Peristiwa yang menarik perhatian internasional baru saja terjadi saat Presiden Prabowo Subianto terdengar meminta kepada Presiden AS, Donald Trump, agar bisa bertemu dengan Eric Trump.
Percakapan ini bocor ketika melalui mikrofon yang secara tidak sengaja merekam percakapan tersebut. Dalam rekaman percakapan tersebut, Prabowo berkata, “Can I meet Eric?” Trump menjawab bahwa ia akan meminta Eric untuk menghubungi Prabowo.
Siapa itu Eric Trump?
Eric Frederick Trump adalah anak ketiga dan anak laki-laki kedua dari pasangan Donald J. Trump dan Ivana Trump yang lahir pada 6 Januari 1984 di New York City, Amerika Serikat.
Setelah menempuh pendidikan di Trinity School dan kemudian Universitas Georgetown di bidang keuangan dan manajemen, Eric meneruskan bisnis keluarga Trump.
Sejak 2006, Eric menjabat sebagai Executive Vice President di Trump Organization, mengurus akuisisi properti, pengembangan real estate, proyek hotel, dan resort, serta properti golf di dalam dan luar negeri.
Eric juga aktif membuat gerakan baru di ranah teknologi dan finansial, termasuk kripto. Misalnya, baru-baru ini Eric terlibat dalam WLFI (World Liberty Financial Institute), proyek kripto dengan kapitalisasi pasar $3.44 miliar yang bertujuan untuk mentransformasi sektor keuangan tradisional melalui teknologi blockchain yang di dalamnya termasuk stablecoin, Real World Asset (RWA), dan token $WLFI.
Eric Trump dan $WLFI (World Liberty Financial Institute)
Harga aset WLFI/USDT
WLFI dikenal karena ikatannya yang kuat dengan keluarga Trump, dengan tujuan memperkuat posisi dolar AS di ruang DeFi melalui token $WLFI, stablecoin USD1, dan layanan seperti pinjaman serta pinjam aset kripto.
Di WLFI, Eric Trump menjabat sebagai co-founder WLFI, bersama saudaranya Donald Trump Jr., Barron Trump sebagai “DeFi visionary”.
Dikutip BBC news, keluarga Trump, termasuk Eric, mengontrol sekitar 22.5% dari total 100 miliar token $WLFI, yang bernilai miliaran dolar (sekitar $5 miliar pada September 2025), serta menerima potongan pendapatan dari penjualan token.
Baru-baru ini, Eric mengkonfirmasi rencana tokenisasi properti real estate melalui WLFI, yang akan dimulai dari salah satu gedung milik Trump Organization. Ini memungkinkan investor ritel membeli saham fraksional mulai $1 menggunakan stablecoin USD1, dengan manfaat seperti akses hotel atau reward, tanpa bergantung pada bank tradisional.
Dalam percakapan yang terekam mikrofon terbuka tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya meminta Donald Trump agar bisa bertemu dengan Eric Trump. Tapi juga juga sempat menyebut nama “Hary”.
Namun belum jelas siapa yang dimaksud “Harry”. Dikutip dari Reuters, nama yang disebut tersebut mengarah pada Hary Tanoesoedibjo, pendiri sekaligus chairman MNC Group.
Proyek Trump Organization di Bali. Sumber: Laman resmi Trump.com
Spekulasi ini diperkuat dengan Trump Organization dan MNC Land yang tengah mengembangkan proyek resor mewah dan klub golf di Tabanan, Bali.
Apakah Hubungannya dengan WLFI?
Hingga kini, belum ada informasi resmi yang menjelaskan apakah permintaan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Eric Trump berkaitan langsung dengan World Liberty Financial (WLFI).
Namun, bukan tidak mungkin dengan posisi Eric yang terlibat secara langsung dengan WLFI bukan tidak mungkin integrasi blockchain juga jadi pembahasan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto kembali mengalami tekanan besar selama beberapa hari terakhir, di tengah tingginya Bitcoin Dominance (BTC.D) yang kembali naik, TOTAL3 — yaitu total kapitalisasi pasar seluruh altcoin tanpa Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi tajam, sempat menyentuh lebih dari 35% saat flash crash terjadi.
Benjamin Cowen, pendiri platform quantitative market analysis, Into The Cryptoverse memprediksi bahwa altcoin baru dapat sepenuhnya masuk dalam fase altcoin season ketika TOTAL3/BTC menyentuh level 0.25 seperti 2 altcoin season sebelumnya.
Apa Itu TOTAL3
TOTAL3 adalah grafik yang menggambarkan nilai gabungan dari seluruh altcoin di pasar kripto, kecuali Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Ketika TOTAL3 naik, biasanya menandakan kepercayaan investor terhadap proyek-proyek non-BTC/ETH meningkat, dan dana mulai mengalir ke aset berisiko lebih tinggi. Sebaliknya, saat TOTAL3 turun, itu pertanda rotasi modal kembali ke aset besar atau stablecoin, menandakan fase defensif di pasar.
Outlook TOTAL3 Saat Ini
Grafik TOTAL3 (Total pasar kripto kecuali BTC dan ETH)
Saat ini TOTAL3 berada pada posisi yang sama seperti harga tertinggi di tahun 2021, sebelumnya pada saat pasar kripto mengalami flash crash karena berita tarif Donald Trump, TOTAL3 sempat terjun 35% sebelum akhirnya kembali memantul.
Meskipun TOTAL3 saat ini berada di level yang sama seperti di 2021, banyak investor kripto masih belum merasakan hype altcoin season seperti di tahun 2021 silam. Menurut analis Benjamin Cowen dariInto the Cryptoverse, TOTAL3 bisa naik karena pasar kripto sedang berada di fase bull market yang dipimpin oleh Bitcoin, tapi altcoin cenderung masih “bleeding” terhadap BTC.
Membaca Bottom TOTAL3 dengan TOTAL3/BTC
Grafik (TOTAL3-USDT)/BTC
Menurut Benjamin Cowen, salah satu cara agar lebih mudah membaca pergerakan TOTAL3 adalah dengan mengurangi total TOTAL3 dengan USDT dan membaginya dengan BTC.
Jika melihat grafik terbaru antara (TOTAL3-USDT)/BTC maka pasar altcoin kini hanya setara dengan 39% dari Bitcoin yang menunjukkan altcoin secara struktural terus melemah terhadap Bitcoin, dan bahwa rotasi modal kembali ke “raja kripto” sedang berlangsung.
Pola historis (TOTAL3-USDT)/BTC
Dari pola historis, (TOTAL3-USDT)/BTC sering kali mengalami kenaikan yang memicu altcoin season setelah mencapai bottom di area 0.25. Sedangkan hingga akhir 2025 ini (TOTAL3-USDT)/BTC masih belum pernah menyentuh level 0.25 dan secara keseluruhan terus menurun dan membentuk lower high.
Grafik (TOTAL3-USDT-USDC)/BTC yang terlihat telah hit bottom pada flash crash
Tapi yang menarik, jika kita mencoba mengurangi index altcoin tersebut dengan USDT dan USDC lalu dibagi dengan Bitcoin, maka flash crash kemarin membuat menyentuh bottom yang dapat mengindikasikan potensi bottoming mungkin telah, atau akan sebentar lagi terjadi.
Tertarik untuk mulai akumulasi altcoin? Beli 400+ aset kripto dan trading langsung dari IDR dengan biaya trading 0% di Tokocrypto, daftar di sini ⤵️
Bagaimana Menurut Analis?
Menurut Benjamin Cowen, analis Into The Cryptoverse, indikator TOTAL3 yang mewakili kapitalisasi pasar altcoin (eksklusif BTC dan ETH) sedang mengalami koreksi mendalam, dan altcoin harus mencapai titik bottom sebelum memasuki fase alt season yang sesungguhnya.
Cowen menekankan bahwa pasangan ALT/BTC cenderung terus bleeding hingga mencapai level rendah baru, seperti yang terlihat pada siklus sebelumnya di mana alt season baru dimulai setelah ALT/BTC menyentuh range lows yang lebih rendah dari level saat ini.
Provided the outline months ago.
ALT/BTC pairs stayed strong for 1-2 weeks into September so the timing was off by 2 weeks
Still I said BTC.D rally into October and ALT/BTC pairs to 0.25
Dalam analisisnya, ia memperingatkan untuk fade narasi alt season prematur, karena ALT/BTC telah menurun sejak Oktober 2023 dan baru-baru ini menyentuh cycle low baru, dengan target potensial di level 0.25.
Ia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap pergeseran likuiditas, karena altcoin sering kali mengalami penurunan 40-50% saat BTC hanya koreksi 10%, menandakan bahwa alt season baru akan datang setelah fase ini selesai.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Cycle bull run selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para investor kripto. Dalam beberapa tahun terakhir, pola pergerakan pasar kripto, terutama Bitcoin menunjukkan kecenderungan mengikuti siklus empat tahunan, dan jika mengikuti alur pola yang sudah ada, maka cycle itu kini diperkirakan berakhir di bulan Oktober-November 2025.
Tapi di tengah kekhawatiran investor perihal puncak bull run yang sudah dekat, belum satu pun dari 30 indikator bull market peak menunjukan sinyal top yang menandakan harga sudah terlalu tinggi dan bisanya menjadi akhir dari bull run.
Istilah bull market peak indicator mengacu pada kumpulan sinyal yang secara historis muncul sebelum pasar kripto mencapai puncak harga, seperti lonjakan besar volume ritel, overbought pada RSI (Relative Strength Index), atau perbandingan market cap-to-stablecoin ratio yang terlalu tinggi.
Dalam siklus sebelumnya (misalnya tahun 2017 dan 2021), kombinasi indikator seperti ini selalu menjadi alarm bahwa pasar mulai “mendidih” dan harga siap untuk terkoreksi besar-besaran.
Berikut 30 indikator yang ada dalam Bull Market Peak Indicator beserta dengan pengertiannya:
Bitcoin Ahr999 Index
Indeks ini mengukur seberapa jauh harga Bitcoin dibandingkan dengan rata-rata harga historisnya. Nilai yang lebih tinggi biasanya menandakan kondisi pasar yang panas atau mendekati puncak.
Pi Cycle Top Indicator
Indikator ini menggunakan dua rata-rata bergerak, yaitu 111 day moving average (DMA) dan 350 DMA yang dikalikan dua. Ketika rata-rata 111DMA menembus ke atas 350DMA x2, biasanya itu menandai potensi puncak harga Bitcoin.
Puell Multiple
Puell Multiple adalah rasio antara pengeluaran harian Bitcoin dalam dolar AS dan rata-rata 365 hari pengeluaran harian tersebut. Indikator ini banyak digunakan untuk menilai apakah pasar sedang undervalued (harga terlalu rendah) atau overvalued (harga terlalu tinggi) berdasarkan profitabilitas miner.
Model visual yang mengelompokkan harga Bitcoin ke dalam berbagai warna berdasarkan tingkat “kehangatan” market. Setiap warna menunjukkan fase siklus pasar, mulai dari “beli” hingga “jual”.
Days of ETF Net Outflows
Mengukur berapa hari secara beruntun terjadi arus keluar (penarikan dana) bersih dari ETF Bitcoin. Angka yang tinggi bisa menandakan tekanan jual dari institusi.
ETF-to-BTC Ratio
Membandingkan total kepemilikan ETF Bitcoin dengan jumlah Bitcoin yang beredar. Rasio tinggi menandakan minat besar institusi terhadap ETF.
2-Year MA Multiplier
Menggunakan rata-rata harga 2 tahun Bitcoin untuk mencari potensi jenuh beli atau jenuh jual.
MVRV Z-Score
Mengindikasikan apakah Bitcoin sedang overvalued atau undervalued dengan membandingkan nilai pasar dan nilai realisasi on-chain.
Bitcoin Bubble Index
Indeks ini membantu melacak potensi terbentuknya bubble (gelembung harga) pada Bitcoin.
USDT Flexible Savings
Menampilkan tingkat bunga pada produk tabungan fleksibel USDT, yang bisa mengindikasi permintaan pada stablecoin untuk “parkir” dana.
RSI – 22 Day
Relative Strength Index (RSI) 22 hari mengukur kekuatan tren harga Bitcoin dalam waktu dekat, dengan nilai tinggi mengindikasikan overbought.
Indeks yang menilai apakah altcoin (aset kripto non-Bitcoin) sedang outperform Bitcoin dalam periode tertentu.
Bitcoin Dominance
Persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total kapitalisasi pasar kripto. Dominasi tinggi menunjukkan Bitcoin menjadi aset yang memimpin pasar.
Bitcoin Long Term Holder Supply
Total pasokan Bitcoin yang disimpan oleh holder jangka panjang (belum dipindahkan selama waktu tertentu). Penurunan pasokan ini bisa mengindikasi tekanan jual.
Bitcoin Short Term Holder Supply (%)
Persentase pasokan Bitcoin yang dimiliki oleh holder jangka pendek. Kenaikan angka ini menandakan lebih banyak Bitcoin yang dikuasai trader jangka pendek.
Bitcoin Reserve Risk
Rasio antara harga Bitcoin dan insentif untuk menjual bagi pemegang jangka panjang. Angka tinggi artinya risiko menahan coin meningkat.
Bitcoin Net Unrealized P&L (NUPL)
Mengukur posisi laba rugi belum terealisasi secara agregat seluruh pemegang Bitcoin. Nilai tinggi artinya kebanyakan holder sedang untung besar.
Bitcoin RHODL Ratio
Rasio yang membandingkan coin yang baru saja dipindahkan dengan coin yang telah disimpan lama, menjadi sinyal siklus pasar.
Bitcoin Macro Oscillator (BMO)
Indikator yang mengidentifikasi fase makro dari siklus Bitcoin dengan mengolah beberapa data on-chain.
Bitcoin MVRV Ratio
Membandingkan nilai pasar Bitcoin dan nilai realisasinya, berguna untuk menentukan apakah sudah overbought atau oversold.
Bitcoin 4-Year Moving Average
Rata-rata harga Bitcoin selama 4 tahun terakhir, digunakan untuk mengidentifikasi tren utama dan turning point market.
Crypto Bitcoin Bull Run Index (CBBI)
Indeks komposit berisi berbagai data yang menandakan apakah Bitcoin sedang berada di fase bull run ekstrem atau mendekati puncak.
Mayer Multiple
Rasio harga Bitcoin terhadap rata-rata 200 hari. Nilai tinggi sering dikaitkan dengan overbought.
Bitcoin AHR999x Top Escape Indicator
Indikator alternatif dari Ahr999 yang digunakan untuk menandai potensi saat terbaik untuk “keluar” dari market.
MicroStrategy’s Avg Bitcoin Cost
Harga rata-rata pembelian Bitcoin yang dicatat oleh MicroStrategy, salah satu institusi terbesar yang memegang BTC.
Bitcoin Trend Indicator
Indikator tren harga Bitcoin berdasarkan gabungan beberapa analisis statistik dan on-chain.
3-Month Annualized Ratio
Rasio pengembalian harga Bitcoin selama tiga bulan dalam basis tahunan, digunakan untuk melihat momentum market jangka pendek.
Bitcoin Terminal Price
Estimasi harga terminal Bitcoin (batas harga berdasarkan model tertentu) yang sering digunakan sebagai acuan jangka panjang.
Golden Ratio Multiplier
Menggunakan rasio emas (golden ratio) pada moving average untuk mencari level harga penting di pasar siklus Bitcoin.
Smithson’s Bitcoin Price Forecast
Prediksi harga Bitcoin berdasarkan model dari analis bernama Smithson, sering digunakan sebagai referensi eksternal oleh trader.
0 dari 30 Indikator Tercapai
Indikator bull peak masih 0/30. Sumber: CoinGlass
Hingga update terakhir 14 Oktober 2025, belum satu pun dari 30 indikator puncak bull market Bitcoin yang memberikan sinyal “hit” atau “hijau”. Artinya, belum ada satu indikator pun yang menyentuh batas ekstrim, baik secara harga, sentimen, on-chain, maupun metrik ETF yang bisa jadi pertanda awal puncak siklus bull run.
Dari indikator populer seperti Pi Cycle Top Indicator, Ahr999 Index, MVRV Z-Score, Bitcoin Rainbow Chart, hingga Altcoin Season Index, semuanya masih berada jauh di bawah threshold puncak masing-masing.
Rata-rata progres indikator utama masih di bawah 70%. Sebagai contoh:
Altcoin Season Index baru 65% menuju level alarm.
Bitcoin MVRV Z-Score di 43% dari nilai puncak historis.
Bahkan indikator terkait likuiditas ETF, profit holder, dominasi BTC, rasio siklus (seperti RHODL, Mayer Multiple, dan 4-Year Moving Avg) hanya menunjukkan progres di kisaran 28%-60%—jauh dari zona “overheat”.
Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa tren bullrun Bitcoin dan crypto masih jauh dari kata usai, dengan ruang apresiasi pasar yang masih besar menuju fase puncak selanjutnya.
Pencarian dengan kata kunci Bitcoin berkolerasi dengan top cycle 2021. Sumber: GoogleTrends
Sementara itu, data Google Trends terkait kata kunci seperti “Bitcoin” dan “crypto” masih jauh di bawah level 2021, menjadi salah satu sinyal bahwa antusiasme publik belum sebesar puncak 2021.
Kesimpulan
Indikator Bull Market Peak bisa menjadi salah satu referensi untuk melihat apakah level harga saat ini berada di level top atau masih memiliki ruang untuk terus melanjutkan reli bull run.
Menurut data dari 30 indikator tersebut, belum ada satu pun indikator bull market peak yang tercapai, sehingga mengimplikasikan bahwa masih ada ruang untuk reli ke depannya.
Tapi, tetap ingat jika semua indikator ini berdasarkan harga historis, dan pasar kripto saat ini telah berkembang dengan pesat dibandingkan dengan beberapa cycle ke belakang, seperti dengan hadirnya ETF Bitcoin, partisipasi institusional, dan regulasi.
Maka bisa saja indikator-indikator yang tersedia tersebut tidak lagi relevan, sehingga untuk memahami konteks pasar, indikator tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan dalam menilai apakah bullrun masih panjang atau justru mendekati puncak.
Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum membuat keputusan finansial, termasuk dalam investasi kripto ya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto baru saja mengalami gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah, dengan posisi leverage senilai $20 miliar terhapus dalam waktu singkat.
Aksi likuidasi masif ini memicu volatilitas tajam, terutama pada Bitcoin, yang sempat tertekan ke kisaran harga di sekitar $112.700 sebelum stabil kembali.
Namun, meskipun pasar diguncang, para pengamat mencatat bahwa permintaan struktural tetap menjadi pilar penahan, terutama dari dompet besar (whales), likuiditas stablecoin yang terus bertambah, serta aliran masuk dana ke produk ETF Bitcoin spot.
Menurut data dari Glassnode, likuidasi besar ini sebenarnya merupakan pemusnahan spekulasi berlebih yang disebut sebagai “purge” pasar, yang menyisakan peserta pasar yang lebih hati-hati dan terstruktur.
Sementara itu, CryptoQuant menyoroti bahwa supply USDT naik sekitar $15 miliar dalam 60 hari terakhir, memicu arus modal ke dalam ekosistem kripto.
Walau tekanan jual dominan, beberapa indikasi on-chain menunjukkan bahwa para whale malah melakukan akumulasi. Mereka memanfaatkan harga turun untuk membeli kembali posisi besar.
Selain itu, dana institusional melalui ETF Bitcoin spot juga mencatat arus masuk signifikan, yang menunjukkan bahwa modal besar masih percaya pada jangka panjang Bitcoin.
Menurut laporan CoinDesk pada Rabu (15/10), penembusan konsisten di atas level realisasi rata-rata sekitar $115.000 bisa menjadi sinyal awal fase bullish baru.
Pergerakan Harga & Respons Pasar Asia
Di kawasan Asia, pasar dibuka dengan tekanan jual namun tak meninggalkan optimisme karena adanya sinyal bahwa likuidasi telah menyingkirkan posisi spekulatif.
Meski demikian, sentimen global, terutama pernyataan pejabat AS dan ketegangan perdagangan, turut memicu kekhawatiran investor.
Bitcoin sempat merosot di sesi awal dan berada di bawah level $110.000, sebelum pemulihan parsial. Sedangkan Ethereum juga mengalami tekanan, turun lebih dari 3,7%, seiring berkurangnya open interest di pasar derivatif dan tekanan ambil untung setelah penolakan di area resistance.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Faktor Penahan & Katalis Potensial
1. Likuiditas Stablecoin yang Meningkat Pertumbuhan supply USDT menjadi katalis penting. Dengan lebih banyak likuiditas masuk ke dalam sistem, peluang aliran masuk ke aset kripto seperti Bitcoin meningkat.
2. Akumulasi Whale & Investor Institusional Meskipun likuidasi besar terjadi, akumulasi dari pemegang besar membantu menjaga tekanan negatif tetap terkendali.
3. Penurunan Leverage & Posisi Spekulatif Likuidasi berskala besar menghapus posisi spekulatif yang terlalu berisiko, menyisakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.
4. Level Teknis Kritis CryptoQuant menyebut level $115.000 sebagai zona realisasi rata-rata yang harus dijaga untuk mendukung momentum kenaikan selanjutnya. Jika Bitcoin bisa bertahan di atas level ini, pasar bisa menghindari koreksi lebih dalam.
Momen likuidasi senilai $20 miliar memang mengguncang pasar. Namun di balik aksi jual yang luas, terdapat fondasi struktural yang masih solid: likuiditas stablecoin tinggi, akumulasi dari whale, dan ekspektasi institusional melalui ETF spot.
Pasar kini dalam fase transisi antara penyesuaian risiko dan kesiapan untuk rebound. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level kritis (sekitar $115.000), peluang menuju fase bullish berikutnya jelas terbuka.
Namun, jika tekanan eksternal kembali meningkat — seperti suku bunga atau geopolitik — konsolidasi atau koreksi lebih lanjut tetap menjadi risiko nyata.
Investor disarankan untuk tetap waspada, memantau data on-chain dan arus ETF, serta mengambil posisi dengan manajemen risiko yang cermat dalam fase pasar yang sangat fluktuatif ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali mengalami koreksi tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (15/10).
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto, harga Ethereum berada di level $4.096,58 per ETH, atau mencatat penurunan 1,2% dalam 24 jam terakhir.
Meskipun terkoreksi, Ethereum masih mempertahankan kapitalisasi pasar besar senilai $494,45 miliar dengan volume perdagangan harian mencapai $67,53 miliar.
Saat ini, total pasokan ETH yang beredar mencapai 120,7 juta koin, menjadikannya salah satu aset kripto paling aktif di pasar global.
Dalam 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh harga terendah $3.895,97 dan tertinggi $4.154,17, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi di tengah tekanan sentimen pasar yang melemah.
Secara mingguan, Ethereum mengalami penurunan sekitar 7,76%, sementara dalam jangka waktu satu bulan terakhir, koreksi lebih dalam tercatat sebesar 11,87%.
Namun, jika melihat periode tiga bulan terakhir, ETH masih mencatatkan kenaikan positif sebesar 22,84%, menandakan bahwa tren jangka menengahnya masih cukup kuat.
Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa investor mulai bersikap lebih berhati-hati setelah lonjakan harga besar yang sempat terjadi pada kuartal ketiga 2025.
Banyak analis menilai koreksi ini sebagai fase konsolidasi sehat sebelum potensi kenaikan baru.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga ETH
Tekanan dari Aksi Jual Bitcoin (BTC) Sebagai aset kripto dengan pengaruh terbesar di pasar, penurunan harga Bitcoin beberapa hari terakhir turut menyeret altcoin besar seperti Ethereum. Sentimen bearish jangka pendek ini membuat sebagian investor memilih mengambil keuntungan (profit taking).
Penyesuaian Pasar Menjelang Upgrade Ekosistem Ethereum Komunitas Ethereum tengah menantikan pengembangan lebih lanjut dari roadmap “Kohaku”, yang berfokus pada peningkatan privasi dan efisiensi jaringan. Namun, menjelang pembaruan besar, volatilitas harga biasanya meningkat akibat spekulasi investor.
Tingkat Aktivitas DeFi dan NFT yang Masih Fluktuatif Meskipun Ethereum tetap menjadi tulang punggung utama bagi sektor DeFi dan NFT, aktivitas pengguna sempat melambat dibandingkan awal tahun. Penurunan ini sedikit menekan permintaan terhadap ETH sebagai bahan bakar transaksi (gas fee).
Kebijakan Makroekonomi dan Kinerja Dolar AS Penguatan Dolar AS dan sinyal kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve turut menekan aset berisiko, termasuk kripto. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti obligasi AS.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Prospek Harga Ethereum: Rebound atau Lanjut Terkoreksi?
Beberapa analis memperkirakan Ethereum masih memiliki potensi untuk rebound dalam jangka menengah jika berhasil bertahan di atas level support psikologis $3.900.
Jika tekanan jual mereda dan Bitcoin kembali stabil di atas $115.000, ETH berpeluang menguji kembali resistance di kisaran $4.200–$4.300.
Sebaliknya, jika penurunan terus berlanjut, area $3.800–$3.700 akan menjadi titik krusial yang menentukan arah pasar selanjutnya.
Sentimen positif dapat kembali muncul dari perkembangan ekosistem Ethereum, khususnya peningkatan aktivitas jaringan dan proyek DeFi besar yang masih aktif menggunakan blockchain ini.
Harga Ethereum saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli panjang yang sempat membawa aset ini menembus level $4.100.
Meskipun ada tekanan jangka pendek, fundamental Ethereum tetap kuat berkat posisinya sebagai fondasi utama ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.
Jika minat investor terhadap teknologi blockchain dan aplikasi terdesentralisasi meningkat kembali, ETH berpotensi menjadi salah satu aset kripto yang paling cepat pulih dalam siklus pasar berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pada tanggal 10–11 Oktober 2025, pasar mata uang kripto mengalami salah satu kejatuhan terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.
Oleh sejumlah komunitas kripto, peristiwa ikonik tersebut dijuluki sebagai Crypto Black Friday.
Hanya dalam beberapa jam saja, lebih dari $19,5 miliar dalam posisi leverage hilang, menyebabkan Bitcoin turun hingga 8,4% dan mengguncang kepercayaan investor di seluruh dunia.
Awal Mula
Mulanya, kondisi ini berawal dari reaksi pedagang terhadap pengumuman tarif 100% AS untuk barang-barang China yang dengan cepat mengungkap keretakan yang jauh lebih dalam dalam sistem.
Hal ini menunjukkan bagaimana perdagangan otomatis, likuiditas tipis, dan kelemahan struktural berpadu untuk memicu reaksi berantai di seluruh bursa.
Tanda-tanda kejatuhan itu muncul setelah Presiden Trump mengonfirmasi tarif baru yang tinggi pada impor China, yang memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat.
Para pedagang bergegas melepas posisi berisiko, yang mengakibatkan likuidasi cepat dalam Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Wrapped Beacon ETH (WBETH), dan Solana berbasis Binance-Smart (BNSOL).
Namun, kepanikan geopolitik saja tidak menjelaskan bagaimana miliaran dolar lenyap begitu cepat. Para analis mengatakan faktor teknis dan struktural memperkuat peristiwa tersebut.
Likuiditas di seluruh bursa luar biasa rendah, dan beberapa pengguna Binance melaporkan akun dibekukan selama aksi jual.
Pinjaman berulang dengan leverage tinggi dan pelepasan sementara stablecoin USDE memperburuk keadaan, menciptakan serangkaian penjualan paksa.
Binance kemudian mengonfirmasi masalah sistem dan menawarkan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.
Kelemahan Teknis Memperparah Kejatuhan BTC
Selama aksi jual, CoinGlass (situs analitik kripto) menghadapi serangan proksi canggih yang sempat menonaktifkan akses ke data dan layanannya.
Gangguan ini menambah kebingungan pasar saat para pedagang berebut mendapatkan informasi waktu secara real-time.
Pada saat yang sama, serangkaian transaksi luar biasa besar terjadi beberapa saat sebelum beberapa pembaruan oracle.
Oracle, sistem yang memasukkan harga dunia nyata ke dalam kontrak pintar blockchain, bahkan sempat salah memberi harga pada aset tertentu, yang memicu likuidasi otomatis di beberapa pasangan perdagangan.
Kesalahan harga tersebut juga menyebabkan beberapa stablecoin kehilangan patokannya untuk sementara, sehingga menciptakan peluang singkat di mana bot arbitrase dan pedagang frekuensi tinggi dapat memperoleh keuntungan.
Dalam hitungan menit, jutaan dolar berpindah antar bursa karena sistem otomatis merespons volatilitas, yang memperdalam kejatuhan pasar.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dugaan Serangan Terkoordinasi
Tidak semua orang percaya bahwa ini adalah kejatuhan organik. Beberapa analis berpendapat bahwa pola perdagangan dan waktu pembaruan oracle menunjukkan adanya manipulasi yang disengaja.
Data menunjukkan bahwa de-pag yang paling ekstrem memengaruhi pasangan dengan jadwal pembaruan yang diketahui, sementara posisi short skala besar ditempatkan tepat sebelum kaskade likuidasi dimulai.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pelaku pasar tertentu mungkin telah mengeksploitasi struktur pasar kripto itu sendiri dengan menggunakan sistem otomatis dan mekanisme leverage untuk merekayasa volatilitas.
Alibinya adalah, alih-alih meretas dompet atau mencuri dana, penyerang dapat memanipulasi pasar dengan mengeksploitasi perilaku yang dapat diprediksi dalam oracle, bursa, dan algoritma.
Meski begitu, pakar lain berpendapat bahwa ini hanyalah pasar yang terlalu banyak berutang sebagai reaksi terhadap stres.
Ketika pedagang menanggung terlalu banyak utang dan sentimen berubah secara tiba-tiba, likuidasi berjenjang dapat terjadi tanpa campur tangan eksternal apa pun.
Namun jika melihat sifat acara yang disinkronkan di berbagai bursa, mekanisme sepertinya ini terus memicu perdebatan.
Hal yang Terungkap dari Kejatuhan Pasar Kripto
Crypto Black Friday telah menyingkapkan betapa rapuhnya ekosistem aset digital meskipun ukurannya semakin besar.
Dengan $19,5 miliar hilang dalam hitungan jam, peristiwa tersebut menunjukkan betapa cepatnya risiko dapat menyebar ketika sistem sangat bergantung pada leverage, perdagangan otomatis, dan kumpulan likuiditas yang tidak transparan.
Bursa seperti Binance telah meluncurkan audit internal dan berjanji untuk meningkatkan transparansi, tetapi para ahli memperingatkan bahwa ini hanyalah perbaikan jangka pendek.
Tantangan sesungguhnya terletak pada mendesain ulang sistem inti, termasuk bagaimana leverage dikelola, bagaimana oracle memasukkan data, dan bagaimana likuiditas didistribusikan di seluruh pasar.
Insiden ini telah memperbarui seruan untuk pengawasan on-chain yang lebih baik dan standar global untuk manajemen risiko kripto.
Agar pasar senilai triliunan dolar dapat matang, para analis mengatakan inovasi harus diimbangi dengan perlindungan yang lebih kuat terhadap guncangan sistemik dan manipulasi canggih.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Kini, harga PI stabil di dekat $0,22, selaras dengan level Fibonacci retracement 0,618 dan Bollinger Band yang lebih rendah, zona support yang kuat secara historis.
Pola Lilin engulfing bullish juga terbentuk pada jangka waktu yang lebih pendek, menandakan minat beli lokal.
Artinya, harga di kisaran $0,20–$0,22 telah dijadikan sebagai dasar psikologis sejak awal Oktober 2025. Sedangkan RSI selama 14 hari di angka 32,42 berarti telah keluar dari wilayah jenuh jual, yang menunjukkan kelelahan jangka pendek dari para penjual.
Meski begitu, penutupan berkelanjutan di atas $0,25 dapat memicu tekanan ke arah $0,26–$0,30. Kegagalan mempertahankan $0,20 berisiko menguji ulang level terendah sepanjang masa di $0,1515. Jadi, investor tetap harus waspada.
Hype Batas Waktu Hackathon
Katalis berikutnya adalah Pi Network Hackathon 2025 yang akan berakhir pada tanggal 15 Oktober. Event tahunan ini menawarkan hadiah 160.000 PI atau sekitar $35.360 untuk pengembang yang membangun aplikasi Mainnet.
Artinya, peluncuran aplikasi baru dapat meningkatkan sentimen untuk sementara. Lebih dari 23.000 aplikasi sedang dalam pengembangan, menurut pembaruan terbaru.
Tapi secara historis, harga Pi mengalami fluktuasi yang fluktuatif di sekitar tonggak ekosistem, meskipun kelanjutannya bergantung pada utilitas nyata.
Overhang Bearish Bertahan (Risiko Struktural)
PI tetap 92% di bawah puncaknya pada Februari 2025, dengan 1,24 miliar token yang akan dibuka tahun depan dan tidak ada pencatatan di bursa utama.
Artinya, pembukaan blokir harian (~3,4 juta PI/hari) menambah tekanan jual yang konstan. Hanya 8,27 miliar dari total 100 miliar pasokan yang beredar.
Perlu dicatat, Bybit dan Binance terus menghindari pencatatan PI, dengan alasan kekhawatiran sentralisasi dan dompet Foundation yang belum diaudit yang menyimpan sekitar 90 miliar token.
Secara keseluruhan, reli 24 jam mencerminkan pembelian teknis dan spekulasi yang didorong oleh peristiwa, tetapi fundamental PI tetap tertekan oleh inflasi pasokan dan kurangnya utilitas.
Pertanyaannya, mampukah Hackathon menghadirkan aplikasi yang secara signifikan meningkatkan penggunaan PI, atau akankah aksi ambil untung pascaperistiwa melanjutkan tren penurunan?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga PIVX (Private Instant Verified Transaction) terus menunjukkan reli yang mengesankan dalam 24 jam terakhir.
Token yang dikenal sebagai salah satu proyek kripto berfokus pada privasi ini berhasil naik lebih dari 14,1%, menandakan adanya kebangkitan minat terhadap aset kripto yang menawarkan keamanan dan anonimitas transaksi di tengah tren regulasi ketat sektor digital.
Berdasarkan data terkini dari Tokocrypto pada Senin (13/10), harga PIVX hari ini berada di level $0.2146 per token, dengan kapitalisasi pasar sebesar $20.87 juta USD dan volume perdagangan harian mencapai $34.07 juta USD.
Pergerakan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas pasar dan kepercayaan investor terhadap proyek yang sempat redup sejak 2021.
PIVX Catat Kenaikan Stabil di Tengah Pasar Kripto yang Fluktuatif
Kenaikan harian sebesar +13,98% menambah deretan performa positif PIVX dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam 30 hari terakhir, token ini sudah naik 45,6%, sementara dalam 90 hari terakhir mencatatkan lonjakan hampir 50%.
Dengan jumlah sirkulasi 97,26 juta token, PIVX kini menduduki peringkat ke-859 di pasar global, namun momentum kenaikan yang kuat membuatnya kembali menjadi sorotan di kalangan komunitas privasi digital.
Rentang harga harian menunjukkan volatilitas cukup tinggi dengan level terendah di $0.1838 dan tertinggi di $0.2593, yang mencerminkan adanya aktivitas spekulatif sekaligus akumulasi investor baru di tengah meningkatnya volume transaksi.
Pergerakan harga PIVX (PIVX/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga PIVX
Kenaikan harga PIVX tidak terjadi secara kebetulan. Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap lonjakan harga token ini dalam beberapa minggu terakhir:
Kembalinya Minat terhadap Proyek Kripto Berbasis Privasi Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi lonjakan minat terhadap aset kripto yang mengedepankan privasi seperti Monero (XMR), Zcash (ZEC), dan PIVX. Hal ini dipicu oleh meningkatnya pengawasan regulasi dan pembatasan terhadap transaksi on-chain, yang membuat pengguna mencari alternatif untuk menjaga anonimitas.
Peningkatan Volume Perdagangan di Bursa Menengah Data menunjukkan volume perdagangan harian PIVX melonjak menjadi $34 juta USD, hampir dua kali lipat dibanding minggu sebelumnya. Aktivitas ini didorong oleh masuknya token ke beberapa platform bursa kripto regional di Asia Tenggara, yang memperluas akses likuiditas.
Pembaruan Teknologi dan Komunitas yang Aktif PIVX baru-baru ini memperkuat infrastruktur jaringannya dengan peningkatan sistem masternode dan reward staking. Komunitas juga terus aktif dalam mengembangkan fitur-fitur baru untuk memperkuat privasi transaksi, membuat token ini tetap relevan di tengah kompetisi ketat sektor privasi kripto.
Sinyal Teknis Positif dan Momentum Bullish Dari sisi teknikal, pergerakan harga PIVX menunjukkan sinyal breakout bullish setelah menembus resistance di level $0.20. Dengan dukungan volume tinggi dan RSI yang masih dalam zona netral, tren kenaikan diyakini masih berlanjut menuju target psikologis $0.25–$0.30 dalam jangka pendek.
Analisis Teknis: PIVX di Jalur Pemulihan
Setelah lama bergerak di bawah tekanan, PIVX kini menunjukkan pola pemulihan kuat. Lonjakan volume dan peningkatan harga konsisten menandakan bahwa token ini tengah berada pada fase “reaccumulation”.
Resistance terdekat berada di $0.26, dan jika berhasil ditembus, PIVX berpotensi memperpanjang kenaikan menuju $0.30. Namun, bila terjadi koreksi teknikal, area $0.19–$0.20 akan menjadi level support penting untuk mempertahankan momentum bullish jangka pendek.
Dengan kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil, PIVX memiliki ruang pertumbuhan signifikan apabila minat terhadap proyek kripto berorientasi privasi terus meningkat di tahun 2025.
Prospek dan Sentimen Pasar
Meskipun belum kembali ke masa kejayaan ketika mencetak rekor tertinggi di $14.56, proyek ini terus membangun ekosistem yang berfokus pada efisiensi dan anonimitas transaksi.
Dalam konteks makro, naiknya ketegangan regulasi di Amerika Serikat dan Eropa terhadap kripto publik justru membuka peluang baru bagi token seperti PIVX untuk kembali populer di kalangan pengguna yang mengutamakan privasi.
Jika momentum pasar global tetap positif dan Bitcoin stabil di atas level psikologis $110.000, PIVX dapat melanjutkan reli menuju $0.30–$0.40 dalam beberapa minggu ke depan.
Kenaikan harga PIVX sebesar 14% dalam 24 jam menjadi sinyal kuat bahwa sektor kripto privasi mulai bangkit dari tekanan panjang.
Dengan dukungan volume besar, pembaruan teknologi, dan sentimen pasar yang membaik, PIVX berpotensi melanjutkan tren positifnya hingga akhir 2025.
Proyek ini kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya kebutuhan privasi dan keamanan transaksi digital, dua aspek yang semakin penting di era transparansi blockchain modern.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) kembali melambung, meski beberapa hari sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup dalam.
Berdasarkan data pasar terbaru yang dipantau via Tokocrypto pada Senin (13/10), harga Bitcoin hari ini berada di level $115,827.68 per BTC, atau naik 5,31% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar menyentuh $2,3 triliun USD.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto kembali bergerak ke arah positif, didorong oleh peningkatan permintaan investor institusional dan sentimen makroekonomi yang membaik.
Setelah sempat terkoreksi di bawah $110.000 pekan lalu, Bitcoin kini berhasil menembus kembali level psikologis $115.000.
Dalam 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di kisaran terendah $109.729 hingga tertinggi $115.955, menunjukkan volatilitas yang tinggi namun positif.
Secara mingguan, Bitcoin masih mencatat penurunan -6,66%, tetapi penguatan harian yang signifikan ini memberi sinyal pemulihan yang solid.
Volume perdagangan yang mencapai $93,85 miliar menegaskan kembalinya minat beli investor setelah periode tekanan jual.
Kapitalisasi Pasar Kripto Ikut Menguat
Dengan total pasokan beredar 19,93 juta BTC dan kapitalisasi pasar $2,308 triliun, Bitcoin tetap menjadi pemimpin tak tergoyahkan di pasar aset digital.
Kenaikan harga BTC juga berdampak langsung pada reli altcoin besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang ikut bergerak positif mengikuti momentum bullish.
Analis menilai, jika Bitcoin mampu bertahan di atas level $115.000 selama beberapa hari ke depan, peluang menuju resistance berikutnya di $118.000–$120.000 terbuka lebar.
Sebaliknya, penurunan di bawah $112.000 dapat memicu fase konsolidasi baru di kisaran $108.000–$110.000.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin
Kenaikan tajam harga Bitcoin kali ini didorong oleh beberapa faktor fundamental dan makro, di antaranya:
Optimisme terhadap kebijakan moneter global. Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan inflasi mulai melambat, memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kondisi ini memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk kembali menguat.
Arus masuk modal institusional. Laporan dari beberapa bursa besar mengindikasikan adanya peningkatan volume pembelian dari investor institusional, termasuk dana lindung nilai (hedge fund) dan manajer aset kripto. Banyak pihak memanfaatkan momentum koreksi sebelumnya untuk melakukan akumulasi.
Penguatan sentimen ETF Bitcoin. ETF berbasis Bitcoin yang terdaftar di Amerika mencatat peningkatan arus masuk bersih dalam dua hari terakhir, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value).
Perkembangan adopsi global. Sejumlah negara, termasuk di kawasan Amerika Latin dan Asia, terus memperluas penggunaan kripto untuk transaksi lintas batas. Hal ini semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset digital paling likuid dan terpercaya di pasar global.
Momentum Bullish Baru?
Beberapa analis dari platform riset kripto seperti Glassnode dan Santiment menilai kenaikan kali ini merupakan indikasi awal dari recovery jangka menengah.
Data on-chain menunjukkan peningkatan jumlah alamat aktif dan arus masuk Bitcoin ke dompet jangka panjang (long-term holders), menandakan kepercayaan investor terhadap kenaikan harga dalam waktu dekat.
Namun demikian, pasar masih perlu berhati-hati terhadap potensi volatilitas lanjutan, terutama jika indeks dolar AS kembali menguat atau jika sentimen makro global memburuk.
Dalam skenario terburuk, Bitcoin berpotensi kembali menguji zona support $110.000 sebelum melanjutkan tren naik.
Dengan fundamental yang terus membaik, sentimen investor yang pulih, dan dukungan kuat dari faktor makro, Bitcoin kini kembali berada di jalur bullish.
Jika momentum ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali mendekati rekor tertingginya di $126.000 dalam waktu dekat.
Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen strategis untuk re-entry dengan manajemen risiko yang ketat. Meski volatilitas masih tinggi, arah tren jangka menengah tampak mulai jelas: Bitcoin kembali memimpin reli pasar kripto global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Beberapa waktu belakangan, Zcash (ZEC) banyak menarik investor kripto sebab dalam sebulan terakhir, ZEC mengalami kenaikan lebih dari 400%. Menurut data Finbold, kenaikan tersebut membuat ZEC melejit dari yang dulunya stagnan, menjadi salah satu aset dengan performa tertinggi di antara altcoin lain, bahkan di tengah penurunan pasar kripto.
Di saat banyak proyek kripto lain berlomba-lomba menjadi yang tercepat dalam memproses transaksi, ZEC mencoba untuk membuat para investor kripto melihat narasi privacy. Dengan kenaikan yang signifikan bahkan di tengah pasar kripto yang mengalami flash crash, membuat para pelaku pasar mempertanyakan, apakah ini sinyal bahwa “privacy coin” akan menjadi tren selanjutnya di pasar kripto?
Bangkitnya Narasi Privacy
Penaikan privacy coin dalam sebulan terakhir. Sumber: Coingecko
Saat banyak pemerintahan dunia, dari AS hingga negara-negara Eropa, mendorong kontrol finansial melalui CBDC yang memungkinkan pelacakan transaksi, banyak orang menjadi khawatir soal keamanan data ke depannya, sehingga membuat mereka mencari solusi pembayaran yang dapat memberikan privacy.
Zcash (ZEC) hadir sebagai salah satu pilihan solusi, menawarkan model transaksi terenkripsi melalui mekanisme zero-knowledge proof (zk-SNARKs). Teknologi Zcash memungkinkan seseorang membuktikan bahwa transaksi valid tanpa harus mengungkap siapa pengirim, penerima, atau jumlahnya.
Seiring meningkatnya tekanan regulasi terhadap industri kripto dan maraknya penggunaan kecerdasan buatan yang kerap mengandalkan data pribadi, minat terhadap aset digital berorientasi privacy kembali bangkit dipimpin oleh Zcash yang dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan lebih dari 400%.
ZEC Naik 400%, Bagaimana dengan Proyek Privacy Lain
Grafik harga kenaikan Zcash (ZEC)
Kenaikan Zcash membuat banyak investor FOMO dan meningkatkan visibilitas bagi aset kripto dengan fitur privacy lainnya.
Beberapa aset dengan fitur privacy sempat ikut meroket di tengah kenaikan Zcash, namun berbeda dengan Zcash yang masih bisa naik di tengah penurunan pasar kripto aset-aset dengan narasi privacy justru malah kembali turun.
Grafik harga kenaikan dan penurunan Monero (XMR)
Contohnya seperti Monero (XMR), aset kripto dengan fokus utama pada privacy dan anonimitas transaksi. Jika dilihat dari grafik harga Monero, harga sempat naik sekitar 23% bertepatan dengan kenaikan Zcash, tapi kemudian terkoreksi cukup tajam kembali karena adanya koreksi pasar Bitcoin yang menyeret hampir seluruh altcoin.
Pola yang sama juga terlihat pada aset kripto dengan fokus privacy seperti Worldcoin (WLD) dan Immutable X (IMX).
Grafik harga kenaikan dan penurunan Wordlcoin (WLD) dan Immutable X (IMX) yang mirip.
Harga WLD sempat melonjak hingga +157% sebelum anjlok tajam kembali ke area $0,9. Sementara IMX mengalami lonjakan sekitar +96%, namun kemudian terkoreksi dalam pola yang hampir identik.
Narasi privacy memang mulai dilirik, terutama setelah lonjakan besar yang dialami Zcash (ZEC) dalam sepekan terakhir.
Namun, jika melihat pola pada koin privacy lain seperti Monero (XMR), Worldcoin (WLD), dan Immutable X (IMX), tidak seperti Zcash yang tetap perkasa di tengah penurunan pasar kripto—momentum crash di pasar kripto tampak membuat sebagian besar koin dengan narasi privacy belum bisa bersinar sepenuhnya.
Meski begitu, bukan berarti tren ini berakhir. Jika pasar kripto kembali rebound dan Zcash tetap menjadi pemimpin dalam kategori privacy, bukan tidak mungkin narasi privacy semakin dilirik dan membuat proyek-proyek privacy lain semakin dilirik.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.