Pantai Pererenan Bali, Spot Terbaik untuk Surfing hingga Nonton Sunset


Jakarta

Bali memiliki sejumlah pantai yang terkenal dan menjadi favorit banyak turis, sebut saja Pantai Kuta, Pantai Seminyak, hingga Pantai Jimbaran. Namun, ada satu pantai di Pulau Dewata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Pantai Pererenan.

Pantai yang satu ini terkenal memiliki ombak yang cukup besar dan konsisten, sehingga cocok untuk surfing. Maka dari itu, sejumlah turis asing lebih memilih datang ke Pantai Pererenan untuk berselancar.

Selain itu, masih ada daya tarik lainnya dari Pantai Pererenan. Penasaran? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Daya Tarik Pantai Pererenan

Pantai Pererenan yang terletak di kawasan Canggu, Badung, ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi turis. Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Badung, berikut sejumlah daya tarik dari Pantai Pererenan:

1. Spot Surfing Favorit para Bule

Daya tarik utama dari Pantai Pererenan yaitu sebagai tempat favorit para turis asing untuk berselancar. Sebab, ombaknya cukup besar dan konsisten sehingga mampu menarik para peselancar dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga yang sudah mahir.

Pantai Pererenan di BaliFoto: Bonauli/detikcom

Biasanya, para turis asing yang ingin berselancar di Pantai Pererenan datang secara berpasangan atau dalam kelompok. Beberapa di antaranya ada yang masih belajar sehingga didampingi pelatih surfing, tapi ada juga yang sudah jago sehingga langsung menuju ke laut.

Komunitas surfing di Pantai Pererenan juga terus berkembang luas. Hal ini yang membuat semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pererenan demi merasakan sensasi berselancar.

2. Menikmati Sunset yang Indah

Selain ombaknya yang konsisten, pantai Pererenan juga menawarkan pemandangan alam yang indah, terutama saat sore hari. Soalnya, travelers bisa menikmati sunset dari pinggir pantai.

Biasanya, peselancar yang datang ke Pantai Pererenan tiba sekitar pukul 16.00. Setelah seru-seruan bermain surfing, para turis akan duduk di pantai sambil menyaksikan matahari terbenam.

Kombinasi antara suara ombak, langit senja berwarna oranye, dan suasana yang tenang membuat betah berlama-lama di Pantai Pererenan. Jangan lupa mengabadikan momen tersebut dengan kamera HP, lalu diunggah ke media sosial.

3. Menawarkan Pantai yang Tenang

Berbeda dengan pantai-pantai mainstream di Bali seperti Pantai Kuta atau Pantai Jimbaran, kamu akan merasakan ketenangan setibanya di Pantai Pererenan. Sebab, pantai ini terbilang lebih private, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang butuh ketenangan.

Maka dari itu, banyak wisatawan yang menyebut Pantai Pererenan sebagai hidden gem di Bali. Soalnya, tak semua turis tahu tentang lokasi pantai ini.

Tips Berlibur di Pantai Pererenan

Tertarik untuk berkunjung ke Pantai Pererenan? Nah, ada sejumlah tips yang perlu travelers ketahui sebelum pergi ke sana. Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum detikTravel:

  1. Datang sejak pagi jika ingin menikmati suasana pantai yang sepi dan tenang.
  2. Kamu bisa membawa papan surfing sendiri dari rumah atau sewa langsung di Pantai Pererenan.
  3. Jika datang saat sore, disarankan agar tidak lewat dari pukul 16.00. Hal ini agar kamu masih bisa berkeliling pantai sebelum waktunya untuk menikmati sunset di tepi pantai.
  4. Tersedia kafe dan restoran di sekitar Pantai Pererenan. Jadi, tak perlu khawatir kalau perut sudah lapar.
  5. Meski pasir pantainya hitam, tapi tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi.
  6. Kenakan pakaian yang nyaman dan terbaik versi kamu agar bisa berfoto-foto estetik di Pantai Pererenan.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Pantai Pererenan, kamu bisa menjangkaunya dengan mengendarai sepeda motor atau mobil. Lokasinya yang berada di Canggu membuat pantai ini tak begitu jauh bila ditempuh dari pusat Kota Denpasar.

Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Kota Denpasar menuju Pantai Pererenan sekitar 15 km. Jika mengendarai mobil, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, sedangkan bila mengendarai motor waktu tempuhnya sekitar 40-50 menit.

Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Pererenan yang menjadi pantai hidden gem di Bali. Jadi, tertarik untuk liburan ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Mau Pinang Daihatsu Zebra Seken Harga Rp 10 Jutaan? Ini Penyakitnya



Jakarta

Daihatsu Zebra bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin membeli mobil jadul dengan budget terbatas. Mobil van terpopuler Daihatsu di zamannya itu bisa dibeli dengan harga mulai Rp 10 jutaan. Tapi sebelum kamu pinang mobil ini, perlu diketahui terlebih dahulu ragam penyakitnya.

Seperti dikatakan Reza, member dari ZEC (Zebra Club) Chapter Jabodetabekar, Daihatsu Zebra memiliki sejumlah penyakit yang harus diatasi. Penyakit ini meliputi di bagian kelistrikan dan juga mesin.

“Pengalaman teman-teman di komunitas, penyakit utama Zebra itu seringnya overheat dan timing belt putus, dan yang terakhir itu yang paling umum, delco-nya kalau kena cipratan air, itu akan mati mesinnya,” ungkap Reza ditemui detikOto di acara Daihatsu Kumpul Sahabat 2025 di alun-alun Tigaraksa, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/5/2025).


Reza pun membeberkan solusinya. “Kalau untuk penyakit delco, itu pasti dikasih halang-halangan bawahnya supaya kalau kena cipratan aman. Untuk masalah timing belt itu ada beberapa montir yang sudah ngerti setelan topnya, karena kan kalau kekencangan dia putus, kalau terlalu longgar dia akan lepas,” sambung Reza.

Lanjut ke permasalahan overheat, umumnya Daihatsu Zebra menggunakan sistem radiator 1 ply. Maka jika ingin mencegah terjadinya panas berlebih pada mesin, radiatornya harus diganti. “Diganti pakai yang 2 ply, sama mungkin pulley kipasnya dibesarin, begitu, biar adem,” bilang Reza.

Di luar kekurangan, Daihatsu Zebra memiliki keunggulan berupa konsumsi BBM yang irit, di mana bisa mencapai angka 1:15. Selain itu, harga mobil yang diproduksi rentang tahun 1995 hingga 2007 ini juga tergolong murah.

“Kisarannya antara Rp 10 sampai Rp 30 juta,” bilang Reza.

Namun Reza mengingatkan, ada harga ada rupa. Artinya, jika meminang Daihatsu Zebra yang harganya Rp 10 jutaan, maka kemungkinan PR perbaikannya banyak. “Tapi jika beli yang harga Rp 20 juta-Rp 30 jutaan, ya mungkin perbaikannya minor lah,” sambung Reza.

Lanjut Reza menjelaskan, jika Anda membeli Zebra di harga Rp 10 jutaan, maka sebaiknya siapkan biaya sekitar Rp 15 jutaan untuk perbaikan. “Uang itu digunakan rekondisi mesin, terus radiatornya dibikin 2 ply, kaki-kaki diberesin semua, dan bisa buat ganti CDI juga,” ungkap Reza.

Sementara itu jika berencana meminang Zebra, Reza menyarankan agar memilih generasi Zebra yang diproduksi terakhir kali pada 2007. “Karena itu Zebra yang paling bagus dan sudah injeksi EFI (Electronic Fuel Injection).

Harga pasarannya memang lebih mahal, Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Tapi kalau ketemu penjual yang hobi, harganya bisa sampai Rp 60 juta hingga Rp 70 juta,” tukas dia.

(lua/dry)



Sumber : oto.detik.com

Kata Siapa Drifting itu Sulit? Ini Cara Mudahnya



Jakarta

Tak semua pengendara bisa melakukan drifting. Untuk bisa ngedrift, memang butuh latihan yang tak singkat. Tapi bukan berarti tidak bisa, ada beberapa hal yang bisa dipelajari pengendara untuk melakukan drifting. Autochem menjelaskan ada lima teknik dasar dalam dunia drifting, penjelasannya sebagai berikut.

1. Power Over

Mengandalkan tenaga mesin yang besar, teknik ini dilakukan dengan menekan pedal gas secara agresif agar roda belakang berputar lebih cepat dari traksi yang tersedia. Akibatnya, mobil mengalami oversteer dan mulai ngepot. Teknik ini paling efektif digunakan pada mobil bertenaga besar dan high speed event.

2. Feint Drift atau Scandinavian Flick

Teknik ini melibatkan gerakan kemudi ke arah berlawanan sebelum masuk tikungan. Pengemudi membelokkan setir ke arah yang berlawanan sebelum mengarahkannya kembali ke jalur yang dituju. Pergeseran bobot yang terjadi membantu menciptakan oversteer, memungkinkan mobil untuk ngepot. Teknik ini sangat efektif dalam menghadapi tikungan tajam.


3. Clutch Kick

Teknik ini dilakukan dengan cara menekan dan melepas pedal kopling secara cepat sambil tetap mempertahankan tekanan pada gas. Metode ini menyebabkan roda belakang kehilangan traksi secara tiba-tiba, memicu mobil untuk mulai ‘bergerak liar’. Clutch kick sering dimanfaatkan untuk memulai atau mempertahankan drift di tengah tikungan.

4. E-Brake Drift

Teknik ini menggunakan rem tangan untuk mengunci roda belakang secara mendadak. Dengan menarik rem tangan saat masuk tikungan, roda belakang kehilangan traksi dan mobil mulai sideway. Metode ini sering diterapkan saat drift pada kecepatan rendah atau perlu menyesuaikan sudut mobil di tengah tikungan.

5. Braking Drift

Teknik ini memanfaatkan rem untuk mengalihkan bobot kendaraan ke bagian depan. Saat memasuki tikungan, pengemudi menekan pedal rem sehingga bagian depan mobil mengalami penurunan sementara traksi di roda belakang berkurang. Hal ini memudahkan mobil untuk memasuki oversteer. Teknik ini ideal untuk drifting pada kecepatan rendah hingga menengah.

Drifting PrestoneDrifting Prestone Foto: dok. Prestone

Autochem Industry Hadir di Ajang Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1

PT Autochem Industry (AI) melalui produk unggulannya brake fluid Prestone dan radiator coolant Master, mendukung gelaran akbar motorsport Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 Seri ke-1 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu-Minggu (10-11/5).

Autochem bertindak sebagai salah satu sponsor acara Drift Camp yang bertujuan untuk mengedukasi dan menjaring drifter-drifter muda yang punya potensi, menyediakan fasilitas tire changer di area paddock sirkuit untuk memudahkan bongkar-pasang ban, serta menjadi sponsor pembalap Fitra Eri yang berlaga di one make race BRZ Super Series.

“Lewat Prestone dan Master, PT Autochem Industry (AI) mendukung berbagai aktivitas motorsport di Indonesia karena percaya track balap merupakan ajang pembuktian keandalan dan ketangguhan berbagai komponen penting kendaraan, khususnya brake fluid dan radiator coolant. Selain itu, kami juga ingin dari ajang motorsport dapat muncul pembalap-pembalap muda berbakat yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” kata Henry Sada, Direktur Utama dan Marketing PT Autochem Industry (AI).

Selanjutnya Drifting merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat disukai anak muda zaman now, dimana PT AI melihatnya sebagai potensi untuk memperkenalkan produk cairan kendaraan Prestone dan Master. Bagian dari Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1, Drift Camp berlangsung di belakang paddock Sirkuit Mandalika.

Drift Camp adalah latihan bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan drifter-drifter muda sekaligus menjaring talenta baru untuk diorbitkan, terutama dari wilayah Lombok, Bali, dan sekitarnya. Konsep Drift Camp sendiri adalah menyediakan latihan drifting dengan tempat yang layak di sirkuit yang memiliki kualitas aspal sesuai kebutuhan balap.

Sebagai camp pelatihan, para peserta terutama yang baru, mendapatkan coaching clinic dan transfer ilmu dari drifter senior yang hadir. Inilah yang menjadikan ajang Drift Camp menarik untuk diikuti, terutama bagi para rookie yang umumnya berasal dari Gen-Z. Dengan kondisi track yang mendukung sesuai standar lomba, ditambah edukasi dari drift coach, para drifter pemula dapat memaksimalkan teknik drifting yang benar supaya mampu berlaga dengan mulus dan meraih poin tertinggi.

“Kami ingin menyatukan drifter Lombok dan Bali yang selama ini latihan sendiri dengan membuatkan event Drift Camp. Tujuannya, supaya apa yang sudah mereka pelajari bisa dijadikan sebagai sarana berlomba dengan drifter dari luar, sehingga mentalnya terbentuk saat kompetisi. Autochem lewat Prestone dan Master juga mempunyai kontribusi yang positif karena selalu men-support aktivitas kami, dengan turut membantu menemukan bibit-bibit pembalap muda. Ke depan, semoga Autochem dapat terus berkolaborasi dengan kami di Sirkuit Mandalika,” jelas Denny Pribadi, Penyelenggara dan Pelatih Drift Camp di event Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1.

(lth/dry)



Sumber : oto.detik.com

Menanti Waktu Berbuka Puasa di Gunung Bohong



Cimahi

Ngabuburit atau menanti waktu berbuka paling asyik sambil melihat pemandangan. Di Cimahi, traveler bisa ngabuburit di gunung Bohong sambil lihat kereta cepat.

Jam menunjukkan pukul 15.30 WIB, waktu menuju adzan maghrib tanda berbuka puasa masih cukup lama. Di sela menunggu waktu iftar, sejumlah muda-mudai Kota Cimahi memanfaatkan waktu dengan ngabuburit.

Langit sore itu juga cerah, tak nampak tanda-tanda mendung sebagai ciri bakal turunnya hujan. Maklum, sepekan belakangan hujan terus membasahi Bandung Raya, termasuk Cimahi.


Ada yang sibuk memilih jajanan yang mau dibeli, ada yang sabar bermacet-macetan menuju rumah, lalu sedikit orang memilih nangkring di daerah Jalan Tipar Barat, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.

Tak ada yang terlalu istimewa, cuma sebuah bukit tempat melihat lanskap Cimahi dari ketinggian. Bonusnya, mereka yang datang ke daerah Gunung Bohong Cimahi itu juga bisa melihat laju Kereta Cepat Whoosh.

Dari tepi jalan, duduk di atas pembatas jalan, sudah ramai orang-orang menunggu datangnya kereta cepat. Tempat melihat kereta cepat itu, sebetulnya telat di atas terowongan yang dinamai tunnel 11 oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Tak cuma warga lokal, ternyata ada juga yang jauh-jauh datang dari luar Cimahi. Salah satunya Bagus Arisuta, pemuda asal Sukabumi yang kebetulan sedang bekerja di Kota Cimahi. Ia berkisah baru pertama kali datang ke spot ngabuburit di bukit Gunung Bohong itu.

“Kebetulan sore ini mau ngabuburit sambil hunting foto. Memang saya senang fotografi dan niat mau foto kereta cepat,” kata Bagus saat berbincang, Rabu (12/3/2025) sore.

Pengunjung ngabuburit di bukit Gunung Bohong CimahiPengunjung ngabuburit di Gunung Bohong Cimahi Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Ia menemukan lokasi tersebut setelah riset di media sosial serta mencari di Google Maps. Sampai akhirnya ia diarahkan ke lokasi tersebut yang di bagian kaki bukitnya terdapat warung tempat orang nongkrong bahkan membatalkan puasa.

“Saya cari di google maps, terus lihat di medsos juga dan diarahkan ke sini. Untungnya enggak terlalu jauh dan lumayan bagus buat ngonten,” kata Bagus.

Dari ketinggian itu, terlihat jelas trase kereta cepat dengan sudut berbelok di ujung pandangan mata. Di sisi kanan, ada pemandangan jalan tol yang menimbulkan perasaan seperti sedang di luar kota ketika mudik.

“Pemandangannya bagus, jarang juga ada yang seperti ini. Saya baru pertama kali ke sini, cocok juga buat ngonten dan cari foto. Kalau mau buka, di sini juga ada warung,” ujar Bagus.

Warga lainnya, Azis Rahmat, datang bersama teman-temannya. Ia sengaja datang ke lokasi tersebut setelah melihat spot itu ramai di media sosial.

“Ternyata bagus lokasinya, buat spot foto. Cuma sayang di bawahnya itu tanamannya tumbuh subur, jadi agak menghalangi pemandangan,” kata Azis.

Tak terlalu sulit untuk bisa menikmati pemandangan dari lokasi tersebut. Pengunjung hanya perlu menuju Jalan Ibu Ganirah, Cibeber. Sebelum gerbang belakang Unjani Cimahi, lalu belok kanan dengan patokan Gedung Serba Guna Arizka.

Dari situ pengunjung hanya perlu mengikuti jalan sampai akhirnya tiba di spot yang dituju. Alangkah baiknya datang pada pagi dan sore hari saat matahari tak terlalu panas menusuk kulit.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit Sambil Ngadem Dulu di Danau Ciperna Cirebon



Cirebon

Cuaca sedang panas membara. Traveler yang mau ngabuburit sambil ngadem sejenak bisa mampir ke danau Ciperna di Cirebon. Sudah pernah ke sini belum?

Ada banyak cara untuk menunggu waktu berbuka puasa, salah satunya adalah dengan menghabiskan waktu di alam terbuka. Di Cirebon, ada salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan untuk menunggu waktu berbuka puasa, yaitu Danau Ciperna.

Lokasinya berada tepat di area Lapangan Golf Ciperna yang luas. Memasuki area Danau Ciperna, pengunjung akan disuguhkan dengan rindangnya pepohonan yang banyak tumbuh di sekitar danau.


Masuk lagi ke dalam, tampak danau Ciperna yang dipenuhi dengan air berwarna hijau. Di sekeliling danau itu, terdapat rerumputan dan juga bangku kayu yang menghadap langsung ke area danau.

Meski letaknya tidak jauh dari Jalan Raya Cirebon-Kuningan, tetapi, udara di sekitar danau terasa adem. Ditambah dengan hembusan angin sepoi-sepoi membuat suasana ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sana menjadi semakin nyaman.

Suasana Danau Ciperna yang asri dan adem di CirebonSuasana Danau Ciperna yang asri dan adem di Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Sedikit berbeda dengan di tempat lain, di sekitar danau tidak ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Hal ini membuat suasana Danau Ciperna terasa semakin asri dan menenangkan.

Selain bisa menikmati suasana danau yang asri dengan cara duduk santai atau berjalan kaki mengelilingi danau, pengunjung juga bisa memancing ikan di Danau Ciperna. Sore itu, tampak beberapa orang sedang memancing ikan sambil menikmati suasana Danau Ciperna.

Salah satu pengunjung yang sering datang ke Danau Ciperna adalah Sendi (21). Menurut dia, Danau Ciperna memiliki suasana yang adem dan nyaman, sehingga cocok dijadikan tempat untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.

“Nyaman, adem di sini, apalagi jaraknya nggak jauh dari rumah juga, paling berapa menit, ” tutur Sendi, Rabu (5/4/2025).

Senada dengan Sendi, Doni (22), juga merasa nyaman untuk menghabiskan waktu sore di Danau Ciperna. Menurutnya, meski letaknya di perbatasan Kota dan Kabupaten Cirebon, namun, masih banyak orang yang belum tahu tentang adanya Danau Ciperna.

Selain nyaman, tidak ada tiket masuk atau biaya parkir di Danau Ciperna, pengunjung hanya perlu memarkirkan kendaraannya dengan tertib di sekitar danau.

“Kayak tempat hidden gems lah karena masih banyak orang yang belum tahu, padahal lokasinya deket, jadi rasanya nyaman, masih asri, adem juga, nggak terlalu ramai, apalagi di sini masuknya nggak bayar juga, masih gratis, rekomendasi buat yang mau ngabisin waktu sore,” tutur Doni.

Cara Menuju ke Danau Ciperna

Danau Ciperna sendiri berlokasi di Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Dari Terminal Bus Harjamukti, Kota Cirebon hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk sampai ke Danau Ciperna.

Untuk rutenya, dari Terminal Bus Harjamukti, bisa langsung belok kiri di Jalan Ahmad Yani lurus terus menuju Jalan Raya Ciperna sampai terlihat gapura kecil sebelah kiri di Jalan Cirebon-Cilimus.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ngecas HP di Mobil Listrik Bikin Baterai jadi Boros?



Jakarta

Ada anggapan kalau ngecas HP di mobil listrik bisa bikin baterai lebih boros? Kedengarannya sepele, tapi ternyata banyak yang salah kaprah soal ini. Lantas seperti apa faktanya?

Menurut Aldi Ruvian dari After Sales Department AION Indonesia, hal-hal kecil seperti ngecas HP di mobil listrik memang bisa berpengaruh terhadap konsumsi daya secara keseluruhan. Apalagi kalau dilakukan bersamaan dengan penggunaan elektronik lainnya.

“Minimalkan penggunaan elektronik di dalam mobil seperti charging atau menyolok untuk charging sesuatu, gadget dan lainnya. Jadi hal-hal seperti itu memang dapat memberikan efisiensi yang lebih baik ketika menggunakan mobil listrik,” ujar Aldi beberapa waktu lalu.


Tapi tentu saja, ngecas HP enggak serta-merta langsung bikin baterai mobil jebol. Yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan kecil yang menumpuk, ditambah dengan gaya berkendara yang tidak efisien.

Nah, biar konsumsi daya mobil listrik tetap irit, AION Indonesia juga membagikan beberapa tips simpel tapi penting:

1. Hindari Akselerasi Mendadak

“Salah satunya adalah yang pertama terkait dengan cara berkendara yaitu akselerasi. Jadi yang pertama adalah hindari akselerasi yang berlebihan seperti stop n go secara tiba-tiba,” jelas Aldi.
Kebiasaan injak gas dan rem mendadak bikin sistem kerja baterai lebih berat. Kondisi ini diklaim dapat membuat baterai jadi cepat habis.

2. Jaga Kecepatan Stabil

“Yang kedua adalah jaga batas kecepatan. Jadi seperti kita tahu bahwa batas kecepatan di tol itu kan ya ada yang 80 ada yang mungkin 100 ya, nah jadi jangan lebih dari segitu.”
Menurut Aldi, saat kecepatan sudah tembus 100 atau 120 km/jam, konsumsi baterai cenderung tinggi. Ia mengibaratkan sama seperti mobil bensin yang semakin boros ketika diajak ngebut.

3. Aktifkan ECO Mode atau Gunakan E-Pedal

“Tips ketiga adalah memaksimalkan penggunaan fitur ECO mode atau E Pedal. Yang dimana sistem regenerative braking, sehingga ketika pedal gas dilepas, daya akan terisi kembali ke dalam baterai.”

Dengan fitur ini, energi yang biasanya terbuang saat deselerasi bisa dikembalikan ke baterai. Sedikit banyak, penggunaan fitur regenerative braking dapat membuat konsumsi baterai kian efisien.

(mhg/dry)



Sumber : oto.detik.com

5 Spot Foto saat Mudik di Jalur Pantura, Jangan Lupa Mampir


Jakarta

Memasuki musim mudik Lebaran 2025, pemudik yang akan pulang ke kampung akan melewati berbagai jalur. Salah satu jalur yang banyak dilewati pemudik adalah jalur Pantura (Pantai Utara).

Jalur Pantura adalah jalur utama di Pulau Jawa yang membentang dari ujung barat hingga timur. Saat mudik melalui jalur Pantura, sepanjang rute pemudik juga bisa berkesempatan menikmati pemandangan dan mengabadikan momen di berbagai spot menarik.

Spot Foto saat Mudik di Pantura

Jalur Pantura menyajikan beragam lokasi, mulai dari landmark khas daerah hingga pantai indah yang sayang untuk dilewatkan. Dirangkum detikTravel, berikut beberapa spot foto terbaik di Pantura untuk para pemudik yang gemar berburu foto untuk dijadikan kenangan perjalanan mudik:


1. Telaga Herang Majalengka

Telaga Herang merupakan objek wisata alam di di Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat. Tempat ini terkenal dengan danau airnya yang jernih dan berwarna kebiruan.

Mengutip akun Instagram @disparbudmajalengka, telaga ini menjadi salah satu tempat wisata yang berada di kaki Gunung Ciremai. Air danau yang jernih berasal langsung dari aliran air Gunung Ciremai. Dari pusat kota Majalengka ke lokasi Talaga Herang, jaraknya berkisar 22 km dengan waktu tempuh 42 menit.

2. Wisata Agro Kaligua

Liburan akhir tahun di Kebun Teh Kaligua BrebesPemandangan Kebun Teh Kaligua Brebes Foto: Imam Suripto/detikcom

Para pemudik bisa mampir ke Wisata Agro Kaligua di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah jika melewati jalur Pantura. Tempat ini cocok untuk dijadikan tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan alam.

Lokasinya di kaki Gunung Slamet, tempat ini menawarkan udara sejuk ditambah pemandangan hamparan perkebunan teh hijau yang memanjakan mata. Di sini juga ada resto dan penginapan.

Dilansir dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Agrowisata Kaligua berlokasi di Desa Pandansari, Paguyangan, Brebes. Tempat ini merupakan salah satu perkebunan peninggalan kolonial Belanda.

3. Masjid Agung Jawa Tengah

Terdapat mushaf akbar, beduk ijo Mangunsari, dan juga Menara Asmaul Husna di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto diunggah Kamis (13/3/2025).Terdapat mushaf akbar, beduk ijo Mangunsari, dan juga Menara Asmaul Husna di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto diunggah Kamis (13/3/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk berwisata religi saat melewati jalur Pantura bisa jadi kalian lakukan. Masjid ini terletak di Kota Semarang yang terkenal dengan gaya arsitektur perpaduan gaya Jawa, Roma, dan Arab.

Dilansir dari detikJateng (29/3/2023), motif-motif batik yang merupakan seni tradisional Jawa yang terlihat di bagian dasar tiang. Ada juga seni kaligrafi di area dinding masjid khas budaya Timur Tengah. Budaya Roma bisa terlihat dari lapisan warna-warna desain interior masjid.

Payung hidrolik besar juga jadi ikon masjid ini, karena mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah. Berkat arsitekturnya, masjid ini bisa jadi salah satu tujuan menemukan spot bagus saat mudik melewati jalur Pantura.

4. Lawang Sewu

Gedung Lawang Sewu SemarangGedung Lawang Sewu Semarang Foto: Rizqy Nur Amalia/detikINET

Masih berada di sekitar Semarang, Lawang Sewu bisa dijadikan tempat pemberhentian untuk hunting foto. Mengutip laman Visit Jawa Tengah, Lawang Sewu merupakan bangunan ikonik bergaya arsitektur art deco yang dulunya jadi Kantor Pusat Kereta Api Belanda (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij/NIS).

Lawang Sewu dibangun sekitar tahun 1903 hasil rancangan arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Queendag.

Dikenal dengan nama Gedung Lawang Sewu karena bangunan ini punya banyak pintu. Di mana, dalam bahasa Jawa “Lawang” itu artinya pintu dan “Sewu” berarti seribu.

5. Masjid Menara Kudus

Masjid Menara KudusMasjid Menara Kudus Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Untuk kamu yang ingin berwisata religi, Masjid Menara Kudus di bisa kamu kunjungi. Masjid Menara Kudus terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Daya tarik Masjid Menara Kudus ada pada arsitekturnya yang sarat akan akulturasi budaya Islam dan Hindu. Ada menara yang seperti candi dan gapura yang khas akan kebudayaan Hindu.

Masjid dan Menara Kudus, Sabtu (9/3/2024).Masjid dan Menara Kudus. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Tidak hanya itu, di dalam masjid juga ada ornamen yang sangat kental dengan nilai-nilai keislaman. Selain ke masjid, biasanya banyak yang berziarah ke makam Sunan Kudus yang terletak di samping masjid ini.

Masjid ini sebenarnya bernama asli Masjid Al-Quds yang dibangun pada 1685 M. Masjid Menara Kudus dibangun oleh Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Shodiq, salah satu ‘Walisongo’ ulama penyebar agama Islam di pulau Jawa.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Jalan Jauh Pakai Mobil Listrik? Lakukan Ini Biar Gak Abis Baterai di Jalan!



Jakarta

Bepergian jarak jauh dengan mobil listrik kini bukan lagi hal yang sulit. Teknologi dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang membuat perjalanan jadi lebih praktis.

Meski begitu, ada satu hal yang tetap penting diperhatikan yakni kondisi baterai dan jangan sampai kehabisan baterai di tengah jalan. Karena itu, perencanaan rute dan pengisian daya jadi kunci utama untuk memastikan perjalanan tetap lancar.

Menurut Aldi Ruvian dari After Sales Department AION Indonesia, sekarang udah ada fitur bernama trip planner yang bisa bantu perhitungan titik-titik charging selama perjalanan.


“Ada yang namanya trip planner gitu ya. Jadi trip planner itu bisa dipakai dari aplikasi-aplikasi untuk pengisian daya (charging) seperti yang saya contohkan dari PLN Mobile misalkan, dia sudah ada semacam trip planner. Jadi misalkan pelanggan ingin melakukan perjalanan ke suatu kota, di titik mana aja sih yang nanti sebaiknya dilakukan charging,” jelas Aldi.

Di sisi lain, Marketing Communications dan Public Relations AION Indonesia, Valdo Prahara, juga menyebutkan bahwa pengguna mobil listrik sekarang umumnya sudah paham dengan kondisi mobilnya serta tantangan yang mereka hadapi saat perjalanan jauh.

AION Indonesia sudah berulang menguji mobilnya untuk perjalanan jauh, bahkan mengajak awak media untuk tes mobil listriknya dari Jakarta ke Semarang tanpa mengecas. Terbukti aman tanpa perlu khawatir.

“Tabiatnya orang-orang yang pakai mobil listrik itu yang sekarang pasti udah bisa banget nge-plan dan juga gak perlu khawatir lagi ya karena produk AION sendiri kan jaraknya cukup jauh,” kata Valdo.

SPKLU PLNSPKLU PLN Foto: 20detik

Tips Berkendara Jauh dengan Mobil Listrik

Agar perjalanan jarak jauh dengan mobil listrik tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang disarankan oleh PLN:

1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

Periksa seluruh komponen kendaraan, termasuk tekanan ban, sistem kelistrikan, dan kondisi rem. Pastikan juga baterai dalam keadaan terisi penuh sebelum memulai perjalanan.

2. Manfaatkan Fitur Trip Planner

Gunakan aplikasi seperti PLN Mobile untuk merencanakan rute perjalanan sekaligus melihat lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perencanaan ini penting untuk menghindari risiko kehabisan daya di tengah perjalanan.

3. Hindari Akselerasi dan Kecepatan Berlebih

Jaga kecepatan agar tetap stabil dan hindari akselerasi mendadak. Kebiasaan berkendara yang agresif dapat mempercepat konsumsi daya baterai.

4. Maksimalkan Fitur Regenerative Braking

Aktifkan mode berkendara hemat seperti ECO Mode atau E-Pedal untuk mengoptimalkan fitur regenerative braking. Fitur ini memungkinkan daya listrik dikembalikan ke baterai saat kendaraan melambat.

5. Siapkan Kabel Charging Pribadi

Saat ini, penyebaran SPKLU belum merata di seluruh daerah. Lantas penting juga bagi pemilik mobil listrik untuk membawa kabel charging sendiri untuk berjaga-jaga baterai lemah di jalan atau untuk mengecas saat di penginapan di kota tujuan.

6. Hindari Jalur dengan Kemacetan Parah

Meski daya yang termakan lebih banyak saat melaju kencang, mobil listrik tetap mengkonsumsi daya saat berhenti apalagi jika sistem AC menyala. Oleh sebab itu, efisiensi akan lebih optimal saat melintasi jalan yang bebas dari kemacetan. Gunakan aplikasi navigasi untuk memantau lalu lintas dan memilih jalur yang lebih lancar.

7. Siapkan Rencana Cadangan

Sebaiknya tentukan titik SPKLU alternatif di sepanjang rute perjalanan. Hal ini berguna apabila lokasi pengisian utama tidak tersedia atau sedang antre.

(mhg/lth)



Sumber : oto.detik.com

Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK



Jakarta

Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi salah satu daerah yang menghadirkan magnet tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pasalnya, Kawasan tersebut memiliki perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan destinasi wisata yang cukup menarik.

“Bagi pencinta kuliner, sejarah, dan budaya, Batavia PIK merupakan destinasi yang tak boleh dilewatkan. Terinspirasi dari kota pelabuhan Batavia tempo dulu di abad ke-18, kawasan ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan keindahan arsitektur khas kolonial, atmosfer kota pelabuhan, serta sajian kuliner dan hiburan khas Nusantara,” tulis PIK dalam keterangan resmi, Sabtu (15/3/2025).

Lebih dari sekedar destinasi wisata, Batavia PIK menghidupkan kembali kejayaan Batavia, yang dahulu dikenal sebagai ‘Queen of the East’ yaitu sebuah pusat perdagangan maritim yang mempertemukan berbagai bangsa dan budaya. Layaknya seperti Batavia di masa lampau, destinasi ini kini menjadi melting pot modern, di mana akulturasi budaya hadir dalam seni, hiburan, kuliner, dan arsitektur autentik.


Tak hanya menawarkan nostalgia, Batavia PIK juga menghadirkan pengalaman imersif yang mengajak pengunjung menjelajahi sejarah melalui konsep interaktif dan inovatif sehingga dapat dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai generasi, baik lokal maupun mancanegara.

Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIKMenelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK (Agung Sedayu)

Alun-Alun Batavia: Pusat Festival dan Hiburan

Sebagai jantung dari Batavia PIK, Alun-alun Batavia menjadi tempat berkumpulnya para pengunjung untuk menikmati berbagai event spesial. Dari bazar kerajinan lokal, kuliner, pertunjukan seni teater, hingga live music bernuansa keroncong.

Lebih dari sekadar tempat hiburan, Alun-Alun Batavia juga menjadi panggung bagi para seniman kreatif Indonesia. Berbagai sanggar seni dan pertunjukan ternama seperti Jember Fashion Carnaval, Sanggar Tari Ayodya Pala, hingga Teater Mhyajo turut berkolaborasi menampilkan karya-karya yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan modern.

Pasar Rakjat: Menikmati Nostalgia Lewat Kuliner dan Kerajinan Tradisional

Batavia PIK juga tetap menjaga semangat lokal dengan menghadirkan Pasar Rakjat. Lebih dari sekadar tempat berbelanja, pasar ini menjadi wadah bagi UMKM Indonesia untuk berkembang dan memamerkan produk terbaik mereka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga seni kreatif.

Pada Maret 2025, Batavia PIK akan menyambut Sarinah, department store ikonik yang selama puluhan tahun dikenal sebagai rumah bagi produk-produk lokal unggulan. Kehadirannya akan semakin memperkaya pengalaman belanja di Batavia PIK, menghadirkan beragam karya anak bangsa, mulai dari tekstil, fesyen, hingga kerajinan tradisional.

Jembatan Kota Intan dan Dermaga Taksi Air: Menghubungkan Tradisi dan Modernitas

Salah satu daya tarik utama Batavia PIK adalah jembatan kayu yang menghubungkan fase pertama di Golf Island PIK dengan Batavia Pasar Rakjat di Riverwalk Island. Jembatan ini terinspirasi dari Jembatan Kota Intan yang legendaris, menghadirkan sentuhan arsitektur klasik yang pernah menghiasi Batavia tempo dulu.

Menariknya, pengalaman di Batavia PIK semakin lengkap dengan kehadiran dermaga taksi air. Moda transportasi itu memungkinkan pengunjung menjelajahi kanal menggunakan perahu listrik.

Menyusuri kawasan ini dari jalur air menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati keindahan Batavia PIK, menjadikannya pilihan wisata unik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIKMenelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK (Agung Sedayu)

Kuliner Otentik dari Nusantara hingga Internasional

Tak lengkap rasanya menjelajahi Batavia tanpa mencicipi kelezatan kulinernya. Batavia PIK menyuguhkan pengalaman bersantap yang menggugah selera dengan deretan tenant F&B yang menghidangkan berbagai masakan khas Nusantara dan internasional.

Beberapa tenant ternama yang dapat dinikmati antara lain seperti Dewata by Monsieur Spoon yang menawarkan sentuhan kuliner Bali yang autentik, Sate & Seafood Senayan yang menyajikan sate dan hidangan laut khas Indonesia, Canton 168 yang merupakan pilihan tepat bagi pencinta masakan Kanton, Orasa’s yaitu restoran dengan menu khas Thailand, Saigon Ngon untuk menikmati cita rasa otentik Vietnam, dan Rumah Jajan Bu Nanik yang menyajikan jajanan legendaris khas Indonesia.

Melalui berbagai menu yang beragam, Batavia PIK tentunya juga menjadi destinasi wajib bagi para pencinta kuliner.

Kilau Ramadhan 1001 Malam: Menyambut Bulan Suci dengan Tradisi yang Megah

Memasuki bulan Ramadan, Batavia PIK semakin semarak dengan ‘Kilau Ramadhan 1001 Malam Batavia’, sebuah festival kuliner dan hiburan yang menghadirkan suasana khas Timur Tengah dan Nusantara.

Salah satu atraksi utama adalah buka puasa bersama Chef Muto, yang dikenal dengan atraksi kungfu cooking-nya. Pengunjung dapat menikmati hidangan istimewa sambil menyaksikan keahlian memasak yang menghibur.

Tak hanya itu, rangkaian acara Ramadhan juga dimeriahkan oleh penampilan artis papan atas setiap akhir pekan, pertunjukan seni dari Jember Fashion Carnaval, serta live music dari Mustafa ‘DEBU’ yang membawa suasana syahdu di bulan suci.

Menambah keistimewaan acara ini, kedutaan besar dari negara-negara ASEAN dan Maroko, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, turut hadir untuk merayakan momen kebersamaan dalam semangat Ramadhan.

Sebagai destinasi yang menggabungkan sejarah, budaya, dan gaya hidup modern, Batavia PIK menghadirkan pengalaman wisata yang tak hanya menghibur tetapi juga memperkaya wawasan. Dengan arsitektur klasik yang memukau, ragam kuliner autentik, serta berbagai acara dan atraksi menarik, kawasan ini menjadi tempat ideal bagi siapa saja yang ingin merasakan pesona Batavia tempo dulu dalam balutan modernitas.

Baik bagi pencinta sejarah, penggemar kuliner, maupun wisatawan yang mencari pengalaman unik, Batavia PIK menawarkan perjalanan waktu yang tak terlupakan menghidupkan kembali kejayaan masa lalu dalam nuansa yang lebih hidup, berwarna, dan penuh cerita. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Batavia PIK dan menciptakan kenangan berharga di destinasi wisata yang kaya akan pesona dan budaya ini.

(akd/akd)



Sumber : travel.detik.com

Awas Salah! Ini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Turunan


Jakarta

Meski menjadi kendaraan populer di Indonesia, namun belum banyak pengendara yang tahu cara ngerem motor matic yang benar di turunan. Padahal, jika dilakukan asal-asalan, ada potensi kecelakaan.

Banyak yang menganggap, motor matic merupakan kendaraan sederhana yang cukup gas-rem saja untuk mengendarainya. Kendati demikian, faktanya, kita juga harus mengetahui cara ngerem motor matic yang benar di berbagai situasi, salah satunya saat turunan.

Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, berikut kami rangkum cara ngerem motor matic saat turunan.


Cara Ngerem Motor Matic di Turunan

– Jaga Kecepatan

Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

– Gunakan Kedua Rem

Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

– Perhatikan Posisi Tubuh

Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

– Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

Kesalahan Ngerem Motor Matic

Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

1. Hanya Pakai Satu Rem

Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

2. Rem Mendadak

Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

3. Mengabaikan Kondisi Rem

Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

Mungkin ada beberapa pengendara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

(sfn/lth)



Sumber : oto.detik.com