Tag Archives: ethereum

Capai ATH Baru, Ethereum Pecahkan Rekor Lagi!

Ethereum (ETH) mencapai puncak harga baru pada Jumat lalu, melampaui rekor tertinggi sejak November 2021.

Pencapaian ini ditopang oleh sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve (Fed) dan aliran dana segar ke ETF berbasis Ether.

Momentum ini menegaskan posisi Ethereum sebagai aset kripto yang semakin menarik bagi investor institusional.

Baca Juga: Harga BNB Tembus Rekor Tertinggi, Ethereum Menguat

Ethereum Tembus $4.867 Jutaan per Koin

ETH menembus level $4.867 di Coinbase untuk pertama kalinya sejak November 2021, didorong oleh lonjakan harga sekitar +14% dalam satu hari.

Sinyal positif dari Fed, yang membuka kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, menjadi katalis utama reli ini.

Sejak titik terendahnya di April sekitar $1.385, Ethereum telah melonjak lebih dari 250%, sebuah performa konsisten yang mencerminkan optimisme pasar yang tinggi.

Selain itu, kapitalisasi pasar kripto yang dipegang oleh Bitcoin turun di bawah 60%—level terendah sejak Maret—menandakan rotasi modal ke altcoin seperti ETH.

Gelombang Inflow ke ETF Ethereum

Salah satu pendorong terbesar reli ETH saat ini adalah masuknya dana dalam jumlah besar ke ETF berbasis Ethereum.

Pada 21 Agustus, ETF-ETF tersebut mencatat $287,6 juta USD dalam arus masuk bersih, setelah sebelumnya mengalami outflow selama empat hari berturut-turut. Total aset yang dikelola ETF ini kini melebihi $12,12 miliar USD.

Selain itu, sepanjang Juli dan Agustus, spot ETH ETF mencatat arus masuk sebesar $7,88 miliar USD, sehingga kepemilikan kustodian naik menjadi 6,42 juta ETH, dari sebelumnya sekitar 4,15 juta ETH pada awal Juli atau naik sekitar 58% dalam enam minggu.

Akumulasi institusional lewat ETFS ini turut mengurangi pasokan yang tersedia, mendukung tekanan harga ke atas.

Perusahaan-perusahaan juga aktif menambah cadangan Ethereum. Dalam sebulan terakhir, perusahaan seperti BitMine, SharpLink Gaming, dan lainnya telah membeli sekitar $1,6 miliar USD ETH, dengan total holdings sektor korporasi mencapai lebih dari $29,75 miliar USD.

Potensi Besar ke Depan: $5.000, $6.000, atau Lebih?

Dengan momentum yang kuat, banyak analis kini menargetkan harga ETH menuju angka $5.000, bahkan ada yang memproyeksikan hingga $13.000 di beberapa bulan mendatang.

Standard Chartered misalnya, telah menaikkan target harga akhir tahun menjadi $7.500 USD (dari sebelumnya $4.000) dan memproyeksikan potensi harga mencapai $25.000 USD pada tahun 2028.

Sementara itu, nada optimis ini mendapat dukungan tambahan dari data on-chain yang menunjukkan permintaan ETH terus melebihi pasokan.

Analis di Hyblock mencatat bahwa meski sejumlah pemegang lama (sejak 2012–2015) mungkin menjual, tingginya permintaan sebagai cadangan aset atau utility-token, telah mampu menyerap pasokan tersebut.

Baca Juga: Lonjakan $130 Miliar Stablecoin Ethereum, Tanda Awal Altcoin Frenzy?

Reli Ethereum baru-baru ini bukan sekadar reli spekulatif; melainkan dipicu kombinasi penguatan kebijakan moneter global, lonjakan investasi institusional lewat ETF, serta akumulasi besar di kalangan korporasi dan investasi jangka panjang.

Dengan sentimen pasar yang sangat positif, peluang Ethereum mencapai kisaran $5.000–$6.000 dalam waktu dekat sangat terbuka, bahkan target ambisius $13.000 atau lebih bukanlah hal yang mustahil.

Namun, investor sebaiknya tetap waspada terhadap volatilitas yang inheren pada aset kripto. Meskipun fundamental dan aliran modal mendukung tren bullish, risiko tetap ada, baik dari sisi regulasi, kondisi makro, maupun koreksi teknikal jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Tembus $4.300, Sinyal Tegas Sang Dominator Altcoin

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali mencuri perhatian pasar setelah harganya menembus level $4.300,54 per ETH/USD.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $519,11 miliar dan volume perdagangan 24 jam sebesar $46,32 miliar, Ethereum terus mempertegas dominasinya di sektor altcoin.

Namun, di balik kenaikan ini, muncul pertanyaan besar: apakah ETH sedang bersiap menuju rekor harga baru, atau justru memasuki fase koreksi setelah reli panjang?

Pergerakan Harian: Stabil di Atas $4.300

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: SharpLink Tertarik ETH: Beli $667 Juta Ethereum, Sahamnya Justru Anjlok

Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum mengalami kenaikan +2,38%, dengan rentang harga harian berada di antara $4.109,63 (terendah) dan $4.376,79 (tertinggi).

Kenaikan ini memberikan optimisme baru di kalangan investor, meski data mingguan justru memperlihatkan adanya tekanan, dengan ETH turun -9,37% dalam 7 hari terakhir.

Perubahan harga dalam 1 jam terakhir yang tercatat stagnan (0%) menandakan pasar tengah menunggu arah baru sebelum melakukan pergerakan besar berikutnya.

Riwayat Harga 90 Hari: Reli Spektakuler

Jika menilik performa jangka menengah, Ethereum sebenarnya tengah berada dalam tren mengesankan. Dalam tiga bulan terakhir, ETH mencatatkan kenaikan signifikan:

  • 30 Hari terakhir: naik +16,05% atau setara $593,92.
  • 60 Hari terakhir: melonjak +87,82% atau $2.007,48.
  • 90 Hari terakhir: naik +61,12% atau $1.628,73.

Data ini menunjukkan bahwa meski mengalami penurunan mingguan, tren jangka menengah Ethereum tetap kuat.

Investor jangka panjang mungkin melihat koreksi mingguan ini sebagai peluang akumulasi sebelum ETH bergerak lebih tinggi.

Rekor Tertinggi: Masih Ada Ruang untuk Naik

Ethereum saat ini berada tidak jauh dari rekor tertingginya di $4.891,70. Dengan harga terkini di kisaran $4.300, ETH hanya membutuhkan kenaikan sekitar 13% untuk kembali menyentuh level ATH tersebut.

Bagi sebagian analis, hal ini menjadi sinyal bahwa potensi ETH menembus rekor masih terbuka lebar, apalagi jika didukung oleh perkembangan ekosistemnya, mulai dari DeFi, NFT, hingga migrasi penuh ke jaringan Ethereum 2.0 yang lebih efisien.

Fundamental Pasar: Ethereum Masih Nomor Dua Dunia

Ethereum tetap menjadi kripto paling populer setelah Bitcoin, menempati peringkat #2 global. Dengan jumlah sirkulasi 120,71 juta ETH dan tanpa batas pasokan maksimum, ETH sering dipandang sebagai aset yang fleksibel namun berisiko inflasi token.

Namun, mekanisme EIP-1559 yang memungkinkan pembakaran sebagian biaya transaksi (gas fee) telah membantu menekan tingkat inflasi tersebut.

Bahkan, di beberapa periode, Ethereum mencatatkan tren deflasi ketika jumlah ETH yang dibakar lebih banyak daripada yang diterbitkan.

Prediksi Harga Ethereum: Tiga Arah yang Mungkin

Melihat pergerakan data teknikal dan fundamental, ada tiga skenario utama bagi ETH dalam waktu dekat:

  1. Bullish Scenario
    Jika ETH mampu bertahan di atas $4.300 dan menembus resistance $4.400–$4.450, peluang menuju $4.800 bahkan rekor tertinggi baru di atas $4.900 terbuka lebar. Katalis utamanya bisa datang dari adopsi institusional, regulasi yang mendukung, atau lonjakan aktivitas DeFi dan NFT.
  2. Bearish Scenario
    Jika tekanan jual terus berlanjut akibat koreksi mingguan, ETH bisa jatuh ke area support $4.100–$4.200. Koreksi lebih dalam ke bawah $4.000 juga mungkin terjadi jika sentimen makroekonomi global melemah, misalnya karena kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
  3. Konsolidasi
    Skenario realistis adalah konsolidasi di kisaran $4.200–$4.400. Pasar tampaknya tengah menunggu pemicu baru, seperti pembaruan teknis jaringan Ethereum atau pergerakan besar dari Bitcoin yang biasanya memengaruhi seluruh pasar altcoin.

Baca Juga: Perdana, BTCS Bagikan Dividen Ethereum Demi Jegal Short-Seller

Ethereum di Persimpangan Jalan

Ethereum kini berada di fase penting. Di satu sisi, reli spektakuler dalam 60–90 hari terakhir menunjukkan kekuatan tren bullish jangka menengah.

Namun, koreksi mingguan mengingatkan investor bahwa volatilitas masih tinggi.

Bagi investor jangka panjang, fundamental Ethereum tetap kuat, terutama dengan peran besarnya dalam ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.

Namun bagi trader jangka pendek, disiplin dalam membaca level support dan resistance menjadi kunci untuk menghindari risiko besar.

Singkatnya, Ethereum saat ini sedang menguji batas antara konsolidasi dan reli baru.

Pertanyaan besarnya: apakah ETH siap mencetak rekor baru di atas $4.900, ataukah pasar akan memaksanya kembali menguji level $4.000?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SharpLink Tertarik ETH: Beli $667 Juta Ethereum, Sahamnya Justru Anjlok

SharpLink Gaming, perusahaan iGaming yang terdaftar Nasdaq, mengejutkan pasar kripto dengan membeli 143.593 ETH pada harga rata-rata $4.648 per token, dengan total investasi sekitar $667,4 juta USD saat ETH mendekati rekor tertinggi.

Hal ini membuat jumlah Ethereum yang dimiliki SharpLink melonjak menjadi 740.760 ETH, senilai sekitar $3,2 miliar USD pada harga pasar saat ini.

Staking ETH: Dari Cadangan ke Mesin Pemasukan

Alih-alih sekadar menumpuk, SharpLink memanfaatkan Ethereum yang dimiliki dengan maksimal: sebagian besar ETH tersebut telah digunakan untuk staking, termasuk melalui mekanisme liquid staking, sebesar hingga 1.388 ETH sebagai reward hingga 17 Agustus 2025.

Namun, perusahaan juga menegaskan bahwa model stakingnya bisa terkena perubahan regulasi di masa mendatang, isu yang dipantau ketat oleh investor.

Baca Juga: Lonjakan $130 Miliar Stablecoin Ethereum, Tanda Awal Altcoin Frenzy?

Saham Turun, Investor Cemas Risiko Terlampau Agresif

Kabar pembelian besar ini tidak disambut cerah di pasar saham. Saham SharpLink mengalami penurunan tajam hingga 12% pada hari Jumat, dan tetap tertekan hingga 13,5% dalam lima hari terakhir, ditutup di level $20,10 per saham.

Penurunan ini juga mencerminkan laporan rugi bersih sebesar $103 juta USD pada kuartal II 2025, yang sebagian besar disebabkan oleh kerugian akuntansi dari Ethereum yang di-stake secara likuid (LsETH).

Persaingan Ketat Antara Raksasa ETH Treasury

SharpLink tidak sendirian dalam akumulasi Ethereum. BitMine Immersion Technologies mencatat pembelian lebih besar: 373.000 ETH, sehingga total ETH mereka kini mencapai 1,52 juta, senilai sekitar $6,6 miliar USD.

Hal ini menjadikan mereka treasury ETH terbesar di dunia setelah hanya MicroStrategy dengan Bitcoin-nya.

Fenomena ini mencerminkan tren korporasi yang kini mulai mengoleksi aset digital secara agresif sebagai bagian dari strategi treasury yang lebih besar.

Implikasi & Dinamika Industri Kripto

  1. Ethereum sebagai Aset Cadangan Korporat: Strategi ini menegaskan bahwa ETH kini dipandang sebagai aset jangka panjang, bukan sekadar spekulasi—mirip dengan peran BTC dalam strategi treasury perusahaan seperti MicroStrategy.
  2. Pasokan ETH Jadi Semakin Langka: Dengan beberapa perusahaan besar mengakumulasi ETH dalam jumlah masif, likuiditas token bisa semakin ketat—berpotensi mendorong harga ke atas dalam jangka menengah.
  3. Imbal Hasil Pasif Lewat Staking: SharpLink tidak hanya menyimpan ETH, tapi juga menambah yield lewat staking. Hal ini menunjukkan potensi arus pendapatan reguler bagi perusahaan dengan treasury besar—meskipun tetap perlu diawasi risiko regulasi.
  4. Pasar Reaksi Bervariasi: Investor saham tampak skeptis terhadap strategi ini, karena risiko volatilitas dan laporan kerugian kuartalan menciptakan ketidakpastian—terutama di tengah akumulasi besar kripto oleh perusahaan tradisional.

Baca Juga: Perdana, BTCS Bagikan Dividen Ethereum Demi Jegal Short-Seller

Saatnya Ethereum Menapak ke Era “Corporate Reserve Asset”

SharpLink memasuki liga besar dengan membeli Ethereum sebanyak $667 juta saat harga masih panas. Strategi ini menempatkan perusahaan sebagai pemimpin baru dalam pergeseran korporasi yang mulai memandang ETH sebagai aset diversifikasi portofolio—strategi yang sebelumnya dominan di ruang Bitcoin.

Di satu sisi, ini mengisyaratkan kepercayaan institusional terhadap Ethereum. Namun, investor juga harus siap menghadapi risiko regulasi, kerugian dalam laporan keuangan, serta potensi gejolak pasar yang cepat.

Apakah tren ini akan memicu “perburuan ETH” seluas Bitcoin Treasury? Waktu dan data transaksi korporat berikutnya yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perdana, BTCS Bagikan Dividen Ethereum Demi Jegal Short-Seller

BTCS Inc., yang sebelumnya dikenal sebagai perusahaan penambang Bitcoin, kini mencetak sejarah baru dalam dunia keuangan digital.

Perusahaan yang menerapkan strategi treasury Ethereum ini menjadi yang pertama mengumumkan pembagian dividen dalam bentuk Ethereum (ETH).

Menurut laporan Cryptopanic pada Selasa (19/8), langkah memberi insentif ini dilakukan perusahaan untuk menghadang tekanan short-selling yang kian meningkat.

Bitcoin Mencetak Jejak, Kini ETH Jadi Utama

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Lonjakan $130 Miliar Stablecoin Ethereum, Tanda Awal Altcoin Frenzy?

BTCS mengumumkan akan membagikan “Bividend” — dividen sebesar $0.05 per saham, yang dapat diterima dalam ETH atau tunai.

Pembayaran ini dijadwalkan pada 26 September 2025 dan mengundang antusiasme pasar karena melintasi batas tradisional distribusi dividen.

Loyalty Payment untuk Pemegang Setia

Sebagai tambahan, BTCS akan memberi “Loyalty Payment” sebesar $0.35 per saham, juga dalam bentuk ETH untuk pemegang saham yang menyimpan sahamnya melalui agen transfer perusahaan selama minimal 120 hari (hingga 26 Januari 2026).

Skema ini bertujuan membatasi saham yang tersedia untuk dipinjam short-seller.

CEO Charles Allen menekankan bahwa inisiatif ini akan memberi penghargaan kepada investor jangka panjang sekaligus mengurangi peluang manipulasi oleh short-sellers.

BTCS: Pemimpin Pasar Dengan Pendekatan DeFi

BTCS telah menggenjot akumulasi ETH secara agresif, menjadikannya sebagai pemain besar di antara perusahaan treasury kripto.

Saat ini, mereka memegang sekitar 70.000 ETH, atau senilai lebih dari $300 juta, dan menempati posisi ke-11 di peringkat terbesar pengumpul Ethereum.

Strategi ini didorong oleh penggunaan mekanisme DeFi seperti staking dan pinjaman di platform Aave, serta pendanaan melalui equity offerings dan convertible notes.

4. Reaksi Pasar: Saham Terkerek, Harapan Menguat

Pengumuman dividen ini langsung berdampak positif: harga saham BTCS naik lebih dari 10% pada hari yang sama.

Meskipun sempat menyentuh harga tertinggi $6,57 pada Juli, saham kini berada di sekitar $4,80—masih di bawah nilai aset perusahaan, yang diperkirakan $6,65 per saham.

Analis Wall Street bahkan menyoroti potensi upside hingga +58%, dengan target harga satu tahun mencapai $7 per saham jika strategi innovatif ini terus mendapatkan kepercayaan pasar.

Definisi Baru Reward Korporat

Ini bukan langkah impulsif, melainkan konsistensi setelah CTO BTCS dulu pernah membagikan “Bitcoin dividend.” Kini mereka memperluas inovasi ke Ethereum.

Di tengah persaingan ketat dengan raksasa seperti Bitmine dan SharpLink, pendekatan ini menyuntikkan nilai tambah bagi investor yang sejalan dengan visi kenaikan nilai jangka panjang.

Baca Juga: Menuju ATH, Harga Ethereum Melesat ke Level $4.481

Bividend & Loyalitas sebagai Revolusi Dividen

Inisiatif BTCS menunjukkan pentingnya inovasi dalam model korporat untuk menyelaraskan diri dengan era digital.

Dengan mendistribusikan dividen dalam Ethereum, BTCS bukan cuma memberi nilai langsung kepada investor, tapi juga:

  • Mendorong pemegang saham untuk mendukung visi jangka panjang.
  • Meminimalkan risiko manipulasi pasar melalui short-selling.
  • Memposisikan dirinya sebagai pelopor integrasi kripto dan mekanisme tradisional pasar modal.

Langkah ini bisa menjadi preseden penting bagi perusahaan publik lain yang ingin mendekatkan model reward kepada ekosistem aset digital.

Bagi investor dan pemangku kepentingan, ini sinyal bahwa masa depan reward finance sudah mulai terbentuk dan ETH bisa lebih dari aset spekulasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

Bayangkan kamu ingin menginvestasikan uang yang kamu miliki ke sebuah perusahaan di dunia nyata. Tentu kamu akan memilih perusahaan yang punya manfaat nyata, pelanggan aktif, dan pendapatan stabil, bukan? Nah, prinsip yang sama berlaku di dunia kripto.

Aset kripto khususnya altcoin, bukan hanya koin dengan tujuan spekulatif, melainkan sebuah perusahaan dengan produk dan utilitas nyata—tapi tidak semua altcoin memiliki utilitas nyata banyak diantaranya hanya naik karena hype, sehingga kamu harus lebih teliti dalam membeli.

Artikel ini akan membahas 5 altcoin terbaik dengan utilitas nyata berdasarkan pendapatan jaringan, agar kamu terhindar dari koin yang sekadar hype tanpa manfaat nyata.

Apa Itu Altcoin dengan Utilitas Nyata?

Altcoin dengan utilitas nyata adalah kripto selain Bitcoin yang memiliki fungsi spesifik dan relevan dalam ekosistem blockchain atau dunia nyata—bukan hanya sekadar alat spekulasi, tetapi dirancang untuk menyelesaikan masalah, mendukung aplikasi, atau memperkuat infrastruktur digital.

Utilitas nyata ini seperti:

  • Sebagai alat untuk biaya transaksi jaringan, seperti Ethereum, Solana, dan BNB.
  • Menjadi infrastruktur aplikasi DeFi atau Web3, seperti Chainlink, Uniswap, dan Jupiter.
  • Memfasilitasi pembayaran lintas negara, seperti XRP, Tron, dan Monero.

Altcoin semacam ini lebih berpotensi bertahan lama karena memiliki kegunaan nyata, bukan hanya didorong oleh spekulasi harga—sehingga akan sangat cocok untuk kamu yang ingin melakukan investasi secara berkala dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) di aplikasi Tokocrypto. Simak 5 altcoin terbaik dengan utilitas nyata tersebut di bawah ini.

Baca juga: Altcoin Terbaik untuk Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)

5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

Berikut lima altcoin terbaik dengan utilitas nyata, dipilih berdasarkan pendapatan harian tertinggi yang mereka hasilkan dari aktivitas jaringan dan penggunaan riil di ekosistem Web3 dan DeFi dalam satu tahun terakhir.

Tron (TRX)

Tron (TRX) ada pada urutan pertama dengan pendapatan jaringan terbesar di ketegori Blockchain Layer-1 dalam satu tahun terakhir. Sumber data: Token Terminal.

Tron (TRX) dipakai luas untuk mengirim stablecoin, terutama USDT, karena biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi. Banyak orang memakai Tron untuk remitansi internasional dan pembayaran lintas negara.

Siapa pun bisa mengirim USDT berbasis Tron (TRC-20) dari satu wallet ke wallet lain hanya dengan biaya beberapa sen—jauh lebih murah dibanding jaringan Ethereum.

Berdasarkan data Token Terminal, Tron menghasilkan $3.6 miliar revenue dalam 365 hari terakhir, mendominasi 74,5% market share blockchain L1. Angka ini jauh di atas Ethereum ($742 juta) dan Solana ($391 juta).

Baca juga: Tron (TRX): Raja Transaksi Altcoin yang Makin Tak Terbendung

Ethena (ENA)

Ethena (ENA) ada pada urutan ke empat menurut pendapatan jaringannya dalam satu tahun terakhir di ketegori Penerbit Stablecoin. Sumber data: Token Terminal.

Ethena (ENA) meluncurkan USDe, stablecoin berbasis yield yang nilainya stabil terhadap dolar dan bisa menghasilkan imbal hasil. Pengguna bisa mendapatkan USDe dengan menyetorkan kripto (misalnya ETH atau USDT) ke protokol Ethena. Stablecoin ini lalu bisa dipakai untuk trading, disimpan, atau dimasukkan ke DeFi untuk memperoleh yield tambahan.

Secara data, Ethena masuk top-4 penerbit stablecoin dengan pendapatan jaringan tertinggi yakni sebesar $141 juta dalam setahun terakhir—mencerminkan tingginya adopsi stablecoin Ethena di berbagai protokol. Posisi ini menjadikannya salah satu proyek stablecoin dengan model yield-bearing yang menarik, memberikan alternatif bagi investor di luar stablecoin konvensional.

AAVE (AAVE)

AAVE (AAVE) ada pada urutan pertama dengan pendapatan jaringan terbesar di ketegori Lending dalam satu tahun terakhir. Sumber data: Token Terminal.

AAVE adalah protokol pinjam-meminjam kripto tanpa bank dimana pengguna bisa meminjam aset kripto dengan jaminan (collateral), atau sebaliknya, meminjamkan aset untuk dapat bunga. Yang menarik, semuanya transparan lewat smart contract.

AAVE meraup $112 juta revenue dari bunga pinjaman dan biaya protokol dalam 365 hari terakhir, setara 68,7% pangsa pasar lending. Besarnya pendapatan ini membuktikan utilitas DeFi yang nyata: menyediakan likuiditas tanpa bank.

Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

Arbitrum (ARB)

Arbitrum (ARB) ada pada urutan ke dua menurut pendapatan jaringannya dalam satu tahun terakhir di ketegori Blockchain Layer-2. Sumber data: Token Terminal.

Arbitrum (ARB) adalah blockchain layer-2 yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Ethereum dengan biaya lebih rendah. Banyak dApp DeFi dan NFT yang menggunakan Arbitrum sebagai solusi dari gas fee Ethereum yang terbilang mahal.

Arbitrum mencatat $19,8 juta revenue setahun terakhir, dalam kategori Layer-2 Arbitrum berada di posisi kedua setelah Base ($76 juta) yang belum memiliki token sendiri. Meski lebih kecil, angka ini membuktikan banyak aplikasi DeFi dan NFT yang  aktif di jaringan Arbitrum berkat biaya transaksi rendah dan kecepatan yang tinggi.

Aethir (ATH)

Aethir (ATH) ada pada urutan ke tujuh menurut pendapatan jaringannya dalam satu tahun terakhir di ketegori Infrastruktur Jaringan Web3. Sumber data: Token Terminal.

Sebagai jaringan desentralisasi GPU cloud, Aethir (ATH) menyediakan infrastruktur penting untuk AI, gaming, dan aplikasi Web3 sehingga developer memiliki opsi murah selain menggunakan AWS atau Google Cloud.

Dari data Token Terminal, Aethir masuk top-10 proyek infrastruktur dengan pendapatan $55,6 juta dalam 365 hari, menempati 6% market share. Revenue tinggi menegaskan utilitas nyata ATH sebagai salah satu infrastruktur web3 yang patut di lirik.

Baca juga: Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Di Mana Bisa Beli Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata?

Semua altcoin yang disebutkan di atas—mulai dari Tron (TRX), Ethena (ENA), AAVE (AAVE), Aribitrum (ARB), hingga Aethir (ATH) dapat kamu beli di Tokocrypto dengan aman dan mudah mulai dari deposit Rp50.000.

Bagi investor pemula maupun berpengalaman, Tokocrypto menawarkan fitur DCA (Dollar-Cost Averaging) yang memungkinkan kamu membeli aset kripto secara rutin dengan nominal yang sama di waktu tertentu, tanpa perlu khawatir soal fluktuasi harga harian.

Berikut  langkah-langkah untuk melakukan pembelian dengan DCA di Tokocrypto:

  1. Masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data PPI Rontok, Pasar Kripto Anjlok Hingga $500 Juta

Lebih dari $500 juta kripto dilikuidasi dalam satu jam terakhir akibat reaksi tajam investor terhadap data inflasi wholesale AS (Producer Price Index/PPI) terbaru.

Angka PPI Juli melonjak 0,9% month-on-month, jauh melampaui ekspektasi 0,2%, dengan kenaikan tahunan mencapai 3,3%, juga melampaui prediksi sekitar 2,5%.

Laporan ini menghapus harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga jangka pendek dari Federal Reserve, memicu pelemahan tajam di aset-aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 15 Agustus 2025: Data PPI AS Bikin Bitcoin Koreksi

PPI Juli Melonjak, Redupkan Harapan The Fed

Laporan Producer Price Index (PPI) mencerminkan tekanan inflasi di tingkat produsen sering dianggap sinyal awal risiko inflasi konsumen.

Lonjakan ke 0,9%, jauh di atas ekspektasi, menyiratkan bahwa inflasi mungkin lebih sulit ditangani. Bagi Federal Reserve, data ini mengurangi peluang pemangkasan suku bunga hingga menjadi sangat tipis, terutama dalam isu pemangkasan agresif 50 basis poin.

Gelombang Likuidasi: Lebih dari $500 Juta Kolaps

Pasar kripto bereaksi cepat. Lebih dari $500 juta posisi dipaksa ditutup (liquidated) dalam waktu singkat. Investor besar, terutama yang memegang posisi long dengan leverage, menjadi korban sangsi pasar dan penguatan Dolar AS.

Pelemahan massal ini mengejutkan karena terjadi hanya sehari setelah Bitcoin menyentuh rekor tertinggi baru.

Sentimen Global dan Korelasi Ekonomi

Data PPI ini juga menegaskan bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk memerangi inflasi.

Harapan pasar akan penurunan suku bunga pun memudar, yang berdampak langsung pada aset risk-off seperti saham dan kripto.

Di Asia dan pasar global, indeks saham regional terpantau mulai melemah setelah data ini disajikan.

Tekanan Jangka Pendek

Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan tajam usai laporan ini. Bitcoin turun dari ATH di atas $124.000 ke bawah $116.000, sementara Ethereum tergerus sekitar -4%, diperdagangkan di kisaran $4.500.

Likuiditas kripto menyusut, investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian kebijakan moneter.

Sinyal Teknis dan Level Rentan

Support utama yang harus dipantau: Bitcoin di sekitar $118–119 ribu. Jika gagal bertahan, risiko koreksi lebih dalam tetap terbuka.

Volume penjualan tinggi menunjukkan adanya tekanan jual signifikan. Untuk ETH dan altcoin lain, rebound hanya mungkin terjadi jika data inflasi berikutnya lebih ramah dan ada sinyal pelonggaran kebijakan moneter.

Harapan Pemulihan

Beberapa analis optimis bahwa data inflasi ini hanya gangguan jangka pendek. Jika data CPI dan pengecer mendapati tekanan inflasi mereda, peluang rebound bagi kripto tetap terbuka.

Namun untuk saat ini, pasar kripto berjalan di bawah bayang-bayang kebijakan ekonomi makro dan ketahanan inflasi.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 15 Agustus 2025: Data PPI AS Bikin Bitcoin Koreksi

Lonjakan PPI AS di atas ekspektasi sekaligus jaringan pasar kripto menciptakan gelombang bearish dalam hitungan jam.

Dengan lebih dari $500 juta likuidasi posisi long dan ekspektasi penurunan suku bunga yang menghilang, pasar kripto berada dalam fase konsolidasi berat.

Investor perlu mengantisipasi data ekonomi berikutnya dan respons The Fed, karena dalam ekosistem yang sensitif ini, volatilitas bisa menjadi peluang serta risiko besar dalam waktu singkat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lonjakan $130 Miliar Stablecoin Ethereum, Tanda Awal Altcoin Frenzy?

Pasar kripto tengah bersiap menghadapi potensi gelombang altcoin selanjutnya.

Materi aushul di balik lonjakan ini: total likuiditas stablecoin di jaringan Ethereum kini menembus rekor tertinggi (ATH) sebesar $130 miliar, menandai momentum besar yang bisa memicu “altcoin frenzy” selanjutnya. Mari kita bedah detailnya.

Stablecoin ETH Pecahkan Rekor $130 Miliar

Menurut laporan AMBCrypto pada Senin (18/8), volume stablecoin di Ethereum, yang dianggap sebagai pusat issuance terbesar, telah mencapai ATH sekitar $130 miliar.

Tren ini mencerminkan dominasi ETH dalam ekosistem stablecoin dan menunjukkan bagaimana perusahaan publik mulai serius membangun infrastruktur di atas blockchain Ethereum.

Lonjakan ini bukan kejadian sekali. Sejak level terendah di Agustus 2023, supply stablecoin terus merangkak naik secara konsisten.

Aliran masuk stablecoin ini bisa diartikan sebagai:

  • profit taking dari investor kripto besar, atau
  • persiapan untuk mengalirkan modal ke aset kripto lain yang lebih spekulatif berupa altcoin.

Baca Juga: Menuju ATH, Harga Ethereum Melesat ke Level $4.481

Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

Berikut beberapa faktor utama di balik lonjakan likuiditas stablecoin:

  • Ekspansi Across Multiple Blockchains
    Token seperti PayPal’s PYUSD nyaris menyentuh $1 miliar supply di Ethereum, sedangkan di Solana jumlahnya mencapai $250 juta. Tak hanya itu, transfer harian USDC di blockchain Aptos tembus $8,6 miliar, dengan 23,2 juta transaksi.
  • Rotasi Modal dari BTC ke Stablecoin
    USDT, stablecoin terbesar, mencatat pertumbuhan signifikan, terutama karena rotasi modal yang masuk melalui TRON dari exchange, menandakan strategi proteksi likuiditas sementara.
  • Masa Depan Stabilitas: Regulasi AS yang Mendukung
    Dua RUU penting: GENIUS Act dan STABLE Act, diterbitkan untuk membawa transparansi dan perlindungan konsumen di sektor stablecoin. Ini memperkuat legitimasi stablecoin dan mendorong adopsi lebih luas.

Apakah Altcoin Season Siap Dimulai?

Salah satu pertanyaan yang mencuat adalah: apakah pertumbuhan likuiditas stablecoin ini menjadi katalis bagi altcoin terkini? Beberapa indikator memberikan jawaban menarik:

  • Chart Stability Analitik
    Dominasi stablecoin—sekitar 4,22%—telah membentuk pola exhaustion. Jika level ini terpecahkan, altcoin bisa mulai reli besar
  • Dominasi Bitcoin Perlu Menurun
    Sementara itu, dominasi BTC di pasar turun dari 62,5% ke 59,56% dalam dua minggu terakhir. Turunnya dominasi BTC biasanya mengarah ke rotasi modal ke altcoin.

Baca Juga: Pecahkan Rekor, Arus Masuk ETF Ethereum Tembus Miliaran!

Potensi altcoin boom tampak nyata dengan tumpukan likuiditas stablecoin di atas ETH.

Jika investor besar mulai mengalirkan stablecoin ke proyek altcoin yang menjanjikan, kita bisa menyaksikan altcoin frenzy sekelas 2017 atau 2021, tapi dengan fondasi yang lebih stabil dan terstruktur.

Namun investor tetap harus berhati-hati. Meskipun likuiditas berlimpah dan regulasi semakin jelas, altcoin tetap berisiko tinggi.

Strategi diversifikasi dan pemahaman fundamental tetap menjadi tameng utama menghadapi volatilitas pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

LINK dan STRK Pimpin Aktivitas Ekosistem Ethereum pada Agustus 2025

Aktivitas pengembangan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kekuatan fundamental sebuah proyek kripto Ethereum. Laporan terbaru dari Santiment pada 11 Agustus 2025 menunjukkan bahwa Chainlink (LINK) kembali menempati posisi teratas dalam daftar aktivitas pengembangan ekosistem Ethereum, disusul oleh Starknet (STRK) di peringkat kedua.

Chainlink Tetap Kokoh di Posisi #1

Chainlink ($LINK) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin aktivitas pengembangan tanpa perubahan dari bulan sebelumnya. Dominasi ini mencerminkan komitmen kuat tim developer dalam terus membangun jaringan oracle terdesentralisasi yang menjadi tulang punggung bagi banyak aplikasi DeFi, NFT, hingga proyek Web3 lainnya.

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Adu Indikator On-Chain, Dogecoin Lewati Bitcoin dan Ethereum!

Menurut data, konsistensi aktivitas pengembangan $LINK kerap berhubungan dengan kepercayaan investor dan potensi reli harga. Pola historis juga menunjukkan bahwa proyek dengan pengembangan berkelanjutan cenderung lebih tahan banting saat pasar kripto mengalami penurunan. Hal ini menjadikan LINK kandidat menarik bagi investor yang menerapkan strategi akumulasi jangka menengah hingga panjang.

Starknet Menguat di Posisi #2

Sementara itu, Starknet ($STRK) kembali mengamankan posisi kedua, menegaskan perannya sebagai salah satu solusi penskalaan layer-2 paling aktif di ekosistem Ethereum. Ketertarikan pasar terhadap teknologi rollup dan efisiensi biaya gas Ethereum menjadi faktor pendorong meningkatnya perhatian terhadap STRK.

Pergerakan harga Starnet (STRK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dengan potensi pembaruan besar pada mainnet Ethereum, termasuk implementasi sharding, Starknet dipandang memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum tersebut dalam memperluas adopsi di sektor DeFi dan NFT.

Implikasi bagi Pedagang dan Investor

Peringkat aktivitas pengembangan ini tidak hanya memberi gambaran tentang inovasi teknis, tetapi juga berfungsi sebagai indikator peluang perdagangan. Bagi pedagang, stabilitas posisi $LINK dan $STRK di puncak daftar menunjukkan adanya sentimen positif sekaligus potensi fluktuasi harga yang bisa dimanfaatkan.

  • Untuk $LINK, analis menyoroti area support di kisaran $10–$12 dan resistance di sekitar $15 sebagai level penting yang perlu diperhatikan.
  • Untuk $STRK, perkembangan pada sektor DeFi dan NFT diperkirakan dapat memicu kenaikan permintaan, terutama jika adopsi layer-2 semakin meluas.

Selain itu, tren bullish Ethereum ($ETH) dan stabilitas Bitcoin ($BTC) di atas $60.000 dapat memberikan efek riak yang mendorong likuiditas pada altcoin seperti LINK dan STRK.

Prospek Jangka Panjang

Aktivitas pengembangan yang tinggi menandakan lebih dari sekadar pembaruan teknis—ia juga membuka peluang bagi masuknya modal ventura, kemitraan strategis, hingga integrasi lintas sektor. Chainlink, misalnya, memiliki potensi untuk menghubungkan data oracle dengan proyek berbasis AI, sementara Starknet berpeluang menjadi katalis utama dalam solusi skalabilitas Ethereum.

Secara keseluruhan, data Santiment mempertegas posisi Chainlink dan Starknet sebagai dua aset berbasis Ethereum dengan fundamental kuat. Bagi investor jangka panjang, kedua token ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi, terutama di tengah lanskap kripto yang semakin kompetitif.

Baca juga: Bitcoin Nyaris Sentuh $110.000, Ethereum dan Dogecoin Ikut Melonjak


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Menuju ATH, Harga Ethereum Melesat ke Level $4.481

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali menunjukkan performa yang mengesankan.

Pada perdagangan hari ini, harga Ethereum di Tokocrypto pada Minggu (17/8) tercatat di $4,481.60 per ETH, dengan kapitalisasi pasar mencapai $540.96 miliar.

Angka ini sekaligus memperkuat dominasi Ethereum sebagai motor penggerak ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.

Kenaikan ini sekaligus menandai momentum positif yang cukup stabil, dengan ETH mencatat kenaikan +1.18% dalam 24 jam terakhir.

Tidak hanya itu, data historis harga dalam 90 hari terakhir juga menampilkan reli yang impresif. ETH sudah naik hampir +88.43%, sebuah pencapaian yang membuat banyak analis berspekulasi bahwa rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) akan segera dipecahkan.

Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pecahkan Rekor, Arus Masuk ETF Ethereum Tembus Miliaran!

Performa Harga Ethereum: Dari Konsolidasi ke Tren Bullish

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,379 $4,494. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif sehat dan stabil jika dibandingkan dengan altcoin lain yang cenderung lebih fluktuatif.

Jika ditarik lebih jauh:

  • 30 Hari terakhir: ETH menguat +21.98% atau setara dengan kenaikan $806.34.
  • 60 Hari terakhir: ETH melesat +76.30% atau setara dengan kenaikan $1,936.68.
  • 90 Hari terakhir: ETH sukses menambahkan nilai sebesar $2,100.05, mencatat lonjakan +88.43%.

Dengan tren kenaikan yang konsisten, Ethereum kini hanya terpaut sekitar $410 dari rekor tertingginya di $4,891.70.

Jika momentum bullish ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan ETH akan mencatatkan ATH baru dalam waktu dekat.

Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum

Beberapa faktor utama diyakini menjadi pemicu menguatnya harga ETH, di antaranya:

  1. Adopsi DeFi & NFT yang Kembali Menguat
    Ekosistem decentralized finance (DeFi) dan non-fungible tokens (NFT) kembali menggeliat. Dengan Ethereum sebagai jaringan utama, lonjakan aktivitas transaksi turut meningkatkan permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee).
  2. Peningkatan Staking ETH 2.0
    Beralihnya Ethereum ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) membuat banyak investor mengunci ETH mereka dalam staking. Hal ini secara langsung mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar, mendorong harga naik akibat berkurangnya tekanan jual.
  3. Optimisme Pasar Kripto secara Umum
    Seiring dengan penguatan Bitcoin yang menembus level $118.000, altcoin besar seperti Ethereum mendapat limpahan arus modal dari investor institusi maupun ritel. ETH sebagai aset kripto “blue chip” menjadi pilihan utama kedua setelah BTC.

Analisis Pasar: Potensi Bullish Masih Terbuka

Dari perspektif teknikal, ETH menunjukkan tren bullish yang kuat:

  • Support terdekat: $4,350
  • Resistance utama: $4,500 – $4,600

Jika harga mampu menembus resistance $4,600 dengan volume perdagangan tinggi, ETH berpotensi menuju rekor tertinggi di $4,891, bahkan menembus ke level psikologis baru di $5,000.

Sebaliknya, jika gagal mempertahankan momentum, koreksi ke area support $4,200 – $4,300 bisa saja terjadi.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $27.65 miliar juga menandakan adanya minat besar dari pasar, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa investor masih percaya pada reli Ethereum.

Baca Juga: Menanti Ethereum Menembus $5.000

ETH di Ambang Sejarah Baru

Ethereum saat ini bukan hanya sekadar altcoin terbesar, melainkan fondasi utama dari inovasi blockchain modern.

Kenaikan harga ETH hingga $4,481 hari ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap proyek ini semakin solid.

Dengan performa yang stabil, fundamental yang kuat, dan ekosistem yang terus berkembang, peluang Ethereum untuk memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa semakin terbuka lebar.

Bagi investor jangka panjang, ETH tetap menjadi aset yang menarik untuk diakumulasi. Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tetap harus diwaspadai, terutama menjelang level resistance kritis di $4,500 – $4,600.

Dengan tren positif ini, pertanyaan yang muncul adalah, apakah Ethereum akan menjadi aset kripto kedua setelah Bitcoin yang menembus kapitalisasi pasar $1 triliun?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Saat Bitcoin mengalami penurunan, pasar kripto juga cenderung ikut turun. Namun di balik penurunan BTC, ada peluang tersembunyi di altcoin yang justru bisa jadi penyelamat portofolio lho!

Yuk, kenali strategi diversifikasi yang cocok saat Bitcoin sedang turun.

Hal yang Perlu Kamu Tahu Saat Bitcoin Turun

Pergerakan harga Bitcoin menjadi penentu pergerakan harga aset kripto lainnya—atau sering disebut dengan altcoin.

Ketika Bitcoin turun misalnya, sebagian besar altcoin biasanya ikut merosot karena pasar masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan BTC. Fenomena ini biasanya bisa dilihat dari tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D), yaitu seberapa kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding altcoin.

Melakukan diversifikasi portofolio kriptomu ke beberapa altcoin bisa jadi opsi menarik untuk mengantisipasi akan adanya rotasi modal yang awalnya modal secara dominan ada di Bitcoin, beralih ke altcoin lain yang ada di pasar kripto.

Rotasi ini biasanya terjadi setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, di mana investor mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin yang memiliki fundamental kuat.

Baca juga: Sejarah Singkat Bitcoin Dominance

Sebelum Diversifikasi, Pahami Dulu Dominasi Bitcoin (BTC.D)

Secara sederhana, dominasi Bitcoin (BTC.D)  adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto.

Misalnya: Kalau total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka dominasi Bitcoin adalah 60%.

Dominasi ini bisa menjadi sinyal untuk kamu menentukan apakah lebih baik diversifikasi ke altcoin potensial sebagai diversifikasi yang agresif atau ke altcoin dengan backed asset sebagai diversifikasi yang defensif.

Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

Skenario Potensi Penurunan BTC.D 

Jika Bitcoin mengalami penurunan dan indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan dominasi Bitcoin—misal; karena BTC.D terlihat rejected di level resistance. Rotasi modal biasanya akan terjadi, di mana dana yang semula terkonsentrasi di Bitcoin mulai mengalir ke altcoin berfundamental kuat.

Maka ini bisa jadi peluang untuk masuk ke altcoin besar yang potensial seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).

Skenario Potensi Kenaikan BTC.D 

Jika dominasi Bitcoin tinggi, pasar lesu, dan grafik BTC.D justru terlihat akan terus menanjak, maka altcoin berisiko jatuh lebih dalam saat BTC melemah. Dalam kondisi ini, pilihan yang lebih aman adalah diversifikasi ke altcoin dalam bentuk stablecoin seperti USDT, USDC, atau bahkan aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG)—sebagai diversifikasi dari volatilitas yang sedang terjadi.

Altcoin Terbaik untuk Hedging

Ketika pasar kripto melemah beberapa altcoin didesain untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas, sehingga disebut sebagai instrumen hedging. Tiga di antaranya adalah stablecoin populer dan aset kripto berbasis emas berikut:

USDT (Tether)

Pergerakan harga TetherUS (USDT/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

USDT adalah stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar. Koin ini dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga nilainya relatif stabil meski harga Bitcoin dan altcoin lain turun drastis. Karena likuiditasnya sangat tinggi, USDT sering menjadi pilihan utama investor global maupun Indonesia untuk parkir dana sementara sebelum kembali membeli aset lain.

USDC (USD Coin)

Pergerakan harga USD Coin (USDC/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Mirip dengan USDT, USDC juga dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1. Bedanya, USDC dikelola oleh Circle dan Coinbase melalui konsorsium Centre, sehingga lebih fokus pada transparansi cadangan aset. Bagi investor yang mengutamakan kejelasan regulasi dan tingkat keamanan lebih tinggi, USDC bisa menjadi alternatif hedging selain USDT.

PAX Gold (PAXG)

Pergerakan harga Pax Gold (PAXG/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Berbeda dengan stablecoin dolar, PAX Gold dipatok 1:1 dengan emas fisik yang disimpan di brankas London. Artinya, setiap 1 PAXG merepresentasikan kepemilikan emas nyata. Keunggulannya, PAXG bisa diperdagangkan layaknya kripto, tapi nilainya akan tetap mengikuti harga emas dunia—meskipun ketika harga pasar kripto turun. Saat pasar yang dianggap berisiko seperti kripto jatuh, emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven), sehingga cocok untuk opsi diversifikasi portofolio kamu.

Baca juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Altcoin Terbaik untuk Rally Setelah Bitcoin

Berdasarkan sejarah pergerakan pasar, ada beberapa altcoin yang konsisten mengalami kenaikan setelah fase dominasi Bitcoin melemah. Berikut altcoin yang layak diperhatikan:

Ethereum (ETH)

Grafik perbandingan pergerakan harga Ethereum dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Secara historis, Ethereum hampir selalu memimpin altcoin season setelah Bitcoin selesai reli besar. Misalnya, pada 2021, ketika ETH mencetak ATH di $4.800 beberapa minggu setelah Bitcoin mencapai puncak $69.000. Pola yang sama juga terjadi pada tahun 2025 dimana ETH reli setelah Bitcoin menembus beberapa kali ATH. Hal ini menunjukkan bahwa ETH cenderung menjadi “pemimpin” rotasi modal dari BTC ke altcoin.

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

XRP (Ripple)

Grafik perbandingan pergerakan harga XRP dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

XRP punya sejarah unik: lonjakannya sering datang belakangan, setelah konsolidasi panjang. Pada 2021 misalnya, meski sempat terpukul oleh kasus hukum dengan SEC, XRP tetap mencatat reli besar setelah BTC. Begitu pula pada akhir 2024, setelah mengalami konsolidasi selama beberapa tahun XRP mengalami kenaikan setelah BTC. Ini membuktikan bahwa XRP sering jadi target rotasi modal.

Solana (SOL)

Grafik perbandingan pergerakan harga Solana dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Solana cenderung lebih volatil daripada Bitcoin: jatuh lebih dalam saat bear market, tapi juga naik lebih tajam saat ada rotasi modal ke altcoin. Di 2024–2025, SOL sempat menyaingi dan bahkan melampaui performa BTC, namun akhirnya ditutup dengan selisih lebih rendah. Pola ini konsisten dengan historis altcoin season—SOL reli setelah Bitcoin melemah, tapi dengan risiko fluktuasi yang lebih tinggi.

Binance Coin (BNB)

Grafik perbandingan pergerakan harga BNB dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Masuk dalam ekosistem Binance, membuat BNB selalu dibutuhkan—baik untuk membayar biaya transaksi, staking, maupun berbagai layanan lainnya. BNB masih stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan meski kenaikan tidak setajam SOL atau XRP, BNB tetap jadi pilihan investor saat rotasi modal terjadi pasca-Bitcoin.

Baca juga: 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

TRON (TRX)

Grafik perbandingan pergerakan harga Tron dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Jika dibandingkan altcoin lain, Tron (TRX) tidak selalu jadi bintang utama rally setelah Bitcoin, tapi justru punya kelebihan dalam hal daya tahan pasar berkat pasar stablecoin yang sering menggunakan Tron sebagai jaringan utama untuk mengirim aset—TRX memproses lebih dari 51% dari seluruh USDT yang beredar. TRX dapat diposisikan sebagai altcoin jangka panjang dengan risiko lebih rendah dibanding SOL, namun tidak setajam ETH dalam memimpin altseason.

Bagaimana Strategi Beli untuk Diversifikasi Saat Pasar Lesu?

Saat pasar kripto lesu, strategi terbaik bukanlah menebak kapan harga mencapai titik terendah, melainkan membangun portofolio secara bertahap.

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan—dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir soal timing, karena harga beli otomatis diratakan dari waktu ke waktu. 

Berikut langkah-langkah untuk melakukan pembelian Dollar Cost Averaging (DCA) dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto:

  1. Buka Aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Kesimpulan

Saat harga Bitcoin turun, kamu bisa melakukan diversifikasi ke altcoin—baik dengan stablecoin sebagai lindung nilai saat pasar turun atau menilik potensi rotasi modal yang akan terjadi dengan memposisikan diversifikasi di altcoin potensial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com