Tag Archives: altcoin

Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah diperdagangkan di bawah Realized Price sejak akhir Januari. Di tengah posisi harga yang mendekati US$2.000, data on-chain menunjukkan tekanan jual masih kuat, dengan arus masuk ke bursa mencapai ratusan juta dolar dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelemahan harga belum berakhir dan berpotensi menyerupai pola koreksi dalam siklus sebelumnya.

ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

Realized Price merupakan rata-rata harga akuisisi seluruh koin ETH yang beredar. Ketika harga pasar berada di bawah level ini, rata-rata pemegang aset berada dalam posisi rugi secara belum terealisasi (unrealized loss).

Sejak turun di bawah Realized Price pada akhir Januari, ETH belum mampu kembali ke atas level tersebut. Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) juga tetap berada di bawah 1,0, mengonfirmasi bahwa mayoritas investor saat ini menanggung kerugian.

Dalam siklus sebelumnya, periode panjang di bawah Realized Price kerap diikuti fase kapitulasi sebelum akhirnya membentuk dasar harga yang lebih kuat. Namun, fase tersebut sering kali didahului penurunan tambahan.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

445.000 ETH Masuk Bursa, Tekanan Jual Meningkat

Data Exchange On-Balance menunjukkan sekitar 445.000 ETH masuk ke bursa dalam tujuh hari terakhir. Pada harga saat ini, jumlah tersebut bernilai lebih dari US$887 juta.

Lonjakan saldo di bursa umumnya diartikan sebagai sinyal distribusi, karena investor memindahkan aset untuk potensi penjualan. Skala inflow terbaru ini mengindikasikan kehati-hatian yang meningkat di kalangan pemegang ETH.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan deposit ke bursa sering mendahului penurunan harga yang lebih tajam. Kombinasi kerugian belum terealisasi dan peningkatan pasokan di pasar spot memperbesar risiko tekanan turun lanjutan.

Level Kunci Penentu Arah ETH

Saat ini ETH diperdagangkan di sekitar US$1.997, dengan level psikologis US$2.000 menjadi titik krusial. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di sekitar US$1.866.

Apabila level US$1.866 gagal dipertahankan, risiko penurunan dapat meluas hingga US$1.385—yang berarti potensi koreksi sekitar 30% dari harga saat ini. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai dasar struktural dalam siklus terdahulu. Support berikutnya berada di kisaran US$1.231.

Sebaliknya, perubahan perilaku investor dapat membalikkan situasi. Jika arus masuk ke bursa menurun dan akumulasi kembali meningkat, ETH berpeluang stabil di atas US$2.000. Dalam skenario tersebut, target jangka pendek berada di US$2.205, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju US$2.500 apabila tekanan beli berkelanjutan.

Untuk saat ini, dinamika antara tekanan jual dan potensi akumulasi akan menjadi penentu utama arah pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ETH sedang berada di zona kritis .000. Rasio MVRV di bawah 1,0 secara historis menandakan fase koreksi dalam atau awal dari tahap kapitulasi.

“Jika support .866 gagal dipertahankan, ETH berisiko jatuh 30% lagi menuju area .385 sebelum menemukan dasar struktural yang stabil,” katanya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Resmi Meluncur! ETF Spot SUI Pertama Hadir dengan Fitur Staking

Dua ETF spot SUI resmi melantai di bursa pada Rabu (18/2), membuka akses baru bagi investor untuk mendapatkan eksposur langsung terhadap harga token SUI sekaligus imbal hasil dari staking. Peluncuran ini dilakukan oleh Canary Capital dan Grayscale, menandai tonggak penting bagi ekosistem Sui.

Canary Luncurkan SUIS di Nasdaq

Dilaporkan The Block, Canary Capital memperkenalkan Canary Stake SUI ETF dengan kode ticker SUIS di bursa Nasdaq. Produk ini dirancang untuk melacak harga spot SUI serta memungkinkan investor memperoleh net staking rewards melalui mekanisme proof-of-stake (PoS) milik jaringan Sui.

CEO Canary Capital, Steven McClurg, menyatakan bahwa ETF ini memberikan eksposur terhadap SUI dalam struktur terdaftar dan diperdagangkan di bursa, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil staking secara langsung melalui instrumen ETF.

Grayscale Konversi Trust Jadi ETF

Pada hari yang sama, Grayscale juga meluncurkan ETF SUI dengan mengonversi trust yang sudah ada menjadi ETF. Produk tersebut akan diperdagangkan dengan kode GSUI di NYSE Arca.

Langkah ini memperluas pilihan investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap SUI melalui kendaraan investasi yang teregulasi.

Baca Juga: Sui Network Dapat Dukungan Google, Token SUI Siap Melambung Lagi?

SUI dan Posisi Pasarnya

Sui merupakan blockchain Layer 1 yang dikembangkan oleh Mysten Labs. Token SUI digunakan untuk membayar biaya transaksi, menjalankan smart contract, serta mendukung berbagai fungsi di dalam jaringan.

Saat ini, SUI menempati peringkat ke-31 berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai sekitar US$3,7 miliar.

Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sebelumnya, 21Shares telah meluncurkan ETF leveraged 2x SUI, menjadikannya produk pertama yang melacak harga SUI dalam bentuk leveraged. Peluncuran ETF spot ini semakin memperluas eksposur SUI di pasar tradisional, seiring dengan tren meningkatnya jumlah ETF kripto yang hadir dalam setahun terakhir, termasuk yang melacak DOGE, LTC, XRP, dan SOL.

Co-founder dan Chief Product Officer Mysten Labs, Adeniyi Abiodun, menyebut peluncuran ini sebagai momen penting bagi akses institusional dan ritel terhadap ekosistem Sui. Menurutnya, langkah ini membuka peluang lebih luas bagi investor yang percaya pada teknologi yang mendasari inovasi tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ETF SUI menandai tonggak sejarah baru bagi ekosistem Layer 1 ini dalam menarik modal institusional.

“Fitur staking yang disertakan menjadikannya produk investasi yang lebih menarik dibandingkan ETF spot biasa karena memberikan dividen on-chain, yang berpotensi mengunci suplai SUI dalam jumlah besar untuk jangka panjang,” analisanya.

Baca Juga: Harga SUI Bisa Melonjak 150%! Kolaborasi Google Cloud dan Isu ETF Jadi Katalis


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Humanity Protocol Luncurkan Trust Layer, Identitas On-Chain Era Digital

Proyek blockchain Humanity Protocol resmi mengumumkan peluncuran infrastruktur terbaru bernama “Trust Layer”.

Menurut laporan Coinmarketcal, Trust Layer merupakan sebuah sistem identitas on-chain yang diklaim menjadi fondasi penting bagi era digital berikutnya.

Pengumuman ini disampaikan melalui kampanye countdown masif di berbagai platform media sosial, memicu spekulasi dan diskusi luas di kalangan komunitas kripto.

Dengan pendekatan pemasaran yang agresif, Humanity Protocol tampak berupaya membangun antisipasi tinggi menjelang pengumuman resmi detail produk.

Baca Juga: Humanity Protocol Naik 175%! Era Baru Token Identitas Salip Worldcoin?

Mengenal Trust Layer

Trust Layer disebut sebagai infrastruktur identitas digital berbasis blockchain yang dirancang untuk memverifikasi dan mengelola identitas secara on-chain.

Dalam ekosistem Web3, identitas terdesentralisasi menjadi komponen penting untuk mendukung berbagai aplikasi seperti DeFi, DAO, hingga sistem voting dan akses layanan digital.

Konsep identitas on-chain sendiri bukan hal baru. Berbagai proyek sebelumnya telah mencoba menghadirkan solusi verifikasi identitas tanpa mengorbankan privasi pengguna.

Namun Humanity Protocol mengklaim bahwa Trust Layer akan menjadi komponen fundamental yang memungkinkan interoperabilitas identitas lintas aplikasi dan jaringan.

Sayangnya, hingga saat ini detail teknis spesifik mengenai arsitektur sistem, model tokenomics, maupun dampak langsung terhadap utilitas token masih belum dipaparkan secara rinci.

Strategi Marketing yang Agresif

Kampanye countdown yang dilakukan Humanity Protocol menjadi salah satu sorotan utama. Strategi ini bertujuan membangun rasa urgensi dan FOMO (fear of missing out) di kalangan investor serta komunitas.

Pendekatan pemasaran semacam ini sering kali efektif dalam menciptakan lonjakan perhatian dan volume perdagangan dalam jangka pendek.

Namun, ekspektasi tinggi juga dapat menjadi pedang bermata dua apabila produk akhir tidak memenuhi harapan pasar.

Dalam dunia kripto, fenomena “buy the rumor, sell the news” kerap terjadi sehingga harga melonjak sebelum pengumuman, lalu terkoreksi setelah detail resmi dirilis.

Potensi Spekulasi dan Risiko Sell-the-News

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran Trust Layer memiliki dinamika menarik dari sisi sentimen pasar.

“Peluncuran ini kental dengan nuansa pemasaran yang provokatif namun masih minim detail teknis spesifik mengenai utilitas token. Ekspektasikan spekulasi jangka pendek sebelum pengumuman resmi; namun risiko sell-the-news sangat tinggi jika produk yang diluncurkan tidak menawarkan dampak langsung pada ekonomi token,” kata Tim Research Tokocrypto.

Berdasarkan analisis tersebut, fase pra-peluncuran sangat berpotensi memicu volatilitas harga akibat spekulasi.

Namun keberlanjutan tren sangat bergantung pada apakah Trust Layer benar-benar memberikan dampak konkret terhadap permintaan token, baik melalui mekanisme staking, burn, biaya transaksi, maupun utilitas lainnya.

Tanpa integrasi langsung ke dalam model ekonomi token, hype yang tercipta bisa bersifat sementara.

Tantangan Infrastruktur Identitas On-Chain

Membangun sistem identitas digital berbasis blockchain bukan perkara mudah.

Tantangan utama meliputi privasi data pengguna, skalabilitas sistem, integrasi lintas aplikasi, hingga kepatuhan regulasi.

Jika Humanity Protocol mampu menghadirkan solusi yang aman, scalable, dan kompatibel dengan berbagai aplikasi Web3, Trust Layer berpotensi menjadi komponen penting dalam ekosistem digital masa depan.

Namun pasar kripto cenderung pragmatis: utilitas nyata dan dampak ekonomi akan lebih menentukan dibanding sekadar narasi besar.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan memantau dua faktor utama, yaitu detail teknis resmi saat peluncuran dan integrasi token ke dalam ekosistem Trust Layer.

Jika pengumuman resmi menyertakan mekanisme yang secara langsung meningkatkan permintaan token, sentimen bullish dapat berlanjut.

Sebaliknya, jika detail yang diumumkan kurang substansial, tekanan jual pasca-event bisa muncul. Pasalnya, volatilitas menjelang dan setelah peluncuran menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi.

Baca Juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?

Peluncuran Trust Layer oleh Humanity Protocol menjadi salah satu agenda penting yang patut diperhatikan komunitas kripto.

Dengan narasi identitas on-chain yang semakin relevan di era Web3, proyek ini mencoba menempatkan diri sebagai fondasi infrastruktur digital masa depan.

Namun, seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan jangka panjang akan sangat ditentukan oleh implementasi teknis dan dampak langsung terhadap ekonomi token.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati detail resmi yang akan diumumkan serta mengantisipasi potensi volatilitas tinggi dalam periode sekitar peluncuran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Zora Luncurkan Fitur Baru di Solana: Perdagangkan Popularitas Internet

Platform Web3 Zora resmi memperluas ekspansinya dengan meluncurkan produk baru bertajuk attention markets di jaringan Solana.

Inovasi ini memungkinkan pengguna memperdagangkan tren internet dan budaya digital, mulai dari hashtag viral hingga narasi yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagaimana dilansir dari Coindesk pada Sabtu (22/2), langkah ini menandai pergeseran strategis Zora yang sebelumnya dikenal fokus pada NFT di jaringan Base.

Kini, Zora memasuki ranah spekulasi berbasis atensi (attention economy) dengan memanfaatkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah Solana.

Baca Juga: Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

Lebih Dekat dengan Attention Markets

Attention markets adalah konsep pasar berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna berspekulasi atau memperdagangkan nilai dari sebuah tren digital.

Alih-alih membeli NFT atau token tradisional, pengguna dapat mengambil posisi terhadap topik viral atau fenomena budaya internet tertentu.

Konsep ini memiliki kemiripan dengan platform prediksi seperti Polymarket, namun berfokus pada dinamika budaya dan buzz media sosial, bukan pada hasil peristiwa politik atau ekonomi.

Dengan infrastruktur Solana yang dikenal cepat dan murah, Zora tampaknya ingin memastikan pengalaman perdagangan tren dapat dilakukan secara real-time tanpa hambatan biaya tinggi.

Monetisasi Atensi di Era Web3

Model attention markets mencerminkan evolusi ekonomi digital, di mana “atensi” menjadi komoditas yang dapat diukur dan diperdagangkan.

Dalam ekosistem Web2, perusahaan media sosial telah lama memonetisasi atensi melalui iklan. Zora mencoba membawa model ini ke Web3 dengan pendekatan terdesentralisasi.

Tim Research Tokocrypto melihat inisiatif ini sebagai langkah ambisius, namun juga penuh tantangan.

“Inisiatif ini adalah upaya untuk memonetisasi ‘atensi’ secara langsung, mirip dengan konsep Polymarket namun berbasis tren budaya. Meskipun menarik minat awal, likuiditas masih menjadi tantangan besar. Kepindahan ini juga memicu kontroversi di komunitas Base yang merasa Zora ‘mengekstrak’ nilai sebelum beralih ke Solana,” tutur Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, keberhasilan attention markets sangat bergantung pada likuiditas yang memadai.

Tanpa partisipasi aktif dan volume perdagangan yang cukup, pasar tren bisa menjadi dangkal dan rentan volatilitas ekstrem.

Kontroversi di Komunitas Base

Perpindahan Zora ke Solana juga memicu reaksi di komunitas Base. Sebelumnya, Zora dikenal sebagai salah satu proyek NFT yang cukup aktif di jaringan layer-2 tersebut.

Sebagian anggota komunitas menilai langkah ini sebagai bentuk “ekstraksi nilai” sebelum berpindah ekosistem.

Isu loyalitas proyek terhadap jaringan tertentu memang kerap menjadi perdebatan dalam industri blockchain yang semakin kompetitif.

Namun dari perspektif bisnis, ekspansi lintas jaringan bukanlah hal baru.

Banyak proyek Web3 memilih pendekatan multi-chain untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas dan memanfaatkan keunggulan teknis masing-masing jaringan.

Tantangan Likuiditas dan Adopsi

Seperti banyak produk kripto inovatif lainnya, attention markets menghadapi tantangan utama berupa likuiditas awal yang terbatas.

Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan mencakup risiko manipulasi tren, ketergantungan pada dinamika media sosial, hingga volatilitas tinggi akibat spekulasi jangka pendek.

Jika volume perdagangan tidak cukup besar, spread harga bisa melebar dan mengurangi daya tarik bagi trader.

Selain itu, tren internet sering kali bersifat sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Nilai sebuah narasi viral bisa melonjak dalam hitungan jam, lalu menghilang dalam waktu singkat.

Baca Juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

Eksperimen Berisiko Tinggi

Peluncuran attention markets mencerminkan eksperimen baru dalam monetisasi budaya digital.

Jika berhasil, model ini bisa membuka kategori pasar baru di Web3 yang menggabungkan media sosial, spekulasi, dan blockchain.

Namun risiko tetap tinggi. Tanpa utilitas berkelanjutan dan likuiditas stabil, perhatian awal dapat memudar seiring waktu.

Bagi Zora, langkah ini menunjukkan ambisi untuk berevolusi dari platform NFT menjadi infrastruktur pasar budaya digital.

Bagi investor dan pengguna, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat adopsi terjadi dan apakah model ini mampu bertahan dalam jangka panjang.

Satu hal yang pasti: di era ekonomi atensi, tren bukan lagi sekadar viral kini bisa menjadi aset yang diperdagangkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

Protokol lending DeFi Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru bertajuk MIP-B57.

Seperti dilansir Coinmarketcal, pengajuan proposal ini bertujuan mengembalikan oracle harga pasar cbETH di jaringan Base dari model OEV wrapper kembali ke model harga standar berbasis Chainlink-composite.

Selain perubahan teknis tersebut, proposal ini juga membuka ruang diskusi dan masukan komunitas terkait langkah remediasi bagi pengguna yang terdampak oleh isu oracle sebelumnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemulihan kepercayaan dan penguatan manajemen risiko di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan protokol DeFi.

Baca Juga: API3 Dorong Inovasi Oracle Terdesentralisasi, Harga Naik 56,98%

Latar Belakang Perubahan Oracle

Oracle merupakan komponen krusial dalam protokol lending karena menentukan harga aset yang digunakan sebagai jaminan (collateral).

Ketidakakuratan atau gangguan pada sistem oracle dapat berdampak pada likuidasi yang tidak semestinya atau risiko solvabilitas protokol.

Sebelumnya, Moonwell menggunakan model OEV (Oracle Extractable Value) wrapper untuk pasar cbETH di Base.

Model ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi nilai oracle, namun memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas harga dan potensi anomali data.

Melalui MIP-B57, Moonwell mengusulkan untuk kembali menggunakan model harga standar Chainlink-composite yang lebih konservatif dan telah teruji luas di berbagai protokol DeFi.

Fokus pada Keamanan dan Stabilitas

Kembalinya Moonwell ke standar Chainlink menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam pengelolaan risiko harga.

Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai langkah strategis dalam menjaga integritas protokol.

“Ini adalah langkah manajemen risiko teknis untuk memulihkan kepercayaan pengguna setelah adanya kekhawatiran terkait stabilitas harga oracle. Meskipun tidak memperluas fitur produk secara langsung, langkah kembali ke standar Chainlink menunjukkan prioritas Moonwell pada keamanan dan akurasi data di ekosistem Base,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, keputusan ini mungkin tidak menambah fitur baru atau meningkatkan yield secara langsung, namun memiliki dampak signifikan terhadap persepsi keamanan protokol.

Dampak bagi Pengguna cbETH

Aset cbETH sendiri merupakan token staking Ethereum yang diperdagangkan dan digunakan sebagai collateral di berbagai platform DeFi.

Di jaringan Base, stabilitas harga oracle sangat penting untuk menjaga rasio jaminan dan mencegah likuidasi tak terduga.

Dengan kembali ke model Chainlink-composite, Moonwell berharap dapat meminimalkan volatilitas harga yang bersumber dari mekanisme oracle, serta memberikan kepastian lebih besar bagi pengguna yang meminjam atau menyediakan likuiditas.

Selain itu, proposal MIP-B57 juga mencakup pengumpulan masukan komunitas terkait langkah remediasi.

Hal ini menunjukkan komitmen tata kelola terbuka dan partisipatif dalam menangani potensi dampak insiden sebelumnya.

Signifikansi di Ekosistem Base

Jaringan Base sebagai layer-2 Ethereum semakin berkembang dengan bertambahnya aplikasi DeFi.

Stabilitas infrastruktur oracle menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap ekosistem tersebut.

Keputusan Moonwell untuk kembali ke standar Chainlink dapat dilihat sebagai sinyal bahwa protokol memprioritaskan keamanan dibanding eksperimen teknis yang berpotensi meningkatkan kompleksitas risiko.

Dalam industri DeFi, reputasi keamanan sering kali menjadi faktor pembeda utama antar protokol, terutama setelah berbagai insiden eksploitasi dan manipulasi oracle yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Outlook Tata Kelola dan Kepercayaan

Proposal MIP-B57 kini berada dalam tahap pemungutan suara komunitas. Hasil voting akan menentukan arah kebijakan oracle Moonwell ke depan.

Jika disetujui, langkah ini dapat memperkuat posisi Moonwell sebagai protokol lending yang mengedepankan keamanan dan transparansi.

Meski tidak berdampak langsung pada ekspansi produk atau peningkatan pendapatan, stabilitas sistem harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

Bagi investor dan pengguna, sinyal kehati-hatian ini dapat membantu memulihkan kepercayaan dan mengurangi kekhawatiran terhadap risiko teknis.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

Proposal MIP-B57 menegaskan bahwa dalam DeFi, keamanan dan akurasi data sering kali lebih penting daripada inovasi agresif.

Dengan kembali ke model harga standar Chainlink-composite untuk pasar cbETH di Base, Moonwell memilih pendekatan defensif demi menjaga stabilitas protokol.

Keputusan akhir kini berada di tangan komunitas. Namun satu hal yang jelas: dalam ekosistem yang sangat bergantung pada data real-time, kualitas oracle dapat menentukan keberlangsungan sebuah protokol.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 3,02% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, bergerak berlawanan dengan pasar kripto yang cenderung stabil hingga sedikit menguat.

Penurunan ini terjadi di tengah minimnya katalis spesifik dan kondisi likuiditas pasar yang tergolong tipis.

Berbeda dengan beberapa aset kripto utama yang menunjukkan penguatan moderat, PI justru mengalami tekanan jual ringan tanpa adanya berita negatif besar yang memicu sentimen pasar.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Likuiditas Tipis dan Volume Turun

Sekadar catatan, data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir turun sekitar 21,72%.

Selain itu, rasio perputaran (turnover ratio) berada di angka sangat rendah, yakni 0,0076. Kondisi ini mencerminkan pasar yang relatif sepi dan kurang likuid.

Dalam situasi seperti ini, transaksi dengan ukuran kecil pun dapat memberikan dampak harga yang signifikan.

Tanpa tekanan beli yang kuat untuk menyerap penawaran, harga cenderung “meluncur turun” secara perlahan meski tidak ada faktor fundamental negatif.

Fenomena ini sering terjadi pada aset dengan likuiditas terbatas, di mana harga bisa bergerak tajam atau menyimpang dari arah pasar yang lebih luas.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) dalam periode yang sama justru mencatat kenaikan sekitar 0,64%.

Ketidaksinkronan ini menegaskan bahwa pelemahan PI lebih dipicu faktor internal pasar dibanding sentimen makro kripto.

Tanpa Katalis Negatif Spesifik

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, tidak ditemukan katalis negatif spesifik seperti pengumuman regulasi, gangguan jaringan, atau insiden keamanan yang dapat menjelaskan penurunan harga PI.

Tidak ada indikasi rotasi sektor maupun aktivitas derivatif besar yang berhubungan langsung dengan PI. Artinya, pergerakan ini lebih mencerminkan lemahnya minat beli dibanding perubahan fundamental.

Dalam kondisi pasar tipis, harga bisa bergerak lebih volatil karena keseimbangan antara supply dan demand mudah terganggu.

Analisis Teknikal: Level Krusial $0,165–$0,175

Secara teknikal, PI kini berada dalam rentang sempit dengan kecenderungan bearish jangka pendek. Level-level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support terdekat: $0,165
  • Resistance utama: $0,175
  • Area psikologis: $0,170

Jika PI gagal merebut kembali level $0,17 secara konsisten, risiko penurunan menuju support $0,165 semakin terbuka. Break di bawah $0,165 dapat mempercepat tekanan jual lanjutan.

Sebaliknya, untuk membalikkan tren jangka pendek, PI perlu menembus dan bertahan di atas $0,175 dengan konfirmasi volume yang meningkat signifikan.

Tanpa lonjakan volume, potensi kenaikan cenderung terbatas dan rentan kembali terkoreksi.

Outlook Jangka Pendek: Tekanan Masih Dominan

Struktur harga saat ini menunjukkan jalur resistensi terendah masih mengarah ke bawah.

Tanpa adanya lonjakan minat beli atau katalis baru, tekanan jual ringan bisa terus mendorong harga mendekati area support berikutnya.

Faktor yang paling penting untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan adalah perubahan profil volume.

Kenaikan volume perdagangan secara berkelanjutan akan menjadi sinyal awal adanya minat beli baru.

Sebaliknya, jika volume tetap rendah, pasar PI berisiko tetap berada dalam kondisi rapuh dan mudah terdorong oleh transaksi berukuran kecil.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Penurunan 3,02% harga Pi Network ke $0,169 mencerminkan lemahnya likuiditas dan minimnya katalis spesifik.

Dalam pasar tipis, harga cenderung lebih sensitif terhadap tekanan jual meskipun tidak ada perubahan fundamental.

Kunci pergerakan berikutnya berada pada dua faktor utama: kemampuan harga mempertahankan support $0,165 dan munculnya lonjakan volume yang dapat mendorong reclaim di atas $0,175.

Tanpa dukungan likuiditas yang lebih kuat, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

Solana (SOL) masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah hampir dua pekan tertahan di bawah level US$90. Harga saat ini berada di kisaran US$81, bergerak dalam rentang sempit antara support US$78 dan resistance US$87. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi di tengah sentimen kripto yang cenderung berhati-hati.

Meski sejumlah indikator on-chain mulai menunjukkan perbaikan, tekanan jual akibat realisasi kerugian investor masih membayangi potensi pemulihan harga dalam jangka pendek.

SOPR Naik, Risiko Profit-Taking Muncul

Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) Solana baru-baru ini bergerak naik dari zona negatif. Nilai di bawah 1 menandakan investor menjual dalam kondisi rugi. Kenaikan terbaru menunjukkan tekanan jual berbasis kerugian mulai mereda.

Namun, secara historis, ketika SOPR kembali menembus angka 1 setelah periode bearish panjang, hal tersebut sering kali menjadi awal gelombang profit-taking baru. Dalam tiga bulan terakhir, pola serupa terjadi dua kali dan diikuti oleh tekanan jual lanjutan.

Artinya, jika SOPR kembali naik di atas 1, potensi volatilitas jangka pendek bisa meningkat karena sebagian investor memanfaatkan momentum untuk keluar dari posisi mereka.

Arus Dana Mulai Membaik, Tapi Belum Positif

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan tren naik, tetapi masih berada di bawah garis nol. Kondisi ini mengindikasikan bahwa arus keluar dana mulai berkurang, namun belum ada konfirmasi masuknya modal baru secara signifikan.

Pergerakan CMF di atas nol akan menjadi sinyal kuat bahwa arus masuk dana telah mendominasi. Hingga saat itu terjadi, SOL masih rentan terhadap tekanan tambahan jika sentimen pasar kembali melemah.

Baca juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

Dukungan Institusi Tahan Penurunan Lebih Dalam

Di tengah sinyal campuran tersebut, arus dana institusional memberikan gambaran berbeda. Untuk pekan yang berakhir 13 Februari, Solana mencatat inflow sebesar US$31 juta. Di antara aset kripto utama, hanya XRP yang mencatat dukungan institusional serupa dalam periode tersebut.

Minat institusi ini dinilai membantu menahan penurunan lebih dalam. Dukungan dari investor besar sering kali menjadi bantalan ketika pasar ritel menunjukkan sikap defensif.

Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

Secara teknikal, SOL masih terjebak dalam rentang US$78 hingga US$87. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus US$78, maka support berikutnya berada di sekitar US$73.

Sebaliknya, jika SOL mampu menembus resistance US$87 secara meyakinkan, peluang reli menuju US$100 terbuka. Penembusan di atas level psikologis tersebut dapat mendorong harga ke area US$110 dan membatalkan struktur bearish yang saat ini mendominasi.

Untuk saat ini, Solana berada dalam fase tarik-menarik antara sinyal pemulihan on-chain dan tekanan jual jangka pendek. Pergerakan di atas US$87 atau di bawah US$78 akan menjadi penentu arah berikutnya bagi harga SOL.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Solana berada di persimpangan antara akumulasi institusional dan aksi jual retail yang terjebak rugi. Konfirmasi breakout valid jika SOL mampu menembus 7 dengan volume kuat menuju 00.

“Dukungan institusi menjadi bantalan krusial yang mencegah penurunan lebih dalam di bawah support kuat 8,” jelasnya.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

Ethereum (ETH) mencatat perubahan penting setelah memutus tren arus keluar (outflow) ETF selama empat pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 18 Februari, ETF spot Ethereum mencatat inflow bersih sebesar US$6,80 juta. Ini menjadi sinyal awal kembalinya minat institusional, meski nilainya masih relatif kecil dibandingkan periode outflow sebelumnya.

Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dompet whale kembali melakukan akumulasi. Namun, aksi jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) masih menjadi faktor penahan yang berpotensi membatasi kenaikan harga ETH dalam waktu dekat.

ETF Inflow dan Aksi Borong Whale

Sebelumnya, ETF Ethereum mengalami tekanan jual selama empat pekan berturut-turut, dengan arus keluar tercatat pada pekan yang berakhir 23 Januari, 30 Januari, 6 Februari, dan 13 Februari. Tren ini sejalan dengan pelemahan harga ETH secara keseluruhan.

Perubahan terjadi pada pekan yang berakhir 18 Februari, ketika ETF mencatat inflow bersih US$6,80 juta. Meski belum signifikan, perubahan arah arus dana ini sering dianggap sebagai sinyal awal stabilisasi pasar.

Selain itu, data Santiment menunjukkan wallet whale meningkatkan kepemilikan dari 113,50 juta ETH pada 15 Februari menjadi 113,63 juta ETH saat ini. Penambahan sekitar 130.000 ETH tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar US$253 juta dalam beberapa hari terakhir.

Aksi beli whale di tengah pelemahan harga kerap diartikan sebagai positioning awal sebelum potensi pemulihan lebih luas terjadi.

Sinyal Teknikal Positif, Tapi Holder Lama Masih Jual

Dilansir BeInCrypto, grafik 8 jam Ethereum menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 2 Februari hingga 18 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. Pola ini secara historis kerap mendahului pantulan harga.

Dua sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan 11% dan 6% pada awal Februari. Kini, dengan inflow ETF kembali dan whale aktif membeli, peluang pantulan kembali terbuka.

Namun, data Glassnode menunjukkan long-term holders justru meningkatkan distribusi. Pada 17 Februari, holder jangka panjang menjual 34.841 ETH dalam periode rolling 30 hari. Angka tersebut naik menjadi 38.877 ETH pada 18 Februari, menandakan tekanan jual meningkat meski sinyal teknikal mulai membaik.

Aksi distribusi ini sebelumnya juga membatasi reli ETH pada awal bulan, menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga dimanfaatkan sebagian investor lama untuk keluar dari pasar.

Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Pola Segitiga Tentukan Arah Selanjutnya

Saat ini, ETH bergerak dalam pola symmetrical triangle pada grafik 8 jam. Pola ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual.

Level resistance utama berada di sekitar US$2.030, yang menjadi penghalang pada upaya pemulihan sebelumnya. Jika ETH mampu menembus level ini, target berikutnya berada di US$2.100. Penembusan di atas US$2.100 berpotensi membuka ruang kenaikan lebih lanjut.

Di sisi lain, level US$1.960 menjadi area penting untuk dipertahankan. Jika gagal bertahan, harga berisiko turun ke US$1.890 dan bahkan menuju US$1.740 apabila tekanan jual meningkat.

Dengan kembalinya inflow ETF dan akumulasi whale, peluang pemulihan ETH memang mulai terlihat. Namun distribusi oleh holder jangka panjang tetap menjadi risiko utama yang dapat menentukan apakah reli berikutnya mampu bertahan atau kembali terhenti.

Menurut Tim Research Tokocrypto, munculnya bullish divergence dan kembalinya minat institusi adalah sinyal positif, tetapi distribusi dari LTH menjadi penghambat utama (ceiling) bagi kenaikan harga.

“ETH terjebak dalam symmetrical triangle; penembusan di atas ,030 sangat krusial untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek menuju area ,100,” jelasnya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Turun 99%, ASTER Masih Punya Peluang Reli Besar?

Harga ASTER (sebelumnya Astherus) telah merosot hampir 70% dari puncak pasca peluncuran di level US$2,41. Penurunan ini terjadi di tengah meredupnya euforia awal dan turunnya aktivitas pengguna secara drastis. Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan pergerakan whale menunjukkan potensi pembalikan arah yang signifikan.

Aktivitas Pengguna dan Volume Perdagangan Ambruk

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan penurunan tajam dalam partisipasi pengguna sejak peluncuran token pada September 2025. Jumlah alamat aktif harian yang berinteraksi dengan Astherus Vault di BNB Chain sempat mencapai 29.062 pada 24 September, namun per 19 Februari turun menjadi hanya 146 alamat. Ini berarti terjadi penurunan sekitar 99,5% dalam aktivitas harian.

Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) BNB Chain juga mengalami kontraksi besar. Dari puncak US$327,75 juta, volume harian kini hanya berada di kisaran US$17,31 juta, turun sekitar 94,7%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi pasar serta berkurangnya permintaan on-chain.

Meski demikian, total alamat unik yang pernah berinteraksi dengan protokol terus meningkat hingga mencapai 572.252 alamat. Selain itu, pada 19 Februari, total deposit tercatat sebesar US$11,8 juta dari hanya 146 wallet, atau rata-rata sekitar US$80.000 per wallet. Hal ini menunjukkan partisipasi ritel memang turun, tetapi investor bernilai besar masih aktif.

Menariknya, sejak token generation event (TGE), tidak tercatat adanya penarikan dana harian dari vault, mengindikasikan bahwa modal yang telah masuk belum keluar dari sistem.

Sinyal Bullish dari Indikator Teknikal

Di tengah pelemahan fundamental jangka pendek, grafik 12 jam menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 7 Desember hingga 14 Februari. Harga mencetak lower low, sementara indikator RSI membentuk higher low. Pola ini biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan mulai terbentuk.

Selain itu, indikator exponential moving average (EMA) menunjukkan kemungkinan crossover bullish, di mana EMA 20 periode mendekati persilangan di atas EMA 100 periode. Jika terjadi, ini dapat menjadi sinyal awal penguatan momentum harga.

Struktur harga juga membentuk pola inverse head-and-shoulders, yang dikenal sebagai pola pembalikan bullish. Neckline pola ini berada di sekitar US$0,79, yang kini menjadi level kunci untuk menentukan arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, muncul anomali antara sentimen publik yang negatif dengan perilaku whale yang optimis. Jika ASTER mampu menembus resistensi kritis di /usr/bin/bash.79, target breakout mencapai .46 (rally 85%).

“Ini adalah pertarungan klasik antara kapitulasi retail dan keyakinan modal besar yang memposisikan diri untuk pembalikan tren,” analisisnya.

Baca juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Whale Terus Akumulasi di Tengah Sentimen Negatif

Data Santiment menunjukkan wallet besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar ASTER telah meningkatkan kepemilikan dari 2,75 miliar menjadi 2,96 miliar token sejak awal Februari. Whale berukuran menengah (1 juta–10 juta ASTER) juga menambah kepemilikan dari 262,48 juta menjadi 278,96 juta token.

Namun, sentimen pasar justru memburuk. Skor sentimen positif turun dari 10,39 pada 12 Februari menjadi mendekati nol. Hal ini menunjukkan meningkatnya kritik dan persepsi negatif terhadap menurunnya aktivitas platform.

Perbedaan antara akumulasi whale dan sentimen ritel ini kerap muncul menjelang titik balik harga besar, meskipun belum menjamin terjadinya pembalikan dalam waktu dekat.

Level Kunci yang Tentukan Arah 85% Rally atau Lanjut Turun

Level US$0,79 menjadi titik krusial. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, target resistensi berikutnya berada di US$0,92, US$1,06, dan US$1,29, dengan target penuh di sekitar US$1,46. Kenaikan menuju US$1,46 akan mencerminkan potensi reli sekitar 85% dari harga saat ini.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,68, struktur bullish mulai melemah. Penurunan lebih dalam di bawah US$0,39 akan membatalkan pola pembalikan dan mengonfirmasi tekanan bearish berlanjut.

Saat ini, ASTER berada di titik penentuan. Meski aktivitas pengguna dan sentimen melemah tajam, akumulasi whale serta sinyal teknikal menunjukkan kemungkinan pemulihan masih terbuka. Pergerakan berikutnya di atas US$0,79 atau di bawah US$0,39 akan menjadi penentu arah jangka panjang token ini.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, Uniswap, kembali membuat gebrakan strategis.

Melalui proposal terbaru, Uniswap mengusulkan aktivasi mekanisme pengumpulan biaya (fee switch) di delapan jaringan blockchain, termasuk Arbitrum, Base, dan Optimism.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan fundamental dalam model ekonomi token UNI karena pendapatan protokol akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) dan pembakaran (burn) token UNI secara otomatis di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Dari Governance ke Aset Bernilai Ekonomi Nyata

Selama ini, UNI dikenal sebagai token tata kelola (governance token) yang memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan protokol.

Namun sebagaimana dilaporkan Cryptobriefing pada Sabtu (21/2), proposal terbaru ini berpotensi mengubah struktur nilai token tersebut secara signifikan.

Dengan diaktifkannya fee switch, sebagian pendapatan protokol dari aktivitas perdagangan di berbagai jaringan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi UNI untuk kemudian dibakar.

Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai UNI yang beredar di pasar. Tim riset Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai langkah transformasional.

“Proposal ini mengubah fundamental UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan akrual nilai yang nyata. Dengan model pembakaran otomatis berbasis penggunaan lintas rantai, Uniswap menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi para pemegangnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan DEX yang semakin ketat,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, semakin tinggi volume transaksi di seluruh jaringan tempat Uniswap beroperasi, semakin besar potensi pembelian dan pembakaran UNI.

Strategi Multi-Chain untuk Dominasi DEX

Ekspansi pengumpulan biaya ke delapan jaringan menunjukkan bahwa Uniswap tidak lagi hanya mengandalkan Ethereum sebagai sumber likuiditas utama.

Pasalnya, pertumbuhan ekosistem Layer-2 dan chain alternatif telah mendorong distribusi likuiditas lintas jaringan.

Arbitrum, Base, dan Optimism sendiri saat ini menjadi pusat aktivitas DeFi dengan biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan Ethereum mainnet.

Dengan mengintegrasikan pendapatan dari berbagai chain tersebut, Uniswap menciptakan model ekonomi lintas rantai (cross-chain revenue capture) yang terpusat pada nilai token UNI di Ethereum.

Pendekatan ini juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor DEX.

Protokol-protokol lain mulai mengadopsi model insentif yang agresif, termasuk pembagian biaya langsung kepada pemegang token atau penyedia likuiditas.

Uniswap memilih jalur berbeda: memperkuat nilai token melalui mekanisme deflasi otomatis.

Dampak terhadap Harga dan Sentimen UNI

Secara teori, mekanisme buyback dan burn dapat mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan naik terhadap harga, selama permintaan tetap stabil atau meningkat.

Model ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan daya tarik token di mata investor jangka panjang.

Jika proposal disetujui dan diimplementasikan, UNI berpotensi mengalami perubahan persepsi pasar: dari sekadar token voting menjadi token dengan mekanisme akrual nilai berbasis kinerja protokol.

Namun demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor kunci, diantaranya:

  1. Volume perdagangan lintas jaringan
  2. Konsistensi pendapatan protokol
  3. Stabilitas ekosistem DeFi secara keseluruhan
  4. Kondisi pasar kripto global

Dalam kondisi pasar bullish dengan aktivitas DeFi yang meningkat, model ini dapat menjadi katalis kuat bagi UNI. Sebaliknya, dalam pasar lesu dengan volume rendah, dampaknya mungkin terbatas.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Sinyal Kematangan Ekonomi DeFi

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Proposal ini juga mencerminkan evolusi sektor DeFi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Alih-alih hanya mengandalkan insentif inflasi token, Uniswap mencoba mengoptimalkan pendapatan riil dari aktivitas protokol.

Dengan pendekatan tersebut, Uniswap memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di industri DEX global sekaligus meningkatkan daya saing terhadap platform perdagangan terdesentralisasi lainnya.

Jika disetujui komunitas, mekanisme fee switch lintas jaringan ini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tokenomics UNI dan berpotensi menjadi template bagi protokol DeFi lainnya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com