Tag Archives: altcoin

Bisakah Tembus $2.824 dan Membuat Perjalanan Baru ETH?

Ekosistem Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat. Di tengah lonjakan penggunaan dan sinyal-sinyal bullish dari berbagai indikator on-chain, harga ETH mendekati titik krusial di $2.824 — sebuah level resistensi yang bisa menjadi kunci menuju reli selanjutnya.

Lonjakan Aktivitas Menjadi Sinyal Awal

Sejak awal Juni, Ethereum mengalami lonjakan signifikan dalam keterlibatan ekosistem. Alamat Aktif Mingguan melonjak hingga 17,4 juta — mencetak rekor baru. Yang menarik, interaksi di jaringan Layer-2 meningkat 18,43%, dengan multiplier 7,55x, mencerminkan peningkatan besar dalam adopsi solusi skalabilitas Ethereum.

Meski terjadi sedikit penurunan dalam aktivitas lintas rantai, volume penggunaan inti Ethereum tetap tinggi, menandakan minat yang kembali tumbuh dari investor ritel dan institusi.

DeFi dan TVL Berikan Dorongan Bullish

Dilaporkan AMBCrypto, total Value Locked (TVL) Ethereum naik menjadi $86,63 miliar, meningkat 1,28% hanya dalam 24 jam terakhir menurut data DeFiLlama. Ini menunjukkan arus masuk modal yang stabil ke dalam protokol DeFi berbasis Ethereum, di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Investor tampaknya kembali mempercayai fondasi jangka panjang DeFi, dengan Ethereum sebagai tulang punggungnya. Aset yang masuk ke protokol peminjaman, staking, dan penyediaan likuiditas turut memperkuat permintaan on-chain Ethereum. Pertumbuhan TVL ini bisa menjadi landasan kuat untuk pergerakan harga ETH dalam jangka pendek.

Arus Keluar Bursa: Tanda Potensi Kekurangan Pasokan?

Menurut CryptoQuant, ETH mencatat Exchange Netflow negatif sebesar -1,59% — menunjukkan penarikan dana dari bursa menuju penyimpanan pribadi atau staking. Ini menandakan berkurangnya tekanan jual dan membuka peluang penguatan harga secara teknikal.

Jika tren ini berlanjut, ETH dapat memasuki fase supply squeeze, di mana permintaan moderat sekalipun bisa memicu lonjakan harga yang tajam.

Baca juga: ETF Ethereum Melesat: Blackrock ETHA Pimpin Arus Masuk US$25 Juta

Sentimen Pedagang: Optimisme Tinggi, Tapi Waspadai Kepadatan Posisi

Volatilitas ETH menurun tajam dari 80,25% menjadi 47,3% hanya dalam dua hari, menunjukkan pasar yang relatif stabil. Namun, Rasio Long/Short di Binance saat ini berada di 1,84, dengan hampir 65% pedagang mengambil posisi long. Bias bullish ini cukup jelas, namun juga menimbulkan risiko “crowded trade”.

Kondisi ini bisa menjadi pedang bermata dua: jika momentum bullish gagal berlanjut, pasar bisa menghadapi tekanan jual mendadak.

Pola Teknikal: Kepala dan Bahu Terbalik Menuju Breakout?

Grafik harga ETH memperlihatkan pola inverse head and shoulders yang klasik, dengan harga saat ini di kisaran $2.515. Pola ini memiliki garis leher di $2.824 — level penting yang menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Jika ETH berhasil menembus dan bertahan di atas garis leher ini, kemungkinan besar harga akan melaju ke atas $3.000. Namun, kegagalan untuk menembus bisa memicu konsolidasi lebih lama dan mengurangi momentum.

Kesimpulan: Semua Mata Tertuju ke $2.824

Dengan metrik on-chain yang solid, TVL yang terus naik, arus keluar bursa, dan sentimen pedagang yang bullish — semua sinyal mengarah pada potensi terobosan besar untuk Ethereum.

Namun, level $2.824 adalah medan pertempuran penting. Breakout yang kuat bisa membuka jalan menuju reli besar berikutnya. Sebaliknya, kegagalan menembus bisa mengubah skenario menjadi konsolidasi berkepanjangan — atau bahkan fakeout yang mengecewakan.

Untuk saat ini, Ethereum berada di ambang babak baru. Apakah $2.824 akan menjadi gerbang menuju lonjakan berikutnya? Waktu yang akan menjawab.

Baca juga: Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Naik, Perkuat Perlindungan Web3

Token GoPlus Security (GPS) mengalami lonjakan harga hingga 9,01 persen dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada level 0,0254 USDT atau sekitar Rp 413,90. Volume perdagangan token ini mencapai lebih dari 537 juta GPS dengan nilai transaksi setara 14 juta USDT.

Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya adopsi platform GoPlus sebagai penyedia layanan keamanan Web3. GoPlus Security merupakan infrastruktur terdesentralisasi yang menyediakan sistem deteksi otomatis untuk melindungi pengguna dari transaksi on-chain berbahaya, termasuk kontrak pintar, token, dan NFT.

Didukung oleh investor besar seperti Binance Labs, Animoca Brands, OKX Ventures, dan HashKey Capital, GoPlus telah memproses lebih dari 21 juta pemeriksaan keamanan setiap hari dan bermitra dengan lebih dari 10.000 proyek, termasuk Uniswap dan SushiSwap.

Fitur GoPlus

Pergerakan harga SoPlus Security (GPS/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga SoPlus Security (GPS/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Kasus Sandwich Attacks MEV Bot

Salah satu fitur andalan GoPlus adalah API Keamanan yang dapat mendeteksi risiko token, alamat wallet mencurigakan, hingga kontrak yang mengandung potensi penipuan. Selain itu, platform ini juga mengembangkan firewall on-chain bernama SecNet dan menyediakan SDK untuk pengembang yang ingin mengintegrasikan fitur keamanan ke dalam dompet atau aplikasi Web3.

Token GPS sendiri berperan sebagai alat pembayaran layanan keamanan, insentif staking, serta partisipasi dalam tata kelola ekosistem. Saat ini, GPS memiliki total pasokan 10 miliar token dengan sekitar 1,81 miliar beredar di pasar.

Dengan lonjakan harga dan semakin luasnya adopsi, GoPlus dipandang sebagai salah satu proyek terdepan dalam bidang keamanan Web3, terutama di tengah meningkatnya risiko penipuan dan serangan siber di ekosistem blockchain global.

Baca juga: Unstaked Menarik Perhatian di Tengah Turunnya Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Shiba Inu dan Dogecoin Akan Bangkit di Tengah Tahun Ini?

Meskipun dikenal sebagai “meme coin”, Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin (DOGE) telah menunjukkan daya tahan yang luar biasa di pasar kripto.

Menjelang musim panas 2025, kedua koin ini menarik perhatian investor dan analis, yang mempertanyakan apakah mereka akan kembali memimpin pasar.

Tren Penurunan Harga

Dalam enam bulan terakhir, harga SHIB mengalami penurunan sekitar 53,87%, sementara DOGE turun hampir 56%.

Fluktuasi harga menunjukkan adanya tekanan jual yang signifikan, dengan harga SHIB bergerak antara $0,0000108 dan $0,0000162, serta DOGE berada di kisaran $0,1512 hingga $0,2470.

Indikator teknikal seperti RSI yang mendekati angka 40 menunjukkan potensi kondisi oversold, namun belum ada sinyal kuat untuk pembalikan arah.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknikal

Untuk SHIB, level support terdekat berada di $0,00000885, sementara resistance ada di $0,0000196. DOGE memiliki support di $0,1097 dan resistance di $0,3013.

Kedua koin menunjukkan pola konsolidasi, dengan pergerakan harga yang terbatas dalam kisaran sempit.

ToMeskipun demikian, indikator teknikal seperti Awesome Oscillator dan Momentum Indicator menunjukkan sentimen negatif, mengindikasikan bahwa tren bearish masih dominan.

Baca Juga: Cek Harga Dogecoin Terbaru Di Sini

Prediksi Harga di Pertengahan Tahun

Beberapa analis optimis bahwa SHIB dan DOGE memiliki potensi untuk bangkit pada musim panas ini.

Prediksi harga untuk SHIB pada Juni 2025 berkisar antara $0,00001200 hingga $0,00001850, dengan rata-rata sekitar $0,00001525.

DOGE diperkirakan dapat mencapai harga antara $0,2300 hingga $0,3000 pada akhir tahun 2025.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendukung Potensi Kenaikan

  1. Komunitas yang Solid: Baik SHIB maupun DOGE memiliki komunitas yang aktif dan berdedikasi, yang dapat menjadi pendorong utama dalam menggerakkan harga.
  2. Dukungan Tokoh Terkenal: DOGE mendapat perhatian dari Elon Musk, yang secara terbuka mendukung koin ini, sementara SHIB terus mengembangkan ekosistemnya dengan fitur-fitur baru.
  3. Inovasi Teknologi: SHIB telah meluncurkan Shibarium, solusi Layer-2 yang meningkatkan skalabilitas dan efisiensi transaksi, yang dapat meningkatkan adopsi dan penggunaan koin ini.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun potensi kenaikan ada, investor harus waspada terhadap volatilitas tinggi dan risiko pasar yang tidak menentu.

Kedua koin ini masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan faktor eksternal, seperti regulasi pemerintah dan kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Harga Dogecoin Turun Hingga $0,17, Bertahan atau Menyerah?

SHIB dan DOGE menunjukkan potensi untuk bangkit pada musim panas ini, didukung oleh komunitas yang kuat, dukungan tokoh terkenal, dan inovasi teknologi.

Namun, investor harus tetap berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Dengan pendekatan yang tepat, kedua koin ini dapat menjadi pilihan menarik dalam portofolio kripto Anda.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hadapi Tren Penurunan, Apakah Harga Pi Network Melanjutkan Kenaikan?

Pi Coin, token dari Pi Network, telah mengalami tren penurunan harga yang signifikan sejak mencapai puncaknya pada Februari 2025.

Meskipun demikian, beberapa analis dan investor tetap optimis terhadap prospek jangka panjang Pi Coin.

Tren Penurunan Harga Pi Coin

Pada awal Juni 2025, Pi Coin diperdagangkan sekitar $0,62, menunjukkan penurunan lebih dari 3% dalam seminggu terakhir.

Penurunan ini mengindikasikan berlanjutnya tren ³3 yang telah berlangsung sejak puncaknya di $2,98 pada Februari 2025.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga adalah tingginya tekanan jual akibat pembukaan kunci token yang besar.

Misalnya, sekitar 97,65 juta PI akan dilepaskan ke pasar dalam 30 hari ke depan, menambah pasokan yang beredar dan menekan harga lebih lanjut.

Potensi Pemicu Kenaikan

Meskipun ada tekanan jual, beberapa faktor dapat memicu pemulihan harga Pi Coin:

  • Pembakaran Token (Token Burn): Analis menyarankan agar tim inti Pi Network melakukan pembakaran token dalam jumlah besar, sekitar 60–100 juta PI, untuk mengurangi pasokan yang beredar dan meningkatkan harga.
  • Pola Teknikal Positif: Grafik harga menunjukkan pola falling wedge, yang sering kali diikuti oleh lonjakan harga. Jika pola ini valid, Pi Coin dapat mengalami kenaikan hingga 200% dari level saat ini.
  • Listing di Bursa Terbesar: Rumor mengenai listing Pi Coin di Binance dan Coinbase dapat meningkatkan likuiditas dan menarik investor baru. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.

Prediksi Harga Pi Coin

Berbagai prediksi harga menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan untuk Pi Coin:

  • Prediksi Jangka Pendek: Pada Juni 2025, harga Pi Coin diperkirakan berada antara $2,37 hingga $3,45, dengan rata-rata sekitar $2,76.
  • Prediksi Jangka Panjang: Beberapa analis memproyeksikan harga Pi Coin dapat mencapai $500 hingga $1.000 pada tahun 2030, tergantung pada adopsi global dan keberhasilan ekosistem Pi.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun prospek jangka panjang menjanjikan, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:

  • Keterbatasan Transparansi: Kurangnya pembaruan dari tim inti Pi Network mengenai perkembangan ekosistem dan adopsi dapat mengurangi kepercayaan investor.
  • Tekanan Jual Berkelanjutan: Pembukaan kunci token yang besar dapat terus menambah pasokan yang beredar, menekan harga lebih lanjut.
  • Ketidakpastian Regulasi: Peraturan yang tidak pasti mengenai cryptocurrency dapat mempengaruhi adopsi dan harga Pi Coin.

Baca Juga: Solana Target $169, Pi Coin Stagnan di Tengah Persaingan Altcoin

Pi Coin menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan, terutama jika faktor-faktor positif seperti pembakaran token dan listing di bursa besar terwujud.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap risiko yang ada dan melakukan penelitian menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengertian dan Contoh Kasus Sandwich Attacks MEV Bot

Sandwich attacks merupakan proses “menjepit” transaksi korban untuk menaikkan harga aset sebelum transaksi korban dieksekusi dan kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi setelah korban membeli.

Serangan ini dinamakan “sandwich attack” karena transaksi korban berada di tengah antara dua transaksi bot, seperti isi sandwich yang diapit oleh dua potong roti.

Dalam melakukan aksinya, si penyerang yang biasanya menggunakan sebuah Bot yang sering disebut dengan Maximum Extractable Value (MEV) Bot untuk memanipulasi harga aset sehingga penyerang bisa mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan trader yang tidak menyadari taktik ini.

Sandwich attacks ini biasanya akan sangat banyak dijumpai oleh kamu yang aktif melakukan trading di decentralized exchange dengan koin kripto yang memiliki market cap rendah.

Simak lebih lengkap mengenai pengertian, cara kerja, hingga contoh kasus sandwich attack yang dilakukan MEV Bot melalui penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Sebenarnya Sandwich Attacks dan MEV Bot dalam Dunia Crypto?

Dalam dunia kripto, sandwich attacks merujuk pada jenis serangan yang biasanya terjadi pada perdagangan kripto di decentralized exchanges (DEXs).

Serangan ini melibatkan dua transaksi yang “menjepit” transaksi korban: satu transaksi pembelian dilakukan sebelum transaksi korban (frontrunning buy) dan penjualan persis setelah ada korban yang membeli (backrunning). 

Karena serangan ini menjepit korbannya selayaknya sebuah sandwich, itulah kenapa serangan ini disebut sandwich attacks.

Biasanya di dalam komunitas kripto, khususnya komunitas memecoin, peristiwa sandwich attack ini sering disebut dengan ‘serangan MEV Bot’ meskipun tidak semua MEV bot melakukan sandwich attack.

Analogi Sandwich Attack

Analogi Sandwich Attack 🥪

Roti pertama (Frontrunning) – MEV bot membeli aset sebelum transaksi korban terjadi, menyebabkan harga naik.

Isi sandwich (Transaksi Korban) – Korban melakukan transaksi dengan harga yang sudah dimanipulasi oleh bot.

Roti kedua (Backrunning) – MEV bot menjual asetnya setelah transaksi korban selesai, mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga.

Bagaimana Cara Kerja Sandwich Attacks oleh MEV Bot?

Agar Bisa Mengerti Bagaimana Sandwich Attacks Bekerja, Ketahui Beberapa Hal Berikut!

DEX (Decentralized Exchange): Platform perdagangan aset kripto yang beroperasi tanpa perantara, DEX menggunakan Automated Market Makers (AMM) untuk menentukan harga aset berdasarkan likuiditas yang tersedia.

Slippage: Selisih antara harga yang diharapkan saat melakukan order di DEX dengan harga aktual saat order tersebut dieksekusi, biasanya dalam bentuk persentase. 

Mempool: Antrian order untuk transaksi yang belum dikonfirmasi di blockchain, sebelum diproses oleh validator atau penambang.

Langkah-Langkah Sandwich Attacks Saat Melakukan Serangan

Ilustrasi pola sandwich attacks. Sumber: Cow.fi

I

Bayangkan jika kamu adalah seorang trader memecoin yang akan melakukan trading atau swap aset kripto menggunakan DEX dari Solana ke memecoin dengan kapitalisasi pasar kecil.

II

Lalu kamu masuk ke halaman DEX tertentu seperti Jupiter atau Raydium dan melakukan swap 1 Solana untuk 10.000 memecoin yang memiliki kapitalisasi pasar di bawah $5.000.000. 

Dengan harga yang stabil, harusnya kamu bisa melakukan swap 1 Solana untuk 10.000 memecoin. Namun, karena volatilitas pasar yang tinggi kamu menaikan angka slippage ke 10%, yang artinya kamu bersedia membayar hingga 1.1 SOL untuk 10.000 memecoin tadi.

III

Transaksi kamu lalu masuk ke mempool, dan MEV Bot melihat peluang sehingga membeli memecoin tersebut sebesar 1 SOL untuk 10.000 memecoin sebelum pesanan kamu berhasil tereksekusi, yang menyebabkan harga naik.

IV

Setelah transaksi MEV Bot berhasil, order kamu akhirnya berhasil dan mendapatkan harga dengan slippage maksimal, yakni 10%. Sehingga kamu mendapatkan 1.1 SOL untuk 10.000 memecoin yang seharusnya kamu bisa mendapatkan 1 SOL untuk 10.000 memecoin.

V

Setelah order kamu berhasil, MEV Bot akan langsung menjual kembali memecoin tersebut dengan harga 10.000 memecoin untuk lebih dari 1.1 SOL. 

Akhirnya MEV Bot yang melakukan sandwich attacks ini mendapatkan keuntungan 0.1 SOL dalam waktu yang singkat dengan memanipulasi urutan transaksi.

Contoh Kasus Sandwich Attacks Saat Trading di Decentralized Exchange

B menandakan pembelian dan S menandakan penjualan oleh MEV bot. Sumber: Dexscreener.com

Dalam contoh ini, kita akan menggunakan salah satu memecoin Solana yakni Spinning Cat dengan ticker OIIAOIIA sebagai contoh kasus.

Proses sandwiching oleh MEV bot.

Dari contoh kasus di atas, MEV Bot tersebut melakukan sandwich attacks dengan nominal awal $24.786 dalam bentuk Solana dan membuat harga awal yang tadinya $0.005347 melonjak ke $0.006108 saat target berhasil membeli memecoin Spinning Cat tersebut.

Setelah target membeli memecoin tersebut, terlihat MEV Bot langsung melakukan penjualan dan membuat harga kembali anjlok di bawah harga target membeli.

Jika dilihat dari timelinenya serangan ini bahkan tidak sampai 1 menit dan Bot tersebut berhasil mengamankan profit senilai $855 dalam waktu sangat singkat!

Aktivitas MEV bot pada koin Spinning Cat. Sumber: dextools.io

Setelah ditelusuri lebih dalam, selama Bot tersebut melakukan aksinya (hanya di koin Spinning Cat dan belum termasuk koin lain), Bot tersebut berhasil meraup keuntungan mencapai $7.900 dengan total transaksi 186 aktivitas jual-beli.

Lalu Bagaimana Cara Agar Terhindar dari Sandwich Attacks MEV Bot?

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari sandwich attacks:

  • Pasang slippage dengan persentase rendah, semakin sedikit ruang bagi MEV bot untuk mengeksploitasi transaksi kamu.
  • Gunakan fitur limit order, beberapa DEX menawarkan limit order untuk mengurangi risiko MEV.
  • Usahakan hindari koin dengan marketcap dan likuiditas kecil untuk mengurangi dampak harga.
  • Pantau harga dan transaksi yang mencurigakan, jika harga token tiba-tiba melonjak sebelum transaksi kamu diproses, ada kemungkinan kamu menjadi target MEV bot.

Selain tips di atas, salah satu cara paling ampuh agar terhindar dari MEV bot adalah dengan melakukan trading dan investasi di bursa kripto yang telah tersertifikasi dan terbukti aman seperti Tokocrypto, yang sudah memperoleh lisensi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Kamu bisa langsung melakukan pembelian aset kripto tanpa harus khawatir serangan sandwich attacks dan MEV bot dengan deposit mulai dari Rp20.000 dan investasi awal mulai dari Rp1.600 lho! Klik di sini untuk mulai investasi di Tokocrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin Turun Hingga $0,17, Bertahan atau Menyerah?

Harga Dogecoin (DOGE) kembali menghadapi tantangan besar karena terus menurun hingga ke level $0,17.

Setelah mengalami penurunan signifikan dari puncaknya pada Mei 2025, DOGE kini juga diuji oleh tekanan jual yang meningkat.

Pertanyaan utama yang muncul adalah: apakah investor cerdas akan tetap bertahan (HODL) atau memilih untuk menjual?

Tekanan Jual Meningkat

Pada awal Juni 2025, sekitar 400 juta DOGE mengalir ke Binance, menunjukkan bahwa banyak pemegang jangka pendek hingga menengah mulai menjual aset mereka.

Data on-chain mengungkapkan bahwa 30% alamat DOGE kini berada dalam posisi rugi, dengan harga akuisisi di atas $0,18.

Dalam tiga hari terakhir, tercatat kerugian yang direalisasikan mencapai lebih dari $800 juta, mencerminkan keputusasaan para investor yang sebelumnya membeli pada harga lebih tinggi.

Baca Juga: Ketegangan Musk dan Trump Bikin Dogecoin Kian Terpuruk

Peran Investor Cerdas

Meskipun tekanan jual meningkat, investor jangka panjang (HODLers) tampaknya tetap tenang.

Namun, jika DOGE gagal bertahan di atas $0,17, ada kemungkinan besar bahwa investor cerdas akan mulai menjual untuk mengurangi kerugian.

Kondisi ini dapat memperburuk tekanan jual dan menurunkan harga DOGE lebih lanjut.

Analisis Teknis dan Prospek

Secara teknikal, DOGE berada di persimpangan kritis. Jika harga berhasil bertahan di atas $0,17, ada potensi untuk rebound menuju level $0,20.

Namun, jika tembok jual terus mendominasi, DOGE bisa jatuh ke level support berikutnya di sekitar $0,14.

Analis juga memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya “Death Cross”, di mana rata-rata pergerakan jangka pendek melintasi rata-rata pergerakan jangka panjang ke bawah, menandakan potensi tren bearish lebih lanjut.

Aktivitas Whale dan Sentimen Pasar

Whale DOGE, atau pemegang dalam jumlah besar, juga mulai menunjukkan tanda-tanda distribusi.

Data menunjukkan bahwa proporsi pasokan DOGE yang dimiliki oleh pemegang selama 3–6 bulan meningkat dari 10% pada Maret menjadi 15,53% pada puncak rally.

Namun, setelah itu, proporsi ini menurun menjadi 12,4%, mengindikasikan bahwa banyak whale mulai menjual untuk merealisasikan keuntungan.

Baca Juga: Cek Harga Dogecoin Hari Ini Di Sini

DOGE kini berada di persimpangan penting. Jika harga berhasil bertahan di atas $0,17 dan investor cerdas tetap bertahan, ada potensi untuk rebound menuju level yang lebih tinggi. Namun, jika tekanan jual terus meningkat dan investor mulai menjual, DOGE bisa mengalami penurunan lebih lanjut. Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan toleransi risiko mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Turun 9,4%, Shiba Inu Berada di Titik Penentuan

Shiba Inu (SHIB) terus mengalami kerugian karena penjualan yang intensif menjadi pusat perhatian dalam ekosistemnya.

Koin meme terbesar kedua itu telah kehilangan 9,4% nilainya dalam seminggu terakhir dan saat ini diperdagangkan pada $0,00001273.

Menurut analis data kripto Buddy King, tren penurunan ini mungkin dipicu oleh melonjaknya tekanan jual, yang mengakibatkan gelombang besar likuidasi.

Baca Juga: Kejutan Shiba Inu: 316 Juta Dolar SHIB Dikirim ke Coinbase

Reaksi Pasar

Semua harapan tidak hilang karena Shiba Inu sedang meninjau kembali level teknis utama yang sebelumnya memicu kenaikan harga SHIB sebesar 400%.

Level ini, yang sering dikaitkan dengan dukungan atau resistensi historis yang kuat pada grafik, bertindak sebagai landasan peluncuran bagi pertumbuhan eksplosif SHIB dalam siklus pasar sebelumnya,” kata analis pasar dari Yahu Crypto, seperti dikutip dari Zycrypto pada Minggu (8/6).

Menurutnya, dengan kondisi ini menunjukkan volatilitas baru pasar meme coin dan volume perdagangan yang melonjak.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Diambang Kebimbangan

Meskipun demikian, analis tersebut menambahkan bahwa komunitas kripto masih bimbang antara apakah SHIB akan mengulangi kinerja masa lalu atau koreksi sudah di depan mata karena data on-chain, seperti sentimen pemegang dan aktivitas paus, menunjukkan sinyal yang beragam.

Hal ini berdasarkan fakta bahwa beberapa investor menyimpan lebih banyak SHIB dalam kepemilikan mereka, sementara yang lain mengambil untung, karena perubahan harga terkini.

Minat terbuka Shiba Inu telah melonjak setelah mencatat peningkatan 4,11% hingga mencapai $163,73 juta, yang menunjukkan bahwa likuiditas dan aktivitas pasar masih aktif.

Selain itu, para pemegang saham SHIB telah memindahkan aset mereka ke penyimpanan dingin secara besar-besaran, yang menandakan lonjakan harga tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga: Shiba Inu (SHIB) Tingkatkan Laju Pembakaran Token hingga 2.408%

Oleh karena itu, waktulah yang akan menentukan bagaimana Shiba Inu akan berkembang dalam jangka pendek dan jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Deutsche Bank Pertimbangkan Stablecoin untuk Pembayaran Global

Deutsche Bank tengah menjajaki penerapan teknologi stablecoin untuk memperbarui sistem pembayaran internasional.

Langkah ini mencerminkan komitmen bank asal Jerman tersebut dalam mengadopsi inovasi digital guna meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi lintas batas.

Apa Itu Stablecoin?

Stablecoin adalah aset kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai stabil dengan mengaitkannya pada aset tradisional seperti dolar AS atau euro.

Berbeda dengan cryptocurrency lain yang nilainya sangat fluktuatif, stablecoin menawarkan kestabilan yang penting untuk transaksi keuangan.

Baca Juga: Deutsche Bank hingga Fidelity Bikin Bitcoin Bergairah, Optimis Naik Tinggi

Inisiatif Deutsche Bank dalam Stablecoin

Deutsche Bank, melalui anak perusahaannya DWS, berencana meluncurkan stablecoin euro yang sepenuhnya diatur oleh BaFin, otoritas pengawas keuangan Jerman.

Proyek ini, yang dinamakan AllUnity, merupakan hasil kolaborasi dengan Galaxy Digital dan Flow Traders.

Stablecoin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan investor institusional dan perusahaan di Eropa.

DWS menargetkan peluncuran stablecoin ini dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, setelah memperoleh lisensi e-money dari BaFin.

Ilustrasi Standard Chartered yang prediksi harga bitcoin. Sumber: Standard Chartered.
Ilustrasi Standard Chartered. Sumber: Standard Chartered.

Kolaborasi dengan Standard Chartered: Uji Coba UDPN

Selain itu, Deutsche Bank bersama Standard Chartered telah menguji coba sistem pembayaran berbasis blockchain yang disebut Universal Digital Payments Network (UDPN).

Sistem ini memungkinkan transaksi antar stablecoin dan mata uang digital bank sentral (CBDC) dengan menggunakan pesan digital, mirip dengan sistem SWIFT yang digunakan dalam perbankan tradisional.

Dalam uji coba tersebut, kedua bank berhasil melakukan transfer dan pertukaran stablecoin seperti USDC dan EURS secara real-time.

UDPN dirancang untuk mendukung interoperabilitas antara berbagai jaringan blockchain sambil memastikan kepatuhan terhadap standar identitas digital terdesentralisasi.

Potensi dan Tantangan

Penerapan stablecoin dalam sistem pembayaran global menawarkan berbagai keuntungan, antara lain:

  • Efisiensi Biaya dan Waktu: Mengurangi biaya transaksi dan waktu penyelesaian dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional.
  • Aksesibilitas Global: Memungkinkan akses ke layanan keuangan bagi individu dan perusahaan di berbagai belahan dunia.
  • Transparansi dan Keamanan: Meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi melalui teknologi blockchain.

Namun, terdapat juga tantangan yang perlu diatasi, seperti:

  • Kepatuhan Regulasi: Memastikan bahwa stablecoin mematuhi regulasi yang berlaku di berbagai yurisdiksi.
  • Interoperabilitas: Mencapai interoperabilitas antara berbagai platform dan sistem pembayaran.
  • Kepercayaan Pasar: Membangun kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan keamanan stablecoin.

Prospek Masa Depan

Langkah Deutsche Bank dalam mengadopsi teknologi stablecoin menunjukkan bahwa bank-bank besar mulai melihat potensi digitalisasi dalam sistem pembayaran global.

Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas, seperti penerapan Markets in Crypto Assets Regulation (MiCAR) di Uni Eropa, diharapkan adopsi stablecoin akan semakin meluas.

Baca Juga: Standard Chartered Ramal Harga XRP Tembus $12,50

Inisiatif ini tidak hanya akan menguntungkan bagi institusi keuangan, tetapi juga bagi konsumen yang mencari solusi pembayaran yang lebih efisien dan aman.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan regulasi di sektor ini, Deutsche Bank dan institusi keuangan lainnya diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam transformasi sistem pembayaran global menuju era digital yang lebih maju.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Harga Ravencoin Melejit, dan Mengapa Bisa Segera Anjlok

Harga Ravencoin (RVN), salah satu aset kripto hasil fork dari Bitcoin, mengalami lonjakan spektakuler pada Kamis, 5 Juni 2025. Namun, euforia tersebut mungkin tidak bertahan lama, dan para investor perlu bersiap untuk potensi koreksi tajam dalam waktu dekat.

Kenaikan Tajam Usai Pencatatan di Upbit

Ravencoin mencatat kenaikan harga signifikan hingga mencapai $0,027, naik sekitar 155% dari harga pembukaan harian dan 210% sejak posisi terendahnya di April. Kenaikan ini menjadikannya salah satu kripto dengan performa terbaik dalam seminggu terakhir, sebelum akhirnya terkoreksi dan ditutup di level $0,016, dengan kapitalisasi pasar sekitar $255 juta.

Faktor utama pemicu lonjakan harga Ravencoin adalah pencatatannya di Upbit, bursa kripto terbesar di Korea Selatan. Pencatatan ini membuka akses lebih luas bagi investor Korea untuk membeli RVN menggunakan mata uang lokal mereka, sehingga menciptakan lonjakan permintaan secara instan.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, volume perdagangan harian Ravencoin melonjak hingga $445 juta, di mana Upbit menyumbang sekitar $170 juta — menunjukkan betapa besar pengaruh bursa ini terhadap pergerakan harga RVN.

Fenomena “Pomp” Kripto Usai Pencatatan

Lonjakan seperti ini bukanlah hal baru di dunia kripto, khususnya ketika token baru dicatatkan di bursa besar Korea Selatan. Sebelumnya, token seperti Orca naik lebih dari 200% setelah tercatat di Upbit, sebelum akhirnya anjlok 70% hanya dalam beberapa hari. Pola serupa juga terjadi pada Arkham dan Kaito, yang masing-masing melonjak 55% dan 25%, namun kemudian terkoreksi tajam.

Pola pump-dump ini menjadi indikasi bahwa euforia pasca-pencatatan sering kali tidak berkelanjutan, dan pergerakan harga cenderung tidak stabil setelah hype awal mereda.

Pergerakan harga Ravencoin (RVN/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ravencoin (RVN/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Turun 9,4%, Shiba Inu Berada di Titik Penentuan

Fakta di Balik Ravencoin

Ravencoin merupakan turunan dari Bitcoin yang dirancang untuk memiliki biaya transaksi lebih rendah dan waktu konfirmasi lebih cepat. Perbedaan utama lainnya terletak pada jumlah pasokan maksimal: Ravencoin memiliki total suplai 21 miliar koin, jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin yang hanya 21 juta.

Dengan karakteristik tersebut, Ravencoin memang menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan efisiensi lebih tinggi dalam transaksi. Namun, dari sudut pandang investor, volatilitasnya tetap menjadi risiko utama.

Analisis Teknikal: Waspadai Koreksi Lanjutan

Secara teknikal, grafik harian Ravencoin menunjukkan pola ascending channel sejak April, dengan titik terendah di $0,0089. Lonjakan harga baru-baru ini menciptakan formasi candlestick yang dikenal sebagai “God candle” — sinyal teknikal kuat dari lonjakan volume dan harga secara tiba-tiba.

Namun, harga saat ini sudah menembus sisi atas channel tersebut dan mulai terkoreksi kembali ke dalam pola. RVN masih bertahan di atas moving average 50 hari dan 100 hari, tetapi tekanan jual mulai terlihat.

Jika koreksi berlanjut, target penurunan berikutnya kemungkinan berada di area $0,0125 — level support penting yang terakhir disentuh pada Agustus tahun lalu. Penurunan ke level ini berarti koreksi sekitar 25% dari harga saat ini.

Kesimpulan: Peluang atau Perangkap?

Ravencoin menjadi sorotan berkat lonjakan tajam yang dipicu oleh pencatatan di Upbit. Namun, investor perlu berhati-hati karena sejarah mencatat bahwa euforia semacam ini cenderung bersifat sementara. Dengan potensi koreksi hingga 25%, Ravencoin bisa berubah dari peluang menjadi perangkap bagi mereka yang masuk terlambat.

Seperti biasa dalam dunia kripto: “Naik cepat, turun lebih cepat.”


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi

Transformasi teknis terbesar Ethereum sejak The Merge pada 2022 kini mulai menunjukkan dampak nyatanya. Dalam sebulan sejak peluncuran peningkatan Pectra, data awal menunjukkan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan dinamika jaringan Ethereum, terutama di ekosistem lapisan-2 (L2).

Apa Itu Pectra dan Mengapa Penting?

Dilaporkan Cointrackdaily, inti dari peningkatan Pectra adalah kemampuan baru Ethereum untuk mengelola blob—struktur data sementara pada lapisan konsensus. Dengan dukungan dari proposal EIP-7691, Pectra dirancang untuk mengurangi biaya transaksi secara drastis, terutama bagi teknologi rollup seperti Arbitrum, Optimism, dan Base (platform L2 dari Coinbase).

Biaya Transaksi Mendekati Nol

Dalam tujuh hari pertama implementasi, biaya transaksi di jaringan rollup anjlok dari beberapa dolar menjadi hanya beberapa sen. Ulyana Skladchikova, Kepala Produk di Blockscout, menyebut peningkatan ini sebagai “kunci utama bagi skalabilitas Ethereum.”

Zack Pokorny dari Galaxy mencatat bahwa biaya transaksi blob turun drastis hingga hanya empat per seribu sen per hari—bandingkan dengan pengeluaran harian sebelum Pectra yang mencapai $16.000.

Tren Penggunaan dan Efek Skala

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum DIdorong $320 Juta: Sinyal Kuat dari Investor Institusional?

Data pasca-peluncuran menunjukkan lonjakan pemanfaatan blob sebesar 20%, dengan permintaan harian mencapai 25.600 unit segera setelah aktivasi. Menjelang akhir Mei, angka ini terus meningkat hingga 28.000 unit, atau naik 33% sejak peluncuran Pectra.

Namun, peningkatan kapasitas ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kelebihan pasokan blob menekan harga transaksi menjadi sangat murah, memberi insentif besar bagi proyek rollup untuk meningkatkan throughput.

Tantangan bagi Validator: Konsolidasi atau Tersingkir?

Meskipun efisiensi biaya meningkat, tekanan terhadap validator juga bertambah. Volume data blob yang tinggi menciptakan beban tambahan dalam memverifikasi dan menyimpan informasi, mendorong beberapa validator kecil untuk bergabung dengan entitas yang lebih besar agar dapat bertahan.

Menariknya, meski konsolidasi validator biasanya dikaitkan dengan risiko sentralisasi, Skladchikova menilai fenomena ini bisa memunculkan desentralisasi baru karena memungkinkan lebih banyak pihak untuk ikut serta melalui staking kolektif dan infrastruktur bersama.

ETH Naik 27% di Tengah Volatilitas

Harga Ethereum mencerminkan optimisme pasar terhadap peningkatan ini. ETH naik dari sekitar $1.800 menjadi puncaknya di $2.800 sebelum terkoreksi ke $2.510, namun tetap mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 27%.

Modularisasi Ethereum Mulai Terwujud

Peningkatan Pectra menjadi tonggak penting dalam visi Ethereum menuju arsitektur modular. Dengan manfaat nyata berupa biaya transaksi yang rendah dan peluang baru untuk efisiensi jaringan, Pectra membuka jalan menuju ekosistem blockchain yang lebih terjangkau dan inklusif—terutama bagi solusi lapisan-2 yang semakin menjadi tulang punggung adopsi massal.

Baca juga: ETF Ethereum Melesat: Blackrock ETHA Pimpin Arus Masuk US$25 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com