Tak Ada yang Tahu Siapa Pendirinya



Lombok Timur

Ada sebuah masjid tua di Lombok Timur yang punya misteri. Tidak ada orang yang tahu siapa pendiri masjid tersebut. Kok bisa?

Masjid Songak merupakan situs budaya di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga menyebutkan sebagai masjid bengan (tua).

Sebutan itu bukan tanpa alasan. Sebab, Masjid Tua Songak telah berdiri sejak lama. Bahkan, masjid itu telah ada sebelum masyarakat di Desa Songak bermukim.


Walhasil, tidak satu pun masyarakat desa setempat yang mengetahui waktu pendirian masjid tersebut.

“Pada dasarnya semua orang di Desa Songak ini tidak tahu persis kapan didirikan masjid ini,” ungkap Murdiyah, salah satu tokoh lembaga adat di Desa Songak, ketika ditemui di pelataran Masjid Tua Songak, Minggu (23/3/2023).

Sampai saat ini, belum ada bukti maupun catatan sejarah mengenai waktu dan tokoh yang mendirikan Masjid Tua Songak. Maka dari itu, waktu pendirian dan sosok yang membangun masjid itu belum terungkap.

Saat ditemukan, di dalam masjid hanya terdapat beberapa benda, seperti tombak dan juga gulungan berisi teks khotbah. Berbagai benda yang dianggap bersejarah itu hingga kini masih disimpan di Masjid Tua Songak.

Namun, menurut Murdiyah, beberapa sumber dari hasil penelitian para akademisi mengungkapkan keberadaan masjid tersebut telah ditemukan 30 tahun sebelum Gunung Samalas meletus. Menurut catatan sejarah, Gunung Samalas meletus pada tahun 1.258 Masehi.

Murdiyah juga menuturkan asal muasal keberadaan Desa Songak. Salah satu desa di Pulau Lombok ini pertama kali ditempati seorang tokoh bernama Guru Kodan yang berasal dari Jurang Koak.

“Konon Guru Kodan ini asalnya dari Desa Leaq atau dikenal dengan Desa Pamatan, beliau dan pengikutnya awalnya dahulu mengungsi ke Jurang Koak karena letusan Gunung Samalas,” tutur Murdiyah.

Guru Kodan dan pengikutnya mendatangi Desa Songak dan menemukan Masjid Kuno Songak. Sejak saat itulah Guru Kodan dan pengikutnya menetap di desa tersebut.

Masjid Sudah Direnov Berulang Kali

Masjid Tua Songak sudah dilakukan beberapa kali direnovasi. Tujuannya supaya bisa dimanfaatkan untuk beribadah oleh masyarakat desa setempat.

Pantauan detikBali, beberapa struktur bangunan sudah dilakukan perbaikan, seperti lantai masjid yang dipasangi keramik dan bagian atap dari ilalang sudah dilakukan peremajaan. Bangunan masjid juga mengalami perluasan di area teras agar bisa menampung jemaah lebih banyak.

“Ada sebuah kaidah Nahdlatul Ulama yang mengatakan peliharalah apa adanya dan manfaatkanlah sebagaimana fungsinya, jadi ini yang kami pegang selama ini,” terang Murdiyah.

Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB, tampak dari halaman depan, Minggu (23/3/2025). (Sanusi Ardi W/detikBali)Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB (Sanusi Ardi W/detikBali)

Berdasarkan kaidah itu, tutur Murdiyah, masyarakat Desa Songak melakukan pemeliharaan bangunan masjid dan menggunakan sebagaimana fungsinya, yakni sebagai fasilitas untuk beribadah. “Jadi ini tujuan kami merehabnya supaya bisa digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Meski berulang kali direhabilitasi, beberapa keaslian bentuk bangunan masih dipertahankan. Salah satunya empat tiang yang menjadi penyangga di dalam areal masjid. Luas masjid juga masih dipertahankan sampai sekarang, yakni 9×9 meter persegi.

“Itu kami tidak boleh ubah. Sampai sekarang ukurannya tetap sama, yaitu 9×9 meter. Kalau di bagian atap itu sudah diperbaiki 15 tahun sekali. Begitu juga dengan lantainya, kami pasang keramik supaya masyarakat nyaman beribadah,” ungkap Murdiyah.

3 Ritual Adat di Masjid Tua Songak

Terdapat tiga ritual khusus di Masjid Tua Songak, yaitu Ritual Bubur Beaq yang dilaksanakan pada Muharram, Bubur Puteq pada Safar, dan Maulid Adat pada Rabiul Awal. Bubur Puteq dilaksanakan seperti ritual batiniah, yaitu zikir dan doa.

Sementara Bubur Beaq adalah ritual khusus bagi orang-orang yang lahir pada Safar. “Mereka ke sini biasanya mengambil air untuk diminum setelah zikir dan doa supaya sifat-sifat buruk pada dirinya bisa hilang,” jelas Murdiyah.

Kemudian, Mulud Adat dilakukan pada 12 Rabiul Awal, tepat saat kelahiran Rasulullah SAW. Sesuai keyakinan masyarakat setempat, orang-orang beramai-ramai untuk membuat Minyak Songak, obat yang terkenal manjur di Lombok.

Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan dikerjakan selama satu malam suntuk sebelum matahari terbit.

“Setelah Minyak Songak ini selesai dibuat oleh masyarakat di tempatnya masing-masing, barulah keesokan harinya mereka membawanya ke masjid untuk dibacakan doa dan zikir oleh para tokoh adat dan tokoh agama,” tutur Murdiyah.

Tak hanya minyak, masyarakat Desa Songak yang memiliki senjata pusaka juga dibawa ke masjid untuk dimandikan air kembang atau yang disebut ‘wukuf’.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Isi Bensin Mobil Jangan Nunggu Tangki Kosong, Pokoknya Jangan!



Jakarta

Isi bensin jangan menunggu tangki kosong dulu. Ini sebabnya isi bensin sebaiknya jangan menunggu tangki kosong.

Biasakan mengisi bensin mobil saat tangki masih ada isinya. Ini merupakan salah satu cara merawat mobil. Hindari untuk mengisi bensin dalam posisi tangki kosong. Kebiasaan mengisi bensin dalam posisi tangki kosong ini bisa-bisa bikin mobil mogok!

Mengisi bensin saat kondisi tangki masih terisi juga merupakan upaya untuk membuat kondisi tangki terus bersih. Kepala bengkel Auto2000 Wahono menjelaskan, tangki yang kosong itu berpotensi menimbulkan kondensasi udara sehingga timbul air dan karat.


Jika hal ini sering terjadi, bukan tak mungkin tangki BBM akan memiliki banyak air, kemudian muncul karat yang menggerus dinding tangki. Seperti diketahui, massa air lebih berat dibandingkan minyak, sehingga air akan turun ke bawah dan menempel langsung di tangki.

“Kalau bercampur kotoran filter akan mampet sehingga suplai bahan bakar ke mesin terganggu atau malah tidak tersuplai sama sekali. Pompa Bahan bakar bisa rusak dan tidak bekerja. Mesin jadi mogok,” urai Wahono dihubungi detikOto belum lama ini.

Selain mengisi tangki saat masih terisi, Wahono juga mengurai dua cara lain merawat tangki bensin agar tetap bersih.

“Isi di pom bensin yang ramai dengan asumsi isi tangki penampungan cepat sirkulasinya setiap hari diganti,” tambah Wahono.

Dia juga mengingatkan setelah mengisi bensin, pastikan tutupnya rapat. Ini dilakukan untuk mencegah ada udara yang masuk ke dalam tangki. Pastikan sebelum melakukan perjalanan, tangki BBM kamu tidak kosong ya. Kondisi tangki bensin yang ada isinya juga bisa meminimalisir kekhawatiran kehabisan bensin. Terlebih bila jalan yang dilalui sangat padat dan di lokasi sekitar tak ada SPBU. Ini tentu bikin kamu jadi was-was takut kehabisan bensin dan ujung-ujungnya harus mendorong mobil.

(dry/din)



Sumber : oto.detik.com

Nonton Aksi Mendebarkan di Trans Studio Cibubur



Depok

Manfaatkan momen Jakarta yang lebih sepi dan nikmati liburan Lebaran penuh keseruan di Trans Studio Cibubur! Yuk, ajak keluarga dan teman-teman untuk merasakan pengalaman tak terlupakan.

Saat Lebaran tiba, Jakarta berubah menjadi lebih lengang karena banyak warga yang mudik ke kampung halaman. Ini adalah kesempatan emas untuk menikmati berbagai destinasi wisata tanpa harus terjebak kemacetan! Jika kamu mencari tempat liburan seru bersama keluarga, Trans Studio Cibubur adalah pilihan yang tepat!

Trans Studio Cibubur menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan beragam wahana kelas dunia di dalam Indoor Theme Park. Aksesnya pun super mudah! Hanya 15 menit dari Jakarta melalui Tol JORR, kamu bisa sampai dengan cepat dan nyaman.


Atraksi Spesial: S.W.A.T RAID Vs CLOWN CRAZE SHOW

Lebih dari sekadar taman bermain, Trans Studio Cibubur menghadirkan atraksi spektakuler S.W.A.T RAID Vs CLOWN CRAZE SHOW yang berlangsung mulai 28 Maret hingga 7 April 2025. Dalam pertunjukan ini, kamu akan menyaksikan aksi heroik pasukan S.W.A.T dalam menghadapi para penjahat berkostum Clown yang meneror kota.

Kenapa wajib nonton?

  • Pertunjukan penuh aksi dengan efek spesial ala film Hollywood
  • Durasi 30 menit yang mendebarkan dan memukau
  • Pengalaman imersif yang cocok dinikmati bersama keluarga
  • Wahana Ekstrem dan Edukatif untuk Semua Usia

Selain menikmati show spektakuler, kamu juga bisa menjajal berbagai wahana seru di Trans Studio Cibubur, seperti:

  • Boomerang Hyper Coaster
  • Alien Taxi
  • Pacific Rim & Formula Kart
  • Snow Playground
  • Science Center

Jangan lewatkan kesempatan menikmati keseruan ini dengan harga spesial:

Periode 1-7 April 2025: Tiket hanya Rp195.000 dari harga reguler Rp325.000.

Tiket bisa dibeli langsung di loket tiket atau secara online di www.transentertainment.com. Jangan sampai kehabisan.

Jam Operasional Selama Libur Lebaran

1-7 April 2025: 11.00 – 19.00 WIB (buka setiap hari Senin-Minggu)

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Biaya Pasang PPF di Mobil Tembus Rp 60 Juta, Ini Cara Memilih Jenis yang Tepat



Jakarta

Paint Protection Film (PPF) kini semakin populer di kalangan pemilik mobil, terutama bagi mereka yang ingin menjaga bodi kendaraan tetap mulus dan terlindungi dari risiko goresan, noda, hingga paparan sinar UV. Tapi, pemasangan PPF bukanlah perkara murah. Biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah, bahkan ada yang tembus Rp 60 juta, tergantung jenis film dan ukuran mobil.

Agar tidak salah pilih dan sesuai dengan kebutuhan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang PPF pada mobil kesayangan.

1. Tentukan Kebutuhan dan Preferensi


– Jenis Mobil: Setiap tipe mobil memiliki karakteristik berbeda. Mobil berukuran besar biasanya membutuhkan PPF dengan daya tahan tinggi dan ukuran lebih banyak, sehingga biaya pun lebih besar.

– Tampilan: PPF tersedia dalam dua pilihan utama, yakni glossy untuk hasil mengkilap dan mewah, atau matte untuk tampilan lebih elegan dan unik. Pilihan ini dapat disesuaikan dengan selera pemilik mobil.

– Perlindungan: Selain estetika, faktor utama memilih PPF adalah tingkat perlindungan. Beberapa tipe menawarkan daya tahan lebih baik terhadap goresan halus, kotoran, cipratan aspal, hingga efek sinar matahari.

– Anggaran: Harga pemasangan PPF di pasaran cukup bervariasi. Untuk merek PPF Solar Gard misalnya, biayanya mulai dari Rp 20 jutaan hingga Rp 60 jutaan per kendaraan.

2. Pilih Tipe PPF Sesuai Kebutuhan

– Tipe Dasar (S): Memberikan perlindungan standar terhadap goresan ringan dan noda.

– Tipe T Plus: Lebih tebal dan tahan lama dibanding tipe dasar, cocok untuk penggunaan jangka panjang.

– Tipe L Gloss: Memberikan lapisan mengkilap yang mewah sekaligus melindungi cat mobil.

– Tipe L Matte: Cocok bagi pemilik mobil yang menginginkan tampilan doff yang stylish namun tetap terlindungi.

Dengan memilih jenis PPF yang tepat, pemilik mobil tak hanya mendapatkan perlindungan maksimal, tapi juga bisa menonjolkan karakter mobil sesuai keinginan. Mengingat harganya tidak murah, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu di bengkel atau pemasok PPF terpercaya untuk mendapatkan rekomendasi terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.

Solar Gard sendiri turut hadir di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, yang berlangsung pada tanggal 23 Juli 2025 hingga 3 Agustus 2025 di ICE BSD. Solar Gard hadir di Prefunction Hall 9, PF 9B dengan booth seluas 76,5 meter persegi. Solar Gard menawarkan produk kaca film, hingga PPF.

Sebelumnya produk PPF Solar Gard telah resmi diluncurkan pada GIIAS 2024. Produk ini dirancang untuk melindungi cat kendaraan dari goresan, serpihan kerikil, noda, hingga kerusakan akibat elemen jalanan, sekaligus memperindah tampilan kendaraan. Hadir dalam berbagai varian yang lengkap, Solar Gard PPF kini telah tersedia secara luas dan dapat dinikmati oleh konsumen melalui outlet resmi.

Solar Gard PPF ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 20.000.000 hingga Rp 60.000.000 per kendaraan, tergantung pada tipe dan ukuran mobil. Seluruh layanan dilengkapi dengan garansi perlindungan hingga 10 tahun, untuk menjaga tampilan dan kualitas cat kendaraan secara maksimal.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Bukit Fatukopa yang Keramat di Timor Tengah Selatan



Timor Tengah Selatan

Bukit Fatukopa adalah destinasi alam memukau di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari itu, bukit ini dianggap keramat oleh masyarakat.

Bukit Fatukopa memadukan keindahan alam, sejarah, dan keunikan budaya. Bukit ini dikenal sebagai bukit kapur yang ditumbuhi vegetasi khas hutan tropis. Bukit ini memberikan suasana asri yang jarang ditemui di tempat lain.

Dalam bahasa Atoin Meto, Fatukopa berarti “Batu Kapal” (Fatu = Batu, Kopa = Kapal). Nama ini diberikan karena bentuk batu kapur di bukit tersebut menyerupai kapal jika dilihat dari sudut tertentu.


Menurut legenda, bukit ini dianggap sebagai bahtera Nabi Nuh yang karam, sekaligus dipercaya sebagai asal mula nenek moyang orang Timor.

Sebagai tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat Suku Dawan, pendakian ke Bukit Fatukopa harus melalui izin kepala suku setempat.

Dari Kota So’e, ibu kota Kabupaten TTS, Bukit Fatukopa dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Jaraknya sekitar 57 kilometer (km) dengan rute yang cukup menantang.

Jalan menuju lokasi dipenuhi pepohonan lebat dan medan yang terjal, tapi pemandangan alam sepanjang perjalanan membuat setiap tantangan terasa sepadan.

Bukit ini menawarkan pemandangan yang luar biasa, terutama saat matahari terbit dan terbenam. Cahaya keemasan yang memancar dari matahari memberikan nuansa eksotis yang menambah pesona Fatukopa.

Vegetasi tropis yang tumbuh di sekitar bukit semakin memperindah suasana alami dan menghadirkan kedamaian bagi siapa saja yang berkunjung.

Meskipun medan menuju Bukit Fatukopa cukup sulit, beberapa fasilitas sederhana tersedia, seperti area parkir, toilet, dan area camping. Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi bukit ini, menjadikannya pilihan wisata yang terjangkau.

Namun, pengunjung disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi prima karena kondisi jalan yang terjal dan menantang. Bagi mereka yang mencari pengalaman berbeda, Bukit Fatukopa adalah destinasi yang ideal.

Selain keindahan alam, tempat ini juga menawarkan perjalanan yang penuh petualangan, serta kesempatan untuk menyelami budaya lokal masyarakat Suku Dawan.

Bukit Fatukopa terbuka untuk pengunjung setiap hari, mulai dari pagi hingga malam hari. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan wisatawan menikmati pesona Fatukopa kapan saja sesuai keinginan.

Bukit Fatukopa bukan sekadar tujuan wisata, tapi perpaduan antara keindahan alam, kisah legenda, dan pengalaman budaya yang mendalam.

Dengan pemandangan yang menawan dan suasana yang tenang, Bukit Fatukopa menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan. Jadi, jika Anda ingin menjelajahi keajaiban alam di Nusa Tenggara Timur, Bukit Fatukopa adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Sistem AWD di Nissan X-Trail e-Power Terbaru, Apa yang Bikin Beda?



Jakarta

All New Nissan X-Trail e-Power baru saja diperkenalkan di arena GIIAS 2025. Mobil SUV ini menggunakan sistem penggerak All Wheel Drive (AWD). Istimewanya, pada Nissan X-Trail terbaru ini sistem AWD yang digunakan dikombinasi dengan sistem elektrik. Apa bedanya?

Sebagai informasi, dengan sistem AWD, maka tenaga mesin dibagi ke semua roda, baik depan maupun belakang, secara penuh atau otomatis sesuai kebutuhan. AWD dibekali sensor canggih yang dapat mendeteksi slip pada roda dan menyalurkan tenaga ke roda dengan traksi terbaik.

Sistem AWD menawarkan traksi dan stabilitas lebih baik di berbagai kondisi jalan. Faktor inilah yang membuat berbagai pabrikan memakai sistem AWD untuk model SUV yang memang dirancang dengan kemampuan melibas semua medan, baik on-road maupun off-road.


Distribusi tenaga ke semua roda membuat SUV AWD lebih stabil saat menikung atau berpindah jalur pada kecepatan tinggi. Meskipun unggul di medan berat, AWD tetap halus dan nyaman digunakan di jalan aspal perkotaan. Maka wajar saja saat ini SUV kerap difungsikan sebagai kendaraan keluarga.

“Konsumen SUV saat ini tidak hanya mencari performa, tapi juga kenyamanan dan rasa aman di berbagai kondisi jalan,” ujar Bima Aristantyo selaku Head of Sales and Product Planning NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia) dalam keterangan resminya.

“Itu sebabnya kami menghadirkan teknologi e‑4ORCE, sistem AWD elektrik yang memberikan distribusi tenaga lebih presisi, stabilitas lebih baik, dan tetap nyaman digunakan di jalan sehari-hari. Teknologi ini menjadi pembeda utama X-Trail e‑Power dengan SUV lain di kelasnya,” sambung Bima.

Keunggulan sistem AWD kini makin disempurnakan lewat model terbaru All‑New Nissan X‑Trail e‑Power with e‑4ORCE. e-Power adalah teknologi penggerak listrik unik, canggih yang memberi pengalaman berkendara mobil listrik tanpa harus mengisi daya secara eksternal.

All New Nissan X-Trail e-PowerAll New Nissan X-Trail e-Power Foto: Dok. Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI)

Dilengkapi dengan e-4ORCE, sistem elektrik All-Wheel Drive Nissan memberi kendali optimal dalam setiap manuver di berbagai kondisi jalan. Performa instan dihasilkan dari dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 203 PS (front) + 135 PS (rear). Dengan dual motor listrik, e-4ORCE mengatur output tenaga dan kinerja pengereman yang optimal di setiap roda.

Mobil ini juga dilengkapi lima pilihan mode berkendara antara lain, Auto, Sport, Eco, Off-road, dan Snow Mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan saat perjalanan. Setiap mode dapat dipilih dengan mudah, memberikan fleksibilitas dan kenyamanan sesuai situasi perjalanan di berbagai medan, mulai dari jalan licin, berbatu, jalur becek, berpasir, hingga salju.

Auto Mode adalah pengaturan otomatis untuk berbagai kondisi jalan. Mode ini menawarkan karakter yang seimbang antara akselerasi, regenerasi energi dan kenyamanan berkendara dan cocok untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.

Sport Mode adalah mode berkendara yang menjadi pilihan tepat bagi yang menginginkan performa yang lebih sporty dan agresif. Mode sport cocok untuk digunakan di jalan tol atau ketika ingin menyalip.

Eco Mode adalah mode yang bisa meminimalisir energi dengan tujuan menghemat energi. Mode ini menjadi pilihan ideal saat mengemudi dalam kecepatan konstan.

Sementara Off-road Mode cocok digunakan saat melintasi medan atau jalur tidak rata, memastikan distribusi torsi dan mengontrol traksi di lintasan bebatuan, tanah, dan kondisi jalan rusak.

Terakhir ada Snow Mode, bisa dipilih untuk meredam torsi agar mendapatkan akselerasi lebih halus di permukaan licin. Pada kondisi iklim di Indonesia yang tropis, mode berkendara ini dapat digunakan pada jalan yang licin saat hujan deras ataupun berlumpur.

Soal harga, generasi terbaru Nissan X-Trail ini ditawarkan dengan harga pre-booking mulai dari Rp 795 juta OTR Jakarta.

(lua/riar)



Sumber : oto.detik.com

Pelajaran dari Kasus Denza Sengaja Mundur Tabrakkan Mobil di Belakang



Jakarta

Di media sosial viral video detik-detik pengendara Denza D9 sengaja memundurkan mobilnya hingga menabrak mobil di belakangnya. Peristiwa itu dipicu oleh kecelakaan yang disebut akibat pengereman mendadak.

Video Denza sengaja memundurkan mobil hingga menabrak mobil di belakangnya itu diunggah di beberapa akun media sosial. Salah satunya di Instagram Dashcam Owners Indonesia.

Dalam video itu terlihat mobil Denza menyalakan lampu hazard. Mobil Denza itu mundur dengan kencang hingga menabrak mobil di belakangnya.


Dalam keterangan video itu, peristiwa tersebut terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Pengemudi mobil Denza disebut emosi lantaran mobilnya ditabrak dari belakang.

Pemicunya, mobil Denza itu mengerem mendadak akibat ada motor jatuh di depannya. Kemudian, mobil di belakang tak bisa menghindar dan menabrak bagian belakang Denza. Disebutkan, kedua pihak telah melakukan diskusi. Pengemudi Denza meminta ganti rugi, namun pengendara mobil di belakangnya menolak. Hingga akhirnya, pengemudi Denza emosi dan sengaja memundurkan mobilnya ke belakang hingga menabrak mobil di belakangnya.

Pelajaran Penting dari Kejadian

Menurut Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, ada pelajaran penting dari peristiwa ini. Yang terpenting adalah jaga jarak aman saat berkendara. Apalagi jika di depannya adalah mobil listrik yang punya fitur canggih.

Sebagai informasi, salah satu fitur canggih pada mobil listrik adalah pengereman darurat otomatis atau autonomous emergency braking (AEB). Jika AEB aktif dan membaca ada objek di depannya serta mendeteksi akan terjadi kecelakaan, maka sistem akan melakukan pengereman darurat.

“EV rata-rata dilengkapi fitur autonomous partial seperti AEB (autonomous emergency braking), yang jika membaca signal dari sensor, AI atau kamera adanya objek di depan, maka dalam hitungan detik akan memberikan notifikasi supaya pengemudi ngerem. Tapi kalau nggak bereaksi maka si fitur tersebut mengambil alih kemudi dengan cara rem mendadak,” jelas Sony kepada detikOto, Rabu (13/8/2025).

Namun sayangnya, rata-rata pengendara di belakangnya tidak siap. Maka terjadilah tabrak belakang.

Lesson learn-nya adalah jangan dekat-dekat dengan mobil listrik, terutama di kondisi jalan yang ramai. Jaga jarak iring 4 detik,” sebut Sony.

Selain itu, menurut Sony, masalah di jalan memang beragam. Terpancing sedikit emosinya, ujung-ujungnya bisa ribut.

“Banyak kecelakaan yang menyebabkan kerusakan atau kerugian. Berdebat benar atau salah tidak menyelesaikan masalah. Sebaiknya bicara baik-baik dengan kepala dingin dan ikhlas apa adanya. Jika tidak puas lebih baik minta diselesaikan di depan pihak yang berwajib. Kalau tidak ada kata sepakat, sebaiknya rekam dan laporkan,” kata Sony.

Menurut Sony, di jalan raya banyak pengemudi sumbu pendek yang kadang melakukan tindakan agresif karena ketidakpuasannya. Hindari dengan cara tidak meladeni dan rekam aksinya.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Di Sel Ini, KH Hasyim Asy’ari Pernah Dipenjara Tentara Jepang



Mojokerto

Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari ternyata pernah dipenjara di Mojokerto. Begini penampakan di dalam selnya:

Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang itu rela ditahan di dalam penjara dan disiksa oleh tentara kolonial Jepang demi mempertahankan akidah Islam.

Mbah Hasyim dipenjara di kamar nomor 2, blok tahanan Lapas Kelas IIB Mojokerto. Sampai sekarang, kamar sel penjara itu masih ada dan dipertahankan bentuknya.


Kepala Lapas Mojokerto Rudi Kristiawan, menjelaskan pihaknya sengaja menjaga sel nomor 2 ini menjadi tempat yang bersejarah. Sebab di sel ini lah Mbah Hasyim pernah ditahan oleh tentara kolonial Jepang.

“Sebagai penghormatan kami kepada beliau sebagai tokoh dan pahlawan nasional pendiri NU. Seperti kata Bung Karno, jasmerah, jangan melupakan sejarah,” terangnya kepada wartawan di lokasi, Sabtu (22/3/2025).

Tapak Tilas Sel KH Hasyim Asy'ari di MojokertoTapak Tilas Sel KH Hasyim Asy’ari di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Dari luar, kamar nomor 2 di blok tahanan Lapas Kelas IIB Mojokerto ini berbeda dengan sel lainnya. Sebab terdapat lambang NU pada sisi kanan dan kiri pada atas pintu sel.

‘Kapasitas 5 Orang’ terukir persis di atas pintunya. Namun pada kenyataannya kamar ini dihuni oleh 13 orang tahanan.

Begitu memasukinya, ciri khas bangunan bikinan Belanda sangat jelas, dindingnya tebal dan jendelanya besar. Kamar berukuran 5×4 meter setinggi 5,5 meter ini dilengkapi 2 ventilasi udara dan teralis besi yang masih kokoh.

Mayoritas bangunan sel ini tetap sama sejak dibangun pada zaman penjajahan. Kecuali lantai keramik putih, toilet di sebelah kiri pintu, warna dinding, serta perkakas di dalamnya.

Kehadiran KH Hasyim Asy’ari atau Mbah Hasyim begitu terasa di dalamnya. Sejumlah foto kakek KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dipajang rapi di tembok. Beberapa kitab suci Al-Qur’an juga tertata rapi di rak.

Bahkan, warna dinding dipertahankan hijau karena identik dengan warna Nahdlatul Ulama (NU), organisasi masyarakat terbesar di Indonesia.

Kisah Penahanan KH Hasyim Asy’ari

Rudi menjelaskan, Mbah Hasyim ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh tentara kolonial Jepang karena menolak seikerei. Yaitu ritual membungkuk ke matahari saat terbit sebagai penyembahan ke Dewa Matahari atau Amaterasu, serta penghormatan kepada Hirohito, Kaisar Jepang zaman itu.

Tentu saja pendiri Ponpes Tebuireng ini tegas menolaknya karena bertentangan dengan akidah Islam. Awalnya, Mbah Hasyim ditahan di Lapas Jombang pada minggu kedua Maret 1942.

Namun gelombang unjuk rasa para santri membuat penahanannya dipindahkan ke Pendjara Poerwotengah yang kini menjadi Lapas Kelas IIB Mojokerto di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto pada 11 April 1942.

Selama di Pendjara Poerwotengah, Mbah Hasyim ditempatkan di sel nomor 2. Ia mengalami penyiksaan yang pedih. Jemarinya dihantam palu berulang kali oleh serdadu Nippon. Meski begitu, ia tetap teguh pada akidahnya. Bahkan, ia berulang kali khatam Al-Qur’an dan Hadist Imam Bukhari.

“Almarhum KH Hasyim Asy’ari ditahan di sini selama 4 bulan. Keteguhan dan kekuatan spiritualnya mengalahkan rasa sakit penyiksaan tentara Jepang,” jelasnya.

Tentara kolonial Jepang lantas memindahkan Mbah Hasyim ke Penjara Kloben atau Bubutan di Surabaya pada 18 Agustus 1942. Sekitar 3 bulan kemudian, ia dibebaskan berkat diplomasi para kiai besar, serta perjuangan para santri dan pahlawan zaman itu. Salah satunya peran KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri NU dan Ponpes Tambakberas, Jombang.

Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq menuturkan Mbah Hasyim tiba di Pendjara Poerwotengah pada 11 April 1942 menjelang magrib. Santri Mbah Hasyim, Mansyur Solikhi menyaksikan langsung pemindahan ulama besar Indonesia ini.

Sebab kala itu, Mansyur juga ditahan tentara Jepang di sel nomor 1 yang bersebelahan dengan sel Mbah Hasyim. Santri Ponpes Tebuireng ini ditahan sejak Maret 1942 karena terlibat rayahan, yaitu menjarah harta milik orang Belanda pada masa transisi penjajahan.

Selama di Pendjara Poerwotengah, Mansyur akrab dengan Abdoel Djalil, sipir kenalan ayahnya. Sehingga ia mudah mendapatkan kiriman makanan dari orang tuanya. Termasuk selimut untuk mengurangi dinginnya lantai penjara. Kala itu, ia merelakan selimutnya untuk sang guru.

“Saat Mbah Hasyim sudah masuk ke sel tahanan, Mansyur Solikhi memanggil Djalil yang baru selesai memeriksa tiap ruangan. Ia menyerehkan selimutnya kepada Djalil agar diberikan kepada Mbah Hasyim,” ungkapnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini Nih Pulau Terpadat di Kepulauan Seribu



Jakarta

Kepulauan Seribu popular sebagai tempat liburan dengan keindahan pantainya. Tapi ternyata ada satu pulau yang bukan tempat liburan dan berpredikat sebagai pulau dengan populasi terpadat.

Adalah Pulau Panggang yang bukan destinasi wisata dan merupakan pulau dengan populasi terpadat di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Panggang berada di Kecamatan Pulau Seribu Utara.

Pulau Panggang memiliki luas 0,09 km persegi dengan jumlah penduduk kepala keluarga 2.003.


detikTravel mendapat kesempatan untuk berkeliling langsung ke pulau itu. Rumah penduduknya cenderung rapat-rapat, menyisakan gang-gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh motor dan sepeda sebagai jalur transportasi.

Imelda (25), lulusan perawat dari Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Yogyakarta, merupakan seorang yang lahir dan besar di pulau itu. Asli putri daerah, anak kesembilan dari sebelas bersaudara itu mengakui bahwa Pulau Panggang memang sangat padat.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuImelda, warga Pulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

“Pulau Panggang bukan pulau liburan, cara berpakaian turis tidak bisa diterapkan di sini,” kata Imelda pada Senin (24/3).

Pulau Panggang Saat Ramadan

Bertepatan dengan bulan Ramadan, Imelda menceritakan kebiasaan warga yang tak biasa. Kalau biasanya berburu takjil jadi kegiatan saat ngabuburit, di Pulau Panggang lain lagi. Tidak ada yang berdagang takjil di sana, warganya membuka pesanan menu berbuka dalam grup obrolan Whatsapp.

“Enggak semua orang punya warung, ada yang PO juga. Jadi warga pesan di room chat lalu nanti diantar,” kata dia.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPemukiman di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

Kondisi itu dikonfirmasi oleh Nining Kurnia (32), seorang ibu rumah tangga dengan empat anak. Sebagai warga pendatang dari Depok, Jawa Barat, dirinya cukup kaget dengan kebiasaan di Pulau Panggang.

“Iya, di sini enggak ada takjil. Kalau mau pesan lewat grup chat,” kata dia.

Nining menikah dengan pria asli Pulau Panggang, bahkan suaminya masih keturunan wali di sini. Setiap lebaran hari pertama, ia dan keluarga akan nyekar dan ziarah ke makan keluarga suami.

“Tapi kalau bukan keturunan wali di sini, biasanya nyekar di (lebaran) hari kedua,” kata dia.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Karya (bonauli/detikcom)

Tempat Pemakaman Umum (TPU) penduduk berada di seberang pulau, yaitu Pulau Karya. Hanya beberapa wali saja yang dikubur di area timur Pulau Panggang.

Imelda juga berkata hal senada. Dirinya biasanya nyekar di hari kedua. Ia ingat betul, usai salat Ied, warga akan berbondong-bondong naik motor (perahu motor) lalu menyeberang ke Pulau Karya.

“Ramai sekali, motor antre panjang mau masuk pulau,” kata dia.

Budaya lain saat Ramadan adalah petasan. Anak-anak di Pulau Panggang biasanya berkumpul di area pelabuhan untuk bermain petasan bersama. Bunyi petasan bersahut-sahutan, asap mesiu menyeruak mengisi langit-langit.

Sudah jadi budaya, anak-anak itu terlihat sangat piawai menyalakan petasan yang ‘masuk angin’. Mereka bahkan tak segan untuk melemparkan petasan ke sesama. Sesekali, orang tua yang lewat menghardik mereka untuk hati-hati. Namun, anak-anak itu tetap santai melanjutkan perang petasan. Sementara remaja-remaja tanggung sibuk main bola di lapangan.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuAnak-anak bermain petasan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

Kumandang salat di masjid menggema seisi pulau. Pria dewasa bergegas menunaikan salat dan tarawih di masjid. Mereka berbaris mengambil air wudhu.

“Oiya, air di sini itu asin, bukan payau,” ucap Nining memberitahu satu lagi fakta tentang Pulau Panggang.

Tak semua rumah memiliki tampungan air hujan, beberapa menggali sumur untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, kebanyakan warganya membeli air dari daratan untuk kebutuhan masak dan mandi. Untuk air minum, mereka lebih suka membeli air galon.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

Nining mengaku mengalami culture shock saat pertama kali datang ke Panggang. Sekujur tubuhnya melakukan penolakan dengan siraman air asin yang dilakukan tiap hari.

“Awalnya alergi sebadan-badan. Tapi lama-lama sudah biasa. Cuma kalau airnya lagi jelek, ya luka-luka,” ujarnya sambil menunjukkan bekas luka alergi pada tangan dan kaki.

Ada yang datang menetap, sebagian ingin pergi. Imelda adalah salah satu warga yang berkeinginan untuk melanjutkan hidup di luar pulau. Mimpinya, meraih sukses di Kuwait.

“Mungkin karena sudah dari kecil di sini, jadi sudah bosan. Sekarang mau berjuang untuk keluar dari sini,” katanya sambil tersenyum manis.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Mudah Merawat Helm Mahal Arai, Biar Tidak Cepat Rusak



Jakarta

Helm premium seperti Arai dikenal bukan hanya soal keamanan, tapi juga prestise bagi para penggunanya. Tak heran, harga helm asal Jepang ini bisa tembus jutaan rupiah, hingga puluhan juta rupiah. Dengan banderol relatif mahal, apakah helm Arai bisa dirawat dengan mudah?

Menurut Sales & Distribution Manager Prime Gears, Arief R. B, perawatan helm Arai sebenarnya tak sulit, asal dilakukan dengan cara yang benar. Bagian yang paling penting diperhatikan adalah inner helm, karena ini terkait dengan kenyamanan.

“Perawatannya dicuci kayak biasa. Bagian inner-nya kan bisa dicopot. Bagian busa (gabus) dan bagian kain untuk yang cheek pad bisa dilepas. Kain di cheek pad bisa dicuci. Tapi bagian busanya kalau bisa jangan dicuci. Karena kalau kena deterjen dan air umurnya lebih gampang cepat berkurang,” ujar Arief kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/8/2025).


“Untuk busanya, sebenarnya dijemur, biasa aja. Atau tinggal semprot-semprot, semprot pakai disinfektan. Dilarang keras pakai sabun yang ada deterjennya,” tambah Arief.

Selain itu, proses pengeringan juga tidak boleh sembarangan. Helm sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari, melainkan cukup diangin-anginkan agar tidak merusak material. Kata Arief, tak ada panduan yang pasti soal interval pencucian helm. Kata dia, helm bisa dicuci jika sudah tak terasa nyaman digunakan.

“Sebenarnya kalau udah terasa kayak nggak nyaman dipakai, bau tidak enak karena pemakaian dan kena keringat, ya langsung saja dicuci. Jadi sebenarnya nggak ada ketentuan. Tapi ya jangan terlalu sering juga nyucinya ya,” sambung Arief. Untuk menjaga kenyamanan, helm juga boleh disemprot parfum khusus yang pakai water based.

Setelah dicuci bersih, jangan lupa untuk menyimpannya juga secara benar. Menurut Winaldi selaku bagian technical Prime Gears, helm Arai tidak harus disimpan di tempat khusus seperti lemari kaca. Yang terpenting adalah, helm harus disematkan silica gel untuk mengurangi kelembapan.

“Yang penting kalau habis dipakai atau dicuci, keringkan dulu. Di angin-anginin. Sudah kering, langsung disimpan saja. Suhu ruangan juga ngaruh ya lembap. Enak sih pakai silica gel, buat mengurangi kelembapan. Silica gelnya juga harus sering diganti ya. Untuk tempat penyimpanan, di lemari biasa juga nggak apa-apa, nggak harus lemari kaca,” bilang Winaldi dalam kesempatan yang sama.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com