Tag Archives: bitcoin

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $101k, Tekanan Berlanjut?

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren pelemahan setelah sempat mencoba bertahan di atas level psikologis $104.000.

Berdasarkan data terkini, harga Bitcoin hari ini berada di $101,544.66 per BTC, turun -1.48% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2.02 triliun USD dan volume perdagangan harian mencapai $64.80 miliar USD, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset digital nomor satu di dunia, meski mengalami koreksi cukup signifikan.

Dalam seminggu terakhir, BTC mencatat penurunan -7%, sementara secara bulanan, harga turun tajam -16.80% dari level tertingginya pada awal Oktober.

Koreksi ini menandai fase konsolidasi pasar setelah reli panjang yang sempat membawa Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126,198.07 beberapa bulan lalu.

Baca Juga: Analisa Harga Bitcoin Hari Ini: BTC Naik Tipis ke $103.013

Rincian Pergerakan Harga BTC

  • Harga Terendah 24 Jam: $100,336.87
  • Harga Tertinggi 24 Jam: $104,147.30
  • Perubahan 1 Jam: +0.08%
  • Perubahan 24 Jam: -1.48%
  • Perubahan 7 Hari: -7.00%

Dengan sirkulasi pasokan sebesar 19.95 juta BTC, atau 94.98% dari total maksimum 21 juta BTC, kapitalisasi pasar Bitcoin yang telah diencerkan sepenuhnya kini mencapai $2.13 triliun USD.

Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Penurunan harga Bitcoin hari ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan makroekonomi global. Berikut beberapa penyebab utamanya:

1. Tekanan dari Penguatan Dolar AS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat tajam dalam beberapa hari terakhir setelah data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.

Penguatan dolar membuat aset berisiko seperti kripto mengalami tekanan, termasuk Bitcoin yang sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

2. Aksi Ambil Untung Pasca Reli Besar

Setelah Bitcoin mencatat rekor baru di atas $126.000 beberapa bulan lalu, investor institusional dan ritel mulai melakukan aksi ambil untung.

FKoreksi sebesar 15–20% merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar kripto, terutama menjelang periode akhir tahun ketika banyak trader mengamankan profit.

3. Ketidakpastian Kebijakan The Federal Reserve

Spekulasi bahwa The Fed akan menunda penurunan suku bunga hingga paruh pertama 2026 memicu ketidakpastian di pasar aset digital.

Investor memilih bersikap hati-hati, sehingga volume pembelian BTC cenderung menurun dibandingkan kuartal sebelumnya.

4. Aktivitas Whale dan Likuidasi Pasar Berjangka

Data on-chain menunjukkan adanya peningkatan transfer BTC dari dompet besar (whale) ke bursa. Hal ini menandakan potensi penjualan besar-besaran untuk mengambil keuntungan.

Namun Di sisi lain, posisi long di pasar derivatif mengalami likuidasi besar, mempercepat tekanan turun harga.

Analisa Teknis: Bitcoin Masih di Zona Konsolidasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 7 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 7 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, grafik harian menunjukkan Bitcoin masih bergerak di zona konsolidasi antara $100.000–$104.000.

Level $100.000 kini menjadi area support kuat yang harus dipertahankan untuk menghindari koreksi lebih dalam.

Indikator RSI berada di area netral 48–50, menunjukkan bahwa meski tekanan jual masih terasa, belum ada sinyal oversold ekstrem yang menandakan pembalikan arah segera.

Jika tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi menguji level support berikutnya di $98.500–$99.000.

Sebaliknya, penembusan di atas $104.500 akan membuka peluang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area resistensi psikologis di $110.000.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun harga Bitcoin hari ini mengalami penurunan, banyak analis tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Beberapa faktor pendukung antara lain:

  • Halving Bitcoin 2026 yang semakin dekat dapat memperkuat narasi kelangkaan pasokan.
  • Masuknya investor institusional melalui produk ETF spot Bitcoin meningkatkan adopsi pasar.
  • Stabilitas jaringan dan peningkatan aktivitas on-chain menunjukkan kepercayaan komunitas tetap kuat.

Namun, dalam jangka pendek, Bitcoin kemungkinan akan menghadapi volatilitas tinggi seiring ketidakpastian global dan sikap hati-hati investor besar.

Baca Juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

Koreksi harga Bitcoin ke kisaran $101.500 saat ini menandakan fase pendinginan setelah reli besar yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Meski tekanan jual masih terlihat, level fundamental Bitcoin tetap kuat, dengan pasokan yang mendekati maksimum dan adopsi institusional yang terus meningkat.

Investor disarankan untuk memantau level support $100.000 dan resistensi $104.000 sebagai acuan jangka pendek.

Jika volatilitas mereda dan sentimen global membaik, Bitcoin berpotensi kembali menembus tren bullish menjelang akhir tahun.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $103K, Aksi JPMorgan Jadi Kunci

Harga Bitcoin (BTC) pada hari ini, Sabtu (8/11), tercatat di level $103.145,08 per BTC, naik +0,94% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai $2,057 triliun, sementara volume perdagangan harian melonjak ke $89,19 miliar.

Meski mengalami kenaikan harian, BTC masih mencatat penurunan -15,45% dalam 30 hari terakhir dan -12,83% dalam 90 hari terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi, meskipun optimisme mulai tumbuh kembali di kalangan investor besar.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah $99.257,06 dan tertinggi $104.052,92.

Meski jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, pergerakan harga ini menandakan fase konsolidasi pasca-koreksi besar Oktober lalu.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Kembali ke 60% Ini Nasib Meme Coin yg Sempat Viral Sekarang!

JPMorgan Tingkatkan Kepemilikan ETF Bitcoin 64%

JP Morgan
JP Morgan

Kabar besar datang dari Wall Street. Menurut laporan Yahoo Finance, JPMorgan Chase & Co. telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di ETF Bitcoin spot sebesar 64%, dengan total nilai mencapai sekitar $343 juta melalui produk iShares Bitcoin Trust (IBIT).

Langkah ini menegaskan meningkatnya minat lembaga keuangan besar terhadap Bitcoin, khususnya melalui instrumen investasi yang diatur seperti ETF.

ETF Bitcoin spot, yang mulai disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada awal tahun, telah menjadi pintu masuk utama bagi institusi untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus memegang aset kripto secara langsung.

Kenaikan kepemilikan JPMorgan menunjukkan bahwa meski volatilitas masih tinggi, keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin tetap kuat.

Menurut analis pasar kripto, peningkatan kepemilikan ETF oleh bank besar seperti JPMorgan menjadi indikator kepercayaan institusional yang dapat memicu arus modal baru ke pasar kripto.

Ketika lembaga sebesar JPMorgan memperluas eksposurnya, itu menjadi sinyal bahwa Bitcoin telah beralih dari aset spekulatif menuju kelas aset strategis.

Dampak terhadap Sentimen Pasar

Langkah JPMorgan datang di tengah tekanan makroekonomi yang menekan harga Bitcoin dalam sebulan terakhir.

Data tenaga kerja AS menunjukkan peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi sejak 2002, memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dan menurunkan selera risiko investor global.

Namun, aksi akumulasi institusional seperti ini memberi efek penyeimbang terhadap tekanan jual ritel. Dengan volume perdagangan Bitcoin yang tetap tinggi di atas $89 miliar per hari, pasar menunjukkan likuiditas yang sehat dan potensi untuk rebound.

Kombinasi antara permintaan institusional yang meningkat, volume perdagangan yang kuat, dan posisi harga yang mulai stabil di atas $100.000 menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.

Investor kini menantikan konfirmasi arah tren berikutnya, dengan resistensi kuat di level $105.000 dan support psikologis di $99.000.

Analisa Teknis dan Prospek ke Depan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam pola konsolidasi jangka menengah. RSI harian mendekati area netral (49), menandakan potensi pembalikan arah bila momentum beli berlanjut.

Jika BTC mampu menembus resistensi $105.000, target berikutnya berada di sekitar $110.000–$112.000, area yang sering menjadi titik uji dalam tren naik sebelumnya.

Namun, jika tekanan makroekonomi meningkat dan BTC gagal bertahan di atas $99.000, risiko koreksi lanjutan menuju $95.000 tetap terbuka.

Dalam jangka menengah, sentimen pasar sangat bergantung pada arah kebijakan suku bunga AS dan arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot.

Baca Juga: Bitcoin Runtuh Setelah Cetak Rekor: Inilah Biang Keroknya!

Kenaikan harga Bitcoin hari ini di tengah lonjakan kepemilikan ETF oleh JPMorgan memberi sinyal kuat bahwa pasar mulai melihat tanda-tanda pemulihan.

Aksi akumulasi institusional menunjukkan bahwa Bitcoin semakin diakui sebagai aset strategis dalam portofolio investasi besar.

Meskipun volatilitas tetap tinggi, dukungan dari lembaga besar seperti JPMorgan dapat menjadi katalis bagi tren bullish jangka panjang.

Jika momentum positif ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali level $110.000 dalam beberapa minggu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 10-14 November 2025: Koreksi November Usai

Pada dasarnya tuh, saya mengharapkan koreksi di bulan November terjadi ditanggal 10-14 November 2025. Saya tertipu oleh segelintir batang hijau MACD. Mungkin memang kutukan itu terlalu akurat – Analisa Hoteliercrypto selalu terlambat seminggu jika positif namun kecepatan seminggu jika negatif. Belum berhasil saya mengalahkan kutukan ini. 

Kesalahan saya telak dan bersandarnya saya pada data, fatal,karena ternyata datanya tidak keluar, GDP tidak keluar, Jolts tidak keluar, Factory order tidak keluar, bahkan 730 milyar dollar dihapus dari dari pasar saham AS, hanya karena pemerintah tak kunjung berhenti shutdown, Sampai kapan Presiden Trump bertahan ditengah ketidakpopulerannya meroket?

Secara MACD saya tertipu dengan 3 batang hijau kosong ini. 

Anyway, koreksi yang saya harapkan itu terjadi di awal November, maka itu koreksi 10-14 November 2025 tidak terjadi lagi. Dan  Macd batang merah padat itu akan berakhir segera dan menjadi batang merah kosong yang diteruskan hingga batang hijau kosong. Saya masih bullish pada Bitcoin dan ATH baru masih akan terjadi. Saya belum percaya bahwa bear market sudah datang. 

Menurut saya indikator saya masih belum tersentuh yaitu bear market akan datang saat Fed menaikkan suku bunga, RRP diatas 800 milyar dollar dan M2 supply mulai koreksi. 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan: 

Senin, 10 November 2025

07.50 WITA – Foreign Reserve Jepang dan BoJ Summary Opinion

Saya ingin terus memantau sejauh mana dedolarisasi BRICS memakan dollar dengan cara mengganti cadangan devisa negara-negara sekutu AS. Baru-baru ini saya membaca jika Tiongkok menyediakan liquidity swap sebesar 400 Milyar Yuan setelah Korea Selatan tidak mampu menyediakan liquidity swap sebesar 350 milyar dollar. Lalu tiba-tiba Tiongkok bantu, kan itu aneh secara Tentara AS ada di Korea

Jadi liquidity Jepang yang kering dapat menjadi tanda dedolarisasi, Saya pikir Bitcoin naik disini karena Pemerintah AS pada akhirnya tak akan mampu untuk shutdown lama-lama: 

Selasa, 11 November 2025

Tidak ada data

Karena tak ada data, koreksi tipis cenderung wicky bisa terjadi. Tetapi Belanja Blackrock akan mulai dominan disini: 

Rabu, 12 November 2025

15.30 WITA – M1 Supply Tiongkok

China M1 Money Supply YoY (Monthly) – Historical Data & Tre…

Coba perhatikan, M1 Tiongkok naik per January 2025 setelah itu flat. Saya terus menggaungkan akan ada stimulus Bazooka tapi saya terus ditipu Pan Go Sheng, Stimulus itu tak kunjung datange terlihat dari M1 Tiongkok, dan kenaikan M1 pada January hanyalah karena definisi perubahan M1 yang sebelumnya tidak memasukkan deposito 3-6 Bulan, sekarang deposito itu dimasukkan ke definisi M1, Tiongkok mencoba memancing dengan menjadikan M1 naik di Januari, padahal deposito tersebut tidaklah beredar secara instant dipasar.

Tiongkok terus menumbuhkan ekonominya dengan cara menjual dollar-dollar di masyarakat dan di Bank sehingga Yuan terus menguat hingga deflasi namun menggambarkan keadaan ekonomi yang bias. Ekonomi Tiongkok membaik, GDP naik namun inflasi tergerus hingga berujung deflasi, pertamakali saya melihat ada negara yang begini.

Maka jika sampai M1 Tiongkok naik, Bitcoin akan naik kencang. Jika itu terjadi, karena artinya Yuan inflasi. Tapi ini tak kunjung terjadi hahahaha, Keadaannya sudah begini dari kopid makanya saya kesel menunggu juga. Tiongkok ini ternyata pinter sekali, tahu apa yang saya tunggu. 

13.00 WITA – 10 Year note Auction

Seperti kata Ray Dalio pada postingan artikelnya yang saya rekap, Bunga surat utang yang naik terus ini bisa memicu Yield Curve yang kelak menurunkan demand surat utang jangka panjang dan menjadi Yield Curve Control yaitu keadaan dimana surat utang jangka pendek memiliki bunga lebih besar daripada surat utang jangka panjang.

Ray Dalio mengatakan suku bunga tang 10 tahun dibawah Yield Saham yang 4.4% adalah tanda bahwa Quantitative Easing yang dilakukan pemerintah merangsang terjadinya bubble ekonomi yang berujung depresi. Bahkan mungkin great depression. 

Saya pikir Bitcoin akan kembali naik disini: 

Kamis, 13 November 2025

20.30 WITA – CPI AS

Kita dapati kepastian bahwa inflasi AS akan kembali uptren. Inflasi secara ekonomi bukanlah kenaikan harga barang, inflasi adalah bertambahnya jumlah edar uang sedangkan kenaikan harga barang adalah akibat dari inflasi. QT berakhir 1 December 2025, Saya terus mengatakan QE memanglah penting, namun hanya dengan berakhirnya QT saja, jumlah edar uang akan naik karena rem Fed sudah blong, RRP ke nol dan penahan uang untuk tidak terus beranak telah tiada. 

Ekonomi AS telah memasuki area bubble dan Presiden selanjutnya akan menanggung malu, Trump hanyalah menahan bom waktu dengan memperpanjang waktunya bukan menghentikan akar masalahnya, karena akar masalahnya adalah belanja pemerintah. Inflasi bukanlah terjadi karena keserakahan korporasi, inflasi terjadi karena belanja pemerintah selalu lebih tinggi dari pendapatan pajaknya. 

Disini akan terjadi Pump and Dump

Jum’at 14 November 2025

– Pemerintah AS berhenti shutdown dan kembali membuka pemerintahannya.

Tak ada data disini dan menurut saya, saya harus menunggu kapan Pemerintah mengumumkan akan membuka kembali dari shutdownnya. Candle-nya akan saya berikan hari Kamis depan. 

Terimakasih sudah membaca. Saya terus belajar dan berkarya dan belajar saya dibuktikan dengan menyimpan garis yang salah agar semua tahu bahwa saya hanya manusia biasa bukan manager Bitcoin. Kesalahan yang saya lakukan tak akan pernah bisa dihapus, tetapi pelajarannya akan melekat di hati saya sehingga kelak saya mempunyai kesalahan yang lebih sedikit.

Jatah salah saya masih banyak namun salah tersebut adalah salah yang relatif baru, kesalahan saya meremehkan shutdown dan Penjualan Blackrock menjadi kekuatan baru saya untuk memprediksi lebih baik. Seperti ilmu delist jaman dahulu, saya menemukan bahwa ilmu MACD dapat menjadi acuan untuk mencegah drop lebih awal dan memprediksi kapan buy the dip.

Tetaplah analisa sendiri dan jadikan saya pertimbangan nomer 101, jangan nebeng nasib karena terbukti koin POL saya sangkut 2 tahun. Dengan menjadikan saya nasehat keuangan, pasti portonya minus menahun. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Baca juga: Riset Kripto 3-7 Nov 2025: Bitcoin Koreksi! Awal yang Baik Akumulasi?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga Bitcoin Hari Ini: BTC Naik Tipis ke $103.013

Setelah sempat tertekan di bawah level $100.000, harga Bitcoin (BTC) hari ini mengalami kenaikan 2.02% dan diperdagangkan di sekitar $103.013 per BTC.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,05 triliun USD, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $70,98 miliar USD, menandakan peningkatan aktivitas setelah periode koreksi tajam selama beberapa minggu terakhir.

Meski menguat, pergerakan ini masih belum mampu menutupi kerugian signifikan yang terjadi dalam 30 hari terakhir, di mana BTC telah turun sekitar -17,10%.

Dalam periode 90 hari, harga juga masih melemah -11,82%, menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor besar dan faktor makro global masih menekan pasar kripto terbesar ini.

Baca Juga: Bitcoin Runtuh Setelah Cetak Rekor: Inilah Biang Keroknya!

Volatilitas Tinggi di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di antara harga terendah $101.197 dan harga tertinggi $104.534, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi.

Penurunan tajam di bawah $100.000 yang terjadi awal pekan ini sempat memicu aksi jual lanjutan, sebelum akhirnya pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal.

Menurut analis pasar kripto, volatilitas ini disebabkan oleh kombinasi faktor global, mulai dari pengetatan kebijakan moneter AS, penurunan minat risiko investor institusional, hingga tekanan likuiditas di pasar altcoin.

Artinya, Bitcoin sedang memasuki fase konsolidasi setelah aksi jual besar-besaran yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global.

Meskipun rebound jangka pendek mungkin terjadi, tekanan jual dari investor lama masih membatasi potensi kenaikan.

Faktor Utama di Balik Anjloknya Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 November 2025. Sumber: Tokocrypto.pada Kamis, 6 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

1. Sentimen Makroekonomi Negatif

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan dolar yang menguat kembali menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Investor institusional memilih menahan dana di aset tradisional ketimbang kripto, menurunkan arus masuk modal baru ke pasar digital asset.

2. Aksi Ambil Untung Setelah Kenaikan Drastis

Sejak mencapai rekor tertinggi di $126.198 beberapa bulan lalu, banyak investor yang memilih melikuidasi posisi mereka untuk mengamankan keuntungan.

Hal ini mempercepat tekanan jual terutama di bursa spot seperti Binance dan Coinbase.

3. Penurunan Aktivitas Jaringan dan Volume On-Chain

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa jumlah transaksi on-chain Bitcoin mengalami penurunan 8% dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan aktivitas jaringan yang melambat.

Sementara itu, volume bursa berjangka (futures) juga menurun, mengindikasikan berkurangnya spekulasi jangka pendek.

4. Peningkatan Dominasi Stablecoin

Investor tampak memindahkan dana ke stablecoin seperti USDT dan USDC sebagai langkah protektif.

Dominasi stablecoin di pasar naik menjadi 15%, tertinggi sejak awal tahun 2024, menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih memilih menunggu konfirmasi arah tren sebelum masuk kembali ke BTC.

Analisis Teknis: BTC Berjuang Pertahankan Support $101.000

Secara teknikal, level $101.000 kini menjadi support utama yang harus dipertahankan Bitcoin. Jika harga menembus level ini ke bawah, ada risiko penurunan lebih lanjut menuju zona psikologis $95.000.

Namun, jika BTC mampu bertahan dan menembus kembali di atas resistensi $105.000, peluang untuk rebound ke $108.000–$110.000 masih terbuka lebar.

Indikator RSI berada di kisaran 46, menandakan pasar masih berada di wilayah netral, sementara MACD mulai menunjukkan potensi pembalikan arah jangka pendek.

Apakah Bitcoin Akan Pulih dalam Waktu Dekat?

Banyak analis percaya bahwa tren penurunan ini bisa bersifat sementara, terutama mengingat fundamental Bitcoin yang tetap kuat.

Faktor positif seperti:

  • Kenaikan permintaan dari institusi pasca persetujuan ETF Bitcoin spot,
  • Ketersediaan pasokan terbatas (maksimum 21 juta BTC), dan
  • Meningkatnya adopsi global untuk pembayaran digital,

semuanya berpotensi mendorong harga kembali ke atas $110.000 dalam jangka menengah.

Namun, untuk saat ini pasar masih dipenuhi ketidakpastian. Investor disarankan berhati-hati dan menunggu konfirmasi arah tren sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $107K, Sentimen Waspada

Bitcoin di Persimpangan Penting

Kenaikan harga Bitcoin hari ini ke level $103.013 menjadi sinyal awal stabilisasi setelah koreksi besar-besaran.

Namun, dengan tekanan makroekonomi dan aksi jual lanjutan di pasar kripto, BTC masih berada di persimpangan antara rebound teknikal dan risiko penurunan lanjutan.

Dalam jangka pendek, mempertahankan posisi di atas $101.000 menjadi kunci untuk menjaga momentum positif.

Jika berhasil, potensi pemulihan menuju $108.000–$110.000 masih terbuka — tetapi kegagalan menahan level support dapat membawa Bitcoin turun kembali ke bawah $100.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Runtuh Setelah Cetak Rekor: Inilah Biang Keroknya!

Pasar kripto kembali diguncang. Hanya beberapa minggu setelah mencetak rekor tertinggi baru di $126.200 pada 6 Oktober, harga Bitcoin kini anjlok lebih dari 20%, resmi masuk ke zona bear market. Aset kripto terbesar di dunia itu bahkan jatuh di bawah $100.000 untuk pertama kalinya sejak Juni, menandai kejatuhan yang mengejutkan bagi banyak investor yang sebelumnya optimis menyambut “Uptober”.

Alih-alih menjadi bulan keberuntungan seperti biasanya, Oktober 2025 justru menjadi bulan pahit pertama bagi Bitcoin dalam tujuh tahun terakhir.

Aksi Jual Panik dan Ketakutan Ekstrem

Pada Selasa (5/11), penurunan Bitcoin mencapai lebih dari 5% dalam sehari, seiring dengan melemahnya pasar saham global. Kekhawatiran atas valuasi saham teknologi dan pernyataan hati-hati dari para eksekutif bank besar turut memperburuk suasana pasar.

“Indeks sentimen jatuh ke level 21, terendah sejak April 2025, yang menunjukkan ketakutan ekstrem,” ujar Alex Kuptsikevich, Chief Market Analyst di FXPro. “Biasanya level ini memicu rebound, tapi kali ini pasar sudah jatuh lebih dalam dari sebelumnya.”

Dengan aksi jual yang terus berlanjut, keuntungan Bitcoin sepanjang tahun ini kini tinggal sekitar 8%, tertinggal jauh dibandingkan kenaikan S&P 500 yang mencapai 15%.

Pemicu Utama: Likuidasi Terbesar dalam Sejarah Kripto

Akar masalah dimulai pada 10 Oktober, ketika muncul gelombang likuidasi besar-besaran yang mengguncang seluruh pasar kripto.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, posisi long Bitcoin senilai $19–30 miliar dilikuidasi di berbagai bursa. Peristiwa ini menjadi likuidasi terbesar dalam sejarah Bitcoin.

“Berita apa pun tidak lagi relevan, ini murni menunjukkan betapa rapuhnya pasar kripto,” kata Jonathan Man, Portfolio Manager di Bitwise.

Bahkan setelah berminggu-minggu, sentimen investor belum pulih. Menurut Farzam Ehsani, CEO VALR, “Gerakan 10% ke arah mana pun bisa memicu likuidasi miliaran dolar. Situasi ini menciptakan efek powder keg, pasar menjadi sangat sensitif terhadap berita apa pun.”

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7% di Bawah $100.000

Faktor Makro Mengambil Alih Kendali

Selain likuidasi, tekanan makroekonomi global kini menjadi pengendali utama arah Bitcoin.

Menurut Haonan Li, pendiri Codex, “Likuidasi besar di perdagangan derivatif awal Oktober menjadi pembuka, tapi sekarang sentimen makro yang memegang kendali.”

Pasar aset berisiko, termasuk saham dan kripto, kini tertekan akibat ketidakpastian suku bunga The Fed. Setelah pertemuan terakhir, Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember belum pasti. Kurangnya kejelasan ini membuat investor menahan diri, sehingga Bitcoin kehilangan momentum bullish-nya.

Sementara saham masih mendapat dorongan dari tren AI trade, Bitcoin tidak memiliki katalis serupa, membuat para trader kini bergantung pada analisis teknikal untuk mencari tanda-tanda kapan tekanan jual akan mereda.

Rotasi Aset dan Hilangnya Optimisme Akhir Tahun

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Business Insider, sebagian analis juga menilai bahwa pergerakan dana antar aset turut memperburuk tekanan di pasar kripto.

“Ketika saham dan Bitcoin mulai turun bersamaan, banyak investor menjual Bitcoin untuk menutup posisi mereka di saham,” jelas Marcus Sturdivant, Managing Member dari The ABC Squared.

Kini, optimisme untuk target harga akhir tahun semakin memudar. Beberapa analis terkenal seperti Tom Lee dan Geoff Kendrick (HSBC) masih menargetkan harga Bitcoin di $200.000, namun dengan kondisi saat ini, dibutuhkan reli lebih dari 100% dalam dua bulan — sesuatu yang tampak sangat sulit.

Ketidakpastian Menyelimuti Pasar Kripto

Dengan ketidakpastian kebijakan suku bunga, tekanan makroekonomi, dan efek trauma dari likuidasi besar-besaran, pasar kripto kini berada di fase penuh kehati-hatian.

“Dengan hambatan perdagangan, ketidakpastian suku bunga, dan potensi dampak government shutdown terhadap data ekonomi, investor tidak punya cukup kepercayaan untuk masuk kembali di level $120.000,” ungkap Guillermo Fernandes, pendiri Blockpliance.

Akankah Bitcoin Bangkit Lagi?

Meskipun saat ini Bitcoin tengah terpuruk, sejarah membuktikan bahwa setiap fase “ketakutan ekstrem” sering kali menjadi awal dari pemulihan besar. Namun kali ini, dengan tekanan makro dan fundamental yang lebih kompleks, pemulihan mungkin tidak akan datang secepat yang diharapkan.

Satu hal yang pasti — bear market Bitcoin kali ini menjadi pengingat bahwa euforia pasar bisa berbalik arah dengan cepat, bahkan untuk aset kripto terbesar di dunia.

Apakah ini akhir dari reli Bitcoin, atau justru awal dari fase akumulasi baru? Waktu yang akan menjawab.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7% di Bawah $100.000

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan kuat. Berdasarkan data terbaru, harga BTC hari ini berada di $99,414.77, turun -7.17% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menandai koreksi signifikan setelah BTC sebelumnya sempat mendekati level tertinggi sepanjang masa di kisaran $126,198.07.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1.98 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $111.41 miliar, volatilitas tinggi kembali menghantui pasar kripto.

BTC juga mencatat penurunan -11.76% dalam satu minggu dan hampir -20% dalam 30 hari terakhir, menunjukkan tren bearish jangka pendek yang cukup kuat.

Untuk mengetahui penyebab turunnya harga Bitcoin, simak analisa harga BTC hari ini selengkapnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $107K, Sentimen Waspada

Faktor Penyebab Harga Bitcoin Anjlok

Beberapa faktor utama yang menjadi pemicu tekanan harga Bitcoin saat ini antara lain:

1. Sentimen Makro Ekonomi Global

Investor global menunjukkan sikap hati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi, termasuk:

  • Kekhawatiran suku bunga AS belum akan turun cepat
  • Ketidakstabilan pasar saham global
  • Data inflasi AS yang masih tinggi

Kondisi ini membuat investor lebih memilih aset aman seperti dolar AS dan obligasi, dibandingkan aset berisiko seperti kripto.

2. Tekanan Profit-Taking Setelah ATH

Setelah mencapai rekor tertinggi di $126,198, banyak trader dan investor jangka pendek memilih merealisasikan keuntungan. Hal ini memicu aksi jual besar-besaran yang mendorong harga turun tajam.

3. Aktivitas Whales dan Exchange Outflows

Analisis on-chain menunjukkan peningkatan transfer BTC ke bursa, tanda potensi aksi jual lanjutan dari investor besar (whales). Tekanan ini mempercepat likuidasi posisi leverage di pasar futures.

Performa Harga Bitcoin: Rangkuman Data

Periode Perubahan Harga Persentase
24 Jam -$7,684.24 -7.17%
7 Hari -11.76%
30 Hari -$24,466.00 -19.75%
60 Hari -$11,449.49 -10.33%
90 Hari -$15,627.86 -13.58%

Rentang harga 24 jam:

  • Tertinggi: $107,264.88
  • Terendah: $98,962.06

Dengan pasokan beredar 19.94 juta BTC (94.97% dari total 21 juta), tekanan supply jangka panjang masih ketat, namun sentimen jangka pendek mendominasi.

Analisa Teknikal BTC: Area Penting yang Perlu Diperhatikan

Saat ini BTC berada pada zona krusial:

  • Support kuat: $98,500 – $97,000
  • Support lanjutan: $92,000 jika break down berlanjut

Apabila Bitcoin mampu memantul dan kembali menembus $105,000, peluang pemulihan menuju $112,000 – $118,000 kembali terbuka.

Namun jika tekanan jual berlanjut, level psikologis $95,000 menjadi area krusial berikutnya.

Sentimen teknikal: Bearish jangka pendek, namun potensi rebound tetap ada jika pasar mulai pulih.

Konsolidasi Sehat?

Meskipun harga sedang terkoreksi, banyak analis percaya bahwa ini merupakan fase konsolidasi sehat sebelum potensi kenaikan lebih lanjut, khususnya menjelang:

  • Peningkatan minat institusi
  • Penguatan ekosistem BTC pasca halving
  • Pertumbuhan ekosistem Bitcoin L2 dan tokenisasi real-world assets (RWA)

Investor jangka panjang cenderung melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah 1,69% ke $108.115

Penurunan harga Bitcoin hari ini disebabkan kombinasi faktor makro, profit-taking, dan aksi whales.

Meski tren jangka pendek bearish, fundamental BTC tetap kuat dan banyak analis memprediksi pemulihan ke atas $110,000 dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi investor perlu diingat, selalu lakukan riset mandiri dan kelola risiko, terutama di tengah volatilitas tinggi seperti saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $107K, Sentimen Waspada

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengalami tekanan, turun 1,11% dalam 24 jam terakhir ke level $107.066,17.

Aset kripto terbesar dunia ini mencatat penurunan lanjutan dalam tren konsolidasi pendek, seiring pasar menunggu katalis ekonomi global dan sinyal lanjutan dari The Fed terkait kebijakan suku bunga.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,135 triliun, Bitcoin tetap kukuh sebagai pemimpin pasar kripto, meski sentimen risk-off masih terasa di kalangan investor.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah 1,69% ke $108.115

Performa Harga Bitcoin

Berikut rangkuman pergerakan harga BTC dalam beberapa periode:

Periode Perubahan Harga Persentase
24 jam -$1.274 -1,18%
30 hari -$16.942 -13,66%
60 hari -$4.090 -3,68%
90 hari -$6.427 -5,66%

Tren ini menunjukkan fase koreksi sehat setelah reli besar beberapa bulan terakhir menuju level tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198.

Data Pasar Utama Bitcoin

Informasi Data
Harga saat ini $107.066,17
Low–High 24 jam $105.336 — $108.286
Sirkulasi 19,94 juta BTC (94,97% dari total supply)
Maksimal supply 21 juta BTC
Volume perdagangan $72,14 miliar (24 jam)
Posisi di CoinMarketCap 1

Dengan sirkulasi mendekati 95% dari total suplai, Bitcoin makin menunjukkan kelangkaannya — faktor fundamental penting untuk potensi apresiasi harga jangka panjang.

Analisis Teknis Bitcoin: Tren Konsolidasi Masih Berlanjut

Support & Resistance Terdekat

  • Support utama: $105.000 – $103.500
  • Support berikutnya: $98.000 (zona psikologis)
  • Resistance terdekat: $110.000
  • Resistance mayor: $118.000

Struktur harga saat ini menunjukkan Bitcoin bergerak sideways setelah gagal mempertahankan level $110.000.

Investor besar terlihat menunggu pemicu baru, seperti data ekonomi AS dan aliran dana ETF spot Bitcoin.

Sentimen Pasar & Faktor Eksternal

1. Kebijakan Bank Sentral Global

Ekspektasi penurunan suku bunga masih menjadi sentimen utama. Jika The Fed mulai melonggarkan kebijakan moneter, aset berisiko seperti kripto berpotensi kembali menguat.

2. Aktivitas ETF BTC

Arus masuk ETF Bitcoin masih positif namun melambat. Pergerakan investor institusional ini sangat penting untuk arah BTC dalam jangka pendek.

3. Pasca Halving 2024

Supply BTC semakin terbatas pasca halving, namun efek bullish penuh biasanya baru terasa 6–18 bulan setelah event — sehingga momentum besar berikutnya dinilai masih terbuka.

Prospek Bitcoin: Bullish Jangka Panjang, Koreksi Jangka Pendek Normal

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 4 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 4 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun BTC mengalami penurunan mingguan sebesar 5,92%, banyak analis melihat fase ini sebagai konsolidasi sehat sebelum potensi leg up berikutnya.

Faktor bullish jangka panjang

  • Suplai mendekati maksimum
  • Permintaan institusi melalui ETF terus berkembang
  • Narasi store-of-value semakin kuat di tengah ketidakpastian global

Risiko jangka pendek

  • Tekanan makro global
  • Profit-taking investor
  • Sentimen pasar yang masih sensitif terhadap berita ekonomi

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $110.000, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin hari ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli besar beberapa bulan terakhir. Dengan level saat ini di sekitar $107 ribu, pasar masih terlihat berhati-hati tetapi struktur fundamental tetap kuat.

Jika BTC mampu mempertahankan area $105 ribu, peluang menuju $110–118 ribu kembali terbuka. Sebaliknya, breakdown ke bawah $103 ribu dapat memicu koreksi lebih dalam menuju $98 ribu.

Untuk investor jangka panjang, fase seperti ini sering dianggap sebagai peluang akumulasi bertahap.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah 1,69% ke $108.115

Harga Bitcoin kembali berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data pasar terkini via Tokocrypto, harga BTC berada di level $108.115,80 per BTC, turun 1,69% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar $2,156 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam menyentuh $39,70 miliar.

Penurunan ini juga menambah tekanan mingguan, di mana BTC mencatat koreksi 5,99% dalam tujuh hari terakhir.

Secara bulanan, Bitcoin masih berada di jalur negatif dengan penurunan 11,48% selama 30 hari terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis ke $109.956

Pergerakan Harga Harian & Level Penting

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga:

  • Tertinggi: $111.167,31
  • Terendah: $108.010,20

Level ini menunjukkan volatilitas moderat, namun tren dominan tetap mengarah ke bawah.

Meski demikian, BTC masih jauh dari titik terendah jangka panjang dan berada dalam fase konsolidasi setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Kondisi Pasar & Sentimen Investor

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pergerakan harga hari ini menandakan tekanan berlanjut di pasar kripto.

Dengan dominasi Bitcoin yang tetap tinggi dan pasokan beredar mencapai 19,94 juta BTC (94,97% dari total pasokan maksimum 21 juta), reli lanjutan memerlukan dorongan baru dari sisi likuiditas dan sentimen.

Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi penurunan BTC:

  • Investor mengambil posisi wait-and-see di tengah ketidakpastian makroekonomi global.
  • Pasar sedang mencerna data ekonomi dan kebijakan bank sentral, terutama terkait arah suku bunga.
  • Rotasi kapital yang cenderung mengalir ke aset lain, termasuk altcoin skala besar.

Meskipun volume perdagangan tercatat $40,48 miliar per 24 jam, dominasi tekanan jual tetap terlihat dengan penurunan harga dalam jangka pendek.

Analisis Teknis Bitcoin: Arah Selanjutnya?

Dari sudut pandang teknikal, tren jangka pendek menunjukkan bias bearish.

Penurunan ke area $108.000 menjadi level krusial untuk diperhatikan. Jika tekanan berlanjut, kemungkinan BTC akan menguji support penting berikut:

Support Terdekat

  • $107.500
  • $105.200
  • $100.000 (support psikologis utama)

Resistance Terdekat

  • $111.500
  • $115.000
  • $120.000 sebagai resistance kuat menuju ATH

Untuk saat ini, indikator momentum cenderung netral-ke-bearish, meskipun potensi rebound teknikal tetap terbuka jika support mampu bertahan.

Prospek BTC: Jangka Pendek vs Jangka Panjang

  • Jangka Pendek: Konsolidasi dengan potensi koreksi lanjut jika sentimen belum membaik. Pelaku pasar perlu mencermati level $108.000 sebagai pivot utama.
  • Jangka Menengah: Pasar masih mengantisipasi katalis potensial, termasuk perkembangan ETF, adopsi institusional, dan faktor makro.
  • Jangka Panjang: Fundamental Bitcoin tetap kuat dengan pasokan terbatas dan penerimaan global yang terus bertumbuh. Koreksi saat ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi oleh investor jangka panjang.

Baca Juga: Tren Bitcoin 3-7 November 2025: Blackrock Beli Besar Sekali

Dari analisa harga BTC hari ini, diketahui bahwa Bitcoin mengalami fase penyesuaian harga yang wajar setelah reli besar beberapa bulan terakhir.

Penurunan hari ini mengonfirmasi bahwa pasar masih dalam periode konsolidasi, namun struktur bull market jangka panjang belum berubah.

Bagi investor, disiplin pada strategi, manajemen risiko, serta pengamatan level teknikal utama menjadi kunci. BTC tetap memegang posisi sebagai aset digital terbesar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis ke $109.956

Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Sabtu (1 November 2025), tercatat di level $109.956,53 per BTC/USD, naik 0,14% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,192,89 miliar USD, menjadikannya aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia.

Volume perdagangan harian tercatat $24,49 miliar USD, menandakan aktivitas pasar yang masih solid meskipun volatilitas cenderung menurun dibandingkan pekan sebelumnya.

Saat ini terdapat 19,94 juta BTC yang beredar, atau sekitar 94,97% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $110.000, Sinyal Rebound?

Pergerakan Harga BTC: Kuat di Jangka Pendek, Tapi Melemah Secara Bulanan

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga $109.434 – $110.574, menunjukkan volatilitas rendah dan kecenderungan konsolidasi di area $110 ribu.

Secara historis, data menunjukkan tren campuran:

  • 1 jam terakhir: turun tipis -0,09%
  • 24 jam terakhir: naik +0,14%
  • 7 hari terakhir: turun -1,53%
  • 30 hari terakhir: melemah signifikan -8,57%
  • 90 hari terakhir: turun -4,10%

Kinerja negatif dalam satu bulan terakhir menunjukkan tekanan jual masih kuat, terutama setelah BTC gagal mempertahankan momentum bullish pasca penurunan dari rekor tertinggi $126.198,07 yang tercapai awal tahun ini.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Beberapa faktor utama mempengaruhi harga Bitcoin saat ini:

  1. Aksi Ambil Untung di Level $110 Ribu
    Banyak investor jangka pendek memilih mengamankan keuntungan setelah BTC gagal menembus resistance kuat di kisaran $111.000–$113.000. Aksi ambil untung ini menjadi penyebab stagnasi harga dalam beberapa hari terakhir.
  2. Kebijakan Moneter Global
    Sentimen pasar kripto juga masih dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga bank sentral global. Ekspektasi pelonggaran moneter di AS pada kuartal mendatang bisa menjadi katalis baru bagi Bitcoin jika dolar melemah.
  3. Dominasi Kapitalisasi Pasar
    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto global dengan kapitalisasi $2,19 triliun, setara sekitar 50% dari total nilai pasar aset digital dunia. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun volatil, BTC tetap menjadi acuan utama bagi pergerakan aset kripto lainnya.

Analisa Teknis: BTC di Fase Konsolidasi

Secara teknikal, Bitcoin tampak memasuki fase konsolidasi jangka pendek setelah gagal mempertahankan momentum bullish di atas $110.500.

  • Support utama: $108.500 dan $106.000
  • Resistance terdekat: $111.200 dan $113.500
  • Indikator RSI: berada di kisaran netral (sekitar 51), menunjukkan belum ada sinyal overbought maupun oversold
  • Volume perdagangan: relatif stabil, menandakan pasar menunggu arah baru

Apabila BTC mampu menembus di atas $111.000 dengan volume tinggi, peluang menuju target psikologis $115.000–$118.000 kembali terbuka.

Namun, penurunan di bawah $108.000 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju $104.000.

Pandangan Pasar dan Prospek ke Depan

Dalam jangka menengah, prospek Bitcoin masih didukung oleh:

  • Keterbatasan suplai (hanya 21 juta BTC)
  • Adopsi institusional yang terus meningkat
  • Kesiapan menjelang Bitcoin Halving 2026, yang diprediksi menjadi katalis bullish jangka panjang

Namun, dalam jangka pendek, sentimen pasar masih berhati-hati, terutama setelah koreksi harga tajam dalam sebulan terakhir dan minimnya katalis positif baru di pasar kripto global.

Baca Juga: Thopen Rencanakan Mining Bitcoin Monetisasi Surplus Energi Terbarukan

BTC Masih Bertahan, Tapi Belum Keluar dari Tekanan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan stabilitas di atas $109 ribu, menandakan minat beli yang masih cukup kuat. Namun, tekanan koreksi jangka menengah tetap membayangi.

Investor disarankan untuk memantau pergerakan di area $108–$111 ribu, karena penembusan salah satu level tersebut akan menentukan arah tren selanjutnya, apakah Bitcoin akan kembali ke jalur bullish menuju $120 ribu, atau melanjutkan fase konsolidasi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Dalam dunia kripto, setiap transaksi selalu melibatkan trading pair atau pasangan perdagangan.

Di Tokocrypto sendiri, trader bisa memilih antara pasangan berbasis IDR maupun USD, misalnya BTC/IDR dan BTC/USDT, atau trading pair lainnya.

Tapi tahu gak, kalau pasangan trading ini bukan hanya soal mata uang dasar yang digunakan, tetapi juga berpengaruh langsung pada struktur biaya transaksi lho!

Kira-kira mana sih yang lebih cocok buat kamu? Trading dengan pair IDR atau trading dengan pair USD? Sebelum menjawab, simak dulu yuk penjelasannya!

Apa Itu Trading Pair?

Dalam dunia kripto, istilah pair atau pasangan perdagangan berarti dua aset yang bisa saling ditukar. 

Pada dasarnya, trading adalah aktivitas jual-beli, dan untuk melakukan aktivitas ini kamu perlu menukar satu aset tersebut dengan mata uang atau aset lainnya. 

Jika kamu membuka aplikasi Tokocrypto maka kamu akan melihat pasangan seperti BTC/IDR atau BTC/USDT. Artinya kamu bisa menukar Bitcoin dengan Rupiah (IDR) atau dengan stablecoin Tether (USDT), yang nilainya setara dengan dolar Amerika Serikat.

Pair yang akan kamu pilih ini bisa menentukan bagaimana kamu membeli, menjual, dan akses likuiditas.

Baca juga: Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini

Trading dengan Pair IDR di Tokocrypto

Harga Bitcoin dalam trading pair IDR (1/11).

Pair IDR menjadi pilihan favorit banyak trader, terutama bagi yang baru memulai. Soalnya dengan menggunakan trading pair IDR, transaksi dilakukan langsung dengan Rupiah, tanpa perlu repot menukar ke stablecoin dulu.

Kelebihan Pair IDR

  • Langsung dari Rupiah: Kamu bisa deposit untuk trading dan withdraw dalam bentuk rupiah tanpa konversi.
  • Lebih sederhana untuk pemula: Tidak perlu pusing memantau kurs dolar atau harga stablecoin.
  • Mudah hitung profit. Semua keuntungan langsung terlihat dalam Rupiah.

Kekurangan Pair IDR

  • Likuiditas bisa lebih rendah: Karena IDR adalah setara dengan mata uang Rupiah, maka likuiditas tidak akan sebesar USDT atau USDC.
  • Terpengaruh kurs Rupiah: Jika kamu trading dan menyimpan saldo dalam bentuk IDR, ketika harga dolar menguat maka kamu bisa kehilangan kesempatan tersebut.

Trading dengan Pair USD di Tokocrypto

Harga Bitcoin dalam trading pair USD (1/11).

Di Tokocrypto ada banyak pair USD yang bisa kamu gunakan, seperti: USDT dan USDC. Pair ini sangatlah populer karena lebih stabil dan banyak juga digunakan di bursa global.

Kelebihan Pair USD

  • Likuiditas tinggi: Cocok untuk trader yang butuh eksekusi cepat.
  • Gap harga lebih kecil: Harga jual dan beli cenderung lebih rapat.
  • Harga lebih stabil: Kamu bisa membandingkan harga dengan exchange global lain dengan lebih mudah.

Kekurangan Pair USD

  • Harus konversi dulu dari Rupiah: Ada langkah tambahan untuk mulai trading.
  • Dipengaruhi kurs USD/IDR: Nilai aset kamu bisa berubah kalau kurs dolar berfluktuasi.
  • Sedikit lebih kompleks bagi pemula: Butuh pemahaman tentang stablecoin dan nilai tukar.

Baca juga: Keuntungan Program Referral Tokocrypto untuk Pemula: Komisi 20% hingga Bonus Jutaan Rupiah!

Fee Trading IDR vs USD di Tokocrypto

Kamu bisa mendapatkan biaya transaksi lebih rendah di Tokocrypto jika menggunakan pair IDR lho! Lebih lengkap simak tabel biaya transaksi berikut:

Tabel trading fee di Tokocrypto untuk pair IDR dan USD dalam bentuk aset kripto (1/11/2025).

Untuk perdagangan menggunakan Rupiah (IDR), biaya beli relatif lebih rendah dibandingkan dengan pair USD (seperti pair USDT dan USDC). Jika kamu melakukan pembelian aset kripto dengan IDR, maka biaya taker yang dikenakan adalah 0,20%, sedangkan biaya maker sebesar 0,10%. Selain itu, terdapat CFX Fee sebesar 0,0222%, tapi bebas dari pajak (PPN) yang dibebankan pada transaksi pembelian.

Artinya, total biaya transaksi untuk pembelian menggunakan IDR menjadi 0,2222% bagi taker dan 0,1222% bagi maker. Struktur biaya ini menjadikan transaksi beli dengan Rupiah lebih murah, terutama bagi trader pemula yang ingin melakukan investasi jangka panjang.

Sementara itu, untuk penjualan aset kripto menggunakan IDR, biaya dasarnya tetap sama, namun ada tambahan pajak PPh final sebesar 0,21%. Sehingga, total biaya jual menjadi 0,4322% untuk taker dan 0,3322% untuk maker. Biaya jual memang sedikit lebih tinggi karena adanya pajak keuntungan dari transaksi penjualan aset kripto.

Sedangkan untuk perdagangan menggunakan pair USD, struktur biayanya sedikit berbeda. Baik transaksi beli maupun jual, biaya maker dan taker tetap sama, yaitu 0,15%, ditambah pajak PPh final 0,21% dan CFX Fee 0,0444%. Dengan demikian, total biaya transaksi untuk beli atau jual menjadi 0,4044%, baik bagi taker maupun maker.

Perbedaan cara menghitung biaya trading pair IDR dan USD ini memang berbeda, dan membuat biaya trading dengan pair USD sedikit lebih tinggi dibandingkan pair IDR.

Jika trading pair IDR memberikan keuntungan biaya beli yang lebih rendah dan bebas pajak PPh, maka menggunakan pair USD memberikan biaya transaksi beli dan jual yang lebih konsisten walaupun tidak lebih murah dibanding membeli dengan pair IDR.

Pair Mana yang Cocok Buat Kamu?

Jawabannya tentu kembali pada diri kamu sendiri. Jika kamu ingin yang lebih praktis dan mudah, maka kamu bisa pilih pair IDR.

Terlebih lagi ada fitur beli/jual instan untuk mendapatkan trading fee gratis.

Pair IDR juga cocok untuk kamu yang ingin investasi dalam jangka panjang tanpa menjual dalam waktu dekat, karena kamu bisa terbebas dari biaya pajak PPh sehingga mendapatkan biaya beli yang lebih murah.

Atau untuk kamu yang aktif trading menggunakan koin kripto besar seperti BTC, ETH atau koin besar lainnya, kamu juga bisa coba menggunakan pair IDR karena biaya beli dan jual yang bisa lebih murah dibanding dengan pair USD. 

Tapi jika kamu adalah seorang trader aktif yang menggunakan selalu mencari koin baru yang potensial maka pair USD bisa jadi pilihan. Sebab ketersediaan pair IDR, dan likuiditas koin skala kecil dalam pair IDR ada kalanya tidak sebesar pair USD.

Untuk informasi resmi terbaru mengenai biaya trading di Tokocrypto, kamu bisa kunjungi halaman berikut: Informasi Biaya Transaksi di Tokocrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com