Category Archives: Makanan Sehat

Batasi Konsumsinya! 5 Minuman Enak Ini Bisa Picu Batu Ginjal


Jakarta

Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh. Hindari beberapa minuman ini untuk menghindari segala penyakit ginjal, termasuk batu ginjal.

Ginjal sangat penting dalam tubuh, karena berperan memproses sel darah merah, menyeimbangkan cairan, dan menyaring zat sisa untuk dikeluarkan oleh dan dari tubuh.

Sayangnya, ginjal berpotensi mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari. Seperti kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu.


Karenanya batasi atau hindari lah minuman yang mengandung kafein, gula, dan alkohol dalam jumlah yang tinggi. Ganti lah dengan rutin minum air putih.

Dikutip dari drkmcims.com, berikut ini 5 minuman yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

1. Minuman Bersoda

jumlah kafein dalam minuman, seperti kopi, teh, hingga minuman bersodaMinuman bersoda sangat berbahaya untuk kesehatan, bahkan bisa menyebabkan batu ginjal. Foto: iStock

Minuman bersoda sangat berbahaya untuk kesehatan, bahkan bisa menyebabkan batu ginjal. Terutama minuman bersoda yang warnanya gelap.

Minuman ini terbuat dari campuran bahan kimia dan gula dalam jumlah tinggi. Meskipun terasa menyegarkan, tetapi minuman bersoda justru dapat menyebabkan dehidrasi.

Selain itu, minuman soda juga mengandung asam fosfat yang tinggi, sehingga memberikan tekanan berlebih pada ginjal dalam menyaring darah.

Jika kandungan tersebut menumpuk pada ginjal, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan bisa memicu gagal ginjal.

2. Jus Buah Kemasan

Jangan terkecoh dengan namanya, jus buah kemasan bisa memicu batu ginjal. Jus buah yang diolah di pabrik lalu dikemas kebanyakan mengandung gula tinggi.

Selain itu, juga dicampur dengan sirup yang diputihkan dan ini tidak sehat untuk ginjal. Minuman ini tidak memungkinkan ginjal menyaring cairan dalam tubuh dengan baik.

Kondisi tersebutlah yang akhirnya menyebabkan pembentukan batu ginjal. Alih-alih jus buah kemasan, kamu bisa membuat jus buah murni sendiri di rumah tanpa gula tambahan.

3. Kopi

Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanJika dikonsumsi berlebihan, kopi bisa menyebabkan batu ginjal. Foto: Ilustrasi iStock

Kopi sebenarnya sehat dikonsumsi, tetapi jika dikonsumsi berlebihan justru bisa meningkatkan risiko penyakit. Salah satunya pembentukan batu ginjal.

Itu tak lain dan tak bukan karena kandungan kafein di dalamnya. Kafein dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Selain itu, juga meningkatkan oksalat dalam tubuh.

Dengan begitu akan berujung pada pembentukan batu ginjal. Sebuah penelitian dari National Kidney Foundation pada 2021 mengatakan bahwa menambahkan konsumsi kopi satu satu cangkir menjadi satu setengah cangkir, bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

4. Teh Hitam

Teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi secara global. Kandungan antioksidan di dalamnya dapat memberikan manfaat kesehatan.

Namun, berhati-hatilah pada dampak buruk jika dikonsumsi berlebihan. Khususnya pada teh hitam yang dapat menghasilkan oksalat dalam tubuh.

Oksalat itu akan membentuk batu ginjal. Mengonsumsinya dalam jumlah sedang tidak masalah selama kamu bisa mengontrol aspannya.

5. Alkohol

Makanan yang mungkin mengandung alkoholMinuman beralkohol dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Foto: iStock

Selain kafein, minuman beralkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, minuman beralkohol dapat mempengaruhi fungsi ginjal menjadi tidak mampu menyaring darah.

Terlalu banyak minum minuman beralkohol juga dapat mempengaruhi tekanan darah menjadi tinggi. Tekanan darah yang ditunggu menjadi faktor utama penyebab penyakit ginjal.

Hal tersebut juga telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nephrology Dialysis Transplantation. Peneliti menemukan bahwa konsumsi alkohol tinggi bisa meningkatkan albuminuria.

Albuminuria merupakan peningkatan jumlah protein yang terdapat pada urine. Kondisi seperti ini biasa disebut dengan istilah ginjal bocor.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

Rutinlah Konsumsi 5 Teh Ini Agar Kulit Glowing dan Mulus


Jakarta

Teh bukan sembarang seduhan herbal yang menghangatkan saja. Tetapi ada lima teh yang direkomendasikan untuk membuat kulit menjadi lebih glowing dan mulus.

Layaknya perut, kulit juga membutuhkan asupan makanan untuk menjaga kesehatannya. Asupan berupa nutrisi yang tepat hingga komponen khusus yang dibutuhkan untuk melindungi dari radikal bebas.

Makanan bagi kulit, selain didapatkan melalui kosmetik, bisa dilakukan dengan mengonsumsi minuman herbal yang menyehatkan. Salah satu yang paling mudah untuk dilakukan adalah konsumsi teh yang tepat untuk memberi nutrisi pada kulit.


Para dermatologis menyebut minum teh herbal dapat menjadi cara yang paling sederhana untuk mendetoks hingga menutrisi kulit. Ada beberapa teh yang menyegarkan secara khusus direkomendasikan guna menjaga kulit tetap bersih bercahaya.

Baca juga: Fantastis! 5 Makanan Ini Laris Dilelang dengan Harga Selangit

Berikut ini 5 teh untuk kulit glowing menurut Times of India:

Rutinlah Konsumsi 5 Teh Ini Agar Kulit Glowing dan MulusTeh chamomile yang menenangkan juga cocok untuk menjaga kesehatan kulit. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

1. Teh chamomile

Teh bunga chamomile memiliki aroma dan rasa yang lembut ketika disesap. Banyak orang biasanya akan memilih teh chamomile untuk merelaksasi tubuh mereka yang sedang kelelahan.

Sebagian lainnya memilih teh chamomile untuk membantu mempercepat penyembuhan ketika imunitas sedang menurun. Ternyata kandungan anti inflamasi pada teh chamomile disebut oleh ahli sebagai asupan yang ideal untuk menyehatkan kulit.

Rutin minum teh chamomile dapat memperbaiki keluhan penampilan pada kulit. Misalnya seperti mempercepat penyembuhan luka, meminimalisir kerutan, hingga mengatasi breakout atau kondisi jerawat parah.

2. Teh kunyit

Kunyit sendiri dikenal sebagai bahan dapur yang sangat berkhasiat. Kunyit banyak digunakan pada pengobatan tradisional untuk memanfaatkan kandungan kurkumin di dalamnya.

Komponen bioaktif pada kunyit dapat membantu kulit menjadi lebih bercahaya secara alami. Menurut ahli dermatologi, kurkumin pada kunyit juga dapat membuat kulit tampak lebih sehat berkilau.

Caranya cukup menyeduh kunyit yang sudah diparut dengan air panas untuk kemudian dinikmati selayaknya teh. Jika dikonsumsi dengan rutin teh kunyit dapat membantu membersihkan kulit, mengurangi breakout, hingga menjaga keremajaan kulit.

Rekomendasi teh untuk kulit glowing lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Teh melati

Terbuat dari ekstrak bunga-bungaan membuat teh melati mendapatkan nutrisi alami dari bunga yang digunakan. Melati memiliki kandungan minyak yang berkhasiat baik untuk kulit.

Kandungan minyak pada teh melati dapat membantu meremajakan kulit, meratakan pigmentasi pada seluruh permukaan kulit, hingga mengurangi garis halus. Manfaat ini bisa didapatkan dengan cara mengonsumsinya secara rutin.

Teh melati juga memiliki aroma yang lembut menenangkan sehingga cocok untuk dinikmati ketika beristirahat. Selain itu teh melati juga disebut cocok untuk mengatasi keluhan kulit kering dengan meningkatkan kelembabannya secara alami.

4. Teh hijau

Rutinlah Konsumsi 5 Teh Ini Agar Kulit Glowing dan MulusTeh hijau yang berkhasiat jika dikonsumsi secara rutin dapat meminimalisir gangguan kesehatan pada kulit. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

Kehebatan teh hijau untuk kesehatan sudah menjadi rahasia umum yang tak perlu diragukan. Kandungan antiinflamasi hingga antimikroba menjadi alasan teh hijau laris dikonsumsi untuk mendapatkan khasiatnya.

Teh hijau yang dikonsumsi secara rutin dapat membantu meredakan jerawat dan mengendalikan produksi minyak pada kulit. Tidak hanya meredakan jerawat, tetapi pencegahan timbulnya jerawat juga bisa dilakukan dengan cara menekan inflamasi yang terjadi pada lapisan kulit.

Pada cuaca yang dingin teh hijau juga direkomendasikan untuk menghindari keluhan kulit kering. Selain itu meminumnya selagi hangat juga bisa untuk menghalau dingin yang menusuk tubuh.

5. Teh peppermint

Seduhan teh peppermint begitu populer disajikan di kafe hingga tea house secara spesifik. Rasanya yang menyegarkan seringkali dipilih untuk menemani waktu bersantai usai lelah beraktivitas.

Teh peppermint ternyata dapat memberikan khasiat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Teh ini memiliki kandungan antioksidan yang kaya serta dilengkapi dengan vitamin D dan E.

Kandungannya tersebut cocok untuk membantu melawan mikroba yang dapat merusak kulit. Teh peppermint juga cocok untuk mengendalikan produksi minyak yang dapat memicu penyumbatan pori-pori hingga jerawat.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

5 Manfaat Tepung Jewawut yang Bisa Jadi Pengganti Beras


Jakarta

Isu ketahanan pangan membuat banyak alternatif sumber karbohidrat ikut disorot. Salah satunya jewawut, serealia yang punya banyak manfaat.

“Orang bilang tanah kita tanah surga… Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman…”

Petikan lirik lagu Kolam Susu dari Koes Plus seolah menggambarkan kekayaan nabati Indonesia. Faktanya Indonesia memang memiliki kekayaan tanaman yang tidak dapat terhitung jari, hanya saja eksplorasi dan pengenalannya terhadap masyarakat yang kurang menjadi alasan banyak bahan makanan kurang terekspos.


Isu ketahanan pangan yang kini menjadi sorotan dianggap mulai mengkhawatirkan karena impor beras yang terus meningkat. Padahal ada beberapa sumber karbohidrat alternatif yang melimpah di Indonesia, salah satunya jewawut yang juga bisa diolah menjadi tepung.

Jewawut merupakan tanaman serealia yang banyak tertanam di Indonesia. Faktanya kandungan karbohidrat jewawut tak kalah dari beras, bahkan disebut lebih menyehatkan. Sayangnya, jewawut masih sebatas dimanfaatkan untuk pakan hewan peliharaan saja.

Berikut ini 5 manfaat konsumsi tepung jewawut menurut Healthshotes:

5 Manfaat Tepung Jewawut yang Bisa Jadi Pengganti BerasJewawut merupakan tanaman serealia yang tinggi serat. Foto: Getty Images/iStockphoto/clemarca

1. Menyehatkan pencernaan

Dibandingkan dengan beras, jewawut menjadi asupan karbohidrat yang lebih tinggi serat. Mengingat jewawut adalah tanaman serealia sehingga komponen serat yang ada di dalamnya terbentuk secara alami.

Serat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan melancarkan pencernaan manusia. Serat dibutuhkan untuk memberi makan bakteri baik yang ada di dalam usus.

Ketika lingkungan usus menjadi sehat, maka pertumbuhan bakteri baik akan terjaga. Hasilnya kondisi kesehatan pencernaan hingga sistem imunitas akan meningkat.

2. Menjaga kesehatan kardiovaskuler

Selain serat dan karbohidrat, jewawut juga memiliki kandungan antioksidan. Antioksidan dibutuhkan oleh tubuh guna melindungi organ tubuh dari radikal bebas hingga menjaga kesehatan fungsinya agar tetap maksimal.

Menurut pengamatan dan penelitian ahli, konsumsi tepung jewawut secara rutin dapat melindungi lapisan jaringan pada kardiovaskuler. Kesehatan kardiovaskuler penting untuk dijaga guna mendapatkan jantung yang sehat.

Penyakit jantung berkaitan erat dengan kondisi peredaran darah dan kardiovaskular yang sehat. Ketika lapisan jaringannya terjaga, maka risiko untuk mengalami penyakit jantung akan menurun drastis.

Manfaat tepung jewawut lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Memperbaiki suasana hati

Beberapa komponen dalam makanan secara tidak langsung dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik. Mengatasi kecemasan atau bahkan meminimalisir risiko depresi yang dialami karena tekanan.

Jewawut memiliki kandungan komponen asam amino dan triptofan yang tinggi. Dua jenis nutrisi ini dibutuhkan oleh otak untuk merilis hormon bahagia atau serotonin dan mengatasi stres.

Hasilnya konsumen jewawut akan lebih mudah merasa bahagia karena serotonin yang dilepaskan lebih mudah oleh otak. Dibandingkan asupan karbohidrat tinggi gula, jawawut lebih ampuh untuk mengurangi stres oksidatif.

4. Mengurangi risiko diabetes tipe 2

5 Manfaat Tepung Jewawut yang Bisa Jadi Pengganti BerasDibandingkan dengan beras, jewawut lebih aman untuk penderita diabetes tipe 2. Foto: Getty Images/iStockphoto/clemarca

Beras yang dimasak menjadi nasi memiliki kandungan glukosa yang harus diperhatikan. Hal ini yang membuat ahli gizi dan dokter membatasi pasien diabetes untuk mengonsumsi nasi putih terlalu banyak.

Nasi putih memiliki kadar indeks glikemik yang dapat memicu produksi gula darah dengan cepat. Dampaknya tubuh harus bekerja keras memproduksi insulin untuk mencerna gula darah.

Berbeda dengan beras, jewawut memiliki kadar indeks glikemik yang lebih rendah. Sehingga konsumsi jewawut secara rutin dikaitkan dengan pengendalian gula darah yang lebih stabil.

5. Mencegah obesitas

Menilik pada kandungan alami jewawut, tak heran jika serealia ini disebut lebih sehat. Kadar serat yang tinggi, indeks glikemik yang rendah, hingga berbagai nutrisi yang ada di dalamnya menjadi alasan jewawut lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin.

Ahli gizi dan konsultan gizi juga merekomendasikan jewawut dan olahannya sebagai tepung untuk menggantikan asupan karbohidrat. Glukosa yang rendah pada jewawut dan tepungnya dapat mencegah obesitas dengan meminimalisir masuknya gula dan kalori ke dalam tubuh.

Selain itu mengingat kandungan seratnya yang baik, jewawut juga cocok untuk mengendalikan kolesterol. Terutama pada orang dewasa dengan keluhan kolesterol yang tinggi dan sulit mengendalikan asupan makanan.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

Rutin Makan Kimchi Berat Badan Bisa Turun, Ini Hasil Penelitiannya


Jakarta

Selain bagus untuk sistem pencernaan, rutin mengonsumsi kimchi juga dapat membantu menurunkan berat badan. Ini penjelasan peneliti.

Kimchi merupakan makanan fermentasi yang berasal dari Korea Selatan. Kimchi terbuat dari sayuran yang difermentasi bersama dengan bawang putih dan minyak ikan. Bisa berupa sawi putih, lobak atau timun.

Proses fermentasi tersebut, membuat kimchi kaya akan probiotik, bakteri hidup yang baik untuk kesehatan. Manfaatnya dapat melancarkan sistem pencernaan.


Namun ternyata, manfaat kimchi tak hanya itu. Sebuah penelitian menemukan bahwa kimchi mampu membantu menurunkan berat badan, sehingga cocok jadi menu diet.

Ilustrasi kimchiKimchi dapat menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

Dikutip dari Food NDTV (03/02/24) penelitian tersebut dilakukan sebagai bagian dari studi Health Examiners (HEXA). Jumlah pesertanya mencapai 115.726 peserta.

Peneliti mengungkap relasi yang menjanjikan antara asupan kimchi dan tingkat obesitas yang lebih rendah. Para peneliti menyoroti pada peserta yang rutin makan kimchi sebanyak 3 porsi setiap hari.

Menurut peneliti, takaran makan porsi tersebut memiliki prevalensi obesitas 11% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi.

Lebih lanjut, peneliti juga menjelaskan bahwa kimchi rendah kalori tetapi kaya akan serat. Hal tersebut yang mendukung proses penurunan berat badan.

Terbukti! Kimchi yang Dibuat di Wadah Ini Rasanya Lebih EnakKimchi memiliki sifat anti-obesitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kpictures

Sementara itu, studi sebelumnya telah mengidentifikasi strain bakteri spesifik yang ditemukan dalam kimchi, seperti Lactobacillus brevis dan L. plantarum.

Bakteri baik tersebut memiliki efek anti-obesitas. Temui ini menunjukkan bahwa komposisi unik kimchi mungkin berkontribusi terhadap potensi manfaat kesehatannya.

Namun, penelitian tersebut juga mencatat bahwa mengonsumsi kimchi yang berlebihan dapat menyebabkan asupan energi yang lebih tinggi yang selanjutnya meningkatkan risiko obesitas.

Karenanya perlu diperhatikan porsinya. Peserta yang makna lima porsi atau lebih kimchi setiap hari lebih cenderung mengalami obesitas.

Hal ini menunjukkan pentingnya pola makan yang tidak berlebihan. Tambahkan kimchi ke dalam menu harian dalam porsi yang pas untuk mendapatkan manfaat sehatnya.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

9 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit

Jakarta

Jeruk nipis dikenal dengan khasiat yang besar untuk kesehatan tubuh. Buah berukuran kecil ini sudah digunakan sejak zaman dahulu sebagai penyedap dan obat alami.

Selain itu, jeruk nipis juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Jadi, selain mendapat efek segar dari jeruk nipis, ada banyak manfaat yang didapat.

Manfaat Jeruk Nipis

Jeruk nipis mengandung berbagai nutrisi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung hingga meningkatkan kesehatan kulit. Berikut penjelasannya.


1. Memiliki Sifat Detoksifikasi

Jeruk nipis mempunyai sifat detoksifikasi yang membantu membersihkan tubuh dari racun dan limbah. Menurut buku Jeruk Nipis: Manfaat, Penggunaan dan Resep oleh Tresno Saras, senyawa aktif dalam jeruk nipis bisa merangsang detoksifikasi dalam hati dan menciptakan lingkungan internal yang sehat.

2. Mengurangi Radikal Bebas

Senyawa antioksidan dalam jeruk nipis membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas dalam tubuh. Khasiat ini bisa membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker, jantung dan penuaan dini.

Jeruk nipis bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini berkat kandungan seratnya yang tinggi, sehingga membantu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi keinginan makan berlebihan dan meningkatkan metabolisme. Jeruk ini juga cocok untuk diet rendah kalori.

4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Vitamin C sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dari penyakit. Menurut WebMd, mengonsumsi jeruk nipi yang tinggi vitamin C secara teratur bahkan bisa membantu mencegah flu biasa.

5. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Jeruk nipis dapat berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan kulit. Buah ini kaya akan vitamin C yang diperlukan untuk membuat kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang.

Mengutip Healthline, sebuah penelitian dilakukan kepada lebih dari 4.000 wanita. Hasilnya menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak vitamin C memiliki risiko lebih rendah memiliki kulit keriput dan kering seiring bertambahnya usia.

6. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa jeruk nipis bisa mengurangi beberapa faktor risiko penyakit ini .

Jeruk nipis kaya akan vitamin C yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan tekanan darah tinggi sendiri merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

7. Mencegah Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan kristal mineral kecil yang sering terasa sakit saat dikeluarkan. Batu ginjal bisa terbentuk ketika urin sangat pekat atau kamu memiliki kadar mineral pembentuk batu yang tinggi, seperti kalsium dalam urin.

Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang tinggi. Kandungan ini bisa mencegah batu ginjal dengan meningkatkan kadar sitrat dan mengikat mineral pembentuk batu dalam urin.

8. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah dan mengangkut oksigen ke tubuh. Kadar zat besi dalam darah yang rendah bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.

Orang yang menjalani pola makan vegan atau vegetarian memiliki risiko anemia defisiensi besi lebih tinggi. Sebab, produk nabati mengandung zat besi yang tidak bisa diserap dengan baik seperti zat besi yang ada dalam produk hewani. Makanan tinggi vitamin C seperti jeruk nipis bisa membantu mencegah anemia defisiensi besi dengan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati.

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak normal. Buah jeruk mengandung senyawa yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu. Flavonoid dalam jeruk nipis bisa membantu menghentikan ekspresi gen yang mendorong perkembangan kanker. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa jeruk bisa menekan pertumbuhan atau penyebaran kanker usus besar, tenggorokan, pankreas, payudara, sumsum tulang, limfoma dan sel kanker lainnya.

Kandungan Jeruk Nipis

Kandungan gizi dari jeruk nipis yang bermanfaat bagi kesehatan begitu banyak. Mengutip repository Unimus, berikut kandungan gizi dalam tiap 100 gram buah jeruk nipis.

  • Kalori (37,00 kal)
  • Protein (0,80 g)
  • Lemak (0,10 g)
  • Karbohidrat (12,30 g)
  • Kalsium (40,00 mg)
  • Fosfor (22,00 mg)
  • Zat Besi (0,60 mg)
  • Vitamin B1 (0,04 mg)
  • Vitamin C (27,00 mg)
  • Air (86,00 mg)
  • Hidrat arang (12,4 g).

Kandungan lainnya dalam jeruk nipis adalah vitamin A, belerang, asam sitrat, glikosida, minyak atsiri (meliputi aldehid, aktilaldehid, linalin asetat, geranil asetat, dan kadinen. Selain itu jeruk nipis juga mengandung senyawa saponin dan flavonoid, yaitu hesperidin (hesperetin 7 rutinoside), tangeritin, naringin, eriocitrin, dan eriocitrocide.

Itulah berbagai manfaat jeruk nipis, mulai dari mencegah berbagai penyakit dalam hingga menjaga kulit tetap kencang. Konsumsi jeruk nipis harus dibarengi pola hidup sehat, sehingga manfaatnya bisa diperoleh tubuh secara maksimal.

(row/row)



Sumber : food.detik.com

Ini 10 Buah Penambah Darah yang Dapat Bantu Mencegah Anemia

Jakarta

Buah mengandung banyak gizi dan vitamin yang baik untuk tubuh. Adapun sejumlah buah yang umum dikonsumsi masyarakat, mulai dari pisang, mangga, semangka, jeruk, hingga melon.

Dari sekian banyak buah, ada beberapa di antaranya yang berkhasiat dapat menambah darah. Jadi, buah ini cocok untuk orang yang mengalami anemia atau kekurangan darah. Sebab, buah tersebut dapat menambah jumlah sel darah di dalam tubuh.

Penasaran, apa saja buah-buahan yang dapat menambah darah tubuh? Simak secara lengkap dalam artikel ini.


Buah Penambah Darah

Ada berbagai jenis buah-buahan yang dipercaya mampu menambah jumlah sel darah di tubuh. Mengutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah buah yang dapat menambah darah.

1. Jeruk

Rekomendasi yang pertama adalah jeruk. Mengutip laman NDTV, jeruk mengandung vitamin C yang dapat membantu tubuh dalam menyerap gizi, sehingga dapat meningkatkan sel darah merah.

Selain itu, jeruk juga mengandung zat besi dan asam folat yang dapat mengikat oksigen, sehingga aliran sel darah merah ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar.

2. Pisang

Punya rasa manis dan lembut di mulut, pisang ternyata dapat meningkatkan jumlah darah di tubuh. Sebab, pisang mengandung asam folat dan vitamin B kompleks yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah.

Sebagai informasi, kekurangan asam folat dapat mengurangi tingkat hemoglobin di dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menyebabkan anemia dengan muncul gejala seperti mudah lemas dan pusing.

3. Semangka

Sama halnya seperti jeruk, semangka juga kaya akan Vitamin C dan zat besi yang baik untuk tubuh, salah satunya dapat menambah jumlah sel darah. Kandungan zat besi lebih mudah dan cepat diserap tubuh karena kandungan vitamin C tersebut.

4. Kurma

Buah yang satu ini umumnya sering dikonsumsi oleh umat muslim saat bulan Ramadhan. Kurma memang disebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah mencegah anemia.

Sebab, kurma mengandung zat besi tinggi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Selain itu, kandungan gula pada kurma juga dapat memberikan energi tambahan untuk tubuh.

5. Jambu Biji

Bagi penderita anemia disarankan untuk mengkonsumsi jambu biji. Soalnya, jambu biji mengandung zat besi yang dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah.

Selain itu, jambu biji juga mengandung vitamin C yang berfungsi untuk menyerap zat besi lebih optimal.

6. Delima

Delima atau disebut juga pomegranate merupakan salah satu buah yang dapat menambah jumlah darah. Buah delima kaya akan zat besi, kalsium, protein, serat, dan karbohidrat.

Zat tersebut membuat pomegranate menjadi salah satu makanan terbaik yang dapat meningkatkan hemoglobin. Disarankan mengkonsumsi buah delima dengan cara dibuat jus agar lebih nikmat.

7. Tomat

Dilansir Healthline, tomat punya peran penting dalam mengurangi aktivitas enzim pengubah angiotensin (ACE) yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Hal ini bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah di dalam tubuh.

Selain itu, ekstrak dalam tomat juga dapat membuka pembuluh darah lebih lebar, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar sekaligus meminimalisir terserang anemia.

8. Buah Naga

Buah naga mengandung zat besi, fosfor, dan kalium yang dapat membantu menambah jumlah sel darah merah di tubuh. Dengan begitu, jika sering mengalami anemia cobalah mengkonsumsi buah naga, bisa dengan memakannya secara langsung atau dibuat jus.

9. Beri

Beri termasuk salah satu buah yang menyehatkan karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk kesehatan. Sebuah riset menunjukkan bahwa mengkonsumsi beri dapat menurunkan tekanan darah serta meningkatkan pelebaran arteri.

10. Bit

Rekomendasi buah penambah darah yang terakhir adalah bit. Sebab, bit mengandung nitrat yang tinggi, yang mana akan diubah menjadi oksida nitrat di dalam tubuh. Oksida nitrat dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jaringan otot.

Demikian pembahasan mengenai 10 buah yang dapat menambah jumlah darah. Semoga bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : food.detik.com

7 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bareng Telur, Ini Sebabnya


Jakarta

Telur dikonsumsi banyak orang setiap hari. Namun dalam mengonsumsinya waspadai beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi bareng telur. Ini daftarnya!

Telur tergolong bahan makanan sehat dan padat nutrisi yang serba guna. Telur enak diolah menjadi berbagai hidangan dan disantap dari pagi hingga malam hari.

Telur terkenal dengan nutrisinya yang tinggi protein. Selain itu, telur mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Sebut saja vitamin D, fosfor, vitamin A, dan beberapa jenis vitamin B.


Meski enak dan gampang dimasak, bukan berarti telur bisa sembarang dikombinasikan dengan jenis makanan dan minuman apa pun. Ada beberapa minuman dan makanan yang perlu dihindari bersama telur.

Berikut beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan telur, merangkum berbagai sumber.

1. Susu kedelai

Susu kedelai pada dasarnya merupakan salah satu sumber protein nabati terbaik. Namun, mengutip Food NDTV, hindari konsumsi susu kedelai bersamaan dengan telur.

Saat keduanya dikonsumsi bersamaan, kadar protein dalam tubuh akan meningkat pesat. Kondisi ini justru bisa menghambat penyerapan protein.

2. Teh

Jangan Khawatir, Lapisan 'Lilin' Pada Teh Panas Aman DiminumFoto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk

Banyak orang menjadikan telur dan secangkir teh hangat sebagai menu sarapan. Namun, kombinasi makanan dan minuman ini bisa memicu masalah kesehatan.

Beberapa masalah yang bisa muncul dari kombinasi keduanya adalah sembelit hingga meningkatnya produksi asam lambung.

Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menemukan, minum teh dengan telur dapat mengurangi jumlah protein yang terserap hingga 17 persen.

3. Gula

Anda juga perlu menghindari konsumsi telur dengan gula. Saat dikonsumsi bersamaan, asam amino yang dikeluarkan keduanya bisa menjadi racun dan memicu pembentukan gumpalan darah.

4. Pisang

cara menyimpan pisangFoto: Getty Images/iStockphoto

Kombinasi telur dan pisang akan terasa berat di perut. Kombinasi keduanya bakal membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Sebagai pilihan terbaik, nikmati keduanya secara terpisah sebagai bagian dari pola makan sehat.

5. Daging

Kelebihan lemak dan protein pada telur dan daging bisa membuat kombinasi keduanya sulit dicerna.

Selain itu, mengonsumsi keduanya bersamaan juga bisa memicu rasa lelah.

6. Produk susu

Keju CheddarFoto: Shutterstock/

Telur dan susu juga kerap jadi menu sarapan banyak orang. Namun, sebenarnya Anda tak disarankan mengkombinasikan keduanya.

Mengutip India Times, makan telur bersamaan dengan produk susu seperti keju bisa memicu masalah pencernaan.

7. Jeruk

Anda juga disarankan agar tidak mengonsumsi telur bersamaan dengan jeruk.

Mengutip Times of India, keasaman dalam buah sitrus berpotensial membekukan telur saat dimasak bersamaan.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Telur”

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

10 Manfaat Sayur Bayam untuk Tubuh, Salah Satunya Cegah Hipertensi

Jakarta

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Pada umumnya, bayam diolah dengan cara direbus dan dikonsumsi selagi hangat.

Untuk menambah cita rasa, sayur bayam bisa ditambah sedikit garam, cabai merah iris, bawang putih, dan bawang merah. Cara ini cukup efektif bagi kamu yang tak suka sayuran hijau, karena terdapat rasa asin dan pedas pada kuahnya.

Selain mudah diolah, sayur bayam ternyata juga mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk kesehatan. Ingin tahu apa saja manfaat sayur bayam? Simak dalam artikel ini.


Kandungan Nutrisi Bayam

Dalam buku The Miracle of Vegetables, bayam mengandung serat tinggi. Selain itu, di dalam 100 gram bayam terdapat sejumlah kandungan nutrisi lainnya, mulai dari:

  • Karbohidrat: 6,5 gram
  • Kalori: 36 kcal
  • Protein: 3,5 gram
  • Kalsium: 265 mg
  • Fosfor: 67 mg
  • Besi: 3,9 mg
  • Vitamin A: 6.090 S.I
  • Vitamin B: 0,08 mg
  • Vitamin C: 80 mg
  • Air: 86,9 gram

Manfaat Sayur Bayam

Ada sejumlah manfaat yang didapat bagi tubuh jika rutin mengkonsumsi sayur bayam. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah manfaatnya.

1. Sebagai Antioksidan

Manfaat sayur bayam yang pertama adalah sebagai antioksidan. Hal ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sebab, bayam memiliki kandungan oksidan yang tinggi sehingga dapat memberikan perlindungan sekaligus menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Dengan begitu, tubuh jadi nggak gampang sakit.

Mengutip Web MD, bayam dikenal kaya akan kalium dan magnesium. Sayuran hijau ini juga dikenal sebagai sumber nitrat alami yang menjadi senyawa untuk membuka pembuluh darah.

Lalu, bayam juga mengandung sejumlah mineral, salah satunya potasium. Dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi potasium, hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

3. Menjaga Kesehatan Mata

Manfaat berikutnya adalah dapat menjaga kesehatan mata. Soalnya, kandungan lutein pada bayam dipercaya dapat membantu mengurangi risiko age-related macular degeneration (AMD) atau degenerasi makula. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan sentral menjadi buram.

4. Meningkatkan Kemampuan Berpikir

Kandungan lutein pada bayam juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir. Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian terhadap orang dewasa yang memiliki kadar lutein tinggi.

Hasilnya, orang tersebut punya kemampuan penalaran, kecepatan pemrosesan, dan memori otak yang lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar lutein rendah.

5. Melancarkan Pencernaan

Dilansir situs Medical News Today, bayam yang kaya akan serat dan air dapat membantu mencegah perut sembelit. Hal ini juga turut melancarkan sistem pencernaan, sehingga cocok untuk kamu yang sering mengalami sulit buang air besar (BAB).

6. Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan vitamin A pada bayam ternyata dapat membantu pembentukan sel kulit. Dengan begitu, kulit jadi tampak lebih cerah, segar, dan sehat. Tak hanya itu, vitamin A pada bayam juga berfungsi untuk menjaga kesehatan selaput kulit.

7. Mencegah dan Mengatasi Anemia

Manfaat sayur bayam berikutnya adalah dapat mencegah sekaligus mengatasi anemia. Sebab, bayam dapat meningkatkan hemoglobin dalam darah yang dipengaruhi oleh kandungan zat besi.

8. Mencegah Stres

Mengkonsumsi bayam secara rutin ternyata dapat mencegah stres. Mengutip Pharm Easy, hal ini disebabkan oleh kadar seng dan magnesium tinggi yang dapat membantu tidur lebih nyenyak di malam hari, membuat tubuh lebih rileks, dan tidak mudah stres.

Para peneliti menemukan bahwa bayam dapat membantu menurunkan penyakit kardiovaskular. Sebagai informasi, kardiovaskular merupakan suatu kondisi di mana gangguan pada jantung serta pembuluh darah. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan khasiat tersebut.

Sedang menjalani program diet? Jika iya, cobalah rutin mengkonsumsi sayur bayam untuk membantu menurunkan berat badan. Soalnya, bayam mengandung serat yang tinggi namun rendah kalori.

Selain itu, mengkonsumsi bayam juga dapat menimbulkan rasa kenyang lebih lama sehingga membuatmu tidak mudah lapar. Terkadang, kalau perut sudah mulai lapar sulit menahan diri untuk ngemil.

Itu dia 10 manfaat sayur bayam bagi kesehatan tubuh. Mulai sekarang, yuk rutin mengkonsumsi sayur bayam!

(ilf/fds)



Sumber : food.detik.com

10 Manfaat Buah Pepaya untuk Tubuh yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Jakarta

Pepaya merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Umumnya pepaya dimakan secara langsung dalam kondisi segar. Agar lebih nikmat, pepaya bisa dicocol dengan bumbu sambal rujak yang pedas.

Banyak orang mengkonsumsi pepaya karena berkhasiat melancarkan sistem pencernaan. Namun, tahukah kamu jika masih terdapat banyak manfaat lain dari pepaya?

Penasaran, apa saja manfaat buah pepaya untuk tubuh yang jarang diketahui banyak orang? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Manfaat Buah Pepaya

Ada sejumlah manfaat apabila mengkonsumsi pepaya secara rutin. Mengutip dari berbagai sumber, berikut manfaat buah pepaya untuk kesehatan.

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Buah pepaya kaya akan sejumlah vitamin, mulai dari vitamin C, A, dan E. Dilansir situs Web MD, vitamin C dalam pepaya merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh, sehingga dapat melawan bakteri dan virus yang menginfeksi.

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Mengkonsumsi pepaya secara rutin ternyata dapat menjaga kesehatan kulit, lho. Kandungan enzim papain dalam pepaya dapat melembutkan dan merevitalisasi kulit.

Sementara itu, vitamin A dan C pada pepaya juga dapat mengurangi kerutan serta menghilangkan bintik hitam. Buah yang satu ini juga mengandung likopen, sehingga dapat menjaga dan mengoptimalkan kesehatan kulit.

3. Melancarkan Pencernaan

Pasti sudah banyak yang tahu bahwa salah satu manfaat pepaya dapat melancarkan pencernaan. Hal ini karena pepaya mengandung enzim seperti caricain, chymopapain, papain, dan glycyl endopeptidase yang bisa membantu tubuh mencerna protein dengan lebih mudah.

Sebuah studi menunjukkan orang yang mengkonsumsi pepaya selama 40 hari berturut-turut mengalami penurunan risiko sembelit dan perut kembung.

Bagi yang sedang menjalani program diet, cobalah untuk mengkonsumsi pepaya secara rutin. Dilansir Everyday Health, hal ini karena pepaya termasuk buah rendah kalori sehingga dapat mencegah berat badan naik.

Lalu, pepaya juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah keinginan untuk ngemil terus-menerus.

5. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan vitamin A dan antioksidan yang terdapat dalam pepaya juga berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu, pepaya dipercaya berkhasiat dalam menangkal degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD). Kondisi tersebut menyebabkan penglihatan sentral menjadi buram.

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Mengutip Healthline, pepaya ternyata juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kandungan likopen dan vitamin C dalam pepaya dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Tak hanya itu, pepaya juga mengandung senyawa antioksidan yang membantu meningkatkan efek kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

7. Mencegah Kanker

Sebuah riset menunjukkan kandungan likopen pada pepaya dapat mengurangi risiko kanker. Lebih lanjut, mengkonsumsi pepaya dikatakan dapat membantu pengobatan terhadap pasien kanker. Meski begitu, para peneliti masih membutuhkan riset lebih lanjut untuk mengungkapkan khasiat tersebut.

8. Menangkal Radikal Bebas

Kandungan senyawa anti peradangan dan antioksidan dalam pepaya juga dapat mengurangi dampak radikal bebas di tubuh, yang mana menjadi salah satu penyebab kanker. Radikal bebas dapat meningkatkan stres oksidatif yang bisa memicu penyakit.

9. Meredakan Rasa Nyeri Ketika Menstruasi

Bagi perempuan yang kerap merasakan nyeri atau kram saat menstruasi, cobalah atasi dengan mengkonsumsi pepaya. Hal ini disebabkan karena enzim papain yang mampu meregulasi aliran darah ketika menstruasi.

10. Menjaga Rambut Tetap Sehat

Manfaat pepaya yang terakhir adalah dapat menjaga rambut tetap sehat sehingga terlihat lebih bervolume dan mencegah kerontokan. Hal ini berkat kandungan vitamin A dan nutrisi untuk memproduksi sebum, sehingga dapat menjaga kelembapan rambut.

Kandungan vitamin C pada pepaya juga diperlukan untuk memelihara kolagen, sehingga dapat memberikan struktur pada kulit rambut.

Itu dia 10 manfaat buah pepaya yang jarang diketahui sejumlah orang. Jadi, mulai sekarang yuk perbanyak makan pepaya!

(ilf/fds)



Sumber : food.detik.com

Keliru Mencuci Beras Bisa Berdampak Negatif, Begini Cara yang Benar!

Jakarta

Banyak berkembang mitos mengenai cara mencuci beras yang benar. Mitos yang masih sering dianggap benar adalah mencuci beras sampai bersih. Padahal cara tersebut keliru dan justru memberi dampak negatif.

Simak artikel ini untuk mengetahui dampak negatif mencuci beras dengan cara keliru, manfaat mencuci beras dengan cara benar, serta tips bagaimana mencuci beras dengan benar.

Dampak Mencuci Beras dengan Cara Keliru

Mencuci beras terlalu bersih adalah cara yang keliru. Ini menimbulkan dampak negatif, meskipun tidak berbahaya bagi tubuh.


1. Menghilangkan Sejumlah Nutrisi

Menurut Food and Drug Administration (FDA), mencuci beras terlalu bersih bisa menghilangkan sejumlah nutrisi. Nutrisi ini antara lain zat besi, folat, thiamin, dan niacin dalam beras.

“Mencuci beras berlebihan dapat menyebabkan hilangnya nutrisi tertentu seperti vitamin B termasuk folat, zat besi, niacin, dan thiamin, yang larut dalam air,” jelas ahli gizi Bonnie Taub-Dix, RDN.

“Beras fortifikasi memiliki lapisan nutrisi tambahan, sehingga membilas beras fortifikasi dapat menyebabkan hilangnya kandungan nutrisi di dalamnya,” katanya.

2. Bikin Tekstur Lembek

Beberapa jenis beras, misalnya beras pulen, tidak boleh terlalu lama dicuci karena bisa membuat tekstur yang terlalu lembek. Untuk beberapa alasan, koki memilih tidak mencuci beras agar mendapatkan tekstur yang lebih padat.

Manfaat Mencuci Beras dengan Benar

Sebaliknya, mencuci beras dengan benar tidak menghilangkan sejumlah nutrisi sehingga kandungannya tetap bisa diserap oleh tubuh. Selain itu, ada beberapa manfaat lainnya, antara lain:

1. Menghilangkan Kontaminan dan Logam Berat

Mencuci beras dilakukan untuk menghilangkan kontaminan dan logam berat. Dalam penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (November 2020), beras memiliki kandungan arsenik yang tinggi, juga timbal, dan kadmium yang menimbulkan risiko kesehatan serius untuk kesehatan.

“Anda harus selalu mencuci beras sebelum memasaknya. Kontaminan masuk ke tanaman padi dari air tanah tercemar yang membanjiri sawah, sehingga manfaat utama mencuci beras adalah menurunkan risiko keracunan logam berat,” kata ahli gizi Kimberly Gomer.

Kemungkinan mengalami keracunan logam berat dari makan nasi memang rendah, tetapi jangan ambil risiko untuk bayi dan anak. Tetap cuci beras sebelum mengolahnya.

2. Membuang Debu dan Kotoran

Dalam proses pengolahan dari padi menjadi beras tentunya telah melewati banyak tempat dan kondisi, sehingga kemungkinan ada debu dan kotoran yang menempel. Dengan mencuci beras, air akan membersihkan debu, bahan kimia, kerikil, hingga serangga yang tidak sengaja masuk ke kemasan beras.

3. Membuat Rasa dan Tekstur Nasi Lebih Enak

Kandungan pati pada nasi membuat teksturnya lengket dan menempel saat dimasak. Kamu bisa mengurangi pati ini dengan mencuci beras terlebih dahulu.

“Mencuci beras dapat menghilangkan kandungan pati berlebih, menghasilkan tekstur yang lebih pulen dan rasa yang lebih enak,” kata chef selebriti Kai Chase.

Tips Mencuci Beras

Dilansir dari situs Asosiasi Keluarga Gizi FKM Universitas Indonesia, berikut ini tips mencuci beras dengan benar agar bisa mendapatkan manfaat dan mengurangi dampak negatifnya:

  1. Cucilah beras dengan mengaduknya secara perlahan agar vitamin B di dalam beras tidak terkikis.
  2. Buang air kotornya, lalu tambahkan lagi air.
  3. Cek lagi apakah ada kotoran yang tampak, seperti kerikil atau serangga. Buang jika ada.
  4. Buang air kembali. Cukup mencuci beras sampai dua kali saja dan tidak perlu sampai air cuciannya bening.
  5. Beras siap diolah.

Demikian tadi telah kita ketahui cara mencuci beras yang benar, yaitu tidak boleh terlalu lama, cukup dua kali pembilasan agar kandungan nutrisinya tidak hilang.

(bai/inf)



Sumber : food.detik.com