Tag Archives: aset kripto

Harga Bitcoin Terkoreksi ke $108,031, Market Cap Kokoh di Atas $2 Triliun

Setelah mencatat reli kuat dalam beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin (BTC) kini mengalami koreksi ringan sebesar -2.04% dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data perdagangan terkini, BTC diperdagangkan di level $108,031.77 per token, turun sekitar $2,473 dibandingkan hari sebelumnya.

Meskipun harga terkoreksi, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di kisaran $2,153.89 miliar USD, atau lebih dari $2,1 triliun, yang menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap aset kripto terbesar di dunia ini masih sangat kuat.

Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai $61.05 miliar USD, menandakan masih tingginya aktivitas pasar di tengah volatilitas harga.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Pergerakan Harga: Tertahan di Atas Level Psikologis $100,000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat harga terendah di $107,776.38 dan tertinggi di $111,711.03, memperlihatkan fluktuasi yang masih dalam kisaran wajar bagi aset dengan kapitalisasi raksasa.

Secara historis, rekor tertinggi (all-time high) Bitcoin masih berada di level $126,198.07 USD, sehingga posisi harga saat ini mencerminkan penurunan sekitar 14% dari puncak historisnya.

Meski demikian, banyak analis memandang pergerakan ini sebagai bagian dari fase konsolidasi sehat, yang kerap terjadi setelah reli besar.

Dalam sepekan terakhir, BTC turun sekitar 4.63%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai 6.7%. Namun, dalam jangka panjang, struktur tren masih tergolong bullish.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tren 90 Hari: Tekanan Jangka Pendek di Tengah Optimisme Jangka Panjang

Berdasarkan data historis:

  • 24 jam: -2.24%
  • 30 hari: -6.7%
  • 60 hari: -4.55%
  • 90 hari: -9.23%

Kendati mengalami tekanan jangka pendek, banyak pelaku pasar masih menilai Bitcoin berada di jalur bullish jangka panjang, terutama setelah menembus level psikologis $100,000 beberapa waktu lalu.

Dengan sirkulasi pasokan mencapai 19.94 juta BTC, atau sekitar 94.94% dari total maksimum 21 juta BTC, pasokan Bitcoin yang semakin terbatas secara alami mendukung nilai jangka panjangnya.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted) bahkan mencapai $2.26 triliun USD, menegaskan dominasi BTC di pasar kripto global.

Faktor Pendorong Koreksi Harga Bitcoin

Analis pasar kripto menilai bahwa penurunan harga saat ini bukan sinyal bearish, melainkan fase konsolidasi setelah reli panjang. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin antara lain:

  1. Aksi Ambil Untung oleh Investor Besar (Whales)
    Setelah reli signifikan di atas $110,000, sebagian investor institusional dan ritel mulai merealisasikan keuntungan jangka pendek.
  2. Ketidakpastian Makroekonomi Global
    Data inflasi dan kebijakan suku bunga dari bank sentral global memicu fluktuasi di pasar aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Penyesuaian Likuiditas Pasar Derivatif
    Peningkatan open interest di pasar futures dan funding rate tinggi membuat sebagian trader memilih menutup posisi untuk menghindari risiko koreksi lebih dalam.

Outlook: Potensi Rebound Tetap Terbuka

Meski terkoreksi dalam jangka pendek, sebagian besar analis tetap optimis terhadap potensi rebound Bitcoin.

Level psikologis $105,000–$107,000 disebut menjadi zona support kuat, sementara resistance terdekat berada di kisaran $112,000–$115,000.

Jika tekanan jual mereda, Bitcoin berpeluang menguji kembali level $115,000 dalam beberapa hari ke depan, terutama jika didukung oleh peningkatan volume beli dan kondisi makro yang stabil.

Dengan adopsi institusional yang terus meningkat dan keterbatasan pasokan, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap solid dan masih mendukung tren naik menuju siklus bullish berikutnya.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Koreksi Sehat di Tengah Fundamental Kuat

Penurunan harga Bitcoin sebesar 2% dalam 24 jam terakhir tidak serta-merta menandakan pembalikan tren.

Sebaliknya, koreksi ini dipandang sebagai penyesuaian alami setelah reli signifikan di awal kuartal.

Dengan kapitalisasi pasar tetap di atas $2 triliun dan volume perdagangan tinggi, Bitcoin masih mempertahankan statusnya sebagai aset digital paling dominan di dunia.

Para analis menilai, selama harga BTC bertahan di atas $100,000, tren bullish jangka panjang masih aman.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token AUCTION Meledak 54%, Jadi Bintang Baru di Pasar Kripto

Pasar kripto kembali bergairah setelah token AUCTION mencatatkan lonjakan harga spektakuler dalam waktu sehari.

Dalam 24 jam terakhir, harga AUCTION melesat hingga +54.94% dan kini diperdagangkan di kisaran $9.25 per token (AUCTION/USD).

Kenaikan signifikan ini mendorong kapitalisasi pasar AUCTION menjadi sekitar $61.02 juta USD, sementara volume perdagangan melonjak ke level $279.10 juta USD, pertanda jelas meningkatnya minat investor terhadap aset ini.

Lonjakan tajam tersebut menjadikan AUCTION sebagai salah satu token dengan performa terbaik di pasar kripto hari ini, bahkan mengungguli banyak altcoin utama lain dalam hal persentase kenaikan harian.

Baca Juga: Bounce Token (AUCTION) Naik Lebih dari 100% dalam Sepekan Usai Breakout Teknis

Tren Harga AUCTION: Bullish yang Kuat

Dalam seminggu terakhir, harga AUCTION telah naik lebih dari 44%, menandakan adanya sentimen bullish yang kuat di kalangan investor.

Meski dalam 90 hari terakhir token ini sempat terkoreksi hingga -14.80%, reli terbaru menunjukkan adanya pemulihan pasar yang solid.

Berdasarkan data terkini via Tokocrypto pada Senin (20/10):

  • Kenaikan 24 jam: +54.94%
  • Kenaikan 7 hari: +44.24%
  • Perubahan 30 hari: -2.61%
  • Perubahan 60 hari: -4.40%

Sementara itu, sirkulasi pasokan AUCTION mencapai 6.59 juta token atau sekitar 65.90% dari total maksimum 10 juta token, yang berarti masih ada ruang pertumbuhan jika proyek terus menarik minat pasar.

Pergerakan harga Auction (AUCTION/USDT) pada Senin, 14 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Auction (AUCTION/USDT) pada Senin, 14 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga AUCTION

Lonjakan cepat AUCTION kemungkinan besar didorong oleh kombinasi beberapa faktor fundamental dan sentimen positif di pasar kripto. Beberapa analis menyoroti tiga faktor utama di balik reli ini:

  1. Peningkatan Aktivitas Investor Besar (Whales):
    Lonjakan volume perdagangan hingga hampir $280 juta dalam sehari menandakan masuknya modal besar dari pelaku pasar institusional maupun trader ritel berkapital besar.
  2. Momentum Pasar Kripto yang Membaik:
    Kenaikan harga Bitcoin dan Ethereum dalam beberapa hari terakhir menciptakan efek domino terhadap altcoin menengah seperti AUCTION.
  3. Spekulasi Terhadap Pembaruan Ekosistem Proyek:
    Meski belum ada konfirmasi resmi, beberapa laporan komunitas menyebut adanya pembaruan besar dalam roadmap proyek AUCTION, yang memicu spekulasi positif di kalangan investor.

Posisi AUCTION di Pasar Kripto Global

Dengan peringkat popularitas ke-457 di pasar global, AUCTION kini mulai menembus radar investor yang mencari aset undervalued dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) mencapai $93.72 juta USD, menunjukkan potensi ekspansi nilai jika seluruh pasokan token beredar di pasar.

Jika tren permintaan terus meningkat, AUCTION berpeluang memperkuat posisinya di antara proyek altcoin menengah yang mencatat pertumbuhan cepat pada kuartal keempat tahun ini.

Baca Juga: Whale Akumulasi AUCTION, Apakah DeFi Token Siap Meledak?

Kenaikan lebih dari 50% dalam sehari bukan sekadar anomali pasar, tetapi sinyal kuat bahwa AUCTION kini menjadi bintang baru di pasar aset digital.

Dengan volume perdagangan yang melonjak dan kapitalisasi pasar yang terus bertumbuh, proyek ini mulai menarik perhatian analis dan investor global.

Namun, volatilitas tetap menjadi karakter utama dunia kripto. Para investor disarankan untuk memantau pergerakan harga dan fundamental proyek AUCTION secara berkala sebelum melakukan aksi beli jangka panjang.

Jika momentum bullish ini berlanjut, AUCTION berpotensi menjadi salah satu top performer altcoin di penghujung tahun 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Setelah sempat melemah selama sepekan, harga Bitcoin (BTC) akhirnya menunjukkan penguatan signifikan.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Senin (20/19), harga Bitcoin tercatat di level $111.334,25 per BTC, naik 4,15% dalam 24 jam terakhir.

Dengan lonjakan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menembus angka $2,22 triliun, menegaskan dominasinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan 24 jam juga meningkat tajam menjadi $61,56 miliar, menandakan aktivitas pasar yang kembali menggeliat.

Kenaikan ini membawa napas segar bagi investor setelah BTC sempat anjlok lebih dari 3% dalam sepekan dan 3,79% dalam 30 hari terakhir.

Meski secara jangka menengah harga masih lebih rendah dari rekor tertingginya di $126.198,07, tren harian menunjukkan potensi pembalikan arah jangka pendek.

Baca Juga: Altcoin Season Resmi Berakhir? Bitcoin Kembali Kuasai Pasar Kripto!

Pergerakan Harian dan Level Penting BTC

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran terendah $106.157,79 hingga tertinggi $111.400,98.

Kenaikan tajam ini setara dengan $4.505,99 dibandingkan harga penutupan sebelumnya, menandakan momentum bullish yang cukup kuat di pasar spot.

Secara teknikal, BTC berhasil menembus area resistensi penting di $110.000, yang selama dua minggu terakhir menjadi batas psikologis utama.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, analis memperkirakan peluang menuju $115.000–$118.000 terbuka lebar.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi, support terdekat berada di sekitar $108.000, yang menjadi area akumulasi potensial bagi investor jangka menengah.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

Kenaikan harga Bitcoin kali ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

  1. Kembalinya Likuiditas Pasar Kripto
    Volume transaksi global meningkat lebih dari 20% dibanding pekan lalu. Investor institusional disebut kembali aktif setelah pasar obligasi AS menunjukkan stabilitas, mendorong arus dana kembali ke aset berisiko seperti kripto.
  2. Optimisme terhadap ETF Bitcoin dan Adopsi Institusional
    Permintaan terhadap Bitcoin ETF di Amerika Serikat kembali meningkat, terlihat dari arus masuk bersih yang positif selama tiga hari berturut-turut. Hal ini memperkuat persepsi bahwa Bitcoin tetap menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas makro.
  3. Penguatan Sentimen Pasar Global
    Indeks pasar saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq juga mencatatkan kenaikan harian lebih dari 1%, yang secara historis berkorelasi positif dengan pergerakan Bitcoin. Sentimen risk-on ini turut mendukung momentum bullish di pasar kripto.

Perbandingan dengan Performa Bulanan dan Kuartalan

Meskipun harga harian menunjukkan penguatan signifikan, dalam rentang 30–90 hari terakhir, Bitcoin masih mengalami koreksi moderat.

Dalam 30 hari terakhir, harga turun 3,79%, sementara dalam 90 hari tercatat penurunan 5,98%.

Namun, analis menilai konsolidasi ini justru sehat karena memberi ruang bagi pasar untuk menyerap tekanan jual sebelumnya.

Dengan pasokan beredar mencapai 19,94 juta BTC (94,94% dari total maksimum 21 juta), pasokan Bitcoin di pasar semakin terbatas, faktor yang berpotensi mendukung penguatan harga jangka panjang.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Jika momentum positif ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali level psikologis $115.000 hingga $120.000 dalam waktu dekat.

Namun, volatilitas tetap menjadi tantangan utama, terutama menjelang laporan inflasi AS dan keputusan suku bunga bank sentral.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas jaringan dan transaksi on-chain menjadi sinyal positif bahwa adopsi Bitcoin terus tumbuh, baik sebagai alat investasi maupun instrumen pembayaran digital.

Baca Juga: Altcoin Season Resmi Berakhir? Bitcoin Kembali Kuasai Pasar Kripto!

Momentum Bullish Kembali Menguat

Kenaikan 4,15% dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin mulai kembali menarik minat pasar, dengan volume perdagangan tinggi dan sentimen global yang membaik.

Selama harga mampu bertahan di atas $110.000, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka, meskipun investor tetap disarankan untuk memperhatikan potensi koreksi jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,2 triliun dan dominasi yang tetap kuat, Bitcoin terus membuktikan posisinya sebagai barometer utama industri kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $107.000: Sinyal Lonjakan atau Koreksi Panjang?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $107.151,64 per BTC, naik tipis sebesar +0,06% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar mencapai $2,13 triliun USD, menjadikannya tetap sebagai aset kripto nomor satu dunia.

Dengan pasokan sirkulasi 19,94 juta BTC, Bitcoin kini semakin mendekati batas maksimum suplai 21 juta koin, yang menambah daya tariknya sebagai aset langka di tengah tekanan pasar global.

Volume perdagangan 24 jam tercatat $33,10 miliar USD, menunjukkan aktivitas pasar yang stabil meski volatilitas mulai menurun dibanding pekan sebelumnya.

Dalam seminggu terakhir, BTC terkoreksi -3,51%, namun tetap mempertahankan posisi di atas batas psikologis $100.000 yang dianggap sebagai zona pertahanan kuat oleh banyak analis teknikal.

Baca Juga: Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Kondisi Pasar: Sideways di Tengah Sentimen Campuran

Meski harga bergerak datar, data menunjukkan pasar Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi. Dalam 30 hari terakhir, BTC mengalami penurunan -8,45%, turun hampir $9.800 dari harga bulan lalu.

Secara 60 dan 90 hari, koreksi berturut-turut mencapai -5,65% dan -9,66%, menandakan tekanan jual masih cukup terasa sejak puncak harga di atas $126.000 beberapa bulan lalu.

Namun, pergerakan jangka pendek menunjukkan stabilitas.

Dalam 24 jam terakhir, harga terendah tercatat di $106.489,42 dan tertinggi di $107.490,98, memperlihatkan rentang pergerakan sempit, sebuah indikasi kuat bahwa pelaku pasar sedang menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Fundamental: Narasi Makro dan Kebijakan Moneter

Konsolidasi harga Bitcoin saat ini tidak lepas dari pengaruh kebijakan suku bunga global dan minat institusional yang berfluktuasi.

Investor tampak menahan diri menunggu sinyal dari Federal Reserve AS terkait potensi penurunan suku bunga pada kuartal IV 2025.

Di sisi lain, permintaan institusional tetap menjadi pendorong jangka panjang. Produk ETF Bitcoin spot dari manajer aset besar seperti BlackRock dan Fidelity terus mencatat arus masuk positif meski dalam volume yang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.

Hal ini menjadi bukti bahwa Bitcoin tetap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar saham.

Analisis Teknis: Arah BTC Masih di Zona Aman

Secara teknikal, harga Bitcoin masih berada dalam tren bullish jangka panjang, selama mampu bertahan di atas area support kuat $105.000–$106.000.

Jika level ini mampu dipertahankan, peluang rebound menuju $110.000–$112.000 dalam jangka pendek terbuka lebar.

Namun, bila tekanan jual kembali meningkat, potensi retest ke area $100.000 tidak dapat diabaikan. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang mendekati area netral menandakan belum ada sinyal jenuh beli maupun jenuh jual — memperkuat narasi konsolidasi.

Kapitalisasi Pasar & Likuiditas

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2,136 triliun USD dan kapitalisasi terdilusi penuh $2,25 triliun USD, Bitcoin tetap menguasai lebih dari 50% total pasar kripto global.

Likuiditas yang tinggi juga menjaga kestabilan harga, terutama di tengah fluktuasi aset digital lain seperti Ethereum dan Solana yang menunjukkan volatilitas lebih besar.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Menunggu Momentum Baru Menuju Akhir Tahun

Kinerja Bitcoin pada pertengahan Oktober 2025 mencerminkan pasar yang stabil, namun tetap diiringi kewaspadaan.

Investor masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian makro, sementara sentimen positif dari sisi adopsi dan kelangkaan suplai tetap menjadi penopang utama harga.

Jika arus modal institusional kembali meningkat dan kondisi makro global membaik, BTC berpotensi menguji kembali rekor tertingginya di $126.000 dalam beberapa bulan mendatang.

Namun untuk saat ini, pasar tampaknya memilih strategi bertahan—menunggu sinyal yang lebih kuat sebelum menentukan arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin (BTC) Menguat ke $106.816: Menuju Rebound $110.000?

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan sinyal penguatan setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Sabtu (18/10), harga Bitcoin saat ini berada di level $106.816,22 per BTC, mengalami kenaikan +1,78% dalam 24 jam terakhir.

Sedangkan kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,13 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $83,34 miliar USD.

Kenaikan ini menandai pergerakan positif setelah fase konsolidasi panjang di bawah $105.000 yang terjadi sejak awal bulan.

Dalam waktu satu jam terakhir, BTC masih mencatat koreksi tipis sebesar -0,39%, menandakan adanya tekanan jual jangka pendek, meski sentimen pasar mulai berbalik arah.

Baca Juga: Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir

Dalam periode 24 jam terakhir, harga terendah Bitcoin tercatat di $103.598,43, sementara harga tertingginya mencapai $107.541,12.

Rentang pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar spot dan derivatif.

Secara historis, Bitcoin masih berada 9,63% di bawah harga tiga bulan lalu, di mana sempat menyentuh rekor tertinggi di $126.198,07.

Penurunan jangka menengah ini masih menjadi perhatian investor besar (whales) yang cenderung berhati-hati dalam menambah posisi.

Namun, dengan sirkulasi pasokan mencapai 19,94 juta BTC atau sekitar 94,93% dari total maksimum 21 juta BTC, tekanan suplai baru di pasar semakin terbatas, suatu kondisi yang biasanya menydukung kenaikan harga jangka panjang.

Analisis Tren: Sinyal Rebound Mulai Terlihat

Secara teknikal, penguatan harian sebesar 1,78% menjadi sinyal bahwa Bitcoin mulai membentuk support kuat di kisaran $103.000–$105.000.

Jika momentum ini terus berlanjut, level resistance terdekat berada di $108.000, dan target psikologis utama di $110.000 bisa segera diuji.

Dari sisi fundamental, permintaan institusional kembali meningkat setelah adanya sentimen positif dari pasar ETF kripto di AS. Investor juga menilai bahwa kebijakan moneter The Fed yang cenderung stabil memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk menguat kembali.

Namun demikian, volatilitas tetap menjadi faktor dominan. Dalam 30 hari terakhir, BTC mengalami koreksi -8,85%, sementara dalam 90 hari terakhir harga turun -9,63%.

Kondisi ini mengindikasikan pasar masih dalam fase “penyesuaian” sebelum potensi tren bullish berikutnya.

Prospek dan Pandangan Pasar

Para analis memperkirakan bahwa Bitcoin berpotensi bergerak stabil di kisaran $105.000–$110.000 dalam jangka pendek, dengan kemungkinan rebound menuju $115.000 jika volume perdagangan terus meningkat.

Sementara itu, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya kini mencapai $2,24 triliun, menunjukkan besarnya potensi nilai ekonomi yang masih dapat terealisasi dari total pasokan maksimal BTC.

Di sisi lain, beberapa trader masih bersikap konservatif mengingat adanya tekanan eksternal dari kondisi makroekonomi global dan fluktuasi likuiditas pasar kripto.

Namun, mayoritas pelaku pasar sepakat bahwa Bitcoin masih memegang peran sentral sebagai aset digital paling dominan dan tahan lama.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Anjlok 4,45%, Terdorong Sentimen Negatif Bitcoin

Secara keseluruhan, penguatan harga Bitcoin hari ini memberikan sinyal positif bagi investor setelah periode penurunan yang cukup panjang.

Dengan fundamental jaringan yang solid, adopsi institusional yang meningkat, serta keterbatasan pasokan, BTC berpotensi mempertahankan momentum bullish menuju akhir tahun 2025.

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi peluang akumulasi, sementara trader harian disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

harga bitcoin hari ini, harga btc terbaru, analisis bitcoin, pergerakan harga btc, bitcoin 2025, harga btc usd, kapitalisasi pasar bitcoin, tren harga kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Menguat ke $3.876: Sinyal Pemulihan Pasar?

Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan penguatan di pasar kripto global.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Sabtu (19/3), lETH diperdagangkan di kisaran $3.876,14 per koin, naik 3,82% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisdasi pasar Ethereum kini mencapai $467,84 miliar USD, menegaskan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.

Volume perdagangan harian ETH tercatat di angka $45,99 miliar, menandakan meningkatnya minat beli dari investor ritel maupun institusional.

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $3.678 hingga $3.927, menunjukkan volatilitas menengah dengan kecenderungan bullish.

Kenaikan ini menjadi sorotan karena datang setelah periode koreksi yang cukup panjang. Dalam rentang 30 hari terakhir, ETH masih mencatatkan penurunan -15,73%, menandakan tren pemulihan baru mulai terbentuk.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Koreksi ke $4.096, Pasar Masuki Fase Konsolidasi

Kinerja Harga ETH: Rebound dari Tekanan Bulanan

Data historis menunjukkan pergerakan harga ETH dalam beberapa rentang waktu terakhir sebagai berikut:

  • Hari ini: +3,82% atau naik $142,57
  • 30 hari terakhir: -15,73% atau turun $723,48
  • 60 hari terakhir: -9,26% atau turun $395,50
  • 90 hari terakhir: +4,5% atau naik $166,76

Dengan pola tersebut, Ethereum tampak mulai keluar dari fase koreksi bulanan dan mencoba kembali menembus area psikologis $4.000. Level tersebut menjadi resistance kunci yang akan menentukan arah tren jangka menengah.

Jika mampu bertahan di atas $3.900, ETH berpotensi menguji area $4.200 — mendekati rekor harga intraday tertinggi 24 jam di $3.927,25. Namun, jika tekanan jual kembali muncul, area support kuat berada di sekitar $3.650–$3.700.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Ethereum

Beberapa faktor yang mendorong penguatan harga ETH hari ini antara lain:

1. Optimisme Terhadap Ekosistem Ethereum 2.0

Peningkatan aktivitas staking dan keberhasilan pembaruan jaringan pasca-Dencun upgrade disebut menjadi faktor utama sentimen positif.

Investor menilai Ethereum semakin efisien dalam biaya transaksi dan kecepatan, memperkuat posisinya sebagai tulang punggung sektor DeFi dan NFT.

2. Kembalinya Likuiditas ke Pasar Kripto

Pasar kripto global menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah fase konsolidasi panjang. Arus dana institusional mulai mengalir kembali, dengan Ethereum menjadi salah satu aset utama yang dilirik karena stabilitas fundamentalnya.

3. Pengaruh Bitcoin dan Korelasi Pasar

Kenaikan Bitcoin ke atas $62.000 beberapa hari terakhir turut mendukung reli altcoin besar, termasuk Ethereum. Karena korelasi harga BTC-ETH cukup kuat, setiap momentum positif di Bitcoin sering menjadi katalis tambahan bagi ETH.

4. Kesiapan Pasar Menyambut ETF Spot Ethereum

Spekulasi mengenai persetujuan ETF Spot Ethereum di beberapa yurisdiksi terus menjadi pendorong sentimen positif. Analis menilai produk keuangan tersebut bisa meningkatkan eksposur investor institusi terhadap ETH.

Sentimen Pasar: Antara Optimisme dan Kehati-hatian

Meskipun penguatan hari ini memberikan sinyal positif, para analis tetap mengingatkan adanya potensi volatilitas tinggi di tengah kondisi makroekonomi global yang belum stabil.

Kenaikan suku bunga AS dan potensi tekanan inflasi masih menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi arah pasar kripto.

Di sisi lain, aktivitas pengembang Ethereum tetap tinggi. Data dari Defi Llama menunjukkan total value locked (TVL) di jaringan Ethereum masih berada di posisi dominan dengan porsi lebih dari 55% dari total ekosistem DeFi global.

Hal ini memperkuat posisi ETH bukan hanya sebagai aset investasi, tetapi juga infrastruktur utama ekosistem blockchain.

Prediksi dan Outlook: Apakah Bullish Jangka Panjang Kembali?

Jika momentum penguatan saat ini berlanjut dan ETH mampu bertahan di atas $3.900, maka target kenaikan berikutnya berada di kisaran $4.100–$4.250.

Namun, bila tekanan jual meningkat di area tersebut, ETH berisiko kembali terkoreksi menuju $3.600.

Secara teknikal, indikator RSI (Relative Strength Index) mulai bergerak menuju zona netral ke atas (55–60), menandakan peluang penguatan masih terbuka.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Ethereum yang mendekati $470 miliar menunjukkan stabilitas nilai fundamental.

Baca Juga: Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

Kenaikan harga Ethereum hari ini ke level $3.876,14 (+3,82%) menjadi sinyal awal potensi pemulihan pasar kripto.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $467,84 miliar dan volume perdagangan tinggi, ETH memperlihatkan ketahanan yang kuat meski masih dalam fase konsolidasi.

Dukungan dari peningkatan jaringan, ekspektasi ETF, serta kembalinya arus modal investor menjadi fondasi optimisme baru.

Namun, volatilitas tetap harus diwaspadai — terutama bagi investor jangka pendek. Jika tren positif berlanjut, Ethereum berpeluang kembali menantang level psikologis $4.000 dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Harga Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan pada hari Jumat, merosot di bawah $109.000 karena gelombang baru penghindaran risiko mencengkeram pasar global.

Penurunan ini terjadi ketika pasar global menjadi defensif, dengan ekuitas melemah, obligasi menguat, dan emas mencapai rekor tertinggi baru.

Terakhir diperdagangkan 2,4% lebih rendah pada hari ini di sekitar $108.503, dan turun lebih dari 10% dalam seminggu terakhir.

Saham Asia mencerminkan kerugian Wall Street semalam, dengan investor mundur dari aset berisiko setelah tanda-tanda tekanan kredit muncul kembali di antara bank-bank regional AS.

Sentimen di pasar ekuitas juga terpukul oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. 

Beijing pada hari Kamis menuduh Washington memicu kepanikan atas kontrol ekspor tanah jarangnya dan menolak seruan Gedung Putih untuk melonggarkan pembatasan tersebut, yang mengguncang kepercayaan pasar yang sudah rapuh.

Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Keterangan diantara kedua negara adikuasa itu mengakibatkan gelombang likuidasi yang melebihi $19 miliar.

Aksi jual tersebut melanda berbagai token utama, membuat investor waspada terhadap penurunan lebih lanjut.

Kekhawatiran Jangka Panjang

Sementara itu, Cryptonews melaporkan pada Jumat (17/10) bahwa kekhawatiran di pasar tradisional semakin memperkuat nada kehati-hatian.

Runtuhnya First Brands Group dan Tricolor Holdings memicu kembali kekhawatiran akan kerugian kredit tersembunyi, sementara penurunan nilai akuntansi yang terkait dengan penipuan di Zions Bancorp dan Western Alliance menghapus lebih dari $100 miliar nilai pasar perbankan AS dalam satu hari.

Dengan meningkatnya kekhawatiran kredit, dua aset tradisional: emas dan perak, melanjutkan reli mereka ke level tertinggi baru.

Bitcoin, yang sering disebut-sebut sebagai emas digital, belum mengikuti jejaknya, jatuh 6,3% selama seminggu terakhir, penurunan tertajam sejak Maret.

Baca Juga: Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

Pergerakan Harga Bitcoin Semakin Mencerminkan Pasar Tradisional

Dom Harz, salah satu pendiri BOB, mengatakan semakin terintegrasinya Bitcoin dengan keuangan arus utama dapat menjelaskan keselarasannya yang lebih erat dengan pasar yang lebih luas.

Harz menambahkan bahwa adopsi institusional akan mempercepat inovasi dalam keuangan terdesentralisasi berbasis Bitcoin.

“Institusi-institusi yang memegang BTC ini ingin memanfaatkan kegunaan Bitcoin dan memanfaatkan aset mereka dengan mengintegrasikan BTC secara aman ke dalam protokol DeFi,” ujarnya.

Untuk saat ini, kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas ambang batas $110.000 kemungkinan besar akan bergantung pada katalis makroekonomi.

Para pedagang tetap berhati-hati, mencermati sinyal dari Federal Reserve AS mengenai suku bunga dan bagaimana ketegangan perdagangan dapat memengaruhi selera risiko menjelang kuartal terakhir tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Turun ke $3.787: Tekanan Pasar Koreksi 6,4%

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali mengalami koreksi tajam di pasar global.

Berdasarkan data terkini, harga Ethereum turun 6,4% dalam 24 jam terakhir dan kini berada di level $3,787 per ETH.

Penurunan ini menyeret kapitalisasi pasar Ethereum ke $457,09 miliar, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai $62,79 miliar.

Dengan total pasokan yang beredar sebanyak 120,70 juta ETH, Ethereum tetap menempati posisi ke-2 aset kripto paling bernilai di dunia, hanya berada di bawah Bitcoin (BTC).

Dalam 24 jam terakhir, harga ETH sempat menyentuh titik terendah di $3,678,62 sebelum mencoba pulih ke level tertinggi $4,068,29, menunjukkan volatilitas yang tinggi di tengah sentimen pasar yang melemah.

Baca Juga: Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

Tren Harga Ethereum: Tekanan Berlanjut di Tengah Aksi Jual Global

Data historis menunjukkan tren koreksi Ethereum sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Berikut riwayat pergerakan harga ETH dalam USD:

Periode Perubahan Harga Persentase
Hari ini -$259.38 -6.40%
30 Hari -$707.04 -15.70%
60 Hari -$531.43 -12.28%
90 Hari +$242.29 +6.82%

Koreksi lebih dari 15% dalam 30 hari terakhir menandakan tekanan jual yang cukup kuat, seiring dengan melemahnya harga Bitcoin dan penurunan minat investor terhadap aset berisiko.

Dalam sepekan terakhir, ETH juga tercatat turun -12,62%, menambah tekanan pada pasar altcoin utama.

Penyebab Penurunan Harga Ethereum

Analis pasar mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menjadi pemicu turunnya harga Ethereum belakangan ini:

  1. Koreksi Pasar Kripto Global
    Aksi jual besar-besaran di seluruh pasar kripto, termasuk Bitcoin, berdampak langsung terhadap Ethereum. Investor cenderung melakukan risk-off move, yakni mengurangi eksposur terhadap aset volatil seperti kripto.
  2. Tekanan Likuiditas dan Sentimen Makroekonomi
    Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter global, terutama dari Federal Reserve yang belum menunjukkan sinyal pelonggaran suku bunga, menekan minat beli investor institusional terhadap aset digital.
  3. Aksi Ambil Untung Setelah Reli Sebelumnya
    Setelah sempat menembus level $4,000 beberapa pekan lalu, banyak trader jangka pendek memanfaatkan momentum untuk profit taking, yang menyebabkan tekanan jual tambahan di pasar spot.
  4. Penurunan Aktivitas DeFi dan NFT
    Aktivitas di ekosistem Ethereum, terutama sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Non-Fungible Token (NFT), menunjukkan penurunan volume transaksi dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan gas fee, sehingga mengurangi tekanan beli pada ETH.

Fundamental Masih Solid, Prospek Jangka Panjang Tetap Positif

Meski harga sedang terkoreksi, para analis menilai fundamental Ethereum tetap kuat. Jaringan Ethereum masih menjadi pusat inovasi untuk aplikasi terdesentralisasi (dApp), DeFi, dan NFT, dengan dominasi pangsa pasar di atas 55%.

Transisi Ethereum ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) pasca “Merge” juga telah membuat jaringan ini lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, peningkatan terbaru seperti EIP-4844 (Proto-Danksharding) yang direncanakan untuk 2025 diharapkan mampu memangkas biaya transaksi layer-2 secara signifikan dan memperkuat skalabilitas jaringan.

Analis dari beberapa lembaga riset blockchain menyebut, area support krusial Ethereum kini berada di kisaran $3,600–$3,700.

Jika level ini mampu bertahan, peluang untuk rebound menuju $4,000–$4,200 masih terbuka, terutama bila kondisi pasar global membaik.

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi ke $4,002: Sinyal Konsolidasi Sebelum Rebound?

Koreksi Sehat di Tengah Siklus Pasar

Dengan harga $3,787 per ETH dan koreksi harian 6,4%, Ethereum saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli signifikan di awal tahun. Penurunan ini lebih mencerminkan koreksi teknikal dan faktor makro, bukan pelemahan fundamental proyek.

Sebagai salah satu aset kripto dengan ekosistem terbesar, Ethereum masih menjadi pilihan utama bagi investor institusional dan pengembang Web3.

Jika tekanan global mereda dan adopsi teknologi blockchain meningkat, Ethereum berpotensi kembali menguat dan mendekati level psikologis $4,500–$5,000 dalam jangka menengah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian pasar global ketika harga mendadak terjun tajam di tengah likuidasi besar-besaran dan ketidakpastian investor.

Dalam fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasar kripto mengalami likuidasi posisi leverage senilai sekitar USD 20 miliar, peristiwa terbesar dalam sejarah industri ini.

Baca Juga: Konflik China – AS Kembali Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Likuidasi Leverage Besar-Besaran: Pemicu Kejatuhan Harga

Faktor utama yang langsung menekan harga Bitcoin adalah aksi likuidasi posisi leverage yang masif.

Banyak trader yang menggunakan leverage (meminjam modal untuk memperbesar eksposur) terkena margin call ketika harga bergerak melawan posisi mereka.

Pada momen tersebut, posisi beli (long) dipaksa ditutup, memicu penjualan berantai yang mendorong harga semakin turun.

Karena posisi leverage cenderung berisiko tinggi, lonjakan volatilitas seringkali memicu likuidasi massal di pasar kripto.

Dalam kasus kali ini, likuidasi senilai USD 20 miliar menunjukkan bahwa eksposur spekulatif sangat tinggi sebelum tekanan jual datang.

Ambil Untung (Profit-Taking) & Sentimen Global

Sebagian dari tekanan jual juga datang dari trader dan investor yang mengambil keuntungan, terutama setelah lonjakan harga sebelumnya.

Ketika pasar memasuki zona overbought atau ketika target keuntungan tercapai, sebagian investor memilih menjual ke bagian pasar yang lebih aman.

Selain itu, tekanan makroekonomi dan ancaman geopolitik turut memperburuk suasana pasar risiko: ketidakpastian kebijakan moneter (suku bunga), konflik global, atau dinamika pasar tradisional dapat membuat investor kripto menjadi lebih berhati-hati.

Semua ini berkontribusi terhadap tekanan jual tambahan.

Peran Likuiditas dan Permintaan Struktural

Meskipun harga jatuh secara dramatis, analisis dari Glassnode dan CryptoQuant menyebut bahwa di balik gelombang jual ada unsur permintaan struktural yang relatif stabil.

  • Whale accumulation: investor besar (whales) terus mengakumulasi BTC bahkan selama tekanan turun, menunjukkan bahwa sebagian modal besar tetap percaya pada jangka panjang.
  • Aliran ke ETF & stablecoin: aliran masuk ke ETF Bitcoin mencapai USD 3,5 miliar, dan pasokan USDT meningkat tajam sebesar hampir USD 15 miliar dalam 60 hari terakhir — ini menunjukkan bahwa modal baru (atau modal yang berpindah) masih masuk ke ekosistem kripto.
  • Dengan demikian, likuiditas & modal institusional tidak sepenuhnya keluar meskipun terjadi tekanan jual besar. Permintaan struktural ini bisa bertindak sebagai “bantalan” terhadap penurunan yang lebih ekstrem.

Perspektif Berbeda: Reset vs Potensi Titik Balik

Perbedaan interpretasi antara Glassnode dan CryptoQuant mencerminkan suasana pasar yang hati-hati:

  • Glassnode melihat peristiwa ini sebagai semacam “purge struktural” — pasar dibersihkan dari posisi spekulatif, sehingga pasar kembali ke fase defensif sebelum stabilisasi dan pemulihan.
  • CryptoQuant lebih optimistis: mereka menyoroti level penting USD 115.000 (realized price) sebagai titik kunci pengembalian ke trend bullish. Bila Bitcoin mampu menembus dan mempertahankannya, bullish continuation bisa kembali aktif.

Kedua lembaga menyepakati bahwa proses pemulihan butuh waktu — kecepatan rebound akan bergantung pada transformasi permintaan struktural menjadi aksi risiko baru atau pembelian aktif.

Apa yang Bisa Ditunggu Investor dan Trader?

Beberapa poin yang patut diperhatikan:

  • Level support & resistance kritis: USD 115.000 dianggap sebagai resistance psikologis & teknis penting. Jika tembus, sinyal bullish semakin kuat.
  • Perhatikan aliran dana ke ETF & stablecoin: apabila aliran ini terus berlanjut, itu bisa menjadi indikator bahwa modal institusional masih tertarik ke Bitcoin.
  • Volatilitas & likuidasi tetap berisiko tinggi: dalam kondisi pasar ekstrem, aksi leverage masih bisa memicu shock tambahan.
  • Waktu pemulihan: pasar mungkin butuh waktu konsolidasi — rebound tidak akan instan.

Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini terutama dipicu oleh likuidasi leverage skala besar, aksi ambil untung, dan sentimen pasar yang lebih berhati-hati.

Namun, di balik tekanan tersebut, permintaan struktural, mulai dari whales, aliran ETF, dan suplai stablecoin, bertindak sebagai penahan agar tekanan jual tak semakin parah.

Kedepannya, pemulihan Bitcoin akan sangat tergantung pada apakah modal institusional dan investor besar kembali berani mengambil risiko, serta apakah pasar mampu melewati resistance kunci seperti USD 115.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkoreksi ke $4,002: Sinyal Konsolidasi Sebelum Rebound?

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan tren koreksi dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terkini, harga ETH berada di level $4,002.33 per ETH, mencatat penurunan sebesar -2.81% dalam satu hari.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $483.08 miliar USD dan volume perdagangan harian mencapai $47.18 miliar, Ethereum tetap mempertahankan dominasinya di posisi ke-2 aset kripto terpopuler di dunia, meskipun pasar sedang mengalami tekanan moderat.

Dalam periode 24 jam terakhir, harga ETH bergerak di kisaran terendah $3,935.16 hingga tertinggi $4,213.86, menandakan volatilitas yang cukup signifikan di tengah aktivitas pasar global yang meningkat.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Koreksi ke $4.096, Pasar Masuki Fase Konsolidasi

Tekanan Mingguan dan Pelemahan Bulanan

Penurunan Ethereum tidak hanya terjadi dalam jangka harian. Jika dilihat secara historis, data menunjukkan tren pelemahan yang konsisten dalam beberapa minggu terakhir:

Periode Perubahan Harga Persentase
Hari ini -$114.00 -2.77%
30 hari -$522.78 -11.55%
60 hari -$487.19 -10.85%
90 hari +$371.24 +10.22%

Meski dalam jangka tiga bulan ETH masih mencatatkan kenaikan positif sebesar 10.22%, penurunan bulanan yang cukup tajam mengindikasikan fase konsolidasi atau akumulasi di kalangan investor besar (whales) dan institusi.

Selain itu, penurunan 9.98% dalam tujuh hari terakhir memperlihatkan tekanan jual yang kuat, kemungkinan dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli besar pada kuartal sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar Tetap Kuat, Fundamental Masih Solid

Walau harga terkoreksi, fundamental Ethereum tetap kokoh. Dengan total sirkulasi pasokan 120.70 juta ETH, ekosistem Ethereum masih menjadi pusat aktivitas untuk berbagai proyek DeFi, NFT, dan smart contract.

Sementara itu, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) berada di level yang sama, yakni sekitar $483.40 miliar USD, menandakan tidak adanya ekspansi pasokan yang signifikan dalam jangka pendek.

Hal ini menjadi indikasi bahwa pergerakan harga ETH lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar global ketimbang faktor teknis dalam jaringan Ethereum sendiri.

Apakah Ini Saatnya Beli atau Tunggu Rebound?

Bagi trader dan investor, koreksi harga seperti ini sering dianggap sebagai peluang akumulasi menjelang potensi rebound.

Mengingat harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Ethereum masih berada di kisaran $4,953.73, ETH kini berada sekitar -19% di bawah rekor puncaknya.

Jika dukungan kuat di level $3,900 mampu bertahan, analis memperkirakan ETH berpotensi melakukan pantulan teknikal menuju kisaran $4,200–$4,400 dalam beberapa hari mendatang.

Namun, bila tekanan jual berlanjut dan harga menembus support tersebut, ETH bisa turun lebih jauh ke zona $3,800–$3,700, yang menjadi area minat beli berikutnya bagi pelaku pasar.

Baca Juga: Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

Ethereum Masih dalam Jalur Jangka Panjang Positif

Meski mengalami penurunan harian dan mingguan, namun prospek jangka panjang Ethereum tetap menjanjikan.

Ekosistem yang kuat, dukungan dari pengembang, serta potensi peningkatan adopsi dari sektor institusional menjadi pondasi kokoh untuk pertumbuhan di masa depan.

Dalam konteks makro, koreksi harga saat ini bisa dilihat sebagai fase sehat dalam siklus pasar kripto, sebelum Ethereum kembali menguji level psikologis $4,500 hingga mendekati rekor tertingginya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com