Tag Archives: bitcoin

3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

Memasuki tahun 2023, seharusnya investor kripto harus lebih jeli dalam menatap masa depan. Ada beberapa aset kripto yang wajib masuk dalam daftar watchlist atau layak pantau pada Januari 2023 ini.

Banyak investor yang yakin dan antusias bahwa investasi mereka dapat membuahkan hasil yang lebih baik tahun ini. Beberapa investor mengalami kerugian pada tahun 2022, tetapi sangat ingin melihat aset kripto mereka meroket atau hanya mencapai titik impas pada tahun 2023.

Sementara, analis memproyeksikan bahwa pasar dapat tetap berada di zone bearish tahun ini, meski begitu investor tertarik untuk melakukan langkah terbaik mereka ke depan. Mengutip Watcher.Guru, ada tiga kripto teratas yang harus diperhatikan pada Januari 2023. Apa saja itu?

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Bitcoin adalah kripto yang paling tidak stabil dan dapat berayun dua arah dalam jumlah besar. Meskipun, turun 75% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044, ia memegang komando yang kuat di market.

Sejauh ini, investor institusi secara teratur mengambil posisi masuk ke BTC, sehingga harganya tetap berada di sisi atas spektrum. BTC dapat memberikan kejutan bulan ini dan juga mencapai level tertinggi sebelumnya sebesar US$ 20.000 dan bergerak sideways kembali.

Dari grafik day trading, BTC potensi bergerak naik saat ini sebelum penurunan berikutnya dan yang akan datang. Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 16.681 dan naik 0,49% dalam perdagangan 24 jam sehari.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Percaya Market Pulih, MicroStrategy Beli 2.500 Bitcoin Seharga $ 41 Juta

Setelah Bitcoin, Ethereum adalah kripto yang paling tepercaya dan dapat mengemas keuntungan bulan ini. ETH melayang di sekitar level US$ 1.200 dan kenaikan lainnya dapat membawanya ke posisi US$ 1.350.

Ethereum selalu tetap menjadi pilihan investasi yang baik, karena menawarkan banyak kasus penggunaan di industri kripto. ETH tetap stagnan di indeks minggu lalu dan terobosan dapat mendorong harganya ke depan.

Pada saat artikel ditulis, Ethereum diperdagangkan pada US$ 1.214 dan naik 1,41% dalam perdagangan 24 jam sehari.

Binance Coin (BNB)

Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
Ilustrasi aset kripto BNB.

BNB melewati kondisi yang sulit pada tahun 2022, tetapi berhasil mempertahankan pergerakan harga yang layak meskipun terjadi bencana pasar. Binance Coin terus naik di indeks tahun ini dan sekarang ingin menembus angka US$ 250.

Binance juga sedang melakukan ‘burning’ token dan mengakuisisi beberapa bisnis kripto di seluruh dunia. Hal ini membuat BNB berbeda dari yang lain dan tetap menjadi pilar kuat yang dapat mengatasi kondisi pasar yang buruk.

Pada saat artikel ditulis, BNB diperdagangkan pada US$ 247 dan naik 1,7% dalam perdagangan 24 jam sehari.

Baca juga: Analisa: Prediksi Harga Bitcoin di Bulan Januari 2023

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Kondisi aset kripto, seperti Bitcoin dan market secara keseluruhan terpantau tertekan sepanjang awal Mei 2022. Melansir CoinMarketCap pada Senin (9/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto utama terlihat masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) terjerembab 2,27% dalam 24 jam terakhir dan bertengger di $ 33.602,87 per keping. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) turun 3,27% ke $ 2.450,26 per keping di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun bernasib serupa. Nilai BNB merosot 3,14% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing anjlok 3,46%, 4,46% dan 3,72% di waktu yang sama.

Tren Turun Bitcoin

Nasib Bitcoin kini sedang mendung. BTC gagal menembus tren naik jangka pendek karena sinyal momentum berubah negatif. BTC menahan reli di level $ 40.000 selama beberapa bulan terakhir dan turun 47% dari level tertinggi sepanjang masa sekitar $ 69.000 yang dicapai pada November tahun lalu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada beberapa faktor fundamental yang membuat harga BTC tertekan. Mulai dari kebijakan bank sentral AS, the Fed, telah memberi dampak besar pada Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

“Jadi peningkatan volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir ini dapat dikaitkan dengan kenaikan inflasi, krisis geopolitik dan kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat oleh The Fed. Nilai BTC terus terbebani oleh tekanan makroekonomi dan sentimen umum pasar yang belum pulih,” kata Afid pada Senin (9/5).

Lebih lanjut, Afid menambahkan fluktuasi harga Bitcoin baru-baru ini juga masih berhubungan dengan ketidakpastian yang berkelanjutan atas pandemi COVID-19 dan tindakan regulasi baru oleh pemerintah AS, termasuk perintah eksekutif Joe Biden.

Pergerakan Bitcoin dan altcoin, saat ini berkorelasi dengan aset sensitif risiko lainnya seperti saham, terutama saham teknologi, selama beberapa bulan terakhir. Saham-saham teknologi pun berguguran. Nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak terjerumus lebih dari 1%.

Secara lebih umum, dari data analisis on-chain sebagian besar investor jangka pendek telah menjual kepemilikan BTC mereka sebagai reaksi terhadap penurunan harga. Aksi jual mereka mungkin berkontribusi terhadap penurunan nilai Bitcoin. Nilai pasar BTC saat ini sekitar $ 662 miliar, setara dengan 39,4% dari ekonomi crypto senilai $ 1,68 triliun.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

Proyeksi Harga Bitcoin Awal Mei 2022

Afid mengatakan secara keseluruhan market kripto masih cenderung terus turun. Pada grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant, BTC berisiko menembus di bawah rata-rata pergerakan tembus sekitar $ 30.000. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjun ke area $ 25.000—$ 27.000 yang faktanya bakal sangat menyakitkan bagi banyak investor.

“Jika BTC tembus ke harga $ 27.000, berarti capai level terendah dari Juli 2021 lalu. Meski begitu, penurunan ini mungkin akan berlangsung lama dan pemulihan harga tampaknya lebih cepat,” ucapnya.

Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.
Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.

Dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di level support-nya $ 34.000. Jika harga terus menuju ke bawah level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000.

“Tapi mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000, selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan ke $ 30.000,” jelasnya.

Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

Dalam grafik CryptoQuant, Bitcoin masih menunggu konfirmasi, baik Short Squeeze maupun Long Squeeze. Jika garis ungu mengalami kejatuhan, berarti akan dampak likuidasi untuk posisi long, maka berkurangnya leverage membuat harga mengalami penurunan berkelanjutan atau Short Squeeze.

“Untuk Short Squeeze sebaliknya, tapi market lebih melihat ke arah Short Squeeze daripada Long Squeeze. Tidak ada penahanan lagi untuk mengalami kenaikan dan akhirnya market ambrol,” pungkasnya Afid.

Baca juga: Ini Skema Perhitungan Pajak Kripto di Tokocrypto Berlaku 1 Mei 2022



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Potensi Kenaikan Harga Bitcoin Jelang Laporan CPI Terbaru

Harga Bitcoin (BTC) memang tengah terpuruk, namun laporan data Consumer Price Index (CPI) alias Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Selasa, 14 Februari 2023 malam WIB bisa menjadi sentimen pendorong kenaikan selanjutnya.

Pasar kripto memiliki periode bullish di awal tahun, tetapi risiko regulasi dan ketakutan The Fed masih akan menjadi hambatan, membatasi keuntungan jangka pendek. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini mengambil sikap keras terhadap bursa kripto, Kraken, menempatkan sektor aset kripto secara keseluruhan di bawah tekanan. Sebuah langkah yang menyebabkan kerugian dua digit untuk beberapa aset kripto.

Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 untuk harga pertama dalam tiga minggu di tengah kabar suram ini, dan pangsa pasar kripto turun lebih dari US$ 40 miliar. Untuk menambah bahan bakar pendorong, pada 14 Februari nanti, data CPI atau inflasi AS bulan Januari diharapkan bisa menaikan harga Bitcoin dan altcoin lainnya.

Optimis Data Inflasi Positif

Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

Alex Krüger, seorang ekonom dan investor mengklaim bahwa Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) mungkin memiliki potensi penurunan tambahan, tetapi reli kripto baru sudah dekat. Krüger mengklaim bahwa penurunan harga kripto adalah reaksi logis atas penutupan layanan staking Kraken oleh SEC. Tetapi menurut ramalannya, pasar kripto mungkin pulih segera setelah beberapa hari berikutnya.

“Pandangan pasar kripto cepat. Belum nambah size. Pikirkan bull run berikutnya dimulai dengan CPI atau akhir bulan. Bitcoin dan ETH masih memiliki level putaran di bawah untuk dilindas. Tidak stres tentang pasar juga. Lihat ini sebagai kemunduran yang sehat. Aktifkan sentimen bearish penuh hanya jika CPI mengalahkan 0,2%,” kata Krüger.

CPI adalah statistik yang sering diamati karena investor menginterpretasikan data baru sebagai tanda apa yang akan dilakukan The Fed selanjutnya untuk melawan inflasi. The Fed dapat memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga yang agresif sebagai tanggapan atas laporan CPI yang berada di bawah ekspektasi konsensus, yang biasanya ditafsirkan sebagai indikator bullish.

Analisis Teknikal

Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

Baca juga: Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan banyak analis berharap ada penurunan 0,4% dalam CPI untuk Januari menjadi 6,1% dari 6,5%. Data inflasi ini akan digunakan oleh The Fed untuk menetapkan suku bunga. Dengan begitu peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuannya bulan depan semakin terbuka lebar.

“Diharapkan apabila tingkat inflasi AS mengalami penurunan, Bitcoin kembali menghijau. Ini akan merangsang market kripto bergerak reli untuk menembus kerugian sebelumnya,” tulis analisisnya.

Dari segi analisis teknikal, candle weekly Bitcoin ditutup merah dengan penurunan sebesar 5,32%. Penutupan mingguan tersebut melihatkan tingginya aksi jual. Ini juga menjadi sinyal adanya penurunan kekuatan dari laju naik Bitcoin.

Relative strength index (RSI) masih bergerak sideways di area oversold, belum ada pergerakan agresif setelah penurunan tajam. BTC masih bersusah payah untuk kembal rebounce ke level US$ 22.000. Level support terdekat BTC pada level US$ 21.437, ini penting untuk menjaga sentimen bullish Bitcoin.

Proyeksi bila data inflasi AS sesuai prediksi hasilnya positif adanya penurunan, laju Bitcoin bisa kembali naik untuk tembus level US$ 22.000 atau sekitar Rp 335 juta. Kemudian kuat untuk menargetkan kenaikan capai level US$ 22.437.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Bitcoin Legal di Indonesia? Ini yang Kamu Perlu Tahu.

Peraturan cryptocurrency di Indonesia adalah topik yang sangat penting sebelum seseorang membeli Bitcoin. Untuk legalitas Bitcoin sendiri, pada tahun 2019 Bappebti sudah mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang aset digital kripto.

Peraturan Bappebti No. 5/2019 pasal 1 ayat (7) : 

Komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memberifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

Tonton juga peraturan tentang aset kripto di Indonesia lainnya melalui video di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=AecWmYbfxMY

Baca juga : Mendag: Sebagian Tugas Bappebti Soal Kripto Dialihkan ke OJK

Bursa Kripto yang Legal untuk Membeli Bitcoin

Seperti yang telah diketahui, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bursa Bitcoin di Indonesia adalah terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Jika Anda melakukan trading di bursa bitcoin legal ini, maka keamanan Anda saat trading bitcoin lebih terjamin dikarenakan aturan yang telah ditetapkan.

Jika Anda bergabung dengan bursa yang belum terdaftar secara legal di Indonesia, akun dan dompet Anda tidak akan terjaga dengan aman. Data Anda akan lebih mudah tersebar dan bahkan Anda akan mengalami peretasan dengan sangat mudah. Itulah kenapa Anda perlu mendaftar ke bursa bitcoin yang legal.

Bursa-bursa yang telah terdaftar di BAPPEBTI ini sudah terverifikasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Perusahaan ini tidak hanya teruji dari segi keamanannya, melainkan juga dari latar belakang perusahaan, modal, dan sebagainya. Sehingga Anda sebagai pemula tidak perlu khawatir ketika melakukan trading di bursa yang legal ini.

Cara Sistem Keamanan Bursa Aset Kripto Bekerja

Pernahkah Anda penasaran tentang bagaimana cara sistem keamanan pada bursa aset kripto bekerja? Nah, setiap kali Anda melakukan login ke bursa Anda, Anda akan diminta untuk melakukan verifikasi dalam bentuk kode atau e-mail.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kalau Anda lah yang mengakses akun tersebut. Makanya jika Anda mengalami percobaan login dari yang tidak dikenal, Anda dapat langsung melaporkan hal tersebut ke bursa Anda untuk mengamankan akun Anda.

Selain itu, Anda juga akan melewati tahap KYC (Know Your Customer) untuk memastikan tidak adanya transaksi ilegal yang terjadi di akun Anda.

Binance adalah salah satu bursa terbesar di dunia, penyimpanannya di binance cloud. Jika bursa pilihan Anda menggunakan binance cloud, maka bursa tersebut memiliki likuiditas keamanan dan volume yang sama dengan binance. Jadi aset kripto Anda tidak akan mengalami masalah.

Syarat Penting Bursa Aset Kripto di Indonesia

Setelah mengetahui tentang cara kerja sistem keamanan sebuah bursa aset kripto, Anda juga perlu mengetahui syarat penting untuk menjadi bursa aset kripto yang legal. Berikut syarat-syaratnya:

1. Memiliki ISO 27001

ISO merupakan Information Security Management System atau biasa dikenal dengan ISMS, sebuah sistem kerangka kerja, kebijakan, dan prosedur yang terlibat dalam proses manajemen risiko informasi organisasi.

ISO dapat membantu bursa bitcoin menghilangkan atau meminimalisir pelanggaran keamanan yang dapat mengakibatkan dalam bidang hukum bisnis. Jika sebuah bursa bitcoin memiliki ISO 270001, artinya bursa tersebut memiliki sistem informasi yang terlindungi.

Maka Anda tak lagi perlu khawatir, karena data Anda akan lebih aman. Informasi yang terdapat di bursa tersebut dapat dipastikan akurat dan terpercaya, karena hanya pihak yang berwenang saja yang dapat menggantinya.

Contohnya, Anda mendepositokan uang sejumlah Rp.500.000 dan uang tersebut tidak akan berubah jumlahnya menjadi Rp. 100.000 secara tiba-tiba. Sedangkan jika Anda tidak terdaftar di bursa yang legal, perubahan jumlah ini dapat terjadi lho!

2. Terverifikasi Sesuai Standar

Salah satu syarat lainnya adalah bursa tersebut sudah harus terverifikasi melalui penilaian secara independen dengan standar internasional berdasarkan praktik terbaik di industri aset kripto.

3. Coin Listing

Sebelum melakukan coin listing, biasanya perusahaan-perusahaan bursa aset kripto ini melakukan due diligence untuk menentukan koin-koin mana yang akan tersedia di bursa mereka.

Adapun hal-hal yang diperhatikan dalam proses due-diligence ini adalah white paper, roadmap, blockchain, dan team project. Namun, ada pula bursa yang menerapkan coin voting, sehingga Anda dapat turut serta memilih koin-koin apa saja yang akan tersedia di bursa tersebut.

Tokocrypto adalah bursa bitcoin legal pertama di Indonesia. Selain itu, Tokocrypto menggunakan binance cloud sebagai tempat penyimpanannya. Jadi, apalagi yang Anda tunggu? Mari bergabung dengan Tokocrypto! Salam to the moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Misterius Harga Bitcoin 60% Lebih Tinggi di Nigeria, Kenapa?

Banyak investor yang bertanya-tanya mengapa harga Bitcoin (BTC) di Nigeria, bisa 60% lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di dunia. Kenapa bisa terjadi?

Dilaporkan Cointelegraph, harga Bitcoin di Nigeria telah meroket jauh di atas tingkat pasar global. Penyebab perbedaan ini adalah kurs resmi naira-ke-dolar AS yang digunakan untuk perhitungan.

Pada saat artikel ini ditulis, harga 1 BTC di bursa kripto Nigeria, NairaEX adalah 17,8 juta naira, setara dengan US$ 38.792 dalam kurs resmi. Namun, media lokal menunjukkan bahwa kurs mata uang asing resmi yang dicantumkan oleh Bank Sentral Nigeria (CBN) tidak mencerminkan harga USD sebenarnya yang tersedia untuk warga negara Nigeria.

Perbedaan Kurs

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

Sesuai nilai tukar CBN resmi, US$ 1 sama dengan 460 Naira Nigeria per 30 Januari. Namun, nilai tukar USD di pasar, atau harga sebenarnya yang dapat ditukarkan Naira Nigeria dengan dolar AS mendekati 750 Naira Nigeria.

Perbedaan antara kurs resmi naira-ke-USD dan kurs pasar riil USD untuk pedagang Nigeria menyebabkan Bitcoin tampak memiliki “premium” 60% di atas harga pasar saat ini, yaitu sekitar $23.124 pada saat penulisan.

Baru-baru ini, CBN memperkenalkan uang kertas naira baru dengan tujuan membatasi inflasi dan pencucian uang. Bank sentral memberlakukan tenggat waktu 24 Januari bagi warga Nigeria untuk menukar uang kertas denominasi lama mereka yang lebih tinggi dengan mata uang baru.

Namun, terjadi antrean panjang dan keluhan karena tidak cukup waktu untuk memenuhi tenggat waktu. Bank sentral sekarang telah memperpanjang tenggat waktu itu hingga 10 Februari, BBC melaporkan pada 29 Januari.

Nigeria dan Bitcoin

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari (tengah) dan Gubernur Bank Sentral, Godwin Emefiele (kanan) saat meluncurkan mata uang digital, eNaira.
Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari (tengah) dan Gubernur Bank Sentral, Godwin Emefiele (kanan) saat meluncurkan mata uang digital, eNaira. Foto: Sunday Aghaeze/Nigeria State House via AP

Baca juga: Mengenal eNaira, Mata Uang Digital Nigeria yang Hebohkan Dunia

Nigeria telah menjadi negara terdepan untuk pencarian web Bitcoin, menurut Google Trends . Nigeria juga menjadi negara Afrika pertama yang meluncurkan mata uang digital, eNaira.

Bank Sentral Nigeria telah bergabung dengan daftar pasar negara berkembang yang bertaruh pada aset kripto untuk mengurangi biaya transaksi dan mempromosikan partisipasi dalam sistem keuangan formal.

Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah mata uang digital tak sama seperti aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum yang memiliki nilai sebagian karena tidak terikat dengan mata uang fiat. eNaira akan sama dengan Naira fisik, yang telah mengalami penurunan nilai 5,6% akibat inflasi pada tahun 2021 lalu, meskipun ada upaya stabilisasi moneter bank sentral.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Kembali Tembus Rp 350 Juta, Efek Pidato Ketua The Fed

Harga Bitcoin (BTC) kembali naik di atas US$ 23.200 atau sekitar Rp 348 juta, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell berpidato di forum ekonomi di Washington, DC yang mengatakan bahwa inflasi turun. Pernyataan Powell pada Selasa (7/2) malam itu disambut hangat oleh investor kripto.

Bitcoin mencapai kenaikan lebih dari 2% menjadi US$ 23.302,80, menurut CoinMarketCap. Sementara, Ethereum naik 1,3% menjadi US$ 1.682,63. Bitcoin berjuang untuk mempertahankan level US$ 23.000 pada hari Senin (6/2) setelah turun di bawah angka itu selama akhir pekan.

Powell mengatakan dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, DC bahwa meskipun proses menurunkan inflasi telah dimulai, “jalannya masih panjang” dan ini adalah “tahap paling awal.”

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

“Kami berharap 2023 menjadi tahun penurunan inflasi yang signifikan. Ini sebenarnya tugas kami untuk memastikan hal itu terjadi,” katanya dikutip CNBC. “Dugaan saya adalah hal itu tidak hanya terjadi pada tahun ini, tetapi tahun depan untuk turun mendekati 2%.”

Saham dan Kripto

Harga kripto secara singkat berubah lebih rendah di samping pasar saham, setelah Powell mengatakan laporan ekonomi di masa depan dapat memaksa bank sentral untuk mempertahankan kenaikan suku bunga secara agresif.

Imbal hasil Treasury menurun selama pidato – imbal hasil nota 10 tahun turun 1 basis poin dan obligasi 2 tahun kehilangan 5 basis poin. Indeks dolar AS juga merosot. Hasil dan indeks dolar AS cenderung bergerak terbalik ke kripto.

Setelah naik sekitar 40% untuk memulai tahun ini, Bitcoin telah mencapai puncaknya dalam seminggu terakhir karena investor yang meragukan daya tahan reli bersiap untuk volatilitas yang didorong situasi makroekonomi lebih lanjut dalam harga kripto tahun ini.

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Baca juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Reaksi pasar terhadap pidato Powell akan bergantung pada apakah dia akan lebih menekankan harapan disinflasi atau menimbulkan peringatan tentang perlunya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Analis merasa ada kemungkinan Powell memberikan sinyal hawkish setelah laporan pekerjaan yang kuat.

Secara keseluruhan, sulit untuk membaca komentar Powell sebagai dovish, tetapi pasar mungkin mengharapkan kecenderungan yang lebih hawkish mengingat ini adalah kesempatan pertama ketua Fed untuk membuat pernyataan publik setelah laporan pekerjaan hari Jumat (3/2) lalu.

Pekan lalu, FOMC mengumumkan kenaikan suku bunga 0,25% dan sebagai tanggapan, pasar kripto memberikan reaksi bullish. Dalam skenario saat ini, pedagang tampaknya dalam mode menunggu dan menonton karena harga Bitcoin (BTC) hampir tidak berfluktuasi setiap jam. Sama halnya dengan saham berjangka, karena S&P 500 Futures turun hanya 0,1%.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ark Invest Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 7,4 Miliar

CEO Ark Invest, Cathie Wood telah memprediksi melalui tesisnya bahwa Bitcoin (BTC) akan mencapai US$ 500.000 atau sekitar Rp 7,4 miliar pada tahun 2030. Wood adalah kepala Ark Invests yang berpikiran maju dan ARKK ETF andalannya yang berorientasi teknologi. Ia pun terkenal karena bertaruh besar pada bioteknologi terbaru dan terhebat.

Cryptonews melaporkan, pada tahun 2020, Wood menjadi berita utama dengan prediksi terkenal bahwa Bitcoin akan mencapai US$ 500.000 pada tahun 2030. Dan pada November 2022, dia melipatgandakan ketika muncul Ark Innovation ETF unggulan menginvestasikan US$ 62,7 juta lebih lanjut ke ruang kripto.

Modal yang fantastis itu dikerahkan untuk mengakuisisi saham di Coinbase , Silvergate, dan Grayscale Bitcoin Trust. Langkah berani yang dilakukan Wood, seminggu setelah runtuhnya raksasa FTX.

Pada tahun 2020, ARKK ETF mengalami reli 150% yang sensasional. Tetapi kepercayaan pasar pada ETF menyaksikan penurunan 59% pada tahun 2022 (lebih buruk dari S&P500).

Prediksi Bitcoin

Iustrasi aset kripto Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: 5 Kripto Altcoin yang Paling Untung di Bulan Januari 2023

Setelah tahun yang sulit bagi kripto, Wood yakin untuk mempertahankan tesis yang berani soal prediksi harga Bitcoin tersebut. Ketika ditanya apakah Ark Innovation mendukung prediksinya di tahun 2020:

“Ya – kami sedikit lebih tinggi dari itu dalam kasus bearish kami untuk tahun 2030. Dan dalam kasus bullish kami jauh lebih tinggi,” kata Wood.

Klaim yang mengesankan di tengah musim dingin kripto yang panjang membuat prediksi Wood soal harga BTC banyak dikritik. Pasar kripto memasuki mode krisis setelah runtuhnya bursa FTX pada awal November. Sementara bencana ini memberi penentang kripto kesempatan untuk memprediksi masa depan aset digital ini yang paling suram.

Menurut Wood, dia menganggap Bitcoin dan Ethereum, dua aset kripto terbesar, sebagai manifestasi terbaik. Terlepas dari turbulensi ini, Bitcoin dan Ethereum bekerja dengan sangat baik.

Baca juga: Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bakal Naik? Berikut Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan!

Pada akhir pekan Mei 2021 harga btc to usd menguat di level US $39.588, namun pada 19 Juni 2021 Bitcoin justru ambruk ke level US$ 30.201. Meskipun harga Bitcoin naik turun, namun ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi prediksi harga Bitcoin menjadi naik, seperti El Salvador yang melegalkan Bitcoin hingga CEO Twitter yang akan menggunakan Bitcoin dalam bisnisnya.

Yuk, simak informasi lengkapnya di sini!

El Salvador: Negara yang Melegalkan Bitcoin Jadi Alat Pembayaran

Setelah Kongres menyetujui proposal dari Presiden Nayib Bukele, El Salvador secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. 

Walaupun terdapat kekhawatiran mengenai dampak potensial pada program El Salvador pada International Monetary Fund, melalui 62 dari 84 suara anggota parlemen memilih mendukung langkah untuk membuat undang-undang yang mengadopsi Bitcoin.  

Presiden Nayib telah menyuarakan penggunaan Bitcoin, dikarenakan potensinya yang dapat membantu masyarakat Salvador yang tinggal di luar negeri dalam mengirim uang ke negaranya. El Salvador sangat bergantung pada uang yang dikirim kembali dari pekerja di luar negeri. Berdasarkan data Bank Dunia, pengiriman uang ke negara itu mencapai hampir US $ 6 miliar dan menjadi salah satu rasio tertinggi di dunia.

Perlu diketahui, bahwa El Salvador tidak memiliki mata uang sendiri. Keputusan Presiden Nayib tersebut diharapkan dapat membawa inklusi keuangan, pariwisata, inovasi, investasi serta pembangunan ekonomi untuk El Salvador.

Selain itu, Presiden Nayib juga memaparkan idenya untuk membangun pusat penambangan Bitcoin dengan menggunakan energi terbarukan dari gunung berapi El Salvador. Serta menawarkan kewarganegaraan kepada orang-orang yang dapat menunjukkan bukti bahwa mereka telah berinvestasi Bitcoin, minimal berjumlah tiga coin.

Inovasi yang disampaikan oleh Presiden Nayib Bukele di Konferensi Miami pada pekan ke-2 bulan Juni memberikan dampak yang positif bagi market, terjadi peningkatan harga pada Bitcoin dalam beberapa hari terakhir setelah Konferensi Miami.

3 Hal yang Dapat  Meningkatkan Harga Bitcoin Di Masa Depan

Selain inovasi yang dilakukan oleh Presiden Nayib Bukele di negaranya, beberapa inovasi tengah dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki pengaruh di dunia. Hal tersebut memberikan dampak positif yang tentunya dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Berikut hal-hal yang dapat mempengaruhi prediksi harga Bitcoin meningkat di masa depan, yaitu

  • Presiden Tanzania Mendukung Aset Kripto

Dalam pidatonya di Mwanza pada tanggal 13 Juni lalu, Presiden Suluhu mengatakan kepada kepala keuangan negara untuk mempersiapkan cryptocurrency. Ia mendesak Bank Sentral untuk mulai mengerjakan pengembangan tersebut, secara tidak langsung hal tersebut menunjukkan bahwa Bank Sentral dapat mulai bekerja pada mata uang digital bank sentral.

Pernyataan Presiden Tanzania muncul setelah Presiden El Salvador mengumumkan bahwa Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah di negaranya. Serta didukung data penjualan yang terjadi di Afrika, bahwa volume perdagangan Bitcoin tumbuh 50% dari tahun ke tahun dengan total volume lebih dari $17 juta. 

Selama enam bulan terakhir, sebagian besar negara Afrika telah menunjukkan peningkatan 15% hingga 30% dalam volume perdagangan Bitcoin.

Sebuah iklan pekerjaan mengiklankan bahwa Amazon tengah mencari Staff yang berpengalaman dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk menempati posisi Blockchain Head of Product. 

Kandidat yang dicari Amazon idealnya yang memiliki pengalaman dalam memberikan inovasi pada ruang blockchain khususnya DeFi atau Layanan Keuangan Tradisional. 

Blockchain Head of Product adalah bagian dari Amazon Managed Blockchain, blockchain publik yang merupakan rumah asli DeFi. Amazon Managed Blockchain  merupakan layanan terkelola sepenuhnya yang mempercepat kemampuan pelanggan untuk membuat dan memanfaatkan teknologi blockchain dalam skala bisnis dan inovatif di seluruh DeFi, Supply Chain, serta layanan keuangan.

  • CEO Twitter Menggunakan Bitcoin dalam Bisnisnya

Jack Dorsey, pendiri Twitter serta CEO perusahaan keuangan Square telah mengkonfirmasi bahwa dia berencana untuk mengintegrasikan Bitcoin’s Lightning Network sidechain untuk salah satu bisnisnya.

Hal tersebut diketahui setelah Dorsey menanggapi pertanyaan dari pengguna Twitter bernama Deyonté, yang meminta Dorsey untuk mengintegrasikan Lightning Network ke dalam Twitter atau BlueSky. Dorsey menjawab “hanya masalah waktu.” Sejak tahun 2019, Twitter tengah melakukan pengembangan terhadap jaringan sosial terdesentralisasi.

Tweet Dorsey muncul di tengah langkah terbaru dari Square untuk memperluas operasi aset digitalnya. Awal bulan ini, Dorsey mengungkapkan bahwa Square bermaksud untuk mengembangkan dompet perangkat keras Bitcoin non-penahanan sumber terbuka.

Beberapa inovasi yang dilakukan oleh orang-orang berpengaruh tentunya menjadi angin segar bagi seluruh investor. Melalui inovasi tersebut diprediksi harga Bitcoin dapat mengalami kenaikan. Hal tersebut merupakan langkah yang baik bagi Anda untuk memulai berinvestasi. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Apple, Steve Wozniak Yakin Harga Bitcoin Bisa Capai $ 100.000

Pendiri Apple, Steve Wozniak memang terbilang aktif sebagai pendukung industri aset kripto. Baru-baru ini, Wozniak mengemukakan pendapatnya soal harga Bitcoin yang diyakini bisa mencapai $ 100.000 dalam beberapa waktu mendatang.

Pernyataan wozniak itu disampaikan dalam sebuah program podcast “Wild Ride” bersama salah satu bintang film Jackass, Steve-O. Wozniak mengatakan nilai Bitcoin yang selama ini naik-turun mungkin bisa mencapai ATH (all time high) di harga $ 100.000 per keping BTC.

“Saya pikir Bitcoin akan mencapai $ 100.000.”

“Saya tidak tahu dari mana saya mendapatkan keyakinan itu. Saya memang tidak bisa menerapkan rumus matematika apa pun ke dalamnya. Saya hanya benar-benar merasa yakin berdasarkan semua kondisi saat ini dan ke depannya. Minat pada kripto sangat tinggi,” kata Wozniak.

Ilustrasi Bitcoin.

Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Blockchain Bisa Ciptakan Peluang Ekonomi Digital Baru di RI

Pengalaman Steve Wozniak Bermain Kripto

Wozniak mencatat bagaimana harga bitcoin melonjak beberapa kali, ketika dia memilikinya dan sekarang hanya punya sedikit untuk bereksperimen.

“Saya membeli banyak bitcoin di awal untuk mengetahui bagaimana bermain dengan hal baru ini? Bagaimana cara membeli sesuatu secara online? Saya coba menaklukkan itu. Saya ingin bereksperimen dan mempelajari semuanya,” ungkap pendiri Apple itu dikutip Bitcoin News.

Saat awal bermain kripto, Wozniak menjelaskan punya banyak Bitcoin, namun tidak pernah untung. Tapi setelah selang beberapa lama dan ada dua kali kenaikan, baru dia mulai menghasilkan uang dari investasi aset kripto tersebut.

Pendiri Apple, Steve Wozniak pendukung kripto, Bitcoin.

Pendiri Apple, Steve Wozniak pendukung kripto, Bitcoin.

Baca juga: Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

Bitcoin adalah “Emas Murni”

Wozniak pernah membahas bahwa Bitcoin adalah emas murni. Sebelumnya, dia juga sempat melontarkan pujiannya terhadap kripto nomor satu dan tebesar di dunia itu dengan menyebut Bitcoin sebagai “keajaiban matematika” pada Juli 2021.

Di sisi lain, Wozniak khawatir banyak pemerintah di berbagai negara akan melarang Bitcoin dan mata uang kripto lain. Dia menilai berbagai institusi dan lembaga pemerintah akan terus mengawasi perkembangan aset kripto.

“Masalahnya adalah pemerintah tidak akan pernah membiarkannya (kripto) berada di luar kendali mereka. Jika sampai pada titik di mana semuanya dilakukan di kripto dan tidak melewati aturan pemerintah untuk observasi dan perpajakan dan semua itu, mereka hanya akan melarangnya. Mereka tidak akan melepaskan kekuatan mereka,” ujar Wozniak.



Sumber : news.tokocrypto.com

Miliarder Ini Proyeksi Harga Bitcoin Mentok di $ 50.000, Kenapa?

Banyak spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan banyaknya institusi yang terjun ke industri kripto bisa mendongkrak pergerakan positif harga Bitcoin hingga $ 100.000. Namun, ada sosok miliader yang tidak setuju dengan hal itu.

Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd., skeptis dengan kemungkinan Bitcoin akan memecahkan rekor harga tertinggi pada tahun 2022 ini atau bisa menembus harga $ 100.000.

Menurutnya, harga BTC sepanjang tahun ini, hanya akan bergerak di wilayah $ 30.000 hingga $ 50.000.

“Saya pikir secara harfiah The Fed belum mulai menaikkan suku bunga, mereka belum mulai menarik likuiditas dari sistem, sehingga sepanjang tahun diperkirakan akan menjadi kisaran $ 30.000 hingga $ 50.000 dalam risiko bitcoin ke atas, bukan ke bawah,” kata Michael Novogratz dikutip Bloomberg.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 23 Maret 2022: Kripto Tampil Menawan, Mulai Siuman?

Investor Belum Investasi Besar di Kripto

Lebih lanjut, Novogratz menyebutkan, meskipun The Fed mengerek suku bunga, investor nyatanya belum mau menginvestasikan banyak uang ke kripto selama pandemi COVID-19. Dampaknya Bitcoin belum bisa mencapai level tertinggi baru.

Investor akan selalu mengevaluasi tingkat risiko dengan mempertimbangkan aksi The Fed yang melakukan pengetatan pasar dalam upaya untuk mengatasi inflasi. Ini berarti, memungkinkan mengembosi nilai Bitcoin jauh lebih rendah tahun ini.

Novogratz menambahkan, perang yang sedang berlangsung di Ukraina juga akan mempengaruhi pilihan investor. Perang yang sedang berlangsung telah membawa pasar saham dan kripto ke dalam serangkaian pergerakan yang tidak terduga.

Pada saat awal ketegangan Rusia-Ukraina terjadi, harga Bitcoin sempat bereaksi positif, karena diyakini Rusia bakal menggunakan kelas aset untuk menghindari sanksi. Namun, nampaknya tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan nilai BTC.

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan untuk Investasi Aset Kripto

Harga Bitcoin Bisa $ 500.000 Per Keping

Dalam wawancara dengan Bloomberg tersebut, Novogratz juga memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) akan mencapai angka $ 500.000 per keping dalam lima tahun ke depan.

“Anda tahu lima tahun ke depan, jika Bitcoin tidak mencapai $ 500.000, saya salah dalam memprediksi siklus,” katanya.

Dia percaya bahwa aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin telah tumbuh jauh lebih cepat tahun lalu daripada internet pada 1990-an. Novogratz percaya bahwa kita perlu mendapatkan jeda jika Bitcoin ingin reli secara agresif karena cerita naratif BTC adalah untuk membawa orang ke dalam komunitas.



Sumber : news.tokocrypto.com