Tag Archives: aset kripto

Rainbow Wallet Resmi Luncurkan Token $RNBW, Apa Keunggulannya?

Platform dompet Web3 populer Rainbow Wallet resmi meluncurkan token utilitas dan tata kelola $RNBW melalui mekanisme Token Generation Event (TGE).

Peluncuran ini menandai fase baru dalam evolusi Rainbow, di mana kepemilikan dan arah pengembangan protokol mulai didesentralisasi kepada komunitas pengguna setianya.

Sebagai salah satu dompet non-kustodial paling dikenal di ekosistem Ethereum dan EVM, langkah Rainbow meluncurkan token governance langsung menarik perhatian pasar kripto.

TGE ini dipandang bukan sekadar peluncuran aset baru, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan keberlanjutan ekosistem.

Baca Juga: 3 Altcoin Binance Wallet IDO Ini Curi Perhatian Pasar Kripto

Apa Itu Token $RNBW?

Token $RNBW dirancang sebagai token utilitas sekaligus tata kelola (governance) dalam ekosistem Rainbow Wallet.

Dengan token ini, pengguna dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting terkait pengembangan fitur, integrasi protokol, hingga arah strategis jangka panjang platform.

Selain fungsi governance, $RNBW juga diproyeksikan memiliki utilitas dalam ekosistem Rainbow, seperti insentif pengguna aktif, potensi diskon layanan tertentu, serta peran dalam program loyalitas berbasis Web3.

Meski detail utilitas lanjutan masih menunggu roadmap resmi, pasar melihat token ini sebagai fondasi ekonomi baru bagi Rainbow Wallet.

TGE dan Distribusi ke Komunitas

Menurut laporan Coinmarketcal pada Jumat (6/2), TGE $RNBW dilakukan dengan pendekatan yang menekankan distribusi kepada pengguna awal dan komunitas loyal, sejalan dengan semangat desentralisasi Web3.

Model ini bertujuan mengurangi dominasi kepemilikan oleh pihak internal atau investor institusional, sekaligus memperkuat sense of ownership di kalangan pengguna.

Namun, seperti yang lazim terjadi pada TGE proyek besar, fase awal perdagangan kerap diwarnai volatilitas tinggi. Tekanan jual dari penerima airdrop—terutama airdrop farmer—menjadi risiko jangka pendek yang perlu diperhatikan trader.

Tim Research Tokocrypto menilai dinamika ini sebagai sesuatu yang wajar.

“TGE dari produk blue-chip seperti Rainbow biasanya menarik volume spekulatif besar. Meskipun tekanan jual awal dari airdrop farmer wajar terjadi, fundamental Rainbow sebagai top-tier wallet memberikan nilai jangka panjang bagi tokennya,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Posisi Rainbow di Ekosistem Web3

Rainbow Wallet selama ini dikenal karena antarmuka ramah pengguna, fokus pada pengalaman mobile-first, serta integrasi mendalam dengan NFT dan DeFi berbasis Ethereum.

Dompet ini sering dianggap sebagai salah satu gateway utama bagi pengguna baru yang masuk ke dunia Web3.

Dengan jutaan unduhan dan reputasi sebagai dompet non-kustodial kelas atas, Rainbow masuk kategori produk blue-chip di sektor wallet.

Peluncuran token $RNBW memperluas peran Rainbow dari sekadar alat penyimpanan aset kripto menjadi sebuah protokol berbasis komunitas.

Dalam konteks industri, langkah ini mengikuti tren besar di mana infrastruktur Web3, seperti wallet, DEX, dan protokol DeFi, mulai mendesentralisasi kepemilikan melalui token governance.

Dampak terhadap Pasar dan Prospek Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, $RNBW berpotensi mengalami volatilitas tinggi seiring proses price discovery pasca-TGE.

Volume perdagangan spekulatif biasanya memuncak pada fase awal, diikuti oleh koreksi ketika tekanan jual mereda.

Namun, dari sudut pandang jangka panjang, nilai $RNBW akan sangat bergantung pada:

  • Pertumbuhan pengguna aktif Rainbow Wallet
  • Kejelasan utilitas token dalam ekosistem
  • Partisipasi komunitas dalam governance
  • Kemampuan Rainbow mempertahankan posisinya di tengah persaingan wallet Web3

Jika Rainbow berhasil mengintegrasikan $RNBW secara nyata ke dalam produk dan layanannya, token ini berpotensi menjadi representasi nilai dari salah satu infrastruktur Web3 paling mapan saat ini.

Baca Juga: Apa Itu Bitcoin Rainbow Chart dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Peluncuran token $RNBW melalui TGE menandai langkah strategis Rainbow Wallet dalam mendesentralisasi kepemilikan protokol dan memperkuat keterlibatan komunitas.

Meski tekanan jual awal tidak dapat dihindari, fundamental Rainbow sebagai dompet Web3 papan atas memberikan dasar kuat bagi potensi jangka panjang token ini.

Bagi investor dan pengguna, $RNBW kini menjadi cerminan baru dari bagaimana sebuah wallet Web3 berevolusi menjadi protokol berbasis komunitas yang sepenuhnya terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali melemah tajam dan diperdagangkan di level $64.499,89 per BTC, mencatat penurunan -8,88% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih kuat, dengan sentimen pasar kripto global berada dalam fase risk-off.

Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Jumat (6/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.289 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak ke $140,80 miliar, menandakan aktivitas jual-beli yang sangat intens.

Lonjakan volume ini sering kali mencerminkan kepanikan jangka pendek, sekaligus fase distribution setelah reli sebelumnya.

Baca Juga: Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

Tekanan Harga BTC dalam Jangka Pendek

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $60.074,20 sebelum mencoba rebound tipis, dengan harga tertinggi harian di $71.802,46.

Fluktuasi lebar ini menegaskan bahwa volatilitas masih sangat tinggi, dan pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Secara mingguan, Bitcoin tercatat turun -22,05%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai -30,17%. Bahkan dalam horizon 90 hari, BTC sudah terkoreksi hampir -36,92% dari level sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual bukan sekadar koreksi teknikal ringan, melainkan bagian dari fase pelemahan tren yang lebih luas.

Faktor yang Membebani Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan tajam harga BTC hari ini tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor utama yang membebani pergerakan Bitcoin:

  1. Sentimen Makro Global
    Ketidakpastian kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dan arus modal ke aset aman, masih menjadi faktor utama. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Likuidasi Posisi Leverage
    Penurunan cepat memicu gelombang likuidasi posisi leverage di pasar derivatif. Hal ini mempercepat penurunan harga karena forced selling di bursa futures.
  3. Tekanan Teknis
    Secara teknikal, BTC telah menembus beberapa area support penting. Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek yang mengandalkan level teknikal sebagai acuan.

Struktur Pasar dan Level Kunci BTC

Dari sisi struktur pasar, Bitcoin masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Jarak yang cukup dalam dari ATH ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi besar.

Level $60.000 kini menjadi area support psikologis yang sangat krusial.

Jika tekanan jual berlanjut dan BTC gagal bertahan di atas area ini, potensi penurunan lanjutan menuju zona support berikutnya terbuka lebar.

Di sisi lain, area $70.000–$72.000 berpotensi menjadi resistance awal.

Selama BTC belum mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, setiap kenaikan harga berisiko hanya menjadi dead cat bounce.

Aktivitas Pasar dan Fundamental Jangka Panjang

Meski harga melemah, pasokan beredar Bitcoin tetap berada di 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan struktural Bitcoin tetap tidak berubah, dan faktor ini masih menjadi pilar fundamental jangka panjang bagi aset ini.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,358 triliun, menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Namun, dalam jangka pendek, faktor fundamental tersebut belum cukup kuat untuk melawan tekanan sentimen dan teknikal.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat dengan volatilitas tinggi.

Penurunan hampir 9% dalam sehari menandakan dominasi penjual masih signifikan, meski muncul upaya rebound kecil dalam time frame sangat pendek.

Bagi trader, kondisi ini menuntut manajemen risiko yang ketat dan kewaspadaan terhadap pergerakan ekstrem.

Sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi dalam sering kali dipandang sebagai periode akumulasi bertahap, namun tetap perlu mempertimbangkan kondisi makro dan konfirmasi stabilisasi harga.

Selama Bitcoin belum membentuk struktur pemulihan yang solid, pasar diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bearish dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Tertekan ke $0,142, Risk-Off Global Jadi Pemicu

Harga Pi Network (PI) kembali melemah signifikan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Jumat (6/2), Token ini tercatat turun 8,83% ke level $0,142, sejalan dengan tekanan jual besar-besaran yang melanda pasar kripto dan aset keuangan global.

Pergerakan ini menegaskan bahwa penurunan PI bukan fenomena terisolasi, melainkan bagian dari gelombang risk-off yang dipicu faktor makroekonomi.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 7,89% menjadi $2,23 triliun, mencetak level terendah tahunan.

Tekanan ini juga tercermin di pasar tradisional, dengan S&P 500 turun 2,21% dan emas terkoreksi tajam hingga 6,57%, menunjukkan likuidasi lintas aset yang luas.

Baca Juga: Harga Pi Network Tertekan, Support $0,15 Jadi Penentu Arah

Sentimen Risk-Off Makro Membayangi Pasar

Pelemahan Pi Network kali ini sangat berkorelasi dengan kondisi makro global.

Indeks Fear & Greed Crypto Market berada di level 5 (Extreme Fear), menandakan dominasi sentimen ketakutan ekstrem di kalangan investor.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk altcoin.

Pi, sebagai aset yang masih berada dalam fase pengembangan ekosistem dan adopsi, ikut terseret arus likuidasi tersebut.

Korelasi kuat antara pergerakan PI dengan indeks saham dan emas menunjukkan bahwa tekanan saat ini bersifat sistemik, bukan karena kegagalan fundamental internal proyek.

Altcoin Melemah di Tengah Dominasi Bitcoin

Tekanan terhadap PI juga diperparah oleh dinamika rotasi pasar kripto.

Bitcoin dominance bertahan di sekitar 58,2%, sementara Altcoin Season Index berada di level 22, yang secara jelas menunjukkan pasar sedang berada dalam fase Bitcoin Season.

Dalam kondisi dominasi Bitcoin yang tinggi, likuiditas cenderung keluar dari altcoin menuju aset yang dianggap lebih defensif.

Akibatnya, altcoin berkapitalisasi menengah hingga kecil, termasuk Pi Network, mengalami tekanan jual yang lebih besar.

Data perdagangan mendukung hal ini. Volume transaksi PI melonjak 129% menjadi $33,1 juta dalam 24 jam, mengonfirmasi bahwa penurunan harga disertai aktivitas jual yang sangat intens.

Lonjakan volume di tengah penurunan harga biasanya menandakan fase distribusi atau bahkan capitulation, di mana investor melepas aset secara agresif.

Level Teknis Kritis: $0,14 Jadi Penentu Arah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dari sisi teknikal, area $0,14 kini menjadi support krusial bagi PI.

Selama harga mampu bertahan di atas level ini pada penutupan harian, peluang konsolidasi jangka pendek tetap terbuka, dengan potensi pergerakan sideways di rentang $0,14–$0,16.

Namun, jika tekanan pasar berlanjut dan PI menembus support $0,14, risiko penurunan lanjutan menuju level terendah tahunan di sekitar $0,13 semakin besar.

Skenario ini akan semakin mungkin terjadi jika dominasi Bitcoin terus meningkat dan sentimen pasar global belum menunjukkan tanda stabilisasi.

Sebaliknya, pemulihan jangka pendek atau relief bounce dapat terjadi apabila tekanan makro mereda.

Indikator oversold dan tingginya volume jual sering kali menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai mendekati titik kelelahan penjual.

Faktor yang Perlu Dipantau Investor

Dalam waktu dekat, pergerakan Pi Network akan sangat bergantung pada faktor eksternal. Investor disarankan untuk memantau:

  • Stabilisasi pasar tradisional, khususnya pergerakan indeks saham utama.
  • Perubahan Fear & Greed Index, terutama jika mulai keluar dari zona Extreme Fear.
  • Dominasi Bitcoin dan arus likuiditas ke altcoin, sebagai indikasi perubahan selera risiko investor.

Jika Bitcoin menemukan support yang kuat dan tekanan makro mereda, Pi berpeluang membentuk basis harga baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

Baca Juga: Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

Penurunan harga Pi Network ke $0,142 mencerminkan tekanan makro dan sentimen pasar yang sangat negatif, bukan kegagalan fundamental proyek secara spesifik.

Lingkungan risk-off global, dominasi Bitcoin, serta lonjakan volume jual menjadi faktor utama di balik pelemahan ini.

Dalam jangka pendek, level $0,14 menjadi garis pertahanan penting.

Bertahannya harga di atas level tersebut dapat membuka peluang konsolidasi, sementara penembusan ke bawah berisiko membawa PI ke level terendah baru.

Bagi investor dan trader, kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi serta manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas pasar yang ekstrem.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

GMX Ambrol 9% dalam Sehari! Harga Nyungsep ke US$5,6

Harga token GMX tercatat melemah tajam dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, GMX turun sekitar 9,24% dan kini diperdagangkan di level US$5,65 per koin.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas komunitas GMX yang sedang melakukan voting program insentif untuk mendorong volume perdagangan.

Harga GMX Melemah, Volume Perdagangan Masih Tinggi

Saat ini, GMX memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$58,73 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$9,46 juta. Total pasokan beredar tercatat sebesar 10,39 juta GMX, dari total maksimum suplai 13,25 juta GMX.

Dalam rentang 24 jam, GMX bergerak pada kisaran harga terendah US$5,61 dan tertinggi US$6,53.

Jika dibandingkan dengan rekor tertingginya, GMX masih jauh dari all time high (ATH) di level US$90,89.

GMX Ambles Lebih dari 40% dalam 90 Hari

Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan jual pada GMX tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam periode yang lebih panjang, performa GMX menunjukkan tren pelemahan signifikan.

Berdasarkan data historis:

  • Dalam 30 hari terakhir, harga GMX turun sekitar 34,02%
  • Dalam 60 hari, turun 35,44%
  • Dalam 90 hari, turun hingga 42,09%
  • Dalam 7 hari terakhir, GMX melemah 18,98%

Sementara itu, dalam satu jam terakhir harga GMX juga masih tercatat turun sekitar 1,25%, mengindikasikan volatilitas yang masih tinggi.

Voting DAO GMX Digelar, Bahas Program Insentif Marketing dan Trader

Di sisi lain Coinmarketcal melaporkan komunitas GMX saat ini tengah menggelar voting melalui Snapshot terkait proposal Marketing & Trader Incentive Program. Voting tersebut berlangsung mulai 2 Februari hingga 5 Februari 2026.

Proposal ini merupakan agenda tata kelola (governance) yang bertujuan menghadirkan program insentif baru berupa reward trading bagi pengguna.

Menurut analisis berbasis AI, voting ini tidak termasuk pembaruan protokol besar (hard upgrade), namun dapat memengaruhi aktivitas ekosistem seperti volume perdagangan, pendapatan biaya (fees), hingga potensi yield staking apabila insentif berasal dari treasury atau mekanisme emisi token.

Namun demikian, dampak pasar masih bersifat spekulatif karena detail program dan hasil akhir voting belum dapat dipastikan.

Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu keputusan final dan implementasi sebelum bereaksi lebih jauh. Meski begitu, insentif besar berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga GMX.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar biasanya merespons positif (“Bullish Vote”) terhadap inisiatif yang menjanjikan peningkatan aktivitas on-chain. Jika disetujui, insentif ini bisa memicu kenaikan fee protokol yang berdampak langsung pada yield staker GMX.

Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, keputusan komunitas dalam voting ini dinilai bisa menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar GMX dalam waktu dekat.

Baca juga: Naik 32%, Ini Tiga Faktor Pemicu Lonjakan Harga GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pharos Network Luncurkan Dana $10 Juta, Bidik Sektor DeFi dan RWA

Pharos Network resmi meluncurkan program inkubator bertajuk “Native to Pharos” dengan total pendanaan mencapai $10 juta.

Menurut laporan News.Bitcoin pada Kamis (5/2), program ini didukung oleh firma modal ventura ternama Hack VC dan ditujukan untuk mempercepat pengembangan aplikasi DeFi (Decentralized Finance) serta Real World Assets (RWA) di atas ekosistem blockchain Pharos.

Langkah ini menandai fase penting dalam strategi Pharos untuk membangun ekosistem on-chain yang berkelanjutan, dengan fokus pada utilitas nyata dan adopsi institusional.

Melalui program inkubator ini, Pharos menargetkan tim developer dan startup Web3 yang ingin membangun produk keuangan terdesentralisasi dengan pendekatan berbasis aset dunia nyata.

Baca Juga: XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

Fokus Inkubator: DeFi dan Real World Assets

Program Native to Pharos dirancang sebagai inkubator end-to-end, tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga dukungan teknis, mentorship, hingga akses jaringan investor global.

Fokus utamanya adalah pada dua sektor yang saat ini menjadi narasi besar industri kripto: DeFi generasi baru dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

RWA sendiri tengah menjadi topik panas di pasar kripto karena menjanjikan jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

Dengan tokenisasi aset seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya, RWA dinilai mampu menarik partisipasi institusi yang selama ini menunggu kepastian struktur dan utilitas.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat.

“Injeksi modal ini bertujuan untuk bootstrap ekosistem DeFi di atas Pharos. Fokus pada RWA menempatkan Pharos dalam narasi institusional yang sedang tren,” papar Tim Research Tokocrypto.

Peran Hack VC dan Daya Tarik bagi Builder

Keterlibatan Hack VC sebagai mitra pendukung menjadi sinyal kuat bagi kredibilitas program ini. Hack VC dikenal aktif mendanai proyek-proyek blockchain tahap awal dengan pendekatan teknis mendalam dan fokus jangka panjang.

Bagi para builder, inkubator ini membuka peluang untuk mengembangkan aplikasi yang tidak hanya eksperimental, tetapi juga memiliki jalur komersialisasi yang jelas.

Pharos menargetkan proyek-proyek yang “native”, artinya dibangun sejak awal untuk memanfaatkan arsitektur dan karakteristik jaringan Pharos.

Pendekatan ini berbeda dari strategi porting aplikasi dari blockchain lain, karena mendorong inovasi yang benar-benar terintegrasi dengan ekosistem.

Pharos dan Ambisi Menjadi Hub RWA

Peluncuran inkubator ini mempertegas posisi Pharos sebagai blockchain yang ingin mengambil peran signifikan dalam pasar RWA on-chain.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai institusi keuangan global mulai mengeksplorasi tokenisasi aset, namun masih terbatas oleh isu skalabilitas, compliance, dan desain infrastruktur.

Dengan mengarahkan pendanaan ke sektor ini sejak dini, Pharos berupaya membangun “early moat” di tengah persaingan L1 dan L2 yang semakin ketat.

Jika berhasil melahirkan use case RWA yang relevan, Pharos berpotensi menarik likuiditas institusional dan mitra strategis dalam jangka menengah hingga panjang.

Dampak bagi Ekosistem dan Pasar

Dari sisi ekosistem, program inkubator ini berfungsi sebagai katalis awal untuk meningkatkan aktivitas developer, memperkaya aplikasi terdesentralisasi, serta memperluas basis pengguna Pharos.

Dalam konteks pasar, langkah ini juga memperkuat narasi fundamental proyek, terutama di tengah tren investor yang mulai lebih selektif terhadap utilitas nyata dibanding sekadar hype.

Namun, seperti program inkubator lainnya, efektivitas Native to Pharos akan sangat bergantung pada kualitas tim yang terpilih dan eksekusi roadmap ke depan.

Pasar akan mencermati proyek-proyek apa saja yang lahir dari program ini dan seberapa cepat mereka mencapai product-market fit.

Baca Juga: JPMorgan Tancap Gas di Blockchain, JPM Coin Siap Beroperasi

Peluncuran inkubator Native to Pharos senilai $10 juta menandai langkah strategis Pharos Network dalam membangun fondasi ekosistem DeFi dan RWA.

Dengan dukungan Hack VC dan fokus pada narasi institusional, Pharos memposisikan diri sebagai pemain yang serius dalam pengembangan keuangan on-chain berbasis aset dunia nyata.

Bagi investor dan pelaku industri, program ini menjadi sinyal awal bahwa Pharos tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ekosistem aplikasi yang berorientasi pada adopsi jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan yang kuat.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (4/2), BTC diperdagangkan di level $71.267, melemah sekitar 7,08% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi tajam ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, sekaligus menekan sentimen investor kripto secara luas.

Dengan kapitalisasi pasar turun ke $1,425 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $71,86 miliar, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi dan reaksi panik jangka pendek.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan penurunan harian sebesar $5.364 atau 7,01%, menjadikannya salah satu sesi koreksi terdalam dalam beberapa minggu terakhir.

Sepanjang sebulan terakhir, BTC telah terkoreksi 24,03%, sementara dalam 90 hari terakhir total penurunan mencapai 30,16% dari level sebelumnya.

Secara teknikal, Bitcoin bergerak di rentang terendah harian $71.163 dan tertinggi $76.730, mengindikasikan tekanan jual agresif yang muncul setiap kali harga mencoba rebound ke area resistensi.

Level Support Kritis di Area US$71 Ribu

Area $71.000–$72.000 kini menjadi support psikologis penting. Penembusan bersih ke bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $68.000–$65.000, yang secara historis menjadi zona konsolidasi sebelumnya.

Sebaliknya, untuk memulihkan momentum jangka pendek, Bitcoin perlu kembali bertahan di atas $76.000, yang kini berfungsi sebagai resistance utama pasca breakdown.

Tanpa volume beli yang kuat, reli jangka pendek berisiko hanya menjadi technical rebound sementara.

Tren Menengah Masih Bearish

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam perspektif mingguan, Bitcoin sudah terkoreksi 18,97% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tekanan tidak hanya bersifat intraday, tetapi juga struktural.

Harga BTC saat ini berada jauh di bawah rekor tertingginya di $126.198, dengan koreksi lebih dari 40% dari puncak siklus.

Kondisi ini diperparah oleh melemahnya minat risiko di pasar global, di mana investor cenderung melakukan rotasi ke aset likuid dan defensif.

Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan distribusi aktif, bukan akumulasi agresif.

Data Fundamental Tetap Solid, Namun Sentimen Rapuh

Meski harga melemah, fundamental jaringan Bitcoin relatif stabil.

Sirkulasi pasokan mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total maksimum 21 juta BTC, menegaskan kelangkaan struktural yang menjadi nilai inti Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di $1,495 triliun, menandakan bahwa valuasi jangka panjang BTC masih besar, meski saat ini pasar menghadapi tekanan siklikal.

Namun dalam jangka pendek, faktor sentimen dan likuiditas tetap menjadi penentu utama pergerakan harga, terutama di tengah ketidakpastian makro dan aksi ambil untung dari pelaku pasar besar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Outlook Harga BTC: Waspada Volatilitas

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih fluktuatif dengan bias bearish selama harga bertahan di bawah area resistensi utama.

Trader jangka pendek disarankan untuk mencermati reaksi harga di zona support $71 ribu, sementara investor jangka panjang cenderung menunggu stabilisasi sebelum kembali melakukan akumulasi.

Jika tekanan jual mulai mereda dan volume beli meningkat, peluang konsolidasi sehat bisa terbentuk. Namun tanpa katalis positif yang kuat, risiko penurunan lanjutan masih terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Tertekan, Support $0,15 Jadi Penentu Arah

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, mencerminkan tekanan spesifik aset di tengah kondisi pasar kripto yang masih bergejolak.

Dalam satu hari terakhir, Coinmarketcap mencatat PI turun 3,15%, meski koreksi ini relatif lebih kecil dibandingkan penurunan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 5,68%.

Namun, pelemahan harian ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung lebih lama.

Dalam rentang 30 hari terakhir, harga PI telah anjlok sekitar 26,7%, menandakan tekanan struktural yang belum mereda.

Kombinasi faktor tokenomics, sentimen investor, dan kondisi teknikal kini menjadi beban utama bagi pergerakan harga PI.

Baca Juga: Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

Tekanan Utama: Unlock Token Februari 2026

Salah satu faktor paling dominan yang membayangi Pi Network adalah unlock token dalam jumlah besar yang dijadwalkan terjadi pada Februari 2026.

Berdasarkan data on-chain dan laporan pasar, lebih dari 193 juta token PI dengan nilai estimasi di atas $31 juta, akan dilepas ke pasar dalam satu bulan tersebut.

Puncak unlock diperkirakan terjadi pada 13 Februari, dengan hampir 24 juta PI masuk ke sirkulasi dalam satu hari.

Secara rata-rata, ini berarti lebih dari 7 juta PI per hari akan menjadi token yang dapat diperdagangkan.

Bagi pasar, kondisi ini menciptakan supply overhang yang signifikan.

Tanpa pertumbuhan permintaan yang sebanding, penambahan pasokan hampir selalu diterjemahkan sebagai tekanan jual.

Tak mengherankan jika pelaku pasar mulai melakukan aksi jual lebih awal untuk mengantisipasi potensi penurunan lanjutan saat unlock benar-benar terjadi.

Aktivitas Wallet Core Team Picu Kekhawatiran

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain isu unlock, perhatian investor juga tertuju pada aktivitas wallet internal Pi Network Core Team.

Data on-chain menunjukkan perpindahan sekitar 500 juta token PI senilai kurang lebih $80 juta antar wallet yang berlabel “PI Foundation”.

Meski tidak ada indikasi bahwa token tersebut langsung dikirim ke bursa, pergerakan dalam jumlah besar oleh pihak internal sering kali memicu kecemasan pasar.

Investor ritel cenderung berspekulasi bahwa token-token tersebut berpotensi dijual di kemudian hari, yang dapat meningkatkan tekanan suplai.

Secara psikologis, kondisi ini memperburuk sentimen yang sudah rapuh. Bahkan tanpa aksi jual nyata, ketidakpastian saja sudah cukup untuk mendorong holder jangka pendek memilih keluar dari posisi mereka.

Struktur Teknikal Masih Rapuh

Dari sisi teknikal, Pi Network masih berada dalam downtrend yang jelas. Harga PI saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 30 hari di sekitar $0,187.

Ini menandakan bahwa tren menengah masih sepenuhnya dikuasai oleh penjual.

Indikator RSI di level 25,79 menunjukkan kondisi oversold ekstrem.

Namun, pengalaman pasar menunjukkan bahwa RSI rendah tidak otomatis berarti pembalikan arah.

Selama momentum masih negatif dan volume beli belum meningkat signifikan, oversold bisa bertahan lebih lama dari perkiraan.

Zona $0,15–$0,16 kini menjadi support krusial. Jika terjadi penutupan harian di bawah $0,15, risiko breakdown teknikal akan meningkat, membuka peluang penurunan lanjutan menuju area $0,14 atau lebih rendah.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Outlook: Volatilitas Tinggi Masih Mengintai

Secara keseluruhan, tekanan harga Pi Network saat ini berasal dari kombinasi tokenomics inflasioner, sentimen negatif akibat aktivitas internal, dan struktur teknikal yang lemah.

Meski potensi technical bounce selalu ada karena kondisi oversold, reli tanpa katalis fundamental berisiko bersifat sementara.

Bagi investor dan trader, periode menjelang 13 Februari akan menjadi fase krusial untuk memantau data inflow bursa, volume perdagangan, serta reaksi harga di level support utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Bitcoin kembali mengalami penurunan harga yang signifikan, membuat banyak investor merasa was-was dan panik. Harga Bitcoin turun ke kisaran $88.000 hingga akhirnya tembus ke $74.500, dengan indikator Fear & Greed Index yang leluncur ke angka 17, menandakan suasana ketakutan di pasar. 

Dalam artikel riset crypto dari tim Research Tokocrypto sebelumnya Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!, dijelaskan bahwa ada dorongan faktor makroekonomi seperti data ekonomi AS terbaru yang mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, hingga aktivitas paus yang memindahkan aset ke bursa untuk dijual yang membuat investor tertekan.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mari kita bahas

Inflow Whale ke Exchange yang Semakin Besar

Salah satu pemicu utama penurunan Bitcoin adalah aktivitas whale, yaitu investor besar yang memegang aset dalam jumlah masif. Data menunjukkan adanya arus masuk (inflow) signifikan sebesar 2.000 BTC ke bursa Binance. 

Ini berarti whale sedang memindahkan aset mereka ke platform trading, kemungkinan besar untuk dijual atau didistribusikan, sebab jika para whale ini tidak berniat menjual bisanya mereka akan lebih memilih menyimpan Bitcoin mereka di cold wallet atau hot wallet.

Menurut analisis Tokocrypto Research Team, inflow ini menandakan distribusi aset oleh whale, yang memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan. Pasar jadi rawan koreksi lebih lanjut, apalagi dikombinasikan dengan sinyal overheating di jaringan lain seperti Solana, di mana biaya transaksi harian mencapai $37,5 juta, mirip pola sebelum koreksi tajam di bulan Oktober yang secara historis menjadi sinyal puncak pasar dengan penurunan hingga 27%. 

Hal ini banyak membuat para investor semakin was-was, karena jika whale terus menjual, harga bisa terus merosot.

Bitcoin Risk Index

Indeks ini mengukur seberapa rawan pasar terhadap volatilitas, dan kenaikannya menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi. Sempat melonjak ke level 55.58, menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi.

Sebelumnya, tim research Tokocrypto menyebutkan bahwa Bitcoin sedang dalam fase “lampu kuning” ketika berada di level harga $88.000 sementara arus uang global mulai beralih ke aset komoditas seperti emas. Analisis memproyeksikan jika level ini jebol, pasar berisiko mengalami koreksi tajam menuju $74.000 dan per 2 Februari 2026, Bitcoin telah menyentuh level yang sebelumnya di antisipasi.

Insight dari Tokocrypto Research Team menyoroti bahwa penurunan ini juga didorong oleh arus uang yang beralih ke aset aman seperti emas yang memperburuk situasi, karena investor mencari perlindungan dari gejolak kripto.

Analisa Penyebab Turunnya Harga Bitcoin Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur

Menurut trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, jika dilihat berdasarkan data Bitcoin monthly return, kita bisa melihat bahwa bulan Januari secara historis memiliki karakter yang cukup unik dimana secara rata-rata, Januarimencatatkan kenaikan sekitar +2,81%, yang sekilas terlihat positif.

Namun, penting untuk digaris bawahi bahwa Januari juga termasuk bulan dengan volatilitas tinggi. Dalam banyak periode, pergerakan harga Bitcoin di awal tahun sering kali menunjukkan fluktuasi ekstrem, baik dalam bentuk reli kuat maupun koreksi tajam. Hal ini membuat Januari kerap berbeda dibanding bulan-bulan lain yang cenderung lebih stabil.

Pada Januari 2026 misalnya, Bitcoin justru menutup bulan dengan kinerja negatif di kisaran -10,17%, yang menunjukkan bahwa meskipun secara historis rata-rata Januari positif, outcome aktualnya sangat bergantung pada kondisi siklus dan sentimen pasar saat itu.

Dengan kata lain, Januari bukan bulan yang bisa disimpulkan secara sederhana sebagai bullish atau bearish. Justru, bulan ini sering menjadi fase penyesuaian awal tahun, di mana pasar melakukan rebalancing, profit taking, atau bahkan distribusi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Untuk memahami lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi di Januari 2026, serta apakah penurunan ini bersifat sementara atau bagian dari struktur tren yang lebih besar, kita akan lanjutkan pembahasannya di gambar selanjutnya.

Volatilitas pasar risk-assets & likuidasi besar

Pasar kripto sedang mengalami gelombang volatilitas tinggi, dengan miliaran dolar dalam posisi Bitcoin dilikuidasi di awal Februari karena risk-off sentiment global. Investor banyak menjual aset berisiko termasuk kripto karena kekhawatiran pasar lebih luas.

Jika kita menambahkan faktor pertama, yaitu volatilitas pasar, risk-off sentiment, dan likuidasi besar, maka penurunan Bitcoin di Januari menjadi lebih kontekstual. Dalam waktu kurang dari satu minggu, Bitcoin turun lebih dari 16,7%, dan penurunan ini terjadi secara menyeluruh di pasar kripto. Total kapitalisasi pasar kripto terkoreksi sekitar USD 500 miliar, dari kisaran USD 3 triliun turun hingga mendekati USD 2,5 triliun. Dengan skala market cap sebesar ini, proses pemulihan tentu membutuhkan waktu dan aliran dana yang tidak kecil. Artinya, dampak dari likuidasi massal dan keluarnya likuiditas akibat risk-off sentiment berpotensi masih akan terasa dalam jangka pendek hingga menengah ke depan.

Sentimen terkait Federal Reserve & Kebijakan Moneter AS

Penurunan harga Bitcoin banyak dihubungkan dengan spekulasi tentang penggantian Ketua The Fed, yang mempengaruhi persepsi pasar terhadap likuiditas dan suku bunga. Kevin Warsh menjadi ketua berikutnya dipandang sebagai kandidat yang lebih hawkish (mengurangi likuiditas/menaikkan suku bunga), yang cenderung menekan aset berisiko seperti kripto.

Geopolitik Venezuela 

Ada laporan bahwa presiden Venezuela ditangkap oleh militer AS pada 3 Januari 2026, dan terjadi intervensi besar di negara tersebut. Ini adalah peristiwa nyata yang menambah ketidakpastian geopolitik global. Namun, dari sisi pasar kripto, reaksi terhadap konflik ini bersifat lebih ke sentimen jangka pendek dan tidak selalu konsisten secara langsung menekan harga secara terukur (misalnya Bitcoin sempat naik ketika berita muncul). Ada juga isu tentang kemungkinan AS menyita aset Bitcoin milik Venezuela, tetapi aturan atau keputusan resminya belum jelas dan belum terjadi secara nyata. 

US Government Shutdown:

Ancaman government shutdown di Amerika Serikat cenderung memicu aksi jual jangka pendek pada aset berisiko, termasuk kripto, karena investor masuk ke mode risk-off. Dalam kondisi ketidakpastian kebijakan dan ekonomi seperti ini, arus modal global lebih memilih aset safe haven seperti emas, sementara kripto mengalami tekanan akibat berkurangnya partisipasi institusional. Meskipun shutdown tidak berdampak langsung pada fundamental Bitcoin atau aktivitas on-chain, sentimen negatif dan kehati-hatian investor seperti mengurangi leverage menyebabkan terjadinya capital outflow, yang tercermin dari penurunan total market cap kripto sekitar USD 500 miliar dalam sepekan terakhir.

Crypto Fear and Greed Index (Extreme Fear)

Saat ini Crypto Fear and Greed Index berada di level 17, yang masuk kategori extreme fear, menandakan dominasi ketakutan di pasar kripto. Kondisi ini mencerminkan tekanan sentimen yang kuat, di mana investor cenderung defensif dan menghindari penambahan risiko. Beberapa analis bahkan memperkirakan potensi penurunan lanjutan Bitcoin ke area USD 72.000, yang merupakan all-time high siklus sebelumnya, hingga skenario ekstrem ke kisaran USD 50.000 jika sentimen negatif berlanjut. Dengan indikator sentimen berada di zona ekstrem, bias pasar saat ini masih cenderung negatif, terutama dalam jangka pendek, sembari menunggu kepastian makro dan stabilisasi emosi pasar.

Jika melihat data Bitcoin ETF, arus dana menunjukkan sinyal yang masih campuran. Dalam satu bulan terakhir, ETF Bitcoin masih mencatatkan inflow sekitar USD 471 juta, yang menandakan minat institusional belum sepenuhnya hilang meskipun pasar sedang tertekan. Namun, jika ditarik ke tiga bulan terakhir, arus dana justru masih net outflow sekitar USD 5,66 miliar, yang mencerminkan sikap hati-hati institusi dalam kondisi ketidakpastian makro. Tekanan terbesar terjadi pada November 2025, ketika terjadi outflow sekitar USD 3,5 miliar, menunjukkan fase distribusi dan pengurangan eksposur risiko. Artinya, meskipun inflow jangka pendek mulai muncul, secara struktural institusional masih cenderung defensif terhadap aset kripto.

Intinya menurut Fyqieh Fachrur, penurunan Bitcoin sekitar ±16% ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja, tapi hasil dari kombinasi enam faktor besar yang saling berkaitan. Mulai dari geopolitik global, kebijakan moneter The Fed, kebijakan fiskal era Trump, hingga sikap investor institusi yang mulai outflow dari pasar kripto.

Kondisi ini tercermin jelas dari turunnya total market cap kripto dan meningkatnya sentimen risk-off. Di saat yang sama, arus dana justru mengalir ke aset safe haven seperti emas, yang bahkan sudah mencetak all-time high baru di kisaran USD 4.500. Jadi wajar kalau saat ini pasar cenderung defensif, dengan money flow lebih memilih aset aman di tengah geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang masih belum membaik.

Lebih lengkap mengenai insight terbaru dan alasan kenapa Bitcoin bisa turun ke level sekarang, bisa kamu baca di: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/2), BTC diperdagangkan di level $76.113,81, melemah sekitar 2,12% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, seiring melemahnya sentimen pasar kripto global.

Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1,77 triliun, masih kokoh di peringkat pertama aset kripto terbesar dunia.

Namun, tekanan jual yang konsisten membuat investor mulai bersikap lebih defensif, terutama di tengah volatilitas tinggi dan ketidakpastian makroekonomi.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Performa Harga BTC: Koreksi Masih Berlanjut

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $72.897 sebagai level terendah dan $78.974 sebagai level tertinggi.

Meski sempat mencoba rebound, harga gagal mempertahankan momentum dan kembali terkoreksi menjelang penutupan harian.

Jika dilihat dari perspektif jangka menengah, performa BTC masih menunjukkan tren bearish. Dalam 7 hari terakhir, harga Bitcoin turun 14,95%, sementara dalam 30 hari anjlok 18,55%.

Bahkan dalam 90 hari, BTC telah terkoreksi lebih dari 26%, mencerminkan tekanan distribusi yang cukup kuat dari pelaku pasar.

Penurunan ini semakin kontras jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin di level $126.198, yang kini berjarak lebih dari 39% dari harga saat ini.

Aktivitas Perdagangan dan Data Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $35,57 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi meski didominasi oleh tekanan jual.

Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar mengindikasikan bahwa pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh aksi spekulatif jangka pendek ketimbang akumulasi jangka panjang.

Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dengan suplai yang semakin terbatas, volatilitas harga cenderung meningkat ketika sentimen pasar berubah drastis.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,59 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai BTC telah beredar di pasar.

Analisa Teknikal: Area Support Kritis

Secara teknikal, tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga BTC.

Penurunan harian sebesar -2,58% dan pelemahan -0,6% dalam satu jam terakhir menunjukkan bahwa momentum bearish belum sepenuhnya mereda.

Area $72.000–$73.000 kini menjadi zona support penting yang perlu diperhatikan.

Jika level ini ditembus secara meyakinkan, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area psikologis berikutnya di sekitar $70.000.

Sebaliknya, untuk memulai pemulihan jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas resistance $79.000–$80.000.

Tanpa katalis positif yang kuat, setiap kenaikan berpotensi kembali dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh trader.

Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

Sentimen pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

Tekanan dari pasar keuangan global, ketidakpastian kebijakan moneter, serta aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya menjadi faktor yang membebani harga Bitcoin.

Meski demikian, secara fundamental Bitcoin masih dipandang kuat sebagai aset lindung nilai jangka panjang, terutama dengan suplai terbatas dan adopsi institusional yang terus berkembang.

Namun dalam jangka pendek, volatilitas tinggi masih menjadi risiko utama bagi trader dan investor.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang dominan.

Meski posisi fundamental tetap solid, pasar membutuhkan katalis baru untuk membalikkan tren bearish yang sedang berlangsung.

Bagi investor, fase ini dapat menjadi momen untuk bersikap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.

Sementara bagi trader jangka pendek, pergerakan Bitcoin saat ini lebih cocok dimanfaatkan dengan strategi defensif, sembari menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih jelas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

Harga Pi Network (PI) mencatatkan rebound terbatas dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan sekitar 1,30%, menurut pantauan Coinmarketcap pada Rabu (4/2).

Pergerakan ini terjadi setelah PI sempat menyentuh level terendah sepanjang masa (all-time low/ATL) di kisaran $0,15 pada awal pekan.

Meski demikian, secara mingguan PI masih terkoreksi 7,31%, sejalan dengan tekanan yang melanda pasar kripto secara keseluruhan.

Kenaikan harian ini dinilai lebih bersifat reaksi jangka pendek dan spesifik pada aset, bukan sinyal pembalikan tren yang kuat.

Dua faktor utama yang mendorong pergerakan harga PI adalah pembaruan jaringan terkait KYC dan migrasi Mainnet, serta pantulan teknikal dari kondisi oversold.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Menguat 2,17%, Didorong Progres Mainnet

Pembaruan Jaringan dan KYC: Positif Jangka Panjang, Tekanan Jangka Pendek

Pada 2–3 Februari, Pi Core Team mengumumkan pembaruan teknis yang membuka blokir sekitar 2,5 juta pengguna untuk melakukan migrasi ke Mainnet.

Selain itu, lebih dari 700 ribu pengguna tambahan kini dapat mengajukan proses Know Your Customer (KYC).

Langkah ini menjawab kritik komunitas yang selama ini menyoroti rumitnya proses KYC dan lambatnya migrasi ke Mainnet.

Dari sisi fundamental jaringan, pembaruan tersebut merupakan kemajuan penting karena berpotensi meningkatkan jumlah pengguna terverifikasi dan aktivitas on-chain dalam jangka panjang.

Namun, dampak jangka pendeknya terhadap harga dinilai cenderung netral hingga negatif.

Pembukaan akses migrasi berarti lebih banyak token PI yang berpotensi masuk ke pasar, sehingga meningkatkan tekanan suplai.

Dengan kata lain, pembaruan ini belum menciptakan permintaan baru, melainkan lebih bersifat perbaikan operasional.

Reaksi harga yang terjadi saat ini lebih mencerminkan sentimen positif sementara: rasa lega pasar bahwa salah satu hambatan utama ekosistem mulai diselesaikan, bukan perubahan fundamental dalam dinamika permintaan dan penawaran.

Pantulan Teknikal dari Kondisi Oversold

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Selain faktor fundamental, kenaikan harga PI juga dipengaruhi oleh aspek teknikal.

Setelah turun tajam dan mencatat penurunan sekitar 25% dalam 30 hari terakhir, indikator Relative Strength Index (RSI-14) PI berada di level 26,71, zona oversold yang dalam.

Kondisi ini kerap memicu aksi beli spekulatif jangka pendek, terutama dari trader yang mengincar technical bounce. Pantulan inilah yang mendorong kenaikan harga 24 jam terakhir.

Meski demikian, struktur grafik secara keseluruhan masih menunjukkan tren bearish.

Harga PI saat ini masih berada di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama, termasuk Simple Moving Average (SMA) 30 hari di sekitar $0,189.

Indikator MACD juga masih berada di area negatif, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Secara teknikal, area support terdekat berada di sekitar $0,16. Jika level ini gagal dipertahankan, harga berpotensi kembali menguji area $0,15.

Sebaliknya, resistance awal berada di sekitar $0,162–$0,165, yang bertepatan dengan rata-rata pergerakan jangka pendek.

Prospek dan Faktor yang Perlu Dipantau

Kenaikan harga PI saat ini lebih tepat disebut sebagai jeda sementara dalam tren turun, bukan awal reli berkelanjutan.

Untuk mengubah arah tren, pasar membutuhkan katalis permintaan yang nyata, seperti peningkatan penggunaan Mainnet, pertumbuhan aplikasi terdesentralisasi, atau utilitas token yang lebih jelas.

Salah satu faktor risiko utama yang perlu diperhatikan adalah jadwal unlock token pada 13 Februari mendatang, dengan estimasi sekitar 23 juta PI yang berpotensi menambah tekanan jual.

Di sisi lain, sentimen pasar kripto global juga masih berada di zona “Extreme Fear”, yang membatasi minat risiko investor.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Rebound 1,3% harga Pi Network mencerminkan kombinasi pantulan teknikal dari kondisi oversold dan optimisme terbatas atas pembaruan jaringan terbaru.

Meski positif secara operasional, pembaruan KYC dan migrasi Mainnet belum cukup kuat untuk mengubah tren bearish yang sedang berlangsung.

Bagi investor dan holder, pergerakan ini lebih tepat dipandang sebagai technical relief rally yang rapuh.

Tanpa katalis permintaan yang jelas, risiko tekanan lanjutan masih membayangi pergerakan harga PI dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com