Tag Archives: altcoin

WLFI Perketat Tata Kelola, Staking 180 Hari Jadi Syarat Hak Suara

Proyek decentralized finance (DeFi) World Liberty Financial (WLFI) kembali menjadi sorotan setelah mengajukan proposal sistem tata kelola (governance) baru yang dinilai akan mengubah struktur partisipasi pemegang token secara signifikan.

Menurut laporan Cryptobriefing, proposal ini mewajibkan staking token WLFI minimal 180 hari bagi pengguna yang ingin memperoleh hak suara dalam ekosistem.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat komitmen jangka panjang komunitas sekaligus mengurangi dominasi spekulan jangka pendek dalam proses pengambilan keputusan.

Baca Juga: WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong

Staking 180 Hari Jadi Syarat Wajib Hak Suara

Dalam proposal terbaru, WLFI mengharuskan pemegang token untuk mengunci (staking) aset mereka selama setidaknya enam bulan sebelum dapat berpartisipasi dalam voting.

Artinya, hak suara kini tidak lagi sekadar didasarkan pada jumlah token yang dimiliki, tetapi juga pada durasi komitmen terhadap protokol.

Model ini mengadopsi pendekatan yang mirip dengan konsep vote-escrowed token (ve-tokenomics), di mana semakin lama token dikunci, semakin besar pengaruh tata kelola yang diperoleh.

Kebijakan ini diyakini akan mendorong stabilitas likuiditas sekaligus memperkuat fondasi jangka panjang ekosistem WLFI.

Skema Node dan Super Node: Insentif untuk Pemegang Besar

Selain aturan staking minimum, proposal ini juga memperkenalkan dua kategori partisipasi baru, yakni:

  • Node: Memerlukan kepemilikan 10 juta WLFI
  • Super Node: Memerlukan kepemilikan 50 juta WLFI

Kedua tier ini menawarkan insentif tambahan yang tidak tersedia bagi pemegang biasa.

Beberapa keuntungan eksklusif tersebut meliputi imbal hasil (yield) sebesar 2%, akses konversi 1:1 terhadap stablecoin USD1, dan akses prioritas terhadap kemitraan strategis.

Struktur bertingkat ini secara jelas memberikan privilese lebih besar kepada pemegang modal besar, termasuk kemungkinan partisipasi institusional dalam pengembangan proyek.

Upaya Kunci Likuiditas, tapi Beri Ruang Whale?

Tim Research Tokocrypto menilai pendekatan WLFI sebagai strategi agresif dalam mengunci likuiditas jangka panjang.

“WLFI mencoba mengadopsi model ve-tokenomics yang lebih ketat untuk mengunci likuiditas jangka panjang. Dengan menghubungkan hak suara dan insentif finansial (2% yield) ke partisipasi aktif, mereka berusaha mengurangi dominasi whale pasif. Namun, tier ‘Super Node’ menunjukkan adanya preferensi jelas bagi pemegang modal besar (institusional) di ekosistem ini,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari kebijakan baru ini.

Di satu sisi, sistem staking jangka panjang berpotensi mengurangi tekanan jual dan meningkatkan stabilitas harga.

Di sisi lain, pembentukan kategori Super Node dengan ambang batas sangat tinggi membuka kemungkinan konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir investor besar.

Dampak terhadap Tokenomics WLFI

Secara tokenomics, kebijakan ini bisa membawa beberapa implikasi penting:

  1. Pengurangan suplai beredar (circulating supply) karena token terkunci selama 180 hari.
  2. Peningkatan stabilitas harga akibat berkurangnya volatilitas jangka pendek.
  3. Redistribusi kekuatan voting, dari pemegang pasif menuju mereka yang bersedia mengunci aset lebih lama.

Namun demikian, pasar kemungkinan akan mencermati bagaimana distribusi Node dan Super Node berkembang.

Jika sebagian besar terkonsentrasi pada entitas besar, sentimen komunitas ritel bisa terdampak.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor jangka panjang, proposal ini dapat dilihat sebagai sinyal keseriusan WLFI dalam membangun ekosistem berkelanjutan.

Staking 180 hari menciptakan insentif untuk komitmen jangka panjang sekaligus memberikan peluang imbal hasil tambahan.

Namun bagi trader jangka pendek, kebijakan ini berpotensi mengurangi fleksibilitas dan likuiditas token di pasar sekunder.

Ke depan, efektivitas sistem ini akan sangat bergantung pada partisipasi komunitas serta transparansi distribusi Node dan Super Node.

Baca Juga: Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

Proposal governance terbaru dari World Liberty Financial menandai perubahan signifikan dalam struktur tata kelola proyek.

Dengan mewajibkan staking 180 hari dan menghadirkan skema Node serta Super Node, WLFI berupaya mengunci likuiditas dan memperkuat komitmen jangka panjang.

Meski demikian, perhatian pasar kini tertuju pada keseimbangan antara desentralisasi dan konsentrasi kekuasaan.

Apakah model ini akan memperkuat ekosistem atau justru memperbesar dominasi investor besar?

Jawabannya akan terlihat dari respons komunitas dan implementasi kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mutuum Finance Luncurkan Protokol V1 di Sepolia

Proyek decentralized finance (DeFi) Mutuum Finance resmi merilis protokol V1 di jaringan testnet Sepolia sebagai bagian dari ekspansi menuju peluncuran mainnet.

Meski masih dalam tahap uji coba, BeInCrypto menyebut bahwa protokol lending ini telah mengantongi audit keamanan dari Halborn dan CertiK dengan skor 90/100.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan pasar, terutama di sektor DeFi yang sangat sensitif terhadap isu keamanan kontrak pintar.

Baca Juga: Komunitas ERC-8004 Gelar Agentic Brunch, Perkuat Integrasi AI dan DeFi di Ekosistem Filecoin

Audit Ganda Perkuat Kredibilitas

Mutuum V1 dirancang sebagai protokol pinjaman terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna menyetor aset kripto untuk memperoleh imbal hasil, sekaligus membuka akses pinjaman berbasis jaminan.

Sebelum melangkah ke jaringan utama, Mutuum memilih menjalankan pengujian di Sepolia untuk memastikan seluruh fitur berjalan optimal.

Audit dari Halborn dan CertiK menjadi validasi eksternal atas kualitas kode dan arsitektur keamanan protokol.

Skor 90/100 dari CertiK menempatkan Mutuum dalam kategori protokol dengan standar keamanan tinggi, sebuah nilai tambah penting di tengah maraknya eksploitasi DeFi dalam beberapa tahun terakhir.

mtTokens: Bukti Setoran yang Bisa Hasilkan Dividen

Salah satu inovasi utama dalam V1 adalah fitur mtTokens (Mutuum Tokens).

Token ini berfungsi sebagai proof of deposit yang diterbitkan ketika pengguna menyetor aset ke dalam protokol.

Menariknya, mtTokens tidak hanya merepresentasikan kepemilikan dana, tetapi juga dapat di-stake untuk memperoleh dividen dalam bentuk token MUTM.

Artinya, pengguna memiliki peluang mendapatkan dua sumber pendapatan, yakni bunga dari aktivitas lending dan dividen tambahan melalui staking mtTokens.

Model ini dirancang untuk meningkatkan retensi likuiditas sekaligus memperkuat utilitas token MUTM dalam jangka panjang.

Bug Bounty $50.000

Untuk memperkuat keamanan sebelum peluncuran mainnet, Mutuum juga meluncurkan program bug bounty dengan total hadiah hingga $50.000.

Program ini membuka kesempatan bagi komunitas keamanan global untuk menemukan dan melaporkan potensi celah dalam sistem.

Pendekatan ini menjadi praktik standar dalam industri blockchain untuk meminimalkan risiko sebelum adopsi massal.

Tim Research Tokocrypto menyoroti langkah ini sebagai strategi penguatan fondasi proyek.

“Mutuum Finance meluncurkan protokol V1 di testnet Sepolia dengan TVL simulasi mencapai 0 Juta. Protokol pinjaman ini telah diaudit oleh Halborn dan CertiK (skor 90/100). Mutuum memperkenalkan fitur mtTokens (proof of deposit) yang bisa di-stake untuk mendapatkan dividen MUTM, serta program bug bounty senilai $50.000,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Tantangan dan Prospek

Meski fondasi keamanan cukup kuat, tantangan terbesar Mutuum tetap pada fase adopsi.

Pasar lending DeFi saat ini sudah kompetitif dengan sejumlah protokol besar yang memiliki likuiditas tinggi.

Namun kombinasi audit ganda, fitur dividen mtTokens, dan program bug bounty memberikan sinyal bahwa Mutuum serius membangun ekosistem berkelanjutan dan aman.

Jika fase testnet berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari komunitas, Mutuum berpeluang mempercepat transisi menuju mainnet serta menarik likuiditas yang lebih besar.

Baca Juga: Dogecoin Anjlok 8%, Tapi Paus Langsung Serbu! Harga Nyaris Jebol

Peluncuran Mutuum V1 di Sepolia menandai langkah awal penting dalam perjalanan proyek ini.

Dengan audit dari Halborn dan CertiK, skor keamanan tinggi, fitur mtTokens berbasis dividen, serta program bug bounty $50.000, Mutuum mencoba memposisikan diri sebagai protokol lending DeFi yang aman dan inovatif.

Kini, perhatian pasar tertuju pada performa fase uji coba serta kesiapan menuju peluncuran penuh di jaringan utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Foundation Rilis Roadmap Teknologi Tujuh Fork

Ethereum kembali memukau industri blockchain dengan pengumuman Strawmap, sebuah alat koordinasi jangka panjang yang dirilis oleh Ethereum Foundation.

Strawmap menetapkan rencana sekitar tujuh fork jaringan hingga tahun 2029, memberikan panduan teknis yang lebih terperinci dan terstruktur untuk evolusi protokol Ethereum selama beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan Coincu, draft roadmap tersebut diprakarsai oleh peneliti Justin Drake dari Ethereum Foundation dan dimaksudkan sebagai alat koordinasi kolaboratif, bukan jadwal final yang kaku.

Namun, visinya jelas: menjadikan Ethereum sistem dasar untuk infrastruktur digital global yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih privasi-aware.

Baca Juga: SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

Mengapa Strawmap Begitu Penting

Dalam banyak tahun terakhir, Ethereum fokus pada roadmap generik seperti Merge, Surge, atau Scourge.

Strawmap mengambil pendekatan berbeda dengan menguraikan tujuan teknis ambisius yang lebih konkret dan terukur untuk satu dekade berikutnya.

Ini mencakup lima north star goals yang menjadi pilar utama perencanaan protokol: finalitas yang jauh lebih cepat, throughput tinggi, skalabilitas rollup-centric, privasi asli, dan pertahanan terhadap ancaman quantum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Strawmap bukan sekadar roadmap biasa.

“Strawmap bukan sekadar roadmap teknis, tapi visi untuk menjadikan Ethereum sebagai sistem operasi global yang tak terhentikan. Fokus pada ‘post-quantum security’ menunjukkan Ethereum sedang membangun benteng pertahanan untuk dekade mendatang. Transisi ke zkEVM akan menjadikan Ethereum sebagai penyedia ‘trust’ yang paling efisien di industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Tujuh Fork yang Disiapkan hingga 2029

Draft ini merinci tujuh fork besar yang diproyeksikan terjadi secara berkala, kira-kira setiap enam bulan sekali, hingga akhir 2029.

Setiap fork akan menargetkan peningkatan pada bagian tertentu dari protokol, baik itu consensus, execution, maupun data availability.

Beberapa goal inti yang dibidik dalam total tujuh fork tersebut adalah:

🔹 1. Finalitas Instan dan Slot Cepat

Ethereum saat ini memiliki slot time sekitar 12 detik dan finalitas sekitar 16 menit.

Strawmap bertujuan mengurangi waktu ini secara bertahap ke level finalitas detik, mulai dari 8, 6, 4, bahkan mungkin 2 detik pada titik tertentu.

🔹 2. Throughput L1 Tinggi via zkEVM (Gigagas L1)

Dokumen memproyeksikan target lebih dari 10.000 transaksi per detik (TPS) pada layer dasar, yang dicapai melalui integrasi zk-proofs dan enkripsi zkEVM yang enshrined (terbenam langsung dalam protokol).

🔹 3. Skalabilitas Rollup Besar (Teragas L2)

Pada layer 2, Ethereum menargetkan teragas melalui data availability sampling dengan kapasitas hingga kisaran 10 juta TPS di berbagai rollup.

🔹 4. Privasi Native

Strawmap juga memasukkan dukungan untuk transfer shielded ETH secara native di layer dasar — tidak lagi bergantung pada solusi pihak ketiga atau mixer.

🔹 5. Keamanan Pasca-Quantum

Salah satu aspek terobosan adalah adopsi kriptografi tahan quantum — seperti skema hash-based — untuk mempertahankan keamanan jaringan meskipun komputer quantum semakin maju.

Alat Koordinasi Bukan Jadwal Final

Penting untuk dicatat bahwa Strawmap bersifat kerja dalam progres (work-in-progress) dan bukan roadmap formal yang dijamin seluruh langkahnya akan terjadi persis seperti direncanakan.

Ethereum Foundation menerbitkan dokumen ini sebagai peta awal untuk memfasilitasi diskusi komunitas, perencanaan teknis, serta kolaborasi lintas tim pengembang.

Struktur pengembangan akan tetap fleksibel, menerima umpan balik dari komunitas, dan diperbarui secara berkala.

Namun dengan adanya peta yang lebih jelas, para peneliti dan pengembang kini memiliki acuan yang lebih konkret dalam menyusun prioritas teknis jangka panjang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

Dampak bagi Ekosistem Ethereum

Rencana jangka panjang ini menunjukkan bahwa Ethereum tidak hanya berfokus pada skalabilitas semata, tetapi juga pada evolusi fundamental yang mencakup privasi, throughput masif, dan ketahanan terhadap ancaman masa depan seperti quantum computing.

Jika semua target ini terealisasi, Ethereum berpotensi tidak hanya menjadi platform blockchain terbesar, tetapi juga trust layer utama bagi aplikasi digital global: dari DeFi dan NFT hingga AI dan kontrak otonom yang kompleks.

Bagi investor dan pengembang, Strawmap memberi harapan sekaligus kerangka kerja teknis yang bisa diikuti dan dievaluasi dalam setiap fase upgrade.

Ini bukan hanya tentang performa saat ini, tetapi tentang mempersiapkan Ethereum untuk dekade berikutnya di tengah kompetisi blockchain yang semakin ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 0,42% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, sejalan dengan koreksi pasar kripto secara umum.

Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan Bitcoin (BTC) sebesar 0,81% ke kisaran $67.646, yang memicu sentimen risk-off di pasar aset digital.

Tidak terdapat katalis spesifik dari internal proyek Pi dalam periode ini. Penurunan harga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan tekanan likuiditas yang relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Mengikuti Pelemahan Pasar Kripto

Koreksi harga PI mencerminkan pergerakan pasar yang lebih luas. Bitcoin gagal menembus resistance kuat di area $70.000, memicu aksi ambil untung (profit-taking).

Data analitik on-chain dari Glassnode juga menunjukkan adanya tekanan jual signifikan di area tersebut.

Akibatnya, altcoin seperti PI bergerak dengan korelasi tinggi terhadap BTC. Dalam situasi seperti ini, PI menunjukkan karakter high beta — bergerak searah dengan pasar tanpa dorongan fundamental baru.

Bagi investor, stabilitas Bitcoin di atas $67.000 menjadi faktor penting. Jika BTC mampu bertahan, maka altcoin berpotensi mendapatkan ruang untuk konsolidasi atau rebound terbatas.

Volume Turun 30%, Likuiditas Menipis

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Data terbaru menunjukkan volume perdagangan PI turun sekitar 30% menjadi $11,86 juta. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dalam jangka pendek.

Dalam pasar dengan likuiditas tipis, pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap order besar. Artinya, fluktuasi bisa terjadi lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rencana token unlock besar yang dijadwalkan pada 7 Maret mendatang.

Kemudian, sekitar 22 juta PI akan dirilis ke pasar. Tambahan suplai ini berpotensi meningkatkan tekanan jual jika tidak diimbangi oleh permintaan yang kuat.

Upgrade Mainnet 1 Maret Jadi Katalis Kunci

Faktor penting lainnya adalah tenggat waktu upgrade wajib untuk node Mainnet pada 1 Maret 2026.

Berdasarkan laporan dari Coinmarketcap, seluruh operator node diwajibkan melakukan pembaruan protokol sebelum batas waktu tersebut.

Upgrade jaringan sering kali menjadi momen krusial dalam menentukan sentimen komunitas.

Jika proses berjalan lancar dan tidak ada gangguan teknis, hal ini bisa memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas jaringan.

Sebaliknya, potensi kendala teknis dapat memicu ketidakpastian tambahan.

Level Teknis Penting PI

Secara teknikal, struktur harga PI saat ini berada di area krusial:

  • Support utama: $0,16
  • Support lanjutan: $0,155
  • Resistance terdekat: $0,176

Jika harga mampu bertahan di atas $0,16, terdapat peluang untuk kembali menguji resistance di $0,176. Namun, apabila support ini ditembus, risiko penurunan menuju $0,155 menjadi terbuka.

Dengan kondisi likuiditas rendah dan suplai tambahan yang akan datang, zona $0,16 menjadi area pertahanan penting bagi bull.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-Hati

Dalam 48 jam menjelang tenggat upgrade jaringan, pasar kemungkinan akan bergerak hati-hati.

Tidak adanya katalis positif spesifik membuat PI lebih rentan terhadap dinamika pasar global. Secara keseluruhan, sentimen saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral.

Harga bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tekanan suplai dan rendahnya volume menjadi hambatan jangka pendek.

Investor disarankan untuk memantau pergerakan Bitcoin di atas atau di bawah $67.000, reaksi harga PI di area $0,16, dan perkembangan teknis pasca-upgrade Mainnet.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Harga Pi Network turun tipis ke $0,169 mengikuti koreksi pasar kripto yang dipimpin Bitcoin. Penurunan volume 30% serta rencana token unlock 22 juta PI menciptakan tekanan tambahan dalam jangka pendek.

Kunci pergerakan selanjutnya ada pada pertahanan support $0,16 dan hasil upgrade Mainnet 1 Maret.

Jika level ini bertahan dan sentimen membaik, PI berpeluang rebound menuju $0,176. Namun jika tidak, potensi penurunan ke $0,155 tetap terbuka.

Pasar kini menunggu konfirmasi arah di tengah kombinasi sentimen eksternal dan dinamika internal jaringan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SOL Rebound, Tapi Keyakinan Investor Besar Melemah

Harga Solana (SOL) bangkit hampir 9% setelah sempat turun ke kisaran $75 pada 23 Februari, dan kini masih bertahan di atas level $82. Secara teknikal, pantulan seperti ini biasanya menarik minat beli lanjutan karena memberi sinyal potensi pembalikan tren.

Namun kali ini situasinya berbeda. Investor jangka panjang, yang biasanya menjadi penopang saat fase pemulihan, justru mengurangi intensitas akumulasi. Ketidaksinkronan antara kenaikan harga dan turunnya keyakinan ini membuat reli SOL terlihat rapuh.

Akumulasi Long-Term Holder Anjlok 62%

Dikutip BeInCrypto, indikator HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa dompet yang menyimpan SOL lebih dari 155 hari memang masih mencatat akumulasi, tetapi lajunya menurun tajam.

Pada 10 Februari, long-term holder menambah sekitar 1,5 juta SOL dalam periode 30 hari berjalan. Namun pada 24 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi sekitar 564.317 SOL—penurunan sekitar 62% hanya dalam dua pekan.

Penurunan ini terjadi justru ketika harga mulai stabil dan memantul. Artinya, investor paling kuat di jaringan tidak melihat reli 9% ini sebagai awal pemulihan berkelanjutan.

Meski belum menunjukkan aksi jual besar-besaran, melemahnya momentum beli menjadi sinyal bahwa keyakinan terhadap reli saat ini masih terbatas.

Holder Jangka Menengah Juga Kurangi Eksposur

Tekanan tidak hanya datang dari holder lama. Investor yang menyimpan SOL selama 1 hingga 3 bulan juga mengurangi kepemilikan.

Porsi suplai yang dipegang kelompok ini turun dari 19,52% pada 25 Januari menjadi sekitar 14,08% pada 24 Februari. Itu berarti penurunan relatif hampir 28% dalam satu bulan.

Waktu terjadinya pengurangan ini menjadi faktor penting. Alih-alih membeli saat harga memantul, sebagian holder tampaknya memanfaatkan kenaikan untuk mengurangi risiko dan keluar di harga mendekati impas.

Tembok Suplai 22 Juta SOL Hambat Kenaikan

Data distribusi cost basis menunjukkan adanya konsentrasi suplai besar di kisaran $82,81 hingga $83,79. Lebih dari 22,16 juta SOL dikumpulkan pada rentang harga ini.

Zona tersebut menjadi area impas bagi banyak investor. Ketika harga kembali ke level beli mereka, kecenderungan untuk menjual demi memulihkan modal meningkat.

Hal ini menjelaskan mengapa kenaikan SOL mulai tertahan di sekitar $82,91. Tanpa dukungan akumulasi kuat dari long-term holder, tekanan jual di area ini menjadi sulit ditembus.

Struktur Teknikal Masih Mengarah ke Risiko Turun 17%

Secara teknikal, sebelum rebound terbaru, SOL telah mengonfirmasi pola bearish head-and-shoulders dan sempat turun ke sekitar $75,69.

Target proyeksi dari pola tersebut masih mengarah ke kisaran $68,71. Dari harga saat ini di sekitar $82,52, penurunan ke level tersebut berarti potensi koreksi tambahan sekitar 17%.

Untuk membatalkan struktur bearish ini, Solana harus menembus dan bertahan di atas $82,91 sebagai resistance terdekat. Selanjutnya, level $86,82 menjadi hambatan berikutnya, sementara penembusan di atas $91,33 akan sepenuhnya mengakhiri pola bearish dan mengonfirmasi pembalikan tren.

Sebaliknya, jika SOL kembali turun di bawah $80,89, risiko retest ke $74,96 meningkat. Penurunan di bawah level tersebut akan membuka kembali jalur menuju $68,71.

Untuk saat ini, reli 9% Solana belum cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Tanpa dukungan akumulasi yang solid, pemantulan ini berisiko menjadi sekadar jeda sebelum tekanan lanjutan muncul kembali.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan kenaikan harga tanpa didukung akumulasi HODLer adalah sinyal ‘fakeout’ atau rebound sementara.

“Penurunan drastis akumulasi di tengah kenaikan harga menandakan hilangnya konfiansi pemegang besar terhadap kelanjutan reli. Struktur teknikal Head-and-Shoulders masih aktif dengan target penurunan potensial ke 8,71 jika level 2,91 gagal ditembus secara meyakinkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga UNI Menguat, Pasar Merespons Voting Governance

Token Uniswap (UNI) naik sekitar 15% dalam 24 jam terakhir, mengungguli kenaikan bitcoin yang sekitar 4–5% dan ether yang sekitar 8% pada periode yang sama. Penguatan UNI terjadi seiring respons pasar terhadap voting governance Uniswap yang menargetkan perluasan mekanisme pengambilan fee protokol (fee switch) di sejumlah jaringan layer-2

Apa yang dibahas dalam proposal fee switch terbaru

Proposal governance tersebut, yang dibagi menjadi dua voting on-chain karena batas transaksi, berfokus pada aktivasi fee protokol lintas jaringan.

Jika disetujui, fee switch akan diperluas ke delapan chain tambahan dan menerapkan sistem fee v3 berbasis tier sebagai default untuk seluruh pool likuiditas, menggantikan skema sebelumnya yang mengaktifkan fee secara pool-by-pool.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Proposal juga dorong otomasi penarikan fee di v3

Selain perluasan chain, proposal memperkenalkan v3OpenFeeAdapter yang memungkinkan penerapan fee protokol secara seragam berdasarkan tier fee pool, tanpa perlu intervensi governance untuk mengaktifkan tiap pool satu per satu.

Coindesk melaporkan skema ini juga membuat pengambilan fee protokol otomatis untuk pool v3 baru, sehingga cakupan pengumpulan fee dapat meluas hingga pasangan perdagangan “long-tail” yang selama ini sulit dioptimalkan secara manual.

Sejumlah estimasi menilai perubahan ini berpotensi menambah sekitar US$27 juta pendapatan tahunan (annualized) di luar sekitar US$34 juta yang saat ini sudah dihasilkan dan digunakan untuk burn UNI. Sejak fase awal aktivasi fee switch pada akhir tahun lalu, Uniswap disebut telah melakukan burn lebih dari US$5,5 juta UNI, yang mengindikasikan laju tahunan sekitar US$34 juta pada level saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi Uniswap menjadi protokol cross-chain yang menghasilkan pendapatan nyata adalah validasi besar bagi model bisnis DeFi.

“Dengan proyeksi pendapatan tambahan 7M, UNI bukan lagi sekadar token tata kelola tanpa fungsi, melainkan aset yang memiliki mekanisme ‘burn’ yang didorong oleh volume transaksi nyata di berbagai chain,” jelasnya.

Risiko dan perhatian pasar: daya saing likuiditas di layer-2

Meski potensi pendapatan protokol meningkat, dampak jangka panjang dinilai akan bergantung pada apakah peningkatan porsi fee yang “ditangkap” protokol akan memengaruhi daya saing Uniswap dalam menarik likuiditas—terutama di layer-2, tempat trader dan market maker sensitif terhadap biaya dan dapat berpindah ke platform lain.

Setelah bertahun-tahun mendorong volume tanpa arus pendapatan yang jelas bagi pemegang token, Uniswap kini mulai memperlihatkan kemampuan menahan pendapatan. Pada Q1 2026, Uniswap mencatat sekitar US$3,12 juta gross profit berdasarkan data DeFi Llama, dibandingkan periode sebelumnya yang disebut mendekati nol.

Jika voting lolos, langkah ini dipandang memperkuat transisi Uniswap menjadi protokol lintas-chain yang menghasilkan pendapatan, dengan burn UNI semakin terkait pada aktivitas trading agregat di luar Ethereum.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Keluar Rp1,3 Miliar, Ethereum Terancam Turun Lagi?

Harga Ethereum (ETH) kembali tertekan dan sempat turun ke kisaran $1.800 pada perdagangan sesi Asia, memperpanjang penurunan bulanan menjadi sekitar 38%. Tekanan ini terjadi di tengah sentimen risk-off global setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memperburuk kekhawatiran investor.

Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar $1.830–$2.030 dan kehilangan sejumlah level support penting dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan risiko penurunan lanjutan belum sepenuhnya mereda.

ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

Salah satu sinyal bearish utama datang dari indikator realized price, yaitu rata-rata harga terakhir seluruh ETH berpindah tangan di jaringan. Saat ini, realized price Ethereum berada di sekitar $2.380, jauh di atas harga pasar.

Secara historis, ketika harga spot berada di bawah realized price, kondisi tersebut sering kali menandai fase lanjutan tren turun. Banyak pemegang aset berada dalam posisi rugi, yang dapat memicu tekanan jual tambahan akibat kepanikan.

Dilaporkan Cointelegraph, situasi serupa terjadi pada Juni 2022 setelah krisis Terra Luna, ketika ETH turun 45% setelah jatuh di bawah realized price. Pola yang hampir sama juga terlihat pada 2018 sebelum harga anjlok lebih dalam.

Pola Teknikal Masih Menguntungkan Bear

Dari sisi teknikal jangka panjang, ETH belum menunjukkan sinyal pembentukan dasar harga. Dalam siklus sebelumnya, titik terendah umumnya terjadi setelah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 minggu memotong ke bawah EMA 100 minggu.

Saat ini, EMA 50 minggu masih berada sedikit di atas EMA 100 minggu, yang mengindikasikan tren turun belum sepenuhnya matang.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Di grafik harian, analis juga mengidentifikasi pola bear flag setelah sejumlah support penting ditembus. Pola ini biasanya menandakan kelanjutan tren turun, dengan proyeksi teknikal mengarah ke area $1.400–$1.500. Beberapa skenario ekstrem bahkan membuka kemungkinan penurunan lebih dalam apabila tekanan jual meningkat.

Coinbase Premium Negatif, ETF Terus Catat Outflow

Indikator lain yang memperkuat tekanan datang dari Coinbase Premium Index, yang mengukur selisih harga ETH di Coinbase dan Binance. Nilainya kini berada di wilayah negatif terdalam sejak 2022, menunjukkan tekanan jual yang kuat dari investor berbasis AS.

Secara historis, premium negatif ekstrem sering kali muncul saat fase kapitulasi pasar, ketika investor menjual dengan diskon.

Di sisi institusional, arus dana juga belum menunjukkan pemulihan. ETF spot Ethereum di AS mencatat outflow selama lima pekan berturut-turut, periode terpanjang sejak April 2025. Dalam rentang tersebut, hampir $1,3 miliar ditarik dari produk investasi tersebut, termasuk $123 juta pada pekan terakhir.

Data global juga menunjukkan outflow sekitar $36,5 juta dari produk investasi berbasis Ethereum dalam sepekan terakhir.

Apa Selanjutnya untuk Ethereum?

Dengan harga berada di bawah realized price, tekanan dari ETF outflow, serta sinyal teknikal yang masih negatif, Ethereum menghadapi tantangan besar dalam jangka pendek.

Area $1.800 kini menjadi level psikologis penting. Jika gagal bertahan, pasar dapat menguji zona support berikutnya di kisaran $1.500 atau lebih rendah. Sebaliknya, pemulihan berkelanjutan baru akan lebih meyakinkan jika ETH mampu kembali di atas $2.000 dan menunjukkan perbaikan pada arus dana institusional.

Untuk saat ini, struktur pasar masih mencerminkan dominasi penjual, sementara pembentukan dasar harga tampaknya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini mencerminkan kapitulasi ritel dan institusional yang parah, mirip dengan masa suram tahun 2022.

“Penurunan di bawah realized price sering kali mendahului koreksi lebih dalam sebesar 40-70% berdasarkan siklus sejarah. Target teknikal berikutnya berada di kisaran .400 – .500, kecuali ada pembalikan signifikan pada Coinbase Premium dan penghentian arus keluar ETF,” analisanya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Zebec Network Rilis SuperApp Desktop, Perluas Akses Pembayaran Kripto

Zebec Network resmi meluncurkan versi desktop dari SuperApp mereka, memperluas akses ekosistem pembayaran kripto ke perangkat komputer.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat utilitas platform, terutama bagi pengguna profesional dan korporasi yang membutuhkan manajemen keuangan lebih komprehensif.

SuperApp desktop tersebut mengintegrasikan seluruh layanan utama Zebec dalam satu antarmuka terpadu, mulai dari kartu debit kripto Silver dan Carbon, fitur streaming payroll berbasis blockchain, hingga staking token ZBCN.

Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

Integrasi Ekosistem dalam Satu Platform

Dengan hadirnya versi desktop, pengguna kini dapat mengakses seluruh fitur Zebec secara lebih efisien.

Sebelumnya, Coinmarketcal melaporkan bahwa sebagian besar layanan lebih terfokus pada pengalaman mobile.

Versi desktop memberikan fleksibilitas tambahan, khususnya bagi bisnis dan tim keuangan yang mengelola pembayaran rutin dalam skala besar.

Beberapa fitur utama yang terintegrasi dalam SuperApp desktop meliputi:

  • Kartu debit Silver dan Carbon, yang memungkinkan pengguna membelanjakan aset kripto untuk transaksi sehari-hari.
  • Streaming payroll di jaringan Solana, yang memungkinkan pembayaran gaji dilakukan secara real-time dan terprogram.
  • Staking ZBCN, memberikan peluang imbal hasil bagi pemegang token dalam satu dashboard terpadu.

Fitur streaming payroll yang berjalan di atas jaringan Solana menjadi salah satu pembeda utama Zebec dibandingkan platform pembayaran kripto lainnya.

Sistem ini memungkinkan pembayaran dilakukan per detik atau per interval tertentu, menghadirkan fleksibilitas dalam manajemen arus kas perusahaan.

Perkuat Posisi di Sektor Pembayaran Real-World

Integrasi kartu fisik dengan sistem payroll berbasis blockchain menunjukkan fokus Zebec pada sektor real-world payments.

Dengan menghadirkan kartu debit kripto yang dapat digunakan di jaringan pembayaran global, Zebec menjembatani aset digital dengan ekonomi konvensional.

Langkah ini dinilai memperkuat posisi Zebec sebagai pemain infrastruktur pembayaran berbasis blockchain yang tidak hanya berorientasi pada DeFi, tetapi juga pada penggunaan praktis sehari-hari.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini membawa dampak strategis terhadap utilitas platform.

“Peluncuran SuperApp versi desktop meningkatkan utilitas dan kemudahan akses bagi pengguna profesional. Integrasi fitur payroll dan kartu fisik dalam satu platform memperkuat posisi Zebec di sektor pembayaran real-world. Waspadai volatilitas jangka pendek pasca-rilis (sell the news),” kata Tim Research Tokocrypto.

Dampak terhadap Token ZBCN

Dari sisi pasar, peluncuran produk baru sering kali memicu peningkatan minat spekulatif terhadap token terkait.

Dalam hal ini, token Zebec Protocol (ZBCN) berpotensi mengalami lonjakan volume perdagangan dalam jangka pendek.

Namun, fenomena buy the rumor, sell the news juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Setelah pengumuman resmi dirilis, trader jangka pendek kerap merealisasikan keuntungan, yang bisa memicu volatilitas harga.

Secara fundamental, peningkatan utilitas aplikasi dan konsolidasi fitur dalam satu platform dapat memperkuat nilai jangka panjang token, terutama jika adopsi meningkat di kalangan bisnis dan profesional.

Tren SuperApp di Industri Kripto

Konsep SuperApp sendiri semakin populer di industri blockchain.

Platform yang mampu menggabungkan berbagai layanan: mulai dari pembayaran, staking, hingga kartu debit dalam satu ekosistem dinilai lebih kompetitif dalam menarik dan mempertahankan pengguna.

Dengan pendekatan ini, Zebec tidak hanya membangun protokol, tetapi juga ekosistem aplikasi yang siap digunakan secara luas.

Fokus pada kemudahan akses dan integrasi layanan menjadi strategi penting di tengah persaingan ketat sektor fintech berbasis kripto.

Prospek ke Depan

Keberhasilan SuperApp desktop akan sangat bergantung pada tingkat adopsi dan pengalaman pengguna.

Jika Zebec mampu menghadirkan performa stabil, keamanan tinggi, dan integrasi pembayaran yang lancar, platform ini berpotensi memperluas pangsa pasar di sektor payroll kripto global.

Selain itu, sinergi antara staking, kartu debit, dan sistem pembayaran real-time menciptakan ekosistem yang saling mendukung.

Pengguna tidak hanya menyimpan dan membelanjakan kripto, tetapi juga dapat mengoptimalkan aset mereka melalui staking dalam satu aplikasi.

Baca Juga: 3 Altcoin ISO 20022 Ini Diam-Diam Naik, Market Cap Tembus $142 Miliar

Peluncuran SuperApp desktop oleh Zebec Network menjadi tonggak penting dalam evolusi platform pembayaran berbasis blockchain.

Dengan mengintegrasikan payroll streaming di Solana, kartu debit fisik, serta staking ZBCN dalam satu antarmuka, Zebec memperkuat posisinya di sektor pembayaran real-world.

Meski potensi volatilitas jangka pendek tetap ada, terutama karena dinamika pasar pasca-rilis, secara jangka panjang langkah ini meningkatkan utilitas dan daya saing ekosistem Zebec.

Bagi investor dan pengguna, fase ini menjadi momentum penting untuk memantau arah perkembangan platform dan adopsinya di pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Casper Network Gelar Vote #008, Tokenomics CSPR Berubah?

Casper Network (CSPR) tengah menjalankan pemungutan suara on-chain bertajuk Vote #008, sebuah proposal penting yang berpotensi mengubah struktur tokenomics jaringan.

Agenda utama dalam voting ini mencakup pembaruan pada skema emisi validator serta pengenalan mekanisme one-time issuance atau penerbitan token satu kali.

Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi pendanaan pertumbuhan ekosistem jangka panjang dan memperluas integrasi Casper ke pasar yang lebih luas.

Namun di sisi lain, perubahan ini juga memunculkan pertanyaan terkait potensi inflasi dan dampaknya terhadap nilai token Casper (CSPR).

Isi Proposal Vote #008

Merujuk pada laporan Coinmarketcal pada Kamis (26/2), proposal Vote #008 berfokus pada dua aspek utama, yaitu:

  1. Penyesuaian Emisi Validator
    Skema imbal hasil bagi validator berpotensi diperbarui, yang secara langsung memengaruhi tingkat inflasi tahunan jaringan dan return staking.
  2. One-Time Issuance Token
    Casper berencana melakukan penerbitan token satu kali untuk mendanai pertumbuhan ekosistem, termasuk pengembangan infrastruktur, kemitraan strategis, dan integrasi pasar utama.

Secara teoritis, langkah ini dapat memperkuat daya saing jaringan dalam jangka panjang.

Namun, setiap penerbitan token tambahan selalu membawa konsekuensi terhadap suplai beredar dan potensi dilusi bagi pemegang token saat ini.

Dampak terhadap Inflasi dan Staking

Perubahan pada emisi validator berarti adanya kemungkinan penyesuaian reward staking.

Jika tingkat emisi meningkat, maka inflasi token juga dapat bertambah. Sebaliknya, jika dilakukan optimalisasi distribusi, reward bisa menjadi lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, Tim Research Tokocrypto menilai hasil voting ini akan sangat menentukan arah jangka panjang CSPR.

“Ini adalah perubahan fundamental pada tokenomics CSPR yang dapat mempengaruhi inflasi dan imbal hasil staking. Hasil voting ini sangat krusial bagi valuasi jangka panjang; investor akan memantau apakah emisi tambahan ini dianggap sebagai dilusi atau investasi produktif bagi jaringan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Analisa tersebut menyoroti dilema klasik dalam ekonomi kripto: apakah penerbitan token baru akan menciptakan nilai melalui pertumbuhan ekosistem, atau justru menekan harga akibat bertambahnya suplai?

Dilusi atau Investasi Produktif?

Dalam konteks blockchain Layer-1, pendanaan ekosistem sering kali menjadi kunci untuk menarik developer, membangun aplikasi, dan memperluas adopsi.

Jika dana dari one-time issuance digunakan secara efektif: misalnya untuk hibah developer, integrasi institusional, atau ekspansi global, maka langkah ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.

Namun, pasar kripto sangat sensitif terhadap isu inflasi. Investor cenderung bereaksi negatif jika menilai tambahan suplai sebagai bentuk dilusi tanpa proyeksi utilitas yang jelas.

Reaksi harga CSPR dalam jangka pendek kemungkinan akan sangat bergantung pada persepsi pasar terhadap proposal ini.

Jika komunitas melihatnya sebagai strategi ekspansi yang agresif namun terukur, sentimen bisa berubah positif. Sebaliknya, kekhawatiran inflasi dapat memicu tekanan jual.

Pentingnya Partisipasi Komunitas

Sebagai jaringan berbasis tata kelola on-chain, keputusan akhir berada di tangan komunitas dan validator.

Partisipasi aktif dalam voting menjadi indikator tingkat desentralisasi dan kepercayaan terhadap arah strategis jaringan.

Vote #008 juga mencerminkan kedewasaan ekosistem Casper dalam mengelola perubahan fundamental melalui mekanisme governance yang transparan.

Proses ini memberikan kesempatan bagi pemegang CSPR untuk menentukan masa depan ekonomi jaringan secara kolektif.

Prospek Jangka Panjang CSPR

Dalam jangka panjang, keberhasilan proposal ini akan sangat bergantung pada implementasi dan transparansi penggunaan dana.

Investor akan memantau beberapa faktor kunci, mulai dari tingkat inflasi pasca perubahan emisi, dampak terhadap reward staking, realisasi program pendanaan ekosistem, hingga respons pasar terhadap peningkatan suplai.

Jika strategi ini berhasil meningkatkan aktivitas jaringan dan adopsi, maka potensi apresiasi nilai jangka panjang tetap terbuka.

Namun volatilitas jangka pendek hampir tak terhindarkan, terutama selama periode voting dan pengumuman hasil.

Baca Juga: Pengenalan Konsep Ethereum Casper

Pemungutan suara on-chain Vote #008 di Casper Network menjadi momen krusial bagi masa depan tokenomics CSPR.

Proposal yang mencakup penyesuaian emisi validator dan penerbitan token satu kali berpotensi mengubah dinamika inflasi serta imbal hasil staking.

Investor kini menanti hasil voting untuk menentukan apakah langkah ini akan menjadi fondasi pertumbuhan baru atau memicu kekhawatiran dilusi.

Dalam dunia kripto yang bergerak cepat, keputusan governance seperti ini kerap menjadi penentu arah valuasi jangka panjang sebuah proyek blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 3,32% dalam 24 jam terakhir ke level $0,170, menunjukkan rebound moderat di tengah sentimen positif pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, catatan Coinmarketcap menunjukkan bahwa kenaikan ini masih tertinggal dibandingkan reli total kapitalisasi pasar kripto yang melonjak 4,58% ke $2,35 triliun.

Artinya, meskipun PI ikut terdorong naik, performanya belum menunjukkan kekuatan independen yang signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 0,91% ke $0,164, Ikuti Reli Bitcoin

Kenaikan Dipicu Sentimen Pasar Global

Pergerakan harga PI saat ini dinilai lebih bersifat beta-driven, yakni mengikuti arus kenaikan pasar kripto secara umum.

Ketika aset utama seperti Bitcoin (BTC) menguat dan kapitalisasi pasar meningkat, sebagian besar altcoin cenderung ikut terdorong naik.

Namun, dengan kenaikan 3,32% yang masih di bawah rata-rata pasar 4,58%, PI terlihat hanya mendapat dorongan moderat tanpa aliran modal besar yang masuk secara spesifik.

Ini menunjukkan bahwa token bergerak reaktif terhadap sentimen global, bukan karena adanya katalis internal seperti pembaruan jaringan, pengumuman strategis, atau lonjakan aktivitas on-chain.

Volume Naik, Tapi Belum Signifikan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Volume perdagangan PI tercatat naik 26% menjadi $17,16 juta.

Kenaikan volume ini memang mencerminkan peningkatan aktivitas pasar, tetapi belum tergolong lonjakan ekstrem yang biasanya mengindikasikan akumulasi besar atau perubahan tren kuat.

Tanpa adanya berita khusus atau sentimen viral yang mengangkat proyek, pergerakan harga PI saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal kecil di tengah tren menurun jangka menengah.

Dalam 7 hari terakhir, PI masih mencatatkan pelemahan sekitar -10,32%, menandakan tekanan jual sebelumnya belum sepenuhnya hilang.

Area Kritis: $0,170 Jadi Titik Uji

Secara teknikal, level $0,170 kini menjadi area penting yang harus dipertahankan oleh buyer.

Jika PI mampu bertahan di atas zona ini dan minat beli berlanjut, maka potensi pengujian resistance berikutnya di kisaran $0,175–$0,180 terbuka.

Namun, jika harga gagal bertahan dan turun di bawah $0,165, risiko retest ke level terendah sebelumnya semakin besar.

Mengingat dalam 90 hari terakhir PI masih terkoreksi sekitar -36,10%, tekanan struktural jangka menengah masih membayangi.

Dengan kata lain, PI berada di titik infleksi teknikal yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Peran Bitcoin Tetap Dominan

Arah PI dalam jangka pendek juga sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

Jika BTC mampu mempertahankan momentum dan bertahan di atas area psikologis pentingnya (sekitar $57.000 sesuai konteks data), maka altcoin berpotensi mendapatkan dukungan lanjutan.

Sebaliknya, jika pasar kripto kembali terkoreksi, PI yang belum menunjukkan kekuatan independen berisiko kembali terseret turun lebih dalam.

Korelasi tinggi dengan pasar utama menegaskan bahwa PI saat ini belum mampu decouple atau bergerak berlawanan arah secara signifikan.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-hati

Melihat kombinasi kenaikan moderat, volume yang meningkat namun belum eksplosif, serta tren 7 hari yang masih negatif, outlook PI berada pada kategori netral cenderung hati-hati.

Untuk mengonfirmasi momentum bullish jangka pendek, pasar perlu melihat breakout tegas di atas $0,175, volume yang terus meningkat, dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

Tanpa konfirmasi tersebut, kenaikan saat ini berpotensi hanya menjadi pantulan sementara dalam tren turun yang lebih besar.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan kenaikan 3,32% ke $0,170, didorong oleh reli pasar kripto secara luas.

Namun, performa yang masih tertinggal dibandingkan kenaikan total pasar menandakan lemahnya momentum independen.

Level $0,170 menjadi area krusial yang harus dipertahankan untuk membuka peluang menuju $0,180. Jika gagal, risiko kembali ke area bawah $0,165 tetap terbuka.

Dalam kondisi seperti ini, investor dan trader disarankan untuk mencermati volume perdagangan, sentimen Bitcoin, serta potensi breakout teknikal sebelum mengambil keputusan.

Pasar saat ini memberi peluang, tetapi tetap menuntut kewaspadaan tinggi terhadap volatilitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com