Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



Jakarta

Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


“Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

“Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

“Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

“BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Pasang Dashcam di Mobil Listrik, Kelistrikan Aman Nggak Ya?



Jakarta

Kamera dasbor atau dashcam saat ini menjadi kebutuhan buat pemilik kendaraan. Rekaman dari dashcam dapat menjadi bukti jika terjadi sesuatu di jalan. Namun, ada kekhwatiran soal instalasi dashcam di mobil listrik, apakah kelistrikan dan kesehatan baterai tetap aman?

Dashcam berfungsi sebagai “saksi mata digital” yang tidak memihak. Dalam kasus kecelakaan, rekaman dashcam bisa menjadi alat bukti yang kuat dan mencegah konflik hukum. Selain itu, dashcam juga membantu mencegah penipuan lalu lintas, mendeteksi aksi kriminal seperti pencurian, pemalakan dan vandalisme, memberikan pemantauan saat parkir, dan mendokumentasikan perjalanan.

Namun, ada kekhawatiran umum yang sering muncul dari pengguna kendaraan listrik (EV), apakah dashcam bisa mengganggu sistem kelistrikan EV atau memperpendek usia baterai?


Salah satu produsen dashcam, BlackVue, mengklaim, kamera dasbornya tetap aman digunakan oleh kendaraan listrik. “Banyak pengguna EV kami di Asia, AS, dan Eropa memilih BlackVue karena sistem kami aman, efisien, dan tidak mengganggu sistem kendaraan modern, termasuk EV dengan fitur ADAS sekalipun,” kata Direktur Pemasaran Blackvue Indonesia, Rudy.

Salah satunya karena adanya fitur dashcam yang tidak memiliki daya tinggi. Di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, BlackVue meluncurkan dashcam flagship terbarunya, Elite 8 Series. Dashcam itu diklaim memiliki kualitas rekaman tinggi, efisiensi daya, dan konektivitas canggih.

Dashcam Elite 8 memiliki fitur Power Saving Parking Mode. Fitur itu memastikan kamera tetap aktif hingga berminggu-minggu tanpa menguras aki, berkat konsumsi daya ultra-rendah di bawah 1mA. Kamera akan aktif otomatis saat ada benturan, dengan waktu respon kurang dari 1 detik.

Dengan konsumsi daya di bawah 1mA dan sistem voltase cut-off otomatis, ELITE 8 cocok untuk kendaraan listrik seperti Tesla, Hyundai IONIQ, Nissan Leaf, Wuling EV, hingga BYD yang mementingkan efisiensi penggunaan baterai.

Dashcam ini dilengkapi dengan Dual HDR dan sensor Sony STARVIS 2, ELITE 8 memberikan video jernih di segala kondisi, termasuk cahaya rendah di bawah 0.03 Lux atau hampir gelap total. ELITE 8 juga memiliki fitur Full-Color Night Vision, hasil rekaman tetap berwarna dalam kondisi gelap, hal ini berguna untuk melihat detail seperti warna kendaraan, pelat nomor dan rambu lalu lintas.

Ketika terjadi tabrakan, dashcam Blackvue Elite 8 memiliki Event buffer. Ketika mobil mengalami tabrakan, Blackvue akan memastikan rekaman 10 detik sebelum terjadinya tabrakan tetap terekam dan bisa digunakan untuk memperjelas bukti rekaman sebelum kejadian. Ini berarti klip video peristiwa yang direkam saat mengemudi atau parkir menyertakan rekaman lima detik yang terjadi sebelum peristiwa pemicu terjadi.

ELITE 8 juga menyertakan Built-in GPS, Wi-Fi.GPS yang menyematkan data kecepatan dan lokasi dalam video yang direkam, memungkinkan pengguna untuk melihat lokasi kamera di peta selama pemutaran di Aplikasi Blackvue atau BlackVue Viewer.Wi-Fi memungkinkan pengguna untuk terhubung ke aplikasi BlackVue mereka dengan smartphone atau tablet untuk transfer file cepat.

Fitur penting lainnya dari ELITE 8 termasuk speaker internal, sensor benturan, dan deteksi gerakan.Kamera dasbor memberi tahu pengguna saat menyala, mati, atau mendeteksi kesalahan, melalui speaker yang disematkan di kamera depan. Akselerometer internal kamera depan mendeteksi benturan untuk memicu perekaman event, dan mengaktifkan Mode Parkir saat tidak bergerak selama lima menit. BlackVue menandai semua video (Normal, Event, Mode Parkir, dll.) sehingga pengguna dapat memfilternya dan dengan cepat menemukan yang mereka butuhkan di aplikasi atau BlackVue Viewer.

Blackvue memiliki fitur tahan panas, sehingga bisa tetap beroperasi pada suhu yang sangat tinggi. Hasil rekaman akan selalu ada pada saat dibutuhkan.

(rgr/riar)



Sumber : oto.detik.com

Cerita Mata Air Asin yang Diburu Warga Tasikmalaya buat Lebaran



Tasikmalaya

Menjelang Lebaran, sebuah sumber mata air dengan rasa asin banyak diburu oleh warga Tasikmalaya. Mereka menggunakan air asin itu untuk membuat ketupat.

Penjualan air asin Tanjung di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Warga tasik mulai terlihat antre untuk membeli sumber mata air yang dijadikan bahan pembuatan ketupat tersebut.

Mata air asin Tanjung ini merupakan salah satu keunikan yang ada di Tasikmalaya. Jika biasanya mata air punya rasa tawar, tapi sumber mata air Tanjung malah mengeluarkan air asin.


Oleh masyarakat, air ini kerap dimanfaatkan untuk membuat ketupat. Selain bisa memberi rasa yang khas pada ketupat, air asin Tanjung ini juga dipercaya membuat ketupat lebih tahan lama dan bisa awet sampai seminggu.

Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dulu dan membawa berkah bagi daerah setempat. Sejumlah warga terlihat sudah memadati Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tempat di mana sumber air asin Tanjung ini berada.

Ketua Pengelola air asin Tanjung, Iman Hermansyah (42) mengatakan pembeli air asin Tanjung mulai ramai sejak awal bulan Ramadan.

“Dari tanggal 5 Ramadan sudah ramai masyarakat yang membeli air asin Tanjung untuk membuat ketupat Lebaran. Penjualan meningkat sekitar 60 persen dari hari-hari biasa,” kata Iman.

Iman mengatakan mereka yang membeli air asin Tanjung untuk bahan pembuatan ketupat, tidak hanya datang dari wilayah Tasikmalaya saja, melainkan dari berbagai daerah.

“Pembeli tidak hanya warga Tasikmalaya, dari luar seperti Ciamis, Banjar, Garut dan daerah lainnya juga ada,” kata Iman.

Tak sedikit pula mereka yang datang, membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk dijual kembali.

“Selain mereka membeli untuk membuat ketupat di rumah, ada juga mereka yang akan menjual lagi,” jelasnya.

Harga jual air asin ini relatif murah, satu galon dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

“Kalau jeriken biru yang 35 liter Rp 15 ribu, kalau galon Rp 10 ribu,” papar Iman.

Hasilkan Ketupat dengan Rasa yang Khas

Iman membenarkan membuat ketupat dengan air asin Tanjung akan memberikan cita rasa yang khas serta tekstur ketupat yang lebih kenyal dan tahan lama.

“Air Tanjung itu keistimewaannya seperti ada pengawet alami. Rasa ketupat atau lontong jadi beda, agak kenyal juga. Terus ketupat kalau pakai air asin Tanjung bisa bertahan sampai 6 hari,” ujar Iman.

Dia juga berharap penjualan di Lebaran kali ini akan semakin meningkat sehingga warga bisa mendapatkan cuan yang maksimal.

Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya.Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

“Biasanya semakin dekat Lebaran semakin membeludak, kalau stok banyak,” kata Iman.

Sumber mata air unik ini dikelola oleh pihak RW dengan melibatkan warga. Setidaknya ada 21 warga yang dilibatkan dalam bisnis pemanfaatan Air Tanjung ini.

Sehari ada 3 atau 4 orang yang jaga. Mereka bertugas melayani pembeli, menampung air dan lain-lain. Warga yang bekerja tentu dapat upah, sisanya disetor ke kas RW.

Secara swadaya masyarakat mengelola air itu dengan cara menampungnya ke bak-bak penampungan. Kemudian dari bak dialirkan ke dua tangki air kapasitas 1000 liter.

Air Tanjung memang perlu ditampung sebagai stok, karena volume mata air tidak besar. Penasaran dengan rasanya yang menurut warga asin, beberapa bulan lalu kami pernah mencoba mencicipi air Tanjung tersebut.

Rasa asin memang ada, tapi tak terlalu kentara. Lidah justru merasakan gurih. Seperti air kelapa, tapi air kelapa tua yang hambar.

Beberapa saat setelah menenggak, tenggorokan terasa kering seperti usai minum air laut. Begitu kira-kira rasa dari mata air unik ini.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Servis Yamaha Grand Filano Tahun Pertama, Ini Sparepart yang Diganti



Jakarta

Yamaha Grand Filano menjadi salah skutik klasik yang bisa dipilih konsumen Indonesia. Dan bagi Anda yang sudah meminang skutik bergaya Eropa ini ini, jangan lupa untuk melakukan perawatan secara berkala. Berikut perawatan Yamaha Grand Filano setelah dipakai satu tahun.

Dari pengalaman detikOto, butuh biaya sekitar Rp 400 ribuan untuk servis Yamaha Grand Filano tahun pertama di bengkel resmi Yamaha. Umumnya, di servis tahun pertama ini jarak tempuh sudah mencapai 12 ribu km atau pemakaian sekitar 12 bulan atau lebih.

Selain itu, pada servis tahun pertama ini pelanggan sudah tidak mendapatkan kupon servis gratis alias KSG. KSG hanya berlaku sampai servis keempat dengan lama pakai 10 bulan atau 10 ribu km. Jadi, untuk servis Yamaha Grand Filano tahun pertama ini dikenakan biaya jasa servis.


Adapun perawatan yang harus dilakukan pada servis tahun pertama Yamaha Grand Filano yaitu perawatan sistem injeksi. Paket perawatan sistem injeksi ini meliputi servis CVT, servis injektor, dan juga biaya jasa servis. Total biayanya adalah Rp 181.500.

Selain perawatan sistem transmisi dan injeksi, servis tahun pertama Yamaha Grand Filano ini juga mengganti sejumlah part, seperti busi seharga Rp 24.300, kemudian kampas rem depan Rp 64.000, selanjutnya ganti bearing depan sebanyak dua buah senilai Rp 42.000. Pemasangan bearing ini juga dikenakan ongkos sebesar Rp 33.000.

Kemudian juga ada penggantian oli mesin Rp 51.000 dan penggantian oli transmisi Rp 14.500. Jadi, total biaya yang diperlukan untuk servis Yamaha Grand Filano pada tahun pertama adalah Rp 412.600.

Tapi perlu dicatat, biaya servis di setiap daerah bisa berbeda-beda. Penggantian part juga bisa berbeda-beda, tergantung dari karakter pemakaian Grand Filano masing-masing konsumen.

(lua/dry)



Sumber : oto.detik.com

Perahu Rakit Danau Lido, Dulunya Transportasi Kini Jadi Wisata



Bogor

Selain kawasan Puncak yang sejuk, Danau Lido belakangan ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan Arab maupun lokal. Menikmati udara sejuk seraya bersantap di atas rakit di tengah danau terasa romantis sekaligus magis.

Danau Lido di Cigombong – Bogor awalnya merupakan rawa-rawa yang kemudian dibendung untuk menjadi tempat peristirahatan bagi pejabat Belanda. Dua bangunan bergaya Belanda di pinggir danau merupakan salah satu warisan yang tersisa.

Bertahun-tahun warga sekitar menjadikan danau ini sebagai tempat untuk memancing atau bertambak. Warga luar banyak yang berkunjung sekedar untuk berkeliling menyusuri danau dengan rakit, cuci mata dan menikmati sejuknya udara Bogor.


Seiring itu bermunculan warung dan restoran bagi para pengunjung yang tak membawa bekal. Bahkan ada satu restoran terapung di tengah danau, namanya Rumah Makan Yuliana Terapung (RMYT). Beralas anyaman batang-batang bambu rumah makan itu dikelola keluarga Indra Jaya Lesmana (37).

Danau Lido BogorIndra Jaya Lesmana Ketua Kluster Perahu Rakit Danau Lido Foto: (bonauli/detikcom)

“Orang tua saya memulainya sejak 1993,” kata Indra membuka percakapan saat ditemui detiktravel, Senin (10/3).

Ia pribadi mengaku baru diminta terlibat langsung ketika ayahnya berpulang pada 2015. Kala itu ia masih pegawai bank BUMN di Jakarta Kota. Namun ibunya terus membujuk agar melanjutkan mengelola RMYT. Sekitar 4 tahun lalu Indra akhirnya memenuhi permintaan tersebut.

Selain mengelola RMYT, ia juga mengembangkan rakit-rakit bambu yang biasa digunakan wisatawan berkeliling danau seluas 11,9 hektare itu. Batang bambu dipilih yang memiliki panjang 12-13 meter, diikat berjejer sedemikian rupa hingga memiliki lebar 2-3 meter. Agar lebih seimbang, pada bagian tengah di bawah rakit diberi pelampung berupa styrofoam.

Danau Lido BogorDanau Lido Bogor Foto: (bonauli/detikcom)

Di bagian tengah perahu ada bangunan sederhana dengan bagian depan yang agak luas layaknya teras. Untuk penggeraknya rakit dilengkapi dengan mesin temple di bagian belakang. Detiktravel bersama beberapa mantri dari BRI, sempat mencoba berkeliling danau dengan rakit ini. Total ada enam orang di atas perahu, selain pengemudi di buritan.

“Jika berkeliling danau tarifnya Rp 150 ribu, sementara untuk turis asing Rp 500 per kelompok. Namun kalau cuma antar jemput ke rumah makan ongkosnya cuma Rp 30 ribu,” kata Indra.

Siang itu, detiktravel melihat beberapa wisatawan lokal maupun berparas Timur Tengah terlihat berkeliling danau dengan rakit. Sapuan angin yang lembut membuat kami betah untuk duduk di dalam rakit. Rakit bergerak halus dan stabil. Pepohonan yang hijau di sekeliling danau menambah rasa kerasan di atas perahu.

“Dulu danau ini memiliki warna yang jernih, ikan-ikan masih bisa terlihat dari permukaan danau. Namun sedimentasi membuat danau semakin keruh, dan luasnya menyusut,” kata Indra.

Danau Lido BogorRumah Makan Yuliana Terapung (RMYT) Foto: (bonauli/detikcom)

Salah seorang pengunjung, Ayu (39) yang datang bersama keluarga terlihat, siang itu terlihat enjoy berkeliling danau dengan rakit. Ia mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Danau Lido.

“Konsep restoran terapungnya unik dan paling penting makanannya enak,” ujarnya.

Melihat potensi wisata tersebut, sekitar 4-5 tahun lalu BRI turun tangan membentuk Kluster Wisata Rakit Danau Lido. Indra terpilih menjadi ketua paguyuban kluster.

Menurut Indra, dengan modal sekitar Rp 15-18 juta pinjaman dari KUR BRI beberapa pengelola memodifikasi rakit dengan atap berbentuk helikopter dan bentuk lainnya menjadi miniatur rumah makan terapung.

“Satu rakit bisa diisi 10-15 orang. Mereka bisa makan di dalam atau di luar,” terangnya. Menu makanan akan dikirim dari RMYT.

Danau Lido BogorDanau Lido Bogor Foto: (bonauli/detikcom)

Indra mengaku bergabung dengan BRI karena diajak Pak Omen. Dia tergolong sesepuh di paguyuban rakit. BRI dipilih karena memang cuma bank ini yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Kalau yang lain jauh,” ucapnya seraya tersenyum menunjukkan kelegaan akan hadirnya BRI.

Tak cuma memberi bantuan modal, BRI juga memberi mereka pelatihan. Terutama saat pandemic Covid-19 menerjang. Aktivitas wisata nyaris lumpuh karena operasional di sekitar Danau Lido dibatasi hanya pukul 16.00-20.00 WIB. Pendapatan mereka otomatis terjun bebas. Kehidupan ekonomi keluarga pun megap-megap.

Di saat kritis itulah BRI hadir memberi keringan cicilan utang mereka. Selain itu juga memberi pelatihan melalui zoom, seperti kiat-kiat meningkatkan pelayanan di tempat wisata (hospitalty), dan lainnya.

“Semua itu sangat membantu kami,” kata Indra.

Saat ini paguyuban perahu rakit sedang mengajukan pendanaan ke lewat program Desa Brilian. Kalau nanti berhasil rencananya akan dipakai untuk mengganti bangku-bangku kayu di perahu dengan bangku yang ada busanya. Indra juga berharap agar BRI terus memberikan pelatihan lainnya kepada mereka.

Tempat wisata ini buka pukul 10.00-19.00 WIB setiap hari, tapi di bulan puasa wisata rakit beroperasi mulai pukul 16.00 WIB. RMYT dan perahu rakit tutup saat Hari Raya Idul Fitri dan buka kembali pada Lebaran ke-3.

Peran BRI dalam kemajuan Perahu Rakit Danau Lido

Danau Lido BogorPimpinan BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes) Fahmi Hidayat Foto: (bonauli/detikcom)

Pimpinan BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes) Fahmi Hidayat menceritakan POV-nya bermitra dengan UMKM perahu rakit di Danau Lido. Ia menjelaskan bahwa BRI mencoba mengembangkan ekosistem kluster yang memang sudah ada.

“Jadi kita ekosistem sehingga kita ketika akan edukasi literasi keuangan terkait dengan simpanan maupun pinjaman, terkait dengan digital payment dan lain sebagainya, itu lebih gampang tersampaikan,” ucapnya pada Jumat (21/3) di KC BRI Bordes.

Paguyuban yang sudah berjalan di Danau Lido bisa dikatakan erat. BRI mencoba memberdayakan klaster tersebut dengan menjaga komunikasi lewat mantri hingga pimpinan wilayah. Karena dengan adanya komunikasi, maka fasilitas-fasilitas seperti pendanaan untuk modal akan lebih mudah disampaikan.

Fahmi mengatakan bahwa BRI membantu klaster ini dengan fasilitas pendanaan di masa pandemi. BRI tak hanya memikirkan profit, tapi juga bagaimana merawat usaha atau nasabah yang terkena pandemi, sehingga dibuatlah restrukturisasi.

“Harapan kami dengan kami adakan klaster, mereka lebih berkembang secara ekonomi pendapatan mereka jauh lebih berkembang. Saya yakin ketika dikelola dengan baik bersama-sama BRI dan Pemda ya, Pemda itu bisa desa, bisa kabupaten bersama-sama dengan masyarakat, ini potensi yang luar biasa untuk dikembangkan,” pungkasnya.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Bisa Lindungi Bodi dari Baret hingga Paparan Sinar UV



Jakarta

Baru beli mobil baru, jangan lupa melakukan perawatan pada bagian eksterior. Salah satu treatment yang bisa dipilih pemilik mobil adalah Paint Protection Film (PPF). Lewat cara ini, bodi mobil bisa terlindungi dari baret halus hingga paparan sinar ultraviolet (UV).

PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND) selaku distributor kaca film terbesar di Indonesia, menjelaskan fungsi perlindungan PPF, buat bodi mobil. Dalam keterangannya, dijelaskan PPF bisa memberikan proteksi yang sangat maksimal dengan memberikan lapisan pada bodi kendaraan.

PPF bisa melindungi bodi kendaraan dari berbagai faktor penggunaan seperti batu kerikil yang terpental dan mengenai bodi kendaraan, kotoran burung yang dapat merusak cat, sinar UV yang dapat memudarkan warna asli kendaraan, goresan swirl mark akibat pencucian kendaraan, hingga baret akibat terserempet benda atau kendaraan lain.


Pada lapisan PPF yang bagus, klaimnya juga sudah memiliki teknologi self-healing yang dapat menghilangkan baret halus hanya dengan terjemur matahari atau dipanaskan menggunakan heatgun. PPF juga akan meningkatkan kilap dan kilau kendaraan sehingga kendaraan akan selalu terlihat seperti baru meskipun digunakan setiap hari.

JKIND turut hadir dan menjadi sponsor GIIAS 2025 dengan membuka booth LLumar di area Prefunction Hall 6, booth CPF1 di area Prefunction Hall 7, booth Duratect PPF di area Prefunction Hall 8, dan juga tiga buah booth satelit yang akan berada di Prefunction Hall Convention, Prefunction Hall 10, dan juga Connecting Hall 11.

Hal ini memberikan kemudahan akses bagi para pengunjung GIIAS 2025 untuk semakin mengenal berbagai produk yang ditawarkan oleh JKIND sebagai perlindungan aktif kendaraan maupun penumpang dalam menghalau sinar UV yang berbahaya sekaligus membuat kabin kendaraan lebih nyaman dan aman.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk dapat menjadi sponsor untuk yang ketujuh kalinya pada acara Gaikindo International Auto Show 2025 ini. Kami ingin merek LLumar, CPF1, dan Duratect PPF makin dikenal oleh para pecinta otomotif di tanah air dengan memberikan berbagai solusi untuk proteksi maksimal bagi para penumpang di dalam kendaraan maupun kendaraan mereka itu sendiri,” Kata Denise selaku Marketing Manager PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND).

(lua/riar)



Sumber : oto.detik.com

7 Pesona Palembang di Balik Sorotan Rendang Hilang: Sejarah dan Wisata



Jakarta

Palembang, kota yang belakangan ini menjadi sorotan, memiliki daya tarik yang jauh melampaui kontroversinya. Palembang pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, memiliki Sungai Musi, dan kuliner khas pempek.

Palembang sedang disorot setelah konten kreator Willie Salim dinilai merusak citra masyarakat Palembang. Kegaduhan itu bermula ketika Willie membuat konten memasak 200 kilogram daging rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) pada Selasa (18/3/2025). Di tengah proses memasak, Willy meninggalkan lokasi untuk pergi ke toilet.

Saat kembali lagi, rendang 200 kilogram yang belum masak sempurna itu sudah habis direbut warga. Rendang tersebut raib hanya dalam waktu semenit.


Kejadian itu menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk di media sosial. Banyak yang menyudutkan warga Palembang terkait peristiwa hilangnya rendang itu. Warga Palembang juga tidak terima hingga melaporkan Willie ke kepolisian.

Peristiwa itu menjadi sorotan yang kontras dengan citra Palembang yang kaya akan budaya dan kuliner. termasuk, lokasi pembuatan konten itu di Benteng Kuto Besak (BKB).

Berikut fakta tentang Palembang ibu kota Sumatera Selatan dan Benteng Kuto Besak:

1. Tentang Benteng Kuto Besak

BKB, yang menjadi salah satu landmark Kota Palembang, adalah tempat bersejarah peninggalan Kesultanan Palembang yang berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dilansir palembang.go.id, menurut sejarah, Benteng Kuto Besak merupakan bagian bangunan istana keraton Palembang Darussalam dari abad ke-18.

BKB dibangun pada 1772 dengan diprakarsai oleh Sultan Muhammad Bahaudin bin Susuhunan Ahmad Najmuddin Adi Kesumo yang memerintah kesultanan Palembang pada saat itu. BKB diresmikan pada 23 Februari 1790. Artinya, lama pembangunan Benteng Kuto Besak sekitar 18 tahunan.

Benteng Kuto Besak memiliki tinggi sekitar 9,9 meter kaki, dengan panjang 288,75 meter x 183,75 meter, dan tebal dinding 1,99 meter. Benteng itu berdiri mengarah ke arah tenggara dan Sungai Musi. BKB terbuat dari batu bata yang direkatkan oleh bahan yang terbuat dari batu kapur. Bahan tersebut didatangkan dari daerah pedalaman Sungai Ogan.

BKB dibangun dengan tujuan menjadi dinding pertahanan (bastion) kerajaan Palembang Darussalam dari serangan musuh sekaligus dijadikan sebagai tempat pusat kesultanan Palembang pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II (1803-1821).

2. Kota Tertua di Indonesia

Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berdasarkan prasasti Sriwijaya atau Prasasti Kedudukan Bukit. Prasasti itu berangka tahun 16 Juni 682.

Dulu Palembang adalah ibu kota Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan maritim yang berpusat di muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Kerajaan itu berkembang menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan di Asia Tenggara pada abad ke-7 M.

3. Sungai Musi

Sungai Musi menjadi jantung kota sejak zaman Sriwijaya. Sungai itu membelah Palembang menjadi dua bagian yaitu Ilir di utara dan Ulu di selatan. Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang 750 km.

4. Julukan Kota

Palembang memiliki beberapa julukan yang melekat, diantaranya: Bumi Sriwijaya, Kota Pempek, dan Venice of the East.

5. Landmark Palembang:

  • Jembatan Ampera: ikon kota yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir, menjadi simbol kemegahan Palembang, dibangun pada tahun 1962. Nama Ampera kependekan dari Amanat Penderitaan Rakyat, sebagai slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960.
  • Benteng Kuto Besak: benteng peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam, menyimpan sejarah perjuangan melawan penjajah.
  • Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I: salah satu peninggalan Kesultanan Palembang. Pendirinya adalah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo. Pembangunan masjid ini memakan waktu 10 tahun, dari tahun 1738 sampai 1748. Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 1 Jumadil Akhir 1151 H (1738 M). Masjid ini pertama kali diresmikan pemakaiannya pada 26 Mei 1748.
  • Pulau Kemaro: pulau yang berada di tengah Sungai Musi dan memiliki kelenteng yang sangat indah.
  • Al-Qur’an Al-Akbar: Al-Qur’an raksasa dengan ukiran indah, menjadi daya tarik wisata religi.

6. Kuliner Palembang

  • Pempek: makanan khas berbahan dasar ikan dan sagu, dengan berbagai jenis seperti pempek kapal selam, lenjer, dan adaan.
  • Tekwan: sup ikan dengan bola-bola sagu, bercita rasa gurih dan segar.
  • Model: mirip tekwan, tetapi dengan tambahan tahu dan isian telur.
  • Martabak HAR: martabak dengan cita rasa khas India yang sudah sangat legendaris

7. Pariwisata Palembang:

  • Wisata Sejarah:

    Mengunjungi situs-situs bersejarah seperti Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.

  • Wisata Sungai Musi:

    Menikmati keindahan Sungai Musi dengan naik perahu atau kapal wisata, mengunjungi Pulau Kemaro, dan menikmati suasana malam di tepi sungai.

  • Wisata Kuliner:

    Mencicipi berbagai kuliner khas Palembang di pasar tradisional atau restoran terkenal.

  • Wisata Belanja:

    Mengunjungi pusat perbelanjaan modern atau pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir untuk mencari oleh-oleh.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jangan Asal, Ini Rekomendasi Kegelapan Kaca Film Mobil



Jakarta

Penggunaan kaca film biasanya digunakan untuk kenyamanan, keamanan, maupun privasi pengemudi dan penumpang. Tetapi, memilih tingkat kegelapan kaca film tidak boleh dilakukan sembarangan.

Linda Widjaja, Vice President PT V-Kool Indo Lestari menyebutkan beberapa rekomendasi tingkat kegelapan kaca film. Tingkat kegelapan kaca mengacu pada standar visible light transmission (VLT).

Pertama untuk kaca depan, Linda menyebut tidak boleh lebih dari 40 persen.


“Tentu untuk kaca depan baiknya tidak terlalu gelap, 30 sampai 40 persen masih oke,” kata dia di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2025).

Jika kaca depan terlalu gelap bisa mengganggu visibilitas pengemudi, terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk.

“Sekali lagi tergantung daripada selera masing-masing. Di beberapa daerah itu mereka suka memakai kaca yang gelap-gelap, biar pun kaca depan. Tapi kita sangat kita tidak sarankan, karena saat hujan itu akan mengganggu,” jelas dia.

Dia melanjutkan kaca samping dan belakang tidak boleh lebih gelap dari 80 persen. Artinya minimal 20 persen harus ada cahaya yang masuk.

“Kaca samping dan belakang maksimum 80 persen,” kata dia.

V-Kool di GIIAS 2025

Pada gelaran GIIAS 2025, PT V-Kool Indo Lestari selaku agen pemegang merek kaca film V-Kool di Indonesia, menampilkan beragam inovasi terkini yang menggabungkan performa teknis unggulan dan sentuhan estetika modern di area seluas 104 meter persegi di Pre Function Hall 9.

V-Kool memperkenalkan dua produk andalan. Yang pertama adalah V-KOOL Ultimate Solitaire Series, sebuah kaca film canggih dengan teknologi XIR yang memberikan tingkat penolakan panas tertinggi di kelasnya. Teknologi ini mampu menghadirkan kenyamanan maksimal bagi pengendara tanpa mengorbankan tampilan visual kendaraan.

Lanjut kedua adalah V-Kool Paint Protection Film (PPF), solusi perlindungan cat mobil dari goresan dan cuaca ekstrem tanpa mengurangi estetika mobil.

Selama GIIAS 2025, V-kool memberikan potongan harga hingga 30% untuk setiap pembelian kaca film full body, mencakup kaca depan, samping, dan belakang. Sebagai bonus tambahan, setiap pembelian kaca film minimal Rp 5 juta, konsumen akan mendapatkan topi original New Era.

Untuk pembelian V-Kool PPF Full Wrap bisa mendapatkan potongan tambahan Rp 3juta atau gratis kaca film depan saja,- kaca film ini bisa dipasang di mobil lain jika diinginkan.

Selanjutnya Free Coating Premium sebelum pemasangan PPF, Free Screen Protector PPF, serta Free Asuransi 1 Tahun. Promo ini sangat terbatas selama pameran.

Selama pameran GIIAS 2025, setiap pembelian produk V-KOOL memberi kesempatan untuk memenangkan satu dari tiga pasang sepatu Nike custom edisi spesial.

(riar/lua)



Sumber : oto.detik.com

Pelajaran dari Mobil Listrik Tabrak Driver Ojol Hingga Tewas



Jakarta

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Seorang pengendara (ojek online) ojol tewas pada kecelakaan yang melibatkan mobil listrik.

Dikutip detikNews, insiden ini melibatkan mobil listrik Hyundai Ioniq dengan motor yang dikendarai ojol. Driver ojol meninggal dunia, sementara pemboncengnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/7) dini hari sekitar pukul 00.36 WIB. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan warung yang turut ditabrak mobil Ioniq.


Kecelakaan diawali saat pengemudi Ioniq melaju dari selatan ke utara di Jalan Antasari. Setiba di persimpangan Pasar Inpres, pengendara mobil diduga tidak hati-hati dan tidak konsentrasi sehingga kendaraan menabrak pengemudi sepeda motor dari arah utara ke selatan.

“Berakibat pengendara sepeda motor meninggal dunia dan pemboncengnya berinisial MG luka ringan,” ujarnya.

Dari kecelakaan ini, bisa diambil pelajaran penting agar tak terulang peristiwa serupa. Menurut Road Safety Comission Ikatan Motor Indonesia dan Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) Erreza Hardian, waktu kecelakaan di tengah malam itu memang berisiko.

“Kebanyakan orang sedang istirahat dan tidur, tapi untuk lalu lintas Jakarta aktivitas hampir 24 jam. Jadi ketika di atas jam 22.00 (sebagai acuan dasar jam biologis manusia istirahat) tapi ini tetap beraktivitas, artinya ada penurunan kondisi fisik dan mental tubuh. Sering dianggap aman, padahal justru bahaya makin banyak di atas jam tersebut,” kata Reza kepada detikOto, Kamis (31/7/2025).

Tak cuma itu, Reza menyoroti ojol dan penumpangnya banyak yang lalai, tidak menggunakan peralatan keamanan dengan benar. Sedangkan pengguna kendaraan listrik dengan torsi yang besar, juga turut menjadi sorotan. Ketika torsi besar kendaraan listrik menabrak pemotor dengan perlindungan yang minim, maka fatal akibatnya.

“Pengguna kendaraan listrik dengan torsi awal sangat besar, mungkin dia sudah mengurangi kecepatan saat perempatan. Tapi karena dianggap aman, tambah akselerasi. Dan ini yang membuat risiko bertambah adalah pemicu ketika korbannya tanpa perlindungan terbaik, apalagi pengguna motor tanpa perlengkapan yang baik dan benar,” sebutnya.

Reza menyarankan, pengemudi mobil bertransmisi otomatis sebaiknya jangan anteng di gear D. Manfaatkan gigi lain agar kecepatan kendaraan dapat dibatasi.

“Saya sering memberikan teknis mengemudi mengendalikan kendaraan matic dengan cara membatasi transmisi. Kecepatan kendaraan kita dipengaruhi oleh transmisi, maka jangan melulu di D ketika potensi bahaya meningkat contoh di atas jam rawan. Pindahkan ke 3 atau 2, jadi kalau kaki kanan mulai out of control, rpm tinggi, tapi kecepatan terkendali pada batas transmisinya. Tidak usah takut rusak ketika sering memainkan transmisi matic, udah banyak insinyur dan ada teknologi mahal di dalamnya. Inilah yang saya sebut pengendalian risiko, bahaya tetap ada tapi risiko crash dengan kecepatan rendah akan berbeda,” beber Reza.

Sementara dengan mobil listrik yang biasanya menggunakan single speed atau direct drive, pengemudi sebaiknya jangan melulu meletakkan kakinya di pedal gas. Pada saat mulai lelah dan jam rawan biologis manusia, biarkan mobil menggelinding, pengendaliannya dengan rem kaki.

“Hindari akselerasi mendadak karena ini akan memunculkan tenaga dorong selain putaran roda. Rajin-rajinlah lihat rpm. Akselerasi secara gradual atau bertahap/benjenjang jangan kaya orang mau lari saat start gas, ini mobil bukan tenaga orang,” pungkas Reza.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com

Terkuak, Jakarta Kalah Macet dari Bandung



Jakarta

Kemacetan lalu lintas masih menjadi momok di banyak kota besar, tak terkecuali di Indonesia. Platform TomTom Traffic baru saja merilis daftar kota termacet di dunia dan hasilnya cukup mengejutkan. Kota mana saja yang masuk daftar?

TomTom Traffic Index enggak cuma asal tebak, namun memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail. Termasuk, memakai ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD) yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data itu didapat dari fitur GPS di perangkat pengguna.

Metode ‘Detektif’ Kemacetan Ala TomTom Traffic

TomTom Traffic ini seperti detektif yang menganalisis kemacetan. Mereka enggak cuma lihat jalanan yang macet, tapi juga faktor-faktor lain yang bikin macet makin parah. Ada tiga faktor utama yang mereka amati.


Yang pertama, faktor kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya, kemudian faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Kemudian, yang ketiga adalah faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

Dengan faktor-faktor itu, bisa diketahui kapan jalanan seharusnya lancar. Dengan menggabungkan semua data ini, TomTom Traffic bisa memetakan kota mana yang paling ‘menyiksa’ buat para pengendara.

Kota-Kota ‘Neraka’ Lalu Lintas di Indonesia

Ini dia daftar kota termacet di Indonesia:

  1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
  2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
  3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
  4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
  5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik

Kota Termacet di Dunia

Ternyata, kota termacet di dunia itu ada di Barranquilla, Kolombia. Waktu tempuh rata-rata per 10 km di sana mencapai 36 menit 6 detik! Wah, bisa sembari nonton drakor di jalan tuh!

Kalau di Asia, kota termacetnya ada di Kolkata, India. Waktu tempuh per 10 km di sana mencapai 34 menit 33 detik.

Di Asia Tenggara, kota termacetnya ada di Davao City, Filipina. Waktu tempuh mencapai 32 menit 59 detik untuk jarak 10 km. Filipina juga enggak mau ketinggalan macetnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com