Tag Archives: ethereum

Ethereum Teratas di Pasar Layer 1, Ungguli Solana dan Bitcoin

Pasar blockchain Layer 1 terus menunjukkan dinamika yang menarik, dengan total nilai terkunci (Total Value Locked/TVL) mencapai $135,1 miliar meski mengalami penurunan -2,5% dalam 24 jam terakhir.

Dilaporkan Coingecko, dari jumlah tersebut, Ethereum masih mendominasi dengan pangsa pasar terbesar, diikuti oleh Solana, Bitcoin, BNB Smart Chain, dan TRON.

Ethereum Tetap di Puncak

Ethereum menempati posisi pertama dengan TVL $92,1 miliar, setara dengan 68,16% dominasi pasar. Volume perdagangan harian Ethereum tercatat sekitar $2,64 miliar dengan lebih dari 5.200 aset kripto yang berjalan di ekosistemnya. Kekuatan ini menunjukkan bahwa Ethereum tetap menjadi pusat utama aktivitas DeFi dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Solana Perkuat Posisi Kedua

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

Di posisi kedua, Solana mencatat TVL $11,63 miliar dengan dominasi 8,61% dari total pasar. Volume perdagangan hariannya bahkan lebih tinggi dari Ethereum, mencapai $9,83 miliar, dengan lebih dari 4.600 aset kripto yang mendukung ekosistemnya. Dalam 30 hari terakhir, Solana menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 17,9%, menandakan adopsi yang semakin meningkat.

Bitcoin dan Ekspansi Ordinals

Meskipun Bitcoin bukan platform smart contract utama, TVL-nya mencapai $7,97 miliar atau 5,90% dominasi pasar. Dukungan inovasi seperti Ordinals dan Runes membuat aktivitas ekosistem Bitcoin semakin variatif. Dalam 30 hari terakhir, TVL Bitcoin naik 15,8%, menegaskan daya tariknya di luar sekadar aset penyimpan nilai.

BNB Smart Chain dan TRON Ikut Bersaing

BNB Smart Chain menempati peringkat keempat dengan TVL $7,55 miliar (5,59% dominasi). Ekosistemnya masih ramai dengan lebih dari 3.000 aset kripto aktif dan volume perdagangan harian sekitar $7,88 miliar.

Sementara itu, TRON mengamankan posisi kelima dengan TVL $6,14 miliar (4,55% dominasi). Meski volume perdagangan hariannya relatif kecil di angka $101 juta, TRON tetap menjadi salah satu jaringan dengan basis pengguna stabil.

Secara keseluruhan, pasar Layer 1 tetap terkonsentrasi pada Ethereum sebagai pemimpin, diikuti oleh pertumbuhan agresif Solana dan peningkatan ekosistem Bitcoin. Dengan total TVL lebih dari $135 miliar, persaingan antar blockchain besar terus menjadi sorotan, terutama di tengah perkembangan aplikasi DeFi, NFT, dan inovasi on-chain lainnya.

Baca juga: Saga (SAGA): Protokol Layer 1 untuk Masa Depan Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Demo Memanas, Pasar Kripto Indonesia Ikut Terseret Arus Ketidakpastian

Gelombang aksi massa alias demo yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025 di beberapa titik strategis Indonesia rupanya tak hanya menyedot perhatian publik, tetapi juga mengguncang sentimen pasar keuangan.

Tak terkecuali bagi pasar kripto dalam negeri, yang menunjukkan pergerakan negatif pada mayoritas aset digital sepanjang 24 jam terakhir.

Data terbaru perdagangan kripto di Tokocrypto pada Jumat (29/8) memperlihatkan sebagian besar aset berada di zona merah.

Bitcoin (BTC/IDR) misalnya, turun -2,20% ke level Rp 1,803 miliar dengan volume perdagangan Rp 19,4 miliar.

Harga Ethereum (ETH/IDR) bahkan lebih dalam terkoreksi -4,76% ke Rp 71,44 juta, sedangkan XRP/IDR jatuh -3,99% ke Rp 47.070.

Baca Juga: Calon DK OJK Pengawas Kripto Uji Kelayakan di DPR RI

Aksi Massa dan Dampak Psikologis Investor

Sebagaimana dikutip dari CNBC, Aksi demo yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah itu memanas, sehingga menimbulkan kericuhan di beberapa titik.

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian politik yang berdampak langsung pada psikologis investor.

Dalam situasi seperti ini, banyak pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

Fenomena ini bukan hal baru. Setiap kali gejolak sosial-politik meningkat, investor cenderung bersikap hati-hati.

Dalam kasus hari ini, volume perdagangan di sejumlah aset memang masih tinggi, tetapi tekanan jual lebih dominan.

Contohnya Solana (SOL/IDR) turun -1,75% ke Rp 3,412 juta, sementara Dogecoin (DOGE/IDR) anjlok -3,48% ke Rp 3.510.

Aset Stabil Lebih Diminati

Menariknya, pergerakan USDT/IDR (Tether) justru mencatatkan kenaikan +0,81% ke Rp 16.450.

Hal ini menandakan adanya peralihan dana ke aset yang dianggap lebih stabil. Fenomena “flight to safety” ini memperlihatkan investor domestik mencoba menahan risiko dengan menyimpan modal di stablecoin.

Selain USDT, hanya segelintir koin yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis. POL/IDR misalnya, naik +1,25% ke Rp 4.022 dan POPCAT/IDR menguat +0,57%.

Namun, kenaikan tersebut lebih bersifat teknikal ketimbang fundamental, mengingat arus sentimen pasar masih negatif.

Ilustrasi bear market.
Ilustrasi bear market.

Koreksi Lebar pada Aset Menengah

Sejumlah altcoin lapis dua justru mengalami koreksi tajam. SPX/IDR turun drastis -9,76%, menjadi salah satu penurunan terdalam hari ini.

ADA/IDR merosot -4,67% ke Rp 13.480, sementara AVAX/IDR terkoreksi -4,09% ke Rp 388.200.

Penurunan ini menunjukkan betapa rentannya aset menengah terhadap guncangan eksternal, apalagi ketika faktor domestik berperan besar.

Prospek Pasar dalam Jangka Pendek

Ketidakpastian akibat situasi politik saat ini bisa menjadi faktor dominan dalam pergerakan kripto domestik.

Meski pasar global relatif stabil, pasar lokal cenderung lebih sensitif terhadap isu-isu sosial dan politik di dalam negeri.

Jika kondisi demo terus berlanjut, tekanan jual berpotensi semakin dalam, terutama pada aset dengan kapitalisasi menengah ke bawah.

Namun, investor jangka panjang bisa memandang situasi ini sebagai peluang untuk akumulasi, mengingat fundamental aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum masih solid secara global.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 29 Agustus 2025: Bitcoin Bertahan di $112.000

Demo yang memanas dalam beberapa hari terakhir kembali mengingatkan bahwa pasar kripto Indonesia tidak bergerak dalam ruang hampa.

Sentimen politik, sosial, dan keamanan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi psikologis investor.

Dengan mayoritas aset bergerak turun, sementara stablecoin seperti USDT justru naik, terlihat jelas bahwa investor tengah berlindung sambil menunggu kepastian.

Ke depan, keseimbangan antara stabilitas politik dan arah regulasi kripto akan menjadi faktor penentu apakah pasar bisa pulih lebih cepat, atau justru tertekan lebih lama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Keluar dari Bayang-Bayang Bitcoin: Likuiditas Jadi Fokus Utama Ethereum

Ethereum (ETH) mulai tampil lebih percaya diri di ranah likuiditas: aspek krusial yang mendasari kekuatan finansial dan potensi kenaikan harga jangka panjang.

Menurut analisis dari CoinDesk Indices dan Avenir Group, Ethereum mulai mengejar ketertinggalannya dari Bitcoin (BTC) dalam hal likuiditas institusional dan minat pasar.

Namun langkah ETH masih berada di tahap awal, menunjukkan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Perbandingan Kapitalisasi Realized: ETH vs BTC

Sejak titik terendah siklus (cycle low) pada November 2022, ETH berhasil menyerap $81 miliar modal baru, mendorong kapitalisasi “realized cap” mencapai $266 miliar pada awal Agustus 2025.

Meskipun angka ini mencerminkan pertumbuhan berarti, tingkat kenaikannya masih tertinggal dibandingkan BTC yang mengalami lonjakan 136% dalam realized cap dalam periode yang sama.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

ETF Spot ETH: Masih Kecil, Tapi Berkualitas

Pengelolaan dana dalam ETF spot Ethereum terdiri atas sekitar 80–90% aliran institusional sejati, selebihnya merupakan strategi arbitrase, menurut analisis .

Artinya, meskipun aliran ini belum sebesar BTC, sebagian besar arusnya bersifat nyata dan bertahan, bukannya spekulatif.

Peran Dominan Digital Asset Treasuries (DATs)

Faktor penting lain yang mendongkrak likuiditas ETH adalah Digital Asset Treasuries (DATs).

Sejak April 2025, institusi seperti Bitmine dan Sharplink telah mengakumulasi sekitar 4,1 juta ETH atau setara $17,6 miliar atau 3,4% dari pasokan beredar. Bitmine sendiri menyumbang sekitar 1,3% dari total pasokan ETH.

Uniknya, dana treasury ini bersifat sticky, artinya lebih jarang berpindah seperti dana ETF atau trader harian.

Alokasi semacam ini menciptakan struktur permintaan yang kuat dan tahan lama, mirip dengan dinamika yang memicu rally Bitcoin pada akhir 2024.

Kondisi Likuiditas Ethereum

Faktor Status Eksisting
Realized Cap ETH US$266 miliar (tumbuh dari low siklus)
Pertumbuhan Realized Cap Masih tertinggal dari Bitcoin
Spot ETH ETF 80–90% aliran institusional (sebagian arbitrase)
Alokasi via DATs 3,4% pasokan, signifikan secara struktural

Pandangan Keseluruhan

Ethereum sudah mulai memperkuat fondasi likuiditasnya melalui jalur institusional — meskipun masih berada di tahap awal dibandingkan BTC.

Pertumbuhan realized cap, ETF spot institusional, dan treasury korporat adalah sinyal kuat bahwa Ethereum sedang memasuki fase adopsi yang lebih stabil dan mendasar.

Jika tren ini terus berlanjut, kita mungkin melihat aliran modal besar masuk ETH, yang berpotensi menimbulkan kenaikan harga (outperformance) signifikan di bulan-bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Mengamuk! Likuiditas Dekati Bitcoin

Ethereum mulai memperkecil ketertinggalannya terhadap Bitcoin dalam hal likuiditas, ditempa oleh arus masuk institusional yang semakin besar.

Laporan terbaru dari Kelly Ye dan Helena Lam (Avenir Group), dikutip oleh CoinDesk pada Kamis (28/8), membuka tabir tentang perubahan struktural yang terjadi.

ETH perlahan meninggalkan citra altcoin lemah, menuju aset digital utama yang serius di mata lembaga keuangan.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Arah Investasi Jangka Panjang dari Dana Korporat

Salah satu lonjakan terbesar datang dari dana-dana institusional (Digital Asset Treasuries/DAT), seperti Bitmine dan Sharplink, yang telah menambah kepemilikan ETH secara signifikan.

Sejak April, mereka telah mengakumulasi sekitar 4,1 juta ETH senilai $17,6 miliar, atau sekitar 3,4% dari total pasokan yang beredar.

Bitmine sendiri menyumbang 1,3% dari total sirkulasi. Untuk perspektif, ETF spot ETH di AS memegang sekitar 5,4% dari pasokan ETH. Ini menegaskan betapa besar permintaan korporat saat ini.

ETF dan Arus Modal yang Mengalir Stabil

Meskipun jalur distribusi berbeda, dana korporasi ini mencerminkan permintaan jangka panjang, berbeda dari ETF atau spekulator yang kerap masuk keluar pasar.

Mereka ikut menjadi fondasi stabilitas likuiditas Ethereum Dan merupakan bagian dari tren adopsi yang lebih luas.

Ethereum Masih Tertinggal

Meski ada lonjakan adopsi, harus diakui bahwa Ethereum masih kalah dalam hal pipeline likuiditas bila dibandingkan Bitcoin.

Garis indikator seperti nilai kapitalisasi realisasi, struktur derivatif, hingga ETF menunjukkan bahwa sebagian besar potensi ETH belum tereksploitasi.

Namun, tren institutional bet muncul sebagai faktor yang paling menjanjikan untuk mengejar ketertinggalan.

Siap-siap untuk Kejutan ETH?

  • Peningkatan Stabilitas Harga: Dengan adanya permintaan jangka panjang dari treasuries, ETH semakin dilihat sebagai aset stabil, bukan hanya alat spekulasi.
  • Potensi Dominasi Pasar Digital: Jika arus modal terus masuk ke ETH seperti halnya BTC, batas atas dominasi Bitcoin bisa mulai tergeser—ETH bisa mempertebal citra sebagai aset DeFi utama.
  • Volatilitas Menurun: Lonjakan pasokan pada pasar spot kemungkinan berkurang jika semakin banyak ETH mengunci di treasury, staking atau DeFi. Hal ini bisa menambah stabilitas harga.

Baca Juga: Capai ATH Baru, Ethereum Pecahkan Rekor Lagi!

Ethereum tidak lagi tertatih di belakang Bitcoin soal likuiditas. Walau masih ada keleluasaan untuk tumbuh, tren arus institusional yang kuat dengan pembelian jangka panjang oleh dana-dana korporat untuk memastikan bahwa ETH kini mulai mengejar, bukan hanya sebagai altcoin, melainkan sebagai aset digital yang layak dominasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Ethereum kembali membuat heboh setelah sebuah dompet kripto anonim secara tiba-tiba melakukan staking masif sejumlah 269.000 ETH, atau sekitar $2,5 miliar USD, pada tanggal 25 Agustus.

Berdasarkan data on-chain dari Arkham, seluruh ETH tersebut ditransfer ke satu kontrak staking pada Beacon Chain.

Ini merupakan sebuah langkah yang langsung melampaui jumlah staking milik Ethereum Foundation (~231.000 ETH) dan menjadikan dompet ini salah satu validator tunggal terbesar di jaringan Proof-of-Stake Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Satukan Keuangan dan Open Source dalam Ekosistem Produktif

Aksi Spekulatif atau Komitmen Jangka Panjang?

Alamat dompet ini diidentifikasi sebagai Hyperunit. Setelah akuisisi ETH besar-besaran, semua dana langsung distake dalam hitungan jam.

Langkah ini menunjukkan sinyal kuat bahwa investor tersebut memiliki horizon investasi jangka panjang dan percaya penuh pada mekanisme yield dari staking Ethereum.

Geser Dominasi Ethereum Foundation

Dengan jumlah stake yang kini lebih besar dari Ethereum Foundation, alamat ini otomatis mengukuhkan posisinya sebagai salah satu validator individual paling dominan di ekosistem Ethereum.

Hal ini menyulut pertanyaan tentang distribusi kekuasaan dan potensi sentralisasi dalam mekanisme konsensus Proof-of-Stake

Dampak Penjelasan
Sentimen Institusional Menguat Langkah ini menegaskan kepercayaan besar terhadap Ethereum, menandai potensi masuknya modal institusional.
Stabilitas Jaringan Besarnya stake ini bisa meningkatkan validitas dan stabilitas jaringan secara keseluruhan—selama tidak terjadi konsentrasi berlebihan.
Pasokan Aktif Menyusut ETH yang distake tidak tersedia untuk trading spot, sehingga pasokan aktif berkurang dan potensi tekanan ke atas pada harga meningkat.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • Konsentrasi Kekuasaan: Jika terlalu banyak ETH dikendalikan oleh pihak tunggal, risiko manipulasi atau lompatan jaringan meningkat, meski PoS memiliki mekanisme slashing sebagai penyeimbang.
  • Identitas yang Misterius: Tanpa transparansi, sulit memahami motif pengelolan dana, apakah murni investasi jangka panjang, treasury, atau strategi pengaruh.
  • Potensi Slavish Dominance: Jika dompet besar ini melakukan exit staking secara bersamaan, bisa menimbulkan tekanan liquidity besar dalam satu waktu.

Dampak Jangka Panjang

  • Harga ETH: Pasokan aktif yang berkurang bisa menambah tekanan bullish, terutama jika aksi serupa terjadi terus.
  • Kepercayaan Pasar: Whale ini bisa dianggap sebagai barometer besar—jika Ethereum layak mendapat kepercayaan besar, mayoritas investor pun kemungkinan mengikuti.
  • Komunitas Ethereum: Kebijakan distribusi validator dan konsensus jangka panjang mungkin direvisi guna menghindari dominasi entitas tertentu.

Baca Juga: Ethereum Jadikan Open Source Sebagai Jantung Ekonomi

Secara keseluruhan, aksi staking dengan jumlah masif ini bukan hanya soal nilai moneter, tetapi juga simbol kepercayaan terhadap Ethereum sebagai jaringan keuangan global.

Meski membawa dampak positif seperti stabilitas dan kepercayaan institusional, risiko konsentrasi dan kurangnya transparansi tetap harus diwaspadai oleh komunitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Setor 269.000 ETH, Whale Misterius Jadi Validator Ethereum Terbesar

Pada tanggal 25 Agustus lalu, sebuah dompet kripto anonim yang misterius mencengangkan ekosistem Ethereum.

Berdasarkan data on-chain dari Arkham, dompet tidak dikenal ini mengakuisisi sekitar 269.000 ETH senilai hingga $2,5 miliar USD, dan langsung memasukkannya ke dalam satu kontrak staking Beacon Chain, sehingga langsung melampaui jumlah yang dipegang Ethereum Foundation (sekitar 231.000 ETH).

ETH tersebut ditransfer dari alamat bernama Hyperunit, lalu di-stake dalam hitungan jam. Aksi ini bukan hanya menunjukkan minat jangka panjang pada Proof-of-Stake Ethereum, tapi juga mengindikasikan perubahan strategis terhadap aset digital yang sebelumnya dominan BTC.

Baca Juga: Ethereum Jadikan Open Source Sebagai Jantung Ekonomi

Signifikansi yang Mendalam

  • Pergeseran Investasi Institusional: Aksi whale ini memperkuat narasi bahwa Ethereum kini menjadi tujuan utama alokasi modal institusional.
  • Keamanan Jaringan Diperkuat: Penambahan validator sebesar ini semakin memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan – meski menimbulkan kekhawatiran soal konsentrasi kekuasaan.
  • Pasokan Likuid ETH Menyusut: ETH yang di-lock semakin mempertebal proporsi yang tidak beredar di pasar, berpotensi mendongkrak harga secara tidak langsung.

Tren Besar dalam Staking Ethereum

Secara keseluruhan, lebih dari 35 juta ETH telah dikunci pada jaringan Ethereum yang mencapai sekitar 28% dari total pasokan yang beredar.

Dengan aksi whale besar seperti ini, tekanan pasokan semakin nyata dan menegaskan ekspektasi bullish terhadap ETH.

Tantangan dan Kekhawatiran

  • Konsentrasi Validator: Ketika entitas tunggal menyalurkan 269.000 ETH, potensi risiko sentralisasi meningkat — terutama dalam mekanisme voting dan consensus.
  • Identitas yang Misterius: Tanpa transparansi, sulit menilai motif dan jangka panjang strategi whale ini — apakah spekulasi jangka panjang, treasury manajemen, atau portfolio hedge?
  • Respons Jaringan: Komunitas Ethereum kemungkinan akan terbagi antara optimisme atas keamanan lebih tinggi dan kekhawatiran terhadap dominasi staking satu entitas.

Prospek ETH di Pasar

  • Imbal Hasil Staking yang Menarik: Saat ini estimasi APY staking berada di kisaran 4–5%, membuat aksi akumulasi ini tidak hanya spekulatif, tetapi juga yield-driven.
  • Kurangi Tekanan Pasokan Aktif: Aksi ini dapat mempersempit pasokan ETH yang tersedia di bursa—potensi arah baru untuk harga ETH.
  • Pendorong Kepercayaan Institusional: Ketika whale besar bertaruh besar dalam Ethereum, ini bisa menarik minat investor institusional lain dan mempercepat adopsi DeFi/PoS.

Baca Juga: Ethereum Satukan Keuangan dan Open Source dalam Ekosistem Produktif

Aksi paling menghebohkan dalam beberapa hari terakhir di ekosistem Ethereum datang dari seorang whale misterius yang memecahkan rekor staking $2,5 miliar ETH.

Langkah ini bukan hanya tentang jumlah—melainkan simbol beralihnya dominasi ke Ethereum, menunjukkan kepercayaan terhadap ekosistem PoS yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Bitcoin Rela Korbankan BTC Demi Long Ethereum $577 Juta

Pasar kripto kembali bergemuruh setelah terungkap aktivitas mengejutkan dari salah satu dompet Bitcoin (BTC) yang telah lama tidak aktif, yang dikenal sebagai Bitcoin OG.

Dari domisili aset miliaran dolar, sang whale ini mengambil langkah dramatis dengan menjual sebagian besar Bitcoin-nya untuk membuka posisi long Ethereum (ETH) senilai $577 juta.

Siapa Whale Ini dan Apa Aksinya?

Mulanya, dompet Bitcoin ini pertama kali menerima 100.784 BTC (sekitar $642 juta) tujuh tahun lalu.

Setelah lama tertidur, kini whale tersebut melego sebagian besar BTC-nya via Hyperliquid dan sangat agresif membeli Ethereum: membeli 62.914 ETH secara spot (sekitar $267 juta USD) serta membuka posisi long senilai 135.265 ETH (sekitar $577 juta USD).

Lima hingga enam dompet lain juga terkait dengan whale ini, mencerminkan kendali atas lebih dari 83.585 BTC (sekitar $9,42 miliar USD), menjadikannya salah satu pemain paling signifikan di ekosistem.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Arti Langkah Ini bagi Pasar Kripto

Langkah ini tidak sembarangan. Taktik seperti ini menyingkap dinamika institusional yang mulai dominan di pasar.

Posisi short BTC ini mungkin berfungsi sebagai lindung nilai (hedge), tentu saja untuk menjaga keuntungan sambil mengalihkan modal ke ETH, yang dinilai punya potensi lebih kuat dalam jangka pendek hingga menengah.

BTC di Titik Kritis: Sideways Range dan Resistensi Kuat

Grafik 8-jam menunjukkan Bitcoin saat itu sedang berkonsolidasi di kisaran sekitar $112.779 USD, hanya sedikit di atas moving average 200-periode (~$113.498).

BTC gagal menembus zona resistance di sekitar $123.217, dan terus bergerak di bawah EMA 50 dan EMA 100. Ini menandai bias bearish jangka pendek.

Support kunci kini berada di sekitar $112 ribu USD. Jika pecah, harga bisa turun lebih dalam ke $110 ribu USD, sementara dorongan bullish ke atas EMA50 dapat membuka peluang menuju $118–120 ribu USD.

Dampaknya terhadap Ethereum

Pengalihan dana dan spekulasi besar dari whale ini jelas menambah bobot sentimen bullish terhadap Ethereum.

Aksi ini mencerminkan kepercayaan pasar institusi terhadap ETH dibandingkan BTC dalam jangka menengah yang menjadi indikasi adanya ekspektasi atas performa relatif yang lebih baik.

Baca Juga: 10 Token Berbasis Ethereum yang Wajib Dipantau pada Agustus 2025

Strategi, Indikator, dan Momentum

Pergerakan tajam dan strategis ini menandai fase baru dalam ekosistem kripto, di mana aksi dompet besar (whales) bukan hanya soal spekulasi, tetapi bagian dari strategi investasi berlapis.

Jika BTC gagal mempertahankan level kritis, momentum ETH bisa semakin dijaga bahkan diperkuat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Jadikan Open Source Sebagai Jantung Ekonomi

Semangat open source bukan sekadar mantra teknis dalam ruang pengembangan perangkat lunak, melainkan fondasi filosofis dan ekonomis di balik keberadaan Ethereum.

Dalam tulisannya di Bankless, David Hoffman menegaskan bahwa Ethereum melakukan lebih dari sekadar menciptakan teknologi terbuka: ia memberi ekonomi nyata pada kode terbuka, menjadikannya sistem keuangan yang transparan, inklusif, dan tahan lama.

Open source selama ini dikenal sebagai paradigma kolaborasi kode yang transparan, memungkinkan siapa saja untuk menyelidiki, memodifikasi, dan membagikan perangkat lunak.

Ethereum mengambil langkah selanjutnya dengan menjadikan open source sebagai jantung sistem ekonomi: pengguna bisa “right-click and inspect-source” aplikasi keuangan di blockchain, berbeda jauh dengan perangkat tertutup dan opaque yang sempat memicu krisis finansial global 2008.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Whale Bitcoin Rela ‘Korbankan’ BTC Demi Long Ethereum Bernilai $577 Juta

Money Legos: Kode yang Terkomposisi dan Hidup

Ethereum membangun ekosistem seperti “money legos”, sebuah komponen finansial terbuka yang bisa digabung, dimodifikasi, dan disusun ulang.

Satu smart contract mungkin tampak sederhana, tetapi ketika digabung dengan aplikasi lain, ia menjadi bagian dari infrastruktur finansial yang saling memperkuat dan terus berkembang.

Lebih jauh, Hoffman menyebut proyek open source sebagai eksperimen kolektif peradaban, organisme hidup yang dibangun oleh kontributor di seluruh penjuru dunia.

Ethereum menjadi rumah bagi sistem ini, menyediakan fondasi ekonomi dan insentif konkrit yang memungkinkan inovasi open source tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan.

Ethereum sebagai “Peloton” Teknologi Finansial Terbuka

Dalam analogi kuat Hoffman, Ethereum disebut sebagai peloton, yakni grup pengendara sepeda yang bergerak bersama, lebih efisien, dan mampu menempuh jarak jauh dibanding individu yang berlari sendirian.

Sistem open source yang inklusif, berspesifikasi terbuka, dan lintas-klien (bahasa pemrograman dan platform) di Ethereum menjadikannya peloton yang dapat mengundang lebih banyak kontributor untuk membangun dan memimpin bersama.

Tidak ada garis finish dalam perlombaan open source blockchain, yang penting adalah kelangsungan dan daya tahan.

Ethereum membuktikan bahwa membangun secara kolektif, daripada bersaing sendirian, adalah strategi jangka panjang yang paling efektif.

ETH: Uang Siber dari Ekosistem Terbuka

ETH bukan hanya token utilitas, melainkan sebuah substrat moneter dari infrastruktur open source Ethereum.

Semua transaksi, smart contract, dan aplikasi lapisan dua (L2) kembali diselesaikan dalam ETH. Perannya lebih mirip bahan bakar dan jaminan keamanan daripada sekadar alat tukar.

Dengan kata lain, ETH adalah ekonomi terbuka yang menyatukan dan menggerakkan seluruh ekosistem Ethereum.

Nilai ETH bukan ditentukan oleh model bisnis tradisional seperti pendapatan atau ekuitas, melainkan oleh efek jaringan: semakin banyak pengembang yang membangun, remix, dan mengintegrasikan, semakin besar nilai keseluruhan jaringan itu sendiri

Penting bagi Masa Depan Teknologi Finansial

Ethereum secara unik menggabungkan ide dan insentif ekonomi, namun membuktikan bahwa open source dapat berjalan bersama kepentingan ekonomi.

Ini membuka jalan bagi sistem finansial yang transparan, akuntabel, dan aksesibel yang berbeda erat dengan sistem tertutup dan eksklusif yang berkontribusi pada ketimpangan saat ini.

Dengan menyediakan platform di mana kode dan ekonomi bersatu, Ethereum bukan sekadar platform teknologi—ia membentuk ulang cara global mengembangkan dan mendanai inovasi finansial secara kolaboratif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Satukan Keuangan dan Open Source dalam Ekosistem Produktif

Ethereum, sejak awal dibangun, mendapatkan identitasnya dari semangat open source, sebuah filosofi di mana kode bersifat transparan, dapat dimodifikasi, digunakan ulang, dan dikembangkan bersama oleh siapa saja.

Hal yang membedakan Ethereum dari proyek open source lainnya adalah bagaimana ia menyediakan fondasi ekonomi nyata untuk software yang terbuka ini.

Dari Kode Terbuka ke Sistem Ekonomi Terbuka

Open source bukan sekadar tentang membagikan kode; ia adalah fondasi kolaborasi dan transparansi.

Dengan Ethereum, nilai open source tidak hanya tetap hidup, tetapi juga diberi sistem ekonomi yang memungkin­kan pengembang menciptakan dan menumbuhkan ekosistem yang saling terhubung.

Menurut laporan Bankless pada Minggu (24/8), konsep “right-click and inspect-source” bukan hanya akses teknis, melainkan juga simbol keadilan finansial yang mencegah ketertutupan sistem seperti yang terjadi sebelum krisis finansial 2008.

Kode open source di Ethereum berkembang bagai “money legos”: komponen yang bisa disatukan, dimodifikasi, dan digabungkan untuk menciptakan alat keuangan yang lebih besar dan kompleks.

Setiap kontribusi kecil bisa menjadi bagian kritikal dari keseluruhan sistem yang semakin kokoh dan berdaya kuat.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Harga Ethereum Tembus $4.300, Sinyal Tegas Sang Dominator Altcoin

Ethereum sebagai ‘Peloton’ Open Source

Dalam analogi ala pesepeda, Ethereum digambarkan sebagai “peloton” atau kelompok bersama yang saling memberi tumpuan dan lebih efisien daripada yang berjalan sendiri.

Fokus Ethereum adalah memfasilitasi inklusivitas dengan banyak klien berbeda, spesifikasi pemahaman, dan lapisan ekosistem (seperti L2, EigenLayer, dll.) yang memungkinkan siapa saja bergabung dan tumbuh bersama.

Alih-alih berpacu sendiri, Ethereum memenangkan perlombaan jangka panjang dengan membangun koalisi, bukan secara sporadis sprint mengejar finish.

Karena dalam pengembangan infrastruktur kripto, tidak ada garis finish yang pasti. Keberlanjutan dan kolaborasi adalah kunci.

ETH: Uang Siber dari Ekosistem Terbuka

ETH bukan sekadar token; ia adalah substrat moneter yang menggerakkan seluruh ekosistem Ethereum.

Semua kontrak pintar, aplikasi, dan lapisan protokol menumpang pada ETH sebagai bahan bakar, sebagai jaminan, dan sebagai sumber keamanan.

Inspirasi Ethereum untuk open source menemukan kekuatan ekonomi dalam ETH merupakan terobosan unik: proyek open source memiliki fondasi ekonomi nyata, tidak sekadar idealisme.

Monetisasi ini tidak dibangun di atas metrik bisnis tradisional seperti pendapatan atau ekuitas, melainkan pada efek jaringan: semakin banyak yang membangun, remix, dan mendaur ulang kode di Ethereum, semakin besar nilainya secara global, dan ETH adalah kurator ekonomi dari inovasi tersebut.

Ethereum menunjukkan bahwa sistem keuangan yang benar-benar transparan dan kolaboratif bukan lagi utopia.

Ia memberikan kepercayaan, perlindungan, dan ruang bagi inovasi terbuka, sambil memberikan kompensasi ekonomi yang adil untuk kontribusi.

Dan sebagai ekosistem, Ethereum sedang tumbuh menjadi infrastruktur finansial open source yang tahan banting dan adaptif.

Baca Juga: 10 Token Berbasis Ethereum yang Wajib Dipantau pada Agustus 2025

Dengan menjadikan open source sebagai pangkalan ekosistem, Ethereum berhasil memadukan kolaborasi teknis dengan insentif ekonomi yang kuat. ETH menjadi jembatan antara kode terbuka dan sistem finansial yang adil. Filosofi “go far, go together” bukan hanya slogan, melainkan strategi fundamental Ethereum untuk tumbuh, stabil, dan berevolusi—sementara sistem moneter tradisional masih terkungkung oleh eksklusi dan opasitas.

Ethereum adalah peloton open source yang tidak hanya berjalan cepat, tetapi memiliki stamina untuk bertahan dan berkembang di masa depan.


Bagaimana menurut Anda? Apakah sudah siap untuk ditampilkan dengan visual pendukung seperti ilustrasi “money legos” atau grafis ETH sebagai backbone-ekonomi open source?



Sumber : news.tokocrypto.com

10 Token Berbasis Ethereum yang Wajib Dipantau pada Agustus 2025

Minat terhadap ekosistem Ethereum terus meningkat, mendorong banyak token berbasis platform ini untuk semakin menonjol. Beberapa token yang terdaftar di Binance dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi sorotan pada Agustus 2025.

Artikel ini mengulas sepuluh token Ethereum, mulai dari empat dengan kapitalisasi pasar terbesar hingga enam proyek lain yang menunjukkan prospek pertumbuhan menjanjikan.

Token Berbasis Ethereum dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Ethereum (ETH)
Sebagai kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, Ethereum menjadi tulang punggung dunia aset digital. ETH berfungsi sebagai bahan bakar untuk transaksi di jaringannya, sekaligus mendukung berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan protokol DeFi. Perkembangan menuju Ethereum 2.0 semakin memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi kripto global.

Tether (USDT)

Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

Baca juga: Harga Ethereum Tembus $4.300, Sinyal Tegas Sang Dominator Altcoin

Tether adalah stablecoin populer yang dipatok terhadap dolar AS. USDT banyak digunakan sebagai sarana transaksi maupun penyimpan nilai di tengah volatilitas pasar kripto. Perannya dalam mendukung aktivitas di bursa dan platform DeFi menjadikannya salah satu token paling vital di ekosistem Ethereum

Binance Coin (BNB)
Awalnya diluncurkan sebagai token utilitas untuk potongan biaya di Binance, BNB kini memiliki banyak fungsi lain. Token ini digunakan untuk membayar transaksi di Binance Smart Chain, ikut serta dalam ICO eksklusif, hingga mendukung berbagai layanan dalam ekosistem Binance.

USD Coin (USDC)
USDC merupakan stablecoin lain yang populer dan sepenuhnya didukung oleh cadangan dolar AS. Dengan audit rutin demi menjaga transparansi, USDC dipercaya sebagai sarana transaksi harian maupun instrumen penting di berbagai protokol DeFi.

Token Berbasis Ethereum dengan Potensi Pertumbuhan

Chainlink (LINK)

Chainlink
Chainlink (LINK)

Chainlink berperan penting dalam menghubungkan smart contract dengan data dunia nyata, sehingga kontrak pintar dapat berjalan lebih efisien dan andal. Hingga 2025, LINK terus mempertahankan statusnya sebagai infrastruktur utama di ranah DeFi, menjadikannya salah satu token yang patut dipantau.

Uniswap (UNI)
Sebagai salah satu decentralized exchange (DEX) terbesar di Ethereum, Uniswap memungkinkan pengguna memperdagangkan token secara langsung tanpa otoritas terpusat. Token UNI digunakan sebagai instrumen tata kelola, memberikan hak suara kepada pemegangnya untuk menentukan arah perkembangan platform. Dengan pengaruh yang terus berkembang di ruang DeFi, UNI menjadi salah satu aset kunci dalam ekosistem Ethereum.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com