Tag Archives: altcoin

Institusi Banjiri Solana! Akankah Harga SOL Meroket ke $232 Bulan Ini?

Solana (SOL) memulai bulan November dengan momentum bullish yang kuat. Data terbaru menunjukkan arus masuk dana institusional mencapai $381 juta (sekitar Rp6,1 triliun) sepanjang Oktober, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek jangka panjang jaringan blockchain Layer-1 ini.

Menurut laporan CoinShares, dana besar yang mengalir ke Solana bahkan melampaui gabungan seluruh altcoin lainnya, sebuah sinyal bahwa investor institusional kini melihat Solana sebagai salah satu aset paling menjanjikan di pasar kripto.

Dukungan Kuat dari Investor Besar

Solana Institutional Flows. Source: CoinShares.
Solana Institutional Flows. Source: CoinShares.

Meningkatnya inflow institusional ini menjadi bahan bakar utama reli harga Solana. Seiring dengan itu, tekanan jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) juga mulai mereda.

Dilaporkan BeInCrypto, data Glassnode menunjukkan metrik HODLer Net Position Change beralih dari zona merah, indikasi bahwa investor lama berhenti menjual dan mulai kembali mengakumulasi SOL. Kondisi ini membuka jalan bagi struktur pasar yang lebih sehat dan berpotensi mendorong kenaikan harga secara berkelanjutan.

“Jika tren akumulasi ini berlanjut, Solana berpeluang menguat secara signifikan. Penurunan tekanan jual dari pemegang jangka panjang sering kali menjadi sinyal awal fase kenaikan baru,” ujar analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

Rekam Jejak November yang Menggoda

Secara historis, November memang bulan keberuntungan bagi Solana. Berdasarkan data dari CryptoRank, SOL mencatatkan rata-rata kenaikan bulanan 13,9% dan median 27,5% di periode ini.

Pola musiman yang positif ini menambah optimisme pasar, memperkuat keyakinan bahwa Solana bisa melanjutkan performa impresifnya dan menarik lebih banyak aliran modal baru.

Baca juga: Western Union Tinggalkan XRP, Pilih Solana untuk Bangun Stablecoin

Skenario Teknis: Breakout atau Koreksi?

Pada saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di sekitar $198, hanya sedikit di bawah level psikologis $200. Pola grafik menunjukkan SOL bergerak dalam formasi bullish flag, yang biasanya menjadi pertanda awal breakout rally.

Jika harga berhasil menembus resistance $213, peluang terbuka lebar bagi SOL untuk melonjak hingga $232 atau bahkan lebih tinggi. Namun, bila gagal menembus level $200, Solana berisiko terkoreksi ke kisaran $175 dan menggagalkan skenario bullish.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

“Level $200 adalah titik krusial. Jika berhasil dilewati dengan volume tinggi, Solana bisa memulai reli kuat. Tapi jika gagal, pasar mungkin akan melihat koreksi jangka pendek,” tambah Fyqieh.

Dengan dukungan kuat dari investor institusional, berkurangnya tekanan jual dari pemegang lama, dan rekam jejak historis yang positif, Solana berpotensi memasuki bulan November 2025 dengan momentum besar.

Namun, pasar kripto tetap dikenal volatil, sehingga konfirmasi breakout di atas $213 akan menjadi kunci untuk menentukan apakah reli besar Solana benar-benar dimulai.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 1,87%: Didorong Rebound Sentimen Ekosistem

Pi Network (PI) mencatat kenaikan harga sebesar 1,87% dalam 24 jam terakhir, melanjutkan reli mingguan yang impresif sebesar 21,5%.

Namun dalam jangka waktu 30 hari, aset ini masih melemah sekitar 8,3%, menandakan investor masih berhati-hati menilai keberlanjutan tren.

Meski momentum jangka pendek menguat, investor masih memantau sejauh mana Pi mampu mempertahankan kenaikannya di tengah volume perdagangan yang menurun dan ketidakpastian mengenai peluncuran mainnet terbuka.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Anjlok 5%, Efek Market Wide Dan Token Unlock

Rebound Teknikal Dorong Momentum Naik

Overview

Pergerakan harga PI menunjukkan pemulihan kuat dari level oversold. Beberapa indikator teknikal kunci mendukung tren bullish:

  • MACD histogram kembali positif di +0.00918
  • EMA crossover bullish: EMA 7-hari naik di $0.241 vs EMA 30-hari di $0.227
  • RSI 14 berada pada level 57,38, mengindikasikan momentum sehat tanpa tanda overbought

Selain itu, pada timeframe lebih pendek terjadi crossover EMA 20/50 di kisaran $0.24–$0.26, memperkuat dorongan harga.

Melihat kondisi tersebut, aksi beli terlihat berasal dari trader jangka pendek yang memanfaatkan sinyal teknikal sebagai peluang reversal. Likuiditas rendah juga memperbesar efek gerakan harga.

Level Kunci yang Dipantau

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: CoinMarketCap
  • Resistance utama: $0.26 (Fibonacci 23,6%)
  • Support utama: $0.22

Jika PI mampu breakout konsisten di atas $0.26, momentum bullish dapat berlanjut. Namun kegagalan menembusnya bisa memicu pullback kembali menuju $0.22.

Update Ekosistem Pi Network: Kemajuan, Tapi Masih Terbatas

Ekosistem Pi mencatat dua perkembangan penting. Pertama, kemitraan AI dengan OpenMind untuk robotika berbasis AI.

Kedua, peluncuran Testnet2 v23 dengan peningkatan pada KYC dan smart contract.

Langkah ini menunjukkan fokus Pi Network memperkuat infrastruktur teknis dan kesiapan untuk adopsi Web3.

Upgrade tersebut menjadi pondasi penting untuk utilitas Pi di masa mendatang, khususnya di sektor KYC dan aplikasi smart contract.

Namun, manfaatnya belum sepenuhnya terasa di ekosistem karena mainnet masih tertutup. Kolaborasi AI menjadi katalis jangka panjang, tetapi belum menghasilkan monetisasi signifikan.

Maka dari itu, investor kini menunggu jadwal peluncuran mainnet terbuka; kejelasan soal listing resmi di bursa besar (rumor Binance kembali mencuat); serta perkembangan adopsi developer dan aplikasi Pi.

Perlu dicatat, tanpa akses likuiditas eksternal, sentimen bullish bisa cepat meredup.

Sentimen Pasar Kripto

Meskipun harga PI naik, namun volume perdagangan turun 36,9% menjadi $40,1 juta, menandakan minat masih didominasi trader ritel. Sementara itu:

  • Volume pasar kripto keseluruhan melemah 3,5%
  • Dominasi Bitcoin tetap tinggi di 59,3%
  • Fear & Greed Index: 33 (zona ketakutan)
  • Altcoin Season Index: 32 (belum musim altcoin)

Ini berarti, kenaikan Pi saat ini lebih bersifat teknikal daripada didorong fundamental makro atau pembelian institusi. Kondisi pasar yang hati-hati membatasi potensi rally besar dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tekanan Jual Meningkat, Harga Pi Network (PI) Turun 4,15%

Kenaikan Pi Network dalam 24 jam terakhir memperlihatkan tanda-tanda pemulihan teknikal dan dukungan dari beberapa berita ekosistem.

Namun tantangan jangka menengah masih nyata, yakni mainnet yang belum terbuka, volume menunjukan penurunan, dan struktur likuiditas yang masih lemah.

Menghadapi situasi ini, investor disarankan terus memonitor perkembangan upgrade dan adopsi aplikasi, pengumuman resmi soal listing, serta tren volume perdagangan.

Untuk saat ini, Pi menunjukkan potensi, tetapi validasi utilitas dan akses pasar penuh tetap menjadi kunci menuju reli berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Virtuals Protocol Naik 35%, Metaverse Kembali Jadi Sorotan

Pasar kripto kembali memanas seiring dengan hadirnya momentum cukup besar pada aset bertema AI dan metaverse.

Virtuals Protocol (VIRTUAL) menjadi salah satu bintang utama hari ini, mencatat lonjakan harga yang mengesankan.

Pada perdagangan terbaru di Tokocrypto, harga VIRTUAL berada di level $1.80358, naik +35.49% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.18 miliar, VIRTUAL kini masuk jajaran aset kripto besar di peringkat ke-64 global, menunjukkan meningkatnya ketertarikan investor terhadap proyek berbasis kecerdasan buatan dan avatar digital interaktif.

Volume transaksi juga melejit, mencapai $726.13 juta dalam 24 jam, menjadi indikasi kuat bahwa arus modal masuk ke VIRTUAL semakin deras.

Baca Juga: Virtuals Protocol (VIRTUAL) Menguat 31%: Momentum Baru di Dunia Web3

Performa Harga Virtuals Protocol: Tren Bullish Solid

Kenaikan harga VIRTUAL bukan hanya terjadi sesaat — performanya konsisten menguat dalam beberapa periode terakhir:

Periode Perubahan Harga Persentase
Hari Ini +$0.44951 +33.97%
7 Hari +68.49%
30 Hari +$0.66051 +59.38%
60 Hari +$0.73067 +70.12%
90 Hari +$0.54197 +44.03%

Dalam dua bulan terakhir, VIRTUAL melonjak lebih dari 70%, menandakan kuatnya minat pasar terhadap proyek AI Web3 dan real-time avatar interaction yang menjadi fokus Virtuals Protocol.

Fundamental & Tokenomics VIRTUAL

  • Harga saat ini: $1.80358
  • Market Cap: $1.18B
  • Volume 24 jam: $726M+
  • Sirkulasi pasokan: 656.07M (65.61% dari total supply)
  • Total supply: 1B VIRTUAL
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1.77B

Supply yang telah beredar di atas 65% menunjukkan struktur token yang relatif matang dan mengurangi risiko dilusi jangka pendek.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga VIRTUAL

Pergerakan harga Virtuals Protocol (VIRTUAL/USDT) pada Senin, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Virtuals Protocol (VIRTUAL/USDT) pada Senin, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Booming Narrative AI + Metaverse

Sektor Web3 mengalami tren besar terkait AI agents, avatar sosial, dan chatbot blockchain. Virtuals Protocol berada di pusat narasi tersebut dengan teknologi virtual agent berinteraksi real-time.

Lonjakan Volume Perdagangan

Volume mendekati $733 juta menandakan partisipasi kuat dari trader institusional dan ritel — sebuah sinyal bullish utama.

Peningkatan Pengguna & Ekosistem

Virtuals Protocol dikenal atas integrasi AI interaktif untuk avatar Web3, yang belakangan viral di media sosial berkat demo avatar digital yang dapat berbicara dan bereaksi secara dinamis.

Ekspektasi Listing & Kemitraan Ekosistem

Spekulasi kerja sama lebih luas dengan perusahaan AI, gaming Web3, dan kemungkinan integrasi multi-chain turut memperkuat minat pasar.

Analisis Teknis & Prospek Harga VIRTUAL

Meski data harga rendah–tinggi 24 jam belum tercatat, pola pergerakan menunjukkan fase akselerasi bullish.

Level penting yang perlu diperhatikan:

Level Range
Support $1.55 – $1.60
Bias netral $1.70 – $1.80
Resistance $2.00 – $2.20

Apabila VIRTUAL mampu menembus $2.00, ada potensi rally lanjutan menuju:

  • Target jangka pendek: $2.50
  • Target menengah: $3.00 – $3.50

Namun, penurunan di bawah $1.55 dapat membuka tekanan koreksi ke area $1.30–$1.40.

Baca Juga: Virtuals Protocol: Revolusi AI di Dunia Blockchain dan Gaming

Perlahan tapi pasti, Virtuals Protocol (VIRTUAL) kembali menunjukkan kekuatannya sebagai salah satu aset AI Web3 terdepan.

Dengan lonjakan 35% dalam 24 jam dan tren pertumbuhan bulanan yang agresif, VIRTUAL memantapkan posisinya sebagai salah satu kripto paling menjanjikan di sektor metaverse + AI.

Momentum bullish semakin kuat didorong volume besar, narasi AI yang booming, dan minat investor yang meningkat.

Namun, seperti biasa, volatilitas tetap perlu diwaspadai oleh para investor, terutama setelah lonjakan tajam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Anjlok 20%, Tapi Investor Malah Siap Buy The Dip?

Dogecoin (DOGE) kembali jadi sorotan setelah harganya merosot tajam dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data pasar, token meme paling populer ini turun sekitar 20% dalam 30 hari terakhir dan 30% sepanjang tahun 2025, meski kapitalisasi pasarnya masih bertahan di kisaran US$28 miliar.

Meski kondisi ini membuat banyak trader waspada, sebagian analis justru menilai inilah saatnya peluang besar Dogecoin dimulai.

Dari Lelucon Jadi Legenda Kripto

Dogecoin awalnya lahir sebagai candaan internet, tanpa ambisi besar untuk menjadi sistem pembayaran serius atau inovasi teknologi baru. Akar meme ini masih terasa hingga kini — aktivitas on-chain dan volume transaksinya relatif lebih rendah dibandingkan aset kripto besar lainnya, membuat harga DOGE mudah berfluktuasi ekstrem.

Lonjakan cepat bisa terjadi kapan saja, namun penurunan tajam pun bukan hal langka bagi komunitas DOGE.

Sentimen Pasar: Takut, Tapi Ada Harapan

Laporan menunjukkan bahwa token bertema meme kehilangan pamor tahun ini, seiring investor mulai menarik dana dari aset berisiko. Alhasil, koin dengan fundamental lemah terkena imbas paling dalam.

Namun, prediksi harga Dogecoin masih memberi secercah optimisme: analis memperkirakan DOGE bisa naik sekitar 13% menjadi US$0,21 pada 29 November 2025. Meski begitu, indikator teknikal tetap menunjukkan sentimen bearish, sementara Indeks Fear & Greed berada di level 34 (Fear).

Kondisi ini menciptakan sinyal campuran, ada peluang rebound dalam jangka menengah, tetapi momentum jangka pendek masih lemah. Harga bisa bergerak “zig-zag”: naik cepat lalu turun kembali dalam hitungan hari.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin (DOGE) di Persimpangan: Rebound atau Anjlok ke $0.16?

“Fear” Bisa Jadi Awal Rally Baru

Beberapa trader meyakini bahwa justru saat ketakutan memuncak, itulah fase awal rally besar Dogecoin. Sejarah mencatat, DOGE kerap mencetak reli besar setelah periode koreksi tajam dan pesimisme ekstrem.

“Dogecoin selalu punya cara untuk bangkit ketika orang menganggapnya selesai. Komunitas dan media sosial masih menjadi katalis utama pergerakannya,” ujar seorang analis pasar kripto yang dikutip dari laporan riset mingguan.

Dogecoin Foundation Siapkan Langkah Serius

Di tengah fluktuasi harga, Dogecoin Foundation disebut tengah menyiapkan rencana untuk membangun ekosistem yang lebih formal dan berkelanjutan. Sejumlah kemitraan dan proposal pengembangan sedang digodok, meski dampaknya ke harga belum terlihat jelas.

Beberapa proyek mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk membuahkan hasil, sementara lainnya masih menunggu adopsi yang lebih luas dari komunitas dan pelaku industri.

Antara Takut dan FOMO

Dilaporkan Tradingview, Dogecoin saat ini berada di persimpangan antara sentimen takut dan potensi FOMO. Dengan valuasi besar, volatilitas tinggi, dan kekuatan komunitas yang tetap solid, DOGE kembali membuktikan bahwa harga bukan satu-satunya indikator kehidupan sebuah meme coin.

Jika sejarah berulang, fase penurunan tajam bisa jadi awal dari reli besar berikutnya, dan para “Doge believers” tentu tak ingin melewatkan momen itu.

Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pi Coin Siapkan Sistem Operasi Robot Mirip Android, Harga Target $0,40

Pi Network (PI) kembali mencuri perhatian dunia kripto dengan langkah berani di bidang kecerdasan buatan (AI). Melalui kolaborasi strategis dengan startup OpenMind, Pi kini tengah mengembangkan sistem operasi mirip Android, tapi bukan untuk ponsel, melainkan untuk robot.

Langkah ini menandai upaya besar Pi Network untuk memperluas utilitas ekosistemnya, sekaligus menjembatani ekonomi AI dan Web3 melalui jaringan mobile mining miliknya.

“Android untuk Robot” Jadi Proyek Andalan Pi

OpenMind tengah mengembangkan AI-based open-source protocol yang memungkinkan robot untuk berpikir, berkolaborasi, dan belajar satu sama lain dalam lingkungan digital. Sistem ini disebut mirip dengan Android OS bagi robot, karena bersifat terbuka dan dapat digunakan lintas perangkat atau produsen.

Pi Network melihat proyek ini sebagai wujud nyata dari komitmennya terhadap desentralisasi dan akses setara terhadap teknologi AI. Bahkan, sebelumnya kedua perusahaan sudah sempat menjalankan proyek Proof of Concept (PoC) Web3, di mana model pengenalan gambar diintegrasikan ke dalam Pi Nodes, memberikan fungsi tambahan bagi lebih dari 35.000 validator node di jaringan Pi.

“Kolaborasi ini membuka peluang bagi Pi Node operators untuk menjalankan AI workloads dan memanfaatkan komputasi yang tidak terpakai untuk mendorong kemajuan robotika dunia nyata,” tulis akun resmi @OpenMind_AGI di X pada 29 Oktober 2025.

Pi Ventures Lakukan Investasi Strategis Pertama

Investasi ini juga menjadi momen penting bagi Pi Network Ventures, divisi investasi dari tim inti Pi Network. Dengan mendukung OpenMind, Pi menegaskan visinya untuk menciptakan ekosistem AI yang terintegrasi dengan Web3, di mana pengguna bisa mendapatkan nilai nyata dari partisipasi jaringan.

Dilaporkan Dailycoin, OpenMind sendiri menggunakan bahasa pemrograman OM1, yang dirancang khusus untuk membuat robot dapat bereaksi berdasarkan faktor objektif — bukan sekadar instruksi dari satu produsen atau sistem tertutup.

Harga Pi Masih Tertekan, Tapi Potensi Rebound Besar

Meski kolaborasi ini menuai antusiasme besar di komunitas, harga Pi Coin (PI) justru terkoreksi 12% pada Kamis (30/10), turun dari level tertinggi bulanan $0,29 ke sekitar $0,24, menurut data CoinGecko.

Kendati demikian, tren jangka pendek masih menunjukkan peluang pemulihan. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) berada di zona positif 0,04, menandakan masih adanya aliran modal masuk dari investor besar (whales).

Analis memprediksi, rebound menuju $0,40 bisa terjadi jika Pi mampu menutup hari di atas Bollinger Band (BOLL) level tinggi di $0,28. Volume perdagangan harian yang masih di kisaran $80 juta juga akan menjadi faktor penting untuk mengonfirmasi momentum baru.

Menuju Masa Depan AI + Web3

Dengan langkah ini, Pi Network bukan hanya memperluas ekosistemnya, tapi juga membuka jalan bagi integrasi AI dalam ekonomi terdesentralisasi. Jika proyek “Android untuk Robot” ini berhasil, Pi Coin berpotensi menjadi salah satu aset Web3 paling berharga di era robotika cerdas.

Seperti yang disampaikan seorang pengamat kripto di X,
“Bayangkan masa depan di mana robot bisa berpikir dan berinteraksi lewat jaringan blockchain Pi. Ini bukan lagi mimpi, ini sedang dibangun sekarang.”

Inovasi “Android untuk Robot” dari Pi Network dan OpenMind bisa menjadi gebrakan besar dalam dunia AI dan Web3. Meski harga PI sempat tergelincir, proyek ini menunjukkan arah masa depan yang jelas, di mana teknologi, desentralisasi, dan kecerdasan buatan bersatu dalam satu ekosistem.

Baca juga: Harga Pi Network (PI) Anjlok 5%, Efek Market Wide Dan Token Unlock


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Top Ethereum Ecosystem Tokens Hari Ini: Mantle Melejit 13%

Pasar kripto dalam ekosistem Ethereum menunjukkan performa solid hari ini, dengan beberapa token utama mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.

Dari Ethereum (ETH) hingga proyek-proyek terdesentralisasi seperti Mantle (MNT) dan Chainlink (LINK), investor tampak kembali optimis terhadap sektor ini.

Ethereum (ETH) Tetap di Puncak, Si Raja Ekosistem

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sebagai tulang punggung ekosistem, Ethereum (ETH) masih menjadi penguasa dengan kapitalisasi pasar mencapai US$463,98 miliar. Harga ETH naik 1,33% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$3.844,17, menunjukkan stabilitas di tengah fluktuasi pasar. Aktivitas jaringan dan meningkatnya adopsi DeFi serta NFT di atas Ethereum menjadi faktor pendorong kepercayaan investor.

Chainlink (LINK) Bangkit dengan Fundamental Kuat

Token Chainlink (LINK) juga tampil impresif dengan kenaikan 3,97% dalam 24 jam dan 2,33% dalam sepekan, diperdagangkan di US$17,26. Dengan kapitalisasi pasar US$12,03 miliar, LINK tetap menjadi infrastruktur penting bagi data oracle yang mendukung berbagai protokol DeFi berbasis Ethereum. Volume perdagangan yang mencapai US$1,12 miliar memperlihatkan tingginya minat terhadap aset ini.

UNUS SED LEO (LEO) Stabil, Tapi Naik Tajam dalam Seminggu

Grafik harga harian LEO/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian LEO/USD. Sumber: TradingView.

Token utilitas UNUS SED LEO (LEO) mengalami kenaikan moderat 0,24% dalam 24 jam, namun secara mingguan mencatat lonjakan 7,10% ke harga US$9,61. Dengan kapitalisasi pasar US$8,86 miliar, LEO tetap menjadi aset favorit bagi komunitas Bitfinex yang memanfaatkan token ini untuk mendapatkan potongan biaya trading dan berbagai keuntungan lainnya.

Shiba Inu (SHIB) Kembali Menggigit

Meme coin populer Shiba Inu (SHIB) berhasil naik 1,36% dalam 24 jam ke harga US$0.000059867, dengan kapitalisasi pasar US$5,81 miliar. Meski pergerakannya kecil, minat komunitas tetap tinggi, terbukti dari volume perdagangan US$197 juta. Dalam sepekan, SHIB menguat 3,12%, menandakan potensi kembalinya momentum bullish di kalangan investor ritel.

Mantle (MNT) Jadi Bintang Hari Ini

Analisis Harga MNT. Sumber: TradingView.
Analisis Harga MNT. Sumber: TradingView.

Token Mantle (MNT) menjadi sorotan utama dengan lonjakan 6,63% dalam 24 jam dan 13,61% dalam sepekan, mencapai harga US$1,46. Kapitalisasi pasarnya kini menyentuh US$4,76 miliar, menjadikannya salah satu proyek Layer-2 di ekosistem Ethereum yang paling cepat berkembang. Volume perdagangan US$202 juta memperlihatkan sentimen pasar yang sangat positif terhadap Mantle.

Ekosistem Ethereum terus menunjukkan kekuatan dan daya tariknya di tengah dinamika pasar kripto global. Dengan ETH tetap mendominasi dan token seperti Mantle serta Chainlink mencatatkan lonjakan impresif, sektor ini menjadi pusat perhatian investor yang memburu peluang pertumbuhan di jaringan blockchain terbesar kedua di dunia ini.

Baca juga: Ethereum Naik Level! Upgrade Fusaka Siap Revolusi Kecepatan Jaringan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Western Union Tinggalkan XRP, Pilih Solana untuk Bangun Stablecoin

Western Union akhirnya mengumumkan langkah besar dalam transformasi digitalnya: perusahaan pengiriman uang global itu memilih Solana sebagai infrastruktur utama untuk membangun regulated stablecoin rail, meninggalkan eksperimen lamanya dengan Ripple (XRP). Keputusan ini menandai babak baru dalam dunia pembayaran lintas negara berbasis blockchain yang lebih cepat, murah, dan teratur.

Langkah ambisius ini mencakup peluncuran US Dollar Payment Token (USDPT) dan Digital Asset Network dua komponen inti dari proyek stablecoin Western Union yang akan meluncur pada paruh pertama 2026, bekerja sama dengan Anchorage Digital Bank, lembaga keuangan berlisensi federal di AS.

Baca juga: Solana Bersiap Lepas Landas? Harga SOL Tertahan di $194

Percobaan XRP Gagal Buktikan Efisiensi

Sebelumnya, Western Union sempat menguji Ripple’s xRapid dan token XRP pada 2018. Namun, hasilnya tidak menggembirakan. CEO saat itu, Hikmet Ersek, menyebut biaya transaksi “masih terlalu mahal” dan tidak menunjukkan penghematan berarti.

Dilaporkan The Coin Republic, Ripple kemudian mengonfirmasi bahwa uji coba tersebut hanya melibatkan beberapa transaksi kecil. Mengingat Western Union memproses lebih dari US$100 miliar transaksi per tahun, skala pilot itu terlalu kecil untuk membuktikan efisiensi nyata.

CEO Western Union saat ini, Devin McGranahan, mengungkapkan di konferensi Money20/20, “Kami telah meninjau hampir semua alternatif, dan untuk kasus institusional seperti kami, blockchain Solana adalah pilihan yang paling tepat.”

Solana Menang Berkat Kecepatan, Biaya Rendah, dan Validasi Besar

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ada tiga alasan utama mengapa Western Union berpihak pada Solana:

  1. Validasi oleh raksasa pembayaran global.
    Solana telah mendapat pengakuan dari Visa dan Stripe untuk penyelesaian transaksi stablecoin USDC. Visa bahkan menerbitkan laporan teknis yang menegaskan keunggulan Solana dalam high throughput dan biaya rendah — sangat ideal untuk transaksi kartu global.
  2. Dominasi dalam aktivitas stablecoin.
    Menurut data Artemis Analytics, Solana memimpin dalam volume dan likuiditas stablecoin sepanjang 2024–2025. Jaringan ini terbukti lebih matang dibanding pesaingnya, sementara USDC baru diluncurkan di XRP Ledger pada Juni 2025, jauh lebih terlambat.
  3. Kepatuhan terprogram melalui Token Extensions.
    Fitur-fitur seperti transfer hooks, allowlist, freeze authority, dan confidential transfers memungkinkan Western Union untuk menanamkan kontrol kepatuhan langsung di tingkat protokol — cocok untuk kebutuhan stablecoin yang diatur secara ketat.

Dukungan Regulasi dari Anchorage Digital Bank

Western Union juga menggandeng Anchorage Digital Bank, bank dengan lisensi federal AS, untuk menerbitkan USDPT. Platform penerbitannya mendukung peluncuran stablecoin yang GENIUS-compliant, memastikan pengawasan ketat terhadap regulasi dan keamanan pengguna.

Menurut McGranahan, kemitraan ini memungkinkan Western Union “menguasai ekonomi yang terkait dengan stablecoin,” serta memperluas jangkauan pembayaran digital lintas batas yang lebih efisien, aman, dan terpercaya.

Western Union berencana menyediakan akses ke USDPT melalui bursa mitra, dengan Digital Asset Network yang memanfaatkan infrastruktur global mereka sebagai cash off-ramp di berbagai negara. Namun, perusahaan belum berkomitmen untuk memindahkan seluruh volume transaksinya ke Solana dalam waktu dekat, melainkan melalui tahapan bertahap sesuai adopsi pasar.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Siap Tembus $3? Sinyal Bullish Muncul Jelang Peluncuran ETF!

Harga XRP kembali menarik perhatian pasar kripto setelah menunjukkan sinyal kuat akan kebangkitan. Setelah periode konsolidasi dan koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir, indikator teknikal mulai memperlihatkan potensi reversal bullish yang bisa membawa XRP kembali menembus level $3 dalam waktu dekat.

Menurut analisis terbaru, token ini telah berhasil memantul dari area support $2,39 dan kini tengah menguji resistensi di $2,53. Indikator Money Flow Index (MFI) berada di level 30,60, menandakan XRP berada di wilayah oversold, kondisi yang secara historis sering diikuti oleh lonjakan harga signifikan karena kembalinya tekanan beli.

Sementara itu, dilaporkan CCN, Relative Strength Index (RSI) mulai bergerak naik dari posisi 41,99, memperkuat tanda bahwa tekanan jual mulai memudar. Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menembus batas atas area konsolidasi dan memicu rally menuju $3.

Analisis XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Army Siap Guncang Pasar! Bitwise Prediksi ETF XRP Capai $1 Miliar

Menambah sentimen positif, pasar kini juga diselimuti optimisme terkait peluncuran ETF XRP pertama oleh CanaryFunds. ETF ini dijadwalkan rilis pada 13 November 2025, setelah penghapusan delaying amendment yang sebelumnya memberi kontrol waktu kepada SEC. Langkah ini mempercepat ekspektasi pasar terhadap masuknya arus dana institusional baru ke XRP.

Analis Victor Olanrewaju menilai, peluncuran ETF ini dapat menjadi katalis besar untuk reli harga berikutnya:

“Dengan momentum teknikal yang mulai berbalik dan dorongan dari peluncuran ETF, XRP punya peluang nyata untuk menembus kembali level psikologis $3,” jelasnya.

Secara teknikal, indikator MACD di grafik harian juga menunjukkan crossover bullish, di mana garis 12 EMA telah menembus di atas 20 EMA, mengindikasikan peningkatan tekanan beli. Selain itu, Chaikin Money Flow (CMF) mulai bergerak ke zona positif, mencerminkan masuknya modal baru ke dalam pasar.

Jika momentum ini berlanjut, target harga berikutnya ada di kisaran $2,72 hingga $3,26, sesuai level Fibonacci retracement 0.786. Namun, bila tekanan beli melemah, XRP berisiko terkoreksi ke area $2,22 atau bahkan $1,77 sebagai dukungan bawahnya.

Meski volatilitas masih tinggi, sinyal teknikal dan faktor fundamental — termasuk peluncuran ETF, menjadikan XRP salah satu aset kripto yang paling menarik untuk dipantau pada November ini.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bangkit Dari Tidur Panjang, Harga Flamingo (FLM) Meroket 40%

Pasar kripto kembali diramaikan dengan kejutan dari Flamingo (FLM), token ekosistem DeFi yang berbasis di jaringan NEO.

Dalam 24 jam terakhir, harga Flamingo melonjak 43,11% menjadi $0,026102 per token, menjadikannya salah satu aset digital f kenaikan tertinggi hari ini.

Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang luar biasa tinggi, mencapai $64,47 juta atau lebih dari 4 kali lipat kapitalisasi pasar FLM yang hanya $14,61 juta.

Fenomena ini mengindikasikan peningkatan minat beli yang ekstrem, baik dari trader ritel maupun investor spekulatif yang memburu momentum kenaikan cepat.

Baca Juga: FLM Melonjak 20% dan Masih Panas! Apa yang Terjadi?

Kinerja Harga FLM: Rebound Tajam Setelah Konsolidasi Panjang

Flamingo telah melalui periode stagnasi cukup lama. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa token ini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Berikut rangkuman pergerakan harga FLM dalam beberapa periode:

Periode Perubahan Harga Persentase
1 Hari +US$ 0.007478 +40.51%
7 Hari +19.72% +19.72%
30 Hari +US$ 0.000789 +3.14%
60 Hari −US$ 0.002191 −7.79%
90 Hari −US$ 0.001371 −5.02%

Dalam satu hari, FLM berhasil menembus level tertinggi 24 jam di $0.033638, jauh di atas titik terendah $0.019593.

Meskipun masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa $1.242202, momentum teknikalnya menunjukkan potensi pemulihan yang kuat.

Analisis Teknikal: Apakah Tren Bullish FLM Bisa Berlanjut?

Secara teknikal, lonjakan harga Flamingo hari ini memperlihatkan pergeseran sentimen dari netral menjadi bullish kuat.

  • Support terdekat: $0.021 — area yang kini menjadi level pertahanan kunci setelah breakout.
  • Resistance utama: $0.0336 — jika tembus, peluang menuju $0.04 terbuka lebar.
  • Volume/kapitalisasi (turnover ratio): 4,4x — menandakan pergerakan sangat aktif dan potensi volatilitas tinggi.
  • RSI (14-hari): kemungkinan mendekati zona 70, menandakan kondisi overbought namun tetap berpotensi melanjutkan tren naik jika volume mendukung.

Namun, volatilitas ekstrem ini juga menjadi peringatan.

Penurunan harga dalam satu jam terakhir sebesar −2,26% menunjukkan adanya aksi ambil untung jangka pendek. Jika tekanan jual meningkat, FLM bisa menguji kembali support di kisaran $0.021–0.022.

Faktor Pendorong Kenaikan: Apa yang Membuat FLM Meledak?

Beberapa faktor yang mungkin memicu lonjakan tajam harga FLM:

  1. Kebangkitan sektor DeFi: Seiring membaiknya sentimen pasar, proyek-proyek DeFi lama seperti Flamingo kembali dilirik investor.
  2. Likuiditas meningkat drastis: Lonjakan volume hingga $64 juta menunjukkan arus modal baru yang signifikan.
  3. Spekulasi teknikal: FLM menembus level resistensi mingguan, memicu short squeeze dan gelombang beli otomatis.
  4. Sentimen komunitas NEO: Dukungan dari komunitas blockchain NEO kembali menguat seiring peningkatan aktivitas on-chain dan proyek integrasi baru.

Fundamental Flamingo: Potensi DeFi Multichain

Flamingo adalah platform DeFi yang berfokus pada liquidity mining, staking, dan yield farming di jaringan NEO.

Dengan total suplai maksimum 1 miliar FLM dan pasokan beredar 559,67 juta, token ini memiliki ruang pertumbuhan yang masih luas.

Flamingo juga mulai mengeksplorasi integrasi lintas rantai (cross-chain) yang dapat membuka akses ke jaringan seperti Ethereum dan BNB Chain.

Jika berhasil, potensi utilitas FLM bisa meningkat signifikan, memperkuat nilainya dalam ekosistem DeFi global.

Kesimpulan: Momentum Bullish FLM Masih Terbuka

Lonjakan harga lebih dari 40% dalam sehari menempatkan Flamingo di radar para trader kripto.

Dengan volume perdagangan besar dan sentimen pasar yang positif, peluang lanjutan kenaikan tetap terbuka, meski volatilitas tinggi perlu diwaspadai.

Selama harga bertahan di atas $0.021, tren jangka pendek FLM tetap positif. Namun, investor sebaiknya memperhatikan potensi koreksi teknikal jangka pendek setelah reli tajam ini.

Jika proyek terus memperluas utilitas DeFi-nya, Flamingo bisa kembali menjadi salah satu altcoin DeFi yang mencuri perhatian di akhir 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Anjlok 5%, Efek Market Wide Dan Token Unlock

Harga Pi Network (PI) mengalami penurunan sekitar 5,26 % dalam 24 jam terakhir, jauh lebih dalam dibanding Bitcoin yang turun 1,71 % dan Ethereum yang melemah sekitar 5 %.

Penurunan ini terjadi setelah token tersebut mencatat kenaikan mingguan sekitar 21 % dan kini menghadapi sejumlah tekanan teknikal dan struktural.

Secara keseluruhan, Coinmarketcap melaporkan bahwa penurunan harga PI hari ini, Jumat (31/10) dipengaruhi oleh tiga faktor berikut:

Baca Juga: Tekanan Jual Meningkat, Harga Pi Network (PI) Turun 4,15%

1. Koreksi Teknis – Momentum Terlalu Panas

Setelah rally yang kuat, pergerakan Pi mulai menunjukkan sinyal peringatan. Dimulai dengan indeks RSI 7-hari sempat menembus angka 71,39 yang menunjukkan kondisi overbought.

Histografi MACD menunjukkan crossover ke negatif (−0,0037), mengindikasikan momentum naik mulai melemah.

Harga menolak di area resistensi sekitar $0,28 (level Fibonacci 23,6 %) dan gagal bertahan di atas rata-rata eksponensial 200‐hari ($0,47) → sinyal bahwa tren naik jangka panjang sedang diuji.

Saat ini support kritis berada di $0,229; sebuah penutupan di bawah level ini dapat memicu turun tambahan ke area $0,209 (Fib 61,8 %) jika tekanan jual meningkat.

Itu berarti, traders yang telah menikmati keuntungan cepat mulai mengambil untung dan momentum baru belum cukup kuat untuk meneruskan kenaikan. Jika gagal menembus kembali ke $0,26, maka risiko retest ke level yang lebih rendah meningkat.

2. Token Unlock & Tekanan Pasokan – Headwind Struktural

Satu faktor yang makin membayang: penguncian (lock‐up) token yang akan dibuka secara bertahap. Tercatat sekitar 1,27 miliar PI (dengan nilai sekitar US$ 315 juta) akan memasuki sirkulasi dalam 12 bulan ke depan.

Bahkan minggu lalu, ada arus masuk ke exchange sebanyak 86 juta PI (~US$ 21 juta) yang mengindikasikan bahwa sebagian pemegang bersiap menjual.

Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.
Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.

Padahal jika suplai bertambah tanpa lonjakan permintaan yang sebanding, maka tekanan jual akan makin terasa dan bisa memperpanjang periode penurunan.

3. Koreksi Lebih Luas pada Altcoin – Efek Market-Wide

Tekanan tak hanya berasal dari proyek tersebut saja, namun turut dipengaruhi dari token lainnya.

Harga Bitcoin jatuh sekitar 4 % ke $107,5 ribu pada 30 Oktober, yang memicu likuidasi besar—sekitar $1,1 miliar posisi long di pasar kripto.

Indeks rasa takut/serakah kripto (crypto fear/greed) turun ke sekitar 31 (“Fear”), menunjukkan kehati-hatian yang meningkat di kalangan investor.

Token seperti Pi dengan rasio turnover tinggi (volume/kap pasar ~0,031) makin rentan saat gelombang penjualan menyapu pasar altcoin.

Namun di sisi lain, perlu dicatat bahwa sebelum koreksi, Pi mencatat kenaikan mingguan sekitar 21 %—lebih tinggi dibanding BTC (−0,49 %) dan ETH (−6,16 %), sehingga masih ada sisi “membuang dulu karena sudah naik duluan”.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4,59%: Risiko Token Unlock dan Tekanan Teknis

Kesimpulan & Pandangan ke Depan

Penurunan Pi tampak sebagai kombinasi dari aksi ambil untung setelah lonjakan cepat, tekanan token unlock yang akan segera terjadi, dan koreksi pasar altcoin yang lebih luas.

Walau begitu, ada faktor jangka panjang yang mendukung, antara lain kemitraan baru serta integrasi ke standar ISO 20022 yang bisa memperkuat utilitas token. Hanya saja dalam jangka pendek, faktor‐headwind lebih dominan.

Dengan kondisi seperti ini, trader perlu memantau zona support di $0,229. Jika gagal, retest ke level $0,158 (yang pernah disentuh Oktober lalu) bisa saja kembali terulang.

Untuk arus masuk/keluar ke exchange, jika volume masuk besar menandakan pemegang siap jual, maka tekanan akan makin terasa.

Perhatikan juga keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve atau bank-sentral global bisa memicu volatilitas pasar kripto kembali.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com