Tag Archives: israel

Pasar Kripto Hari Ini 24 Juni 2025: Israel-Iran Gencatan Senjata, BTC Reli

Pasar kripto hari ini, Selasa (24/6) diramaikan oleh Bitcoin yang reli setelah Trump umumkan gencatan senjata Iran-Israel, membuat BTC pulih ke atas $105.000 dan memicu optimisme investor.

Altcoin seperti Zilliqa, CELO, dan ADA menunjukkan potensi rebound di akhir Juni seiring pembaruan teknis masing-masing. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Pasar Kripto Reli Setelah Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel

  • Trump umumkan gencatan senjata 24 jam Israel-Iran, akhiri perang 12 hari.
  • Bitcoin bangkit di atas $105.000, pulih dari $100.000.
  • Kelegaan pasar bergantung pada kedua pihak menghormati gencatan senjata dan menjaga rute perdagangan minyak tetap terbuka.

3 Altcoin Wajib Dipantau Akhir Juni 2025

  • Zilliqa (ZIL) turun 20%, bisa pulih dengan migrasi Zilliqa 2.0; target $0,0108.
  • CELO capai rekor terendah $0,236, potensi pulih dengan hard fork Isthmus; target $0,282.
  • ADA bertahan di atas $0,540, peluncuran Reeve bisa tingkatkan kepercayaan; potensi naik ke $0,572.

Masih Ada Kesempatan 𝗧𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴 Hadiah Rp200 Juta!

Indikator Ekonomi AS Pengaruhi Kripto Minggu Ini

  • Pidato Jerome Powell (24 Juni): Pengaruhi Bitcoin via sikap Fed terhadap inflasi/suku bunga.
  • Klaim pengangguran awal naik: Sinyal ekonomi melemah, bisa dorong Bitcoin (antisipasi penurunan suku bunga Fed).
  • Data PCE Mei: Pengaruhi Bitcoin berdasarkan inflasi; hasil tinggi bisa tekan.

Dominasi Bitcoin Rekor Baru, Harapan Altcoin Season Pudar

  • Dominasi Bitcoin di atas 65%, tertinggi sejak 2021, tunjukkan investor lebih suka BTC.
  • Indeks Altcoin Season turun ke 12 (dua tahun terendah), altcoin kalah jauh dari Bitcoin.
  • Analis prediksi dominasi Bitcoin capai 71% sebelum koreksi altcoin tajam (seperti Februari 2025).

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Sabtu (21/6) malam.

Dilaporkan Crypto Briefing, serangan ini memicu gejolak di pasar kripto, dengan harga Bitcoin sempat jatuh drastis sebelum akhirnya bangkit kembali.

Serangan Langsung ke Situs Nuklir

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa target serangan mencakup fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Esfahan — lokasi yang telah lama menjadi sorotan internasional terkait ambisi nuklir Iran. Aksi militer ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang telah meningkat antara Iran dan Israel, serta menyusul ultimatum diplomatik yang gagal selama dua minggu terakhir.

Baca juga: Tren Bitcoin 23-27 Juni 2025: The War Is Not Over Yet by Hoteliercrypto

“Semua pesawat telah meninggalkan wilayah udara Iran dan sedang dalam perjalanan pulang dengan selamat,” ujar Trump, seraya menegaskan bahwa langkah ini adalah respons atas meningkatnya ancaman di kawasan.

Dampak Langsung ke Pasar Kripto

Menanggapi kabar serangan tersebut, harga Bitcoin sempat anjlok hingga menyentuh $101.000 di bursa Binance. Namun penurunan ini hanya berlangsung singkat, karena tak lama kemudian harga pulih dan kembali diperdagangkan di atas $103.000.

Fluktuasi tajam ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik, sekaligus menunjukkan bagaimana pasar kripto kini menjadi barometer respons global terhadap peristiwa besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Risiko Eskalasi Regional

Serangan udara AS ini dikhawatirkan dapat memicu pembalasan dari pihak Iran, baik terhadap aset militer AS maupun sekutu di kawasan Timur Tengah. Meski Gedung Putih dan Pentagon belum merilis pernyataan resmi, langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran semakin menipis.

Sementara itu, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut, dan hingga kini belum ada laporan pasti mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

Presiden Trump dijadwalkan menyampaikan pidato resmi kepada rakyat Amerika Serikat pada pukul 10 malam waktu setempat untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Situasi di Timur Tengah kini berada di ambang eskalasi lebih lanjut, dengan pasar global — termasuk kripto — terus memantau perkembangan terbaru. Serangan ini tidak hanya mengubah dinamika politik internasional, tetapi juga menegaskan peran geopolitik sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset digital seperti Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin Terkoreksi di Tengah Konflik Israel-Iran

Ketika konflik Israel kontra Iran kembali memanas, aset-aset digital yang berisiko seperti kripto mengalami tekanan.

Meskipun Bitcoin dan Ethereum menunjukkan performa stabil, namun hal ini tidak berlaku bagi harga Dogecoin yang tercatat mengalami penurunan yang signifikan.

Dogecoin Diuji Gejolak

  • Dogecoin (DOGE) mencatat penurunan tajam sekitar −1,7% hingga −7,5%, dengan harga saat ini di kisaran $0,175–$0,176.
  • Open interest DOGE sempat turun $1,05 miliar setelah puncak leverage $3,7 miliar—menunjukkan deleveraging yang signifikan.
  • Namun dominasi posisi long masih tinggi (75,8%), berarti trader besar siap “reload” saat sentimen stabil.

Analis kini memperkirakan DOGE bisa digunakan sebagai titik entry saat ini, namun tetap perlu waspada terhadap risiko bear trap.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 15 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Geopolitik dan Respons Pasar

  • Israel melancarkan serangan signifikan ke Iran, memicu sentimen “risk-off” global.
  • Kapitalisasi total pasar kripto turun dari $3,47 triliun menjadi $3,22 triliun dalam dua hari.
  • Sebagai perbandingan, emas naik sekitar +1,1%, memperkuat posisinya sebagai safe haven tradisional.

Meskipun menantang, beberapa analis tetap melihat peluang “akumulasi” untuk Ether dan Bitcoin, terutama jika konsolidasi berlanjut.

Baca Juga: Whale Dogecoin Meledak: Volume Transaksi $23,35 Miliar dalam 24 Jam

Level Kunci & Strategi untuk Trader

Open interest Dogecoin menurun secara dramatis sehingga berpotensi memicu short squeeze jika sentimen menaik kembali.

Maka dari itu, level entry bisa dipertimbangkan saat harga Dogecoin mendekati $0,17 dan ada sinyal rebound.

Rekomendasi Risiko & Taktik

  • Gunakan stop-loss ketat untuk DOGE pada level support teknikal.
  • Pertimbangkan strategi swing trading: membeli saat konsolidasi, menutup sebagian posisi bila tes level breakout berhasil.
  • Pantau berita geopolitik: peristiwa besar bisa memperlebar range volatilitas.
  • Tetap disiplin, meski dinamika geopolitik dan kripto muncul volatile, reaksi emosional bisa memakan korban.

Baca Juga: Serangan Preventif Israel Terhadap Iran Turunkan Harga Dogecoin

Secara keseluruhan, Dogecoin tengah diuji koreksi yang cukup besar dengan potensi rebound jika sentimen berbalik.

Oleh karena itu, dibutuhkan kehati-hatian dan tata risiko baik bagi investor maupun trader sebab lingkungan geopolitis bisa mempercepat pembalikan arah tren.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 2 Maret 2026: Waspada Tekanan Perang Iran-Israel

Memasuki awal pekan, sejumlah altcoin menunjukkan performa positif di tengah pasar kripto hari ini, Senin (2/3) yang masih sensitif terhadap sentimen global. KNC memimpin kenaikan dengan lonjakan 18% ke $0,1653, diikuti ALICE yang naik 15% ke $0,1482 dan FORM yang menguat 12% ke level yang sama. Penguatan ini mencerminkan minat beli selektif meski kondisi makro masih dibayangi ketidakpastian.

Risiko geopolitik kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya ketegangan AS–Iran. Potensi eskalasi konflik, termasuk serangan yang melibatkan AS dan Israel, dapat memicu aksi jual Bitcoin pada awal pekan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

  • KNC melonjak 18% ke level $0,1653.
  • ALICE melesat 15% menyentuh $0,1482.
  • FORM naik 12%, kini di harga $0,1482.

Konflik AS-Iran: Risiko Kripto Anjlok Senin Depan Meningkat

  • Serangan AS-Israel picu potensi aksi jual Bitcoin.
  • Ketegangan di Iran pacu volatilitas pasar kripto.
  • ETF dan dukungan teknis tahan kejatuhan kripto.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

Apa Buruan Whale Kripto demi Profit Maret 2026?

  • Whale Uniswap borong $1 juta UNI jelang penyelesaian transaksi.
  • Muncul pola bullish, whale BCH tambah dana $50 juta.
  • Harga melonjak, whale borong LINK senilai $3,5 Juta.

Perhatian! Agenda Kripto Utama Pekan Ini

  • Reli kripto dipicu redanya konflik dan arus modal institusi.
  • Putusan Clarity Act Minggu ini tentukan masa depan regulasi AS.
  • Data ekonomi mendatang bakal pacu volatilitas pasar kripto.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada! Serangan AS-Israel Bisa Banting Harga Bitcoin

Harga Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Meski sebelumnya sempat menguat di atas 71.000 dolar AS, aset kripto terbesar ini kini berisiko mengalami penurunan seiring lonjakan harga minyak global akibat serangan terbaru ke fasilitas energi Iran.

Perkembangan ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan jeda serangan selama lima hari sebagai bagian dari upaya deeskalasi.

Serangan Energi Picu Lonjakan Harga Minyak

Dilaporkan Coingape, harga minyak dunia kembali melonjak, dengan Brent crude menembus 102 dolar AS per barel dan WTI naik lebih dari 3% ke level 91 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh serangan terbaru AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas gas dan pembangkit listrik.

Situasi semakin kompleks setelah Iran membantah adanya pembicaraan damai, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel dan negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

Selain itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan mulai mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam konflik, yang berpotensi memperluas eskalasi dan mengganggu pasokan energi global.

Baca juga: 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian

Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik cenderung mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, sehingga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

Meski Bitcoin sempat naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 70.911 dolar AS, tekanan mulai terlihat kembali. Indikator Coinbase Premium Index juga berubah menjadi negatif, yang mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor di pasar Amerika Serikat.

Di sisi lain, data menunjukkan open interest di pasar futures Bitcoin meningkat, menandakan masih adanya minat dari trader derivatif meskipun kondisi pasar tidak stabil.

Risiko Koreksi ke Level $68.000

Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan Bitcoin kembali turun ke level 68.000 dolar AS jika tekanan makro terus berlanjut. Kenaikan volume perdagangan hingga 60% dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya aktivitas, namun belum tentu mencerminkan arah yang jelas.

Beberapa analis juga mengingatkan bahwa siklus pasar Bitcoin masih berpotensi mengikuti pola historis, dengan kemungkinan fase bearish berlanjut hingga akhir tahun.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pergerakan Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas seperti minyak.

Menurut mereka, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter. Hal ini menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto.

Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa lonjakan volatilitas ini membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan pergerakan cepat akibat sentimen global.

Mereka menekankan bahwa investor perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta indikator pasar seperti aliran dana institusional dan sentimen derivatif untuk menentukan strategi yang tepat.

Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

Dengan konflik yang berpotensi meluas dan belum adanya kepastian terkait upaya damai, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi global, yang kini menjadi faktor utama dalam membentuk sentimen investor.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Melesat di Tengah Panasnya Konflik Iran vs Israel


Jakarta

Beberapa aset kripto mengalami penguatan siang ini. Aset kripto ini menguat di tengah panasnya kondisi Timur Tengah, usai Iran menyerang Israel.

Dikutip dari Coindesk, Senin (15/4/2025), Bitcoin berada pada level US$ 65.039,94 siang ini. Bitcoin menguat sebanyak 1,05% dalam 24 jam terakhir.

Ethereum juga menguat sebanyak 2,47%. siang ini, Ethereum berada pada level US$ 3.140,25.


Sementara, Tether turun 0,22% sepanjang 24 jam terakhir ke level US$ 1 dan BNB turun 0,40% ke level US$ 567,94. Solana naik 4,72% ke level US$ 148,44 pada siang ini.

Berdasarkan data Coin Market Cap, Bitcoin naik 0,47% selama 24 jam terakhir. Siang ini, Bitcoin berada pada level Rp 1,046 milar.

Ethreum juga naik sebanyak 1,89%. Siang ini, Ethereum ada di posisi Rp 50,536 juta.

BNB dan Solana juga mengalami penguatan selama 24 jam terakhir. BNB menguat 0,33% ke level Rp 9,097 juta dan Solana menguat 4,08% ke level Rp 2,390 juta. Namun, Tether turun 0,79% ke level Rp 16.094.

(acd/das)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Ambruk Usai Israel Serang Iran


Jakarta

Pasar kripto anjlok. Harga Bitcoin turun di bawah US$ 105.000 di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dan likuidasi besar-besaran di pasar derivatif dan spot,

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai hal tersebut memberikan tekanan negatif yang luas bagi pasar kripto. Antony menilai penurunan terjadi saat serangan Israel terhadap Iran tengah menjadi pusat perhatian. Hal inilah yang mendorong para investor lebih memilih untuk mencari instrumen yang lebih aman dan menjauh dari risiko.

Berdasarkan data Coinglass, likuidasi mencapai US$1,148 juta, saat berita ini ditulis. Volume perdagangan Bitcoin juga mencapai US$369 miliar. Sementara total kapitalisasi pasar kripto turun 3,38%. Ethereum (ETH) turun 9,5%, XRP turun 5,71%, dan Solana (SOL) turun 10,16%.


Penurunan tersebut memberi sinyal lebih hati-hati bagi pasar, apalagi saat pergerakan saat ini tampak mirip dengan yang terjadi pada Januari 2025.

IIni memang sebuah proses yang normal dan masih sehat di tengah uptrend yang tengah terjadi. Investor tengah melakukan proses pengambilan reposition, sambil menunggu momentum yang lebih matang untuk melangkah lebih jauh,” ujar Antony dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).

Antony juga melihat bahwa proses likuidasi massal saat ini bukan sebuah sinyal negatif yang harus ditakuti. Menurut dia, hal itu justru sebuah pembersihan leverage yang memang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasar.

Antony menekankan bahwa investor yang mampu menjaga visi jangka panjang dan mampu melakukan pembelian saat terjadi kepanikan justru dapat memperoleh peluang yang lebih besar.

“Ini seperti proses detoksifikasi. Pasar tengah membersihkan posisi yang dianggap overleveraged sehingga nantinya pergerakan lebih sehat dan lebih matang saat terjadi rebound. Ketidakpastian memang selalu menjadi tantangan, tapi juga peluang, jika kita mampu belajar dan menjaga mental yang matang saat terjadi gejolak di pasar,” tambah Antony

Lebih lanjut, proses likuidasi juga terjadi seiring proses adopsi yang terus meluas dan perbaikan aspek teknologi yang tengah terjadi di ekosistem kripto. Selain tekanan dari likuidasi dan pola pergerakan yang serupa, Bitcoin juga tengah terhimpit oleh kondisi makroekonomi, yaitu peluang penurunan suku bunga The Fed yang kian menipis.

The FedWatch tool mencatat bahwa probabilitas untuk terjadi penurunan suku bunga saat pertemuan FOMC 18 Juni 2025 mencapai 0%. Investor tengah meletakkan probabilitas lebih besar (99,8%) bahwa The Fed akan menahan tingkat bunga saat pertemuan tersebut.

Selain Fed dan inflasi, investor juga tengah mencermati rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada 12 Juni 2025. Indeks harga konsumen (CPI) AS tercatat 2,4%. Rilis data PPI tersebut juga berpotensi menambah tekanan negatif bagi pergerakan Bitcoin.

Antony juga mengimbau investor untuk belajar lebih mandiri, melakukan riset, dan memahami instrumen yang dibelinya, bukan hanya berdasarkan rumor atau pergerakan sesaat.

“Ini saatnya melakukan due diligence, mencari peluang yang sesuai dengan visi dan toleransi risiko masing-masing, sehingga dapat mencapai tujuan investasi yang lebih matang dan maksimal,” tambah Antony.

Antony juga menekankan bahwa penurunan saat ini bukan sebuah kiamat. Dia menilai kondisi ini menjadi proses penting yang harus dilalui sebelum momentum positif selanjutnya tiba.

“Ini adalah proses yang harus dibarengi dengan kesabaran, kedewasaan, dan visi jangka panjang. Dengan memahami apa yang terjadi dan belajar darinya, para investor dapat lebih siap dan lebih unggul di tengah tantangan yang tengah terjadi di pasar kripto saat ini,” jelas dia.

Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

(rea/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Imbas Gejolak Timur Tengah, Bitcoin Diklaim Jadi Incaran Ketimbang Emas


Jakarta

Kripto diklaim menjadi target investasi di tengah situasi panas timur tengah yang mempengaruhi ekonomi dunia. Salah satunya adalah Bitcoin.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma mengatakan di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan Israel serta kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed), Bitcoin tetap bertahan di level US$ 104.000.

Sementara itu, harga emas global justru tergelincir 2,5% dari harga US$ 3.420 pada 13 Juni 2025 turun ke US$ 3.335 pada 20 Juni 2025, setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga tinggi dan memperlambat laju pemangkasan dalam beberapa tahun ke depan.


“Bitcoin (BTC) mencatat harga penutupan di kisaran US$ 104.000 dalam beberapa hari terakhir, bahkan saat indeks saham global seperti Nasdaq mengalami tekanan dan inflasi kembali menjadi kekhawatiran utama. Ketegangan meningkat setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan mendukung rencana serangan ke fasilitas nuklir Iran, meskipun belum mengeluarkan keputusan final,” terangnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6/2025).

Antony menyebut, pelaku pasar cenderung mencari aset alternatif yang mampu bertahan dari tekanan makro. Namun yang mengejutkan, harga emas yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai justru melemah.

Hal ini terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50% dan memberi sinyal bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan secara bertahap hingga 2027, tergantung perkembangan data ekonomi dan inflasi.

Menurut dia, ketahanan Bitcoin dalam situasi penuh tekanan ini menunjukkan transformasi besar dalam pola pikir investor global terhadap aset digital.

“Ini bukan sekadar soal harga. Ini tentang bagaimana pasar global kini mulai menempatkan Bitcoin sebagai salah satu poros dalam peta strategi aset dunia. Ketika bank sentral semakin bersikap ketat dan geopolitik makin tidak pasti, investor mencari instrumen yang netral secara politik, terbuka, dan tidak bisa dimanipulasi. Bitcoin menjawab semua itu,” ujar Antony.

Ia menambahkan bahwa tren investasi terhadap Bitcoin kini mulai menunjukkan pendekatan yang lebih matang.

“Kami melihat adanya peningkatan minat dari investor, termasuk sebagian institusi, yang tidak lagi hanya melihat Bitcoin sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.

Antony menekankan bahwa harga Bitcoin tetap bisa dipengaruhi oleh sentimen pasar yang muncul akibat kebijakan moneter global atau ketegangan geopolitik.

“Namun, berbeda dengan mata uang fiat yang peredarannya bisa ditambah sesuai keputusan bank sentral, suplai Bitcoin bersifat tetap, sehingga memberi nilai protektif terhadap inflasi jangka panjang,” tambahnya.

Kondisi saat ini memperlihatkan realita bahwa instrumen-instrumen tradisional seperti emas bisa tertekan oleh kebijakan suku bunga, sementara Bitcoin justru mampu menunjukkan ketahanan dalam tekanan yang sama.

(hns/hns)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Terjun Bebas, Investor Takut Konflik Iran Vs Israel Meluas


Jakarta

Harga Bitcoin terjun bebas selama akhir pekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di sisi lain, investor juga mengamati soal kekhawatiran inflasi yang baru-baru ini memicu aksi jual tajam di seluruh aset digital.

Melansir CNBC, Senin (23/6/2025), harga Bitcoin sempat turun di bawah angka US$ 99.000 pada hari Minggu. Ini menjadi level terendah selama lebih dari sebulan.

Aksi jual tampaknya terjadi di tengah guncangan geopolitik. Perang Iran dan Israel seperti diketahui tiba-tiba menjadi meluas setelah Amerika Serikat (AS) ikut menyerang Iran dan memperluas potensi ekskalasi.


Iran bahkan dilaporkan mengancam akan memblokir Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran penting bagi 20% pasokan minyak global.

JPMorgan sempat mengingatkan bahwa penutupan penuh Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak setinggi US$ 130 per barel. Imbasnya, lonjakan seperti itu dapat mengembalikan inflasi AS ke 5% dan membuat Fed bakal aktif menaikkan suku bunga.

Prospek semacam ini membuat para investor menilai sudah saatnya kembali jalur suku bunga dan memegang mata uang Dolar daripada bertaruh pada aset spekulatif seperti kripto.

Simak juga Video: Iran Vs Israel: Dulu Kawan, Sekarang Lawan

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

AS Ikut Serang Iran, Bitcoin Rontok


Jakarta

Harga Bitcoin melanjutkan tren penurunan setelah terkoreksi dan sempat jatuh di bawah level psikologis US$ 99.000. Penurunan ini terjadi imbas meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) campur tangan dalam perang Israel dan Iran.

Indodax sendiri mencatat, koreksi Bitcoin ini menandai level terendah Bitcoin sejak 9 Mei 2025. Ambruknya harga bitcoin juga memicu penurunan di pasar aset digital secara global.

Mata uang kripto terbesar kedua Ethereum, tercatat mengalami penurunan signifikan lebih dari 10% sebelum pulih sebagian. Sementara altcoin seperti Solana, XRP, dan Dogecoin mengalami penurunan.


Solana tercatat turun lebih dari 7%, XRP turun lebih dari 8%, dan Dogecoin turun lebih dari 9%. Menurut data dari CoinGlass, lebih dari US$ 1 miliar posisi kripto terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, sebagian besar berasal dari posisi long yang terlalu berisiko.

Vice President INDODAX Antony Kusuma menyebut, kondisi ini menunjukan rapuhnya pasar ketika gejolak geopolitik memanas. Menurutnya, pelemahan harga Bitcoin bukan semata karena faktor teknikal, melainkan juga sentimen risiko makro yang semakin kuat.

“Pasar kripto saat ini sangat sensitif terhadap berita geopolitik yang menimbulkan ketidakpastian. Respons pasar terhadap serangan AS ke Iran menunjukan bahwa Bitcoin, meski kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetap dipandang sebagai aset berisiko oleh sebagian investor,” jelas Antony dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/6/2025).

Antony menjelaskan, pelaku pasar kripto mulai mengurangi perhatiannya terhadap aset kripto sejak kabar awal meletusnya perang di Timur Tengah. Hal ini tercermin dari menurunnya arus masuk ke ETF spot Bitcoin secara signifikan menjelang akhir pekan.

Arus masuk ke ETF spot Bitcoin dari Senin hingga Rabu pekan lalu juga mencapai lebih dari US$ 1 miliar. Namun, pada Kamis tidak ada pergerakan transaksi. Kemudian pada Jumat, hanya tercatat US$ 6,4 juta.

“Fenomena ini perlu menjadi catatan penting bagi investor retail. Mereka perlu memahami bahwa volatilitas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari investasi di kripto. Namun, koreksi tajam seperti ini tidak selalu berarti ancaman. Justru, bagi investor berpengalaman, ini bisa menjadi kesempatan untuk masuk pada valuasi yang lebih menarik,” tuturnya.

Selain sentimen perang Israel dan Iran, harga minyak juga disebut turut mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Diketahui, JPMorgan memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga US$130 per barel jika Iran menutup jalur Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan mendorong inflasi AS mendekati 5% kembali, yang akan mengubah arah kebijakan suku bunga The Fed. Kekhawatiran ini menyebabkan investor menarik dana dari aset berisiko tinggi seperti kripto dan memindahkannya ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Akibatnya, pasar kripto mengalami tekanan jual. Sejak halving Bitcoin pada April 2024, pasar masih berada dalam tren siklus naik secara historis, 12 bulan hingga 18 bulan setelah halving. Antony juga memprediksi potensi harga Bitcoin untuk naik tetap terbuka.

“Meskipun tekanan saat ini berat, fondasi fundamental Bitcoin masih sangat kuat, terutama dengan terbatasnya suplai dan semakin meningkatnya penerimaan institusi. Ini hanya bagian dari dinamika jangka pendek yang selalu hadir dalam siklus kripto,” jelasnya.

Simak juga Video: Amerika Serikat Mengebom 3 Situs Nuklir Iran!

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com