Jakarta –
Setiap orang harus sarapan untuk mengisi energi di pagi hari. Tetapi bukan asal makanan. Agar tak alami kembung, sebaiknya hindari beberapa menu sarapan ini.
Menu sarapan yang dianjurkan harus bergizi seimbang. Mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bentuknya bisa beragam menu sesuai selera.
Dilansir dari Food NDTV (2/2), sebagian orang merasakan kembung setelah mengonsumsi sarapan. Hal ini bisa terjadi karena makanan yang dikonsumsi menghasilkan gas. Semakin lama waktu mencerna makanan, maka risiko produksi gas juga meningkat dan membuat perut kembung.
Berikut 5 menu sarapan yang perlu dihindari agar perut tak kembung:
1. Hindari Teh dan Kopi Berlebihan
racikan teh Foto: Getty Images/iStockphoto |
Sebenarnya, teh dan kopi umum dikonsumsi pagi hari oleh sebagian orang. Namun, mengonsumsi dua minuman ini secara berlebihan justru dapat merangsang produksi asam lambung yang menyebabkan pembentukan gas dalam perut.
Selain itu, teh dan kopi yang diracik menggunakan susu juga dapat menyebabkan intoleransi laktosa. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan.
2. Hindari Kembang Kol dan Kubis
Dua sayuran yang harus dihindari saat sarapan adalah kembang kol dan kubis. Karena, kedua sayuran ini mengandung karbohidrat kompleks yang sulit dicerna.
Kandungan tersebut dapat menyebabkan produksi gas dalam perut. Sebagai alternatif, kedua sayuran itu bisa diganti dengan zucchini dan bayam yang lebih rendah karbohidrat.
3. Jangan Konsumsi Apel dan Pir
Buah-buahan juga termasuk makanan sehat yang umum dikonsumsi saat sarapan. Namun, ada beberapa jenis buah yang sebaiknya dihindari para penderita asam lambung.
Dua di antaranya adalah apel dan pir. Baik apel maupun pir diketahui mengandung fruktosa dan tinggi serat yang dapat menyebabkan kembung. Sebaiknya, konsumsi buah beri sebagai alternatif yang juga baik dalam asupan zat antioksidan.
4. Hindari Mentimun dan Bawang Bombai
mentimun Foto: iStock |
Kalau menyukai sarapan dengan menu salad, kamu bisa menghindari penggunaan beberapa bahan yang memiliki kandungan gas. Dua di antaranya adalah mentimun dan bawang.
Menurut para ahli, sayuran mentah terutama yang kandungan seratnya tinggi. Seperti mentimun dan bawang bombai mungkin saja sulit terurai sehingga menimbulkan gas. Sebaiknya, konsumsi sayuran yang dimasak atau direbus saat sarapan.
5. Hindari Makan Jagung
Jagung dapat dinikmati sebagai alternatif nasi yang lebih sehat. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi jagung ini saat sarapan, karena kandungan serat jagung bagi sebagian orang sulit dicerna.
Nmami Agarwal selaku ahli nutrisi mengatakan, “Jika jagung memicu rasa tidak nyaman, maka gantilah dengan biji-bijian alternatif, seperti quinoa atau nasi.”
(yms/odi)
![]() |
| Source : unsplash / Ella Olsson |



Memasukkan bawang putih yang sudah dikupas ke dalam kulkas hanya membuatnya cepat berjamur. Foto: Getty Images/gerenme
Bawang bombai juga sebenarnya tidak boleh disimpan dalam kulkas karena bisa menimbulkan bahaya. Foto: Getty Images/Saharrr
Jahe juga khasiatya tidak main-main. Namun, cara penyimpanannya perlu diperhatikan secara teliti. Foto: Ilustrasi iStock/Site






Minum teh hijau mampu mengurangi stress karena kandungan asam aminonya. Foto: Getty Images/KMNPhoto

Potensi keracunan kafein bisa dilihat dari seberapa banyak kafein yang dikonsumsi dalam waktu cepat. Foto: iStock








