Tag Archives: altcoin

Wajib Tahu, Inilah Arti dan Cara Kerja Protokol Chainlink

Dewasa ini sudah banyak sekali teknologi yang digunakan dan juga dikembangkan yang berguna dalam menghubungkan dunia blockchain dengan dunia luar (non-blockchain), salah satunya yaitu Chainlink.

Chainlink merupakan salah satu proyek ambisius yang ada pada dunia mata uang digital dan aset kripto. Walau dikatakan newbie dalam dunia aset kripto, namun ketenarannya tidak dapat dipungkiri lagi lantaran kepopulerannya dalam lingkungan masyarakat mengenai inovasinya terkait teknologi blockchain. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Apa Itu Chainlink?

Chainlink adalah sebuah aset kripto dan juga teknologi dalam dunia digital kripto yang berguna untuk menjembatani antara dunia blockchain dengan dunia luar atau non-blockchain, sistem ini biasa disebut sebagai Oracle

Chainlink yang merupakan sebuah sistem unifikasi platform pembayaran dan data eksternal, seperti web API (Application Programming Interface), data feed, atau rekening bank umum.

Pertama kali diluncurkan pada November 2017 oleh Steve Ellis dan Sergey Nazarov yang mempublikasikan Whitepaper untuk aset kripto satu ini. 

Baca Juga: Ketahui Pengertian FOMO Adalah di Dunia NFT Selengkapnya di Sini

Cara Kerja Chainlink

Harus dipahami terlebih dahulu bahwa Chainlink bukanlah sebuah blockchain, melainkan sebuah jembatan atau perantara yang mana tanpa adanya proses mining pun akan tetap mendapatkan keuntungan melalui kumpulan blockchain yang menggunakan jaringan data aset kripto ini.

Dalam menjalankan sistem jaringannya, Chainlink memanfaatkan tiga jenis Smart Contract yang ditujukan untuk mengolah data, yakni Reputation Contract, Order-Matching Contract, dan Aggregating Contract.

1. Reputation Contract

Pada mulanya, para pengguna akan diharuskan membuat service-level agreement (SLA) sebagai persyaratan data yang dibutuhkan. Kemudian sistem software akan menggunakan SLA sebagai verifikasi pengguna dengan Oracle.

Kemudian pengguna akan mengirimkan SLA lalu menyimpan Chainlink Coin (LINK) dalam Order-Matching Contract.

2. Order-Matching Contract

Pada bagian ini, Oracle akan terhubung dengan dunia luar atau sumber eksternal dan memperoleh sejumlah data off-chain sesuai permintaan dalam SLA. Oracle nantinya memproses data-data tersebut dan mengirimkannya kembali ke dalam kontrak yang sedang berlangsung pada blockchain Chainlink.

3. Aggregating Contract

Langkah terakhir pada proses ini adalah penghitungan hasil dari pengumpulan data yang sebelumnya sudah dihimpun oleh Oracle yang kemudian dikembalikan kepada kontrak agregasi. 

Kemudian kontrak agregasi merespon, dan mengukur yang kemudian memberi validasi masing-masing pada setiap data yang diterima.

Sehingga, dengan inilah keuntungan Chainlink diperoleh dari seluruh penyedia data (Oracle) yang beroperasi di dalamnya.

cara kerja chainlink coin

Apa itu Chainlink Coin (LINK)?

Pada dasarnya Chainlink tidak memiliki koin native tersendiri, melainkan berbentuk token yang tersedia pada jaringan Ethereum ERC677. Memiliki fungsi secara aktif untuk bertransaksi dalam platform aset kripto satu ini yang didasarkan pada standar token ERC20.

LINK merupakan token yang dirancang dengan maksud dan tujuan sebagai insentif bagi penyedia data yang akurat, menjaga kontrak tetap stabil, juga sebagai imbalan bagi node yang memvalidasi transaksi.

Kemudian, LINK juga dilengkapi dengan fungsi tambahan ERC233, yakni ‘transfer and call‘ yang dapat membantunya dalam berinteraksi dengan smart contracts

Kemudian juga, apabila semakin banyak LINK yang dimiliki oleh sebuah node, maka semakin besar pula perannya dalam jaringan Proof of Stake (PoS).

Fitur Chainlink apa saja yang tersedia?

konsep chainlink coin

Fitur yang terdapat dalam Chainlink yaitu Distribusi Oracle, Sumber distribusi, Agregasi, Reputasi, Pembayaran Penalti, dan Sertifikat Pelayanan. Simak dibawah ini untuk penjelasannya!

Distribusi Oracle

Platform ini menawarkan distribusi Oracle dalam satu buah kontrak yang berguna untuk memperoleh data dari sumber yang sama atau menggunakan node guna menghasilkan data dari berbagai sumber.

Sumber distribusi

Berperan sebagai perantara, maka aset kripto ini juga berperan sebagai sumber distribusi data. Dalam artian, node yang berada pada jaringan ini dapat memperoleh data dari berbagai sumber yang ada.

Agregasi

Chainlink menggunakan sistem agregasi untuk menghimpun data dari node, baik itu mengambil berdasar sumber tertentu, mengeliminasi data dengan sumber kurang terpercaya, atau bahkan memperolehnya dari berbagai sumber.

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Blockchain dan Pemanfaatannya di Berbagai Industri

Reputasi

Untuk memperkuat keamanan dan kepercayaan pada sistemnya, Chainlink berkomitmen untuk menjaga reputasi dengan mengukur sebuah node dengan berbagai aspek, diantaranya riwayat kinerja, total tugas yang diselesaikan, jumlah permintaan, total pinalti, hingga tingkat waktu responnya.

Pembayaran penalti

Smart contract yang memungkinan penalti untuk menjamin kesesuaian pengumpulan data berdasarkan kontrak. Penalti ini berupa asuransi jaminan apabila terjadi kekeliruan dalam menginput data.

Sertifikat Pelayanan

Pemberian sertifikat pelayanan ini merupakan sebuah fitur menarik yang diberikan kepada Oracles yang dinilai terpercaya. Hal ini akan menjadi bukti betapa hebat dan bagusnya penyedia tersebut dalam menjamin keamanan.

Itulah penjelasan singkat mengenai arti dan juga cara kerja aset kripto ini dan juga token LINK yang memiliki fitur-fitur menarik. Ikuti informasi seputar Chainlink dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Monero (XMR) dan Fitur-Fiturnya yang Menarik

Berbicara tentang kripto, sulit untuk dilepaskan dari Bitcoin selaku salah satu aset kripto yang popularitasnya telah diakui oleh dunia. Namun, kini ada aset kripto lain yang punya potensi untuk menyaingi kehebatan Bitcoin dengan sejumlah fitur yang menawarkan lebih banyak privasi, yakni Monero (XMR). 

Seperti apa aset kripto Monero (XMR), keunikan, harga, dan bagaimana cara mendapatkannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Monero?

Monero adalah aset kripto yang dibangun berdasarkan prinsip tidak terhubung dan tidak terlacak. Aset kripto yang satu ini sebenarnya hasil fork dari aset kripto Bytecoin (BCN)

Bytecoin sendiri merupakan hasil implementasi dari CryptoNote yang dirilis pertama kali pada 2018 lalu. 

CryptoNote adalah aplikasi yang mewadahi berbagai aset kripto termasuk Bytecoin. Kemudian, dalam perjalanannya, Bytecoin mengalami masalah saat seluruh koinnya sudah didistribusikan.

Menanggapi masalah tersebut, Bytecoin kemudian melakukan fork untuk membuat proyek kripto baru dan berganti nama menjadi 

Bitmonero hingga kini menjadi Monero. Para pengembangnya sendiri terdiri dari tujuh orang, lima di antaranya belum mengungkapkan identitas aslinya, sedangkan dua lainnya adalah Riccardo Spagni atau yang dikenal sebagai Fluffypony dan David Latapie.

2 Keunikan Monero

Dibandingkan dengan berbagai jenis aset kripto lainnya, Dalam algoritma CryptoNote aset kripto satu ini menghadirkan fitur-fitur baru yang unik. 

Berikut dua fitur yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda saat ingin mulai berinvestasi di dunia kripto, yaitu:

1. Bersifat fungible

Keunikan yang cukup memberikan perbedaan signifikan antara Monero dengan berbagai aset kripto lainnya adalah sifatnya yang fungible. Bagaimana maksudnya? Jadi, koin Monero memungkinkan untuk ditukar dengan koin lainnya tanpa perlu menilik riwayat transaksi sebelumnya yang mungkin digunakan untuk membeli barang-barang tertentu.

2. Menjunjung privasi

Keunikan lainnya dari aset kripto ini adalah privasinya yang sangat dijunjung tinggi. Berbeda dengan Bitcoin yang bisa ternoda reputasinya ketika dipakai untuk bertransaksi atas barang-barang ilegal, riwayat transaksi yang dilakukan dengan blockchain Monero tidak akan ditampilkan. 

Jadi, pemilik aset kripto ini tetap memiliki harga tukar yang sama meski sebelumnya sudah pernah digunakan untuk bertransaksi atas barang tertentu,  sebab tidak ada penurunan nilai hingga membuat koin menjadi ternoda.

Hal ini bisa berjalan pada protokol Monero dikarenakan menerapkan ring signature dan stealth address. Dalam membuat ring signature, aset kripto ini memanfaatkan kombinasi private keys juga public keys, sehingga tidak akan terungkap identitas seseorang yang menandatangani dan melakukan validasi transaksi. 

Selain itu, Monero menambah privasi dengan stealth address. Jika ring signature membantu seorang validator tidak terlacak, maka stealth address bisa membantu agar alamat tujuan dan penerima aset kripto tidak terdeteksi.

Perkembangan Harga Monero dari Waktu ke Waktu

konsep microscopic monero

Sebagai salah satu aset kripto, aset kripto ini memiliki perkembangan harga yang cukup baik dari waktu ke waktu. Pada Agustus 2020, harga Monero mencapai 89,12 USD dengan kapitalisasi pasar 1,58 miliar USD. Sementara itu, pada 2021, harganya telah berhasil mengalami kenaikan hingga 295,05 USD dengan kapitalisasi pasar 5,3 miliar USD.

Kemudian memasuki tahun 2022, harga XMR kembali meroket pada akhir bulan Maret hingga awal bulan April mengutip Bein Crypto. Setelah sebelumnya mengalami keterpurukan pada bulan Februari dengan mencatat harga senilai 132,1 USD saja per kepingnya, XMR mengalami peningkatan harga hingga 272 USD pada 12 April. Fantastis, bukan?

Selayaknya aset kripto pada umumnya, XMR juga mengalami koreksi tidak lama setelah peningkatan tersebut. Sampai artikel ini ditulis, harga koin yang menduduki peringkat ke-27 di berdasarkan kapitalisasi pasar ini per kepingnya memiliki nilai 127,02 USD per tanggal 14 Juni 2022.

Cara untuk Mendapatkan Monero

Setelah mengetahui lika-liku, keunikan, dan perkembangan harga aset kripto Monero (XMR) dari waktu ke waktu, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara mendapatkan Monero. Koin ini bisa Anda peroleh dengan cara membelinya di broker kripto atau dengan menambangnya (mining). Berikut penjelasan selengkapnya!

Membeli

Jika Anda memilih untuk membeli aset kripto Monero (XMR), pastikan untuk membelinya di bursa atau exchange kripto tepercaya yang sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah, yaitu Bappebti di Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membelinya lewat penjual yang melakukan transaksi jual-beli kripto secara perorangan atau lewat ATM yang telah diintegrasikan dengan kripto.

Menambang

Opsi lain yang bisa Anda lakukan jika ingin memiliki aset kripto ini adalah dengan melakukan mining atau penambangan. Artinya, Anda bisa mendapatkan koin Monero Anda sendiri dengan mengandalkan perangkat komputer dan beberapa hardware serta software lainnya. 

Namun, tak perlu khawatir, untuk melakukan mining Monero (XMR), Anda tak perlu perangkat komputer khusus dan canggih seperti saat melakukan penambangan Bitcoin. Beberapa software mining Monero yang banyak digunakan antara lain MinerGate, CC Miner, dan XMR Stak.

Baca juga: Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!Itulah perkenalan singkat dengan aset kripto satu ini yang memiliki fitur-fitur istimewa berkat sifatnya yang fungible dan privasinya yang terjaga. Ikuti informasi seputar Monero dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Dua aset kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO) termasuk salah satu yang mencuri perhatian di dunia desentralisasi. Keduanya terpantau masuk daftar 300 besar aset kripto dengan nilai market cap tertinggi berdasarkan data CoinMarketCap.

Project Galaxy (GAL) sendiri adalah jaringan data kredensial Web3. Ia dibangun di atas infrastruktur terbuka dan kolaboratif membangun produk dan komunitas yang lebih baik. Sementara, Lido Finance adalah penyedia solusi pertaruhan yang menyediakan layanan untuk Ethereum 2.0, Terra, Solana dan Kusama.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan aset kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO).

Project Galaxy (GAL)

Apa Itu Project Galaxy (GAL)?

Project Galaxy didirikan oleh Harry Zhang dan Charles Wayn. Galaxy adalah salah satu jaringan data kredensial Web3 terkemuka yang dibangun di atas infrastruktur terbuka dan kolaboratif.

Project Galaxy (GAL)
Ilustrasi aset kripto Project Galaxy (GAL).

Project Galaxy membantu pengembang dan proyek Web3 memanfaatkan data kredensial digital dan NFT untuk membangun produk dan komunitas yang lebih baik. Proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan sistem kredensial saat ini, di mana data dipisahkan di seluruh database tertutup yang dimiliki dan diizinkan oleh aplikasi, organisasi pemerintah, serta lembaga keuangan dan kredit.

Hal tersebut menyebabkan lanskap yang tidak terbuka bagi individu yang seharusnya memiliki data tersebut atau aplikasi yang membutuhkannya. Project Galaxy menyediakan infrastruktur bagi anggota komunitas untuk mengumpulkan dan menyumbangkan kredensial digital ke jaringan data kredensial Galaxy.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Project Galaxy (GAL) Unik?

Infrastruktur Project Galaxy mendukung kurasi kredensial melalui berbagai sumber data. Kurator dapat menyumbangkan data dari 7 jaringan blockchain yang berbeda dengan kueri subgraf atau snapshot untuk kredensial on-chain. Mereka juga dapat menyediakan data dari Twitter, Discord, Github, atau acara offline untuk kredensial off-chain.

Project Galaxy juga menyediakan Application Modules, Credential API, dan Credential Oracle Engine untuk membantu pengembang memanfaatkan data kredensial. Kasus penggunaan Application Modules termasuk Galaxy OATs (On-chain Achievement Tokens), program loyalitas NFT, komunitas yang terjaga keamanannya, dan tata kelola yang disesuaikan.

Project Galaxy (GAL)
Ilustrasi aset kripto Project Galaxy (GAL).

Peringkat GAL di CoinMarketCap pada Kamis (12/5) pukul 08.00 WIB adalah #245, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 137.052.308. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 35.161.333 koin GAL dan maksimal pasokan 200.000.000 koin GAL.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

Lido Dao (LDO)

Apa Itu Lido Dao (LDO)?

Lido adalah proyek kripto solusi staking untuk Ethereum. Lido memungkinkan pengguna mempertaruhkan ETH mereka, tanpa setoran minimum atau pemeliharaan infrastruktur sambil berpartisipasi dalam aktivitas on-chain, misalnya lending atau pinjaman untuk pengembalian yang menguntungkan.

Anggota Lido DAO termasuk Semantic VC, ParaFi Capital, Libertus Capital, Terra, Bitscale Capital, StakeFish, StakingFacilities, Chorus, P2P Capital, dan KR1. Lido juga bergabung dengan sejumlah angel investor utama, termasuk Stani Kulechov dari Aave, Banteg of Yearn, Will Harborne dari Deversifi, Julien Bouteloup dari Stake Capital dan Kain Warwick dari Synthetix.

Lido Dao (LDO)
Ilustrasi aset kripto Lido Dao (LDO).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Apa yang Membuat Lido Dao (LDO) Unik?

LDO adalah token utilitas asli yang digunakan untuk:

  • Pemberian hak tata kelola di DAO Lido.
  • Mengelola parameter dan distribusi biaya.
  • Mengatur penambahan dan penghapusan operator node Lido.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (12/5) pukul 08.00 WIB adalah #87, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 487.502.573. LDO memiliki pasokan beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LDO.

Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO).

Trading GAL/USDT, GAL/BUSD, GAL/BNB, GAL/BTC, LDO/USDT, LDO/BUSD dan LDO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 10 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran GAL dan LDO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) adalah dua aset kripto yang memiliki utilitas yang penting dalam ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keduanya bertujuan memecahkan masalah utama untuk mewujudkan keuangan yang inklusif melalui teknologi blockchain.

Misalnya, Augur dimaksudkan untuk mendukung optimalisasi Prediction markets atau pasar prediksi yang bisa dijalankan lebih baik secara desentralisasi. Sementara, Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi.

So, mari mengenal lebih dekat aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Augur (REP)

Apa Itu Augur (REP)?

Augur adalah platform oracle blockchain yang terdesentralisasi dan protokol peer to peer untuk pasar prediksi. Augur adalah software open source gratis yang sebagian dilisensikan di bawah General Public License (GPL) dan sebagian dilisensikan di bawah lisensi Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Augur adalah seperangkat smart contract yang ditulis dalam Solidity dan dapat digunakan ke blockchain Ethereum. Protokol Augur dimaksudkan untuk upaya memecahkan salah satu masalah paling sulit yang dihadapi insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk mengembangkan aplikasi praktis untuk teknologi blockchain, terutama smart contract, masalah oracle.

Augur adalah oracle peer to peer terdesentralisasi tanpa kepercayaan yang digunakan pada protokol pasar prediktif. Oracle Augur memungkinkan informasi untuk dimigrasikan dari dunia nyata ke blockchain tanpa bergantung pada perantara atau pihak ketiga yang tepercaya.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Augur bukan pasar prediksi, ini adalah protokol bagi pengguna aset kripto untuk membuat pasar prediksi mereka sendiri. Augur adalah satu set smart contract open source yang dapat digunakan ke blockchain Ethereum.

Protokol Augur tidak lebih dari perangkat lunak sumber terbuka, dan pengguna individu dari protokol Augur adalah orang-orang yang membuat pasar prediksi menggunakan software tersebut.

Apa yang Membuat Augur (REP) Unik?

Augur adalah satu-satunya protokol pasar prediksi yang diketahui oleh Forecast Foundation di mana tim pengembangan tidak melakukan apa pun selain menulis kode open source gratis.

Forecast Foundation dan orang-orang yang telah menulis kode protokol Augur tidak menciptakan pasar pada protokol Augur itu sendiri, mereka tidak melakukan perdagangan, atau memiliki kemampuan untuk memantau, mengontrol, menyensor, atau memodifikasi tindakan apa pun yang dilakukan pada Augur protokol.

Augur (REP) adalah aset kripto yang digunakan oleh pelapor jaringan selama fase sengketa pasar Augur. Pemegang REP harus melakukan pekerjaan, dalam bentuk mempertaruhkan aset kripto mereka pada hasil yang benar, untuk menerima sebagian dari biaya penyelesaian pasar.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika holders tidak melaporkan dengan benar, mereka tidak mendapatkan bayar. Jika alah melaporkan, akan kehilangan REP. Jika mereka tidak berpartisipasi dalam fork (ketika jaringan memiliki perselisihan yang sangat besar atas suatu hasil), secara permanen kehilangan kemampuan untuk memigrasikan REP, sehingga secara fungsional tidak berguna dalam versi Augur yang digunakan Protokol, dan secara teori membuatnya tidak berharga.

Peringkat REP di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 113.883.548. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 11.000.000 koin REP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Orion Protocol (ORN)

Apa Itu Orion Protocol (ORN)?

Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi yang menyediakan gerbang tunggal non-kustodian ke seluruh pasar aset digital. Protokol ini didirikan pada 2018 dan diluncurkan pada 2020 oleh Alexey Koloskov dalam upaya untuk memecahkan beberapa masalah utama dari ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Orion bertujuan untuk mengatasi kesulitan dalam melakukan transaksi yang menguntungkan terkait dengan kurangnya likuiditas di sebagian besar bursa kripto. Ini adalah kasus untuk pertukaran terpusat dan terdesentralisasi. Solusi Orion untuk ini adalah dengan menggabungkan buku pesanan pertukaran menjadi satu terminal yang mudah digunakan dan dipahami.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Tujuan Orion Protocol adalah untuk membantu pengguna mendapatkan hasil terbaik dari investasi mereka sambil juga menurunkan risiko yang terkait dengan penggunaan banyak bursa.

Apa yang Membuat Orion Protocol (ORN) Unik?

Orion Protocol beroperasi melalui pengumpulan likuiditas yang ditawarkan di beberapa bursa dalam pasar kripto dan menampilkannya dalam satu API universal. API ini menggabungkan beberapa buku pesanan dan menyederhanakannya untuk kemudahan penggunaan.

Orion Protocol juga menawarkan aplikasi manajemen portofolio yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan merekam aktivitas mereka di seluruh bursa, memberi mereka kemampuan untuk mengatur alarm untuk peluang dan mengotomatiskan manajemen aset.

Selain itu, Orion menyediakan pasar untuk aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang dapat diakses dan dibeli dengan mudah oleh pengguna.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Orion Token (ORN) adalah token utilitas asli dari Protokol Orion berdasarkan standar ERC-20. Pasokannya dibatasi pada 100.000.000 ORN. ORN dapat digunakan di Orion Terminal dan untuk broker terdesentralisasi.

Peringkat ORN di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #410, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 52.597.623. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 34.146.255 koin ORN dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ORN.

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pengguna pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Trading REP/USDT, REP/BTC, ORN/USDT, ORN/BUSD dan ORN/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran REP dan ORN di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Dua aset kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP) memiliki utilitas yang berguna untuk mempermudah sistem layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Misalnya, Golem ditujukan untuk membangun ekonomi berbagai atau economy sharing untuk dunia desentralisasi.

Sementara, Optimism memungkinkan pengguna untuk menikmati biaya gas atau gas fee yang lebih rendah pada transaksi mereka yang dilakukan di jaringan Optimism yang tentu sudah terdesentralisasi.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Golem (GLM) dan Optimism (OP).

Golem (GLM)

Apa Itu Golem (GLM)?

Golem Network adalah jaringan komputasi terdesentralisasi, yang merupakan cara baru mendistribusikan daya komputasi yang berlebihan kepada mereka yang membutuhkannya, sesuai permintaan. Golem Project diumumkan pada tanggal 28 April 2016. Jaringan diluncurkan di mainnet pada 10 April 2018.

Golem Network menciptakan jaringan peer-to-peer di mana pengguna yang bergabung dengan kapasitas yang sama dapat membeli dan menjual komputasi mereka, membagi tugas-tugas rumit menjadi subtugas yang lebih kecil di jaringan. Di Golem tidak ada otoritas pusat dan tidak ada pengguna yang lebih atau kurang penting dari yang lain.

Golem (GLM)
Ilustrasi aset kripto, Golem (GLM).

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Golem mengandalkan sistem transaksi berbasis Ethereum untuk menyelesaikan pembayaran antara penyedia, pemohon, dan pengembang perangkat lunak. Jaringannya terdiri dari kekuatan gabungan mesin pengguna, dari komputer hingga pusat data besar. Penggunaan jaringan Golem menargetkan berbagai kasus penggunaan, mulai dari rendering CGI hingga komputasi ilmiah yang kompleks.

Apa yang Membuat Golem (GLM) Unik?

Ide untuk membuat Golem Network pertama kali dipresentasikan selama DevCon 0 pada November 2014. Platform terdesentralisasi ini dimaksudkan untuk menjadi lingkungan bebas proxy dan tahan sensor pertama untuk proyek intensif komputer di seluruh dunia. Setelah memperkenalkan konsep ini di DevCon 0, tim bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan Golem Network dan meluncurkan acara crowdfunding publik pada 11 November 2016.

Pada tahun 2019, berdasarkan pembelajaran kolektif mereka, tim menyadari bahwa mereka membutuhkan arsitektur yang benar-benar baru untuk membangun platform yang lebih menyeluruh untuk komputasi terdistribusi umum. Hal ini pada akhirnya menghasilkan arsitektur baru yang lebih baik dan pendekatan bangunan baru yang dirancang untuk memberi pengguna kemungkinan tak terbatas dalam hal membuat di atas Golem.

Golem (GLM)
Ilustrasi aset kripto, Golem (GLM).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

GNT atau token Golem Network diperlukan untuk membayar perhitungan di jaringan dan merupakan mata uang yang menggerakkan pasar. Penyedia jasa dapat menetapkan tawaran sejumlah GNT yang bersedia dibayarkan kepada pengguna lainnya agar tugas selesai. Sebagai penyedia bisa juga mendapatkan GNT dengan menghitung tugas untuk pengguna lainnya.

Pada 19 November 2020, token GNT memulai migrasi ke token GLM baru di mana individu yang memegang GNT dapat membakar token GNT lama mereka dan menerima GLM baru 1:1. Migrasi GNT ke GLM 1:1 selalu dapat dilakukan. 82% dari GLM pergi ke peserta penjualan token, 12% ke perusahaan yang beroperasi, dan 6% ke pendiri Golem.

Peringkat GLM di situs CoinMarketCap pada Senin (6/6) jam 09.00 adalah #116, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 296.556.735. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 1.000.000.000 koin GLM dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin GLM.

Optimism (OP)

Apa Itu Optimism (OP)?

Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups.

Mekanisme optimistic rollups adalah solusi penskalaan layer-2 yang mengandalkan komputasi off-chain untuk mencatat transaksi yang terjadi. Itu berarti transaksi dicatat tanpa kepercayaan di Optimism, tetapi pada akhirnya diamankan di Ethereum.

Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Optimism dipimpin oleh Optimism Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menumbuhkan ekosistem Optimism. Mirip dengan Ethereum, Optimism bertujuan untuk menjadi barang publik yang sepenuhnya terdesentralisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Optimism (OP) Unik?

Optimism adalah salah satu solusi penskalaan terbesar untuk Ethereum dengan TVL lebih dari $300 juta. Ini adalah rumah bagi 35 protokol, yang terbesar adalah Synthetix (SNX), Uniswap (UNI) dan Velodrome (VELO).

Pengguna dapat memulai perjalanan mereka di Optimisme dengan menambahkan rantai di Metamask mereka dan menjembatani token seperti ETH ke L2. Pada tanggal 31 Mei 2022, Optimism melakukan airdrop token OP yang sangat dinanti. Airdrop sangat populer sehingga secara singkat memperlambat blockchain Optimism.

Optimism dirancang di sekitar empat prinsip inti:

  • Simplicity
  • Pragmatism
  • Sustainability
  • Optimism
Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Optimism bertujuan untuk jumlah minimum bagian yang bergerak sambil membangun solusi layer-2 untuk Ethereum. Dalam praktiknya, ini berarti menggunakan kode dan infrastruktur Ethereum. Optimisme dengan demikian bertujuan untuk menjaga kodenya sesederhana mungkin dan bekerja secara langsung dengan basis kode yang ada.

Ekosistem lebih lanjut menekankan pragmatisme dan didorong oleh kebutuhan dan kendala dunia nyata dari timnya sendiri dan pengguna yang terlibat dengan ekosistem. Oleh karena itu, Optimism bertujuan untuk membangun secara iteratif dan mengimplementasikan fitur seperti kesetaraan EVM secara bertahap.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Optimism bertujuan untuk menciptakan ekosistem, di mana nilai dihasilkan untuk tiga konstituennya:

  • Pemegang token menerima nilai melalui penyebaran kembali pendapatan sequencer yang produktif.
  • Kontributor dan pembangun menerima nilai dari pendanaan barang publik yang berlaku surut.
  • Pengguna dan anggota komunitas menerima nilai dari airdrop yang sedang berlangsung dan insentif proyek.

Peringkat OP di situs CoinMarketCap pada Senin (6/6) jam 09.00 adalah #2806, dengan kapitalisasi pasar langsung, pasokan yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Golem (GLM) dan Optimism (OP) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Golem (GLM) dan Optimism (OP).

Trading GLM/BTC, GLM/ETH, OP/USDT, OP/BUSD dan OP/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 03 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran GLM dan OP di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya! – Tokocrypto News

Pendiri Shiba Inu (SHIB), dengan nama samaran Ryoshi, pamit dari komunitas setelah menghapus semua cuitannya di Twitter dan semua tulisannya di blog Medium.

Seperti pendiri Bitcoin (BTC), Satoshi Nakamoto, Ryoshi juga tidak diketahui identitas aslinya sejak proyek Shiba Inu diluncurkan pada Agustus 2020.

Dalam beberapa kesempatan, Ryoshi sudah memberi isyarat akan menghilang dari komunitas. Salah satunya terlihat dalam sebuah tulisan di Medium.

“Saya sudah mengatakan sejak awal, saya bukan siapa-siapa, saya tidak penting. Segala upaya untuk mengungkap identitas saya, jika berhasil, akan mengecewakan. Saya hanyalah seseorang yang sedang mengetik dalam keyboard dan posisi saya dapat tergantikan. Saya Ryoshi,” ujarnya.

Saat ini, akun Twitter milik Ryoshi masih aktif, tetapi seluruh cuitan sudah dihapus. Sementara dua tulisan yang berisi ucapan selamat tinggal kepada Shib Army masih terlihat di Medium.

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

“Saya tidak penting, dan suatu hari saya akan pergi tanpa pemberitahuan. Genggam SHIBA dan lanjutkan perjalanan. Setiap Shibaarmy adalah Ryoshi. Itu tidak mewakili seseorang, tetapi mewakili kejayaan Shibaarmy! Tamat,” tulis Ryoshi.

Namun, sejumlah anggota komunitas menduga blog Ryoshi diretas. Peretas kemudian membuat akun baru atas nama Ryoshi.

Dugaan ini cukup masuk akal. Link lama blog Ryoshi kini bertuliskan ‘pengguna menonaktifkan atau menghapus akun mereka’. Tetapi, blog serupa masih ditemukan dengan nama dan profil picture yang sama.

Terlepas dari semua tudingan itu, pengembang utama Shiba Inu, Shytoshi Kusama, ikut mengunggah tulisan di Medium pada Selasa (31/5) kemarin. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada Ryoshi dan menegaskan kembali bahwa Shiba Inu tetap mengacu pada visi Ryoshi untuk membangun ekosistem memecoin yang terdesentralisasi.

“Etos Ryoshi untuk tetap anonim dan tidak mengarahkan Shib, membuat mitos tentang kami semakin mistis dan mengesankan. Kami telah membangun dari nol, tidak pernah membayar exchange untuk dimasukkan ke daftar, dan merevolusi token ‘meme’ dengan tumbuh secara eksponensial,” tulis Kusama.

Baca juga: Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

“Shib, Leash, Bone, Treat, ShibaSwap, Shi, Shibarium. Perhatikan juga konsep area (pertemuan) LOKAL Shib seperti yang kita lihat di ShibaZone, dan akhirnya Shibacon. Bagi saya, dua aspek terakhir ini adalah bagian dari pertumbuhan kami, dan semua proyek kami yang lain mendukung dan memanfaatkan proyek-proyek di atas,” tambah dia.

Kabar pamitnya Ryoshi dari komunitas tidak berdampak negatif pada harga SHIB. Memecoin ini justru naik 3,1% selama 24 jam setelah berita mencuat, menjadi sekitar $ 0,00001209.

Secara keseluruhan SHIB turun hingga 86% sejak menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level $ 0,00008616 pada akhir Oktober 2021. Namun, SHIB masih mengalami kenaikan 54% jika dibandingkan dengan 12 bulan lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Dua aset kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) memiliki proyek yang menarik untuk memberikan solusi layanan desentralisasi baru. Misalnya saja Tribe yang merupakan token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, Fei USD (FEI).

Sementara, LTO Network adalah platform blockchain terkemuka di Eropa dengan utilitas atau penggunaan dunia nyata yang kuat. Platform ini menjalankan proyek solusi perusahaan business-to-business (B2B) ,seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data dan dokumen.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai kegunaan dan keunikan dari dua aset kripto tersebut. So, mari berkenalan lebih dekat dengan Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).

Tribe (TRIBE)

Apa Itu Tribe (TRIBE)?

Secara singkat, Tribe adalah token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, FEI. Aset kripto Fei sendiri bertujuan untuk memberikan solusi terdesentralisasi baru ke pasar stablecoin.

Stablecoin yang ada dijamin dengan fiat dan, oleh karena itu, terpusat atau dijamin dengan kripto, menjadikannya tidak efisien modal. Sementara, stablecoin algoritmik lainnya menderita, karena tidak ada likuiditas yang mendukung nilai keterikatannya atau peg, sehingga membuatnya secara inheren tidak stabil atau memusatkan penghargaan kepada pemangku kepentingan tertentu.

Tribe (TRIBE)
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).

FEI mengusulkan model yang serupa dalam desain untuk bank sentral cadangan fraksional, di mana protokol mengeluarkan FEI untuk harga yang disubsidi terhadap Ethereum (ETH) yang digunakan sebagai perbendaharaan untuk mempertahankan peg. TRIBE adalah token DAO yang mengendalikan tata kelola FEI dan dapat digunakan dalam untuk menentukan suara atau ditukar dengan FEI.

Baca juga: Kenal Lebih Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

Apa yang Membuat Tribe (TRIBE) Unik?

Tribe dijalankan sebagai DAO, artinya diatur oleh komunitasnya dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi melalui smart contract. Stablecoin FEI yang diatur oleh DAO didirikan oleh Joey Santoro, Brianna Montgomery dan Sebastian Delgado. Kripto ini meluncur pada Maret 2021.

FEI memperkenalkan konsep product-controlled value (PCV). DAO Tribe yang mengatur stablecoin mencetak FEI dengan tarif bersubsidi untuk ETH pada peluncurannya untuk menghasilkan kumpulan ETH sebagai perbendaharaannya. Tribe kemudian memasok sebagian dari ETH ini dengan FEI yang baru dicetak di kumpulan likuiditas ETH-FEI di Uniswap untuk memungkinkan perdagangan stablecoin.

Sementara, pengguna dapat membeli FEI dari DAO Tribe, mereka tidak dapat menjual FEI kembali ke sana tetapi harus menjual FEI di pasar terbuka. Stabilitas dijaga melalui sistem insentif. Jika harga FEI melebihi pasak, arbitrase dapat menjual ETH ke DAO Tribr dan menjual FEI mereka di Uniswap untuk menghasilkan keuntungan.

Jika harga di bawah peg, insentif yang dipasang Tribe ikut bermain. Pembeli FEI di Uniswap menerima potongan harga untuk mengembalikan nilainya, sementara penjual harus membayar potongan harga ini dan penalti kelebihan untuk memberi insentif agar peg dipulihkan.

Tribe (TRIBE)
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).

Semakin jauh dari patok harga FEI telah bergerak, semakin besar potongan harga dan penalti, sehingga sangat tidak menguntungkan bagi penjual untuk menjual FEI yang didiskon. Tribe dapat menggunakan cadangan Ether-nya untuk membeli kembali FEI dan membakar kelebihan FEI untuk mengurangi pasokan sebagai upaya terakhir. Tribe hanya bertindak sebagai badan pengatur dengan fungsi sebagai berikut:

  • Menunjuk kontrak Minter dan Burner (termasuk kurva ikatan baru)
  • Sesuaikan target Skala dan aturan alokasi pada kurva ikatan
  • Sesuaikan tingkat pertumbuhan FEI
  • Hadiah untuk restorasi peg FEI
  • melakukan stabilisasi ulang salah satu peg FEI di Uniswap.

Peringkat TRIBE di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 14.00 adalah #259, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 108.297.847. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 453.448.622 koin TRIBE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin TRIBE.

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

LTO Network (LTO)

Apa Itu LTO Network (LTO)?

LTO Network adalah jaringan blockchain yang berbasis di Eropa. Platform ini didirikan sebagai solusi perusahaan B2B seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data. Pada tahun 2021, pembaruan mainnet COBALT pada jaringan LTO menambah dukungan Decentralized Identifiers (DID) dan Verifiable Credentials (VC) sehingga murni menjadi blockchain layer-1 yang sebenarnya.

LTO Network dikembangkan oleh Firm24. Awalnya perusahaan mulai mengembangkan LTO Network sebagai LegalThings One pada tahun 2014. Kemudian di tahun 2017, mereka memutuskan untuk menambahkan blockchain ke produk dan mengubah namanya menjadi LTO Network.

LTO Network (LTO)
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).

Orang-orang dibalik LTO Network adalah CEO Firm24, Rick Schmitz adalah pengusaha berpengalaman dan salah satu pendiri LTO Network. dan CFO Firm24, Martijn Migchelsen, sebelumnya, beliau bekerja sebagai konsultan keuangan perusahaan di PwC.

Fokus terbaru LTO Network adalah membuat identitas terdesentralisasi dan kredensial yang dapat diverifikasi hingga menyongsong teknologi NFT 2.0, di mana orang benar-benar memiliki dan mengelola NFT mereka dengan cara yang terdesentralisasi.

Dengan memanfaatkan pendekatan hybrid (layer-2), LTO Network secara native sesuai dengan GDPR. Ini memastikan kepatuhan yang mudah bagi perusahaan di seluruh dunia dengan undang-undang privasi yang terus meningkat. Karena itu, LTO Network memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membangun Privacy Aware Decentralized Apps (PADA) dan menawarkan banyak peluang unik untuk dijelajahi.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Apa yang Membuat LTO Network (LTO) Unik?

Dua fitur utama LTO Network adalah live contracts atau kontrak langsung yang mudah digunakan dan penerapan mekanisme blockchain hybrid. Kontrak langsung memungkinkan para pihak untuk membuat perjanjian yang saling menguntungkan secara real-time.

Ketika para pihak mencapai kesepakatan dan meluncurkan kontrak langsung, sistem induk LTO membuat blockchain pribadi khusus untuk mencatat sejarah peristiwa dan status kontrak saat ini. Saat kesepakatan terpenuhi, salah satu pihak mengirimkan respons ke blockchain, dan yang lainnya menandatanganinya, memungkinkan node untuk mengonfirmasi bahwa tindakan telah terjadi. Semua data kontrak hanya tersedia untuk mereka yang terlibat.

LTO Network (LTO)
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).

Kontrak langsung memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan tindakan, menambah/menghapus peserta, dan merekam diskusi di blockchain. Mereka juga memungkinkan untuk menyelesaikan konflik dan memasukkan sub-proses dalam kerangka kesepakatan yang ada.

Fungsionalitas blockchain dibagi menjadi dua lapisan: Publik dan privat. Lapisan privat dirancang untuk kolaborasi yang efisien, pertukaran data, dan otomatisasi proses. Pada gilirannya, lapisan publik menyediakan keamanan tingkat tinggi, berkat node terdistribusi dan sistem penghargaan.

Peringkat LTO di situs CoinMarketCap pada Senin (31/5) jam 14.00 adalah #478, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 37.919.312. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 392.693.698 koin LTO dan maksimal pasokan 397.969.832 koin LTO.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).

Trading TRIBE/USDT, TRIBE/BUSD, TRIBE/BTC, LTO/USDT, LTO/BUSD dan LTO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 31 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran TRIBE dan LTO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS) menjadi dua aset kripto yang fokus utama proyeknya untuk mengembangkan platform protokol layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Keduanya menawarkan layanan likuiditas aset yang lebih mudah, aman dan transaksi yang lebih cepat dengan teknologi blockchain.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS).

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)

Apa Itu Bounce Finance Governance Token (AUCTION)?

Bounce adalah platform lelang terdesentralisasi, yang menggabungkan penambangan likuiditas, tata kelola terdesentralisasi, dan mekanisme staking. Prinsip pertama Bounce adalah menyelesaikan kelangkaan sumber daya yang menciptakan lingkungan pertukaran yang kompetitif.

Ide “swap” berasal dari Uniswap, di mana likuiditas tak terbatas disediakan untuk peserta. Meskipun ini adalah konsep dan hebat, Bounce berfokus pada skenario sebaliknya.

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)
Ilustasi aset kripto, Bounce Finance Governance Token (AUCTION).

Baca juga: Tokocrypto Sediakan Dana Rp 100 Juta untuk Riset Aset Kripto dan Blockchain

Bounce menyediakan lingkungan yang kompetitif, untuk persediaan token atau aset lain yang terbatas seperti NFT. Harta tersebut dapat dilelang dengan berbagai cara, seperti:

Penjualan token kripto ke berbagai jenis lelang di mana jumlah token yang dilelang terbatas dengan prinsip dan batas waktu lelang yang berbeda, seperti harga tetap (pelelangan swap tetap), penurunan harga (Dutch auction) atau harga tersembunyi (lelang tawaran tertutup) lelang NFT dilakukan dengan prinsip yang sama dengan penjualan token. Namun, biasanya ada lebih sedikit NFT (atau hanya bagian unik) untuk dijual.

Apa yang Membuat Bounce Finance Governance Token (AUCTION) Unik?

AUCTION adalah token Ethereum yang mendukung Bounce, protokol lelang terdesentralisasi untuk penjualan token dan NFT. AUCTION mendukung insentif pada protokol, memberikan manfaat dan hak tata kelola bagi pemegang, dan digunakan untuk membayar daftar bersertifikat.

Dilansir Coinbase, Bounce Token disebutkan di 16 dari 1.802.794 posting media sosial di Twitter dan Reddit pada 28 Mei 2022. 22 individu unik berbicara tentang Bounce Token dan berada di peringkat #1.353 di sebagian besar sebutan dan aktivitas dari posting yang dikumpulkan.

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)
Ilustasi aset kripto, Bounce Finance Governance Token (AUCTION).

Peringkat AUCTION di situs CoinMarketCap pada Senin (30/5) jam 10.00 adalah #710, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 13.924.392. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.083.956 koin AUCTION dan maksimal pasokan 10.000.000 koin AUCTION.

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

StaFi (FIS)

Apa Itu StaFi (FIS)?

StaFi (kependekan dari Staking Finance) adalah protokol DeFi pertama yang membuka likuiditas aset yang dipertaruhkan. Pengguna dapat mempertaruhkan token Proof of Stake (PoS) melalui StaFi dan menerima rToken sebagai imbalannya, yang tersedia untuk diperdagangkan, sambil tetap mendapatkan hadiah staking.

rToken adalah turunan staking sintetis yang dikeluarkan oleh StaFi untuk pengguna ketika pengguna memasang token PoS melalui aplikasi StaFi rToken. rToken ditambatkan ke token PoS yang dipertaruhkan oleh pengguna dan imbalan staking yang sesuai. rToken dapat ditransfer dan diperdagangkan kapan saja.

StaFi (FIS)
Ilustrasi aset kripto, StaFi (FIS).

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Apa yang Membuat StaFi (FIS) Unik?

FIS adalah token asli Protokol StaFi, yang digunakan untuk mengamankan protokol dengan FIS, holder dapat staking, membayar tx fee, dan mencetak rToken di StaFi.

Protokol StaFi memberi Staker likuiditas token dan biaya yang digunakan untuk membeli kembali FIS dan membakarnya. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi setiap pemegang FIS. Jika holder menggunakan FIS untuk terlibat dalam konsensus online, bisa mendapatkan hadiah inflasi sistemik.

Dilansir Coinbase, StaFi disebutkan di 513 dari 1.802.794 posting-an media sosial di Twitter dan Reddit pada 28 Mei 2022. 643 individu unik membicarakan StaFi dan menduduki peringkat #260 dalam sebagian besar sebutan dan aktivitas dari postingan yang dikumpulkan.

StaFi (FIS)
Ilustrasi aset kripto, StaFi (FIS).

Peringkat FIS di situs CoinMarketCap pada Senin (30/5) jam 10.00 adalah #619, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 20.883.055. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 20.883.055 koin FIS dan maksimal pasokan 114.911.733 koin FIS.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS).

Trading AUCTION/USDT, AUCTION/BUSD, AUCTION/BTC, FIS/USDT, FIS/RUB dan FIS/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 27 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AUCTION dan FIS di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terra LUNA Naik di Tengah Volatilitas yang Gila

Runtuhnya ekosistem Terra akibat ambruknya harga dari stablecoin UST dan token LUNA benar-benar menjadi berita terpanas saat ini, karena ada begitu banyak investor yang merugi dan kehilangan tabungan seumur hidup mereka.

Terra yang pada awalnya terlihat sangat menjanjikan, yang juga memborong Bitcoin (BTC) sebagai cadangan dari UST, telah dihantam aksi jual besar-besaran yang merosotkan nilai UST jauh dari kata stabil.

Karena algoritmiknya, jatuhnya UST memicu pencetakan token LUNA secara masif, yang menciptakan hiper inflasi dan membawa harganya jatuh mendekati 100%.

Terlihat suram, ini memang hampir mati karena aksi jual gila dan investor mulai pesimis terhadapnya.

Namun, belum lama harga dari token LUNA, yang sudah merosot tajam, mengalami kenaikan 100% di tengah volatilitas yang gila, menuju kisaran $ 0,0002, tapi pagi hari ini sudah turun lagi sebanyak 25%, ke $ 0,00016.

Baca juga: Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

Tentu saja, setiap kenaikan menjadi sorotan pada LUNA, yang mendapat tanggapan beragam, ada yang melihat itu adalah “aksi tipu daya” para bandar, dan ada juga yang melihat kejatuhan LUNA tidaklah seburuk yang difikirkan, ini masih bisa bangkit kembali.

Memang jelas, masih ada beberapa ahli yang meyakini bahwa LUNA masih memiliki dukungan yang kuat dan penilaian pasar yang besar, yang membuatnya mampu tumbuh di tengah koreksi pasar crypto, sebelum crash melandanya. Dalam beberapa pandangan, ini jatuh karena manipulasi pemain besar dan dilakukan dengan sengaja.

Baca jugaInilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Yang jelas, CEO Terraform Labs, Do Kwon dan tim, masih berdiri untuk memulihkan ekosistem, dengan mengupayakan hard fork yang masih dalam tahap voting, yang akan segera berakhir untuk melihat seperti apa ini akan berjalan.

Secara teknikal analisis, tidak ada alat yang mendorong pembelian Terra LUNA. Jika menggunakan timeframe lebih tinggi, sudah kelihatan Terra LUNA adalah pump and dump koin.

Sudah tentu dimana ada volatilitas di sana anda bisa menghasilkan uang, juga sama, anda juga akan rugi.

Untuk saat ini, tidak bagus untuk membeli semua altcoin karena kripto tersebut berdarah, jika dibandingkan dengan BTC, ETH dan juga USDT.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bursa Kripto Korsel Ingatkan Pengguna Terkait Pembaruan Litecoin (LTC)

Bursa kripto, Bithumb dan Upbit menerbitkan peringatan investasi soal Litecoin (LTC) menyusul pembaruan Mimblewimble yang menambahkan fitur transaksi rahasia ke aset kripto tersebut.

Bithumb dan Upbit merupakan dua di antara empat bursa kripto terbesar di Korea Selatan yang menguasai mayoritas volume perdagangan kripto di negara itu.

Aktivasi teknologi privasi Mimblewimble oleh Litecoin berarti pengguna dapat melakukan transaksi rahasia melalui blockchain Litecoin. Fitur ini ditambahkan pada 20 Mei 2022, dua setengah tahun setelah diumumkan pertama kali.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Pada hari Senin (23/05), Bithumb berkata pengguna Litecoin dapat mengirim token sembari menyamarkan informasi transaksi. Sebab itu, LTC memasuki daftar aset kripto yang diawasi.

“Demi melindungi nasabah dan investor, kebijakan Bithumb meliputi delisting aset digital yang tidak sesuai dengan regulasi dan panduan dari pemerintah serta regulator keuangan,” jelas Bithumb.

Hari ini, Upbit menerbitkan peringatan serupa. Kedua bursa kripto besar lainnya di Korsel, yakni Korbit dan Coinone, belum merilis pengumuman terkait fitur baru dari Litecoin tersebut.

Bithumb dan Upbit merujuk kepada Pelaporan dan Penggunaan Informasi Transaksi Keuangan, aturan di Korsel yang mewajibkan bursa kripto untuk menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) dan anti pencucian uang.

The Block Crypto melansir, berdasarkan rekam jejak sebelumnya, bursa kripto di Korea acapkali melakukan delisting aset kripto yang dianggap tidak sesuai dengan aturan tersebut.

Baca juga: Hasil Survei The Fed: Warga AS Membeli Kripto untuk Investasi, Bukan Transaksi

Pembaruan Litecoin, MimbleWimble

Litecoin diluncurkan pada tahun 2011 dan merupakan salah satu pesaing paling awal bagi Bitcoin (BTC). LTC merupakan aset kripto terbesar ke-18 berdasarkan kapitalisasi pasar sebesar US$ 4,9 milyar menurut data CoinGecko.

Pada tahun 2019, pencipta Litecoin Charlie Lee mengungkap potensi penggunaan teknologi Mimblewimble untuk menambahkan fitur privasi dan fungibility kepada aset kripto tersebut.

“Perjuangan berikutnya adalah soal fungibility dan privasi. Saya akan fokus menjadikan Litecoin lebih fungible dengan cara menambahkan transaksi rahasia,” ungkap Lee saat itu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com