Tag Archives: btc

Harga Bitcoin di Sekitar $108.000: Apa Langkah Berikutnya?

Harga Bitcoin (BTC) saat ini menunjukkan perilaku konsolidasi alias sideways di sekitar angka kunci $108.000.

Menurut analisis dari NewsBTC, BTC baru saja mengalami kenaikan ringan di atas $106.500 sebelum bergegas menguji ulang area $108.150, menandai fase penantian arah selanjutnya.

Detail Pergerakan Harga & Teknis

  • Bitcoin sempat naik dari zona $104.200–$105.500 dan mencetak puncak sementara di $108.165, sebelum mulai berkonsolidasi.
  • Saat ini, BTC diperdagangkan di atas $106.000 serta melewati 100-hourly SMA, menandakan adanya support teknikal jangka pendek.
  • Pada grafik per jam, BTC menunjukkan break di bawah tren bullish dengan support di $107.300—tapi masih bertahan di atas Golden Fib (23,6% dari $98.272 ke $108.165).

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali ke Zona Hijau, Mengincar Level $110.000

Level Kunci yang Perlu Diwaspadai

Level Pengaruh
$107.800–$108.150 Zona resistance penting; break atas → potensi uji $110.000–112.000.
$105.800–$106.000 Support jangka pendek; breakdown → penurunan ke $103.200 atau $102.500
$105.000–$101.200 Support kuat; tembus → muncul risk-off jangka menengah

Indikator Teknikal Terkini

  • MACD (per jam): masih berada di zona bullish, namun momentum mulai melemah.
  • RSI (per jam): di bawah level 50, menunjukkan tren naik masih belum benar-benar kuat .

Perilaku Market & Strategi

  • Trader jangka pendek: dapat mengandalkan buy di $106.000–$105.800, ambil keuntungan di zona US$108.000–108.150; gunakan stop-loss di bawah US$105.800.
  • Swing trader: perhatikan konfirmasi close di atas US$108.150 dengan volume besar, target selanjutnya di antara $110.000–$112.000.
  • Investor jangka menengah: penting untuk melihat breakout/ breakdown dari kisaran saat ini; strategi buy-on-breakout atau sell-on-breakdown bisa diterapkan secara hati-hati.

Outlook Ke Depan

  • Jika BTC berhasil menembus dan bertahan di atas $108.150, ini bisa membuka jalan menuju $110.000, dan kemungkinan lebih lanjut ke $112.000 dalam jangka menengah.
  • Sebaliknya, kegagalan menjaga support di $105.800$106.000 bisa memicu koreksi lebih dalam ke kisaran $103.200–$102.500.
  • Menurut CoinEdition/Coinrank, BTC berada dalam rentang $100.000–$110.000 selama beberapa minggu terakhir—menandakan fase konsolidasi makro.

Bitcoin masih terkunci dalam kisaran $105.800$108.150, menciptakan pola sideways yang wajar menjelang momentum selanjutnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Breakout di atas $108.150 bisa menjadi pemicu bullish jangka menengah menuju $110.000+. Sementara itu, breakdown di bawah $106.000 berpotensi memicu koreksi ke $103.000.

Baik trader maupun investor disarankan untuk:

  • Mengawasi volume dan candle daily close di level kunci,
  • Menetapkan stop-loss dan target yang jelas,
  • Tetap responsif terhadap berita makro seperti keputusan tarif dan volatilitas pasar global.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Kembali ke Zona Hijau, Mengincar Level $110.000

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan performa positif setelah berhasil menembus zona $105.500. Pergerakan ini memperkuat momentum bullish yang berpotensi membawa harga menembus resistance berikutnya di atas $108.000 dan mengincar target jangka pendek di $110.000.

Bitcoin sempat mengalami tekanan di bawah $103.500, namun bulls berhasil mendorong harga kembali ke atas $104.200 dan $105.500, mengindikasikan masuknya kembali ke zona positif. Saat ini, BTC diperdagangkan di atas $106.000 dan berada di atas Simple Moving Average (SMA) 100 jam, yang menjadi sinyal kuat dukungan tren naik jangka pendek.

Menurut laporan Newsbtc, secara teknikal, grafik per jam pasangan BTC/USD menunjukkan adanya garis tren bullish dengan level support di sekitar $107.400. Resistance langsung berada di sekitar $108.000, dengan resistance kunci di $108.200. Jika harga mampu menembus level ini, peluang untuk menguji $110.000 semakin besar, bahkan bisa berlanjut hingga ke zona $112.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Reli Bitcoin Berlanjut: Peluang Rekor Tertinggi Baru Terbuka Lebar

Momentum Bullish

“Momentum bullish semakin menguat, dengan indikator RSI yang kini bertahan di atas level 50 dan MACD yang terus bergerak di wilayah positif,” ungkap analis teknikal kripto Aayush Jindal.

Namun, risiko koreksi tetap terbuka jika BTC gagal bertahan di atas zona $108.000. Support terdekat ada di $107.400 dan $105.500, yang berfungsi sebagai penyangga penting bagi harga. Jika harga kembali turun dan menembus level $104.000, tekanan jual bisa meningkat hingga mendorong BTC kembali ke zona $103.200.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan:

  • Support: $107.400, $105.500, dan $104.000
  • Resistance: $108.200, $110.000, dan $112.000
  • Indikator: RSI di atas 50, MACD menunjukkan momentum bullish

Dengan pergerakan saat ini, para pelaku pasar akan mengamati apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentumnya dan bergerak di atas $108.500 dalam waktu dekat.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 26 Juni 2025: Bitcoin Potensi Tembus $111.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Bitcoin Berlanjut: Peluang Rekor Tertinggi Baru Terbuka Lebar

Harga Bitcoin kembali menunjukkan momentum positif dengan menembus zona penting $105.000 dan bertahan di atas level support utama. Jika tekanan beli terus berlanjut, BTC berpotensi menuju level all-time high (ATH) berikutnya.

Saat ini, BTC diperdagangkan di atas $105.000 dan Simple Moving Average (SMA) 100 jam, menunjukkan kekuatan tren jangka pendek. Para bull berhasil mendorong harga melewati level resistance $103.500 dan bahkan menyentuh zona $106.500, membuka peluang untuk reli lanjutan.

Dilaporkan Newsbtc, grafik BTC/USD menunjukkan garis tren bullish yang terbentuk dengan support di area $106.000. Jika harga mampu bertahan di atas zona support kuat ini, maka potensi kenaikan ke level resistance $107.200 hingga $108.500 terbuka lebar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Melonjak ke $106.000 Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

Analisis Bitcoin

Breakout di atas $108.500 bisa mendorong harga menguji $110.000, bahkan menuju $112.000 dalam jangka menengah.

Namun, jika gagal menembus $106.500, BTC bisa menghadapi koreksi jangka pendek. Support terdekat berada di $106.000, disusul $105.500 dan $104.200. Penurunan di bawah level ini bisa membawa harga kembali ke area $103.500 atau bahkan $102.000, yang menjadi support utama untuk menghindari tren bearish lebih lanjut.

Indikator teknikal menguatkan peluang bullish:

  • MACD per jam menunjukkan momentum di zona positif.
  • RSI berada di atas 50, menandakan tekanan beli masih dominan.

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Bitcoin tetap positif selama harga bertahan di atas $104.200. Bulls kini fokus mempertahankan tekanan untuk membawa BTC ke level resistance krusial berikutnya.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 25 Juni 2025: Bitcoin Menyentuh $106.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Melonjak ke $106.000 Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

Pasar kripto kembali bergolak dalam 72 jam terakhir, dengan Bitcoin memimpin reli spektakuler hingga menembus $106.000 pada Senin malam (23/6). Lonjakan harga ini terjadi setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata total dan tuntas antara Iran dan Israel melalui platform Truth Social miliknya.

Gencatan Senjata Dongkrak Sentimen Pasar

Dilaporkan Coinjournal, pengumuman Trump disambut positif oleh pasar global, membawa angin segar setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat memicu volatilitas tinggi. Hanya sehari sebelumnya, Bitcoin sempat anjlok ke $98.500 karena kekhawatiran eskalasi konflik. Namun, pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan gencatan senjata akan berlaku dalam waktu 6 jam langsung memicu gelombang beli besar-besaran di pasar aset digital.

Bitcoin pun melonjak hampir 3% dan menembus level psikologis $106.000, sebelum akhirnya terkoreksi ringan ke $105.300. Kenaikan ini turut diikuti oleh altcoin besar seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), yang masing-masing mencatatkan kenaikan antara 8% hingga 10%.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

Pasar Tradisional Merespons Positif

Tak hanya kripto, pasar saham global juga menunjukkan reaksi positif. Indeks saham berjangka AS naik sekitar 0,5%, sementara harga minyak mentah yang sempat melonjak di atas $75 per barel, anjlok drastis ke level $65 setelah kabar gencatan senjata meredakan ketakutan atas potensi gangguan pasokan energi.

Saham Circle Meroket, Sentuh Kenaikan 750% Sejak IPO

Dalam perkembangan lain yang tak kalah mencolok, saham perusahaan penerbit stablecoin, Circle (CRCL), juga mengalami lonjakan luar biasa. Saham Circle sempat menyentuh $299 — tertinggi sepanjang masa — sebelum ditutup di $263, naik 9% pada hari itu. Sejak IPO awal bulan ini di harga $31, CRCL telah melonjak 750%.

Valuasi Circle kini mendekati $60 miliar, hampir setara dengan pasokan stablecoin USDC yang mereka terbitkan, yakni $61,3 miliar. Angka ini juga menempatkan Circle sangat dekat dengan kapitalisasi pasar Coinbase (COIN), yang berada di sekitar $78 miliar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 23 Juni 2025: Bitcoin Bangkit di Atas $100.000

Reli saham Circle ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor stablecoin, terutama setelah disahkannya Undang-Undang GENIUS oleh Senat AS pekan lalu. Regulasi ini memberikan kerangka hukum yang jelas bagi stablecoin dan meningkatkan kepercayaan terhadap kelangsungan sektor ini dalam jangka panjang.

Stabilitas Geopolitik & Regulasi Dorong Optimisme Pasar

Kombinasi antara stabilisasi geopolitik dan kemajuan regulasi menjadi katalis ganda yang mendorong reli pasar kripto dan saham kripto dalam beberapa hari terakhir. Meskipun optimisme menguat, beberapa analis memperingatkan bahwa kenaikan saham Circle yang begitu tajam mungkin sudah mulai melebihi fundamentalnya.

Namun, untuk saat ini, investor tampaknya menikmati euforia pasar yang kembali menunjukkan taringnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Metaplanet Akuisisi 1.111 BTC Saat Koreksi Harga

Metaplanet Inc, perusahaan investasi yang terdaftar di Tokyo, kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pendukung korporasi terbesar Bitcoin.

Hari ini, mereka menambahkan 1.111 BTC senilai $118,2 juta ke dalam cadangan mereka saat harga Bitcoin turun, menurut pengumuman resmi perusahaan.

Akumulasi Mencapai 11.111 BTC

Dengan tambahan terbaru, Metaplanet kini memegang 11.111 BTC, senilai lebih dari $1,07 miliar, menjadikannya salah satu entitas korporat terbesar yang menyimpan aset digital ini.

Rata‑rata biaya per koin untuk akumulasi ini sekitar $95.869, sementara harga belinya $106.408 per BTC. Hal ini menunjukkan strategi beli saat market turun, dengan memanfaatkan volatilitas untuk mengakumulasi.

Baca Juga: Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

Analisis l: Yield BTC Capai 107,9%

Kinerja Bitcoin per saham (per fully diluted share) menunjukkan yield 107,9% untuk kuartal berjalan—naik dari 95,6% di Q1 dan melesat dari 309,8% di Q4 2024. Nantinya, ini akan menjadi tolok ukur success dalam akumulasi mereka.

Selain itu, bulan ini Metaplanet mencatat keuntungan 4.367 BTC (sekitar $451 juta) dari transaksi treasury, sebuah lonjakan kinerja signifikan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Strategi Pendanaan: Obligasi dan Ekuitas

Metaplanet menggunakan instrumen pasar modal—termasuk obligasi zero‑coupon dan penerbitan saham—untuk mendanai pembelian Bitcoin.

Sejak Januari, mereka telah mengeluarkan lebih dari selusin seri obligasi dan hak akuisisi saham, yang sebagian besar diambil oleh EVO FUND.

Kerennya, program ini juga terkait dengan apa yang disebut “210 Million Plan”, di mana lebih dari 210 juta saham diterbitkan untuk mendukung akumulasi BTC .

Target Jangka Panjang: 210.000 BTC pada 2027

Lebih lanjut, Metaplanet menegaskan ambisinya untuk mencapai 210.000 BTC pada akhir tahun 2027. Dengan akumulasi yang sudah naik hampir 28× sejak Desember 2024, mereka sedang berada di jalur untuk meraih target tersebut.

Antara Mei dan Juni 2025 saja, lebih dari $300 juta berhasil diraih melalui obligasi dan hak saham yang semuanya didedikasikan untuk membeli Bitcoin.

Kelebihan & Tantangan Strategi

Kelebihan:

  • Pendekatan agresif memungkinkan akumulasi besar dengan biaya rata-rata menarik.
  • Pendanaan kreatif dari obligasi dan saham menjaga leverage korporat tetap sehat.
  • Kinerja BTC yang potensial menghasilkan value tinggi untuk pemegang saham.

Tantangan:

  • Fluktuasi harga BTC bisa meningkatkan volatilitas laba per saham.
  • Kepercayaan investor tergantung pada keberlanjutan yield dan strategi tepat waktu.
  • Target 210.000 BTC sangat ambisius, memerlukan pendanaan dan eksekusi berkelanjutan.

Perspektif & Implikasi di Industri

  • Investor institusi kini punya benchmark baru: Metaplanet jadi contoh strategis korporat, mirip MicroStrategy dan Tesla.
  • Pasar obligasi mengalami inovasi berupa pendanaan aset kripto pakai zero-coupon bond.
  • Aksi massif seperti ini memberi efek psikologis positif ke market, terutama saat Bitcoin sedang koreksi.

Baca Juga: Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?

Melalui langkah ini, Metaplanet semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu corporate Bitcoin treasury terbesar di dunia.

Dengan akumulasi 1.111 BTC baru dan penyusunan strategi pendanaan terstruktur, perusahaan ini menunjukkan betapa seriusnya mereka membangun jalur menuju target 210.000 BTC di 2027.

Strategi ini tidak hanya mencetak yield tinggi untuk investor, tetapi juga mencerminkan tren korporasi memasuki kelas aset digital secara sistematis. Namun, tantangan volatilitas dan eksekusi jangka panjang tetap harus diwaspadai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Sabtu (21/6) malam.

Dilaporkan Crypto Briefing, serangan ini memicu gejolak di pasar kripto, dengan harga Bitcoin sempat jatuh drastis sebelum akhirnya bangkit kembali.

Serangan Langsung ke Situs Nuklir

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa target serangan mencakup fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Esfahan — lokasi yang telah lama menjadi sorotan internasional terkait ambisi nuklir Iran. Aksi militer ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang telah meningkat antara Iran dan Israel, serta menyusul ultimatum diplomatik yang gagal selama dua minggu terakhir.

Baca juga: Tren Bitcoin 23-27 Juni 2025: The War Is Not Over Yet by Hoteliercrypto

“Semua pesawat telah meninggalkan wilayah udara Iran dan sedang dalam perjalanan pulang dengan selamat,” ujar Trump, seraya menegaskan bahwa langkah ini adalah respons atas meningkatnya ancaman di kawasan.

Dampak Langsung ke Pasar Kripto

Menanggapi kabar serangan tersebut, harga Bitcoin sempat anjlok hingga menyentuh $101.000 di bursa Binance. Namun penurunan ini hanya berlangsung singkat, karena tak lama kemudian harga pulih dan kembali diperdagangkan di atas $103.000.

Fluktuasi tajam ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik, sekaligus menunjukkan bagaimana pasar kripto kini menjadi barometer respons global terhadap peristiwa besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Risiko Eskalasi Regional

Serangan udara AS ini dikhawatirkan dapat memicu pembalasan dari pihak Iran, baik terhadap aset militer AS maupun sekutu di kawasan Timur Tengah. Meski Gedung Putih dan Pentagon belum merilis pernyataan resmi, langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran semakin menipis.

Sementara itu, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut, dan hingga kini belum ada laporan pasti mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

Presiden Trump dijadwalkan menyampaikan pidato resmi kepada rakyat Amerika Serikat pada pukul 10 malam waktu setempat untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Situasi di Timur Tengah kini berada di ambang eskalasi lebih lanjut, dengan pasar global — termasuk kripto — terus memantau perkembangan terbaru. Serangan ini tidak hanya mengubah dinamika politik internasional, tetapi juga menegaskan peran geopolitik sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset digital seperti Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 23-27 Juni 2025: The War Is Not Over Yet by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Judul minggu lalu —FOMO TIMEEEE— Bukanlah untuk retail tetapi untuk institusi. Blackrock, Fidelity, Bahkan JP Morgan tergesa-gesa melakukan adopsi, Bahkan JP Morgan meluncurkan Koin Stable serta membuat seminar bagaiman cara memindahkan modal bank ke Kripto secara aman. Itu luar biasa sekali, Ingat analisa saya selalu kecepatan satu minggu karena saya terlalu up to date dengan data dan angka. FOMO institusi sudah dimulai, maka minggu depan Fomo Retail akan in charge.

Secara Garis, garis saya yang bullish digocek oleh Perang Iran – Israel yang menyebabkan harga minyak naik, seharusnya koreksi Bitcoin itu lebih dalam lagi jika efek harga minyak mempengaruhi kenaikan DXY. Tetapi kenyataannya DXY melempem tanda bahwa Trump tidak mau APBN-nya bengkak akibat kekeringan kas karena produk dalam negeri AS belum bisa menggantikan jumlah impor.

Secara data;

– Harga Rumah Tiongkok naik (House Price Index) ✅

– Retail Sales Tiongkok naik ✅

– DXY turun ✅

-NY Empire Index turun ✅

– BoJ pause ✅

– Retail Sales AS ambles ✅

-NAHB NAIK ❌

-Housing starts naik ❌

– FOMC potong ❌ saya sudah isyaratkan turun bitcoinnya jika tidak potong, namun turunnya tidak dalam

– Claim data diubah ✅

CPI Jepang naik ✅

– Dan Loan Prime Rate di tahan 3%✅

Dengan data begini, saya belum melihat ada kesempatan Bitcoin turun dan menjadi bear market. Apalagi dengan data pendukung bahwa asset management terus menyetok Bitcoin. 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 23 Juni 2025

21.45 WITA – S&P Global Manufacturing PMI

Jika Retail sales Tiongkok naik maka Retail sales AS turun, jika PMI Tiongkok naik maka PMI AS turun. Sesederhana itu, itu sebabnya AS benci banget sama Tiongkok karena pasarnya digerogotin hidup-hidup. Jika dilihat dari angka PMI yang sudah 52, prediksi saya adalah PMI AS akan turun. Alasannya Belanja negara masih belum untuk industri karena keuangan Negara belum membaik, stimulus pemotongan pajak belum keluar, serta plafon utang yang belum naik juga. Jika PMI AS turun maka DXY turun. 

22.00 WITA – Existing Home Sales

Jika Existing Home Sales naik maka DXY naik dan jika Existing Home Sales turun maka DXY turun. 
Kita dapati Index Persatuan Kontraktor Pembangunan Rumah (NAHB) dan Jumlah pembangunan rumah baru turun (Housing Starts) maka saya prediksi Existing Home Sales akan juga turun.

Pemerintah mendanai beroperasinya negara melalui penerimaan pajak, namun sejak jaman dahulu pajak selalu defisit dari Belanja Negara, defisit itu terus menggunung dan dikatakan ditambal oleh berbagai macam utang. Jika data perumahan membaik itu adalah tanda bahwa inflasi naik, pemerintah berhutang dengan menggadaikan keringat rakyatnya mencicil KPR dan itu ditandai dengan NAHB, Housing starts dan Existing homes sales yang naik. Itu sebabnya jika banyak yang KPR, jika banyak yang hutang maka mata uangnya menguat.

Cicilan adalah tanda setia sampai mati meng-hodl mata uang yang terus inflasi dan floating loss mencicil barang yang harganya naik terus dengan mata uang yang nilainya turun terus. Jika NAHB dan Data perumahan lainnya naik maka tanda inflasi kembali naik. Sehingga kenaikan datan Perumahan memang membensini kenaikan DXY tetapi kenaikan karena hutang (Mortgage) tidak perlu dikhawatirkan alasannya hutang adalah inflasi yang tertunda.

Kira-kira begini candle hari Senin:

Selasa, 24 Juni 2025

21.00 WITA – House Price Index 

Kita dapati House Price Index Tiongkok naik, membaik yang menandakan inflasi mulai naik atas berbagai macam program pemerintah mulai dari stimulus elektronik hingga kenaikan harga bensin.

Maka dikarenakan stimulus AS yang belum cair karena menunggu Undang-Undang Big Beautiful Bill yang paling lambat di setujui tangga 4 Juli 2025, saya prediksi harga rumah AS akan turun, sehingga DXY ikut turun. Disamping alasan bahwa NAHB serta Existing home sales turun, maka seharusnya harga rumah turun karena kantong inflasinya berkurang.

22.00 WITA – CB CONSUMER CONFIDENCE

Perhatikan panah merah dan hijau yang saya bandingkan, saat bulan-bulan pertama Presiden Trump di lantik, Consumer Confidence diedit naik, bulatan kuning adalah tanda bahwa angkanya diedit.

Sekarang telah dua kali terjadi bahwa Consumer Confidence diedit turun. Mau manipulasi atau ngga, ini adalah tanda bahwa secara angka, DXY tidak diperkenankan naik. Setidaknya internal pemerintah AS tidak mau DXY naik dan menambah beban defisit negara karena sebagian besar barang AS adalah impor. Jika Consumer Confidence turun dan diedit turun maka DXY turun. 

01.00 WITA – M2 Supply 

M2 Supply adalah jumlah uang beredar M1 yaitu uang tunai, tabungan serta semua yang dibawah 100 milyar, ditambah uang baru yang akan beredar dari deposito dan Money Market Fund ( Pasar Uang). M2 Supply berpengaruhnya pada Bitcoin 1 tahun kedepan.

Maka itu jika ingin tahun tren bulan ini apakah Bitcoin naik atau turun, melihatnya M2 Supply Mei 2024. Ini juga sebagai tanda jika M2 Supply mulai koreksi, maka Bitcoin masuk bear market. Saat ini belum ada tanda-tanda M2 Supply akan koreksi. 

Kira-kira begini candle hari Selasa:

Rabu, 25 Juni 2025

22.00 WITA – New Home Sales

New Home Sales adalah data penjualan rumah baru untuk individual dan keluarga. Jika New Home Sales naik DXY naik. Jika New Home Sales turun, DXY turun. Kita punya data, NAHB turun, Housing Starts turun dan prediksi Existing home sales turun, maka prediksi saya sama New Home Sales turun.

Siluman mana yang beli rumah saat harganya setinggi-tingginya dan diprediksi Fed akan potong suku bunga? Tetapi tidak ada data yang sempurna, selalu ada ajah yang diedit, namun trendnya harus kebaca, kadang-kadang dengan logika ini pun, tergocek satu data yang tidak mengubah keadaan, misalnya NAHB turun, Housing Price turun, Housing starts turun, Existing home sales turun eh tiba-tiba New Home Sales naik.

Ada ajah keadaan itu, cara mengetahuinya kalau data itu tidak akurat adalah dengan memeriksa efeknya ke DXY, jika New Home Sales naik tapi DXY tidak naik maka data New Home Sales tidak akurat, boleh jadi di edit, atau boleh jadi kenaikannya tidak terlalu signifikan. Prediksi saya New Home sales turun, kira-kira begini candle-nya:


Kamis, 26 Juni 2025

20.30 WITA – Durable Good Order

Durable Good Order adalah data belanja masyarakat untuk pembelian barang tahan lama seperti furniture, elektronik, mesin dan juga mobil. Sayangnya didalam data Durable dimasukkan data belanja Kementrian Pertahanan sehingga bisa bias terhadap ekonomi.

Walaupun beberapa waktu ini sudah minus, saya prediksi Durable Good Order akn naik, atas alasan Belanja Kementrian Pertahan yang berhubungan dengan Perang Iran dan Israel. Perangnya memang di Iran dan Israel tetapi negara yang menyaksikannya akan terus belanja senjata Amerika demi melindungi negaranya.

Sehingga Durable Good Order akan terlihat positif, tetapi bukan karena belanja masyarakat. Jika Durable Good Order naik maka DXY naik, namun karena ini tidak bersifat secara umum, naiknya DXY adalah semu.

GDP AS

Jika GDP naik maka inflasi naik. Inflasi memang tidak baik tetapi tidak ada pertumbuhan tanpa inflasi. Jika inflasi jelek, Deflasi lebih menghancurkan. Inflasi bulan lalu naik, saya ingin memprediksi bahwa GDP juga akan naik. Tetapi dikarenakan Core Inflasi tidak naik, maka saya prediksi GDP AS akan kembali turun. Sehingga Surat Utang akan naik akibat kekhawatiran deflasi. Jika GDP naik maka DXY naik, jika GDP turun DXY turun.

22.00 WITA – Pending Home Sales

Inilah kesaktian hoteliercrypto, NAHB turun, Housing start turun, Existing Home Sales diprediksi turun, New Home Sales diprediksi turun, tetapi Pending Home Sales akan saya prediksi naik? Why?

Tidak ada data yang sempurna, Harus ada satu atau dua gocekan. Saya hanya inverse. Maka jika Pending Home Sales naik, DXY naik. Pending Home Sales adalah rumah yang sudah dibeli dengan tanda tangan kontraknya namun belum selesai penyelesaian penjualannya, bisa jadi soal DP atau soal yang lain. 

Kira-kira begini candle hari Kamis: 

Jumat, 27 Juni 2025

20.30 – PCE

Personal Consumption Expenditure adalah pengaruh inflasi terhadap pengeluaran pribadi. Kalau CPI itu inflasi pada barang, harga barangnya naik, kalau PPI harga pabriknya yang naik, harga dari produsen, kalau PCE adalah seberapa besar pengeluaran pribadi terpengaruh karena inflasi naik.

Jika masyarakat mengurangi belanjanya maka artinya masyarakat perlu dibantu agar daya belinya naik. Jika masyarakat tetep belanja walau harga barang naik, maka artinya daya belinya bagus. Fed lebih cenderung memakai PCE daripada CPI untuk menggambarkan daya beli masyarakat. Masyarakat hanya dihitung seberapa besar belanjanya, bukan seberapa sulit cari uangnya. 

Jika PCE naik maka DXY naik. Jika PCE turun, DXY turun. Target PCE Fed adalah 2%. Saya prediksi PCE akan turun sehingga DXY turun dan Fed lebih dekat dengan melonggarkan kebijakan moneter.

22.00 WITA – Unmich 1 Year

Univercity of Michigan inflation expectation adalah survey yang dikelurakan universitas untuk 1 tahun kedepan tentang prediksi inflasi. Minggu lalu saya salah prediksi, saya prediksi Unmich naik, tetapi actualnya turun ke 5% dari 6%+. Padahal inflasi CPI naik walau core nya turun.

Sehingga saya pikir Unmich akan kembali turun yang artinya menahan kenaikan DXY.

Ingatlah, semua karangan cerita saya ini hanyalah cocoklogi, adalah salah menjadikan cocoklogi saya sebagai acuan beli dan jual, tulisan ini saya buat semata-mata untuk menghibur diri saya yang sangkut, jika benar maka itu hanyalah sebuah kebetulan, jika salah maka sebenarnya normalnya memang salah.

Tetaplah analisa sendiri dan jangan percaya juga, kebangkrutan terjadi saat kita terlalu yakin benar 1000%. Saya tidak sekolah ekonomi apalagi kerja di Kementrian Keuangan, sehingga sudah pasti ini bukan nasehat keuangan apalagi nasehat pernikahan. Janganlah nebeng nasib dengan terus meneror saya karena saya hanya nemanin bukan nalangin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Volume Trading BTC, Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

Ternyata volume trading punya korelasi dengan pergerakan harga seperti breakout dan fakeout lho! Hal ini salah satunya terjadi karena volume perdagangan dapat mencerminkan seberapa besar partisipasi pasar di balik pergerakan harga.

Penasaran bagaimana cara menggunakan volume untuk mendeteksi pergerakan tersebut? Yuk simak pembahasan dan contoh lengkapnya dalam artikel ini!

Apa itu Breakout dan Fakeout?

Breakout adalah istilah yang digunakan saat harga suatu aset mampu menembus level resistance, dan berpotensi untuk mengalami kenaikan yang berkelanjutan. 

Di sisi lain…

Fakeout merupakan istilah yang digunakan saat harga suatu aset terlihat akan menembus level resistance, namun kenaikannya tidak berkelanjutan dan berbalik arah kembali ke range level sebelumnya.

Apa Hubungan Volume Trading dengan Breakout dan Fakeout?

Volume trading bisa menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah pergerakan harga saat suatu aset yang akan menembus level resistance, didukung oleh partisipasi pembeli atau penjual yang lebih kuat.

Contohnya seperti ini:

Breakout + volume tinggi → bisa jadi pertanda breakout karena didorong oleh partisipasi pasar, kemungkinan harga lanjut ke arah breakout jika volume beli mendominasi.

Breakout + volume kecil → bisa jadi pertanda fakeout, karena pasar belum yakin dengan pergerakan tersebut.

Perlu diingat, meskipun volume trading ini bisa jadi indikator yang bisa mendukung kamu dalam menganalisa pergerakan harga, volume harus tetap dilihat bersama konteks lain seperti struktur pasar, price action, dan sentimen secara keseluruhan ya!

Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Studi Kasus Volume Trading dan Breakout Bitcoin (BTC)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, biasanya suatu aset yang ingin terlepas dari level resistensi membutuhkan dukungan volume pembelian yang lebih tinggi daripada penjualan. Contoh kasusnya bisa kamu lihat pada grafik harga Bitcoin di bawah ini.

Contoh analisa volume trading dan breakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 hari.
Contoh analisa volume trading dan breakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 hari.

Terlihat Bitcoin mengalami sideways yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa menembus level resistance. Breakout sendiri bisa terjadi disaat volume trading harian melonjak tinggi dari volume trading harian biasanya— yakni lebih dari 2x lipat.

Volume ini menunjukan minat beli pasar yang mendukung pergerakan harga, sehingga setelahnya Bitcoin bisa menembus level resistance setelah bounce dari garis 6-SMA (Simple Moving Averages).

Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

Studi Kasus Volume Trading dan Fakeout Bitcoin (BTC)

Fakeout atau sering juga disebut false breakout biasanya terjadi karena kurangnya minat pasar di level harga tertentu. Misalnya, pada grafik harga Bitcoin di bawah ini.

Contoh analisa volume trading dan fakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 jam.
Contoh analisa volume trading dan fakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 jam.

Grafik harga di atas merupakan pergerakan harga Bitcoin pada time frame kecil, 1 jam. Terlihat bagaimana harga Bitcoin mengalami kesulitan menembus level resistance (ditandai dengan warna oranye), karena tidak di dukung oleh partisipasi pasar—volume trading kecil, bahkan jika dibandingkan dengan volume saat pantulan harga dari level support.

Terjadi juga divergensi yang ditunjukan oleh indikator OBV (On-Balance Volume) dimana, harga terlihat naik, namun OBV menunjukan penurunan.

Breakout dari revel resistance, baru bisa terjadi setelah fakeout dan pola harga membentuk double bottom dengan dukungan kenaikan volume trading yang lebih dari 2x rata-rata trading volume pada timeframe tersebut.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual

Terlanjur membeli saat pergerakan harga menunjukkan fakeout? Gunakan stop-loss untuk menghindari kerugian lebih dalam— caranya, kamu bisa pakai fitur OCO atau Stop-Limit yang ada di aplikasi Tokocrypto. Cobain fiturnya 👉 di sini.

Tips Analisa Volume Trading

  • Gunakan Indikator Tambahan: Gabungkan analisa volume seperti batang volume trading, OBV, A/D Line atau VMA, dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau moving averages.
  • Amati Level Support dan Resistance: Pergerakan harga biasanya tidak hanya ditentukan oleh trading volume, namun juga level harga historis seperti support dan resistance.
  • Pantau Sentimen Pasar: Pastikan breakout didukung sentimen pasar dan bukan karena rumor atau berita tidak jelas. Pantau terus rumor terbaru dengan gabung komunitas Tokocrypto 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial

Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Jadi Apakah Analisa Volume Trading Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

Yap, analisa volume memang bisa membantu kamu untuk membedakan breakout dan fakeout, tapi bukan berarti bisa kamu gunakan untuk mengambil keputusan beli/jual sepenuhnya.

Selalu lakukan Do Your Own Research sebelum melakukan investasi, trading atau aktivitas jual beli kripto ya!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?

Bitcoin (BTC) terus bergerak dalam kisaran harga antara $100.000 hingga $110.000 selama hampir sebulan terakhir. Sementara pasar terlihat stagnan di permukaan, data terbaru menunjukkan dinamika menarik yang bisa menjadi sinyal bagi pergerakan besar berikutnya.

Menurut laporan Newsbtc, di tengah konsolidasi ini, minat terhadap posisi short meningkat dengan cepat, menciptakan ketegangan baru antara pihak bull dan bear.

Posisi Short Mengejar Long di Tengah Ketegangan Pasar

Setelah mencetak All-Time High (ATH) di $111.814 bulan lalu, BTC mulai bergerak sideways tanpa arah yang jelas. Menurut data dari CryptoQuant yang dianalisis oleh kontributor BorisVest, meski posisi long masih mendominasi tipis, peningkatan minat terhadap posisi short menunjukkan potensi tekanan pasar yang tak boleh diabaikan.

Data dari Binance mengungkap bahwa rasio long terhadap short saat ini relatif seimbang, dengan tingkat pendanaan mendekati netral. Ini mencerminkan suasana pasar yang tidak pasti, di mana baik pembeli maupun penjual saling menunggu sinyal kuat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: 6 Altcoin Potensial yang Berpotensi Melampaui Bitcoin

Namun, yang menarik, penumpukan posisi short sering kali mendahului terjadinya short squeeze, yang berpotensi mendorong harga naik secara tajam. BorisVest mengungkapkan bahwa meningkatnya aktivitas short bisa saja menjadi jebakan bagi para bear, karena pelaku pasar besar mungkin tengah melakukan akumulasi diam-diam untuk menggerakkan harga ke atas secara mengejutkan.

“Keseimbangan ini menandakan bahwa pasar berada di zona yang sangat sensitif, dan pergerakan mengejutkan bisa terjadi sewaktu-waktu,” tulis BorisVest.

Akankah Bitcoin Tembus ke Level Lebih Tinggi?

Meskipun belum ada pergerakan signifikan, sejumlah analis memprediksi bahwa BTC sedang membangun fondasi untuk lonjakan harga selanjutnya. Trader Josh Olszewics, misalnya, memperkirakan bahwa jika likuiditas tetap terjaga, Bitcoin bisa melaju hingga menyentuh $150.000.

Sementara itu, analis Mister Crypto mencatat bahwa BTC menunjukkan pola bullish inverse head & shoulders pada grafik 3 harian – sebuah sinyal teknikal yang biasanya menandakan potensi pembalikan arah ke atas.

Namun, tidak semua indikator menunjukkan optimisme. Rasio NVT (Network Value to Transactions) baru-baru ini menandakan bahwa harga berada di zona yang agak mahal, yang patut diwaspadai oleh investor jangka pendek.

Awas Pergerakan Besar di Depan Mata

Dengan harga BTC saat ini di kisaran $105.940, naik 1,1% dalam 24 jam terakhir, pasar tengah berada di titik krusial. Konsolidasi yang tampak datar ini menyimpan potensi pergerakan eksplosif, baik ke atas maupun ke bawah. Jika tekanan short terus meningkat namun tidak disertai penurunan harga yang signifikan, short squeeze besar bisa terjadi, memicu lonjakan harga mendadak yang bisa mengejutkan para bear.

Bagi investor, ini adalah momen penting untuk tetap waspada terhadap pergerakan pasar dan tidak terlena oleh ketenangan semu. Bitcoin mungkin akan segera memilih arah – dan ketika itu terjadi, pergerakannya bisa sangat tajam dan menentukan tren jangka menengah berikutnya.

Baca juga: Bitcoin Dekati Puncak, Analis Prediksi Kenaikan Lanjut


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dekati Puncak, Analis Prediksi Kenaikan Lanjut

Harga Bitcoin saat ini berada sekitar 6% di bawah rekor tertingginya di level $112.000. Meski demikian, para analis menyatakan bahwa reli belum sepenuhnya usai. Titan of Crypto, salah satu pengamat pasar ternama, menyatakan bahwa siklus bullish Bitcoin masih berada di tengah fase ekspansi, bukan di puncaknya.

Dilaporkan Newsbtc, Titan menggarisbawahi pola fraktal yang konsisten dalam dua siklus pasar sebelumnya. Setiap siklus dimulai dengan fase penurunan sekitar 13 bar bulanan (sekitar 396 hari), diikuti oleh 35 bar (1.065 hari) fase kenaikan. Siklus serupa terlihat terjadi sejak awal 2023, yang kini memasuki bar ke-29.

Dalam siklus saat ini, Bitcoin telah mencatatkan kenaikan sebesar 530% sejak Januari 2023. Jika pola historis terulang, reli masih bisa berlanjut hingga lima bulan ke depan, dengan potensi harga menyentuh $137.000 sebelum memasuki fase koreksi.

Baca juga: Tren Bitcoin 23-27 Juni 2025: The War Is Not Over Yet by Hoteliercrypto

Momentum dan RSI dalam Fokus

Namun, sebagian analis memperingatkan bahwa indikator seperti Relative Strength Index (RSI) menunjukkan tanda-tanda pendinginan. RSI yang melemah sering kali menjadi pertanda bahwa momentum harga mulai berkurang. Meskipun demikian, Titan menekankan bahwa pola berbasis waktu tetap menunjukkan adanya ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Dari sisi harga, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $104.664, menurut data TradingView. Prospek jangka pendek dari CoinCodex memperkirakan BTC akan naik sekitar 5,73% menjadi $110.732 pada 19 Juli 2025. Sinyal teknikal menunjukkan kondisi pasar yang netral, sementara Indeks Ketakutan & Keserakahan berada di angka 57, menunjukkan suasana pasar yang cenderung optimis.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Melihat Puncak yang Lebih Tinggi

Nama-nama besar dalam industri kripto turut menyuarakan optimisme. Samson Mow, CEO Jan3, memprediksi Bitcoin bisa melampaui $1 juta dalam waktu singkat, didorong oleh peluncuran proyek pemerintah dan efek ‘hiperbitcoinisasi’.

Raoul Pal dari Real Vision juga memperkirakan Bitcoin dapat mencapai $1 juta pada 2030, sementara Michael Saylor dari MicroStrategy memperkirakan lonjakan harga antara $500.000 hingga $1 juta.

Para analis sepakat bahwa faktor institusional, dukungan ETF, dan peningkatan partisipasi pasar memberikan fondasi kuat bagi pergerakan Bitcoin yang lebih tinggi. Reli kali ini disebut berbeda dari tahun 2017 dan 2021 karena didukung oleh elemen struktural dan fundamental yang lebih matang.

Baca juga: Harga Bitcoin Terjebak Aksi Sideways, Upaya Rebound Tertahan Resistensi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com