaksi kripto tapi memakai ulang alamat wallet lama. Akibatnya, public key sudah terlihat di blockchain sebelum transaksi benar-benar selesai.
  2. Komputer kuantum menangkap public key tersebut saat transaksi sedang diproses.
  3. Penyerang menjalankan algoritma Shor untuk menghitung private key dari public key yang terbuka.
  4. Private key berhasil diperoleh.
  5. Penyerang langsung membuat transaksi palsu dengan tanda tangan digital yang tampak sah. Transaksi palsu ini bisa diproses lebih cepat daripada transaksi asli.
  6. Dana akhirnya dialihkan ke wallet penyerang, karena sistem blockchain gagal membedakan mana pemilik asli dan mana yang palsu.

Status Perkembangan Quantum Computing Saat Ini

Quantum computing telah mengalami kemajuan pesat sepanjang 2025, menjadi topik yang semakin menonjol di kalangan peneliti, investor, dan komunitas kripto. Meskipun perusahaan seperti IBM dan Google menunjukan adanya perkembangan signifikan, dikutip Chainalysis, teknologi ini masih jauh dari kemampuan untuk memecahkan kriptografi Bitcoin secara efektif.

Selain itu, untuk menjalankan hacking pada sistem Bitcoin, quantum computer diperkirakan memerlukan ribuan logical qubits fault-tolerant, yang setara dengan jutaan physical qubits setelah memperhitungkan error correction, sementara sistem saat ini hanya memiliki ratusan hingga ribuan qubits dengan error tinggi.

Pakar memperkirakan cryptographically relevant quantum computers (CRQC) mungkin baru akan muncul pada pertengahan 2030-an atau lebih lambat, memberikan waktu bagi Bitcoin untuk beradaptasi, dan melakukan persiapan diperlukan seperti upgrade jaringan atau transisi bertahap ke alamat yang tahan terhadap quantum.

Quantum computing saat ini memang diagadang-gadang menjadi ancaman bagi Bitcoin, namun dengan ancaman nyata quantum computing yang diprediksi baru akan muncul di pertengahan tahun 2030, dan sistem keamanan Bitcoin yang masih bisa diperbaharui untuk menghadapi serangan quantum computing, saat ini Bitcoin masih terbukti aman dan tetap menjadi opsi investasi aset kripto nomor 1. Jika kamu tertarik membeli Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Quantum computers and the Bitcoin blockchain | Deloitte

Quantum Computing and Cryptocurrency – Chainalysis

Why quantum matters now for blockchain – News & insight – Cambridge Judge Business School

Quantum computing and blockchains: Matching urgency to actual threats – a16z crypto



Sumber : news.tokocrypto.com

DOGE di Level US$0,12, Waspadai Penurunan Lanjutan hingga US$0,08

Harga Dogecoin kembali tertekan dan mencatat level terendah sejak 10 Oktober, seiring melemahnya minat pasar dan belum adanya dorongan dari exchange-traded fund (ETF) Dogecoin. Analisis teknikal menunjukkan potensi penurunan lanjutan di tengah minimnya permintaan investor.

Berdasarkan data pasar, Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di kisaran US$0,1227, turun sekitar 75% dari level tertinggi tahun ini. Penurunan tajam tersebut menyebabkan hilangnya valuasi pasar hingga miliaran dolar AS.

Tekanan Terhadap Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin Tersungkur di US$0,12, Analis Prediksi Gerak Ekstrem 15%

Dilaporkan Crypto News, tekanan terhadap DOGE terjadi di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. Data SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Dogecoin milik Grayscale dan Bitwise tidak mencatat arus masuk dana (inflow) sejak 11 Desember. Secara keseluruhan, kedua ETF tersebut hanya membukukan inflow sekitar US$2 juta dengan total aset bersih sekitar US$5 juta, menandakan minat investor institusional yang semakin terbatas.

Selain itu, open interest futures Dogecoin tercatat turun ke kisaran US$1,4 miliar, jauh dari level tertinggi tahun ini yang sempat melampaui US$6 miliar. Penurunan open interest umumnya mencerminkan berkurangnya partisipasi investor dan minimnya posisi baru di pasar derivatif.

Dari sisi teknikal, tekanan jual dinilai masih dominan. Grafik tiga hari menunjukkan bahwa harga Dogecoin berada dalam tren turun yang kuat dan membentuk sejumlah pola bearish. Salah satunya adalah death cross, yakni persilangan antara exponential moving average (EMA) 50 hari dan 200 hari yang terjadi pada 9 Desember. Pola ini kerap dianggap sebagai sinyal lanjutan pelemahan harga.

Analisis Teknikal DOGE

Dogecoin juga membentuk pola head and shoulders, yang sering dipandang sebagai sinyal pembalikan bearish. Pola tersebut menunjukkan level “kepala” di area US$0,4855, dengan bahu kiri di US$0,2285 dan bahu kanan di sekitar US$0,30. Harga saat ini telah menembus garis leher (neckline), yang mengonfirmasi potensi penurunan lanjutan.

Indikator teknikal lain seperti Relative Strength Index (RSI) dan MACD juga masih bergerak menurun. Kondisi ini membuka peluang bagi harga DOGE untuk menguji support berikutnya di US$0,080, yang merupakan level terendah pada Agustus tahun lalu, atau sekitar 35% lebih rendah dari harga saat ini.

Meski demikian, analis mencatat bahwa skenario bearish dapat gugur apabila harga Dogecoin mampu bergerak naik dan menembus level psikologis US$0,15. Selama hal tersebut belum terjadi, tekanan terhadap Dogecoin diperkirakan masih akan berlanjut.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Peristiwa Besar yang Bisa Guncang Kripto Januari 2026

Pasar kripto memasuki Januari 2026 dengan kombinasi optimisme dan kewaspadaan tinggi. Setelah menutup tahun 2025, pasar global kripto mencatat kenaikan 0,79% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin bertahan di atas level USD 87.000, sementara Ethereum stabil di atas USD 2.900. Meski demikian, tekanan likuiditas dan sentimen yang terbelah masih membebani altcoin.

Dilaporkan Coingape, sejumlah agenda besar, mulai dari risiko penutupan pemerintah Amerika Serikat hingga kebijakan suku bunga The Federal Reserve, diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan harga kripto sepanjang Januari 2026. Berikut tiga peristiwa penting yang menjadi sorotan pelaku pasar.

Risiko Shutdown Pemerintah AS Menguat

Amerika Serikat menghadapi ancaman penutupan pemerintahan (government shutdown) menjelang tenggat 31 Januari 2026. Kongres diketahui memasuki masa libur Natal tanpa menyepakati anggaran final maupun jadwal pemungutan suara.

Meski Senat dan DPR telah menyepakati total belanja, perbedaan pendapat terkait distribusi dana masih menghambat kesepakatan. Partai Demokrat menyatakan kesediaan mengikuti batasan anggaran baru, sementara kelompok Republik yang konservatif menolak peningkatan belanja dan menuntut anggaran lembaga tetap.

Jika tidak tercapai kesepakatan, operasional lembaga federal berpotensi terganggu dan menciptakan ketidakpastian pasar. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi aktivitas regulasi, termasuk pengawasan dan kebijakan terkait industri kripto.

CLARITY Act dan Isu Cadangan Kripto AS

Peristiwa krusial lainnya adalah kelanjutan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY Act). RUU ini telah disahkan DPR dan kini menunggu keputusan Senat. Jika lolos, CLARITY Act akan memperjelas definisi aset digital, membatasi kewenangan SEC terhadap blockchain tertentu, serta menetapkan aturan kepatuhan baru bagi bursa dan broker kripto.

Regulasi ini berpotensi berdampak besar pada aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP yang telah memiliki produk ETF. Pengesahan pada Januari diperkirakan meningkatkan kepastian hukum dan menarik lebih banyak modal institusional.

Di sisi lain, wacana pembentukan cadangan kripto nasional AS masih menuai perdebatan. Meski mantan Presiden Donald Trump mendukung gagasan tersebut, dukungan di Kongres belum solid. Data Polymarket menunjukkan peluang AS memiliki cadangan Bitcoin sebelum 2027 baru sekitar 27%.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menurun

Dari sisi makroekonomi, peluang pemangkasan suku bunga pada rapat Federal Reserve Januari 2026 terus menyusut. Data CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemangkasan 25 basis poin hanya 13,3%, sementara peluang suku bunga tetap berada di level saat ini mencapai 86%.

Penurunan ekspektasi ini dipicu oleh data PDB kuartal III AS yang lebih baik dari perkiraan serta serangkaian pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. Pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, juga mengisyaratkan sikap lebih berhati-hati memasuki 2026.

Kondisi ini berpotensi menekan pasar kripto, mengingat reli harga sebelumnya banyak didorong oleh kebijakan pelonggaran moneter. Ketika likuiditas kembali mengetat, investor diperkirakan akan menyesuaikan strategi perdagangan mereka.

Kesimpulan

Dengan ancaman shutdown pemerintah AS, keputusan penting terkait regulasi kripto, dan arah kebijakan suku bunga The Fed, Januari 2026 menjadi bulan penuh risiko dan peluang bagi pasar kripto. Ketiga peristiwa ini berpotensi memicu volatilitas tinggi sekaligus menentukan arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Storage Ini Melejit dan Jadi Sorotan Pasar, STORJ Naik ke $0.16

Pasar kripto kategori Storage Tokens menunjukkan performa positif. Berdasarkan data terbaru, total kapitalisasi pasar aset kripto penyimpanan digital tercatat mencapai $2.58 miliar, naik 6.74% dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah altcoin di sektor ini mencatat lonjakan harga dan volume perdagangan yang signifikan. Berikut 3 top altcoin storage tokens berdasarkan kapitalisasi pasar dikutip CoinMarketCap.

1. Impossible Cloud Network (ICNT) Pimpin Pasar

Impossible Cloud Network (ICNT) menempati posisi teratas sebagai storage token dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga ICNT tercatat di level $0.4919, naik 14.37% dalam 24 jam dan 11.06% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar ICNT mencapai $82.27 juta dengan volume transaksi harian sebesar $12.22 juta. Total suplai beredar berada di angka 167.22 juta ICNT, menjadikan aset ini salah satu yang paling likuid di sektor penyimpanan terdesentralisasi.

2. Storj (STORJ) Tancap Gas dengan Volume Fantastis

Pergerakan harga Stroj (STORJ/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Stroj (STORJ/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Storj (STORJ) berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar $71.07 juta. Harga STORJ saat ini berada di level $0.1680, melonjak 46.31% dalam 24 jam dan 40.81% dalam 7 hari.

Menariknya, STORJ mencatat volume perdagangan harian yang sangat tinggi mencapai $123.77 juta, jauh melampaui storage token lain. Jumlah suplai beredar STORJ tercatat 422.97 juta token, menandakan minat pasar yang kuat terhadap aset ini.

3. IAGON (IAG) Masuk Jajaran Atas

IAGON (IAG) melengkapi daftar 3 besar storage token dengan kapitalisasi pasar sebesar $26.25 juta. Harga IAG berada di level $0.06982, naik 10.90% dalam 24 jam dan 8.39% dalam 7 hari terakhir.

Volume perdagangan 24 jam IAG tercatat $439 ribu dengan suplai beredar mencapai 376.02 juta IAG. Meski volumenya lebih kecil dibanding ICNT dan STORJ, performa harga IAG tetap menunjukkan tren positif.

Kesimpulan
Sektor Storage Tokens kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya kebutuhan penyimpanan data terdesentralisasi. ICNT, STORJ, dan IAG saat ini menjadi 3 altcoin unggulan berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan pergerakan harga dan volume yang mencerminkan tingginya minat investor dalam jangka pendek.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Terancam Anjlok 50%? Sinyal Mengerikan Muncul

Pergerakan harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Setelah mencatat kenaikan signifikan pada akhir musim panas, aset kripto ini justru mengalami tren penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah analis bahkan memperingatkan potensi kejatuhan lanjutan hingga ke bawah level USD 70 dalam waktu dekat.

Analis kripto Ali Martinez menilai struktur pergerakan harga Solana sejak Maret 2024 hingga saat ini membentuk pola teknikal “head and shoulders”, yang dikenal sebagai sinyal bearish klasik. Pola tersebut terlihat dengan puncak tertinggi (head) yang terbentuk pada akhir tahun lalu, saat harga SOL menyentuh USD 240.

Penurunan Brutal di Depan Mata?

Baca juga: Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

Berdasarkan pola ini, Martinez memprediksi harga Solana berpotensi turun hingga USD 66,20. Jika skenario tersebut terjadi, SOL akan mengalami koreksi sekitar 50% dari harga saat ini yang berada di kisaran USD 132.

Pola head and shoulders terbentuk dari tiga puncak harga, yakni bahu kiri, kepala, dan bahu kanan. Jika harga menembus level support penting yang disebut neckline, trader biasanya menganggapnya sebagai sinyal kelanjutan tren penurunan.

Dilaporkan Crypto Potato, pandangan bearish tidak hanya datang dari Martinez. Analis lain yang dikenal dengan nama Crypto Tony memperkirakan adanya kenaikan kecil menuju area USD 134 sebelum harga kembali tertekan. Ia menyebut akan memanfaatkan kenaikan tersebut sebagai peluang untuk membuka posisi jual (short).

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan terhadap SOL juga tercermin dari indikator teknikal Relative Strength Index (RSI). Saat ini, RSI Solana berada di kisaran 69, mendekati zona jenuh beli (overbought). Dalam analisis teknikal, RSI di atas 70 sering dianggap sebagai sinyal potensi pembalikan arah ke bawah, sementara di bawah 30 dianggap sebagai peluang beli.

Meski demikian, tidak semua analis sepakat dengan skenario kejatuhan tajam. Sejumlah pihak justru melihat peluang kebangkitan harga Solana. TraderSZ, analis kripto dengan hampir 700 ribu pengikut di platform X, memprediksi harga SOL berpotensi menembus level USD 160 dalam beberapa hari ke depan. Analis lain bernama James juga memasang target optimistis di kisaran USD 152.

Data Pergerakan Solana

Data exchange netflow turut menjadi dasar pandangan bullish tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, arus keluar SOL dari bursa kripto tercatat jauh lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi (self-custody), yang umumnya dianggap sebagai sinyal positif karena menurunkan tekanan jual jangka pendek. Sebaliknya, lonjakan dana masuk ke bursa biasanya dikaitkan dengan persiapan aksi jual besar-besaran.

Dengan sinyal teknikal yang saling bertolak belakang, pergerakan harga Solana ke depan diperkirakan akan tetap volatil. Pelaku pasar kini menantikan apakah SOL akan benar-benar terperosok lebih dalam, atau justru mampu bangkit dan mematahkan prediksi bearish yang beredar.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com