Tag Archives: bitcoin

Beruntung! Penambang Bitcoin Ini Berhasil Pecahkan Blok Dapat Rp 2,2 M

Seorang penambang Bitcoin (BTC) diberi penghargaan karena menambahkan blok 780.112 ke blockchain Bitcoin. Ia mampu mengalahkan penambang lainnya dengan peluang yang sedikit.

Penambang anonim ini menggunakan layanan Solo CK Pool untuk membuat kumpulan penambangan tunggal, di mana mereka menghasilkan hash yang valid untuk blok tersebut dan menerima hadiah sebesar 6,25 BTC dan hadiah biaya sekitar 0,63 BTCyang bernilai sekitar US$ 148.000 atau RP 2,2 miliar.

Seorang pengguna Twitter menunjukkan betapa beruntungnya penambang tunggal itu menghasilkan hash yang valid, dengan mengatakan bahwa biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat transaksi yang valid mengingat daya komputasi terbatas.

“Seorang penambang sebesar ini akan memecahkan blok rata-rata setiap 10 bulan sekali,” kata pengguna Twitter @ckpooldev. “Mereka baru menambang solo selama 2 hari terakhir jadi sangat beruntung.”

Kesulitan

konsep mining bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Penambang bekerja dengan kekuatan hashing rata-rata 6,7 ​​PH/s (petahash per detik), menurut @ckpooldev. Sekitar waktu blok ditambahkan, tingkat hash total Bitcoin adalah sekitar 308.262 PH/s, yang berarti tingkat hash 6,7 PH/s penambang tunggal mewakili sekitar 0,002% dari seluruh daya komputasi blockchain.

Sebuah akun di forum Bitcoin bitcointalk.org melangkah maju untuk mengklaim tanggung jawab untuk menghasilkan hash yang valid, dengan mengatakan dia menyewa daya ekstra kurang dari sehari menggunakan layanan yang disebut nicehash.

“Memang, sangat beruntung bisa menangkap blok dengan hashrate seperti itu,” kata pengguna bernama Pineconeeee di forum. “Dalam waktu kurang dari sehari, keberuntungan tersenyum padaku.”

Beruntung

ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Penambang solo, yang mengaku berasal dari Rusia, menjelaskan bahwa mereka biasanya menggunakan daya komputasi sekitar 270 TH/s (terahash per detik) tetapi menyewa daya senilai 5 PH/s (petahash per detik) Kamis lalu, menurut miliknya posting .

Blok yang ditambang oleh penambang solo berisi 3.220 transaksi yang terdiri dari sekitar 16.940 volume Bitcoin. Untuk menambahkan blok ke jaringan proof-of-work seperti Bitcoin, penambang terus menjalankan perhitungan untuk menemukan hash yang valid untuk blok tersebut, menggunakan proses yang mirip dengan kekuatan kasar komputasi.

Saat ini, sebagian besar blok baru yang ditambahkan ke blockchain Bitcoin ditambang melalui kumpulan penambangan, tempat penambang menggabungkan kekuatan komputasi mereka untuk meningkatkan peluang mereka membuat hash yang valid.

Secara teknis, mungkin bagi penambang Bitcoin untuk sesekali beruntung dan menghasilkan hash yang valid sendiri, terlepas dari persaingan komputer lain yang berlomba untuk menghitung hash yang valid untuk blok berikutnya di jaringan Bitcoin.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Pergerakan market kripto kembali bergairah, pasca diterjang kejadian dari Silvergate Bank, Silicon Valley (SVB) dan USDC. Harga Bitcoin (BTC) sempat turun ke harga US$ 19.600, namun kini, per hari Senin (13/3) pagi telah kembali meraih level US$ 22.000, dengan peningkatan lebih dari 8 persen dalam 24 jam.

Menurut situs CoinMarketCap, harga Bitcoin mencapai US$ 22.336, naik 8,19% pada Senin (13/3) pukul 11.00 WIB. Sementara, Ethereum bernasib sama mengalami kenaikan harga yang signifikan di posisi US$ 1.595 dengan kenaikan 7,73%.

Kenaikan agresif ini dipicu oleh sentimen kuat dari regulator keuangan pemerintah AS yang mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Minggu (12/3) untuk menyelamatkan setiap aset deposit terakhir di Silicon Valley Bank (SVB). Menanggapi berita tersebut, Bitcoin dan USDC dengan cepat kembali ke level harga mereka sebelum bank runtuh.

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Stablecoin USDC juga mulai perlahan bangkit pada pasaknya terhadap dolar AS, yang sebelumnya hilang di tengah keruntuhan SVB dan bikin geger market kripto. Harga USDC sempat ​turun menjadi US$ 0,87 setelah Circle penerbitnya mengatakan punya US$ 3,3 miliar dari cadangan token disimpan di SVB.

Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index, kini Senin (13/3) berada di level 49, kategori Neutral. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada di level Fear dengan angka 33. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 104

Sentimen-sentimen tersebut membuat market kembali bergairah dan banyak perdagangan aksi beli terjadi. Kapitalisasi pasar kripto meroket capai nilai US$ 1 triliun, naik lebih dari 8%.

Analisis Teknikal

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin telah membuat bounce menuju resistance di US$ 22.800, setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Titik support di level US$ 19.891 cukup solid untuk menahan penurunan harga BTC, bahkan berhasil membalikan arah tren dari turun menjadi naik.

Iustrasi aset kripto Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

Indikator teknis berubah bullish, dengan perkiraan di bawah US$ 23.000. Jika pergerakan harga Bitcoin mampu bertahan untuk bergerak diatas uptrend line, kemungkinan akan kembali retest resistance pada US$ 22.698 dan bila tembus menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji level resistensi di US$ 23.380.

Sentimen pekan ini harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang. Diharapkan reaksi pasar positif lebih lanjut terhadap berita regulator AS menyelamatkan deposan SVB.Namun, investor harus terus memantau berita dan pembaruan dari kasus SEC v Ripple yang sedang berlangsung dan melihat respons pasar menjelang laporan CPI dan data inflasi AS pada hari Selasa (14/3).

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Harga Bitcoin Turun dan Proyeksi Pasar Kripto Hari Ini

Pasar kripto dan harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan pada hari Jumat (10/3) efek dari kejatuhan Silvergate Bank hingga gugatan regulator AS terhadap KuCoin yang membebani sentimen negatif investor.

Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin melihat tekanan ke bawah yang berkelanjutan setelah penurunan harga BTC sebesar 5,5% pada 7 Maret. Harga BTC perpantau diperdagangkan pada level US$ 20.097 atau anjlok 7,71% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/3) pukul 09.40 WIB. Sementara, Ethereum (ETH) juga bernasib sama dengan penurunan 7,33% di level US$ 1.429.

Dikutip Tim Riset Tokocrypto, mengatakan anjloknya market kripto pekan ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari kebangkitan ketakutan akan inflasi yang tinggi di AS, Silvergate Bank yang likuidasi, transfer BTC yang dilakukan pemerintah AS hingga peraturan kripto yang diperketat.

“Sinyal kenaikan suku bunga dan ekspektasi pelemahan ekonomi membebani investor untuk bersemangat meramaikan pasar kripto. Sentimen seputar inflasi, memmbuat analisis bahwa AS akan mengalami resesi tajam di beberapa titik di tahun 2023,” jelas analisisnya.

Banyak Sentimen Buruk

Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

Kenaikan suku bunga The Fed yang akan datang adalah bagian terpenting dan teka-teki yang harus dipecahkan oleh investor dan trader kripto sebelum kembali melakukan akumulasi. Ketakutan pun semakin bertambah imbas salah satu bank kripto terbesar, Silvergate Capital harus tutup dan melikuidasi aset dan menghentikan operasionalnya.

Salah satu yang menyebabkan harga BTC turun juga berasal dari aktivitas mencurigakan terkait transfer aset yang disita dari peretas Silk Road, marketplace darkweb yang telah ditutup paksa FBI pada 2013. Pada Kamis (9/3) lalu beredar kabar wallet kripto yang terkait dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan transfer inflow ke bursa Coinbase sebesar 9.826 BTC senilai US$ 217 juta. Aksi ini memicu kekhawatiran akan aksi jual Bitcoin yang besar dari exchange kripto.

Pengetatan regulator AS masih membayangi pasar kripto. Terbaru gugatan terhadap exchange kripto, KuCoin perihal perdagangan aset kripto yang menyalahi aturan. Industri aset kripto dan regulator memiliki sejarah panjang yang tidak sejalan baik karena berbagai kesalahpahaman atau ketidakpercayaan atas penggunaan aset digital.

Berbagai macam sentimen buruk tersebut menimbulkan ketakutan pada pelaku pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index merosot 10 poin, ditutup pada level 34 dengan kategori Fear. Hal ini menunjukan pasar kripto tidak sedang baik-baik saja yang diselimuti oleh banyak kabar fear, doubt and uncertainty (FUD).

Analisis Teknikal

Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

Dari analisis teknikal, kripto Bitcoin kembali melanjutkan tren negatif. Ada kemungkinan banyaknya sentimen negatif yang bertebaran di pasar kripto BTC akan terus bergerak turun. Harga BTC masihbisa bergerak turun, keluar dari zona apresiasinya.

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar harga BTC akan terus sideways dan retest untuk bertahan di daerah US$ 20,000 atau Rp 308,7 Juta yang merupakan level psikologis terkuatnya atau zona netral antara dorongan beli dan tekanan jual.

“BTC perlu bergerak melalui pivot US$ 20.768 untuk menargetkan level resistensi di US$ 21.449. Jika reli gagal untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan level support di US$ 19.699,” ungkap analisisnya.

Investor kripto harus waspada terhadap laporan Pekerjaan AS dan kabar bahwa pemerintah AS berencana untuk menghapus subsidi pajak yang berkaitan dengan transaksi terkait kripto. Dua hal tersebut dapat mendorong Bitcoin menuju level di bawah US$ 19.500.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Kripto Silvergate Capital Dilikuidasi, Harga Bitcoin Turun

Silvergate Capital, salah satu bank terbesar di industri kripto, mengumumkan pada Rabu (8/3) bahwa mereka akan menghentikan operasi dan melikuidasi banknya secara sukarela. Silvergate Bank juga akan menghentikan Silvergate Exchange Network (SEN), yang diumumkan sebelumnya pada 3 Maret 2023 di situs webnya.

“Mengingat perkembangan industri dan peraturan baru-baru ini, Silvergate percaya bahwa penghentian operasi Bank secara tertib dan likuidasi sukarela Bank adalah jalan terbaik ke depan,” tulis pernyataan manajemen Silvergate Capital dalam siaran persnya.

Silvergate adalah salah satu dari dua bank utama untuk perusahaan kripto, bersama dengan Signature Bank yang berbasis di New York. Silvergate memiliki aset lebih dari US$ 11 miliar, dibandingkan dengan US$ 114 miliar yang dimiliki di Signature. FTX, bursa kripto yang baru-baru ini bangkrut, adalah pelanggan utama Silvergate.

Likuidasi Bank

Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

Semua simpanan akan dilunasi sepenuhnya, menurut rencana likuidasi yang dibagikan pada hari Rabu. Perusahaan tidak mengatakan bagaimana rencananya untuk menyelesaikan klaim terhadap bisnisnya.

Likuidasi terjadi kurang dari seminggu setelah Silvergate menghentikan platform pembayarannya yang dikenal sebagai Silvergate Exchange Network atau SEN, yang dianggap sebagai salah satu bisnis intinya.

Sebagai bagian dari pengumuman likuidasi, Silvergate mengklarifikasi bahwa semua layanan terkait simpanan lainnya tetap beroperasi saat perusahaan ditutup. Pelanggan akan diberi tahu jika ada perubahan lebih lanjut.

Silvergate mengatakan minggu lalu akan menunda pengajuan laporan 10-K tahunannya untuk tahun 2022 sambil menyelesaikan “kelayakan” bisnisnya. Perusahaan mengungkapkan bahwa pengajuan yang tertunda sebagian karena tindakan keras peraturan yang akan segera terjadi, termasuk penyelidikan yang sudah dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Pangsa Pasar Stablecoin Tether USDT Naik ke Level Tertinggi

Bersamaan dengan pengumuman likuidasi bank kripto Silvergate, harga Bitcoin (BTC) juga masuk dalam fese bearish lebih lanjut.Pada hari Rabu, bitcoin (BTC) turun sebesar 2,23%. Menyusul penurunan 0,87% pada hari Selasa (7/3), BTC mengakhiri hari di US$ 21.713. BTC menutup hari itu dengan sub-$22.000 untuk pertama kalinya sejak 13 Februari.

BTC harus bergerak melalui pivot US$ 21.874 untuk menargetkan level resistensi pertama (R1) di US$ 22.130 dan tertinggi di US$ 22.291. Pengembalian ke US$ 22.000 akan menandakan sesi bullish. Indikator ekonomi AS harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang.

Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji level resistensi utama kedua (R2) di US$ 22.546 dan resistensi di US$ 23.000. Level resistensi utama ketiga (R3) berada di US$ 23.218.

Sementara, kegagalan untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan level support utama pertama (S1) di US$ 21.458 dalam permainan. Namun, kecuali aksi jual kripto yang dipicu peristiwa kripto, BTC harus menghindari sub-$21.000. Level support utama kedua (S2) di US$ 21.202 seharusnya membatasi penurunan. Level support utama ketiga (S3) berada di US$ 20.530.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Gerak Bitcoin Bentuk Pola Golden Cross, Pertanda Harga BTC Naik?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) telah menembus pola “Golden Cross” yang langka. Banyak analis menjelaskan pola seperti ini menunjukan sinyal bullish yang biasanya menandakan keuntungan jangka pendek.

Sebagai informasi, pola Golden Cross bisa terjadi ketika rata-rata pergerakan 50 hari untuk suatu aset melintasi di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Persilangan terbaru Bitcoin terjadi pada 18 Februari. Bitcoin hanya melihat enam persilangan lainnya sejak 2015. Persilangan Golden Cross terbaru ini pernah terjadi sebelumnya pada 14 Agustus 2021.

Menariknya Golden Cross banyak dikenali sebagai tanda bahwa telah terjadi pergeseran positif yang berarti dalam momentum pasar. Pola ini hanyalah yang ketujuh Bitcoin dalam 10 tahun terakhir.

Sinyal Bullish

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: Trading View.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: Trading View.

Baca juga: BLK 2023: Ekosistem Blockchain & Aset Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

Beberapa analis melihat Golden Cross sebagai sinyal beli, atau setidaknya memasukkannya ke dalam rangkaian indikator teknis dan lainnya yang mereka pantau saat membuat keputusan perdagangan. Baik Simple Moving Average (SMA) 50 dan 200 Hari secara luas diikuti indikator teknis oleh investor, oleh karena itu Golden Cross berpotensi menyebabkan tekanan beli yang lebih tinggi di pasar Bitcoin, jika mendorong lebih banyak pembeli untuk memasuki pasar.

Dengan Golden Cross sekarang terkonfirmasi, banyak investor bertanya apakah ini sinyal beli yang bagus? Jawabannya belum tentu. Pola grafik yang langka ini memiliki sejarah keberhasilan yang beragam sebagai sinyal beli Bitcoin.

Jika kamu telah membeli BTC pada saat masing-masing dari tujuh peristiwa Golden Cross terakhir dan diadakan selama 90 hari, maka akan meningkatkan investasi empat dari tujuh kali. Margin keuntungan ini akan sangat bervariasi antara 10-80%.

Jika kamu bertahan selama 365 hari, kemungkinan akan naik lima dari tujuh kali. Sekali lagi, besarnya keuntungan selama periode waktu ini sangat bervariasi dari 25% hingga 400%. Dua kesempatan ketika akan turun setelah 365 hari bertepatan dengan pasar beruang brutal tahun 2014 hingga awal 2015 dan akhir 2021 hingga akhir 2022.

Kinerja Bitcoin

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Bitcoin Menuju Level Harga Tertinggi 6 Bulan, Akankah Terus Naik?

Dilaporkan Coindesk, kinerja Bitcoin setelah Golden Cross secara tradisional kuat, dengan rata-rata pengembalian tujuh dan 30 hari masing-masing sebesar 3,8% dan 8,3%.

Persentase tersebut lebih baik dibandingkan dengan pengembalian tujuh dan 30 hari sebesar 1,6% dan 7,5% dari keseluruhan kumpulan data, menunjukkan BTC yang diperoleh setelah Golden Cross adalah positif. Melihat kembali crossover SMA menunjukkan enam kejadian lain sejak 2015, dengan rata-rata pengembalian tujuh dan 30 hari masing-masing sebesar 2,7% dan 10,6%.

Performa rata-rata akan menyiratkan bahwa harga Bitcoin kemungkinan besar akan menembus US$ 26.500 atau sekitar Rp 403 juta, mengingat harga penutupannya pada 18 Februari. Harga BTC saat ini telah mendekati US$ 25.000, level penting secara psikologis, yang menantang aset untuk bertahan.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto Bitcoin (BTC) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tingkatkan 95% Ekonomi Pariwisata El Salvador

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, menyatakan dampak dari melegalkan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang meningkatkan pendapatan ekonomi pariwisata sebesar 95%. Menurutnya hal ini sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi El Salvador.

Melihat ke belakang,Nayib Bukele meluncurkan proposal pada 5 Juni 2021, yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara El Savador. Akibatnya, El Salvador menjadi negara pertama yang menerima Bitcoin sebagai mata uang resmi.

Itu diakui secara luas sebagai pertama kalinya suatu negara menggunakan mata uang digital yang mudah berubah sebagai alat pembayaran yang sah. Namun, banyak yang mengecam langkah Bukele, menyatakan bahwa hal itu akan menyebabkan meningkatnya pencucian uang dan perilaku terlarang.

Tingkatkan Pariwisata

Dilaporkan Watcher Guru, Bukele memiliki pendapat berbeda mengenai hal ini, karena dia baru-baru ini berbicara tentang berbagai hal, termasuk manfaat melegalkan Bitcoin, dalam wawancaranya baru-baru ini di “Tucker Carlson Today”. Salah satu manfaat utama yang disorot Bukele adalah lonjakan pariwisata yang terlihat di El Savador.

Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin.
Ilustrasi El Salvador adopsi pembayaran dengan Bitcoin. Foto: BuyUcoin

Baca juga: Market Watch: Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

Berbicara tentang legalisasi Bitcoin di negara tersebut, Bukele menyatakan bahwa itu pasti memiliki beberapa keuntungan dalam sistem ekonomi baru yang sedang dikerjakan. Bukele juga menyebutkan bahwa melegalkan BTC juga telah meningkatkan ekonomi pariwisata sebesar 95%.

Presiden El Salvador melanjutkan perbincangannya tentang berbagai keuntungan, termasuk investasi swasta, dan juga bagaimana negara tersebut menarik para Bitcoiner karena berbagai konferensi, dengan alasan utama adalah legalisasi BTC.

Bukele juga mendapat dukungan dari komunitas Bitcoin begitu dia merangkul “raja cryptocurrency” dan melegalkannya. Meskipun dia menerima banyak reaksi atas keputusannya, negara lain juga mulai memahami nilai aset kripto. Hal ini terlihat dari sikap dan perkembangan berbagai negara untuk merangkul blockchain dan kripto.

Sikap IMF

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Kontestan El Salvador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

International Monetary Fund (IMF) baru-baru ini membuat langkah anti-kripto lainnya, menentang kripto menjadi alat pembayaran yang sah. IMF mengklarifikasi narasi mereka dalam laporan terbaru. ‘Tidak’ untuk BTC sebagai alat pembayaran yang sah, ‘Ya’ untuk mengatur ruang.

“Kami sangat mendukung pengaturan dunia uang digital dan ini adalah prioritas utama,” kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva.

Di tengah maraknya tindakan keras regulator terhadap industri ktipto, cara masing-masing regulator memandang industri ini terbukti.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kontestan El Salvador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

Aktris dan model Alejandra Guajardo mewakili El Salvador dalam ajang Miss Universe 2022 berani tampil dengan mengenakan kostum yang menampilkan Bitcoin di atas panggung pada Rabu (11/1) malam.

Guajardo menjelaskan alasan mengapa dirinya mengenakan kostum bertemakan aset kripto terpopuler saat ini di dunia. Dalam postingan di akun Instagram-nya, perempuan berusia 27 ini mengatakan penampilan pakaiannya yang unik itu untuk menunjukan sejarah mata uang di El Salvador yang telah melegalkan Bitcoin (BTC) sebagai alat pembayaran.

“Penampilan ini mewakili sejarah mata uang El Salvador,” kata Guajardo.

“Dulu pakai kakao, lalu.. sampai diganti dengan dolar AS. Pada tahun 2021, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Anda tidak perlu selempang untuk berjalan-jalan berpakaian sebagai uang tunai.”

Kostum Bitcoin

Baca juga: Shiba Inu Kolaborasi dengan Bugatti Group & CoinGate, Nilai SHIB Naik?

Dikutip Cointelegraph, seniman plastik Francisco Guerrero merancang kostume Guajardo dalam penampilannya di ajang Miss Universe. Guerrero menampilkan logo BTC di bagian depan, kemungkinan mewakili masa depan mata uang di El Salvador.

Tidak jelas apakah pemerintah atau Bukele mungkin memiliki peran dalam mempromosikan aset kripto ke khalayak global melalui ajang Miss Universe. Bukele menggunakan akun Twitter-nya untuk melaporkan beberapa pembelian BTC setelah pengadopsian aset kripto oleh El Salvador sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021.

Sementara sekadar informasi, kostum model pada kontes Miss Universe tahun lalu didedikasikan untuk menyerukan keadilan terhadap perempuan yang dibunuh di El Salvador. Bukele mulai menangkap warga sipil secara massal pada tahun 2022 dalam upaya memerangi gelombang kejahatan terkait negara tersebut. Tingkat pembunuhan El Salvador sejak itu menurun sebesar 56 persen, menurut angka pemerintah Bukele sendiri.

El Salvador dan Bitcoin

Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin.
Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin. Foto: BuyUcoin

Baca juga: Bitcoin Capai Reli Terpanjang Sejak 2020, Efek Inflasi AS Turun

El Salvador adalah negara pertama di dunia yang membuat Bitcoin menjadi legal tender pada tahun 2021. Langkah tersebut sebagian besar ditanggapi dengan skeptisisme dan kekhawatiran dari komunitas global, termasuk Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

Legislator AS juga memperingatkan bahwa agenda Bitcoin El Salvador dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan di negara tersebut dan melemahkan kebijakan sanksi AS.

Meskipun harga Bitcoin telah turun lebih dari 50 persen sejak undang-undang tersebut berlaku, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, tetap menjadi pembawa bendera yang teguh untuk mata uang digital. Dia telah terlibat dalam mempromosikan berbagai inisiatif adopsi BTC, meskipun tidak jelas apakah dia memiliki peran langsung dalam pilihan Guajardo dalam lemari pakaian untuk kontes tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

Pergerakan market kripto kini tengah lesu. Tidak ada sentimen yang kuat untuk mengalihkan perhatian investor ke market pada akhir pekan lalu.

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan minimnya sentimen positif membuat aksi beli turun. Namun, kegelisahan investor atas Silvergate Bank dan sentimen terhadap anggota parlemen yang mengintensifkan dan pengawasan peraturan membuat pasar cenderung bergerak moderat.

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Senin (6/3) pukul 10.00 WIB, harga kripto Bitcoin masih sideways diperdagangkan dengan harga US$ 22.400-an turun 0,08% dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) bernasib sama di level US$ 1.500-an dan cenderung stagnan.

“Secara keseluruhan sentimen bearish memang masih kencang pasca potensi kebangkrutan Silvergate merebak. Ketika kabar itu muncul Bitcoin (BTC) pada Jumat (3/3) pagi mengagetkan para investornya, dengan penurunan harga hingga 4,87 persen, dari sebelumnya US$ 23.552 menuju US$ 22.241 dalam jangka waktu 24 jam,” analisis Tim Riset Tokocrypto.

Penurunan di kisaran angka US$ 22.000 pada BTC ini pun menyebabkan index Bitcoin Fear and Greed turun ke angka 48, yang menunjukkan kategori Neutral. Total kapitalisasi pasar kripto kembali ditutup merah, turun 1,20%, ditutup pada level 1,022 triliun.

Proyeksi Pekan Ini

Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.
Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.

Baca juga: Tokocrypto Lakukan Full Migrasi Server, Ini yang Harus Diperhatikan

Minggu ini akan menjadi pekan yang sibuk untuk pasar kripto. Pada hari Selasa (7/3), penambangan Bitcoin akan menjadi topik hangat di Capitol Hill, dengan ‘sidang Senat pertama yang berfokus pada kebutuhan mendesak untuk menindak dampak lingkungan yang berkembang dari penambangan kripto.’

Investor juga harus memantau obrolan anggota FOMC menjelang kesaksian Ketua Fed, Jerome Powell pada tanggal 7-8 Maret. Pergantian hawkish akan membebani indeks saham AS dan memberi pijakan kripto yang lebih baik.

“Investor kripto pun saat ini masih menjauh dari market. Di pekan ini saja ada dua sentimen makroekonomi yang harus diperhatikan oleh investor, testimoni ketua The Fed, Jerome Powell di depan kongres pada 7-8 Maret rilis laporan ketenagakerjaan AS atau Nonfarm Payrolls yang keluar 10 Maret,” jelas Tim.

Dua laporan ekonomi tersebut sangat penting di pasar utama, terutama saham yang korelasi dengan kripto, karena semuanya dapat terbukti menjadi penggerak market. Laporan itu juga bisa mengindikasikan keputusan The Fed dalam kenaikan suku bunga 25 vs 50 bps pada bulan Maret nanti.

Selain sentimen ekonomi tersebut, kabar FUD juga datang dari penyelesaian kasus peretasan Mt. Gox. Investor kripto sedang harap-harap cemas menanti penyelesaian kasus peretasan Mt. Gox, karena dikhawatirkan akan terjadi likuidasi besar-besaran yang membuat aksi jual meningkat. Proses pencairan dana kreditur (repayment) kemungkinan bisa dilakukan mulai 10 Maret 2023.

Analisis Teknikal

Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Analisis Market: Maret Bulan Baik untuk Harga Kripto?

Dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga Bitcoin telah mengalami penurunan drastis dan berhasil breakdown support terdekatnya. Tekanan jual yang tinggi menjadi salah satu faktor terjadinya hal tersebut.

“Bitcoin masih menguji level resistensi terdekatnya di level US$ 22.722 yang bila tercapai bisa menahan laju penurunan harga BTC. Namun, apabila penurunan harga Bitcoin berlanjut, ada dua titik support yang harus diperhatikan sebagai tahanan selanjutnya,” ungkap Tim.

Support pertama berada pada garis 200-day exponential moving average (EMA) di level US$ 21.775 dan support kedua berada pada harga terendah pada di level US$ 21.351. Jika dilihat dari pergerakan jangka pendek, peluang untuk kembali bergerak naik dinilai lebih besar ketika penurunan harga menyentuh titik tersebut.

Skenario terburuk adalah apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakdown bisa didorong oleh data laporan ketenagakerjaan yang kurang baik dan komentar The Fed yang belum melunak untuk sedikit mengerem kenaikan suku bunga, menjadi hal krusial pekan ini.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

Harga Bitcoin telah turun tajam sebesar 5% dalam 60 menit pada Jumat (3/3) pagi dan menghapus kapitalisasi pasar BTC sebesar US$ 22 miliar. Penurunan yang drastis ini terjadi di tengah gelombang ketidakpastian mengenai bank Silvergate Capital yang ramah terhadap kripto.

Menurut Cointelegraph Markets Pro, penurunan harga Bitcoin telah menghapus US$ 22 miliar dari total kapitalisasi pasar BTC, yang sekarang menjadi US$ 430,9 miliar. Ethereum (ETH), XRP (XRP), Cardano (ADA) dan Polygon (MATIC), dan aset kripto non-Bitcoin lainnya juga mengalami penurunan tajam serupa.

Sementara penyebab di balik penurunan tajam BTC senilai US$ 1.200 tidak jelas, penurunan tersebut bertepatan dengan kontroversi baru-baru ini seputar Silvergate Bank dan penundaan pengajuan laporan keuangan 10-K tahunannya.

Gonjang-ganjing Silvergate

Ilustrasi bank Silvergate Capital. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi bank Silvergate Capital. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Komitmen Patuhi Regulasi Terkait Perdagangan Kripto

Beberapa analis teknis di Twitter mengeklaim telah memperkirakan penurunan dari resistensi US$ 23.000, namun alasan yang menyebabkan penurunan tidak jelas. Terakhir kali BTC dihargai US$ 22.250 adalah 15 Februari.

Penurunan tajam terjadi meskipun ada peningkatan mulai tahun 2023, dengan BTC masih naik 34,8% sejak dihargai US$ 16.550 pada 1 Januari. Menjelang akhir pekan pertama Maret 2023, pergerakan market kripto tidak menguntungkan.

“Terpantau pada Jumat (3/3) pagi, Bitcoin (BTC) kembali breakdown dan meninggalkan level psikologis US$ 23.000 yang lama ditempatinya beberapa hari terakhir.Perdagangan tiga major aset kripto dibuka merah. Bitcoin mengalami penurunan 4,25%, ETH anjlok cukup signifikan sebesar 4,94%, dan BNB turun 3,94%. Total kapitalisasi pasar kripto pun memerah dengan penurunan sebesar 2,36%, pada level $1,05 triliun,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

Anjloknya market kripto terutama Bitcoin disebabkan oleh beberapa hal. Market goyah karena kekhawatiran baru atas solvabilitas perusahaan kripto hingga data statistik pasar tenaga kerja AS yang baru dirilis pada Kamis (2/3).

Sentimen Negatif

Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Tingkat Stres Investor Kripto Indonesia dan Pentingnya Edukasi Investasi

Kalender ekonomi AS menarik banyak perhatian investor, dengan pasar tenaga kerja AS menjadi sorotan. Biaya tenaga kerja per unit melonjak 3,2% di Q4, naik dari 2,0% di Q3, dengan klaim pengangguran awal turun dari 192.000 menjadi 190.000. Angka pasar tenaga kerja terbaru mendukung lintasan suku bunga The Fed yang lebih hawkish untuk menekan inflasi ke target.

“Investor kripto menanggapi data statistik tersebut, dengan sedikit menjauh dari market. Pasalnya mengindikasikan perekonomian AS masih terlihat kuat dan itu seharusnya membuat pembicaraan hawkish The Fed tetap berjalan. Risiko kenaikan suku bunga yang lebih besar dari seperempat poin mungkin kembali muncul,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

Kemudian, ketakutan baru akan keruntuhan Bank Silvergate menguji sentimen investor. Harapan untuk mengakhiri crypto winter telah berkurang setelah kebangkrutan FTX. Silvergate menderita akibat keruntuhan FTX, menunda laporan tahunannya yang mengindikasikan situasi yang kurang baik.

Silvergate telah menghadapi beberapa tantangan sejak akhir tahun lalu, menyusul meledaknya crypto exchange, FTX. Pada bulan Januari mengalami penurunan 40% lagi dalam satu hari setelah melaporkan penarikan besar-besaran pada kuartal keempat, sehubungan dengan keruntuhan FTX.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Halving Bisa Buat Harga BTC Capai Rp 2,7 Miliar

Seorang analis kripto populer baru saja meluncurkan target jangka panjangnya untuk siklus Bitcoin halving yang akan datang. Ia menyatakan Bitcoin halving yang diproyeksikan terjadi pada tahun 2024 nanti, bisa mendorong harga BTC capai Rp 2,7 miliar.

Analis kripto dengan nama samaran, Filbfilb, memberi tahu 85.000 pengikut Twitter-nya bahwa targetnya untuk Bitcoin sekarang adalah US$ 180.000 atau sekitar Rp 2,7 miliar. Ia menunjuk pada Bitcoin halving, yang bisa sekitar satu tahun lagi, sebagai katalis utama.

Halving yang terjadi setiap empat tahun ini akan mengurangi jumlah BTC baru yang memasuki pasar dari 6,25 Bitcoin per blok menjadi 3,125 Bitcoin per blok. Peristiwa ini juga akan memperlambat tingkat inflasi Bitcoin dari sekitar 2,0% menjadi sekitar 1,0%. Tingkat inflasi Bitcoin dirancang untuk terus turun dan cenderung menuju nol untuk memastikan pasokan BTC tidak pernah melampaui 21 juta.

Kenaikan Harga

Bitcoin Bull Market Comparasion jelang halving. SUmber: Decentrader.
Bitcoin Bull Market Comparasion jelang halving. SUmber: Decentrader.

Baca juga: Analisis Tunjukkan 2023 Mungkin Waktu Terbaik untuk Akumulasi Bitcoin

Pengetatan pasokan secara historis bertepatan dengan pergerakan besar harga Bitcoin, dan para investor serta traders yakin kali ini tidak akan berbeda.

“Bitcoin halving akan jatuh tempo pada Maret 2024. Jika sejarah adalah segalanya, maka Anda memiliki waktu maksimal 18 bulan untuk menyelesaikan masalah Anda sebelum kita mulai melakukan segala macam hal gila di atas rekor tertinggi sepanjang masa lagi,” kata Filbfilb.

Filbfilb mengatakan traders hanya perlu satu grafik, merinci apa yang terjadi segera setelah setiap BTC berkurang setengahnya, untuk memahami potensinya.

“Jika kita hanya melihat satu grafik maka perbandingan bull market Bitcoin adalah itu,” jelasnya.

“Jadi semua orang ada di halaman yang sama, bank Bitcoin tidak memiliki anggota, tidak ada bangunan, dan tidak ada bankir yang memanipulasi tarif yang mencoba menyeimbangkan inflasi dengan pekerjaan penuh. Ini berjalan pada kode; itu selalu dan akan selalu… Sekarang untuk pelajaran ekonomi yang semua orang tahu. Harga merupakan fungsi dari penawaran dan permintaan. Inilah mengapa kami melihat reli harga pada periode setelah setiap halving (di sebelah kiri grafik).”

Sejarah Bitcoin Halving

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Sejauh ini ada tiga peristiwa Bitcoin halving, yang pertama pada November 2012, yang kedua pada Juli 2016, dan yang terbaru pada April 2020. Ketiganya telah mengalami peningkatan besar-besaran dalam harga Bitcoin. Pada saat halving tahun 2012, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 12. Dalam waktu sekitar satu tahun, itu telah naik di atas US$ 1.000.

Halving kedua terjadi ketika harga BTC sekitar US$ 650. Dalam waktu kurang dari satu setengah tahun, harga Bitcoin telah mencapai US$ 19.000. Terakhir, pada tahun 2020 halving terjadi ketika harga Bitcoin berada di bawah US$ 9.000. Harga kemudian mencapai rekor tertinggi pada November 2021 sebesar US$ 69.000.

Dengan demikian, BTC telah membukukan keuntungan sejak tanggal halving hingga puncak pasar berikutnya sekitar 83x, 29x, dan 8x. Tidak mengherankan, dengan Bitcoin yang semakin matang sebagai kelas aset dan telah menikmati pertumbuhan substansial dalam kapitalisasi pasarnya, tingkat keuntungan pasca-separuhnya telah melambat dan masih bisa semakin melambat.



Sumber : news.tokocrypto.com