Kenaikan harga Bitcoin (BTC) mungkin hanya menyisakan waktu dua hingga tiga bulan lagi, menurut analis kripto populer Rekt Capital. Ia memperingatkan bahwa meskipun terdapat optimisme terhadap potensi siklus pasar yang lebih panjang, investor tidak boleh mengabaikan pola historis yang telah terbukti sebelumnya.
Dalam sebuah video pada Kamis lalu, Rekt Capital menjelaskan bahwa jika pola yang terjadi pada siklus tahun 2020 kembali terulang, maka puncak pasar bullishBitcoin kemungkinan akan terjadi pada Oktober 2025, atau sekitar 550 hari setelah peristiwa halving pada April lalu.
“Itu berarti kita berpotensi punya waktu dua hingga tiga bulan lagi dalam pasar yang sedang naik daun ini,” ujar Rekt Capital.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 4 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut Cointelegraph, Rekt juga menyoroti bahwa saat ini banyak pelaku pasar lebih memilih untuk mengabaikan metrik klasik seperti siklus halving, dan malah mengikuti narasi baru seperti korelasi antara Bitcoin dan pasokan uang global (M2). Ia menilai pendekatan tersebut lebih bersifat emosional dan berisiko.
“Banyak orang senang membuang prinsip-prinsip yang telah teruji waktu, padahal sangat penting untuk mengandalkan metrik semacam ini,” ujarnya. “Melihat metrik baru merupakan reaksi impulsif.”
Meski begitu, sebagian analis menilai bahwa siklus halving kini kurang relevan, mengingat adanya lonjakan adopsi institusional terhadap Bitcoin yang tidak terlihat pada siklus sebelumnya.
Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, menilai bahwa pasar saat ini telah melampaui dinamika sebelumnya. Ia mengatakan pada Kamis lalu bahwa tingginya arus investor telah mengubah pola harga pasca-halving yang biasa terjadi.
Standard Chartered sebelumnya memproyeksikan harga BTC akan mencapai $200.000 pada akhir 2025 — proyeksi yang juga didukung oleh perusahaan manajemen kekayaan Bernstein. Sementara itu, Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, bahkan memperkirakan harga Bitcoin bisa menyentuh $250.000.
Per hari ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $109.155, atau hanya 2,5% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $111.970, berdasarkan data CoinMarketCap. Selama 30 hari terakhir, BTC telah mencatatkan kenaikan sekitar 3,5%.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
Prediksi kita memang melenceng, tetapi sekarang saya semakin paham kenapa analisa kita selalu telat seminggu. Ternyata market memang tidak secepat itu, market perlu mencerna semuanya, kesalahan saya selalu terletak pada saya terlalu cepat mengambil kesimpulan, saya harus belajar untuk me-laggingkan analisa saya. Tetapi dilain pihak, bukankah ini suatu kelebihan jika kita tahu apa yang akan terjadi di pasar h-7?
Secara data, prediksi kita akurat:
1. Meskipun S&P Global Manufacturing PMI naik padahal prediksi kita turun, prediksi DXY tidak naik adalah akurat. Kita tidak mungkin memprediksi culasnya pemerintah dalam mengedit data, tetapi uang adalah bentuk kejujuran, PMI yang naik namun DXY yang turun adalah bukti bahwa angka survey belanja pabrik tidak akurat✅
2. Kita menarik logika perumahan dari Jumlah Kontraktor Pembangunan Rumah yang turun, diikuti jumlah Rumah Baru yang turun dan mendapat bahwa logikanya Existing Home sales turun, tetapi actualnya naik. Logika itu mengatakan DXY tidak boleh naik dan benar DXY tidak naik. ✅
3. Housing Price Index turun✅
4. RRP Turun ❌. Saya terus menerus salah dalam memprediksi RRP tapi saya akan tetap memprediksi karena kesalahan adalah sumber kebenaran. Kalau ngga salah dulu kita ngga ngerti mana yang bener
5. Claim data naik
6. GDP turun
7. Pending Home Sales naik
8. PCE Turun
9. Unmic Turun
10. M2 Supply naik ✅
Saya puas dengan analisa kita, saya merasa kita dijalan yang benar dalam mengerti fungsi fundamental Bitcoin.
Data Minggu Depan
Mari kita Bedah data minggu depan:
Pada dasarnya judulnya adalah Bitcoin koreksi, pertimbangannya adalah RRP akan naik drastis di hari Senin karena itu adalah hari terakhir di Q2 dan Semester 1. Antoni mengatakan bahwa RRP dicurigai uptrend, Powell terlihat sangat benci sekali dengan Trump. Namun Antoni juga benar bertanya, darimana Fed dapat uang?
Selain itu kita menghadapi 2 hari libur di tanggal 3 dan 4 Juli 2025 karena hari Kemerdekaan AS. Padahal di kedua hari itu terdapat data penting yaitu NFP. Maka efeknya akan terjadi minggu berikutnya. Saya percaya All Time High akan terjadi di Bulan Juli kemungkinan Besar minggu kedua Bulan Juli akibat diresmikannya UU BIG BEAUTIFUL BILL, Utang Amerika akan tembus 40T dan tak akan terbayarkan. Masa kejayaan AS sedang diuji dan ujiannya tidak mudah.
Lanjut data minggu depan
Senin, 30 Juni 2025
09.30 WITA – Manufacturing PMI Tiongkok
Kita dapati PMI AS naik, maka seharusnya PMI Tiongkok turun. Pada hari ini RRP akan naik, dan tidak ada data dari sisi AS. Saya prediksi hari Jumat dan Senin akan naik. Kira-Kira begini candlenya:
Selasa, 1 Juli 2025
09.45 WITA – CAIXIN Manufacturing PMI Tiongkok
PMI Manufacturing Tiongkok adalah survey belanja pabrik untuk keseluruhan negeri, karena konsumsi domestiknya yang tinggi, Tiongkok dapat terus berkembang dengan sedikit bergantung pada ekspor. Sedangkan Caixin adalah survey belanja PMI yang dilakukan pada Pabrik-pabrik yang bisnis utamanya adalah ekspor.
Inilah yang mengkhawatirkan AS. Tetapi karena PMI AS naik maka saya pikir Caixin PMI Tiongkok akan tetap naik. Sehingga pada jam Asia, Bitcoin akan sedikit hijau. Saya sungguh punya keraguan disini karena PMI AS naik tapi DXY turun, ada ketidakakuratan data pada PMI AS. Namun bottomnya adalah Industri Tiongkok harus naik, karena yang mampu beli barang made in USA sedikit.
21.30 WITA – POWELL SPEECH
Powell sudah muncul 3x Bulan ini, pada Pidato sebelumnya Powell menyinggung BASEL END GAME III Dan Supplement Leverage Ratio (SLR)
Fed's Powell: I am pretty confident will move on Basel 3 and SLR in the near future.
Arti SLR dan Basel End Game pernah saya jelaskan di Subs Pada intinya adalah bagaimana tetap menjaga permintaan dollar, SLR dan Basel End Game meningkatkan jumlah Liquidity sehingga Ramalan DXY ke 90 dapat dipertimbangkan
Powell tidak ada ruang untuk hawkish. Sehingga saya tetap confidence bahwa Bitcoin masih akan naik.
22.00 WITA – JOLTS
Jumlah lowongan pekerjaan akan saya prediksi turun atas alasan jumlah pengangguran mingguan yang naik dan diikuti dengan kebijakan Trump yang membolehkan imigran ilegal dibidang pertanian dan pariwisata:
Kemudian di sambung data pengangguran mingguan (claim data) yang saya prediksi naik atas alasan dilonggarkannya kebijakan ICE yang membolehkan imigran ilegal di sektor pertanian dan hotel untuk tetap tinggal. Saat digencarkan deportasi, perekrutan pekerja lokal naik, karena… pic.twitter.com/i5vj6LsbyV
Walaupun Jumlah lowongan turun (Jolts) dan logikanya perekrutan karyawan swasta turun (ADP), tapi angka ADP sudah 37K. Sangat berat sekali saya ingin mengatakan bahwa ADP akan turun, karena sudah dibawah. Dan searah dengan anggapan bahwa ADP adalah data garbage, sudah seyogyanya laporan ADP akan naik, atleast angka 37K akan diedit dulu. Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah jika ADP naik maka DXY naik, kenaikan ADP ini boleh jadi tidak dibarengi dengan DXY yang naik sehingga Bitcoin akan tetap naik.
Selain itu hari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu, institusi tidak bisa belanja sehingga volume boleh jadi dihantamkan di Rabu. Kira-kira begini Candlenya:
Kamis, 3 Juli 2025
– TANGGAL MERAH HARI KEMERDEKAAN AMERIKA-
Perasaan dia ga dijajah
20.30 WITA – Non Farming Payroll – NFP
Nah salah satu cara yang saya gunakan untuk memprediksi NFP adalah me-reverse ADP. ADP yang jatuh (atau naik boongan) adalah wajah ekonomi sebuah negara, negara yang maju memilki jumlah karyawan swasta yang tumbuh, bukan PNS yang tumbuh. Karyawan Swasta menghasilkan revenue dan riak ekonomi, sedangkan PNS adalah beban candle, dan cara pemerintah untuk meningkatkan inflasi.
Non-Farming Payroll adalah hodler dollar baru sedangkan claim data adalah beban sistem keuangan, karena pengangguran tidak berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi namun menikmati sumber daya. Pengangguran adalah pembagi mata uang, dan untuk itu target inflasi adalah 2%, agar ada alasan pemerintah berbelanja lebih dari pendapatannya. Pemerintah AS harus tetap belanja lebih besar dari pendapatan agar ekonominya tumbuh dengan alasan jika pemerintah tidak belanja maka rakyat engga makan.
Jika NFP naik, maka DXY naik, namun kenaikan NFP harus dibedah lagi, apakah dominan pegawai tetap atau pegawai harian (Part time jobs), jika pegawai tetap lebih dominan, maka DXY akan naik kuat, jika Pegawai part time yang dominan, maka kenaikan Bitcoin lebih kuat lagi. Apa yang dilakukan pemerintah agar NFP naik jika tidak menambah liquidity?
Tetapi sayangnya, ini adalah tanggal merah. Kenaikan NFP karena liquidity disiram oleh pemerintah dari ekonomi yang ada bukan ekonomi yang naik adalah bensin Bitcoin, menurut pengalaman saya, market maker akan menggocek disini, bitcoin akan naik namun hanya berupa wick.
22.00 WITA – Factory Order
Factory order dapat menjadi pembanding Durable order, Pada minggu lalu saya posting, Durable order akan naik jika terjadi perang, alasannya belanja Kementrian Pertahanan dimasukkan ke Durable Order.
Durable Order adalah belanja masyarakat barang tahan lama seperti kulkas, TV, furniture juga mobil, sedangkan Factory Order adalah pesanan Inden masyarakat yang didalamnya termasuk mobil. Jika Factory order naik maka DXY naik, namun sayangnya ini adalah tanggal merah, jadi DXY juga ngga bisa naik, kira-kira begini candle hari Kamis:
Jumat, 4 Juli 2025
– TANGGAL MERAH –
Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu adalah tanggal merah, ingat, Institusi telah memiliki lebih dari 1 Juta Bitcoin, mereka mampu mengendalikan Bitcoin dengan maksud mereka mampu menahan kejatuhan candle karena volume Retail tidak lah dapat mengalahkan volume institusi dengan alasan sebagain besar Retail belum seutuhnya mampu memahami konsep inflation hedge. Maka saya prediksi hari Jumat, Bitcoin masih akan merah dan woles.
Judul Bitcoin diatas adalah Bitcoin Koreksi, tetapi bukan Bitcoin jatuh dalam, chart saya terbatas dan pada dasarnya ini adalah masa sideways. Bitcoin masih akan naik apalagi setelah UU BIg Beautiful disetujui 4 July 2025, tetapi itu adalah sell on news. Maka hari Jumat retail masih akan FOMO. Dan ini adalah tanda bahwa altcoin akan naik. Karena Bitcoin belum akan turun dalam hanya koreksi.
Terimakasih sudah membaca, saya terus mengingatkan, semua tulisan saya hanyalah pendapat pribadi, adalah salah untuk menjadikan pendapat saya sebagai acuan jual dan beli. Sudah terbukti banyak yang rungkad, dan sangkut lebih dari setahun.
Trada sudah dewasa dan mampu berpikir bahwa saya bukanlah penjaga porto, selalu analisa sendiri dan janganlah nebeng nasib, karena ini bukan nasehat keuangan. Ingat, kalau toxic, saya tidak segan-segan untuk blokir, karena fitur X bisa memblokir namun tetap bisa lihat tanpa harus komentar. Banyak influencer di Indonesia yang lebih jitu, kenapa saya terus yang kena. Kesel saya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) melonjak tajam hingga hampir mencapai level $110.000 pada Rabu (3/7), dipicu oleh lonjakan permintaan institusional dan optimisme pasar terhadap kinerja dana ETF Bitcoin. Altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Dogecoin (DOGE) juga mencatat kenaikan signifikan.
Pada puncaknya, Bitcoin sempat menyentuh harga intraday $109.763,65 sebelum mengalami koreksi ringan ke sekitar $108.000 akibat aksi ambil untung. Kenaikan ini terjadi setelah laporan bahwa ETF iShares Bitcoin Trust milik BlackRock kini menghasilkan biaya lebih tinggi dibanding dana S&P 500 milik perusahaan yang sama, memperkuat daya tarik investor terhadap produk ETF berbasis kripto.
Dilaporkan Benzinga, pergerakan ini turut mengangkat Ethereum ke harga Rp 25.633.290 (+6,72%) dan Dogecoin ke Rp 0,1686 (+6,21%). Kapitalisasi pasar kripto global naik 3,49% dalam 24 jam terakhir, mencapai angka $3,36 triliun.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 3 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tak hanya aset besar, sejumlah altcoin juga mencatatkan lonjakan tinggi dalam 24 jam terakhir:
Bonk (BONK): +19,97% ke Rp 0,0000164
Celestia (TIA): +17,82% ke Rp 1,61
WIF (Wifhat): +16,87% ke Rp 0,9243
Lonjakan harga ini memicu likuidasi besar-besaran terhadap posisi short, dengan nilai total lebih dari $250 juta. Minat terbuka (open interest) terhadap Bitcoin juga naik 8,71% menjadi $74 miliar, menunjukkan tingginya partisipasi spekulatif. Menariknya, sekitar 68% trader di Binance masih memegang posisi short pada Bitcoin.
Sentimen pasar juga menghangat. Indeks Fear & Greed Crypto melonjak dari 63 ke 73 dalam sehari terakhir, mencerminkan meningkatnya rasa optimis dan “keserakahan” di pasar.
Sementara itu, analis dari platform analisis blockchain Santiment menyatakan bahwa reli Bitcoin memicu FOMO (fear of missing out) besar-besaran di media sosial seperti X, Reddit, Telegram, dan BitcoinTalk.
“Harga cenderung bergerak berlawanan dengan perilaku investor ritel. Jadi, jangan kaget jika reli ini mengalami jeda sementara,” tulis Santiment di akun X mereka.
Analis terkenal Ali Martinez juga menyampaikan pandangannya, menyebut grafik harian Bitcoin saat ini terlihat “menjanjikan”.
“Penutupan harian di atas $109.000 bisa membuka jalan menuju reli lanjutan ke $118.000,” ujarnya.
Di sisi makroekonomi, pasar saham AS juga mengalami kenaikan pada hari yang sama. Indeks S&P 500 naik 0,47% ke rekor 6.227,42, dan Nasdaq melesat 0,94% ke 20.393,13. Dow Jones menjadi satu-satunya indeks utama yang melemah, turun tipis ke 44.484,42. Sentimen positif turut terdorong oleh pengumuman Presiden Donald Trump soal kesepakatan dagang baru antara AS dan Vietnam—negara penting bagi manufaktur perusahaan seperti Nvidia dan Apple.
Dengan sentimen yang masih menguat, investor kini memantau level resistance penting di sekitar $109.000, yang berpotensi membuka pintu bagi Bitcoin untuk melanjutkan reli ke $118.000 dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Kamis (3/7) diramaikan kabar prediksi bullish dari Standard Chartered memicu optimisme baru: Bitcoin diproyeksikan tembus $135K di Q3 dan $200K di Q4 2025, seiring lonjakan adopsi institusional yang bisa menyimpang dari pola siklus halving biasa.
Sementara itu, whale kripto aktif—akumulasi ETH naik 95%, pembelian besar LINK dan ONDO menunjukkan target teknikal baru. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Standard Chartered Prediksi Bitcoin Capai $135.000 di Q3 2025
BTC diproyeksikan mencapai $135K di Q3 dan $200K di Q4 2025.
Harga BTC diprediksi capai rekor baru berkat adopsi institusional yang meningkat.
Harga mungkin menyimpang dari pola siklus halving Bitcoin yang biasa.
Pembelian Crypto Whale Juli 2025 untuk Keuntungan
Whale Ethereum tingkatkan akumulasi 95% meski harga stagnan.
Whale tingkat menengah beli 3 juta ONDO, target tembus resistensi $0,92.
Transaksi whale LINK di atas $100.000 melonjak, target harga $15,53 bulan ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC) menghadapi tekanan jual signifikan setelah gagal mempertahankan level support kunci, yang membuat harga kripto terbesar di dunia berisiko turun hingga ke level $100.000.
Pada perdagangan Selasa (1/7), harga BTC turun 1,5% dalam 24 jam terakhir dan kini berada di bawah $106.000. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $105.503 setelah sempat menyentuh level terendah harian di $105.250. Penurunan ini menghapus sebagian keuntungan yang diraih pada pekan lalu, dan menandai awal minggu yang buruk bagi pasar kripto secara keseluruhan.
Analisis Teknis: Potensi Uji $100.000
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 2 Juli 2025.
Dilaporkan Coinjournal, grafik 4 jam pasangan BTC/USD menunjukkan kecenderungan bearish. MACD telah melintasi zona negatif, mengindikasikan dominasi penjual atas pembeli. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) di angka 46 mencerminkan lemahnya tekanan beli saat ini.
Jika tekanan jual berlanjut dan BTC gagal bertahan di atas area support $104.500, maka harga berpotensi menguji level psikologis $100.000 dalam waktu dekat. Ini bisa menjadi kali pertama Bitcoin kembali menyentuh angka tersebut sejak 23 Juni lalu.
Namun demikian, pola bearish ini bisa terbatal jika harga berhasil pulih dan menembus level Efficient Price Action (EPA) di $106.719. Pergerakan lanjutan di atas area Inducement Liquidity (ILQ) di $107.866 bahkan dapat mendorong harga kembali ke kisaran $109.000.
Investor disarankan untuk memperhatikan pergerakan jangka pendek dan mengantisipasi potensi volatilitas yang lebih tinggi di pasar kripto, seiring meningkatnya ketidakpastian teknikal dalam tren harga Bitcoin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Selasa (1/7) diramaikan dengan kabar bahwa awal Juli 2025, Bitcoin tetap stabil di tengah volatilitas rendah dan spekulasi pelemahan dolar AS—momentum bisa meningkat berkat potensi masuknya Strategy ke S&P 500 dan tekanan inflasi.
Di sisi altcoin, XRP, BNB, dan Polygon (POL) jadi sorotan utama bulan ini berkat upgrade teknis yang signifikan. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Stabil Menjelang Potensi Kenaikan di Atas $110K
Volatilitas rendah Bitcoin memicu spekulasi dampak pelemahan dolar AS.
Bitcoin dapat melonjak karena investor beralih dari pendapatan tetap.
Inflasi dan potensi masuknya Strategy ke S&P 500 meningkatkan momentum Bitcoin.
Top 3 Altcoin Juli 2025: Jangan Sampai Ketinggalan!
XRP: Debut XRPL EVM Sidechain Q3 bisa dorong harga lewati $2,23.
BNB: Bidik $647 sebelum hardfork Maxwell, tingkatkan kecepatan & kepercayaan.
Polygon (POL): Upgrade jaringan bisa capai 1.000 TPS, skalabilitas meningkat.
Cara Dapat Diskon 15% di ISMAYA
🚀 Investasi Kripto boleh serius, tapi nongkrong harus fun dong!
Tokocrypto lagi traktir kamu diskon sampai 15% di semua outlet ISMAYA+ 🍔🥤 Regular dapet 10%, VIP dapet 15% tinggal klaim voucher lewat aplikasi ISMAYA+
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) bergerak stabil dalam beberapa jam terakhir, meskipun sebelumnya sempat terkoreksi dari level tertingginya di $108.800. Saat ini, Bitcoin masih mempertahankan struktur teknikal yang positif, dengan peluang melanjutkan tren naik jika mampu menembus resistensi kunci dalam waktu dekat.
Dilaporkan Newsbtc, BTC memulai pergerakan naik dari level support $105.500 dan sempat melaju hingga menyentuh $108.792 sebelum terkoreksi kembali. Saat ini, harga diperdagangkan di sekitar $107.000-an, di bawah level resistance $107.500 dan di bawah simple moving average (SMA) 100 jam.
Koreksi yang terjadi membawa harga turun ke level $106.800. Namun, pemulihan cepat terlihat setelah menyentuh area tersebut. Saat ini, harga telah naik melewati level retracement Fibonacci 23,6% dari penurunan $108.792 ke $106.800.
Terdapat garis tren bearish yang terbentuk pada grafik per jam BTC/USD, dengan resistance awal di $107.400. Resistance penting berikutnya berada di $108.000, yang juga berdekatan dengan level retracement Fibonacci 50%. Jika Bitcoin mampu menembus dan menutup di atas $108.000, maka harga berpotensi menguji kembali area $108.800 dan bahkan menargetkan level psikologis $110.000.
Sebaliknya, apabila BTC gagal menembus resistance tersebut, risiko penurunan kembali terbuka. Support langsung berada di $106.800, diikuti oleh zona support penting di $106.500 dan $105.500. Penurunan lebih lanjut bisa membawa harga menuju $105.000 atau bahkan $103.500 jika tekanan jual meningkat.
Dari sisi indikator teknikal, MACD per jam mulai kehilangan momentum di zona bearish, sementara RSI BTC/USD masih berada di bawah level netral 50, menunjukkan pasar masih dalam kondisi waspada.
Analis menilai bahwa meskipun terjadi konsolidasi harga dalam jangka pendek, struktur teknikal bulanan Bitcoin tetap menunjukkan kecenderungan bullish. Penembusan di atas zona $108.000 akan menjadi sinyal penting untuk kelanjutan reli dalam beberapa hari ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin menembus angka $107.000, seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap kebijakan fiskal Amerika Serikat yang tengah memanas. Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang memperkuat narasi bullish terhadap aset keras seperti Bitcoin dan emas, di tengah kekhawatiran meningkatnya defisit anggaran.
Trump dan “RUU Besar yang Indah”
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyerukan agar Partai Republik pendukung pemangkasan anggaran tidak “terlalu gila”. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi akan “menutupi semuanya”, sebuah argumen klasik ekonomi sisi penawaran. Komentar ini datang di tengah perdebatan internal Partai Republik mengenai rancangan undang-undang besar-besaran yang dikenal sebagai “One Big Beautiful Bill”.
Dilaporkan Coinjournal, RUU setebal lebih dari 900 halaman tersebut mencakup pemotongan pajak sekitar $3,8 triliun, termasuk menjadikan permanen sejumlah ketentuan dari UU Pemotongan Pajak dan Pekerjaan 2017. Selain itu, RUU ini juga mencakup peningkatan pengeluaran untuk pertahanan dan keamanan perbatasan, serta perubahan kebijakan pajak seperti penghapusan pajak atas tip, lembur, dan kredit pajak anak.
Namun untuk menyeimbangkan anggaran, RUU ini mengusulkan pemotongan signifikan terhadap program Medicaid dan bantuan nutrisi. Hal ini memicu perpecahan dalam Partai Republik—dengan kubu moderat menuntut keringanan pajak lebih besar untuk negara bagian dengan pajak tinggi, sementara kubu konservatif mendesak pemangkasan belanja yang lebih dalam.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pasar finansial menanggapi ketegangan ini dengan pandangan hati-hati. Harga Bitcoin naik 0,54% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $107.937 pada pukul 22:22 UTC, dengan volatilitas harga antara $107.194 dan $108.489 menurut data CoinDesk Research.
Analis pasar mulai melihat meningkatnya risiko dari kebijakan fiskal ekspansif tanpa disiplin anggaran. Will Clemente, analis kripto ternama, menulis di platform X (dulu Twitter): “Bagaimana Anda bisa membaca ini dan masih memegang obligasi pemerintah AS jangka panjang dengan imbal hasil saat ini? Juga, bagaimana Anda bisa membaca ini dan tidak memegang Bitcoin atau emas.”
Pernyataan Clemente mencerminkan ketidakpercayaan investor terhadap kemampuan pemerintah AS menjaga stabilitas fiskal. Kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan dolar, dan potensi kebijakan moneter akomodatif semakin memperkuat daya tarik aset keras seperti Bitcoin dan emas—yang dianggap sebagai pelindung nilai (hedge) terhadap penurunan nilai mata uang.
Arah Kebijakan AS Bisa Tentukan Tren Pasar
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dengan total utang nasional AS yang telah menembus $36,2 triliun, banyak analis memperkirakan bahwa RUU fiskal Trump dapat menambah beban utang secara signifikan. Jika pertumbuhan ekonomi gagal mengimbangi defisit yang ditimbulkan, maka tekanan inflasi dan depresiasi nilai tukar bisa semakin besar.
Dalam skenario tersebut, aset seperti Bitcoin—yang memiliki suplai terbatas—dipandang sebagai alternatif logis bagi investor yang ingin menghindari penurunan daya beli dan volatilitas mata uang fiat.
Menjelang libur nasional 4 Juli, fokus pasar akan tetap tertuju pada jalannya negosiasi di Senat dan kemungkinan disahkannya RUU besar ini. Arah kebijakan fiskal Amerika Serikat, dan bagaimana pasar menafsirkannya, akan menjadi faktor kunci yang menentukan pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tren perusahaan publik memasukkan Bitcoin (BTC) ke dalam neraca (treasury companies) semakin marak pada tahun 2025.
Namun, laporan dari VC Breed memperingatkan bahwa hanya sebagian kecil perusahaan yang akan mampu bertahan, sedangkan sisanya mungkin akan mengalami “death spiral“ akibat tekanan harga dan risiko pendanaan.
Tahapan “Death Spiral” yang Berbahaya
Menurut laporan Breed, perusahaan Bitcoin treasury bisa memasuki tujuh fase penurunan:
Penurunan harga BTC
Turunnya market NAV (MNAV)
Harga saham berada dekat NAV
Kesulitan memperoleh modal
Tekanan hutang/margin call
Penjualan paksa BTC
Siklus koreksi pasar berulang
Jika tekanan pendanaan muncul, akhir dari siklus ini dapat memperparah koreksi harga Bitcoin dan memicu konsolidasi ketat antar perusahaan treasury.
Laporan menyebut saat ini sebagian besar perusahaan masih menggunakan pembiayaan ekuitas, bukan hutang, sehingga risiko pelepasan Bitcoin secara paksa masih terbatas .
Meski demikian, jika tren menggunakan hutang sebagai sumber dana diperluas, maka risiko spiral bisa membesar—terutama saat harga BTC turun dan pemanggilan margin terjadi .
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kunci untuk Bertahan di Siklus Pasar
Breed menyarankan perusahaan yang ingin melewati tekanan pasar harus:
Mempertahankan nilai saham premium terhadap NAV (agar tetap menarik modal).
Dipimpin orang yang berpengalaman, strateginya jelas, dan fokus jangka panjang.
Konsisten menambah jumlah Bitcoin per sahamnya walau di masa turun.
Hanya segelintir perusahaan yang memiliki keunggulan inimereka yang mampu mempertahankan MNAV premium dan terus tumbuh akan bertahan.
Risiko Modal & Volatilitas
VanEck menyampaikan peringatan besar tentang erosimodal. Bila perusahaan menerbitkan saham saat harga diperdagangkan sama dengan NAV, maka penambahan modal dapat justru merugikan pemegang saham karena menciptakan dilusi yang berlebih (cointelegraph.com, cointelegraph.com).
Kasus Semler Scientific menjadi contoh nyata: meskipun memegang Bitcoin, kapitalisasinya turun hingga lebih rendah daripada nilai BTC yang dimiliki—akibat ketergantungan saham terhadap aset digital yang volatile.
Potensi Konsolidasi & Dampak Sistemik
Sebagian analisis menyebut kemungkinan konsolidasibesar akan terjadi, di mana perusahaan “zombie” akan diakuisisi atau gulung oleh entitas yang lebih kuat. Ini bisa mempersempit lanskap rumahan perusahaan treasury menjadi lebih stabil dan terpusat .
Namun sebagian pihak mengkhawatirkan hal ini akan menyebabkan peningkatan risiko sistemik jika tidak diantisipasi—termasuk kemungkinan tekanan pasar yang terlalu berat dan efek domino pada sektor kripto secara luas.
Data & Fakta: Seberapa Luas Tren Ini?
Lebih dari 250 organisasi publik termasuk perusahaan, ETF, lembaga pensiun, dan layanan digital menyimpan Bitcoin di neracanya.
MicroStrategy (sekarang Strategy) dengan pimpinan Michael Saylor menjadi pelopor, berhasil mengakumulasi lebih dari 2% pasokan global Bitcoin, yang mendorong harga sahamnya naik lebih dari 3.000%.
Aktivitas serupa dilirik oleh perusahaan-perusahaan seperti Trump Media dengan rencana mengumpulkan miliaran dolar untuk membeli BTC.
Fenomena perusahaan publik yang mengadopsi Bitcoin treasury menunjukkan minat institusional yang besar. Namun laporan Breed memperingatkan perilaku “death spiral” bisa menghancurkan mereka jika tidak memiliki struktur keuangan dan strategi yang matang.
Perusahaan yang mampu mempertahankan sahamnya di atas NAV, hanya menggunakan pembiayaan ekuitas, dan terus mengembangkan kepemilikan Bitcoin secara bertahap adalah kandidat kuat untuk bertahan. Sebaliknya, perusahaan yang terjebak dalam strategi hutang dan tidak mempertahankan perbedaan nilai saham akan menghadapi risiko besar saat koreksi pasar datang.
Bagi investor dan pengamat pasar kripto, pemilahan antara “yang layak bertahan” dan “berisiko runtuh” menjadi kunci memahami dinamika selanjutnya—khususnya dalam melihat dampak lanjutan pada harga Bitcoin dan stabilitas pasar global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar Bitcoin kembali mengalami gejolak signifikan di tengah tekanan leverage dan ketidakpastian makroekonomi. Dalam 24 jam terakhir, pasar mencatatkan likuidasi senilai total $53,8 juta, terdiri dari $28,6 juta posisi long dan $25,2 juta posisi short, menurut data dari Glassnode.
Dilaporkan Blocknews, pergerakan ini mencerminkan guncangan dua arah yang tidak biasa, menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar bisa berubah. Harga Bitcoin sendiri tetap berada dalam kisaran $100.000 hingga $110.000, dengan support utama di sekitar $103.400 dan resistance di level $109.000.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain itu, minat terbuka pada kontrak berjangka BTC menurun sekitar 7%, dari 360.000 menjadi 334.000 BTC, menandakan berkurangnya penggunaan leverage oleh para pelaku pasar. Situasi ini menimbulkan anggapan bahwa pasar tengah mengalami “reset” dan bergerak dalam fase konsolidasi.
Analisis Teknikal BTC
Secara teknikal, Bitcoin saat ini terjebak dalam pola saluran menurun, dengan harga yang belum mampu menembus level resistensi. Zona harga $103.400 hingga $104.600 menjadi area krusial yang dipantau pelaku pasar karena berdekatan dengan EMA 200 hari dan selisih nilai wajar harian.
Namun, potensi untuk menembus level tertinggi baru masih terbuka, meskipun bergantung pada peningkatan likuiditas dan sinyal pemulihan dari data on-chain yang saat ini belum terlihat signifikan.
Di sisi lain, data ekonomi terbaru kembali menjadi hambatan. Indeks Core PCE, indikator inflasi favorit Federal Reserve, naik ke 2,7%—lebih tinggi dari ekspektasi 2,6%. Angka ini memicu kekhawatiran bahwa kebijakan suku bunga rendah mungkin akan tertunda lebih lama, memperberat tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Volume perdagangan spot juga masih lesu, dengan hanya sedikit kenaikan sebesar $7,7 miliar pada kuartal kedua. Volume transfer BTC bahkan turun 36% di awal kuartal, mencerminkan penurunan partisipasi dan minat spekulatif dari investor.
Dengan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental yang kompleks, pasar Bitcoin tampaknya memasuki fase penantian dan konsolidasi, menunggu katalis yang cukup kuat untuk mengarahkan arah pergerakan selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.