Tag Archives: altcoin

Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Harga Pi Network (PI) tercatat turun tipis 0,327% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, menurut laporan Coinmarketcap pada Minggu (1/3).

Penurunan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang justru menguat 2,7%, sementara Bitcoin (BTC) naik 2,53% pada periode yang sama.

Pergerakan ini menunjukkan adanya decoupling atau pelepasan korelasi antara PI dan sentimen pasar secara umum.

Di saat mayoritas aset kripto menikmati dorongan positif, PI justru bergerak stagnan hingga cenderung melemah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Minim Katalis Jadi Faktor Utama

Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan katalis spesifik yang dapat mendorong minat beli terhadap PI.

Tidak ada pengumuman proyek baru, kemitraan strategis, maupun pembaruan teknis yang signifikan dalam periode 24 jam terakhir.

Kondisi ini membuat PI kehilangan momentum, terutama saat pasar secara keseluruhan bergerak naik. Ketika Bitcoin memimpin reli, altcoin biasanya ikut terdorong oleh sentimen risiko yang membaik. Namun dalam kasus ini, PI tidak mampu mengikuti arus.

Artinya, pelemahan PI lebih mencerminkan lemahnya permintaan spesifik terhadap koin tersebut dibandingkan tekanan jual pasar secara luas.

Lonjakan Volume, Tapi Arah Negatif

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, volume perdagangan harian PI justru melonjak 38,8% menjadi sekitar $21 juta. Biasanya, peningkatan volume menjadi indikasi meningkatnya minat pasar.

Namun, dalam konteks harga yang turun, lonjakan volume ini bisa mencerminkan tekanan distribusi atau aksi jual.

Tanpa data tambahan dari pasar derivatif, arus on-chain, atau pergerakan whale, lonjakan volume ini belum cukup untuk mengidentifikasi penyebab pasti.

Namun, kombinasi harga turun dan volume naik sering kali menandakan adanya tekanan jual jangka pendek.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa likuiditas PI masih relatif tipis dan spekulatif.

Dalam pasar dengan kedalaman terbatas, pergerakan harga bisa terjadi cukup cepat dengan tekanan beli atau jual yang tidak terlalu besar.

Analisis Teknikal: Level Kunci $0,17

Dalam jangka pendek, level $0,17 menjadi area support krusial bagi PI.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini dengan volume stabil, potensi konsolidasi atau stabilisasi harga terbuka.

Namun, jika terjadi penembusan dan penutupan harga harian di bawah $0,17, risiko penurunan menuju area $0,165 semakin besar. Area tersebut merupakan level terendah terbaru yang berpotensi diuji ulang.

Di sisi atas, resistance penting berada di sekitar $0,175. Untuk mengubah bias jangka pendek menjadi bullish, PI perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume yang lebih kuat.

Pengaruh Sentimen Pasar Global

Secara umum, sentimen pasar kripto saat ini masih berada dalam zona “Extreme Fear” berdasarkan indeks Fear & Greed.

Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko, meskipun terjadi kenaikan harga di beberapa aset utama seperti Bitcoin.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.000 dan melanjutkan reli, tekanan turun terhadap PI mungkin dapat terbatas.

Namun, apabila BTC kembali melemah, PI berpotensi mengalami tekanan tambahan mengingat lemahnya momentum internal.

Dengan kata lain, PI saat ini sangat bergantung pada sentimen pasar makro dan belum memiliki katalis mandiri yang cukup kuat untuk mendorong reli signifikan.

Outlook Jangka Pendek: Netral ke Bearish Ringan

Secara keseluruhan, tren PI saat ini dapat dikategorikan netral hingga sedikit bearish.

Ketiadaan katalis, likuiditas tipis, dan pelepasan korelasi dari reli pasar menjadi faktor utama yang menahan pergerakan harga.

Beberapa hal yang perlu dipantau investor:

  • Apakah PI mampu mempertahankan support $0,17
  • Apakah volume tetap tinggi yang mengindikasikan distribusi
  • Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan
  • Potensi pengumuman proyek atau kemitraan baru

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Penurunan tipis Pi Network sebesar 0,32% di tengah reli pasar kripto menunjukkan lemahnya permintaan spesifik terhadap aset ini. Tanpa katalis baru, PI berisiko terus bergerak datar atau bahkan terkoreksi lebih dalam.

Kunci pergerakan selanjutnya berada pada kemampuan mempertahankan level $0,17 dan munculnya minat beli baru yang signifikan.

Jika tekanan jual berlanjut, uji ulang ke $0,165 menjadi skenario yang patut diwaspadai.

Untuk saat ini, PI masih mencari arah dan tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana ETF Masuk US$30 Juta Tertinggi 2,5 Bulan, Tapi Harga SOL Lemah?

Solana ETF mencatat inflow sebesar US$30,86 juta pada 25 Februari. Angka ini menjadi inflow harian tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan terakhir dan mencerminkan peningkatan minat institusional terhadap eksposur SOL melalui instrumen investasi yang teregulasi.

Meski begitu, lonjakan satu hari belum cukup untuk mengonfirmasi tren permintaan yang berkelanjutan. Tanpa aliran dana yang konsisten, dorongan dari ETF berpotensi belum mampu menjadi pemicu breakout harga SOL dalam waktu dekat.

indikator teknikal mengarah ke potensi volatilitas

Di sisi teknikal, Squeeze Momentum Indicator menunjukkan fase “squeeze” yang aktif, kondisi kompresi volatilitas yang sering kali berujung pada pergerakan harga yang lebih tajam ketika tekanan tersebut “lepas”. Namun arah pergerakannya tetap bergantung pada dominasi pembeli atau penjual saat momen pelepasan volatilitas terjadi.

Berbeda dengan sentimen institusional, aktivitas on-chain mengindikasikan sikap lebih defensif dari sebagian pelaku pasar. Sekitar 3,9 juta SOL (setara lebih dari US$298 juta) dilaporkan berpindah ke bursa dalam tiga minggu terakhir.

Perpindahan aset ke bursa kerap dibaca sebagai peningkatan kesiapan likuiditas untuk menjual. Jika arus masuk ke bursa berlanjut, potensi tekanan jual dapat menahan kenaikan harga, sekalipun inflow ETF menunjukkan dukungan dari sisi institusi.

Saat ini SOL bergerak dalam rentang konsolidasi antara support US$77 dan resistance US$88. Beberapa upaya menembus resistance tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan, menandakan pasar masih berada pada fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Skenario Level yang Perlu diPantau

Dilaporkan BeInCrypto, jika SOL mampu menembus dan bertahan di atas US$88, peluang penguatan lanjutan terbuka dengan target area US$97. Apabila US$97 berhasil dilampaui, level psikologis US$100 berpotensi kembali menjadi fokus, terutama bila tekanan jual dari sisi on-chain mereda dan sentimen pasar kripto lebih luas tetap stabil.

Sebaliknya, bila tekanan jual meningkat dan SOL kembali melemah ke bawah support, fase konsolidasi berisiko berlanjut lebih lama, dengan area US$77 tetap menjadi batas bawah yang krusial.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ada dikotomi antara institusi (via ETF) dan pemain on-chain. Institusi lagi akumulasi, tapi retail/OG malah lagi distribusi.

“Squeeze Momentum Indicator nunjukin volatilitas bakal meledak. Jika tembus $88 jalan ke $100 terbuka, tapi tekanan jual bursa masih jadi penghambat,” jelasnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Target $2.000! Sinyal On-Chain Isyaratkan Bottom Terbentuk

Harga Ethereum (ETH) melonjak sekitar 18% sejak sempat turun di bawah $1.800 pada 6 Februari, dan kini kembali merebut level psikologis $2.000. Pemulihan ini terjadi di tengah lonjakan volatilitas dan sinyal on-chain yang menunjukkan kemungkinan terbentuknya dasar harga makro.

Beberapa indikator utama kini mengarah pada potensi pembalikan tren, selama area support krusial tetap terjaga.

Volatilitas Tembus Level Tertinggi 12 Bulan

Data dari CryptoQuant menunjukkan volatilitas realisasi 30 hari ETH di Binance melonjak tajam ke 0,97, naik dari 0,37 pada pertengahan Januari. Ini menjadi level tertinggi sejak Maret 2025.

Lonjakan volatilitas seperti ini biasanya menandakan pasar keluar dari fase tenang dan memasuki periode repricing agresif. Secara historis, kondisi serupa kerap mendahului reli signifikan.

Pada akhir Maret hingga awal April 2025, lonjakan volatilitas terjadi ketika ETH membentuk area bottom di kisaran $1.500–$1.700. Setelah itu, harga melonjak 77% ke $2.700 dalam kurang dari 30 hari. Pola serupa juga terlihat pada kuartal IV 2024 sebelum reli 74%.

Jika pola historis kembali terulang, lonjakan volatilitas saat ini bisa menjadi sinyal akhir tren turun dan awal reli multi-bulan.

Baca Juga: SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

MVRV Z-Score Masuk Zona Akumulasi

Dilaporkan Cointelegraph, indikator on-chain MVRV Z-Score, yang sering digunakan untuk mengidentifikasi puncak dan dasar pasar, kini turun ke zona akumulasi historis.

Level terbaru sekitar -0,31 mencerminkan kondisi undervalued atau oversold. Terakhir kali MVRV berada di kisaran ini adalah April 2025, setelah koreksi 66%, yang kemudian diikuti reli 258% hingga mencapai $4.950.

Masuknya MVRV ke zona hijau memperkuat narasi bahwa ETH mungkin telah membentuk bottom di bawah $1.800. Dalam jangka pendek, target likuiditas berikutnya berada di area $2.200 hingga $2.500.

Support Multi-Tahun $1.800–$1.900 Tetap Bertahan

Secara teknikal, ETH masih bertahan di atas garis tren naik multi-tahun yang telah menjadi support sejak 2018–2020. Area ini berada di kisaran $1.800–$1.900.

Heatmap distribusi cost basis Glassnode menunjukkan sekitar 2,9 juta ETH terakhir dibeli di zona ini, menjadikannya area pertahanan penting bagi investor.

Pola teknikal saat ini bahkan menyerupai struktur sebelum reli eksplosif 2020–2021. Dalam periode tersebut, setiap kali harga bertahan di atas garis tren naik, reli parabola terjadi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data on-chain ETH berteriak ‘Bottom is In’. Lonjakan volatilitas dibarengi MVRV rendah adalah indikator kuat ETH jenuh jual.

“Jika tren multi-year di $1.800-$1.900 bertahan, sejarah 2020 bisa terulang dan bawa ETH ke kenaikan eksplosif ke target $2.500,” jelasnya,

Level Kunci Berikutnya: $2.100 dan $2.540

Meski sinyal pemulihan menguat, konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan. Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.100, momentum dapat berlanjut menuju rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar $2.540.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan zona $1.800–$1.900 berisiko melemahkan struktur bullish yang mulai terbentuk.

Dengan volatilitas di level tertinggi dalam setahun, MVRV masuk zona akumulasi, dan support multi-tahun bertahan, Ethereum menunjukkan tanda-tanda pembentukan bottom makro. Namun, kelanjutan reli akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support dan menembus resistance kunci dalam beberapa sesi mendatang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 1,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, bergerak berlawanan arah dengan Bitcoin (BTC) yang justru terkoreksi 3,37% pada periode yang sama.

Pergerakan independen ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah PI menunjukkan kekuatan tersendiri, atau kenaikan ini hanya dampak volatilitas di pasar yang tipis?

Berdasarkan data perdagangan terbaru, kenaikan harga PI lebih mencerminkan kondisi likuiditas yang rendah dibanding dorongan fundamental yang kuat.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Volatilitas di Pasar Tipis Jadi Pendorong Utama

Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap volume perdagangan PI naik sekitar 25% menjadi $14,75 juta.

Meski terlihat signifikan secara persentase, tingkat perputaran pasar (market turnover) PI masih sangat rendah di kisaran 0,00912. Angka ini menunjukkan likuiditas yang tipis.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan beli dalam jumlah relatif kecil dapat mendorong harga naik secara tidak proporsional.

Tanpa adanya katalis berita, pembaruan ekosistem, atau sentimen positif besar di media sosial, kenaikan harga PI cenderung bersifat teknikal dan rentan berbalik arah.

Artinya, reli 24 jam ini belum bisa dikategorikan sebagai awal tren bullish baru. Struktur pasar yang rapuh membuat harga mudah terdorong naik, namun juga berisiko turun tajam jika tekanan jual muncul.

Tidak Ada Katalis Sekunder yang Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, pergerakan PI terjadi saat kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 3,46%.

Biasanya, altcoin cenderung mengikuti arah pergerakan BTC dan pasar secara keseluruhan. Namun kali ini, PI justru bergerak independen.

Tidak ditemukan faktor eksternal spesifik yang memicu lonjakan ini, seperti pengumuman pengembangan jaringan, listing di bursa besar, pembaruan roadmap, hingga lonjakan sentimen sosial.

Ketiadaan katalis ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika order book daripada perubahan fundamental.

Bagi trader berpengalaman, kondisi seperti ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar berada dalam fase “low conviction move”, kenaikan yang belum didukung partisipasi luas.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, PI berada dalam rentang harga sempit dengan karakteristik netral dan rapuh. Level penting yang perlu dipantau:

  • Resistance terdekat: $0,175
    Level ini merupakan area tertinggi terbaru. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atasnya dengan volume meningkat signifikan, peluang momentum bullish lanjutan terbuka.
  • Support kuat: $0,165
    Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus level ini, risiko penurunan cepat menuju area $0,16 cukup besar.

Kunci konfirmasi arah berikutnya terletak pada volume.

Kenaikan volume yang berkelanjutan di atas $20 juta per hari akan menjadi indikator partisipasi pasar yang lebih sehat. Tanpa itu, pergerakan harga masih rentan terhadap fluktuasi tajam.

Apakah PI Tahan Terhadap Tekanan Pasar?

Meski kenaikan PI terlihat positif di tengah koreksi BTC, penting untuk memahami konteksnya.

Dalam pasar dengan likuiditas rendah, harga bisa tampak “kuat” karena minimnya tekanan jual besar, bukan karena masuknya arus modal baru secara signifikan.

Jika tekanan jual global kembali meningkat, PI berisiko ikut terseret karena struktur pasarnya belum cukup solid.

Sebaliknya, apabila PI mampu bertahan di atas $0,165 meski pasar melemah, ini bisa menjadi indikasi adanya basis pembeli yang stabil di area tersebut.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Kenaikan harga Pi Network sebesar 1,29% dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan dinamika pasar tipis daripada dorongan fundamental yang kuat.

Tanpa katalis jelas dan partisipasi volume yang lebih besar, pergerakan ini masih tergolong rapuh.

Investor dan trader disarankan untuk memantau volume harian (target konfirmasi di atas $20 juta), mengamati reaksi harga di area $0,175 dan $0,165, dan waspada terhadap tekanan jual global yang dapat memicu koreksi cepat.

Dalam kondisi pasar seperti ini, manajemen risiko menjadi faktor krusial. Kenaikan kecil bisa berubah menjadi penurunan tajam dalam waktu singkat jika likuiditas kembali mengering.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Illuvium Rilis Wave 5, Ekspansi NFT Terakhir Set 1 Illuvium Beyond

Ekosistem game blockchain Illuvium kembali menjadi sorotan setelah resmi meluncurkan Wave 5, chapter terakhir dari Set 1 untuk mode koleksi digital Illuvium Beyond.

Ekspansi ini menghadirkan NFT baru, pembaruan reward, serta penyempurnaan mekanisme albums sebagai penutup fase awal koleksi.

Peluncuran ini sempat mengalami penundaan akibat proses migrasi infrastruktur ke jaringan Immutable X (IMX).

Namun, dengan rampungnya migrasi tersebut, Illuvium kini melanjutkan roadmap ekspansi konten untuk menjaga momentum komunitas dan permintaan NFT.

Baca Juga: Illuvium Bangkit: Token ILV Melejit 100% dalam Sebulan

Wave 5: Penutup Set 1 Illuvium Beyond

Menurut laporan Coinmarketcal, Wave 5 menjadi bagian terakhir dari Set 1 Illuvium Beyond, koleksi kartu digital berbasis NFT yang terintegrasi dalam ekosistem Illuvium.

Setiap wave sebelumnya memperkenalkan karakter dan atribut baru yang dapat dikoleksi, ditingkatkan, serta diperdagangkan oleh pemain.

Dalam Wave 5, pemain mendapatkan NFT karakter baru, reward dan insentif yang diperbarui, serta finalisasi sistem albums sebagai mekanisme koleksi lengkap.

Mekanisme albums sendiri memungkinkan pemain menyusun koleksi NFT tertentu untuk mendapatkan bonus tambahan. Dengan dirilisnya Wave 5, seluruh rangkaian Set 1 kini resmi lengkap.

Dampak ke Ekosistem dan Harga NFT

Sebagai ekspansi konten, Wave 5 berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan NFT di marketplace.

Biasanya, peluncuran wave baru mendorong lonjakan minting, pembelian, dan spekulasi koleksi langka.

Namun, dinamika harga NFT sering kali mengikuti pola buy the rumor, sell the news”. Artinya, harga bisa naik menjelang peluncuran, lalu terkoreksi setelah rilis resmi ketika investor merealisasikan keuntungan.

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sebagai katalis jangka pendek.

“Wave 5 adalah katalis keterlibatan komunitas (engagement) jangka pendek. Karena ini ekspansi konten/NFT, bukan upgrade inti protokol, dampaknya kemungkinan besar bersifat ‘play/sell the news’. Namun, penyelesaian migrasi IMX adalah fondasi penting bagi stabilitas ekosistem Illuvium ke depan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pendapat ini menekankan bahwa meski Wave 5 penting bagi komunitas, dampak jangka panjang terhadap token ILV atau valuasi proyek akan lebih dipengaruhi oleh faktor struktural seperti teknologi dan stabilitas jaringan.

Migrasi IMX: Fondasi Stabilitas Baru

Salah satu aspek krusial sebelum peluncuran Wave 5 adalah penyelesaian migrasi ke Immutable X.

IMX dikenal sebagai solusi Layer-2 Ethereum yang fokus pada NFT, menawarkan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi.

Migrasi ini memungkinkan pengalaman pengguna yang lebih lancar, terutama dalam aktivitas minting dan perdagangan NFT.

Dalam jangka panjang, integrasi IMX dapat mengurangi biaya transaksi pemain, meningkatkan skalabilitas marketplace, sekaligus memperkuat keamanan ekosistem.

Dengan fondasi teknis yang lebih stabil, Illuvium memiliki ruang lebih besar untuk ekspansi konten berikutnya di Set 2 atau mode game lainnya.

Strategi Retensi Pemain

Industri game blockchain sangat kompetitif. Untuk mempertahankan pemain, pengembang harus terus menghadirkan konten baru dan insentif yang menarik.

Wave 5 dirancang untuk meningkatkan retensi dengan menyelesaikan koleksi Set 1, memberikan reward eksklusif bagi kolektor aktif, dan mendorong aktivitas perdagangan NFT.

Strategi ini penting karena nilai jangka panjang proyek game NFT tidak hanya bergantung pada spekulasi harga, tetapi juga partisipasi komunitas.

Outlook Jangka Pendek dan Panjang

Dalam jangka pendek, Wave 5 kemungkinan meningkatkan volume perdagangan NFT Illuvium Beyond.

Namun, volatilitas tetap mungkin terjadi seiring aksi ambil untung pasca-peluncuran. Dalam jangka panjang, penyelesaian migrasi IMX menjadi faktor yang lebih fundamental.

Infrastruktur yang stabil membuka peluang integrasi lebih luas, termasuk ekspansi fitur, kolaborasi NFT, dan pengembangan mode permainan tambahan.

Jika Illuvium mampu menjaga keseimbangan antara inovasi konten dan stabilitas teknis, proyek ini berpotensi mempertahankan posisinya sebagai salah satu game blockchain premium di ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Bangkit dari Tidur Panjang, Illuvium (ILV) Naik 97%

Peluncuran Wave 5 menandai akhir Set 1 Illuvium Beyond sekaligus membuka babak baru bagi ekosistem Illuvium. Ekspansi ini menghadirkan NFT baru dan reward tambahan untuk meningkatkan engagement komunitas.

Meski dampaknya terhadap harga kemungkinan bersifat jangka pendek, penyelesaian migrasi IMX memberikan fondasi teknis yang lebih kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Kini, pasar akan menilai apakah momentum ini mampu diterjemahkan menjadi peningkatan aktivitas dan nilai ekosistem secara berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Yuma Group Luncurkan YCX, Indeks Resmi Ekosistem Bittensor

Ekosistem AI berbasis blockchain kembali mencatat tonggak penting.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal, Yuma Group resmi meluncurkan Yuma Composite Index (YCX), sebuah benchmark baru yang dirancang untuk melacak performa pasar seluruh subnet dalam jaringan Bittensor.

Peluncuran ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem Bittensor mulai bergerak menuju fase yang lebih matang dan terstandarisasi.

YCX hadir sebagai indeks agregat yang mengumpulkan data performa harga pasar subnet, memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika ekonomi di dalam jaringan.

Dengan meningkatnya minat terhadap narasi AI di industri kripto, kehadiran benchmark formal seperti YCX dinilai akan meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah akses bagi investor institusional, termasuk produk ETP dan dana kelolaan (funds).

Baca Juga: TAO Bittensor Rontok 13% Sehari! Harga Terjun ke US$160

Mengapa YCX Penting bagi Ekosistem Bittensor?

Selama ini, salah satu tantangan utama dalam ekosistem subnet adalah kurangnya standar pengukuran performa yang terintegrasi.

Setiap subnet memiliki karakteristik, model insentif, dan performa pasar yang berbeda-beda. Tanpa indeks komprehensif, investor kesulitan mengevaluasi kinerja keseluruhan ekosistem.

YCX menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan data agregat yang terstruktur.

Indeks ini berfungsi layaknya indeks saham di pasar tradisional menjadi barometer kesehatan dan arah pergerakan pasar subnet Bittensor.

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sebagai langkah krusial dalam evolusi proyek.

“Peluncuran YCX adalah tanda kedewasaan ekosistem Bittensor. Dengan adanya benchmark formal, Bittensor mulai beralih dari proyek eksperimental menjadi infrastruktur AI yang terukur. Keterlibatan Barry Silbert memperkuat daya tarik spekulatif, namun utilitas nyata terletak pada kemudahan bagi modal besar untuk memantau performa subnet secara transparan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dua aspek penting: legitimasi institusional dan daya tarik spekulatif. Kehadiran figur besar seperti Barry Silbert turut memperkuat sentimen pasar terhadap inisiatif ini.

Dampak terhadap Investor Institusional

Dalam beberapa tahun terakhir, investor institusional menunjukkan minat besar terhadap sektor AI, termasuk integrasinya dengan blockchain.

Namun, salah satu hambatan utama adalah kurangnya standar pengukuran risiko dan performa. YCX berpotensi menjadi jembatan antara ekosistem kripto dan keuangan tradisional.

Dengan adanya benchmark resmi, manajer investasi dapat mengukur volatilitas dan tren performa subnet secara agregat, membandingkan kinerja subnet dengan aset kripto lainnya, hingga mengembangkan produk turunan seperti ETP berbasis indeks subnet.

Standarisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas Bittensor sebagai infrastruktur AI terdesentralisasi, bukan sekadar proyek eksperimental berbasis komunitas.

Narasi AI dan Momentum Pasar

Peluncuran YCX terjadi di tengah kuatnya narasi AI dalam industri kripto global.

Token dan proyek yang memiliki eksposur terhadap kecerdasan buatan mengalami lonjakan minat sejak 2024, seiring meningkatnya adopsi teknologi AI secara luas.

Bittensor sendiri dikenal sebagai jaringan yang memungkinkan model AI untuk berinteraksi, berbagi nilai, dan mendapatkan insentif melalui mekanisme blockchain.

Dengan bertambahnya jumlah subnet yang beroperasi, kompleksitas ekosistem pun meningkat, dan di sinilah peran YCX menjadi relevan.

Indeks ini dapat membantu pasar memahami apakah pertumbuhan subnet benar-benar mencerminkan peningkatan nilai ekonomi atau sekadar spekulasi jangka pendek.

Menuju Infrastruktur AI yang Terukur

Jika sebelumnya Bittensor lebih sering dipandang sebagai eksperimen ambisius dalam desentralisasi AI, maka YCX menandai pergeseran menuju struktur yang lebih sistematis.

Adanya benchmark formal biasanya menjadi salah satu indikator kedewasaan suatu ekosistem finansial.

Bagi investor ritel, YCX dapat menjadi alat referensi untuk membaca tren makro di dalam jaringan. Sementara bagi institusi, indeks ini membuka pintu untuk eksposur yang lebih terukur dan terdiversifikasi.

Namun demikian, seperti halnya produk indeks pada tahap awal, keberhasilan YCX akan sangat bergantung pada transparansi metodologi perhitungan, konsistensi pembaruan data, dan likuiditas pasar subnet yang mendasari.

Baca Juga: Game Changer Bittensor? TAO Synergies Amankan Pendanaan $11 Juta!

Peluncuran Yuma Composite Index (YCX) oleh Yuma Group menjadi babak baru bagi ekosistem Bittensor.

Dengan menghadirkan benchmark resmi untuk seluruh subnet, YCX memperkuat fondasi transparansi dan membuka peluang masuknya modal institusional ke sektor AI-crypto.

Di tengah kuatnya narasi AI global, langkah ini berpotensi mengubah persepsi pasar terhadap Bittensor, dari proyek eksperimental menjadi infrastruktur AI terdesentralisasi yang terukur dan siap bersaing di level institusional.

Kini, perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana YCX diadopsi dan apakah indeks ini mampu menjadi standar baru dalam mengukur performa ekonomi subnet di dunia blockchain berbasis AI.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Lido Labs Gelar Tokenholder Update Call, Harga LDO Tetap Stabil

Ekosistem liquid staking kembali menjadi sorotan setelah Lido Labs menggelar tokenholder update call rutin pada 26 Februari 2026 pukul 14.00 UTC.

Agenda ini menjadi forum komunikasi berkala antara tim pengembang dan pemegang token untuk memaparkan perkembangan terbaru protokol, integrasi lintas jaringan (cross-chain), serta arah pengembangan ekosistem liquid staking di tengah persaingan yang semakin ketat.

Sebagai pemain dominan dalam sektor liquid staking, Lido memegang peran sentral dalam ekosistem Ethereum.

Merujuk laporan dari Coinmarketcal, protokol ini memungkinkan pengguna melakukan staking ETH tanpa harus mengunci likuiditas, berkat mekanisme liquid staking token (LST) seperti stETH.

Baca Juga: VanEck Ajukan ETF Lido Staked Ethereum, Pertama di Dunia

Fokus Pembaruan: Protokol dan Ekspansi Cross-Chain

Dalam sesi pembaruan tersebut, Lido Labs menyoroti sejumlah peningkatan teknis pada protokol, termasuk optimalisasi keamanan validator dan efisiensi manajemen staking pool.

Selain itu, integrasi cross-chain menjadi topik penting, mengingat tren interoperabilitas blockchain yang semakin berkembang.

Ekspansi lintas jaringan dinilai krusial untuk mempertahankan dominasi pasar, terutama ketika kompetitor di sektor LST dan liquid restaking token (LRT) mulai agresif menawarkan insentif dan inovasi baru.

Dengan semakin banyaknya blockchain layer-2 dan jaringan alternatif Ethereum, kemampuan untuk menghadirkan likuiditas lintas ekosistem menjadi faktor penentu daya saing.

Namun, berbeda dengan pengumuman upgrade besar atau perubahan tokenomics, update call kali ini lebih bersifat informatif dan rutin.

Tim Research Tokocrypto menilai ekspektasi pasar terhadap acara ini memang terbatas.

“Ini adalah event informatif (rutin) tanpa pengumuman upgrade radikal atau perubahan tokenomics yang terlampir. Meskipun Lido tetap menjadi penguasa pangsa pasar staking Ethereum, absennya katalis harga yang konkret membuat volatilitas LDO tetap rendah pasca-call,” tutur Tim Research Tokocrypto.

Dominasi Lido di Tengah Persaingan LST/LRT

Sejak awal booming liquid staking, Lido konsisten mempertahankan pangsa pasar terbesar dalam staking Ethereum.

Total value locked (TVL) Lido menjadi salah satu yang tertinggi di sektor DeFi, mencerminkan kepercayaan komunitas terhadap model bisnis dan keamanan protokolnya.

Namun, lanskap persaingan berubah cepat. Munculnya protokol liquid restaking yang memanfaatkan narasi modular blockchain dan shared security mulai menggerus dominasi pemain lama.

Inovasi seperti restaking di layer tambahan menciptakan peluang imbal hasil baru, sekaligus meningkatkan kompleksitas risiko.

Dalam konteks ini, strategi Lido untuk memperkuat integrasi cross-chain dan menjaga stabilitas protokol menjadi langkah defensif sekaligus preventif.

Alih-alih melakukan perubahan drastis, pendekatan bertahap dapat menjaga kepercayaan pasar dan meminimalkan risiko teknis.

Dampak terhadap Harga LDO

Pergerakan harga Lido DAO (LDO/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Lido DAO (LDO/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Token LDO sebagai governance token Lido umumnya bereaksi signifikan terhadap pengumuman besar seperti proposal perubahan fee, redistribusi reward, atau upgrade fundamental.

Namun, tanpa adanya katalis semacam itu, pergerakan harga cenderung mengikuti sentimen pasar kripto secara umum.

Secara historis, event rutin seperti update call lebih berdampak pada persepsi jangka panjang dibanding lonjakan harga instan.

Investor institusional dan pemegang jangka panjang biasanya lebih memperhatikan konsistensi roadmap serta transparansi komunikasi dibanding spekulasi jangka pendek.

Dengan absennya perubahan tokenomics atau inovasi disruptif, volatilitas LDO diperkirakan tetap terkendali dalam jangka pendek.

Pasar tampaknya menempatkan event ini sebagai bagian dari tata kelola rutin, bukan momentum spekulatif.

Outlook Sektor Liquid Staking 2026

Memasuki 2026, sektor liquid staking dan liquid restaking diproyeksikan tetap kompetitif.

Ethereum sebagai blockchain proof-of-stake terbesar dunia terus menarik partisipasi validator, sementara inovasi layer-2 dan restaking memperluas use case staking.

Dalam lanskap ini, Lido menghadapi dua tantangan utama: menjaga dominasi pasar dan beradaptasi dengan inovasi cepat di sektor DeFi.

Update call rutin seperti ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan tata kelola komunitas—dua elemen penting dalam mempertahankan kepercayaan jangka panjang.

Baca Juga: Apa Itu Lido (LDO)?

Tokenholder update call Lido Labs pada 26 Februari 2026 menegaskan posisi Lido sebagai pemimpin liquid staking Ethereum, sekaligus mencerminkan fase konsolidasi strategis di tengah persaingan ketat sektor LST/LRT.

Meski tidak menghadirkan katalis harga signifikan, sesi ini memperkuat fondasi komunikasi dan transparansi kepada komunitas.

Bagi investor, fokus kini beralih pada bagaimana Lido menavigasi ekspansi cross-chain dan mempertahankan relevansi di era restaking.

Untuk jangka pendek, volatilitas LDO diperkirakan tetap rendah.

Namun dalam perspektif jangka panjang, konsistensi pengembangan dan adaptasi strategis akan menjadi kunci utama mempertahankan dominasi di pasar liquid staking global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

Ripple kembali memperluas strategi ekosistemnya dengan menjadi investor strategis dalam pendanaan awal (seed round) senilai $5 juta untuk t54 Labs pada 25 Februari. t54 memposisikan diri sebagai “trust layer” bagi ekonomi berbasis AI agent yang sedang berkembang.

Langkah ini bukan sekadar investasi kecil dalam proyek AI, melainkan sinyal arah strategis Ripple. Perusahaan tidak mendukung chatbot konsumen atau token bertema AI, melainkan membangun infrastruktur pembayaran, identitas, dan kontrol risiko yang memungkinkan agen otonom bertransaksi secara patuh regulasi.

Ripple sebelumnya telah menyatakan telah menggelontorkan $550 juta ke dalam ekosistem XRP Ledger (XRPL). Investasi di t54 menunjukkan fokus berikutnya: menjadikan XRPL sebagai tulang punggung pembayaran machine-to-machine (M2M).

AI Agent Butuh Pembayaran yang Tertanam dalam Workflow

Jika AI agent benar-benar menjadi pelaku ekonomi digital, membeli data, menyewa komputasi, atau membayar layanan—maka pembayaran harus terjadi langsung di dalam proses kerja (workflow), bukan setelahnya.

Di sinilah standar x402 menjadi relevan. x402 menghidupkan kembali kode HTTP 402 “Payment Required”, memungkinkan agen memanggil endpoint, menerima tantangan pembayaran, menyelesaikan pembayaran otomatis, lalu melanjutkan proses—tanpa langganan, invoice, atau rekonsiliasi manual.

Namun, standar saja tidak cukup. Infrastruktur pembayaran di belakangnya harus cepat, murah, dan yang terpenting: patuh regulasi.

Ripple melihat celah di sini. Menurut Tim Research Tokocrypto, Ripple nggak cuma kejar chatbot, tapi kejar infrastruktur ‘back-end’ ekonomi AI.

“Jika agen AI mulai menggunakan RLUSD buat beli data atau komputasi, XRPL bakal dapet lonjakan likuiditas on-ledger masif. Ini strategi jangka panjang narik XRPL jadi tulang punggung ekonomi mesin,” terangnya.

Tantangan Utama: Akuntabilitas, Bukan Sekadar Transfer Nilai

Mengirim dana lewat blockchain bukan lagi masalah besar. Tantangan sebenarnya adalah akuntabilitas.

Jika AI agent melakukan transaksi, pihak lawan transaksi—terutama institusi teregulasi—akan bertanya:

  • Siapa yang mengendalikan agent tersebut?
  • Apakah ada verifikasi identitas?
  • Bagaimana risiko dipantau?
  • Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan?

t54 membangun infrastruktur dengan asumsi bahwa identitas, verifikasi, kontrol risiko real-time, dan sistem kredit adalah syarat utama agar ekonomi berbasis AI dapat berkembang secara serius.

Dalam konteks ini, XRPL diposisikan bukan sekadar blockchain aplikasi AI, melainkan sebagai layer settlement yang siap digunakan institusi.

Permissioned Domains dan DEX: Infrastruktur untuk Institusi

Perkembangan XRPL belakangan ini, seperti fitur Permissioned Domains dan Permissioned DEX, menunjukkan arah yang jelas: menciptakan lingkungan terkontrol bagi pelaku yang membutuhkan allowlist, kredensial, dan akses terbatas.

Jika AI agent harus bertransaksi dengan entitas yang wajib memenuhi KYC, AML, dan screening sanksi, maka pendekatan permissioned menjadi krusial.

Di titik ini, bentuk pembayaran menjadi penentu utama.

Baca juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

RLUSD Bisa Lebih Penting dari Biaya Transaksi

Dalam ekonomi machine-to-machine, volatilitas adalah masalah. AI agent yang melakukan ribuan transaksi mikro tidak dapat bergantung pada aset yang fluktuatif.

Stablecoin menjadi solusi logis.

RLUSD, stablecoin milik Ripple, memiliki suplai beredar sekitar $1,538 miliar dengan cadangan sekitar $1,610 miliar. Namun, data DeFiLlama menunjukkan stablecoin yang benar-benar beredar di XRPL sekitar $415 juta, dan RLUSD menyumbang sekitar 83% dari jumlah tersebut.

Artinya, meski RLUSD cukup besar secara total suplai, likuiditas settlement di XRPL sendiri masih relatif terbatas.

Jika AI workflow benar-benar memilih RLUSD sebagai aset kerja utama, maka permintaan likuiditas di XRPL dapat meningkat signifikan.

Menariknya, biaya dasar XRPL sangat kecil—sekitar 0,00001 XRP per transaksi dan dibakar. Dampak ekonomi terbesar bukan dari fee burn, melainkan dari peningkatan kebutuhan likuiditas stablecoin dan market making di dalam ledger.

XRPL Tidak Perlu Kuasai Seluruh Pasar AI

Saat ini, Ethereum memimpin dalam jumlah AI agent yang dideploy, disusul Base. XRPL bukan pemain dominan di sisi aplikasi AI.

Namun Ripple tampaknya tidak menargetkan dominasi penuh. Strateginya lebih sempit dan praktis: menguasai layer pembayaran dan settlement.

Jika standar seperti x402 mencapai 200 juta transaksi per tahun dan XRPL menangkap 2%, itu berarti sekitar 4 juta transaksi per tahun. Jika penetrasi naik menjadi 5% dari 1 miliar transaksi tahunan, maka XRPL dapat memproses 50 juta transaksi per tahun.

Dalam skenario lebih agresif—10 miliar transaksi tahunan dengan 5% pangsa—XRPL bisa menangani 500 juta transaksi per tahun, atau sekitar 1,37 juta transaksi per hari.

Angka tersebut cukup untuk menciptakan perubahan signifikan dalam kebutuhan likuiditas, alat kepatuhan, dan infrastruktur pengembang.

Kesimpulan: Miliaran Dolar Potensi, Tapi Bergantung pada Pilihan Agent

Potensi pembayaran machine-to-machine bernilai miliaran dolar memang terbuka. Namun, dampak riil bagi XRPL bergantung pada satu faktor kunci: apakah AI agent memilih RLUSD sebagai aset settlement utama.

Jika ya, XRPL dapat menjadi pusat clearing untuk ekonomi digital otonom. Jika tidak, peran Ripple mungkin hanya terbatas sebagai pemain pendukung dalam lanskap yang lebih luas.

Pertarungan berikutnya bukan soal hype AI, melainkan siapa yang menguasai rel pembayaran di balik layar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Tembus $1 Triliun! Raksasa DeFi Ini Kian Dominan

Protokol decentralized finance (DeFi) Aave resmi melampaui $1 triliun dalam volume pinjaman kumulatif, menjadikannya platform pertama di industri DeFi yang mencapai tonggak tersebut.

CEO Aave Labs, Stani Kulechov, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa Aave kini menjadi tulang punggung sistem pinjaman on-chain global. Ia menegaskan bahwa Aave menargetkan posisi sebagai jaringan likuiditas terbesar dan paling efisien di dunia, yang dapat diakses oleh pengembang, bank, hingga perusahaan fintech secara default.

Tonggak ini memperkuat posisi Aave sebagai pemimpin di sektor lending DeFi yang semakin berkembang.

Ekspansi ke Institusi Lewat Aave Horizon

Dikutip Cointelegraph, pertumbuhan Aave tidak lepas dari ekspansi ke sektor keuangan tradisional. Pada Agustus lalu, Aave Labs meluncurkan Aave Horizon, pasar pinjaman berbasis Ethereum yang dirancang khusus untuk institusi keuangan.

Melalui platform ini, institusi dapat meminjam stablecoin dengan jaminan aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Beberapa nama besar seperti VanEck, WisdomTree, dan Securitize tercatat sebagai peserta awal dalam penawaran institusional tersebut.

Langkah ini menandai upaya Aave menjembatani DeFi dan TradFi, sekaligus memperluas basis pengguna di luar komunitas kripto.

Baca jjuga: BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

TVL Capai $27,2 Miliar, Fee $83,3 Juta dalam 30 Hari

Saat ini, Aave mengamankan lebih dari $27,2 miliar dalam total value locked (TVL), menjadikannya salah satu protokol lending terbesar di DeFi. Pengguna dapat menyetor aset kripto untuk memperoleh bunga atau meminjam secara instan dengan jaminan kripto.

Dalam 30 hari terakhir, Aave menghasilkan lebih dari $83,3 juta dalam pendapatan biaya (fees), hampir empat kali lebih besar dibanding pesaing terdekatnya, Morpho.

Aave memimpin sejumlah platform lending lain seperti Morpho, JustLend, SparkLend, Maple, Kamin Lend, dan Compound Finance, yang masing-masing memiliki TVL di atas $1 miliar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, angka T adalah bukti dominasi mutlak Aave sebagai tulang punggung (backbone) likuiditas on-chain global.

“Meskipun ada konflik internal terkait pendanaan DAO vs Labs, performa pendapatan yang 4x lipat lebih besar dari kompetitor terdekatnya (Morpho) menunjukkan bahwa efek jaringan (network effect) Aave hampir mustahil untuk digoyang dalam waktu dekat,” jelasnya.

Visi Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Kulechov juga menyoroti potensi tokenisasi “abundance assets” seperti energi surya, baterai penyimpanan energi, dan robotika tenaga kerja. Ia memperkirakan nilai gabungan sektor tersebut bisa mencapai $50 triliun pada 2050.

Menurutnya, tokenisasi aset-aset tersebut dapat membuka peluang likuiditas baru bagi DeFi dan memperluas utilitas protokol seperti Aave dalam sistem keuangan global.

Perdebatan Internal Soal Pendanaan Aave Labs

Di tengah pencapaian tersebut, Aave juga menghadapi dinamika internal. Komunitas Aave tengah memperdebatkan proposal DAO yang menawarkan paket pendanaan hingga $42,5 juta dalam stablecoin dan 75.000 token AAVE kepada Aave Labs.

Sebagai imbalannya, Aave Labs akan mengalihkan seluruh pendapatan dari produk bermerek Aave ke treasury DAO dalam model operasional yang didanai DAO.

Proposal ini memicu perbedaan pandangan di antara pemegang token mengenai pembagian kendali pendapatan antara Aave Labs dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).

Dengan volume pinjaman yang telah menembus $1 triliun dan ekspansi institusional yang terus berkembang, Aave mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap DeFi—meski tantangan tata kelola internal masih menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?

Menjelang akhir Februari, pergerakan whale kripto menunjukkan reposisi altcoin yang cukup agresif di tengah pasar yang masih dibayangi ketidakpastian. Data on-chain memperlihatkan akumulasi selektif pada tiga token utama: Uniswap (UNI), Bitcoin Cash (BCH), dan Chainlink (LINK).

Meski harga belum sepenuhnya stabil, pola teknikal dan arus dana besar mengindikasikan potensi pergerakan signifikan pada Maret 2026.

Uniswap (UNI): Akumulasi Diam-Diam di Tengah Pola Segitiga

Dilaporkan BeInCrypto, UNI naik hampir 15,5% dalam 24 jam terakhir dan sempat menyentuh $4,29 sebelum terkoreksi. Di balik volatilitas tersebut, whale justru menambah kepemilikan.

Dompet besar meningkatkan kepemilikan dari 639,06 juta menjadi 640 juta UNI hanya dalam satu hari. Dengan harga saat ini, akumulasi tersebut bernilai sekitar $1 juta.

Secara teknikal, UNI sedang bergerak dalam pola symmetrical triangle, ditandai dengan lower highs dan higher lows yang semakin menyempit. Dua percobaan breakout sebelumnya gagal ditembus, namun Smart Money Index masih berada di atas garis sinyal, menjaga peluang breakout tetap terbuka.

Jika UNI mampu ditutup di atas $4,21 pada timeframe 12 jam, peluang kenaikan ke $4,88 bahkan $5,95 terbuka. Sebaliknya, support kunci berada di $3,81.

Bitcoin Cash (BCH): Whale Tambah $50 Juta Setelah Pola Bullish Terbentuk

Bitcoin Cash mencatat akumulasi paling agresif. Wallet dengan kepemilikan 100.000 hingga 1 juta BCH meningkatkan saldo dari 4,3 juta menjadi 4,4 juta BCH—setara hampir $50 juta.

Menariknya, sebelum 25 Februari kelompok whale ini justru mengurangi kepemilikan. Akumulasi dimulai setelah terbentuknya pola inverse head-and-shoulders, yang biasanya mengindikasikan pembalikan tren.

Dalam 8 jam terakhir, BCH sempat naik sekitar 10% sebelum terkoreksi ringan. Saat ini harga mendekati neckline di sekitar $598. Jika level ini ditembus, target proyeksi teknikal mengarah ke $777.

Namun, resistance kuat masih berada di $570. Kegagalan bertahan di atas $508 akan menjadi peringatan awal, sementara penutupan di bawah $423 akan membatalkan struktur bullish sepenuhnya.

Chainlink (LINK): Breakout Terkonfirmasi, Whale Tambah $3,5 Juta

Chainlink menunjukkan perubahan sentimen yang jelas. Setelah periode distribusi sepanjang Februari, whale kembali membeli pada 26 Februari.

Kepemilikan meningkat dari 591,96 juta menjadi 592,33 juta LINK—tambahan sekitar 370.000 LINK atau senilai $3,5 juta.

Akumulasi ini terjadi setelah LINK mengonfirmasi breakout inverse head-and-shoulders di timeframe 12 jam. Artinya, pembelian dilakukan setelah sinyal teknikal valid, bukan spekulasi awal.

Harga saat ini tertahan di resistance $9,62 dan bertahan di support $9,28. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) telah menembus garis nol sejak 20 Februari dan kini berada di 0,13, mengindikasikan arus dana institusional masuk sebelum breakout terjadi.

Jika harga menembus $9,62 dan $10,05, target berikutnya berada di sekitar $11,70. Namun, penurunan di bawah $8,04 akan melemahkan struktur bullish secara signifikan.

Apa Artinya untuk Maret 2026?

Menurut Tim Research Tokocrypto, pergerakan paus ini adalah sinyal ‘Smart Money’ yang sudah mulai mencuri start sebelum retail sadar.

“Akumulasi agresif di BCH dan LINK setelah konfirmasi pola teknikal menunjukkan bahwa investor besar lebih mementingkan bukti breakout daripada sekadar spekulasi harga murah,” analisanya.

Pergerakan whale pada UNI, BCH, dan LINK menunjukkan pendekatan yang terukur. Pada UNI, akumulasi terjadi sebelum potensi breakout. Pada BCH dan LINK, pembelian terjadi setelah pola teknikal mulai terkonfirmasi.

Meski pasar masih dibayangi ketidakpastian makro, data on-chain memperlihatkan bahwa pemegang besar mulai membangun posisi lebih awal. Apakah ini awal rotasi altcoin di bulan Maret, akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing token menembus level resistance kunci dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com