Tag Archives: btc

Pasar Kripto Hari Ini 10 Juli 2025: Bitcoin Cetak ATH $112.000!

Pasar kripto kembali mencetak sejarah saat Bitcoin (BTC) menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $112.000, didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed yang kemungkinan diumumkan Juli ini.

Di tengah antusiasme tersebut, investor tetap waspada menanti rilis data inflasi AS (CPI) pada 11 Juli. Sementara itu, sejumlah aset kripto asal AS mencuri perhatian, seperti Pudgy Penguins (PENGU) yang melonjak 50%, XRP yang didorong harapan ETF spot, dan SUI yang menunjukkan kestabilan teknikal. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Bitcoin Capai Rekor ATH di $112.000, Apa Selanjutnya?

  • Kenaikan Bitcoin didorong antisipasi pemotongan suku bunga Fed.
  • Fed sebagian besar prediksi pemotongan suku bunga paling cepat Juli.
  • Investor kripto berhati-hati jelang data CPI 11 Juli.

3 Kripto AS Unggulan di Minggu Kedua Juli

  • Pudgy Penguins (PENGU) melonjak 50%, didukung investor dan Chaikin Money Flow.
  • XRP berpotensi ke $10, didorong optimisme persetujuan ETF spot (peluang Polymarket hampir 90%).
  • Sui (SUI) naik 12,4%, stabil di atas $2,91, berpotensi menuju $3,13 atau $3,33.

CASHBACK DADAKAN IS BACK 100% Raih Rp10 Juta*

GMX Anjlok 25% Setelah Peretasan DeFi Senilai $42 Juta

  • Penyedia likuiditas GLP GMX kehilangan $42 juta akibat peretasan.
  • Tim GMX tawarkan hadiah 10% jika hacker kembalikan 90% dana dalam 48 jam.
  • Harga token GMX turun lebih dari 15%, menjadi peretasan signifikan kedua tahun ini.

Perseteruan Trump-Musk & Potensi Bullish Bitcoin

  • Perseteruan Trump-Musk bisa dorong Bitcoin, diprediksi naik hingga $136.000 Agustus.
  • Partai Musk dukung Bitcoin, berbeda dengan Trump.
  • Bitcoin menarik di tengah kekhawatiran dolar dan minat institusional.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Perbedaan AI Trading di Pasar Crypto vs Saham

Dengan karakteristik yang berbeda antara pasar kripto dan saham—mulai dari struktur pasar, sumber data, hingga dinamika volatilitas. Pendekatan AI trading juga memiliki pendekatan yang berbeda bagi pasar kripto dan saham.

Artikel ini membahas perbedaan AI trading di pasar crypto dan saham beserta strategi yang umum digunakan.

Baca lebih lengkap mengenai AI trading: Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Struktur Pasar

Perbedaan struktur pasar kripto dengan pasar saham membawa pendekatan berbeda bagi pengguna AI trading, salah satunya adalah peluang arbitrage atau arbitrase.

Arbitrase sendiri merupakan strategi trading yang memanfaatkan perbedaan harga antar pasar.

Misalnya ketika AI melihat ada peluang dari perbedaan harga dari exchange A dan exchange B, dimana harga Bitcoin di exchange A lebih murah dari exchange B. Maka ini kesempatan untuk membeli di exchange A dan menjualnya di exchange B.

Peluang arbitrase ini biasanya hadir lebih besar di pasar kripto karena terdesentralisasi, dengan ratusan exchange yang beroperasi secara independen. Berbeda dengan pasar saham yang menawarkan harga yang relatif seragam, meskipun begitu bukan berarti arbitrase saham mustahil dilakukan.

Sumber Data

Salah satu keunggulan AI di pasar kripto adalah kemampuan untuk memanfaatkan data on-chain, yang merupakan informasi transparan dan real-time dari blockchain

Data ini dapat mencakup volume transaksi DEX, aktivitas dompet besar (whale movements), staking patterns, dan aliran perpindahan aset, yang dapat memberikan insight lebih untuk memprediksi pergerakan harga.

Sedangkan, AI di pasar saham cenderung bergantung pada harga historis, indikator teknis, laporan keuangan perusahaan, dan berita ekonomi.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Analisis Sentimen dan Media Sosial

Berita pasar kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen media sosial dan berita terbaru, AI dapat digunakan sebagai alat analisis data dari platform seperti Twitter, Reddit, atau Telegram untuk mengidentifikasi sentimen yang tengah terjadi. Hal ini akan sangat membantu trader dalam menentukan analisa arah pergerakan pasar ke depannya.

Sedangkan di pasar saham, analisa sentimen media sosial tidak memiliki peran yang penting dibandingkan dengan analisis fundamental, seperti laporan keuangan dan indikator ekonomi.

Penetrasi Trading Algoritmik

Menurut data dari riset Algorithmic Trading Market Size, Share & Trends Analysispasar Amerika Serikat secara mayoritas volume sudah dikuasai oleh AI, algoritma dan sistem otomatis—terutama di segmen institusional dan short-term trading.

Mayoritas volume ini berasal dari institusi seperti bank, hedge fund, dan advisor yang secara aktif menggunakan algoritma kompleks berbasis AI dan machine learning untuk analisis pola dan prediksi keputusan.

Di pasar kripto, trading algoritmik, termasuk AI, masih relatif baru dengan fokus pada strategi seperti arbitrage, trend following, dan hybrid trading terutama di kalangan trader ritel.

Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat? atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Korelasi Aset

Di pasar saham, korelasi antara aset lebih stabil dan didasarkan pada faktor seperti sektor industri, indeks (misalnya S&P 500), dan kinerja ekonomi. AI dapat memodelkan berdasarkan korelasi data tersebut dengan lebih mudah karena data historis yang panjang dan terstruktur.

Sedangkan di pasar kripto, korelasi pergerakan harga sering dipengaruhi oleh Bitcoin, yang cenderung memimpin pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Namun, beberapa token kripto tertentu terkadang memiliki karakteristik unik dan tidak berkaitan langsung dengan pergerakan Bitcoin, sehingga AI akan cenderung sulit untuk memprediksi pergerakan harga ditambah lagi dengan pola historis yang masih pendek.

Strategi AI Trading yang Digunakan

Meskipun AI di pasar kripto dan saham sama-sama menggunakan strategi berbasis data, tetapi strategi yang cocok digunakan tentu akan berbeda, berikut contohnya:

Crypto:

  • High-Frequency Trading (HFT): Eksekusi ratusan transaksi mikro dalam hitungan detik.
  • Sentiment Analysis: Membaca tren media sosial untuk sinyal awal pergerakan harga.
  • Arbitrage Cross-Exchange: Membeli di exchange dengan harga lebih rendah, menjual di exchange lain dengan harga lebih tinggi.

Saham:

  • Value Investing Signals: Mengidentifikasi saham undervalued atau overvalued berdasarkan fundamental.
  • High-Frequency Trading (HFT): Eksekusi ratusan transaksi mikro dalam hitungan detik.
  • Pair Trading: Membandingkan dua saham yang berkorelasi untuk memanfaatkan penyimpangan harga.
  • Algorithmic Market-Making: Menyediakan likuiditas dengan spread kecil di pasar yang lebih stabil.

Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

Tantangan AI Trading di Masing-Masing Pasar

Crypto:

  • Data sering terdistorsi oleh praktik seperti wash trading.
  • Manipulasi harga lebih mudah dilakukan di token dengan kapitalisasi kecil.
  • Risiko keamanan seperti hacking API atau smart contract.
  • Volume palsu akibat spoofing bisa memicu pembelian di momentum yang salah.

Saham:

  • Data historis yang panjang dapat menyebabkan overfitting model AI.
  • Volatilitas yang rendah membuat profit kecil lebih sulit dioptimalkan.
  • Waktu pasar yang terbatas membatasi peluang intraday.

Siap untuk trading dengan bantuan AI? Yuk deposit di Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dan pelajari cara mudah gunakan AI trading di sini: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Breakout $110.000 Dipicu Whale dan Elon Musk

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatan hari ini dengan reli menuju level psikologis $110.000. Sentimen pasar didorong oleh akumulasi besar-besaran oleh investor institusional (paus), dukungan vokal dari Elon Musk, serta sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi breakout dalam waktu dekat.

Bitcoin Stabil di Atas $108.000, Breakout di Depan Mata

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran $108.900–$109.000. Aksi harga masih bergerak dalam kisaran sempit antara support $107.000 dan resistance $110.500. Namun, pola konsolidasi ini justru menunjukkan kekuatan pasar yang sedang bersiap untuk pergerakan besar berikutnya.

Indikator teknikal menunjukkan keseimbangan yang sehat:

  • RSI di angka 52, mencerminkan sentimen netral namun positif.
  • MACD berada di wilayah positif, mendukung potensi kenaikan.
  • Bollinger Bands menyempit drastis, pertanda akan adanya lonjakan volatilitas dalam waktu dekat.

Jika harga berhasil menutup candle 4 jam di atas $109.250, ini bisa menjadi pemicu breakout menuju zona $110.500 dan potensi kelanjutan tren naik hingga $114.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 July 2025: Lets Go All Time High by Hoteliercrypto

Dukungan Elon Musk dan Aksi Beli Institusi Dorong Sentimen Bullish

Menurut Brave New Coin, salah satu katalis utama saat ini adalah pernyataan Elon Musk yang menyebut fiat money sebagai “tidak ada harapan” dan memosisikan Bitcoin sebagai bagian dari visi fiskal Partai Amerika menjelang pemilu paruh waktu 2026. Selain itu, Musk juga mengonfirmasi bahwa SpaceX dan Tesla kini memegang lebih dari 19.800 BTC, senilai lebih dari $2,1 miliar.

Tak hanya itu, langkah mengejutkan datang dari perusahaan Jepang Metaplanet, yang membeli 2.204 BTC senilai $237 juta, menjadikannya pemegang Bitcoin korporat kelima terbesar di dunia — melampaui Tesla dan CleanSpark.

Institusi lain yang ikut menambah kepemilikan BTC:

  • Blockchain Group (Prancis): membeli 116 BTC
  • Smarter Web Company (Inggris): menambah 226 BTC, dengan imbal hasil YTD mencapai 26.000%

Gelombang akumulasi ini menunjukkan keyakinan yang meningkat dari institusi terhadap masa depan Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

Pasar Derivatif dan Sinyal Teknis Perkuat Optimisme

Di sisi pasar derivatif, data dari Deribit menunjukkan minat terbuka yang tinggi untuk opsi BTC pada level $110.000–$112.000. Ini mengindikasikan ekspektasi kuat dari para trader terhadap breakout ke atas dalam waktu dekat.

Funding rate tetap positif namun tidak berlebihan, menandakan minat beli yang berkelanjutan tanpa tekanan leverage berlebih. Volume opsi pun melonjak hampir 29% dalam 24 jam terakhir, memperkuat ekspektasi pergerakan harga signifikan dalam waktu dekat.

Pembaruan fundamental seperti Lightning Network dan adopsi Taproot juga memberikan dorongan tambahan bagi kepercayaan investor jangka panjang.

Kesimpulan: Bitcoin Siap Cetak Tren Kenaikan Baru?

Dengan dukungan teknikal yang kuat, aksi beli dari institusi, serta pengaruh Elon Musk yang kembali hadir di panggung kripto, Bitcoin terlihat siap menembus level penting $110.000. Jika berhasil, target selanjutnya ada di kisaran $111.500–$114.000.

Namun, jika gagal mempertahankan support di $107.000, kemungkinan pengujian ulang ke area $105.200–$104.500 bisa terjadi. Untuk saat ini, semua mata tertuju pada volume, volatilitas, dan candle konfirmasi, karena langkah besar Bitcoin berikutnya bisa jadi akan menentukan arah pasar di kuartal ketiga 2025.

Baca juga: Altcoin Kembali ke Jalur Bullish 2021: Apakah Sejarah Akan Terulang?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Aksi Jual Besar Bitcoin?

Metrik on-chain Bitcoin menunjukkan lonjakan signifikan pada awal Juli 2025, memicu kekhawatiran dari para analis mengenai potensi penurunan harga yang tajam. Salah satu indikator utama yang menjadi sorotan adalah Coin Days Destroyed (CDD), yang melonjak ke level tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Dilaporkan BeInCrypto, CDD mencerminkan pergerakan Bitcoin yang telah lama tidak aktif, dan sering kali digunakan untuk membaca perilaku pemegang jangka panjang. Lonjakan CDD pada bulan ini dipicu oleh transfer 80.000 BTC senilai lebih dari $8 miliar dari dompet “tidur” yang terakhir aktif pada 2011. Transaksi ini melibatkan delapan dompet berbeda, masing-masing berisi 10.000 BTC yang dibeli lebih dari satu dekade lalu saat harga hanya $0,78 per BTC.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 July 2025: Lets Go All Time High by Hoteliercrypto

Transfer Bitcoin

“Transfer 80.000 BTC tersebut telah menyebabkan lonjakan tertinggi ke-2 dalam Coin Days Destroyed yang pernah tercatat. Pergerakan sejumlah besar koin lama biasanya menjadi sinyal bearish bagi Bitcoin,” ujar André Dragosch, analis dari Bitwise.

Data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa sejak 2022, CDD hanya lima kali menembus angka 20 juta. Keempat kejadian sebelumnya selalu diikuti oleh koreksi harga besar. Dengan lonjakan kelima ini, pasar kembali waspada terhadap potensi tekanan jual.

Alex Thorn dari Galaxy Research turut mengingatkan bahwa CDD tinggi juga tercatat dalam peristiwa distribusi dana dari peretasan Mt. Gox dan pemulihan aset curian Bitfinex oleh pemerintah AS, yang masing-masing memicu penurunan tajam harga Bitcoin.

Walau ada kemungkinan lonjakan CDD kali ini disebabkan alasan teknis seperti restrukturisasi dompet atau peningkatan keamanan, para analis tetap mengingatkan bahwa pola historis menunjukkan kecenderungan penurunan harga menyusul pergerakan besar koin lama.

Baca juga: Bitcoin Tembus $107.000, Komentar Trump Dorong Permintaan Aset Keras


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Mengincar Rekor Tertinggi Baru Jelang Batas Waktu Tarif AS

Harga Bitcoin hanya berjarak sekitar 2% dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) pada perdagangan Senin (7/7), dengan sentimen pasar semakin bullish menjelang tenggat waktu tarif perdagangan Amerika Serikat pada 9 Juli. Sementara itu, dukungan dari tokoh teknologi Elon Musk dan dimulainya “Pekan Kripto” di Washington DC turut memperkuat potensi reli harga.

Target ATH Baru di Tengah Ketidakpastian Tarif

Markus Thielen, Kepala Riset di 10x Research, menyatakan bahwa Bitcoin berpotensi mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu dekat. “Bitcoin kemungkinan akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa minggu ini atau minggu depan,” ujarnya kepada Cointelegraph. Menurut Thielen, pasar tampak mengabaikan risiko tarif dan justru mulai menunjukkan penguatan pasca libur 4 Juli.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/IDR) pada Senin, 7 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/IDR) pada Senin, 7 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tanggal 9 Juli menjadi batas waktu penting, menandai berakhirnya masa jeda 90 hari atas tarif timbal balik yang diberlakukan oleh AS. Jika kebijakan tarif kembali ditunda, hal ini bisa diartikan sebagai sinyal dovish dari pemerintah dan mendorong peningkatan selera risiko di pasar, termasuk aset kripto.

Analis UBS Global Wealth Management menambahkan bahwa “penundaan tarif akan ditafsirkan sebagai keengganan untuk memberlakukannya, dan itu akan mendukung risk appetite.”

Elon Musk & “Pekan Kripto” Perkuat Sentimen Bullish

Dilaporkan Cointelegraph, John Bollinger, pencipta indikator teknikal Bollinger Bands, mengatakan bahwa “Bitcoin tampaknya bersiap untuk kenaikan.” Sinyal ini diperkuat oleh komentar dari Henrik Andersson, Chief Investment Officer di Apollo Capital, yang menyebut bahwa minggu ini berpotensi menjadi periode yang volatil namun menjanjikan.

“Kami yakin ada peluang bagus bahwa AS akan menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan UE minggu ini,” kata Andersson. Ia juga menyoroti bahwa Elon Musk kembali menyebut Bitcoin dalam cuitannya di X, menandakan kemungkinan kembalinya minat sang miliarder terhadap aset kripto ini.

“Setiap volatilitas penurunan minggu ini bisa menjadi peluang beli yang bagus menjelang ‘Crypto Week’ di Washington DC,” tambahnya.

Kapitalisasi Pasar Melonjak, Altcoin Siap Mengikuti

Pasar kripto secara keseluruhan juga mulai menunjukkan reli yang solid. Jeff Mei, Head of Operations di BTSE, mencatat bahwa pasar telah mulai pulih setelah kekhawatiran terkait tenggat waktu tarif mereda. “Jika kita melihat angka ekonomi yang positif pada Selasa, maka kemungkinan pasar akan terus menguat,” ujarnya.

Menurut data dari CoinGecko, pasar kripto berhasil menambahkan lebih dari $50 miliar dalam kapitalisasi selama 24 jam terakhir, menyusul akhir pekan yang relatif datar.

Di sisi lain, Nick Ruck dari LVRG Research melihat potensi altseason. “Pedagang kemungkinan akan mulai mencari altcoin untuk potensi kenaikan, terutama dengan ekspektasi volatilitas yang lebih tinggi di paruh kedua 2025,” jelasnya.

Sementara itu, Eugene Cheung dari platform OSL menambahkan, “Kami optimis bahwa lebih banyak investor akan beralih ke Bitcoin dan Ethereum sebagai lindung nilai terhadap volatilitas makro dan potensi kenaikan inflasi, di tengah sinyal dari The Fed terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga.”


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Indikator Trading Berbasis AI untuk AI Trading Crypto

Ingin membaca tren pasar kripto dengan lebih akurat dan adaptif? Tiga indikator berbasis AI dari LuxAlgo ini menggabungkan analisis teknikal dengan machine learning untuk membantu kamu mengenali arah tren, kekuatan sinyal, dan potensi pembalikan harga secara real-time lho!

Ketiga indikator yang akan dibahas adalah SuperTrend AI, AI Channels, dan Clustering Oscillator— Untuk tools yang kamu butuhkan, kamu hanya membutuhkan TradingView.

Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman.

Indikator SuperTrend AI (Clustering)

Indikator ini merupakan indikator teknikal yang menggabungkan SuperTrend dengan teknik machine learning bernama K-Means Clustering dengan tujuan membuat sinyal trading yang lebih adaptif dan cerdas berdasarkan performa historis.

Gambar penggunaan indikator SuperTrend AI.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

  1. Garis SuperTrend = Arah Tren + Support/Resistance

Jika harga berada di atas garis, tren dianggap naik (bullish) dan jika harga berada di bawah garis, tren dianggap turun (bearish).

Garis ini juga bisa digunakan sebagai trailing stop atau support/resistance dinamis.

  1. Angka 0–5 = Kekuatan Sinyal

Setiap sinyal dilabeli angka dari 0 sampai 5 dan Semakin tinggi angkanya, maka semakin kuat sinyal tren tersebut.

Nilai Pengertian
0–1 Sinyal lemah / potensi reversal
2–3 Sinyal sedang / perlu konfirmasi
4–5 Sinyal kuat / tren dominan
  1. Cluster = Kualitas Sinyal

AI membagi sinyal ke dalam 3 kelompok (cluster):

  • Best: sinyal paling andal
  • Average: sinyal sedang
  • Worst: sinyal lemah

Kamu bisa memilih ingin menggunakan sinyal dari cluster mana di pengaturan (default: Best).

Pengaturan

Nama Pengaturan Fungsi
ATR Length Seberapa sensitif garis tren terhadap volatilitas
Factor Range Rentang sensitivitas SuperTrend
Performance Memory Seberapa jauh data historis memengaruhi sinyal
From Cluster Pilih sinyal dari cluster terbaik, rata-rata, atau terburuk

Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

Baca juga strategi AI trading lainnya: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

AI Channels (Clustering)

Berbeda dari channel biasa (seperti Bollinger Bands), indikator ini mengelompokkan harga historis ke dalam beberapa cluster, lalu menghitung batas atas dan bawah berdasarkan rata-rata (centroid) dari kelompok harga tertinggi dan terendah.

Indikator ini menggunakan machine learning (K-Means Clustering) untuk membuat channel harga otomatis.

Indikator ini dapat membantu kamu dalam:

  • Menentukan arah tren
  • Melihat potensi breakout
  • Mengukur volatilitas pasar
Gambar penggunaan indikator AI Channels.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

  1. Channel Atas & Bawah = Batas Tren
  • Harga menembus batas atas → sinyal potensi uptrend
  • Harga menembus batas bawah → sinyal potensi downtrend
  1. Lebar Area = Volatilitas
  • Semakin lebar area channel, semakin tinggi penyebaran harga dalam cluster → artinya pasar sedang volatile
  • Semakin sempit, pasar cenderung stabil

Pengaturan

Nama Pengaturan Fungsi
Window Size Jumlah candle terakhir yang dianalisis (semakin besar = tren jangka panjang)
Clusters Jumlah kelompok harga (semakin banyak = channel lebih lebar & adaptif)
Denoise Channels Menghaluskan garis channel agar tidak terlalu “berisik”
As Trailing Stop Mengubah channel menjadi trailing stop otomatis
Max Iteration Steps Jumlah iterasi untuk menemukan centroid terbaik (pengaruh ke kecepatan)
Historical Bars Seberapa jauh data historis yang digunakan

Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan AI Trading, Bisa Bikin Rugi?

AI SuperTrend Clustering Oscillator

Indikator ini merupakan sebuah oscillator yang menampilkan nilai bullish, rata-rata, dan paling bearish, yang diperoleh dari berbagai versi selisih antara indikator SuperTrend dari LuxAlgo.

Fungsinya untuk:

  • Mengukur arah dan kekuatan tren
  • Menampilkan sinyal bullish, bearish, dan netral secara bersamaan
  • Mengidentifikasi potensi reversal atau retracement
Gambar penggunaan indikator Clustering Oscillator AI.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

Indikator Fungsi
Bullish Output  Garis tertinggi → sinyal tren naik paling kuat
Bearish Output Garis terendah → sinyal tren turun paling kuat
Consensus Garis tengah → sinyal utama, menunjukkan arah tren secara umum
Titik biru (Bullish) Titik biru merupakan cluster bullish
Titik merah (Bearish) Titik merah merupakan cluster bearish

Interpretasi

  • Consensus > 0 → tren naik (bullish)
  • Consensus < 0 → tren turun (bearish)
  • Bearish Output > 0 saat Consensus > 0 → tren naik sangat kuat
  • Bullish Output < 0 saat Consensus < 0 → tren turun sangat kuat
  • Jika Cluster Bullish dan Bearish saling bertolak belakang, itu menandakan tren yang kuat
  • Jika Consensus naik tapi Cluster Bullish turun, bisa jadi sinyal retracement atau reversal

Pengaturan

Pengaturan Fungsi
ATR Length Periode ATR untuk menghitung SuperTrend
Factor Range Rentang nilai faktor (min–max) untuk variasi SuperTrend
Step Jarak antar faktor (semakin kecil = lebih banyak variasi SuperTrend)
Smooth Menghaluskan garis output agar lebih mudah dibaca
Max Iteration Steps Jumlah maksimum iterasi untuk menemukan cluster terbaik
Historical Bars Seberapa jauh data historis yang digunakan untuk perhitungan

Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Siap buat mulai eksplor strategi trading kamu dengan bantuan AI? Yuk, gabung juga dengan komunitas Tokocrypto untuk dapat insight lebih lanjut!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Transfer Bitcoin $8,6 Miliar Gegerkan Kripto, Bukan Pertanda Jual?

Pergerakan besar Bitcoin senilai $8,6 miliar yang terjadi pada Kamis lalu menjadi sorotan utama di industri kripto. Namun, perusahaan intelijen blockchain Arkham meyakinkan bahwa tidak ada indikasi aksi jual dari transfer masif tersebut, meskipun spekulasi tetap berkembang.

Dalam laporan resminya di platform X (dulu Twitter), Arkham menjelaskan bahwa delapan dompet berbeda memindahkan masing-masing 10.000 BTC — atau total sekitar Rp 1,09 triliun — untuk pertama kalinya sejak lebih dari 14 tahun lalu. Transfer ini kemungkinan besar terkait dengan peningkatan dompet lama ke format SegWit Asli (native SegWit), yang menawarkan keamanan lebih baik dan efisiensi biaya transaksi yang lebih tinggi.

“Tidak ada indikasi bahwa paus ini menjual Bitcoin,” tulis Arkham.

Baca juga: Bitcoin Uji Level $108.000 di Tengah Tekanan Pasar

Bitcoin Disimpan Whale

Dilaporkan Cointelegraph, Arkham juga mencatat bahwa semua Bitcoin tersebut sebelumnya disimpan pada 2 April atau 4 Mei 2011, dan belum pernah disentuh sejak saat itu hingga akhirnya dipindahkan ke delapan dompet baru. Sejauh ini, tidak ada pergerakan lanjutan dari dompet baru tersebut.

Namun, tidak semua pihak sepenuhnya tenang. 10x Research, sebuah firma riset blockchain, menyebut bahwa meskipun belum ada tanda-tanda likuidasi, ada kecenderungan pemegang awal perlahan menjual kepemilikannya kepada ETF spot dan institusi keuangan sejak beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, Conor Grogan, Kepala Produk di Coinbase, menyoroti kemungkinan yang lebih ekstrem: bahwa transfer ini bisa saja hasil dari peretasan. Jika benar, ini berpotensi menjadi pencurian terbesar dalam sejarah.

“Jika benar (sekali lagi, saya berspekulasi di sini), ini akan menjadi pencurian terbesar dalam sejarah manusia,” kata Grogan di X.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 6 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 6 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tokoh Melihat Pergerakan Bitcoin

Tanggapan dari tokoh industri pun bermunculan. Mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, merespons santai dan bahkan bercanda bahwa dirinya masuk ke dunia kripto “terlambat” setelah melihat para pemilik Bitcoin sejak 2011 dengan tenang memindahkan aset yang dulu dibeli hanya seharga $0,1 per koin.

Sementara spekulasi terus bermunculan, belum ada bukti konkret bahwa transfer tersebut merupakan bagian dari aktivitas penjualan ataupun aksi peretasan. Untuk saat ini, industri kripto hanya bisa menunggu dan mengamati apakah dompet-dompet baru ini akan tetap tenang atau mulai melakukan pergerakan signifikan.

Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 July 2025: Lets Go All Time High by Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

RUU Pajak Trump Disahkan, Pasar Kripto Bakal Bergelombang?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menandatangani rancangan undang-undang (RUU) pajak dan belanja “Big and Beautiful” menjadi undang-undang pada 4 Juli 2025. Keputusan ini langsung memicu perhatian luas, terutama dari kalangan pelaku pasar kripto, karena potensi dampaknya terhadap regulasi dan aliran investasi di sektor aset digital.

Dilaporkan Coincu, RUU tersebut sebelumnya lolos di DPR AS dengan margin tipis, yakni 218 suara berbanding 214, setelah sebelumnya disahkan oleh Senat pada awal bulan ini. Undang-undang baru ini mencakup pemotongan bantuan federal dan peningkatan beban utang negara, serta sejumlah kebijakan perpajakan yang kontroversial—terutama yang menyasar pemotongan pajak untuk kalangan atas dan korporasi besar.

Implikasi untuk Pasar Kripto

Salah satu dampak utama dari pengesahan RUU ini adalah potensi pembukaan jalur masuk bagi investor institusional ke pasar kripto. Beberapa pihak memandang bahwa kebijakan pajak pro-bisnis dan pendekatan regulasi yang lebih fleksibel terhadap aset digital dapat mempercepat adopsi kripto di kalangan lembaga keuangan besar.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan Trump Media & Technology Group, yang belakangan ini aktif mengeksplorasi aset digital. Dukungan dari Trump terhadap inisiatif berbasis blockchain diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekosistem kripto secara lebih luas.

Di sisi lain, muncul juga kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat memperbesar kesenjangan ekonomi serta menciptakan ketidakstabilan fiskal. Namun bagi komunitas kripto, perubahan ini justru dapat menciptakan peluang investasi baru, terutama jika digabungkan dengan momentum kenaikan harga aset digital seperti Bitcoin.

Volatilitas dan Respons Pasar

Pasar kripto mulai menunjukkan respons terhadap perkembangan ini. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah meningkatnya diskusi seputar Housecoin, token bertema politik yang mencerminkan respons investor ritel terhadap dinamika kebijakan pemerintah. Volatilitas Bitcoin dan aset kripto lainnya pun diperkirakan akan meningkat seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan Trump selanjutnya.

Saat ini, harga Bitcoin (BTC) tercatat di level $108.120,80 dengan kapitalisasi pasar sebesar $2,15 triliun. Bitcoin masih mendominasi pasar dengan pangsa sebesar 64,65% dan telah mengalami lonjakan harga sebesar 37,94% dalam 90 hari terakhir, menurut data CoinMarketCap.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 6 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 6 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 July 2025: Lets Go All Time High by Hoteliercrypto

Kilas Balik: Reformasi Pajak 2017

Pergeseran besar dalam kebijakan pajak AS bukanlah hal baru. Pada 2017, reformasi pajak besar-besaran yang juga diprakarsai oleh Trump sempat berdampak signifikan terhadap sentimen risiko di pasar, termasuk pasar kripto. Perubahan kebijakan fiskal terbukti mampu memicu volatilitas harga, khususnya untuk aset seperti BTC dan ETH.

Dukungan Retoris dari Trump

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menekankan pentingnya pendekatan regulasi yang mendorong inovasi. “Kami percaya bahwa pendekatan regulasi yang baik dapat menghasilkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi investor AS,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan administrasi Trump yang cenderung pro-teknologi dan pasar terbuka, sesuatu yang dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri kripto ke depan.

Baca juga: Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Uji Level $108.000 di Tengah Tekanan Pasar

Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan setelah transfer besar-besaran sebesar 80.000 BTC, setara sekitar $8,6 miliar, dari dompet whale yang telah lama tidak aktif. Meski sempat tertekan hingga ke kisaran $107.000, sinyal pemulihan masih terlihat dengan target resistance berada di level $110.000.

Dilaporkan Cointelegraph, pergerakan ini menjadi salah satu transfer harian terbesar dari koin yang telah disimpan lebih dari satu dekade. Menurut Arkham Intelligence, koin-koin tersebut yang diyakini milik penambang awal, dipindahkan melalui empat transaksi terpisah pada Jumat pagi dan seluruhnya dialihkan ke dompet baru pada pukul 15:00 UTC.

Whale tersebut diketahui menguasai total 161.326 BTC atau sekitar $17,4 miliar, dengan 80.000 BTC telah ditransfer dan sisanya masih tersimpan.

Baca juga: Rekt Capital: Bitcoin Akan Naik Dalam 2-3 Bulan!

Reaksi Pasar dan Sentimen Likuiditas

Transfer besar ini sempat memicu tekanan jual, membuat BTC ditutup di kisaran $107.000 pada Jumat. Namun hingga Sabtu pagi, harga perlahan pulih ke level $108.196 meski masih turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.

Data dari Coinglass menunjukkan adanya klaster likuiditas yang signifikan di sekitar harga $110.567. Klaster ini kerap menjadi target pergerakan harga karena potensi likuidasi besar, dan bisa mendorong reli jangka pendek jika momentum bullish menguat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pedagang Berjangka Masih Optimis

Tingkat pendanaan BTC tetap positif di level 0,006%, menunjukkan bahwa pedagang berjangka tetap mempertahankan posisi beli. Sentimen ini menjadi indikator bahwa pelaku pasar masih percaya pada potensi kenaikan jangka menengah hingga panjang, meski ada tekanan dari pergerakan whale.

Tingkat pendanaan positif berarti posisi long membayar posisi short—suatu sinyal bahwa ekspektasi harga BTC tetap naik.

Arah Pergerakan Harga Selanjutnya

Meskipun aksi jual sempat menekan harga, indikator teknikal menunjukkan bahwa BTC masih memiliki peluang untuk menguji level resistance di $109.267 dan bahkan berpotensi menembus ke $110.442.

Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, BTC berpotensi turun ke level support di $106.259. Tekanan lebih lanjut bisa membawa harga ke level yang lebih rendah lagi di $103.952.

Analisis Harga BTC. Sumber: TradingView.
Analisis Harga BTC. Sumber: TradingView.

Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 July 2025: Lets Go All Time High by Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lets Go All Time High by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Analisa kita minggu ini cukup akurat, walau terus ada kesalahan tetapi juga ada ilmu baru yang terus saya temukan. Saya yakin 10 tahun lagi semua ilmu dapat saya praktekan. 

Secara data:

1. Manufacturing PMI Tiongkok naik. ✅

2. Caixin Manufacturing PMI Tiongkok naik. ✅

3. Powell Dovish. ✅

4. Jolts saya prediksi turun dan DXY turun, actualnya salah tetapi DXY nya benar, tansa bahwa laporan Jolts naik adalah tidak akurat.✅

5. ADP saya prediksi naik walau ragu karena tidak masuk akal untuk turun setelah angkanya 37K dan ternyata actuanya turun -33K 😂😂😂😂. Tentu DXY rungkad✅

6. NFP saya prediksi naik7. Factory Order saya prediksi naik Namun engan tetap mengacu DXY turun.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan, pada dasarnya minggu ini tidak ada data besar. Yang artinya Bitcoin masuk minggu tenang. Minggu tenang artinya bukan minggu koreksi. Minggu tenang adalah artinya mata lebih banyak tertuju ke Altcoin.

Senin, 7 July 2025

22.00 WITA – Conference Board Employment Index

Conference Board Consumer Confidence mengukur kepercayaan diri belanja masyarakat kalau Conference Board Employee Trends mengukur trend jumlah pegawai. Kita dapat Jumlah lowongan naik karena diijinkannya imigran gelap kerja dibidang pertanian dan pariwisata (Jolts), lalu disambung Jumlah Karyawan Swasta minus (-33K), dibarengi NFP nanti malam yang saya prediksi naik tapi semu namun forecast ajah udah minus, maka saya prediksi CB Employee Trend Index turun. Apa ga horor jika NFP turun? Resesi dong ini. 

Jika CB Employee Trend Index ini turun maka artinya jumlah hodler dollar turun sehingga DXY turun, kira-kira begini candlenya: 

Selasa, 8 July 2025

– 23.30 WITA – FX reserve USD Tiongkok

Saya terus mencurigai kenapa Perang Iran isreal yang menaikan harga minyak tidak membuat DXY naik, saya tahu pasar mengharapkan Undang-Undang Baru, dan saya temukan fakta bahwa kas Kemenkeu AS terus naik, kas yang sebelumnya hanya sampai 26 Juli 2025 sekarang bertambah hingga mampu bertahan 8 Agustus 2025.

Di tengah keterbatasan menerbitkan hutang, nyatanya AS belum berhenti belanja. Maka saya pikir, tidak hanya AS yang ingin DXY melemah namun juga Tiongkok. Tiongkok membensini ekonominya yang deflasi dengan menjual UST dan membeli cadangan devisa Emas dengan menjual dollarnya. Jadi saya menjadi lebih tenang saat saya mendengar Iran dan isreal berkemungkinan perang kembali.

Ketenangan itu bisa didapatkan dengan subscribe X hoteliercrypto agar lebih damai setelah melihat logika saya menganalisa:

Jika USD Forex Tiongkok turun maka DXY akan turun karena dunia melihat alternatif masa depan selain berpihak pada AS. Dunia akan mulai mengganti dollarnya dengan Emas serta mencari cara untuk trading dengan Tiongkok agar punya alasan untuk meng-hodl Yuan sebagai Cadangan Devisa. 

Kira begini candle hari Selasa

Rabu, 10 Juli 2025

09.30 WITA – CPI Tiongkok

Jika Tiongkok maju maka AS mundur, jika AS maju maka Tiongkok tak bisa maju, karena bumi ini satu, clientnya satu. Tidak perlu punya mesin cuci 2 dirumah satu made in AS dan Satu lagi made in Tiongkok, buat apa? Sama juga dengan Mobil. Bagaimana perusahaan barat tidak rungkat jika Mobil Tiongkok berharga separuh dari mobil barat dengan fitur lebih lengkap? Juga gengsi yang rontok karena ternyata semua mobil barat juga made in Tiongkok?

Maka jika inflasi Tiongkok naik artinya ekonomi Tiongkok mulai tumbuh dan pelemahan DXY akan berlanjut karena untuk mencegah pertumbuhan Tiongkok DXY harus dilemahkan agar ekspor barangnya tetap laku. DXY lemah saja, barang made in Tiongkok lebih murah, apalagi jika DXY kuat.

Inflasi memang tidaklah baik tetapi tidak ada pertumbuhan tanpa inflasi, Tiongkok yang terus mengalami Deflasi adalah sesuatu yang direncanakan, bukan sesuatu tanpa kendali. Prediksi saya Inflasi Tiongkok naik, kira-kira begini candle hari Rabu:

Kamis, 11 Juli 2025

20.30 WITA – Claim data

Kita dapati Jumlah Lowongan(Jolts) naik namun hanya karena ilegal imigran kerja di hotel, lalu Jumlah Karyawan Swasta minus -33K (ADP) ditambah jumlah total pegawai yang meragukan (NFP) maka sangat aneh jika laporan pengangguran mingguan turun (claim data). Maka saya prediksi claim data akan naik berikut continuing claimnya.

Jika claim data naik maka DXY turun karena claim data adalah beban candle sedangkan ADP dan NFP adalah dollar hodler. Kira-kira begini candle hari Kamis: 

Mohon maaf garisnya ngga sampai, tetapi saya prediksi Bitcoin naik jika claim data naik. Hari Rabu akan saya perbarui.

Jumat, 12 Juli 2025

02.00 WITA – Federal Balance

Jika Federal Fed Budget balance minus atau jatuh maka DXY turun, jika Federal Fed Budget Balance naik maka DXY menguat. Apa bisa lebih menguat lagi? Selama higher for longer ya ini belum terpenuhi.

Candlenya akan saya update lagi hari Rabu karena keterbatasan garis.

Terimakasih sudah membaca. Semua analisa saya adalah berkutat dengan jika DXY naik maka Bitcoin turun, sehingga yang saya bedah adalah komponen penguat DXY bukan komponen jual beli Bitcoin. Garis yang saya buat bukanlah arah pasti Bitcoin kemana, sangat tidak mungkin saya bisa tahu Bitcoin kemana kecuali kekanan. Maka itu garis itu memang dibuat untuk salah, karena maksud dari garis itu adalah untuk mengetahui efek perilisan data terhadap gerak Bitcoin bukan memprediksi harga Bitcoin naik keberapa.

Jika data bagus tetapi Bitcoin naik, artinya duitnya ngga ada. Tetaplah analisa sendiri jangan nebeng nasib, karena nasib saya juga belum tentu jelas. Semua yang saya lakukan bukanlah nasehat keuangan melainkan nasehat hiburan. Menjadikan saya acuan jual beli adalah salah karena sudah pasti sangkut, saya tidak trading future dan tidak mengajak untuk jual beli. Lengkaplah cara saya ngeles. 


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com