Tag Archives: altcoin

3 Altcoin yang Perlu Dibeli di Tahun 2022

Bitcoin sudah turun dari $ 30.000 menjadi $ 29.200 pada saat berita ini tayang. Banyak orang bertanya apakah saat ini bisa beli buy the dip untuk Bitcoin dan altcoin?

Cryptoharian memprediksi penurunan lebih dalam masih akan terjadi (bukan finansial advice).

Kapan akan turun? Menurut Cryptoharian, setelah FOMC meeting yang akan terjadi di tanggal 14-15 Juni menurut website the FED.

Kenapa?

Karena Jerome Powell, ketua FED, sudah mengatakan bahwa The Fed akan mengambil tindakan tegas untuk mengurangi inflasi dan menetral kan pasar. Netral pasar berada di 2-3% menurut beberap analis, tapi The Fed mempunyai kalkulasi mereka sendiri.

Sebagai perbandingan, saat ini pasar berjangka berada di 3.2% di Desember.

Ketika the Fed menaikan suku bunga, DXY, dollar index, akan naik yang akan menyebabkan semua pasar saham akan anjlok. Karena Bitcoin (BTC) mempunyai korelasi positif dengan pasar saham, Bitcoin juga akan anjlok.

Apa hubungannya dengan altcoin?

Ketika Bitcoin anjlok, altcoin juga akan anjlok. Bahkan terkoreksi lebih dalam.

Di artikel sebelumnya, saya sudah menulis berapa Bottom Bitcoin. Anda bisa membaca di sini.

Ini beberapa altcoin yang sedang saya perhatikan dan akan membeli dikemudian hari.

1. Cardano (ADA)

ADA sudah turun sekitar 87% dari ATH. Jika dilihat dengan chart, masih ada kemungkinan untuk ADA turun sekitar 10% lagi.

Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

Garis biru adalah support, dan garis support diatas, WICK sudah hampir menyentuh di ($ 0,35), jika hilang ADA akan ke (0.1441).

Sangat besar kemungkinan ini akan terjadi, mengingat harga BTC sedang naik turun. Bahkan jika Bitcoin naik menjadi $ 40.000 dalam 1 malam.

Kemungkinan ADA untuk turun sangat besar karena ketika Bitcoin naik atau turun, altcoin juga akan turun. Ini sudah terjadi di tahun 2019, dimana ADA turun ketika Bitcoin naik dengan cepat.

Link sudah turun 89%-an sejak ATH.

Fundamental Link sangat bagus, jadi ini adalah salah satu investasi crypto yang lebih aman jika dibandingkan dengan Shiba Inu.

Kenapa?

Karena Chainlink Lab adalah sebuah oracle dan memberikan feed harga kepada semua pengguna.

LINK sudah digunakan oleh ratus hingga ribu perusahaan crypto.

Mengingat tahun 2018 Bubble, harga semua crypto hampir turun 99% dari harga tertinggi.

Jadi, sangat sensible atau masuk akal jika Bitcoin benar-benar capitulate (turun), Harga Bottom LINK bisa berada di sekitar $ 1,50 hingga $ 5. Apalagi jika Bitcoin tidak bisa membuat ma200 harga terendahnya.

Pada saat berita ini tayang, harga LINK berada di $6.90.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

3. Cosmos(ATOM)

Salah satu altcoin yang berperforma bagus ketika bull-run. Coin ini juga sebuah rival dari Ethereum.

Disamping itu, coin ini juga memiliki banyak pendukung dan sudah digunakan oleh banyak perusahaan.

Jika dilihat dari grafik, ATOM sudah turun 81% dari ATH. Menurut Cryptoharian, daerah sekitar $ 4,00 adalah harga yang sangat bagus untuk mengakumulasi ATOM.

Harga saat ini juga sangat menarik untuk melakukan partial-buy.

Kesimpulan

Tidak ada yang tahu kemana harga Bitcoin akan mengarah. Jika Bitcoin bisa bounce back, ada kemungkinan semua altcoin akan mengalami kenaikan juga.

Jika Bitcoin benar-benar ke ma200, harga altcoin bisa minus 50% dari harga saat ini. Jika benar-benar ke $ 15.000, harga altcoin bisa minus 99% dari saat ini.

Note: Bukan finansial advice.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Solana? Pelajari Lebih Lanjut Altcoin Yang Memiliki Potensial Ini

Kehadiran Bitcoin memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi pesonanya. Namun, harganya yang mahal tak ayal membuat para calon investor mengurungkan niatnya begitu saja. Nah, bagi Anda yang ingin memulai investasi aset kripto, Altcoin atau alternative coin selain Bitcoin bisa Anda pilih. Menurut CoinMarketCap, setidaknya hingga Maret 2021, tercatat ada 40% altcoin dari 9.000 jumlah keseluruhan aset kripto yang beredar di dunia saat ini. Salah satunya adalah Solana Coin. 

Yuk, simak alasan kenapa Solana patut Anda pilih untuk berinvestasi!

Apa Itu Solana?

Solana (SOL) adalah altcoin yang dibuat oleh Anatoly Yakovenko bersama rekannya Greg Fitzgerald di tahun 2017 dan resmi diluncurkan pada tahun 2020 oleh Solana Foundation. Dilansir dari CoinMarketCap, Solana adalah proyek open source, yang di mana ia menggunakan teknologi blockchain dalam menghadirkan solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi). 

Tak tanggung-tanggung, Solana hadir dengan teknologi yang memungkinkan transaksinya dapat berjalan sangat cepat hingga mencapai 70.000 transaksi per detik dan waktu block yang kurang dari setengah detik! Yups, performa ini tentunya sungguh luar biasa. Tak heran, jika Solana dianggap sebagai blockchain tercepat di dunia. 

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

Serba-Serbi Solana

Ketika tren pasar kripto sedang mengalami koreksi di September lalu, Solana mampu mengambil perhatian minat para penggiat aset kripto. Bagaimana tidak? Dilihat dari CoinMarketCap, harga Solana sempat menyentuh rekor tertingginya pada 9 September 2021 dengan harga di kisaran US$ 191.04 per kepingnya. Padahal jika dilihat di awal tahun 2021, harga Solana hanya berkisar US$1.8421 saja!

Apa yang menjadikan Solana istimewa dibanding dengan aset kripto lain? Sebelumnya, mari kita bahas istilah trilema blockchain. Trilema artinya ketidakmampuan blockchain dalam memiliki tiga fungsi sekaligus, ia hanya mampu memiliki satu atau dua fungsi saja. Misalnya, Bitcoin yang hanya memiliki dua fungsi keamanan dan desentralisasi, namun mengorbankan fungsi lainnya yakni skalabilitas. 

Nah, Solana hadir untuk menampik trilema karena ia memiliki tiga fungsi sekaligus, yakni terdesentralisasi, aman, dan juga dapat diskalakan. Untuk memberikan solusi penyelesaian trilema, Solana menghasilkan 8 inovasi utama yang terdiri dari:

Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang menggunakan Proof of Work (PoW). Solana hadir dengan sistem Proof of History (PoH), yang di mana sistem ini mengintegrasikan data historis yang terjadi dari transaksi blockchain. Dengan begitu, hal ini dapat memudahkan sistem ketika melacak berbagai transaksi dan juga urutan peristiwa. 

Teknologi Tower BFT ini menggunakan PoH sebagai jam kriptografinya agar dapat memudahkan tercapainya konsensus tanpa memungkinkan adanya penundaan transaksi.

Teknologi yang memudahkan Solana dalam pengiriman data ke node blockchain dengan cara membagi data tersebut menjadi lebih kecil. Pembagian data ini pun akhirnya memungkinkan Solana untuk mengatasi masalah bandwidth dan juga meningkatkan kapasitasnya secara keseluruhan untuk memproses transaksi lebih cepat.

Protokol ini bisa disebut memiliki peranan yang penting. Karena Gulf Stream yang membuat Solana mampu mengolah transaksi hingga 50.000 TPS. 

Sistem yang berfungsi untuk mengefisienkan runtime yang didukung dengan pemrosesan paralel Smart Contracts.

Proses aliran data input yang dikirimkan ke hardware (validator) yang berbeda yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Mekanisme ini membuat data informasi transaksi dapat divalidasi dengan cepat untuk semua node dalam jaringan.

Cloudbreak merupakan struktur database akun skala horizontal. Penggunaan Cloudbreak ini berfungsi untuk mencapai skalabilitas yang diperlukan oleh jaringan Solana.

Data-data pada Solana kemudian diturunkan dari validator ke jaringan node yang disebut Archiver. Nantinya node ini selalu diperiksa agar memastikan apakah Achiever telah menyimpan data dengan benar. 

Nah, Dilansir dari Forbes, harga Solana yang meroket di bulan September lalu ini disebabkan karena proyek blockchain ini berinovasi terus berlanjut dan terus hasilnya pun makin terlihat. Makanya, tak heran jika menyebut Solana merupakan altcoin potensial yang bisa Anda pilih. 

Gimana, tertarik investasi Solana Coin? Yuk, lakukan investasi dengan mudah dan aman di Tokocrypto! Daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com dan selesain KYC Anda sekarang juga. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Aset kripto Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB) memiliki kesamaan memiliki project protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum. Namun, kedua punya tujuan project masing-masing yang berbeda. Apa saja?

So, mari berkenalan lebih dekat dengan aset kripto Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB).

Akropolis (AKRO)

Apa Itu Akropolis (AKRO)?

Akropolis sendiri adalah perusahaan yang mengoperasikan protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum. Akropoli didirikan pada tahun 2017 oleh Ana Andrianova, dengan Kate Kurbanova bergabung kemudian sebagai salah satu pendiri.

Akropolis berupaya menyediakan ekosistem keuangan otonom untuk menyimpan dan menumbuhkan kekayaan, termasuk melalui pinjam-meminjam. Untuk melakukannya, Akropolis menawarkan serangkaian produk termasuk AkropolisOS, sebuah sistem untuk mengembangkan organisasi otonom terdesentralisasi yang mencari keuntungan, melalui dua platform.

Kedua platform itu adalah Sparta, platform untuk pinjaman tanpa agunan, dan Delphi, agregator farming hasil dan alat untuk untuk melakukan dollar-cost averaging (DCA).

Akropolis (AKRO)
Ilustrasi aset kripto Akropolis (AKRO).

Proyek ini menggunakan token ERC-20, AKRO, untuk tata kelola protokol di seluruh rangkaian produknya. Akropoli pertama kali diumumkan pada Maret 2018, diluncurkan di mainnet Ethereum pada Juni 2020.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Apa yang Membuat Akropolis (AKRO) Unik?

Akropolis dipahami sebagai dana tabungan dan pensiun yang didistribusikan, sebuah solusi untuk menghindari runtuhnya sistem pensiun negara yang bisa terjadi kapan saja. Tetapi pada Agustus 2020, perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mengalihkan fokusnya untuk membangun sistem yang mendasari terciptanya AkropolisOS untuk memungkinkan perusahaan mendapatkan modal lebih cepat.

Akropolis mengklaim bahwa AkropolisOS tidak seperti protokol DeFi lainnya, produknya mengurangi risiko yang terkait dengan pinjaman ini dengan memberikan insentif komunitas dalam bentuk AKRO kepada mereka yang memberikan penilaian risiko yang akurat.

Akropolis (AKRO)
Ilustrasi aset kripto Akropolis (AKRO).

Akropolis memiliki persediaan maksimum tetap sebesar 4 miliar token AKRO. Peringkat AKRO di CoinMarketCap pada Selasa (17/5) pukul 13.00 WIB adalah #665, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 16.689.283. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 4.878.577.183 koin AKRO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

Tellor (TRB)

Apa Itu Tellor (TRB)?

Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi berbasis Ethereum. Tellor diluncurkan pada tahun 2019 oleh tim yang berbasis di AS dengan tujuan untuk mengatasi masalah oracle pada blockchain Ethereum.

Oracle adalah bagian penting dari infrastruktur blockchain yang memperbarui data off-chain yang berharga, membuatnya tersedia untuk smart contract on-chain. Tellor didirikan oleh Brenda Loya, Nick Fett dan Michael Zemrose.

Oracle Tellor memasok data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan di blockchain tanpa izin dengan pelapor data yang bersaing untuk mendapatkan insentif dari TRB. Reporter data membawa informasi berharga secara on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.

Tellor (TRB)
Ilustrasi aset kripto Tellor (TRB).

Baca juga: Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST

Apa yang Membuat Tellor (TRB) Unik?

Oracle Tellor bekerja dengan memberi insentif kepada reporter data untuk menempatkan data yang valid secara on-chain, sementara juga mendisinsentifkan laporan buruk melalui perselisihan dan pemotongan.

Menjadi reporter tidak memerlukan proses verifikasi. Siapa pun di mana pun di dunia dapat menjadi reporter menggunakan perangkat lunak open source, karakteristik unik di antara oracle blockchain.

Ketika pengguna oracle meminta nilai titik data off-chain (misalnya BTC/USD), reporter data bersaing untuk menambahkan nilai ini ke bank data on-chain, dapat diakses oleh semua smart contract di jaringan yang didukung Teller (Ethereum, Polgyon, Algorand, dll). Frekuensi pembaruan data hanya dibatasi oleh seberapa banyak atau seberapa sering pengguna memberi “tip” feed dengan TRB.

Tellor (TRB)
Ilustrasi aset kripto Tellor (TRB).

Tujuan token asli Tellor, Tributes (TRB), adalah untuk menghubungkan dan menyelaraskan reporter data, pengguna oracle, dan tata kelola komunitas. Keamanan dicapai melalui kontrak tata kelola Tellor, yang menggunakan mekanisme sengketa sederhana untuk mencapai konsensus masyarakat atas data yang dilaporkan.

Peringkat TRB di CoinMarketCap pada Selasa (17/5) pukul 13.00 WIB adalah #658, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 16.897.884. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 1.703.442 koin TRB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB).

Trading AKRO/USDT, TRB/USDT, TRB/BUSD dan TRB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 13 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AKRO dan TRB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP)

Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP) merupakan dua aset kripto berbasis blockchain yang secara umum sangat dekat satu sama lain. Kedua kripto ini menjalankan protokol blockchain yang dirancang untuk meningkatkan adopsi decentralized finance (DeFi) secara meluas.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP) yang baru listing di Tokocrypto pada Jumat, 22 April 2022.

Steem (STEEM)

Apa Itu Steem (STEEM)?

Steem adalah blockchain yang berfokus pada komunitas yang menciptakan peluang penghasilan instan bagi pengguna jaringan. Protokol ini dirancang untuk memberikan peluang penghasilan bagi pelanggan berdasarkan partisipasi mereka dalam membuat konten.

Platform ini dirancang untuk memberi pengguna tempat agar dapat mem-posting konten yang dikuratori secara online, dan dibayar dalam aset kripto. Sementara, STEEM adalah aset kripto yang dibangun untuk aplikasi blockchain berbasis sosial dan konten seperti Steemit.

Pengembang pihak ketiga dapat memanfaatkan Steem untuk manajemen konten terdistribusi dan distribusi token otonom. Protokol ini adalah basis data blockchain yang tersedia untuk umum dan berinsentif yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan diri mereka sendiri dan mendapatkan penghasilan sebagai imbalannya.

Ilustrasi aset kripto, STEEM.
Ilustrasi aset kripto, STEEM.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?

Ini memanfaatkan teknologi dari media sosial dan aset kripto untuk memberi pengguna nilai. Jaringan memastikan perlakuan yang adil terhadap kontributor dengan menjalankan struktur penghargaan yang tercerminkan dari kontribusi setiap pengguna.

Apa yang Membuat Steem (STEEM) Unik?

Steemit adalah aplikasi pertama yang dibangun di atas blockchain Steem, dan diluncurkan pada 4 Juli 2016. Protokol ini bertujuan untuk memberikan nilai bagi komunitas penggunanya dengan cara berikut:

  • Untuk memberikan berita dan komentar yang dipilih dengan cermat.
  • Menciptakan peluang untuk menghasilkan.
  • Sebagai sumber yang menawarkan jawaban atas pertanyaan pengguna.
  • Menawarkan aset kripto stabil yang dipatok ke USD.

Tidak seperti blockchain lain di mana koin baru dibuat melalui penambangan, Steem mendistribusikan sebagian besar koinnya (STEEM) ke Rewards pool. STEEM adalah koin utama dari protokol. Pool mendistribusikan token kepada pengguna di platform berdasarkan input mereka.

Ilustrasi aset kripto, STEEM.
Ilustrasi aset kripto, STEEM.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Troy (TROY) dan VeThor (VTHO)?

Saksi (akun pembuat blok) menambahkan blok baru ke blockchain Steem setiap tiga detik. Oleh karena itu, STEEM diproduksi oleh jaringan setiap hari dan koin baru didistribusikan dengan cara ini:

  • Kurator dan penulis konten menerima 75% dari koin baru yang dibuat.
  • Pengguna dengan kepemilikan Steem Power (aset kripto Steem lainnya) dialokasikan 15% dari koin.
  • Sisanya 10% diberikan kepada saksi.

Peringkat STEEM di situs CoinMarketCap pada Senin (25/4) pukul 08.00 WIB adalah #277, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 172.001.953. Ini memiliki persediaan yang beredar 394.951.699 koin STEEM dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Ramp (RAMP)

Apa Itu Ramp (RAMP)?

RAMP DeFi adalah protokol terdesentralisasi yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi DeFi dengan mengizinkan pengguna non-Ethereum (ETH) untuk mempertaruhkan token pada platform ETH lainnya pada saat yang sama. Pengguna Ethereum dapat berinteraksi dengan protokol RAMP dan meningkatkan hasil mereka.

RAMP DeFi memungkinkan modal yang dipertaruhkan dari blockchain non ERC-20 yang untuk diagunkan ke dalam stablecoin yang dikenal sebagai rUSD yang dikeluarkan pada blockchain Ethereum. Hasil utama dari ini adalah memaksimalkan efisiensi modal pada aset digital yang dikumpulkan, di mana pengguna mendapatkan imbalan taruhan, membuka likuiditas dari aset dan menumpuk beberapa aliran hasil pada saat yang bersamaan.

Ilustrasi aset kripto, RAMP.
Ilustrasi aset kripto, RAMP.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Decred (DCR) dan Frax Share (FXS)

Pengguna menyimpan aset digital mereka ke dalam protokol RAMP, yang memindahkan aset ke program pertanian hasil atau staking untuk menghasilkan hasil yang stabil. Pengguna mencetak rUSD, stablecoin, menggunakan aset yang mereka simpan sebagai jaminan. rUSD dapat ditukar ke USDT atau USDC, atau disebarkan ke protokol DeFi lainnya untuk menghasilkan hasil tambahan.

Penciptaan RAMP didorong oleh pertumbuhan cepat ekonomi yang dipertaruhkan, yang telah melampaui $ 300 miliar pada tahun 2021, dikombinasikan dengan inefisiensi pasar ekonomi tersebut.

Apa yang Membuat Ramp (RAMP) Unik?

Pengguna Ramp dapat menerima hasil aset yang stabil, mempertahankan potensi keuntungan modal, dan mengakses sumber likuiditas baru pada saat yang bersamaan.

RAMP adalah token utilitas asli platform dan digunakan dalam fungsi berikut:

  • Tata Kelola: Pemegang token RAMP dapat dipertaruhkan untuk berpartisipasi dalam tata kelola komunitas.
  • Jaminan: Token RAMP dapat diagunkan ke dalam stablecoin rUSD, yang pada gilirannya dapat digunakan ke dalam protokol hasil DeFi untuk pengembalian tambahan.
  • Farming: Token RAMP dapat dipertaruhkan untuk meningkatkan hasil pertanian token dalam program insentif. Penambangan Likuiditas: Pengguna mendapatkan hadiah token RAMP dengan menyediakan likuiditas.
Ilustrasi aset kripto, RAMP.
Ilustrasi aset kripto, RAMP.

Baca juga: Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari, Apa Penyebabnya?

Untuk secara efisien menggerakkan pertukaran token antara sistem blockchain, jaringan mengambil keuntungan dari desain likuiditas on/off-ramp. Dalam kerangka ini, token yang menggunakan standar non-Ethereum pertama-tama diubah menjadi stablecoin yang disebut rUSD untuk digunakan pada blockchain Ethereum.

Stablecoin berbasis ERC-20 juga dapat dikonversi menjadi eUSD untuk digunakan di kumpulan likuiditas Ramp DeFi. Pemegang rUSD mendapatkan kemampuan untuk menggunakan dana yang dikunci di blockchain non-Ethereum serta kemampuan untuk menggunakan stablecoin yang dijamin penuh dan mendapatkan insentif staking setelah konversi.

Pemegang eUSD mendapatkan bunga dari meminjamkan kekayaan digital mereka serta kesempatan untuk menyediakan likuiditas dalam protokol DeFi. Peringkat RAMP di situs CoinMarketCap pada Senin (25/4) pukul 08.00 WIB adalah #574, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 44.030.696. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 477.810.556 koin RAMP dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin RAMP.

Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP).

Trading STEEM/BTC, STEEM/ETH, RAMP/USDT, RAMP/BUSD dan RAMP/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 22 April 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran STEEM dan RAMP di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan pertama April 2022 ini. Bitcoin masih dalam kondisi sideways, sehingga market cenderung masuk altcoin season atau altseason.

Kondisi market langsung mendadak “sakit” ini merupakan imbas dari Bank Sentral Amerika atau The Fed yang menegaskan kembali sikap hawkish di risalah rapat yang dirilis Rabu (6/4) waktu setempat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sikap The Fed yang semakin agresif menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi likuiditas di pasar keuangan dan membuat arus modal masuk ke aset kripto semakin berkurang, karena investor mengurangi minat ke aset tersebut.

“Perilisan risalah rapat The Fed itu cukup disayangkan mengingat aset kripto seharusnya bisa melaju kencang seiring akumulasi yang dilakukan investor sejak beberapa pekan lalu. Terlebih saat ini sudah memasuki periode awal kuartal yang menjadi sentimen positif untuk masuk ke investasi kripto,” kata Afid.

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas Proyek Kripto Lokal

Sentimen positif yang seharusnya bisa membuat market kripto reli pada pekan lalu, datang dari Microstrategy yang mengumumkan telah menambah lagi dana kelolaan Bitcoin sebanyak 4.100 BTC atau senilai $ 190 juta. kemudian, Luna Foundation Guard (LFG) juga ikutan memborong BTC senilai $ 230 juta. Namun, dua kabar ini tak berpengaruh signifikan ke market.

Bulan April Jadi Altcoin Season?

Afid melihat saat ini market kripto sudah memasuki musim altcoin atau altcoin season. Periode ini terjadi di mana koin-koin kripto alternatif, selain Bitcoin mengalami kenaikan performa karena harga dan volume perdagangannya meningkat.

“Sebenarnya kita lihat ini sudah masuk altcoin season. Karena lihat sudah banyak altcoin-altcoin yang digilir nih pumping bergantian. Seperti Biswap (BSW) yang pekan ini mengalami kenaikan hampir 100%. Kita lihat Bitcoin sedang mengalami stagnan dan altcoin pumping,” ungkap Afid.

investor crypto memegang bitcoin
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

Lebih lanjut, Afid menerangkan jika dilihat dari data Bitcoin dominance chart di laman CoinMarketCap, BTC hanya menguasai 40%. Artinya dari total market cap yang ada sekitar 60% masuk ke altcoin.

Saat ini nampak para investor membeli altcoin dengan sebagian dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui penjualan BTC, yang secara alami dapat menyebabkan harga berbagai altcoin naik. Faktor pendorong lainnya di balik altcoin season adalah tingginya minat pada sejumlah altcoin yang memiliki fundamental yang baik, seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), Kava (KAVA) dan NEAR Protocol (NEAR).



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

Bitcoin memasuki pergerakan yang lebih tinggi sejak 3 Maret. Pada saat penulisan, aset crypto raksasa tersebut berhasil menetapkan level harga $ 46.499. 

Dengan relinya BTC, deretan altcoin terkemuka seperti Ethereum dan Cardano juga mendapat sentimen positif. Sikap bullish ini telah terbentuk pada grafik crypto setelah dampak invasi Rusia ke Ukraina yang membawa pandangan bearish.

Akankah aset crypto akan melanjutkan kenaikan harga mereka pada kuartal 2 2022? Simak artikel di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Bitcoin Akan Semakin Reli di Kuartal 2?

Harga Bitcoin saat ini telah mencapai level tertingginya selama tiga minggu. Pada 1 Maret lalu, BTC diperdagangkan di rentan $ 43.000 dengan resistance harga $ 45.000 yang akhirnya berhenti pada supportnya di sekitar wilayah $ 39.000 pada tanggal 6 Maret.

Pergerakan harga di periode tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan perselisihan antara Rusia dan Ukraina, karena sejak peperangan berlangsung memang banyak sentimen yang dengan cepat mendorong dan menjatuhkan harga aset.

Pergerakan Harga Bitcoin. Sumber: TradingView

Sementara momentum harga BTC selama beberapa hari terakhir sebagian besar berkaitan dengan fenomena di market saham, termasuk perombakan Wall Street minggu lalu.

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Sebuah perusahaan bank investasi Goldman Sachs belum lama ini mengumumkan, bank yang berbasis di AS telah melakukan transaksi over-the-counter (OTC) revolusioner di Bitcoin, di mana mereka membeli opsi non-deliverable (NDO) dari Galaxy Digital.

Ditambah lagi, sudah lebih banyak perusahaan investasi crypto yang mulai bertindak sebagai mitra bank likuiditas untuk Bitcoin futures trading desk. 

Hal ini menandakan transaksi Bitcoin kini sudah lebih mainstream dilakukan, yang mana investor tidak perlu ragu lagi untuk mengadopsi aset.

Jika sentimen berlanjut, kemungkinan harga Bitcoin akan membaik di kuartal 2 tahun ini dan mendorong harga altcoin lainnya.

Bagaimana Nasib Altcoin?

Jika membahas tentang performa, kinerja Ethereum bahkan telah melampaui BTC. Pada saat penulisan, Ethereum telah berkonsolidasi di harga $3.490 dengan pergerakan harga seperti yang diilustrasikan pada grafik di bawah ini.

Pergerakan Harga Ethereum

Sentimen positif ini dihasilkan dari desas-desus seputar migrasi jaringan Ethereum ke Proof-of-Stake yang saat ini menggunakan Proof-of-Work. 

Penggabungan ini telah dicoba dan terbukti efektif di testnet ‘Kiln’ yang secara luas dianggap sebagai pengubah permainan untuk ekosistem Ethereum.

Dengan pemberitaan upgrade tersebut saja, sentimen investor telah meningkat secara positif. Dan sekarang, pengembang tengah mencari solusi yang baru untuk memasok permintaan Ethereum yang akan segera terjadi.

Akahkan skenario tersebut akan di jalankan pada kuartal 2 tahun ini?

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: KAVA, MBOX, SNP, EOS, IRIS

Menutup soal Ethereum, kini saatnya berpindah ke grafik Cardano yang juga mengikuti reli Bitcoin dengan kenaikan 5,9% selama seminggu, dan menetapkan harga $1,18 pada saat penulisan.

Indikator MA-7 dan 21 pada Cardano berpotongan di level $1,2 yang menandakan reli naik berkelanjutan mengawali periode kuartal 2 ini.

Cardano sendiri terus membangun keuntungannya dengan peningkatan jaringan yang akan segera terjadi. Selain itu, pengembang Cardano, IOG, baru-baru ini mengumumkan proposal untuk meningkatkan memori skrip Plutus jaringan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah yang Perlu Anda Ketahui

Minggu ini, tiga proyek kripto menarik meluncurkan airdrop, memberikan kesempatan bagi para investor untuk bergabung tanpa perlu mengeluarkan modal. Airdrop ini merupakan peluang emas, terutama bagi para “petani airdrop” yang ingin mendapatkan keuntungan dengan berpartisipasi dalam proyek-proyek yang didukung oleh investor ternama.

Berikut tiga airdrop yang layak diperhatikan:

1. Xterio: Perpaduan Gameplay Gratis dan Blockchain

Xterio membawa konsep permainan gratis ke dalam dunia blockchain, dengan menawarkan kepemilikan digital melalui teknologi Web3. Proyek ini memiliki rencana ambisius yang diumumkan oleh salah satu pendirinya, Jeremy Horn, terutama setelah ia berbagi pengalaman di acara Token 2049 di Singapura.

“Kami yakin jajaran Xterio di kuartal keempat akan mendorong pertumbuhan sektor ini, menggabungkan fundamental yang kuat dan insentif Web3 untuk memperluas ekosistem token dengan cara yang berkelanjutan,” ujar Horn.

Peserta dapat berpartisipasi dalam airdrop kripto dengan mendaftar dan memainkan mini-game Age of Dino serta aktivitas lainnya untuk mengumpulkan poin XTER dan hadiah berupa ROAR. Xterio juga menyediakan dasbor untuk memantau poin yang didapat dari aktivitas dalam ekosistem proyek ini.

XTER, token utama permainan ini, akan diberikan setelah acara pembuatan token (Token Generation Event – TGE), dengan tambahan peluang untuk mengumpulkan NFT dan hadiah menarik lainnya.

2. Vana: Menggabungkan Kepemilikan Data dan Kecerdasan Buatan (AI)

Vana hadir sebagai proyek yang menggabungkan teknologi AI dan kepemilikan data berbasis blockchain terdesentralisasi. Proyek ini memberikan pengguna kendali penuh atas data mereka, memungkinkan mereka untuk memonetisasi informasi yang selama ini dikuasai oleh perusahaan teknologi besar.

Melalui aplikasi mini di Telegram, peserta dapat menambang dan mendapatkan token VANA. Dengan menggunakan “DNA Virtual” (VNA), peserta bisa membuat “Diri Digital” mereka untuk menjelajahi Vanaverse dan mengontrol pengalaman personalisasi mereka.

Untuk berpartisipasi, pengguna harus menjalankan Vana Data Hero Bot di Telegram dan menautkan dompet TON mereka. Poin VANA bisa diperoleh dengan menyelesaikan tantangan seperti mengajak teman, bermain game, dan berbagai aktivitas lainnya.

3. Neon: EVM Paralel Pertama di Solana

Cara Mendapatkan Poin Neon. Sumber: Neon Ecosystem.

Baca juga: 3 Altcoin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Oktober 2024

Neon memposisikan dirinya sebagai Ethereum Virtual Machine (EVM) paralel pertama di blockchain Solana, yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) berbasis Ethereum dengan menggunakan kode yang ada.

Airdrop mainnet Neon telah dikonfirmasi setelah proyek ini berhasil mengumpulkan dana sebesar $45 juta, dipimpin oleh Jump Capital dan didukung oleh beberapa pemain besar seperti Solana Ventures, IDEO CoLab Ventures, dan Ethereal Ventures.

Peserta dapat memenuhi syarat untuk airdrop dengan menyelesaikan berbagai tugas, melacak pembaruan, dan berpartisipasi dalam aktivitas harian di blockchain yang menghasilkan Poin Neon. Hadiah diberikan berdasarkan jumlah transaksi harian dan total nilai transaksi yang terjadi.

Pengguna baru Neon dapat memindahkan dana mereka ke ekosistem dengan menambahkan jaringan Neon ke dompet EVM mereka, sementara pengguna Solana bisa memanfaatkan NeonPass untuk mentransfer token Neon mereka. Pengguna EVM juga dapat menggunakan deBridge untuk menghubungkan dana mereka ke Neon.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Oktober 2024

Oktober, yang sering disebut “Uptober” di dunia kripto, diprediksi akan menjadi bulan yang menguntungkan bagi banyak altcoin. Berikut adalah tiga token yang patut Anda perhatikan minggu ini, berdasarkan analisis dari BeInCrypto.

1. Token FTX (FTT)

Token FTX mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, naik 84% dalam delapan hari. Peningkatan ini dipicu oleh rumor pembayaran kembali kepada kreditor yang membuat banyak investor optimis.

Analisis Harga FTT. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga FTT. Sumber: TradingView.

Saat ini, FTT diperdagangkan di harga $2,57 dan diperkirakan akan terus naik seiring dengan sidang terkait rencana pembayaran pada 7 Oktober. Jika sidang berjalan lancar, sekitar $16 miliar bisa didistribusikan ke kreditor, yang berpotensi mendorong harga FTT lebih tinggi, hingga $2,98 atau lebih. Namun, perlu diingat, setelah pengumuman pembayaran, mungkin akan ada penurunan harga karena investor sering kali membeli berdasarkan rumor dan menjual setelah berita keluar.

Jaringan utama MANTRA akan aktif sebelum akhir Oktober, dan antisipasi terhadap hal ini sudah mempengaruhi harga token OM. Hari ini, OM mencapai harga tertingginya sepanjang masa, yaitu $1,47. Sebelumnya, rekor tertinggi ini terjadi pada pertengahan Juli.

Analisis Harga OM. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga OM. Sumber: TradingView.

Baca juga: Altcoin dengan Kenaikan Terbesar di Minggu Pertama Oktober 2024

Jika tren kenaikan berlanjut, harga OM bisa terus naik. Namun, jika investor mulai menjual pada level saat ini, bisa terjadi koreksi harga dengan support di sekitar $1,20 atau bahkan turun ke $1,04.

3. Stacks (STX)

Meskipun harga STX belum mencapai titik tertinggi sepanjang masa, potensi kenaikan tetap ada, terutama karena peningkatan besar yang akan datang pada jaringan Stacks. Pada 9 Oktober, STX akan mengalami hard fork Nakamoto yang diharapkan mempercepat waktu blok menjadi lima detik dan memberikan finalitas 100% pada Bitcoin.

Analisis Harga altcoin STX. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga STX. Sumber: TradingView.

Dengan peningkatan ini, harga STX diprediksi bisa naik hingga $2,06, level resistensi penting berikutnya. Jika berhasil menembus level tersebut, STX bisa mencapai $2,26, menandai level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Ketiga altcoin ini layak Anda perhatikan minggu ini, mengingat potensi kenaikan dan momentum pasar yang kuat.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin dengan Kenaikan Terbesar di Minggu Pertama Oktober 2024

Memasuki Oktober dan kuartal keempat 2024, pasar kripto mulai menunjukkan pemulihan, memberikan keuntungan bagi banyak aset digital. Beberapa altcoin bahkan berhasil mencapai harga tertinggi sepanjang masa. BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin dengan performa terbaik selama tujuh hari terakhir, termasuk koin meme berbasis Solana, POPCAT, yang mencatatkan rekor baru minggu ini.

1. Token FTX (FTT)

Analisis Harga FTT. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga FTT. Sumber: TradingView.

Token asli dari bursa FTX, FTT, mengejutkan pasar dengan menjadi altcoin dengan kenaikan tertinggi di antara 100 kripto teratas. Dalam sepekan, FTT melonjak hingga 95% dan kini diperdagangkan pada harga $2,72. Kenaikan dramatis ini menarik perhatian banyak trader dan investor.

Lonjakan harga ini didorong oleh spekulasi terkait dimulainya pembayaran kepada kreditor FTX. Dengan sidang distribusi yang dijadwalkan pada 7 Oktober, banyak pihak meyakini bahwa sentimen positif ini akan terus mendorong kenaikan harga lebih lanjut.

Jika tren kenaikan ini berlanjut, harga FTT berpotensi mencapai $2,98. Namun, investor perlu waspada terhadap risiko penurunan yang bisa membawa harga kembali ke $2,54 atau bahkan $2,20.

2. POPCAT (POPCAT)

Analisis Harga POPCAT. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga POPCAT. Sumber: TradingView.

Baca juga: 5 Sektor Kripto Teratas yang Menggerakkan Pasar pada Oktober 2024

POPCAT, koin meme berbasis Solana, berhasil mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa (ATH) minggu ini, naik 31% dalam 24 jam terakhir. Setelah berkali-kali mencoba, POPCAT akhirnya menembus level resistance $1,00 dan mencatatkan ATH baru di $1,29.

Meski belum jelas apa yang menjadi pemicu kenaikan tiba-tiba ini, jika pemegang koin tetap mempertahankan aset mereka dan menghindari aksi jual, ada peluang POPCAT melanjutkan tren naiknya. Hal ini bisa membawa koin ini mencetak ATH baru lagi dalam waktu dekat.

Namun, perlu diingat bahwa jika terjadi aksi ambil untung, POPCAT bisa mengalami koreksi harga hingga $1,00. Kehilangan level support utama ini dapat membatalkan proyeksi kenaikan lebih lanjut.

3. Wormhole (W)

Analisis Harga Wormhole. Sumber:  TradingView
Analisis Harga Wormhole. Sumber: TradingView.

Meskipun tidak setinggi dua token sebelumnya, Wormhole tetap mencatatkan kenaikan yang mengesankan sebesar 14,8% dalam sepekan. Saat ini, token ini diperdagangkan pada $0,34 dan menarik perhatian para investor.

Wormhole sempat mencapai level tertinggi intra-minggu di $0,42, sebelum kembali turun di bawah resistance $0,35. Jika token ini berhasil menembus level resistance tersebut, ada peluang untuk kenaikan lebih lanjut menuju $0,42, yang akan menjadi level tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir.

Namun, jika Wormhole gagal menembus $0,35, harganya kemungkinan akan terkonsolidasi antara $0,28 dan $0,35, membuat peluang kenaikan lebih lanjut berkurang.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

Berbicara soal aset kripto memang tak bisa lepas dari pembahasan mengenai harganya yang mudah naik-turun. Aset kripto yang ada di pasaran hampir tidak bisa ditebak akan ke mana arahnya, mungkin saja saat harganya sedang naik, tidak butuh waktu lama harganya langsung turun bahkan anjlok. Tetapi, ada nih jenis aset kripto yang harganya stabil, namanya Stablecoin

Terus, apa sih penyebab harganya bisa stabil? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Stablecoin?

Stablecoin adalah sederet aset kripto yang menawarkan nilai aset yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

4 Jenis Stablecoin

gambaran jenis jenis stable coin

Dalam dunia aset kripto, stablecoin dibagi lagi ke dalam empat jenis sesuai dengan cara kerjanya. Berikut adalah empat jenis stablecoin, lengkap dengan cara kerja dan contohnya, yaitu:

1. Fiat-collateralized 

Seperti namanya, fiat-collateralized berarti jenis stablecoin yang dijamin oleh uang fiat. Umumnya, uang fiat yang digunakan sebagai jaminan adalah uang yang harganya tergolong stabil di pasar, seperti Dollar AS dan Euro. Meski begitu, kini juga sudah ada stablecoin yang dijamin oleh uang fiat lain seperti Rupiah.

Beberapa contoh dari stablecoin berjenis ini adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang memiliki nilai setara dengan Dollar AS, menjadi dua stablecoin yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Selain itu, dalam skala nasional juga hadir Rupiah Token (IDRT), yang nilainya dijamin oleh nilai Rupiah asli.

2. Commodity-collateralized

Jenis stablecoin selanjutnya ada commodity-collateralized, yaitu stablecoin yang harganya ditetapkan sesuai dengan harga komoditas, atau aset lain yang bisa dipertukarkan. Komoditas yang digunakan yaitu logam mulia seperti emas atau perak, tetapi ada juga yang menggunakan properti. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

Stablecoin berjenis ini antara lain adalah PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT), dan Digix Gold (DGX) yang harganya mengikuti pergerakan harga logam mulia emas. Ada juga Secure Coin (SRC) yang nilainya dijamin oleh portofolio properti di Swiss.

3. Crypto-collateralized

Selanjutnya ada stablecoin dengan jenis crypto-collateralized, di mana nilai stablecoin yang ada dijamin oleh aset kripto lainnya. Agar harga stablecoin yang dijamin tetap stabil, maka biasanya aset kripto yang menjaminnya sengaja disiapkan lebih banyak. Hal ini akan menghasilkan stablecoin dalam jumlah sedikit, tetapi harganya tetap stabil.

Misalnya, dalam menghasilkan stablecoin senilai 2500 USD, maka penerbit harus mempersiapkan aset kripto lain sebagai jaminan dengan nilai 5000. Dalam hal ini, stablecoin berhasil dijamin sebesar 200 persen. Contoh stablecoin berjenis ini adalah MakerDAO (DAI) yang harganya dipatok pada Dollar AS tetapi didukung oleh Ether (ETH).

4. Non-collateralized

Terakhir ada stablecoin dengan jenis non-collateralized alias tidak dijamin oleh aset apapun. Tapi, kok, harganya bisa tetap stabil? Sebenarnya, jenis ini tidak sepenuhnya sama sekali tanpa jaminan. Non-collateralized di sini maksudnya adalah tetap menggunakan mekanisme kerja atau algoritma selayaknya bank sentral, sehingga harganya bisa terus stabil.

Masih bingung? Sederhananya, seperti yang dahulu terjadi pada Dollar AS di mana nilainya sempat dipatok dengan nilai emas yang bertujuan untuk menstabilkan harganya. Namun, setelah tidak lagi dijamin oleh harga emas, ternyata harga Dollar AS tetap stabil karena masyarakat sudah percaya akan nilai dan impact yang dimilikinya. 

Sama seperti ilustrasi tersebut, ada jenis stablecoin yang dibangun menggunakan algoritma serupa. Akan tetapi, pada aset kripto, diperlukan juga penerapan smart contract pada sebuah platform terdesentralisasi terlebih dulu. Selain itu, untuk mempertahankan stabilitasnya, stablecoin jenis ini harus bisa menunjukkan pertumbuhannya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Contohnya adalah Ampleforth (AMPL) yang menggunakan algoritma supply-demand. Jadi, apabila terjadi pembelian AMPL dalam jumlah besar, protokol akan secara otomatis meningkatkan supply AMPL agar harganya tetap stabil dan menimbulkan keseimbangan antara supply dan demand.

Baca juga: Kenalan dengan 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

perbedaan stable coin dan

Lalu, apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya? Ada 2 perbedaannya, yakni:

1. Volatilitas

Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

2. Penggunaan

Selanjutnya terletak pada penggunaannya. Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

Ternyata, cukup banyak ya stablecoin yang telah diterbitkan di pasar aset kripto. Tidak sedikit pula yang menarik perhatian para investor. 

Apakah Anda salah satu di antara mereka yang tertarik berinvestasi stable coin? Kalau iya, yuk langsung selesaikan KYC Anda dan beli stable coin hanya di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung di Komunitas Tokocrypto untuk tahu lebih banyak soal dunia aset kripto, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com