Tag Archives: aset kripto

Founder Zigchain Perpanjang Lock Token hingga 2026, Sinyal Kenaikan?

Proyek blockchain Zigchain kembali menjadi sorotan setelah para pendirinya (founders) secara resmi memperpanjang periode lock token mereka selama satu tahun hingga Januari 2026, menurut laporan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1).

Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terkait potensi aksi jual besar-besaran (dump) dari insider.

Dalam industri kripto, isu tokenomics dan perilaku insider sering kali menjadi faktor krusial yang memengaruhi kepercayaan investor.

Oleh karena itu, kebijakan perpanjangan lock-up dari pihak founder Zigchain ini dinilai sebagai sinyal positif yang dapat memperbaiki sentimen pasar terhadap proyek tersebut.

Baca Juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

Apa Arti Perpanjangan Lock Token bagi Investor?

Perpanjangan lock token berarti token yang dimiliki oleh founder tetap tidak dapat diperdagangkan atau dijual di pasar hingga periode tertentu berakhir.

Dengan memperpanjang lock-up hingga Januari 2026, para pendiri Zigchain secara efektif menunda potensi tekanan jual dari token insider dalam jangka menengah.

Langkah ini penting karena salah satu risiko utama dalam proyek kripto tahap awal adalah dump token oleh founder atau tim inti, yang dapat memicu penurunan harga tajam dan merusak kepercayaan komunitas.

Dengan meniadakan risiko tersebut dalam satu tahun ke depan, Zigchain memberikan kepastian tambahan bagi investor ritel maupun institusional.

Sinyal Kepercayaan Founder terhadap Masa Depan Proyek

Tim Research Tokocrypto menilai keputusan ini sebagai sinyal kepercayaan internal yang kuat. Dalam keterangannya, mereka menyebut bahwa lock-up extension mencerminkan keyakinan founder terhadap prospek jangka panjang Zigchain, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek dari fluktuasi harga.

“Lock-up extension adalah sinyal kepercayaan founder yang kuat, berpotensi meningkatkan trust investor dan demand. Media coverage positif memperkuat efek ini, mengindikasikan probabilitas price movement yang baik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dalam konteks psikologi pasar, tindakan ini juga memiliki efek reputasional.

Founder yang bersedia mengunci aset mereka lebih lama menunjukkan bahwa mereka “berada di perahu yang sama” dengan investor, sehingga kepentingan jangka panjang kedua belah pihak menjadi selaras.

Dampak terhadap Sentimen dan Potensi Harga

Secara historis, pengumuman perpanjangan lock token sering kali direspons positif oleh pasar, terutama pada proyek dengan kapitalisasi kecil hingga menengah.

Berkurangnya risiko suplai mendadak dapat menciptakan supply shock positif, di mana jumlah token yang beredar lebih terbatas dibandingkan potensi permintaan.

Selain itu, liputan media yang positif terhadap keputusan ini berpotensi meningkatkan eksposur Zigchain di kalangan investor baru.

Kombinasi antara sentimen positif dan narasi “founder commitment” sering kali menjadi katalis jangka pendek hingga menengah bagi pergerakan harga.

Namun demikian, analis juga mengingatkan bahwa efek lock-up extension bukanlah jaminan kenaikan harga secara instan.

Faktor fundamental lain seperti perkembangan produk, adopsi jaringan, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan tetap menjadi variabel penentu.

Konteks Lebih Luas: Tren Transparansi di Industri Kripto

Keputusan Zigchain ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana proyek-proyek mulai menekankan transparansi tokenomics dan tata kelola yang sehat. Investor kini semakin kritis terhadap distribusi token dan jadwal unlock, terutama setelah banyak kasus insider dump yang merugikan pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan memperpanjang lock token secara sukarela, Zigchain berusaha menempatkan dirinya sebagai proyek yang mengedepankan keberlanjutan dan akuntabilitas, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

Baca Juga: BNB Chain Cetak Rekor US$20,9 Miliar, Harga BNB Bangkit ke US$860

Perpanjangan periode lock token founder Zigchain hingga Januari 2026 merupakan langkah strategis yang memperkuat narasi komitmen jangka panjang proyek.

Kebijakan ini mengurangi risiko tekanan jual dari insider, meningkatkan kepercayaan investor, serta berpotensi memperbaiki sentimen pasar terhadap token Zigchain.

Meski dampak positif terhadap harga tidak bisa dijamin secara langsung, langkah ini memberikan fondasi psikologis dan struktural yang lebih sehat bagi pertumbuhan ekosistem Zigchain ke depan.

Bagi investor, keputusan ini dapat dipandang sebagai sinyal positif, terutama jika diiringi dengan progres nyata dalam pengembangan produk dan adopsi jaringan dalam beberapa bulan mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XDC Network Aktifkan Upgrade Cancun, Fokus Perkuat Stabilitas

XDC Network resmi mengaktifkan upgrade Cancun V2.6.8 pada Block 98.800.200, menandai langkah lanjutan dalam upaya meningkatkan stabilitas dan keandalan jaringan.

Menurut catatan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), Upgrade ini dikategorikan sebagai hard fork bersifat maintenance, dengan fokus utama pada pembaruan node serta optimalisasi operasional jaringan, bukan pada penambahan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics.

Berbeda dengan hard fork besar yang biasanya membawa fitur inovatif atau narasi baru bagi pengguna ritel, Cancun V2.6.8 lebih diarahkan untuk memastikan fondasi teknis XDC Network tetap kuat dan stabil dalam jangka panjang.

Baca Juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

Apa Itu Upgrade Cancun V2.6.8?

Upgrade Cancun V2.6.8 merupakan pembaruan protokol yang mengharuskan validator dan operator node XDC untuk melakukan penyesuaian versi perangkat lunak mereka.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas jaringan, kompatibilitas node, serta efisiensi operasional di level infrastruktur.

Hard fork jenis ini umumnya dilakukan secara berkala oleh blockchain Layer-1 untuk menjaga performa jaringan tetap optimal, meminimalkan bug, dan memastikan sinkronisasi antar node berjalan lancar.

Meski jarang menarik perhatian publik luas, upgrade semacam ini krusial bagi keberlangsungan ekosistem blockchain.

Fokus Teknis, Bukan Katalis Spekulatif

Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa upgrade Cancun V2.6.8 tidak dirancang sebagai pemicu hype pasar.

Dalam keterangannya, mereka menilai bahwa dampak upgrade ini terhadap sentimen ritel dan aktivitas trading kemungkinan terbatas.

“Hard fork ini bersifat teknis dan ditujukan untuk validator, bukan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics. Retail awareness dan hype spekulatif kemungkinan terbatas. Ini terutama operasional, bukan katalis trading yang kuat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menempatkan upgrade Cancun V2.6.8 sebagai langkah defensif dan preventif, bukan ofensif dalam menarik perhatian pasar.

Mengapa Upgrade Maintenance Tetap Penting?

Meskipun tidak membawa fitur baru yang langsung dirasakan pengguna, upgrade maintenance memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan.

Blockchain yang mengabaikan pembaruan teknis berisiko menghadapi masalah seperti downtime, ketidaksinkronan node, atau kerentanan keamanan.

Bagi XDC Network, yang memposisikan diri sebagai blockchain enterprise-ready dengan fokus pada use case institusional dan trade finance, stabilitas jaringan merupakan faktor krusial. Klien enterprise dan mitra institusional cenderung mengutamakan reliabilitas dibandingkan inovasi spekulatif jangka pendek.

Dampak terhadap Validator dan Ekosistem

Bagi validator, upgrade Cancun V2.6.8 menuntut kesiapan operasional untuk memastikan node mereka tetap kompatibel dan berfungsi optimal setelah hard fork. Validator yang gagal memperbarui sistem berisiko mengalami gangguan partisipasi dalam konsensus jaringan.

Sementara itu, bagi developer dan pengguna aplikasi di atas XDC Network, upgrade ini diharapkan berjalan mulus tanpa gangguan berarti. Hard fork maintenance umumnya dirancang agar tidak mengganggu aktivitas aplikasi yang sudah berjalan, selama seluruh infrastruktur pendukung telah diperbarui dengan benar.

Implikasi terhadap Harga Token XDC

Dari sisi pasar, upgrade ini diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga token XDC dalam jangka pendek.

Tanpa perubahan tokenomics, insentif baru, atau fitur yang meningkatkan permintaan jaringan secara langsung, pergerakan harga cenderung mengikuti sentimen pasar kripto secara umum.

Namun, dalam perspektif jangka panjang, konsistensi dalam melakukan upgrade teknis dapat memperkuat fundamental jaringan.

Blockchain yang stabil dan terawat dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dan menarik mitra strategis.

Baca Juga: Alasan Mengapa Upgrade Dencun Ethereum Sangat Penting

Aktivasi upgrade Cancun V2.6.8 menegaskan komitmen XDC Network dalam menjaga stabilitas dan keandalan infrastruktur blockchain-nya.

Meski tidak membawa fitur baru atau katalis spekulatif yang besar, langkah ini penting untuk memastikan jaringan tetap aman, efisien, dan siap mendukung use case enterprise.

Bagi investor, upgrade ini lebih relevan sebagai indikator kesehatan teknis jaringan ketimbang peluang trading jangka pendek.

Sementara bagi validator dan pelaku ekosistem, Cancun V2.6.8 menjadi pengingat bahwa fondasi teknis yang kuat tetap menjadi kunci keberlanjutan blockchain dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan setelah turun 6,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,161, memperpanjang tren bearish dengan penurunan 21,8% secara bulanan.

Performa ini juga mencerminkan lemahnya minat pasar terhadap aset berisiko di tengah kondisi pasar kripto global yang sedang berada dalam fase risk-off ekstrem.

Sejumlah faktor fundamental dan teknikal dinilai berkontribusi terhadap pelemahan harga PI, mulai dari tekanan suplai akibat unlock token, struktur teknikal yang rapuh, hingga memburuknya sentimen pasar secara luas.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Unlock Token Kian Membesar

Tekanan Unlock Token Masih Jadi Isu Utama

Salah satu faktor paling signifikan yang membebani harga PI adalah lonjakan suplai token yang beredar.

Sepanjang Januari 2026, Coinmarketcap melaporkan pada Minggu (1/2) bahwa sekitar 134–142 juta PI telah masuk ke sirkulasi, menjadikannya unlock bulanan terbesar sepanjang tahun ini.

Dengan harga saat ini, nilai token yang dilepas ke pasar diperkirakan mencapai $21,5–$22,9 juta.

Tekanan ini belum mereda, karena pada Februari mendatang masih terdapat jadwal unlock tambahan sekitar 98–130 juta PI.

Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, terutama ketika minat beli relatif lemah.

Data on-chain menunjukkan arus masuk ke exchange rata-rata mencapai 2 juta PI per hari, mengindikasikan kecenderungan holder untuk melepas token mereka.

Di sisi lain, paus terbesar Pi Network yang memegang sekitar 384 juta PI juga tercatat menghentikan aktivitas akumulasi sejak lebih dari dua minggu terakhir, menghilangkan salah satu pilar penopang harga.

Struktur Teknikal Kian Melemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari perspektif analisis teknikal, PI menunjukkan struktur bearish yang semakin jelas.

Harga saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 7 hari di $0,169 dan SMA 30 hari di $0,194.

Break di bawah area support $0,173 mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Sementara itu, Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 22,24, menandakan kondisi oversold ekstrem.

Namun, sejarah pergerakan harga PI menunjukkan bahwa kondisi oversold belum tentu diikuti oleh rebound signifikan, terutama jika tekanan suplai masih berlanjut.

Sementara itu, MACD histogram yang negatif (-0,0021) mengonfirmasi momentum bearish yang belum menunjukkan tanda pembalikan.

Dalam skenario pemulihan, area Fibonacci retracement di $0,165 hingga $0,176 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus tanpa katalis tambahan.

Sentimen Pasar Global Ikut Menekan

Pelemahan PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global turun 6,06% ke sekitar $2,67 triliun.

Sentimen investor tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang jatuh ke level 18, menandakan kondisi “extreme fear”.

Dominasi Bitcoin meningkat ke 59,03%, menunjukkan arus modal yang kembali terkonsentrasi ke aset utama, sementara altcoin berkapitalisasi kecil seperti PI mengalami kekeringan likuiditas.

Volume perdagangan PI sendiri tercatat turun 51,45% menjadi $28,1 juta, memperbesar volatilitas dan mempercepat pergerakan turun harga.

Prospek Jangka Pendek: Masih Penuh Tantangan

Kombinasi antara tekanan tokenomics, lemahnya struktur teknikal, dan sentimen pasar yang defensif menciptakan kondisi yang menantang bagi PI dalam jangka pendek.

Meski kondisi oversold berpotensi memicu technical bounce, arah tren utama masih cenderung menurun selama tidak ada katalis fundamental yang signifikan.

Beberapa faktor yang dapat mengubah narasi ke depan antara lain pengurangan laju unlock, mekanisme burn token, atau pengumuman listing di exchange besar. Tanpa itu, pasar cenderung tetap berhati-hati.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Penurunan harga Pi Network ke $0,161 mencerminkan tekanan struktural yang masih kuat, terutama dari sisi suplai dan sentimen.

Dengan unlock token lanjutan di depan mata dan minimnya dukungan teknikal, PI berada dalam fase kritis.

Level $0,1515, yang merupakan titik terendah akhir Januari, kini menjadi area support kunci. Jika level ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan menuju area psikologis $0,13 semakin terbuka.

Bagi investor, kehati-hatian dan pemantauan ketat terhadap data unlock serta arus exchange menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas PI ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat setelah BTC tercatat turun 6,15% dalam 24 jam terakhir ke level $78.888,59, dipantau Tokocrypto pada Minggu (1/2).

Penurunan ini memperpanjang tren bearish jangka menengah, di mana Bitcoin telah melemah 11,10% dalam 30 hari dan anjlok lebih dari 27% dalam 90 hari terakhir dari level puncaknya.

Kondisi ini menandai salah satu fase koreksi terdalam Bitcoin sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, sekaligus menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar kripto secara global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.

Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.

Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar.

Kapitalisasi Pasar Tergerus Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.

Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.

Tekanan Jangka Menengah dan Panjang

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan struktural.

Dalam 60 hari, BTC telah turun 15,66%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 27,03%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pullback ringan, melainkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sebelumnya.

Investor jangka menengah terlihat masih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk secara agresif.

Faktor Sentimen dan Psikologi Pasar

Pelemahan Bitcoin hari ini tidak berdiri sendiri. Secara umum, pasar kripto global tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

Ketidakpastian ekonomi global, tekanan likuiditas, serta sentimen kehati-hatian investor turut memperburuk kondisi.

Dalam situasi seperti ini, Bitcoin yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif justru ikut tertekan karena korelasinya yang masih kuat dengan aset berisiko lainnya.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $75.000–$76.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area psikologis $70.000 terbuka lebar.

Sementara itu, di sisi atas, area $83.000–$85.000 kini berperan sebagai resistance terdekat.

Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan kuat, dengan penurunan 6,15% dalam 24 jam terakhir dan pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sentimen risk-off, tekanan teknikal, serta distribusi volume tinggi menjadi faktor utama yang menahan potensi pemulihan harga.

Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren atau katalis makro yang jelas, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

Level support di area $75.000 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Ekosistem Filecoin (FIL) memasuki babak baru setelah resmi meluncurkan Onchain Cloud di mainnet, sebuah platform cloud terdesentralisasi yang menghadirkan layanan penyimpanan dan komputasi berbasis blockchain secara end-to-end.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Minggu (1/2), peluncuran ini menjadi salah satu milestone terpenting dalam evolusi Filecoin, karena untuk pertama kalinya layanan cloud dapat dijalankan dengan verifikasi on-chain, kecepatan tinggi, dan pembayaran yang sepenuhnya programmable.

Onchain Cloud dirancang untuk menjawab keterbatasan layanan cloud tradisional yang masih bergantung pada penyedia terpusat, sekaligus memperluas utilitas Filecoin dari sekadar jaringan penyimpanan terdesentralisasi menjadi infrastruktur cloud Web3 yang komprehensif.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 7 November 2025: Filecoin Beraksi Lawan Koreksi

Apa Itu Filecoin Onchain Cloud?

Filecoin Onchain Cloud adalah platform cloud terdesentralisasi yang mengintegrasikan tiga komponen utama: verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments.

Seluruh proses — mulai dari penyimpanan data, pengambilan, hingga pembayaran sehingga dapat diverifikasi dan dieksekusi langsung di blockchain.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu lagi mempercayai penyedia layanan cloud secara penuh.

Setiap data yang disimpan dapat diverifikasi keabsahannya secara kriptografis, sementara proses retrieval dirancang agar tetap kompetitif dari sisi kecepatan.

Selain itu, sistem pembayaran yang programmable memungkinkan kontrak pintar mengatur skema biaya, insentif, dan SLA (service-level agreement) secara otomatis tanpa perantara.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Filecoin

Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa peluncuran mainnet Onchain Cloud berpotensi menjadi katalis penting bagi Filecoin.

Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa fitur unik seperti verifiable onchain cloud services kerap memicu price action signifikan di sekitar periode peluncuran.

“Milestone ini memperluas utilitas dan ekosistem Filecoin, berpotensi menarik perhatian dan investasi baru di sekitar window peluncuran,” ungkap tim research Tokocrypto.

Pandangan ini sejalan dengan pola historis di pasar kripto, di mana upgrade jaringan berskala besar dan peluncuran produk inti sering menjadi pemicu peningkatan aktivitas on-chain, adopsi developer, serta spekulasi pasar.

Mengapa Onchain Cloud Penting untuk Web3?

Dalam konteks Web3, kebutuhan akan infrastruktur cloud yang benar-benar terdesentralisasi semakin mendesak.

Banyak aplikasi Web3 masih bergantung pada cloud Web2 untuk penyimpanan data dan backend, yang menciptakan paradoks desentralisasi.

Onchain Cloud Filecoin menawarkan solusi atas masalah tersebut dengan menghadirkan trust-minimized infrastructure, di mana transparansi dan verifikasi menjadi standar, bukan fitur tambahan.

Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan aplikasi Web3 seperti DeFi, NFT, AI terdesentralisasi, hingga data marketplace yang membutuhkan jaminan integritas data.

Potensi Dampak terhadap Harga FIL

Dari sisi pasar, peluncuran Onchain Cloud di mainnet berpotensi meningkatkan narrative value Filecoin di mata investor.

Dengan utilitas yang semakin luas, Filecoin tidak lagi hanya diposisikan sebagai “decentralized storage”, melainkan sebagai foundational cloud layer untuk Web3.

Jika adopsi developer dan penggunaan jaringan meningkat pasca peluncuran, hal ini dapat berdampak positif terhadap permintaan token FIL, baik sebagai alat pembayaran layanan maupun insentif jaringan.

Namun, seperti biasa, respons harga akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan dan sentimen makro global.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski menjanjikan, Onchain Cloud juga menghadapi tantangan besar, termasuk persaingan dengan solusi cloud terdesentralisasi lain serta ekspektasi performa yang tinggi dari pengguna.

Keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada pengalaman pengguna, stabilitas jaringan, dan dukungan ekosistem developer.

Namun demikian, peluncuran mainnet ini menegaskan komitmen Filecoin untuk terus berinovasi dan memperluas perannya dalam ekosistem blockchain global.

Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

Peluncuran Filecoin Onchain Cloud di mainnet menjadi tonggak penting bagi perkembangan cloud terdesentralisasi.

Dengan menggabungkan verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments sepenuhnya on-chain, Filecoin memperkuat posisinya sebagai salah satu infrastruktur kunci Web3.

Bagi pasar, milestone ini bukan hanya pembaruan teknis, tetapi juga sinyal ekspansi utilitas yang berpotensi membawa dampak signifikan terhadap ekosistem dan dinamika harga FIL dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Artificial Superintelligence Alliance Luncurkan Sistem Pembayaran

Artificial Superintelligence Alliance (ASI), ekosistem AI terdesentralisasi yang berakar dari teknologi Fetch.ai (FET), resmi meluncurkan sistem pembayaran AI Agent ke AI Agent di jaringan blockchain.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Minggu (1/2), inovasi ini memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom untuk mengirim dan menerima dana secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, menandai langkah besar menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otomatis.

Peluncuran ini memperkuat posisi ASI dan Fetch.ai sebagai salah satu pemain utama dalam narasi AI + blockchain, terutama di sektor autonomous agents, yang saat ini menjadi salah satu tema paling kuat di pasar kripto.

Baca Juga: Harga Fetch.AI (FET) Naik Lebih dari 40% Setelah Berita Besar Ini

Apa Itu Sistem Pembayaran Antar AI Agent?

Sistem pembayaran AI Agent-to-Agent memungkinkan agen AI beroperasi sebagai entitas ekonomi independen.

Agen ini tidak hanya menjalankan tugas berbasis data atau algoritma, tetapi juga dapat:

  • Membayar layanan agen lain
  • Menerima imbalan atas tugas yang diselesaikan
  • Mengelola anggaran dan transaksi secara otomatis
  • Berinteraksi langsung di jaringan blockchain

Dengan kata lain, AI Agent kini dapat berperan sebagai aktor ekonomi, bukan sekadar alat bantu.

Seluruh proses transaksi dilakukan secara trustless dan transparan melalui blockchain, dengan token sebagai medium pertukaran nilai.

Mengapa Inovasi Ini Penting?

Dalam ekosistem Web3, konsep autonomous agents menjadi fondasi masa depan aplikasi terdesentralisasi. Agen AI yang mampu bertransaksi sendiri membuka peluang besar di berbagai sektor, seperti:

  • DeFi otomatis: AI Agent mengelola likuiditas, arbitrase, atau strategi yield tanpa intervensi manusia
  • Smart city & IoT: Perangkat otonom membayar layanan atau sumber daya secara real-time
  • Marketplace AI: Agen membeli data, komputasi, atau layanan AI lain sesuai kebutuhan

Dengan sistem pembayaran antar AI Agent, Fetch.ai tidak hanya membangun teknologi AI, tetapi juga infrastruktur ekonomi untuk AI itu sendiri.

Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Perspektif Tim Research Tokocrypto

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sangat relevan dengan narasi pasar saat ini.

Menurut mereka, fitur pembayaran antar agen AI selaras dengan tren AI + autonomous agents, di mana Fetch.ai telah lama menjadi pemain kunci.

“Fitur ini cocok dengan narasi AI dan autonomous agents yang kuat, di mana FET sudah menjadi pemain utama. Peluncuran ini dapat meningkatkan usage dan integrasi nyata,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa value capture ke token FET mungkin tidak terjadi secara instan, dan investor perlu mewaspadai potensi pola klasik “buy the rumor, sell the news”.

Dampak Potensial terhadap Token FET

Dari sisi fundamental, sistem pembayaran antar AI Agent berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain dan penggunaan nyata jaringan Fetch.ai.

Jika agen AI semakin aktif bertransaksi, permintaan terhadap token sebagai alat pembayaran dan gas fee dapat meningkat secara bertahap.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga FET masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan spekulasi.

Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa peluncuran teknologi besar sering kali sudah “diprice-in” sebelum rilis resmi, sehingga koreksi pasca-event tetap menjadi risiko.

Posisi Fetch.ai di Lanskap AI Kripto

Dibandingkan proyek AI kripto lain yang masih fokus pada narasi atau eksperimen terbatas, Fetch.ai menonjol karena implementasi nyata.

Sistem pembayaran antar AI Agent menempatkan ASI sebagai salah satu ekosistem paling siap untuk adopsi dunia nyata.

Hal ini juga memperkuat diferensiasi Fetch.ai dari token AI berbasis hype semata, karena proyek ini menawarkan infrastruktur yang bisa langsung digunakan oleh developer dan enterprise.

Baca Juga: Mengapa Harga Token AI Fetch.AI (FET) Melonjak 35%?

Peluncuran sistem pembayaran AI Agent-to-Agent oleh Artificial Superintelligence Alliance merupakan langkah signifikan menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otonom.

Dengan memungkinkan agen AI bertransaksi secara mandiri di blockchain, Fetch.ai memperluas perannya dari platform AI menjadi fondasi ekonomi AI terdesentralisasi.

Bagi pasar kripto, inovasi ini memperkuat narasi jangka panjang AI + Web3.

Namun, dari sisi investasi, pelaku pasar tetap perlu bersikap selektif dan mewaspadai dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca peluncuran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Kabur dari Bursa Kripto, Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi

Data on-chain menunjukkan terjadinya penurunan signifikan cadangan stablecoin dan Bitcoin di berbagai bursa kripto global di tengah meningkatnya risiko geopolitik dunia. Fenomena ini terjadi pada periode 18–24 Januari dan memunculkan spekulasi adanya pergeseran dana dari aset kripto ke instrumen safe haven tradisional.

Cadangan seluruh stablecoin berbasis ERC20 di bursa kripto tercatat turun dari 72,5 miliar dolar AS menjadi 67,8 miliar dolar AS. Penurunan juga terlihat jelas di level bursa, khususnya Binance, yang mengalami penyusutan cadangan stablecoin dari 48,5 miliar dolar AS menjadi 44,4 miliar dolar AS dalam periode yang sama.

Dalam kondisi normal, keluarnya stablecoin dan Bitcoin secara bersamaan dari bursa biasanya diartikan sebagai berkurangnya tekanan jual jangka pendek serta membaiknya struktur pasokan aset kripto. Namun, situasi makroekonomi global saat ini memberikan sinyal berbeda.

Harga Emas Tembus Rekor

Baca juga: Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

Pada periode yang sama, pasar logam mulia mencatat reli historis. Harga emas menembus rekor tertinggi baru di level 5.280 dolar AS per ons, sementara perak melonjak hingga 114 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong investor masuk ke aset lindung nilai.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa sebagian arus keluar stablecoin,terutama dari bursa besar seperti Binance—merupakan indikasi rotasi modal dari pasar kripto ke emas dan perak, alih-alih dialokasikan kembali ke pasar spot kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi normal, outflow stablecoin + BTC dari exchange = bullish (kurangi sell pressure). Namun, konteks makro saat ini berbeda: Emas ATH $5.280, Perak $114, ini mengindikasikan rotasi modal ke safe-haven tradisional karena risiko geopolitik (konflik AS-Iran), bukan reinvestasi langsung ke crypto.

Meski penurunan cadangan aset di bursa masih dinilai positif secara struktural bagi pasar kripto, analis menilai konfirmasi tren bullish belum dapat dipastikan. Diperlukan validasi tambahan melalui peningkatan volume perdagangan spot, analisis arus modal lintas pasar, serta perkembangan sentimen risiko global.

Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Holder Setujui Buyback OP, Nilai Token Diperkuat: Harga Bakal Naik?

Komunitas Optimism (OP) resmi menyetujui proposal tata kelola yang dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam sejarah proyek tersebut.

Melalui keputusan ini, The Block melaporkan bahwa 50% pendapatan protokol dari aktivitas sequencer akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) token OP di pasar terbuka.

Langkah ini menandai pergeseran strategi besar, dari model token yang selama ini berfungsi terutama sebagai governance token, menuju aset yang memiliki mekanisme penangkapan nilai (value accrual) langsung dari pertumbuhan jaringan.

Bagi banyak pelaku pasar, keputusan ini memperkuat daya tarik fundamental OP sebagai aset investasi jangka panjang.

Baca Juga: Riset Kripto 22-26 September 2025: Altcoin Solid, Altseason Masih Jauh?

Apa Isi Proposal Buyback Optimism?

Dalam proposal yang disetujui pemegang token, sebagian besar pendapatan jaringan Optimism yang dihasilkan dari biaya transaksi dan aktivitas sequencer, tidak lagi hanya dialokasikan untuk pengembangan ekosistem, tetapi juga dikembalikan ke pasar dalam bentuk buyback token OP.

Skema ini memastikan bahwa ketika aktivitas jaringan meningkat, pendapatan protokol ikut tumbuh, dan sebagian nilai tersebut langsung tercermin dalam permintaan token OP di pasar sekunder.

Dengan kata lain, semakin tinggi penggunaan Optimism dan Superchain, semakin besar pula potensi tekanan beli terhadap token OP.

Dari Governance Token ke Aset Bernilai Ekonomi

Pergerakan harga Optimism (OP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Optimism (OP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Selama ini, banyak token layer-2 dikritik karena minimnya hubungan langsung antara pertumbuhan jaringan dan nilai token.

Token sering kali hanya berfungsi sebagai alat tata kelola, tanpa mekanisme ekonomi yang jelas bagi pemegangnya.

Keputusan Optimism ini mengubah paradigma tersebut. Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai pivot tokenomics yang sangat bullish.

“Ini adalah pivot tokenomics yang sangat bullish. Mengubah OP dari sekadar ‘governance token’ menjadi aset yang memiliki mekanisme value accrual langsung dari pendapatan jaringan akan meningkatkan fundamental investasinya secara drastis di mata investor jangka panjang,” ujar tim research Tokocrypto.

Dengan mekanisme buyback, OP mulai menyerupai model ekonomi yang lebih matang, di mana pertumbuhan ekosistem berbanding lurus dengan nilai token.

Penyelarasan dengan Visi Superchain

Optimism tidak hanya berdiri sebagai satu jaringan layer-2, tetapi juga sebagai fondasi bagi Superchain, sebuah ekosistem rollup yang saling terhubung dan dibangun dengan teknologi Optimism.

Buyback OP dari pendapatan sequencer bertujuan untuk menyelaraskan kepentingan semua pihak: pengguna, developer, operator rollup, dan pemegang token.

Saat Superchain berkembang dan menghasilkan lebih banyak aktivitas ekonomi, pemegang OP turut menikmati manfaatnya secara langsung.

Hal ini dapat memperkuat loyalitas komunitas dan meningkatkan minat investor terhadap ekosistem Optimism secara keseluruhan.

Dampak terhadap Sentimen dan Harga OP

Secara historis, pengumuman buyback sering dipandang positif oleh pasar, karena menciptakan tekanan beli berkelanjutan dan mengurangi suplai token yang beredar.

Meski detail teknis implementasi buyback akan sangat menentukan dampak nyatanya, sentimen awal terhadap keputusan ini cenderung bullish.

Namun demikian, pasar juga akan memantau konsistensi pelaksanaan buyback dan transparansi penggunaan pendapatan protokol.

Buyback yang berkelanjutan dan terukur memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat kepercayaan investor.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Dicermati

Meski menjanjikan, skema ini bukan tanpa tantangan. Mengalokasikan 50% pendapatan untuk buyback berarti Optimism harus memastikan sisa pendapatan cukup untuk mendukung pengembangan ekosistem, keamanan jaringan, dan insentif jangka panjang.

Selain itu, efektivitas buyback sangat bergantung pada pertumbuhan aktivitas jaringan.

Jika volume transaksi atau penggunaan Superchain melambat, dampak buyback terhadap nilai OP bisa menjadi terbatas.

Era Baru Tokenomics Layer-2?

Keputusan Optimism berpotensi menjadi preseden bagi proyek layer-2 lain.

Jika model ini terbukti efektif, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diadopsi oleh ekosistem lain yang ingin meningkatkan daya tarik token mereka di mata investor.

Dengan menyelaraskan pendapatan jaringan dan nilai token, Optimism memperkuat posisinya sebagai salah satu layer-2 paling progresif dalam hal desain tokenomics.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!

Persetujuan proposal buyback OP menandai era baru tokenomics Optimism.

Dengan mengalihkan 50% pendapatan protokol untuk membeli kembali token OP, proyek ini menciptakan hubungan langsung antara pertumbuhan ekosistem Superchain dan nilai token.

Bagi investor jangka panjang, langkah ini memperkuat narasi OP sebagai aset yang tidak hanya berfungsi dalam tata kelola, tetapi juga menangkap nilai ekonomi nyata dari aktivitas jaringan.

Jika dieksekusi secara konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi katalis fundamental yang signifikan bagi Optimism ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $88.944,46, melemah tajam sekitar 6,71% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset kripto utama dengan performa tertekan, seiring memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (30/1), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.641 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam melonjak ke $74,27 miliar.

Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas jual beli, yang umumnya mencerminkan fase volatilitas tinggi dan distribusi aset oleh pelaku pasar.

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat bergerak di area terendah $81.071,47 dan tertinggi $88.330,04, sebelum akhirnya bertahan di kisaran USD 88 ribu.

Meskipun terdapat pemulihan kecil secara intrajam dengan kenaikan 0,74% dalam satu jam terakhir, tekanan jangka pendek masih terlihat dominan.

Secara mingguan, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 8,54%, sementara dalam periode 30 hari terakhir turun 7,18%.

Koreksi yang lebih dalam terlihat pada kerangka waktu lebih panjang, dengan penurunan 25,34% dalam 90 hari terakhir.

Angka ini menandakan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum bullish sebelumnya.

Jauh dari Rekor Tertinggi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Bitcoin saat ini diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Selisih yang cukup lebar ini memperkuat pandangan bahwa pasar masih membutuhkan katalis kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.

Meski demikian, dari sisi fundamental, suplai Bitcoin tetap relatif stabil. Sirkulasi pasokan berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai ini secara historis menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin, terutama saat tekanan jual mulai mereda.

Volume Tinggi, Tanda Distribusi atau Akumulasi?

Lonjakan volume perdagangan ke atas $74 miliar menjadi salah satu sorotan utama hari ini.

Dalam banyak kasus, volume besar yang menyertai penurunan harga dapat menandakan dua kemungkinan: fase distribusi lanjutan atau awal dari proses akumulasi oleh investor besar.

Jika tekanan jual masih mendominasi, volume tinggi berpotensi mempercepat penurunan menuju level support berikutnya.

Namun, jika volume ini diiringi dengan stabilisasi harga, ada peluang bahwa pasar mulai membentuk dasar (bottom) jangka pendek.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, area $81.000–$83.000 menjadi zona support krusial yang perlu dijaga oleh Bitcoin.

Penembusan bersih ke bawah area ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan. Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen bullish jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas area $90.000.

Pergerakan harga saat ini masih menunjukkan dominasi seller, namun volatilitas yang tinggi membuka peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan cepat, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Secara umum, kondisi pasar kripto saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Koreksi Bitcoin yang cukup dalam turut memengaruhi altcoin, yang umumnya mencatatkan penurunan lebih tajam.

Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan menunggu konfirmasi arah tren berikutnya.

Meski tekanan jangka pendek masih kuat, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar tertinggi tetap menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan, dengan penurunan harian, mingguan, hingga bulanan yang cukup signifikan.

Volume perdagangan yang tinggi menandakan meningkatnya aktivitas pasar, namun arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan BTC mempertahankan level support kunci.

Bagi investor, fase ini menjadi momentum untuk mencermati pergerakan harga dengan lebih disiplin, sementara trader jangka pendek perlu mewaspadai volatilitas yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, sebagaimana dilansir dari Coinmarketcap pada Jumat (30/1).

Token ini tercatat turun sekitar 2,55% ke level $0,162, di saat pasar kripto secara umum juga berada dalam tekanan.

Meski demikian, penurunan PI tercatat relatif lebih ringan dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 6,13% dalam periode yang sama.

Pergerakan ini memperpanjang tren negatif PI, yang masih kesulitan menemukan momentum pemulihan di tengah kombinasi tekanan makroekonomi, pasokan token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum menunjukkan tanda pembalikan arah.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Tekanan Makro Seret Altcoin

Salah satu faktor utama pelemahan harga PI adalah koreksi pasar kripto secara luas.

Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut sekitar $60 miliar, dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan The Federal Reserve (FOMC) yang menahan suku bunga acuannya.

Bitcoin sebagai aset kripto terbesar sempat turun tajam hingga di bawah $88.000, atau melemah sekitar 6%.

Penurunan ini langsung berdampak pada altcoin, termasuk Ethereum dan BNB, yang masing-masing ikut terkoreksi lebih dari 2%.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dalam kondisi seperti ini, altcoin berkapitalisasi menengah dan kecil cenderung lebih rentan.

PI, yang masih membawa narasi spekulatif dan adopsi terbatas di mainnet, ikut terdampak arus risk-off ketika pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Indeks Fear & Greed kripto yang berada di level 28 (Fear) memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar masih defensif, membuat minat beli terhadap token seperti PI semakin terbatas.

Token Unlock Masih Jadi Beban

Selain tekanan makro, token unlock berkelanjutan tetap menjadi beban struktural bagi harga Pi Network.

Sepanjang Januari 2026 saja, lebih dari 134 juta PI telah dilepas ke pasar, sebagai bagian dari total sekitar 1,2 miliar token yang dijadwalkan unlock sepanjang tahun ini.

Peningkatan suplai ini terjadi di saat permintaan pasar relatif lemah. Dengan volume perdagangan harian PI di kisaran $18,3 juta, likuiditas yang tersedia dinilai belum cukup untuk menyerap tambahan pasokan secara optimal.

Akibatnya, setiap gelombang token unlock berpotensi langsung menekan harga, terutama jika sebagian token yang dilepas segera berpindah ke bursa untuk dijual.

Kondisi ini membuat tekanan jual PI bersifat struktural, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.

Struktur Teknikal Masih Lemah

Dari sisi teknikal, pergerakan harga PI menunjukkan sinyal yang masih cenderung bearish.

Token ini telah menembus level support penting di $0,15895, yang sebelumnya berfungsi sebagai swing low berbasis Fibonacci.

Indikator RSI 7-hari berada di level sangat rendah, sekitar 12,17, menandakan kondisi oversold yang cukup ekstrem.

Namun, kondisi oversold ini sejauh ini belum mampu memicu rebound berarti, mencerminkan lemahnya minat beli.

Sementara itu, MACD histogram yang masih berada di zona negatif mengonfirmasi bahwa momentum penurunan belum sepenuhnya mereda.

Dalam skenario terburuk, jika tekanan jual berlanjut, area $0,150 berpotensi menjadi target support psikologis berikutnya.

Di sisi atas, rata-rata pergerakan SMA 30 hari di kisaran $0,196 kini berubah fungsi menjadi resistance kuat yang sulit ditembus dalam waktu dekat.

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Ke depan, pergerakan harga PI akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: stabilisasi pasar kripto global dan dinamika suplai akibat token unlock.

Jika Bitcoin mampu bertahan dan membentuk konsolidasi, PI berpotensi mengalami technical rebound jangka pendek.

Namun, tanpa katalis fundamental yang kuat—seperti peningkatan aktivitas mainnet atau adopsi ekosistem—setiap kenaikan berisiko bersifat sementara.

Baca Juga: Harga Pi Network Relatif Stabil di $0,1734: Tenang di Permukaan?

Penurunan harga Pi Network ke level $0,162 mencerminkan kombinasi tekanan makro, suplai token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum sehat.

Meski kondisi oversold membuka peluang pantulan jangka pendek, zona $0,15–$0,16 tetap menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Bagi investor dan trader, kehati-hatian tetap diperlukan sembari memantau stabilitas Bitcoin dan pergerakan arus masuk-keluar token PI di bursa sebagai indikasi apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com