Tag Archives: bitcoin

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $110.000, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan meski pasar kripto masih bergerak hati-hati.

Pada perdagangan hari ini, Tokocrypto mencatat harga BTC berada di level $110,092.79, atau naik 0.88% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual perlahan mereda dan peluang rebound semakin terbuka.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,195 triliun, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia, mempertahankan dominasinya di pasar.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $53.72 miliar, menandakan minat transaksi yang tetap kuat di tengah fluktuasi harga global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Performa Harga Bitcoin

Secara mingguan, Bitcoin masih sedikit tertekan dengan penurunan -0.88%, namun volatilitas mulai menurun dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Berikut rangkuman perubahan harga BTC:

Periode Perubahan Persentase
24 jam +$942.38 +0.86%
7 hari -0.88%
30 hari -$8,705.78 -7.33%
60 hari -$246.20 -0.22%
90 hari -$3,549.32 -3.12%

Meski harga masih berada di bawah puncak historis $126,198.07, tren jangka panjang Bitcoin tetap bullish dengan dukungan sentimen institusi dan fundamental yang terus menguat.

Level Penting Harga BTC

Rentang harga 24 jam:

  • Tertinggi: $111,031.82
  • Terendah: $108,596.10

Saat ini, BTC bergerak dekat area resistance $111,000. Jika menembus level tersebut secara konsisten, potensi pengujian ulang ke $115,000 – $120,000 semakin besar.

Support penting berada di kisaran $108,000 – $105,000, yang menjadi fondasi penting untuk mempertahankan momentum bullish.

Faktor Penggerak Pasar Bitcoin

Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan Bitcoin hari ini antara lain:

Minat Institusi Tetap Tinggi

ETF Bitcoin spot yang terus mencatat aliran masuk menjadi fondasi kuat bagi pasar, memberikan dukungan likuiditas jangka panjang.

Ketidakpastian Makro Mereda

Spekulasi penurunan suku bunga The Fed pada kuartal mendatang mulai mendorong selera risiko pelaku pasar.

Sentimen Jangka Panjang Positif

Jumlah BTC yang beredar mendekati batas maksimal, dengan sirkulasi 19.94 juta BTC dari total 21 juta, menunjukkan kelangkaan yang semakin meningkat – mendukung narasi “digital gold”.

Prospek Harga Bitcoin

Dengan dominasi pasar 94.97% dari total suplai dan kapitalisasi pasar terdilusi sepenuhnya $2.31T, Bitcoin tetap menjadi aset pilihan utama investor kripto global.

Proyeksi jangka pendek:

  • Bullish Scenario: Breakout $111,000 membuka peluang menuju $115,000–$120,000.
  • Bearish Scenario: Gagal bertahan di $108,000 bisa memicu koreksi ke $105,000.

Secara teknikal dan fundamental, potensi penguatan lanjutan terbuka lebar selama sentimen makro tidak berubah signifikan dan tekanan jual berkurang.

Baca Juga: Thopen Rencanakan Mining Bitcoin Monetisasi Surplus Energi Terbarukan

Bitcoin hari ini menunjukkan kekuatan dengan kenaikan 0.88%, menandakan stabilisasi setelah koreksi tajam bulan lalu.

Dengan dukungan institusi, likuiditas tinggi, dan semakin mendekati suplai maksimal, prospek jangka panjang BTC tetap positif.

Investor disarankan untuk memantau level support $108,000 dan resistance $111,000 sebagai indikator pergerakan harga berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 3-7 November 2025: Blackrock Beli Besar Sekali

Prediksi kita minggu ini akurat sekali, Semakin lama seharusnya kita mampu mengerti bagaimana Bitcoin bekerja didapurnya, saya bangga sekali menjadi bagian dan penulis utama buku harian menemani Bitcoin menjadi kelas aset. Saya tidak mengurus tentang panggung percaturan politik dunia, Saya hanya memahami jalannya Bitcoin menjadi aset inflation hedge.

Secara data: 

1. Durable Good Order tidak dirilis. Pada dasarnya ini memang membiaskan pembacaan pandangan ekonomi namun demikian, semakin lama Pemerintah AS Shutdown semakin kentara jika liquidity sangat dan hanya akan menjadi tambah kering dimakan bunga. Produktifitas akan turun, dan kebangkrutan AS akan semakin menyebar. Sehingga Durable Good Order yang tidak dirilis artinya angkanya buruk sekali. 

2. House Price Index naik

3. Conference Board (CB) Consumer Confidence turun ✅

4. New Home Sales Pending ☹️

5. M2 Supply naik ✅

6. Pending Home Sales turun ✅

7. FOMC potong 25 bps ✅

8. Suku Bunga Bank Sentral Jepang hold ✅

9. GDP Amerika Serikat 

10. PCE

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin 3 November 2025

9.45 WITA – Caixin Manufacturing PMI Tiongkok

Caixin Manufacturing PMI Tiongkok adalah survey yang dilakukan pada pabrik-pabrik untuk mengetahui seberapa banyak belanja industri di daerah itu. Kalau Manufacturing PMI itu menghitung diseluruh negeri, kalau Caixin menghitung Pabrik yang dominan ekspor. Jika Caixin Manufacturing PMI naik, artinya ada pasar baru yang dimakan dari pasar negara lain, dalam hal ini kita fokuskan porsi pangsa pasar AS.

Teorinya sama, jika Tiongkok maju maka AS mundur, karena pasarnya diambil oleh Tiongkok, maka itu jika Caixin Manufacturing naik, Penggunaan Yuan akan naik memangsa porsi penggunaan dollar sehingga liquidity dollar turun berpindah ke Yuan.

Apa yang melemahkan Dollar akan membuat Bitcoin naik, karena makanannya Bitcoin adalah Dollar. Angka netral Caixin Manufacturing PMI adalah 50, diatas 50 bagus, dibawah 50 artinya terkontraksi. Prediksi saya tetap naik diatas 51. Alasannya Laporan Profit Industri di Tiongkok juga Expornya ke ASEAN meningkat. 

22.45 WITA – S&P Global Manufacturing AS

Secara Militer, didunia ini pemimpinnya adalah AS dan Rusia, Secara Ekonomi didunia pemimpinnya ada dua yaitu Tiongkok dan AS. Teorinya sama jika Tiongkok maju maka AS mundur, jika Caixin Manufacturing PMI Tiongkok naik, maka harus S&P Global Manufacturing PMI AS turun.

Jika ada keadaan Manufacturing PMI AS naik, maka harus dilihat pengaruhnya ke DXY. Jika DXY naik maka berarti data Tiongkok tidak menaikkan Yuan. Duit itu jujur dan menjadi cermin dari pemegangnya. Manipulasi pasar yang diiringi turunnya mata uang artinya liquidity-ya turun. Saya Prediksi Manufacturing PMI AS turun. Alasannya karena shutdown mengurangi belanja Pemerintah. 

23.00 WITA – ISM Manufacturing PMI AS

S&P Global Manufacturing PMI adalah Survey pada perusahaan yang terdaftar di Standard and Poor 500 pada bursa Saham, sedangkan ISM adalah keseluruhan perusahaan-perusahaan dalam negeri. Dari S&P 500 Manufacturing PMI dapat menggambarkan keadaan perusahaan yang paling basah market capnya, sehingga mampu menggambarkan keadaan pabrik seluruh negeri.

Anyway kita tetap menganalisa dua-duanya dengan pendekatan yang sama, jika Pabrik di Tiongkok rame, maka Pabrik di AS sepi. Prediksi saya karena Pemerintah AS sedang shutdown maka saya pikir normal untuk pabrik turun karena pemerintah tidak belanja. 

Jadi menurut saya kira-kira candle Bitcoin hari Senin akan hijau. Dan Minggunya juga akan curi start. 

Selasa, 4 November 2025

20.30 WITA – Jumlah Lowongan (JOLTS)

Jolts adalah jumlah lowongan serta pergantian karyawan, jika Jolts naik maka DXY naik, jika Jolts turun maka DXY turun. Secara logika seharusnya Jolts turun karena PHK dimana-mana akibat pemerintah shutdown dan AI mengambil banyak pekerjaan. Tetapi rahasianya disini.

Ini kan bulan November 2025, seharusnya laporannya untuk bulan Oktober, tetapi perhatikan, laporan datanya itu masih bulan September yaitu sebelum shutdown, jadi menurut saya Jolts masih akan naik, dan Bitcoin koreksi tipis di hari Selasa: 

Jika sampai Jolts ternyata turun, ya sudah sih Trada udah cerdas, ngga usah diajarin. 

Rabu, 5 November 2025

21.15 WITA – Jumlah Karyawan Swasta (ADP)

Beda dengan Jolts, ADP yaitu jumlah karyawan Swasta akan dilaporkan actual untuk bulan Oktober 2025. Saya ingin sekali mengatakan bahwa ADP akan jatuh tetapi angkanya itu sudah -32K. Dan ini adalah laporan utuh tentang Pegawai Swasta bukan Pegawai Negeri, Sehingga menurut saya ditengah Trump yang koar-koar investasi luar negeri dari hasil lawatannya menghasilkan banyak pekerjaan.

Menurut saya ADP akan naik diatas -32K, tetapi tetap buruk dimata pasar untuk menyesuaikan narasi potong suku bunga karena ADP adalah ancaman pada mandat Fed tentang menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Sehingga saya prediksi Bitcoin naik disini. 
Berikut bocorannya: ADP akan naik tipis

Jadi saya prediksi ADP naik tapi hina dan Bitcoin naik karena Blackrock Belanja Gede:

Kamis, 6 November 2025

– Tak ada data

Tak ada data ya tak ada yang dianalisa, tapi saya tetep optimis Bitcoin naik dihari tak ada data, karena Belanja Blackrock disini akan besar sekali. 

Saya akan menambahkan analisa, investor untuk investasi dalam negeri itu tidak instant, setelah dapat, efeknya itu masih perlu beberapa tahun, contohnya investasi pembangunan pabrik mobil, membutuhkan waktu 5 tahun hingga produksi mobil pertama, Trump mengatakan bahwa boleh jadi di akhir periode kepemimpinannya yaitu 2028, Investasi itu sudah capai 21.2 Trillion dollar. Saat itu terjadi, saya yakin Fed sudah siap dan mungkin sudah menaikkan suku bunga, sehingga boleh jadi bear market sudah datang bahkan sudah jalan:

Prediksi Hari Kamis koreksi, karena claim data tak kunjung rilis dan Karena Belanjanya Blackrock dini hari, efeknya baru esoknya lagi. 

Jum’at, 7 November 2025

22.00 WITA – Unmich

Minggu lalu saya tekankan bahwa Unmich akan sangat pandai menggambarkan inflasi setahun kedepan dan prediksi turun di 4,6%. Menurut saya dengan Pemerintah AS yang shutdown, saya pikir Unmich juga akan memprediksi bahwa inflasi AS akan turun lagi. Sehingga DXY menguat disini dan Bitcoin koreksi. Setiap hari Jumat selalu ada wick dikarenakan esoknya adalah weekend, Kira-kira begini Candle hari Jumat:

Minggu 9.30 WITA – CPI Tiongkok

Hari Minggu pun Tiongkok Mengeluarkan data, duh. Minggu depan ajah bahas.

Terimakasih sudah membaca. Saya ingatkan sekali lagi, bahwa analisa saya selalu salah sehingga menyandarkan nasib pada saya akan dipastikan rungkad, analisa saya bukan untuk nasehat jual beli namun hanya memperkaya pendapat pasar yang sudah banyak. Tetaplah menganalisa sendiri dan jangan salahkan influencer. Yang mencet tombol jual beli adalah kita sendiri dan ini semua bukanlah nasehat keuangan. 

Udah gede Woy


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Thopen Rencanakan Mining Bitcoin Monetisasi Surplus Energi Terbarukan

Transformasi energi global semakin terhubung dengan dunia aset digital. Terbaru, Thopen, perusahaan produsen tenaga surya di Brasil, sedang mengevaluasi peluang masuk ke industri penambangan Bitcoin (BTC) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi surplus energi dari sektor energi terbarukan yang tengah berkembang pesat di negara tersebut.

CEO Thopen dan juga CEO perusahaan induknya, Pontal Energy, Gustavo Ribeiro, mengungkapkan dalam wawancara dengan BN Americas bahwa perusahaan melihat peluang strategis di sektor kripto.

“Kami sedang mempertimbangkan ekspansi ke penambangan Bitcoin,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Jumat (31/10).

Ia menyoroti bagaimana operasi tersebut dapat memanfaatkan energi berlebih yang saat ini belum terserap sepenuhnya oleh jaringan listrik nasional.

Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

Mengatasi Tantangan Kelebihan Suplai Energi

Brasil kini berada pada fase pertumbuhan pesat energi hijau, terutama dari tenaga surya dan angin. Namun perkembangan ini menghadirkan tantangan baru: kelebihan energi yang tak terserap.

Banyak produsen listrik mengalami pembatasan distribusi energi ke grid akibat kapasitas jaringan yang terbatas.

Ribeiro menilai penambangan Bitcoin sebagai solusi yang tepat, efektif, dan menguntungkan.

Dengan menempatkan pusat data dan rig penambangan di dekat sumber energi, Thopen dapat menyerap surplus listrik, energi yang jika tidak akan terbuang, dan mengubahnya menjadi aset digital bernilai tinggi.

“Konversi energi menjadi modal melalui penambangan Bitcoin menjadi strategi yang sangat menarik bagi sektor energi terbarukan,” tambah Ribeiro.

Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.

Tren Global: Energi ke Kripto Semakin Menguat

Langkah Thopen bukanlah fenomena tunggal. Tren “Energy to Crypto” atau konversi energi menjadi aset digital kini berkembang di berbagai negara.

Di Inggris, Union Jack Oil menginisiasi proyek “oil-to-crypto” dengan memanfaatkan gas alam untuk menyalakan fasilitas penambangan Bitcoin.

Sementara itu, Kanada melalui AgriFORCE Growing Systems menggunakan gas terdampar untuk menjalankan 120 rig penambangan BTC dengan rencana ekspansi lanjutan.

Inisiatif ini menunjukkan transformasi struktural: produsen energi mulai melihat Bitcoin sebagai mekanisme penyimpanan nilai energi, setara atau bahkan lebih efisien dibanding opsi ekspor atau distribusi konvensional.

Dukungan Kebijakan dan Dinamika Energi

Brasil juga merencanakan langkah strategis jangka panjang. Pemerintah setempat akan membuka dua tender energi baru pada 2026 untuk pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik termal berbahan bakar fosil

Tujuannya adalah menyeimbangkan dan menstabilkan pasokan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada sumber intermiten seperti matahari dan angin.

Dalam konteks ini, penambangan Bitcoin dianggap sebagai buffer ekonomi dan teknis bagi fluktuasi pembangkitan energi.

Di level global, perhatian juga meningkat. Menteri Energi AS baru-baru ini mengusulkan akses grid yang lebih cepat untuk operasi AI dan penambangan kripto, menandai pengakuan resmi atas peran strategis konsumsi daya fleksibel.

Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

Bagi Thopen, penerapan penambangan Bitcoin memberikan dua manfaat utama:

  1. Mengurangi pemborosan energi terbarukan
  2. Menghasilkan pendapatan baru tanpa menambah jejak karbon

Operasi penambangan yang fleksibel memungkinkan mesin menyala saat produksi energi berlebih dan berhenti ketika kebutuhan grid meningkat. Ini mendukung stabilitas jaringan dan profitabilitas energi terbarukan.

Menuju Era Baru: Energi Terbarukan + Blockchain

Potensi langkah Thopen juga mencerminkan dinamika industri penambangan global pasca halving Bitcoin.

Kapasitas produksi energi terbarukan kini menjadi keunggulan kompetitif baru bagi perusahaan penambang.

Ribeiro menegaskan bahwa perusahaan masih dalam tahap evaluasi teknis dan finansial sebelum mengambil keputusan akhir. Namun, jika terealisasi, Thopen berpotensi menjadi pelopor adopsi blockchain dan Bitcoin mining di sektor energi terbarukan Amerika Latin.

Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Strategi Thopen mencerminkan tren global di mana teknologi blockchain dan energi bersih mulai saling melengkapi, menjadikan Bitcoin bukan hanya aset digital, tetapi juga alat monetisasi energi dan solusi manajemen daya modern.

Seiring dunia bergerak menuju net-zero emission, model “energi ke kripto” berpotensi menjadi bagian penting ekosistem energi masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat $110K, Sentimen Mulai Membaik

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat naik 1,37% dalam 24 jam terakhir, hingga menembus level $110.046,36 per BTC.

Peningkatan ini disertai dengan volume perdagangan harian sekitar $69,07 miliar, menandakan minat beli yang mulai pulih setelah periode konsolidasi di bawah $108 ribu.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,19 triliun, Bitcoin masih mendominasi lebih dari 50% total nilai pasar kripto global.

Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

Kinerja Mingguan & Bulanan: Tekanan Masih Terasa

Meskipun naik harian, performa jangka pendek Bitcoin masih menunjukkan volatilitas tinggi:

Periode Perubahan Harga Persentase
1 Hari +$ 1.486,13 +1,37%
7 Hari −$ 1.051,00 −0,95%
30 Hari −$ 4.275,46 −3,74%
60 Hari +$ 2.673,73 +2,49%
90 Hari −$ 3.939,59 −3,46%

Dalam sebulan terakhir, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 3,7%, menunjukkan fase konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $126.198,07 beberapa bulan lalu.

Fluktuasi ini banyak dipengaruhi oleh arus keluar dari ETF spot, kekhawatiran suku bunga tinggi, dan aksi ambil untung investor institusional.

Analisa Teknikal: Area Support dan Resistance Kritis

Secara teknikal, BTC masih berada di fase sideways dengan kecenderungan bullish jangka pendek.

  • Support utama: $106.300 – level terendah 24 jam yang juga berdekatan dengan EMA 50 hari.
  • Resistance utama: $111.600 – level tertinggi 24 jam, yang menjadi kunci untuk menguji potensi reli berikutnya menuju $115.000.
  • Indikator RSI (14-hari): mendekati 54 — menunjukkan momentum netral ke positif.
  • MACD: mulai membentuk crossover positif, menandakan potensi lanjutan penguatan jika volume beli bertahan.

Jika Bitcoin mampu menembus resistance $111.600, peluang menuju $115.000–118.000 terbuka lebar.

Namun, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu koreksi ke kisaran $107.000–106.000 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Fundamental: Dominasi & Sentimen Pasar

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat 1 di pasar dan tingkat sirkulasi 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Saat ini, sekitar 19,94 juta BTC sudah beredar di pasar.

Kenaikan harga hari ini dipicu oleh beberapa faktor:

  1. Peningkatan permintaan institusional melalui ETF spot di AS dan Eropa.
  2. Stabilisasi dolar AS, yang memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk menguat.
  3. Optimisme investor jelang keputusan The Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga di kuartal IV 2025.

Namun demikian, investor tetap berhati-hati karena volatilitas tinggi dan potensi aksi ambil untung menjelang akhir tahun.

Prospek ke Depan: Konsolidasi Sehat Sebelum Reli Baru?

Dengan posisi saat ini di atas $110.000, Bitcoin berada di fase krusial. Jika mampu bertahan di atas EMA 50 hari dan volume beli meningkat, peluang reli menuju $120.000 masih sangat terbuka.

Di sisi lain, tekanan makro seperti inflasi global dan keputusan suku bunga The Fed dapat menahan laju kenaikan.

Analis memperkirakan bahwa selama Bitcoin tidak menembus di bawah $106.000, tren jangka menengah tetap positif. Momentum bullish kemungkinan akan menguat kembali menjelang awal 2026, terutama jika ada konfirmasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3,18% ke $115.000

Pergerakan Bitcoin hari ini menggambarkan fase recovery setelah koreksi singkat. Dengan kapitalisasi pasar yang solid dan fundamental yang tetap kuat, BTC masih menjadi pilihan utama investor kripto global.

Selama harga bertahan di atas area psikologis $100.000, tren jangka panjang Bitcoin tetap cenderung naik — meski jalan menuju rekor tertinggi baru kemungkinan akan disertai fluktuasi yang tajam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.

QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.

Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.

Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?

QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar. 

Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.

Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.

Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.

Baca juga: Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember

Statement resmi FOMC dari laman The FED.

Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.

Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi  pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.

Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.

Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.

Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto

Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.

Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar -42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.

Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows

Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.

Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

Siklus halving dan taking profit Bitcoin.

Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.

Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.

Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.

Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto. 

Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.

Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH

Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.

Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.

Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa  respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.

Melihat peluang dan tertarik untuk melakukan investasi kripto di tengah QT yang akan segera berakhir? Download Tokocrypto untuk jelajahi ratusan aset kripto langsung dari IDR dengan biaya trading lebih murah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025

Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025

Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi 1,19%, Konsolidasi Sebelum Naik

Setelah sempat menembus level tertinggi harian di $116.078,99, harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat melemah 1,19% menjadi $112.601,02 per BTC.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (29/10), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,245 triliun, menjadikannya aset kripto nomor satu dunia dengan dominasi pasar terbesar.

Meskipun terjadi penurunan harga harian, performa Bitcoin dalam sepekan terakhir masih positif (+3,9%), menandakan adanya minat beli yang stabil dari investor ritel maupun institusional.

Namun, koreksi tipis ini menjadi perhatian karena muncul di tengah volatilitas tinggi pasar dan kenaikan tajam yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Berikut analisa harga BTC hari ini.

Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Data Pasar: Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Bitcoin mencapai $65,93 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap solid meski harga melemah.

Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,94 juta BTC, atau sekitar 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Artinya, suplai Bitcoin semakin langka, faktor fundamental yang menjadi alasan banyak analis memandang koreksi saat ini sebagai bagian dari siklus sehat dalam tren naik jangka panjang.

Harga terendah harian tercatat di $112.111, sementara tertinggi mencapai $116.078,99. Dengan rentang pergerakan ini, volatilitas harian Bitcoin berada di kisaran 3,5%, cukup tinggi untuk ukuran aset berkapitalisasi besar.

Performa Jangka Pendek dan Menengah: Masih di Jalur Positif

Jika dilihat dari data historis:

  • Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin naik +0,79% atau sekitar $886,20.
  • Dalam 60 hari terakhir, BTC menguat +4,32%.
  • Namun dalam 90 hari terakhir, BTC sempat turun -4,91%, menunjukkan adanya fase konsolidasi setelah reli besar di kuartal sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pasar kripto global sedang berfluktuasi, Bitcoin masih mempertahankan tren bullish jangka menengah. Banyak analis menyebut level $110.000–$112.000 sebagai zona support penting, di mana tekanan beli biasanya meningkat.

Analisis Teknikal: Koreksi Sehat Sebelum Lanjutan Kenaikan

Secara teknikal, Bitcoin sedang melakukan pullback sehat setelah reli signifikan yang membawa harga mendekati rekor tertinggi tahunannya di $126.198,07.

Indikator RSI (Relative Strength Index) cenderung menurun dari area overbought, menandakan adanya fase pendinginan pasar.

Sementara itu, struktur harga masih berada di atas rata-rata pergerakan 30 hari (SMA-30), yang secara historis menjadi area pantulan bagi tren naik.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $111.500–$112.000, peluang rebound menuju area $116.500 hingga $118.000 masih terbuka lebar.

Namun, bila harga menembus di bawah support tersebut, potensi koreksi lebih dalam ke $108.000 bisa terjadi.

Faktor Fundamental: Likuiditas dan Sentimen Global

Kondisi pasar kripto saat ini juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global.

Sentimen investor terhadap aset berisiko sedang berfluktuasi akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga dan inflasi AS.

Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi “safe haven digital” bagi sebagian investor, terutama setelah meningkatnya eksposur institusional melalui ETF spot.

Selain itu, pasokan Bitcoin yang semakin mendekati batas maksimum (21 juta BTC) menjadi katalis jangka panjang yang memperkuat narasi kelangkaan (digital scarcity).

Dengan hanya tersisa kurang dari 6% pasokan untuk ditambang, faktor ekonomi deflasi Bitcoin diperkirakan akan semakin kuat menjelang halving berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi RIngan $114.040, Tren Masih Bullish

Fase Konsolidasi Sebelum Kenaikan Baru?

Koreksi 1,19% yang dialami Bitcoin hari ini tampaknya merupakan fase konsolidasi alami setelah kenaikan tajam di bulan sebelumnya.

Aktivitas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat beli yang kuat.

Selama BTC mampu bertahan di atas level psikologis $110.000, prospek jangka menengah tetap positif dengan target jangka pendek di area $116.000–$118.000.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga jatuh di bawah $111.000, investor perlu mewaspadai potensi penurunan ke zona $108.000.

Untuk saat ini, pasar tampak menunggu katalis baru — baik dari sisi makro ekonomi global maupun perkembangan ETF Bitcoin yang bisa menjadi pemicu pergerakan besar berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Top Layer 1 Tokens Hari Ini: SOL dan TRX Melesat, BTC Tembus $110K!

Pasar kripto kembali bergairah hari ini, terutama di sektor Layer 1 blockchain yang menunjukkan performa solid di tengah kenaikan harga Bitcoin.

Dilaporkan CoinMarketCap, sejumlah aset besar seperti Solana (SOL) dan TRON (TRX) mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan selama sepekan terakhir.

Bitcoin (BTC): Menembus $110.000, Pasar Kembali Optimistis

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Raja kripto Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar $110.222, naik 2,4% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya kini menembus $2,19 triliun, menandakan kembalinya optimisme investor setelah minggu sebelumnya bergerak datar. Volume perdagangan harian BTC juga melonjak ke $69,9 miliar, menunjukkan aktivitas besar dari pelaku institusional.

Ethereum (ETH): Kuat di Atas $3.800

Ethereum (ETH) juga menunjukkan tren positif dengan harga mencapai $3.899, tumbuh 2,53% dalam sehari. Meski kenaikannya tidak sebesar Bitcoin, ETH tetap mempertahankan posisi sebagai platform smart contract terbesar dengan kapitalisasi $470 miliar. Lonjakan aktivitas DApps dan staking membuat ETH tetap menjadi magnet bagi investor jangka panjang.

BNB: Stabil di Tengah Konsolidasi Pasar

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Token BNB milik Binance masih bertahan di level $1.111, hanya naik tipis 0,32% dalam 24 jam. Dengan kapitalisasi pasar $153 miliar, BNB mempertahankan posisi kuat di ekosistem exchange dan DeFi, meskipun volatilitasnya cenderung lebih rendah dibanding kompetitornya.

Solana (SOL): Bersinar di Tengah ETF Hype

Solana (SOL) menjadi bintang Layer 1 minggu ini dengan harga $192,63, naik 2,31% dalam sepekan. Kapitalisasi pasarnya kini $105,9 miliar. Antusiasme terhadap ETF Solana dan meningkatnya aktivitas DeFi serta NFT di jaringannya membuat SOL tetap menjadi salah satu aset paling menjanjikan di sektor Layer 1.

TRON (TRX): Naik 8% dalam Seminggu, Si “Kuda Hitam” Layer 1

Pergerakan harga Tron (TRX/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Tron (TRX/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Token TRON (TRX) tampil mengejutkan dengan kenaikan 8,23% dalam 7 hari ke level $0,2961. Dengan kapitalisasi $28 miliar, TRX menjadi salah satu performa terbaik minggu ini di antara Layer 1 top dunia. Volume perdagangan mencapai $1,25 miliar, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap jaringan yang dikenal efisien dan murah ini.

Kenaikan harga di sektor Layer 1 menunjukkan pasar mulai kembali risk-on, dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai penggerak utama, serta Solana dan TRON sebagai motor pertumbuhan alternatif. Jika tren ini berlanjut, pasar kripto bisa segera memasuki fase ekspansi baru menjelang akhir tahun.

Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari: Tertahan di $110.000, Sirkulasi Aktif

Harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $ 110.776, dengan kapitalisasi pasar sekitar $ 2,209 miliar dan volume perdagangan 24 jam sekitar $ 61,36 miliar.

Menariknya, jumlah sirkulasi mendekati 19,94 juta dari total maksimum 21 juta koin. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar Bitcoin sudah berada dalam sirkulasi aktif.

Dalam 24 jam terakhir, harga turun sekitar -1,57%, dan bila dibandingkan dengan 30 hari lalu, terjadi penurunan sekitar $ 3.638 atau -3,18%.

Namun dalam jangka 60 hari justru ada kenaikan +1,36%. Hal ini mencerminkan adanya fluktuasi yang cukup besar di pasar crypto.

Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

Tekanan Jual & Persaingan Level Kunci

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa Bitcoin kini berdagang di bawah level cost basis short-term investor.

Analis dari Glassnode mencatat bahwa level 113.600 merupakan rata-rata pembelian investor dalam 3 bulan terakhir, sehingga ketika harga berada di bawah level tersebut, tekanan jual dari investor yang ingin ‘breakeven’ akan meningkat.

Artinya, di sekitar $ 113.600 ada zona resistance yang cukup kuat. Bila Bitcoin gagal menembus dan bertahan di atasnya, potensi untuk koreksi atau konsolidasi cukup tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Level Teknis Pendukung & Risiko

Support utama bisa dilihat di sekitar $ 107.000, yang sebelumnya menjadi zona pembelian aktif ketika harga turun. Jika harga gagal mempertahankan level ini, maka kemungkinan tekanan jual bisa meningkat.

Resistance yang harus diwaspadai adalah $ 113.600 (cost basis 3 bulan) dan $ 115.600 (cost basis 1 bulan). Bila salah satu tertembus dengan volume kuat, maka target selanjutnya bisa mendekati $ 120.000.

Sentimen & Faktor Fundamental

  • Karena jumlah Bitcoin yang hampir mencapai sirkulasi maksimal, faktor kelangkaan (scarcity) menjadi salah satu pendorong bullish jangka panjang.
  • Namun di sisi lain, tingkat suku bunga dan kekuatan dolar AS masih menjadi penghambat bagi aset non-bunga seperti Bitcoin. Jika investor memilih obligasi atau instrumen fixed interest karena suku bunga tinggi, maka alokasi ke crypto bisa terbatas.
  • Volume perdagangan 24 jam yang besar (~$ 61 miliar) menunjukkan bahwa likuiditas masih kuat — namun likuiditas juga bisa berarti bahwa pergerakan bisa cepat (positif maupun negatif).

Outlook Singkat dan Strategi

Dalam jangka pendek (beberapa hari hingga minggu):

  • Bila Bitcoin berhasil bertahan di atas US$ 107.000 dan membuktikan bounce, maka peluang untuk mencoba penembusan ke US$ 113.600–115.600 terbuka.
  • Namun jika gagal, maka konsolidasi atau koreksi ke bawah US$ 107.000 dapat terjadi. Dalam kondisi market yang netral seperti ini, bisa jadi harga akan bergerak side‐ways sebelum muncul katalis baru.

Dalam jangka menengah (1-3 bulan):

  • Jika penembusan resistance terjadi dengan volume dan momentum kuat, maka target jangka menengah bisa mendekati $ 120.000 atau lebih.
  • Tanpa breakout, maka pasar bisa tetap berada dalam rentang antara $ 100.000-115.000, menunggu faktor eksternal seperti regulasi, institusional inflow, atau adopsi besar.
  • Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Harga Bitcoin saat ini menunjukkan fase transisi: berada di bawah zona cost basis jangka pendek investor, dengan resistance signifikan di $ 113.600 dan support di $ 107.000. Untuk investor atau trader publikasi media, penting untuk menggarisbawahi bahwa:

  • Potensi upside tetap ada, namun tidak tanpa hambatan.
  • Risiko koreksi atau konsolidasi cukup realistis, terutama jika tidak ada katalis besar.
  • Memantau kondisi global—termasuk kebijakan suku bunga, regulasi crypto, dan arus institusional—akan sangat menentukan arah bergeraknya Bitcoin ke depan.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Isyarat The Fed Bikin Pasar Kripto Bergejolak, Apa Yang Terjadi?

Pasar kripto melemah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa pemangkasan suku bunga 25 basis poin di Oktober mungkin menjadi yang terakhir di tahun 2025.

Imbasnya, harga Bitcoin merosot 1,6% ke sekitar $ 111 000 dan Ethereum turun ~2% ke sedikit di atas $ 3.900, sementara kapitalisasi pasar kripto global amblas sekitar 1,8%.

Menurut laporan Inkl pada Kamis (30/10), Jerome Powell menegaskan bahwa meskipun The Fed memang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, pemangkasan lebih lanjut di tahun 2025 tidak bisa dianggap pasti.

Pernyataan ini langsung menggugah ekspektasi para investor risiko-tinggi, termasuk di pasar kripto. Akibatnya, pasar kripto mengalami koreksi ringan: total kapitalisasi pasar semua mata uang kripto turun sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: Momen Langka! The Fed Pangkas Suku Bunga, Pesta Cuan Dimulai?

Dampak ke Bitcoin & Ethereum

Bitcoin, sebagai aset kripto utama, mengalami penurunan sekitar 1,6%, berada di kisaran $ 111.000 berdasarkan data dari bursa besar.

Sementara Ethereum mencatat penurunan yang sedikit lebih besar, sekitar 2%, dan diperdagangkan di sedikit di atas $ 3.900.

Penurunan ini menggambarkan bagaimana sentimen makro mempengaruhi aset digital: ketika harapan pemangkasan suku bunga meredup, maka daya tarik aset berisiko seperti kripto ikut tertekan.

Beberapa alasan mengapa pernyataan The Fed ini berdampak cepat ke kripto.

Aset kripto sering dipandang sebagai alat risiko (risk assets). Ketika prospek likuiditas melambat (karena suku bunga bisa tetap tinggi), maka alokasi ke kripto bisa terkoreksi.

Investor sebelumnya berharap bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan “menyuntik” dana ke pasar, namun Powell mempertahankan sikap yang lebih hati-hati, sehingga ekspektasi tersebut melandai.

Koreksi ini juga dianggap sebagai bentuk “sell-the-news”: berita buruk bagi aliran likuiditas ke kripto meskipun pemangkasan itu sendiri adalah langkah dovish karena prospek selanjutnya yang redup.

Menentukan Arah Pasar

Meski koreksi saat ini tidak dramatik, beberapa hal penting untuk dicermati oleh investor dan trader:

Apabila Bitcoin turun jauh di bawah kisaran US$ 110.000 dan tak cepat pulih, maka tekanan bisa melebar ke altcoin dan DOMINASI kripto bisa bergeser ke “safe assets”.

Sebaliknya, jika data ekonomi AS mulai melemah dan The Fed kembali memberi sinyal pemangkasan suku bunga, maka kripto bisa mendapat dorongan kembali.

Untuk Ethereum dan altcoin lainnya, efeknya bisa dua arah: mereka cenderung lebih volatil ketika perubahan kebijakan makro terjadi, sehingga potensi upside besar tetapi juga risiko koreksi lebih tinggi.

Baca Juga: Santiment: Aksi The Fed Bisa Jadi Alarm Bahaya Bagi Pasar Kripto

Hari ini pasar kripto memperoleh “reset” moderat — akibat isyarat hawkish dari The Fed yang membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut menurun.

Bitcoin, Ethereum, dan banyak aset digital lainnya ikut melemah. bahkan, total pasar kripto pun turun mendekati 2%.

Bagi investor, ini bukan berarti akhir dari tren naik — namun sinyal untuk berhati-hati dan memonitor kebijakan The Fed serta data ekonomi AS dengan seksama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 27-31 Oktober 2025: M2 Supply Kuncinya

Minggu ini Bitcoin cenderung hijau sesuai prediksi di Subscribe, untuk memprediksi minggu 20-24 Oktober 2025 saya tidak dapat 100% Menggunakan data karena Pemerintah AS shutdown, saya menggunakan pola belanja Blackrock yang saya sandingkan dengan MACD, namun tetap tidak dapat memprediksi seakurat ketika ada data. 

WhatsApp Image 2025-10-23 at 3.04.49 PM

Data Minggu Depan

Secara data Saya mengharap hari Jumat ini ada data CPI, dan minggu ini adalah terakhir pemerintah Shutdown. 

Senin, 27 Oktober 2025

20.30 WITA – Durable Good Order

Screenshot 2025-10-24 at 18.21.45

Durable Good Order adalah Belanja Masyarakat akan barang tahan lama seperti Kulkas, TV, Elektronik, Furniture juga mobil, namun disini juga termasuk belanja Kementrian Pertahanan. Jika Durable Good Order naik maka DXY naik, Jika Durable Good Order turun maka DXY turun, dilaporkannya per 2 minggu, tanda P berarti Part sehingga dia haris digabung untuk laporan per bulannya karena sebulan laporan 2X. 

Ditengah Pemerintah Shutdown seharusnya Durable Good Order turun, karena Komponen utama Belanja Kementrian Pertahanan tidak terjadi. Jadi menurut saya Bitcoin akan naik karena turunnya Durable Good Order berarti Pengangguran naik. Kira-kira begini Candlenya:

 

WhatsApp Image 2025-10-23 at 3.05.09 PM

Selasa, 28 Oktober 2025

21.00 WITA – House Price Index 

Screenshot 2025-10-24 at 18.24.34

House Price Index adalah perubahan harga pada rumah keluarga individual, Jika House Price Index naik maka DXY naik karena rumah belinya pakai KPR yang artinya menjadi hodler baru dalam sistem keuangan dollar, Pencicil KPR menanggung inflasi yang diselipkan negara sebagai penyangga dollar sehingga semakin banyak terjual rumahnya semakin banyak yang menanggung inflasi dan Pemerintah dapat membiayai negara berikut belanjanya yang selalu lebih besar daripada pendapatannya. 

22.00 WITA – Conference Board Consumer Confidence 

Screenshot 2025-10-24 at 18.24.46

Conference Board (CB) Consumer Confidence adalah indeks untuk melihat kepercayaan diri belanja masyarakat yang menunjukkan aktifitas ekonomi di lapangan. Jika CB Consumer Confidence naik maka DXY naik. Tetapi kita perlu ingat bahwa dalam keadaan ekonomi yang tidak baik, Consumer Confidence yang naik berarti ada rangsangan ekonomi yang distimulasi oleh pemerintah, sehingga jika DXY naik maka sebenarnya pada level ini, Consumer Confidence naik karena adanya stimulus pemerintah.

Yang ingin saya katakan adalah, jika CB consumer Confidence naik maka DXY ngga naik, karena stimulusnya diambil dari uang yang ada, bahkan lebih buruk lagi dari ekonomi yang resesi, yang secara kasar artinya menggandakan uang. Jika naik bagus, DXY tak bisa naik, jika tidak naik apalagi, DXY tambah sorr. Yang melemahkan Bitcoin adalah Consumer Confidence yang naik dan DXY naik, apakah mungkin Consumer Confidence naik ditengah Trump mengirimkan Pasukan untuk menjaga ketertiban kota?

WhatsApp Image 2025-10-23 at 3.05.19 PM

01.00 WITA – M2 Supply

Screenshot 2025-10-24 at 18.25.19

M2 Supply AS keluar jam 01.00 dini hari, masuk hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025. M2 Supply adalah jumlah total uang yang beredar ditambah Jumlah Deposito yang dibawah 100.000$. M2 Supply naik artinya dalam jangka waktu setahun kedepan, Jumlah edar uang akan naik. Sehingga yang memprediksi bear market belum mempertimbangkan M2 Supply. Pada September 2024, M2 Supply masih naik, sehingga menurut saya bear market masih jauh. M2 Supply instant effect itu H=1 tapi tidak kentara efeknya karena dibarengi FOMC. 

Rabu, 29 Oktober 2025

22.00 WITA Pending Home Sales

Screenshot 2025-10-24 at 18.28.19

Pending Home Sales adalah rumah yang sudah terjual, namun belum selesai kontrak finalnya. Jika Pending Home Sales naik maka DXY Naik, tetapi dalam data perumahan, Pending Home Sales sangat rawan untuk diinverse dan pengaruhnya tidak sebesar New Home Sales. 

02.00 WITA – FOMC Penentuan Suku Bunga 

Screenshot 2025-10-24 at 18.28.27

Penentuan Suku Bunga kali ini seharusnya menjadi kejutan karena dilakukan pada saat pemerintah AS shutdown sehingga data yang dirilis tertunda, Pemerintah ingin menguji seberapa besar independensi Fed dan dengan data yang ada, maka sudah pasti Fed akan potong karena Pemerintah yang Shutdown artinya pengangguran naik dan pertanda pasti bahwa pemerintah kekurangan liquidity, jadi keputusannya adalah antara potong 25 bps atau 50 bps. 

WhatsApp Image 2025-10-23 at 3.05.32 PM

Koreksi hari Selasa saya prediksi lebih kearah wick dan woles, sedangkan Rabu terjadi dump and PumpKamis, 30 Oktober 2025

11.00 WITA – Penentuan Suku Bunga Bank of Japan

Screenshot 2025-10-24 at 18.28.47

Jepang adalah jajahan AS dan dimaksudkan untuk menjadi penopang ekonomi AS, Karakter Jepang berbeda karena Jepang dibebani oleh Carry Trade, Carry Trade adalah meminjam uang di negara yang suku bunganya rendah untuk di investasikan di negara yang suku bunganya tinggi. Sehingga jika Suku bunga Bank Sentral Jepang naik dan Yen menguat maka Carry Tradenya terancam, nilai dari Carry Trade Jepang adalah 20 Trilyun dollar.

Itu sebabnya pasar bertaruh bahwa Bank Sentral Jepang tidak akan mengambil resiko untuk menaikkan suku bunga, namun demikian Jepang perlu inflasi untuk mengangkat ekonominya, alih-alih membayar bangsanya dengan gaji UMR, Jepang mendatangkan imigran agar buruh murahnya dapat terus menggerakan ekonomi. Imigran adalah exit liquidity dari kenaikan harga ekspor Jepang agar tidak kalah dari harga barang made in Tiongkok. 

20.30 WITA – GDP AS

Screenshot 2025-10-24 at 18.28.57

Gross Domestic Product adalah dapat disamakan dengan Market Cap sehingga jika Market Cap naik maka inflasi naik. Sama dengan saat UMR naik maka inflasi naik. Ditengah ekonomi yang lesu Market Cap AS terus tumbuh, bukan berarti ekonominya naik tetapi inflasinya naik. Apakah bisa Market Cap naik namun Inflasi tidak naik? Tiongkok sedang mencobanya.

WhatsApp Image 2025-10-23 at 3.05.42 PM

Jumat, 31 Oktober 2025

20.30 WITA – Personal Consumption Expenditure (PCE)

Screenshot 2025-10-24 at 18.33.09

CPI adalah inflasi ke konsumen, sedangkan PPI adalah inflasi ke Produsen. Namun PCE adalah seberapa besar pengaruh inflasi berefek pada belanja pribadi masyarakat. Warga negara diperhitungkan sebagai mesin belanja yang menggerakkan ekonomi, itu sebabnya selama PCE naik, Fed masih bisa hawkish, karena Fed lebih memikirkan berapa belanja masyarakat.

Belanja adalah tanda kesejahteraan bukan penghasilan. Penghasilan sedikit belanja banyak akan dipandang pertumbuhan ekonomi, apa bisa begitu? itulah arti dari utang yang berbagai macam bentuknya dari Kartu Kredit, Kredit tanpa agunan, KPR, buy now pay later, selama masih bisa berhutang dianggap sejahtera. Sampai kapan? nah ini kita juga menanti. 

WhatsApp Image 2025-10-23 at 3.05.55 PM

Ingat ya, saya selalu salah, jangan nebeng nasib dan selalu analisa sendiri. 

Baca juga: Riset Kripto 20-24 Okt 2025: Perang Dagang Ganggu, BTC Bisa Bangkit?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com