Tag Archives: bitcoin

Bitcoin Sempat Anjlok, Kini Berusaha Bangkit Lagi

Akhir pekan lalu sejumlah investor kripto terutama Bitcoin (BTC) harus menelan pil pahit dengan harga yang sempat anjlok kembali ke kisaran harga US$ 22.800 atau turun 3% dalam 7 hari terakhir. Perlahan tapi pasti BTC kini kembali berusaha bangkit untuk mencapai titik resistensinya di level US$ 24.000.

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan pergerakan market kripto, terutama Bitcoin yang kembali anjlok pada saat akhir pekan lalu disebabkan oleh beberapa faktor. Pemicu utamanya adalah Biro Analisis Ekonomi (BEA) merilis laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Januari pada Jumat (24/2) yang menunjukkan inflasi naik 5,4%. Dua bulan sebelumnya PCE turun berturut-turut di angka 5,6% menjadi 5,3%.

“Data PCE tersebut membuat investor panik. Kekhawatiran bahwa The Fed bakal kembali menaikan suku bunga 50 bps pada pertemuan bulan Maret mendatang terus meninggi. Laporan PCE adalah alat favorit The Fed untuk mengukur inflasi,” jelas analisis Tim Riset Tokocrypto.

Saham Anjlok, DXY Kuat

Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Tidak hanya kripto, indeks saham AS pun ikut runtuh. Saham di Amerika Serikat turun tajam pada hari Jumat (24/2), mengakhiri minggu terburuk mereka di tahun 2023, setelah pengukur inflasi pilihan The Fed menunjukkan kenaikan harga yang lebih kuat dari perkiraan bulan lalu. Korelasi antara pasar saham dan kripto masih berkaitan erat sehingga memiliki efek serius jika terjadi penurunan atau kenaikkan performa.

“Naiknya Indeks Dolar AS (DXY) yang mengindikasikan dollar AS mendapatkan momentum terbaiknya kali ini, yang membuat harga BTC kembali keok. DXY baru saja berhasil menembus level resistensinya di posisi 105,” ungkap Tim Riset Tokocrypto.

Selain sentimen makroekonomi yang masih menjadi katalis pergerakan harga pada pasar kripto, kabar terkait regulasi pun juga turut mempengaruhi. Sentimen negatif datang dari International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan bahwa kripto tidak boleh diterima sebagai alat pembayaran yang sah secara hukum (legal tender). Ini juga menimbulkan pengaruh negatif untuk pasar kripto pada akhir pekan lalu.

Analisis Teknikal

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Tingkat Stres Investor Kripto Indonesia dan Pentingnya Edukasi Investasi

Sentimen pasar konsisten turun dalam sepakan. Ini terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index yang pada awal pekan lalu, Senin (20/2) dibuka pada level 58 dan kini di awal pekan dimulai pada level 50 dengan kategori Neutral.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin kembali mengalami penurunan setelah gagal breakout 200-week exponential moving average (EMA). Posisi harga US$ 23.000 adalah level kunci yang harus dipertahankan untuk bulls. Jika tertembus ke bawah, maka kemungkinan besar akan turun lebih dalam ke US$ 21.483 sebagai support baru.

Kini harga Bitcoin telah menembus support di titik US$ 23.400, jika bisa bertahan akan memantul kembali menguji untuk mencapai level US$ 24.000 dalam beberapa hari ke depan. Investor juga harus waspada dengan data makroekonomi yang akan dirilis pada pekan ini, seperti data Initial Jobless Claims pada Kamis (2/3) yang hasilnya bisa memproyeksi situasi inflasi AS dan berpengaruh pada tingkat kenaikan suku bunga.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Tunjukkan 2023 Mungkin Waktu Terbaik untuk Akumulasi Bitcoin

Laporan analisis dari penyedia data kripto, CryptoQuant telah menunjukkan bahwa tahun 2023 adalah waktu terbaik untuk mengakumulasi Bitcoin. Aset kripto paling populer di dunia itu mengalami tahun 2022 yang buruk, tetapi telah pulih dengan beberapa keuntungan di awal 2023 ini.

Analisis tersebut dilaporkan oleh Tekedia, yang mencatat laporan harga Bitcoin penulis CryptoQuant, Dan Lim. Di dalamnya, Lim mendukung penilaiannya dengan mencatat rasio nilai Pasar BTC terhadap Market value to realized value (MVRV).

Meskipun November lalu Bitcoin berada di sekitar harga mendekati US$ 16.000, itu telah menandai titik terendah di akhir tahun 2022 yang sangat rendah bagi industri secara keseluruhan. Hampir 300 hari crypto winter telah berdampak buruk pada industri.

2023 Adalah Waktu Terbaik untuk BTC?

Rasio Bitcoin MVRV. Sumber: Dan Lim/CryptoQuant.
Rasio Bitcoin MVRV. Sumber: Dan Lim/CryptoQuant.

Baca juga: BLK 2023: Ekosistem Blockchain & Aset Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

Selanjutnya, tahun 2023 dimulai dengan banyak optimisme untuk industri dan BTC. Meskipun telah naik level sekitar US$ 22.000, satu analisis menyatakan bahwa tahun 2023 masih merupakan waktu terbaik untuk mengakumulasi Bitcoin berdasarkan pengamatan penyedia data crypto, CryptoQuant.

Analisis dipusatkan di sekitar rasio MVRV, yang digambarkan sebagai “indikator menonjol yang membantu trades dalam menentukan apakah suatu aset dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah pada posisinya saat ini.” Selain itu, indikator tersebut digunakan untuk mengidentifikasi tekanan jual pada investor.

Laporan tersebut menyatakan rasio MRV naik di atas angka 1,0 pada tanggal 19 Januari. Saat ini, indikatornya berada di 1.112, masih melayang di atas tanda undervalued sesuai dengan “tren historis.” Selanjutnya, analisis menyatakan BTC tidak pernah jatuh di bawah angka 1,0 tanpa segera kembali ke atas.

Tetap Cermat

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Gerak Bitcoin Bentuk Pola Golden Cross, Pertanda Harga BTC Naik?

Namun, laporan tersebut mencatat faktor makroekonomi dan koneksi BTC ke keuangan tradisional “mendorong investor untuk menggunakan teknik beli terpisah jangka panjang untuk melakukan lindung nilai terhadap peristiwa yang tidak terduga.” Secara meyakinkan, laporan tersebut menyatakan bahwa jika bull market muncul, investor akan secara retrospektif mengamati tahun 2022 dan 2023 sebagai “zona pembelian Bitcoin yang paling menarik”.

Penting juga untuk dicatat bahwa beberapa analis telah memperkirakan bahwa peristiwa Bitcoin halving berikutnya, yang dijadwalkan pada tahun 2024, akan secara dramatis ‘mendorong’ harga Bitcoin, termasuk pakar komoditas senior Bloomberg, Mike McGlone, yang percaya bahwa BTC dapat mencapai US$ 100.000 di kisaran itu. waktu.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto Bitcoin (BTC) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pahami Perbedaan investasi Antara Saham dan Bitcoin

Perbedaan investasi saham dan Bitcoin dapat kita lihat dengan jelas dari tingkat kesulitan, jangka waktu, pergerakan harga, pihak yang mengeluarkan instrumen dan satuannya. Untuk lebih mudah memahami perbedaan investasi saham dan Bitcoin, mari kita lihat terlebih dahulu apa itu investasi  dan bagaimana investasi di Indonesia.

Secara umum investasi diartikan sebagai kegiatan menanam modal baik berupa uang atau aset berharga kepada suatu pihak atau benda dengan harapan investor mendapat keuntungan dalam kurun waktu tertentu. Terdapat beragam pilihan instrumen untuk melakukan investasi, seperti reksa dana, logam mulia, saham, dan bitcoin.

Jumlah Investor yang Meningkat di Indonesia

Per Januari 2023 terdapat peningkatan investor pasar modal yang tercatat di PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang telah menembus angka 10,48 juta investor. Angka ini menunjukan peningkatan sejumlah 33,28% dari bulan Januari 2022 dan meliputi investor saham, reksa dana, serta obligasi.  

Instrumen Investasi yang Bisa Menjadi Pilihan di Indonesia

Berikut instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan keadaan Anda:

1. Reksa Dana

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang mudah dilakukan, karena bisa dimulai dengan modal yang kecil. 

Mengacu pada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 Ayat (27), reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi atau pihak yang dipercaya untuk mengelola dana terkumpul.

2. Logam Mulia 

Instrumen yang satu ini sangat populer di kalangan masyarakat, karena harga logam mulia relatif meningkat dan tidak terpengaruh dari inflasi. Selain itu emas mudah dijual kapan saja apabila seseorang membutuhkan dana.

3. Saham

chart saham

Saham merupakan bukti yang menunjukan seseorang memiliki bagian modal atas suatu perusahaan. 

Sekarang banyak orang bermain saham, terlebih saham cocok digunakan sebagai investasi jangka panjang. Untuk mendapatkan keuntungan, pemegang saham akan mendapatkannya dari capital gain (kenaikan harga) dan dividen (pembagian keuntungan perusahaan).

4. Bitcoin

koin bitcoin

Seiring perkembangan dunia digital, aset kripto yang satu ini menjadi instrumen investasi yang digemari oleh generasi milenial. Berdasarkan survei yang diadakan  Harris Poll pada 2019, 30% milenial lebih memilih investasi melalui bitcoin dari pada obligasi.

Perbedaan Saham dengan Bitcoin

Belakangan ini saham dan bitcoin menjadi instrumen investasi yang populer. Untuk melihat perbedaan saham dan bitcoin, mari kita bahas satu persatu:

1. Tingkat Kesulitan untuk Memulainya

Tingkat kesulitan untuk memulai investasi pada saham terbilang cukup rumit. Anda harus mendaftarkan diri kepada perusahaan sekuritas, menyiapkan dokumen pendukung untuk membuka rekening, dan Anda baru bisa memasukan modal ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) serta mengunduh aplikasi untuk bisa memulai transaksi saham.

Jika berbicara pada bitcoin, tingkat kesulitan untuk memulai investasinya terbilang mudah. Anda hanya perlu mendaftarkan diri pada platform exchange aset kripto yang saat ini sedang mengadakan free deposit serta free maker dan transfer fee dan Anda langsung bisa melakukan aktivitas investasi atau jual beli bitcoin.

2. Jangka Waktu yang Berbeda

Perlu diingat bahwa transaksi saham tidak bisa dilakukan sepanjang waktu. Bursa Efek Indonesia memberlakukan beberapa sesi untuk melakukan transaksi, seperti untuk perdagangan pasar reguler, Anda bisa melakukan transaksi pada hari Senin-Jumat pukul 09.00-11.30 (Sesi I) dan 13.30-14.49 (Sesi 2). 

Hal ini tidak berlaku pada bitcoin. Anda bisa melakukan investasi bitcoin sepanjang waktu, yaitu 24 jam seminggu. Jadi, Anda tetap bisa berinvestasi bitcoin pada malam hari sekalipun selepas pulang kerja.

3. Pergerakan Harga

Meskipun pergerakan harga saham dan bitcoin dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sama, seperti isu yang berkembang atau kinerja perusahaan itu sendiri, tetapi saham dan bitcoin memiliki perbedaan kecepatan. Pergerakan harga saham dinilai lebih lambat dibandingkan bitcoin yang pergerakan harganya cenderung fluktuatif.

4. Pihak yang Mengeluarkan

Saham dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Sedangkan bitcoin diciptakan oleh suatu sistem yang disebut blockchain, atas dasar kesepakatan supply (penawaran) dan demand (permintaan).

5. Satuan yang Digunakan

Dalam saham, satuan pembelian yang digunakan adalah lot. 1 lot sama dengan 100 lembar saham. Lain halnya bitcoin yang menggunakan satuan BTC dan Satoshi untuk satuan terkecilnya.

Setelah mengetahui perbedaan saham dan bitcoin, Anda tetap harus mengedukasi diri dengan pengetahuan seputar instrumen yang akan dipilih, seperti cara kerja, resiko, dan keuntungannya.

Selain itu, Anda juga harus memilih instrumen yang cocok dengan tujuan awal Anda, baik untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. 

Untuk memulai investasi bitcoin, Anda bisa memulainya di Tokocrypto karena telah terdaftar secara resmi di Indonesia! Segera kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Risalah The Fed Bikin Market Kripto Tertahan, Kinerja Bitcoin Tak Optimal

Volatilitas pasar kripto kembali meningkat disebabkan oleh The Fed yang baru saja merilis risalah rapat yang kurang menggembirakan. Investor pun masih mencari petunjuk tentang langkah selanjutnya untuk menghadapi kondisi makroekonomi yang belum stabil. Bersamaan dengan kripto, pasar saham AS pun terjadi penurunan kinerja yang tipis.

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan laju kenaikan market kripto kembali tertahan setelah investor merespons risalah rapat dari pertemuan terakhir The Fed awal bulan Februari lalu yang dirilis pada Kamis (23/2) dini hari.

“Hasil risalah The Fed tidak memberikan banyak harapan untuk kenaikan Bitcoin (BTC), yang terpantau masih melayang pada kisaran US$ 24.500. Padahal, banyak investor yang berharap kebijakan moneter The Fed bakal lebih dovish dalam pertemuan tersebut. Namun mereka harus dihadapkan pada fakta inflasi serta propek resesi masih tetap ada,” jelas analisisnya.

The Fed Belum Melunak

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Bappebti Optimis Pasar Kripto Indonesia Bangkit di Tahun 2023

Secara garis besar, risalah The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebagian besar investor. Kenaikan suku bunga tersebut sebagai bentuk upaya meredam tingkat inflasi AS.

Hal ini juga diperkuat oleh consumer price ondex (CPI) Januari menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan data producer price index (PPI) AS Januari melonjak tak terduga sebesar 0,7% (MoM).

Pasar kripto masih sangat berkorelasi dengan indeks saham AS. Setelah CPI bulan Januari menunjukkan inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan dengan kenaikan 0,5%, maka risalah The Fed mengonfirmasi akan terus menaikkan suku bunga selama diperlukan untuk menurunkan inflasi sampai batas stabil.

Di samping itu, kondisi penurunan utama hari ini juga berasal dari kekhawatiran investor atas tindakan penegakan hukum terhadap industri kripto, khusus di Amerika Serikat. Investor masih melihat akan ada kelanjutan peningkatan penegakan peraturan dari US Securities and Exchange Commission (SEC) di masa depan.

Sentimen Negatif

Bitcoin zona merah
Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

Baca juga: Gerak Bitcoin Bentuk Pola Golden Cross, Pertanda Harga BTC Naik?

Faktor penurunan lainnya adalah investor terus membukukan keuntungan saat kinerja harga sejumlah kripto, seperti Bitcoin mengalami kenaikan. Selera investor masih menurun untuk menunggu tanda-tanda bahwa inflasi AS telah sampai puncak, atau agar The Fed memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil akan segera terjadi.

Selanjutnya, Indeks Dolar (DXY) juga kembali menguat sebesar 0,38%, ditutup pada level 104,496 pada penutupan kandil harian Kamis (23/2) pagi. Penurunan harga pagi ini sedikit berpengaruh pada sentimen pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index turun tiga poin, ditutup pada level 56 dengan kategori Greed.

“Dari sisi analisis teknikal, volatilitas Bitcoin meningkat akibat tarik ulur dari aksi beli dan jual. Volume perdagangan BTC sedang dalam posisi tekanan jual yang tinggi, namun tak lama setelah risalah Th Fed rilis aksi beli kembali naik. Proyeksinya akan ada peningkatan harga, tapi tidak besar dalam jangka pendek,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

Sejauh ini aksi beli masih mampu mendorong kenaikan harga dan mencegah penurunan harga lebih dalam. Sejauh ini, pergerakan harga Bitcoin masih sideways pada area supply US$ 23.988-US$ 25.198. Bitcoin sedang berjuang untuk breakout di area supply tersebut supaya berhasil bounce dan bisa melihat level baru di atas US$ 25.000.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Ditolak pada US$ 25 Ribu, Filecoin (FIL) Naik 30%

Aset kripto Bitcoin (BTC) dan Filecoin (FIL) berhasil mencuri perhatian pelaku pasar pada sepekan terakhir. Misalnya saja, Filecoin telah berhasil mendapatkan lonjakan harga dua digit.

Sementara itu, setelah meroket hampir US$ 4.000 dalam dua hari, Bitcoin akhirnya menemui beberapa perlawanan serius di US$ 25.000. Level resisten US$ 25.000 merupakan posisi yang mesti dilewati BTC agar dapat naik lebih jauh. Tak hanya itu, harga di atas US$ 25.000 terakhir kali terlihat pada pertengahan Agustus 2022 lalu.

Tim riset Tokocrypto menjelaskan salah satu faktor besar kegagalan bertahan di level resistennya itu dikarenakan investor dan trader telah membukukan keuntungan saat BTC tembus level US$ 25.000 minggu lalu, karena menghasilkan pengembalian yang mengesankan setelah berminggu-minggu konsolidasi.

“Pergerakan market kripto pada akhir pekan lalu terpantau sedan melalui fase volatil yang tinggi. Bitcoin (BTC) kembali mencoba untuk bertahan di level resisten pada harga US$ 25.000 untuk ketiga kalinya pada Minggu (19/2) malam menjelang penutupan candle weekly yang sangat menentukan, tapi tak berlangsung lama harga terkoreksi,” dalam penjelasannya.

Token Filecoin (FIL)

Ilustrasi aset kripto Filecoin (FIL).
Ilustrasi aset kripto Filecoin (FIL).

Baca juga: Survei: Banyak Generasi Milenial Memandang Bitcoin sebagai Safe Haven

Sebagian besar altcoin juga telah menelusuri kembali mengikuti kenaikan harga terbaru, dengan beberapa pengecualian. FIL berdiri sebagai pemenang paling signifikan saat ini.

Token Filecoin (FIL) naik tajam pada hari Jumat (17/2), menurut data dari CoinMarketCap. Lompatan tersebut memicu kegembiraan media sosial tentang peluncuran Filecoin Virtual Machine (FVM) blockchain pada 1 Maret mendatang, sebuah platform software yang akan memperkenalkan smart contract dan memungkinkan pengembang merancang aplikasi terdesentralisasi di jaringan Filecoin.

Penambahan FVM ke Filecoin akan membuat jaringan menjadi blockchain layer 1 yang lengkap. Filecoin menjanjikan platform software tersebut akan mendukung serangkaian aplikasi yang dapat diprogram pengguna seperti penyimpanan abadi, replikasi penyimpanan, dan otomatisasi perbaikan, serta mempertaruhkan cairan melalui hadiah blok.

Platform ini juga memiliki kemampuan untuk mendukung pembuatan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang berpusat pada data, yang akan memfasilitasi transaksi pay-per-view dan pembuatan game Web3, di antara aplikasi lainnya.

FVM akan dapat dioperasikan dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), memungkinkan Filecoin untuk membentuk jembatan lintas rantai yang memungkinkan crypto fund berpindah dari satu jaringan blockchain ke jaringan lainnya. Kompatibilitasnya dengan EVM dan blockchain lapisan 2 juga akan menurunkan gas fee pengguna dan meningkatkan kecepatan transaksi, yang diharapkan Filecoin akan meningkatkan pengadopsiannya oleh komunitas keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Harga FIL melonjak dari US$ 5,38 ke level tertinggi US$ 7,82. FIL diperdagangkan pada US$ 8,61 pada saat artikel terpublikasi, naik 132,84%.

Sentimen Market

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: BLK 2023: Tips Investasi Aset Kripto yang Aman Bagi Pemula

Dari sisi sentimen makroekonomi, pekan ini belum bisa disebut sebagai minggu tenang. Pasalnya ada dua agenda penting, yaitu risalah FOMC The Fed dan inflasi PCE. Data inflasi AS yang diawasi ketat The Fed serta risalah kebijakan terbaru The Fed akan menjadi sorotan pada pekan ini. Risalah The Fed akan rilis pada Rabu (22/2) dan Data PCE akan keluar pada Jumat (24/2).

Jadi sebelum agenda penting yang bisa menggambarkan situasi markoekonomi di AS itu rilis, investor dan trader diharapkan bisa fokus akumulasi dan masuk ke pasar. Dari sisi timeline, awal pekan ini adalah momen yang tepat untuk mengakumulasi kripto.

“Pelaku pasar juga harus mewaspadai tindakan dan komentar dari drama U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang ingin melakukan pengetatan regulasi kripto di AS. Oleh karena itu, bisa saja market bergerak sideways atau datar imbas investor yang masih khawatir dengan masa depan market kripto di AS,” jelas tim riset Tokocrypto.

Sentimen bearish pun masih kuat. Ini terlihat dari posisi indeks dolar AS (DXY) yang masih menguat di level 104.06 (+0.19%) pada Senin (20/2). Sementara, Bitcoin Fear and Greed Index juga turun dari level 60 ke 58, walaupun masih di kategori Greed pada Senin pagi ini. Pelaku pasar kripto masih menunggu pergerakan impulsif dari para whale untuk mengakumulasi Bitcoin dan altcoin.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Banyak Generasi Milenial Memandang Bitcoin sebagai Safe Haven

Aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) sudah terlihat sebagai investasi yang menjanjikan di masa depan. Sebuah survei terbaru bahkan menyebutkan banyak generasi milenial yang memandang Bitcoin sebagai safe haven dari investasi mereka.

Sebuah studi oleh BanklessTimes mengungkapkan bahwa 67% responden berusia 27-42 menganggap Bitcoin sebagai instrumen yang aman untuk investasi.

Jajak pendapat sebelumnya menunjukkan bahwa kaum milenial adalah salah satu kelompok demografis paling aktif di ruang kripto dan memiliki pandangan yang lebih ramah daripada generasi yang lebih tua.

Investasi Aman

Dikutip Crypto Potato, sebanyak 67% dari generasi milenial yang disurvei menganggap BTC sebagai tempat yang aman karena sifatnya yang terdesentralisasi dan batas pasokan tetap.

Menurut Jonathan Merry, CEO BanklessTimes, aset kripto utamanya adalah instrumen investasi vital bagi kaum milenial karena menawarkan kebebasan finansial dan memungkinkan mereka melakukan diversifikasi di saat ketidakpastian ekonomi.

Mereka yang lahir antara tahun 1981-1996 lebih terbuka terhadap inovasi digital dan lebih cenderung berurusan dengan BTC daripada Generasi X dan Baby Boomers. Individu yang lebih tua tetap dominan konservatif dengan tetap berpegang pada mata uang fiat dan mengekspresikan skeptisisme terhadap sektor kripto.

Ilustrasi generasi milenial semakin tertarik investasi aset kripto.
Ilustrasi generasi milenial semakin tertarik investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Bitcoin Menuju Level Harga Tertinggi 6 Bulan, Akankah Terus Naik?

Sebagian besar milenium yang berpartisipasi dalam survei percaya bahwa Bitcoin akan menjadi arus utama di tahun-tahun berikutnya. Mereka juga melihatnya sebagai alat moneter yang lebih baik daripada Dolar AS, Euro, atau mata uang nasional lainnya.

Bitcoin Menarik Minat

Sifat aset Bitcoin yang terdesentralisasi dan batas persediaan yang terbatas tampaknya menjadi manfaat paling penting bagi kelompok demografis untuk mengklasifikasikannya sebagai instrumen investasi yang aman atau safe haven.

Berada di luar jangkauan bank sentral berarti Bitcoin bukan subjek dari kebijakan moneter yang meragukan yang diperkenalkan oleh pemerintah. Pasokan maksimum 21 juta koin yang pernah ada membuat banyak orang percaya bahwa itu bisa berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Kelangkaan juga dapat meningkatkan valuasi USD aset di masa mendatang jika permintaan tetap sama atau meningkat.

Di sisi lain, banyak bank sentral mencetak uang dalam jumlah besar selama krisis COVID-19 untuk mendukung rumah tangga dan bisnis tertutup. Langkah tersebut, antara lain, mendorong rekor inflasi di banyak negara. Tingkat di AS mencapai 9,1% pada Juni tahun lalu, tertinggi empat dekade.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

Milenial dan Kecintaan Kripto

Studi lain yang dilakukan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa hampir 50% miliader milenial telah menginvestasikan setidaknya seperempat dari kekayaan mereka dalam aset kripto.

36% generasi milenial dan 51% Generasi Z bersedia menerima sebagian dari gaji mereka dalam Bitcoin pada November 2021. Saat itu, aset kripto utama diperdagangkan sekitar US$ 65.000 (cukup dekat dengan harga tertinggi sepanjang masa hampir US$ 70 ribu).

Terlepas dari bear market pada tahun 2022, kelompok demografis tidak kehilangan minat pada kelas aset. Survei Alto dari musim panas lalu mengungkap bahwa 40% dari generasi milenial AS adalah HODLers. Mereka juga memandang kripto sebagai alat investasi yang lebih menarik daripada reksa dana.

Selain itu, 45% generasi milenial dan 46% Gen Z mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset digital sebagai bagian dari rencana pensiun mereka.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menuju Level Harga Tertinggi 6 Bulan, Akankah Terus Naik?

Bitcoin, aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, sedang mengalami kenaikan harga pada hari Rabu (16/1) menembus level US 24.000 atau sekitar Rp 364 juta. Hal tersebut sangat kontras dengan performa pasar saham yang tengah lesu.

Dilaporkan Coindesk, investor telah melikuidasi sekitar US$ 60 juta pada posisi pendek atau short positions BTC selama 24 jam terakhir, sehingga mendorong harga lebih tinggi dan kripto lain, seperti Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan.

Persentase kenaikan tersebut merupakan yang terbesar sejak BTC melonjak 10,5% pada 9 September lalu. BItcoin juga tengah menargetkan kenaikan harga tertinggi enam bulannya di posisi US 24.829 atau sekitar Rp 377 juta.

Sentimen Pasar

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Dogecoin & Shiba Inu Naik Saat Elon Musk Umumkan ‘CEO’ Twitter Baru

Kenaikan harga Bitcoin yang signifikan menjadi pemicu positif terhadap kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Meskipun Indeks Dolar AS (DXY) melonjak, pasar kripto telah berhasil menunjukkan ketahanan.

Menurut data yang diberikan oleh situs CoinGecko, harga Bitcoin (BTC) kini telah melonjak lebih dari 11% dalam 24 jam terakhir. Namun, itu tetap di bawah level make-it-or-break-it di US$ 25.000. Altcoin utama, seperti Ethereum (ETH) dan XRP juga naik lebih dari 2%. Dogecoin (DOGE) memimpin di antara 10 koin teratas terbesar dengan kenaikan 3%.

Sebelumnya Bitcoin telah turun di bawah US$ 21.600 pada titik yang berbeda dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya kegelisahan investor tentang regulasi kripto, terutama menargetkan pasar stablecoin, dan tentang langkah-langkah bank sentral AS di masa depan untuk menjinakkan inflasi. Tetapi kekhawatiran itu tampaknya memudar dengan cepat karena BTC melonjak melewati US$ 24.100.

Ketahanan Kripto

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Riset: Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

Craig Erlam, seorang analis di broker Oanda, mengatakan bahwa ketahanan kripto cukup menggembirakan meskipun ada berita utama peraturan yang negatif. Meski pasar saham jatuh, Bitcoin tetap tangguh.

Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 turun setelah pembacaan inflasi indeks harga konsumen (CPI) terbaru, yang memupus harapan The Fed akan segera beralih ke kebijakan moneter yang kurang agresif. Korelasi antara saham dan kripto telah menguat karena The Fed menaikkan suku bunga secara signifikan selama setahun terakhir untuk mengekang inflasi.

Tindakan harga terbaru Bitcoin mungkin mengindikasikan bahwa hubungannya dengan saham melemah, yang belum tentu merupakan hasil yang positif. Sentimen investor terhadap kripto tampaknya memburuk bahkan setelah reli 40% yang dimulai pada tahun 2023. Tim firma riset Crypto Arcane baru-baru ini mencatat bahwa partisipasi institusional sedang menurun berdasarkan penurunan minat terbuka CME Group.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto Bitcoin (BTC) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kisah Simpan Bitcoin 11 Tahun, Saldo Rp 121 Ribu Naik Jadi Rp 144 Miliar

Ada kisah menarik soal bukti nyata simpan Bitcoin (BTC) bisa membawa keuntungan investasi jangka panjang. Jadi ada sebuah wallet Bitcoin yang tidak aktif selama lebih dari satu dekade, lalu hidup kembali dan mendapatkan keuntungannya yang fantastis hingga miliaran rupiah.

Sejak 1 Oktober 2012, wallet Bitcoin ‘1MMXRA’ menampung 412,12 BTC yang terakumulasi dalam empat transaksi, seluruhnya hanya bernilai US$ 8 atau sekitar Rp 121 ribu pada saat itu. Tidak ada koin masuk atau keluar dari wallet tersebut sampai tanggal 8 Februari terjadi transaksi dengan nilai Bitcoin telah melonjak seharga US$ 23.000 pada hari itu.

Jumlah 412,12 BTC dipindahkan dari wallet dalam satu transaksi, menyisakan saldo 0,11 BTC senilai US$ 2.572. Menurut data dari bitinfocharts, wallet tersebut menghasilkan keuntungan sebesar US$ 9,5 juta atau sekitar Rp 144 Miliar, karena perubahan harga atau apresiasi. Dengan begitu ada keuntungan mencapai 120.000.000%.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Rihanna Rilis NFT Lagu Terpopulernya, Kolektor Bisa Dapat Royalti

Meskipun seseorang tidak dapat mengesampingkan daya tahan dan keyakinan pemilik untuk dapat “bertahan” selama lebih dari 11 tahun, wallet juga mungkin diaktifkan kembali setelah pemiliknya dapat akses untuk membukanya.

Nilai Bitcoin Naik

keuntungan yang mencapai ratus jutaan persen itu terjadi karena Bitcoin telah tumbuh nilainya selama bertahun-tahun. Bitcoin diperdagangkan mendekati US$ 12,36 sekitar waktu alamat tersebut membeli simpanan Bitcoinnya pada akhir September 2012.

Glassnode dari bulan lalu menunjukkan bahwa jumlah koin yang disimpan dalam jangka panjang tumbuh pada tingkat 100.000 per bulan, meskipun pemegang jangka pendek mengambil kesempatan untuk mendapat untung dari reli aset baru-baru ini.

Pada bulan Maret 2022, wallet yang lebih tua juga diketahui menyimpan 489 Bitcoin sejak Oktober 2010, ketika harga Bitcoin hanya US$ 0,19. Itu terjadi berbulan-bulan sebelum pencipta nama samaran Bitcoin, Satoshi Nakamoto meninggalkan proyek.

Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Riset: Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

Satoshi diduga memegang sebanyak 5% dari seluruh pasokan Bitcoin karena penambangan di masa-masa awal jaringan, tetapi banyak yang tidak percaya koin itu akan bergerak lagi.

Aksi Harga Bitcoin

Aksi harga Bitcoin pada saat artikel ini terbit diperdagangkan pada US$ 22.152, naik 1,78% dalam 24 jam terakhir. Pasar kripto rebound pada hari Rabu (15/2) karena investor menyambut data CPI Januari 2023 yang menyebutkan inflasi AS tengah melambat.

Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau naik pada Rabu (15/2) pagi imbas data consumer price ondex (CPI) yang menunjukan inflasi mereda selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Januari 2023. Meski begitu, banyak analis menilai investor masih mencerna data tersebut sehingga kenaikan pasar kripto belum signifikan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin dan Ethereum Naik Imbas Laporan CPI Inflasi AS Melambat

Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau naik pada Rabu (15/2) pagi imbas data consumer price index (CPI) yang menunjukan inflasi melambat selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Januari 2023. Meski begitu, banyak analis menilai investor masih mencerna data tersebut sehingga kenaikan pasar kripto belum signifikan.

Dilaporkan Coindesk, Bitcoin sempat tenggelam dalam satu jam pertama setelah rilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis CPI Januari, yang menunjukkan data naik 6,4% dibandingkan proyeksi 6,2%. Kemudian, BTC kembali di atas US$ 22.000 atau sekitar Rp 334 juta (kurs dolar AS Rp 15.191) dan ETH naik ke level US$ 1.549 (Rp 23 juta), posisi yang telah hilang lima hari lalu.

Bitcoin dan Ethereum tetap stabil, karena indeks saham utama seperti S&P 500 naik tipis sekitar 0,04%. Aset kripto lainnya, termasuk Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE), keduanya naik tipis, menikmati kenaikan 1,7% dan 0,1% pada saat data CPI Januari rilis.

Pasar Kripto Berusaha Naik

Data CPI naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari, tanda yang berpotensi negatif dari aset berisiko seperti kripto pada tahun 2023 karena The Fed mencoba menjinakkan inflasi melalui kampanye kenaikan suku bunga.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

“Laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini, meskipun tidak jauh lebih tinggi, ini menambah argumen potensial ‘lebih tinggi untuk lebih lama’ yang telah didorong oleh Fed,” Kepala Riset di IntoTheBlock, Lucas Outumuro dikutip Decrypt .

Laporan CPI bulan lalu menunjukkan harga turun 0,1% pada bulan Desember, membawa tingkat inflasi tahunan turun menjadi 6,5%. Tetapi harga naik 0,5% pada bulan Januari di semua item setiap bulan. Kenaikan CPI bulanan terbesar berasal dari makanan, bensin, dan tempat tinggal, yang menyumbang hampir setengah dari inflasi di bulan Januari.

Menunggu Respons The Fed

The Fed telah mengikuti perubahan data CPI dengan cermat untuk mengukur seberapa efektif kenaikan suku bunganya dalam mendinginkan ekonomi, dengan tujuan menurunkan inflasi ke target 2%. Tapi itu juga mempertimbangkan faktor lain saat membentuk kebijakan moneter, seperti kekuatan pasar tenaga kerja AS.

Anggota The Fed memilih dengan suara bulat bulan ini untuk menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase ke kisaran target 4,50% hingga 4,75%, mendorong bank sentral AS untuk memberikan kenaikan suku bunga kedelapan sejak menaikkan suku bunga dari mendekati nol Maret lalu.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: BLK 2023: Tips Investasi Aset Kripto Bagi Pemula yang Aman

Suku bunga yang lebih tinggi telah membuat kripto dan aset berisiko lainnya seperti saham menjadi kurang menarik, jika dibandingkan dengan aset yang lebih konservatif seperti obligasi, yang memiliki potensi kenaikan yang lebih kecil tetapi didukung oleh pemerintah dalam hal keuntungan.

Banyak investor mencari tanda-tanda yang menunjukkan bahwa The Fed dapat segera beralih dari pengetatan ekonomi ke mempertahankan suku bunga atau bahkan merangsang pertumbuhan dengan memangkas suku bunga akhir tahun ini.

Meskipun Bitcoin dan Ethereum sama-sama naik lebih dari 25% sejak awal tahun, pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan Januari telah memperkeruh pembacaan investor tentang kenaikan suku bunga di masa depan dari Fed, dan kripto menghadapi tantangannya sendiri di tengah pengetatan regulasi dari Securities and Exchange Commission (SEC).



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 12 Januari 2022: Proyeksi Bitcoin hingga BNB

Jakarta – Memasuki pekan kedua tahun 2022, investor aset kripto dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada pasar. Mulai dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempercepat kenaikan suku bunga acuan lebih cepat hingga gejolak di Kazakhstan.

Pekan ini diharapkan bisa menjadi fase pemulihan bagi sejumlah aset kripto, walaupun nampaknya masih terlihat adanya volatilitas tinggi. Untuk lebih lengkap mengenai lima aset kripto apa saja yang mengalami bullish dan bearish di pekan kedua Januari 2022, simak Tokocrypto Market Signal di bawah ini.

Daftar‌ ‌5‌ ‌Aset‌ ‌Kripto‌ ‌Bullish‌ ‌

1. Bitcoin ‌(BTC)‌

Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

Di awal tahun 2022, market aset kripto memang bergejolak luar biasa. Semua investor hingga para analis tidak bisa memprediksi akan terjadi penurunan pasar yang cukup signifikan. 

Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, mengungkap ada dua penyebab utama market aset kripto melemah, termasuk Bitcoin dan koin/token kapitalisasi besar lainnya. Pertama, dipicu oleh pengumuman Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada 5 Januari lalu yang merilis hasil notulen rapat mereka bulan Desember, di mana para pejabat menyebutkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih awal. 

“Di hari yang sama, gejolak politik Kazakhstan menambah tekanan lebih lanjut ke pasar. Internet negara tersebut ditutup di tengah protes, menyebabkan hashrate jaringan Bitcoin menurun,” ungkapnya.

Meski begitu, Afid melihat Bitcoin tidak akan turun lebih jauh lagi, dan menyebut harga terendah masih berada di bawah posisi US$ 40.680. BTC diyakini bisa alami konsolidasi, sehingga berpotensi rebound dan bullish sekitar 27 persen.

“Bitcoin masih paling banyak peminatnya. Termasuk di Tokocrypto yang volume trading paling banyak di BTC. Ini memiliki potensi terlepas dari zona terendahnya dan melakukan rebound harga dalam kurun waktu yang singkat,” jelas Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Binance Coin (BNB)

Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

BNB adalah aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

Afid menjelaskan sepanjang tahun 2021 lalu, BNB berhasil menjadi aset kripto dengan kinerja paling apik. Dalam ekosistem Binance, pengguna dapat menggunakan BNB untuk menerima diskon biaya perdagangan dan mendapat benefit lainnya.

“BNB berpotensi bullish karena akan ada integrasi dengan YokaiSwap ya. Di mana YokaiSwap itu sebelumnya berada di Nervos Network. Dia akan ILO (initial liquidity offering) di tanggal 13 Januari ini, dan bisa menambah harga untuk BNB,” katanya.

Peringkat BNB di CoinMarketCap saat ini adalah #4, dengan kapitalisasi pasar US$ 75.252.827.642. Pasokan yang beredar 166.801.148 koin BNB dan maksimal pasokan 166.801.148 koin BNB.

Baca Juga: 6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

3. Nervos Network (CKB)

Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

Nervos Network (CKB) menggambarkan dirinya sebagai ekosistem blockchain publik dengan sumber terbuka. CKB merupakan kependekan dari Common Knowledge Base yang merupakan protokol lapisan dasar 1 dari Nervos Network.

Afid melihat CKB coin akan bernasib sama dengan BNB dan akan mengalami fase bullish dalam waktu dekat. Penyebabnya sama, yaitu integrasi dengan YokaiSwap yang sebelumnya berada di Nervos Network, kini terhubung dengan Binance Smart Chain.

“Hal tersebut mungkin akan menambah harga lagi untuk CKB,” terangnya.

Peringkat CKB di CoinMarketCap saat ini adalah #128, dengan kapitalisasi pasar US$ 535.982.605. Pasokan yang beredar 29.350.914.462 koin CKB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. PancakeSwap (CAKE)

Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

CAKE adalah token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20 disebut juga sebagai token utilitas. PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang memungkinkan penggunanya untuk memperdagangkan mata uang kripto dan token tanpa perantara terpusat.

Layanan tersebut dibangun di atas kontrak pintar yang digunakan di Binance Smart Chain, platform blockchain yang dijalankan oleh pertukaran kripto Binance. Afid mengatakan token ini akan mengalami bullish.

“Jadi akan ada IFO (Initial Farm Offerings) yang melebihi perkiraan awal, maka akan berpengaruh kepada BNB. PancakeSwap itu sendiri berada di jaringan Binance Smart Chain (BSC) kemungkinan akan ada kenaikan harga juga,” tuturnya.

Peringkat CAKE di CoinMarketCap saat ini adalah #49, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.776.080.667. Pasokan yang beredar 257.281.434 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Flux (FLUX)

Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

Flux adalah jaringan komputasi awan terdesentralisasi di blockchain Flux, yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-work (PoW). Sementara, FLUX adalah token utilitas dan tata kelola asli dari Flux yang dapat digunakan untuk tata kelola jaringan, diterima sebagai reward atas mining, dan untuk membayar biaya jaringan.

Afid menerangkan FLUX berpotensi bullish karena baru saja mengumumkan kerja sama dengan Nvidia. Di mana kerja sama itu sebagai mitra utama, FLUX akan dapat berkembang lebih cepat melalui akses ke teknologi dan pakar mutakhir dari NVIDIA dan dukungan pemasaran bersama.

“FLUX ada kerja sama dengan Nvidia yang akan membuat harganya kemungkinan naik. Potensi kenaikannya bisa mencapai 69 persen,” katanya.

Peringkat FLUX di CoinMarketCap saat ini adalah #123, dengan kapitalisasi pasar US$ 579.864.358. Pasokan yang beredar 223.804.842 koin FLUX dan maksimal pasokan 440.000.000 koin FLUX.

Baca Juga: Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Power Ledger (POWR)

Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

Power Ledger (POWR) minggu ini masuk kembali ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish. Dalam analisa Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, melihat POWR sempat naik atau nge-pump sekitar 50 persen pada tanggal 9 Januari lalu. Namun, terjadi banyak penjualan yang membuat harganya kembali turun.

“Biasanya di market kripto, kalo udah nge-pump kaya gini, itu akan terjadi penjualan untuk berusaha menaikan profit. Saat ini sudah masuk ke fase penjualan tersebut ya. Dan akan terus alami penurunan sampai 0,5441,” kata Afid.

Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #174, dengan kapitalisasi pasar US$ 264.431.061. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

2. Smooth Love Potion (SLP)

Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

Smooth Love Potion (SLP) adalah jenis uang digital yang terdapat dalam game metaverse, Axie Infinity. Token ini menggunakan jaringan Ethereum dan melalui likuiditas Uniswap. Jaringan Ethereum memang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan dalam smart contract.

Koin SLP sangat berbeda dengan aset kripto lain yang digunakan dalam game. Pemain diharuskan membeli token untuk menyelesaikan misi tertentu, sehingga mereka bisa berkembang dan dijual kembali.

“Alasan mendasar kenapa SLP terus mengalami penurunan, karena orang yang biasanya kalo sudah dikasih reward, mereka akan jual untuk dijadikan aset pribadi dan di-convert ke koin yang lebih bagus lagi,” kata Afid.

Peringkat SLP di CoinMarketCap saat ini adalah #550, dengan kapitalisasi pasar US$ 56.517.718. Pasokan yang beredar 3.221.436.110 koin SLP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Hive (HIVE)

Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

Sama seperti POWR, HIVE juga kembali masuk ke daftar bearish pekan ini. Afid melihat berpotensi masih terus turun. Bahkan melebih penurunan minggu lalu yang berada disekitar 10 persen

“HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 16 perse,” ungkap Afid.

Hive sendiri adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #135, dengan kapitalisasi pasar US$ 470.258.126. Pasokan yang beredar 389.178.394 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca Juga: CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

4. Ooki Protocol (OOKI)

Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

Ooki adalah protokol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

“Dilihat dari grafiknya, ada pola penurunan yang tajam. Sekarang masih di area support-nya ya. Tapi kalau ini berhasil tertembus, bisa mengalami penurunan sekitar 13 persen,” katanya.

Peringkat OOKI di CoinMarketCap saat ini adalah #539, dengan kapitalisasi pasar US$ 59.126.115. Pasokan yang beredar 2.875.468.102 koin OOKI dan maksimal pasokan 10.300.000.000 koin OOKI.

5. Convex Finance (CVX)

Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.

Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.

“CVX punya probability untuk mengalami kenaikan lagi, tapi ini harus koreksi dan dilihat mungkin bisa turun di area 32,5 atau sekitar 8,1 persen dari harganya,” ungkapnya.

Peringkat CVX di CoinMarketCap saat ini adalah #207, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.645.046.915. Pasokan yang beredar 45.680.015 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com