Jakarta –
Penyakit asam urat amat mengganggu. Gejala umumnya adalah nyeri sendi berat yang disertai kemerahan dan bengkak. Untuk menghindarinya, batasi konsumsi makanan berikut ini.
Penyakit asam urat memicu nyeri tak tertahankan, pembengkakkan, hingga adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi pada tubuh berisiko terkena asam urat, tapi yang paling sering adalah jari kaki, lutut, dan jari tangan.
Mengutip Halodoc, gejala penyakit asam urat bervariasi, mulai dari nyeri sendi yang intens, peradangan dan kemerahan, hingga rasa tidak nyaman dalam jangka panjang.
Penyakit asam urat atau gout amat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi. Penderitanya disarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi purin terlalu banyak agar gejala asam urat tidak kambuh.
Berikut 7 pantangan makanan untuk penderita asam urat, merangkum berbagai sumber:
1. Seafood
Seafood, seperti udang, kepiting, lobster, kerang, dan ikan kembung, termasuk makanan yang tinggi kandungan purin. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Batasi konsumsi seafood jika kamu punya riwayat asam urat.
2. Jeroan
Olahan hati ayam perlu dibatasi konsumsinya oleh penderita asam urat. Foto: Getty Images |
Selain seafood, jeroan juga sumber purin tinggi yang menyebabkan asam urat. Batasi konsumsi jeroan hewan, seperti hati, babat, otak, dan ginjal. Sebagai contoh, per 100 gram hati ayam mengandung 312,2 mg purin, sedangkan hati sapi mengandung 219,8 mg purin. Ada pun batas konsumsi purin harian adalah 600-1.000 miligram, tapi jika sudah punya riwayat asam urat, batasnya menjadi 100-150 miligram, seperti dikutip dari Halodoc.
3. Jamur
Konsumsi beberapa jenis sayuran juga patut diwaspadai penderita asam urat, termasuk jamur. Dalam 100 gram jamur terkandung sekitar 58 miligram purin. Namun, bukan berarti penderita asam urat sama sekali tidak bisa makan jamur. Jamur sendiri menjadi sumber beta-glucan atau serat yang berguna buat kesehatan usus.
4. Bayam
Bayam juga tergolong sayuran tinggi purin pemicu asam urat. Foto: Getty Images/PoppyB |
Sayuran lain yang juga tinggi purin dan patut diwaspadai oleh penderita asam urat adalah bayam. Dalam 100 gram bayam terkandung sebanyak 57 miligram purin. Hal ini tentu bisa memicu penumpukan asam urat dalam darah.
5. Daging merah
Daging merah, seperti daging sapi dan domba memang tinggi protein. Namun, waspadai konsumsinya karena kadar purin di dalamnya juga tinggi. Jika ingin menjaga kadar asam urat darah, Anda bisa mengganti daging merah dengan daging ayam atau sumber protein nabati, seperti kacang kedelai yang dapat ditemukan pada tempe dan tahu.
6. Ikan tuna dan salmon
Selain seafood, ikan berlemak seperti tuna dan salmon juga merupakan makanan tinggi purin. Sama seperti ikan teri, sarden, dan mackerel. Karenanya penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsinya.
7. Makanan manis
Makanan manis sebenarnya tidak mengandung purin, tapi tetap dapat memicu asam urat. Hal ini lantaran jenis gula fruktosa yang terkandung di dalamnya. Di sisi lain, terlalu banyak konsumsi makanan manis berisiko terserang obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut juga dapat memperburuk gejala nyeri persendian pada pengidap asam urat.
(adr/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Ternyata Minum Kopi Juga Bisa Bikin Gendut, Ini Faktanya! Jakarta – Tak hanya khasiat, kopi juga bisa menimbulkan kenaikan berat badan. Kok bisa? Ternyata begini penjelasan dari ahlinya. Di samping manfaatnya, kopi juga bisa memberikan efek negatif, seperti kenaikan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena kandungan kafein pada kopi yang bisa mengganggu kualitas tidur hingga meningkatkan kortisol. Kopi diklaim sebagai minuman berkhasiat. Manfaatnya tidak lain dan tidak bukan berkat kandungan kafein dan senyawa lain pada kopi. Namun, kafein tidak selamanya memberi efek positif, tetapi juga negatif.
Beberapa efek negatif yang dapat dirasakan adalah mengganggu pola tidur hingga meningkatkan kadar kortisol. Semua efek tersebut kemudian memicu terjadinya kenaikan berat badan. Dikutip dariEatingwell.com(25/06/23) berikut fakta kafein yang menyebabkan kenaikan berat badan:1. Berkalori tinggi
Meskipun latte atau frappucino di kafe-kafe menjadi menu favorit yang menyegarkan, tetapi kedua racikan kopi tersebut mengandung lebih dari sekadar kopi. Ada campuran beberapa bahan lainnya, seperti krim, sirup, dan pemanis tambahan yang menambah kalori dalam kopi. “Jika sudah dicampur dengan bahan-bahan lain, maka akan menyebabkan kelebihan kalori yang pada akhirnya dapat memicu kelebihan berat badan,” tutur Megan Rasmussen, M.S., RDN, pendiri Nutrition Undefined. Gula menjadi salah satu penambah kalori tertinggi. Menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, konsumsi gula terutama dalam minuman dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas. 2. Mengganggu kualitas tidurSebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Risk Management and Healthcare Policy menyebutkan bahwa efek kafein yang berkaitan dengan pola tidur. Para peneliti mencatat bahwa ketika kopi dikonsumsi 6 jam sebelum tidur, hal tersebut secara signifikan dapat mengganggu pola tidur. Akibatnya, kamu mungkin kehilangan 1-2 jam waktu tidur dan kondisi ini berkaitan dengan penambahan berat badan. Hal ini telah dibuktikan lewat studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam BMJ Open Sport & Exercise Medicine. Peneliti menemukan ketika jam tidur berkurang, maka kadar ghrelin atau hormon lapar meningkat, sehingga mengalami retensi garam yang kemudian menaikkan berat badan. 3. Meningkatkan kadar kortisol
Setelah beristirahat semalaman, tubuh akan memproduksi dan melepaskan hormon yang disebut kortisol untuk membantu bangun di pagi hari. Pada dasarnya kortisol dikenal sebagai hormon stres, tetapi berperan dalam membantu kamu merasa waspada, responsif, dan fokus. Meskipun tubuh secara alami memproduksi kortisol saat bangun tidur, tetapi mengonsumsi kopi dapat meningkatkan kadar kortisol tersebut bahkan lebih banyak, seperti yang dijelaskan dalam sebuah penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam Stress and Health. Akibatnya, kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan. Penjelasan tentang kopi yang bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan ada di halaman berikutnya.4. Pilih kopi yang rendah kaloriJika butuh secangkir kopi di pagi hari atau sekadar ingin menikmatinya di waktu santai, pertimbangkan untuk memilih kopi hitam. Kopi hitam atau kopi tanpa gula tidak akan menyebabkan penambahan berat badan, karena hampir tidak mengandung kalori. “Mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman rendah kalori seperti kopi hitam dapat membantu mengurangi asupan kalori,” ujar ahli gizi Rasmussen. 5. Kopi mengandung senyawa bermanfaat
Kopi hitam tidak hanya rendah kalori, tetapi juga mengandung senyawa penting. Kopi dikemas dengan polifenol yang disebut asam klorogenat yang merangsang pelepasan insulin dan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Menjaga kadar gula darah seimbang secara teratur akan mengurangi kemungkinan tubuh menyimpan lemak berlebih. Selain asam klorogenat, juga ada senyawa trigonelin yang terbukti bermanfaat untuk mencegah obesitas dengan mengurangi massa lemak, seperti yang disebutkan sebuah penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam Nutriens. 6. Kafein membakar lemakMinum kopi sebelum berolahraga akan membantu proses pembakaran lemak. Menurut sebuah penelitian tahun 2020, mengonsumsi lebih dari 3 miligram kafein per kilogram berat badan dapat meningkatkan penggunaan selam selama berolahraga. Para peneliti menemukan bahwa efek pembakaran lemak ini lebih tinggi pada individu yang tidak banyak bergerak atau tidak terlatih dibandingkan pada atlet yang terlatih.Oleh karena itu, asupan kafein yang dipadukan dengan olahraga dapat membantu penurunan berat badan bagi individu yang tidak banyak bergerak. (raf/dfl) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
Ternyata Begini Efek Kalau Langsung Jalan Kaki Setelah Makan Jakarta – Banyak ahli menyarankan jalan kaki usai makan besar. Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh saat berjalan kaki langsung setelah makan? Aktif bergerak merupakan salah satu kebiasaan sehat yang bisa dilakukan semua orang. Cara termudahnya adalah dengan jalan kaki. Mengutip The Independent, sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of General Medicine menunjukkan, berjalan kaki setelah makan lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Khasiat ini diduga berkaitan dengan kemampuan jalan kaki dalam mengatur kadar gula darah.
Penelitian tersebut membandingkan aktivitas jalan kaki selama 15 menit setelah makan, jalan kaki tiga kali sehari, atau melakukan olahraga yang sama pada pagi dan sore hari. Hasilnya, kelompok yang rutin berjalan kaki setelah makan mengalami penurunan kadar gula darah. Hal ini dapat membantu mempertahankan tingkat energi dan mengurangi beban pankreas hingga menurunkan berat badan. “Idenya adalah Anda makan, melakukan olahraga pasca-makan selama 15 menit, dan gula darah menurun drastis. Gula darah itu akan bertahan dalam kondisi baik selama 24-48 jam,” ujar ahli kesehatan olahraga Elroy Aguiar, merespons studi tersebut. Mengutip Very Well Health, ini efek kalau langsung jalan kaki setelah makan: 1. Gejala kembung berkurangGerakan fisik membantu merangsang sistem pencernaan. Berjalan setelah makan dapat mengurangi gejala kembung yang biasa muncul usai makan. 2. Gula darah terkontrol
Berjalan kaki sebentar setelah makan dapat membantu mengatur kadar gula darah, utamanya pada penderita diabetes tipe 1 dan 2. Sebuah penelitian yang melibatkan pasien diabetes tipe-2 menemukan, berjalan kaki 10 menit setelah makan efektif dalam mengatur kadar gula darah daripada berjalan kaki 30 menit setiap hari. 3. Pencernaan lancarStudi menemukan, berjalan kaki setelah makan dapat merangsang lambung dan usus, sehingga makanan dapat melewati sistem pencernaan dengan cepat. Jalan kaki setelah makan memang bisa memberikan dampak positif. Namun, kebiasaan ini juga bisa berdampak negatif. Misalnya, beberapa orang bisa mengalami sakit perut saat terlalu cepat bergerak atau berjalan kaki setelah makan. Hal ini biasanya akan ditandai dengan beberapa gejala seperti: – kembung, Namun sayangnya, tidak ada aturan pasti soal berapa jam harus menunggu setelah makan untuk berjalan kaki atau bergerak. Hanya saja, bagi banyak orang, berjalan kaki atau bergerak setidaknya 30 menit setelah makan bisa membantu menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apa yang Terjadi saat Kamu Langsung Jalan Kaki Setelah Makan?“ (adr/adr) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
Kenapa Mulas Ingin Buang Air Besar Usai Minum Kopi? Jakarta – Minum secangkir kopi di pagi hari tak hanya mendorong energi dan fokus, tapi juga memicu rasa mulas ingin buang air besar pada beberapa orang. Kenapa ya? Kopi menjadi sumber kafein yang tak bisa lepas dari keseharian banyak orang. Beragam manfaat sehat didapat dari konsumsi kopi yang tepat. Namun, kopi juga bisa memicu efek samping seperti rasa mulas ingin buang air besar. Jika Anda salah satunya, maka Anda tidak sendirian.
Dalam sebuah studi terhadap 92 orang peserta, 58 pria dan 34 wanita, sebanyak 29 persen mengaku ingin buang air besar dalam waktu 30 menit setelah menyesap kopi pagi mereka. Beberapa bahkan memanfaatkan kopi sebagai cara alami untuk melancarkan pencernaan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat kopi punya ‘kekuatan’ untuk mendorong buang air besar? Para ahli sepakat bahwa efek laksatif dari kopi berkaitan dengan dua hal utama, yakni stimulasi pada otot usus besar dan peningkatan produksi asam lambung. Berikut beberapa alasan kenapa kopi bisa langsung bikin perut mulas, melansir. 1. Kopi merangsang gerakan usus besar
Usus besar (kolon) berperan penting dalam proses buang air besar. Ketika otot-ototnya berkontraksi, gerakan ini mendorong feses menuju rektum, memicu sinyal ke otak bahwa sudah waktunya ke kamar mandi. “Minum kopi bisa merangsang otot-otot di kolon, sehingga timbul sensasi ingin buang air besar,” jelas peneliti dari Toho University Jepang Adil Maqbool. Kandungan kafein dalam kopi adalah stimulan alami yang mempercepat gerakan otot usus. Menariknya, efek ini tidak hanya berlaku untuk kopi berkafein. Dalam studi yang dipublikasikan di European Journal of Gastroenterology and Hepatology, kopi tanpa kafein (decaf) juga terbukti mampu memicu kontraksi kolon, meski efeknya 23 persen lebih rendah dibanding kopi berkafein. 2. Kopi meningkatkan produksi asam lambungSelain merangsang kolon, kopi juga mempercepat proses pencernaan dengan meningkatkan produksi asam lambung di perut dan usus. “Kopi bekerja seperti pencahar alami karena merangsang produksi asam lambung,” kata dokter pendiri klinik khusus sindrom iritasi usus besar (IBS) Onyx Adegbola. Peningkatan keasaman mempercepat proses pencernaan, yang bisa memicu dorongan untuk buang air besar. Namun, efek ini juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut bagi sebagian orang. Produksi asam lambung yang dipicu kopi juga tergantung pada jenis asam yang terkandung dalam seduhannya. Misalnya, jenis asam seperti N-alkanoyl-5-hydroxytryptamine, trigonelline, dan N-methylpyridinium. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Molecular Nutrition Food Research, kopi dark roast yang mengandung kadar asam lebih rendah terbukti menghasilkan lebih sedikit asam lambung dibanding kopi blend biasa. Jika Anda sering merasa mulas atau mengalami refluks setelah minum kopi, disarankan beralih ke jenis kopi rendah asam seperti dark roast, espresso, cold brew, atau kopi berbasis jamur (mushroom coffee). Meski begitu, penting untuk diingat bahwa respons tubuh terhadap kopi sangat bergantung pada individu. Ada yang sangat sensitif terhadap kafein, ada pula yang tidak merasakan efek apa pun. “Mereka yang lebih sensitif bisa mengalami dorongan buang air besar lebih cepat atau lebih kuat setelah minum kopi,” jelas Adegbola. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Kenapa Selalu Ingin Buang Air Besar Setelah Minum Kopi?“ (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Sudah Diet dan Olahraga, Tapi Perut Masih Buncit? Ini Solusinya Jakarta – Perut buncit tak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga penampilan. Banyak orang pun coba diet dan olahraga untuk menghilangkannya. Namun, sering kali perut buncit tak kunjung hilang. Bagaimana solusinya? Perut buncit adalah kondisi penumpukan lemak di sekitar perut. Hal ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan bahkan beberapa jenis kanker. Demi menghilangkan perut buncit, upaya mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat pun perlu dilakukan. Namun sayangnya, usaha ini tak melulu langsung berhasil.
Banyak orang yang sudah diet dan olahraga, ternyata masih memiliki perut buncit. Chef Edwin Lau yang terkenal dengan gaya hidup sehatnya mengungkap alasan perut buncit sulit hilang melalui unggahan Instagram @chefedwinlau (12/6/2025). Ia mengatakan penyebab utamanya adalah karena seseorang masih makan terlalu banyak. “Kalau kalori yang masuk masih melebihi yang keluar, maka semuanya akan disimpan di sel lemak. Mau Anda tipe kurus atau gemuk, yang bakal melar adalah bagian perut,” katanya. Edwin Lau pun memberikan 5 solusi seperti berikut: 1. Cek nilai kalori dan gizi setiap makananEdwin Lau mengatakan penting untuk mengecek nilai kalori dan nilai gizi setiap jenis makanan dan minuman yang Anda konsumsi setiap harinya. “Kalau ada jenis makanan atau minuman yang besar kalorinya, tapi rendah nilai gizinya, maka buang jauh-jauh karena itu merupakan biang keroknya,” ujar Edwin Lau. Contoh makanan ini adalah menu cepat saji, seperti burger, kentang goreng, dan minuman manis.Pilihan lainnya termasuk makanan ringan seperti keripik, kue, dan permen. 2. Cek cara masak
Tak hanya kandungan kalori dan gizi makanan, tapi cara masaknya juga perlu dicek. Hindari mengonsumsi makanan yang digoreng atau makanan yang ditumis dengan banyak minyak, setiap harinya. Chef Edwin Lau mengungkap, “Setiap 1 sendok makan (sdm) minyak apapun, kalorinya 100 kkal. Mayoritas minyak sebenarnya rendah nilai gizi.” Sebagai solusi, kamu bisa memilih makanan yang dimasak dengan cara lebih sehat. Misalnya dengan mengukus, merebus, dan menumis menggunakan sedikit minyak. Cara masak ini juga bisa mempertahankan nilai gizi makanan dengan lebih baik. 3. Cek porsi makanPorsi makan juga sangat memengaruhi kondisi perut buncit. Chef Edwin Lau mengingatkan untuk memperhatikan porsi makanan yang dikonsumsi. Hindari makan 3 kali sehari, tapi dengan porsi segunung. Karena ini merupakan penyebab perut buncit. Ganti dengan pola makan porsi sedang, tapi dipecah frekuensinya menjadi 5-6 kali makan. Cara ini lebih ideal dalam menyingkirkan perut buncit. 4. Cek camilan
Jangan tergoda untuk menyantap camilan. Meski camilan sering disebut “makanan ringan”, sering kali kalorinya justru tidak ringan. Contohnya aneka jajanan pasar, olahan tepung, kerupuk, snack tradisional, hingga minuman kekinian. “Semuanya ibarat pompa yang hanya akan membuat perut tambah melar. Ganti camilan dengan menu lebih sehat, seperti kacang panggang, telur rebus, atau salad ayam,” ujar chef Edwin Lau. 5. Cek kebiasaan olahragaKebiasaan olahraga perlu dipertimbangkan untuk menyingkirkan perut buncit. Chef Edwin Lau mengajarkan untuk berstrategi. “Olahraga dengan durasi lebih lama, tapi intensitas sedang justru lebih efektif membakar lemak, daripada Anda hanya sprint 10 menit. Itulah mengapa pelari marathon badannya lebih tipis ketimbang pelari 100 meter,” kata chef Edwin Lau. (adr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Ini Dia 10 Makanan Terbaik Buat Usia 50-an, Fisik Dijamin Bugar! Jakarta – Menjaga kesehatan saat usia sudah menginjak 50 tahunan bukan perkara mudah. Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi tepat. Ini daftarnya. Kebutuhan nutrisi akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama untuk menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol agar tetap dalam batas aman. Kadar kolesterol harus dipantau secara rutin agar tetap berada dalam rentang normal. Mengutip laman Cleveland Clinic, total kolesterol yang normal antara 125 hingga 200 mg/dL.
Adapun batas aman trigliserida di bawah 150 mg/dL, LDL di bawah 100 mg/dL, dan HDL minimal 40 mg/dL untuk laki-laki, serta 50 mg/dL untuk perempuan. Saat usia 50 tahunan, tubuh mengalami perubahan metabolisme dan fungsi organ yang memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Karenanya penting memilih makanan dan minuman yang tepat. Pilihan makanan tersebut bisa mencegah risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya. Mengutip berbagai sumber, berikut daftar makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menjaga kesehatan Anda di usia 50-an. 1. Buah beri
Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberrykaya akan serat, vitamin C, serta senyawa anti-inflamasi dan antioksidan. Nutrisi lengkap dalam buah beri membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Konsumsi buah beri secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas. 2. Ikan kembung Ikan kembung juga kaya antioksidan yang membantu menurunkan peradangan dan menjaga sel-sel tubuh dari radikal bebas. 3. Nasi merah
Mengganti nasi putih dengan nasi merah adalah pilihan cerdas. Soalnya, nasi merah kaya serat dan karbohidrat kompleks. Serat membantu pencernaan dan mengatur kadar gula darah agar tetap stabil. Nasi merah juga memberikan energi yang lebih tahan lama dibandingkan nasi putih. 4. Jamur Kandungan potasium juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dengan mengendurkan pembuluh darah. Dengan rutin mengonsumsi jamur, Anda dapat menjaga tekanan darah tetap stabil dan jantung sehat. 5. Kacang-kacangan
Menurut ahli gizi Tara Tomaino, kacang-kacangan sepertichickpeasdanblack beansadalah sumber serat dan protein nabati yang sangat baik untuk orang berusia 50 tahun ke atas. “Kacang merupakan sumber serat dan protein nabati yang baik. Serat merupakan nutrisi penting untuk kesehatan jantung, pengelolaan gula darah, dan pengendalian berat badan,” ujar Tomaino, seperti dikutip dari Huffington Post. Jika menggunakan kacang kalengan, bilas terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan natrium. Usahakan untuk mengonsumsi kacang-kacangan setengah cangkir per hari dengan menambahkannya ke dalam salad atau sup. 6. Susu tanpa rasa Produk susu rendah lemak direkomendasikan bagi orang dengan usia 50-an, terutama yang memiliki kolesterol tinggi. Bagi yang intoleran laktosa, susu nabati seperti susu kedelai, almond atauoatbisa menjadi alternatif sehat. 7. Teh MenurutHeart Foundation, teh hijau memiliki kandungan kafein lebih rendah dibanding teh hitam, sehingga cocok bagi yang sensitif terhadap kafein. Kombucha, teh fermentasi yang sedang populer, juga bisa menjadi pilihan minuman sehat yang mendukung pencernaan. 8. Jus jeruk
Jus jeruk kaya akan vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang, terutama saat usia bertambah. Selain itu, kandungan vitamin C dalam jus jeruk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Minum jus jeruk secara teratur dapat memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan tulang. 9. Jus semangka Selain itu, jus semangka dapat membantu fungsi ginjal untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Minuman ini menyegarkan dan sangat baik untuk menjaga kesehatan organ vital. 10. Jus delima Konsumsi jus delima secara rutin dapat mendukung fungsi otak dan menjaga kesehatan jantung. Memilih makanan dan minuman sehat di usia 50-an sangat penting untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit kronis. (sob/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Makanan yang Bikin Cewek Korea Awet Muda Jakarta – Cewek Korea dikenal memiliki wajah awet muda. Hal ini dipengaruhi kebiasaan mereka mengonsumsi 5 makanan sehat berikut. Ketika melihat cewek Korea, mungkin kamu bertanya-tanya apa rahasia yang membuat wajahnya awet muda dan bersinar cerah. Rutinitas perawatan kulit memang menjadi salah satu faktor pendukung. Perlindungan sinar matahari juga menjadi bagian penting dalam perawatan wajah mereka. Namun, pola makan mereka sehari-hari tidak boleh dilupakan.
Cewek Korea maupun orang Korea secara umum seringkali mengonsumsi makanan sehat, seperti kimchi, sayuran segar, dan ikan. Semua makanan tersebut berkontribusi pada kesehatan kulit. Salah satunya bikin kulit tampak lebih sehat dan muda. Ingin tahu lebih lanjut makanan yang membuat wanita Korea awet muda? Melansir MSN.com (26/06/2025), berikut daftarnya! 1. Rumput laut
Bagi orang Indonesia, rumput laut mungkin terdengar seperti makanan asing. Namun, orang Korea seringkali mengonsumsi sayuran ini. Bahkan, rumput laut telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya mereka. Sayuran laut ini mengandung iodine (mineral yang berperan dalam metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan kelenjar tiroid), kalsium, vitamin A, vitamin C, dan banyak mineral. Mengonsumsi rumput laut bagus untuk kesehatan tiroid, yang memengaruhi kulit, rambut, dan tingkat energi. Cewek Korea biasa makan rumput laut dalam hidangan miyeok guk atau sup rumput laut. Secara tradisional, hidangan sup rumput laut ini hadir ketika perayaan ulang tahun atau setelah melahirkan dan masa penyembuhan. Dalam makanan lain, seperti gimbap (nasi digulung rumput laut kering) atau gimmari (mie digulung rumput laut), orang Korea juga kerap menggunakan rumput laut. 2. Kimchi
Kimchi dikenal sebagai makanan fermentasi khas Korea. Hidangan tradisional ini terbuat dari sayuran asin difermentasi, biasanya berbahan dasar sawi putih hingga lobak. Lalu sayuran tersebut diberi bumbu, seperti bawang putih, cabai, dan jahe. Ditambah dengan bumbu khas lainnya, seperti bubuk cabai (gochugaru) hingga pasta cabai (gochujang). Kimchi kaya akan probiotik yang baik untuk kesehatan usus. Kesehatan usus yang terjaga membantu melawan jerawat, kulit kusam, hingga pembengkakan atau peradangan di wajah. Kimchi bisa dimakan begitu saja atau dicampur dengan bahan lain, seperti dicampur nasi hingga roti. Daftar makanan rahasia awet muda orang Korea bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Teh hijau
Teh hijau sudah lama dikenal akan khasiatnya. Rupanya wanita Korea juga kerap mengonsumsi minuman sehat berkafein ini. Teh hijau mampu menghidrasi, kaya antioksidan, dan membantu melawan peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan vitamin dan mineral penting di dalamnya juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. Misalnya kandungan vitamin E yang mampu meningkatkan kelembapan dan vitamin B2 untuk menjaga kulit agar awet muda. Teh hijau bisa dinikmati sebagai minuman pengganti kopi. Tambahkan sedikit lemon untuk membuat rasanya semakin lezat dan segar. 4. Tahu
Tahu atau kerap disebut dubu dalam bahasa Korea juga sering dinikmati cewek Korea. Tahu kaya protein nabati dan mengandung isoflavon, senyawa yang membantu menyeimbangkan hormon dan meningkatkan kolagen. Kandungan vitamin E dalam tahu juga membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas bisa menyebabkan penuaan dini. Mengonsumsi tahu juga dapat membantu kulit tetap kencang, kenyal, dan halus. 5. Ubi jalarUbi jalar juga merupakan salah satu makanan yang sering dinikmati wanita Korea, terutama pada bulan-bulan tertentu. Biasanya ubi hanya dikukus lalu dimakan begitu saja. Ubi menawarkan beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A untuk membantu kulit lebih bersinar. Ubi juga mengandung indeks glikemik rendah yang dapat menjaga kadar gula tetap terkendali. Konsumsi ubi menghindari lonjakan gula darah yang bisa menimbulkan jerawat. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Minuman Sebelum Tidur yang Ampuh Bakar Lemak Perut Jakarta – Mau menyingkirkan lemak perut? Coba konsumsi makanan dan minuman yang tepat pada waktu yang tepat pula. Sebelum tidur, konsumsi lima minuman berikut bisa membantu. Tubuh terus bekerja meski sedang tertidur. Salah satu yang dikerjakan tubuh saat tidur adalah membakar lemak. Umumnya, tubuh akan membakar sekitar 50 kalori per jam saat tidur. Namun, angka ini berbeda-beda pada setiap orang.
Ada beberapa hal yang bisa mendorong proses pembakaran kalori saat tidur. Salah satunya adalah minuman yang dikonsumsi jelang tidur. Beberapa minuman berikut diketahui bisa membantu pembakaran lemak saat tidur, merangkum berbagai sumber. 1. Teh chamomileMinuman sebelum tidur untuk membakar lemak perut yang pertama adalah teh chamomile. Minuman ini dapat memberikan efek tenang dan meningkatkan kualitas tidur. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara kualitas tidur yang baik dengan proses penurunan berat badan. 2. Jus seledri
Meski rasanya sedikit pahit, namun jus seledri ampuh dalam menurunkan berat badan. Anda bisa menjadikannya minuman sebelum tidur. Jus seledri rendah kalori, tapi kaya akan nutrisi seperti kalium dan vitamin C. 3. Teh jaheTak ada salahnya menyiapkan segelas teh jahe hangat di malam hari jelang waktu tidur. Teh jahe dapat membantu proses penurunan berat badan. Anda bisa menambahkan secangkir teh jahe dengan irisan lemon untuk memberikan manfaat maksimal. 4. Susu
Asupan susu bisa membuat tidur jadi lebih nyenyak berkat kandungan triptofan dan kalsiumnya. Tidur yang berkualitas juga berperan penting dalam proses pembakaran lemak. Anda juga tak perlu khawatir karena minum susu sebelum tidur dapat mengurangi keinginan ngemil esok harinya. 5. Jus anggurMinuman sebelum tidur untuk membakar lemak perut yang terakhir adalah jus anggur. Studi menemukan, senyawa resveratrol pada anggur mengubah lemak putih yang menyimpan kalori menjadi lemak cokelat yang membakar kalori. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Minuman Sebelum Tidur Ini Ampuh Bakar Lemak Perut Kamu“ (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Kliyengan Gegara Kebanyakan Makan Daging Kambing? Coba 5 Hal Ini Jakarta – Kebanyakan makan daging kambing bisa berdampak buruk untuk kesehatan, salah satunya kliyengan karena kolesterol tinggi. Untuk mengatasinya, coba lakukan 5 hal ini. Saat Idul Adha, olahan daging kambing sering kali dinikmati terlalu banyak. Efeknya berbeda pada setiap orang, tapi sering kali berupa kliyengan alias pusing akibat kolesterol tinggi atau tekanan darah yang naik. Anda pun dianjurkan melakukan beberapa hal untuk mengimbangi asupan daging kambing. Lantas, apa yang harus dilakukan saat kebanyakan makan daging kambing? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.
1. Minum teh jaheKebanyakan makan daging bisa memicu masalah pencernaan. Teh jahe dipercaya dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Teh jahe juga membantu memperlancar pencernaan dan mencegah tekanan darah tinggi akibat konsumsi daging berlebih. 2. Minum air lemon
Anda juga bisa mencoba minum air lemon usai berpesta daging merah. Kandungan vitamin C dalam lemon dapat membantu proses penyerapan zat besi dari asupan daging. Selain itu, vitamin C juga diketahui bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. 3. Jus nanasNanas dikenal akan enzim bromelain yang dapat membantu tubuh mencerna daging. Bromelain bekerja dengan memecah molekul protein pada daging dan memudahkan usus untuk menyerap nutrisi. Tak ada salahnya menyiapkan segelas jus nanas setelah berpesta daging. 4. Makan buah dan sayur
Jangan lupa juga untuk mengonsumsi banyak buah dan sayuran usai pesta daging. Kandungan serat dalam buah dan sayuran dapat membantu mengurangi penyerapan lemak jenuh dari daging. 5. Hindari berbaringTerlalu banyak makan daging sering kali bikin tubuh mengantuk. Tapi, hindari berbaring setelah berpesta daging. Berbaring setelah makan banyak daging dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu perut kembung. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apa yang Harus Dilakukan saat Kebanyakan Makan Daging Kambing?” (adr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Kapan Waktu Terbaik Makan Buah untuk Turunkan Berat Badan? Jakarta – Buah bagus dikonsumsi karena kaya nutrisi dan bisa bantu turunkan berat badan. Untuk mencapai tujuan tersebut, ahli mengungkap waktu terbaik konsumsi buah. Selain sayuran, buah juga bisa dikonsumsi untuk mendapat asupan nutrisi sehat. Makan buah juga baik untuk membantu penurunan berat badan karena kandungan seratnya tinggi, rendah kalori, dan kaya akan air. Serat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Konsumsi beberapa buah juga meningkatkan metabolisme yang dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.
Meskipun buah-buahan bagus untuk menurunkan berat badan, penting diingat untuk tetap menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Pasalnya, sejumlah jenis buah juga mengandung gula tinggi yang bisa memberikan efek negatif. Buah sebaiknya dikonsumsi secara wajar dan dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya. Selain itu, ada waktu terpenting yang bisa diterapkan dalam mengonsumsi buah supaya efeknya lebih efektif. Jadi kapan waktu terbaik makan buah untuk membantu turunkan berat badan? Melansir health.com (12/06/2025), berikut penjelasannya. 1. Waktu terbaik makan buah
Beberapa penelitian yang disebut situs health.com menunjukkan penurunan berat badan akan lebih efektif jika buah dikonsumsi sebelum makan utama. Makan buah sebelum makan utama dapat memberikan rasa kenyang lebih awal, membantu mengurangi porsi makan berlebihan. Hasil ini ditunjukkan usai sebuah studi kecil melibatkan 17 pria menemukan peserta yang makan apel sebelum makan memiliki rasa kenyang lebih tinggi daripada yang memakan apel setelahnya. Mengonsumsi apel sebelum makan juga membantu mereka mengurangi asupan kalori sampai 18,5%. 2. Cara buah memengaruhi gula darah
Selain membantu menurunkan berat badan, buah juga mendukung manajemen gula darah yang baik. Buah mengandung serat yang memperlambat pencernaan dan penyerapan gula ke dalam aliran darah. Hal ini bantu mengurangi kadar gula darah setelah makan. Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi buah secara signifikan bisa menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Untuk memaksimalkan manfaat buah dalam mengendalikan gula darah, sebaiknya pilih buah segar dan utuh. Makan dalam porsi yang lebih kecil karena buah sebenarnya mengandung banyak gula alami. Padukan dengan sumber protein, seperti telur, kacang-kacangan, atau keju. Penelitian menunjukkan bahwa memadukan karbohidrat dengan protein bisa membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan dibandingkan dengan mengonsumsi karbohidrat saja. Waktu terbaik makan buah untuk kelola gula darah bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Waktu terbaik makan buah untuk kelola gula darahUntuk membantu mengelola kadar gula darah, sebaiknya buah dimakan setelah makan makanan berprotein tinggi. Beberapa bukti yang disebut situs health.com menunjukkan makan protein sebelum karbohdirat dapat meningkatkan kontrol gula darah secara signifikan. 4. Mitos keliru tentang buah
Buah memang bernutrisi, tetapi tidak sedikit juga mitos buruk beredar. Mulai dari mitos yang menyebutkan kalau penderita diabetes tidak boleh makan buah. Faktanya boleh saja, bahkan penelitian menunjukkan bahwa buah bisa membantu penderita diabetes mengatur kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes mendatang. Mitos buah mengandung terlalu banyak gula juga jangan dipercaya sepenuhnya. Buah memiliki sumber gula alami yang mampu menyediakan energi dalam bentuk karbohidrat dan kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Nutrisi tersebut mampu melindungi kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan kanker tertentu. Mitos terkait makan buah saat perut kosong juga tidak benar sepenuhnya. Pasalnya tidak ada bukti bahwa buah hanya boleh dimakan terpisa dari makanan lain. Bahkan, buah juga bisa dimakan dengan makanan lain untuk mendukung rasa kenyang. 5. Cara makan buah lebih banyak
Orang dewasa dianjurkan makan buah sebanyak 1,5-2 cangkir per hari atau sekitar 120-180 gram sampai 300 gram. Selain dimakan utuh, buah juga bisa dipadukan dengan kacang atau keju. Menambah buah ke dalam yogurt juga menjadi ide yang baik. Buah bisa diolah menjadi smoothie dan protein shake yang menyehatkan. Buah sebenarnya bisa dimakan kapan saja, tetapi supaya manfaatnya lebih efektif bisa dimakan sebelum makan utama. Pastikan juga mengimbanginya dengan nutrisi lain, seperti protein, lemak sehat, dan makanan kaya serat. (aqr/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Eater Collective
الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين |

























