Tag Archives: ethereum

Harga ETH Hari Ini Terkoreksi ke $2.992, Bertahan di Area Psikologis $3K

Harga Ethereum (ETH) hari ini kembali mengalami tekanan setelah gagal mempertahankan momentum penguatan sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level $2.992,73 per ETH, turun sekitar 1,13% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini membawa Ethereum kembali menguji area psikologis $3.000, yang saat ini menjadi titik keseimbangan penting antara pembeli dan penjual.

Meski terkoreksi, Ethereum tetap menempati posisi kedua aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar mencapai $361,21 miliar, mencerminkan dominasi ETH yang masih kuat di ekosistem aset digital global.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Naik ke $2.978, Momentum Rebound?

Pergerakan Harga ETH dalam 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum bergerak di kisaran $2.965,17 (terendah) hingga $3.073,35 (tertinggi).

Kegagalan bertahan di atas area $3.050 memicu tekanan jual jangka pendek, tercermin dari penurunan harga harian sebesar $26,28 atau -0,87%.

Menariknya, pada timeframe sangat pendek, ETH justru menunjukkan tanda stabilisasi dengan kenaikan tipis 0,03% dalam satu jam terakhir.

Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai kembali melakukan akumulasi di area harga saat ini.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 23 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 23 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Koreksi harga ETH hari ini disertai dengan peningkatan volume perdagangan 24 jam hingga $19,20 miliar.

Aktivitas perdagangan yang tinggi ini menandakan bahwa area $3.000 menjadi zona krusial yang memicu reaksi pasar signifikan.

Volume besar saat harga terkoreksi sering kali menunjukkan fase distribusi atau konsolidasi sehat, tergantung pada arah lanjutan harga dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Kinerja Ethereum dalam Berbagai Timeframe

Jika ditinjau dari performa historis, Ethereum masih menunjukkan kombinasi antara pemulihan jangka pendek dan tekanan jangka menengah:

  • 7 hari terakhir: +2,11%
  • 30 hari: +6,25%
  • 60 hari: -22,90%
  • 90 hari: -27,78%

Data ini menegaskan bahwa meskipun ETH berhasil mencatatkan kenaikan dalam sepekan dan sebulan terakhir, tekanan dari koreksi sebelumnya masih cukup dominan dalam struktur tren jangka menengah.

Posisi Ethereum di Pasar Kripto

Ethereum saat ini memiliki pasokan beredar sebesar 120,69 juta ETH, tanpa batas maksimum pasokan.

Dengan demikian, valuasi ETH sangat bergantung pada permintaan penggunaan jaringan, termasuk aktivitas DeFi, NFT, dan aplikasi Web3 lainnya.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) ETH tercatat sekitar $361,49 miliar, mencerminkan valuasi yang relatif stabil seiring dengan pasokan beredar saat ini.

Jarak dari Rekor Tertinggi dan Level Kunci

Ethereum masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73. Jarak ini menunjukkan ruang pemulihan yang besar, tetapi juga menandakan bahwa pasar masih membutuhkan katalis kuat untuk mendorong reli jangka panjang.

Dalam jangka pendek, area $3.050–$3.100 berperan sebagai resistance terdekat, sementara $2.950–$3.000 menjadi zona support utama yang harus dipertahankan agar tekanan jual tidak semakin dalam.

Prospek Jangka Pendek ETH

Koreksi harga ETH hari ini lebih mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek, bukan sinyal pembalikan tren besar.

Selama Ethereum mampu bertahan di atas area support psikologis $3.000, peluang konsolidasi positif masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan ETH menembus support tersebut secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan ke area yang lebih rendah perlu diwaspadai.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Menguat 1,7% ke $3.025, Bangkit dari Tekanan

Harga Ethereum hari ini yang turun ke $2.992 menunjukkan bahwa ETH masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang cukup tinggi.

Meski terkoreksi, struktur pasar secara keseluruhan masih relatif stabil, didukung oleh volume perdagangan yang aktif dan posisi dominan Ethereum di pasar kripto.

Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk mencermati reaksi harga di sekitar level $3.000, pergerakan volume, serta sentimen pasar global sebagai penentu arah ETH selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Menguat 1,7% ke $3.025, Bangkit dari Tekanan

Harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan penguatan moderat di tengah kondisi pasar kripto yang masih berfluktuasi.

Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level $3.025,93 per ETH, mencatat kenaikan 1,7% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini menjadi sinyal positif setelah Ethereum mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $365,22 miliar, Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia, tepat di bawah Bitcoin.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Naik ke $2.978, Momentum Rebound?

Pergerakan Harga ETH 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Ethereum bergerak dalam rentang $2.945,39 (terendah) hingga $3.056,98 (tertinggi).

Pergerakan ini menunjukkan adanya upaya pembeli untuk mempertahankan harga di atas level psikologis $3.000, yang kini kembali menjadi area krusial bagi arah jangka pendek ETH.

Kenaikan harian sebesar $50,47 menandakan adanya dorongan beli yang cukup konsisten, meskipun tekanan jual masih muncul di area atas.

Hal ini tercermin dari perubahan harga satu jam terakhir yang turun tipis -0,23%, mengindikasikan aksi ambil untung jangka pendek.

Kinerja Ethereum dalam Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditinjau dari beberapa periode waktu, performa ETH menunjukkan kontras antara pemulihan jangka pendek dan tekanan jangka menengah:

  • 24 jam: +1,7%
  • 30 hari: +9,67%
  • 7 hari: -3,26%
  • 60 hari: -22,01%
  • 90 hari: -28,07%

Data ini menegaskan bahwa meskipun Ethereum berhasil mencatatkan kenaikan hampir 10% dalam sebulan terakhir, tren jangka menengahnya masih berada dalam fase koreksi.

Tekanan yang terjadi selama 60 hingga 90 hari terakhir mencerminkan pelemahan sentimen pasar altcoin secara umum.

Aktivitas Pasar dan Likuiditas

Dari sisi likuiditas, volume perdagangan ETH dalam 24 jam tercatat sebesar $14,84 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang relatif stabil namun belum agresif.

Volume ini menandakan bahwa investor masih bersikap selektif, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum meningkatkan eksposur.

Ethereum memiliki pasokan beredar sebesar 120,70 juta ETH, tanpa batas maksimum pasokan.

Dengan struktur pasokan ini, valuasi Ethereum sangat bergantung pada tingkat adopsi jaringan, aktivitas DeFi, NFT, serta permintaan terhadap penggunaan ETH sebagai bahan bakar transaksi (gas fee).

Jarak dari Rekor Tertinggi Ethereum

Saat ini, ETH masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73.

Selisih harga ini menunjukkan bahwa Ethereum masih memiliki ruang pemulihan yang cukup besar, namun juga menegaskan bahwa dibutuhkan katalis fundamental dan sentimen makro yang lebih kuat untuk mendorong reli berkelanjutan.

Secara teknikal, area $3.050–$3.100 menjadi zona resistance terdekat, sementara $2.950–$3.000 berperan sebagai support penting dalam jangka pendek.

Sentimen Pasar dan Prospek ETH

Penguatan harga ETH hari ini mencerminkan upaya stabilisasi setelah tekanan berkepanjangan.

Namun, penurunan -3,26% dalam tujuh hari terakhir menunjukkan bahwa kepercayaan pasar belum sepenuhnya pulih.

Sebagai tulang punggung ekosistem smart contract, Ethereum tetap menjadi pusat aktivitas DeFi dan Web3.

Oleh karena itu, pergerakan harga ETH tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh dinamika penggunaan jaringan dan kondisi pasar kripto global.

Baca Juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

Harga Ethereum hari ini yang naik 1,7% ke $3.025 memberikan sinyal pemulihan jangka pendek, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka menengah.

Dengan volume perdagangan yang stabil dan posisi dominan di pasar kripto, ETH masih menjadi aset utama yang dipantau investor.

Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk mencermati reaksi harga di atas $3.000, pergerakan volume, serta sentimen pasar global.

Selama ETH mampu bertahan di area support kunci, peluang konsolidasi positif tetap terbuka, meski volatilitas masih akan menjadi tantangan utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dalam Momentum 1971, Apa Maksudnya?

Tom Lee, seorang analis keuangan yang cukup terkenal di Wall Street dan kini ikut berkecimpung di dalam industri kripto dengan menjadi Chairman BitMine Immersion Technologies Inc. menjadi sorotan di kalangan investor kripto setelah pernyataannya yang membandingkan Ethereum (ETH) dengan momen bersejarah tahun 1971.

Pernyataan ini ia lontarkan di Binance Blockchain Week 2025, di mana Lee menekankan bahwa Ethereum sedang memasuki fase transformasional yang mirip dengan“Nixon Shock”, yakni fase ketika Presiden Richard Nixon menghentikan konvertibilitas dolar AS ke emas pada 15 Agustus 1971.

Guna memahami maksud Tom Lee tentang  bagaimana kaitan momentum 1971 dengan Ethereum, mari kita bedah latar belakang sejarah pada tahun 1971 yuk!

Maksud dari Ethereum Ethereum Dalam Momentum 1971

Tahun 1971 dikenal sebagai tahun yang menandai berakhirnya sistem Bretton Woods (1944–1971), sebuah mekanisme yang menetapkan bahwa Dolar AS dijamin dapat dikonversi menjadi emas dengan harga tetap, yaitu USD 35 per ons.

Sejak konvertibilitas itu dibatalkan oleh Presiden Richard Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971 (Nixon Shock), Dolar AS yang sebelumnya didukung oleh cadangan emas resmi berubah menjadi mata uang fiat penuh, yakni uang yang nilainya hanya bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran inflasi, namun justru membuka pintu bagi Wall Street untuk berinovasi. Institusi keuangan kemudian menciptakan produk baru seperti derivatif, obligasi, dan instrumen keuangan kompleks guna mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Hasilnya adalah ekspansi ekonomi global, pertumbuhan pesat pasar keuangan, serta semakin kokohnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem finansial internasional.

Lee melihat hal yang sama terjadi di Ethereum sekarang, dimana Ethereum bukan dipandang sebagai “emas digital” seperti Bitcoin, melainkan infrastruktur yang memungkinkan tokenisasi segala aset.

Tom Lee kemudian membandingkan “Nixon Shock” tahun 1971, dengan  regulasi crypto AS tahun 2025 yang sama-sama berpotensi memodernisasi Wall Street, mendorong inovasi keuangan, dan menciptakan kekayaan triliunan di pasar tradisional.

Aturan seperti:

  • GENIUS Act: Undang-undang federal pertama yang mengatur stablecoin (kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan USD), dengan aturan cadangan, penerbit, dan pengawasan. Ini meningkatkan legitimasi dan adopsi.
  • Project Crypto SEC: Inisiatif SEC untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang, isinya seperti aturan tentang self-custody, kapan token dianggap sekuritas atau bukan), dan mendorong inovasi seperti tokenisasi saham/obligasi.

Perubahan aturan seperti di atas dipandang mampu memberikan kejelasan regulasi, mengurangi ketidakpastian, dan mendorong institusi besar yang dulu hanya bermain di Wall Street untuk mulai masuk ke dalam kripto.

Tom Lee melihat potensi hal tersebut dapat memicu “supercycle” di mana Ethereum sebagai proyek smart contract terdepan, dapat diuntungkan sebab Ethereum akan menjadi platform blockchain utama yang banyak digunakan ketika adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset—RWA) menjadi new normal sama seperti uang fiat setelah era Nixon.

Tokenisasi (RWA) sendiri adalah proses mengubah aset fisik atau tradisional menjadi token digital di blockchain, memungkinkan perdagangan 24/7, likuiditas, dan akses global tanpa intermediary. 

Lee menyoroti bahwa sebagian besar infrastruktur RWA saat ini dibangun di Ethereum, termasuk Layer 2 seperti Polygon atau Optimism, yang mendominasi sekitar 70% pasar RWA. 

Ini termasuk tokenisasi saham, obligasi, real estate, dan bahkan dolar AS melalui stablecoins seperti USDT atau USDC. Institusi besar seperti Mastercard, Ripple, dan TON Blockchain telah menyatakan komitmen mereka untuk membangun di Ethereum, dengan pertumbuhan stablecoins mencapai 20-30% per tahun untuk remitansi, treasury, dan settlement lintas batas.

Lee percaya bahwa kedepannya adopsi tokenisasi akan meledak hingga 200x. Alasan utamanya adalah adanya regulasi yang mendukung, seperti GENIUS Act dan Project Crypto dari SEC yang sebelumnya telah dijelaskan di atas, karena dapat memudahkan migrasi aset ke blockchain. 

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Target Harga: Ethereum Bisa Tembus $62.000

Tom Lee memperkirakan ETH bisa mencapai $62.000 dalam beberapa bulan jika rasio ETH/BTC naik ke 0,25 dengan asumsi BTC mencapai $250.000. Jika hanya kembali ke rata-rata historis delapan tahun, ETH bisa ke $12.000.

Saat ini, ETH di sekitar $3.000 dianggap “grossly undervalued” karena telah keluar dari pola sideways lima tahun. BitMine, perusahaan yang dipimpin Lee sendiri telah mengakumulasi 1,52 juta ETH (sekitar 1,3% suplai total) senilai $6,6 miliar, menjadikannya pemegang treasury ETH terbesar dunia, mereka bertujuan setidaknya menguasai 5% suplai ETH untuk staking dan DeFi.

Secara keseluruhan, apa yang dimaksud Tom Lee dengan Ethereum dalam momentum 1971 adalah momen dimana Ethereum bukan lagi dianggap sebagai altcoin biasa, tapi aset strategis untuk era tokenisasi.

Bagi investor Indonesia, dengan regulasi pemerintah yang mendukung adopsi aset kripto, Ethereum bisa jadi salah satu aset yang dapat kamu pertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio. Selain karena menjadi aset yang konsisten duduk sebagai aset kedua terbesar setelah Bitcoin dari segi kapitalisasi pasar, potensi adopsi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) juga semakin lebar.

Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki aset kripto Ethereum—di Tokocrypto kamu bisa beli dengan deposit hanya mulai dari Rp50.000 lho! Dapatkan juga potongan biaya trading sampai dengan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO registrasi. Download dan daftar aplikasinya di sini!

Baca juga: Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sumber:

YahooFinance: Tom Lee Claims Ethereum Will Hit $62,000 in Next Few Months, Ramps up Bitcoin Call to $250,000. Diakses 15 Desember 2025

Bezinga: Tom Lee Calls Ethereum A 1971-Style Gold Moment As ETH Hits New All-Time High, Says ‘Very High Probability’ Of Flipping Bitcoin. Diakses 15 Desember 2025



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ETH Melemah ke $2.973, Masih Tertekan Meski Naik 6% Bulanan

Harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan pelemahan tipis setelah gagal mempertahankan momentum penguatan sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, harga ETH berada di level $2.973,39 per ETH, turun sekitar 0,37% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah pasar kripto yang cenderung berhati-hati, dengan volume perdagangan yang ikut menyusut.

Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini tercatat sebesar $358,87 miliar USD, menempatkannya tetap kokoh di posisi kedua sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Namun, penurunan harga harian dan volume yang rendah menjadi sinyal bahwa minat beli jangka pendek masih terbatas.

Baca Juga: Ethereum Kembali Turun, Harga ETH Kehilangan 3% dalam Sehari

Pergerakan Harga ETH dalam 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, ETH bergerak dalam rentang yang relatif sempit, dengan harga terendah di $2.962,17 dan tertinggi di $2.991,33.

Level psikologis $3.000 kembali menjadi area resistance yang sulit ditembus.

Volume perdagangan Ethereum tercatat sekitar $7,55 miliar USD, jauh lebih rendah dibandingkan periode volatilitas tinggi sebelumnya.

Rendahnya volume ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi arah tren sebelum kembali melakukan transaksi dalam jumlah besar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja ETH dalam Berbagai Periode Waktu

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, pergerakan harga Ethereum menunjukkan gambaran yang beragam.

Dalam 30 hari terakhir, harga ETH masih mencatatkan kenaikan sekitar 6,13%, menandakan adanya pemulihan jangka pendek setelah tekanan yang cukup dalam.

Namun, kinerja jangka menengah hingga panjang masih berada di bawah tekanan.

Dalam 60 hari terakhir, ETH tercatat turun sekitar 23,04%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 30,64%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tren besar Ethereum masih belum sepenuhnya pulih, meski sempat terjadi rebound dalam beberapa pekan terakhir.

Harga ETH juga masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73, yang menjadi tantangan besar bagi investor bullish dalam jangka panjang.

Tekanan Volume dan Sentimen Investor

Penurunan volume perdagangan menjadi salah satu faktor utama yang membatasi pergerakan harga ETH saat ini.

Dengan volume harian yang relatif rendah, setiap tekanan jual kecil dapat dengan mudah menekan harga.

Sentimen investor juga terlihat cenderung defensif, tercermin dari penurunan harga 4,49% dalam tujuh hari terakhir.

Banyak trader memilih untuk mengamankan posisi atau menunggu di pinggir pasar, terutama menjelang ketidakpastian kondisi makroekonomi global dan arah kebijakan moneter.

Fundamental Ethereum Masih Kuat

Di balik tekanan harga jangka pendek, fundamental Ethereum tetap dinilai solid.

Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 120,70 juta ETH, Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem DeFi, NFT, dan Web3.

Tidak adanya batas maksimum pasokan memang menjadi perbedaan utama dibandingkan Bitcoin, namun mekanisme burning melalui EIP-1559 terus berperan dalam mengurangi tekanan inflasi.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh Ethereum berada di level $358,80 miliar USD, relatif seimbang dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, area $2.950–$2.960 menjadi zona support penting bagi Ethereum. Jika level ini berhasil dipertahankan, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

Sebaliknya, penembusan ke bawah area tersebut berpotensi membawa ETH menguji level support yang lebih rendah.

Di sisi atas, area $3.000–$3.050 tetap menjadi resistance kuat yang perlu ditembus untuk mengembalikan sentimen bullish jangka pendek.

Baca Juga: Harga ETH Hari Ini Naik 3%, Ethereum Bangkit Usai Tekanan Tajam

Harga ETH hari ini menunjukkan fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah, dipengaruhi oleh volume perdagangan yang rendah dan sentimen pasar yang masih berhati-hati.

Meski Ethereum masih mencatatkan kenaikan bulanan, tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi fase akumulasi bertahap dengan manajemen risiko yang disiplin.

Sementara bagi trader jangka pendek, volatilitas Ethereum masih menawarkan peluang, namun arah pergerakan harga perlu dipantau secara ketat.

Ethereum tetap memiliki fundamental kuat, tetapi dalam jangka dekat, pasar tampaknya masih membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk mendorong ETH kembali ke tren naik yang berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Naik ke $2.978, Momentum Rebound?

Analisa harga ETH hari ini menunjukkan Ethereum (ETH) mencatatkan penguatan moderat dalam 24 jam terakhir.

Harga Ethereum saat ini berada di level $2.978,91 per ETH, naik sekitar 1,05% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini sejalan dengan perbaikan sentimen pasar kripto secara umum, meskipun tekanan koreksi dalam jangka menengah masih membayangi pergerakan ETH.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $359,54 miliar USD, Ethereum tetap menempati posisi kedua sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Pergerakan ETH masih menjadi indikator penting bagi pasar altcoin, mengingat perannya sebagai tulang punggung ekosistem DeFi, NFT, dan aplikasi Web3.

Baca Juga: Ethereum Kembali Turun, Harga ETH Kehilangan 3% dalam Sehari

Pergerakan Harga Ethereum 24 Jam Terakhir

Dalam rentang 24 jam terakhir, harga ETH bergerak di kisaran $2.937,68 hingga $3.014,61. Area $3.000 kembali menjadi level psikologis penting yang diuji oleh pasar.

Meski sempat menembus level tersebut, ETH belum mampu bertahan stabil di atasnya, menandakan adanya tekanan jual dari trader jangka pendek.

Volume perdagangan Ethereum tercatat sebesar $19,75 miliar USD dalam 24 jam terakhir.

Angka ini mencerminkan aktivitas pasar yang cukup sehat, meski masih lebih rendah dibandingkan volume pada fase bullish sebelumnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan harga saat ini lebih bersifat teknikal dibandingkan didorong oleh katalis fundamental besar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja ETH dalam Perspektif Jangka Menengah

Jika ditinjau dari performa historis, Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi cenderung bearish.

Dalam 30 hari terakhir, ETH terkoreksi sekitar 1,9%, sementara dalam 60 hari, penurunan semakin dalam hingga 23,46%. Bahkan dalam rentang 90 hari, harga Ethereum tercatat turun sekitar 33,45%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski terjadi kenaikan harian, tren jangka menengah Ethereum masih belum sepenuhnya pulih.

Harga ETH juga masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73, yang menjadi target ambisius bagi investor bullish dalam jangka panjang.

Data Pasar dan Fundamental Ethereum

Dari sisi pasokan, jumlah Ethereum yang beredar saat ini mencapai 120,70 juta ETH. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas pasokan maksimum, sehingga dinamika suplai ETH sangat dipengaruhi oleh mekanisme burning melalui EIP-1559 serta aktivitas jaringan.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Ethereum berada di level $359,85 miliar USD, relatif seimbang dengan kapitalisasi pasar saat ini. Ini menandakan bahwa risiko dilusi pasokan dinilai cukup terkendali oleh pasar.

Volume perdagangan 24 jam sebesar $19,67 miliar USD juga menunjukkan likuiditas ETH masih solid, menjadikannya salah satu aset kripto paling aktif diperdagangkan secara global.

Sentimen Pasar dan Indikator Jangka Pendek

Kenaikan harga ETH hari ini memberikan sinyal pemulihan jangka pendek, terutama setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, penurunan sebesar 3,67% dalam tujuh hari terakhir mengindikasikan bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, serta perkembangan ekosistem Ethereum, termasuk aktivitas DeFi dan staking.

Selama ETH belum mampu bertahan konsisten di atas level $3.000, potensi volatilitas masih akan tinggi.

Baca Juga: Harga ETH Hari Ini Naik 3%, Ethereum Bangkit Usai Tekanan Tajam

Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Analisa harga ETH hari ini menunjukkan Ethereum sedang berupaya membangun momentum pemulihan setelah koreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Area $2.930–$2.950 menjadi zona support penting yang perlu dipertahankan, sementara $3.000–$3.050 menjadi resistance kunci dalam jangka pendek.

Bagi investor jangka panjang, kondisi saat ini dapat menjadi fase akumulasi bertahap dengan manajemen risiko yang disiplin.

Sementara bagi trader, volatilitas Ethereum masih menawarkan peluang, namun tetap dibarengi risiko yang tinggi.

Ethereum tetap memiliki fundamental kuat sebagai tulang punggung inovasi blockchain, namun arah pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kekuatan sentimen pasar dan arus modal yang masuk ke sektor kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ETH Hari Ini Naik 3%, Ethereum Bangkit Usai Tekanan Tajam

Harga ETH hari ini menunjukkan pergerakan positif setelah Ethereum berhasil mencatatkan penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga Ethereum (ETH) berada di kisaran $2.921,64 per ETH, atau naik sekitar 3,23% dalam sehari.

Kenaikan ini menjadi angin segar bagi pasar setelah ETH mengalami tekanan cukup dalam selama beberapa pekan terakhir.

Saat ini, kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sebesar $352,63 miliar USD, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam mencapai $32,07 miliar USD, mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi dan minat beli dari pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Stabil di $2.937, Tapi Pasar Masih Tertekan

Pergerakan Harga Ethereum dalam 24 Jam Terakhir

Dalam rentang perdagangan harian, Ethereum bergerak di antara $2.777,12 sebagai level terendah dan $2.994,55 sebagai level tertinggi.

Kenaikan harga yang cukup agresif ini menandakan adanya respons positif pasar setelah ETH sempat tertekan hingga mendekati area support psikologis $2.800.

Dari sisi pergerakan jangka sangat pendek, harga ETH naik 2,41% dalam satu jam terakhir, menunjukkan adanya dorongan beli yang kuat secara intraday.

Namun, meskipun terjadi pemulihan harian, ETH masih mencatatkan penurunan 10,57% dalam tujuh hari terakhir, menandakan bahwa volatilitas masih cukup tinggi.

Tekanan Masih Terlihat dalam Jangka Menengah

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Ethereum masih berada dalam fase koreksi.

Dalam 30 hari terakhir, ETH mengalami penurunan sekitar 5,68%, sementara dalam 60 hari, koreksi semakin dalam hingga 27,86%. Bahkan dalam 90 hari terakhir, harga Ethereum tercatat turun hampir 35%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa reli harian yang terjadi saat ini masih bersifat rebound teknikal, bukan konfirmasi pembalikan tren jangka menengah secara penuh.

Meski demikian, rebound seperti ini sering kali menjadi fase awal sebelum pasar menentukan arah berikutnya, terutama jika didukung oleh volume yang kuat.

Sebagai perbandingan, rekor tertinggi Ethereum sepanjang masa berada di level $4.953,73.

Jarak yang cukup jauh dari level tersebut menandakan bahwa ETH masih memiliki ruang pemulihan yang besar apabila sentimen pasar kembali membaik.

Fundamental Ethereum Tetap Menjadi Daya Tarik

Di balik fluktuasi harga, fundamental Ethereum tetap menjadi salah satu yang terkuat di industri kripto.

Sirkulasi pasokan ETH saat ini berada di angka 120,70 juta ETH, dengan mekanisme suplai yang dinamis seiring pembaruan jaringan dan aktivitas on-chain.

Ethereum terus menjadi tulang punggung bagi berbagai sektor kripto, mulai dari DeFi, NFT, Web3, hingga aplikasi berbasis smart contract.

Aktivitas jaringan yang tinggi secara historis sering kali menjadi faktor pendukung harga dalam jangka panjang, meski dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan pergerakan Bitcoin.

Level Penting yang Perlu Dicermati

Secara teknikal, area $2.800–$2.850 kini menjadi support kunci bagi Ethereum. Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan menembus support tersebut, ETH berpotensi kembali melemah.

Di sisi atas, zona resistance berada di kisaran harga $3.000, yang sebelumnya menjadi batas psikologis penting.

Penembusan di atas level ini, terutama jika disertai volume besar, dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut menuju area yang lebih tinggi.

Baca Juga: Ethereum Kembali Turun, Harga ETH Kehilangan 3% dalam Sehari

Harga ETH hari ini mencatatkan penguatan signifikan dengan kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir, didukung oleh volume perdagangan yang meningkat.

Meski demikian, tekanan jangka menengah masih membayangi Ethereum, seiring koreksi yang terjadi dalam rentang 30 hingga 90 hari.

Dengan fundamental jaringan yang tetap kuat dan peran strategis Ethereum di ekosistem kripto, pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan ETH mempertahankan level support dan menembus resistance utama di tengah volatilitas pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Foundation Kunci Rp1,5 Triliun ETH: Sinyal Bullish Dimulai?

Ethereum Foundation (EF) kembali menjadi sorotan setelah melakukan staking besar-besaran hampir senilai US$100 juta dalam bentuk ETH dalam waktu 24 jam terakhir. Langkah ini menandai perubahan strategi signifikan dari kebiasaan lama mereka yang sering menjual ETH untuk mendanai operasional.

Berdasarkan data on-chain, pada 3 April, EF menyetor sekitar 45.034 ETH atau senilai kurang lebih US$93 juta ke dalam Beacon Deposit Contract. Transaksi ini dilakukan secara bertahap dalam batch sebesar 2.047 ETH.

Sebelumnya, EF juga telah melakukan staking sebesar 22.500 ETH di awal pekan, sehingga total ETH yang di-stake kini mencapai sekitar 69.500 ETH atau setara US$143 juta.

Perubahan Strategi: Dari Jual ke Stake

Dikutip BeInCrypto, selama bertahun-tahun, Ethereum Foundation dikenal sering menjual ETH dari treasury mereka untuk membiayai riset, grant, dan pengembangan ekosistem. Praktik ini kerap menjadi perhatian pasar, bahkan dianggap sebagai sinyal bahwa harga ETH sudah berada di puncak lokal.

Kini, dengan beralih ke strategi staking, EF tidak lagi menjadi sumber tekanan jual di pasar. Sebaliknya, mereka justru berperan sebagai validator dalam jaringan Ethereum, yang berarti ikut mengamankan jaringan sekaligus memperoleh imbal hasil dari staking.

Dengan estimasi yield sekitar 2,7% per tahun, staking ini berpotensi menghasilkan sekitar US$4 juta pendapatan tahunan yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan ekosistem tanpa harus menjual aset.

Baca juga: Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

Sejalan dengan Tren Institusional

Langkah Ethereum Foundation ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan institusi. Sejumlah perusahaan besar seperti Bitmine telah lebih dulu melakukan staking dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset kripto mereka.

Saat ini, sekitar 38,5 juta ETH atau sekitar 30% dari total suplai yang beredar telah di-stake dalam jaringan Ethereum. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap model staking sebagai sumber pendapatan sekaligus mekanisme keamanan jaringan.

Namun demikian, strategi ini juga memiliki risiko, termasuk potensi penalti (slashing) jika validator tidak beroperasi sesuai aturan jaringan.

Dukung Stabilitas Harga ETH

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah Ethereum Foundation ini merupakan sinyal positif bagi pasar, terutama dari sisi sentimen jangka panjang. Dengan beralih dari penjual menjadi validator, EF secara tidak langsung mengurangi tekanan suplai di pasar, yang dapat mendukung stabilitas harga ETH.

Selain itu, strategi ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap keberlanjutan ekosistem Ethereum. Ketika institusi utama dalam ekosistem memilih untuk “mengunci” asetnya, hal ini dapat meningkatkan persepsi nilai dan kepercayaan investor.

Dari sisi fundamental, peningkatan jumlah ETH yang di-stake juga memperkuat keamanan jaringan sekaligus mengurangi suplai likuid di pasar. Dalam kondisi permintaan yang stabil atau meningkat, hal ini berpotensi memberikan dorongan positif terhadap harga.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga mencatat bahwa dampak jangka pendek terhadap harga mungkin tidak langsung terlihat, karena pergerakan ETH masih dipengaruhi oleh faktor makro seperti kebijakan suku bunga dan kondisi pasar global.

Keputusan Ethereum Foundation untuk melakukan staking dalam jumlah besar menandai perubahan penting dalam strategi pengelolaan aset mereka. Dari yang sebelumnya sering menjual, kini EF beralih menjadi bagian aktif dalam ekosistem melalui staking.

Langkah ini tidak hanya mengurangi tekanan jual, tetapi juga memperkuat fondasi jaringan Ethereum. Bagi pasar, ini menjadi sinyal bahwa pemain utama di balik Ethereum memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan jangka panjang aset tersebut.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitmine Borong Rp1,3 Triliun ETH: Strategi Buy the Dip Terbukti Jitu?

Perusahaan Ethereum Treasury, Bitmine, kembali menarik perhatian pasar setelah diduga menambah 40.000 ETH atau senilai sekitar USD 82 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Langkah ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih berada dalam tekanan akibat ketidakpastian global, termasuk konflik AS-Iran yang belum mereda.

Data dari platform analitik on-chain Lookonchain, mengacu pada Arkham, menunjukkan adanya transaksi besar yang kemungkinan berasal dari Bitmine. Aksi ini melanjutkan strategi agresif perusahaan dalam mengakumulasi Ethereum, hanya beberapa hari setelah pembelian besar sebelumnya.

Sebelumnya, Bitmine yang dipimpin oleh Tom Lee telah membeli 71.179 ETH dalam satu minggu, sehingga total kepemilikannya kini mencapai lebih dari 4,7 juta ETH. Angka ini setara hampir 4% dari total suplai Ethereum secara global, mendekati target ambisius mereka yang disebut “Alchemy of 5%” untuk menguasai 5% suplai ETH.

Strategi Agresif di Tengah Tekanan Pasar

Menariknya, langkah akumulasi ini dilakukan saat Bitmine masih mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) yang cukup besar. Berdasarkan data DropsTab, perusahaan mengalami potensi kerugian sekitar USD 7,6 miliar, dengan rata-rata harga beli di kisaran USD 3.271 per ETH.

Dikutip Coingape, tekanan ini turut berdampak pada saham Bitmine (BMNR) yang turun lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan. Meski demikian, saham tersebut mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan lebih dari 2% dalam sepekan terakhir, sejalan dengan kenaikan harga Ethereum yang naik sekitar 3% dalam periode yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mulai merespons positif strategi akumulasi jangka panjang yang dilakukan Bitmine, meskipun risiko jangka pendek masih cukup tinggi.

Baca juga: Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

Alasan di Balik Strategi “Buy the Dip

Tom Lee menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap membeli di tengah kondisi pasar saat ini didasarkan pada keyakinan terhadap ketahanan ekonomi Amerika Serikat, bahkan jika harga minyak naik hingga USD 120 per barel akibat konflik geopolitik.

Ia menambahkan bahwa jika disesuaikan dengan inflasi, harga minyak saat ini masih lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Sebagai perbandingan, harga minyak mencapai USD 144 per barel pada Juli 2008. Namun dengan inflasi yang telah meningkat sekitar 53% sejak saat itu, harga tersebut setara dengan sekitar USD 220 dalam kondisi saat ini.

Selain itu, Lee juga menyoroti bahwa Bitcoin dan Ethereum menunjukkan ketahanan relatif selama konflik AS-Iran berlangsung. Sejak perang dimulai pada akhir Februari, kedua aset kripto tersebut tidak mencetak level terendah baru, yang menandakan adanya support kuat dari investor.

Keyakinan Kuat ETH

Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan Bitmine mencerminkan pendekatan institusional jangka panjang terhadap aset kripto, khususnya Ethereum. Aksi akumulasi di tengah penurunan harga menunjukkan keyakinan kuat terhadap fundamental ETH sebagai infrastruktur utama ekosistem Web3.

Namun demikian, langkah ini juga mengandung risiko signifikan, terutama karena posisi Bitmine saat ini masih berada dalam kondisi kerugian belum terealisasi yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi “buy the dip” tidak selalu memberikan hasil instan, melainkan membutuhkan horizon investasi yang panjang dan manajemen risiko yang matang.

Dari sisi makro, konflik geopolitik dan potensi kenaikan harga energi tetap menjadi faktor utama yang dapat memicu volatilitas pasar. Jika tekanan inflasi meningkat, hal ini bisa berdampak pada kebijakan suku bunga global, yang secara historis berpengaruh terhadap pergerakan aset kripto.

Meski begitu, akumulasi besar oleh institusi seperti Bitmine juga dapat menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Ethereum. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin akan terbentuk support kuat yang membantu menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.

Langkah Bitmine menambah puluhan ribu ETH di tengah kondisi pasar yang belum stabil menunjukkan strategi agresif yang berfokus pada jangka panjang. Dengan keyakinan terhadap fundamental Ethereum dan ketahanan ekonomi global, pendekatan “buy the dip” kembali diuji dalam kondisi pasar yang penuh tekanan.

Bagi investor, situasi ini menjadi pengingat bahwa volatilitas adalah bagian dari siklus pasar, dan keputusan investasi perlu mempertimbangkan baik faktor fundamental maupun kondisi makro yang terus berkembang.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kanada Usulkan Larangan Donasi Kripto untuk Politik

Pemerintah Kanada tengah mengusulkan kebijakan kontroversial yang berpotensi mengubah lanskap penggunaan kripto dalam politik.

Melalui Bill C-25, otoritas federal ingin melarang donasi kripto untuk berbagai entitas politik, mulai dari partai, kandidat, hingga pihak ketiga dalam kampanye pemilu.

Langkah ini diambil dengan alasan utama bahwa aset kripto dinilai sulit dilacak dan berpotensi dimanfaatkan untuk intervensi asing dalam proses demokrasi.

Baca Juga: Stablecoin Lokal Pertama Kanada Siap Meluncur 2026!

Larangan Menyeluruh untuk Donasi Kripto

Dalam proposal tersebut, larangan tidak hanya berlaku untuk partai politik, tetapi juga mencakup kandidat individu, asosiasi riding (struktur lokal partai), kontestan kepemimpinan partai, dan third-party election advertisers.

Dengan cakupan yang luas, kebijakan ini secara efektif akan menutup seluruh jalur penggunaan kripto sebagai alat pendanaan politik di Kanada.

Pemerintah berargumen bahwa transparansi dalam pendanaan politik sangat penting, sementara karakteristik kripto, terutama dalam aspek anonimitas, menjadi tantangan besar dalam pengawasan.

Sanksi Ketat bagi Pelanggaran

Tidak hanya melarang, Bill C-25 juga memperkenalkan sanksi yang cukup keras bagi pelanggaran aturan ini.

Penerima donasi kripto diwajibkan untuk mengambil tindakan dalam waktu 30 hari, dengan memilih opsi untuk mengembalikan dana kepada pengirim, menghancurkan aset kripto tersebut, atau menyetorkan dana ke Receiver General (otoritas keuangan negara).

Jika tidak dipatuhi, pelanggar dapat dikenakan denda administratif hingga dua kali nilai donasi. Selain itu, hukuman maksimum juga ditingkatkan secara signifikan untuk memberikan efek jera.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah Kanada tidak hanya ingin membatasi, tetapi juga secara aktif mencegah penggunaan kripto dalam sistem politik.

Risiko Intervensi Asing

Sebagaimana dikutip dari The Block, salah satu kekhawatiran terbesar di balik kebijakan ini adalah potensi penggunaan kripto untuk mendanai aktivitas politik oleh pihak asing.

Karena transaksi kripto dapat dilakukan lintas negara dengan relatif mudah dan dalam beberapa kasus sulit dilacak, pemerintah melihat ini sebagai celah yang dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi hasil pemilu.

Dengan melarang donasi kripto, Kanada berharap dapat memperkuat integritas sistem pemilu dan mencegah potensi manipulasi eksternal.

Regulasi Defensif

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini lebih didorong oleh kekhawatiran negara dibandingkan dorongan inovasi.

“Ini jelas regulasi defensif yang lahir dari paranoia negara terhadap anonimitas politik, bukan dari semangat inovasi. Kalau Kanada dan Inggris sama-sama mulai menutup jalur donasi kripto, ruang penggunaan aset digital di ranah politik bisa cepat menyempit di negara demokrasi maju lainnya,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa regulasi serupa dapat menyebar ke negara lain, terutama di kawasan dengan sistem demokrasi yang kuat.

Dampak ke Industri Kripto

Larangan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap persepsi penggunaan kripto di sektor publik.

Di satu sisi, kebijakan ini dapat memperkuat narasi bahwa kripto masih dianggap berisiko dalam konteks transparansi dan keamanan.

Namun di sisi lain, langkah ini juga dapat memicu diskusi lebih luas tentang bagaimana teknologi blockchain sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan transparansi, bukan justru menguranginya.

Jika negara-negara lain mengikuti langkah Kanada, maka penggunaan kripto dalam aktivitas politik global bisa semakin terbatas.

Tren Global Regulasi Ketat

Langkah Kanada juga mencerminkan tren global di mana pemerintah semakin berhati-hati terhadap penggunaan kripto dalam sektor sensitif seperti politik dan keuangan publik.

Negara-negara seperti Inggris juga mulai menunjukkan pendekatan yang lebih ketat terhadap penggunaan aset digital dalam konteks tertentu.

Hal ini menandakan bahwa regulasi kripto tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada stabilitas politik dan keamanan nasional.

Baca Juga: Hakim-Kanada-Tunjuk-Perwakilan-Hukum-untuk-Nasabah-Quadriga-CX.jpg

Usulan larangan donasi kripto di Kanada melalui Bill C-25 menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin serius mengawasi penggunaan aset digital dalam ranah politik.

Meskipun bertujuan menjaga integritas pemilu, kebijakan ini juga berpotensi mempersempit ruang inovasi dan adopsi kripto di sektor publik.

Ke depan, arah regulasi global akan menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana kripto dapat digunakan di luar sektor finansial tradisional, termasuk dalam sistem demokrasi modern.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

Ethereum (ETH) berada di momen krusial setelah mencatat kenaikan tipis 2,93% sepanjang Maret 2026. Jika bertahan, ini akan menjadi bulan hijau pertama sejak Agustus 2025, mengakhiri tren penurunan selama enam bulan berturut-turut yang memangkas lebih dari 50% nilainya.

Namun, dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan ini, tekanan pasar justru meningkat. Pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa peluang Ethereum untuk mempertahankan performa positif masih jauh dari aman.

Paruh kedua Maret mulai menghapus kenaikan

Meskipun awal Maret menunjukkan performa positif, kondisi berubah drastis sejak pertengahan bulan. Pada grafik 4 jam, Ethereum bergerak dalam pola falling channel sejak 16 Maret, saat harga mencapai puncak di $2.380.

Sejak itu, harga turun hingga menyentuh $1.970, atau terkoreksi sekitar 18%. Saat ini, ETH berada di kisaran $2.020 dan masih berada dalam tren penurunan di dalam channel tersebut. Artinya, kenaikan yang terjadi di awal bulan perlahan mulai tergerus.

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan ini menjadi sinyal bahwa momentum bullish mulai melemah, terutama menjelang penutupan bulan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi on-chain, masalah ETH sekarang bukan sekadar harga tertahan, tapi dukungan internalnya mulai menipis.

“Ketika whale mengurangi posisi bersamaan dengan melemahnya dip-buying, pasar kehilangan dua bantalan penting sekaligus dan itu bikin struktur bulan hijau ini terlihat jauh lebih rapuh daripada kelihatannya.

Whale jual, minat beli melemah

Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari pergerakan investor besar. Dalam 48 jam terakhir, whale Ethereum tercatat melepas sekitar 180.000 ETH, menurunkan total kepemilikan dari 122,91 juta menjadi 122,73 juta ETH.

Di saat yang sama, indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan divergensi bearish. Meskipun harga sempat naik, volume pembelian justru menurun sepanjang Maret. Ini menandakan bahwa setiap penurunan harga tidak lagi direspons dengan pembelian yang kuat seperti sebelumnya.

Kombinasi aksi jual whale dan melemahnya minat beli membuat fondasi harga Ethereum semakin rapuh.

Level $1.970 jadi penentu arah

Saat ini, level krusial yang menjadi perhatian adalah area $1.970. Level ini telah menjadi support utama sejak awal Maret.

Jika Ethereum turun dan ditutup di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat. Target penurunan berikutnya berada di $1.910 dan $1.830. Bahkan, jika level $1.830 ditembus, harga bisa melanjutkan koreksi hingga ke area $1.650.

Sebaliknya, untuk meredakan tekanan, ETH perlu kembali naik dan bertahan di atas $2.050. Jika berhasil, target berikutnya adalah area $2.110 yang menjadi batas atas channel saat ini.

Pasar menunggu penentuan akhir bulan

Dengan kondisi saat ini, Ethereum berada di persimpangan penting. Level $1.970 menjadi batas antara keberhasilan mencetak bulan hijau pertama dalam tujuh bulan, atau justru melanjutkan tren penurunan menjadi tujuh bulan berturut-turut.

Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah Ethereum selanjutnya, di tengah tekanan yang masih kuat dari sisi teknikal dan on-chain.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com