Tag Archives: bitcoin

Pasar Kripto Hari Ini 14 November 2025: BTC Turun di Bawah $100K

Pasar kripto hari ini, Jumat (14/11) bergerak campuran, namun altcoin justru memimpin kenaikan di tengah tekanan pada Bitcoin. RESOLV melonjak 35% ke $0,1591, QNT naik stabil 14% ke $94, dan LSK menguat 8% ke $0,276, menandakan sebagian trader mulai mencari peluang di aset alternatif.

Sementara itu, Bitcoin kembali turun di bawah $100.000, dipicu kombinasi leverage berlebih dan sentimen pasar yang melemah. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi mencapai $683 juta, dengan posisi long menanggung kerugian terbesar ($556 juta). Tekanan makin berat karena holder jangka panjang melepas 815.000 BTC, rekor tertinggi sejak Januari 2024. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di Tengah Koreksi Bitcoin

  • RESOLV naik tajam 35% (24 jam), harga kini $0,1591.
  • QNT stabil menguat 14% sehari, harga $94.
  • LSK melonjak 8%, diperdagangkan di $0,276.

Bitcoin Turun di Bawah $100.000, Ada Apa?

  • Bitcoin <$100.000 (leverage & sentimen turun).
  • Likuidasi 24 jam: $683 juta (Posisi long rugi $556 juta).
  • Holder jangka panjang jual 815.000 BTC (Rekor sejak Jan 2024).

Trading Kripto, Bonusnya… Diskon Emas?

Optimisme Analis Meski Indeks Ketakutan (F&G) di Titik Terendah Nov.

  • Indeks F&G turun ke 15 (Ekstrem); Analis prediksi dasar harga BTC terbentuk.
  • Santiment catat sentimen negatif pada BTC sebagai sinyal kapitulasi bullish.
  • Para ahli sarankan sabar: Strategi “Buy the Fear” efektif untuk keuntungan.

Dampak Pemangkasan Suku Bunga Fed Sebelum Natal?

  • Pasar tunggu hasil FOMC (9-10 Des) untuk potong suku bunga sebelum Natal.
  • Suku bunga 3,75%-4,00%. Pemangkasan didukung data lemah, tapi pejabat Fed khawatir risiko inflasi.
  • Data ekonomi lemah (job/inflasi) dan akhir QT dukung pemotongan suku bunga untuk likuiditas akhir tahun.

Baca juga: Tren Bitcoin 10-14 November 2025: Koreksi November Usai


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Evolusi Crypto Top 10: Siapa Bertahan, Siapa Tumbang?

Tim Research Tokocrypto melihat sejak 2017 hingga 2025, hanya segelintir aset yang mampu bertahan di peringkat Top 10 Coin. Bitcoin, Ethereum, XRP, dan ADA terbukti menjadi Top 10 Coin, sementara aset lain seperti Litecoin, Bitcoin Cash, dan IOTA tenggelam seiring perubahan tren dan beralihnya fokus investor ke proyek dengan utilitas yang lebih luas.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa harga bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kepercayaan pasar terhadap relevansi dan inovasi suatu ekosistem. Namun, pertanyaan pentingnya adalah: Apakah pola yang sama akan terulang di siklus berikutnya dan Bagaimana performa Top 10 Coin pada setiap Cycle?

Keberlanjutan Top 10 Coin di Tiga Siklus Pasar (2017 → 2021 → 2025)

Coin 2017 2021 2025 Insight
Bitcoin $19,140.76 $63,326.99 $123,513.47 Konsisten di peringkat #1 setiap siklus.
Ethereum $719.98 $4,620.55 $4,515.42 Pilar utama Smart Contract,  DeFi, & L2.
USDT $1 $1 Dominasi likuiditas global.
Ripple $0.7284 $1.2175 $2.9706 Bertahan sejak 2017, harga cenderung stabil.
BNB $6.5 $650.45 $1,165.53 Lahir dari ekosistem exchange; kini posisi kuat lewat four.meme 
Solana $249.82 $228.60 Sempat jatuh di 2022, tetapi rebound kuat berkat memecoin dan performa jaringan cepat.
USDC $1 $1 Menjadi stablecoin institusional.
Tron $0.03619 $0.1046 $0.3414 Baru masuk ke Top 10 di 2025; unggul di sektor transfer stablecoin on-chain.
Dogecoin $0.005984 $0.2663 $0.253 Bertahan karena komunitas dan Elon Musk
Cardano $0.513 $2.0219 $0.8374 Bertahan di daftar Top 10, meski inovasinya melambat dan volume aktivitas menurun.

 Coin yang Bergeser dari Top 10

Coin Status Insight
Litecoin (LTC) Hilang Gagal beradaptasi; minim inovasi baru.
Bitcoin Cash (BCH) Hilang Gagal mempertahankan narrative “digital cash”.
IOTA / DASH / NEM / Monero Hilang Ditinggalkan karena kurang adopsi & stagnasi teknologi.

Dari sepuluh besar aset kripto saat ini, hanya Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Cardano (ADA) yang mampu bertahan sejak 2017. Sementara enam lainnya, Tether (USDT), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), USD Coin (USDC), Dogecoin (DOGE), Tron (TRX), baru naik ke puncak setelah 2021. Arus ini menunjukkan cepatnya rotasi kripto, di mana setiap siklus ada pemain baru sejalan tren dan narasi baru.

Top 10 Blockchain Berdasarkan Aktivitas, Transaksi, dan Biaya (1 Tahun Terakhir)

Solana unggul dengan 1,19 miliar alamat aktif (+143%) dan transaksi tertinggi, menandakan rebound kuat pasca 2022 lewat DePIN, NFT, dan memecoin.

BNB Chain dan Tron stabil di posisi atas dengan >3 miliar transaksi, didorong aktivitas retail dan stablecoin transfer.

Ethereum masih dominan di sektor DeFi dan Layer-2, mencatat 60 juta alamat aktif dan 500 juta transaksi, tetapi aktivitasnya kalah cepat dari Solana dan BNB.

Base, Aptos, dan Arbitrum mulai naik, sementara Avalanche, Polygon, dan Near stagnan, menandakan pergeseran minat ke jaringan yang lebih cepat dan efisien.
Data ini memperkuat narasi bahwa aktivitas jaringan juga menjadi penentu keberlanjutan aset di Top 10.

Proyek yang mampu mempertahankan user engagement dan transaksi tinggi, seperti Solana, BNB Chain, dan Tron, berpotensi bertahan di siklus berikutnya, sementara ekosistem yang stagnan berisiko tersingkir seperti halnya Litecoin dan Bitcoin Cash di siklus sebelumnya.

Kompetitor & Tantangan Baru: Ketika Raja Lama Bertemu Pengganti Baru

Coin Kompetitor Tantangan
ETH Solana, Sui, Base Biaya transaksi tinggi dan persaingan L1/L2 dengan TPS lebih cepat
BNB PumpFun Aktivitas tinggi tapi cenderung spekulatif yang menyebabkan risiko kualitas ekosistem BNB menurun.
SOL Sui, Aptos, NEAR Stabilitas jaringan dan momentum narrative agar tidak tergeser dengan L1 baru.
XRP SWIFT & XPL Kehilangan narrative “pengganti SWIFT” dan inovasi stagnan.
DOGE WIF, BONK, PEPE Narrative stagnan & minim pengembangan teknis.

Kesimpulan & Outlook Next Cycle

Dari sisi harga dan jaringan, hanya Bitcoin, Ethereum, XRP, dan ADA yang konsisten bertahan lintas siklus.

Aktivitas jaringan menjadi penentu utama ketahanan, di mana BNB, Solana, dan Tron menonjol lewat pengguna aktif dan volume transaksi tinggi.

Proyek yang stagnan dalam inovasi berisiko kehilangan posisi, sebagaimana yang terjadi pada token lama di siklus sebelumnya.

Kini narasi mengarah pada utilitas nyata, yang membuka peluang bagi sektor seperti:

  • Layer-2
  • RWA (Real World Assets)
  • AI & Data Layer
  • DePIN (Decentralized Physical Infrastructure)

Sektor-sektor ini berpotensi melahirkan siklus baru, seperti DeFi dan L1 mendorong Solana, BNB, dan ADA ke puncak di siklus sebelumnya.

Baca juga: Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi $102.434, Hadapi Konsolidasi

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $102.434,61 per BTC, turun 0,85% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,04 triliun USD dan volume perdagangan harian sebesar $66,4 miliar USD, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar, meski saat ini sedang berada dalam fase koreksi setelah reli panjang pada paruh pertama tahun 2025.

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di antara harga terendah $100.836,61 dan tertinggi $105.297,23, menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Penurunan ini menandakan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi alami, setelah sempat menyentuh rekor tertingginya di $126.198,07 beberapa bulan sebelumnya.

Baca Juga: Analisis Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terjun ke $104.000! Kapan Rebound?

Tren Harga BTC: Konsolidasi Setelah Fase Bullish Panjang

Jika dilihat dari data historis, Bitcoin mengalami tren penurunan bertahap selama beberapa bulan terakhir:

  • 1 Hari: -0.9%
  • 30 Hari: -9.94%
  • 60 Hari: -11.55%
  • 90 Hari: -13.94%

Meskipun demikian, sebagian besar analis menganggap koreksi ini sebagai “healthy correction” — fase normal yang menandakan penyegaran pasar setelah lonjakan besar pada kuartal kedua 2025.

Selama fase ini, para investor jangka panjang cenderung memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi, mengantisipasi potensi reli baru di tahun depan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga Bitcoin Hari Ini

  1. Kebijakan Moneter dan Inflasi Global
    Prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed menjelang akhir 2025 menekan pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin. Investor memilih menunggu kejelasan arah kebijakan sebelum kembali agresif melakukan pembelian.
  2. Aktivitas Whale dan Profit-Taking
    Data on-chain menunjukkan peningkatan arus keluar BTC dari dompet besar ke bursa, menandakan aksi ambil untung setelah reli kuat di kuartal sebelumnya. Aktivitas ini sering kali memicu tekanan jual jangka pendek.
  3. Koreksi Pasar Kripto Secara Umum
    Tidak hanya Bitcoin, altcoin utama seperti Ethereum, Solana, dan XRP juga menunjukkan penurunan harga. Koreksi luas ini memperlihatkan adanya fase pendinginan setelah likuiditas besar masuk ke pasar beberapa minggu sebelumnya.
  4. Sentimen Jangka Panjang Masih Positif
    Meskipun tren jangka pendek menurun, prospek jangka panjang Bitcoin tetap bullish. Dengan pasokan yang sudah beredar mencapai 94,99% dari total maksimum 21 juta BTC, tekanan suplai semakin berkurang, memperkuat narasi deflasi Bitcoin.

Analisa Teknis BTC: Support Penting di Level $100.000

Secara teknikal, $100.000 menjadi level support psikologis utama bagi Bitcoin saat ini. Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang rebound menuju $108.000–$110.000 tetap terbuka.

Namun, apabila terjadi penurunan di bawah $100.000, BTC berpotensi melanjutkan koreksi ke area $97.500–$95.000.

Indikator RSI (Relative Strength Index) masih berada di zona netral, menandakan pasar belum oversold dan masih berpotensi mengalami pergerakan sideways dalam waktu dekat.

Outlook dan Prospek Bitcoin Menjelang Akhir 2025

Walau harga saat ini terkoreksi, banyak analis tetap optimis terhadap potensi Bitcoin di akhir tahun. Beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong harga kembali naik antara lain:

  • Adopsi ETF Spot Bitcoin yang terus berkembang di berbagai negara.
  • Peningkatan permintaan institusional, terutama dari perusahaan investasi dan hedge fund.
  • Kesiapan infrastruktur blockchain yang semakin matang dengan integrasi Lightning Network dan solusi layer-2.

Jika faktor-faktor tersebut berjalan sesuai harapan, Bitcoin berpotensi mengakhiri tahun dengan penguatan baru, terutama menjelang siklus pasar berikutnya di 2026.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $106K, Tanda Lonjakan?

Bitcoin Masih Kokoh di Tengah Koreksi

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di $102.434, mencerminkan fase konsolidasi sehat di tengah tekanan makroekonomi global.

Meskipun turun hampir 14% dalam 90 hari terakhir, fundamental Bitcoin tetap kuat — baik dari sisi adopsi, struktur pasokan, maupun kepercayaan investor jangka panjang.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun, Bitcoin tetap menjadi tulang punggung ekosistem kripto global dan aset lindung nilai digital paling terpercaya.

Koreksi saat ini bisa menjadi peluang akumulasi strategis bagi investor yang percaya pada potensi Bitcoin di tahun-tahun mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya

Trading kripto tidak hanya bisa mengandalkan sekadar insting, tapi balik setiap keputusan beli atau jual, ada analisis teknikal yang membantu trader memahami arah pasar. 

Nah, di aplikasi Tokocrypto, kamu bisa menemukan berbagai indikator bawaan yang biasa digunakan trader profesional untuk membaca momentum, tren, dan potensi pembalikan harga lho!

Indikator seperti MA, EMA, BOLL, VOL, MACD, KDJ, dan RSI ini bisa kamu gunakan dengan mudah di aplikasi Tokocrypto hanya dengan sekali tap! 

Yuk pelajari satu persatu indikator trading yang tersedia di aplikasi Tokocrypto beserta cara menggunakannya!

1. MA (Moving Average)

Moving Average (MA) adalah indikator paling dasar dan paling sering digunakan di dunia trading. MA menghitung rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, misalnya jam, hari, atau minggu.

Di Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Moving Average dengan menekan tombol MA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator MA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode MA.

Kamu dapat menggunakan indikator MA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

  • Jika harga berada di atas garis MA → tren cenderung naik (bullish).
  • Jika harga berada di bawah garis MA → tren cenderung turun (bearish).

Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara MA pendek dengan MA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

  • Golden Cross → MA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
  • Death Cross →  MA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

2. EMA (Exponential Moving Average)

EMA (Exponential Moving Average) adalah versi lebih sensitif dari MA. Indikator ini memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih cepat menangkap perubahan tren pasar.

Sama seperti MA di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Exponential Moving Average dengan menekan tombol EMA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator EMA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode EMA.

Kamu dapat menggunakan indikator EMA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

  • Jika harga berada di atas garis EMA → tren cenderung naik (bullish).
  • Jika harga berada di bawah garis EMA → tren cenderung turun (bearish).

Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara EMA pendek dengan EMA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

  • Golden Cross → EMA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
  • Death Cross →  EMA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Moving Averages?

3. BOLL (Bollinger Bands)

Bollinger Bands adalah indikator volatilitas yang menunjukkan sebaran harga di sekitar nilai rata-rata. Indikator Bollinger Bands terdiri dari:

  • Upper band (batas atas)
  • Lower band (batas bawah)
  • Middle band (garis tengah atau pergerakan rata-rata)

Upper band dan lower band akan bereaksi terhadap pergerakan harga, dengan melebar saat fluktuasi tinggi (meninggalkan middle band) dan menyempit saat fluktuasi rendah (menuju middle band).

kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands dengan menekan tombol BOLL pada bagian bawah chart harga, lalu indikator Bollinger Bands akan muncul dalam bentuk seperti saluran yang mengapit harga dalam upper band, lower band, dan middle band.

Kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

  • Ketika harga mendekati upper band, pasar dianggap overbought (harga sudah dianggap terlalu tinggi dari rata-rata).
  • Ketika harga mendekati lower band, pasar dianggap oversold (harga masuk ke level rendah dari rata-rata).
  • Ketika band atas dan bawah yang terus menyempit, menandakan pasar sedang tenang, sementara band yang melebar menunjukkan volatilitas tinggi.

Bollinger Bands cocok digunakan untuk trader yang mencari peluang dari pergerakan harga jangka pendek.

Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Bollinger Band?

4. VOL (Volume)

Volume adalah indikator yang menampilkan jumlah transaksi (pembelian dan penjualan) pada periode waktu tertentu.

Untuk menampilkan indikator trading volume, kamu hanya perlu menekan tombol VOL yang ada di bawah chart harga, lalu indikator dalam bentuk batang vertikal dengan warna merah dan hijau akan muncul di bagian bawah chart harga.

  • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
  • Merah: volume jual mendominasi.

Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Volume dapat membantu kamu untuk memvalidasi momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

Pelajari lebih lengkap: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

5. MACD (Moving Average Convergence Divergence)

MACD adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan tren perubahan arah harga. Di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menekan tombol MACD di bawah grafik harga untuk memunculkan indikator tersebut.

MACD terdiri dari dari tiga elemen yang bergerak di sekitar garis nol:

  • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
  • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
  • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

Kamu dapat menggunakan indikator MACD untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

  • MACD di atas garis nol (0) → tren cenderung naik (bullish).
  • MACD di bawah garis nol (0) → tren cenderung turun (bearish).
  • Ketika garis MACD melintasi ke atas garis sinyal → peluang beli (bullish crossover).
  • Ketika garis MACD melintasi ke bawah garis sinyal → peluang jual (bearish crossover).
  • Histogram di atas nol (hijau) → momentum naik semakin kuat.
  • Histogram di bawah nol (merah → momentum turun semakin kuat.

MACD menjadi favorit trader menengah hingga berpengalaman karena mampu memberikan konfirmasi tren yang lebih jelas dibandingkan indikator tunggal seperti MA.

Baca lebih lengkap: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

6. KDJ (Stochastic Indicator)

KDJ merupakan pengembangan dari Stochastic Oscillator, dengan tambahan komponen garis J yang membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan harga.

Indikator KDJ adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum pasar dan mengidentifikasi peluang pembalikan harga. 

Indikator ini memiliki tiga komponen utama dalam bentuk garis: K, D, dan J.

  • K line → menunjukkan tren jangka pendek.
  • D line → rata-rata dari K line, lebih halus.
  • J line → garis tambahan yang menunjukkan deviasi K dan D, membuat sinyal lebih tajam.

Kamu dapat memunculkan indikator KDJ di aplikasi Tokocrypto dengan menekan tombol KDJ yang ada di bawah grafik harga.

Cara Membacanya:

  • Jika garis J > 100 maka pasar berpotensi dalam kondisi overbought (potensi turun).
  • Jika garis J < 0 maka pasar berpotensi dalam kondisi oversold (potensi naik).
  • Sinyal beli: Garis K menembus ke atas garis D terutama ketika ada di area oversold (<20)
  • Sinyal jual: Garis K menembus ke bawah garis D terutama ketika ada di area overbould (>80)

7. RSI (Relative Strength Index)

RSI adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan tren harga dalam periode tertentu (biasanya 14 hari).

Saat momentum meningkat (RSI naik), ini mengindikasikan bahwa aset sedang aktif dibeli di pasar. Sebaliknya, jika momentum menurun (RSI turun), ini adalah tanda bahwa minat pedagang dalam saham atau aset tersebut sedang berkurang.

Singkatnya, RSI bisa membantu kamu dalam mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Di aplikasi Tokocrypto kamu hanya perlu menekan tombol RSI yang ada di bagian bawah chart harga untuk memunculkan indikator RSI.

Cara menggunakannya cukup mudah:

  • RSI >80 → aset dianggap overbought, berpotensi koreksi turun.
  • RSI <20 → aset dianggap oversold, berpotensi rebound naik.

RSI sangat populer karena mudah dipahami dan bisa digunakan untuk mengonfirmasi sinyal dari indikator lain, seperti EMA atau MACD.

Pelajari lebih lengkap: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

China Bongkar Skandal Kripto: AS Diduga Curi 127.000 Bitcoin

Dunia kripto kembali geger! Pemerintah China baru saja menuduh Amerika Serikat melakukan “peretasan tingkat negara” untuk mencuri 127.000 Bitcoin, senilai lebih dari 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp200 triliun.

Tuduhan ini muncul setelah Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional China (CVERC) merilis laporan mengejutkan: ribuan koin digital milik LuBian Mining Pool, sebuah kolam penambangan Bitcoin asal China-Iran, ternyata berakhir di tangan pemerintah AS.

4 Tahun Menghilang, Tiba-Tiba Dimiliki Pemerintah AS

Dilaporkan Cryptopolitan, kasus ini bermula pada Desember 2020, ketika LuBian kehilangan 127.272 Bitcoin akibat serangan masif yang memanfaatkan kelemahan dalam sistem pembuat kunci privat.

Alih-alih algoritma aman 256-bit, LuBian disebut hanya menggunakan generator 32-bit berbasis Mersenne Twister MT19937-32—celah yang memungkinkan peretas menebak kunci privat hanya dalam miliaran percobaan, bukan triliunan.

Akibatnya, lebih dari 5.000 alamat dompet berhasil diretas dalam waktu kurang dari dua jam.
Dana senilai sekitar 3,5 miliar dolar AS pada saat itu lenyap, dan LuBian pun ambruk.

Namun yang membuat heran, Bitcoin curian itu diam selama empat tahun penuh, tak pernah dijual, dipindahkan, atau dicampur lewat mixer. Hingga pada pertengahan 2024, semua koin itu tiba-tiba berpindah ke alamat baru, yang menurut perusahaan analitik on-chain Arkham, dikendalikan oleh pemerintah AS.

Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

China: “Ini Bukan Penegakan Hukum, Ini Perampokan!”

Menurut CVERC, langkah ini bukan kebetulan. Mereka menuduh bahwa Departemen Kehakiman AS (DOJ) melakukan operasi diam-diam untuk menguasai Bitcoin curian itu, lalu menggugat pemilik aslinya, Chen Zhi, kepala Prince Group asal Kamboja, pada Oktober 2025.

“Rantai peristiwa ini menunjukkan sebuah operasi siber tingkat negara yang disamarkan sebagai penegakan hukum,” tulis CVERC dalam laporannya.

CVERC juga menyebut, perilaku penyimpanan dana itu tidak sesuai dengan perilaku peretas biasa. Biasanya, peretas akan segera menjual atau mencampur koin hasil curian untuk menghapus jejak. Tapi dalam kasus ini, dana malah diam bertahun-tahun, lalu muncul di bawah kendali resmi AS.

Pemilik Asli Sempat Minta Tebusan Lewat Blockchain

Chen Zhi tak tinggal diam. Dalam 2021 hingga 2022, ia mencoba berkomunikasi dengan “peretas” lewat pesan yang disematkan di jaringan Bitcoin menggunakan fungsi OP_RETURN.
Salah satu pesannya berbunyi:

“Tolong kembalikan dana kami, kami akan memberikan imbalan.”

Pesan lainnya bahkan berisi alamat email khusus:
“Hubungi kami di [email protected] untuk membahas pengembalian dana dan imbalan Anda.”

Sayangnya, tak satu pun mendapat jawaban. Kini, setelah AS menyita seluruh aset itu dan menuduh Chen melakukan aktivitas ilegal, China menuding Washington telah “menipu” dunia kripto.

Pelajaran Pahit untuk Dunia Kripto

Terlepas dari perang tudingan antara dua kekuatan dunia, laporan CVERC menutup dengan peringatan keras bagi komunitas kripto global:

“Jangan ulangi kesalahan LuBian. Gunakan generator acak yang benar, aktifkan multisig, simpan aset di cold wallet, dan pantau aktivitas on-chain secara real-time.”

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa di dunia kripto, bahkan miliaran dolar bisa menghilang dalam sekejap, dan siapa pun bisa jadi “peretas,” bahkan negara superpower.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terjun ke $104.000! Kapan Rebound?

Pasar kripto kembali memanas. Bitcoin (BTC) kini tengah berjuang mempertahankan level $104.000 setelah ditolak keras di area $107.000–$108.000. Namun, indikator teknikal MACD memberi sinyal mengejutkan: rebound besar mungkin tinggal hitungan hari.

Bitcoin Gagal Tembus $108.000, Kini Bertahan di $104.000

Setelah reli kuat pekan lalu yang membawa harga ke puncak lokal baru, Bitcoin kini terkoreksi dan berkonsolidasi di sekitar $104.000.

Menurut data Brave New Coin, pada 11 November 2025, harga BTC berada di kisaran $104.342, turun sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan lebih dari $74 miliar.

Analis kripto @TedPillows menyoroti area ini sebagai support krusial karena terdapat CME gap yang belum terisi di level tersebut. Menariknya, lebih dari 80 persen CME gap Bitcoin dalam sejarah biasanya terisi kembali, membuat banyak trader bersiap menunggu pantulan harga dari titik ini.

“BTC ditolak dari area $107K–$108K. Support berikutnya ada di $104K, bertepatan dengan CME gap,” ujar @TedPillows.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

MACD Cross di Ambang Terjadi, Sinyal Rebound Mulai Nampak

Dilaporkan Brave Newcoin, sementara tekanan jual mulai mereda, indikator MACD di grafik harian memberi harapan baru. Trader populer @AshCrypto mencatat bahwa garis MACD kini hampir menembus garis sinyal dari bawah, sebuah indikasi klasik potensi pembalikan arah bullish.

Data on-chain menunjukkan:

  • MACD: -2330.86
  • Signal Line: -2221.79
  • Histogram: menyempit dari -755.46 (7 Nov) menjadi -109.07

Pergerakan ini menunjukkan momentum bearish mulai melemah, dan biasanya mendahului fase kenaikan baru.

“Jika crossover ini terkonfirmasi, Bitcoin bisa mulai naik lebih cepat dari yang diperkirakan,” jelas @AshCrypto.

Baca juga: Berkenalan dengan 50 EMA, Indikator yang Jadi Pertanda Bull Market Bitcoin

CME Gap dan Pola “Tuesday Bounce”: Apakah Sejarah Akan Terulang?

CME gap di sekitar $104.000 kini menjadi fokus utama. Gap ini muncul karena perbedaan jam perdagangan antara pasar kripto 24/7 dan bursa berjangka tradisional di CME. Secara historis, Bitcoin sering kali kembali menguji level gap ini sebelum melanjutkan tren berikutnya.

Beberapa trader juga menyinggung fenomena “Tuesday bounce” — pola di mana Bitcoin kerap memantul naik di awal pekan, meski data historisnya belum cukup kuat. Tetap saja, sentimen pasar saat ini condong ke arah “buy the dip”, terutama jika BTC mampu bertahan di atas $104.000.

Level $108.000 Jadi “Tembok Penentu”: Naik ke $140K atau Turun ke $100K?

Menurut analis teknikal MMBTtrader, $108.000 kini menjadi zona “make or break” bagi Bitcoin. Level ini dulunya merupakan support kuat yang kini berubah menjadi resistance besar, diperkuat oleh descending trendline yang masih menekan pergerakan harga.

“Breakout di atas $108.000 akan menghapus tekanan bearish dan membuka jalan ke target $120.000 hingga $140.000,” ujar MMBTtrader.

Namun, jika BTC gagal menahan support $104.000, risiko penurunan ke level psikologis $100.000 masih terbuka lebar.

Kesimpulan: Saatnya Napas Sebelum Lonjakan Besar?

Dalam beberapa hari ke depan, semua mata tertuju pada dua hal penting: apakah CME gap di $104K akan terisi dan memicu pantulan, serta apakah MACD bullish crossover benar-benar terjadi.

Jika keduanya terkonfirmasi, Bitcoin berpotensi memulai reli baru menuju $120K atau bahkan $140K. Namun, jika support gagal bertahan, pasar bisa menghadapi koreksi lebih dalam ke bawah $100K.

Seperti yang dikatakan MMBTtrader, “Fase konsolidasi ini bisa jadi hanya jeda singkat sebelum Bitcoin meledak naik lagi.”

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7% di Bawah $100.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berkenalan dengan 50 EMA, Indikator yang Jadi Pertanda Bull Market Bitcoin

Indikator 50 week EMA sering kali menjadi bahan perbincangan di kalangan trader dan analis kripto karena perannya yang historis dalam menandai fase bull market maupun bear market Bitcoin.

Namun, seberapa penting sebenarnya indikator ini, dan mengapa ia sering dianggap sebagai penentu nasib bull market Bitcoin? Yuk, simak lebih lengkap!

Apa Itu Indikator 50 Week EMA?

Exponential Moving Average (EMA) adalah indikator teknikal yang berfungsi untuk membantu trader memahami arah tren harga berdasarkan rata-rata pergerakan harga eksponensial dari harga Bitcoin selama 50 minggu terakhir.

EMA memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, yang membuat indikator ini responsif terhadap perubahan tren yang baru terbentuk.

Baca lebih lengkap mengenai Moving Averages di sini: Apa Itu Moving Averages?

Korelasi 50 Week EMA dan Bitcoin

Korelasi pergerakan harga Bitcoin dan 50 week EMA (garis orange).

Secara historis, 50-week EMA telah menjadi pivotal dalam siklus Bitcoin. Misalnya, selama pasar bear 2018–2019, indikator ini berada di atas harga Bitcoin sebelum reli besar ketika harga berhasil berada di atas garis 50-week EMA.

Pola serupa muncul pada bear market tahun 2023–2025, di mana retest yang berhasil menembus garis tersebut setelah harga berada di bawah garis 50-week EMA menyebabkan rally menuju all-time high baru. 

Retest harga Bitcoin dan 50 week EMA (garis orange).

Breakdown di bawahnya jarang terjadi dalam fase bull, malah ketika harga berhasil memantul dari garis 50 EMA, reli ke harga lebih tinggi sering kali terjadi.

Pergerakan harga Bitcoin ketika berada di bawah garis 50 week EMA (garis orange).

Sebaliknya, jika breakdown terjadi saat fase retest, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal pergeseran tren menuju fase bearish atau koreksi lebih dalam, terutama bila disertai dengan meningkatnya ketakutan pasar dan tekanan jual dari investor jangka pendek.

Cara Membaca 50 EMA di Grafik Bitcoin

Kamu dapat dengan mudah membaca grafik pergerakan Bitcoin dengan indikator 50-week EMA (Exponential Moving Average) sebagai salah tren jangka menengah hingga panjang. 

  • Harga di atas EMA 50: menandakan momentum bullish.
  • Harga di bawah EMA 50: menandakan momentum bearish.

Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

Garis 50 Week EMA dan Harga Bitcoin Hari Ini Jadi Penentu Bull/Bear Market

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto

Saat ini harga Bitcoin masih mampu bertahan di atas 50-week EMA yang berada di kisaran 100,940 USD di tengah siklus 4 tahunan yang digadang-gadang telah mencapai masa puncak.

Grafik harga Bitcoin yang masih sedikit di atas 50 week EMA.

Banyak pengamat menekankan bahwa keberhasilan Bitcoin menjaga posisinya di atas garis 50 EMA menjadi syarat utama untuk melanjutkan reli menuju harga yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila terjadi breakdown di bawah 50 EMA, hal ini dapat menjadi sinyal awal berakhirnya fase bull market dan masuknya Bitcoin ke dalam periode koreksi atau bahkan fase bear market. 

Tertarik untuk investasi atau trading Bitcoin? Yuk daftar Tokocrypto dan nikmati benefit potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode TEMUTOKO!

Kesimpulan

Secara historis, garis 50-week EMA (Exponential Moving Average) sering kali menjadi titik krusial dalam menentukan arah tren jangka panjang Bitcoin. Ketika harga mampu bertahan di atas garis ini, pasar cenderung melanjutkan reli dan memasuki fase bull market yang lebih kuat.

Sebaliknya, saat terjadi breakdown di bawah 50 week EMA, kondisi tersebut kerap menjadi sinyal awal berakhirnya fase bullish dan masuk ke periode bear market atau koreksi lebih dalam. Pola ini telah berulang dalam beberapa siklus Bitcoin sebelumnya, di mana interaksi harga dengan EMA 50 menjadi penanda penting apakah momentum pasar masih berlanjut atau justru melemah.

Meski demikian, penting diingat bahwa 50 week EMA hanyalah salah satu indikator teknikal dan tidak dapat dijadikan patokan tunggal dalam membaca tren pasar. Pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi, sentimen global, dan kondisi makroekonomi.

Oleh karena itu, trader disarankan untuk mengombinasikan analisis EMA dengan indikator lain agar strategi investasi lebih matang. Dengan pemahaman yang komprehensif, pembaca dapat memanfaatkan EMA Bitcoin sebagai alat bantu dalam navigasi pasar kripto yang dinamis.

Baca juga riset mingguan Tokocrypto untuk insight market terbaru: Dapatkan Berita Market Kripto Terkini di Tokonews!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $106K, Tanda Lonjakan?

Harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan hari ini, 11 November 2025, tercatat di kisaran $106.945,13 per BTC, naik +1,03% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,13 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $66,13 miliar, BTC tetap menjadi pusat perhatian di pasar kripto global.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di antara $104.699 sebagai level terendah dan $107.428 sebagai titik tertinggi.

Meskipun kenaikannya tergolong moderat, pergerakan ini menunjukkan stabilitas harga setelah periode konsolidasi panjang di atas level psikologis $100.000.

Saat ini, jumlah sirkulasi Bitcoin mencapai 19,95 juta BTC, mendekati total suplai maksimum 21 juta BTC, dengan tingkat emisi baru yang semakin terbatas setelah halving terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $101K, Bullish Melemah?

Tren Harga BTC: 1 Hari, 30 Hari, dan 90 Hari

Melihat data riwayat harga dalam USD:

  • Hari ini: naik $990,81 (+0,94%)
  • 30 hari terakhir: turun $3.347,81 (−3,04%)
  • 60 hari terakhir: turun $8.742,22 (−7,57%)
  • 90 hari terakhir: turun $12.850,81 (−10,74%)

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun harga Bitcoin hari ini naik, tren jangka menengah masih menunjukkan adanya tekanan jual.

Setelah mencapai rekor tertinggi $126.198,07, harga Bitcoin belum mampu menembus kembali level tersebut.

Namun, stabilnya harga di kisaran $106.000–107.000 dapat menjadi indikasi fase akumulasi baru menjelang potensi reli berikutnya, terutama jika ada katalis positif dari sisi makroekonomi atau adopsi institusional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin

Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga BTC hari ini antara lain:

  1. Kebijakan Moneter Global
    Ketidakpastian arah suku bunga bank sentral, khususnya The Federal Reserve, memengaruhi permintaan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Suku bunga yang tetap tinggi cenderung menekan minat investor jangka pendek.
  2. Likuiditas Pasar & Volume Perdagangan
    Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $66 miliar, Bitcoin menunjukkan likuiditas tinggi, menandakan adanya aktivitas besar dari pelaku institusional maupun ritel.
  3. Adopsi Institusional & ETF Bitcoin
    ETF berbasis Bitcoin yang terus menarik arus masuk dana menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di atas $100.000. Banyak analis melihat ini sebagai dasar kuat untuk potensi bull run jangka panjang.
  4. Kondisi On-chain & Halving Effect
    Setelah Bitcoin halving terakhir, laju inflasi BTC semakin rendah, yang secara historis sering diikuti oleh tren kenaikan harga dalam 6–12 bulan berikutnya.

Analisis Teknis Singkat

Secara teknikal, Bitcoin saat ini menghadapi area resistance kuat di sekitar $107.500, sedangkan support utama berada di kisaran $104.000–105.000.

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $107.500, target berikutnya berada di level $110.000–112.000.

Namun, jika tekanan jual meningkat, BTC berpotensi kembali menguji area support di bawah $105.000.

Indikator RSI (Relative Strength Index) pada level netral memperlihatkan ruang untuk kenaikan moderat sebelum potensi koreksi baru.

Prospek Jangka Panjang

Dengan kapitalisasi pasar $2,13 triliun dan dominasi pasar yang tetap di atas 50% dari total kapitalisasi crypto, Bitcoin masih menjadi barometer utama industri aset digital.

Dalam jangka panjang, beberapa faktor yang bisa memperkuat tren positif antara lain:

  • Peningkatan penggunaan BTC sebagai store of value di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Dukungan regulasi terhadap ETF dan aset kripto di berbagai negara.
  • Kemajuan teknologi layer-2 seperti Lightning Network yang memperluas utilitas Bitcoin sebagai alat transaksi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 4% ke $106.000, Awal Reli Baru?

Harga Bitcoin hari ini menunjukkan kenaikan stabil di atas US$106.000, menandakan pasar yang mulai menemukan keseimbangan setelah fluktuasi beberapa minggu terakhir.

Meski masih jauh dari rekor tertinggi US$126.198, momentum positif mulai terlihat. Bagi investor, penting untuk mencermati level resistance jangka pendek dan perkembangan makroekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi.

Bitcoin tetap menjadi aset kripto terkuat dengan fundamental yang solid — dan pergerakan hari ini bisa jadi langkah awal menuju fase bullish berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 4% ke $106.000, Awal Reli Baru?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan yang cukup signifikan setelah menembus level psikologis $106.000.

Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di kisaran $106.073,63 per koin, mencatatkan kenaikan +4,19% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,115 triliun USD dan volume perdagangan harian sebesar $68,65 miliar USD, Bitcoin mempertahankan dominasinya sebagai aset digital terbesar di dunia.

Kenaikan ini menandai pemulihan penting setelah penurunan harga yang terjadi sepanjang bulan Oktober dan awal November. Simak analisa harga BTC hari ini selengkapnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $101K, Bullish Melemah?

Performa Harga BTC: Tanda Rebound Setelah Koreksi

Jika dilihat dari data historis, pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang cukup fluktuatif:

  • Hari ini: +$4.189,98 (+4,11%)
  • 30 hari terakhir: -$6.609,85 (-5,87%)
  • 60 hari terakhir: -$8.256,48 (-7,22%)
  • 90 hari terakhir: -$12.914,21 (-10,86%)

Meski masih di bawah rekor tertingginya, rebound harian 4% ini menjadi sinyal positif bagi investor. Jika momentum ini berlanjut, BTC berpotensi menguji kembali resistensi kunci di $110.000–$112.000 dalam waktu dekat.

Level Teknis Penting: Support dan Resistensi BTC

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di antara $101.521 (terendah) dan $106.564 (tertinggi). Level support utama berada di kisaran $101.500, sementara resistensi kuat terlihat di sekitar $106.600 hingga $107.000.

Secara teknikal, Bitcoin masih memiliki ruang penguatan jangka pendek jika berhasil menembus area resistensi tersebut dengan volume yang solid.

Namun, jika gagal mempertahankan momentum, retracement ke area $102.000–$103.000 masih mungkin terjadi.

Untuk jangka menengah, rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin masih di $126.198, yang dicapai pada awal 2025.

Dengan harga saat ini, BTC masih 16% di bawah ATH, memberikan ruang kenaikan lebih lanjut jika tren positif berlanjut.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

Beberapa katalis penting menjadi pendorong utama penguatan BTC hari ini:

  1. Optimisme terhadap Kebijakan The Fed
    Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga di level saat ini. Ekspektasi ini meningkatkan selera risiko dan mendorong arus modal kembali ke aset kripto.
  2. Arus Dana Masuk ke ETF Spot Bitcoin
    Beberapa ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow lebih dari $500 juta dalam sepekan terakhir, menunjukkan peningkatan permintaan dari investor institusional.
  3. Kenaikan Sentimen Pasar Kripto Global
    Indeks Crypto Fear & Greed naik dari 49 (netral) menjadi 56 (greedy), menandakan meningkatnya optimisme investor terhadap potensi reli akhir tahun.
  4. Pasokan yang Semakin Terbatas
    Dengan pasokan beredar 19,95 juta BTC (95% dari total maksimum 21 juta), Bitcoin mendekati fase langka sebelum halving berikutnya — kondisi historis yang biasanya memicu kenaikan harga signifikan.

Analisa Teknis: Potensi Breakout Menuju $110.000

Dari sisi teknikal, struktur harga BTC mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Indikator momentum seperti RSI (Relative Strength Index) bergerak di zona netral ke atas, sementara EMA jangka pendek mulai berpotongan positif terhadap tren jangka menengah.

Jika harga mampu bertahan di atas EMA 7-hari ($105.000) dan menembus resistensi $107.000, potensi reli lanjutan ke area $110.000–$112.000 terbuka lebar.

Sebaliknya, tekanan jual di area ini dapat memicu koreksi ringan sebelum melanjutkan tren naik yang lebih sehat.

Baca Juga: Tren Bitcoin 10-14 November 2025: Koreksi November Usai

Tren Positif, Tapi Waspadai Volatilitas

Kenaikan 4% harga Bitcoin hari ini mencerminkan kepercayaan pasar yang mulai pulih setelah fase konsolidasi panjang.

Dukungan kuat dari ETF institusional, sentimen positif global, dan pasokan yang terbatas menjadi kombinasi yang memperkuat potensi bullish dalam jangka pendek.

Meski begitu, volatilitas tetap tinggi dan aksi ambil untung jangka pendek bisa muncul sewaktu-waktu. Trader disarankan untuk memantau level $106.500–$107.000 sebagai area penentu arah pergerakan selanjutnya.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun USD, Bitcoin kembali menegaskan perannya sebagai motor utama pasar kripto global, dan banyak analis menilai, fase awal reli baru bisa saja sudah dimulai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $101K, Bullish Melemah?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di angka $101,642.95 per BTC/USD, mengalami koreksi sebesar -1.04% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $2,027.40 miliar USD, menjadikannya aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Dengan volume perdagangan harian sebesar $50.54 miliar USD, Bitcoin masih menunjukkan dominasi kuat di pasar kripto meskipun sedang berada dalam fase koreksi moderat.

Dalam 24 jam terakhir, harga terendah BTC berada di kisaran $101,458.04, sementara harga tertingginya mencapai $102,774.28.

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas yang relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya, di mana Bitcoin sempat mencatatkan pergerakan harga yang lebih tajam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $103K, Aksi JPMorgan Jadi Kunci

Tren Harga Bitcoin: Koreksi Jangka Pendek yang Perlu Diwaspadai

Jika melihat performa harga selama beberapa periode terakhir, tren jangka pendek Bitcoin menunjukkan tekanan bearish. Berdasarkan data perbandingan historis:

  • Hari ini: turun $1,038.25 (-1.01%)
  • 30 hari terakhir: turun $19,762.45 (-16.28%)
  • 60 hari terakhir: turun $9,843.90 (-8.83%)
  • 90 hari terakhir: turun $20,250.23 (-16.61%)

Koreksi yang cukup signifikan dalam 90 hari terakhir mengindikasikan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mencapai rekor tertinggi (All-Time High) di level $126,198.07.

Meskipun demikian, secara fundamental, Bitcoin masih memiliki sentimen positif dari sisi pasokan terbatas dan adopsi institusional yang terus meningkat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling populer di dunia, menduduki peringkat ke-1 dalam daftar kapitalisasi pasar global.

Total kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sebesar $2,027.16 miliar USD, sementara kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) mencapai $2,134.25 miliar USD.

Dari sisi pasokan, jumlah sirkulasi Bitcoin mencapai 19.95 juta BTC, atau sekitar 94.98% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan suplai yang semakin terbatas, tekanan permintaan di masa depan berpotensi kembali mendorong harga ke level yang lebih tinggi, terutama jika momentum bullish global kembali pulih.

Analisis Teknis dan Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal, perubahan harga 1 jam terakhir sebesar -0.19% dan penurunan 7 hari sebesar -7.56% memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi.

Level $101,000 kini menjadi area support penting yang perlu dijaga. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound menuju $105,000–$108,000 masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah $100,000, potensi koreksi lebih dalam ke area $95,000–$97,000 bisa terjadi.

Investor jangka panjang masih memegang posisi karena keyakinan terhadap fundamental Bitcoin yang kuat, terutama menjelang siklus halving berikutnya yang berpotensi meningkatkan kelangkaan pasokan.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Kembali ke 60% Ini Nasib Meme Coin yg Sempat Viral Sekarang!

Bitcoin di Persimpangan Tren

Secara keseluruhan, harga Bitcoin hari ini mencerminkan fase konsolidasi alami setelah reli besar beberapa bulan lalu.

Dengan kapitalisasi pasar yang stabil di atas $2 triliun USD, BTC tetap menjadi indikator utama kesehatan pasar kripto global.

Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap pergerakan jangka pendek, namun tidak mengabaikan potensi jangka panjang Bitcoin yang masih kuat secara fundamental.

Selama suplai tetap terbatas dan adopsi terus meningkat, Bitcoin berpeluang untuk kembali menembus rekor tertingginya dalam beberapa bulan mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com