Token Frax Share (FXS) dari proyek Frax Finance mengalami lonjakan harga signifikan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data terbaru, FXS diperdagangkan pada level $3,466 atau sekitar Rp 56.319,10 dengan kenaikan harian sebesar 9,41%.
Harga tertinggi harian tercatat di angka $3,50, sedangkan harga terendah berada di $3,088. Volume perdagangan FXS selama 24 jam terakhir mencapai 1.848.516,10 FXS atau senilai USDT 6.168.919,00.
Peningkatan ini terjadi di tengah sorotan komunitas kripto terhadap Frax, yang pekan ini hadir di acara bergengsi Sphere di Las Vegas. Kehadiran langsung ini dianggap sebagai momentum penting yang menandai dimulainya fase baru dalam ekspansi Frax.
Optimisme investor juga didorong oleh prediksi analis mengenai prospek harga FXS ke depan. Berdasarkan analisis yang dirilis oleh Valdrin Tahiri pada Desember 2024, harga FXS diproyeksikan bisa mencapai $12,50 pada 2025 dalam skenario pasar yang sangat bullish. Prediksi lainnya menyebutkan harga rata-rata FXS tahun depan berada di sekitar $6,80, dengan estimasi terendah di $2,92.
Potensi Jangka Panjang
Pergerakan harga Frax Share (FXS/USDT) pada Selasa, 27 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan CCN, dalam jangka panjang, FXS dinilai memiliki potensi besar sebagai aset dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Pada tahun 2030, harga FXS diperkirakan bisa menyentuh hingga $35 dalam kondisi pasar yang sangat mendukung.
Sebelumnya, FXS sempat mengalami penurunan ke titik terendah sepanjang masa pada Agustus 2024, namun berhasil bangkit dan mencatat lonjakan harga lebih dari dua kali lipat pada November 2024. Analisis teknikal terkini menunjukkan bahwa token ini sedang berada di zona konsolidasi dengan kemungkinan kelanjutan tren bullish, tergantung pada kemampuan harga untuk menembus level resistensi $5,02.
Di sisi lain, indikator Average True Range (ATR) pada 6 Desember 2024 mencatatkan angka 0,355, yang mengindikasikan volatilitas pasar FXS masih tergolong tinggi. Sementara itu, rasio antara kapitalisasi pasar FXS terhadap Total Value Locked (TVL) berada di level 0,63, menandakan bahwa proyek ini masih tergolong undervalued di pasar DeFi.
Dengan momentum positif saat ini dan fundamental proyek yang terus berkembang, FXS menjadi salah satu aset kripto yang tengah menarik perhatian investor menjelang tahun 2025.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga token QNT, aset kripto asli dari Quant Network, melonjak lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir menyusul kabar kemitraan proyek ini dengan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam pengembangan euro digital.
Berdasarkan data perdagangan pada Selasa (27/5), QNT diperdagangkan di kisaran $106,21 atau sekitar Rp1.725.808, mencatat kenaikan 10,19% dalam sehari. Harga tertinggi dalam 24 jam terakhir tercatat di $107,95, sementara level terendah di $93,75. Volume perdagangan harian mencapai 89.006 QNT atau senilai lebih dari $9 juta.
Reli Kenaikan QNT
Dilaporkan Crypto News, reli ini memperpanjang tren kenaikan QNT yang telah berlangsung selama beberapa sesi perdagangan. Dalam sepekan, harga QNT telah naik lebih dari 20%, dan dalam sebulan, melonjak lebih dari 50%. Meski demikian, harga QNT saat ini masih berada sekitar 80% di bawah rekor tertingginya sepanjang masa.
Pergerakan harga Quant (QNT/USDT) pada Selasa, 27 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut laporan crypto.news, lonjakan harga QNT turut didorong oleh peningkatan sentimen pasar terhadap Quant Network. Volume perdagangan meningkat 5,7% dibandingkan hari sebelumnya, menunjukkan aktivitas pasar yang lebih dinamis. Secara keseluruhan, performa QNT dalam beberapa hari terakhir berhasil mengungguli pasar kripto yang lebih luas, yang hanya naik sekitar 1,80%.
Faktor Teknikal
Selain faktor teknikal dan pasar, data dari TradingView juga menunjukkan peningkatan sebesar 25,27% dalam jumlah alamat aktif harian di jaringan Quant, mengindikasikan keterlibatan pengguna yang lebih tinggi.
Momentum positif ini diperkirakan masih akan berlanjut setelah Quant resmi mengumumkan kemitraan dengan ECB untuk mendukung pengembangan euro digital versi swasta. ECB sendiri telah memulai inisiatif euro digital sejak November 2023.
“Kami merasa terhormat telah dipilih, dan sebagai pemimpin dalam teknologi buku besar terdistribusi, pemrograman, dan interoperabilitas, kami memiliki keahlian teknis, wawasan strategis, dan pengalaman kelembagaan yang luas untuk memberikan kasus penggunaan pembayaran yang dapat diprogram sebagai bagian dari visi ECB yang lebih luas untuk euro digital,” tulis Quant dalam pernyataan resminya.
Dengan penembusan garis tren bearish yang telah lama terbentuk dan penguatan teknikal di atas ambang $80, QNT saat ini berada dalam momentum kenaikan yang berpotensi berkelanjutan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network akhirnya meluncurkan mainnet secara terbuka yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token PI setelah bertahun-tahun berada dalam sistem tertutup.
Coinpedia mengabarkan pada Jumat (21/2/) bahwa langkah ini disambut antusias oleh para “pioneer,” sebutan bagi pemegang Pi, yang kini bisa menggunakan token mereka di luar ekosistem.
Di sisi lain, sejak mulai diperdagangkan, harga Pi mengalami fluktuasi signifikan. Awalnya, token ini melonjak hingga $1,97 (Rp 32 ribu), tetapi kemudian turun ke kisaran $1,33 (Rp 21 ribu).
Beberapa platform seperti OKX, Bitget, dan Bybit mencatat harga berbeda, dengan lonjakan sesaat di Bitget mencapai $3,40 (Rp 55 ribu) sebelum kembali anjlok.
Keunikan Pi Network
Berbeda dengan Bitcoin yang membutuhkan perangkat keras canggih untuk menambang, Pi Network memungkinkan pengguna menambang langsung dari ponsel mereka.
Kemudahan ini membuat Pi memiliki jutaan pengguna bahkan sebelum mainnet diluncurkan. Selain itu, ekosistem Pi telah berkembang dengan lebih dari 100 aplikasi berbasis blockchain dalam berbagai sektor seperti DeFi dan gaming.
Berkat keunikannya tersebut, beberapa bursa besar seperti OKX, HTX, Bybit, MEXC, Gate.io, BitMart, dan Bitget telah mendaftarkan Pi, tetapi Binance masih ragu.
Ilustrasi Pi Network.
Binance bahkan mengadakan polling hingga 27 Februari untuk melihat apakah pengguna menginginkan Pi masuk ke platform mereka. Sementara itu, Coinbase, Kraken, dan Upbit belum memberikan komentar mengenai Pi.
Haruskah Jual atau Tahan Pi?
Meskipun peluncuran mainnet terbuka adalah pencapaian besar, harga Pi masih sulit diprediksi.
Banyak pioneer telah menyimpan token mereka selama bertahun-tahun, dan jika mereka mulai menjual dalam jumlah besar, harga bisa turun lebih jauh.
Namun, jika Binance dan bursa besar lainnya akhirnya mencantumkan Pi, permintaan dapat meningkat dan harga berpotensi naik. Bagi pemegang Pi, keputusan menjual atau menahan bergantung pada strategi investasi masing-masing.
Jika yakin dengan masa depan ekosistem Pi, menahan mungkin menjadi pilihan terbaik. Namun, jika ingin mengambil keuntungan dari lonjakan harga awal, menjual sebagian bisa menjadi opsi.
Peluncuran mainnet Pi Network menandai era baru bagi token ini. Meskipun masih ada ketidakpastian, adopsi lebih luas dan potensi listing di bursa besar bisa menjadi faktor utama dalam menentukan pergerakan harga ke depan.
Pemegang Pi harus bijak dalam mengambil keputusan berdasarkan pergerakan pasar dan potensi jangka panjangnya.Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Persetujuan ETF XRP oleh SEC semakin nyata setelah regulator keuangan Amerika Serikat tersebut mengakui pengajuan Bitwise untuk spot ETF XRP seperti dikabarkan oleh Ambcrypto.
Ini merupakan pengajuan ketiga yang diakui setelah aplikasi dari Grayscale dan 21Shares. Saat ini, hanya pengajuan dari Canary Funds dan Wisdom Tree yang belum mendapat lampu hijau dari SEC. Lantas, apakah SEC akan mencabut gugatan terhadap Ripple?
Dalam sebuah podcast terbaru, analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, mengutip Scott Johnson yang menyebut bahwa perkembangan ini bisa menjadi sinyal bahwa SEC akan mencabut gugatan terhadap Ripple.
Johnson, seorang pengacara keuangan ternama, berpendapat bahwa SEC tidak bisa menyetujui ETF XRP jika mereka masih menganggapnya sebagai sekuritas.
Peluang Persetujuan ETF XRP Meningkat
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut platform prediksi Polymarket, peluang persetujuan ETF XRP pada akhir 2025 mencapai 78%. Persentase tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi dari pasar terhadap masa depan ETF XRP.
Dengan semakin banyaknya pengajuan yang diakui, SEC tampaknya mulai melunak terhadap regulasi aset kripto seperti XRP.
Saat ini, XRP menjadi salah satu altcoin dengan performa terbaik, mempertahankan kenaikannya pasca pemilu AS. Harga XRP naik 416% sejak November lalu dan mencapai $2,5 (Rp 40 ribu) pada saat berita ini ditulis.
Pasokan XRP di Bursa Menurun
Sementara itu, rasio pasokan di bursa mengalami penurunan dari 0,032 menjadi 0,028, menandakan tekanan jual yang lebih rendah.
Namun, meskipun XRP bertahan di zona bawah dari channel naiknya, tekanan jual lebih lanjut atau penurunan harga Bitcoin bisa mendorong XRP ke level support $2 (Rp 32 ribu).
Momentum bullish juga belum terlalu kuat, dengan indikator RSI harian yang masih berfluktuasi di sekitar level netral. Persetujuan ETF XRP oleh SEC bisa menjadi momen bersejarah bagi Ripple dan ekosistem kripto secara keseluruhan.
Jika ETF XRP benar-benar disetujui, hal ini dapat memberikan sentimen positif yang lebih luas di pasar dan meningkatkan legitimasi aset kripto di mata investor institusional.
Namun, investor tetap harus mencermati perkembangan regulasi dan pergerakan harga Bitcoin sebagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan XRP ke depannya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Binance Coin (BNB) mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Dengan kondisi pasar yang penuh tantangan, apakah BNB mampu bangkit kembali dan bahkan menyalip Ethereum?
BNB: Salah Satu Kripto dengan Kinerja Terburuk Tahun Ini
Dilaporkan Cryptonews, tahun ini, BNB menghadapi tantangan besar dalam mengikuti tren pasar yang lebih luas. Faktanya, BNB tercatat sebagai salah satu dari lima mata uang kripto dengan performa terburuk, mengalami penurunan sebesar 4,8%.
Meskipun demikian, BNB Chain (sebelumnya dikenal sebagai Binance Smart Chain) terus mencatat aliran masuk stablecoin yang signifikan ke dalam ekosistemnya.
Sejak 1 Januari tahun lalu, stablecoin senilai $2,3 miliar telah mengalir ke BNB Chain. Hal ini menunjukkan peningkatan adopsi ekosistem BNB, terutama dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan sektor koin meme yang tengah berkembang.
Keunggulan dan Tantangan BNB Chain Dibandingkan Ethereum
BNB Chain menawarkan kecepatan transaksi lebih tinggi dan biaya lebih rendah dibandingkan Ethereum.
Namun, dalam hal total nilai terkunci (TVL), BNB masih jauh di belakang Ethereum, yang lebih disukai karena sifatnya yang lebih terdesentralisasi.
Salah satu tantangan utama BNB adalah ketergantungannya pada Binance. Komunitas kripto telah menyuarakan kekhawatiran terkait jaringan validatornya yang sebagian besar dikendalikan oleh Binance.
Jika Binance menghadapi masalah operasional atau finansial, maka ekosistem BNB bisa terkena dampaknya.
Minggu lalu, Changpeng Zhao, pendiri dan mantan CEO Binance, mencoba meningkatkan kesadaran akan ekosistem BNB dengan memposting foto anjingnya serta berinteraksi dengan proyek koin meme berbasis BNB Chain.
Namun, aksi ini tampaknya tidak cukup untuk membendung tekanan jual yang terus terjadi.
BNB Turun 7% dalam 3 Hari Terakhir
Pergerakan BNB/USDT. Sumber: Tokocrypto.
Pada hari Kamis, harga BNB anjlok dari sekitar $720 ke $672,4, mencatatkan penurunan lebih dari 7% dalam tiga hari. Tren ini terjadi seiring dengan melemahnya pasar kripto secara keseluruhan.
Namun, meskipun mengalami penurunan jangka pendek, BNB tetap mencatat kenaikan mingguan sebesar 10,3%. Dalam 12 sesi perdagangan terakhir, harga BNB telah naik dalam 10 sesi, menunjukkan bahwa momentum bullish masih ada. Jika tren ini berlanjut, BNB berpotensi kembali ke level $700 dalam waktu dekat.
Indikator Teknis: Potensi Pemulihan Harga BNB
Pada 9 Februari, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) BNB melintasi Simple Moving Average (SMA) 14-harinya, mengindikasikan peluang beli. Selain itu, histogram MACD menunjukkan peningkatan dengan pembacaan positif.
Jika harga BNB berhasil menembus level $730, maka kemungkinan besar akan terjadi pengujian ulang terhadap resistensi psikologis di angka $800. Ini dapat memberikan peluang kenaikan tambahan sebesar 9,6% dalam jangka pendek.
BNB vs Ethereum: Menuju Persaingan yang Lebih Ketat?
Dengan meningkatnya adopsi BNB Chain dan aktivitas pengembang yang semakin aktif, BNB perlahan-lahan menutup kesenjangan dengan Ethereum.
Beberapa proyek inovatif seperti Best Wallet juga berperan dalam memperkuat ekosistem BNB, menawarkan dukungan multi-rantai yang lebih baik dan fleksibilitas lebih tinggi bagi investor dalam mengelola aset digital mereka.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan, BNB tetap menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang di masa depan. Apakah BNB mampu melampaui Ethereum? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, tetapi yang jelas persaingan di dunia kripto semakin menarik untuk diikuti.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam beberapa hari terakhir, komunitas Shiba Inu (SHIB) telah aktif melakukan pembakaran atau burning koin mereka, yang menyebabkan lonjakan tingkat pembakaran sebesar 1.190%.
Dilansir U.Today, Data dari Shibburn menunjukkan bahwa lebih dari 44 juta SHIB telah dikirim ke dompet yang tidak dapat dibelanjakan dalam 24 jam terakhir. Namun, meskipun tingkat pembakaran meningkat, harga SHIB justru mengalami penurunan lebih dari 3% sejak hari Minggu.
Lonjakan Pembakaran SHIB
Dua transaksi terbesar dalam pembakaran ini masing-masing bernilai 20,8 juta SHIB dan 20,4 juta SHIB, dilakukan oleh dua whale anonim. Secara keseluruhan, dalam satu minggu terakhir, sebanyak 82,9 juta SHIB telah dibakar, dengan tingkat pembakaran mingguan meningkat sebesar 32,13%.
Sejak 2021, komunitas Shiba Inu bersama dengan tim pengembangnya telah berhasil membakar lebih dari 410 triliun SHIB. Salah satu peristiwa pembakaran terbesar terjadi pada Mei 2021 ketika co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, membakar hampir semua SHIB yang diberikan kepadanya oleh pencipta SHIB, Ryoshi.
Pergerakan SHIB/USDT. Sumber: Tokocrypto.
Jumlah SHIB yang Masih Beredar
Meskipun jumlah SHIB yang dibakar sangat besar, saat ini masih ada sekitar 584,3 triliun SHIB yang beredar di pasar. Selain itu, hampir 5 triliun SHIB telah dipertaruhkan oleh pemegangnya.
Pesan dari Eksekutif SHIB: Waspadai Hype!
Lucie, pemimpin pemasaran tim SHIB, baru-baru ini mengingatkan komunitas tentang aturan utama dalam dunia kripto: berhati-hatilah terhadap aset yang terlalu didorong oleh influencer, pemerintah, atau bursa. Ia juga mengingatkan bahwa investor hanya boleh berinvestasi dengan dana yang siap untuk hilang.
Peringatan ini muncul setelah skandal dengan koin meme LIBRA, yang sempat dipromosikan oleh Presiden Argentina di akun media sosialnya sebelum akhirnya dihapus. Meskipun begitu, banyak investor ritel yang mengalami kerugian besar, sementara beberapa pihak dalam berhasil meraup keuntungan hingga $107 juta.
Meningkatnya tingkat pembakaran SHIB menunjukkan bahwa komunitasnya terus berusaha mengurangi pasokan untuk meningkatkan nilai koin. Namun, investor tetap harus berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh hype di dunia kripto. Pembelajaran dari kejadian LIBRA menjadi pengingat penting bahwa keputusan investasi harus selalu dilakukan dengan analisis yang matang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Injective Indonesia menggelar sesi Ask Me Anything (AMA) dengan menghadirkan 0xzeze dan Ducky sebagai narasumber. Dalam sesi ini, mereka membahas roadmap Injective di tahun 2025, perkembangan AI on-chain, kolaborasi strategis, hingga upaya peningkatan edukasi dan adopsi crypto di Indonesia.
Roadmap Injective 2025
Injective mengungkapkan beberapa rencana utama untuk tahun ini, terutama pada kuartal pertama (Q1) 2025. Salah satu agenda utama adalah peluncuran MultiVM Testnet, yang akan memungkinkan pengembang Ethereum membangun di Injective dengan lingkungan yang serupa dengan Ethereum. Selain itu, Injective juga tengah bersiap untuk meluncurkan Smart Agent Hub setelah integrasi dengan SonicSVM. Smart Agent Hub ini akan menyediakan alat dan framework bagi pengembang untuk membuat serta mengelola agen AI dalam ekosistem yang terdesentralisasi.
Injective juga mengumumkan kolaborasi dengan ElizaOS untuk menghadirkan iAgent 2.0, serta mengadakan AI Agent Hackathon guna mendorong inovasi di bidang AI on-chain.
Inovasi AI: iAgent 2.0
Injective telah meluncurkan iAgent SDK, yang memungkinkan pengguna untuk membangun agen AI di atas blockchain Injective. iAgent dapat digunakan untuk berbagai fungsi, seperti melacak data pasar dan mengeksekusi perdagangan secara otomatis. Dengan menggunakan model bahasa besar seperti ChatGPT, iAgent memungkinkan interaksi dengan blockchain dalam bahasa alami. Selain itu, iAgent 2.0 menawarkan fitur modul asli Web3 Injective, lingkungan berbasis WASM, dan interoperabilitas IBC cross-chain.
Kolaborasi Strategis
Injective terus memperluas jangkauan ekosistemnya melalui berbagai kolaborasi, baik dengan proyek blockchain lain maupun lembaga keuangan tradisional:
Blockchain: Injective telah bekerja sama dengan Polygon, Artificial Superintelligence Alliance (ASI), TON (The Open Network), dan IoTeX untuk memperkuat interoperabilitas dan meningkatkan adopsi DeFi serta AI on-chain.
Keuangan Tradisional: Injective berkolaborasi dengan Ondo Finance untuk mendukung tokenisasi produk treasury seperti $USDY. Selain itu, Injective telah mengintegrasikan data aset digitalnya dengan Bloomberg Terminal, menunjukkan keseriusan platform dalam menjembatani dunia blockchain dan keuangan tradisional.
Ekspansi ke Sektor Gaming dan NFT
Injective juga menunjukkan minat untuk berkembang ke sektor gaming dan NFT. Mereka mengadakan hackathon bagi pengembang yang ingin membangun di ekosistem Injective dan memberikan dukungan finansial kepada proyek-proyek potensial. Salah satu proyek sukses yang lahir dari hackathon ini adalah Ninja Blaze. Di sektor NFT, PremierNinjas menjadi salah satu proyek unggulan dalam ekosistem Injective.
Peningkatan Adopsi Crypto di Indonesia
Injective berkomitmen untuk meningkatkan edukasi dan adopsi crypto di Indonesia. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
Menyediakan situs web dalam bahasa Indonesia.
Membentuk komunitas lokal di Telegram dan Discord.
Merencanakan event offline untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap blockchain dan DeFi.
Event dan Campaign Injective
Injective juga mengadakan berbagai event dan campaign yang bisa diikuti komunitas Indonesia melalui Discord dan Telegram Injective Indonesia. Pengguna yang telah bergabung dapat mengakses informasi terbaru mengenai program airdrop, kompetisi, dan inisiatif komunitas lainnya.
Keunggulan Injective Dibandingkan Platform Lain
Injective menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan platform blockchain dan DeFi lainnya, antara lain:
Kecepatan tinggi (hingga 25.000 TPS) dengan finalitas transaksi instan.
Interoperabilitas luas dengan dukungan protokol IBC untuk transfer aset lintas blockchain.
Desentralisasi dan keamanan tinggi, berkat mekanisme on-chain orderbook anti-MEV.
Biaya transaksi rendah atau nol, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan platform lain.
Ekosistem DeFi yang berkembang, dengan dukungan berbagai proyek dan investor besar seperti Binance dan Pantera Capital.
Rencana Ekspansi Injective
Injective memiliki berbagai strategi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan jumlah pengguna, termasuk:
Integrasi dengan platform data seperti Bloomberg Terminal.
Pengembangan SDK Injective untuk mempercepat inovasi AI DeFi.
Penggunaan Account Abstraction untuk mengurangi hambatan masuk pengguna baru.
Peningkatan interoperabilitas dengan blockchain besar seperti Solana dan Klaytn.
Program insentif komunitas, seperti Ninja Ambassador.
Ekspansi ke sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
Partisipasi di MultiVM Testnet
Injective juga akan meluncurkan MultiVM Testnet pada Q1 2025, yang memungkinkan pengembang untuk bereksperimen dengan Injective EVM, sebuah implementasi EVM asli yang beroperasi sepenuhnya di infrastruktur Injective. Informasi lebih lanjut tentang testnet ini dapat diakses melalui blog resmi Injective.
Sesi AMA ini menegaskan posisi Injective sebagai salah satu blockchain Layer-1 terdepan yang mengintegrasikan kecepatan tinggi, interoperabilitas luas, serta inovasi AI dalam ekosistem DeFi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah mengalami periode penurunan yang tajam, pasar kripto kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan altcoin mulai mengungguli Bitcoin. Dominasi Bitcoin yang mulai menurun menjadi indikasi kuat bahwa musim altcoin mungkin akan segera datang. Beberapa altcoin teratas seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Binance Coin (BNB) menunjukkan kenaikan yang signifikan, menandakan momentum positif bagi investor.
Peringatan Musim Altcoin: Tanda-tanda Pergeseran Pasar
Sejumlah analis memperkirakan bahwa musim altcoin sudah semakin dekat. Analis terkemuka, Ted, menyatakan bahwa lonjakan altcoin di tahun 2024 hanyalah pemanasan sebelum altseason besar yang akan memecahkan rekor pada tahun 2025. Ia menyoroti beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong utama, termasuk potensi persetujuan ETF altcoin, peningkatan jaringan Ethereum, serta fitur staking ETF Ethereum.
Dukungan terhadap pandangan Ted datang dari analis CryptoGoos yang menyatakan bahwa pola historis menunjukkan altcoin mengalami lonjakan besar pada tahun 2017 dan 2021. Tren ini diperkirakan akan berulang pada tahun 2025. Sementara itu, analis Shib Spain menyoroti bahwa musim altcoin utama biasanya terjadi pada bulan Februari, dan tren ini kemungkinan besar akan kembali terjadi.
Lalu, apa saja faktor utama yang mendukung terjadinya musim altcoin kali ini? Berikut adalah empat alasan utama:
1. Persetujuan ETF Altcoin yang Semakin Dekat
Sejumlah manajer aset telah mengajukan proposal untuk meluncurkan ETF altcoin dan saat ini tengah menunggu persetujuan regulasi. Beberapa altcoin yang masuk dalam daftar ETF yang diajukan termasuk XRP, Solana, Litecoin, Dogecoin, dan Cardano.
Menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, peluang persetujuan ETF Litecoin mencapai 90%, menjadikannya yang paling berpeluang mendapatkan lampu hijau dari regulator. ETF lainnya seperti Dogecoin, Solana, dan XRP juga memiliki peluang besar dengan tingkat probabilitas masing-masing 75%, 70%, dan 65%.
Selain itu, dengan pemerintahan yang lebih mendukung aset kripto, peluang persetujuan ETF altcoin semakin meningkat. Sentimen positif ini berkontribusi terhadap ekspektasi bahwa musim altcoin akan segera terjadi.
2. Peningkatan Ethereum yang Mendorong Ekosistem Altcoin
Ethereum, sebagai pemimpin altcoin, terus berinovasi untuk memperkuat ekosistemnya. Baru-baru ini, Ethereum mengumumkan peningkatan Pectra yang dijadwalkan untuk diuji coba pada 24 Februari di testnet Holesky, 5 Maret di Sepolia, dan rilis mainnet pada 8 April.
Selain itu, Bursa Efek New York (NYSE) telah mengajukan proposal untuk memperkenalkan fitur staking di ETF spot Ethereum melalui Grayscale dan sedang menunggu persetujuan dari SEC. Langkah ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa musim altcoin akan mendapatkan momentum lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.
Grafik siklus altseason.
3. Altcoin Teratas Menunjukkan Performa Kuat
Altcoin utama tetap menunjukkan kekuatan dan tren bullish meskipun pasar kripto masih berfluktuasi. Ethereum saat ini diperdagangkan di harga $2.690, naik 2,06% dalam seminggu terakhir. XRP mencatat lonjakan signifikan sebesar 12% dalam tujuh hari terakhir. Sementara Solana mengalami sedikit penurunan, Binance Coin (BNB) tetap mencatat pertumbuhan lebih dari 5% dalam seminggu terakhir.
Kinerja positif dari altcoin besar ini menjadi indikator bahwa sentimen pasar sedang bergeser ke arah positif, yang berpotensi memicu lonjakan altcoin dalam waktu dekat.
4. Tren Historis Menunjukkan Siklus Musim Altcoin
Jika melihat pola historis, altcoin cenderung mengalami lonjakan besar setelah Bitcoin mencapai puncak siklusnya. Seperti yang terjadi pada tahun 2017 dan 2021, lonjakan altcoin terjadi setelah fase bullish Bitcoin mencapai titik tertinggi.
Analis pasar melihat pola ini kembali terjadi dalam beberapa bulan mendatang, dengan banyak yang memperkirakan bahwa altseason besar akan dimulai pada awal 2025. Faktor fundamental yang mendukung ekosistem altcoin saat ini semakin memperkuat kemungkinan terjadinya pola serupa.
Kesimpulan
Musim altcoin bukan sekadar spekulasi, melainkan didukung oleh berbagai faktor fundamental yang kuat. Dengan adanya potensi persetujuan ETF altcoin, peningkatan ekosistem Ethereum, performa positif altcoin utama, serta tren historis yang mendukung, musim altcoin tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Bagi investor dan pelaku pasar, momentum ini bisa menjadi peluang besar untuk meraih keuntungan dalam dunia kripto yang terus berkembang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Sektor Real-World Assets (RWA) mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat investor dan adopsi institusional yang pesat.
Dalam laporan BeInCrypto, tiga bulan terakhir, kapitalisasi pasar koin RWA melonjak 144% menjadi $62,7 miliar. Di sisi lain, total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi juga mengalami peningkatan sebesar 13%, mencapai $17,3 miliar dalam periode yang sama.
Lonjakan Kapitalisasi Pasar RWA
Kapitalisasi pasar koin RWA telah mencapai angka yang mencengangkan dalam waktu singkat. Pada 4 November 2024, kapitalisasi pasar RWA tercatat sebesar $25,7 miliar. Hanya dalam tiga bulan, angka ini meningkat drastis menjadi $62,7 miliar, menandai pertumbuhan sebesar 144%. Dalam jangka waktu setahun, kenaikan ini mencapai 54%.
Pendorong utama dari lonjakan ini adalah perubahan kebijakan regulasi di Amerika Serikat setelah terpilihnya kembali Donald Trump. Pemerintahan Trump mengisyaratkan pendekatan yang lebih ramah terhadap aset kripto, yang memicu optimisme di kalangan investor institusional. Dengan regulasi yang lebih mendukung, arus modal ke proyek-proyek RWA semakin meningkat, mempercepat pertumbuhan pasar pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Top 10 RWA Tokens by Market Cap. Source: CoinGecko.
Dalam tujuh hari terakhir, sebagian besar token RWA terkemuka tetap menunjukkan tren naik yang kuat. Namun, ONDO menjadi satu-satunya token utama yang mengalami penurunan mingguan. Meski demikian, ONDO masih mencatat kenaikan sebesar 382% sepanjang tahun, menjadikannya salah satu aset berkinerja terbaik di sektor ini.
Sementara itu, Mantra mencatat kenaikan hampir 30% dalam seminggu terakhir, dan Injective (INJ) mengalami peningkatan lebih dari 16%, mencerminkan minat investor yang tetap tinggi terhadap sektor ini. Selain itu, proyek-proyek RWA yang lebih kecil juga mengalami lonjakan signifikan, dengan PinLink melonjak 86% dan XVS naik 77%.
Nilai Total RWA Mengalami Kenaikan Signifikan
Tidak hanya kapitalisasi pasar yang meningkat, nilai total aset dunia nyata yang ditokenisasi juga mengalami pertumbuhan pesat. Saat ini, nilai total RWA mencapai $17,3 miliar, mencatat kenaikan sebesar 13% dalam tiga bulan terakhir dan lonjakan 96% dalam satu tahun terakhir. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin tinggi terhadap sektor ini, terutama dengan meningkatnya partisipasi institusional.
Dalam kategori RWA, Kredit Swasta mendominasi dengan total nilai mencapai $11,9 miliar. Sementara itu, Utang Treasury AS berada di posisi kedua dengan nilai $3,7 miliar, diikuti oleh Komoditas sebesar $1,2 miliar. Konsentrasi yang tinggi pada Kredit Swasta menunjukkan bahwa investor melihat tokenisasi sebagai solusi yang lebih efisien untuk mengakses hasil investasi. Selain itu, kehadiran Utang Treasury AS dalam ekosistem ini menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap eksposur on-chain terhadap sekuritas pemerintah berisiko rendah.
Lonjakan kapitalisasi pasar dan nilai aset RWA dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang semakin positif bagi industri ini. Dengan dukungan regulasi yang lebih jelas dan meningkatnya partisipasi institusional, sektor RWA tampaknya akan terus berkembang pesat. Investor yang ingin mengeksplorasi peluang dalam dunia tokenisasi aset dunia nyata kini memiliki lebih banyak pilihan, dengan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar di masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Peluncuran Open Network (mainnet) Pi Network pada 20 Februari 2025 telah menimbulkan banyak spekulasi mengenai potensi harga listing-nya. Ini menjadi salah satu peluncuran paling dinanti dalam sejarah crypto terbaru.
Menjelang peluncuran mainnet, berikut adalah lima fakta penting tentang Pi Network yang perlu diketahui sebelum berinvestasi yang dirangkum oleh BeInCrypto.
Total pasokan Pi Coin dibatasi hingga 100 miliar token dengan alokasi sebagai berikut:
Hadiah Penambangan (65%): Sekitar 65 miliar Pi dialokasikan untuk pengguna yang berkontribusi ke jaringan melalui penambangan seluler, referensi, dan menjalankan node.
Pembangunan Ekosistem (10%): Sekitar 10 miliar Pi dialokasikan untuk mendukung inisiatif komunitas, pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan proyek lain yang meningkatkan ekosistem.
Pool Likuiditas (5%): Sekitar 5 miliar Pi disediakan untuk menyediakan likuiditas bagi transaksi dalam ekosistem Pi.
Tim Inti (20%): 20 miliar Pi dialokasikan kepada Tim Inti Pi sebagai kompensasi atas upaya pengembangan dan pemeliharaan jaringan. Alokasi ini tunduk pada jadwal vesting yang selaras dengan distribusi komunitas.
Saat mendekati peluncuran mainnet, Tim Inti Pi belum mengungkapkan jumlah pasti token yang akan dibuka saat itu. Hingga Desember 2024, sekitar 562 juta Pi telah dibuka dan beredar.
Banyak pengguna (Pioneers) yang memilih untuk mengunci token mereka dalam jangka waktu lama, bahkan ada yang memilih periode lock-up selama tiga tahun.
Pi Network Dituduh Terlibat dalam Kebocoran Data
Ilustrasi Pi Network.
Pada Mei 2021, laporan muncul mengenai kebocoran data besar yang melibatkan sekitar 17 gigabyte informasi pribadi dari sekitar 10.000 warga Vietnam. Data yang bocor mencakup kartu identitas, alamat rumah, nomor telepon, dan email.
Pelaku yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut mengklaim bahwa data tersebut berasal dari Pi Network. Namun, Pi Network membantah tuduhan ini.
Menurut proyek tersebut, proses KYC dilakukan oleh layanan pihak ketiga, Yoti, yang menyatakan bahwa mereka tidak menyimpan kartu identitas warga Vietnam di server mereka.
“Pi Network atau penyedia KYC pihak ketiga kami tidak ada hubungannya dengan dugaan kebocoran data ID nasional Vietnam. Pi Network tidak pernah meminta atau mengumpulkan data tersebut, dan penyedia KYC pihak ketiga kami tidak menerima jenis dokumentasi ID ini,” kata Pi Network pada tahun 2021.
Investigasi internal kemudian menemukan bahwa tidak ada bukti pelanggaran data yang berasal dari Pi Network atau Yoti.
Pi Network Terlibat dalam Skema Piramida Terbesar di China
Pi Network menghadapi pengawasan ketat di China, dengan tuduhan bahwa sistemnya menyerupai skema pemasaran berjenjang (MLM) atau skema piramida. Platform ini menggunakan sistem referensi yang memungkinkan pengguna meningkatkan tingkat penambangan mereka dengan mengundang orang lain.
Pada Juli 2023, Biro Keamanan Publik Kota Hengyang, Provinsi Hunan, menyatakan bahwa Pi Coin adalah penipuan. Pihak berwenang menyoroti bahwa Pi Network mengandalkan mekanisme undangan hierarkis yang menciptakan lapisan peserta di mana perekrut mendapatkan keuntungan dari membawa anggota baru.
“Pi Network tidak ada hubungannya dengan proyek nyata dan akan segera runtuh. Waspadalah karena ada pihak yang mencoba memanfaatkan merek Pi Network 2025,” tulis analis MASTR di X (sebelumnya Twitter).
Model bisnis ini sesuai dengan karakteristik skema piramida, yang ilegal di China. Beberapa tokoh industri seperti Colin Wu dan AB Kuai.Dong telah memperingatkan tentang risiko hukum yang terkait dengan Pi Network di China.
Sebagai respons, Pi Network telah menerapkan pembatasan perdagangan Pi Coin di beberapa wilayah, termasuk China daratan. Beberapa bursa seperti OKX mengonfirmasi bahwa Pi Network meminta metode listing yang terisolasi.
Pi Network Termasuk dalam 5 Proyek Kripto Paling Populer
Ilustrasi Pi Network.
Meskipun belum meluncurkan mainnet dan mengalami banyak penundaan, Pi Network saat ini menjadi proyek crypto ke-5 yang paling banyak diikuti di X (sebelumnya Twitter). Proyek ini memiliki 3,7 juta pengikut, lebih banyak dibandingkan Ethereum, Solana, dan jaringan blockchain populer lainnya.
Pi Network juga termasuk di antara aplikasi crypto paling populer di Korea Selatan dan India. Aplikasi selulernya telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Google Play Store.
Harga Peluncuran Pi Coin
Harga Pi Network dalam perdagangan over-the-counter (OTC) saat ini sekitar $2 per token. Ini merupakan harga yang digunakan dalam transaksi peer-to-peer tanpa adanya listing di bursa resmi.
Namun, harga IOU (I owe you) Pi Coin di bursa seperti HTX (sebelumnya Huobi) saat ini sekitar $64. Harga IOU merupakan spekulasi di mana pedagang memperkirakan nilai masa depan sebelum Pi benar-benar bisa diperdagangkan.
Yang paling penting, Pi Network memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu komunitas crypto terbesar. Aktivitas di media sosial dan tren pencarian menunjukkan minat ritel yang kuat.
Saat ini, sebagian besar token Pi masih terkunci karena periode lock-up sukarela oleh pengguna. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, analis BeInCrypto memprediksi harga Pi Coin akan diperdagangkan di kisaran $30 – $50 saat peluncuran mainnet.
Pi Network tetap menjadi proyek crypto yang kontroversial, dengan berbagai tantangan regulasi dan spekulasi harga yang tinggi. Bagi investor, memahami risiko dan potensi dari proyek ini sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.