Tag Archives: altcoin

Pasar Kripto Hari Ini 24 Februari 2026: Koreksi Masih Dominan

Pasar kripto hari ini, Selasa (24/2) masih bergerak dalam fase koreksi, namun sejumlah altcoin menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. STEEM memimpin penguatan dengan kenaikan 18% ke level $0,0546, disusul SXT yang naik 17% ke $0,023499 dan UMA yang menguat 15% hingga $0,486. Lonjakan ini mencerminkan adanya rotasi jangka pendek ke aset berkapitalisasi menengah di tengah tekanan pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah reli Bitcoin dapat kembali terjadi selama Ramadan 2026. Secara historis, awal Ramadan kerap diwarnai volatilitas tinggi, dan tahun ini dibuka dengan pelemahan serta perlambatan tren kenaikan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Tengah Koreksi Pasar Hari Ini

  • STEEM melonjak tajam 18% hari ini mencapai level $0,0546.
  • SXT catat kenaikan 17%, diperdagangkan pada harga $0,023499.
  • UMA melesat sebesar 15% hingga menyentuh angka $0,486.

Reli Bitcoin di Ramadan 2026 Bisakah Terjadi?

  • Bitcoin ulangi pola volatilitas tajam di awal Ramadan.
  • Ramadan 2026 dibuka melemah, tren kenaikan melambat.
  • Data on-chain berpotensi pulih, meski permintaan masih rapuh.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

3 Altcoin Patut Diperhatikan di Pekan Terakhir Februari 2026

  • HBAR uji support $0,0959 jelang upgrade node mirror.
  • Token unlock SUI $47 juta picu risiko volatilitas.
  • KITE cetak rekor ATH di tengah pelemahan pasar.

Sentimen Ekonomi AS yang Pengaruhi Bitcoin Akhir Februari

  • Pidato Fed berpotensi picu volatilitas Bitcoin dan suku bunga.
  • Data konsumen dan pengangguran jadi indikator ketahanan ekonomi.
  • Data inflasi PPI tentukan arah dolar AS dan harga BTC.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar US$1.840. Sejak titik tersebut, harga ETH telah naik hampir 4%, memicu spekulasi bahwa fase tekanan jual ekstrem mulai mereda.

Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan ini terjadi di tengah perubahan signifikan pada data on-chain dan pasar derivatif. Tekanan jual di bursa dilaporkan turun drastis, sementara investor jangka panjang mulai kembali melakukan akumulasi.

Divergensi Bullish Muncul, Sinyal Awal Pembalikan?

Pada grafik jangka pendek, Ethereum membentuk pola symmetrical triangle yang mencerminkan fase konsolidasi antara pembeli dan penjual. Di saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence.

Sejak awal Februari hingga 23 Februari, harga ETH mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low. Pola ini umumnya menandakan pelemahan tekanan jual dan sering kali muncul sebelum terjadi rebound harga.

Sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan hampir 10% dan 6% dalam dua fase terpisah pada Februari.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Tekanan Jual Turun 90%, Tapi Derivatif Masih Bearish

Perubahan paling mencolok terlihat pada arus masuk ETH ke bursa (exchange inflows). Pada 7 Februari, inflow sempat mencapai 1,06 juta ETH. Kini angka tersebut turun menjadi sekitar 126.000 ETH, atau menyusut hampir 90%.

Biasanya, peningkatan inflow menandakan potensi aksi jual. Namun kali ini, harga turun sekitar 14% meski tekanan jual di pasar spot justru mereda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga lebih dipengaruhi oleh pasar derivatif.

Funding rate Ethereum berubah negatif ke sekitar -0,02%, menunjukkan dominasi posisi short. Meski demikian, open interest relatif stabil di kisaran US$8,8–9 miliar. Artinya, tidak ada lonjakan besar pembukaan posisi baru, melainkan perubahan sentimen dari pelaku pasar yang sudah ada.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya short squeeze jika harga terus naik dan memaksa trader short menutup posisi mereka.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan tekanan jual sebesar 90% adalah katalis fundamental kuat yang mendasari rebound ETH saat ini. Kondisi pasar yang sangat bearish di sisi derivatif tanpa adanya penambahan posisi short baru menciptakan peluang short squeeze yang masif jika resistance .060 berhasil ditembus.

“Akumulasi sunyi oleh long-term holders adalah validasi bahwa nilai ETH saat ini dianggap sudah cukup murah oleh investor berpengalaman,” ungkapnya.

Holder Jangka Panjang Kembali Akumulasi

Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan penting. Setelah mencatat distribusi bersih lebih dari 41.000 ETH pada awal hingga pertengahan Februari, data terbaru menunjukkan pembalikan tren.

Dalam dua hari terakhir, holder jangka panjang mencatat akumulasi bersih lebih dari 6.000 ETH. Pola ini kerap muncul mendekati fase dasar harga lokal, ketika investor berpengalaman mulai masuk kembali sebelum pemulihan yang lebih luas terjadi.

Level Kunci yang Harus Ditembus

Ethereum kini menghadapi sejumlah level resistensi penting. Area US$1.920 menjadi hambatan awal, disusul US$2.020. Level paling krusial berada di sekitar US$2.060.

Jika ETH mampu menembus US$2.060, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$2.200 hingga US$2.420.

Namun, struktur bullish ini bergantung pada pertahanan support US$1.840. Jika level tersebut ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1.740 kembali terbuka.

Saat ini, kombinasi tekanan jual yang anjlok drastis, sentimen derivatif yang ekstrem, dan kembalinya akumulasi holder jangka panjang membuat rebound Ethereum terlihat lebih dari sekadar pantulan teknikal. Level breakout berikutnya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

Ekosistem decentralized finance (DeFi) kembali diguncang kabar penting.

Sebagaimana dilansir dari News Bitcoin, BGD Labs mengumumkan akan mengakhiri kerja samanya dengan Aave DAO, efektif mulai 1 April 2026.

Keputusan ini mengakhiri empat tahun kolaborasi strategis, di mana BGD Labs berperan sebagai kontributor utama dalam pengembangan teknis dan keamanan protokol Aave.

Dalam pernyataan resminya, BGD Labs menyebut adanya ketidakseimbangan organisasi sebagai alasan utama tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama tersebut.

Mereka menyoroti dominasi Aave Labs, yang dinilai memiliki kontrol signifikan terhadap brand dan proses voting dalam ekosistem Aave.

Baca Juga: AAVE Naik 5% Usai Semua Revenue Dialihkan ke DAO Treasury

Isu Sentralisasi dalam DAO

Sebagai organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), Aave selama ini diposisikan sebagai protokol yang dikelola komunitas melalui mekanisme tata kelola berbasis token.

Namun, BGD Labs menilai struktur saat ini berpotensi menciptakan risiko sentralisasi.

Dominasi entitas komersial dalam pengambilan keputusan dinilai bertentangan dengan prinsip dasar desentralisasi.

Ketika satu pihak memiliki pengaruh besar terhadap arah pengembangan dan branding, muncul kekhawatiran bahwa independensi DAO dapat tergerus.

Isu ini bukan hal baru di dunia DeFi. Banyak DAO menghadapi dilema antara efisiensi operasional dan desentralisasi murni.

Ketika proyek berkembang pesat dan membutuhkan koordinasi skala besar, entitas komersial sering kali mengambil peran sentral untuk memastikan eksekusi berjalan lancar.

Namun, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketegangan internal, seperti yang kini terjadi di Aave.

Dampak terhadap Infrastruktur Teknis

BGD Labs dikenal sebagai salah satu pilar teknis utama dalam pengembangan Aave, khususnya dalam aspek keamanan smart contract dan audit teknis.

Kepergian mereka memunculkan pertanyaan tentang kesiapan DAO dalam menjaga stabilitas protokol ke depan.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kehilangan signifikan bagi ekosistem Aave.

“Keluarnya BGD Labs adalah kehilangan besar bagi infrastruktur teknis Aave. Ini mencerminkan tensi internal klasik dalam DAO antara entitas komersial (Aave Labs) dan kontributor independen. Pergeseran ini bisa memperlambat migrasi ke Aave v4 dan memaksa DAO untuk mencari auditor atau pengembang baru dalam waktu singkat guna menjaga stabilitas protokol,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Potensi Dampak ke Aave v4

Salah satu agenda besar yang tengah dinanti komunitas adalah migrasi ke Aave v4. Versi terbaru ini diharapkan membawa peningkatan efisiensi modal, fleksibilitas arsitektur, serta sistem manajemen risiko yang lebih canggih.

Namun, tanpa dukungan teknis dari BGD Labs, proses transisi tersebut berpotensi mengalami penundaan.

DAO kini dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menunjuk kontributor teknis baru, baik dalam bentuk firma audit independen maupun tim pengembang tambahan.

Keterlambatan dalam migrasi dapat berdampak pada daya saing Aave di tengah persaingan ketat protokol lending DeFi lainnya.

Tantangan Tata Kelola DAO

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai tata kelola DAO.

Apakah model desentralisasi penuh dapat berjalan efektif tanpa ketergantungan pada entitas komersial? Atau justru keseimbangan antara keduanya yang menjadi kunci keberlanjutan?

Bagi investor dan pengguna Aave, fokus utama saat ini adalah stabilitas protokol dan keamanan dana yang terkunci (TVL).

Selama tata kelola berjalan transparan dan proses transisi dilakukan secara terstruktur, dampak jangka pendek mungkin dapat dikelola.

Namun dalam jangka panjang, keseimbangan kekuasaan dalam DAO akan menjadi faktor krusial bagi reputasi dan keberlanjutan proyek.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Keputusan BGD Labs untuk hengkang dari Aave DAO menandai babak baru dalam dinamika internal salah satu protokol DeFi terbesar.

Isu sentralisasi, tata kelola, dan kesiapan teknis kini menjadi sorotan utama komunitas.

Ke depan, kemampuan Aave DAO dalam mencari mitra teknis baru dan menjaga momentum pengembangan, khususnya menuju Aave v4, akan menjadi ujian penting bagi ketahanan ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mendorong inovasi keamanan di ekosistem Ethereum dengan mengusulkan fitur baru bernama transaction demo atau simulasi transaksi sebelum pengguna menyetujui operasi on-chain.

Menurut laporan Coincu, proposal ini dirancang untuk menghadirkan transparansi yang lebih baik dalam proses penandatanganan transaksi, sekaligus mengurangi risiko serangan wallet-draining dan kesalahan akibat blind signing.

Dalam model yang diusulkan, sistem akan berbasis intent-based architecture, di mana dompet kripto menampilkan konsekuensi transaksi dalam format yang mudah dipahami manusia (human-readable).

Artinya, sebelum status blockchain berubah, pengguna dapat melihat secara jelas perpindahan token, estimasi biaya gas, perubahan saldo akhir, hingga potensi interaksi dengan smart contract tertentu.

Langkah ini dinilai sebagai evolusi penting dalam penguatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX) di Ethereum, yang selama ini kerap menjadi target eksploitasi akibat kurangnya transparansi pada data transaksi mentah (calldata).

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Mengatasi Masalah Blind Signing

Salah satu celah terbesar dalam keamanan kripto saat ini adalah praktik blind signing, di mana pengguna menandatangani transaksi tanpa benar-benar memahami detail perintah yang terkandung dalam kode.

Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna hanya melihat permintaan “Approve” atau “Sign” tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya memberikan izin akses penuh terhadap aset mereka.

Melalui fitur simulasi ini, wallet akan menjalankan pratinjau dampak transaksi sebelum benar-benar dieksekusi di jaringan.

Jika terdapat perpindahan token dalam jumlah besar atau izin akses yang mencurigakan, pengguna dapat langsung membatalkan proses tersebut.

Pendekatan ini berpotensi menjadi lapisan pertahanan tambahan terhadap berbagai serangan phishing dan eksploitasi smart contract yang semakin canggih.

Menuju Account Abstraction dan Standar Baru Industri

Menurut Tim Research Tokocrypto, proposal ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi evolusi Ethereum.

“Proposal ini adalah langkah krusial menuju Account Abstraction dan keamanan UX yang lebih baik di Ethereum. Dengan membuat transaksi menjadi transparan secara visual sebelum dieksekusi, Ethereum mencoba menghilangkan celah fraud yang selama ini mengeksploitasi ketidaktahuan pengguna saat blind signing. Jika diadopsi secara luas, ini akan menaikkan standar keamanan wallet secara industri,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Konsep Account Abstraction sendiri bertujuan menyederhanakan interaksi pengguna dengan blockchain, memungkinkan fitur seperti multi-signature fleksibel, pemulihan akun sosial, hingga otomatisasi pembayaran.

Fitur simulasi transaksi ini dapat menjadi fondasi penting untuk mendukung transisi tersebut.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas oleh pengembang wallet dan penyedia infrastruktur, Ethereum dapat memimpin standar keamanan baru di industri kripto global.

Dampak terhadap Ekosistem dan Adopsi

Peningkatan keamanan UX memiliki dampak langsung terhadap adopsi massal.

Salah satu hambatan utama masuknya pengguna baru ke dunia kripto adalah kompleksitas teknis dan risiko kehilangan dana akibat kesalahan operasional.

Dengan sistem pratinjau yang intuitif, pengguna pemula dapat memahami secara jelas apa yang akan terjadi sebelum menekan tombol “Confirm”.

Ini tidak hanya mengurangi risiko finansial, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap teknologi blockchain.

Selain itu, bagi institusi dan pelaku keuangan tradisional yang mempertimbangkan integrasi blockchain, fitur keamanan tambahan semacam ini dapat menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, implementasi fitur simulasi transaksi juga menghadapi tantangan teknis.

Wallet harus mampu menjalankan simulasi secara akurat terhadap berbagai skenario smart contract yang kompleks.

Selain itu, integrasi lintas protokol dan kompatibilitas dengan berbagai Layer 2 juga perlu diperhatikan.

Namun, dengan komunitas pengembang Ethereum yang besar dan aktif, peluang realisasi fitur ini dinilai cukup kuat dalam jangka menengah.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Usulan transaction demo dari Vitalik Buterin mencerminkan fokus Ethereum pada keamanan dan peningkatan pengalaman pengguna.

Di tengah meningkatnya kasus eksploitasi dan phishing, langkah ini berpotensi menjadi game changer dalam perlindungan aset digital.

Jika diadopsi luas oleh wallet dan protokol DeFi, fitur ini bukan hanya memperkuat keamanan Ethereum, tetapi juga menetapkan standar baru industri kripto secara global.

Dengan inovasi berkelanjutan di sisi teknis dan UX, Ethereum semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi infrastruktur blockchain yang aman, transparan, dan siap untuk adopsi massal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Alchemy Pay Luncurkan Testnet Alchemy Chain, Dongkrak Harga?

Perusahaan penyedia solusi pembayaran kripto global, Alchemy Pay, resmi mengumumkan peluncuran testnet untuk jaringan terbarunya, Alchemy Chain, yang dijadwalkan live pada 23 Februari 2026.

Langkah ini menandai transformasi strategis Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi pengembang infrastruktur blockchain yang berfokus pada pembayaran (payments-first blockchain).

Alchemy Chain dirancang sebagai jaringan khusus pembayaran dengan tiga pilar utama: biaya transaksi yang terprediksi, penyelesaian instan (instant settlement), serta dukungan native stablecoin.

Dengan pendekatan ini, Coinmarketcal melaporkan bahwa Alchemy Pay ingin menjawab tantangan klasik blockchain seperti volatilitas biaya gas dan waktu konfirmasi yang tidak konsisten, yang selama ini menjadi hambatan adopsi pembayaran kripto secara luas.

Baca Juga: Google Diam-diam Banyak Investasi di Perusahaan Blockchain dan Kripto

ACH Jadi Tulang Punggung Ekosistem

Dalam arsitektur barunya, token ACH akan memegang peran sentral sebagai gas fee sekaligus token utilitas utama di jaringan Alchemy Chain.

Artinya, setiap transaksi, interaksi smart contract, maupun aktivitas infrastruktur pembayaran akan membutuhkan ACH.

Model ini secara langsung mengintegrasikan permintaan jaringan dengan utilitas token, sehingga potensi peningkatan aktivitas on-chain dapat berdampak pada fundamental ACH dalam jangka panjang.

Dengan menjadikan ACH sebagai bahan bakar ekosistem, Alchemy Pay tidak hanya memperluas use case tokennya, tetapi juga berupaya menangkap nilai ekonomi (fee capture) langsung dari aktivitas pembayaran global yang berjalan di atas blockchain tersebut.

Ambisi Tangkap Nilai On-Chain

Pergerakan harga Alchemy Pay (ACH/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Alchemy Pay (ACH/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Peluncuran testnet ini mencerminkan ambisi besar Alchemy Pay untuk naik kelas dari penyedia layanan pembayaran menjadi pemain infrastruktur blockchain Layer 1 atau Layer 2 yang mandiri.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ekspansi ini memiliki implikasi fundamental yang signifikan.

“Ekspansi Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi ekosistem L1/L2 menunjukkan ambisi untuk menangkap nilai ekonomi (fee) secara on-chain. Peluncuran testnet ini adalah sentimen positif jangka panjang bagi fundamental ACH. Namun, sebagai fase testnet, utilitas langsungnya masih terbatas, sehingga investor harus waspada terhadap potensi volatilitas sell the news setelah periode spekulasi pra-peluncuran berakhir,” papar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari peluncuran ini: potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus risiko volatilitas jangka pendek.

Fokus pada Stablecoin dan Pembayaran Global

Salah satu fitur kunci Alchemy Chain adalah dukungan terhadap stablecoin native.

Integrasi stablecoin menjadi elemen penting dalam strategi pembayaran, mengingat aset stabil lebih cocok digunakan untuk transaksi harian dibandingkan kripto dengan volatilitas tinggi.

Dengan biaya terprediksi dan finalitas instan, Alchemy Chain berupaya menghadirkan pengalaman pembayaran yang mendekati sistem keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan transparansi dan efisiensi blockchain.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan ini berpotensi menjadi tulang punggung bagi merchant, remittance cross-border, hingga settlement B2B berbasis kripto.

Testnet: Langkah Awal Menuju Mainnet

Meski sentimen pasar cenderung positif, penting dicatat bahwa peluncuran pada 23 Februari 2026 masih berada pada tahap testnet. Artinya, jaringan ini masih dalam fase pengujian dan belum sepenuhnya siap untuk adopsi massal atau aktivitas komersial skala besar.

Pada tahap ini, pengembang dan mitra ekosistem akan menguji stabilitas jaringan, keamanan smart contract, serta performa transaksi.

Fase testnet juga menjadi periode penting untuk menemukan bug atau celah keamanan sebelum peluncuran mainnet resmi.

Secara historis, peluncuran testnet sering kali memicu lonjakan spekulatif harga token terkait. Namun, setelah euforia mereda, tidak jarang terjadi koreksi harga akibat aksi ambil untung (sell the news).

Prospek ACH ke Depan

Dalam jangka panjang, keberhasilan Alchemy Chain akan sangat bergantung pada adopsi nyata oleh merchant, integrator pembayaran, serta volume transaksi yang mampu dihasilkan jaringan tersebut.

Jika Alchemy Pay mampu mengonversi basis pengguna payment gateway-nya ke dalam ekosistem blockchain internal, maka potensi pertumbuhan ACH bisa semakin solid secara fundamental.

Sebaliknya, jika adopsi berjalan lambat atau kompetisi dari blockchain pembayaran lain semakin ketat, maka valuasi ACH bisa menghadapi tekanan.

Baca Juga: Alchemy Akuisisi Pengembang Solana, DexterLab

Peluncuran testnet Alchemy Chain pada 23 Februari 2026 menjadi tonggak penting dalam evolusi Alchemy Pay menuju ekosistem blockchain pembayaran yang lebih terintegrasi.

Dengan desain payments-first, dukungan stablecoin, dan peran sentral token ACH, proyek ini membuka peluang baru dalam infrastruktur pembayaran kripto global.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca-peluncuran testnet.

Seperti banyak inovasi blockchain lainnya, keberhasilan Alchemy Chain akan ditentukan oleh eksekusi teknis dan adopsi riil di pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga PI Hari Ini Naik 3,29% ke $0,163, Terkatrol Pengumuman Penting

Harga Pi Network hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik di tengah tekanan pasar kripto global.

Dicatut dari Coinmarketcap pada Selasa (24/2), token Pi Network (PI) tercatat naik 3,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,163, bergerak independen saat Bitcoin (BTC) justru turun sekitar 1,63% dalam periode yang sama.

Kenaikan ini tergolong kontras dengan kondisi pasar yang secara umum masih berada dalam sentimen negatif.

Total kapitalisasi pasar kripto tercatat melemah sekitar 1,15%, dengan indikator sentimen berada di zona “Extreme Fear”.

Namun, PI justru mencatat reli jangka pendek berkat katalis internal proyek.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Pengumuman Desain Token Jadi Katalis Utama

Faktor utama di balik kenaikan harga PI adalah pengumuman resmi dari Core Team pada 23 Februari 2026 terkait Ecosystem Token Design Framework.

Pengumuman ini bertepatan dengan perayaan satu tahun mainnet dan membuka Pi Request for Comment (PRC) untuk menjaring masukan komunitas.

Kerangka desain token tersebut menekankan model berbasis utilitas, di mana penerbitan token akan difokuskan untuk mendukung produk fungsional dan pertumbuhan pengguna, bukan sekadar penggalangan dana spekulatif.

Langkah ini memberikan narasi pengembangan yang lebih konkret bagi investor yang selama ini menunggu kejelasan arah fundamental proyek.

Kejelasan roadmap utilitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar, terutama di tengah fase koreksi yang cukup panjang.

Secara psikologis, pengumuman ini memicu sentimen positif dan mendorong aksi beli jangka pendek, menciptakan sentiment-driven bounce di tengah pelemahan pasar yang lebih luas.

Pergerakan Coin-Specific di Tengah Pasar Lemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, kenaikan PI terjadi saat mayoritas aset kripto lain mengalami tekanan jual.

Tidak terlihat adanya faktor eksternal seperti listing besar di bursa, kemitraan strategis baru, atau lonjakan aktivitas derivatif yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan PI saat ini bersifat coin-specific, atau dipicu oleh katalis internal proyek itu sendiri.

Dalam kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian, kemampuan suatu aset untuk bergerak independen sering kali menjadi sinyal adanya minat spekulatif yang cukup kuat.

Namun, reli semacam ini tetap tergolong rapuh jika tidak didukung volume dan tindak lanjut perkembangan fundamental.

Level Kunci dan Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal, area $0,15 kini menjadi support jangka pendek yang perlu dipertahankan.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance di kisaran $0,17–$0,18 terbuka.

Namun, level yang paling krusial tetap berada di $0,129, yang merupakan titik terendah tahun ini dan sempat menjadi support kuat pada pertengahan Februari.

Break di bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area psikologis $0,10. Dengan kata lain, struktur harga saat ini menunjukkan prospek yang cukup optimistis namun masih rentan.

Keberlanjutan reli sangat bergantung pada konsistensi volume perdagangan; respons komunitas terhadap PRC yang dibuka Core Team; hingga kejelasan timeline implementasi desain token tersebut.

Jika volume kembali menurun drastis, ada kemungkinan kenaikan ini hanya menjadi lonjakan sesaat akibat euforia berita.

Momentum Fundamental atau Sekadar Reaksi Berita?

Kenaikan PI saat ini mencerminkan pola klasik pasar kripto: reaksi cepat terhadap pembaruan proyek.

Dalam banyak kasus, fase seperti ini sering diikuti konsolidasi atau koreksi jika tidak ada tindak lanjut konkret.

Namun, jika desain token benar-benar diimplementasikan dan mendorong pertumbuhan ekosistem riil, dampaknya bisa menjadi fondasi jangka panjang yang lebih kuat bagi valuasi PI.

Secara strategis, langkah menuju model token berbasis utilitas dapat membantu mengurangi persepsi spekulatif dan memperkuat legitimasi proyek di mata investor yang lebih konservatif.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Secara keseluruhan, harga PI hari ini menunjukkan kenaikan 3,29% ke $0,163 yang dipicu oleh pengumuman desain token ekosistem dari Core Team.

Pergerakan ini terjadi secara independen dari tren pasar yang sedang melemah, menandakan adanya katalis internal yang kuat.

Outlook jangka pendek tergolong cautiously optimistic, dengan resistance di $0,17 dan support krusial di $0,129. Keberlanjutan tren naik akan sangat ditentukan oleh implementasi nyata dan respons komunitas terhadap proposal desain token tersebut.

Investor disarankan untuk memantau volume perdagangan dan perkembangan lanjutan dari Core Team sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi dan sentimen global belum sepenuhnya pulih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dilaporkan menjual jutaan dolar ETH di tengah pelemahan harga yang tajam. Langkah ini terjadi saat ETH turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

Data on-chain menunjukkan aksi jual tersebut berlangsung ketika sejumlah indikator teknikal justru mengisyaratkan kondisi oversold.

Tarik 3.500 ETH dari Aave, Sebagian Langsung Dijual

Berdasarkan laporan Lookonchain pada 22 Februari, Buterin menarik 3.500 ETH dari protokol DeFi Aave, dengan nilai sekitar US$6,95 juta. Dalam hitungan jam setelah penarikan, ia menjual 571 ETH senilai sekitar US$1,13 juta.

Dilaporkan BeInCrypto, aksi ini menambah daftar penjualan sebelumnya. Sejak 2 Februari, Buterin telah menjual lebih dari 7.380 ETH dengan nilai sekitar US$15,5 juta, pada harga rata-rata US$2.100.

Jika digabungkan dengan transaksi terbaru, lebih dari setengah cadangan ETH yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung Ethereum Foundation telah dilikuidasi dalam waktu kurang dari satu bulan.

Baca juga: Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

Kontras dengan Pernyataan “Mild Austerity”

Pada 30 Januari, Buterin menyatakan Ethereum Foundation memasuki fase “mild austerity” untuk mendukung tujuan jangka panjang organisasi. Ia menarik 16.384 ETH dengan rencana mendistribusikannya secara strategis dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, eksekusi penjualan yang relatif cepat memicu perhatian pelaku pasar. Aksi likuidasi oleh figur kunci proyek di tengah koreksi tajam sering dianggap sebagai sinyal negatif, terlepas dari alasan administratif yang disampaikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, aksi likuidasi 50% cadangan “austerity” oleh sang pendiri di tengah kondisi MVRV yang sudah sangat oversold (-14,3%) memberikan tekanan psikologis ganda bagi investor ritel.

“Meskipun alasan operasional sering digunakan sebagai dalih, pasar cenderung melihatnya sebagai langkah mitigasi risiko dari orang dalam. Hal ini menciptakan level resistensi baru pada ,100, di mana setiap upaya rebound kemungkinan akan digunakan whale untuk keluar dari posisi,” jelasnya.

ETH Turun 30%, Indikator Tunjukkan Oversold

Harga ETH telah turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan kini berada sedikit di bawah US$2.000. Tekanan jual tambahan dari penjualan besar memperkuat sentimen bearish di pasar.

Meski demikian, sejumlah analis on-chain menilai ETH kini berada dalam kondisi undervalued secara teknikal.

Data Santiment menunjukkan rasio 30-day Market Value to Realized Value (MVRV) ETH berada di defisit sekitar 14,3%. MVRV mengukur selisih antara kapitalisasi pasar dan nilai realisasi untuk memperkirakan rata-rata profitabilitas holder.

Angka negatif menunjukkan sebagian besar investor berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini sering muncul pada fase jenuh jual (oversold).

Sebagai perbandingan, Bitcoin saat ini menunjukkan undervaluation sekitar 6,9%, Chainlink 5,1%, XRP 4,1%, dan Cardano 2%. Berdasarkan metrik tersebut, ETH tercatat sebagai aset dengan diskon terdalam di antara kripto utama dalam 30 hari terakhir.

Dengan tekanan jual dari pendiri proyek dan sinyal teknikal oversold yang muncul bersamaan, pergerakan ETH dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap dua kekuatan yang saling bertolak belakang ini.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tembus Pola Bullish, Tapi 50% Holder Keluar, Bull Trap Mengintai?

Harga Solana (SOL) naik sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir dan berhasil menembus neckline pola inverse head-and-shoulders pada grafik 12 jam. Secara teknikal, breakout ini biasanya menjadi sinyal pembalikan tren dengan potensi kenaikan lebih dari 50%.

Namun, di balik sinyal positif tersebut, data on-chain dan derivatif menunjukkan risiko tersembunyi. Lonjakan leverage dan aksi distribusi oleh holder jangka panjang memunculkan potensi bull trap, di mana pembeli awal bisa terjebak jika momentum gagal bertahan.

Breakout Buka Potensi 50% Kenaikan

Dikutip BeInCrypto, penembusan neckline inverse head-and-shoulders umumnya menjadi sinyal awal tren naik baru. SOL juga bergerak di atas exponential moving average (EMA) 20 periode, yang sering dianggap sebagai indikator kembalinya kekuatan tren.

Meski demikian, breakout sebelumnya di awal Februari juga sempat menembus EMA yang sama, sebelum akhirnya harga terkoreksi hampir 12%.

Selain itu, terdapat hidden bearish divergence antara 2 hingga 21 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower high, sementara indikator RSI membentuk higher high. Divergensi ini kerap menjadi sinyal pelemahan tren sebelum koreksi terjadi.

Sinyal bearish ini baru akan melemah jika SOL mampu menembus level US$85,70. Namun, risiko teknikal yang lebih luas tetap ada selama resistance utama belum ditembus.

Open Interest Naik, Leverage Menguat

Data derivatif menunjukkan open interest naik dari US$1,96 miliar pada 20 Februari menjadi US$2,08 miliar pada 21 Februari, atau meningkat sekitar 6,1% dalam satu hari.

Open interest mencerminkan total nilai kontrak futures yang aktif. Kenaikan open interest saat breakout biasanya berarti trader membuka posisi baru, bukan menutup posisi lama.

Selain itu, funding rate berubah menjadi positif di level 0,0016%. Kondisi ini menunjukkan trader long membayar trader short, yang mencerminkan sentimen bullish berbasis leverage.

Kombinasi kenaikan open interest dan funding rate positif sering muncul dalam kondisi bull trap. Jika harga gagal mempertahankan breakout, posisi long berleverage berisiko mengalami likuidasi, yang dapat mempercepat penurunan harga.

Baca juga: Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

Holder Jangka Panjang Pangkas Posisi

Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan signifikan pada perilaku investor jangka panjang (holder lebih dari 155 hari). Pada 8 Februari, holder jangka panjang menambah hampir 1,98 juta SOL. Namun, pada 20 Februari, angka tersebut turun menjadi sekitar 0,99 juta SOL.

Artinya, akumulasi berkurang hampir 50% dalam dua pekan terakhir.

Secara historis, holder jangka panjang cenderung mengakumulasi sebelum reli besar dan mendistribusikan mendekati puncak lokal. Penurunan akumulasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan breakout saat ini.

Level Kunci Penentu Arah

Data cost basis menunjukkan resistance kuat di kisaran US$87–US$88, di mana sekitar 9,12 juta SOL terakhir dibeli. Level ini berpotensi menjadi tembok suplai karena investor cenderung menjual di titik impas.

Level US$85,70 menjadi penghalang awal untuk memperkuat breakout. Namun konfirmasi yang lebih kuat berada di US$91,09. Penembusan di atas level tersebut akan menyerap suplai overhead dan membuka jalan menuju target pola di sekitar US$129,78, atau sekitar 50% kenaikan dari titik breakout.

Di sisi lain, jika harga turun di bawah US$78,88, pola inverse head-and-shoulders mulai melemah. Penurunan di bawah US$67,24 akan membatalkan pola sepenuhnya dan berpotensi memicu likuidasi long akibat lonjakan leverage sebelumnya.

Saat ini, Solana berada di titik krusial. Breakout di atas US$91 dapat mengonfirmasi tren naik baru, sementara penurunan di bawah US$78 meningkatkan risiko bull trap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini menunjukkan divergensi yang berbahaya: harga mencoba breakout dari inverse head-and-shoulders sementara pemegang jangka panjang (smart money) justru memangkas akumulasi hingga 50%.

“Kenaikan Open Interest di tengah distribusi whale adalah setup klasik untuk Bull Trap; ini menandakan bahwa reli didorong oleh leverage ritel yang rapuh. Tanpa penembusan bersih di atas 1, support 8 akan menjadi titik pemicu liquiditas long besar-besaran,” ungkapnya.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

Harga XRP bergerak relatif datar dalam 24 jam dan sepekan terakhir, mencerminkan kebingungan pasar. Di satu sisi, ETF spot XRP mencatat inflow selama tiga pekan berturut-turut. Namun di sisi lain, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pelemahan yang tersembunyi.

Dilaporkan BeInCrypto, kondisi ini memunculkan pertanyaan: mengapa harga tetap tertahan di bawah US$1,50 meski arus dana institusional masih positif?

Inflow ETF Masih Positif, Tapi Melemah Tajam

ETF spot XRP mencatat inflow sebesar US$36,04 juta pada pekan yang berakhir 6 Februari. Namun, pada pekan yang berakhir 20 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi hanya US$1,84 juta.

Penurunan hampir 95% dalam tiga pekan ini menunjukkan bahwa meskipun arus dana masih positif, kekuatan permintaan institusional melemah secara signifikan.

Secara teknikal, XRP juga telah turun di bawah weekly Volume Weighted Average Price (VWAP) sejak 18 Februari dan belum berhasil merebut kembali level tersebut. VWAP kerap digunakan sebagai acuan rata-rata harga institusi. Ketika harga berada di bawah VWAP, rata-rata posisi institusi berada dalam kondisi rugi, yang biasanya mengurangi minat akumulasi lanjutan.

Pada kejadian sebelumnya ketika XRP kehilangan VWAP mingguan, harga terkoreksi hampir 26%.

Selain itu, terdapat indikasi hidden bearish divergence antara 6 hingga 20 Februari. Harga mencetak lower high, sementara indikator RSI mencetak higher high. Pola ini kerap menandakan melemahnya momentum pemulihan dan potensi perpanjangan tren turun jika support penting ditembus.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan arus masuk ETF sebesar 95% menunjukkan bahwa minat institusional terhadap XRP mulai mendingin secara drastis setelah euforia awal.

“Harga yang bertahan di bawah VWAP mingguan mengindikasikan bahwa “big money” saat ini dalam posisi defensif atau merugi. Tanpa katalis baru untuk menarik inflow, cluster biaya ,26 menjadi satu-satunya pembatas sebelum harga terjun bebas menuju area ,02 sebagai target koreksi logis berikutnya,” ungkapnya.

Tekanan Beli Masih Ada, Tapi Mulai Melemah

Meski sinyal institusional melemah, harga belum mengalami penurunan tajam. Data on-chain menunjukkan arus keluar dari bursa (exchange outflows) sempat mencapai 71,32 juta XRP pada 18 Februari, namun kini turun menjadi sekitar 41,69 juta XRP, atau melemah sekitar 41%.

Outflow umumnya diartikan sebagai akumulasi. Penurunan outflow menunjukkan tekanan beli mulai berkurang, meski belum sepenuhnya hilang.

Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan divergensi positif. Saat harga cenderung turun antara 6 hingga 19 Februari, MFI justru bergerak naik. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh pembeli saat harga melemah.

Dukungan dari dip buyers inilah yang sejauh ini mencegah harga mengalami koreksi lebih dalam.

Baca juga: XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

Support US$1,26 Jadi Penentu Arah

Data cost basis menunjukkan level krusial berada di sekitar US$1,26, di mana lebih dari 159 juta XRP dibeli. Level ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor mempertahankan posisi di area harga tersebut.

Jika level US$1,26 bertahan, XRP berpotensi menghindari koreksi lebih dari 12% meski support di US$1,35–US$1,37 ditembus.

Namun, jika harga turun di bawah US$1,259, tekanan jual bisa meningkat signifikan dengan target berikutnya di sekitar US$1,162 dan US$1,024.

Untuk mengubah momentum menjadi lebih positif, XRP perlu merebut kembali level US$1,439. Penguatan lebih lanjut memerlukan penembusan US$1,476 dan US$1,549. Sementara breakout di atas US$1,670 diperlukan untuk sepenuhnya menghapus tekanan bearish.

Saat ini, XRP berada di persimpangan antara melemahnya dukungan institusional dan akumulasi bertahap oleh pembeli ritel. Level US$1,26 menjadi titik krusial yang kemungkinan besar akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Harga Pi Network (PI) kembali tertekan dalam 24 jam terakhir, turun 6,11% ke level $0,157.

Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pasar kripto global yang melemah sekitar 4,37%, menandakan bahwa pelemahan PI lebih dipengaruhi sentimen makro dibanding faktor internal proyek.

Kondisi pasar saat ini dibayangi oleh sentimen risk-off yang kuat.

Indeks Fear & Greed dari CoinMarketCap tercatat di level 14 atau kategori “Extreme Fear” per 23 Februari 2026.

Situasi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko, termasuk altcoin.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Tekanan Jual Dipicu Sentimen Pasar

Pergerakan harga PI menunjukkan karakteristik aset high-beta, yakni cenderung bergerak lebih agresif dibanding pasar secara keseluruhan.

Ketika total kapitalisasi pasar kripto turun 4,37%, PI justru terkoreksi lebih dalam. Hal ini menandakan bahwa PI saat ini bergerak selaras dengan sentimen pasar yang lebih luas.

Tanpa adanya katalis spesifik seperti pembaruan ekosistem atau pengumuman besar, harga PI sangat bergantung pada arah pergerakan pasar kripto secara umum.

Sebagai aset dengan dominasi pasar terbesar, Bitcoin memegang peranan penting. Bitcoin saat ini menguasai sekitar 58,11% total kapitalisasi pasar kripto.

Stabilitas atau pembalikan arah BTC akan menjadi faktor kunci bagi pemulihan altcoin seperti PI.

Volume Naik, Tekanan Jual Menguat

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir justru melonjak 30,28% menjadi sekitar $15,5 juta. Lonjakan volume ini mengonfirmasi adanya tekanan jual yang cukup kuat.

Namun, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya pemicu spesifik seperti berita negatif, aktivitas derivatif ekstrem, atau perubahan fundamental proyek.

Dengan kata lain, pelemahan PI lebih mencerminkan arus keluar dana dari pasar kripto secara umum. Tanpa katalis internal yang mampu menahan tekanan, PI cenderung mengikuti arus besar pasar.

Analisis Teknikal: Ujian di Support $0,15

Secara teknikal, PI kini sedang menguji area support penting di kisaran $0,15. Level ini menjadi penentu arah jangka pendek.

Beberapa skenario yang perlu diperhatikan:

  • Support krusial: $0,15
  • Zona penurunan berikutnya: $0,13–$0,14
  • Resistance jangka pendek: $0,168–$0,17

Jika PI mampu bertahan di atas $0,15 dan muncul minat beli baru, potensi konsolidasi di rentang $0,15–$0,17 terbuka. Konsolidasi ini bisa menjadi fase stabilisasi sebelum pergerakan selanjutnya.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus $0,15 dengan volume tinggi, risiko penurunan cepat menuju area $0,13–$0,14 semakin besar.

Breakdown di bawah support biasanya memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek.

Untuk membatalkan struktur bearish saat ini, PI perlu menembus dan bertahan di atas level tertinggi 24 jam sekitar $0,168 dengan dukungan volume yang kuat.

Bergantung pada Sentimen Makro

Tren jangka pendek PI masih menunjukkan tekanan bearish. Tanpa perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan, potensi rebound cenderung terbatas.

Perhatian investor kini tertuju pada pergerakan pasar kripto global serta perubahan indikator sentimen seperti Fear & Greed Index.

Jika sentimen mulai membaik dari “Extreme Fear” menuju level netral, peluang stabilisasi harga PI akan meningkat.

Sebaliknya, jika tekanan jual di pasar kripto berlanjut, PI berisiko mencetak level terendah bulanan baru.

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Penurunan 6,11% harga Pi Network ke $0,157 mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang diliputi ketakutan ekstrem.

Tanpa katalis internal yang kuat, PI bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

Level $0,15 menjadi area krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari penurunan lebih dalam ke zona $0,13–$0,14.

Dalam jangka pendek, nasib PI sangat bergantung pada stabilisasi pasar kripto global dan pergerakan Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com