Tag Archives: aset kripto

Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

Raksasa stablecoin Tether kembali memperluas jejaknya di industri kripto dengan meluncurkan Mining OS (MOS), sebuah sistem operasi open-source yang dirancang khusus untuk menyederhanakan dan mengefisienkan infrastruktur penambangan Bitcoin.

Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (3/2), langkah ini menandai fase baru ekspansi Tether dari penerbit stablecoin menuju penyedia infrastruktur kripto strategis.

Peluncuran MOS diumumkan ke publik dan langsung menarik perhatian komunitas, mengingat Tether selama ini dikenal sebagai pemain sentral dalam likuiditas pasar kripto global melalui USDT.

Kini, perusahaan tersebut masuk lebih dalam ke lapisan teknis jaringan Bitcoin.

Baca Juga: Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

Apa Itu Mining OS (MOS)?

Mining OS (MOS) adalah sistem operasi terbuka yang dirancang untuk mengelola perangkat keras penambangan Bitcoin secara lebih efisien, modular, dan terstandarisasi.

Dengan pendekatan open-source, MOS dapat digunakan, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh komunitas miner maupun developer di seluruh dunia.

Tujuan utama MOS adalah menyederhanakan kompleksitas operasional mining, mulai dari pengelolaan node, monitoring performa, optimasi hash rate, hingga efisiensi konsumsi energi.

Dengan satu platform terpadu, miner tidak lagi bergantung pada solusi proprietary yang mahal dan tertutup.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat awal Bitcoin: desentralisasi dan transparansi.

Strategi Tether di Balik MOS

Langkah Tether meluncurkan Mining OS tidak berdiri sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tether secara agresif memperluas bisnisnya ke sektor energi, mining, AI, dan infrastruktur digital. MOS menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Tim Research Tokocrypto menilai ekspansi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Ekspansi Tether ke sektor mining memperkuat posisinya sebagai infrastruktur finansial yang lebih luas. Dengan menyediakan OS terbuka, Tether berpotensi meningkatkan dominasi teknisnya dalam jaringan Bitcoin,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Alih-alih hanya menjadi penerbit stablecoin, Tether kini membangun ekosistem yang mencakup likuiditas, komputasi, dan infrastruktur jaringan inti Bitcoin.

Dampak terhadap Desentralisasi Mining Bitcoin

Salah satu kritik terbesar terhadap industri mining Bitcoin saat ini adalah sentralisasi operasional, baik dari sisi pool mining, perangkat keras, maupun software manajemen.

Banyak miner kecil kesulitan bersaing karena biaya tinggi dan ketergantungan pada vendor tertentu.

Dengan MOS yang bersifat open-source, Tether berupaya menurunkan hambatan masuk (barrier to entry) bagi miner skala kecil dan menengah. Jika diadopsi secara luas, MOS dapat:

  • Mengurangi ketergantungan pada software proprietary
  • Meningkatkan interoperabilitas antar perangkat mining
  • Memperluas distribusi kekuatan hash secara global

Hal ini berpotensi memperkuat keamanan jaringan Bitcoin secara keseluruhan.

Efisiensi Operasional dan Potensi Adopsi Global

Selain desentralisasi, efisiensi menjadi fokus utama MOS. Penambangan Bitcoin menghadapi tekanan besar dari sisi biaya energi dan margin keuntungan yang semakin ketat.

Sistem operasi yang lebih ringan, fleksibel, dan mudah dioptimalkan dapat menjadi keunggulan kompetitif.

Bagi miner institusional, MOS menawarkan kontrol yang lebih granular atas infrastruktur mereka. Sementara bagi miner independen, OS ini membuka akses ke teknologi setara tanpa biaya lisensi tinggi.

Namun, adopsi MOS akan sangat bergantung pada stabilitas, keamanan, serta dukungan komunitas pengembang dalam beberapa bulan ke depan.

Implikasi Pasar dan Sentimen Industri

Dari sudut pandang pasar, peluncuran Mining OS memperkuat narasi bahwa Tether bukan lagi sekadar “penerbit USDT”, melainkan pemain infrastruktur kripto global.

Meski dampak langsung terhadap harga Bitcoin atau USDT kemungkinan terbatas, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem yang dibangun Tether.

Investor dan pelaku industri akan memantau apakah MOS benar-benar diadopsi secara luas atau hanya menjadi solusi niche. Keberhasilan proyek ini bisa mendorong Tether semakin dominan di lapisan teknis Bitcoin.

Baca Juga: Apa itu Stablecoin USAT? Stablecoin Baru Tether yang Patuhi Regulasi AS

Peluncuran Tether Mining OS (MOS) menandai langkah signifikan dalam evolusi peran Tether di industri kripto.

Dengan menawarkan sistem operasi mining open-source, Tether berupaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan desentralisasi penambangan Bitcoin secara global.

Jika diimplementasikan dengan baik dan mendapat dukungan komunitas, MOS berpotensi menjadi fondasi baru dalam infrastruktur mining Bitcoin, sekaligus memperkuat posisi Tether sebagai tulang punggung finansial dan teknis ekosistem kripto dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Arcium Resmi Debutkan Mainnet Alpha di Solana

Proyek privasi blockchain Arcium resmi meluncurkan Mainnet Alpha di jaringan Solana, menandai transisi penting dari fase testnet menuju penggunaan langsung di infrastruktur publik.

Peluncuran ini menghadirkan komputasi terenkripsi (encrypted computation) ke ekosistem Solana, sebuah terobosan yang membuka jalan bagi aplikasi keuangan dan data yang mengutamakan kerahasiaan tingkat institusional.

Bersamaan dengan Mainnet Alpha, Umbra diperkenalkan sebagai aplikasi pertama yang berjalan di atas Arcium, berfungsi sebagai shielded finance layer, lapisan keuangan privat yang memungkinkan transaksi dan aktivitas finansial berlangsung secara tersembunyi namun tetap terverifikasi di blockchain.

Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Apa Itu Arcium dan Mengapa Penting?

Arcium adalah protokol yang dirancang untuk memungkinkan privacy-preserving computation, yaitu pemrosesan data secara terenkripsi tanpa harus membuka isi data tersebut ke publik.

Berbeda dengan privasi berbasis mixer atau zero-knowledge yang umumnya fokus pada transaksi, The Block menyebut bahwa Arcium menargetkan lapisan komputasi, termasuk data keuangan, logika aplikasi, dan eksekusi kontrak.

Dengan memilih Solana sebagai fondasi infrastrukturnya, Arcium memanfaatkan throughput tinggi, biaya rendah, dan latensi cepat: kombinasi yang ideal untuk aplikasi privasi skala besar yang menuntut performa tinggi.

Mainnet Alpha menjadi bukti awal bahwa komputasi terenkripsi tidak lagi sebatas eksperimen laboratorium, tetapi mulai siap diuji dalam lingkungan produksi.

Umbra: Debut Lapisan Keuangan Privat di Solana

Sebagai aplikasi perdana, Umbra berperan sebagai lapisan keuangan terlindung (shielded finance) di atas Arcium.

Umbra memungkinkan pengguna, termasuk institusi, melakukan aktivitas finansial tanpa mengekspos detail transaksi, posisi, atau strategi ke jaringan publik.

Fungsi ini menjadi krusial bagi entitas seperti dana institusional, market maker, dan korporasi yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena keterbukaan data blockchain yang ekstrem.

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sebagai fondasi desain baru di ekosistem Solana.

“Peluncuran ini membuka ruang desain baru untuk aplikasi privasi di Solana. Ini langkah awal menuju pasar modal terenkripsi yang menarik bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data transaksi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Solana

Selama ini, Solana dikenal unggul dari sisi performa, namun relatif tertinggal dalam narasi privasi dibanding jaringan lain.

Kehadiran Arcium dan Umbra berpotensi mengisi celah tersebut dengan menghadirkan privacy-by-design tanpa mengorbankan kecepatan.

Beberapa potensi dampak utama bagi Solana antara lain:

  • Meningkatkan daya tarik institusional, terutama untuk use case perdagangan besar dan manajemen aset
  • Diversifikasi aplikasi DeFi, dari yang transparan menuju opsi privat
  • Memperluas use case non-keuangan, seperti data AI, identitas, dan komputasi sensitif

Jika adopsi berjalan sesuai rencana, Arcium dapat menjadi salah satu lapisan middleware penting di ekosistem Solana.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski menjanjikan, Mainnet Alpha masih berada pada tahap awal. Artinya, stabilitas jaringan, keamanan kriptografi, dan pengalaman pengguna masih akan diuji secara ketat.

Selain itu, isu regulasi privasi tetap menjadi bayangan besar. Aplikasi shielded finance kerap berada di area abu-abu kebijakan, terutama di yurisdiksi yang sensitif terhadap anonimitas transaksi.

Oleh karena itu, keberhasilan Arcium tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada bagaimana protokol ini memposisikan diri sebagai solusi privacy-preserving, bukan privacy-evasion.

Implikasi Pasar dan Proyeksi Jangka Menengah

Dari perspektif pasar kripto, peluncuran Mainnet Alpha cenderung menjadi katalis naratif, bukan langsung katalis harga jangka pendek.

Namun, keberhasilan demonstrasi teknologi dan onboarding institusi dapat mendorong minat investor terhadap sektor encrypted finance dan privacy infrastructure.

Tren ini juga selaras dengan meningkatnya kebutuhan privasi data di era AI dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Peluncuran Arcium Mainnet Alpha di Solana, dengan Umbra sebagai aplikasi perdana, menandai langkah awal menuju pasar keuangan terenkripsi di blockchain berperforma tinggi.

Inisiatif ini memperluas batas desain aplikasi Web3, dari transparansi penuh menuju privasi yang terverifikasi.

Meski masih dalam tahap awal, Arcium berpotensi menjadi fondasi penting bagi adopsi institusional di Solana, terutama bagi pelaku pasar yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, keamanan, dan kerahasiaan data.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

Proyek blockchain XELIS resmi merilis Whitepaper versi 2.0, menandai fase baru dalam evolusi jaringan yang sebelumnya dikenal sebagai koin Proof-of-Work (PoW) murni.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (3/2), Pembaruan ini memperluas kapabilitas teknis XELIS dengan menghadirkan smart contracts, dynamic fee mechanism, burn protocol, serta peningkatan kecepatan produksi blok menjadi hanya 5 detik.

Langkah ini dipandang sebagai transisi strategis yang berpotensi mengubah positioning XELIS dari sekadar aset mining menjadi blockchain Layer-1 programmable yang mampu mendukung ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Baca Juga: Radix Gelar Uji Hyperscale Live, Pembuktian Klaim Skalabilitas Layer-1

Transformasi dari PoW Murni ke Programmable Layer-1

Sejak awal, XELIS menempatkan diri sebagai jaringan PoW yang fokus pada efisiensi dan desentralisasi.

Namun, rilis Whitepaper v2.0 menunjukkan ambisi yang lebih besar: menjadikan XELIS sebagai platform blockchain serbaguna yang tidak hanya aman bagi miner, tetapi juga relevan bagi developer dan pengguna aplikasi Web3.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai pergeseran fundamental dalam roadmap proyek yang lebih potensial.

“Transisi strategis dari koin PoW murni menjadi programmable L1. Peningkatan utilitas teknis ini berpotensi menarik minat spekulatif jangka pendek dari komunitas mining dan developer,” ujar tim riset Tokocrypto.

Dengan masuknya smart contracts, XELIS kini membuka pintu bagi berbagai use case baru seperti DeFi, NFT, hingga aplikasi on-chain lainnya yang sebelumnya tidak memungkinkan.

Smart Contracts dan Ekspansi Ekosistem

Salah satu sorotan utama dalam Whitepaper v2.0 adalah implementasi smart contracts.

Fitur ini memungkinkan developer membangun aplikasi terdesentralisasi langsung di atas jaringan XELIS tanpa bergantung pada chain eksternal.

Bagi ekosistem, ini berarti peningkatan utilitas jaringan secara signifikan.

Smart contracts juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap token XELIS, baik untuk biaya transaksi maupun sebagai aset dasar dalam berbagai protokol yang dibangun di atasnya.

Namun, pasar akan mencermati seberapa cepat komunitas developer dapat beradaptasi dan mulai membangun aplikasi nyata, karena adopsi teknis sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan jangka menengah sebuah Layer-1 baru.

Dynamic Fees dan Burn Protocol: Efisiensi dan Tokenomics

Whitepaper terbaru juga memperkenalkan dynamic fees, sebuah mekanisme biaya transaksi yang menyesuaikan kondisi jaringan secara real-time.

Pendekatan ini bertujuan menjaga biaya tetap kompetitif saat trafik rendah, sekaligus mencegah spam ketika aktivitas jaringan meningkat.

Selain itu, XELIS mengadopsi burn protocol, di mana sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen.

Mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai token dalam jangka panjang, terutama jika aktivitas on-chain meningkat seiring pertumbuhan ekosistem.

Kombinasi dynamic fees dan burn protocol menunjukkan fokus tim pengembang pada keberlanjutan ekonomi jaringan, bukan sekadar throughput teknis.

Waktu Blok 5 Detik: Peningkatan Performa Jaringan

Dari sisi performa, XELIS meningkatkan kecepatan produksi blok menjadi 5 detik, jauh lebih cepat dibanding banyak jaringan PoW tradisional.

Peningkatan ini bertujuan memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat dan responsif, sekaligus meningkatkan daya saing XELIS di antara blockchain Layer-1 lainnya.

Kecepatan blok yang lebih singkat juga mendukung use case aplikasi real-time, sebuah faktor penting untuk adopsi dApps dan DeFi.

Dampak Pasar dan Sentimen Jangka Pendek

Dari perspektif pasar, rilis Whitepaper v2.0 berpotensi menjadi katalis sentimen jangka pendek, khususnya di kalangan komunitas mining dan developer yang mencari peluang awal di jaringan baru.

Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa upgrade besar dan perubahan roadmap sering memicu minat spekulatif, meski dampak jangka panjang tetap bergantung pada eksekusi.

Investor akan memantau beberapa hal kunci ke depan: kesiapan implementasi teknis, stabilitas jaringan pasca-upgrade, serta munculnya proyek nyata di atas ekosistem XELIS.

Baca Juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Rilis XELIS Whitepaper v2.0 menandai langkah penting dalam evolusi proyek, dari koin PoW murni menjadi blockchain Layer-1 programmable dengan utilitas yang jauh lebih luas.

Dengan smart contracts, dynamic fees, burn protocol, dan waktu blok 5 detik, XELIS berupaya memperkuat daya saingnya di lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Meski peluang spekulatif jangka pendek terbuka, keberhasilan jangka panjang XELIS akan sangat ditentukan oleh adopsi developer dan pertumbuhan ekosistem aplikasi yang nyata.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 3,7%, Bitcoin Rebound ke Area $78.871

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik setelah mencatatkan rebound signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (3/2), Bitcoin diperdagangkan di level $78.871 per BTC, menguat sekitar 3,7% dalam 24 jam.

Kenaikan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh area terendah harian di $74.844,86, sebelum kembali menguji resistance intraday di kisaran $79.258,61.

Meski demikian, penguatan jangka pendek ini belum sepenuhnya menghapus tekanan bearish yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Gambaran Pasar Bitcoin Saat Ini

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat berada di kisaran $1,77 triliun, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan dominasi terbesar di industri.

Volume perdagangan 24 jam mencapai $35,57 miliar, mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi seiring masuknya minat beli jangka pendek.

Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Fakta ini kembali menegaskan karakter deflasioner Bitcoin, yang secara teori mendukung nilai jangka panjang meski volatilitas jangka pendek tetap tinggi.

Jangka Pendek Menguat, Tren Menengah Masih Tertekan

Secara historis, pergerakan harga Bitcoin masih menunjukkan tekanan dalam beberapa periode waktu:

  • Harian: naik +3,7% atau sekitar $2.817
  • 7 hari: turun -10,91%
  • 30 hari: turun -13,71%
  • 60 hari: turun -14,14%
  • 90 hari: terkoreksi tajam hingga -22,72%

Penurunan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa reli hari ini lebih bersifat teknikal rebound dibandingkan perubahan tren besar.

BTC juga masih berada jauh di bawah all-time high (ATH) di $126.198, dengan koreksi lebih dari 29% dari puncaknya.

Analisa Teknikal: Rebound atau Bull Trap?

Dari sudut pandang teknikal, lonjakan harga hari ini berpotensi dipicu oleh aksi short covering setelah tekanan jual yang intens dalam beberapa pekan terakhir.

Perubahan harga dalam satu jam terakhir yang masih positif (+0,54%) menandakan momentum jangka sangat pendek masih terjaga.

Namun, struktur tren menengah masih menunjukkan kecenderungan bearish.

Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas area psikologis $90.000, potensi koreksi lanjutan masih terbuka.

Area support terdekat berada di kisaran $85.000–$82.000, sementara resistance kuat selanjutnya berada di area $92.000–$95.000.

Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal

Dari sisi sentimen, pasar kripto global masih berada dalam fase kehati-hatian.

Volatilitas Bitcoin meningkat seiring ketidakpastian makroekonomi global, ekspektasi kebijakan suku bunga, serta rotasi modal ke aset berisiko rendah.

Meski Bitcoin tetap dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang oleh investor institusi, pergerakan harga jangka pendek saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan likuiditas pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa penguatan ke area $78.871 memberikan napas segar bagi pasar, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Selama Bitcoin masih berada di bawah resistance kunci dan tren menengah tetap menurun, reli ini berisiko menjadi dead cat bounce.

Level kunci yang perlu dipantau:

  • Support: $85.000 dan $82.000
  • Resistance: $90.000 dan $95.000

Bagi trader jangka pendek, volatilitas saat ini membuka peluang trading berbasis momentum.

Sementara bagi investor jangka panjang, disiplin manajemen risiko dan strategi akumulasi bertahap tetap menjadi pendekatan paling rasional di tengah ketidakpastian pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Menguat 2,17%, Didorong Progres Mainnet

Harga Pi Network (PI) mencatatkan penguatan moderat dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Coinmarketcap pada Rabu (3/2).

Token ini naik sekitar 2,17%, mengungguli kinerja mingguan yang masih mencatat koreksi -8,72%.

Meski demikian, secara gambaran besar, PI masih berada dalam tren turun dengan penurunan sekitar -24,7% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan tekanan struktural yang belum sepenuhnya mereda.

Kenaikan harga jangka pendek ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal, mulai dari terobosan migrasi mainnet, perluasan akses KYC, hingga kondisi pasar yang sudah berada di area oversold.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Progres Migrasi Mainnet Jadi Katalis Positif

Salah satu sentimen yang paling signifikan datang dari pengumuman kemajuan migrasi Mainnet Pi Network.

Pada awal Februari, tim Pi Network membuka blokir sekitar 2,5 juta akun yang sebelumnya tertahan untuk melakukan migrasi ke mainnet.

Akun-akun ini merupakan pengguna aktif yang telah menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC).

Langkah ini dinilai penting karena mengurangi ketidakpastian terkait saldo yang “terkunci” dalam ekosistem Pi.

Selama berbulan-bulan, isu akun yang belum bisa bermigrasi kerap menjadi sumber frustrasi komunitas dan berpotensi memicu tekanan jual ketika token akhirnya bisa dipindahkan.

Bagi pasar, progres ini mengirimkan sinyal bahwa Pi Network terus bergerak menuju target Open Network, sebuah fase krusial yang akan membuka lebih banyak utilitas dan integrasi eksternal.

Namun, investor tetap perlu memantau apakah pengguna yang baru dibuka aksesnya memilih untuk menahan PI atau justru melepasnya ke pasar.

Ekspansi KYC: Dorongan Adopsi atau Risiko Eksekusi?

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Selain migrasi mainnet, Pi Network juga memperluas akses KYC dengan membuka peluang bagi lebih dari 700 ribu pengguna tambahan untuk mengajukan verifikasi.

Inisiatif ini turut diperkuat dengan uji coba teknologi autentikasi baru berbasis palm-print.

Dari sisi positif, peningkatan jumlah pengguna terverifikasi memperkuat legitimasi jaringan, meningkatkan keamanan, serta mendukung adopsi jangka panjang.

Semakin banyak pengguna yang lolos KYC, semakin besar pula potensi ekosistem Pi untuk digunakan dalam aplikasi dunia nyata.

Namun, sentimen pasar terhadap KYC Pi Network masih bersifat campuran. Proses verifikasi yang sebelumnya lambat dan tidak merata sempat memicu ketidakpercayaan komunitas.

Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada eksekusi yang konsisten dan transparan.

Sinyal Teknikal: Rebound dari Area Oversold

Dari sisi analisa teknikal, kenaikan harga PI juga didukung oleh kondisi pasar yang sudah memasuki fase jenuh jual.

Relative Strength Index (RSI-14) tercatat berada di level 27,39, jauh di bawah ambang netral 50 dan masuk kategori oversold.

PI juga memantul dari area support kuat di sekitar $0,151, yang memicu minat beli spekulatif dari trader jangka pendek.

Meski demikian, indikator MACD masih berada di zona negatif, menandakan bahwa tren menengah belum sepenuhnya berbalik bullish.

Dalam waktu dekat, PI menghadapi resistance di area $0,165 (rata-rata pergerakan 7 hari) dan level Fibonacci 23,6% di $0,2003. Tanpa volume yang kuat, peluang penembusan resistance ini masih terbatas.

Unlock Token dan Tren Jangka Panjang

Meski sentimen jangka pendek membaik, tantangan besar masih membayangi Pi Network.

Token PI telah mencatatkan penurunan lebih dari 90% secara tahunan, sementara agenda unlock token masih menjadi ancaman suplai tambahan.

Pasar juga akan mencermati jadwal unlock sekitar 24 juta PI pada 13 Februari, yang berpotensi kembali menekan harga.

,Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,17% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi rebound teknikal dan optimisme terbatas terhadap progres migrasi mainnet serta perbaikan akses KYC.

Namun, tren turun jangka menengah masih dominan, dan risiko suplai dari unlock token tetap menjadi faktor utama.

Level kunci yang perlu diperhatikan:

  • Support: $0,15
  • Resistance: $0,165 dan $0,20

Selama PI mampu bertahan di atas support utama, peluang reli jangka pendek masih terbuka.

Namun, untuk perubahan tren yang lebih solid, pasar menunggu bukti adopsi nyata dan kepastian roadmap Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan.

Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Senin (2/2), harga BTC hari ini berada di level $75.707,60, melemah sekitar 4,48% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan menempatkan Bitcoin dalam fase konsolidasi bearish.

Secara keseluruhan, kondisi pasar kripto masih didominasi sentimen risk-off, dengan investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk aset digital utama seperti Bitcoin.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $74.551,33 dan tertinggi di $79.142,52.

Fluktuasi ini menunjukkan volatilitas yang tetap tinggi, meskipun arah pergerakan masih condong ke bawah.

Penurunan harian sebesar -$3.532,64 (-4,48%) menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Bahkan, dalam skala waktu yang lebih luas, performa Bitcoin terlihat semakin tertekan.

Kinerja BTC dalam Beberapa Periode Waktu

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, pelemahan Bitcoin terlihat konsisten:

  • 7 hari terakhir: turun 13,74%
  • 30 hari: terkoreksi 16,45%
  • 60 hari: turun 19,37%
  • 90 hari: anjlok hingga 29,65%

Angka-angka ini menunjukkan bahwa tren menengah hingga jangka panjang Bitcoin saat ini masih berada dalam fase bearish.

Jarak yang cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 menegaskan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian setelah fase euforia sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

Seiring dengan penurunan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,506 triliun, tetap menjadikannya aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat pertama.

Namun, kapitalisasi pasar yang terdilusi sepenuhnya (FDV) tercatat di $1,582 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi 24 jam mencapai $61,22 miliar.

Volume yang relatif tinggi ini mengindikasikan bahwa minat pasar masih ada, namun sebagian besar aktivitas cenderung bersifat distribusi, bukan akumulasi agresif.

Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Solid

Dari sisi fundamental suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan struktural ini tetap menjadi salah satu pilar utama nilai jangka panjang Bitcoin.

Namun, dalam jangka pendek, faktor makro dan sentimen pasar masih lebih dominan dibandingkan narasi kelangkaan.

Investor cenderung menunda akumulasi besar hingga muncul sinyal stabilisasi harga yang lebih jelas.

Sentimen Pasar dan Level Teknis Penting

Pergerakan harga BTC dalam 1 jam terakhir yang turun 0,93% menunjukkan tekanan jual masih aktif dalam timeframe rendah.

Area $74.500–$75.000 kini menjadi zona support penting yang harus dipertahankan untuk mencegah penurunan lebih dalam.

Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis berikutnya dapat terbuka.

Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan dan memantul dari zona ini, peluang technical rebound jangka pendek masih terbuka, meski dalam konteks tren bearish.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat, dengan koreksi signifikan dalam berbagai timeframe.

Penurunan ke level $75.707 menegaskan dominasi seller di pasar, sementara volatilitas tetap tinggi.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tidak berubah, sentimen jangka pendek hingga menengah masih cenderung negatif.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati level support krusial serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan, karena arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan signifikan, yang terpantau via Coinmarketcap pada Senin (2/2).

Dalam 24 jam terakhir, harga PI turun 5,4% ke level $0,152, memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Penurunan ini terjadi di tengah kombinasi faktor negatif mulai dari lonjakan suplai token, kerusakan struktur teknikal, hingga sentimen pasar kripto global yang memasuki fase risk-off ekstrem.

Pergerakan harga terbaru ini membuat PI semakin terpuruk jauh dari rekor tertingginya, sekaligus memunculkan kekhawatiran baru terkait keberlanjutan nilai token di tengah tekanan fundamental yang belum mereda.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Tekanan Unlock Token Semakin Membesar

Salah satu faktor utama di balik anjloknya harga PI adalah percepatan unlock token. Sepanjang Februari 2026, lebih dari 133 juta token PI telah masuk ke sirkulasi.

Jumlah ini hanyalah bagian awal dari total sekitar 1,3 miliar token PI yang dijadwalkan akan dilepas ke pasar dalam 12 bulan ke depan.

Dengan rata-rata unlock harian mencapai 4,6 juta PI, tekanan suplai meningkat drastis.

Dalam kondisi permintaan yang lemah, mekanisme ini secara langsung menggerus kelangkaan token dan menciptakan overhang suplai yang sulit diserap pasar.

Lonjakan volume perdagangan hingga 300% ke kisaran $28 juta dalam 24 jam justru mengindikasikan bahwa sebagian besar aktivitas berasal dari aksi jual, bukan akumulasi.

Hal ini memperkuat sinyal bahwa investor dan holder memanfaatkan setiap reli kecil sebagai peluang untuk keluar dari posisi.

Breakdown Teknikal Memperburuk Sentimen

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari sisi analisis teknikal, kondisi PI saat ini berada dalam fase yang sangat rentan.

Harga resmi menembus support psikologis di $0,20, level yang sebelumnya dianggap sebagai zona pertahanan utama.

Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dan mempercepat pelemahan harga.

Indikator RSI (14) berada di level 21,81, menandakan kondisi oversold ekstrem. Namun, sinyal oversold ini belum diikuti dengan konfirmasi pembalikan arah (reversal).

Indikator MACD masih menunjukkan momentum bearish tanpa adanya divergensi positif yang signifikan.

Selain itu, harga PI kini berada di bawah seluruh moving average utama, dengan SMA 7 hari di $0,1666 dan SMA 30 hari di $0,1925.

Struktur ini mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek hingga menengah.

Jika tekanan jual berlanjut, area $0,15 menjadi support krusial berikutnya. Kegagalan bertahan di level tersebut berpotensi membuka jalan menuju area psikologis $0,10.

Sentimen Pasar Kripto Masuk Fase Extreme Fear

Tekanan terhadap PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin turun sekitar 5% ke area $83.000, menyeret mayoritas altcoin ke zona merah.

Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 6%, sementara Fear & Greed Index jatuh ke level 15, menandakan kondisi extreme fear.

Dalam fase seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi, termasuk altcoin dengan fundamental dan likuiditas yang relatif lemah.

Meski demikian, penurunan PI terbilang jauh lebih dalam dibanding pasar secara umum.

Dari rekor tertingginya di $2,98, harga PI telah terkoreksi sekitar 93%, jauh melampaui penurunan rata-rata pasar kripto dalam 30 hari terakhir.

Baca Juga: Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

Pelemahan harga Pi Network mencerminkan kombinasi berbahaya antara tokenomics yang inflasioner, struktur teknikal yang rusak, dan psikologi pasar yang rapuh.

Meski indikator RSI menunjukkan kondisi oversold yang secara teori bisa memicu rebound jangka pendek, tekanan dari pipeline unlock 1,3 miliar token membuat potensi pemulihan terlihat terbatas tanpa katalis kuat.

Fokus utama investor saat ini adalah level $0,15. Jika support ini gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi berlanjut dan membawa PI mencetak level terendah baru.

Pasar akan terus memantau apakah ada tanda akumulasi besar atau perubahan fundamental yang mampu mengubah arah tren dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hong Kong Perkuat Posisi Global Connector Kripto, Bidik Dana Institusi

Hong Kong semakin agresif memantapkan posisinya sebagai pusat kripto global.

Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, Johnny Ng, menegaskan visi kota tersebut sebagai “global connector”, penghubung strategis antara pasar modal Barat dan inovasi teknologi Timur, khususnya dari China Daratan.

Sebagaimana dilaporkan Coindesk pada Senin (2/2), Ng mengungkapkan bahwa arah kebijakan kripto Hong Kong pada 2026 akan bergeser dari sekadar lisensi ritel menuju penguatan infrastruktur inti yang mendukung aktivitas institusional berskala besar.

Fokus utama akan mencakup regulasi custody aset digital, perdagangan over-the-counter (OTC), serta fasilitasi transaksi dengan volume tinggi.

Langkah ini mempertegas ambisi Hong Kong untuk menjadi yurisdiksi kripto paling matang dan ramah institusi di Asia, bahkan global.

Baca Juga: ETF Solana Pertama Resmi Disetujui Hong Kong, Awal Bull Run SOL?

Fokus Regulasi 2026: Custody, OTC, dan Likuiditas Institusional

Menurut Johnny Ng, tahap awal regulasi kripto Hong Kong yang menitikberatkan pada perlindungan investor ritel kini telah memasuki fase lanjutan.

Pada 2026, regulator akan memprioritaskan fondasi pasar yang dibutuhkan oleh bank, fund manager, dan investor institusi.

Aturan custody menjadi krusial karena menyangkut keamanan aset digital bernilai miliaran dolar. Di sisi lain, regulasi OTC diperlukan untuk mengakomodasi transaksi besar tanpa mengganggu harga pasar.

Infrastruktur perdagangan volume tinggi juga dipersiapkan untuk memastikan likuiditas dan efisiensi setara dengan pasar keuangan tradisional.

Pendekatan ini menandai transisi Hong Kong dari sekadar crypto-friendly menjadi crypto-infrastructure hub yang siap menampung arus dana institusional global.

“Parit Regulasi” untuk Menarik Modal Global

Tim Research Tokocrypto menilai strategi Hong Kong sebagai langkah membangun “regulatory moat” atau parit regulasi yang sulit ditiru oleh yurisdiksi lain.

“Hong Kong membangun parit regulasi strategis dengan memanfaatkan sistem hukum Common Law dan akses modal bebas. Ini menarik arus dana institusional yang mencari kepastian hukum di tengah ketidakpastian regulasi AS,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Berbeda dengan Amerika Serikat yang masih dibayangi ketidakjelasan aturan dan potensi penegakan hukum agresif, Hong Kong menawarkan kepastian hukum, transparansi regulasi, dan jalur kepatuhan yang jelas. Hal ini menjadikannya destinasi alternatif bagi institusi global yang ingin tetap terekspos ke aset kripto tanpa risiko regulasi berlebihan.

Jembatan Barat dan Timur di Era Web3 dan AI

Keunggulan strategis Hong Kong tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi juga posisinya sebagai gerbang utama China ke pasar global.

Meski China Daratan masih membatasi perdagangan kripto secara langsung, inovasi di sektor Web3, blockchain, dan AI terus berkembang pesat.

Hong Kong berperan sebagai buffer zone yang memfasilitasi masuknya inovasi teknologi dari Timur ke pasar modal Barat dengan kerangka hukum internasional.

Dalam konteks ini, kota tersebut bukan hanya pusat perdagangan aset digital, tetapi juga hub integrasi teknologi dan modal global.

Bagi investor institusi, kombinasi ini menciptakan peluang unik: akses ke inovasi Asia dengan standar kepatuhan dan perlindungan hukum ala Barat.

Implikasi bagi Pasar Kripto Global

Reposisi Hong Kong sebagai global connector berpotensi mengubah peta kekuatan kripto dunia.

Jika regulasi custody dan OTC berhasil diimplementasikan secara efektif, Hong Kong bisa menjadi pusat likuiditas institusional Asia, menyaingi bahkan melengkapi peran Singapura dan Dubai.

Arus dana institusional yang masuk juga berpotensi meningkatkan stabilitas pasar, memperdalam likuiditas, dan mempercepat adopsi aset digital di sektor keuangan tradisional.

Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan strategi ini bergantung pada konsistensi kebijakan, koordinasi regulator, serta kemampuan Hong Kong menjaga keseimbangan antara inovasi dan manajemen risiko.

Baca Juga: Hong Kong Bersiap Ketatkan Pajak Kripto! Aturan Baru Mulai 2028

Dengan fokus regulasi 2026 pada infrastruktur dasar kripto, Hong Kong menegaskan ambisinya sebagai penghubung global antara Barat dan Timur.

Di tengah ketidakpastian regulasi AS, pendekatan pro-institusi berbasis kepastian hukum ini menjadi daya tarik kuat bagi modal global.

Jika dieksekusi dengan baik, Hong Kong berpeluang menjadi epicentrum baru ekosistem kripto institusional, sekaligus gerbang utama inovasi Web3 dan AI dari Asia ke panggung dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $84.121,85, menguat sekitar +1,97% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah tekanan jual yang mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, secara keseluruhan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu kepastian arah tren berikutnya.

Menurut catatan Tokocrypto pada Sabtu (31/1), kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di kisaran $1,67 triliun, menempatkannya tetap sebagai aset kripto terbesar nomor satu secara global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Pergerakan Harga Bitcoin Hari Ini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga terendah $81.765,07 dan tertinggi $84.466,36.

Area ini menjadi zona penting yang mencerminkan tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pembalikan arah oleh pembeli.

Secara intraday, BTC juga mencatatkan kenaikan +0,35% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya minat beli jangka pendek.

Sementara itu, perubahan harga harian tercatat +2,14%, memperkuat narasi bahwa Bitcoin sedang mencoba membentuk rebound teknikal.

Namun, dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mengalami penurunan -6,4%, yang menunjukkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.

Kinerja Historis BTC: Koreksi Masih Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditinjau dari data historis, performa Bitcoin dalam beberapa periode terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

  • 30 hari terakhir: turun -4,26%
  • 60 hari terakhir: turun -2,64%
  • 90 hari terakhir: terkoreksi tajam -23,58%

Penurunan signifikan dalam 90 hari terakhir ini membuat harga BTC masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Kondisi tersebut mencerminkan sentimen risk-off yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

Likuiditas dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai $58,77 miliar, menandakan likuiditas pasar masih relatif sehat.

Tingginya volume ini menunjukkan bahwa meski harga berfluktuasi, minat transaksi terhadap Bitcoin tetap kuat.

Pasokan beredar Bitcoin saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan inflasi Bitcoin secara struktural tetap sangat rendah, menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,76 triliun, selaras dengan kondisi suplai yang hampir sepenuhnya beredar.

Analisa Sentimen dan Level Teknis Penting

Dari sisi teknikal, area $81.000–$82.000 kini menjadi zona support penting yang berhasil dipertahankan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound lanjutan masih terbuka.

Sementara itu, level $84.500–$85.000 menjadi resistance terdekat.

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, target berikutnya berada di kisaran $88.000–$90.000, yang juga merupakan level psikologis penting bagi pasar.

Namun, kegagalan menembus resistance dapat membuat Bitcoin kembali bergerak sideways dengan volatilitas tinggi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin mulai bangkit ke level $84.121, didukung oleh kenaikan harian hampir 2% dan volume perdagangan yang tetap solid.

Meski masih berada dalam tren koreksi jangka menengah, sinyal rebound teknikal mulai terlihat.

Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen krusial untuk mencermati pergerakan harga di area support dan resistance utama.

Selama Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan tidak kembali menembus support kunci, peluang pemulihan bertahap tetap terbuka—meski volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan harga BTC dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

Harga Pi Network (PI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,54% dalam 24 jam terakhir, bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar kripto yang masih berada dalam tekanan.

Lonjakan ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat PI sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 95% dari puncak harga tahun 2025.

Kenaikan harga PI kali ini dinilai bukan didorong oleh perubahan fundamental besar, melainkan kombinasi faktor teknikal, pergeseran perilaku whale, serta sejumlah pembaruan kecil pada ekosistem.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (31/1), kondisi ini membuat reli PI lebih tepat disebut sebagai technical rebound atau relief rally.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Rebound dari Kondisi Oversold Ekstrem

Salah satu pemicu utama penguatan harga Pi Network adalah kondisi teknikal yang sangat jenuh jual.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sempat turun ke level 27,6, menjadi titik terendah sejak Oktober 2025.

Level RSI di bawah 30 secara umum dianggap sebagai sinyal oversold ekstrem, yang sering kali memicu aksi beli spekulatif.

Selain itu, indikator MACD yang berada di area negatif (-0,00208) mengindikasikan tekanan bearish mulai kehilangan momentum.

Kombinasi ini mendorong trader jangka pendek untuk masuk, terutama setelah harga PI mampu mempertahankan area support penting di sekitar $0,16.

Dari sisi teknikal, level $0,175 kini menjadi area pivot krusial. Jika PI mampu bertahan dan mencatatkan penutupan harian di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Namun, zona $0,20–$0,202 yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 23,6% diperkirakan menjadi resistance kuat dalam waktu dekat.

Aktivitas Whale Berubah, Tekanan Jual Mereda

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Faktor kedua yang turut mendukung reli harga PI adalah perubahan perilaku dari pemegang besar (whale).

Data on-chain menunjukkan bahwa whale terbesar Pi Network, yang menguasai sekitar 384 juta PI atau setara lebih dari $64 juta, menghentikan aksi jualnya setelah sebelumnya melakukan akumulasi selama 17 hari berturut-turut.

Meski whale tersebut juga tidak melanjutkan pembelian, absennya tekanan jual dari alamat besar ini memberikan stabilitas sementara pada harga PI.

Selain itu, arus masuk token ke bursa tercatat menurun drastis menjadi sekitar 2 juta PI per hari, jauh lebih rendah dibandingkan jadwal unlock bulanan yang mencapai 35 juta PI pada Februari.

Namun demikian, risiko struktural masih membayangi. Sepanjang tahun 2026, Pi Network dijadwalkan membuka sekitar 1,3 miliar token PI, atau rata-rata 17 juta PI per bulan.

Jumlah ini berpotensi kembali menekan harga jika permintaan tidak tumbuh signifikan.

Update Ekosistem Beri Dorongan Psikologis

Dari sisi pengembangan, Pi Network juga mencatatkan beberapa pembaruan minor yang memberikan sentimen positif.

Pada Januari 2026, tim Pi memperkenalkan Test-Pi payment tools, yang memungkinkan uji coba sistem pembayaran berbasis PI.

Selain itu, kemitraan dengan CiDi Games diumumkan sebagai bagian dari upaya memperluas use case token PI.

Meski adopsi nyata dari pembaruan ini masih sangat terbatas dan belum menyentuh sektor DeFi atau open ecosystem yang lebih luas, langkah tersebut setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan proyek masih berjalan.

Bagi komunitas, hal ini menjadi dorongan psikologis setelah periode panjang tekanan harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Kenaikan harga Pi Network sebesar 6,54% dalam 24 jam lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental mendasar.

Kondisi oversold ekstrem, berkurangnya tekanan jual dari whale, serta update ekosistem skala kecil menjadi katalis utama reli ini.

Namun, dengan RSI yang masih berada di bawah 30 (29,23) dan jadwal unlock token yang agresif, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut.

Area $0,17 kini menjadi level kunci yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali melemah dan menguji area $81.000, tekanan jual terhadap PI berpotensi kembali meningkat.

Bagi investor, fase ini lebih cocok dipandang sebagai reli teknikal jangka pendek, sambil terus memantau data on-chain, pergerakan whale, dan perkembangan fundamental Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com