Tag Archives: altcoin

Renzo Perkenalkan Restaking Institusional dan Prioritaskan Kepatuhan

Renzo Protocol menghadirkan fitur baru berupa Flow Vaults dengan sistem whitelist untuk membuka akses restaking bagi investor institusional seperti bank, dana pensiun, manajer aset, dan platform kustodian. Fitur ini dikembangkan bersama Concrete dan dirancang untuk memenuhi standar regulasi tinggi yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan.

Flow Vaults menawarkan lima komponen utama yang menjadi syarat partisipasi institusional, yakni verifikasi KYC/AML pada setiap depositor, penggunaan rekanan yang telah di-whitelist, laporan keuangan dan risiko setara audit, visibilitas risiko secara real-time, serta sistem pengelolaan imbal hasil yang sesuai dengan sistem kustodian institusional.

Baca juga: Harga REZ Melonjak 57%, Didukung Mekanisme Buyback Mingguan

Sistem ini bekerja melalui integrasi lapisan akses on-chain untuk menyaring alamat yang diperbolehkan berpartisipasi, pemilihan operator node terpercaya oleh kurator, delegasi dana ke operator pilihan, dan proses restaking di EigenLayer. Imbal hasil yang diperoleh akan secara otomatis dikonversi dan dikembalikan ke vault, serta tercermin langsung dalam token penerimaan (receipt token).

Pertumbuhan Renzo Protocol

Renzo menyatakan bahwa dengan pendekatan ini, institusi dapat memperoleh eksposur terhadap restaking yield secara aman dan patuh, tanpa harus menulis kode smart contract. Proses implementasi disebut dapat dilakukan dalam hitungan hari.

Pergerakan harga Renzo (REZ/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Renzo (REZ/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Per 17 Juli 2025, harga token REZ tercatat sebesar $0,01414 atau sekitar Rp231,04, turun 15,13% dalam 24 jam terakhir. Volume transaksi harian mencapai 2,13 miliar REZ atau sekitar $32,63 juta.

Renzo menyampaikan bahwa peluncuran fitur ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan keamanan EigenLayer sebagai aset kelas institusional yang sah dan sesuai regulasi.

Baca juga: Renzo (REZ): Maksimalkan Keuntungan dengan Staking Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Haedal Cetak Rekor: Volume Perdagangan Capai $1,1 Miliar di Q2 2025

Haedal Protocol, proyek DeFi unggulan dalam ekosistem blockchain Sui, mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal kedua 2025. Harga token HAEDAL/USDT naik 17,04% dalam 24 jam terakhir ke level $0,2466 (sekitar Rp4.029), dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $43 juta. Pencapaian ini mempertegas posisi Haedal sebagai pemain utama di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) berbasis Sui.

Kuartal kedua 2025 menjadi momen krusial bagi Haedal, dengan transisi dari fase pre-launch menuju protokol yang sepenuhnya terintegrasi dalam ekosistem Sui. Pencapaian utama selama periode ini meliputi peluncuran token melalui Token Generation Event (TGE), pencatatan di berbagai bursa global, dan peningkatan signifikan dalam adopsi protokol.

Distribusi Luas dan Listing Global

TGE yang digelar pada akhir April berhasil mengairdrop hampir satu juta dompet, menjadikan HAEDAL sebagai salah satu token paling tersebar di jaringan Sui. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, HAEDAL telah terdaftar di sejumlah bursa besar seperti Binance, Upbit, Bybit, KuCoin, dan Crypto.com, baik untuk pasar spot maupun perpetual.

Baca juga: Masa Depan Web3? Semua Mata Tertuju ke SUI

Pertumbuhan Ekosistem dan Kinerja Protokol

Selama Q2, Haedal mencatat lebih dari 900.000 akun terdaftar—naik sekitar 15% secara kuartalan. Volume perdagangan kumulatif melalui mekanisme Hybrid Market Maker (HMM) melampaui $1,1 miliar, menghasilkan lebih dari $550.000 dalam bentuk biaya transaksi. Selain itu, distribusi reward staking haSUI telah menembus 1,5 juta SUI, dengan nilai tukar haSUI kini mencapai 1,059, mencerminkan apresiasi hampir 6% sejak peluncuran.

Haedal juga telah resmi menjadi validator jaringan Sui, memperkuat kontrol terhadap strategi staking dan mendukung desentralisasi jaringan.

Kolaborasi DeFi: Lending, DEX, dan Strategi Yield

Token HAEDAL kini dapat digunakan dalam berbagai protokol lending seperti Navi, Scallop, dan Suilend. Pengguna dapat meminjam atau meminjamkan HAEDAL, serta mengintegrasikannya ke dalam strategi DeFi seperti leveraged LPing dan yield farming.

Di sisi lain, dukungan untuk HAEDAL dan aset LST lainnya seperti haSUI dan haWAL telah tersedia di hampir seluruh DEX utama Sui, termasuk Cetus, Momentum, Bluefin, dan Turbos. Semua aset Haedal kini juga dapat digunakan sebagai jaminan (collateral) di Bucket Protocol untuk mencetak stablecoin.

Produk yield lainnya meliputi opsi covered call di Typus Finance dan liquidity pool berbasis jatuh tempo di Nemo Protocol, yang menawarkan fleksibilitas APR bagi para pengguna.

Inovasi Produk: veHAEDAL dan Dukungan Oracle

Haedal meluncurkan veHAEDAL, sistem staking berbasis locking yang memberikan insentif mingguan sekaligus membuka akses terhadap hak tata kelola protokol. Inovasi ini diharapkan mendorong partisipasi jangka panjang dan keselarasan insentif antara komunitas dan tim pengembang.

Sementara itu, harga HAEDAL kini juga tersedia melalui jaringan oracle Pyth Network, memungkinkan integrasi lintas protokol dalam ekosistem Sui dan blockchain lainnya.

Tentang Haedal
Haedal adalah protokol liquid staking dan likuiditas asli ekosistem Sui yang menyediakan solusi yield, kolateralisasi, dan perdagangan terdesentralisasi. Dengan pendekatan modular dan komposabel, Haedal kini menjadi salah satu pionir dalam membangun infrastruktur DeFi di jaringan Sui.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Liquid Staking Multi-Exchange Bisa Dorong Harga Solana Ke $185?

Baru-baru ini, Solana (SOL) mengembangkan inovasinya dengan meluncurkan Liquid Staked SOL (LsSOL) yang kini tersedia di berbagai bursa ternama seperti Coinbase, Kraken, Galaxy, Anchorage Digital, dan Fireblocks.

Konon, strategi ini dinilai mampu menarik minat institusional sekaligus mendongkrak harga Solana menuju kisaran $185 atau sekitar Rp 2,7 juta.

Kenapa LsSOL Begitu Penting?

Liquid staking memungkinkan investor tetap mendapatkan reward staking sekaligus mempertahankan fleksibilitas investasi yang bisa langsung dipakai di berbagai protokol DeFi, bukan hanya dikunci di staking.

Kolaborasi dengan custodian besar menjawab kekhawatiran soal keamanan dan regulasi, membuka jalur bagi dana institusional yang mencari produk tersertifikasi.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Momentum ini juga dimanfaatkan menjelang potensi persetujuan ETF SOL berbasis spot di AS, menandakan kesiapan ekosistem Solana bermain di level global.

Baca Juga: Proyeksi Gila Harga Solana Naik ke $331, Mungkinkah Terjadi?

Sinyal Teknis: Terbukanya Jalan ke $185?

  • SOL sukses menembus pola inverse head-and-shoulders dan mengonfirmasi breakout di level $159 — menandakan tren naik kuat.
  • Indikator teknikal seperti EMA 20-hari naik ke $157 dan RSI mendekati area overbought, menunjukkan ruang gerak ke atas masih luas.
  • Jika bertahan di atas $168, target berikutnya adalah $185. Break kuat di atas level ini bisa membawa SOL menuju $210.

Namun, sinyal kewaspadaan juga muncul: jika harga turun di bawah EMA 20 atau $166–$168, potensi koreksi ke $144 atau bahkan $137 bisa terjadi.

Analisis Teknikal Tambahan

Menurut AMBCrypto, SOL sedang merangkai pola cup and handle, dengan neckline sekitar US$166.

Jika neckline support ini tertahan, SOL mungkin menuju target ekstensi Fibonacci 1,618 di sekitar $178, dan kemudian ke $185 bahkan $220.

Faktor tambahan yang mendukung kenaikan ini antara lain:

  • Spot outflows besar (misalnya $7,6 juta pada 13 Juli), meminimalkan tekanan jual dari exchange.
  • Likuidasi posisi short besar ($555 ribu) memicu short squeeze, memberikan tambahan momentum bullish.

Strategi Perdagangan dan Investasi

Tipe Investor Strategi Disarankan
Trader Aktif Beli break di atas $168 atau saat retest support ~$166. Gunakan stop‑loss <$166 dan target jual di $185–$210.
Holder Jangka Panjang Akumulasi saat koreksi mendekati $157–$166, kemudian tahan untuk potensi jangka menengah menuai potensi upside hingga $220.

Outlook: Momentum Baru di Solana

Peluncuran LsSOL adalah game-changer bagi Solana — menggabungkan utilitas dan fleksibilitas dalam satu produk.

Ditambah readiness menuju spot ETF SOL, ini bisa menjadi fase penting untuk adopsi institusional.

Jika SOL mampu bertahan di atas $168, tekanan beli bisa membawa harga menuju $185, dengan potensi lanjutan ke $210–$220.

Sinyal ini menjadi lampu hijau bagi investor yang siap memasuki fase penguatan berikutnya.

Namun, semua potensi ini perlu diukur dengan manajemen risiko yang baik. Jangan abaikan sinyal bearish seperti break di bawah EMA atau pola teknikal gagal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ProShares Rilis ETF 2×, XRP Kian Meroket

Koin XRP kembali mencuri perhatian saat ProShares meluncurkan ProShares Ultra XRP ETF (UXRP), ETF leveraged 2× harian berbasis kontrak berjangka, yang resmi disetujui oleh SEC dan masuk daftar NYSE Arca.

Peluncuran ini kian mendongkrak harga XRP dan jadi jalan pintas bagi institusi yang ingin meraih eksposur ganda tanpa harus menyimpan token secara langsung.

Kenapa Ini Penting?

  1. Akses untuk Investor Tradisional
    UXRP memungkinkan hedge fund, RIA, dan dana pensiun untuk masuk ke XRP menggunakan kendaraan yang teregulasi tanpa perlu dompet kripto atau perantara bursa kripto.
  2. Legitimasi Regulasi
    Persetujuan SEC menunjukkan perubahan sikap terhadap XRP. Jika dulu diperdebatkan sebagai sekuritas, sekarang justru difasilitasi lewat ETF leveraged oleh otoritas .
  3. Potensi Aliran Modal Institusional
    Analis menyebut peluncuran ini bisa memicu inflow hingga $10–$20 miliar ke XRP dalam 12 bulan ke depan, menyusul jejak sukses ETF Bitcoin (BITO).
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Gila, Transaksi XRP Futures di CME Tembus $235 Juta Dalam Sehari!

Dampak Harga & Teknikal

  • Lonjakan Harga: Begitu pengumuman dilakukan, XRP merangkak di kisaran $3, mendekati level resistensi psikologis penting.
  • Volume Naik: Volume perdagangan naik drastis—tercatat mencapai $15,8 miliar pada 11 Juli, naik +60% dibanding minggu sebelumnya.
  • Formasi Bullish: Pola falling wedge + support kuat di kisaran $2,80 menambah peluang breakout menuju $3,40–$3,80.

Namun, investor perlu waspadai risiko compounding drag akibat leverage harian yang idealnya untuk pe-trading, bukan untuk strategi buy-and-hold jangka panjang.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

  • Leverage ganda berarti potensi keuntungan dan kerugian yang sama besarnya, bukan produk untuk investor konservatif.
  • Tracking error bisa terjadi akibat biaya rebalancing dan volatilitas futures saat pasar ekstrem.
  • XRP masih menghadapi risiko regulasi: meski SEC memberi lampu hijau untuk ETF, litigasi Ripple masih berlangsung di beberapa wilayah.

Strategi untuk Investor

Tipe Investor Pendekatan Disarankan
Trader Aktif Masuk pada level $2,80–$3, stop loss di bawah $2,73; pantau intraday ETF untuk profit cepat setelah breakout.
Investor Jangka Panjang Sedikit akumulasi saat harga turun di bawah $2,80; pertimbangkan spot XRP atau tunggu ETF spot XRP yang diperkirakan menyusul.

Outlook: Titik Balik XRP?

Peluncuran UXRP bisa jadi momentum peluncuran era baru XRP — dari token ‘orphan’ ke instrumen keuangan yang diakui Wall Street.

Jika penguatan berlanjut di atas $3 dan volume tinggi bertahan, level teknikal berikutnya bisa menyentuh $3,80–$4,80 di awal 2026 (AInvest).

Ini sekaligus menjadi ujian: apakah ETF berjangka ini mampu mereplikasi kesuksesan Bitcoin, atau justru menguji ketahanan XRP saat leverage bekerja berlawanan arah.

Baca Juga: Rahasia Lonjakan Harga XRP: Semua Berasal Dari Negeri Ginseng

Peluncuran ProShares Ultra ETF XRP merupakan katalis besar yang membuka pintu institusional ke XRP tanpa harus pegang token langsung.

Ada potensi keuntungan ganda, namun juga risiko besar. Trader agresif bisa memanfaatkan peluang breakout jangka pendek.

Investor jangka panjang disarankan tetap bijak dan hati-hati, karena volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi masih mengintai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pi Network Kandas Lagi? Investor Beralih ke Presale Kripto Terpanas

Setelah sempat membaik, Pi Network akhirnya kembali dipaksa menelan pil pahit dan mengalami kekecewaan besar.

Meskipun kapitalisasi pasarnya mencapai $3,38 miliar, banyak investor kini mulai kehilangan kepercayaan karena proyek mobile-mining ini terus mengalami penundaan signifikan.

Apalagi, Pi Network masih belum menggelar mainnet penuh dan masuk bursa besar layaknya Binance atau Coinbase.

Baca Juga: Waspada! Harga Pi Network Bisa Turun 30% Dalam Hitungan Hari

Pi Network: Keriuhan Hilang, Delay Terus Menerus

Awal tahun 2025, Pi Network diprediksi akan menjadi “crypto mainstream”. Tapi sayangnya, kenyataan berkata lain.

Roadmap lemah dan kurangnya progres teknis mendasar membuat antusiasme komunitas merosot. Walaupun volume perdagangan sempat naik 11,89%, harga justru turun sekitar 5%, saat kepercayaan investor luntur .

Lebih lanjut, Pi Network masih belum memenuhi tiga syarat utama untuk listing di Binance, yaitu Open source kode blockchain, audit pihak ketiga, Dan pengajuan resmi listing. Semuanya belum terlaksana.

Sialnya lagi, penundaan peluncuran mainnet hingga Februari 2025 juga belum membuahkan hasil nyata. Bahkan tim Pi menargetkan 100 dApps, tapi baru mencapai 80–85 saja.

Investor Beralih ke Presale yang Serius: Remittix (RTX)

Sadar bahwa hype saja tak cukup, investor mulai melirik proyek seperti Remittix (RTX). Proyek ini fokus pada transfer crypto-ke-bank di lebih dari 30 negara, bukan sekadar “mobile mining” tanpa produk nyata.

Fakta pentingnya:

  • $16,2 juta sudah terkumpul, hampir mendekati soft cap $18 juta.
  • Token dijual dengan harga rendah: sekitar $0,0811 per unit.
  • Q3 2025 akan dirilis wallet integrasi yang mendukung FX real-time, 40+ crypto, dan transaksi global murah.
  • Sudah diaudit oleh CertiK, lengkap dengan program bonus 50% dan giveaway senilai $250.000.

Investor pun mencari crypto dengan utilitas nyata, bukan sekadar janji, dan Remittix menawarkan itu: layanan nyata untuk pekerja lepas dan bisnis global.

Evolusi Pasar Crypto: Dari Hype ke Utilitas

Model seperti Pi Network yang hanya mengandalkan hype dinilai ketinggalan zaman dan telah kehilangan daya tariknya.

Kini giliran crypto seperti Remittix yang menawarkan solusi nyata: low gas fee, cross-border payments, dan roadmap transparan.

Investor tahu, produk jalanan lebih meyakinkan daripada whitepaper kosong.

Peluang atau Ancaman Bagi Pi Network?

Sebenarnya, Pi Network masih memiliki basis pengguna yang besar, tetapi tanpa ekosistem yang berjalan, nilainya tetap spekulatif.

Akibatnya, semakin lama delay berlangsung, makin banyak pengguna dan modal melirik proyek yang lebih siap.

Sementara itu, Remittix membuktikan satu hal: produk nyata mengalahkan janji manis. Jika wallet-nya sukses diluncurkan di Q3, momentum presale ini diprediksi semakin kuat.

Baca Juga: Pi Network dan Ironi Harga di Bawah $0,5, Bagaimana Potensinya?

Maka dari itu, harus diakui bahwa Pi Network kini tengah mengalami kondisi yang menyedihkan: token turun, delay terus, listing di bursa besar tak kunjung terealisasi, kepercayaan dari investor rendah, volume tinggi, dan utilitas yang minim.

Sedangkan bagi Remittix (RTX): presale sudah mengumpulkan dana besar, fitur nyata siap diluncurkan, audit keamanan lengkap, dan bonus menarik sehingga ideal untuk investor yang bosan menunggu.

Jika Anda lelah menunggu janji-janji Pi, mungkin saatnya pertimbangkan Remittix: presale dengan utilitas langsung dan momentum kuat menuju Q3 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

DOGE Memimpin Reli Meme Coin, Tembus $0,20 Pasca Koreksi Pasar

Pada 16 Juli kemarin, pasar kripto kembali geger. Setelah koreksi satu hari, Dogecoin (DOGE) memimpin reli dengan kenaikan 6,7% dalam 24 jam, dan +18% sepanjang minggu.

Bahkan kini, harga DOGE diperdagangkan di kisaran $0,20. Lonjakan ini menandakan sentimen positif terhadap aset-aset bernuansa meme, dengan tren yang semakin beragam dan cepat.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Kenaikan Dogecoin tidak terjadi secara tiba-tiba. Kembalinya minat pasar terhadap aset meme berbasis komunitas mendorong aliran modal baru ke Dogecoin.

Lonjakan ini juga terjadi di tengah keriuhan peluncuran berbagai token baru di jaringan Solana melalui platform Pump.fun, yang ikut menyulut semangat investor terhadap token-token hiburan seperti DOGE.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Namun berbeda dari token baru yang muncul lewat gimmick, Dogecoin memiliki rekam jejak lebih panjang dan komunitas global yang setia, termasuk tokoh ternama seperti Elon Musk yang kerap memicu gelombang FOMO.

Baca Juga: Ikuti Jejak Solana, Dogecoin Bakal Meledak di 2025?

Faktor Fundamental Dogecoin

Walau Dogecoin diciptakan sebagai parodi dari Bitcoin pada 2013, koin ini telah bertahan lebih dari satu dekade.

Ini menjadikan DOGE bukan sekadar meme coin, melainkan ikon budaya digital dengan basis pengguna dan adopsi yang terus berkembang.

Beberapa faktor yang memperkuat posisi DOGE saat ini:

  1. Listing global di hampir semua exchange besar (Binance, Coinbase, Kraken).
  2. Dukungan selebritas dan komunitas aktif di media sosial.
  3. Adopsi dunia nyata: beberapa perusahaan dan retailer menerima pembayaran dengan DOGE.
  4. Integrasi potensial dengan X (Twitter) yang kerap dikaitkan dengan Elon Musk.

Apakah DOGE Akan Terbang Lebih Tinggi?

Dengan pergerakan harga yang kini menuju $0,20, DOGE sedang menguji level resistensi psikologis penting.

Jika breakout di atas $0,22 berhasil, target jangka pendek DOGE bisa mengarah ke $0,30 hingga $0,35.

Volume perdagangan DOGE juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan antusiasme trader ritel yang mulai kembali masuk ke pasar.

Beberapa analis bahkan menyebut DOGE sebagai indikator awal dari gelombang baru altseason, terutama di sektor token hiburan dan komunitas.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Walaupun momentum DOGE terlihat menguat, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas ekstrem yang biasa terjadi pada meme coin.

Tanpa dukungan fundamental yang solid, DOGE bisa terkoreksi tajam ketika sentimen pasar berubah.

Selain itu, munculnya banyak token “peniru” seperti token Trump, Melania, hingga Pump.fun dapat mengalihkan fokus dan dana dari DOGE ke proyek-proyek baru yang bersifat spekulatif.

Baca Juga: PEPE Coin Meledak 14%! Siap Pecahkan Rekor dan Saingi Dogecoin?

Dogecoin telah membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar candaan. Dengan lonjakan terbaru dan minat komunitas yang terus tumbuh, DOGE bisa saja kembali menjadi pemimpin dalam ranah meme coin dan memicu euforia baru di pasar.

Apakah ini saatnya “to the moon” lagi? Hanya waktu (dan komunitas) yang bisa menjawab.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga BNB Tembus $710, Bukti Binance Coin Paling Stabil

Harga Binance Coin (BNB) kembali menunjukkan performa impresif. Per 17 Juli 2025, harga BNB telah menembus level $710.03 per BNB.

Nilai tersebut mencatatkan kenaikan harian sebesar +3.36%, dan membawa kapitalisasi pasar mendekati angka $98.90 miliar USD.

Peningkatan ini memperkuat posisi BNB di peringkat #5 kripto global paling bernilai, menandai momentum positif di tengah pemulihan pasar altcoin.

Baca Juga: BNB Menggeliat! Harga Tembus $689, Siap Cetak Rekor Baru?

Tren Kenaikan Stabil dalam 3 Bulan Terakhir

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja harga BNB tidak hanya kuat dalam jangka pendek. Data historis menunjukkan bahwa selama 30, 60, hingga 90 hari terakhir, BNB konsisten mencatat kenaikan yang sehat:

  • 30 hari terakhir: naik $54.57 atau +8.32%
  • 60 hari terakhir: naik $66.86 atau +10.39%
  • 90 hari terakhir: melonjak $121.00 atau +20.53%

Dengan ini, BNB membuktikan diri sebagai salah satu aset kripto yang paling stabil dan menguntungkan di tengah fluktuasi pasar.

Apalagi, saat sebagian besar altcoin masih berjuang untuk pulih, BNB justru terus menguat dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka $793.35.

Aktivitas Pasar & Data Teknis

BNB juga menunjukkan likuiditas tinggi, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai $2.58 miliar USD.

Hal ini menandakan bahwa minat investor terhadap BNB tetap tinggi, baik dari kalangan ritel maupun institusi.

Rentang harga dalam 24 jam terakhir memperlihatkan volatilitas yang sehat:

  • Harga terendah: $686.81
  • Harga tertinggi: $722.22

Sementara itu, harga terus bergerak naik dengan kenaikan +0.07% dalam satu jam terakhir, dan +5.68% dalam 7 hari terakhir, menjadikan BNB sebagai salah satu top performer mingguan di pasar kripto saat ini.

Faktor Pemicu Lonjakan Harga

Beberapa faktor yang diyakini mendorong penguatan BNB antara lain:

  1. Pemulihan ekosistem Binance: Setelah melewati sejumlah tantangan regulasi, Binance berhasil mempertahankan dominasinya dengan inovasi dan ekspansi layanan.
  2. Pertumbuhan utilitas BNB: Digunakan sebagai fee trading, pembayaran token gas di BNB Chain, serta dalam staking dan DeFi, BNB terus memperluas fungsionalitasnya.
  3. Burning mekanisme aktif: Program auto-burn BNB secara berkala terus mengurangi total suplai, memberi tekanan pasokan yang mendukung harga naik.

Potensi Menuju ATH

Dengan harga saat ini di $710, BNB hanya terpaut sekitar 10% dari ATH-nya di angka $793.35.

Jika tren kenaikan berlanjut didorong oleh aktivitas pengguna, staking, dan ekspansi Binance Smart Chain, maka rekor harga baru bisa tercipta dalam waktu dekat.

Analis teknikal memperkirakan bahwa jika BNB mampu bertahan di atas $700 selama beberapa hari ke depan, maka level resistensi berikutnya berada di kisaran $740–$760, sebelum mencoba menembus ATH.

Baca Juga: BNB Melonjak ke Angka Fantastis, Pertanda Awal Bull Run Baru?

BNB kembali membuktikan dirinya sebagai aset kripto unggulan dengan performa stabil dan kenaikan berkelanjutan.

Dengan kombinasi utilitas yang kuat, ekosistem Binance yang berkembang, serta minat pasar yang terus tumbuh, BNB berpotensi mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

Bagi investor, momen saat ini bisa menjadi peluang strategis untuk mempertimbangkan BNB sebagai bagian dari portofolio aset digital yang solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Bersiap Hadapi Komputer Kuantum, Transaksi Anti-Retas Diuji

Solana Foundation mengumumkan kerja sama dengan Project Eleven, perusahaan keamanan kriptografi pasca-kuantum, untuk menguji teknologi transaksi yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum. Uji coba ini dilakukan melalui sebuah testnet Solana sebagai bagian dari inisiatif bertajuk Project Eleven.

Dalam pengumuman resmi pada Selasa (waktu setempat), Project Eleven menyebut telah melakukan penilaian penuh terhadap ancaman komputasi kuantum pada jaringan Solana. Selain itu, perusahaan tersebut juga memprototipekan testnet Solana yang menggunakan tanda tangan digital pasca-kuantum. Hasil pengujian itu diklaim menunjukkan bahwa transaksi yang sepenuhnya tahan kuantum dapat diterapkan secara praktis dan tetap skalabel.

Pembuktian Solana

Baca juga: Solana Terjun ke US$122, Tapi Bitwise Ramal Harga Cetak ATH di 2026

Dilaporkan Cointelegraph, klaim tersebut menjadi sorotan karena kriptografi pasca-kuantum secara umum dikenal membutuhkan komputasi yang lebih mahal dibandingkan metode kriptografi konvensional. Hingga berita ini diterbitkan, Solana belum memberikan tanggapan resmi terkait standar enkripsi pasca-kuantum yang digunakan dalam testnet tersebut, meskipun telah dimintai konfirmasi.

Sebagai perbandingan, National Institute of Standards and Technology (NIST) Amerika Serikat pada Agustus 2024 telah mengesahkan tiga standar enkripsi pasca-kuantum, yakni Federal Information Processing Standard (FIPS) 203, 204, dan 205. Pada 2024, Cloudflare juga melakukan pengujian yang membandingkan FIPS 204 dengan Ed25519—algoritma tanda tangan digital yang saat ini digunakan Solana, serta RSA-2048. Hasilnya menunjukkan bahwa FIPS 204 hampir lima kali lebih mahal dalam proses penandatanganan dibanding Ed25519, tetapi dua kali lebih cepat dalam proses verifikasi. Sementara itu, RSA-2048 tercatat lebih lambat dalam penandatanganan dibanding keduanya.

Wakil Presiden Teknologi Solana Foundation, Matt Sorg, menyatakan bahwa misi Solana adalah melindungi aset digital dari risiko komputasi kuantum. Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh berbagai ekosistem kripto utama lainnya.

Mempersiapkan diri menghadapi ancaman di masa depan

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya diskusi global soal ancaman komputasi kuantum terhadap kriptografi modern. Salah satunya datang dari pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang memperkirakan adanya peluang 20% bahwa komputer kuantum dapat memecahkan kriptografi saat ini sebelum 2030. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disepakati. Kriptografer dan cypherpunk Adam Back menyebut bahwa ancaman kuantum terhadap Bitcoin kemungkinan baru akan muncul dalam 20 hingga 40 tahun ke depan.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai respons teknis antar jaringan kripto berbeda-beda. Ethereum dinilai memiliki respons pengembang yang relatif cepat, sementara Bitcoin dianggap menghadapi tantangan besar dari sisi tata kelola. Analis on-chain James Check sebelumnya menyatakan bahwa meskipun solusi teknis terhadap ancaman kuantum sudah tersedia, mencapai konsensus dalam ekosistem Bitcoin untuk bermigrasi ke alamat tahan kuantum akan menjadi persoalan yang sulit.

Jika migrasi tersebut gagal, menurut Check, ada risiko besar Bitcoin lama yang tidak berpindah ke alamat tahan kuantum dapat diretas, sehingga berpotensi membanjiri pasar.

Langkah Solana melalui Project Eleven ini menunjukkan upaya awal industri kripto dalam mengantisipasi ancaman teknologi masa depan yang masih berkembang, namun dinilai dapat berdampak signifikan terhadap keamanan aset digital global.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Terjebak di Level Kritis $0,13, Sinyal Tenang Sebelum Badai?

Dogecoin (DOGE) masih bergerak mendatar di kisaran harga USD 0,13 pada Rabu (waktu setempat), setelah mengalami tekanan turun berbulan-bulan sejak mencapai puncaknya pada Oktober lalu. Pelemahan harga yang terjadi secara bertahap kini mulai melambat, namun pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang jelas.

Secara teknikal, DOGE berada di titik sensitif. Level USD 0,13 yang sebelumnya menjadi area support jangka pendek kini berubah menjadi lantai struktural yang terus diuji. Meski tekanan jual agresif mulai mereda, belum terlihat dorongan permintaan baru yang cukup kuat untuk membalikkan tren.

Analisis Teknikal Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 17 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 17 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data pasar menunjukkan open interest Dogecoin turun hampir 5 persen, menandakan proses pelepasan leverage masih berlangsung. Di sisi lain, arus dana spot masih mencatatkan outflow secara konsisten, termasuk arus keluar sekitar USD 2,2 juta dalam sesi terbaru. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar, bukan fase akumulasi.

Dilaporkan Traders Union, dari sisi teknikal harian, tren Dogecoin masih bearish. Harga tetap bergerak di bawah seluruh garis Exponential Moving Average (EMA) utama. EMA 20 hari di sekitar USD 0,141 dan EMA 50 hari di kisaran USD 0,157 menjadi area resistance kuat, sementara EMA 100 dan 200 hari berada jauh di atas harga saat ini. Struktur ini menegaskan tekanan turun yang telah berlangsung sejak awal November.

Indikator momentum juga belum memberikan sinyal pembalikan arah. Relative Strength Index (RSI) harian bertahan di area akhir 30-an, level yang umumnya menunjukkan lemahnya dorongan tren, bukan kondisi jenuh jual ekstrem. Perlambatan momentum lebih mencerminkan pasar yang kehilangan volatilitas dibandingkan kesiapan untuk reli.

Baca juga: Dogecoin Rebound dari $0,133, Target $0,15 atau Jatuh ke $0,12?

Grafik Harga Dogecoin

Pada timeframe jangka pendek, Dogecoin terlihat mulai stabil. Grafik 30 menit menunjukkan harga menemukan support di area USD 0,127–0,128 setelah penurunan tajam awal pekan ini. Namun, setiap upaya rebound selalu tertahan di zona USD 0,132–0,133, yang menjadi area suplai kuat akibat bekas breakdown sebelumnya.

Data derivatif menguatkan gambaran defensif ini. Volume perdagangan menurun signifikan dan open interest menyusut, menandakan pelaku pasar lebih memilih mengurangi risiko. Rasio long-to-short memang menunjukkan kecenderungan posisi long, terutama dari akun besar, namun data likuidasi memperlihatkan posisi long masih mendominasi kerugian paksa.

Secara keseluruhan, kondisi Dogecoin saat ini lebih mencerminkan kelelahan pasar dibandingkan awal fase pemulihan. Selama harga masih tertahan di bawah area USD 0,14–0,15, potensi pergerakan cenderung terbatas pada konsolidasi atau penurunan perlahan. Penutupan harian di bawah USD 0,127 berpotensi membuka jalan menuju level USD 0,12, sementara penembusan bersih di atas USD 0,141 dengan volume besar akan menjadi sinyal awal melemahnya kendali penjual.

Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Terjun! Whale Lepas Pegangan, Harga Terancam Jebol ke $0,10

Harga Dogecoin (DOGE) kembali tertekan dan diperdagangkan di zona merah pada Kamis (18/12/2025), setelah anjlok sekitar 4% pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual meningkat seiring menurunnya kepercayaan investor besar dan melemahnya sentimen pasar derivatif.

Dilaporkan FXStreet, data on-chain menunjukkan penurunan permintaan Dogecoin, khususnya dari kelompok investor dompet besar (whale). Berdasarkan data Santiment, investor yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar DOGE kini menguasai sekitar 34,77 miliar token, turun dari 36,14 miliar DOGE pada 1 Desember. Kelompok ini tercatat telah melepas lebih dari 1 miliar DOGE pada 10 Desember dan belum kembali melakukan akumulasi signifikan.

Penurunan Harga Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 18 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 18 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan minat juga tercermin dari total pasokan DOGE yang berada dalam kondisi untung. Angka tersebut turun menjadi 50,70% dari sebelumnya 53,95% pada 3 Desember, mengindikasikan melemahnya permintaan secara bertahap di pasar spot.

Dari sisi derivatif, sentimen pedagang turut memburuk. Data CoinGlass menunjukkan rasio posisi jual (short) pada derivatif DOGE meningkat menjadi 53,91%, naik dari 52,59% sehari sebelumnya. Kenaikan posisi bearish ini sejalan dengan likuidasi lebih dari 5 juta dolar AS pada posisi beli DOGE dalam 24 jam terakhir, menandakan dominasi tekanan jual di pasar.

Pelemahan Dogecoin juga terjadi di tengah kehati-hatian pelaku pasar global menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat serta keputusan kebijakan suku bunga Bank of Japan.

Analisis Teknikal DOGE

Secara teknikal, Dogecoin telah turun lebih dari 6% sepanjang pekan ini dan mendekati level S1 Pivot Point di kisaran $0,1231. DOGE mencatatkan penutupan harian terendah sejak 17 Oktober 2024, menandai pekan ketiga berturut-turut pelemahan harga.

Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah level $0,1231, Dogecoin berpotensi melanjutkan penurunan menuju level support psikologis di $0,1000. Risiko penurunan diperkuat oleh indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang terus melemah setelah berada di bawah garis sinyal, serta Relative Strength Index (RSI) di level 33 yang mengarah turun mendekati area jenuh jual.

Meski demikian, jika DOGE mampu bertahan dan memantul dari area $0,1231, maka rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50-hari di sekitar $0,1556 berpotensi menjadi area resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membalikkan tren bearish.

Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com