XRP masih terombang-ambing meski ada kabar besar: persetujuan Hashdex Nasdaq Crypto Index US ETF. Harga token ini diperdagangkan di $2,84, tepat di bawah level resistance $2,85 yang seakan jadi “tembok keras” penghalang kenaikan.
Namun, di balik kelesuan pasar, ada sinyal menarik dari pemegang jangka panjang (LTH) yang bisa jadi kunci untuk mengubah arah harga XRP.
Pemegang XRP Diam-Diam Akumulasi
Dilaporkan BeInCrypto, data Glassnode menunjukkan indikator Liveliness XRP terus menurun dalam dua minggu terakhir, mencapai titik terendah dalam dua bulan. Artinya, alih-alih menjual, para LTH justru memilih menahan atau menambah posisi.
Perilaku ini mengindikasikan kepercayaan diri investor jangka panjang, yang biasanya punya pengaruh kuat terhadap arah harga. Dengan menahan tekanan jual, mereka membantu mengurangi risiko koreksi tajam.
Keaktifan XRP. Sumber: Glassnode.
NUPL Tunjukkan Ruang untuk Pulih
Indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) LTH juga memperlihatkan bahwa mayoritas investor belum merealisasikan banyak keuntungan di level harga sekarang.
Sejarah menunjukkan LTH baru cenderung melepas aset ketika NUPL melampaui ambang 0,7–0,75. Karena XRP masih jauh dari level itu, peluang pemulihan tetap terbuka lebar tanpa ancaman aksi jual besar-besaran.
Arah Harga XRP: Ke $3 atau Kembali Jeblok?
Saat ini, semua mata tertuju pada level resistance $2,85. Jika XRP berhasil menembus dan menjadikannya support, target selanjutnya ada di kisaran $2,94 hingga $3,02. Breakout ini bisa memicu sentimen bullish yang lebih kuat.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan LTH mulai berubah haluan, XRP berisiko turun lagi ke $2,75, bahkan bisa lebih dalam ke $2,64.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meski disetujui ETF yang seharusnya jadi pemicu, harga XRP masih bergerak lesu. Namun, akumulasi dari pemegang jangka panjang memberi secercah harapan. Pertanyaannya, apakah mereka cukup kuat untuk mengangkat XRP melewati $3, atau justru pasar akan menyeretnya lebih rendah lagi?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum (ETH) menghadapi likuidasi besar-besaran seiring dengan berlanjutnya penurunan pasar hingga minggu ini.
Peristiwa likuidasi ini mengakibatkan kerugian sebesar $1,53 dari pasar, dan data menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.
Dampak Instan
Menurut laporan Cryptopolitan pada Jumat (26/9/2025), Ethereum (ETH) terancam oleh likuidasi beruntun terbesar sejak 2021.
Pasar kripto merugi total $1,53 miliar dalam beberapa jam pada hari Senin lalu, memperpanjang likuidasi yang relatif kecil selama akhir pekan.
Sebanyak 404.386 pedagang dilikuidasi, dengan ETH dan altcoin mengalami dampak terburuk pada posisi long.
Ethereum sendiri mengalami likuidasi sekitar $900 juta, yang membahayakan seluruh pasar altcoin, seiring dengan pemulihan DeFi dan pinjaman baru-baru ini. Akibatnya, ETH merosot di bawah $4.200, mempertahankan dominasinya sebesar 12,8%.
ETH juga mengalami likuidasi nilai nominal terbesar sejak Mei 2021. Kali ini, pasar terbukti lebih tangguh, karena terakhir kali likuidasi sebesar ini terjadi, ETH kehilangan 45% harga pasarnya. Likuidasi kali ini dianggap signifikan, tetapi penurunan harga sejauh ini masih terbatas.
Sebagian besar likuiditas ETH yang tersedia telah terkuras, dan harga mulai pulih dari level terendah baru-baru ini.
Berdasarkan data Alphractal , baik BTC maupun ETH masih belum menyelesaikan proses deleveraging dan mungkin akan mengalami likuidasi tambahan.
Likuidasi DeFi juga melonjak, meskipun dengan jumlah yang lebih kecil. Dalam sehari terakhir, hampir $22 juta dilikuidasi pada pinjaman kripto, dengan ETH dan WETH digunakan sebagai agunan.
Aksi Panik Whale
Selama peristiwa likuidasi terakhir, ETH memiliki volume penjualan spot yang relatif tenang, meskipun beberapa investor besar atau whale memutuskan untuk menjual secara strategis atau dalam mode panik.
Seorang whale berhasil menempatkan lebih dari $72 juta dalam ETH tepat sebelum pasar anjlok, mengirimkan token tersebut ke Binance.
Whale ini juga mengekstrak AETHWETH dari Aave dan mengubahnya menjadi ETH biasa, yang juga dapat dijual dengan lebih mudah.
Sementara itu, whale lainnya telah menjual 1.000 ETH pada hari Senin, tepat ketika kerugian semakin meningkat.
Data on-chain tambahan menunjukkan potensi penjualan ETH yang berasal dari dompet Binance, sebagai cara untuk menyerang posisi long. Open interest ETH masih di atas $27 miliar, dengan potensi likuidasi tambahan jika terjadi penurunan.
Faktor terbesar di balik penurunan ETH adalah likuidasi di Binance. Penjualan aset kripto (whale selling) dari berbagai dompet memicu likuidasi berjenjang , yang memengaruhi semua posisi beli dengan leverage tinggi.
Berdasarkan posisi likuidasi yang tersedia, ETH masih dapat turun hingga $4.100 untuk menyerang trader yang mengambil posisi long. Pemulihan juga dimungkinkan, dengan likuiditas short baru terakumulasi di level $4.400.
ETH kini berada di persimpangan jalan, bangkit dari titik terendahnya baru-baru ini. Salah satu prediksi jangka pendek adalah ETH akan mencoba meraih kembali titik tertinggi sepanjang masa dan terus berada di atas $5.000.
Selama penurunan sebelumnya, ETH telah memulihkan tren umumnya dalam hitungan jam. Setelah likuidasi pada awal pekan ini, ETH naik di atas $4.200, karena pasar mempertahankan momentumnya.
Segera setelah likuidasi, baik investor massal maupun investor cerdas memiliki sentimen netral , dengan prospek sedikit bearish.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Coin (PI), token dalam ekosistem Pi Network, baru-baru ini menunjukkan tekanan korektif yang cukup signifikan.
Meskipun sempat mencuri perhatian dengan potensi dan visinya, tren harga terakhir mengundang pertanyaan: seberapa dalam pelemahan ini, apa pemicunya, dan bagaimana prospeknya ke depan?
Data Pasar Terbaru & Statistik Penting
Berdasarkan data CoinMarketCap per hari ini, harga Pi (PI) berada di kisaran $0,2638 (turun sekitar –4,87 % dalam 24 jam).
Kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar $2,16 miliar dan berada di peringkat #48–49 di antara semua token kripto. Jumlah supply yang beredar: 8,196,568,647 PI dari total maksimum 100 miliar PI.
Sedangkan volume perdagangan dalam 24 jam tercatat sekitar $64,58 juta, menunjukkan likuiditas yang cukup substansial.
Di sisi lain, menurut CoinGecko, penurunan 7-hari terakhir Pi tergolong tajam: sekitar –26,7 %. Dengan demikian, tekanan jual jangka pendek sudah terlihat nyata.
Faktor Pemicu Penurunan
Menelaah lebih dalam, beberapa faktor tampak berkontribusi terhadap tekanan harga Pi:
1. Volatilitas Alamiah Kripto & Koreksi Teknikal
Setelah apresiasi sebelumnya, harga kripto umumnya rentan mengalami “tiriskan keuntungan” (profit taking). Pi, yang belum memiliki likuiditas sebesar Ethereum atau Bitcoin, lebih sensitif terhadap aksi jual besar. Koreksi teknikal ini bisa memicu gelombang jual berantai.
2. Supply vs Demand & Distribusi Token
Jumlah supply maksimum PI sangat besar (100 miliar). Saat supply makin bertambah atau token yang terkunci dilonggarkan (token unlock), tekanan pasokan bisa meningkat, mendorong harga turun bila permintaan tidak seimbang. Beberapa analisis memperingatkan bahwa “token unlock” yang akan datang dapat memicu tekanan jual tambahan.
3. Kepercayaan Investor & Sentimen Publik
Ketidakpastian terhadap kecepatan adopsi, layanan ekosistem, dan roadmap teknis mampu memicu ketidakpercayaan.
Bila komunitas atau investor mulai berpikir bahwa pertumbuhan tidak sesuai ekspektasi, mereka bisa menjual asetnya menjelang potensi kerugian lebih besar.
4. Fase Launch & Likuiditas Belum Sepenuhnya Matang
Pi Network relatif baru masuk ke ekosistem token perdagangan (listing exchanges). Sebelum ekosistem transaksi dan utilitas token stabil, harga lebih mudah terpengaruh arus modal spekulatif.
Banyak pengguna masih memindahkan token ke mainnet atau menyelesaikan KYC, yang berarti sebagian supply belum aktif diperdagangkan penuh.
5. Perbandingan dengan Proyek Kripto Lain
Artikel ulasan pasar terkini menyebut bahwa Pi berada dalam posisi “statik”, sementara proyek baru seperti Remittix lebih menarik investor dalam hal utilitas nyata dan roadmap jelas.
Hal ini dapat mengalihkan arus dana ke proyek-proyek yang dianggap punya potensi lebih “riil”.
Analisis Teknis & Proyeksi
Dari sisi teknikal, penurunan mingguan ~26,7 % menunjukkan momentum bearish jangka menengah.
Titik support penting berada di kisaran $0,25-0,28. Bila harga memecahkan zona ini, kemungkinan melakukan retrace ke area lebih rendah. Jika muncul sentimen positif, potensi rebound bisa menguji kembali resistensi di level $0,35-0,40.
Beberapa analis bahkan memberikan ramalan berupa pandangan “lemah” hingga “moderate bullish” tergantung keberhasilan ekosistem. Ada yang mengkira Pi bisa menembus $0,55 di akhir 2025 jika banyak faktor mendukung.
Namun, risikonya nyata: bila volume tetap menyusut, utilitas belum terbukti, dan supply baru dilepas, harga bisa kembali ke zona $0,20-0,30.
Implikasi untuk Investor & Pengguna Pi
Manajemen Risiko — Bagi investor yang masuk di harga tinggi, penurunan ini menunjukan pentingnya punya “stop loss” dan batas toleransi kerugian.
Pentingnya Utilitas Token — Pi harus membuktikan bahwa tokennya digunakan dalam aplikasi nyata (ekonomi, transaksi, dApps) agar tidak sekadar spekulasi.
Memantau Token Unlock & Emisi — Perlu diwaspadai jadwal pelepasan token baru (unlocking) yang bisa menaikkan pasokan dan menekan harga.
Keterlibatan Komunitas & Adopsi — Komunitas kuat dan adopsi nyata—misalnya merchant yang menerima Pi—akan menjadi fondasi agar harga tidak mudah jatuh.
Penurunan harga Pi Coin baru-baru ini menggarisbawahi bahwa token baru dengan potensi besar sekalipun tak kebal terhadap tekanan pasar.
Dengan supply besar, utilitas yang belum sepenuhnya matang, dan sensitif terhadap sentimen pasar, Pi saat ini sedang diuji dalam fase likuiditas dan kepercayaan.
Bagi investor dan pengamat kripto, ini saat kritis: apakah Pi mampu melewati tekanan ini dengan roadmap yang terbukti? Atau apakah ia akan menjadi korban overhype awal?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali memanas dengan kejutan dari Spark (SPK), salah satu aset digital yang belakangan menarik perhatian investor ritel maupun institusional.
Dalam 24 jam terakhir, harga Spark melonjak +19,19% ke level $0.055362 per SPK, menjadikannya salah satu altcoin dengan performa paling mencolok di tengah volatilitas pasar.
Lonjakan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi holder jangka panjang, tetapi juga memicu spekulasi apakah Spark mampu mempertahankan momentum bullish-nya setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir.
Sirkulasi pasokan: 1.74 miliar SPK dari total maksimum 10 miliar
Dalam kurun waktu satu hari, Spark berhasil mencatat kenaikan $0.009076 atau setara 19,19%.
Angka ini cukup signifikan, mengingat dalam 30 hari terakhir SPK justru terkoreksi -15,45%, bahkan sempat anjlok -40,77% dalam periode 60 hari.
Namun, jika ditarik lebih panjang, performa Spark dalam 90 hari terakhir menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan +46,24%, menandakan adanya potensi pemulihan harga jangka menengah.
Faktor Penyebab Kenaikan Spark
Beberapa faktor yang diyakini menjadi pemicu kenaikan Spark kali ini antara lain:
Lonjakan Volume Perdagangan Volume SPK melonjak hingga $340 juta dalam 24 jam, hampir 3,5 kali lipat kapitalisasi pasarnya. Aktivitas ini menunjukkan adanya akumulasi signifikan dari investor besar maupun trader jangka pendek.
Minat Investor pada Altcoin Mid-Cap Ketika Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) cenderung sideways, investor biasanya melirik altcoin dengan kapitalisasi menengah yang menawarkan potensi profit lebih besar. Spark menjadi salah satu kandidat utama dalam rotasi modal ini.
Optimisme Terhadap Pengembangan Ekosistem Spark masih dalam fase pengembangan proyek yang menjanjikan, terutama dalam integrasi dengan protokol DeFi dan utilitas token yang semakin luas. Spekulasi ini sering kali menjadi katalis harga altcoin naik tajam.
Dukungan Komunitas Faktor komunitas sering tidak bisa diremehkan dalam dunia kripto. Spark termasuk salah satu token yang memiliki komunitas cukup solid, yang kerap mendorong tren positif di media sosial saat harga mulai bergerak naik.
Pergerakan harga Spark (SPK/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Proyeksi Harga Spark ke Depannya
Meski kenaikan Spark hari ini cukup mengesankan, penting untuk melihat tren jangka pendek dan jangka panjang:
Jangka Pendek (1-2 minggu): Spark berpotensi menguji resistance di level $0.060–$0.065. Jika berhasil ditembus dengan volume tinggi, harga bisa melanjutkan reli menuju $0.080. Namun, jika gagal, koreksi kembali ke area $0.045–$0.050 cukup mungkin terjadi.
Jangka Menengah (1-3 bulan): Jika momentum pasar kripto secara keseluruhan membaik, Spark bisa mencoba mendekati level psikologis $0.10. Akan tetapi, mengingat rekor tertingginya masih jauh di $0.186463, perjalanan menuju all-time high masih panjang.
Jangka Panjang: Dengan total pasokan maksimum 10 miliar token, Spark perlu mendorong adopsi nyata agar bisa menjaga fundamental harga. Jika ekosistemnya berhasil berkembang, kapitalisasi pasar bisa melonjak hingga ratusan juta dolar lebih besar dari posisi saat ini.
Lonjakan Spark hampir 20% dalam sehari menandai potensi kebangkitan altcoin ini setelah periode koreksi panjang.
Dukungan volume perdagangan yang tinggi, minat investor terhadap altcoin mid-cap, serta optimisme terhadap utilitas ekosistem Spark menjadi bahan bakar utama kenaikan harga.
Meski demikian, volatilitas tetap menjadi ciri khas pasar kripto. Investor disarankan berhati-hati dan tidak terbawa euforia semata.
Spark memiliki prospek cerah, namun perjalanan menuju harga lebih tinggi akan penuh tantangan dan membutuhkan katalis kuat baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar.
Untuk saat ini, Spark sudah berhasil menjadi bintang altcoin dengan performa harian yang mencuri perhatian. Pertanyaannya, apakah momentum ini bisa berlanjut, atau justru hanya sekadar “lonjakan sesaat”?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Shiba Inu (SHIB) kembali mencuri perhatian investor kripto setelah berhasil bertahan di level support krusial meskipun pasar sedang bergejolak.
Dalam 24 jam terakhir, harga SHIB turun 6% dan kini diperdagangkan di sekitar $0,0000117, namun analis menilai token meme ini sedang bersiap untuk pergerakan besar berikutnya.
SHIB Bertahan di Support, Semua Mata ke $0,000015
Saat ini, SHIB masih solid di atas support $0,000011, sebuah sinyal positif di tengah volatilitas pasar. Level $0,000015 menjadi kunci utama. Jika resistance ini berhasil ditembus, peluang reli menuju $0,000020 hingga $0,000025 terbuka lebar.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Fundamental Menguat: Whale Borong SHIB dan 5T Token Hilang dari Bursa
Dilaporkan Crypto News, salah satu faktor yang membuat prospek SHIB semakin menarik adalah pergerakan besar-besaran dari investor besar. Lebih dari 5 triliun SHIB telah ditarik dari bursa dalam beberapa waktu terakhir, mengurangi tekanan jual dan menandakan meningkatnya akumulasi oleh para “whale”. Ditambah lagi, program pembakaran SHIB terus mengurangi pasokan, perlahan memperkuat nilai jangka panjang.
Risiko Tetap Ada: Gagal Tembus Bisa Balik ke $0,000011
Meski tren mulai condong bullish, risiko masih membayangi. Jika SHIB gagal menembus $0,000015, harga bisa kembali turun ke kisaran $0,000011–$0,000012. Sentimen pasar kripto yang lebih luas juga sangat berpengaruh, terutama jika Bitcoin melemah atau kondisi global kembali penuh ketidakpastian.
SHIB di Ambang Keputusan Besar
Prediksi harga Shiba Inu saat ini sangat bergantung pada pergerakan di level $0,000015. Penembusan resistance bisa memicu reli besar menuju $0,000025, sementara kegagalan akan membuat SHIB kembali ke fase konsolidasi. Dengan akumulasi paus dan berkurangnya suplai, peluang bullish mulai terbuka — namun pasar kripto tetap penuh kejutan.
Apakah SHIB siap menyalakan kembali euforia “dog coin” di pasar? Investor tampaknya hanya menunggu momen ledakan berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali diramaikan oleh performa luar biasa dari token-token ekosistem Ethereum. Di tengah reli pasar yang kian menguat, beberapa aset besar menunjukkan lonjakan signifikan, membuat investor semakin optimis terhadap prospek jangka pendek maupun panjang.
Ethereum (ETH) masih menjadi pusat perhatian dengan harga $4.010,93, naik hampir 4% dalam 24 jam terakhir dan menguat 12,86% selama sepekan. Dengan kapitalisasi pasar mencapai $484 miliar, ETH tetap kokoh sebagai jantung ekosistem dan barometer utama pergerakan altcoin.
Tak kalah menarik, Chainlink (LINK) tampil impresif dengan kenaikan 13,32% dalam tujuh hari terakhir, kini diperdagangkan di kisaran $20,97. Peningkatan ini mempertegas perannya sebagai infrastruktur penting dalam dunia oracle blockchain yang makin dibutuhkan.
SHIB dan DOT Menjadi Perhatian
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sementara itu, Shiba Inu (SHIB) kembali mencuri perhatian publik. Token meme yang kerap jadi sorotan ini menguat 11,39% dalam sepekan, menunjukkan bahwa komunitasnya masih menjadi kekuatan besar di balik popularitasnya.
Di sisi lain, Polkadot (DOT) juga tidak kalah bersinar. Dengan harga $3,90 dan reli mingguan sebesar 13,20%, DOT semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu proyek interoperabilitas blockchain paling menjanjikan.
Meski UNUS SED LEO (LEO) terlihat lebih tenang dengan kenaikan tipis 0,79% dalam tujuh hari, token ini tetap mempertahankan kapitalisasi pasar besar di atas $8,7 miliar, menjadi pilihan bagi investor yang mencari kestabilan relatif.
Dengan tren positif ini, ekosistem Ethereum terbukti masih menjadi salah satu sektor paling dinamis di dunia kripto. Investor pun semakin menaruh harapan bahwa reli ini bisa berlanjut, terutama jika Bitcoin dan pasar secara keseluruhan terus bergerak ke arah bullish.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Binance Coin (BNB) kembali memanas setelah berhasil menembus level $1.000. Setelah sempat merosot ke $975, kembalinya BNB di zona empat digit menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor. Namun, ini baru permulaan.
Dilaporkan Crypto News, ada tiga katalis utama yang berpotensi mendorong reli besar berikutnya bagi BNB.
1. Biaya Gas Dipangkas 50%, Transaksi Bisa Cuma $0,001
Validator BNB Chain baru saja mengusulkan perubahan besar: biaya gas minimum dipotong 50%, dari 0,1 Gwei menjadi 0,05 Gwei. Tak hanya itu, interval blok juga bakal dipercepat dari 750 ms menjadi 450 ms.
Jika implementasi ini berjalan mulus, biaya transaksi bisa turun hingga 90% lebih murah, hanya sekitar $0,001 per transaksi. Ini berpotensi menjadikan Binance Smart Chain sebagai salah satu jaringan paling hemat biaya di dunia kripto—sebuah magnet bagi pedagang, developer, dan protokol baru.
Dan sejarah sudah membuktikan, biaya rendah sering kali jadi pemicu lonjakan aktivitas pengguna dan volume transaksi. Jika permintaan jaringan naik, otomatis harga BNB juga ikut terdorong.
2. Uang Besar Mulai Masuk, Institusi Borong BNB
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tak hanya ritel, kini institusi besar ikut tancap gas. Nama-nama seperti B Strategy, CEA Industries, dan Nano Labs sudah mengumumkan kepemilikan BNB dalam jumlah signifikan. Hal ini menandakan kepercayaan jangka panjang yang lebih kuat terhadap BNB.
Lebih menarik lagi, permintaan terhadap ETF berbasis BNB kian meningkat. Bulan lalu, REX-Osprey bahkan mengajukan permohonan ETF staking BNB pertama. Jika disetujui, ini bisa membuka pintu masuknya arus dana institusional yang jauh lebih besar—dan itu bisa jadi bahan bakar tambahan untuk reli harga BNB.
3. Sinyal Teknis Masih Bullish, Target $1.080 di Depan Mata
Saat artikel ini ditulis, BNB diperdagangkan di $1.012 dengan kenaikan bulanan lebih dari 15%. Indikator teknis menunjukkan kondisi yang masih positif:
RSI berada di 65,77, artinya belum masuk area jenuh beli.
MACD tetap dalam tren bullish, memberi peluang pergerakan lebih tinggi.
Jika BNB mampu menembus resistance $1.026, target harga berikutnya bisa mengarah ke $1.050 hingga $1.080. Namun, mempertahankan level $1.000 sebagai support akan sangat penting untuk menghindari penurunan ke $991 atau bahkan $944.
Dengan biaya gas yang lebih rendah, akumulasi institusional yang semakin masif, dan indikator teknis yang masih bullish, BNB kini berada di persimpangan besar. Jika ketiga katalis ini berjalan bersamaan, bukan tidak mungkin BNB bakal melesat ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Solana (SOL) kembali jadi sorotan pasar kripto setelah aksi akumulasi masif senilai $315 juta dalam 48 jam terakhir. Pergerakan besar ini membuat banyak analis yakin harga SOL bisa melonjak dalam jangka pendek, meskipun volatilitas sempat mengguncang pasar.
Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar $210, bertahan kokoh di atas support penting di $206. Data pasar menunjukkan bahwa aksi jual terakhir lebih dipicu oleh panic selling ketimbang distribusi strategis, dan menariknya, pembeli justru menyerap tekanan jual tersebut. Fakta ini menandakan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Solana masih sangat kuat.
Pada grafik 4 jam, SOL tengah membentuk pola saluran naik yang telah diuji berulang kali selama tiga bulan terakhir. Penurunan terbaru hanya menyentuh garis tren bawah tanpa merusak struktur, membuka peluang rebound yang sehat.
Dilaporkan BeInCrypto, indikator Relative Strength Index (RSI) juga berada di zona jenuh jual, mengisyaratkan bahwa tekanan bearish sudah mulai melemah. Sejarah pergerakan harga menunjukkan bahwa kondisi seperti ini sering kali menjadi pemicu pembalikan arah karena penjual kehabisan tenaga dan pembeli mengambil alih.
Arah Harga: $232 di Depan Mata?
Jika Solana mampu mempertahankan level support di $206 dan menembus area resistensi $214–$221, peluang menuju $232 terbuka lebar. Level tersebut akan menjadi pijakan penting bagi kelanjutan tren bullish.
Sebaliknya, jika pasar kembali dilanda sentimen risk-off dan harga jatuh di bawah $206, SOL berisiko menguji ulang area $200 bahkan lebih rendah. Skenario ini bisa membatalkan struktur bullish yang saat ini terbentuk.
Optimisme Investor Besar
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam dua hari terakhir saja, lebih dari 1,5 juta SOL berpindah tangan, memperlihatkan bahwa para pemain besar dan institusi tidak gentar dengan gejolak pasar. Gelombang akumulasi ini menjadi katalis positif yang memperkuat potensi kenaikan harga Solana dalam waktu dekat.
Dengan kombinasi antara aksi beli masif, sinyal teknis yang mendukung, dan sentimen pasar yang mulai pulih, banyak pihak percaya Solana siap melesat lebih tinggi—dan target $232 kini terlihat semakin realistis.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali panas dengan prediksi terbaru untuk XRP. Seorang analis memperkirakan harga XRP berpotensi mencapai $4,50 dalam jangka pendek, sebelum akhirnya melesat hingga $9–$10 pada puncak siklus berikutnya, asalkan Bitcoin mampu menembus level psikologis $200 ribu.
Menurut analis Virtual Bacon, kunci utama lonjakan harga XRP ada pada rasio XRP terhadap Bitcoin. Dalam siklus 2020, XRP gagal mengikuti reli besar BTC dan tidak mampu menyentuh level tertinggi tahun 2017. Namun, jika XRP berhasil kembali ke puncak rasio tahun 2020 di angka 0,000403 BTC, tren kali ini bisa berbalik arah secara dramatis.
Efek ETF: Pemicu Besar Altcoin Season
Tak hanya XRP, hadirnya ETF altcoin seperti Solana, Dogecoin, dan Litecoin disebut bisa mengejutkan pasar. ETF ini diprediksi akan memperkuat reli altcoin di tengah bull run Bitcoin yang sedang terbentuk. Meski altcoin saat ini belum menampilkan candle breakout kuat, banyak yang sudah mulai mengungguli Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Coinpedia, jika Bitcoin bergerak menuju $150.000 pada akhir 2025 atau awal 2026, analis memperkirakan XRP bisa mencapai $4,50. Level ini sangat bergantung pada kembalinya rasio XRP terhadap Bitcoin ke level historisnya, sekaligus pada momentum reli ETF yang tengah mengguncang pasar.
Target Jangka Panjang: Menuju Dua Digit
Lebih jauh, proyeksi optimis menyebut XRP dapat menembus $9 hingga $10 pada puncak siklus ini. Namun, untuk mencapainya, Bitcoin harus melampaui $200.000 dan altcoin harus mengulangi performa historis terbaiknya. Harga di atas $10 disebut sebagai “target optimis” yang hanya mungkin terjadi jika musim altcoin kali ini benar-benar meledak.
Munculnya ETF altcoin dinilai sebagai katalis besar. Meski beberapa koin seperti Dogecoin dan Litecoin sering dikritik karena minim utilitas, status “veteran” mereka tetap memberi daya tarik tersendiri di mata investor. Persetujuan ETF untuk aset-aset ini bisa jadi kejutan yang mendongkrak pasar lebih tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum (ETH) mengalami salah satu peristiwa paling dramatis di pasar kripto baru-baru ini: sebuah cascading liquidation (likuidasi bertingkat) yang disebut sebagai yang terbesar sejak Mei 2021.
Berikut rangkaian kejadian, pemicu, dan apa arti semua ini bagi investor dan pasar keuangan digital.
Apa yang Terjadi?
Pada Senin (waktu global), pasar kripto “mencabut” leveraged positions senilai $ 1,53 miliar dalam waktu beberapa jam.
Sekitar 404.386 trader terkena likuidasi, dengan posisi long pada Ethereum dan altcoin paling parah terdampak.
Dari total likuidasi tersebut, Ethereum sendiri memakan korban sekitar $ 900 juta.
Di samping itu, sekitar $ 22 juta likuidasi terjadi di sektor DeFi / pinjaman kripto, di mana ETH (dan WETH) digunakan sebagai jaminan.
Harga Ethereum sempat merosot di bawah $ 4.200, tetapi kemudian memantul kembali seiring likuidasi sebagian besar posisi long.
Ada aktivitas whale (pemilik besar) menjual ETH sebelum sentimen memburuk: satu whale mentransfer ETH senilai $ 72 juta ke Binance.
Ada juga whale lain yang melepaskan 1.000 ETH tepat sebelum kerugian makin besar. (Cryptopolitan)
Beberapa transaksi terlihat seperti “serangan terhadap posisi long” — yaitu saat whale-wallets dan sejumlah dompet besar memicu likuidasi cascading dengan menjual ETH secara tiba-tiba atau mengubah collateral (jaminan) sehingga memicu margin calls.
Peristiwa ini dianggap yang terbesar dalam hal nilai nominal likuidasi untuk ETH sejak Mei 2021.
Namun, dampak harga belum separah 2021: waktu itu (Mei 2021) ETH kehilangan sekitar 45% nilai pasarnya dalam likuidasi besar. Kali ini harga turun tapi tidak separah itu.
Potensi dan Level Kritis Harga
ETH sempat berada di titik terendah sekitar $ 4.200 setelah gelombang likuidasi, kemudian melakukan rebound.
Beberapa prediksi mengatakan bahwa ETH bisa kembali menguji zona harga $ 5.000 bila momentum bullish kembali muncul.
Namun bila tekanan jual terus berlanjut, zona support di kisaran $ 4.100 diperkirakan bisa diuji lagi.
Mengapa Ini Penting?
Risiko Leverage Likuidasi besar terjadi terutama karena posisi trader menggunakan leverage tinggi (pinjaman) yang tergantung pada jaminan dan margin. Bila harga bergerak cepat ke bawah, sistem margin panggilan (margin call) akan memicu penjualan otomatis yang memperparah kejatuhan harga.
Dampak pada Pasar DeFi & Pinjaman ETH dan WETH sangat sering digunakan sebagai jaminan dalam protokol DeFi. Likuidasi besar di sektor ini bisa menyebabkan tekanan likuiditas, penghapusan collateral, dan bahkan masalah solvabilitas di sebagian protokol jika tidak dikelola dengan baik.
Sentimen Pasar & Psikologi Pergerakan besar seperti ini menanamkan ketidakpastian, terutama bagi pemegang posisi long (berspekulasi harga naik). Trader lebih berhati-hati terhadap leverage dan berpotensi mengeluarkan likuidasi “sekecil apapun” sebagai pemicu tambahan.
Likuidasi Ethereum baru-baru ini bukan hanya semata koreksi harga biasa — melainkan gelombang pelepasan posisi leverage (terutama long) yang memicu likuidasi rantai (cascade) besar, memakan miliaran dolar, dan menyentuh puluhan ribu trader.
Meskipun harga belum drop separah pada 2021, kejadian ini mengingatkan kembali betapa rapuhnya pasar kripto bila leverage dan spekulasi tinggi bertemu volatilitas ekstrem.
Bagi investor, terutama yang memanfaatkan leverage tinggi: pelajaran besar di sini adalah pentingnya manajemen risiko untuk menetapkan stop-loss, memonitor margin, dan bersiap untuk skenario ekstrem.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.