Tag Archives: btc

Bitcoin Tembus $90.000 Setelah 7 Minggu, Momentum Bullish Kian Kuat

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan reli signifikan dengan menembus angka $90.000 untuk pertama kalinya sejak awal Maret.

DIlaporkan Coingape, kenaikan ini dipicu oleh sinyal teknikal yang menunjukkan penguatan tren naik, didorong oleh arus masuk ETF, pelemahan dolar AS, serta meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto ini.

Indikator Average Directional Index (ADX) menunjukkan lonjakan signifikan menjadi 29,48, naik hampir dua kali lipat hanya dalam dua hari. Hal ini menandakan terbentuknya tren kuat, yang diperkuat oleh dominasi indikator arah positif (+DI) terhadap negatif (-DI). “Dengan ADX yang tinggi dan tekanan jual yang melemah, bulls saat ini jelas memegang kendali,” tulis analis pasar dari TradingView.

Sinyal Bullish Bitcoin

Sinyal bullish juga muncul dari grafik Ichimoku Cloud, yang menunjukkan pergerakan harga BTC jauh di atas awan Kumo. Tenkan-sen masih berada di atas Kijun-sen, sementara Chikou Span bergerak di atas harga dan awan, mengonfirmasi kekuatan tren saat ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, garis EMA jangka pendek telah melintasi EMA jangka panjang, menandakan momentum kenaikan yang solid. Saat ini, BTC berada di ambang level resistensi penting di $92.920. Jika berhasil ditembus, potensi kenaikan ke area $96.484 terbuka lebar.

Menurut Tracy Jin, COO bursa kripto MEXC, kinerja Bitcoin yang kuat di tengah ketidakpastian pasar telah mengembalikan narasi BTC sebagai “emas digital”. “Kekuatan Bitcoin dalam menghadapi volatilitas menghidupkan kembali statusnya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat,” kata Jin kepada BeInCrypto.

Potensi Harga BTC

Pada Rabu pagi, harga BTC diperdagangkan di level $91.245, naik 3% dari posisi terendah harian dan 7% dalam sepekan terakhir. Menurut analis Daan Crypto Trades, tantangan selanjutnya adalah menembus simple moving average (SMA) 200 hari di atas $89.000. “Jika mampu melewati zona ini, BTC dapat dengan mudah naik menuju $94.000,” ujarnya.

Selain faktor teknikal, lonjakan harga juga didorong oleh arus masuk ETF Bitcoin terbesar dalam tiga bulan terakhir. Di sisi lain, dolar AS yang jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun turut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti Bitcoin.

Jika momentum ini bertahan, para analis memperkirakan level $100.000 menjadi target jangka menengah berikutnya. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa jika terjadi pembalikan tren, area dukungan utama yang perlu diperhatikan berada di $88.800, $86.532, dan $83.133.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $92.600, Kenali Faktor Pendorongnya

Selama akhir pekan Paskah 2025, harga Bitcoin (BTC) melonjak tajam, menembus tren turun yang telah berlangsung selama beberapa bulan dengan mencapai level $92.600.

Lonjakan ini menandai perubahan signifikan dalam sentimen pasar, dengan indikasi kuat bahwa investor institusional kembali aktif di pasar kripto.

Lantas, apa saja faktor pendorong kenaikan harga Bitcoin ini?

Kebangkitan Minat Institusional

Salah satu indikator utama yang mencerminkan keterlibatan investor institusional adalah Indeks Premium Bitcoin Coinbase.

Indeks ini mengukur perbedaan harga antara Bitcoin di Coinbase Pro (yang melayani investor institusional AS) dan Binance (yang lebih banyak digunakan oleh investor ritel global).

Selama paruh pertama April, dominasi pasar oleh investor ritel terlihat jelas. Namun, pada 21–22 April, permintaan institusional meningkat, dengan premium Coinbase naik menjadi 0,16%, menunjukkan tekanan beli yang signifikan dari investor institusional.

Salah satu contoh nyata dari minat institusional ini adalah langkah MicroStrategy.

Pada 21 April, CEO Michael Saylor mengumumkan pembelian tambahan 6.556 BTC senilai sekitar $555,8 juta, dengan harga rata-rata sekitar $84.785 per koin.

Dengan akuisisi ini, total kepemilikan Bitcoin MicroStrategy mencapai 538.200 BTC, senilai sekitar $48,4 miliar pada harga saat ini.

Selain itu, perusahaan Jepang Metaplanet juga menambah 330 BTC ke dalam portofolionya, meningkatkan total kepemilikan mereka menjadi 4.855 BTC.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar melihat potensi jangka panjang dalam investasi Bitcoin.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Tokocrypto Prestige: Solusi Eksklusif untuk VIP & Institusi

Kebangkitan Pasar Derivatif dan ETF

Pasar derivatif Bitcoin juga menunjukkan tanda-tanda optimisme. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa open interest (OI) Bitcoin melonjak 17%, mencapai $68,3 miliar, tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Kondisi pasar saat ini berada dalam keadaan contango, di mana harga futures lebih tinggi daripada harga spot, mencerminkan ekspektasi kenaikan harga di masa depan.

Selain itu, pada 21 April, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar $381 juta, membalikkan tren keluar dana yang telah berlangsung selama beberapa minggu.

Arus masuk ini menunjukkan bahwa investor tradisional mulai kembali ke pasar kripto, melihatnya sebagai alternatif yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Faktor Makroekonomi: Dolar Melemah, Bitcoin Menguat

Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai kebijakan tarif dan suku bunga telah memicu kekhawatiran tentang stabilitas dolar AS.

Indeks Dolar AS telah menurun sejak Februari, mencapai level terendah sejak 2022. Ketidakpastian ini membuat investor mencari aset alternatif yang lebih stabil, dan Bitcoin, dengan sifatnya yang terdesentralisasi dan pasokan terbatas, menjadi pilihan menarik.

Analisis Teknis: Tren Naik Baru Dimulai

Analis kripto Rekt Capital mencatat bahwa Bitcoin telah berhasil menembus tren turun yang berlangsung selama beberapa bulan.

Menurutnya, “Tren turun multibulan telah berakhir. Dan ketika tren turun teknis dipatahkan, tren naik teknis muncul.”

Ini menunjukkan bahwa pasar mungkin memasuki fase bullish baru, didukung oleh minat institusional dan faktor makroekonomi yang mendukung.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak, Targetkan Level $90.000 Saat Sentimen Positif

Secara keseluruhan, lonjakan harga Bitcoin ke $92.600 selama akhir pekan Paskah menandai perubahan signifikan dalam dinamika pasar.

Dengan kembalinya minat institusional, peningkatan aktivitas di pasar derivatif dan ETF, serta faktor makroekonomi yang mendukung, Bitcoin menunjukkan potensi untuk melanjutkan tren naiknya.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Melonjak, Targetkan Level $90.000 Saat Sentimen Positif

Harga Bitcoin kembali mencatatkan lonjakan signifikan di tengah pertumbuhan pasar kripto global.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin naik sebesar 3,36% dan diperdagangkan di kisaran $87.196,52, mendekati level resistance baru di $88.500 dan berpotensi menembus angka psikologis $90.000.

Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar kripto global meningkat 2,93% menjadi $2,75 triliun, dengan volume perdagangan harian melonjak 42,67% menjadi $68,79 miliar.

Dilaporkan Coinpedia, Ethereum juga mengalami kenaikan sebesar 3,21%, sementara XRP menguat 3,19%. Di antara altcoin lainnya, Solana naik 1,08%, sedangkan Stacks dan MANA mencatatkan lonjakan tertinggi masing-masing sebesar 16,30% dan 12,57%.

Pendorong Kenaikan Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Charles Schwab Dorong Harga Bitcoin Tembus $100.000?

Kinerja impresif Bitcoin turut didorong oleh data teknikal yang menguat. Pola segitiga menaik dan indikator RSI yang tetap netral memperkuat proyeksi bullish dalam jangka pendek.

Arus masuk ETF sebesar $45,5 juta serta keluarnya 14.000 BTC dari bursa oleh investor besar (whale) turut mendukung sentimen positif pasar. Selain itu, jumlah dompet Bitcoin yang tidak kosong meningkat ke angka 54,72 juta, mendekati rekor tertinggi, mencerminkan minat dan partisipasi investor yang terus tumbuh.

Institusi Beli BTC

Di sisi institusional, perusahaan investasi Strategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin-nya dengan membeli 6.556 BTC senilai $555,8 juta. Pembelian ini dilakukan dengan harga rata-rata $84.785 per BTC, meningkatkan total kepemilikan Strategy menjadi 538.200 BTC dengan nilai lebih dari $36,47 miliar. Pendiri perusahaan, Michael Saylor, mencatat bahwa Bitcoin telah memberikan imbal hasil sebesar 12,1% sepanjang tahun ini.

Dengan indikator teknikal yang mendukung dan dukungan kuat dari institusi besar, Bitcoin kini menargetkan level resistance selanjutnya di angka $90.000, menandakan momentum bullish yang kian menguat di pasar kripto.

Baca Juga: Bitcoin Bisa Tembus $138.000 dalam 3 Bulan? Ini Kata Analis!

Secara umum, berbagai peristiwa yang terjadi baru-baru ini menunjukkan bahwa pasar kripto tetap berada dalam fase dinamis dengan peluang dan risiko yang besar. Bagi pelaku pasar, penting untuk terus mengikuti perkembangan regulasi, tren teknologi blockchain, dan kondisi makroekonomi global.

Strategi diversifikasi dan manajemen risiko menjadi kunci utama untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian yang ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pemerintah AS Pertimbangkan Akuisisi Bitcoin Secara Netral Anggaran

Pada Maret 2025 lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve (SBR), sebuah langkah signifikan dalam kebijakan ekonomi digital di Negeri Paman Sam.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengakumulasi cadangan Bitcoin tanpa membebani anggaran negara, mencerminkan pendekatan inovatif terhadap integrasi aset digital dalam kebijakan fiskal nasional.

Latar Belakang Pembentukan Strategic Bitcoin Reserve

Perintah eksekutif yang ditandatangani pada 6 Maret 2025 menetapkan bahwa SBR akan diisi dengan Bitcoin yang telah disita oleh Departemen Keuangan melalui proses hukum.

Langkah ini mencerminkan perubahan sikap Presiden Trump terhadap aset digital, dari skeptisisme menjadi dukungan aktif terhadap integrasi kripto dalam kebijakan ekonomi nasional.

SBR dirancang sebagai “Fort Knox digital,” berfungsi sebagai penyimpan nilai jangka panjang tanpa rencana untuk dijual dalam waktu dekat.

Pendekatan Netral Anggaran dalam Akuisisi Bitcoin

Untuk menghindari penggunaan dana publik tambahan, pemerintah AS mengeksplorasi berbagai strategi netral anggaran untuk memperoleh Bitcoin:

  • Penggunaan Pendapatan Tarif Impor: Pendapatan dari tarif impor dipertimbangkan sebagai sumber dana untuk membeli Bitcoin, tanpa membebani anggaran negara.
  • Revaluasi Sertifikat Emas: Dengan menyesuaikan nilai sertifikat emas yang dimiliki Departemen Keuangan, pemerintah dapat menciptakan ruang fiskal untuk akuisisi Bitcoin.
  • Diversifikasi Aset Digital yang Disita: Mengonversi altcoin yang telah disita menjadi Bitcoin, memanfaatkan aset yang sudah ada tanpa pengeluaran baru.
  • Pemanfaatan Dana Stabilitas Pertukaran: Menggunakan posisi bersih Dana Stabilitas Pertukaran untuk membeli Bitcoin secara langsung, tanpa memerlukan persetujuan kongres.

Baca Juga: Charles Schwab Dorong Harga Bitcoin Tembus $100.000?

Dukungan Legislatif melalui BITCOIN Act

Senator Cynthia Lummis mengajukan BITCOIN Act pada 11 Maret 2025, yang mengusulkan pembelian hingga 1 juta BTC dalam lima tahun, didanai melalui revaluasi sertifikat emas dan pendapatan bersih Federal Reserve.

RUU ini bertujuan untuk mengukuhkan posisi Bitcoin dalam kebijakan fiskal AS dan mengurangi ketergantungan pada dolar.

Dampak Potensial terhadap Ekonomi dan Geopolitik

Merujuk pada laporan Cryptopolitan pada Senin (21/4), implementasi strategi ini dapat membawa dampak signifikan:

  • Stabilisasi Nilai Bitcoin: Kepemilikan besar oleh pemerintah dapat mengurangi volatilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.
  • Diversifikasi Cadangan Nasional: Menambahkan Bitcoin ke dalam cadangan nasional dapat melindungi ekonomi dari fluktuasi nilai dolar dan inflasi.
  • Pengaruh Geopolitik: Langkah ini dapat memperkuat posisi AS dalam ekonomi digital global dan mendorong negara lain untuk mengikuti jejak serupa.

Tantangan dan Kritik

Meskipun strategi ini inovatif, beberapa tantangan dan kritik turut mewarnai rencana ini, diantaranya:

  • Volatilitas Pasar: Ketergantungan pada aset yang sangat fluktuatif dapat menimbulkan risiko bagi stabilitas ekonomi.
  • Transparansi dan Pengawasan: Kurangnya kejelasan dalam pengelolaan dan audit cadangan dapat menimbulkan pertanyaan tentang akuntabilitas.
  • Etika dan Konflik Kepentingan: Keterlibatan langsung pemerintah dalam pasar kripto dapat memunculkan kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan dan manipulasi pasar.

Baca Juga: Donald Trump Siap Luncurkan Game Kripto Bergaya Monopoly

Dengan demikian, pendekatan netral anggaran pemerintah AS dalam mengakuisisi Bitcoin mencerminkan upaya untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam kebijakan ekonomi nasional tanpa membebani anggaran.

Meskipun menawarkan potensi manfaat strategis, implementasi strategi ini memerlukan pertimbangan matang terhadap risiko dan tantangan yang ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bisa Tembus $138.000 dalam 3 Bulan? Ini Kata Analis!

Bitcoin kembali bikin heboh! Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, analis memperkirakan harga BTC bisa meroket hingga $138.000 hanya dalam waktu tiga bulan. Prediksi ini datang dari ekonom jaringan, Timothy Peterson, yang melihat peluang besar dari sisi makroekonomi.

Sinyal Kuat dari Data Historis

Dalam analisis terbarunya pada 18 April, Peterson mengungkap bahwa tingginya Indeks Hasil Efektif Obligasi AS – yang saat ini di atas 8% – menjadi indikator penting. Menurut datanya, situasi serupa telah terjadi 38 kali sejak 2010. Hasilnya?

“Dalam tiga bulan setelah kondisi seperti ini, Bitcoin rata-rata naik 31%. Bahkan dalam skenario terbaik, bisa naik hingga 71%. Risiko terburuk? Hanya turun 16%,” jelas Peterson.

Berdasarkan hitungan ini, Bitcoin berpotensi menuju kisaran $75.000 hingga $138.000 dalam waktu 90 hari. Untuk mencapai angka tertinggi tersebut, BTC hanya perlu tumbuh sekitar 62% dari harga saat ini.

Korelasi Unik dengan Dolar AS

Peterson juga menyoroti hubungan yang tak biasa antara Bitcoin dan indeks dolar AS (DXY). Saat ini, keduanya menunjukkan korelasi positif—sesuatu yang jarang terjadi.

BTC/USD vs. indeks dolar AS (DXY). Sumber: Timothy Peterson/X.
BTC/USD vs. indeks dolar AS (DXY). Sumber: Timothy Peterson/X.

“Hubungan ini bukan sebab-akibat, tapi mencerminkan tekanan ekonomi global yang sama: likuiditas ketat, suku bunga tinggi, dan meningkatnya risiko investasi,” katanya.

Namun ia memprediksi bahwa Bitcoin akan segera ‘lepas’ dari pengaruh dolar dan mulai merespons dengan cara berbeda—naik saat tekanan makro mulai mereda.

Momen Seperti Awal Kenaikan 2023?

Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan DXY masih bertahan di bawah angka 100—salah satu level terlemahnya dalam tiga tahun terakhir. Beberapa analis percaya kondisi ini bisa menciptakan momen serupa dengan awal bull run Bitcoin di tahun 2023.

Dengan sentimen makro yang mulai mendukung dan potensi teknikal yang kuat, semua mata kini tertuju ke pergerakan BTC dalam tiga bulan ke depan. Apakah kita akan menyaksikan rekor baru? Waktunya memantau dengan cermat!

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 April 2025: Altcoin Time Not Alt Season By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Charles Schwab Dorong Harga Bitcoin Tembus $100.000?

Charles Schwab, salah satu perusahaan jasa keuangan terbesar di dunia dengan aset kelolaan (AUM) sebesar $10 triliun, berencana untuk meluncurkan layanan perdagangan kripto langsung dalam 12 bulan ke depan.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan institusi keuangan tradisional terhadap aset digital dan berpotensi memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

Langkah Strategis Charles Schwab

Dalam pembaruan bisnis musim semi 2025, CEO Charles Schwab, Rick Wurster, mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang dalam jalur yang baik untuk menawarkan perdagangan aset digital langsung, tergantung pada kejelasan regulasi yang akan datang.

Langkah ini mencerminkan kepercayaan institusional yang besar terhadap pasar kripto, berbeda dengan eksposur pasif melalui ETF.

Dampak terhadap Harga Bitcoin

Para analis pasar memperkirakan bahwa langkah Charles Schwab ini dapat mendorong harga Bitcoin menuju $100.000.

Indikator teknis menunjukkan konsolidasi harga Bitcoin di dekat batas atas Bollinger Band, yang sering kali menjadi pertanda breakout ke atas.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 20 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 20 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika momentum ini berlanjut, harga Bitcoin berpotensi mencapai level tersebut.

Baca Juga: Charles Schwab Segera Luncurkan Layanan Perdagangan Bitcoin Spot

Kejelasan Regulasi sebagai Katalisator

Kejelasan regulasi diharapkan menjadi katalisator utama dalam peluncuran layanan perdagangan kripto oleh Charles Schwab.

Dengan regulasi yang lebih jelas, perusahaan dapat menawarkan layanan ini kepada kliennya dengan lebih percaya diri, yang pada gilirannya dapat menarik lebih banyak investor institusional ke pasar kripto.

Secara keseluruhan, langkah Charles Schwab untuk memasuki perdagangan kripto langsung menandai momen penting dalam adopsi aset digital oleh institusi keuangan tradisional.

Dengan potensi untuk menarik aliran modal baru dan meningkatkan likuiditas pasar, langkah ini dapat memberikan dorongan signifikan terhadap harga Bitcoin dan memperkuat posisinya sebagai aset digital utama di pasar global.

Baca Juga: Harga Bitcoin ke $100.000? Akumulasi Whale Menjadi Sinyal Kuat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Alami Likuidasi $104 Juta: Volatilitas Mengguncang

Dalam 24 jam terakhir, pasar kripto mengalami gelombang likuidasi senilai $104 juta, mencerminkan tingkat volatilitas yang tinggi yang memengaruhi baik posisi long maupun short.

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa posisi long menyumbang $25,88 juta dari total likuidasi, sementara posisi short mencapai $78,54 juta.

Bitcoin dan Ethereum Terkena Dampak Signifikan

Dua aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), mengalami likuidasi signifikan.

Bitcoin mencatat likuidasi sebesar $14,09 juta, sementara Ethereum mencapai $15,75 juta.

Angka-angka ini menyoroti bagaimana volatilitas pasar dapat memengaruhi bahkan aset kripto yang paling mapan.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 17 April 2025: $OM Melejit, Bitcoin Kapan Nyusul?

Volatilitas Menjadi Tantangan bagi Trader

Lonjakan likuidasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi trader dalam menghadapi pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga.

Baik posisi long maupun short terkena dampak, menunjukkan bahwa tidak ada strategi yang sepenuhnya aman dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Pentingnya Manajemen Risiko

Peristiwa ini menekankan pentingnya manajemen risiko yang efektif bagi para trader.

Menggunakan leverage tanpa strategi perlindungan yang memadai dapat menyebabkan kerugian signifikan dalam waktu singkat.

Trader disarankan untuk menetapkan batas kerugian dan menggunakan alat manajemen risiko lainnya untuk melindungi posisi mereka.

Secara keseluruhan, gelombang likuidasi senilai $104 juta dalam 24 jam terakhir menyoroti tingkat volatilitas yang tinggi di pasar kripto.

Baik posisi long maupun short terkena dampak, menunjukkan bahwa trader harus tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian pasar.

Baca Juga: Pasar Kripto Menggeliat Lagi! Bitcoin Ngegas ke $83.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Charles Schwab Segera Luncurkan Layanan Perdagangan Bitcoin Spot

Charles Schwab Corp., salah satu perusahaan jasa keuangan terbesar di Amerika Serikat, berencana untuk meluncurkan layanan perdagangan Bitcoin spot bagi kliennya pada April 2026.

Langkah ini mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi perusahaan terhadap aset digital, seiring dengan meningkatnya minat investor dan perubahan lanskap regulasi di AS.

Dari ETF dan Futures Menuju Perdagangan Spot

Selama ini, Charles Schwab telah menyediakan produk terkait kripto seperti exchange-traded funds (ETF) dan kontrak berjangka (futures), yang memungkinkan klien mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa memiliki aset tersebut secara langsung.

Namun, dengan meningkatnya permintaan untuk perdagangan langsung aset kripto, perusahaan kini bersiap untuk menawarkan layanan perdagangan Bitcoin spot.

CEO Charles Schwab, Rick Wurster, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan peluncuran layanan ini dalam 12 bulan ke depan, dengan harapan regulasi yang lebih jelas akan segera terwujud .

Perubahan Regulasi sebagai Katalisator

Perubahan dalam kebijakan regulasi di AS menjadi faktor kunci dalam rencana ekspansi Charles Schwab ke perdagangan kripto.

Dengan terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), banyak pihak memperkirakan akan ada pendekatan yang lebih ramah terhadap industri aset digital.

Wurster menyatakan bahwa perusahaan optimis terhadap perubahan regulasi yang akan memungkinkan mereka untuk menawarkan layanan perdagangan kripto secara langsung kepada klien.

Baca Juga: Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama untuk Investor

Kemitraan Strategis dengan Trump Media and Technology Group

Pada Januari 2025, Charles Schwab menjalin kemitraan dengan Trump Media and Technology Group (TMTG) untuk menyediakan ETF dan layanan kripto yang disesuaikan bagi platform “Truth.Fi” yang akan datang.

Platform ini bertujuan untuk menggabungkan layanan keuangan tradisional dengan aset digital, menawarkan alternatif bagi individu yang khawatir tentang praktik perbankan yang tidak adil dan pelanggaran privasi oleh perusahaan teknologi besar.

Tantangan dan Persaingan di Industri

Langkah Charles Schwab untuk memasuki perdagangan kripto spot juga dipicu oleh meningkatnya persaingan di industri jasa keuangan.

Perusahaan seperti Robinhood dan Interactive Brokers telah lebih dulu menawarkan layanan perdagangan kripto langsung, memaksa Charles Schwab untuk mengevaluasi kembali pendekatan konservatif mereka.

Dengan masuknya ke perdagangan spot, Charles Schwab berupaya untuk tetap kompetitif dan memenuhi permintaan klien yang semakin meningkat terhadap aset digital.

Meningkatnya Minat Investor terhadap Aset Digital

Minat investor terhadap aset digital terus meningkat, tercermin dari lonjakan lalu lintas sebesar 400% ke situs web kripto Charles Schwab.

Data ini menunjukkan bahwa klien semakin tertarik untuk berinvestasi langsung dalam aset kripto, mendorong perusahaan untuk memperluas penawaran mereka di sektor ini.

Baca Juga: Bitcoin Tembus Rp 447 Juta untuk Pertama Kali Sejak April, Terus Bullish?

Secara keseluruhan, rencana Charles Schwab untuk meluncurkan layanan perdagangan Bitcoin spot pada April 2026 menandai langkah penting dalam integrasi aset digital ke dalam layanan keuangan tradisional.

Dengan memanfaatkan perubahan regulasi yang diantisipasi dan meningkatnya permintaan klien, perusahaan berupaya untuk tetap relevan dan kompetitif di era digital.

Sebagai investor, penting untuk memantau perkembangan ini dan memahami implikasinya terhadap strategi investasi Anda.

Dengan semakin banyaknya institusi keuangan besar yang mengadopsi aset digital, lanskap investasi global terus berkembang, menawarkan peluang baru sekaligus tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin ke $100.000? Akumulasi Whale Menjadi Sinyal Kuat

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah data on-chain menunjukkan bahwa para whale atau pemegang besar BTC sedang menyerap lebih dari 300% dari total pasokan baru yang ditambang.

Fenomena ini memicu spekulasi bahwa harga Bitcoin dapat melonjak ke $100.000 dalam waktu dekat.

Aksi Akumulasi Whale yang Agresif

Menurut data dari Glassnode, kelompok pemegang besar Bitcoin, termasuk whale (lebih dari 1.000 BTC) dan shark (100–1.000 BTC), saat ini menyerap lebih dari tiga kali jumlah Bitcoin yang ditambang setiap hari.

Artinya, mereka membeli lebih banyak BTC daripada yang tersedia dari pasokan baru, menciptakan tekanan permintaan yang signifikan di pasar.

Selain itu, bursa kripto mengalami arus keluar BTC yang konsisten, menunjukkan bahwa investor besar lebih memilih menyimpan aset mereka dalam dompet pribadi untuk investasi jangka panjang daripada melakukan perdagangan jangka pendek.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Indikator Teknikal Mendukung Potensi Kenaikan

Secara teknikal, Bitcoin telah menembus pola “falling wedge” yang telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir.

Pola ini sering kali dianggap sebagai sinyal pembalikan bullish, dan breakout dari pola ini dapat mendorong harga Bitcoin menuju target sekitar $101.570.

Namun, harga Bitcoin saat ini menghadapi resistensi di sekitar rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari dan 200 hari, yang berada di kisaran $85.300.

Jika harga berhasil menembus level ini, kemungkinan besar akan membuka jalan menuju level $100.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Dekati Level Kunci $92.000: Sinyal Ledakan Altcoin?

Perbandingan dengan Siklus Bullish Sebelumnya

Analis on-chain mencatat bahwa perilaku akumulasi saat ini mirip dengan pola yang terlihat sebelum bull run Bitcoin pada tahun 2020.

Saat itu, akumulasi besar-besaran oleh investor institusional dan whale mendahului lonjakan harga yang signifikan.

Dengan latar belakang makroekonomi yang mendukung dan adopsi institusional yang meningkat, banyak yang percaya bahwa sejarah mungkin akan terulang.

Sentimen Pasar dan Aktivitas Perdagangan

Pada 19 April 2025, harga Bitcoin naik 1,2% menjadi $84.450, didorong oleh akumulasi besar-besaran oleh entitas seperti Abraxas Capital, yang menarik lebih dari $250 juta BTC dari Binance.

Indikator teknikal seperti RSI berada di 62, menunjukkan kondisi pasar yang bullish namun mendekati overbought.

Sementara itu, MACD menunjukkan crossover bullish, menandakan momentum positif dalam jangka pendek.

Prediksi dan Prospek Harga

Dengan kombinasi akumulasi agresif oleh whale, penurunan pasokan di bursa, dan sinyal teknikal yang positif, banyak analis percaya bahwa Bitcoin berada di jalur menuju $100.000.

Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto tetap volatil, dan investor harus melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

Dengan dinamika pasar saat ini, semua mata tertuju pada Bitcoin dan apakah ia dapat mencapai tonggak sejarah berikutnya di $100.000.

Baca Juga: Tren Bitcoin 21-25 April 2025: Altcoin Time Not Alt Season By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Memecoin Menggeliat: MEME, BONE, BAN Jadi Sorotan Investor

Pasar memecoin menunjukkan pergerakan yang signifikan, dengan beberapa token mengalami lonjakan harga yang menarik perhatian investor.

Tiga token yang mencuri perhatian adalah Memecoin (MEME), Bone ShibaSwap (BONE), dan Comedian (BAN).

Memecoin (MEME): Rebound Spektakuler

Memecoin (MEME) mengalami lonjakan harga sebesar 73% setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sepanjang masa di $0,00137.

Dalam 24 jam terakhir, harga MEME naik 38% menjadi $0,00196. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap token meme.

Jika MEME berhasil menembus dan mempertahankan level resistensi di $0,00228, tren kenaikan diperkirakan akan berlanjut.

Namun, jika gagal, harga bisa kembali turun ke level terendah sebelumnya.

Bone ShibaSwap (BONE): Menguji Resistensi Kunci

Bone ShibaSwap (BONE), token dari ekosistem Shiba Inu, mencatat kenaikan harga sebesar 18,5% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada $0,285.

Token ini mendekati level resistensi penting di $0,295. Jika berhasil menembus dan mempertahankan level ini, BONE berpotensi menuju target harga berikutnya di $0,348.

Namun, kegagalan menembus resistensi dapat menyebabkan harga turun kembali ke $0,232.

Baca Juga: Memecoin Trump Pimpin Token Unlock Kripto $906 Juta Minggu Ini

Comedian (BAN): Token Kecil dengan Potensi Besar

Comedian (BAN), token dengan kapitalisasi pasar kecil, mengalami kenaikan harga hampir 25% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada $0,040.

Token ini terinspirasi dari karya seni terkenal dan mendapatkan perhatian setelah dibeli oleh pendiri Tron, Justin Sun, seharga $6,2 juta.

Jika BAN berhasil menembus resistensi di $0,045, tren kenaikan diperkirakan akan berlanjut. Namun, kegagalan menembus level ini dapat menyebabkan harga turun kembali ke $0,032.

Baca Juga: Memecoin Ghibli: Ketika AI, Budaya Pop, dan Kripto Bertemu di Solana

Dengan demikian, pergerakan harga yang signifikan pada MEME, BONE, dan BAN menunjukkan bahwa pasar memecoin masih memiliki daya tarik bagi investor.

Namun, volatilitas tinggi pada token-token ini memerlukan kehati-hatian dan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com