Tag Archives: ethereum

Belajar Crypto dengan Analisis Teknikal: Indikator Dasar yang Harus Diketahui

Membeli crypto tentunya membutuhkan strategi, dan tidak hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Strategi ini bisa dalam bentuk analisis fundamental dan analisis teknikal.

Jika analisis fundamental berfokus pada pada value aset dari sisi proyek, seperti teknologi, tim pengembang, tokenomics, adopsi, dan berita regulasi. Maka analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume di chart untuk membaca tren, pola, dan sinyal beli atau jual.

Bagi pemula, mungkin banyak yang menganggap analisis teknikal merupakan suatu hal yang membingungkan, karena harus membaca grafik harga yang terus bergerak setiap saat.

Agar kamu lebih memahami mengenai analisis teknikal dan indikator crypto yang ramah untuk pemula, simak penjelasan berikut.

Apa Itu Analisis Teknikal dalam Crypto?

Analisis teknikal adalah metode untuk mempelajari pergerakan harga suatu aset berdasarkan data historis pasar yang tertuang dalam bentuk grafik (chart).

Data yang ditampilkan dalam bentuk chart tersebut mengandung informasi penting, seperti harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah.

Dengan menganalisis pola dan tren yang muncul dari grafik tersebut, kamu dapat memahami perilaku pasar dan psikologi pelaku pasar yang tercermin langsung dalam pergerakan harga.

Kamu bisa menggunakan analisis teknikal untuk membantu kamu dalam hal:

  • Menentukan waktu terbaik membeli atau menjual aset.
  • Mengidentifikasi tren pasar (bullish atau bearish).
  • Mengukur tingkat risiko sebelum masuk posisi.

Kenapa Analisis Teknikal itu Penting?

Menurut salah satu teori Dow yang diungkapkan oleh Charles Dow, seorang wartawan Wall Street Journal. Yakni, teori Market Discounts Everything—menjelaskan bahwa pola harga aset di pasar mencerminkan segala informasi berita, harapan, ketakutan, sekaligus ketamakan para pelaku pasar.

Ini artinya setiap perubahan harga bukanlah kejadian acak dan kebetulan, melainkan hasil dari reaksi kolektif pelaku pasar terhadap berbagai informasi yang muncul.

Ketika berita tentang suku bunga, inflasi, atau aksi korporasi muncul misalnya, pasar akan langsung merespons dan menyesuaikan harga.

Harga ini biasanya membentuk sebuah tren, yaitu tren naik (uptrend), tren turun (downtrend), dan tren mendatar atau tanpa tren (sideways) yang cenderung membentuk pola berulang dari waktu ke waktu.

Pola ini muncul karena perilaku dan psikologi pelaku pasar—seperti rasa takut (fear), keserakahan (greed), dan euforia yang sering kali mirip, sehingga pola harga masa lalu bisa muncul kembali di masa depan.

Dengan menggunakan analisis teknikal, kamu bisa memahami bagaimana tren dan pola dari aset crypto yang ingin kamu beli, sehingga akan memudahkanmu untuk mengambil keputusan berdasarkan data pasar—bukan hanya sekadar insting.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Indikator Dasar Analisis Teknikal untuk Pemula

1. Support dan Resistance

Support Resistance

Support dan Resistance adalah dua konsep paling mendasar dalam analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi level harga penting di mana pergerakan harga cenderung tertahan atau berbalik arah.

Support adalah level harga di mana tekanan beli (buying pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan penurunan harga. Ibarat lantai, support menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.

Resistance adalah level harga di mana tekanan jual (selling pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan kenaikan harga. Ibarat atap, resistance menahan harga agar tidak naik lebih tinggi.

Beberapa strategi sederhana dalam menggunakan support dan resistance:

  • Buy di Support → Trader sering mempertimbangkan masuk posisi beli ketika harga mendekati atau memantul dari level support.
  • Sell di Resistance → Trader mempertimbangkan masuk posisi jual ketika harga mendekati atau memantul dari level resistance.
  • Breakout → Jika harga menembus resistance dengan volume tinggi, ini bisa menjadi sinyal potensi tren naik berlanjut. Sebaliknya, penembusan support bisa menjadi sinyal tren turun berlanjut.
  • Role Reversal → Setelah ditembus, support sering berubah menjadi resistance baru, dan resistance sering berubah menjadi support baru.

Keunggulan Menggunakan Support dan Resistance

  • Mudah dipahami: Konsep visual sederhana yang bisa diterapkan di semua instrumen.
  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI untuk mengonfirmasi kondisi overbought/oversold di dekat level penting.

Baca juga: Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

2. Relative Strength Index (RSI)

Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum pergerakan harga suatu aset. 

RSI bekerja dengan membandingkan besarnya kenaikan harga terhadap penurunan harga dalam periode tertentu, biasanya 14 hari, lalu menampilkannya dalam skala 0–100.

Indikator ini membantu trader mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) yang sering menjadi sinyal potensi pembalikan arah harga.

Overbought → RSI berada di atas level 70 → Menandakan harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan.

Oversold → RSI berada di bawah level 30 → Menandakan harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami rebound atau kenaikan.

Keunggulan Menggunakan RSI

  • Mudah dibaca: Hanya perlu memperhatikan level angka (30 dan 70) serta arah garis RSI.
  • Memberi sinyal awal: Dapat mengantisipasi potensi pembalikan harga sebelum terjadi.

3. Parabolic SAR (Stop and Reverse)

Parabolic SAR adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren sekaligus memberikan sinyal potensi pembalikan (reversal) harga. 

SAR adalah singkatan dari Stop and Reverse, yang berarti indikator ini membantu trader menentukan kapan harus jual dan beli sesuai arah tren yang sedang berlangsung.

Indikator ini ditampilkan dalam bentuk titik-titik (dots) yang muncul di atas atau di bawah harga pada grafik, dengan titik-titik di bawah harga yang berarti tren naik, dan titik-titik di atas harga yang berarti tren turun.

Potensi Tren Naik → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di atas harga ke posisi di bawah harga.

Potensi Tren Turun → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di bawah harga ke posisi di atas harga.

Keunggulan Menggunakan Parabolic SAR

  • Memberi sinyal visual yang jelas: Mudah dibaca bahkan oleh pemula.
  • Membantu menentukan titik entry dan exit: Cocok untuk strategi trend following.

Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

4. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas harga dan mengidentifikasi potensi area jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Berikut beberapa strategi yang bisa kamu gunakan untuk membaca Bollinger Bands: 

  • Bollinger Bounce → Harga cenderung memantul kembali ke arah middle band setelah menyentuh upper atau lower band, terutama saat pasar sedang sideways.
  • Breakout Volatilitas → Ketika harga menembus upper band dengan volume tinggi, sering dianggap sinyal potensi kelanjutan tren naik. Sebaliknya, penembusan lower band bisa menjadi sinyal potensi kelanjutan tren turun.
  • Squeeze → Ketika jarak antara upper dan lower band menyempit, menandakan volatilitas rendah dan potensi pergerakan besar akan segera terjadi.

Keunggulan Menggunakan Bollinger Bands

  • Mengukur volatilitas secara visual: Lebar pita menunjukkan seberapa aktif pergerakan harga.
  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI atau MACD untuk mengonfirmasi sinyal.

Baca juga: Cara Membaca Bollinger Band: Panduan Untuk Pemula

5. Moving Average (MA)

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisis teknikal paling populer yang digunakan trader untuk mengidentifikasi arah tren harga suatu aset. 

Indikator ini menghitung harga rata-rata dalam periode waktu tertentu, misalnya 9 hari, 21 hari, 50 hari, atau 200 hari, sehingga pergerakan harga terlihat lebih halus dan tren pasar lebih mudah dikenali.

Salah satu strategi populer adalah mengamati persilangan (crossover) antara MA jangka pendek dan MA jangka lebih panjang:

Bullish Crossover (Golden Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke atas MA jangka panjang → Potensi tren naik.

Bearish Crossover (Death Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang → Potensi tren turun.

Keunggulan Menggunakan Strategi Crossover

  • Mudah dipahami: Cukup perhatikan arah garis dan titik persilangan.
  • Adaptif: Periode MA bisa disesuaikan dengan gaya trading (scalping, swing, atau investasi jangka panjang).

Baca juga: Cara Menentukan Harga Entry dan Exit dalam Swing Trading

Kesimpulan

Analisis teknikal menjadi salah satu bekal penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi atau trading aset crypto. Dengan memahami konsep dasar seperti support dan resistance, RSI, Parabolic SAR, Bollinger Bands, hingga Moving Average, kamu dapat membaca tren, mengenali pola harga, dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar insting. 

Jangan lupa, setiap indikator memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Kamu dapat mengombinasikan beberapa indikator—misalnya menggabungkan RSI dengan Bollinger Bands untuk membaca momentum sekaligus volatilitas, atau memadukan Moving Average dengan support/resistance untuk menentukan level beli dan jual yang lebih presisi.

Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto dan dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Referensi:

Investopedia. Understanding Dow Theory: Definition and Application in Market Trends. 2025.

Kompas.id. Teori Dow, Bekal Memaksimalkan Profit Investasi Saham. 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wall Street Ungkap Kunci Sukses Ethereum yang Bikin Bitcoin Panik

Startup Etherealize melihat momentum besar dalam dunia keuangan. Mereka percaya kebutuhan privasi di Wall Street akan menjadi pemacu utama adopsi teknologi privasi di Ethereum, khususnya zero-knowledge proofs (ZK proof).

Menurut Danny Ryan, Co-Founder dan President Etherealize, lembaga keuangan tidak dapat beroperasi secara transparan seperti di blockchain publik.

“Pasar tidak bisa, dan tidak akan bisa, berjalan sepenuhnya terbuka. Jika kita ingin melibatkan dunia dalam blockchain, ‘semua orang melihat semua trending’ tidak akan berhasil,” kata Danny sebagaimana dikutip dari Decrypt pada Minggu (7/9).

Di sisi lain, Fishy, trading strategi dan operasi treasury institusional sering kali tidak ingin terlihat seluruhnya di publik, walau efisiensi blockchain terbukti lebih baik daripada sistem klasik.

Baca Juga: Harga Ethereum Melonjak, Sinyal Bull Run Kripto?

Etherealize Raih USD 40 Juta: Privasi Jadi Tengah Pembangunan

Etherealize baru saja menutup pendanaan Seri A sebesar USD 40 juta, dipimpin oleh Electric Capital dan Paradigm, sebagai penguatan untuk membangun infrastruktur Ethereum kelas institusional: sistem privasi ZK, settlement engine, dan aplikasi untuk tokenisasi aset berbasis fixed-income.

Menurut Ryan, pendanaan ini menjadi titik awal “Institutional Merge”—transformasi jalur keuangan tradisional menjadi lebih modern, aman, dan global lewat Ethereum.

Efek Domino: Privasi Institusional Menuju Mainstream

Ketika institusi menuntut privasi on-chain, arus perubahan akan menyasar pengguna ritel juga.

Etherealize berharap bahwa teknologinya akan mempercepat adopsi privasi praktis dan sesuai regulasi di mainstream blockchain.

Temuan dari komunitas Ethereum menguatkan hal itu. Mereka menilai bahwa ZK proofs adalah game changer yang dapat menyelesaikan masalah privasi.

Dan perhatian lebih kepada teknologi ini dianggap bermanfaat untuk semua pengguna, bukan sekadar institusi.

Privasi Tidak Hanya di Ethereum

Ethereum mungkin berada di garis depan, tetapi beberapa proyek blockchain lain juga sudah merangkul privasi sebagai fitur dasar. Contohnya:

  • Tempo, blockchain hasil inkubasi Stripe & Paradigm.
  • Arc, layer-1 dari Circle, menghadirkan transaksi dan saldo terproteksi.

Namun kehadiran institusional di Ethereum, ekosistem yang telah kuat dan terbuka, diprediksi dapat mempercepat adopsi privasi lintas platform dengan lebih cepat.

Mengapa Ini Momen Penting untuk Ethereum

  1. Dorongan dari Pelaku Utama Keuangan
    Privasi kini menjadi kebutuhan utama, bukan tambahan. Ethereum akan lebih mudah diterima oleh institusi jika standar privasi terpenuhi.
  2. Peningkatan Standar Teknologi
    ZK proofs tak hanya ideal untuk privasi, tetapi juga skala—membuka jalan untuk aplikasi lebih kompleks di atas Ethereum.
  3. Normalisasi Privasi di Kalangan Ritel
    Ketika standar institusional lebih tinggi, pengguna ritel turut merasakan keuntungannya dalam keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga: Ethereum Kehabisan Napas? Cadangan Devisa ETH Terpuruk Dalam 3 Tahun

Maka dari itu, Etherealize dengan kepercayaan penuh pada potensi Ethereum sebagai infrastruktur keuangan masa depan membawa “Privacy” bukan hanya sebagai konsep, melainkan sebagai jalan konkret menuju mainstream.

Dengan dukungan dana USD 40M dan jaringan institusional yang luas, mereka meletakkan dasar untuk privasi skala besar, bukan sekadar untuk segelintir elit, tapi untuk seluruh ekosistem blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan Ethereum Terkuras! ETF & Perusahaan Borong ETH

Cadangan Ethereum (ETH) di bursa kripto terpusat kini berada di titik terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu spekulasi besar tentang masa depan harga dan ketersediaan aset ini. Pasalnya, miliaran dolar mengalir deras ke ETF spot dan perbendaharaan perusahaan, menyedot pasokan ETH dari pasar terbuka.

Menurut CryptoQuant, sejak puncaknya di 28,8 juta ETH pada September 2022, cadangan bursa telah menyusut hingga 38%, menyisakan hanya sekitar 17,4 juta ETH. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir saja, sekitar 2,5 juta ETH keluar dari bursa.

ETF Ethereum Jadi Magnet Raksasa

Dilaporkan Cointelegraph, lonjakan minat terhadap ETF ETH spot sejak peluncurannya pada Juli 2024 menjadi faktor kunci. Data CoinGlass mencatat, dana ini sudah menyerap lebih dari $13 miliar arus masuk bersih, termasuk rekor $5,4 miliar hanya pada Juli lalu.

ETF terbesar, iShares Ethereum ETF (ETHA) milik BlackRock, kini menguasai aset senilai lebih dari $16 miliar, menjadikannya salah satu ETF dengan pertumbuhan tercepat sepanjang sejarah. Secara total, ETF spot ETH sudah mengelola dana sekitar $24 miliar (CoinMarketCap).

Baca juga: Ethereum Kehabisan Napas? Cadangan Devisa ETH Terpuruk Dalam 3 Tahun

Perusahaan Publik Ikut Borong ETH

Tren lain yang tak kalah signifikan datang dari korporasi. 17 perusahaan publik kini tercatat menyimpan Ether dalam neraca mereka, dengan total kepemilikan mencapai lebih dari 3,6 juta ETH.

Beberapa pemain besar:

  • SharpLink Gaming – memegang 797.704 ETH senilai $3,5 miliar.
  • BitMine Immersion Technologies – mengakumulasi 1,86 juta ETH (1,5% total suplai).
  • The Ether Machine – mengoleksi 495.000 ETH dan siap IPO di Nasdaq.

Menurut analis Bitfinex, salah satu alasan ETH semakin diminati adalah sifatnya yang unik: “ETH bukan hanya aset makro seperti Bitcoin, tetapi juga aset produktivitas karena menghasilkan imbal hasil melalui staking sekaligus menopang ekosistem DeFi bernilai lebih dari $100 miliar.”

Lonjakan Staking: ETH Kian Langka

Tak hanya ETF dan perusahaan, staking Ethereum juga menyedot suplai. Per Selasa lalu, antrean staking mencapai 860.369 ETH senilai $3,7 miliar — tertinggi sejak 2023. Total ETH yang dipertaruhkan kini menembus 35 juta ETH, memperketat pasokan likuid di pasar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Masa Depan: ETF + Staking = Game Changer?

Ke depan, skenario bisa semakin menarik. Beberapa penerbit ETF, termasuk BlackRock dan Fidelity, sedang mengajukan izin untuk menambahkan fitur staking ke dalam ETF Ether mereka. Jika disetujui SEC pada Oktober mendatang, investor institusional bisa mendapatkan imbal hasil staking langsung dari ETF mereka.

Fabian Dori, CIO Sygnum, menyebut langkah ini bisa menjadi katalis besar: “ETF ETH spot dengan fitur staking akan membuat produk ini jauh lebih menarik, menarik lebih banyak arus masuk, dan memperkuat status Ethereum sebagai aset produktif.”


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Kehabisan Napas? Cadangan Devisa ETH Terpuruk Dalam 3 Tahun

Pasokan Ethereum di bursa terpusat kini sedang dalam krisis cadangan devisa ETH telah menurun drastis.

Pasalnya, Ethereum mencapai titik terendah dalam tiga tahun terakhir ketika uang institusional dan strategi treasury korporat menyerap sebagian besar pasokan aktif.

Cadangan Devisa Ethereum Merosot Tajam

Menurut data dari CryptoQuant, cadangan ETH di bursa sudah menyusut hampir 10,7 juta ETH sejak puncaknya di September 2022 (sekitar 28,8 juta ETH).

Namun hingga kini hanya menyisakan sekitar 17,4 juta ETH, dengan 2,5 juta ETH keluar dari bursa hanya dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan catatan histori, Ethereum tengah mengalami penurunan sekitar 38 % dalam kurun waktu tiga tahun.

Baca Juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

ETF Spot dan Aliran Dana Institusional–Katalis Penurunan

Diluncurkan pada Juli 2024, spot ETF Ethereum telah menarik > US$13 miliar dalam inflow bersih sejak awal.

Lebih lanjut, antara Juni hingga Agustus 2025, ETF-ETF ini menyerap lebih dari US$10 miliar, dengan rekor masuk sebesar US$5,4 miliar di Juli saja.

ETF terbesar, BlackRock’s iShares Ethereum ETF (ETHA), kini mengelola aset senilai lebih dari US$16 miliar.

Korporasi Publik: Terserap dalam Revolusi Devisa Kripto

Tidak hanya lembaga keuangan—perusahaan publik juga masuk ke dalam arus adopsi ETH sebagai bagian dari strategi treasury jangka panjang. Misalnya:

  • SharpLink Gaming: Sejak Mei 2025 mengimplementasikan strategi treasury dengan cadangan ETH sebesar 797.704 ETH (~US$3,5 miliar) pada akhir Agustus.
  • BitMine Immersion Technologies: Menyerap sekitar 1,86 juta ETH, setara ~1,5 % dari total pasokan Ethereum.
  • The Ether Machine: Mengumumkan memiliki 495.000 ETH dan tengah menuju penawaran saham di Nasdaq.

Secara keseluruhan, 17 perusahaan publik dilaporkan menyimpan total lebih dari 3,6 juta ETH dalam neraca mereka.

Ethereum: Aset Devisa Produktif yang Menarik

Menurut analis di Bitfinex, Ethereum bukan hanya “aset makro,” tetapi juga “aset produktif” karena memungkinkan pemiliknya mendapatkan yield melalui staking, dan menjadi dasar bagi lebih dari US$100 miliar aset tokenized di layer-2 dan sektor DeFi.

Ini jelas menjadi daya tarik tambahan di mata institusi dan perusahaan sebagai aset devisa yang tak sekadar disimpan, tapi juga menghasilkan.

Implikasi dan Kecenderungan Pasar

Kecenderungan Bullish

Dengan sebagian besar pasokan aktif terkunci dalam ETF dan treasury, tersedia lebih sedikit ETH untuk diperdagangkan.

Ini berpotensi menjadi katalis bullish jangka menengah bila permintaan tetap tinggi, sesuatu yang semakin terlihat seiring minat institusional terus tumbuh.

Risiko Volatilitas

Penurunan likuiditas di bursa juga meningkatkan risiko volatilitas. Jika terjadi lonjakan permintaan mendadak, pergerakan harga bisa sangat ekstrem, baik naik maupun turun.

Perubahan Paradigma Aset Kripto

Ethereum kini membuktikan menjadi lebih dari sekadar spekulasi, melainkan telah menjadi komponen keuangan modern di neraca institusional.

Adopsi ini mencerminkan pergeseran besar dalam persepsi Ethereum sebagai aset devisa digital produktif.

Ethereum Masih Miliki Masa Depan Devisa Digital yang Cerah?

Cadangan devisa Ethereum yang tersisa di bursa telah anjlok ke angka paling rendah dalam tiga tahun, terdorong oleh ledakan ETF spot dan adopsi korporasi lewat treasury.

Dengan modal institusional dan perusahaan besar kini memegang kendali, Ethereum mulai bertransformasi menjadi aset devisa digital unggulan yang tidak hanya disimpan, tetapi juga menghasilkan.

Untuk investor dan pengamat pasar, tren ini menandakan momen krusial dalam evolusi Ethereum: dari pasar spekulatif menuju ruang keuangan institusional yang solid dan produktif.

Perubahan ini membuka potensi besar, serta tantangan baru dalam lanskap devisa kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

DeFi Ngebut! TVL Meledak 41% dan Capai Rekor Tertinggi

DeFi (Decentralized Finance) kembali membuktikan dominasinya di dunia kripto berkat Total Value Locked (TVL) yang melonjak 41% sepanjang kuartal ketiga 2025, menembus $160 miliar untuk pertama kalinya sejak Mei 2022.

Pencapaian ini menandai kebangkitan besar bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi, didorong oleh momentum Ethereum dan Solana yang terus mendongkrak aktivitas di seluruh jaringan DeFi.

Ethereum dan Solana Memimpin Lonjakan

Dikutip dari The Defiant pada Kamis (4/9), Ethereum mencatat lompatan TVL dari $54 miliar di Juli menjadi $96,5 miliar, tumbuh ~50%.

Tak hanya Ethereum, Solana juga menunjukkan performa solid dengan TVL naik sekitar 30%, dari $10 miliar menjadi $13 miliar.

Baca Juga: Unilabs Dinilai Sebagai Koin DeFi Terbaik 2025, Potensi Kalahkan BNB

Protokol Unggulan Meraup Manfaat

Aave, protokol DeFi terbesar di sektor peminjaman, tumbuh ~58% sejak Juli dan kini mengantongi TVL lebih dari $41 miliar.

Sementara itu, Lido, platform liquid staking, mencatatkan kenaikan mencolok sekitar 77%, menembus angka $39 miliar TVL.

Sedangkan EigenLayer, protokol restaking, naik ~66% menjadi lebih dari $20 miliar TVL, didorong utamanya oleh reli harga Ethereum.

“Pemenangnya adalah protokol yang menyediakan produk terdesentralisasi dengan tanggung jawab; Aave, EigenLayer, dan Lido mengambil pangsa terbesar, dan itu sangat masuk akal,” ujar Mike Maloney, CEO & Founder Incyt.

Apa yang Memicu Gelombang Masuk Modal?

Menurut Doug Colkitt (Fogo), lonjakan TVL terjadi karena dua kekuatan bertemu: rally harga kripto dan modal berorientasi yield yang kembali ke on-chain.

“Ketika BTC dan ETH reli, nilai kolateral membengkak, dan TVL atas banyak protokol tampak seperti sedang di-boost. Namun siklus kali ini berbeda: bukan sekadar uang panas mengejar keuntungan,” katanya.

Produk nyata seperti RWA (aset dunia nyata), LST (liquid staking token), dan perpetual futures menarik modal menempel (sticky capital) ke dalam DeFi—menandai perubahan struktural, bukan semata durasi pendek.

Momentum Berlanjut dari Q2

Lonjakan ini melanjutkan tren positif dari Q2, ketika TVL DeFi naik dari $86 miliar di April menjadi lebih dari $126 miliar pada pertengahan Juli, tumbuh lebih dari 46% hanya dalam 3 bulan.

Implikasi untuk Industri DeFi

  1. Pasar Makin Matang
    Kapasitas masuknya modal institusional semakin terlihat—lonjakan TVL ini tidak melulu spekulatif, tetapi didukung oleh produk-produk kuat.
  2. Produk Inovatif Menarik Modal Lebih Stabil
    RWA, staking, dan perp masih jadi magnet, memperkuat ekosistem DeFi dengan modal yang bukan sembarangan—ini adalah modal yang “lengket”.
  3. Sinyal Bullish Untuk Kripto Secara Keseluruhan
    Data ini memberi pendekatan optimis terhadap tren jangka panjang—DeFi tengah menyusun panggung untuk gelombang bullish baru, tidak hanya bertumpu pada hype.

Baca Juga: SEC Buka Jalan untuk DeFi Liquid Staking Tokens

Lonjakan TVL DeFi hingga 41% di kuartal ketiga 2025 menandai kebangkitan sektor ini setelah beberapa tahun stagnan.

Ethereum, Solana, dan protokol handalan seperti Aave, Lido, serta EigenLayer adalah ujung tombak gerakan ini.

Ditambah dengan masuknya modal institusional, dukungan regulasi, dan inovasi produk seperti RWA dan LST, ekosistem DeFi kini semakin membuktikan dirinya sebagai kekuatan keuangan terdesentralisasi yang tidak bisa diremehkan lagi.

Jika TVL adalah ‘scoreboard’ pasar DeFi, maka kuartal ketiga menunjukkan satu kenyataan jelas: “DeFi is truly back in the game.”


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Melonjak, Sinyal Bull Run Kripto?

Setelah terkoreksi beberapa saat, Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan taringnya.

Saat ini, harga Ethereum tercatat di level $4,370.22 per ETH dengan kapitalisasi pasar sebesar $527,51 miliar USD.

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum mengalami kenaikan sebesar +1,15%, sebuah sinyal bahwa minat investor terhadap aset digital ini masih sangat kuat di tengah volatilitas pasar kripto.

Baca Juga: Pasang Strategi, SharpLink Gaming Simpan $3,6 Miliar Ethereum

Lonjakan Harian yang Memicu Euforia

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,305.59 – $4,489.20. Kenaikan harga harian yang konsisten menempatkan Ethereum kembali dalam radar investor besar maupun ritel.

Lonjakan ini semakin menarik perhatian karena terjadi di saat Bitcoin hanya mencatatkan pergerakan terbatas.

Pendorong utama kenaikan harga ini adalah kombinasi antara aktivitas jaringan Ethereum yang terus meningkat, perkembangan DeFi, dan semakin luasnya adopsi aplikasi Web3 yang berbasis pada blockchain Ethereum.

Rekor Tertinggi Jadi Magnet Baru

Dengan rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang masih berada di level $4,953.73, para analis menilai bahwa ETH sedang menuju tren bullish yang bisa membawa harga lebih dekat dengan level psikologis $5.000.

Lonjakan menuju level ini bukan hal yang mustahil, mengingat fundamental Ethereum semakin kokoh dengan dukungan ekosistemnya yang berkembang pesat.

Faktor Utama yang Mendorong Harga Ethereum Naik

  1. Adopsi DeFi dan NFT
    Ethereum tetap menjadi tulang punggung bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan pasar token non-fungible (NFT). Lonjakan aktivitas transaksi dari aplikasi seperti Uniswap, Aave, hingga marketplace NFT terus mendorong permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee) dalam ekosistemnya.
  2. Ethereum 2.0 dan Staking
    Transisi Ethereum menuju proof-of-stake (PoS) melalui pembaruan Ethereum 2.0 membawa dampak signifikan. Mekanisme staking ETH yang semakin diminati membuat suplai ETH di pasar menurun karena banyak token terkunci di jaringan. Hal ini menciptakan efek kelangkaan yang secara alami mendorong harga naik.
  3. Optimisme Regulasi Global
    Beberapa negara mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap aset kripto, termasuk Ethereum. Dukungan regulasi yang lebih jelas membuat investor institusional semakin percaya diri untuk masuk ke pasar, yang berujung pada lonjakan permintaan.
  4. Integrasi dengan Web3 dan AI
    Ethereum menjadi fondasi bagi pengembangan aplikasi Web3 yang menggabungkan blockchain dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini memperluas utilitas ETH, tidak hanya sebagai aset spekulatif tetapi juga sebagai infrastruktur utama internet generasi berikutnya.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tantangan yang Masih Mengintai

Meski tren saat ini positif, Ethereum tetap menghadapi beberapa tantangan. Biaya gas fee yang tinggi masih menjadi masalah utama, meskipun solusi Layer 2 seperti Arbitrum, Optimism, dan zkSync sudah mulai mengurangi beban transaksi.

Selain itu, persaingan dari blockchain lain seperti Solana, Avalanche, dan Cardano menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga ETH.

Prospek ke Depan

Dengan momentum kenaikan harian dan fundamental jaringan yang semakin kuat, Ethereum diprediksi akan terus berada di jalur bullish dalam jangka menengah.

Jika adopsi DeFi, NFT, dan Web3 terus meluas, ETH berpotensi menembus kembali level ATH dan bahkan melampauinya.

Para analis menilai bahwa kombinasi antara adopsi masif, staking yang mengurangi suplai pasar, dan dukungan regulasi akan menjadi katalis utama yang membawa Ethereum menuju level harga yang lebih tinggi.

Baca Juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

Kenaikan harga Ethereum ke level $4,370.22 saat ini bukan sekadar pergerakan teknikal biasa, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental ekosistem Ethereum.

Dengan rekam jejak inovasi dan dukungan komunitas global yang solid, ETH semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital paling menjanjikan setelah Bitcoin.

Jika tren positif ini berlanjut, Ethereum bisa menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk ekonomi digital baru yang lebih inklusif dan terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasang Strategi, SharpLink Gaming Simpan $3,6 Miliar Ethereum

SharpLink Gaming, Inc. kembali mencuri perhatian pasar kripto lewat langkah ambisiusnya dalam membentuk cadangan Ethereum (ETH) mega yang mencapai lebih dari $3,6 miliar hanya dalam sebulan terakhir.

Ini bukan akumulasi biasa, melainkan grand strategy institusional yang bisa menjadi blueprint bagi perusahaan lain di pasar digital.

Akumulasi ETH Melesat 91% dalam Sepekan

Dalam waktu singkat, SharpLink berhasil menambah cadangan ETH menjadi 837.230 token, senilai lebih dari $3,6 miliar, naik 91% dari periode sebelumnya.

Langkah ini disokong oleh aksi beli agresif: acara pembelian rata-rata 39.008 ETH per minggu, dengan harga rata-rata pembelian sekitar $4.531 per ETH.

Tambahan modal lancar juga disuntik melalui program ATM equity, menghasilkan dana segar senilai $46,6 juta untuk mendukung akumulasi ini.

Di akhir Agustus 2025, posisi kas SharpLink tercatat $71,6 juta, memperkuat landasan strategis mereka

Baca Juga: Ethereum Melejit! Apakah Ini Tanda Dominasi Altcoin Kembali?

Staking & Buyback: Putar Kompas Kapital yang Cerdas

Bukan hanya membeli, SharpLink juga mengandalkan staking rewards sebagai mesin pendapatan pasif.

Secara total, perusahaan telah mengantungi lebih dari 2.318 ETH sebagai bonus dari staking yang dilakukan sejak Juni 2025.

Strategi ini menciptakan efek flywheel: ETH yield di-stake ulang atau digunakan untuk buyback saham, memperkuat nilai per saham dan posisi ETH treasury mereka.

Salah satu manuver cerdas adalah program buyback saham senilai $1,5 miliar, yang secara simultan mengurangi jumlah outstanding shares dan menambah kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang.

Proyek Gaming Bertemu Strategi ETH Mega: Sinergi Masa Depan

SharpLink Game belang sebagai salah satu perusahaan gaming yang terdaftar di NASDAQ pertama kali yang menyusun strategi treasury resmi berbasis Ethereum.

Mereka juga bersinergi dengan figur penting seperti co-founder Ethereum, Joseph Lubin, sekaligus menggandeng infrastruktur staking dari ConsenSys—menciptakan pondasi institusional yang kuat.

Strategi ini meletakkan SharpLink di peta perusahaan digital-game yang juga menjadi poros kripto institusional—mewakili pergeseran paradigma ekonomi digital game-keuangan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Respons Pasar: Saham Merosot Meski Harta Makin Berkaya

Menariknya, meskipun cadangan ETH-nya melejit, saham SBET tertekan atau turun sekitar 6–7% pada perdagangan hari pengumuman.

Hal ini menunjukkan disconnect antara investor saham tradisional dan strategi kripto jangka panjang. Namun, secara jangka panjang, jika ETH kembali ke tren bullish, kemungkinan target saham $40 bukanlah hal mustahil (CoinCentral).


Implikasi Lebih Luas: BTC vs ETH, Siapa yang Dihabisi?

Dengan akumulasi setingkat ini, SharpLink bukan sekadar investor—mereka menjelma sebagai pelopor corporate ETH treasury.

  • Total korporasi ETH treasury sekarang diperkirakan mencapai 1,34 juta ETH, atau sekitar $4,1 miliar, dan SharpLink menyumbang seluruh porsi fantastisnya.
  • Pendekatan ini menonjol di antara mereka yang lebih fokus ke Bitcoin menegaskan pergeseran yang mungkin terjadi dalam dua pendekatan kripto treasury: BTC vs ETH.

Jika tren ini bergulir luas, perusahaan game atau fintech lainnya mungkin mulai meniru strategi serupa—menjadikan ETH sebagai aset cadangan stabil dan likuid dalam arus ekonomi digital.

Baca Juga: Ssst, SharpLink Diam-Diam Borong 300 Juta USD Ethereum

SharpLink Gaming menciptakan momentum besar dengan akumulasi ETH bernilai miliaran dolar.

Langkah ini bukan hanya reaksi terhadap bull market, tetapi bagian dari strategi institusional matang yang melibatkan staking, equity buybacks, hingga kolaborasi dengan tokoh Ethereum.

Meskipun pasar saham menentang langkah ini, potensi jangka panjang masih besar jika ETH terus menguat—membalik paradigma antara investasi gaming, kripto, dan nilai perusahaan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Melejit! Apakah Ini Tanda Dominasi Altcoin Kembali?

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali mencatatkan pergerakan harga yang mengesankan.

Saat ini, harga ETH berada di level $4,393.73 per token dengan kapitalisasi pasar $530,35 miliar USD.

Meskipun sempat terkoreksi tipis -0,12% dalam 24 jam terakhir, tren jangka menengah Ethereum menunjukkan lonjakan yang solid dengan kenaikan +28,13% dalam 30 hari terakhir dan +72,18% dalam 60 hari.

Dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $35,27 miliar, Ethereum terus mempertahankan posisinya sebagai kripto paling dominan di sektor altcoin.

Lonjakan harga ini menandakan bahwa pasar kembali percaya pada peran Ethereum sebagai tulang punggung ekosistem blockchain global.

Baca Juga: Momen Buy atau Bye? Ethereum Terjun Bebas di Tengah Aksi Jual Massal

Tren Harga ETH: Stabil di Tengah Volatilitas

Riwayat harga Ethereum menunjukkan tren yang menarik:

  • Hari ini: +0,23%
  • 7 hari terakhir: -0,5%
  • 30 hari terakhir: +28,13%
  • 60 hari terakhir: +72,18%
  • 90 hari terakhir: +67,92%

Dalam 90 hari terakhir, ETH telah menguat lebih dari dua pertiga nilainya, meski masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $4,953.73.

Sementara itu, pergerakan harga dalam 24 jam terakhir mencatat fluktuasi sehat dengan level terendah di $4,221.25 dan tertinggi di $4,490.35.

Konsistensi tren positif ini memperlihatkan bahwa Ethereum sedang membangun momentum bullish yang berpotensi membawa harga mendekati kembali level all-time high (ATH).

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum

Beberapa alasan utama yang membuat Ethereum mencatat kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir antara lain:

1. Adopsi Meluas Teknologi Blockchain

Ethereum tetap menjadi platform pilihan utama untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan smart contract.

Dengan ekosistem yang mencakup ribuan proyek, mulai dari DeFi, NFT, hingga game berbasis blockchain, permintaan terhadap ETH sebagai bahan bakar transaksi terus meningkat. Lonjakan aktivitas jaringan ini secara alami mendorong harga ETH.

2. Optimisme Terhadap Ethereum 2.0

Transisi Ethereum menuju mekanisme Proof of Stake (PoS) melalui Ethereum 2.0 memberikan sentimen positif yang sangat kuat.

Sistem ini tidak hanya membuat jaringan lebih efisien, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi biaya transaksi.

Investor menilai pembaruan ini akan memperkuat posisi ETH di masa depan, sehingga menambah daya tariknya sebagai aset investasi.

3. Dukungan Institusional yang Menguat

Banyak perusahaan keuangan global dan manajer aset kini menambahkan Ethereum ke dalam portofolio investasi mereka.

Kehadiran produk turunan seperti ETF berbasis Ethereum juga semakin memperluas eksposur ETH di kalangan investor tradisional.

Dorongan ini memperbesar likuiditas pasar dan memperkuat kestabilan harga.

4. Tren Pasar Kripto yang Positif

Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir membawa dampak positif ke seluruh ekosistem kripto.

Sebagai aset kedua terbesar, Ethereum selalu menjadi tujuan utama investor yang ingin mendiversifikasi portofolio setelah Bitcoin.

Hal ini terlihat jelas dari kapitalisasi pasar ETH yang terus menanjak hingga $532,09 miliar, menunjukkan kepercayaan besar dari komunitas global.

Tantangan yang Masih Mengintai

Meski outlook Ethereum terlihat cerah, tantangan tetap ada.

Persaingan dengan blockchain lain seperti Solana, Avalanche, dan Binance Smart Chain bisa menggerus dominasi ETH di sektor dApps dan DeFi.

Selain itu, biaya transaksi yang kadang masih tinggi bisa menjadi hambatan bagi pengguna ritel.

Di sisi lain, volatilitas harga tetap menjadi faktor risiko. Dalam satu jam terakhir saja, ETH tercatat naik +0,56%, menandakan pergerakan yang masih fluktuatif dan berpotensi memicu koreksi jangka pendek.

Baca Juga: Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Lonjakan harga Ethereum hingga +72% dalam 60 hari terakhir membuktikan bahwa ETH sedang berada di jalur bullish yang kuat.

Dengan adopsi blockchain yang semakin luas, transisi menuju Ethereum 2.0, dukungan institusional, serta tren positif pasar kripto secara keseluruhan, Ethereum berpotensi kembali menantang rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran $4,953.73.

Bagi investor, ETH kini tidak hanya dilihat sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai fondasi utama dunia Web3.

Momentum ini bisa menjadi sinyal kebangkitan altcoin secara keseluruhan, dengan Ethereum sebagai motor penggeraknya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Momen Buy atau Bye? Ethereum Terjun Bebas di Tengah Aksi Jual Massal

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, saat ini berada pada level $4,385.73 per (ETH/USD).

Meski masih bertahan di atas $4.300, harga ETH mengalami tekanan signifikan dengan penurunan -1.66% dalam 24 jam terakhir, dan bahkan tercatat turun -7.33% dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini membuat banyak investor mulai waspada terhadap kemungkinan fase koreksi jangka menengah di pasar kripto.

Baca Juga: Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $529.39 miliar USD, Ethereum masih menjadi salah satu aset digital paling dominan di industri blockchain.

Volume perdagangan 24 jam terakhir berada di $29.04 miliar, menunjukkan masih tingginya likuiditas di pasar.

Namun, meski arus transaksi tetap ramai, aksi jual tampak lebih dominan sehingga mendorong harga terkoreksi.

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga Ethereum sempat menyentuh level terendah $4,363.29 dan tertinggi $4,497.18.

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup tinggi dalam pergerakan harian, mempertegas bahwa pasar sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian.

Penyebab Turunnya Harga Ethereum

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu penurunan harga Ethereum:

1. Aksi Ambil Untung Pasca Kenaikan Drastis

Dalam 60 hari terakhir, ETH sempat melonjak lebih dari +69%, bahkan dalam 90 hari terakhir mencatat kenaikan sekitar +67.70%.

Lonjakan tajam ini memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor jangka pendek, sehingga menciptakan tekanan jual yang kuat.

2. Koreksi Teknis dari Level Tertinggi

Ethereum sebelumnya sempat mencatatkan rekor tertinggi di $4,953.73, mendekati level psikologis $5.000.

Namun, sejak itu, ETH belum mampu menembus resistance besar dan justru mengalami penurunan tajam.

Secara teknikal, ini merupakan tanda bahwa pasar sedang mengalami fase konsolidasi sebelum menentukan arah baru.

3. Sentimen Negatif dari Bitcoin

Sebagai aset kripto dengan dominasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin sangat memengaruhi altcoin, termasuk Ethereum.

Saat harga BTC menunjukkan pelemahan dalam sepekan terakhir, Ethereum juga ikut tertekan. Investor cenderung menarik dana dari altcoin ketika Bitcoin gagal memberikan sinyal bullish yang kuat.

4. Ketidakpastian Regulasi dan Ekonomi Global

Regulasi kripto di berbagai negara masih menjadi salah satu faktor penghambat laju harga ETH.

Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat, suku bunga tinggi, serta kondisi makroekonomi global yang tidak stabil menambah tekanan pada pasar kripto secara keseluruhan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Ethereum ke Depan

Meski saat ini harga ETH mengalami penurunan, tren jangka menengah sebenarnya masih cukup positif.

Dalam 30 hari terakhir, Ethereum mencatat kenaikan sekitar +24.06%, menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak disebabkan oleh aksi jual sesaat daripada perubahan fundamental.

Faktor pendukung utama Ethereum tetap kuat, mulai dari dominasi DeFi (Decentralized Finance), pertumbuhan sektor NFT (Non-Fungible Token), hingga penggunaan jaringan Ethereum dalam berbagai aplikasi Web3.

Selain itu, transisi penuh menuju Ethereum 2.0 dengan mekanisme Proof-of-Stake (PoS) terus menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Penurunan harga Ethereum hingga kisaran $4,300 merupakan dampak gabungan dari aksi ambil untung, tekanan pasar kripto global, dan ketidakpastian regulasi.

Meski demikian, fundamental Ethereum masih solid, dan potensi pemulihan harga tetap terbuka jika sentimen pasar membaik.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen evaluasi strategi, apakah memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi, atau menunggu konfirmasi tren baru di pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, tengah menghadapi tekanan harga yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terkini, harga Ethereum berada di level $4,375.84 per ETH, turun -2.04% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menambah sentimen negatif di pasar, apalagi dalam sepekan terakhir ETH juga tercatat melemah -7.67%.

Meski demikian, secara jangka menengah Ethereum masih menunjukkan performa impresif dengan kenaikan lebih dari +78% dalam 60 hari terakhir.

Baca Juga: Ethereum Mengamuk! Likuiditas Dekati Bitcoin

Data Terbaru: Dari Puncak ke Tekanan

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa ETH diperdagangkan di kisaran $4,264.20 (terendah) hingga $4,485.35 (tertinggi).

Sementara itu, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di $528.19 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $46.95 miliar.

Meski angka ini tetap mencerminkan minat besar investor, tekanan jual yang meningkat telah menahan laju Ethereum mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4,953.73.

Koreksi ini menunjukkan adanya pergeseran momentum. Dari sisi teknikal, ETH kehilangan kekuatan bullish yang sempat mendominasi pada awal kuartal, terutama setelah reli cepat yang mendorong kenaikan harga lebih dari 70% dalam tiga bulan terakhir.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyebab Utama Penurunan Harga Ethereum

1. Koreksi Setelah Reli Besar

Ethereum dalam dua bulan terakhir mencatat reli yang luar biasa, sebagian besar didorong oleh adopsi luas terhadap aplikasi DeFi, tren restaking, serta antisipasi terhadap perkembangan ekosistem Ethereum 2.0.

Namun, reli sebesar +78% dalam 60 hari pada akhirnya memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor besar. Tekanan jual dari aksi ini menjadi salah satu faktor utama pelemahan harga dalam jangka pendek.

2. Tekanan Pasar Global

Sentimen makroekonomi juga memainkan peran besar. Ketidakpastian kebijakan moneter global, terutama potensi langkah bank sentral terkait suku bunga, membuat investor lebih berhati-hati.

Penurunan harga Bitcoin hingga di bawah $110,000 juga menyeret Ethereum dan aset kripto lainnya ke zona merah.

Hubungan erat antara ETH dan BTC dalam hal likuiditas menjadikan Ethereum rentan mengikuti pola pasar secara keseluruhan.

3. Volatilitas Volume Perdagangan

Meskipun volume perdagangan Ethereum masih berada di atas $46 miliar per hari, volatilitas yang tinggi membuat pasar rentan terhadap guncangan harga.

Data juga menunjukkan adanya lonjakan volume jual yang signifikan di bursa besar, menandakan dominasi tekanan jual dibandingkan pembelian.

4. Tekanan dari Persaingan Layer-1

Ethereum masih memegang posisi dominan dalam ekosistem smart contract. Namun, persaingan dari blockchain layer-1 lain seperti Solana, Avalanche, dan bahkan blockchain baru berbasis AI telah meningkatkan kompetisi.

Faktor ini turut menekan narasi bullish Ethereum, karena sebagian investor mulai mendiversifikasi aset mereka.

Perspektif Jangka Panjang Masih Positif

Meski harga saat ini tengah terkoreksi, Ethereum tetap menunjukkan fundamental yang kuat. Ekosistem DeFi, NFT, serta tren restaking yang sedang naik daun terus menopang permintaan terhadap ETH.

Selain itu, pembaruan teknologi seperti peningkatan efisiensi jaringan pasca-merge dan roadmap menuju sharding menjadikan Ethereum tetap relevan sebagai aset utama.

Investor jangka panjang melihat koreksi ini sebagai fase sehat setelah reli cepat. Apalagi, dengan kapitalisasi pasar lebih dari $528 miliar, Ethereum masih mendominasi pangsa pasar altcoin secara absolut.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Penurunan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir mencerminkan adanya kombinasi faktor: aksi ambil untung pasca reli, tekanan global di pasar kripto, serta ketatnya persaingan dari proyek blockchain lain.

Namun, meski jangka pendek Ethereum menghadapi tekanan, tren jangka menengah dan panjang masih terlihat positif.

Ethereum kini memasuki fase krusial, di mana investor akan terus memantau apakah koreksi ini hanya jeda sebelum melanjutkan reli, ataukah sinyal awal dari tren konsolidasi yang lebih panjang.

Satu hal yang jelas, dengan posisi sebagai blockchain terbesar kedua di dunia, Ethereum masih menjadi aset yang tidak bisa diabaikan dalam portofolio kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com