Tag Archives: solana

Investor Solana Khawatir setelah Harga Anjlok 40%, Apa Selanjutnya?

Harga Solana (SOL) mengalami penurunan drastis dalam sebulan terakhir, turun hingga 40%. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama karena faktor-faktor seperti ketidakstabilan pasar kripto dan isu internal ekosistem Solana. Namun, apakah SOL masih memiliki potensi untuk bangkit kembali?

Tren Penurunan Harga dan Sentimen Investor

Solana sempat mencapai harga tertinggi tahun ini di angka $264, tetapi sejak itu, harganya turun hampir 50%. Dalam sepekan terakhir, SOL kehilangan 15% nilainya, dan bulan ini turun hingga 40%, menyentuh level terendah dalam empat bulan di $134,69.

Dalam laporan Coingape, saat ini, harga telah sedikit pulih ke $142,39 setelah kenaikan 1,5% dalam 24 jam terakhir. Namun, sentimen investor cenderung pesimis, dengan banyak yang mulai merasa takut akan penurunan lebih lanjut.

Menurut analis kripto Ali Martinez, berdasarkan data dari Glassnode, metrik Laba/Rugi Bersih yang Belum Direalisasi menunjukkan bahwa investor SOL telah beralih dari sentimen optimis menjadi ketakutan. Hal ini juga tercermin dalam volume perdagangan yang turun 18% menjadi $13 miliar.

Beberapa analis melihat peluang keuntungan jangka pendek, tetapi mereka juga mengingatkan bahwa jika harga turun lebih jauh, SOL bisa menuju $80.

Apa yang Menyebabkan Penurunan Harga Solana?

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Turunnya harga SOL tidak hanya disebabkan oleh anjloknya pasar kripto secara keseluruhan, tetapi juga oleh berbagai faktor internal.

Salah satunya adalah maraknya penipuan terkait koin meme yang berbasis Solana, seperti token LIBRA. Fenomena ini semakin meningkat sejak kemunculan platform Pump.Fun, yang mendorong pertumbuhan pesat koin-koin meme bertema Solana.

Sayangnya, intensitas skema pump-and-dump juga ikut melonjak, dan kasus LIBRA menjadi contoh paling mencolok. Akibatnya, kapitalisasi pasar dari koin meme Solana anjlok dari $25 miliar pada Januari menjadi hanya $8,6 miliar.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap ketidakstabilan harga termasuk:

  • Penurunan biaya transaksi (gas fee)
  • Turunnya volume perdagangan di DEX berbasis Solana
  • Menurunnya jumlah alamat aktif

Hal-hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap ekosistem Solana sedang melemah.

Faktor Teknis: Dampak Pembukaan Token

Pada 1 Maret, sebanyak 11,2 juta token SOL akan dibuka (unlocking) sebagai bagian dari rencana distribusi FTX. Hal ini menambah tekanan jual di pasar karena peningkatan pasokan yang bisa memperburuk tren penurunan harga.

Beberapa analis melihat kemungkinan pemulihan harga setelah pembukaan ini, sementara yang lain memprediksi fase konsolidasi lebih lanjut.

Ke Mana Arah Harga SOL Selanjutnya?

Para analis memberikan prediksi yang bervariasi terkait pergerakan harga SOL. Ansem, salah satu analis kripto ternama, menyatakan bahwa kisaran harga $120-$140 adalah level support penting yang harus dipertahankan. Jika harga tetap di atas level ini, ada peluang bagi SOL untuk naik kembali ke level resistance di $170.

Namun, jika harga turun di bawah $120, kemungkinan besar SOL akan menguji level psikologis di $100.

Saat ini, investor Solana tengah menghadapi ketidakpastian besar akibat penurunan harga yang tajam dan tantangan dalam ekosistemnya. Level support kunci berada di kisaran $120-$140, yang akan menentukan apakah SOL bisa kembali naik atau justru turun lebih dalam.

Untuk itu, investor harus tetap waspada, memantau perkembangan pasar, serta melakukan analisis yang matang sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana dalam Sorotan: Sentimen Terendah dan Tantangan di Depan

Sentimen terhadap Solana ($SOL) sedang berada di titik terendah sejak kejatuhan FTX. Dengan lebih dari 11 juta token yang dijadwalkan untuk dilepas ke pasar dan ekosistem yang masih bergejolak akibat skandal $LIBRA, banyak pihak mempertanyakan masa depan Solana.

Lebih dari $1,5 miliar dalam bentuk $SOL tampak siap memasuki pasar. Namun, apakah ketakutan ini benar-benar beralasan, atau hanya sekadar FUD (fear, uncertainty, and doubt) yang berlebihan?

Ancaman Bearish dan Pembukaan Token

Menurut laporan Solanafloor, sepanjang Februari, Solana menjadi sasaran kritik dan pesimisme di media sosial serta komunitas kripto.

Skandal $LIBRA yang belum mereda dan pembukaan aset dari FTX Estate semakin menambah ketidakpastian. Banyak yang berpendapat bahwa ini bisa menjadi pukulan terakhir bagi Solana.

Namun, pembukaan token dalam jumlah besar bukanlah hal baru di dunia kripto. Data dari Messari menunjukkan bahwa pada 1 Maret nanti, sekitar 2,27% dari total kapitalisasi pasar $SOL akan dilepaskan ke peredaran. Sebagai perbandingan, aset kripto lain seperti Sui ($SUI), Ethena ($ENA), dan Aptos ($APT) juga rutin membuka pasokan mereka dalam jumlah besar setiap bulan tanpa dampak signifikan terhadap valuasi mereka.

Berdasarkan data Cryptorank, $SUI membuka sekitar 2,57% dari kapitalisasi pasarnya setiap bulan, tetapi tidak mengalami penurunan nilai yang berarti. Ini menunjukkan bahwa pasar sering kali mampu menyerap suplai tambahan dengan cukup efisien.

Volume Perdagangan Tinggi Jadi Tameng?

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu argumen optimis terhadap Solana adalah volume perdagangannya yang tetap tinggi. Selama tujuh hari terakhir, berdasarkan data dari Messari, volume perdagangan harian $SOL rata-rata mencapai $3,18 miliar. Dengan angka ini, tambahan pasokan $1,5 miliar bisa jadi bukan ancaman besar seperti yang dikhawatirkan.

Namun, realitas di pasar tetap menunjukkan tekanan. Dalam sebulan terakhir, harga $SOL telah turun 45% dan saat ini diperdagangkan di kisaran $139,51. Penurunan ini dipicu oleh kondisi pasar kripto yang lebih luas serta ketidakpastian dari unlock yang akan datang.

Strategi Lindung Nilai dan Efisiensi Pasar

Pasar kripto telah menjadi jauh lebih efisien dibandingkan beberapa tahun lalu. Banyak investor institusional dan pemegang aset terkunci menggunakan strategi lindung nilai untuk mengantisipasi dampak unlock. Dengan melakukan short pada $SOL sebelum unlock terjadi, mereka dapat mengamankan keuntungan dan mengurangi risiko kerugian.

Data dari Ranger Finance menunjukkan bahwa tingkat pendanaan tertimbang OI di pasar berjangka dan perpetual Solana telah berubah menjadi negatif. Ini berarti posisi short sedang menumpuk dengan ekspektasi harga akan turun lebih lanjut setelah unlock terjadi.

Namun, setelah token terkunci dilepaskan, para pemegang posisi short harus membuat keputusan: membeli kembali $SOL untuk menutup posisi mereka atau tetap bertahan dan menghadapi risiko kehilangan potensi keuntungan yang telah dikunci sebelumnya.

Masa Depan Solana: Masih Ada Harapan?

Meskipun banyak yang skeptis, Solana masih memiliki beberapa katalis positif yang bisa menopang pertumbuhan jangka panjangnya. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya minat institusional. Franklin Templeton, perusahaan dengan aset triliunan dolar, baru-baru ini mengajukan permohonan untuk ETF spot Solana, menandakan keyakinan terhadap prospek jangka panjang $SOL.

Di sisi teknis, Solana juga terus mengalami peningkatan. Klien Firedancer dari Jump Crypto semakin mendekati peluncuran, yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan skalabilitas jaringan secara signifikan. Selain itu, Solana masih menjadi salah satu blockchain dengan aktivitas on-chain tertinggi, memiliki lebih banyak transaksi dan akun aktif harian dibandingkan banyak blockchain lainnya.

Meskipun tekanan pasar dan unlock besar yang akan datang menimbulkan ketidakpastian, Solana masih memiliki fundamental yang kuat. Pasar yang lebih efisien, volume perdagangan tinggi, serta dukungan institusional dan pengembangan teknis yang berkelanjutan memberikan alasan untuk tetap optimis.

Seperti halnya aset kripto lainnya, volatilitas adalah bagian dari perjalanan. Bagi investor, memahami dinamika ini adalah kunci untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menghadapi gelombang ketidakpastian di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BONK Rilis Game “Kill-to-Earn”: Integrasi Kripto, NFT, Web3

Meme coin Solana, BONK, yang dikenal karena komunitasnya yang aktif dan sentimen positif, kini melangkah lebih jauh dengan meluncurkan game “kill-to-earn” berbasis blockchain.

Game ini memungkinkan pemain untuk mendapatkan token BONK melalui gameplay, menciptakan pengalaman bermain yang menguntungkan dan menyenangkan.

Evolusi BONK: Dari Meme Coin ke Game Web3

Diluncurkan pada Desember 2022 sebagai airdrop kepada pemegang Solana, BONK dengan cepat menarik perhatian komunitas kripto.

Dengan lebih dari 110 integrasi di berbagai sektor seperti DeFi, pengembang, dan game, BONK telah berkembang dari sekadar meme coin menjadi ekosistem Web3 yang lebih luas.

Peluncuran game “kill-to-earn” ini menandai langkah signifikan dalam evolusi BONK sebagai proyek berbasis komunitas yang lebih serius.

Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

“Kill-to-Earn”: Gameplay dan Mekanisme Penghasilan

Game ini adalah game tembak-menembak orang pertama (FPS) berbasis browser yang mengingatkan pada game klasik seperti Halo dan Quake.

Pemain dapat mengumpulkan token BONK dengan membunuh lawan dan menyelesaikan misi dalam mode deathmatch.

Namun, untuk dapat mengklaim token BONK, pemain harus memiliki skin karakter NFT khusus yang dapat dibeli di pasar sekunder seperti Magic Eden.

Setiap skin NFT BONK memungkinkan pemain untuk mengumpulkan token BONK dari berbagai sumber dalam game.

Misalnya, pemain dapat menemukan bola BONK yang mengambang di peta; mengumpulkannya dapat memberikan hingga 8 juta token BONK langsung ke dompet Solana mereka.

Meskipun nilai setiap token sangat kecil, jumlah yang dikumpulkan dapat signifikan dalam jangka panjang.

Ekosistem BONK: Integrasi dan Kolaborasi

BONK telah membangun ekosistem yang luas melalui berbagai integrasi dan kolaborasi. Selain game “kill-to-earn”, BONK juga terlibat dalam sektor DeFi, NFT, dan pengembangan perangkat lunak.

Dengan lebih dari 110 integrasi, BONK telah membuktikan dirinya sebagai proyek yang tidak hanya mengandalkan hype, tetapi juga berfokus pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.

Peluncuran game ini juga menunjukkan komitmen BONK untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada komunitasnya.

Dengan menggabungkan elemen game dan kripto, BONK menciptakan pengalaman yang menarik dan menguntungkan bagi para pemain dan pemegang tokennya.

Masa Depan BONK dan Game Web3

Peluncuran game “kill-to-earn” ini merupakan langkah awal dari rencana BONK untuk memperluas jangkauannya dalam industri game dan Web3.

Dengan meningkatnya minat terhadap game berbasis blockchain dan play-to-earn, BONK berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan tren ini dan terus berkembang.

Ke depan, BONK berencana untuk meluncurkan lebih banyak game dan fitur yang mendukung ekosistemnya. Dengan fokus pada komunitas dan inovasi, BONK berusaha untuk menjadi pemain utama dalam industri game Web3 dan kripto.

Pergerakan harga Bonk (BONK/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bonk (BONK/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Penurunan Harga Meme Coin: BONK, FLOKI, Fartcoin Kenapa?

BONK telah berhasil mengubah dirinya dari sekadar meme coin menjadi ekosistem Web3 yang dinamis dan inovatif.

Dengan peluncuran game “kill-to-earn” berbasis Solana, BONK tidak hanya menawarkan pengalaman bermain yang menyenangkan, tetapi juga memberikan peluang bagi pemain untuk mendapatkan token kripto melalui gameplay.

Langkah ini menunjukkan komitmen BONK untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada komunitasnya.

Dengan semakin populernya game berbasis blockchain dan play-to-earn, BONK memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi pemain utama dalam industri game Web3 dan kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Attestation Service (SAS): Identitas Terdesentralisasi Web3

Solana Foundation baru-baru ini meluncurkan Solana Attestation Service (SAS), sebuah protokol terbuka dan tanpa izin yang memungkinkan penerbitan, penyimpanan, dan verifikasi kredensial identitas secara on-chain.

SAS dirancang untuk mengatasi tantangan verifikasi identitas di dunia Web3, seperti proses Know Your Customer (KYC) yang rumit dan kontrol akses yang tidak efisien, sambil tetap menjaga privasi pengguna.

Mekanisme Kerja SAS

Menurut laporan Blockworks pada Selasa (3/6), SAS beroperasi melalui tiga peran utama:

  1. Penerbit (Issuer): Entitas seperti penyedia KYC, DAO, atau pemerintah yang membuat dan menandatangani pernyataan (attestation) berdasarkan informasi off-chain.
  2. Pemegang (Holder): Pemilik dompet Solana yang menerima dan menyimpan referensi pernyataan tersebut dalam dompet mereka.
  3. Pemeriksa (Verifier): Aplikasi atau protokol yang memverifikasi keabsahan pernyataan sebelum memberikan akses atau layanan kepada pengguna.

Pernyataan ini disimpan secara on-chain, memungkinkan verifikasi yang cepat dan tanpa perlu mengungkapkan data pribadi pengguna.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Manfaat Utama SAS

  • Privasi Terjaga: Informasi pribadi tidak disimpan secara on-chain, hanya referensi pernyataan yang dapat diverifikasi.
  • Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik: Pengguna hanya perlu melakukan verifikasi sekali dan dapat menggunakan kredensial tersebut di berbagai aplikasi.
  • Terbuka dan Tanpa Izin: Siapa pun dapat membangun dan menggunakan SAS tanpa perlu izin khusus.

Baca Juga: Solana Menguat: Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

Kasus Penggunaan SAS

SAS dapat digunakan dalam berbagai skenario, termasuk:

  • KYC dan Kepatuhan: Memenuhi persyaratan regulasi dengan sekali verifikasi yang dapat digunakan di berbagai platform.
  • Kontrol Akses Berdasarkan Wilayah: Membatasi akses ke aplikasi atau aset berdasarkan yurisdiksi pengguna.
  • Perlindungan terhadap Bot (Sybil Resistance): Membuktikan keunikan pengguna untuk airdrop, tata kelola, atau peluncuran yang adil.
  • Verifikasi Akreditasi: Memvalidasi kelayakan investor untuk platform aset dunia nyata.
  • Sistem Reputasi DAO: Membangun kredensial voting, kontribusi, atau prestasi yang dapat digunakan di berbagai komunitas.

Integrasi dengan Mitra Ekosistem

Beberapa proyek telah mengintegrasikan SAS ke dalam layanan mereka:

  • Civic: Menggunakan SAS untuk menerbitkan kredensial kepatuhan yang dapat digunakan kembali.
  • Solid: Memungkinkan pengguna mengumpulkan “stempel” seperti “pengembang terverifikasi” atau “anggota komunitas pendiri”.
  • RNS.ID: Meluncurkan infrastruktur “Proof” mereka sendiri di SAS.
  • Sumsub: Mengintegrasikan Sumsub ID dengan SAS untuk kredensial identitas digital yang dapat digunakan kembali.

Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Solana Attestation Service (SAS) menghadirkan solusi identitas terdesentralisasi yang menjaga privasi, meningkatkan efisiensi, dan memungkinkan interoperabilitas di ekosistem Web3.

Dengan dukungan dari berbagai mitra dan kasus penggunaan yang luas, SAS berpotensi menjadi standar baru dalam verifikasi identitas digital di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana dan Tren Meme Coin AI: Revolusi atau Spekulasi?

Solana kembali menjadi sorotan dengan kemunculan berbagai proyek kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan platform peluncuran token Pump.fun.

Dilaporkan Decrypt, Fenomena ini menarik perhatian banyak spekulator dan influencer, yang meyakini bahwa kripto—terutama ekosistem Solana—akan berperan besar dalam evolusi AI. Namun, apakah benar Solana menjadi pusat inovasi AI, ataukah ini hanya sekadar tren spekulatif?

Pump.fun: Ekosistem Token Meme di Solana

Pump.fun telah menjadi alat utama bagi siapa saja untuk menciptakan dan meluncurkan token di jaringan Solana dengan mudah.

Alon Cohen, salah satu pendiri Pump.fun, menyebut bahwa platform ini adalah “pasar perhatian terbesar di internet,” di mana siapa pun bisa membangun komunitas berbasis tokenisasi tanpa harus bergantung pada media sosial tradisional.

Salah satu contoh fenomenal adalah Truth Terminal, proyek AI berbasis meme yang melahirkan berbagai koin seperti Goatseus Maximus (GOAT) dan Fartcoin (FARTCOIN). Dengan mekanisme yang cepat dan tanpa hambatan, ekosistem Solana memungkinkan proyek-proyek seperti ini mendapat sorotan besar dalam waktu singkat.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sukses Instan, Jatuh Seketika: Siklus Koin Meme di Solana

Banyak token AI yang diluncurkan di Solana mengalami lonjakan harga drastis sebelum akhirnya jatuh dalam waktu singkat. Contohnya adalah Fartcoin, yang sempat bernilai $22 juta sebelum anjlok karena aksi jual besar-besaran.

Kasus serupa juga terjadi pada DeepSeek (SEEK) dan DeepSeek (DEEPSEEK), dua token berbasis AI yang muncul di Pump.fun. Keduanya sempat mencapai kapitalisasi pasar puluhan juta dolar sebelum jatuh ke bawah $400.000 dalam hitungan hari.

Menurut Dr. Petar Radanliev, peneliti AI dan blockchain dari Universitas Oxford, sebagian besar token AI ini tidak lebih dari sekadar koin meme tanpa nilai nyata. “Ini adalah gelembung spekulatif yang akan meledak di pasar beruang berikutnya,” tegasnya.

Solana dan Masa Depan AI di Dunia Kripto

Meskipun spekulasi besar terjadi, ekosistem Solana tetap menjadi tempat utama bagi inovasi tokenisasi AI. Kecepatan transaksi dan biaya rendah di jaringan ini memungkinkan proyek-proyek baru berkembang lebih cepat dibanding blockchain lain.

Namun, tantangan besar tetap ada. Pump.fun dan platform sejenis juga memungkinkan individu anonim meluncurkan token tanpa hambatan, yang sering kali mengarah pada skema pump-and-dump. Tyler Stockfield, seorang trader kripto, melihat pola ini sebagai “tren berulang yang menguntungkan sekelompok kecil, tetapi merugikan banyak investor.”

Sementara beberapa proyek seperti TruthChain mencoba memanfaatkan AI secara lebih inovatif, tetap saja ekosistem Solana masih dipenuhi dengan spekulasi besar.

Kesimpulan: Apakah Solana Akan Menjadi Pusat AI?

Solana telah membuktikan dirinya sebagai jaringan unggulan dalam dunia tokenisasi AI, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini akan membawa revolusi nyata atau hanya sekadar tren spekulatif.

Sejauh ini, proyek AI besar seperti DeepSeek muncul dari penelitian independen, bukan dari ekosistem kripto.

Jika tren ini berlanjut, masa depan AI di Solana mungkin akan berkembang lebih stabil, tetapi hanya jika model bisnis yang lebih berkelanjutan dapat ditemukan. Untuk saat ini, Solana tetap menjadi pusat perhatian, baik bagi inovator maupun spekulan di dunia kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

Solana (SOL) menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian regulasi terkait ETF (Exchange-Traded Fund) dengan mencatatkan lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan signifikan dalam aktivitas sosial media.

Meskipun menghadapi penundaan dan pengawasan dari SEC terhadap ETF berbasis staking, Solana berhasil menarik perhatian investor dan komunitas kripto global.

Lonjakan Staking yang Mengesankan

Dalam beberapa minggu terakhir, Solana mencatatkan peningkatan staking sebesar $621 juta, menandakan kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap jaringan ini.

Staking, proses di mana pemilik token mengunci aset mereka untuk mendukung operasi jaringan dan menerima imbalan, menjadi indikator penting dari kesehatan dan kepercayaan terhadap ekosistem blockchain.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada ketidakpastian regulasi, banyak investor melihat nilai jangka panjang dalam berpartisipasi aktif dalam jaringan Solana melalui staking.

Aktivitas Sosial Media yang Meningkat

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selain peningkatan staking, Solana juga mengalami lonjakan dalam aktivitas sosial media.

Diskusi, mention, dan sentimen positif mengenai Solana meningkat di berbagai platform seperti Twitter, Reddit, dan Telegram.

Peningkatan ini mencerminkan minat dan antusiasme komunitas terhadap perkembangan dan potensi Solana di masa depan.

Buzz sosial yang meningkat ini juga berkontribusi pada visibilitas dan adopsi Solana, menarik lebih banyak pengguna dan pengembang ke ekosistemnya.

Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Tantangan Regulasi ETF

Meskipun ada perkembangan positif, Solana tidak terlepas dari tantangan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menunda keputusan terkait ETF berbasis staking untuk Ethereum dan Solana, menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Penundaan ini mencerminkan kehati-hatian regulator terhadap produk keuangan baru yang melibatkan aset kripto dan mekanisme staking.

Namun, beberapa perusahaan investasi seperti REX Shares telah mengajukan struktur ETF inovatif yang menggabungkan staking, menunjukkan upaya industri untuk memenuhi persyaratan regulasi sambil menawarkan produk yang menarik bagi investor.

ETF Staking Solana: Inovasi di Tengah Ketidakpastian

Beberapa ETF berbasis Solana telah diluncurkan di pasar internasional, menawarkan investor eksposur terhadap aset ini beserta imbal hasil dari staking.

Misalnya, 3iQ Corp. meluncurkan Solana Staking ETF (SOLQ) di Bursa Efek Toronto, memberikan investor cara yang aman dan efisien untuk berinvestasi di Solana sambil mendapatkan imbalan staking.

Alhasil, ETF ini menarik perhatian dengan investasi awal sebesar $50 juta dari SkyBridge Capital.

Selain itu, 21Shares meluncurkan Solana Staking ETP (ASOL) yang terdaftar di Eropa, menawarkan akses yang diatur dan transparan ke pertumbuhan Solana.

Produk ini memungkinkan investor untuk mendapatkan imbal hasil staking tanpa harus mengelola aset secara langsung.

Solana menunjukkan ketangguhan dan daya tarik yang kuat di tengah tantangan regulasi dan ketidakpastian pasar. Lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan aktivitas sosial media mencerminkan kepercayaan dan minat yang terus tumbuh terhadap jaringan ini.

Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

Meskipun menghadapi hambatan dalam peluncuran ETF berbasis staking, inovasi dan dukungan komunitas menunjukkan bahwa Solana memiliki potensi untuk terus berkembang dan memainkan peran penting dalam ekosistem kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Targetkan Harga $300 dengan Peluncuran ETP Staking Bitwise

Pasar kripto saat ini tengah menghadapi tekanan, namun harga Solana (SOL) berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,74% dan diperdagangkan pada $217. Hal ini terjadi setelah pengelola aset Bitwise mengumumkan peluncuran produk ETP staking Solana di Eropa dengan kode saham BSOL.

Pengumuman ini memunculkan kembali optimisme di kalangan investor Solana, terutama setelah harga SOL terkonsolidasi di sekitar $210 selama beberapa minggu terakhir.

Prospek Harga Solana Menuju $300

Harga Solana sebelumnya mencapai titik tertinggi di $263 pada 22 November sebelum bergerak menyamping selama beberapa minggu terakhir. Setelah menyentuh titik terendah di $203 minggu lalu, SOL menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sentimen positif ini terjadi meskipun pasar cryptocurrency yang lebih luas mengalami tekanan koreksi, terutama dari penurunan harga Bitcoin.

Analis cryptocurrency terkemuka, Crypto Jelle, menyoroti potensi teknis bullish yang sedang berkembang pada grafik Solana. “Banyak yang mengabaikan SOL, tetapi grafik menunjukkan hal yang berbeda,” ujarnya. Menurut Jelle, pola teknis bullish yang terbentuk di dekat level resistance utama yang kini berubah menjadi support mengindikasikan potensi kenaikan harga Solana. Dia optimis bahwa SOL dapat mencapai titik tertinggi baru sebelum akhir tahun meskipun ada skeptisisme di pasar.

Grafik Harga Solana (SOL) 18 Desember 2024. Sumber: Tokocrypto.
Grafik Harga Solana (SOL) 18 Desember 2024. Sumber: Tokocrypto.

Untuk mencapai target harga $300, Solana harus melewati dua level resistance penting, yakni $244 dan $265. Namun, jika pola “cup-and-handle” berhasil terbentuk, reli harga SOL bisa terus berlanjut hingga $400. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa open interest Solana meningkat sebesar 2,25% menjadi $5,34 miliar, menambah bukti meningkatnya minat investor terhadap aset ini.

ETP Staking Bitwise Solana Resmi Diluncurkan

Bitwise, salah satu pengelola aset kripto terkemuka, resmi meluncurkan Solana Staking ETP (BSOL) pada Senin lalu. Produk ini diluncurkan dalam kemitraan dengan Marinade sebagai penyedia staking. Langkah ini terjadi hanya satu bulan setelah Bitwise mengajukan permohonan untuk spot ETF Solana di Amerika Serikat.

Produk BSOL menawarkan keuntungan staking kepada investor, menjawab kritik yang sebelumnya dialamatkan pada produk ETP Solana Bitwise lainnya, ESOL, yang tidak menyertakan fitur ini. Saat ini, ESOL memiliki aset kelolaan senilai $24 juta, namun kurangnya hadiah staking membuatnya kurang menarik dibandingkan BSOL.

Dengan peluncuran BSOL, investor kini dapat menikmati imbal hasil staking sebesar 6,48%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan 5,49% yang ditawarkan oleh produk serupa dari 21Shares, salah satu ETP kripto terbesar di Eropa.

Selain itu, BSOL hadir dengan biaya manajemen tahunan yang kompetitif sebesar 0,85%, jauh lebih rendah dibandingkan 2,5% yang dikenakan oleh 21Shares. Faktor-faktor ini menjadikan BSOL sebagai pilihan yang lebih menarik bagi investor yang ingin memaksimalkan potensi keuntungan dari Solana.

Apa Berikutnya untuk Solana?

Meskipun pasar cryptocurrency menghadapi tantangan, peluncuran ETP staking Solana oleh Bitwise memberikan angin segar bagi ekosistem Solana. Jika momentum ini terus berlanjut, ada kemungkinan harga SOL dapat mencapai atau bahkan melampaui target $300, terutama jika resistance utama berhasil ditembus.

Dengan meningkatnya minat institusional dan pengembangan produk inovatif seperti BSOL, Solana tampaknya berada di jalur yang menjanjikan untuk menutup tahun ini dengan catatan positif.

Baca juga: Trend Bitcoin 16-20 Desember 2024: FOMC Bocor By Hoteliercrypto


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Pada awal Juni 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) tengah meninjau dua proposal dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur terhadap staking Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

ETF ini diajukan oleh REX Shares dan Osprey Funds, dan dirancang untuk memberikan investor akses ke imbal hasil dari staking aset kripto.

Namun, SEC menyatakan kekhawatiran mengenai kepatuhan regulasi dan klasifikasi hukum dari produk-produk ini.

Struktur Unik dan Tantangan Regulasi

REX Shares dan Osprey Funds mengusulkan struktur C-corporation yang jarang digunakan dalam industri ETF.

Struktur ini memungkinkan dana untuk memiliki anak perusahaan di Kepulauan Cayman yang akan membeli dan melakukan staking ETH dan SOL.

Tujuannya adalah untuk menghindari proses persetujuan 19b-4 yang biasanya diperlukan untuk ETF baru.

Namun, SEC menyatakan bahwa ETF ini mungkin tidak memenuhi definisi perusahaan investasi di bawah hukum sekuritas federal.

Selain itu, SEC menyoroti masalah dalam pernyataan pendaftaran dan pengungkapan informasi yang dapat menyesatkan investor.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak terhadap Pasar dan Harga Aset

Meskipun ada ketidakpastian regulasi, namun Coincu melaporkan pada Minggu (1/6) bahwa harga Ethereum menunjukkan ketahanan.

Per 1 Juni 2025, ETH diperdagangkan sekitar $2.525,97 dengan kapitalisasi pasar sebesar $304,94 miliar, mengalami kenaikan 36,80% dalam 30 hari terakhir.

Meski begitu, dalam 24 jam terakhir, harga ETH mengalami sedikit penurunan sebesar 0,06%.

Solana juga menunjukkan performa positif, dengan harga sekitar $155,18 dan kenaikan 1,54% dari penutupan sebelumnya.

Harga tertinggi intraday mencapai $157,96, sementara terendahnya $152,79.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Staking ETF Solana dan Ethereum Akan Hadir Lebih Cepat di Pasar AS

Pandangan Analis dan Prospek Ke Depan

Analis ETF dari Bloomberg, James Seyffart, menyatakan bahwa struktur C-corporation yang diusulkan adalah pendekatan inovatif untuk mempercepat peluncuran ETF ini.

Namun dalam kondisi yang sama, ia juga mengakui bahwa tantangan regulasi tetap menjadi hambatan utama.

Greg Collett, penasihat umum di REX Financial, menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat memenuhi persyaratan SEC dan tidak akan meluncurkan dana tersebut hingga masalah regulasi terselesaikan.

Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

Peninjauan SEC terhadap ETF staking Ethereum dan Solana mencerminkan kompleksitas regulasi dalam industri aset digital.

Meskipun struktur inovatif dapat membuka jalan bagi produk keuangan baru, kepatuhan terhadap hukum sekuritas tetap menjadi prioritas utama.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi dalam produk keuangan berbasis kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Staking ETF Solana dan Ethereum Akan Hadir Lebih Cepat di Pasar AS

Gelombang baru produk investasi berbasis kripto akan segera hadir di pasar keuangan Amerika Serikat. REXShares, salah satu manajer aset terkemuka, dilaporkan telah mengajukan permohonan untuk meluncurkan ETF (Exchange-Traded Fund) yang terkait dengan hasil staking dua aset kripto populer: Solana (SOL) dan Ethereum (ETH).

Informasi ini pertama kali diungkap oleh analis ETF dari Bloomberg, James Seyffart, yang mencatat bahwa produk ini mengambil jalur regulasi yang tidak biasa dibandingkan ETF kripto sebelumnya.

Dilaporkan Coindoo, alih-alih melalui proses pengajuan perubahan aturan 19b-4 yang umumnya diwajibkan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) untuk ETF spot berbasis kripto, REXShares memilih menggunakan struktur dana yang diatur di bawah Undang-Undang Perusahaan Investasi 1940—lebih dikenal sebagai “Undang-Undang ’40”.

Jalur Cerdas Hindari Hambatan Regulasi

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

Dengan memanfaatkan struktur hukum dari Undang-Undang ’40, REXShares mungkin dapat menghindari beberapa hambatan regulasi yang selama ini menjadi batu sandungan bagi ETF kripto lainnya, khususnya yang berkaitan dengan praktik staking. SEC sebelumnya menunjukkan kekhawatiran bahwa aktivitas staking bisa dikategorikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar.

Namun dengan kerangka kerja yang lebih mapan dari Undang-Undang ’40, produk ETF ini berpotensi diluncurkan lebih cepat. Meski belum ada tanggal peluncuran resmi, Seyffart mengisyaratkan bahwa ETF staking ini bisa hadir dalam beberapa minggu mendatang.

Akses Baru bagi Investor AS

Jika disetujui, ETF ini akan membuka akses yang lebih mudah dan legal bagi investor AS—baik institusional maupun ritel—untuk mendapatkan hasil dari staking aset kripto melalui instrumen investasi tradisional. Ini menandai perubahan besar dalam pendekatan pasar modal terhadap kripto, sekaligus menegaskan meningkatnya minat terhadap produk berbasis hasil (yield-generating) di ekosistem kripto.

Langkah REXShares ini juga dapat menjadi katalis bagi perusahaan manajemen aset lain untuk mengeksplorasi jalur serupa, membuka era baru bagi produk ETF berbasis kripto yang lebih beragam dan inovatif.

Baca juga: Solana dan Jupiter: Kripto Menarik Perhatian Investor


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Solana: Jalan Keluar dari Narasi ‘Memechain’?

Solana, yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai memecoin, kini berada di ambang perubahan besar.

Persetujuan ETF Solana yang diperkirakan akan terjadi tahun ini dapat menjadi titik balik bagi blockchain ini untuk lepas dari stigma “memechain” dan bertransformasi menjadi pemain utama dalam ekosistem keuangan digital.

Dari Meme ke Blockchain Serius

Ketika pertama kali diluncurkan pada tahun 2020, salah satu pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, membayangkan platform ini sebagai “Nasdaq on-chain,” sebuah blockchain yang mendukung pasar keuangan berskala besar.

Namun, lima tahun kemudian, realitasnya sedikit berbeda. Solana lebih dikenal sebagai pusat perdagangan memecoin, dengan platform seperti Pump.fun yang telah melahirkan lebih dari 7,5 juta token dan menghasilkan lebih dari $550 juta.

Meskipun popularitas memecoin membawa peningkatan infrastruktur dan menarik pengguna baru, potensi Solana jauh melampaui sekadar tren meme. Persetujuan ETF akan menjadi katalis penting yang dapat mengubah persepsi publik dan mengangkat kredibilitas Solana di mata investor institusional.

Persetujuan ETF dan Peran SEC

Dalam perkembangan mengejutkan, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tampaknya bersiap untuk meloloskan ETF Solana pada tahun 2025. Hal ini ditandai dengan pengakuan aplikasi ETF SOL dari Grayscale dan pembukaan komentar publik terhadap empat produk investasi berbasis Solana.

Dukungan terhadap Solana juga semakin menguat setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, memilih blockchain ini sebagai rumah bagi memecoin viralnya, TRUMP. Namun, persetujuan ETF membawa dampak yang jauh lebih besar karena memungkinkan investor mendapatkan eksposur ke SOL melalui instrumen keuangan yang teregulasi, tanpa harus berurusan dengan risiko kepemilikan token secara langsung.

Saat ini, peluang persetujuan ETF Solana diperkirakan mencapai 85%, menurut para pedagang di Polymarket. Jika disetujui, ETF ini akan memberikan akses yang lebih luas kepada investor dan meningkatkan legitimasi Solana dalam ekosistem keuangan tradisional (TradFi).

Kredibilitas yang Meningkat dan Masa Depan Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu efek terbesar dari persetujuan ETF adalah peningkatan kredibilitas Solana di sektor keuangan. Kita sudah mulai melihat perubahan ini dengan Franklin Templeton, salah satu manajer aset terbesar di dunia, yang meluncurkan dana pemerintah AS di atas Solana.

Lebih dari itu, Solana memiliki potensi besar dalam sektor pembayaran dan pengiriman uang. Meski tidak sepopuler memecoin, sektor ini memiliki dampak besar pada ekonomi global. Industri pembayaran diperkirakan mencapai $20,37 triliun tahun ini—enam kali lipat dari total kapitalisasi pasar semua mata uang kripto yang ada saat ini ($3,23 triliun).

Raksasa industri seperti PayPal, yang meluncurkan stablecoin PYUSD, serta X milik Elon Musk, yang bersiap menerima pembayaran kripto melalui X Payments, menunjukkan bahwa adopsi aset digital dalam sektor pembayaran semakin nyata. Solana, dengan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi, berada di posisi yang tepat untuk memainkan peran utama dalam perubahan ini.

Infrastruktur Solana untuk Masa Depan Keuangan

Solana telah membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung jaringan pembayaran ritel. Protokol Solana Pay, misalnya, memungkinkan pembayaran dalam kripto hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel, menciptakan pengalaman e-commerce yang lebih efisien dan praktis.

Namun, pembayaran hanyalah awal dari visi besar Yakovenko. Dengan peningkatan infrastruktur yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir, Solana kini siap untuk mendukung aplikasi keuangan yang lebih kompleks, seperti perdagangan tingkat lanjut dan peminjaman.

Kesimpulan: Dari Meme ke Keuangan Global

Persetujuan ETF akan menjadi titik balik bagi Solana untuk meninggalkan citra “memechain” dan menjadi platform blockchain yang lebih serius dan kredibel.

Dengan basis pengguna yang besar, infrastruktur yang matang, dan potensi besar di sektor pembayaran serta keuangan tradisional, Solana siap untuk memasuki era baru sebagai blockchain yang lebih tangguh dan berorientasi jangka panjang.

Lima tahun setelah peluncurannya, visi Yakovenko tentang “Nasdaq on-chain” akhirnya bisa terwujud. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah kepercayaan institusional, dan ETF Solana bisa menjadi kunci yang membuka pintu menuju masa depan keuangan digital yang lebih besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com