Tag Archives: altcoin

Aptos Usulkan Hard Cap 2,1 Miliar APT dan Gas Fee Naik 10x

Blockchain layer-1 Aptos mengajukan proposal pembaruan tokenomics besar-besaran yang berpotensi mengubah struktur ekonomi jaringannya.

Menurut laporan Coincu pada Sabtu (21/2), proposal tersebut mencakup penetapan batas suplai keras (hard cap) sebesar 2,1 miliar APT, kenaikan biaya gas hingga 10 kali lipat, penurunan imbal hasil staking menjadi sekitar 2,6% per tahun, serta rencana pembelian kembali token (buyback) dari pasar.

Langkah ini menandai pergeseran strategi Aptos dari model berbasis subsidi emisi menuju pendekatan yang lebih menekankan kelangkaan dan performa jaringan.

Baca Juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Hard Cap untuk Kendalikan Inflasi

Salah satu poin utama dalam proposal ini adalah penerapan hard cap 2,1 miliar APT.

Selama ini, suplai APT bersifat inflasioner melalui distribusi imbalan staking dan insentif ekosistem.

Dengan batas maksimal suplai, Aptos berupaya memberikan kepastian terhadap potensi dilusi di masa depan.

Hard cap menjadi elemen penting dalam membangun narasi kelangkaan, terutama di tengah persaingan blockchain layer-1 yang semakin kompetitif.

Mekanisme Burn Mirip EIP-1559

Proposal ini juga memperkenalkan mekanisme pembakaran biaya gas yang mirip dengan sistem yang diperkenalkan oleh Ethereum melalui EIP-1559.

Dalam skema tersebut, sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen, sehingga mengurangi suplai token yang beredar.

Dengan throughput jaringan Aptos yang tinggi, mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi jika aktivitas transaksi meningkat.

Kenaikan biaya gas sebesar 10x menjadi bagian dari strategi ini.

Meski terdengar signifikan, basis biaya Aptos sebelumnya sangat rendah, sehingga transaksi tetap tergolong terjangkau bagi pengguna.

Staking Reward Turun ke 2,6%

Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, imbal hasil staking akan diturunkan menjadi sekitar 2,6% per tahun.

Penyesuaian ini bertujuan mengurangi tekanan inflasi dari distribusi emisi token.

Model sebelumnya yang menawarkan reward lebih tinggi efektif untuk menarik partisipasi awal. Namun dalam jangka panjang, emisi besar dapat menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

Dengan reward yang lebih rendah, Aptos berusaha menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan stabilitas harga token.

Tambahan Buyback Pasar

Selain mekanisme burn berbasis gas, Aptos juga merencanakan program buyback token APT dari pasar terbuka.

Strategi ini dapat menciptakan permintaan langsung terhadap token dan memperkuat sentimen positif di kalangan investor.

Buyback sering dipandang sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap nilai token, meski efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Bergantung pada Pertumbuhan Throughput

Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan model tokenomics baru ini sangat bergantung pada pertumbuhan penggunaan jaringan.

“Aptos mencoba beralih dari model subsidi emisi menuju kelangkaan berbasis performa jaringan. Meskipun biaya gas naik 10x, basis awalnya yang sangat rendah membuat transaksi tetap terjangkau. Keberhasilan model deflasi ini sepenuhnya bergantung pada apakah pertumbuhan throughput jaringan mampu melampaui laju emisi tahunan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, jika volume transaksi dan adopsi aplikasi di jaringan Aptos meningkat signifikan, pembakaran token bisa melampaui distribusi emisi dan menciptakan efek deflasi bersih.

Sebaliknya, jika aktivitas stagnan, tekanan inflasi tetap berpotensi terjadi meskipun reward staking telah diturunkan.

Baca Juga: Wyoming Pilih Solana dan Aptos Sebagai Kandidat Stablecoin

Ujian Baru bagi Aptos

Proposal ini hadir di tengah ketatnya persaingan antar blockchain layer-1 dalam menarik developer dan likuiditas.

Dengan model ekonomi yang lebih disiplin dan berorientasi pada kelangkaan, Aptos berupaya memperkuat daya tarik jangka panjangnya.

Jika disetujui oleh komunitas, pembaruan tokenomics ini dapat menjadi titik balik penting bagi Aptos, sekaligus menjadi eksperimen besar apakah model deflasi berbasis performa jaringan mampu menjadi standar baru di industri blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Komunitas Jupiter DAO tengah menggelar pemungutan suara penting terkait proposal bertajuk “Net-Zero Emissions”.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Sabtu (21/2), proposal ini bertujuan mengurangi emisi token baru JUP hingga mendekati nol, sebagai langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan jangka panjang antara tim pengembang, komunitas, dan pemegang token.

Langkah ini dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam ekosistem Jupiter, agregator DEX terbesar di jaringan Solana.

Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Apa Itu Proposal Net-Zero Emissions?

Secara sederhana, proposal ini mengusulkan penghentian atau pengurangan drastis distribusi emisi token baru JUP di masa depan.

Model ini bertujuan menekan inflasi suplai yang selama ini menjadi salah satu faktor tekanan harga pada banyak token kripto.

Dalam struktur tokenomics tradisional, emisi token baru sering digunakan sebagai insentif untuk mendorong partisipasi komunitas, staking, atau reward ekosistem.

Namun, distribusi berkelanjutan tanpa pertumbuhan permintaan yang sepadan dapat menciptakan tekanan jual yang konsisten di pasar.

Dengan pendekatan net-zero emissions, Jupiter DAO berusaha menggeser paradigma dari pertumbuhan berbasis subsidi emisi menuju model kelangkaan yang lebih berkelanjutan.

Dampak terhadap Supply JUP

Jika proposal ini disetujui, laju inflasi token JUP akan menurun drastis. Meski demikian, dampaknya terhadap suplai beredar tidak akan terjadi secara instan.

Distribusi ASR (Active Staking Rewards) untuk kuartal pertama (Q1) disebut tidak akan terpengaruh oleh proposal ini.

Artinya, perubahan struktural akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang, bukan dalam hitungan hari atau minggu setelah voting selesai.

Namun dalam pasar kripto, perubahan narasi sering kali lebih cepat memengaruhi harga dibandingkan perubahan fundamental itu sendiri.

Bullish Secara Struktural

Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai katalis tokenomics yang sangat kuat.

“Proposal ini adalah katalis tokenomics yang sangat kuat (bullish secara struktural) karena secara drastis mengurangi inflasi dan mengubah JUP menjadi aset yang lebih langka. Meskipun dampak supply tidak instan (karena ASR Q1 tidak terpengaruh), hasil vote ini akan menjadi penggerak utama narasi repricing JUP di mata investor jangka panjang,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, pengurangan inflasi akan memperkuat positioning JUP sebagai aset yang lebih langka dan berorientasi jangka panjang.

Dalam banyak kasus, token dengan laju inflasi rendah atau mendekati nol cenderung memiliki daya tarik lebih tinggi bagi investor institusional dan holder jangka panjang.

Keseimbangan antara Tim dan Komunitas

Salah satu tujuan utama proposal ini adalah menciptakan keseimbangan distribusi nilai antara tim pengembang, komunitas, dan investor.

Model emisi tinggi sering kali memicu perdebatan tentang potensi dilusi terhadap pemegang token awal.

Dengan pendekatan net-zero, Jupiter DAO mencoba mengurangi potensi konflik kepentingan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap tata kelola terdesentralisasi.

Langkah ini juga menunjukkan kedewasaan ekosistem Jupiter dalam merespons dinamika pasar dan tuntutan investor terhadap tokenomics yang lebih berkelanjutan.

Potensi Repricing JUP

Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam konteks pasar, hasil voting ini berpotensi menjadi katalis narasi baru bagi JUP.

Jika komunitas menyetujui proposal tersebut, pasar dapat mulai melakukan repricing terhadap token berdasarkan ekspektasi suplai masa depan yang lebih ketat.

Namun demikian, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor, termasuk pertumbuhan volume dan utilitas Jupiter di ekosistem Solana.

Selain itu, faktor lainnya dipengaruhi oleh stabilitas pasar kripto secara keseluruhan, kepercayaan komunitas terhadap tata kelola DAO, hingga kejelasan roadmap pengembangan produk.

Tanpa pertumbuhan utilitas yang kuat, pengurangan emisi saja mungkin tidak cukup untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan.

Baca Juga: JupUSD Go Live di Solana: Stablecoin Baru Hasil Duet Jupiter-Ethena

Ujian Tata Kelola DAO

Voting “Net-Zero Emissions” menjadi ujian penting bagi mekanisme tata kelola Jupiter DAO.

Keputusan komunitas akan mencerminkan arah strategis jangka panjang: apakah tetap mempertahankan model insentif inflasioner atau beralih ke pendekatan berbasis kelangkaan.

Jika disetujui, proposal ini dapat menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenomics JUP dan memperkuat posisinya sebagai salah satu aset DeFi utama di ekosistem Solana.

Ke depan, hasil voting ini akan menjadi indikator sentimen pasar sekaligus fondasi baru dalam membentuk narasi investasi JUP di mata pelaku pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Harga Pi Network (PI) tercatat turun 0,76% dalam 24 jam terakhir ke level $0,175, sedikit melemah di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif positif.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (21/2), koreksi ini terjadi setelah PI mencatat lonjakan signifikan sebesar 16,25% dalam sepekan terakhir.

Penurunan tipis tersebut dinilai lebih sebagai aksi ambil untung (profit-taking) ketimbang reaksi terhadap sentimen negatif baru.

Hingga saat ini, tidak ada katalis negatif yang jelas seperti peretasan, regulasi, atau pengumuman merugikan yang memicu pelemahan harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Koreksi Setelah Reli Mingguan

Dalam tujuh hari terakhir, PI mengalami reli yang cukup agresif, didorong oleh sentimen positif menjelang perayaan anniversary mainnet pada 19 Februari serta ekspektasi terhadap pembaruan Protocol v20.

Lonjakan dua digit dalam waktu singkat biasanya diikuti fase pendinginan.

Aksi ambil untung dari trader jangka pendek menjadi faktor utama yang menjelaskan penurunan 24 jam terakhir.

Secara historis, koreksi ringan setelah reli kuat merupakan pola umum dalam pergerakan aset kripto.

Momentum jangka pendek mereda seiring pelaku pasar mengamankan profit, sementara investor lain menunggu konfirmasi tren berikutnya.

Minim Katalis Negatif

Menariknya, tidak ada faktor fundamental negatif yang muncul dalam 24 jam terakhir.

Pasar kripto secara umum justru bergerak sedikit menguat, dengan Bitcoin (BTC) naik sekitar 0,17% berdasarkan data pasar global.

Hal ini menunjukkan bahwa pelemahan PI bersifat relatif dan lebih dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan sentimen makro atau tekanan eksternal.

Dengan kata lain, penurunan ini lebih menyerupai koreksi sehat daripada pembalikan tren besar.

Level Kunci: Support $0,175 dan Resistance $0,20

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, level $0,175 kini menjadi support jangka pendek yang krusial.

Jika harga mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk kembali menguji resistance di $0,20 tetap terbuka.

Level $0,20 menjadi batas psikologis penting karena menandai area supply yang sebelumnya membatasi kenaikan harga.

Breakout yang kuat di atas level tersebut berpotensi membuka ruang menuju fase bullish lanjutan.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,175, risiko penurunan ke area $0,16 semakin besar.

Struktur harga saat ini cenderung netral hingga sedikit bearish dalam jangka sangat pendek, dengan pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Menanti Katalis Upgrade Protocol v20

Salah satu faktor yang dinantikan komunitas adalah penyelesaian migrasi Protocol v19.9, yang menjadi langkah terakhir sebelum peluncuran Protocol v20.

Upgrade ini diperkirakan membawa peningkatan teknis dan stabilitas jaringan, yang berpotensi memperkuat sentimen bullish jika implementasinya berjalan lancar.

Dalam banyak kasus, ekspektasi terhadap pembaruan jaringan sering kali menjadi pendorong kenaikan harga, bahkan sebelum rilis resmi dilakukan.

Namun, pasar juga kerap menerapkan pola “buy the rumor, sell the news”, di mana harga naik sebelum event dan terkoreksi setelahnya.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi Netral

Untuk saat ini, pergerakan PI dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi setelah reli tajam.

Tanpa adanya katalis negatif yang jelas, tekanan jual terlihat terbatas pada aksi ambil untung jangka pendek.

Selama support $0,175 mampu dipertahankan, struktur harga masih relatif sehat.

Volume perdagangan dan respons pasar terhadap perkembangan upgrade akan menjadi indikator penting dalam beberapa hari ke depan.

Jika sentimen positif kembali menguat menjelang upgrade Protocol v20, PI berpotensi menguji kembali resistance $0,20.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memicu koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

Penurunan 0,76% dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa harga Pi Network sedang mencerna kenaikan 16% dalam sepekan terakhir.

Tanpa adanya berita negatif besar, koreksi ini lebih mencerminkan dinamika teknikal dibandingkan perubahan fundamental.

Fokus pasar kini tertuju pada dua hal: ketahanan level support $0,175 dan perkembangan upgrade Protocol v20.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada apakah PI mampu mempertahankan momentum atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

XRP menjadi salah satu aset kripto paling kontroversial di industri. Di satu sisi, kritik menyebut XRP tidak memiliki utilitas nyata dan hanya bertahan sebagai aset spekulatif.

Di sisi lain, komunitas pendukungnya meyakini XRP akan menjadi tulang punggung infrastruktur keuangan global. Realitasnya berada di antara dua narasi tersebut: XRP memang memiliki kegunaan riil, tetapi cakupannya lebih spesifik dari yang sering diklaim.

Historis XRP

XRP merupakan token asli XRP Ledger yang diluncurkan pada 2012 dengan tujuan utama memfasilitasi pembayaran lintas negara secara cepat dan berbiaya rendah. Berbeda dengan Bitcoin yang berfokus sebagai penyimpan nilai atau Ethereum yang menonjolkan smart contract, XRP dirancang untuk memindahkan dana antar sistem keuangan secara efisien.

Dilaporkan BeInCrypto, transaksi di XRP Ledger dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga lima detik dengan biaya yang sangat kecil, menjadikannya efektif sebagai bridge currency untuk mengonversi dua mata uang fiat secara instan tanpa perlu rekening prefunded di luar negeri.

Dari sisi pengguna, investor ritel menjadi kelompok terbesar pemegang XRP saat ini. Data hingga awal 2025 menunjukkan terdapat sekitar 6 hingga 7 juta akun terisi di XRP Ledger. Setelah memperhitungkan kepemilikan melalui bursa dan pengguna yang memiliki lebih dari satu wallet, analis memperkirakan sekitar 2 hingga 3 juta individu secara global benar-benar memegang XRP.

Baca juga: XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

Pengguna Utama XRP

Bursa kripto juga menjadi pengguna utama XRP. Platform seperti Binance, Bitstamp, Kraken, dan Uphold memanfaatkan XRP untuk manajemen likuiditas dan transfer antar platform. Kecepatan dan biaya rendah XRP membuatnya efisien untuk memindahkan dana dalam jumlah besar antar exchange.

Selain itu, sejumlah penyedia layanan pembayaran menggunakan XRP melalui sistem On-Demand Liquidity (ODL) milik Ripple. Perusahaan seperti SBI Remit di Jepang dan Tranglo di Asia Tenggara memanfaatkan XRP sebagai aset perantara untuk memfasilitasi remitansi internasional tanpa harus menyimpan cadangan dana dalam mata uang asing.

Sementara itu, penggunaan oleh perbankan bersifat lebih terbatas dari yang sering diasumsikan. Beberapa institusi keuangan besar seperti Santander, Standard Chartered, dan Bank of America memang menggunakan infrastruktur pembayaran Ripple.

Namun, mayoritas hanya memanfaatkan teknologi pesan dan settlement milik Ripple tanpa secara langsung menggunakan XRP sebagai aset likuiditas. Hanya mitra tertentu yang benar-benar memakai XRP dalam transaksi.

Fungsi Pembayaran

Di luar fungsi pembayaran, XRP juga memiliki peran teknis di dalam ekosistemnya sendiri. Setiap akun di XRP Ledger diwajibkan menyimpan XRP, dan setiap transaksi membutuhkan XRP untuk membayar biaya jaringan. Token ini juga mendukung perdagangan terdesentralisasi, penerbitan token, serta transfer aset dalam jaringan.

Dengan demikian, XRP bukanlah aset tanpa utilitas, namun juga belum menjadi standar universal sistem perbankan global. Kegunaannya nyata dalam konteks tertentu, khususnya sebagai penyedia likuiditas dan penyelesaian pembayaran lintas batas. Memahami siapa yang benar-benar menggunakan XRP membantu memisahkan fakta dari narasi yang berkembang di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, realitas utilitas XRP lebih spesifik daripada narasi ‘adopsi bank massal’. Kekuatan utamanya terletak pada peran sebagai jembatan likuiditas (bridge currency) lintas batas yang sangat efisien.

“Memahami perbedaan antara penggunaan software Ripple dan penggunaan token XRP sangat krusial bagi investor untuk menilai nilai intrinsik aset ini,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat

Firma analitik blockchain Bubblemaps mengungkap keterkaitan kontroversial antara insider TRUMP Coin, Hayden Davis, dengan salah satu alokasi private terbesar dalam penjualan token PUMP milik Pump.fun. Berdasarkan temuan tersebut, sebuah wallet yang dikaitkan dengan Davis menginvestasikan US$50 juta dalam bentuk USDC pada private sale dan menerima 12,5 miliar token PUMP saat peluncuran, dengan nilai sekitar US$73 juta pada saat itu.

Tak lama setelah peluncuran, sekitar 80% token yang diterima dipindahkan ke sejumlah bursa terpusat (CEX) hanya dalam hitungan hari. Sisa token kemudian dijual secara bertahap. Bubblemaps memperkirakan Davis meraih keuntungan sekitar US$15 juta dari transaksi tersebut.

Penjualan Token PUMP

Temuan ini menunjukkan bahwa Davis bukan sekadar trader biasa di ekosistem Pump.fun, melainkan salah satu investor institusional awal terbesar. Ia disebut sebagai pembeli private terbesar kedua dalam penjualan token PUMP. Investor private sale umumnya mendapatkan harga diskon dibandingkan investor publik, sehingga memiliki keunggulan untuk mengamankan keuntungan lebih cepat.

Dilaporkan BeInCrypto, token PUMP sendiri sempat melonjak usai ICO pada Juli 2025, namun sejak itu telah terkoreksi sekitar 75% dari puncaknya. Pola ini dinilai mencerminkan siklus umum meme coin, di mana investor awal atau insider sering kali merealisasikan keuntungan lebih dulu sebelum volatilitas menghantam investor ritel.

Nama Hayden Davis sebelumnya telah dikaitkan dengan sejumlah kontroversi di industri kripto. Ia menjabat sebagai CEO Kelsier Ventures, perusahaan yang terlibat dalam berbagai peluncuran meme coin. Davis juga disebut terlibat dalam peluncuran token LIBRA yang sempat melonjak kapitalisasi pasarnya hingga lebih dari US$4 miliar setelah dipromosikan oleh Presiden Argentina Javier Milei, sebelum akhirnya runtuh dalam waktu singkat.

Baca juga: Breakout PUMP Terancam Gagal? Target Naik 57% Dipertanyakan

Penyelidikan Dugaan Penipuan

Otoritas setempat kemudian membekukan sejumlah wallet dan aset yang dikaitkan dengan Davis dalam penyelidikan dugaan penipuan. Jaksa di Argentina bahkan dilaporkan mengajukan permintaan Red Notice kepada Interpol karena khawatir Davis dapat melarikan diri.

Selain itu, Davis juga mengakui keterlibatannya dalam peluncuran beberapa token bertema selebritas dan politik, termasuk MELANIA. Investigator blockchain menemukan pola serupa pada sejumlah peluncuran tersebut, yakni alokasi insider besar di awal dan aksi jual cepat setelah hype pasar terbentuk.

Dengan temuan terbaru dari Bubblemaps, peran Davis disebut meluas dari sekadar peluncur meme coin menjadi whale di level launchpad. Kasus ini kembali menyoroti kekhawatiran terkait akses insider dalam peluncuran token kripto dan bagaimana alokasi private dapat memengaruhi dinamika pasar jauh setelah euforia awal mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, skandal ini menyoroti pola berulang eksploitasi profit oleh insider dalam ekosistem meme coin (sebelumnya Davis terlibat di LIBRA dan MELANIA).

“Aksi dump masif oleh investor private sebelum retail memiliki kesempatan adalah pengingat keras akan risiko asimetri informasi dan manipulasi pasar di platform peluncuran token cepat,” jelasnya.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

TON Bahas AI dan Pembayaran di Real Talk, Ada Kejutan untuk Harga?

Ekosistem Toncoin (TON) dijadwalkan menggelar episode terbaru program “Real Talk” pada pukul 16.00 UTC, dengan sejumlah topik utama seperti TON Pay, AI agents, pembaruan Gateway, hingga kabar terbaru dari ETH Denver. Agenda ini disebut sebagai sesi diskusi ekosistem yang membahas perkembangan infrastruktur dan inovasi terbaru di jaringan TON.

Berdasarkan informasi yang beredar, acara ini merupakan talk show terjadwal dan bukan pengumuman resmi terkait peluncuran produk baru maupun perubahan tokenomik. Meski demikian, sejumlah tema yang diangkat seperti integrasi pembayaran, kecerdasan buatan, dan pembaruan infrastruktur dinilai relevan dengan narasi pasar kripto saat ini.

TON Pay Menjadi Sorotan

Topik TON Pay menjadi sorotan karena berkaitan dengan pengembangan solusi pembayaran dalam ekosistem TON. Sementara itu, pembahasan AI agents menunjukkan upaya integrasi teknologi kecerdasan buatan dengan infrastruktur blockchain. Update terkait Gateway juga disebut akan memberikan gambaran mengenai perkembangan teknis jaringan.

Selain itu, diskusi akan menyinggung partisipasi dan dinamika proyek TON dalam ajang ETH Denver, salah satu konferensi blockchain terbesar yang kerap menjadi panggung pengumuman dan kolaborasi industri.

Namun, berdasarkan analisis awal, acara ini lebih bersifat informatif dan berfungsi sebagai sarana komunikasi ekosistem. Belum terdapat konfirmasi terkait peluncuran token baru, listing, ataupun perubahan fundamental yang berdampak langsung terhadap struktur ekonomi TON.

Baca juga: TON Umumkan Penghentian Jembatan Toncoin Mulai 10 Mei 2025

Pergerakan Harga TON

Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, Toncoin diperdagangkan di kisaran US$1,33 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$3,28 miliar dan volume transaksi 24 jam sebesar lebih dari US$91 juta. Dalam 30 hari terakhir, TON tercatat mengalami penurunan sekitar 14%, mencerminkan tekanan pasar yang masih berlangsung.

Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau sesi “Real Talk” untuk mengantisipasi kemungkinan pengumuman tambahan. Namun tanpa adanya rilis konkret, dampak terhadap harga TON dinilai berpotensi terbatas dan bersifat jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, TON terus memperkuat narasinya di persimpangan antara pembayaran sosial (Telegram) dan AI.

“Meskipun acara ini bersifat edukasi/marketing tanpa peluncuran mainnet mendadak, konsistensi dalam membangun tooling agen AI menempatkan TON di posisi unik dalam tren ekonomi otonom (Web4) yang sedang berkembang,” ungkapnya.

Baca juga: Venture Capital Kucurkan Lebih dari $400 Juta ke Toncoin (TON)

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

Starknet menggelar acara bertajuk Private Trader Meetup yang disebut sebagai pengalaman trading eksklusif bagi pelaku pasar yang tertarik pada automated trading, bot, dan aktivitas on-chain secara langsung. Acara ini diposisikan sebagai forum networking terbatas yang mempertemukan trader dan pelaku industri dalam format diskusi tertutup.

Dilaporkan Coinmarketcal, Meetup yang juga dikenal dengan konsep “Liquidity & Liquors” ini difokuskan pada pertukaran ide, strategi, serta eksplorasi peluang di ekosistem Starknet. Tema utama yang diangkat mencakup pemanfaatan bot trading, automasi transaksi, serta optimalisasi aktivitas on-chain di jaringan Layer-2 tersebut.

Pengumuman Pembaruan Protokol

Baca Juga: Starknet (STRK) Meroket 32% dalam 24 Jam! Pertanda Awal Bull Run?

Berdasarkan informasi yang tersedia, agenda ini tidak dikaitkan dengan pengumuman pembaruan protokol, perubahan tokenomik, listing baru, maupun kemitraan besar. Dengan sifatnya yang privat dan terbatas, informasi yang dibahas dalam forum ini kemungkinan besar tidak langsung dipublikasikan ke pasar secara luas.

Dari sisi sentimen, acara seperti ini dapat memperkuat relasi antara pengembang, trader besar, dan komunitas inti. Namun, tanpa adanya pengumuman strategis yang bersifat fundamental, dampaknya terhadap harga token STRK diperkirakan relatif terbatas dan bersifat jangka pendek.

Analisis Harga STRK

Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, Starknet Token (STRK) diperdagangkan di kisaran US$0,046 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$251 juta dan volume transaksi harian mencapai lebih dari US$41 juta. Dalam 30 hari terakhir, STRK tercatat mengalami tekanan signifikan dengan penurunan lebih dari 40%, mencerminkan kondisi pasar yang masih menantang.

Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau potensi insight atau kolaborasi yang mungkin muncul dari acara tersebut. Namun secara umum, Private Trader Meetup ini lebih berfungsi sebagai ajang networking dan penguatan komunitas dibandingkan sebagai katalis langsung pergerakan harga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun ini adalah acara networking yang tidak membawa upgrade protokol langsung, fokus pada bot trading dan likuiditas menunjukkan upaya Starknet untuk meningkatkan volume transaksi on-chain yang organik.

“Event ini penting untuk menarik smart money dan developer bot, namun dampaknya terhadap harga STRK kemungkinan besar hanya bersifat marginal,” imbuhnya

Baca Juga: LINK dan STRK Pimpin Aktivitas Ekosistem Ethereum pada Agustus 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Turun 6 Bulan Beruntun, Institusi Malah Borong di Bawah US$2.000

Harga Ethereum (ETH) terus mengalami tekanan setelah mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut. Kondisi ini menjadi tren penurunan terpanjang sejak pasar bearish 2018, meskipun ETH saat ini masih diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

Namun di tengah koreksi tersebut, aktivitas pembelian dari institusi justru meningkat dan menunjukkan adanya keyakinan jangka panjang terhadap aset kripto terbesar kedua ini.

Data on-chain menunjukkan sejumlah institusi besar mulai agresif mengakumulasi ETH pada pekan ketiga Februari 2026. Lookonchain mencatat Tom Lee, pendiri Fundstrat sekaligus pimpinan Bitmine, melakukan pembelian besar pada 18 Februari dengan menambah 35.000 ETH senilai sekitar US$69,37 juta.

Pembelian Ethereum

Pembelian tersebut terdiri dari 20.000 ETH senilai US$39,8 juta dari BitGo dan 15.000 ETH senilai US$29,57 juta dari FalconX. Selain itu, data dari OnchainLens menunjukkan K3 Capital juga membeli 20.000 ETH senilai sekitar US$40,08 juta dari Binance.

Sementara itu, CryptoRank dan CryptoQuant melaporkan peningkatan signifikan pada aliran dana menuju alamat akumulasi ETH dalam enam bulan terakhir. CryptoQuant menyebut aktivitas inflow ke accumulation addresses mencapai level paling tinggi sepanjang sejarah, mengindikasikan investor jangka panjang terus menambah kepemilikan di tengah tekanan harga. Beberapa pelaku pasar menilai kondisi ini mirip dengan pola tahun 2018, ketika ETH sempat turun tujuh bulan berturut-turut sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.

Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Suplai ETH

Di sisi lain, Santiment melaporkan lebih dari 50% total suplai ETH kini telah masuk ke kontrak Proof-of-Stake (PoS) untuk staking. Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah 11 tahun Ethereum, sebagian besar suplai terkunci dalam sistem staking.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar karena aset yang sudah di-stake tidak dapat diperdagangkan secara langsung. Everstake menilai peningkatan staking dapat menekan tekanan jual dan membuat harga ETH lebih sensitif terhadap permintaan baru.

Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan tekanan pasar belum sepenuhnya mereda. BeInCrypto menyebut ETH masih berpotensi turun ke level US$1.385 dalam jangka pendek jika sentimen negatif terus berlanjut.

Namun, data akumulasi menunjukkan investor institusi tetap aktif membangun posisi, mengindikasikan pasar masih menyimpan optimisme terhadap potensi pemulihan ETH dalam jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, manuver ‘smart money’ di tengah ketakutan ritel menunjukkan keyakinan fundamental yang kuat. Rasio staking yang menembus 50% menciptakan kelangkaan suplai likuid yang signifikan di bursa.

“Ini adalah setup klasik untuk potensi supply shock; saat tangan-tangan lemah keluar, institusi terus membangun pondasi untuk pemulihan jangka panjang yang lebih stabil,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

Ekosistem decentralized finance (DeFi) memasuki babak baru.

Dilansir dari The Block, Hyperliquid Foundation resmi mendirikan Hyperliquid Policy Center, sebuah lembaga advokasi dan riset kebijakan yang berbasis di Washington D.C.

Inisiatif ini didanai melalui donasi 1 juta token HYPE senilai sekitar $9 juta dan dipimpin oleh pengacara kripto ternama, Jake Chervinsky.

Langkah ini menandai transformasi strategis Hyperliquid dari sekadar protokol perdagangan derivatif terdesentralisasi menjadi aktor aktif dalam membentuk arah regulasi DeFi di Amerika Serikat.

Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

Dari Protokol ke Arena Politik

Selama beberapa tahun terakhir, sektor DeFi menghadapi ketidakpastian regulasi yang signifikan di AS.

Banyak protokol beroperasi di area abu-abu hukum, sementara regulator seperti SEC dan CFTC terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset digital.

Dengan mendirikan pusat kebijakan khusus, Hyperliquid menunjukkan bahwa protokol DeFi tidak lagi hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mulai menginvestasikan sumber daya untuk memengaruhi diskursus kebijakan publik.

“Hyperliquid mulai beralih dari sekadar protokol teknis menjadi pemain politik aktif untuk membentuk regulasi DeFi di AS. Penggunaan token native (HYPE) sebagai dana lobi menunjukkan kekuatan ekonomi protokol desentralisasi dalam melawan ketidakpastian hukum, sekaligus memperkuat legitimasi Hyperliquid di hadapan regulator,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Donasi Token HYPE: Model Pendanaan Baru

Yang menarik, pendanaan lembaga ini tidak berasal dari dolar AS konvensional, melainkan dari token asli ekosistem, yaitu HYPE.

Donasi sebesar 1 juta HYPE memperlihatkan model baru dalam pendanaan advokasi kebijakan: protokol menggunakan kekuatan ekonomi token mereka untuk mendukung kepentingan industri.

Pendekatan ini memiliki dua implikasi besar:

  1. Validasi nilai ekonomi token – Token bukan sekadar instrumen spekulasi, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi kebijakan.
  2. Transparansi on-chain – Penggunaan dana dapat dilacak secara publik, meningkatkan akuntabilitas.

Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain akan mengikuti jejak serupa dengan mendirikan lembaga advokasi berbasis token.

Peran Jake Chervinsky

Penunjukan Jake Chervinsky sebagai pimpinan Hyperliquid Policy Center juga bukan langkah sembarangan.

Ia dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu regulasi kripto di AS, dengan pengalaman panjang dalam advokasi kebijakan blockchain.

Kehadirannya memberikan kredibilitas hukum dan jaringan politik yang kuat bagi Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan upaya serius untuk berpartisipasi dalam pembentukan regulasi.

Strategi Jangka Panjang DeFi

Keputusan membuka pusat kebijakan di Washington D.C. yang merupakan jantung pemerintahan AS menunjukkan ambisi jangka panjang Hyperliquid.

Alih-alih menghindari regulator, protokol ini memilih pendekatan kolaboratif dan proaktif.

Dalam konteks global, langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: industri kripto mulai mengadopsi strategi institusional yang sebelumnya hanya dilakukan oleh perusahaan keuangan tradisional.

Jika sebelumnya perusahaan fintech dan bank besar yang aktif melakukan lobi di Washington, kini protokol DeFi pun ikut masuk arena.

Dampak terhadap Ekosistem HYPE

Secara pasar, inisiatif ini dapat berdampak pada persepsi investor terhadap token HYPE.

Pendekatan yang lebih matang terhadap regulasi sering kali dipandang positif oleh pelaku pasar institusional.

Namun demikian, respons harga jangka pendek tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara umum.

Yang jelas, dari sisi fundamental, langkah ini memperkuat narasi bahwa Hyperliquid ingin menjadi pemain utama dalam lanskap DeFi global.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

Masa Depan Regulasi DeFi di AS

Pembentukan Hyperliquid Policy Center menandai babak baru dalam hubungan antara DeFi dan regulator AS.

Jika dialog konstruktif dapat terjalin, industri mungkin bergerak menuju kerangka regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi.

Bagi ekosistem DeFi, langkah ini menjadi preseden penting: protokol desentralisasi kini mampu mengorganisir diri secara politik untuk melindungi dan mengembangkan industrinya.

Dengan dukungan dana signifikan dan kepemimpinan berpengalaman, Hyperliquid berpotensi memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan regulasi DeFi di Amerika Serikat.

Satu hal yang pasti, industri kripto tidak lagi hanya bertarung di pasar, tetapi juga di meja perundingan kebijakan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

Tether kembali memperluas ekspansinya di sektor pembayaran digital dengan mengintegrasikan stablecoin USA₮ ke dalam Rumble Wallet.

Integrasi ini memungkinkan kreator konten di platform tersebut menerima pembayaran secara on-chain menggunakan dolar digital yang dirancang untuk mematuhi regulasi domestik Amerika Serikat.

Langkah ini menandai babak baru dalam konvergensi antara ekonomi kreator dan infrastruktur blockchain, sekaligus mempertegas strategi Tether dalam menghadirkan produk stablecoin yang lebih ramah regulator.

Baca Juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

Berkenalan dengan USA₮

Sebagaimana dilansir dari Cryptobriefing pada Jumat (20/2), USA₮ merupakan dolar digital yang dikembangkan dengan pendekatan regulasi yang lebih ketat dibandingkan stablecoin pada umumnya.

Aset ini dikelola oleh Anchorage Digital Bank dan Cantor Fitzgerald, dua entitas yang memiliki reputasi kuat dalam sektor keuangan dan kustodi aset digital di Amerika Serikat.

Stablecoin ini dirancang untuk memenuhi standar regulasi domestik AS, termasuk kerangka hukum yang dikenal sebagai GENIUS Act, sebuah inisiatif regulasi yang bertujuan menciptakan kepastian hukum bagi penerbit dan pengguna stablecoin di Amerika Serikat.

Dengan struktur tata kelola yang lebih formal dan pendekatan kepatuhan yang ketat, USA₮ diposisikan sebagai alternatif stablecoin yang dapat diterima oleh regulator, institusi keuangan, serta pelaku industri digital.

Rumble Wallet dan Ekonomi Kreator

Rumble dikenal sebagai platform berbagi video yang berkembang pesat dan memiliki basis kreator independen yang signifikan.

Dengan integrasi USA₮ ke dalam Rumble Wallet, para kreator kini dapat menerima penghasilan secara langsung melalui blockchain tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem perbankan tradisional atau pemroses pembayaran pihak ketiga.

Model pembayaran on-chain ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti penyelesaian transaksi lebih cepat, transparansi pembayaran, potensi biaya lebih rendah, dan akses global tanpa hambatan perbankan lintas negara.

Bagi kreator, hal ini membuka peluang monetisasi yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses perbankan.

Regulasi dan Ekspansi

Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet juga mencerminkan strategi jangka panjang Tether untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap stablecoin.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan manuver strategis untuk memperluas dominasi di sektor ekonomi kreator sekaligus menjawab tantangan regulasi.

“Integrasi ini memungkinkan kreator Rumble untuk menerima penghasilan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. Bagi Tether, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat dominasi di ekonomi kreator global sekaligus menepis kekhawatiran regulasi melalui produk USA₮ yang patuh hukum federal,” kata Tim Research Tokocrypto.

Dengan menghadirkan stablecoin yang dikelola institusi teregulasi, Tether berupaya memperluas adopsi di kalangan pengguna institusional dan korporasi yang sebelumnya berhati-hati terhadap risiko hukum.

Implikasi bagi Industri Stablecoin

Industri stablecoin saat ini berada di persimpangan antara inovasi dan regulasi.

Di satu sisi, stablecoin menjadi tulang punggung likuiditas pasar kripto dan pembayaran digital. Di sisi lainnya, regulator global semakin aktif menetapkan standar kepatuhan dan transparansi.

Langkah Tether melalui USA₮ menunjukkan tren baru: penerbit stablecoin mulai mengembangkan produk yang secara eksplisit dirancang sesuai kerangka hukum nasional, bukan hanya beroperasi di wilayah abu-abu regulasi.

Jika model ini berhasil diadopsi luas, bukan tidak mungkin akan muncul lebih banyak stablecoin berbasis yurisdiksi tertentu dengan struktur kustodi dan tata kelola yang lebih formal.

Baca Juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

Masa Depan Pembayaran Kreator On-Chain

Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet memperlihatkan bagaimana blockchain semakin relevan dalam ekonomi digital arus utama.

Pembayaran kreator, yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada bank dan platform sentralistik, kini mulai bertransformasi menuju model desentralisasi berbasis aset digital yang patuh regulasi.

Bagi Tether, langkah ini memperluas cakupan penggunaan stablecoin dari sekadar instrumen perdagangan kripto menjadi alat pembayaran riil dalam ekosistem kreator global.

Sementara itu, bagi industri secara keseluruhan, kolaborasi antara perusahaan blockchain, bank kustodi teregulasi, dan platform media digital menandai era baru di mana inovasi dan kepatuhan hukum berjalan beriringan.

Dengan meningkatnya tekanan regulator di berbagai negara, pendekatan seperti USA₮ bisa menjadi template bagi masa depan stablecoin yang lebih transparan, terstruktur, dan diterima secara luas oleh sistem keuangan formal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com