Tag Archives: altcoin

XRPL Catat Lonjakan Aktivitas, XRP Tertahan di Bawah $1,40

XRP Ledger (XRPL) mencatat sejumlah rekor penting sepanjang Februari, meski harga XRP masih tertekan dan berada di bawah US$1,40 pada pekan terakhir bulan ini. Aktivitas jaringan melonjak signifikan setelah sejumlah pembaruan teknis diaktifkan.

Namun, lonjakan fundamental tersebut belum mampu mendorong pemulihan harga, yang masih turun sekitar 45% dari puncak awal tahun.

Transaksi Tembus Level Tertinggi 12 Bulan

Dilaporkan BeInCrypto, data dari XRPScan menunjukkan jumlah successful payments di XRP Ledger meningkat tajam dalam sebulan terakhir. Dari sekitar 1 juta transaksi pada akhir Desember, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 2,7 juta transaksi pada Februari — level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Successful payment di XRPL merujuk pada transaksi yang telah divalidasi dan dicatat di buku besar terdistribusi. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan penggunaan jaringan untuk pembayaran, transfer, maupun aktivitas DeFi.

Selain itu, jaringan mencatat sekitar 2 juta transaksi per hari dan sekitar 40.000 alamat aktif, menandakan konsistensi aktivitas on-chain di tengah pelemahan harga.

Baca juga: XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

AMM dan Permissioned DEX Dorong Likuiditas

Aktivitas Automated Market Maker (AMM) di XRPL DEX juga mencetak rekor baru dengan lebih dari 14.000 deposit. Ini menjadi level tertinggi sejak fitur tersebut diperkenalkan.

Lonjakan ini terjadi setelah pembaruan Permissioned Domains diaktifkan pada awal Februari, disusul peluncuran Permissioned DEX dua pekan kemudian.

Fitur ini dirancang untuk memungkinkan bank, penyedia pembayaran, dan institusi keuangan bertransaksi dalam lingkungan likuiditas terkontrol di atas XRP Ledger. Harapannya, infrastruktur ini dapat menarik partisipasi institusional lebih luas.

Harga Masih Tertekan, Level $1,47 Jadi Kunci

Meski aktivitas jaringan meningkat, harga XRP tetap melemah. Token ini kini diperdagangkan di sekitar US$1,33 dan mencatat bulan kelima berturut-turut dalam tren turun.

Data terbaru menunjukkan inflow whale ke bursa meningkat, menciptakan tekanan jual tambahan. Kerugian terealisasi juga mencapai level tertinggi sejak 2022.

Namun secara historis, fase sentimen negatif ekstrem sering kali mendahului pembentukan dasar harga dan pemulihan tajam.

Untuk mengonfirmasi potensi pembalikan tren, XRP perlu menembus resistance di US$1,47. Breakout di atas level tersebut akan menjadi sinyal teknikal penting bahwa momentum pemulihan mulai terbentuk.

Saat ini, XRP menghadapi kontras tajam antara fundamental jaringan yang menguat dan harga yang masih tertekan, dengan level US$1,47 menjadi penentu arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan rekor pada XRPL menunjukkan pertumbuhan utilitas jaringan yang nyata dan bukan sekadar spekulasi naratif. Aktivasi Permissioned DEX membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas dalam lingkungan likuiditas yang terkontrol.

“Meskipun saat ini harga XRP mengalami penurunan 45% dari puncaknya, anomali antara rekor aktivitas on-chain dan harga yang stagnan biasanya merupakan indikasi fase akumulasi besar sebelum pemulihan harga (rebound) menuju target ,47,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bhutan Luncurkan Visa Berbasis Solana, Tapi Harga SOL Justru Tertekan

Bhutan resmi meluncurkan visa berbasis Solana yang ditujukan bagi digital nomad, menjadikannya inisiatif pertama di dunia yang mengintegrasikan blockchain Solana dalam sistem visa negara. Langkah ini memperluas adopsi blockchain di tingkat kedaulatan, meski permintaan pasar terhadap token SOL masih menunjukkan pelemahan.

Di tengah kabar positif tersebut, harga SOL justru turun ke kisaran US$76 dan keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung selama beberapa pekan.

Visa Solana dan Ekspansi Infrastruktur Digital Bhutan

Dilaporkan BeInCrypto, peluncuran visa berbasis Solana ini melanjutkan inisiatif Bhutan sebelumnya, termasuk penerbitan token berbasis emas bernama TER di jaringan yang sama.

Langkah tersebut memperkuat posisi Solana sebagai infrastruktur blockchain yang digunakan dalam proyek berskala negara. Adopsi tingkat pemerintahan dinilai meningkatkan kredibilitas dan legitimasi Solana sebagai platform yang skalabel.

Namun, ekspansi ekosistem ini belum mampu mendorong sentimen bullish di pasar dalam jangka pendek.

Holder Realisasikan Kerugian $317 Juta

Data on-chain menunjukkan investor SOL masih berhati-hati. Realized Net Profit and Loss mencatat lonjakan kerugian terealisasi sebesar US$68 juta dalam 24 jam terakhir, sehingga total kerugian terealisasi mencapai US$317 juta.

Kondisi ini menunjukkan banyak investor menjual di bawah harga beli, mencerminkan lemahnya kepercayaan terhadap pemulihan jangka pendek. Tekanan jual yang berkelanjutan memperbesar risiko penurunan lanjutan.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Pasar Derivatif Dominasi Posisi Short

Sentimen bearish juga terlihat di pasar derivatif. Data likuidasi menunjukkan dominasi posisi short atas long.

Jika harga SOL naik ke US$89, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$1,15 miliar. Sebaliknya, jika harga turun ke US$67, potensi likuidasi long hanya sekitar US$242 juta.

Ketimpangan ini menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi bearish jika terjadi lonjakan harga mendadak.

Menurut Tim Research Tokocrypto, adopsi tingkat negara oleh Bhutan memperkuat kredibilitas Solana sebagai infrastruktur digital skala besar yang efisien. Namun, kontradiksi antara ekspansi utilitas nyata dan sentimen pasar yang bearish (realized losses 17M) menunjukkan bahwa adopsi fundamental saat ini belum mampu melawan tekanan makro harga.

“Secara teknis, Solana sedang berada dalam fase ‘volatility squeeze’ yang dapat memicu breakout besar jika support 3 berhasil dipertahankan,” tuturnya.

Volatility Squeeze Isyaratkan Pergerakan Tajam

Secara teknikal, Bollinger Bands mulai menyempit, menandakan potensi volatility squeeze. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan.

Jika SOL kehilangan support US$73, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$64. Penurunan ke area ini dapat memicu likuidasi long tambahan dan meningkatkan volatilitas.

Sebaliknya, jika sentimen berbalik positif, harga dapat kembali ke area konsolidasi US$78–US$87. Breakout di atas US$89 berpotensi memicu likuidasi short besar-besaran dan mempercepat kenaikan.

Untuk saat ini, meski Bhutan memperluas adopsi Solana di tingkat negara, harga SOL masih berada di bawah tekanan pasar. Pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh arah breakout dari fase volatilitas yang semakin menyempit ini.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong

Harga World Liberty Financial (WLFI) turun sekitar 8% dalam 24 jam terakhir dan sempat terkoreksi hingga 17% setelah insiden depeg singkat stablecoin USD1. Guncangan pada stablecoin yang dikaitkan dengan entitas keluarga Trump tersebut memicu kepanikan pasar dan menghentikan reli yang sebelumnya terbentuk.

Dilaporkan BeInCrypto, penurunan ini terjadi di tengah pola teknikal bullish yang sedang berkembang, membuat WLFI kini berada di titik krusial antara potensi breakout atau pelemahan lanjutan.

Reli Mar-a-Lago Memudar, Pola Cup-and-Handle Tertahan

Sebelum koreksi, WLFI sempat melonjak 32% antara 16 hingga 18 Februari, membentuk pola cup dalam struktur cup-and-handle. Pola ini biasanya menjadi sinyal kelanjutan tren naik jika harga berhasil menembus neckline.

Namun, sebelum penurunan terjadi, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan hidden bearish divergence. Momentum naik, tetapi harga gagal mengonfirmasi kekuatan tren, sebuah sinyal yang sering mendahului koreksi.

Setelah USD1 sempat melemah dari patokan US$1, tekanan jual meningkat dan WLFI membentuk bagian “handle” dari pola tersebut, menghapus sebagian besar kenaikan sebelumnya.

Likuidasi Leverage, Bukan Aksi Jual Besar

Data derivatif menunjukkan lonjakan open interest hingga hampir US$245 juta pada 18 Februari, saat reli mencapai puncak. Namun setelah itu, funding rate berubah negatif dan open interest turun tajam.

Kombinasi ini menandakan leverage flush, yakni penutupan paksa posisi long berleverage yang memicu penurunan cepat tanpa aksi jual besar dari investor jangka panjang.

Hal ini diperkuat oleh data exchange inflows. Pada 19 Februari, sekitar 128 juta WLFI masuk ke bursa. Angka tersebut kini turun menjadi hanya 8,9 juta WLFI, atau anjlok sekitar 93%. Penurunan inflow mengindikasikan tekanan jual dari pasar spot mulai mereda.

Baca juga: Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

Whale Borong 330 Juta Token

Di tengah koreksi, wallet besar yang memegang lebih dari 1 miliar WLFI meningkatkan kepemilikan dari 8,23 miliar menjadi 8,56 miliar token sejak 19 Februari. Artinya, sekitar 330 juta WLFI atau setara US$35 juta telah diakumulasi saat harga turun.

Akumulasi di tengah pelemahan biasanya mencerminkan keyakinan terhadap potensi pemulihan. Aktivitas ini juga mengurangi asumsi bahwa koreksi dipicu oleh distribusi besar-besaran di pasar spot.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan tajam WLFI lebih didorong oleh likuidasi paksa posisi long daripada eksodus investor jangka panjang. Akumulasi sunyi oleh Whale di tengah ‘shock’ USD1 adalah sinyal kuat adanya ‘smart money’ yang memanfaatkan ketakutan pasar.

“Jika WLFI mampu merebut kembali level resistensi /usr/bin/bash,125, pola cup-and-handle yang terbentuk akan terkonfirmasi, membuka jalan bagi reli pemulihan menuju area /usr/bin/bash,16,”analisanya.

Level Kunci Penentu Arah

Secara teknikal, WLFI kini berada di area krusial. Untuk mengonfirmasi breakout pola cup-and-handle, harga perlu menembus US$0,125 sebagai neckline utama. Jika berhasil, target berikutnya berada di US$0,166 dan berpotensi menuju US$0,200 jika momentum berlanjut.

Namun risiko tetap ada. Penurunan di bawah US$0,101 akan melemahkan struktur bullish, sementara penembusan ke bawah US$0,095 akan membatalkan pola dan membuka potensi penurunan lebih dalam.

Saat ini, data menunjukkan penurunan WLFI lebih dipicu oleh likuidasi leverage daripada aksi jual investor jangka panjang. Dengan akumulasi whale dan inflow bursa yang menurun tajam, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance kunci dan memulihkan kepercayaan pasar pasca guncangan USD1.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual ETH Berlanjut, Zona $1.600–$2.000 Jadi Penentu

Ethereum (ETH) mencatat enam minggu penurunan berturut-turut, menjadi rentetan pelemahan terpanjang sejak 2022. Di tengah tekanan ini, aktivitas whale di bursa utama justru menunjukkan perlambatan, sementara pasar derivatif membentuk klaster likuidasi besar di sekitar level psikologis US$2.000.

Dikutip Cointelegraph, kombinasi pelemahan harga, penurunan partisipasi whale, dan kepadatan likuiditas di pasar futures kini menjadi faktor utama yang membentuk ekspektasi arah ETH selanjutnya.

Order Whale Menyusut, Likuiditas Pasar Menipis

Data CryptoQuant menunjukkan rata-rata ukuran order jual whale di Binance turun menjadi sekitar 1.350 ETH dalam beberapa pekan terakhir, dari sekitar 2.250 ETH pada awal Januari.

Dengan estimasi 15 hingga 35 transaksi whale per hari, total eksekusi order besar sejak 8 Januari diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2 juta ETH dalam 45 hari terakhir. Dengan asumsi harga rata-rata US$2.400, nilai transaksi kotor tersebut setara sekitar US$4,3 hingga US$4,8 miliar.

Namun angka ini mencerminkan volume perdagangan bruto, bukan arus keluar bersih, karena sebagian transaksi bisa terkait aktivitas lindung nilai (hedging) atau penyediaan likuiditas di pasar derivatif.

Penurunan ukuran order rata-rata ini dinilai sebagai sinyal “gradual disengagement” dari pelaku besar. Trader kecil tetap aktif, tetapi partisipasi whale dalam order book berkurang. Kondisi ini berpotensi menipiskan kedalaman pasar dan membuat ETH lebih rentan terhadap pergerakan harga tajam dalam jangka pendek.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Akumulasi Diam-diam di Tengah Penurunan

Meski harga turun sekitar 20% pada Februari, alamat akumulasi ETH justru menambah lebih dari 2,5 juta ETH sepanjang bulan tersebut.

Total kepemilikan alamat akumulasi naik dari 22 juta ETH di awal 2026 menjadi 26,7 juta ETH. Ini menunjukkan adanya permintaan laten di bawah permukaan, meskipun sentimen jangka pendek masih tertekan.

Enam Minggu Merah, Zona Permintaan Mulai Terlihat

ETH kini berada dalam fase pelemahan mingguan terpanjang sejak periode Maret–Juni 2022, ketika harga turun selama 10 minggu sebelum membentuk dasar siklus.

Jika tren turun berlanjut, zona permintaan mingguan di kisaran US$1.384 hingga US$1.691 berpotensi menjadi area perhatian. Area ini sebelumnya menjadi zona akumulasi pada awal reli 2023.

Klaster Likuidasi $2 Miliar di Sekitar $2.000

Data pasar futures menunjukkan lebih dari US$2 miliar posisi short terkonsentrasi di sekitar level US$2.000. Zona ini menciptakan kantong likuiditas besar yang berpotensi menjadi “magnet harga” dalam jangka pendek.

Di sisi bawah, sekitar US$682 juta posisi long terancam likuidasi jika ETH turun ke US$1.600. Dibandingkan sisi atas, likuiditas downside terlihat lebih tipis.

Beberapa analis melihat potensi rebound berbentuk V dari level saat ini, dengan alasan adanya permintaan yang masih bertahan. Namun untuk saat ini, area US$2.000 menjadi resistensi kunci yang harus ditembus untuk memicu pergerakan lebih kuat.

Dengan whale yang mulai mengurangi interaksi langsung di order book, akumulasi diam-diam di sisi lain, serta tekanan likuiditas di pasar derivatif, Ethereum kini berada di titik krusial. Apakah level US$2.000 akan memicu short squeeze, atau justru penurunan berlanjut menuju zona permintaan lebih rendah, akan menjadi penentu arah ETH berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan aktivitas paus di level harga saat ini mengindikasikan kurangnya kepercayaan institusional untuk memimpin pemulihan segera. Penipisan kedalaman pasar membuat ETH rentan terhadap volatilitas tajam.

“Area akumulasi krusial kini berada di kisaran .384 – .691; jika dukungan di level .000 (zona likuidasi short miliar) gagal ditembus, target koreksi ke area .600 menjadi sangat realistis,”jelasnya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Voting Masuki Fase Serius, Mars Protocol Terancam Dibubarkan?

Komunitas Mars Protocol tengah berada di titik kritis setelah Proposal MRC-165 resmi memasuki tahap voting on-chain.

Sebagaimana dilansir Coinmarketcal pada Rabu (25/2), proposal ini mengusulkan penghentian seluruh operasional protokol secara permanen.

Jika disetujui, proses pembubaran terstruktur akan dimulai pada 24 Februari dan berlanjut hingga distribusi dana terakhir pada 21 Maret.

Langkah ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pengguna, terutama terkait masa depan token MARS yang menjadi tulang punggung ekosistem.

Baca Juga: Data On-Chain Bitcoin Isyaratkan Potensi Kenaikan Harga BTC

Skema Penutupan: LTV Dipangkas, Deleveraging Dimulai

Berdasarkan detail proposal, skenario penutupan akan dijalankan secara bertahap guna menghindari guncangan sistemik yang terlalu mendadak.

Tahapan utama proposal tersebut mencakup penurunan rasio Loan-to-Value (LTV) harian sebesar 3%; deleveraging progresif pada seluruh aset yang tersedia; penyelesaian penuh seluruh kewajiban utang; dan distribusi sisa dana kepada deposan pada 21 Maret.

Strategi ini bertujuan memberi waktu kepada peminjam untuk menyesuaikan posisi mereka sebelum batas pinjaman semakin ketat.

Namun, dalam praktiknya, penurunan LTV harian bisa memicu aksi penutupan posisi lebih awal demi menghindari risiko likuidasi.

Jika banyak pengguna melakukan deleveraging secara bersamaan, volatilitas harga berpotensi meningkat drastis.

Sentimen Fundamental Sangat Negatif

Dari perspektif fundamental, pembubaran protokol berarti hilangnya utilitas utama token MARS. Tanpa aktivitas lending, staking, atau insentif ekosistem, nilai ekonomi token akan tergerus signifikan.

Tim Research Tokocrypto menilai situasi ini sebagai ancaman serius bagi pemegang token.

“Keputusan untuk membubarkan protokol adalah berita fundamental yang sangat negatif bagi nilai jangka panjang MARS. Meskipun rencana distribusi dana sisa ada, proses deleveraging paksa dan penutupan aktivitas peminjaman akan memicu volatilitas tinggi. Investor kemungkinan besar akan mencari exit liquidity segera, yang akan memberikan tekanan jual masif pada token MARS,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan potensi terjadinya aksi jual besar-besaran jika investor kehilangan kepercayaan terhadap keberlanjutan proyek.

Risiko Exit Liquidity dan Lonjakan Volatilitas

Dalam banyak kasus pembubaran protokol DeFi, fase voting dan implementasi sering menjadi periode paling bergejolak.

Investor spekulatif cenderung keluar lebih dulu untuk mengamankan modal, terutama jika tidak ada rencana restrukturisasi atau pivot bisnis yang jelas.

Tekanan jual dapat muncul dari beberapa sisi, termasuk pemegang token yang ingin keluar sebelum likuiditas menipis; ketidakpastian nilai distribusi dana sisa; hingga hilangnya prospek pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi lain, proses deleveraging juga dapat memengaruhi harga aset jaminan jika terjadi pelepasan posisi dalam jumlah besar secara bersamaan.

Distribusi Dana: Solusi atau Sekadar Penutup Buku?

Rencana distribusi dana kepada deposan pada 21 Maret memang memberi kepastian bagi penyedia likuiditas. Namun bagi pemegang token MARS, langkah ini tidak serta-merta menciptakan nilai baru.

Distribusi dana lebih bersifat likuidasi terkontrol dibanding strategi penyelamatan proyek.

Tanpa roadmap baru atau transformasi model bisnis, token MARS berisiko kehilangan daya tariknya setelah operasional resmi dihentikan.

Apa yang Harus Dicermati Investor?

Beberapa faktor penting dalam periode ini meliputi hasil akhir voting dan tingkat partisipasi komunitas dan lonjakan volume perdagangan MARS di pasar sekunder.

Selain itu, respons peminjam terhadap penurunan LTV harian dan transparansi pelaporan selama proses unwind juga jangan luput dari perhatian.

Periode 24 Februari hingga 21 Maret berpotensi menjadi fase paling menentukan bagi harga MARS.

Baca Juga: Tiga Altcoin Stablecoin Protocol Ini Kuasai Ratusan Triliun Rupiah

Voting Proposal MRC-165 membuka kemungkinan berakhirnya operasional Mars Protocol secara permanen.

Dengan rencana penutupan terstruktur dan deleveraging progresif, protokol mencoba menghindari kekacauan pasar. Namun secara fundamental, ini menjadi pukulan berat bagi nilai jangka panjang token MARS.

Jika disetujui, fase transisi ini kemungkinan besar akan diwarnai volatilitas ekstrem dan tekanan jual signifikan.

Investor disarankan untuk memantau dinamika pasar dengan cermat dan mempertimbangkan risiko likuiditas dalam mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

Ekosistem staking Ethereum kembali mencatat perkembangan penting setelah SSV Network resmi meluncurkan testnet untuk fitur staking terbarunya.

Coinmarketcal menyebut, peluncuran ini memungkinkan pengguna awal dan operator node untuk mencoba proses setup validator sebelum implementasi penuh di mainnet.

Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan teknis ssv.network dalam memperkuat infrastruktur staking di jaringan Ethereum melalui penerapan teknologi DVT (Distributed Validator Technology).

Baca Juga: Harga SSV Token Melonjak 18%, Minat Pasar Meningkat Tajam

Mengapa DVT Begitu Penting?

Distributed Validator Technology (DVT) adalah pendekatan inovatif yang memungkinkan satu validator Ethereum dijalankan oleh beberapa operator node secara terdistribusi.

Alih-alih bergantung pada satu entitas atau server tunggal, DVT membagi kunci validator menjadi beberapa bagian yang dikelola secara kolektif.

Model ini akan meningkatkan keamanan (mengurangi risiko single point of failure), ketahanan jaringan (resilience), hingga desentralisasi infrastruktur staking.

Dalam konteks Ethereum pasca-transisi ke Proof-of-Stake, stabilitas validator menjadi salah satu elemen yang krusial.

Gangguan pada validator dapat menyebabkan penalti (slashing) atau kehilangan reward. Dengan DVT, risiko tersebut dapat diminimalkan melalui redundansi dan koordinasi multi-operator.

Tujuan Peluncuran Testnet

Utamanya, testnet staking ini dirancang untuk menguji stabilitas teknis dan kompatibilitas sistem, sekaligus memberikan kesempatan bagi validator untuk memahami mekanisme DVT dan mengidentifikasi bug atau potensi celah keamanan sebelum mainnet.

Pada tahap ini, belum ada utilitas ekonomi langsung. Artinya, reward staking di testnet tidak memiliki nilai finansial riil. Fokus utama adalah validasi teknis dan edukasi komunitas.

Meski demikian, peluncuran testnet sering kali menjadi katalis sentimen positif di pasar kripto, terutama bagi proyek infrastruktur yang memiliki peran strategis di ekosistem Ethereum.

Dampak terhadap Sentimen Pasar

Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini merupakan sinyal positif dari sisi pengembangan, meskipun tetap menyimpan risiko spekulatif jangka pendek.

“Peluncuran testnet staking adalah progres positif bagi roadmap teknis SSV sebagai pilar infrastruktur staking Ethereum. Ini akan menarik perhatian spekulan menjelang mainnet, namun karena ini masih tahap testnet tanpa utilitas ekonomi langsung, kenaikan harga kemungkinan besar didorong oleh narasi jangka pendek. Pola ‘buy the rumor, sell the news’ tetap menjadi risiko utama bagi trader,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Analisis tersebut menegaskan bahwa reli harga, jika terjadi, kemungkinan besar bersifat naratif dan bukan berbasis arus kas atau utilitas ekonomi langsung.

Potensi Pola “Buy the Rumor, Sell the News”

Dalam banyak peluncuran testnet di sektor kripto, pola yang sering muncul adalah kenaikan harga menjelang rilis, diikuti koreksi setelah euforia mereda.

Trader jangka pendek biasanya mengantisipasi momentum menuju mainnet. Namun, jika tidak ada pembaruan signifikan setelah fase testnet, harga dapat kembali terkoreksi.

Faktor yang perlu diperhatikan antara lain partisipasi validator dalam testnet; stabilitas performa DVT selama fase uji coba; timeline resmi peluncuran mainnet; dan kemitraan strategis dengan operator staking besar.

Posisi Strategis SSV di Ekosistem Ethereum

SSV Network menempatkan dirinya sebagai infrastruktur dasar untuk staking Ethereum yang lebih terdesentralisasi.

Dalam lanskap staking yang semakin kompetitif, diferensiasi melalui DVT menjadi nilai jual utama.

Jika teknologi ini diadopsi secara luas oleh operator validator dan protokol staking besar, SSV berpotensi menjadi komponen penting dalam arsitektur Ethereum jangka panjang.

Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada eksekusi teknis tanpa gangguan, kepercayaan komunitas validator, serta integrasi dengan penyedia staking institusional.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Kripto Ssv.network (SSV)

Peluncuran testnet staking oleh SSV Network menjadi tonggak penting dalam roadmap teknisnya untuk memperkuat infrastruktur staking Ethereum berbasis DVT.

Dari sisi fundamental, langkah ini menunjukkan progres nyata menuju desentralisasi validator yang lebih aman dan resilien.

Meski demikian, karena masih berada di tahap testnet tanpa utilitas ekonomi langsung, pergerakan harga token SSV kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dan spekulasi menjelang mainnet.

Bagi investor dan trader, penting untuk memantau perkembangan teknis dan partisipasi komunitas selama fase uji coba.

Seperti banyak proyek kripto lainnya, momentum naratif dapat menciptakan peluang, tetapi juga menyimpan risiko volatilitas tinggi setelah fase euforia berakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

NEAR Protocol Luncurkan Near.com Super App, Jadi AI Financial Layer

Ekosistem NEAR Protocol resmi memasuki babak baru setelah meluncurkan Near.com, sebuah super app sekaligus dompet kripto yang dirancang untuk menyederhanakan interaksi blockchain bagi pengguna umum.

Dengan mengusung teknologi Chain Abstraction, Near.com memungkinkan pengguna bertransaksi tanpa perlu memahami kompleksitas gas fee maupun pengelolaan private key.

Langkah ini menandai transformasi strategis NEAR dari sekadar blockchain Layer 1 menjadi infrastruktur finansial bagi ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: AI Select Hari Ini: FLUX Terbang 173%! NEAR dan S Juga Ikut Bullish

Chain Abstraction: Hilangkan Hambatan Teknis Blockchain

Salah satu fitur utama Near.com adalah penerapan Chain Abstraction, teknologi yang memungkinkan pengguna berinteraksi lintas jaringan tanpa harus pusing memikirkan detail teknis seperti biaya gas, bridge, atau manajemen kunci privat.

Dengan pendekatan ini, pengalaman pengguna menjadi lebih mirip aplikasi fintech tradisional dibandingkan wallet kripto konvensional.

Proses transaksi dibuat lebih intuitif dan ramah pengguna, sehingga hambatan adopsi blockchain dapat ditekan secara signifikan.

Dalam konteks adopsi massal, kemudahan penggunaan menjadi faktor krusial. Banyak pengguna potensial masih enggan masuk ke dunia kripto karena kompleksitas teknis yang tinggi.

Menurut laporan Coindesk, NEAR mencoba untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan user-centric.

Fokus pada Ekonomi AI dan Agen Otonom

Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Yang membuat Near.com berbeda dari wallet kripto lain adalah fokusnya pada AI Agents, entitas digital otonom yang dapat bertindak sebagai pelaku ekonomi di jaringan blockchain.

AI Agents diproyeksikan mampu melakukan pembayaran otomatis, koordinasi tugas berbasis smart contract, dan mengsksekusi transaksi tanpa intervensi manusia langsung.

Dalam skenario ini, blockchain tidak lagi sekadar alat transfer aset, tetapi menjadi lapisan koordinasi ekonomi bagi mesin cerdas.

NEAR memposisikan dirinya sebagai fondasi finansial bagi ekosistem tersebut, menjadikan Near.com sebagai gerbang utama interaksi antara agen AI dan sistem keuangan on-chain.

Fitur Confidential Mode untuk Privasi Transaksi

Selain kemudahan penggunaan, Near.com juga memperkenalkan confidential mode, fitur yang memungkinkan pengguna menjaga privasi saldo dan detail transaksi.

Privasi menjadi isu sensitif dalam penggunaan blockchain publik, terutama bagi bisnis dan pengguna yang tidak ingin seluruh aktivitas finansialnya dapat dilacak secara terbuka.

Dengan confidential mode, Near.com mencoba menghadirkan keseimbangan antara transparansi blockchain dan kebutuhan privasi praktis untuk penggunaan sehari-hari maupun operasional bisnis.

Pendekatan ini berpotensi meningkatkan daya tarik NEAR bagi pelaku usaha dan institusi yang membutuhkan fleksibilitas privasi tanpa mengorbankan keamanan.

Transformasi Narasi NEAR

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran Near.com mencerminkan repositioning strategis yang cerdas di tengah persaingan blockchain Layer 1.

“NEAR secara cerdas mengambil posisi sebagai infrastruktur utama bagi ekonomi AI di masa depan. Dengan mengombinasikan kemudahan penggunaan (Chain Abstraction) dan privasi transaksi, NEAR menjawab dua hambatan terbesar adopsi blockchain. Transformasi ini mengubah narasi NEAR dari sekadar L1 umum menjadi ‘AI Financial Layer’ yang esensial bagi agen cerdas yang butuh melakukan pembayaran dan koordinasi tugas secara otonom di on-chain,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menyoroti perubahan positioning NEAR yang kini lebih fokus pada integrasi AI dan blockchain dibanding sekadar kompetisi throughput atau biaya transaksi rendah.

Dampak bagi Ekosistem dan Adopsi

Jika Near.com berhasil menarik pengembang AI dan proyek berbasis agen otonom, maka NEAR berpotensi menjadi hub utama bagi ekonomi mesin-ke-mesin (machine-to-machine economy).

Potensi dampaknya meliputi peningkatan aktivitas on-chain, pertumbuhan utilitas token dalam ekosistem, hingga integrasi lintas industri antara AI dan blockchain.

Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada adopsi nyata oleh pengembang serta kesiapan pasar terhadap konsep AI Agents sebagai pelaku ekonomi mandiri.

Baca Juga: Token Modular Mulai Naik! NEAR 2.34 Dolar & TIA 0.75 Dolar Jadi Sorotan

Peluncuran Near.com menandai langkah ambisius NEAR dalam menggabungkan blockchain, privasi, dan kecerdasan buatan dalam satu platform terpadu.

Dengan teknologi Chain Abstraction dan confidential mode, NEAR berupaya menghapus hambatan teknis sekaligus meningkatkan kenyamanan penggunaan.

Transformasi ini berpotensi mengangkat NEAR dari sekadar Layer 1 umum menjadi “AI Financial Layer” yang menjadi fondasi ekonomi agen cerdas di masa depan.

Jika visi ini terealisasi, Near.com dapat menjadi katalis penting dalam evolusi interaksi antara manusia, mesin, dan sistem keuangan berbasis blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 0,91% ke $0,164, Ikuti Reli Bitcoin

Harga Pi Network (PI) hari ini tercatat menguat tipis 0,916% ke level $0,164 dalam 24 jam terakhir, menurut catatan Coinmarketcap pada Rabu (25/2).

Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas, di mana Bitcoin (BTC) melonjak 2,78% dan total kapitalisasi pasar kripto global naik 2,58% dalam periode yang sama.

Meski bergerak positif, performa PI relatif tertinggal dibandingkan penguatan aset kripto utama.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga PI lebih disebabkan oleh sentimen pasar secara umum (positive beta), bukan karena katalis spesifik dari ekosistem Pi Network itu sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Reli Pasar Angkat PI, Tapi Tanpa Katalis Internal

Secara umum, ketika Bitcoin menguat signifikan, mayoritas altcoin cenderung ikut terdorong naik karena aliran modal kembali masuk ke pasar kripto.

Fenomena ini dikenal sebagai positive beta, di mana aset bergerak searah dengan tren pasar utama.

Dalam kasus PI, tidak terlihat adanya faktor fundamental tambahan seperti pembaruan jaringan, lonjakan aktivitas on-chain, peningkatan volume derivatif, atau pengumuman strategis yang bisa menjadi pendorong independen harga.

Artinya, pergerakan PI saat ini lebih mencerminkan sentimen makro kripto dibandingkan kekuatan internal proyek.

Struktur Pergerakan Harga: Area Kritis $0,16

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dari sisi teknikal, level $0,16 menjadi area support penting dalam jangka pendek.

Jika PI mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk menguji resistance berikutnya di kisaran $0,17–$0,18 tetap terbuka.

Zona $0,17–$0,18 sendiri merupakan area yang berpotensi menjadi penghalang kenaikan, mengingat sebelumnya harga beberapa kali tertahan di rentang tersebut.

Breakout yang valid di atas $0,18, terutama jika disertai peningkatan volume, akan menjadi sinyal pemulihan yang lebih kuat.

Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menembus $0,16, risiko retest ke level terendah sebelumnya semakin besar. Hal ini dapat memicu tekanan jual tambahan dari trader jangka pendek.

Peran Bitcoin Jadi Penentu Arah

Dalam kondisi pasar saat ini, arah PI sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin. Level psikologis $65.000 pada BTC menjadi indikator kunci.

Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, altcoin seperti PI cenderung mendapatkan dukungan sentimen positif.

Namun, jika BTC gagal mempertahankan level tersebut dan kembali terkoreksi, tekanan jual dapat kembali mendominasi pasar altcoin.

Korelasi ini menunjukkan bahwa untuk saat ini, PI belum memiliki momentum independen yang cukup kuat untuk bergerak berlawanan arah dengan pasar utama.

Sentimen Pasar: Netral Cenderung Hati-hati

Dengan kenaikan kurang dari 1%, PI menunjukkan respons yang moderat terhadap reli pasar. Ini mengindikasikan minat beli yang belum agresif.

Trader tampaknya masih berhati-hati, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar.

Dalam kondisi seperti ini, strategi range trading sering kali menjadi pendekatan yang dipilih pelaku pasar, memanfaatkan pergerakan di antara support $0,16 dan resistance $0,18.

Tanpa katalis baru, potensi kenaikan PI dalam jangka pendek kemungkinan tetap terbatas pada pergerakan teknikal dan sentimen global.

Faktor yang Perlu Dipantau Investor

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan ke depan:

  1. Stabilitas Bitcoin di atas $65.000 sebagai penopang sentimen altcoin.
  2. Breakout di atas $0,18 dengan volume tinggi sebagai sinyal pembalikan yang lebih kuat.
  3. Kabar fundamental dari Pi Network, seperti pembaruan ekosistem atau perkembangan utilitas token.

Jika tidak ada perkembangan signifikan, PI kemungkinan besar akan tetap bergerak mengikuti arus pasar kripto secara umum.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan kenaikan tipis 0,916% ke $0,164, sejalan dengan reli pasar kripto yang lebih luas.

Namun, tanpa adanya katalis spesifik, pergerakan PI masih sangat bergantung pada dinamika Bitcoin dan sentimen makro.

Secara teknikal, level $0,16 menjadi support krusial, sementara $0,17–$0,18 adalah zona uji berikutnya.

Outlook jangka pendek berada dalam kategori netral cenderung hati-hati, dengan arah selanjutnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin mempertahankan momentum kenaikannya.

Bagi trader, disiplin pada manajemen risiko dan konfirmasi volume tetap menjadi kunci di tengah volatilitas pasar kripto yang cepat berubah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

Harga XRP masih bergerak dalam tekanan dan belum mampu keluar dari tren turun sejak awal bulan. Token ini diperdagangkan di sekitar US$1,32 dan tetap berada di bawah garis resistance menurun (descending trendline).

Namun di tengah pelemahan harga sekitar 9% dalam sepekan terakhir, data on-chain justru menunjukkan aksi akumulasi besar oleh whale dan investor institusional.

Realized Price Beri Sinyal Undervaluation

Data menunjukkan harga pasar XRP kini berada di bawah realized price. Artinya, rata-rata holder saat ini berada dalam posisi rugi.

Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, aset sering dianggap undervalued. Pada siklus sebelumnya, XRP jarang bertahan lama di zona ini sebelum terjadi rebound.

Meski tidak menjamin pembalikan, fase undervaluation kerap menjadi area akumulasi oleh investor yang melihat potensi pemulihan jangka menengah.

Whale dan Institusi Tambah Eksposur

Dilaporkan BeInCrypto, alamat yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP dilaporkan mengakumulasi lebih dari 170 juta token dalam sepekan terakhir. Pembelian ini terjadi justru saat harga turun 9%.

Akumulasi saat harga melemah biasanya mencerminkan keyakinan jangka panjang dari pemegang besar.

Di sisi lain, arus dana institusional juga tetap positif. Untuk pekan yang berakhir 20 Februari, institusi menambah eksposur XRP sebesar US$3,5 juta. Secara month-to-date, inflow mencapai US$105 juta — angka yang melampaui Bitcoin dan Ethereum yang justru mencatat outflow bersih.

Permintaan institusional yang konsisten menunjukkan strategi akumulasi di tengah tekanan pasar, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

Baca juga: ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, XRP masih tertahan di bawah descending trendline. Setelah kehilangan support US$1,36, level berikutnya yang menjadi perhatian adalah US$1,28.

Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi turun menuju US$1,21. Sentimen risk-off global, termasuk kebijakan tarif 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, turut membebani aset berisiko.

Namun, jika XRP mampu bertahan dan menembus garis tren turun, momentum pemulihan dapat terbentuk. Breakout di atas US$1,47 akan menjadi sinyal invalidasi skenario bearish dan membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

Untuk saat ini, kombinasi undervaluation, akumulasi whale 170 juta token, dan inflow institusional US$105 juta menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar besar melihat penurunan ini sebagai peluang strategis, bukan akhir dari tren.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Divergensi antara penurunan harga dan akumulasi masif oleh Whale/Institusi menandakan adanya keyakinan kuat pada fundamental jangka panjang XRP.

“Posisi harga yang di bawah realized price menciptakan peluang risk-reward yang menarik bagi investor strategis. Jika support di ,28 bertahan, akumulasi ini akan menjadi fondasi bagi pembalikan harga (rebound) yang cepat menuju target resistensi ,47,” ujarnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Terancam Likuidasi Massal Pekan Ini, Short Bisa Terjebak?

Memasuki pekan terakhir Februari, tekanan jual kembali membayangi pasar kripto. Banyak trader jangka pendek memasang posisi short dengan ekspektasi harga altcoin akan terus melemah. Namun, ketimpangan besar antara potensi likuidasi short dan long justru meningkatkan risiko terjadinya short squeeze mendadak.

Tiga altcoin berikut menunjukkan tekanan short yang dominan, membuka peluang likuidasi besar jika harga berbalik naik.

1. Ethereum (ETH)

Peta likuidasi tujuh hari Ethereum menunjukkan dominasi posisi short hingga akhir bulan. Jika ETH tiba-tiba rebound ke US$2.000, potensi likuidasi short bisa mencapai US$2 miliar.

Jika harga naik lebih jauh ke US$2.160, nilai likuidasi short bahkan berpotensi menyentuh US$3,6 miliar.

Dikutip BeInCrypto, sentimen bearish terhadap ETH didukung oleh sejumlah faktor. Vitalik Buterin dilaporkan menjual lebih dari 8.800 ETH sepanjang Februari 2026. Selain itu, inflow Ethereum ke Binance mencapai level tertinggi sejak November 2025.

Namun, indikator bullish mulai muncul. Arus ETF ETH kembali positif setelah empat pekan outflow berturut-turut. Data CryptoQuant juga menunjukkan inflow ke alamat akumulasi ETH mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Kombinasi ini membuat posisi short berisiko tinggi jika terjadi pembalikan mendadak.

Baca juga: Rekor Buruk Altcoin Pecah: 13 Bulan Dijual Terus, Total -$209 Miliar

2. Binance Coin (BNB)

BNB mencatat enam candle mingguan merah berturut-turut, memperkuat keyakinan trader untuk mempertahankan posisi short.

Jika BNB naik ke US$640 pekan ini, potensi likuidasi short bisa mencapai US$35 juta. Kenaikan ke US$680 berpotensi mendorong likuidasi hingga lebih dari US$60 juta.

Meski tren masih lemah, BNB kini mendekati garis support jangka panjang yang terbentuk sejak 2024. Membuka short di dekat area support kuat meningkatkan risiko pembalikan.

Selain itu, data menunjukkan BNB diperdagangkan sekitar 37% di bawah short-term holder realized price. Secara historis, level ini sering menjadi zona undervaluation yang memicu repricing tajam.

Jika momentum berbalik, trader short yang terlalu agresif bisa menghadapi tekanan besar.

3. Bitcoin Cash (BCH)

Bitcoin Cash menjadi salah satu altcoin yang relatif lebih stabil dibanding pasar yang lebih luas. Namun, posisi short terhadap BCH meningkat signifikan menjelang akhir Februari.

Jika BCH naik ke US$630, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$45 juta.

Data on-chain menunjukkan akumulasi besar oleh whale. Satu alamat dilaporkan mengumpulkan 400.000 BCH dalam dua bulan terakhir, menjadikannya pemegang terbesar ketiga di jaringan.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi di jaringan BCH melonjak hingga lebih dari US$2 juta, hampir 100 kali lipat dibanding tahun lalu.

Kondisi ini memperbesar risiko short squeeze jika harga bergerak naik di tengah sentimen yang sangat negatif.

Risiko Short Squeeze Meningkat

Sentimen pasar kripto saat ini berada di level sangat pesimistis. Secara historis, kondisi seperti ini kerap menciptakan lingkungan ideal untuk short squeeze.

Trader short masih bisa meraih keuntungan jika tren turun berlanjut. Namun tanpa manajemen risiko yang disiplin, pembalikan mendadak berpotensi menghapus profit dan berubah menjadi kerugian dalam waktu singkat.

Pekan terakhir Februari bisa menjadi momen krusial bagi ETH, BNB, dan BCH, apakah tekanan jual berlanjut, atau justru short yang terpaksa keluar lebih dulu.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pesaing pasar (short sellers) saat ini sedang bermain api dengan leverage tinggi di tengah sentimen negatif yang ekstrem. Data on-chain menunjukkan akumulasi Whale pada ETH dan BCH tetap aktif meskipun harga turun.

“Ini adalah resep klasik untuk pembalikan harga yang keras; di mana keputusasaan ritel yang melakukan shorting akan menjadi bahan bakar likuiditas bagi reli harga berikutnya. Disiplin dalam manajemen risiko lebih krusial daripada sekadar mengikuti tren bearish harian,” analisannya.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com