Category Archives: Tokocrypto

Bandar Bitcoin Terus Akumulasi, Apakah Lonjakan Harga Akan Datang?

Whale atau ‘bandar’ Bitcoin (BTC) sedang menjalankan misi secara aktif melakukan akumulasi secara masif. Aksi whale ini secara sinyal bisa mendorong lonjakan harga Bitcoin.

Menurut data Santiment, total 117 token BTC telah terakumulasi dalam 48 jam terakhir pada Senin (16/10). Meskipun penilaian moneter dari akumulasi BTC ini dipatok pada US$ 3,2 juta, signifikansinya bergantung pada waktu yang sesuai dengan waktu pasar sedang mengalami konsolidasi yang intens.

Dilaporkan Crypto.News, Whale Bitcoin (BTC) secara aktif membuat 16 wallet baru yang menampung antara 100-1.000 BTC. Tren ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap masa depan kripto unggulan ini.

Potensi Positif untuk Bitcoin

Yang menarik adalah bagaimana kenaikan pada dompet yang lebih besar ini berkorelasi dengan kenaikan peringkat dompet yang lebih kecil, yang berpotensi mencerminkan minat yang semakin besar terhadap kripto.

Ilustrasi akumulasi Bitcoin (BTC). Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi akumulasi Bitcoin (BTC). Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Beli Mobil Ferrari Kini Bisa Pakai Bitcoin, Gimana Caranya?

Meskipun para pelaku pasar menghindari kegembiraan yang berlebihan, perkembangan ini menunjukkan bahwa seiring dengan semakin banyaknya pemangku kepentingan yang meningkatkan kepemilikan mereka, argumen mengenai potensi masa depan yang positif bagi Bitcoin semakin menguat.

Pada tanggal 15 Maret, whale Bitcoin sedang bergerak, mengirimkan lebih dari 21.000 BTC ke bursa dalam waktu 48 jam. Lonjakan aktivitas paus ini bertepatan dengan reli pasar yang mendorong harga Bitcoin kembali di atas US$ 27.000.

Adopsi Bitcoin tumbuh

Dalam berita terkait, investor ritel mengumpulkan Bitcoin dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut data dari Glassnode. Laporan tersebut menunjukkan bahwa individu yang memiliki kurang dari 1BTC menambahkan 28.000 BTC per bulan ke simpanan mereka, tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah jaringan.

Secara terpisah, produsen mobil mewah Italia, Ferrari, telah menggunakan kripto sebagai opsi pembayaran, terutama sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan dari dealer dan pasar. Perusahaan akan segera secara resmi mulai menerima BTC dan ETH untuk mobil mewahnya di AS, dengan rencana untuk memperluas opsi pembayaran ini ke Eropa pada kuartal pertama tahun 2024.

Enrico Galliera, kepala pemasaran dan komersial Ferrari, menekankan bahwa banyak klien mereka adalah investor kripto. Langkah ini memungkinkan Ferrari untuk memasuki pasar pelanggan potensial baru, mulai dari investor kripto muda hingga klien tradisional yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Beli Mobil Ferrari Kini Bisa Pakai Bitcoin, Gimana Caranya?

Ferrari mulai menerima pembayaran menggunakan aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) untuk pembelian mobil sport mewahnya. Ada romansa yang relatif mendalam antara merek mobil dan dunia kripto.

Sebagian besar perusahaan blue-chip menghindari kripto karena volatilitas Bitcoin dan token lainnya yang disebut tidak praktis untuk perdagangan. Regulasi yang tidak merata dan penggunaan energi yang tinggi juga menghambat penyebaran kripto sebagai alat pembayaran.

Namun, Ferrari mengambil langkah berani menerima pembayaran dengan aset kripto. Keputusan untuk menerima pembayaran dalam bentuk kripto dilakukan menyusul permintaan dari sejumlah pelanggan kaya Ferrari.

Strategi Ferrari sejalan dengan produsen mobil listrik Tesla, yang pada tahun 2021 mulai menerima pembayaran dalam Bitcoin, aset kripto terbesar, sebelum CEO mereka, Elon Musk menghentikannya karena masalah lingkungan.

Adopsi Kripto

Chief Marketing & Commercial Officer Ferrari, Enrico Galliera, mengatakan bahwa sejumlah aset kripto telah melakukan upaya untuk mengurangi jejak karbon mereka melalui pengenalan software baru dan penggunaan sumber terbarukan yang lebih besar.

“Target kami untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030 di seluruh value chain kami telah terkonfirmasi,” jelas Enrico Galliera kepada Reuters.

Logo Ferrari. Sumber: REUTERS/Flavio Lo Scalzo.
Logo Ferrari. Sumber: REUTERS/Flavio Lo Scalzo.

Baca juga: Analis Bloomberg: SEC akan Setujui ETF Bitcoin Spot pada Januari 2024

Galliera mengatakan keputusan itu diambil sebagai tanggapan atas permintaan dari pasar dan dealer karena banyak kliennya telah berinvestasi dalam kripto.

“Beberapa di antaranya adalah investor muda yang membangun kekayaan mereka melalui mata uang kripto,” katanya. “Beberapa lainnya adalah investor yang lebih tradisional, yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka.”

Bisakah Beli Mobil Ferrari dengan Bitcoin di Indonesia?

Ferrari menjelaskan untuk pembelian mobil mewah mereka dengan pembayaran dalam aset uang kripto saat ini hanya tersedia di Amerika Serikat dan akan memperluas skema tersebut ke Eropa menyusul permintaan dari pelanggan.

Ilustrasi Bitcoin dan dolar AS. Sumber: Pixabay.
Ilustrasi Bitcoin dan dolar AS. Sumber: Pixabay.

Baca juga: CEO Binance Membuat Prediksi Bitcoin Pasca Halving yang Berani

Merek mobil mewah tersebut telah memanfaatkan BitPay sebagai pemroses pembayaran untuk penawaran tersebut. Pengguna akan dapat membeli mobil kelas atas yang harga awalnya dipatok sekitar US$ 211.000 dengan kripto seperti Bitcoin, Ethereum (ETH), XRP, dan lainnya yang didukung oleh pemroses pembayaran teratas.

Volatilitas akan dibatasi karena BitPay akan mengubah dana tersebut menjadi mata uang fiat untuk melindungi dealer Ferrari dari perubahan harga. Khususnya, BitPay memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung sejumlah kasus penggunaan baru yang melibatkan mata uang digital yang dapat digunakan sebagai pembayaran untuk aset dunia nyata.

Ferrari mengatakan untuk pengguna yang membayar dengan kripto, tidak akan ada perubahan harga, biaya, atau biaya tambahan.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC akan Setujui ETF Bitcoin Spot pada Januari 2024

Analis Bloomberg menegaskan bahwa persetujuan untuk ETF Bitcoin spot hampir pasti. Mereka melihat peluang sebesar 90% agar produk tersebut disetujui SEC pada 10 Januari 2024.

Pembaruan terkini dari ARK dan 21Shares mengenai aplikasi ETF Bitcoin spot mereka telah menarik perhatian dalam industri. Analis Bloomberg menyebut pembaruan ini sebagai bukti “percakapan konstruktif” dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Dialog semacam ini umumnya dilihat sebagai indikasi positif akan segera disetujuinya ETF.

Menurut laporan U.Today, keputusan SEC untuk tidak mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang mendukung Grayscale semakin memperkuat kasus para analis.

Selama beberapa bulan terakhir, beberapa perusahaan, termasuk raksasa pasar seperti BlackRock dan Invesco, juga berlomba untuk meluncurkan produk serupa.

Tanda-tanda Utama Kehadiran ETF Bitcoin Spot

Ilustrasi Grayscale. Sumber: Pixabay.
Ilustrasi Grayscale. Sumber: Pixabay.

Baca juga: Swing Trading vs Day Trading: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

SEC baru-baru ini memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas keputusan yang mengizinkan Grayscale Investments LLC mengubah kepercayaan Bitcoin-nya menjadi ETF. Badan tersebut tidak berencana mengajukan banding lagi dalam kasus ini, karena batas waktu banding telah berlalu pada hari Jumat, menurut sumber anonim Bloomberg yang mengetahui masalah tersebut.

Persetujuan ETF Bitcoin spot merupakan momen penting bagi industri mata uang kripto. Pertama, hal ini menandakan tingkat penerimaan dan pengakuan terhadap peraturan yang signifikan.

ETF semacam itu akan memberikan mekanisme yang lebih mudah untuk berinvestasi di Bitcoin tanpa kerumitan dan potensi masalah keamanan dari kepemilikan mata uang kripto langsung atau pengelolaan dompet digital. Selain itu, legitimasi ini dapat mendorong adopsi arus utama yang lebih besar.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ngakak! Kesalahan Lucu di Dunia Bitcoin, Yuk Simak

Orang-orang telah kehilangan 2,5 juta Bitcoin senilai $ 25 miliar, sejak crypto itu dibuat pada tahun 2009, menurut perkiraan sebelumnya oleh Chainalysis.

Alasan bagaimana mereka hilang uang crypto: kesalahan, kunci yang terlupakan, transaksi yang tidak disengaja dan nasib buruk yang sial.

Di Twitter, Anthony Sassano, manajer pemasaran produk di Set Protocol, bertanya , “Apa kesalahan terbesar Anda terkait crypto?” Dan dia mendapat cukup banyak tanggapan.

Seorang pengembang Ethereum inti, yang dikenal dengan nama samaran Antiprosynthesis, mengingat bencana yang paling terkenal Bitcoin ini: Mt. Gox. Setelah exchanger Bitcoin yang paling populer tersebut diretas untuk waktu yang lama, dan kehilangan $ 460 juta.

Antiprosynthesis menulis, “Pindahkan BTC saya ke MtGox untuk dijual karena ada harga premium di sana … pada awal 2014.” Waktu adalah yang penting di sini, Mt. Gox ditutup pada bulan Februari 2014. Dan mereka yang berharap mendapatkan sisa uang kembali masih menunggu tanpa batas.

Dia bukan satu-satunya yang menyesal. Pengembang Eric Elliott mengingat penambangan Bitcoin kembali pada 2010 — ketika nilainya antara $ 0,008 dan $ 0,08. Saat itu, mudah untuk menambang Bitcoin dan Anda bisa mendapatkan ratusan per hari. Tetapi dia menyerah, berpikir itu tidak akan menghasilkan uang.

Jika dia menambang hanya 1.000 Bitcoin, itu akan bernilai hampir $ 10 juta hari ini. “Rasa penyesalan yang saya rasakan ketika mencapai $ 100 ribu selama lonjakan 10x berikutnya,” tambahnya.

Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

Baca Juga: 19 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

Ada kisah serupa dari seberang cryptosfer. Inilah beberapa momen berharga yang membuat orang menyesal.

ICO

ICO adalah kegemaran pendanaan yang menyebabkan badai 2017. Tetapi sementara beberapa koin melambung tinggi, tidak semua orang ada di dalamnya.

Seorang investor crypto pseudonim menjual tiga juta token Tron hanya tiga minggu sebelum harganya naik 100x dari $ 0,0025 menjadi $ 0,25. Jika dia memegang koinnya, itu akan bernilai $ 750.000 pada puncaknya.

Selebrities Palsu

Dukungan selebriti bisa efektif, tetapi bisa juga palsu. Seorang pengguna Twitter pseudonim mengungkapkan bahwa ia mengirim beberapa Ethereum ke situs web ICO karena “Elon Musk telah berinvestasi di dalamnya.” Dan koin itu tidak pernah terlihat lagi.

Kesalahan Mengetik

Kesalahan lainnya lebih sederhana. Ada kesalahan klasik: salah mengetik, di mana Anda secara tidak sengaja menjual koin dengan harga yang jauh lebih rendah dari biasanya, biasanya dengan menambahkan 0 (nol) ekstra pada harga. (Beberapa koin bernilai $ 0,0001 dan sulit untuk melihat perbedaannya). Dalam hal ini, penggemar crypto ini kehilangan $ 4.000 pada exchanger desentralisasi EtherDelta. 

Apakah anda merasa sial? Jangan Khawatir, anda tidak sendirian.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bahasa Program yang Mengatur Transaksi

Untuk memahami Bitcoin Script, penting untuk memahami bahwa ini adalah bahasa pemrograman yang digunakan di dalam jaringan Bitcoin untuk mengontrol transaksi. Bitcoin Script berfungsi sebagai panduan untuk menentukan bagaimana dana yang terkunci dalam alamat Bitcoin dapat dibelanjakan.

Bitcoin sering dijuluki sebagai uang yang dapat diprogram atau “programmable money.” Keunikan sifat digitalnya memberikan pengguna fleksibilitas tinggi dalam mengatur bagaimana dana dapat dibelanjakan.

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering menyebut tentang dompet dan koin Bitcoin. Namun, kita dapat memandangnya dengan cara yang lebih teknis: dompet sebagai kunci, koin sebagai cek, dan blockchain sebagai barisan brankas yang terkunci. Setiap brankas memiliki slot tipis di dalamnya yang memungkinkan seseorang untuk memasukkan cek atau melihat jumlah nilai yang disimpan di dalamnya, tetapi hanya pemilik kunci yang memiliki akses ke dalamnya.

Pemilik kunci, ketika ingin mentransfer uang kepada orang lain, akan membuka brankas. Mereka membuat cek baru yang menggantikan cek lama (yang kemudian dihancurkan) dan mengunci cek baru itu di dalam brankas penerima. Ketika penerima ingin menggunakan uang tersebut, ia akan mengulangi proses yang sama.

Dalam artikel ini, kami akan mengulas lebih dalam mengenai “Script” Bitcoin, bahasa pemrograman yang digunakan oleh node-node dalam jaringan Bitcoin. Script mengatur mekanisme penguncian dan pembukaan brankas, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Cara Bitcoin Bekerja

Secara analogi, setiap transaksi Bitcoin dapat dibagi menjadi dua bagian utama: kunci (yang digunakan untuk membuka brankas) dan gembok. Anda menggunakan kunci untuk membuka brankas yang berisi cek yang ingin Anda kirim, dan kemudian Anda menambahkan cek yang baru ke dalam brankas baru dengan gembok yang berbeda.

Pada dasarnya, ini terlihat sederhana, tetapi ada variasi pada jenis kunci yang dapat digunakan dalam sistem. Beberapa brankas mungkin mengharuskan Anda memiliki beberapa kunci, sementara brankas lainnya mungkin mengharuskan Anda membuktikan bahwa Anda memiliki pengetahuan tertentu. Ada banyak kondisi lain yang dapat diatur.

Dalam konteks ini, kunci disebut sebagai “scriptSig,” sementara gembok disebut sebagai “scriptPubKey.” Jika kita melihat komponen-komponen ini dengan lebih rinci, kita akan menemukan bahwa semuanya terdiri dari data dan kode. Ketika digabungkan, ini menciptakan sebuah program kecil.

Saat Anda melakukan transaksi, Anda menyebarkan kombinasi dari scriptSig dan scriptPubKey ke jaringan. Setiap node yang menerima transaksi tersebut akan memeriksa program tersebut untuk memastikan apakah transaksi itu sah atau tidak. Jika tidak sah, transaksi akan ditolak, dan Anda tidak akan dapat menghabiskan dana yang dikunci.

Cek (atau koin) yang Anda miliki dikenal sebagai “output transaksi yang belum dibelanjakan” atau “unspent transaction outputs (UTXO).” Dana ini dapat digunakan oleh siapa saja yang dapat menyediakan kunci yang cocok dengan gemboknya, yaitu scriptSig dan scriptPubKey.

Jika ada UTXO di dompet Anda, biasanya akan ada kondisi yang menyatakan bahwa hanya orang yang dapat membuktikan kepemilikan kunci publik ini yang dapat membuka dana tersebut. Untuk membukanya, Anda harus menyediakan scriptSig yang mencakup tanda tangan digital, menggunakan kunci pribadi yang sesuai dengan kunci publik yang ditentukan dalam scriptPubKey. Semua ini akan kami bahas lebih rinci.

Pahami Bitcoin Script

Script dikenal sebagai bahasa pemrograman yang berbasis “stack.” Ini berarti ketika kita membaca serangkaian instruksi, kita menempatkannya dalam tumpukan vertikal. Misalnya, daftar A, B, C akan menghasilkan tumpukan dengan A di bagian bawah dan C di bagian atas. Instruksi beroperasi pada satu atau lebih elemen yang dimulai dari bagian atas tumpukan.

Elemen A, B, dan C ditambahkan dan “muncul” dari tumpukan.
Elemen A, B, dan C ditambahkan dan “muncul” dari tumpukan. Sumber: Binance Academy.

Dalam script, kita dapat membedakan antara data seperti tanda tangan, hash, dan kunci publik, dengan instruksi atau “opcode” yang melakukan operasi pada data tersebut. Berikut adalah contoh skrip yang sangat sederhana:

Dalam contoh ini, elemen berwarna merah adalah data, sementara elemen berwarna biru adalah opcode. Skrip ini dibaca dari kiri ke kanan. Pertama, kita meletakkan string ke dalam tumpukan. Selanjutnya, kita memiliki opcode . Walaupun opcode ini tidak ada dalam Bitcoin, misalnya, katakanlah ini menghapus elemen teratas dari tumpukan () dan melakukan hashing menggunakan algoritma MD5. Hasil hash tersebut kemudian ditambahkan kembali ke dalam tumpukan.

Elemen berikutnya adalah , sehingga sekarang tumpukan memiliki dua elemen yang identik. Terakhir, opcode mengambil dua elemen teratas dari tumpukan dan memeriksa apakah keduanya sama. Jika iya, <1> akan ditambahkan ke dalam tumpukan; jika tidak, <0> akan ditambahkan.

Dengan demikian, kita mencapai akhir daftar instruksi. Script dapat gagal dalam dua cara: jika elemen yang tersisa adalah nol atau jika salah satu opcode mengakibatkan kegagalan ketika beberapa kondisi tidak terpenuhi. Tidak ada opcode seperti itu dalam contoh ini, sehingga skrip dianggap sah. Prinsip-prinsip ini juga berlaku dalam transaksi Bitcoin sebenarnya.

Itu hanya program yang disederhanakan. Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh program yang digunakan dalam dunia nyata.

Pay-to-Pubkey (P2PK): Penguncian Dana dengan Simplicity

Pay-to-Pubkey (P2PK) adalah pendekatan yang sangat sederhana dalam dunia Bitcoin. Ini melibatkan penguncian dana ke dalam sebuah kunci publik tertentu. Jika Anda ingin menerima dana dengan cara ini, yang perlu Anda lakukan adalah memberikan kunci publik Anda kepada pengirim, bukan alamat Bitcoin.

Transaksi pertama antara Satoshi Nakamoto dan Hal Finney pada tahun 2009 adalah contoh nyata dari transaksi P2PK. Pada awal perkembangan Bitcoin, metode P2PK sering digunakan, tetapi seiring berjalannya waktu, Pay-to-Pubkey-Hash (P2PKH) telah menggantikannya secara luas.

Struktur script penguncian dalam transaksi P2PK sederhana: OP_CHECKSIG. Seperti yang bisa Anda duga, OP_CHECKSIG memeriksa tanda tangan terhadap kunci publik yang diberikan. Maka dari itu, scriptSig kita menjadi hanya sederhana. Penting untuk diingat bahwa scriptSig ini adalah kunci untuk membuka gembok.

Tanda tangan ditempatkan dalam stack, diikuti oleh kunci publik. Kemudian, opcode OP_CHECKSIG berperan untuk memunculkan keduanya dan memverifikasi tanda tangan terhadap kunci publik. Jika tanda tangan sesuai, maka <0> akan ditambahkan ke stack. Sebaliknya, jika tanda tangan tidak cocok, maka <1> yang akan ditambahkan.

Meskipun sederhana, P2PK tidak lagi banyak digunakan dalam transaksi Bitcoin. Berikut adalah beberapa alasan mengapa.

Pay-to-Pubkey-Hash (P2PKH): Standar Transaksi yang Umum

Pay-to-Pubkey-Hash (P2PKH) saat ini adalah jenis transaksi yang paling umum digunakan dalam ekosistem Bitcoin. Kecuali jika Anda menggunakan perangkat lunak kuno, dompet Anda kemungkinan besar akan menggunakan metode ini secara default.

Struktur scriptPubKey dalam P2PKH terdiri dari langkah-langkah berikut:

OP_DUP OP_HASH160 <public key hash> OP_EQUALVERIFY OP_CHECKSIG

Sebelum kita memahami scriptSig, mari kita bahas apa yang dilakukan oleh beberapa opcode baru ini:

OP_DUP

OP_DUP digunakan untuk menduplikat elemen pertama di stack dan menambahkan kedua salinannya kembali ke stack. Ini biasanya digunakan untuk menjalankan operasi terhadap duplikat elemen tanpa memengaruhi elemen asli.

OP_HASH160

OP_HASH160 mengambil elemen pertama di stack dan melakukan dua kali hashing. Pertama, dengan algoritma SHA-256, kemudian hashing kedua dilakukan pada hasil output SHA-256 menggunakan algoritma RIPEMD-160. Hasil akhirnya ditambahkan kembali ke stack.

OP_EQUALVERIFY

OP_EQUALVERIFY menggabungkan dua operator, yaitu OP_EQUAL dan OP_VERIFY. OP_EQUAL mengambil dua elemen dari stack dan memeriksa apakah keduanya identik. Jika benar, maka <1> akan ditambahkan ke stack. Jika tidak, maka <0> akan ditambahkan. 

OP_VERIFY memeriksa elemen paling atas dari stack dan memastikan itu adalah True (yaitu, bukan-nol). Jika tidak, transaksi akan gagal. Secara keseluruhan, OP_EQUALVERIFY memaksa transaksi untuk gagal jika dua elemen teratas tidak cocok.

Kali ini, scriptSig terlihat seperti ini: . Anda harus menyediakan tanda tangan dan kunci publik yang sesuai untuk membuka output P2PKH.

Apa yang perlu dicatat adalah dalam script penguncian P2PKH, public key sebenarnya tidak terlihat – yang terlihat hanya hash dari public key tersebut. Bahkan saat kita melihat output P2PKH yang belum dibelanjakan di penjelajah blockchain, kita tidak akan dapat menemukan public key yang sesungguhnya. Ini hanya akan terungkap ketika pemiliknya memutuskan untuk menghabiskan dana tersebut.

Konsep ini memiliki beberapa manfaat. Yang pertama adalah bahwa hash dari public key lebih mudah dibagikan daripada public key sebenarnya. Satoshi memutuskan untuk mengadopsinya pada tahun 2009 dengan alasan ini. Hash dari public key adalah yang kita kenal sebagai alamat Bitcoin saat ini.

Manfaat kedua adalah bahwa hash dari public key dapat memberikan tingkat keamanan tambahan terhadap komputasi kuantum. Karena public key tidak diketahui sebelum dana dihabiskan, sulit bagi pihak lain untuk menentukan private key. Dua tahap hashing (RIPEMD-160 dan SHA-256) harus dibalikkan untuk mengungkapkannya.

Pay-to-Script-Hash (P2SH): Penguncian Dana yang Lebih Lanjut

Pay-to-Script-Hash (P2SH) adalah perkembangan menarik dalam dunia Bitcoin yang memungkinkan pengirim untuk mengunci dana ke dalam hash dari sebuah script, tanpa perlu tahu detail dari apa yang sebenarnya dilakukan oleh script tersebut. Mari perhatikan contoh hash SHA-256 berikut:

E145fe9ed5c23aa71fdb443de00c7d9b4a69f8a27a2e4fbb1fe1d0dbfb6583f1

Untuk mengunci dana, pengirim tidak perlu tahu input hash yang sebenarnya. Namun, pihak yang ingin menghabiskan dana tersebut harus menyediakan script yang digunakan untuk melakukan hash dan memenuhi persyaratan dari script tersebut.

Hash di atas dihasilkan dari script berikut:

<4>

Jika Anda ingin menghabiskan koin yang terkait dengan scriptPubKey di atas, Anda tidak hanya perlu memberikan perintah tersebut, tetapi juga memerlukan scriptSig yang akan membuat script tersebut dievaluasi sebagai True. Dalam contoh ini, elemen yang Anda perlukan adalah <2>. Dengan kata lain, scriptSig Anda adalah <2>.

Dalam kehidupan nyata, scriptPubKey untuk output P2SH memiliki format berikut:

OP_HASH160 OP_EQUAL

Tidak ada operator baru di sini, namun kita memiliki elemen baru, yaitu . Sesuai namanya, ini adalah hash dari script yang diperlukan untuk menebus dana (disebut redeemScript). ScriptSig akan bervariasi tergantung pada apa yang ada di dalam redeemScript tersebut.

Namun, secara umum, scriptSig ini adalah kombinasi dari beberapa tanda tangan dan kunci publik, diikuti oleh redeemScript (yang wajib ada):

Evaluasi script ini sedikit berbeda dari eksekusi stack yang telah kita lihat sejauh ini. Proses ini terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama hanya memeriksa bahwa Anda telah memberikan hash yang benar.

Anda mungkin perhatikan bahwa kita tidak melakukan apa pun terhadap elemen sebelum redeemScript. Elemen tersebut tidak digunakan pada tahap ini. Kita telah mencapai bagian akhir dari program mini ini, dan elemen teratas adalah bukan-nol. Ini berarti transaksi valid.

Namun, kita belum selesai. Node jaringan mengenali struktur ini sebagai P2SH, jadi node akan segera mendapatkan elemen scriptSig yang menunggu di stack lain, di mana tanda tangan dan kunci publik akan digunakan.

Jika kita memperluas redeemScript, kita dapat melihat bahwa kita sekarang memiliki situasi yang persis seperti transaksi P2PKH biasa. Dari sana, Anda hanya perlu menjalankannya seperti biasa.

Artikel ini membahas apa yang dikenal sebagai script P2SH(P2PKH), meskipun sebagian besar kita tidak akan menemukannya di dunia nyata. Anda mungkin dapat membuatnya, tetapi itu mungkin tidak akan memberi Anda manfaat tambahan dan sebenarnya akan menghabiskan lebih banyak ruang dalam satu blok (yang berarti biaya lebih tinggi).

P2SH biasanya berguna dalam situasi seperti transaksi multisignature atau untuk transaksi yang kompatibel dengan SegWit. Transaksi multisig dapat sangat rumit karena melibatkan banyak kunci. 

Sebelum adanya Pay-to-Script-Hash, pengirim harus mencantumkan semua kunci publik yang mungkin terlibat dalam script penguncian. Dengan P2SH, tidak peduli seberapa rumit persyaratan pembelanjaan dana tersebut, hash dari redeemScript selalu memiliki ukuran tetap. Oleh karena itu, biaya transaksi ditanggung oleh pengguna yang ingin membuka script penguncian tersebut.

P2SH juga sangat berguna dalam konteks kompatibilitas SegWit, yang merupakan soft fork yang mengubah struktur blok/format transaksi. Karena SegWit adalah peningkatan opsional, tidak semua perangkat lunak dompet mendukungnya.

Tidak masalah jika klien mengemas hash script SegWit ke dalam P2SH. Seperti transaksi P2SH lainnya, Anda tidak perlu tahu isi dari redeemScript yang akan dijalankan.

Transaksi SegWit (P2WPKH dan P2WSH): Menyelami Struktur Baru Bitcoin

Untuk memahami format transaksi Segregated Witness (SegWit), mari kita selami konsepnya dengan lebih mendalam. Sekarang, kita tidak hanya memiliki scriptSig dan scriptPubKey seperti sebelumnya. Dalam SegWit, ada elemen baru yang disebut “witness.” Data yang sebelumnya disimpan dalam scriptSig sekarang dialihkan ke witness, sehingga scriptSig menjadi kosong.

Jika Anda menemui alamat Bitcoin yang diawali dengan ‘bc1’, ini disebut SegWit-native (berbeda dengan SegWit-compatible yang dimulai dengan ‘3’, yang merupakan alamat P2SH).

Pay-to-Witness-Pubkey-Hash (P2WPKH)

Pay-to-Witness-Pubkey-Hash (P2WPKH) adalah versi SegWit dari Pay-to-Pubkey-Hash (P2PKH). Witnessnya terdiri dari:

Anda akan melihat bahwa ini mirip dengan scriptSig dalam P2PKH, tetapi pada P2WPKH, scriptSig kosong. Sementara itu, scriptPubKey memiliki format seperti berikut:

Mungkin terlihat sedikit aneh karena tidak ada operator tambahan di sini yang membandingkan tanda tangan, public key, dan hash seperti pada P2PKH. Hal ini disebabkan oleh panjang dari . Meskipun tidak ada opcode tambahan, node yang menerima transaksi dapat memahami cara mengelolanya berdasarkan panjang . Panjangnya akan dihitung dan transaksi akan dievaluasi sesuai dengan aturan yang sama dengan transaksi P2PKH yang lebih tradisional.

Node yang tidak ditingkatkan untuk SegWit mungkin tidak tahu bagaimana memproses transaksi dengan cara baru ini, tetapi tidak ada masalah karena dalam aturan lama, tidak ada konsep witness. Oleh karena itu, node tersebut hanya akan melihat scriptSig kosong dan beberapa data lain, mengevaluasinya, dan menandainya sebagai valid – artinya siapa pun dapat menghabiskan output tersebut. Inilah mengapa SegWit dianggap sebagai soft fork yang kompatibel ke belakang.

Pay-to-Witness-Script-Hash (P2WSH)

Pay-to-Witness-Script Hash (P2WSH) adalah konsep baru yang setara dengan P2SH. Jika Anda telah sampai sejauh ini, Anda mungkin sudah mulai memahami bagaimana ini bekerja, tetapi mari kita bahas lebih lanjut. Witness biasanya dimasukkan ke dalam scriptSig. Misalnya, dalam P2WSH yang membungkus transaksi P2PKH, mungkin akan terlihat seperti ini:

Sedangkan scriptPubKey-nya akan seperti ini:

Aturan yang sama berlaku di sini. Node SegWit membaca panjang hash dari script dan menentukannya sebagai output P2WSH, yang dievaluasi dengan cara yang mirip dengan P2SH. Node yang belum ditingkatkan hanya akan melihatnya sebagai output yang dapat dibelanjakan oleh siapa pun.

Penutup

Dalam artikel ini, kita telah menjelajahi struktur Bitcoin dengan lebih mendalam. Semakin kita menggali Bitcoin, semakin jelas kita akan melihat potensinya. 

Transaksi Bitcoin dapat terdiri dari berbagai komponen yang berbeda, dan dengan memahami konsep ini, pengguna memiliki fleksibilitas yang luar biasa dalam mengatur persyaratan bagaimana dan kapan dana dapat dibelanjakan.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Bersekutu dengan HP Bitcoin “Exodus 1s”

Beberapa hari yang lalu, HTC, produsen telepon selular asal Taiwan mengumumkan “CryptoPhone” terbarunya, HTC Exodus 1s. Model ini adalah model termurah dari model pertama, yakni Exodus 1. Tak tanggung-tanggung Exodus 1s diklaim sebagai “HP Bitcoin” karena mampu menangani “tugas berat”, yakni Bitcoin Full Node, yang selama ini lazim dijalankan di komputer desktop atau laptop atau perangkat khusus.

HTC Exodus 1s.

Exodus 1s pada prinsipnya sama dengan ponsel biasa, yakni bersistem operasi Android Oreo dan berkekuatan Qualcomm® Snapdragon 435. System on a chip(SOC) itu pun sebenarnya tak terlalu baru, karena diluncurkan pertama kali pada tahun 2016 silam dan kini lazim ditanam di sejumlah ponsel-ponsel kelas medium.

Mengingat ponsel ini adalah ponsel blockhain, atau yang disebut HTC adalah CryptoPhone, maka amat sangat bergantung pada mutu wallet-nya agar transaksi Bitcoin dan semua jenis aset kripto aman sentosa. Dalam hal ini HTC menyerahkan tugas itu pada Zion, yang punya Trusted Execution Environment (TEE) untuk melindungi private key dan data penting pengguna.

Nah, setiap transaksi terjadi, maka TEE ini secara otomatis aktif dan mengisolasinya untuk sementara dari sistem operasi Android. Dengan kata lain, Android yang senantiasa terhubung dengan Internet tidak bakal disusupi oleh peretas nakal, sehingga ia bisa masuk ke wallet dan menyalin private key.

Dan asal tahu saja ada dua orang cukup ternama di balik Exodus ini, yakni Elizabeth Stark (pendiri Lightning Lab)  dan Charlie Lee (Pendiri dan Direktur Litecoin Foundation).

Bitcoin Full Node di HP?

Dalam konteks Internet (Interconnected Network), yang disebut node adalah semua perangkat elektronik yang terhubung dengan jaringan tersebut. Ponsel Anda ketika membuka situs web ini misalnya adalah node terhadap jaringan yang saling terhubung itu. Jika lemari es Anda bisa punya fitur WiFi dan bisa mengakses internet melalui browser (peramban), maka lemari es itu juga adalah sebuah node.

Dalam konteks blockchain Bitcoin, setidaknya ada 4 jenis node, yakni Full Nodes, Super Nodes, Light Nodes dan Mining Nodes. Peran dan fungsi dasar Full Nodes, Super Nodes dan Light Nodes adalah sama.

Bitcoin Full Node dan Super Node atau Simpul Penuh Bitcoin adalah salah satu bagian terpenting dari sistem uang elektronik peer-to-peer Bitcoin. Sebuah simpul yang disebut “full” adalah semua perangkat elektronik yang mampu menyimpan semua data blockchain (data transaksi), mulai dari block awal (block 0) hingga blok terakhir dan terhubung dengan jaringan Bitcoin melalui Internet. Berdasarkan data dari Blockchain.com, per 17 Oktober 2019, total ukuran blockchain Bitcoin mencapai 245.000 MB (245 GB) dan akan terus bertambah seiring waktu.

BERITA TERKAIT  Investor Saham, Tommy Yu: Bitcoin Bagus Sebagai Investasi Alternatif

Data terakhir dari bitnodes.earn.com disebutkan, jumlah Bitcoin Full Node mencapai 9.310 node yang tersebar di 97 negara. Lebih dari seperempat berada di Amerika Serikat (AS) dan ada dua node di Indonesia. Tapi ditaksir jumlahnya lebih daripada itu, karena tidak semua address IP komputer Bitcoin Full Node itu bisa dijangkau dan terdata di sistem bitnodes.earn.com. Setidaknya kita memiliki acuan dan bukti bahwa Bitcoin Full Node itu ada dan merupakan bagian terpadu dari sistem blockchain Bitcoin.

Jikalau Anda ingin menjadi Bitcoin Full Node, maka Anda diharuskan mengunduh, menyimpan ratusan GB data blockchain tersebut di komputer Anda. Salah satu peranti lunak yang dapat digunakan adalah Bitcoin Core alias Bitcoin Qt. Dengan kecepatan unduh yang cukup cepat dan stabil, perlu lebih dari 14 hari untuk selesai mengunduhnya. Fungsi lain dari Bitcoin Core pun sebenarnya adalah dompet elektronik (wallet) Bitcoin “untuk menyimpan Bitcoin” dengan cara menghubungkan public key dan private key dan data terunduh dengan jaringan blockchain Bitcoin. Fungsi lain tentu saja Bitcoin Core digunakan untuk menambang Bitcoin. Tetapi penambang Bitcoin saat ini menggunakan software lain yang berfungsi serupa.

BERITA TERKAIT  Binance Research: Bitcoin Diharapkan Mendominasi 80 Persen

Sedangkan Mining Nodes berperan lebih khusus dalam fungsinya dalam proses “Penambangan Bitcoin”, yakni memvalidasi dan mengonfirmasi setiap transaksi Bitcoin dan “produksi Bitcoin” sebagai bentuk imbalan per 10 menit (per block).

Yang terakhir, Light Nodes adalah simpul yang tidak sepenuhnya mengunduh semua data blockchain ratusan GB itu. Light Nodes cukup “memanggil” data header pada block bilamana dibutuhkan. Cold wallet Ledger dan Trezor misalnya menggunakan Light Nodes. Cara ini lebih pada kepraktisan, tetapi tetap aman.

Dari sekian banyak jenis node itu, Full Nodes/Super Nodes adalah yang paling aman, karena semua data blockchain terunduh, tersimpan dan terhubungkan.

Nah, mari mengulik soal HTC Exodus 1s yang disebut bisa berperan sebagai Bitcoin Full Node itu. Secara teknis iya, semua perangkat elektronik termasuk ponsel bisa berperan sebagai Bitcoin Full Node, tetapi ada sejumlah syarat. Pertama, perangkat itu harus mampu menyimpan data blockchain Bitcoin lebih dari 200 GB. Di website, HTC menyebutkan Exodus 1s sudah dilengkapi Micro SD berkapasitas 400 GB dan di dalamnya sudah tersimpan sebagian data blockchain.

Masalahnya yang belum terungkap adalah spesifikasi Micro SD itu. Belum ada informasi soal kecepatan baca (read speed) dan kecepatan tulis (write speed) Micro SD-nya. Lazimnya, media simpan di komputer berteknologi SSD (Solid Secure Disk), read speed dan write speed sudah mencapai ribuan Byte per detik. Untuk menjadi Bitcoin Full Node biasanya minimal media simpannya harus punya read speed dan write speed lebih dari 100 MB per detik. Selain itu RAM minimal 4GB, yang mana sudah dipenuhi oleh Exodus s1

BERITA TERKAIT  Peneliti: Dalam 10 Menit, Komputer Kuantum Bisa Retas Bitcoin pada Tahun 2027

Dalam konteks Micro SD sebagai media simpan, hingga detik ini sangat jarang Micro SD berkekuatan seperti itu. Belum lagi kita belum tahu kemampuan Micro SD Reader Exodus 1s itu.

Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id, salah satu Micro SD yang memenuhi syarat minimal itu adalah SanDisk 400GB Extreme microSDXC yang diklaim punya read speed mencapai 160 MB per detik dan write speed 90 MB per detik. Untuk mencapai besaran itu, maka Micro SD Reader yang digunakan di Exodus 1s pun harus sesuai.

Di awal pengiriman, Exodus 1s sudah tersedia di Eropa, Taiwan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Untuk negara lain segera menyusul dan belum ada kepastian apakah bisa masuk ke Asia, termasuk Indonesia.

Harus diakui HTC memanglah perintis soal “HP Bitcoin” seperti ini dan barangkali hendak menjadi trend setter. Jikalau disambut pasar dengan baik, bisa jadi diikuti oleh produsen HP lainnya. Kita menanti dan bukan sekadar marketing gimmick. [Vins]



Sumber : news.tokocrypto.com

Penjelasan mengenai Bitcoin yang Dijadikan Token di Ethereum

Bitcoin yang dijadikan token adalah cara yang memungkinkan penggunaan BTC di blockchain lain, seperti Ethereum. Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut, marilah kita mengingatkan diri kita bahwa Bitcoin, dalam bentuknya yang murni, sudah memiliki reputasi yang kokoh. 

Memang benar, Bitcoin telah terbukti sebagai aset kripto yang solid, dan bahkan diakui sebagai bentuk “emas digital” dalam dunia mata uang digital. Namun, saat yang sama, sifat dasar Bitcoin yang bersifat statis memerlukan inovasi untuk mengikuti perkembangan teknologi blockchain yang terus berkembang.

Mengapa kita perlu memikirkan cara lain untuk memanfaatkan Bitcoin? Sebagian komunitas Bitcoin berpendapat bahwa kita seharusnya tidak melakukan perubahan apa pun dan tetap memperlakukan Bitcoin sebagai aset cadangan semata. Di sisi lain, ada juga pendapat bahwa kita perlu mengeksplorasi cara-cara baru untuk menggunakan Bitcoin di berbagai blockchain lain. Inilah tempat di mana konsep Bitcoin yang dijadikan token di blockchain Ethereum muncul ke permukaan.

Tetapi mengapa kita harus melakukan tokenisasi Bitcoin? Apakah ini adalah langkah yang masuk akal? Bagaimana proses penciptaan token Bitcoin ini bekerja? Dan bagaimana kita dapat memperoleh token BTC ini? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mari kita telusuri lebih dalam topik ini.

Pendahuluan

Bitcoin biasanya dianggap sebagai “aset cadangan” atau penyimpan nilai dalam dunia mata uang kripto. Sebagai hasilnya, Bitcoin telah mencapai adopsi yang luas, memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, volume perdagangan yang besar, dan tetap menjadi aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. 

Beberapa bahkan berpendapat bahwa Bitcoin adalah satu-satunya kripto yang benar-benar diperlukan. Mereka berargumen bahwa Bitcoin memiliki kemampuan untuk memenuhi semua kasus penggunaan yang ditawarkan oleh koin alternatif.

Namun, dunia teknologi blockchain terus berkembang pesat. Gerakan Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) bertujuan untuk membawa aplikasi keuangan ke dunia blockchain. Aplikasi ini, dikenal sebagai DApp, berjalan di jaringan publik yang bersifat desentralisasi dan memungkinkan transaksi keuangan tanpa kepercayaan pada pihak pusat yang mengendalikan. Meskipun DeFi dapat beroperasi di berbagai platform smart contract, sebagian besar aktivitasnya terjadi di jaringan Ethereum.

Bitcoin memegang peran sentral dalam ekosistem mata uang kripto, tetapi tidak dapat memanfaatkan perkembangan di jaringan blockchain lain dalam ekosistem tersebut. Beberapa proyek telah berusaha untuk mengatasi tantangan ini.

Adakah cara untuk menggunakan Bitcoin di lebih banyak tempat daripada yang saat ini terlihat, sambil tetap menjaga keutuhan jaringan Bitcoin? Pertumbuhan token Bitcoin di blockchain Ethereum adalah salah satu jawabannya.

Apa Itu Bitcoin yang Dijadikan Token?

Sebelum kita masuk lebih dalam, ada satu hal yang perlu dijelaskan untuk menghindari kebingungan. Jika Anda pernah membaca artikel “Apa itu Bitcoin?”, Anda mungkin sudah tahu bahwa “Bitcoin” dengan huruf besar adalah jaringan, sedangkan “bitcoin” dengan huruf kecil adalah unit mata uang.

Ide di balik tokenisasi Bitcoin cukup sederhana. Anda mengunci BTC dengan mekanisme tertentu, menciptakan token di jaringan lain, dan menggunakan BTC tersebut sebagai token di jaringan tersebut. Setiap token di jaringan lain menggambarkan jumlah tertentu dari Bitcoin. Keseimbangan antara keduanya harus dijaga, dan proses ini dapat dibalik. Dengan kata lain, Anda dapat menghancurkan token tersebut dan mengeluarkan Bitcoin “asli” ke dalam blockchain Bitcoin.

Dalam konteks Ethereum, ini menghasilkan token ERC-20 yang mewakili Bitcoin. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi di jaringan Ethereum menggunakan Bitcoin. Selain itu, ini juga memungkinkan Bitcoin untuk diperlakukan seperti token lainnya di Ethereum.

Anda dapat memeriksa jumlah total Bitcoin yang saat ini telah dijadikan token di Ethereum melalui situs web btconethereum.com.

Pertumbuhan BTC yang ditokenkan di Ethereum. Sumber: btconethereum.com.

Pada bulan Juli 2020, jumlah Bitcoin yang dijadikan token di Ethereum mencapai sekitar 15.000 BTC. Meskipun angka ini mungkin tampak kecil jika dibandingkan dengan total pasokan Bitcoin yang beredar sekitar 18,5 juta, ini hanya merupakan awal.

Harap diingat bahwa terdapat juga solusi seperti sidechain dan Layer 2, seperti Bitcoin Lightning Network atau Liquid Network, yang juga berupaya mengatasi tantangan yang sama. Yang menarik adalah jumlah Bitcoin yang dijadikan token di Ethereum sepuluh kali lebih besar daripada yang ada di Bitcoin Lightning Network.

Namun, persaingan antara solusi-solusi ini tidak bersifat nol-sum. Banyak yang percaya bahwa kedua solusi ini dapat saling melengkapi. Proyek-tokenisasi Bitcoin dapat menambah pilihan bagi pemilik Bitcoin, membuka pintu untuk lebih banyak integrasi yang bermanfaat bagi semua pihak.

Jadi, semuanya terdengar menarik, tetapi apa manfaat sebenarnya dari tokenisasi Bitcoin? Mari kita bahas mengapa kita ingin menjadikan Bitcoin sebagai token di berbagai blockchain.

Mengapa Tokenisasi Bitcoin di Ethereum Penting?

Desain Bitcoin memang sengaja dibuat sederhana. Ini telah dirancang untuk menjalankan fungsi-fungsi dasarnya dengan sangat baik. Namun, sifat sederhana ini juga membatasi fleksibilitasnya.

Walaupun Bitcoin adalah aset dengan nilai tertinggi, ia terbatas dalam memanfaatkan inovasi yang terjadi di berbagai jaringan dalam ekosistem mata uang kripto. Meskipun secara teknis mungkin untuk menjalankan smart contract di Bitcoin, kemampuannya sangat terbatas jika dibandingkan dengan Ethereum atau platform smart contract lainnya.

Tokenisasi Bitcoin di berbagai blockchain memberikan banyak manfaat. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Proses ini memungkinkan penggunaan fitur yang tidak dapat didukung oleh Bitcoin dengan cara tradisional. Sementara itu, karakteristik inti dan tingkat keamanan Bitcoin tetap tidak terganggu. Keuntungan tambahan termasuk peningkatan kecepatan transaksi, interopabilitas, dan privasi.

Alasan lain untuk menokenkan Bitcoin adalah terkait dengan konsep komposisi dalam DeFi. Dalam hal ini, semua aplikasi berjalan di atas lapisan dasar yang sama, bersifat publik, open-source, dan tanpa izin. Membawa Bitcoin ke dalam lapisan ini dianggap sebagai langkah yang menarik oleh banyak orang, karena dapat membuka pintu untuk berbagai aplikasi baru yang menggunakan Bitcoin.

Bagaimana Caranya Menokenkan Bitcoin?

Ada beberapa cara yang berbeda untuk menokenkan Bitcoin di Ethereum dan blockchain lainnya. Setiap metode memiliki tingkat desentralisasi yang berbeda, asumsi tentang kepercayaan dan risiko yang berbeda, serta cara berbeda dalam memperlakukan koin yang dipegang sebagai jaminan.

Ada dua jenis utama: kustodian dan non-kustodian. Metode kustodian melibatkan pihak ketiga yang menyimpan Bitcoin Anda dan mencetak token sebagai gantinya. Namun, ini membawa risiko kontrahen karena Anda harus mempercayai entitas tersebut. Di sisi lain, metode ini dianggap lebih aman oleh beberapa orang.

Solusi non-kustodian, di sisi lain, tidak melibatkan entitas tepercaya. Proses pencetakan token dan penguncian aset dilakukan secara otomatis di blockchain. Ini menghilangkan risiko kontrahen, tetapi berpotensi menimbulkan risiko keamanan jika ada kesalahan pengguna atau masalah dengan kontrak cerdas.

Contoh Konkret Tokenisasi Bitcoin

Kustodian

Kustodian telah berperan penting dalam menjadikan Bitcoin menjadi token. Salah satu contohnya adalah Wrapped Bitcoin (WBTC), di mana pengguna mengirimkan Bitcoin mereka ke kustodian yang menyimpannya dalam cold storage wallet yang diawasi oleh beberapa pihak, lalu token WBTC dikeluarkan sebagai gantinya.

Perlu diingat bahwa dalam metode ini, seringkali diperlukan verifikasi identitas untuk mematuhi peraturan KYC/AML. Ini memungkinkan untuk beberapa manfaat keamanan tetapi juga memerlukan tingkat kepercayaan terhadap entitas kustodian.

Binance juga memiliki versi Bitcoin yang ditokenkan (BTCB) yang diterbitkan di Binance Chain dan dapat diperdagangkan di Binance DEX.

Non-kustodian

Solusi non-kustodian sepenuhnya berjalan di blockchain dan tidak memerlukan pihak ketiga tepercaya. Ini mirip dengan WBTC, tetapi proses pencetakan token dan penguncian aset dilakukan oleh smart contract atau mesin virtual. Pengguna dapat mengirim Bitcoin dan menerima token Bitcoin yang ditokenkan tanpa memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga.

Salah satu implementasi non-kustodian yang terkenal adalah renBTC. Bitcoin dikirim ke Ren Virtual Machine (RenVM), yang menyimpannya melalui jaringan node terdesentralisasi dan mencetak token ERC-20 sesuai dengan jumlah Bitcoin yang dikunci.

Sistem lainnya seperti sBTC dan iBTC, meskipun tidak menggunakan Bitcoin secara langsung sebagai jaminan, menggunakan token Synthetix Network (SNX) sebagai jaminan untuk mencetak token sintetis yang melacak harga Bitcoin.

Harap diingat bahwa implementasi non-kustodian adalah teknologi eksperimental dan hanya dianjurkan untuk pengguna yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara kerjanya. Namun, jika Anda ingin berpartisipasi dalam ekosistem ini tanpa harus mengurus proses pencetakan token, Anda dapat membeli dan memperdagangkan token-token ini di bursa kripto.

Manfaat dan Dampak Tokenisasi Bitcoin pada Ethereum

Mengenai apakah tokenisasi Bitcoin pada Ethereum baik atau tidak, pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang sederhana. Mari kita telusuri kedua sisi argumen ini.

Bagaimana tokenisasi Bitcoin bisa memberikan manfaat bagi Bitcoin itu sendiri? Dapat dikatakan bahwa tokenisasi meningkatkan utilitas Bitcoin. Walaupun beberapa berpendapat bahwa Bitcoin tidak memerlukan tambahan fungsionalitas, faktanya, beberapa peningkatan dibutuhkan. 

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, ini bisa mencakup peningkatan dalam kecepatan transaksi, kesepadanan, privasi, dan pengurangan biaya transaksi. Peluncuran ETH 2.0 juga diharapkan akan meningkatkan kecepatan dan mengurangi biaya transaksi di Ethereum, yang akan menguntungkan Bitcoin yang ditokenkan di sana.

Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa tokenisasi bisa membawa risiko bagi pemegang Bitcoin yang ditokenkan. Proses tokenisasi BTC bisa mempengaruhi tingkat keamanan yang kuat yang diberikan oleh Bitcoin. Misalnya, jika BTC yang ditokenkan dicuri atau terkena bug dalam smart contract, bisa saja tidak ada cara untuk mengembalikan Bitcoin ke jaringan Bitcoin.

Perlu juga mempertimbangkan aspek biaya. Beberapa berpendapat bahwa jika sejumlah besar pengguna mulai bertransaksi menggunakan BTC yang ditokenkan di Ethereum, biaya transaksi di jaringan Bitcoin bisa turun. 

Dalam jangka panjang, Bitcoin seharusnya hanya didukung oleh biaya transaksi. Jika sebagian besar biaya ini mengalir ke ekosistem Ethereum, maka keamanan jaringan Bitcoin bisa terpengaruh. Meskipun ini masih dalam jangka waktu yang sangat jauh dan bukan masalah mendesak saat ini.

Bagaimana tokenisasi bisa memberikan manfaat bagi Ethereum? Jika Ethereum dapat menarik sejumlah besar nilai Bitcoin, ini bisa meningkatkan kegunaan Ethereum sebagai jaringan global untuk transfer nilai. Menurut penelitian Etherscan, sebagian besar dari 15.000 BTC yang telah ditokenkan terkunci dalam ekosistem DeFi Ethereum.

Bitcoin yang ditokenkan juga dapat meningkatkan utilitas DeFi di Ethereum. Bagaimana ini bisa terjadi? Mungkin akan muncul layanan keuangan terdesentralisasi yang didenominasikan dalam Bitcoin yang ditokenkan. DEX berbasis BTC, pasar peminjaman, pool likuiditas, dan berbagai layanan DeFi lainnya dapat menggunakan BTC sebagai aset dasarnya. Keberhasilan Bitcoin yang ditokenkan juga dapat mendorong jenis aset lain untuk bermigrasi ke jaringan Ethereum.

Kebanyakan proyek ini masih berada dalam tahap awal pengembangan, dan teknologinya harus terus ditingkatkan. Namun, masa depan pasti akan menyuguhkan perkembangan menarik dalam hal ini.

Kesimpulan

Tokenisasi Bitcoin sebagai token ERC-20 bertujuan utamanya adalah untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Jika Ethereum mampu menangkap sebagian besar transaksi Bitcoin, ini bisa memiliki implikasi besar di masa depan. 

Pertanyaan tentang apakah “flippening” akan terjadi dan sejauh mana pasokan Bitcoin akan ditransaksikan di Ethereum masih menjadi pertanyaan besar. Namun, perkembangan yang menciptakan jembatan antara dua jaringan kripto terbesar ini bisa memberikan manfaat bagi seluruh industri blockchain.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Swing Trading vs Day Trading: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Swing Trading dan Day Trading adalah dua metode trading yang berbeda dalam hal jangka waktu dan pendekatan. Pilihan antara kedua strategi ini bergantung pada gaya trading individu, toleransi risiko, dan ketersediaan waktu. 

Dalam dunia trading yang dinamis, pemilihan strategi yang sesuai dapat menjadi kunci kesuksesan. Dua pendekatan utama yang sering digunakan oleh trader adalah Swing Trading dan Day Trading. 

Keduanya memiliki ciri khasnya sendiri dalam hal jangka waktu dan pendekatan analisis. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan dan karakteristik masing-masing strategi, mari kita pelajari rangkuman Swing Trading dan Day Trading berikut ini, untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan mereka, serta mempertimbangkan apakah mungkin untuk menggabungkan kedua pendekatan ini dalam trading.

Mengenal Swing Trading dan Day Trading 

Swing Trading adalah metode trading yang berfokus pada pergerakan harga saham, forex, atau aset keuangan lainnya dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Trader swing biasanya membuka posisi dan memegangnya selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Mereka mencoba untuk menangkap “swings” atau pergerakan harga yang lebih besar dalam tren pasar, baik naik (bullish) maupun turun (bearish). Swing trader biasanya melakukan analisis teknikal yang mendalam untuk mengidentifikasi peluang trading dan memanfaatkannya.

Day Trading adalah metode trading yang berfokus pada pergerakan harga dalam jangka waktu yang sangat singkat, seringkali dalam satu hari. Trader harian membuka dan menutup posisi mereka dalam periode waktu yang singkat, bahkan dalam hitungan menit atau detik.

Mereka mencari volatilitas harga yang cepat untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga kecil. Day trader cenderung menggunakan analisis teknikal dan alat seperti grafik candlestick untuk mengambil keputusan trading.

Perbedaan utama antara keduanya adalah jangka waktu pemegangan posisi. Swing trading lebih cenderung jangka menengah hingga panjang, sementara day trading sangat singkat. Pilihan antara keduanya tergantung pada gaya dan preferensi trading Anda, serta berapa banyak waktu yang dapat dialokasikan untuk trading setiap hari.

Kelebihan Strategi Swing Trading

  1. Waktu Fleksibel

Salah satu keunggulan utama adalah lebih fleksibilitas waktunya. Trader swing tidak harus terikat untuk memantau pasar sepanjang hari. Mereka dapat melakukan analisis dan mengambil keputusan trading dalam waktu senggang mereka.

  1. Pengambilan Keputusan yang Lebih Terencana

Swing trader memiliki waktu lebih untuk melakukan analisis yang mendalam dan merencanakan trading mereka. Ini dapat membantu dalam mengurangi impulsivitas dan kesalahan yang sering terjadi dalam day trading.

  1. Potensi Keuntungan yang Lebih Besar

Dengan menangkap pergerakan harga yang lebih besar, swing trader memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dalam satu posisi trading.

Kelemahan Strategi Swing Trading

  1. Tahan Lama dalam Perdagangan

Swing trading memerlukan ketahanan untuk memegang posisi selama beberapa hari atau bahkan minggu. Ini bisa menjadi tantangan bagi beberapa trader yang tidak suka menahan posisi terbuka dalam waktu lama.

  1. Resiko Overnight

Mengadakan posisi semalam (overnight) dapat menyebabkan eksposur terhadap peristiwa yang tidak terduga seperti berita ekonomi atau politik yang dapat mempengaruhi harga aset ketika pasar ditutup.

  1. Modal Yang Diperlukan

Kadang-kadang, memerlukan modal yang lebih besar karena Anda harus memegang posisi yang lebih besar untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang lebih besar. Ini bisa menjadi hambatan untuk trader pemula dengan modal terbatas.

Kelebihan Strategi Day Trading

  1. Tidak Ada Resiko Overnight

Salah satu keunggulan day trading adalah bahwa Anda tidak perlu menahan posisi semalam, sehingga Anda terhindar dari risiko terkait peristiwa semalam yang tidak terduga.

  1. Pengambilan Keputusan Cepat

Day trader terlatih untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tidak terlalu berlama-lama dalam posisi mereka. Ini dapat memberikan peluang keuntungan yang cepat.

  1. Peluang Lebih Banyak

Karena day trader masuk dan keluar dari pasar dalam waktu singkat, mereka dapat mencari peluang trading yang lebih banyak dalam satu hari.

Kelemahan Strategi Day Trading

  1. Tuntutan Waktu Intensif

Day trading memerlukan komitmen waktu yang intensif. Anda harus aktif memantau pasar sepanjang hari, yang bisa melelahkan dan membatasi fleksibilitas waktu Anda.

  1. Resiko Lebih Tinggi

Day trading seringkali memiliki risiko yang lebih tinggi karena pergerakan harga dalam jangka waktu singkat dapat sangat fluktuatif. Kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan dapat berdampak besar.

  1. Pengambilan Keputusan yang Cepat

Sementara pengambilan keputusan cepat dapat menjadi kelebihan, itu juga dapat menjadi kelemahan, jika Anda tidak memiliki disiplin atau strategi yang baik. Kesalahan cepat dapat menyebabkan kerugian besar.

Kombinasi Swing dan Day Trading: Apakah Itu Mungkin?

Kombinasi antara swing trading dan day trading, sering disebut sebagai “hybrid trading,” adalah strategi yang memungkinkan trader untuk memanfaatkan kelebihan kedua gaya trading ini. 

Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah pendekatan yang lebih kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kedua strategi tersebut. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

  1. Diversifikasi Portofolio

Trader yang menggabungkan swing dan day trading dapat mencapai diversifikasi portofolio yang lebih baik. Mereka dapat memiliki beberapa posisi swing yang memungkinkan pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka waktu menengah hingga panjang, sementara juga menjalankan beberapa transaksi day trading yang memberikan peluang cepat.

  1. Penyelarasan dengan Tren Makro

Dapat digunakan untuk mengikuti tren makro ekonomi atau sektor tertentu, sementara day trading dapat digunakan untuk memanfaatkan pergerakan harga harian yang lebih kecil yang terjadi dalam tren tersebut.

  1. Manajemen Risiko

Kombinasi ini memungkinkan trader untuk menggunakan day trading sebagai alat untuk manajemen risiko dalam swing trading. Misalnya, jika posisi swing trading mengalami kerugian, trader dapat menggunakan day trading untuk mengimbangi kerugian tersebut atau untuk melindungi keuntungan mereka.

  1. Waktu dan Sumber Daya

Kombinasi ini memerlukan waktu dan sumber daya yang signifikan. Trader harus mampu mengalokasikan waktu untuk analisis fundamental dan teknikal untuk swing trading, sambil tetap siap mengambil peluang day trading yang mungkin muncul dalam sehari.

  1. Pengalaman dan Pendidikan

Kombinasi swing dan day trading adalah pendekatan yang paling cocok untuk trader yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang kuat tentang kedua strategi tersebut. Memahami karakteristik unik dari masing-masing gaya trading, serta bagaimana mereka dapat saling melengkapi, sangat penting.

  1. Disiplin dan Rencana Trading

Kunci kesuksesan dalam kombinasi ini adalah disiplin yang kuat dan rencana trading yang baik. Trader harus memiliki rencana yang jelas, termasuk kriteria masuk dan keluar, manajemen risiko yang solid, dan batasan kerugian.

Pastikan Anda hanya terlibat dalam investasi dan perdagangan kripto di platform yang memiliki reputasi yang kuat, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur andal dan ekosistem yang solid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Luncurkan IEO SWIPE, Initial Exchange Offering Pertama di Indonesia

Jakarta, 22 Juli 2019Tokocrypto melalui Toko Launchpad, secara resmi meluncurkan Initial Exchange Offering (IEO) pertama di Indonesia. Proyek pertama yang akan melakukan IEO di Tokocrypto adalah SWIPE pada 5-18 Agustus 2019. Saat ini, Pre-IEO sendiri telah dimulai sejak 15 Juli, dan berakhir pada 28 Juli 2019.

Toko Launchpad merupakan salah satu dari 3 inisiatif dari Tokocrypto yang bertujuan untuk mendorong perkembangan proyek blockchain dan aset kripto di Indonesia, dan salah satunya dengan melakukan Initial Exchange Offering (IEO).

“IEO merupakan solusi dalam hal penjualan perdana token dari sebuah proyek blockchain yang lebih aman, khususnya dari sisi pengguna. Tokocrypto melalui Toko Launchpad berkomitmen untuk menghadirkan proyek blockchain terbaik kepada pelanggan untuk terlibat dalam IEO. Dan kami bangga menjadi bursa aset kripto pertama yang secara resmi melakukan IEO di Indonesia. Tidak hanya itu, selain menggunakan aset kripto, IEO di Tokocrypto juga dapat dilakukan menggunakan Rupiah secara langsung,” ujar Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

Selain memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang menempatkan aset mereka dalam proyek blockchain karena Tokocrypto telah melakukan uji kelayakan terlebih dahulu, keunggulan IEO lainnya adalah kepastian pejualan token terkait di platform tersebut. SWIPE token sendiri dipastikan dapat diperdagangkan di Tokocrypto setelah IEO selesai.

Perkenalkan SWIPE, Platform Monetisasi Data Melalui Blockchain

SWIPE merupakan sebuah proyek inovasi data yang memanfaatkan teknologi blockchain sebagai landasannya dan  bertujuan untuk memberdayakan pengguna dengan lebih banyak kontrol terhadap data pribadi, yang mana pengguna bisa mendapatkan imbal balik melalui penggunaan datanya. Pengumpulan data terjadi melalui integrasi SWIPE SDK (Software Development Kits) ke berbagai aplikasi seluler.

Data pengguna, seperti data perilaku, minat, transaksional, dan demografis dapat dikumpulkan, dengan persetujuan pengguna dan dienkripsi menggunakan sharing data protocol dan privasi SWIPE, yang memungkinkan kepemilikan penuh atas data seseorang. Ini akan memungkinkan data real-time dan berkualitas untuk dirilis di pasar terbuka, menarik lebih banyak peserta (seperti pengguna, pengembang, firma riset pasar, dan pembeli data lainnya) di ekosistem untuk melakukan hal yang sama.

Dengan pendekatan scalable untuk membangun SDK yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke aplikasi seluler, SWIPE siap untuk mengganggu industri data dan mendapatkan adopsi global. Saat ini, SWIPE memiliki jaringan lebih dari 20 aplikasi dan akses ke 2 juta pengguna di Asia Tenggara.

“Banyak dari kita sadar bahwa data digital kita telah digunakan oleh pihak ketiga untuk monetisasi, dan kita sebagai pemilik data, tidak memiliki kontrol maupun mendapat keuntungan apapun ketika hal tersebut terjadi. SWIPE dengan teknologi blockchain memberikan solusi terhadap hal tersebut, sehingga pengguna juga mendapat reward ketika datanya digunakan oleh pihak ketiga,” ujar Andrew Marchen, CTO SWIPE



Sumber : news.tokocrypto.com

Bandar Bitcoin Beli 71.155 BTC dalam 6 Minggu Terakhir! Sinyal Bullish?

Whale atau sebutan bandar karena punya potensi mempengaruhi harga suatu aset tertentu sedang melakukan pergerakan besar dengan Bitcoin. Dalam laporan data on-chain baru-baru ini mengungkapkan bahwa whale tertentu telah terbangun dari tidurnya selama tiga tahun, memindahkan BTC mereka untuk pertama kalinya sejak tahun 2020.

Pada titik ini, penyedia data on-chain populer Santiment mengatakan bahwa dompet Bitcoin berukuran menengah dan besar menerima 71.155 BTC senilai US$ 1,95 miliar dalam 6 minggu terakhir.

Santiment menambahkan, jumlah BTC ini mendekati 90.000 BTC yang dipegang oleh whale berukuran sedang dan besar pada November 2021.

“Dompet Bitcoin berukuran menengah dan besar telah mempercepat akumulasi BTC mereka, menambahkan 71.155 BTC (US$ 1,95 miliar) dalam 6 minggu terakhir saja. Total aset alamat ini hanya berjarak 0,59% dari 15,29 juta, atau 90 ribu BTC, yang dimiliki pada November 2021.”

Sinyal Bullish Bitcoin

Baca juga: Protokol DeFi di Cardano Melonjak, Apa Artinya Bagi Harga ADA?

Pada titik ini, para ahli yang mengomentari pembelian BTC oleh paus berpendapat bahwa akumulasi ini mungkin merupakan sinyal kenaikan untuk harga Bitcoin.

Akumulasi besar-besaran Bitcoin oleh whale atau pemegang besar aset kripto ini telah menciptakan berbagai spekulasi dan analisis di dalam pasar. Para analis dan ahli keuangan sering kali mengaitkan pergerakan besar seperti ini dengan potensi pengaruhnya terhadap harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Tindakan pembelian besar-besaran seperti yang terjadi dalam 6 minggu terakhir ini telah membuat banyak pihak menganggapnya sebagai tanda bullish atau positif untuk harga Bitcoin. Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto sangat volatil, dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin, termasuk faktor fundamental, sentimen pasar, dan peristiwa global.

Mengapa Bisa Bullish?

Beberapa alasan mengapa akumulasi Bitcoin oleh whale dapat dianggap sebagai sinyal bullish meliputi:

Keyakinan dalam aset: Whale yang melakukan pembelian besar-besaran menunjukkan keyakinan dalam jangka panjang terhadap Bitcoin. Mereka yakin bahwa nilai aset ini akan terus naik, sehingga mereka berinvestasi secara signifikan.

Penyedia likuiditas: Whale memiliki potensi untuk menjadi penyedia likuiditas yang signifikan dalam pasar. Dengan memegang jumlah besar Bitcoin, mereka dapat membantu menjaga stabilitas pasar dan mengurangi volatilitas yang ekstrim.

Sentimen positif: Tindakan pembelian besar-besaran dapat menciptakan sentimen positif di antara investor lainnya. Ketika investor melihat pemegang besar aset melakukan investasi besar, mereka mungkin merasa lebih percaya diri untuk ikut serta dalam pasar.

Ilustrasi whale Bitcoin.
Ilustrasi whale Bitcoin.

Baca juga: Menggunakan Stop-Loss dalam Trading Bitcoin: Panduan Praktis

Efek domino: Akumulasi oleh whale dapat memicu efek domino, di mana investor lainnya yang ingin mengikuti tren juga mulai berinvestasi lebih banyak. Hal ini dapat menciptakan permintaan yang lebih tinggi untuk Bitcoin, yang pada gilirannya dapat mendorong harga naik.

Meskipun akumulasi oleh whale dapat dianggap sebagai sinyal bullish, tidak ada jaminan bahwa harga Bitcoin akan terus naik. Pasar kripto tetap sangat spekulatif, dan harga dapat berfluktuasi secara dramatis dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset dan analisis yang teliti sebelum membuat keputusan investasi dalam pasar kripto.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com