Tag Archives: aset kripto

Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi 22.337 BTC senilai sekitar US$1,57 miliar atau setara lebih dari Rp25 triliun.

Langkah ini memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Pembelian Bitcoin Masif Berlanjut

Berdasarkan laporan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pembelian dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per Bitcoin.

Harga tersebut berada di bawah rata-rata akumulasi keseluruhan perusahaan yang tercatat sekitar US$75.696 per BTC.

Dilaporkan Cointelegraph, pembelian ini juga menjadi salah satu dari lima transaksi terbesar yang pernah dilakukan Strategy, melanjutkan tren akumulasi agresif setelah sebelumnya membeli hampir 18.000 BTC dalam pekan sebelumnya.

Total Kepemilikan Tembus 761.000 BTC

Dengan tambahan pembelian terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 761.068 BTC.

Perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$57,61 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin tersebut.

Jumlah ini setara dengan lebih dari 3% dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

“Pesannya ke pasar keras dan jelas: Strategy masih menjadikan BTC sebagai aset inti treasury, dan selama akses ke pasar modal tetap lancar, mereka akan terus jadi salah satu pendorong adopsi institusional paling agresif di dunia kripto,” katanya.

Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Dibiayai dari Penjualan Saham

Pembelian Bitcoin tersebut didanai melalui penjualan saham preferen perpetual perusahaan, yaitu STRC, serta saham biasa.

Dalam periode yang sama, Strategy menjual sekitar 11,9 juta saham STRC dan mengumpulkan dana sekitar US$1,18 miliar, yang mencakup sekitar 75% dari total nilai pembelian Bitcoin.

Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham biasa (MSTR) dengan nilai sekitar US$396 juta.

Strategi Pendanaan dan Target Jangka Panjang

Strategy terus mengandalkan strategi pembiayaan melalui pasar modal untuk mendukung akumulasi Bitcoin.

Produk saham preferen STRC disebut menjadi salah satu instrumen yang paling likuid di pasar, memungkinkan perusahaan mengakses dana dalam jumlah besar secara cepat.

Dengan total kepemilikan saat ini, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC tambahan untuk mencapai target 1 juta BTC.

Untuk mencapai target tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, perusahaan perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC per minggu.

Langkah agresif Strategy ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangan korporasi mereka.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 1,4% ke level $74.646,70.

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar yang terlihat dari lonjakan volume perdagangan harian.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (17/3), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,49 triliun, sementara volume transaksi dalam 24 jam melonjak ke $58,45 miliar.

Angka ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor di tengah sentimen pasar yang mulai menguat.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

Pergerakan Harga: Stabil dengan Tren Naik

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $72.912,41 dan harga tertinggi $75.988,40.

Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih terjaga, namun dengan kecenderungan naik. Secara intraday, BTC sempat mengalami tekanan kecil dengan penurunan 0,49% dalam 1 jam terakhir, tetapi secara keseluruhan masih bertahan dalam tren positif.

Jika dilihat dari performa yang lebih luas:

  • 7 hari: +7,09%
  • 30 hari: +5,9%
  • 60 hari: -21,88%
  • 90 hari: -14,41%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi jangka menengah, momentum jangka pendek mulai kembali menguat.

Lonjakan Volume Jadi Sinyal Penting

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu indikator paling menonjol dalam pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $58 miliar.

Volume yang tinggi biasanya menandakan minat pasar meningkat, likuiditas yang lebih kuat, dan potensi pergerakan harga yang lebih berkelanjutan.

Kombinasi antara kenaikan harga dan volume ini sering dianggap sebagai sinyal bullish, karena menunjukkan bahwa kenaikan tidak terjadi secara tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan dengan peringkat 1 dan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di kisaran $1,56 triliun, memperlihatkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

Dominasi Bitcoin yang kuat juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support terdekat: $72.900
  • Resistance kuat: $76.000

Jika Bitcoin mampu menembus level $76.000, maka peluang untuk melanjutkan tren naik ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi dan harga turun di bawah $72.900, maka BTC berpotensi kembali menguji area support berikutnya di kisaran $70.000.

Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang untuk pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama jika didukung oleh faktor-faktor seperti:

  • Arus masuk dana institusional
  • Adopsi yang semakin luas
  • Stabilitas makroekonomi global

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

Sentimen Pasar: Cenderung Positif

Kenaikan harga Bitcoin saat ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih optimistis.

Dalam beberapa hari terakhir, BTC berhasil mempertahankan tren naik yang konsisten, didukung oleh peningkatan volume dan stabilitas harga di atas level kunci.

Selain itu, kenaikan sebesar $792 dalam sehari menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, meskipun belum masuk ke fase rally agresif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

Harga Bitcoin hari ini yang naik ke $74.646 menandakan bahwa pasar mulai kembali mendapatkan momentum positif.

Didukung oleh lonjakan volume dan pergerakan harga yang stabil, BTC berpotensi melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

Namun, investor tetap perlu mencermati level resistance di $76.000 serta menjaga kewaspadaan terhadap potensi koreksi jangka pendek.

Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa semakin mendekati fase pemulihan penuh setelah koreksi besar dalam beberapa bulan terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 17 Maret 2026: Menguat Meningkat Sentimen Positif

Pasar kripto hari ini, Selasa (17/3) kembali menguat seiring meningkatnya sentimen positif global. Bitcoin melonjak hingga mendekati level $76.000 setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan kesepakatan.

Pernyataan ini turut meredakan kekhawatiran geopolitik dan memicu optimisme pasar, terlebih dengan dorongan Trump untuk membuka kembali akses Selat Hormuz yang dianggap penting bagi stabilitas perdagangan energi global.

Seiring penguatan pasar, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DEGO memimpin dengan kenaikan 53% hingga diperdagangkan di sekitar $1,343. ANIME juga menguat 33% ke level $0,00653, sementara FARTCOIN naik 27% hingga mencapai $0,214099. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Prospek Altcoin Potensial Saat Pasar Kembali Meroket

  • DEGO melesat 53% dan kini diperdagangkan pada level $1,343.
  • ANIME menguat 33%, membawa harga ke posisi $0,00653.
  • FARTCOIN naik tajam 27%, saat ini mencapai angka $0,214099.

Trump: Iran Ingin Kesepakatan, Bitcoin Melonjak

  • Trump sebut Iran hubungi AS bahas kesepakatan.
  • Harga Bitcoin naik ke $75.000 pasca pernyataan tersebut.
  • Presiden AS dorong pembukaan kembali Selat Hormuz.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

Bitcoin $75.000; Peluang ke $80.000 Capai 56%

  • Bitcoin sentuh $75rb di sesi Asia, rekor kenaikan terpanjang sejak 2024.
  • Arus bursa turun dan rasio whale naik; pasokan kian langka.
  • Polymarket: Peluang ke $80rb sebesar 56% akibat rotasi modal dari emas.

ETH Targetkan $4.000, Peter Brandt Pantau Titik Terendah

  • Peter Brandt: ETH berada di level support historis jangka panjang.
  • Grafik bulanan tunjukkan ETH incar kenaikan ke $4.000.
  • Minat investor besar dan institusi terhadap Ethereum kembali naik.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

Pasar kripto mengalami reli signifikan pada awal pekan setelah Bitcoin sempat menembus level US$74.000, memimpin kenaikan luas di berbagai aset digital utama. Ether, Solana, dan sejumlah altcoin lainnya mencatat kenaikan hingga 6% dalam satu hari perdagangan.

Dilaporkan Coindesk, kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global setelah muncul tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Bitcoin Pimpin Reli Pasar Kripto

Bitcoin sempat menembus level resistensi US$74.000 setelah beberapa kali gagal melewati batas tersebut dalam dua pekan terakhir. Aset kripto terbesar ini kemudian diperdagangkan sedikit di atas level tersebut pada perdagangan Senin pagi.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik sekitar 2,9% dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 9,7%.

Sementara itu, Ether mencatat lonjakan lebih besar dengan kenaikan 7,7% dalam sehari dan sekitar 14,3% dalam sepekan, mencapai harga sekitar US$2.261.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan sekadar squeeze kecil, karena breadth kenaikannya lebar dan altcoin ikut outperform, tanda risk appetite mulai balik.

“Tapi reli seperti ini tetap rapuh: kalau de-eskalasi Timur Tengah gagal berlanjut atau The Fed kembali terdengar hawkish, pasar bisa cepat kehilangan momentum dan membalikkan euforia risk-on tadi pagi,” jelasnya.

Altcoin Ikut Menguat

Reli pasar juga terlihat pada sejumlah altcoin utama. Solana naik sekitar 5,6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 12% dalam sepekan menjadi sekitar US$93.

Dogecoin juga mencatat kenaikan hingga menyentuh US$0,10 untuk pertama kalinya sejak awal Maret, dengan kenaikan harian sekitar 4,6% dan kenaikan mingguan sekitar 10,6%.

BNB naik sekitar 3,8% menjadi sekitar US$683 dengan kenaikan mingguan sekitar 9,5%. Sementara itu, XRP menguat 4,2% menjadi sekitar US$1,47, atau naik sekitar 8,9% dalam tujuh hari terakhir.

Short Squeeze Picu Lonjakan Harga

Kenaikan harga kripto juga dipicu oleh fenomena short squeeze di pasar derivatif.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa sekitar US$344 juta posisi trading dilikuidasi dalam 24 jam terakhir yang melibatkan lebih dari 91.000 trader.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$284,9 juta atau sekitar 83% merupakan likuidasi posisi short.

Posisi short Ether menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi sekitar US$127,9 juta, diikuti Bitcoin sekitar US$124,5 juta dan Solana sekitar US$18,5 juta.

Likuidasi terbesar terjadi pada satu posisi Bitcoin senilai sekitar US$6,94 juta di bursa Bitfinex.

Baca juga: Sinyal Kripto 16 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Sentimen Makro Dorong Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Reli kripto juga dipengaruhi oleh perubahan sentimen makro global. Ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda mereda setelah dua kapal tanker yang membawa gas petroleum cair berhasil melewati jalur tersebut untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

Pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat sedang berdialog dengan Iran juga turut meredakan kekhawatiran pasar, meskipun Iran membantah adanya permintaan negosiasi atau gencatan senjata.

Perkembangan tersebut membuat harga minyak dunia turun dari level tertingginya. Harga Brent diperdagangkan sekitar US$104 setelah sebelumnya sempat menyentuh US$106,50, sementara WTI turun di bawah US$100.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah sekitar 0,3% dan kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,5%.

Investor Menanti Pertemuan The Fed

Meskipun pasar kripto menunjukkan pemulihan, perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada 17–18 Maret.

Dalam pertemuan tersebut, pasar akan menunggu proyeksi suku bunga terbaru (dot plot) serta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dapat memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Perubahan kebijakan moneter AS dinilai akan menjadi faktor penting yang menentukan arah likuiditas global dan pergerakan aset berisiko seperti kripto dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perusahaan Manufaktur Ini Diam-Diam Timbun Bitcoin, Pegang 1.252 BTC

Perusahaan manufaktur swasta GIGA kembali menambah cadangan Bitcoin dalam neraca keuangannya. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah membeli tambahan 38 BTC pada bulan lalu, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka kini mencapai 1.252 BTC.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan finansial perusahaan.

GIGA Tambah Cadangan Bitcoin

Dalam pengumuman terbarunya, GIGA menyatakan bahwa pembelian terbaru tersebut memperkuat strategi treasury perusahaan yang memanfaatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang.

Perusahaan pertama kali mulai mengakumulasi Bitcoin pada Juli 2025 dengan pembelian awal sebanyak 1.129 BTC.

Dengan tambahan pembelian baru, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini meningkat menjadi 1.252 BTC.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Nilai Kepemilikan Capai Sekitar $88 Juta

Pada saat laporan ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.654 per koin.

Dengan harga tersebut, total nilai cadangan Bitcoin milik GIGA diperkirakan mencapai sekitar US$88 juta.

Besarnya kepemilikan tersebut menjadikan GIGA sebagai salah satu perusahaan swasta dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, ekspansi treasury seperti ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai komponen neraca perusahaan.

“Jika tren berlanjut, semakin banyak korporasi bisa melihat BTC bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan aset strategis untuk diversifikasi, penyimpanan nilai, dan diferensiasi identitas pasar mereka,” analisanya.

Posisi GIGA di Daftar Pemegang Bitcoin

Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, GIGA kini menempati posisi kedelapan sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan swasta.

Jika digabungkan dengan perusahaan publik yang juga menyimpan Bitcoin di neraca mereka, GIGA berada di peringkat ke-46 secara global.

Strategi Perusahaan Gunakan Bitcoin

Perusahaan menyebut penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai cara untuk melindungi nilai aset perusahaan dari potensi depresiasi mata uang fiat.

GIGA juga diketahui bergabung dengan organisasi Bitcoin for Corporations sebagai anggota eksekutif pada awal 2026.

Keanggotaan tersebut bertujuan menunjukkan bagaimana perusahaan industri dapat memanfaatkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor teknologi konstruksi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan moderat dalam 24 jam terakhir, seiring dengan reli yang terjadi di pasar kripto global.

Berdasarkan data terbaru, harga PI naik 2,45% menjadi sekitar $0,204, mengikuti tren positif yang dipimpin oleh Bitcoin (BTC) serta kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Meskipun pergerakan ini terlihat positif, analis menilai bahwa kenaikan tersebut lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum dibandingkan oleh faktor fundamental yang berasal dari ekosistem Pi sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

Pi Network Ikuti Reli Pasar Kripto

Pergerakan harga Pi dalam periode ini menunjukkan pola yang sangat mirip dengan dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Data terbaru dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 3,38% hingga mencapai $2,51 triliun, sementara Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,15% dalam periode yang sama.

Fenomena ini sering disebut sebagai beta-driven movement, yaitu kondisi di mana suatu aset bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

Dengan kata lain, kenaikan harga Pi kali ini lebih mencerminkan perubahan sentimen pasar global dibandingkan perkembangan spesifik dari proyek tersebut.

Selain itu, indikator sentimen pasar seperti Crypto Fear & Greed Index juga menunjukkan pergeseran dari level “Fear” menuju “Neutral”.

Pergeseran ini sering kali menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset kripto dalam jangka pendek.

Tidak Ada Katalis Khusus untuk Pi

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, kenaikan harga Pi tidak disertai oleh berita besar, kemitraan baru, ataupun pembaruan signifikan dari ekosistem proyek.

Bahkan, data menunjukkan bahwa volume perdagangan Pi justru turun sekitar 38,44% menjadi $42,1 juta selama periode kenaikan harga tersebut.

Penurunan volume ini menunjukkan bahwa reli yang terjadi belum didukung oleh lonjakan permintaan baru dari investor.

Dalam banyak kasus, kenaikan harga yang terjadi dengan volume perdagangan rendah sering dianggap sebagai sinyal bahwa pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk memicu tren bullish yang lebih besar.

Hal ini juga menandakan bahwa pasar Pi masih berada dalam fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu katalis baru.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, ada beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian para trader.

Level pertama adalah $0,20, yang saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Pi.

Selama harga tetap berada di atas level tersebut, peluang untuk mempertahankan momentum kenaikan masih terbuka.

Di sisi lain, level $0,21 menjadi resistance terdekat yang dalam beberapa pekan terakhir terbukti cukup sulit ditembus oleh PI.

Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas $0,21 dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat, maka Pi berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $0,235, yang merupakan level tertinggi pada akhir Februari.

Namun jika support $0,20 gagal dipertahankan, harga berisiko kembali turun ke area $0,19, yang sebelumnya menjadi zona konsolidasi.

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, pergerakan Pi saat ini menunjukkan bias yang cenderung bullish namun masih terbatas.

Reli yang terjadi lebih dipengaruhi oleh kekuatan pasar kripto secara umum, terutama oleh pergerakan Bitcoin yang masih menjadi penggerak utama industri.

Tanpa adanya katalis baru atau peningkatan volume perdagangan yang signifikan, Pi kemungkinan masih akan bergerak dalam rentang harga yang relatif sempit.

Bagi investor dan trader, hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan adalah apakah Pi mampu menarik minat beli baru yang dapat mendorong harga menembus level resistance.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,45% ke $0,204 menunjukkan bahwa aset ini masih bergerak searah dengan tren pasar kripto yang lebih luas.

Namun tanpa dukungan katalis fundamental maupun peningkatan volume perdagangan, reli ini masih tergolong moderat dan rentan kembali melemah.

Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada dua faktor utama: stabilitas harga Bitcoin dan kemampuan Pi mempertahankan support di $0,20.

Jika kedua faktor tersebut bertahan positif, peluang Pi untuk mencoba menembus resistance $0,21 tetap terbuka dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

Pergerakan indikator on-chain terbaru menunjukkan sinyal menarik bagi pasar kripto.

Rasio 365-day MVRV milik Bitcoin (BTC) dilaporkan turun mendekati level yang terakhir terlihat pada akhir 2022, tepat setelah runtuhnya FTX.

Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi tersebut menandakan valuasi pasar Bitcoin mulai terkompres relatif terhadap realized capitalization, metrik yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu aset berada dalam kondisi overvalued atau undervalued.

Menariknya, pada periode serupa setelah krisis FTX di 2022, harga Bitcoin tercatat mampu melonjak sekitar 67% dalam waktu tiga bulan setelah indikator MVRV memasuki zona rendah tersebut.

Hal ini membuat sebagian analis mulai membandingkan situasi saat ini dengan fase akumulasi yang pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

Apa Itu Rasio MVRV Bitcoin?

MVRV (Market Value to Realized Value) merupakan indikator on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan realized capitalization atau nilai total BTC berdasarkan harga terakhir saat koin tersebut berpindah tangan di blockchain. Secara sederhana:

  • MVRV tinggi → pasar cenderung overvalued, banyak investor berada dalam kondisi profit besar.
  • MVRV rendah → pasar berpotensi undervalued, tekanan jual biasanya mulai melemah.

Ketika rasio ini turun mendekati level rendah, sering kali pasar sedang berada dalam fase di mana investor jangka panjang mulai melakukan akumulasi.

Penurunan rasio MVRV saat ini menunjukkan bahwa valuasi pasar Bitcoin telah terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan nilai dasar yang tercatat di jaringan.

Perbandingan dengan Siklus Pasar 2022

Pada akhir 2022, pasar kripto mengalami guncangan besar setelah runtuhnya FTX, salah satu bursa kripto terbesar saat itu.

Peristiwa tersebut dikenal luas sebagai FTX collapse 2022, yang menyebabkan kepercayaan investor terhadap industri kripto anjlok dan memicu koreksi tajam di berbagai aset digital.

Pada periode itu, rasio MVRV Bitcoin juga turun ke zona rendah yang menunjukkan kapitulasi pasar. Namun setelah fase tersebut berlalu, Bitcoin justru mengalami pemulihan signifikan.

Grafik dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa setelah indikator tersebut mencapai titik rendah pada 2022, harga BTC kemudian naik sekitar 67% dalam tiga bulan berikutnya.

Kondisi inilah yang membuat sebagian analis menilai bahwa pasar saat ini bisa berada dalam fase undervaluation potensial yang mirip dengan periode tersebut.

Faktor Baru yang Membentuk Pasar Saat Ini

Meski terdapat kemiripan dengan situasi tahun 2022, struktur pasar kripto saat ini memiliki sejumlah perbedaan penting.

Salah satunya adalah munculnya ETF spot Bitcoin, yang membuka akses investasi institusional ke BTC melalui pasar keuangan tradisional.

Selain itu, faktor makroekonomi seperti suku bunga global yang masih tinggi juga memengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk kripto.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa meskipun indikator MVRV memberikan sinyal menarik, kondisi pasar saat ini tidak sepenuhnya sama dengan siklus sebelumnya.

“Meski MVRV rendah tidak otomatis berarti reversal instan, indikator ini tetap penting karena menandakan perubahan risk-reward jangka panjang ketika tekanan jual mulai melemah dan akumulasi mulai muncul. Bedanya dengan 2022, pasar sekarang juga dibentuk oleh suku bunga tinggi, ETF spot Bitcoin, dan strategi akumulasi korporasi, sehingga jika skenario undervaluation ini bertahan, dampaknya bisa lebih terkait rotasi modal institusional daripada sekadar technical bounce biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor kripto, rasio MVRV sering dianggap sebagai indikator siklus pasar jangka panjang.

Ketika indikator ini berada di zona rendah, sebagian pelaku pasar mulai melihat peluang untuk melakukan akumulasi dengan asumsi bahwa tekanan jual mulai mereda.

Namun penting untuk dicatat bahwa MVRV bukanlah indikator timing yang sempurna. Pasar dapat tetap berada di zona undervaluation untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mengalami pembalikan tren.

Selain itu, kondisi makro global serta sentimen terhadap aset berisiko juga masih memainkan peran besar dalam menentukan arah harga Bitcoin.

Baca Juga: Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

Turunnya rasio 365-day MVRV Bitcoin ke level yang mendekati periode pasca kolaps FTX membuka kembali diskusi mengenai potensi undervaluation di pasar kripto.

Jika pola historis kembali terulang, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal fase akumulasi baru.

Namun dengan hadirnya faktor baru seperti ETF spot Bitcoin dan perubahan dinamika makroekonomi global, pergerakan pasar kali ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh aliran modal institusional yang lebih besar.

Bagi investor, indikator ini menjadi salah satu metrik penting untuk memantau apakah pasar Bitcoin sedang berada dalam fase kapitulasi, konsolidasi, atau awal siklus pemulihan baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan kripto global.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (16/3), harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $73.935 per BTC, mencatat kenaikan sekitar 3,19% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin naik hingga sekitar $1,48 triliun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat mencapai $36,07 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah reli harga.

Pergerakan ini juga menandai kelanjutan tren bullish jangka pendek setelah BTC mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

Performa Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan harga terendah $71.282 dan harga tertinggi $74.395.

Rentang ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup aktif di pasar, dengan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga mendekati level $74 ribu.

Secara harian, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar $2.385 atau 3,33%, menandakan meningkatnya minat beli dari investor.

Selain itu, dalam skala waktu yang lebih pendek, harga BTC juga masih menunjukkan momentum positif:

  • Perubahan 1 jam: +0,56%
  • Perubahan 24 jam: +3,33%
  • Perubahan 7 hari: +9,07%

Kinerja ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah sebelumnya mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

Performa Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari koreksi yang terjadi sebelumnya.

Dalam periode waktu berbeda, pergerakan harga BTC tercatat sebagai berikut:

  • 30 hari: naik sekitar 7,62%
  • 60 hari: turun sekitar 23,22%
  • 90 hari: turun sekitar 14,04%

Data tersebut menunjukkan bahwa reli terbaru kemungkinan merupakan bagian dari fase rebound pasar setelah penurunan tajam dalam dua bulan terakhir.

Di sisi lain, Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di sekitar $126.198.

Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Terbatas

Salah satu faktor fundamental yang terus menjadi daya tarik Bitcoin adalah struktur pasokan yang terbatas.

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total pasokan maksimum sebesar 21 juta BTC.

Kelangkaan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin sering dianggap sebagai aset digital yang memiliki karakteristik mirip emas, karena suplai yang terbatas dapat menciptakan tekanan harga ketika permintaan meningkat.

Dengan kapitalisasi pasar yang terdilusi penuh mencapai sekitar $1,55 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

Beberapa faktor utama yang sering memengaruhi pergerakan harga Bitcoin antara lain:

1. Sentimen Pasar Kripto

Ketika pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan tren positif, Bitcoin biasanya menjadi aset pertama yang mengalami lonjakan permintaan.

2. Aktivitas Investor Institusional

Dalam beberapa tahun terakhir, minat dari investor institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat. Hal ini dapat memperkuat stabilitas dan likuiditas pasar.

3. Faktor Makroekonomi

Perubahan kebijakan suku bunga global, inflasi, serta kondisi ekonomi dunia juga sering memengaruhi aliran modal ke aset kripto.

Level Penting yang Perlu Dipantau Trader

Dalam jangka pendek, beberapa level harga menjadi perhatian utama para trader.

  • Resistance terdekat: sekitar $74.000 – $75.000
  • Support penting: sekitar $71.000

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

Namun jika harga gagal mempertahankan momentum, BTC berpotensi kembali melakukan konsolidasi di area support.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 16 Maret 2026: Momentum Terjaga BTC ke $73.000

Harga Bitcoin hari ini naik sekitar 3,33% ke kisaran $74 ribu, menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar kripto dalam jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar mendekati $1,48 triliun dan volume perdagangan harian di atas $36 miliar, BTC tetap menjadi aset digital paling berpengaruh di industri kripto.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar serta faktor makroekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

Struktur pasar Bitcoin saat ini menunjukkan titik penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Data on-chain terbaru menunjukkan adanya tekanan suplai yang semakin menyempit, sementara permintaan dari investor institusional tetap kuat.

Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menyebut kondisi ini sebagai fase “coiled spring”, yaitu situasi ketika pasokan koin yang tersedia di pasar semakin terbatas, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga apabila permintaan meningkat.

Level $70.417 Jadi Titik Penting Pasar

Harga Bitcoin yang mampu bertahan di sekitar level US$70.417 dinilai menjadi titik infleksi penting dalam struktur pasar saat ini.

Pada level tersebut, pasar menunjukkan indikasi perpindahan risiko dan likuiditas dari investor ritel ke investor institusional. Kondisi ini terjadi ketika tekanan jual dari investor ritel mulai melemah, sementara institusi justru memperkuat posisi mereka.

Fenomena ini menciptakan profil risiko dan peluang yang tidak seimbang bagi investor, karena jumlah koin yang tersedia di pasar semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi.

Data On-Chain Tunjukkan Ketimpangan Permintaan

Sejumlah indikator on-chain memperlihatkan adanya ketimpangan antara suplai dan permintaan di pasar Bitcoin.

Data menunjukkan bahwa investor ritel saat ini mengalami tekanan besar dengan kerugian realisasi sekitar 68,95% dalam volume transaksi yang tercatat.

Di sisi lain, investor institusional justru menyerap sekitar 42.200 BTC, jumlah yang sekitar 5,7 kali lebih besar dibandingkan akumulasi investor ritel yang tercatat sekitar 7.300 BTC.

Selain itu, entitas besar juga dilaporkan telah mengakumulasi sekitar 33.902 BTC dalam periode 60 hari terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, inti sinyalnya adalah asimetri supply-demand: koin makin sedikit tersedia di pasar, sementara permintaan institusional tetap tangguh.

“Jika level US$70.417 mampu dipertahankan, kombinasi retail capitulation, outflow tinggi, dan akumulasi entitas besar bisa memicu supply shock yang agresif dan membuat risk-reward BTC menjadi sangat menarik bagi allocator modal besar,”

Aliran Bitcoin Keluar dari Bursa Meningkat

Data aliran dana juga menunjukkan peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa kripto.

Netflow harian mencatat sekitar 6.667 BTC keluar dari bursa, yang biasanya menandakan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang.

Penurunan pasokan di bursa sering kali dipandang sebagai indikator berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek.

Sementara itu, indikator Puell Multiple yang berada di level 0,68 juga menunjukkan kondisi yang secara historis sering dikaitkan dengan fase dasar siklus pasar.

Potensi “Supply Shock” di Pasar Bitcoin

Dengan semakin sedikitnya koin yang tersedia untuk diperdagangkan dan meningkatnya aktivitas akumulasi oleh institusi, sejumlah analis menilai pasar Bitcoin berpotensi menghadapi apa yang disebut sebagai “supply shock”.

Supply shock terjadi ketika permintaan meningkat sementara pasokan yang tersedia sangat terbatas, sehingga harga dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan keseimbangan pasar.

Kombinasi antara likuiditas yang semakin menipis dan permintaan institusional yang stabil membuat sebagian pelaku pasar menilai bahwa tekanan kenaikan harga berpotensi meningkat dalam periode mendatang.

Namun demikian, arah pergerakan harga Bitcoin tetap akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global serta dinamika permintaan investor di pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah ketegangan geopolitik global, namun sejumlah indikator on-chain mengisyaratkan bahwa pasar kemungkinan belum mencapai titik dasar (bottom) yang sesungguhnya. Analis menilai pasar saat ini berada dalam fase “stress test”, di mana investor institusional memainkan peran dominan dalam siklus ini.

Dilaporkan Crypto Quant, berbeda dengan siklus sebelumnya yang banyak digerakkan oleh investor ritel, proses pembentukan dasar harga kali ini diperkirakan berlangsung lebih lama karena dipengaruhi strategi manajemen risiko institusi besar.

Investor 6–12 Bulan Masih Rugi

Salah satu indikator penting berasal dari kelompok investor yang memegang Bitcoin selama 6 hingga 12 bulan. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata pembelian kelompok ini berada di sekitar US$100.000.

Dengan harga Bitcoin saat ini masih jauh di bawah level tersebut, sebagian besar investor di kelompok ini berada dalam posisi rugi.

Dalam siklus pasar sebelumnya, titik dasar biasanya terbentuk ketika kurva biaya pembelian kelompok ini mulai mendatar. Namun saat ini kurva tersebut masih menunjukkan tren naik, yang menandakan adanya potensi tekanan jual dari investor yang ingin keluar di harga impas.

MVRV Belum Masuk Fase Kapitulasi

Indikator lain yang diamati adalah rasio Market Value to Realized Value (MVRV), yang saat ini berada di sekitar 1,2.

Level ini sering dianggap sebagai zona nilai yang menarik bagi investor jangka panjang untuk melakukan strategi dollar-cost averaging (DCA). Namun secara historis, titik dasar siklus biasanya terjadi ketika MVRV turun di bawah angka 1,0.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

Ketika rasio tersebut berada di bawah 1, pasar biasanya memasuki fase kapitulasi, yaitu kondisi ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi akibat tekanan pasar yang ekstrem.

Karena kondisi tersebut belum terjadi, sebagian analis menilai pasar belum mencapai fase “max pain” yang sering menjadi titik balik pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kesimpulan gambar ini tajam: yang ada sekarang lebih cocok disebut value bottom untuk akumulasi jangka panjang, bukan structural bottom yang bersih.

“Dua jalur yang dipetakan sama-sama berat, entah crash cepat yang memaksa likuidasi dan menyelesaikan proses dalam 1–2 bulan, atau fase “great boring” di mana BTC menggiling di rentang US$60.000–US$80.000 cukup lama sampai uang baru menua menjadi LTH, mungkin sampai akhir 2026 atau 2027. Jadi secara objektif, pasar boleh mulai murah, tapi belum sehat,” analisanya.

Dominasi Investor Jangka Panjang Masih Terbatas

Struktur pasar juga menunjukkan bahwa kontribusi investor jangka panjang masih relatif rendah.

Secara historis, dasar harga yang kuat biasanya terbentuk ketika pemegang Bitcoin lebih dari dua tahun menguasai lebih dari 20% dari realized capitalization pasar.

Saat ini proporsi tersebut masih berada di sekitar 15%, yang berarti dukungan dari modal jangka panjang masih belum cukup kuat untuk membentuk dasar pasar yang stabil.

Peran Investor Institusional

Dalam siklus kali ini, investor institusional memegang peran yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Meski institusi cenderung tidak bereaksi panik seperti investor ritel, mereka tetap terikat pada berbagai aturan manajemen risiko dan kepatuhan internal.

Jika harga berada terlalu lama di bawah harga pembelian atau terjadi tekanan likuiditas pada produk investasi mereka, institusi tetap dapat terpaksa melakukan penjualan.

Dua Skenario Menuju Bottom

Analis melihat dua kemungkinan skenario menuju pembentukan dasar harga Bitcoin.

Skenario pertama adalah penurunan tajam yang memicu likuidasi besar-besaran, sehingga investor dengan harga beli tinggi keluar dari pasar. Meski menyakitkan, skenario ini biasanya mempercepat terbentuknya dasar harga dalam waktu relatif singkat.

Skenario kedua adalah fase konsolidasi panjang di mana Bitcoin bergerak dalam kisaran sekitar US$60.000 hingga US$80.000 selama periode yang lebih lama.

Dalam skenario ini, investor baru secara bertahap berubah menjadi pemegang jangka panjang, sehingga memperkuat struktur pasar sebelum fase kenaikan berikutnya.

Meski beberapa indikator menunjukkan Bitcoin sudah memasuki zona nilai bagi investor jangka panjang, analis menilai bahwa dasar pasar secara struktural kemungkinan belum terbentuk sepenuhnya. Untuk saat ini, volatilitas di kisaran US$60.000 hingga US$70.000 masih berpotensi berlanjut sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com