Tag Archives: aset kripto

INJ Menuju Ultra Deflasi Lewat Proposal Supply Squeeze

Komunitas Injective (INJ) resmi menyetujui proposal governance bertajuk “Supply Squeeze” (IIP-617) dengan dukungan hampir mutlak, mencapai 99,89% suara setuju.

Menurut laporan Cointelegraph, keputusan ini menjadi salah satu langkah paling agresif dalam sejarah Injective, karena secara langsung menargetkan pengurangan suplai token dan memperkuat mekanisme deflasi jangka panjang.

Proposal ini mencakup dua kebijakan utama: pemangkasan drastis tingkat penerbitan (issuance) token INJ dan percepatan mekanisme buyback-and-burn yang bersumber dari pendapatan protokol.

Dengan kombinasi tersebut, Injective berambisi menjadikan INJ sebagai salah satu aset paling deflasi di industri kripto.

Baca Juga: Top Token Ekosistem BNB Hari Ini: INJ, CAKE, FLOKI, hingga GALA

Apa Itu Proposal “Supply Squeeze” Injective?

IIP-617 dirancang untuk mengatasi salah satu isu klasik dalam tokenomics blockchain: tekanan inflasi akibat suplai token baru. Selama ini, sebagian token INJ dicetak sebagai insentif validator dan partisipan jaringan.

Meski penting untuk keamanan jaringan, mekanisme ini juga menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

Melalui proposal Supply Squeeze, laju pencetakan token baru akan dipangkas signifikan.

Di saat yang sama, Injective meningkatkan frekuensi dan skala pembakaran token (burn) yang berasal dari pendapatan protokol, seperti biaya transaksi dan aktivitas on-chain lainnya.

Hasil akhirnya adalah net supply growth yang jauh lebih rendah, bahkan berpotensi negatif jika jumlah token yang dibakar melebihi token yang diterbitkan.

Menuju “Ultra Sound Money” Versi Injective

Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Langkah ini langsung memunculkan perbandingan dengan konsep “Ultra Sound Money” yang populer di ekosistem Ethereum pasca EIP-1559.

Injective kini mencoba menerapkan filosofi serupa, namun dengan pendekatan yang lebih agresif.

Menurut analisa Tim Research Tokocrypto, keputusan komunitas ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan.

“Keputusan ini adalah langkah agresif menuju ‘Ultra Sound Money’ versi Injective. Dengan memangkas suplai baru dan membakar token dari pendapatan protokol, tekanan jual inflasi akan berkurang drastis. Jika demand penggunaan jaringan tetap stabil, kelangkaan token ini menjadi katalis positif bagi harga jangka panjang,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Narasi deflasi ini penting, terutama di tengah pasar kripto yang semakin selektif terhadap proyek dengan tokenomics berkelanjutan.

Dampak Terhadap Harga dan Sentimen Pasar

Secara historis, kebijakan deflasi sering dipandang positif oleh pasar, terutama jika didukung oleh aktivitas jaringan yang sehat.

Dengan suplai yang semakin terbatas, setiap peningkatan permintaan berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap harga.

Namun demikian, pasar juga akan mencermati implementasi nyata dari proposal ini. Investor tidak hanya melihat niat, tetapi juga eksekusi dan konsistensi burn mekanisme dari waktu ke waktu.

Dalam jangka pendek, pengumuman ini berpotensi memperkuat sentimen bullish terhadap INJ.

Sementara dalam jangka panjang, dampaknya akan sangat bergantung pada pertumbuhan ekosistem Injective—termasuk adopsi DeFi, volume trading derivatif, dan aktivitas aplikasi terdesentralisasi di atas jaringannya.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Meski terdengar sangat positif, kebijakan deflasi ekstrem juga membawa tantangan.

Pemangkasan issuance berarti insentif untuk validator dan partisipan jaringan berkurang, sehingga Injective perlu memastikan bahwa keamanan dan desentralisasi jaringan tetap terjaga.

Selain itu, narasi deflasi hanya efektif jika permintaan penggunaan jaringan tetap atau meningkat. Jika aktivitas on-chain menurun, efek positif dari pengurangan suplai bisa menjadi terbatas.

Injective Perkuat Diferensiasi di Tengah Persaingan L1

Dengan disetujuinya IIP-617, Injective semakin menegaskan posisinya sebagai Layer-1 yang fokus pada efisiensi pasar dan tokenomics disiplin.

Di tengah persaingan ketat antar blockchain, langkah ini menjadi diferensiasi penting dibandingkan proyek lain yang masih bergulat dengan inflasi token tinggi.

Keputusan hampir bulat dari komunitas juga mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap arah strategis Injective, sesuatu yang tidak selalu mudah dicapai dalam governance on-chain.

Baca Juga: Top Token Ekosistem BNB Hari Ini: INJ, CAKE, FLOKI, hingga GALA

Persetujuan proposal Supply Squeeze (IIP-617) menandai babak baru bagi Injective dan token INJ. Dengan suplai yang semakin ketat dan mekanisme burn yang dipercepat, INJ kini memasuki fase tokenomics deflasi yang lebih ekstrem.

Jika ekosistem Injective mampu mempertahankan pertumbuhan dan aktivitas jaringan, kebijakan ini berpotensi menjadi katalis positif jangka panjang bagi nilai INJ.

Namun seperti biasa di dunia kripto, efektivitasnya akan ditentukan oleh eksekusi nyata dan adopsi berkelanjutan, bukan sekadar keputusan governance di atas kertas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Membaca Arah Pasar FLUX Pasca AMA Live, Harga Bakal Naik?

Proyek kripto FLUX telah menggelar AMA (Ask Me Anything) live pada 28 Januari pukul 11 AM EST, bertepatan dengan peluncuran fitur atau produk baru di dalam ekosistemnya.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Kamis (29/1), acara ini diposisikan sebagai momen penting bagi komunitas, karena akan menjadi ajang pertama bagi tim untuk mempresentasikan langsung inovasi terbaru yang telah mereka siapkan.

Di tengah persaingan ketat antar proyek blockchain, format AMA live bukan sekadar sesi tanya jawab, melainkan sering menjadi sarana “show & tell” bagi tim untuk menunjukkan progres nyata, memvalidasi roadmap, dan membangun kembali antusiasme komunitas.

Baca Juga: Harga FLUX Naik 89%, Web3 dan AI Makin Diminati

AMA Live: Lebih dari Sekadar Diskusi

Dalam industri kripto, peluncuran produk yang dibarengi AMA live sering kali dipandang sebagai indikator kepercayaan diri tim terhadap apa yang mereka bangun.

Alih-alih hanya merilis pengumuman tertulis, tim memilih tampil langsung, menjelaskan fitur, mendemonstrasikan kapabilitas, sekaligus menjawab pertanyaan publik secara real-time.

Bagi FLUX, langkah ini dipersepsikan sebagai upaya mempertegas posisi mereka sebagai proyek yang aktif membangun dan berkomunikasi terbuka dengan komunitas.

Terlebih, event ini disebut-sebut sebagai bagian dari perayaan peluncuran fitur/produk baru, bukan sekadar update minor.

Momentum Pembuktian bagi Ekosistem FLUX

Pergerakan harga Flux (FLUX/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Flux (FLUX/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar kripto cenderung lebih selektif.

Proyek tidak lagi dihargai hanya berdasarkan narasi, melainkan pada pengembangan konkret dan adopsi teknologi.

Karena itu, AMA ini dinilai sebagai momen pembuktian: sejauh mana FLUX mampu menerjemahkan visinya menjadi produk yang relevan dan kompetitif.

Komunitas menantikan apakah peluncuran ini akan memperkuat utilitas jaringan FLUX, membuka use case baru, atau meningkatkan daya saing ekosistemnya di sektor yang mereka bidik—baik itu Web3 infrastructure, cloud terdesentralisasi, maupun solusi blockchain modular.

Potensi Dampak terhadap Sentimen Pasar

Event seperti ini hampir selalu memicu dinamika sentimen. Tim Research Tokocrypto menilai bahwa AMA peluncuran sering kali berfungsi sebagai katalis psikologis di pasar.

“Event peluncuran live via AMA biasanya menjadi ajang ‘Show & Tell’ untuk membangun hype komunitas. Efektivitasnya tergantung pada substansi produk yang dirilis saat itu; bisa jadi katalis harga (‘Buy the Rumor’) atau justru ‘Sell the News’ jika realisasinya mengecewakan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini mencerminkan pola yang kerap terjadi di pasar kripto. Menjelang event, minat spekulatif biasanya meningkat seiring ekspektasi akan pengumuman besar.

Namun setelah peluncuran, respons harga akan sangat ditentukan oleh kualitas produk dan kejelasan arah pengembangan.

Jika fitur baru dinilai inovatif dan memiliki potensi adopsi nyata, sentimen positif bisa berlanjut. Sebaliknya, jika komunitas menilai rilis tersebut belum sepadan dengan ekspektasi, tekanan jual pasca-event bukanlah hal yang asing.

Apa yang Biasanya Dicari Komunitas?

Dalam AMA peluncuran, investor dan pengguna umumnya memperhatikan beberapa aspek kunci:

  1. Substansi produk – Apakah yang dirilis benar-benar baru, atau sekadar iterasi kecil?
  2. Use case jelas – Bagaimana produk tersebut akan digunakan dan siapa target penggunanya?
  3. Roadmap lanjutan – Apakah ada tahapan pengembangan yang terstruktur setelah peluncuran?
  4. Model adopsi dan monetisasi – Bagaimana produk ini berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem FLUX?

Jawaban atas poin-poin ini akan sangat memengaruhi persepsi pasar, baik dari sisi pengguna ritel maupun pelaku institusional.

Strategi Komunikasi yang Semakin Krusial

Di era kripto saat ini, transparansi dan komunikasi menjadi faktor pembeda. Proyek dengan update rutin, demo produk, serta keterbukaan terhadap pertanyaan kritis cenderung lebih mampu mempertahankan basis komunitasnya.

Dengan memilih format AMA live, FLUX menempatkan dirinya pada posisi yang cukup terbuka dan siap diuji langsung oleh publik.

Ini sekaligus meningkatkan kredibilitas jika tim mampu menyampaikan visi yang konsisten dan menunjukkan bukti kerja yang konkret.

Baca Juga: AI Select Hari Ini: FLUX Terbang 173%! NEAR dan S Juga Ikut Bullish

Maka dari itu, AMA live FLUX bukan hanya agenda komunitas, melainkan momen strategis yang berpotensi memengaruhi sentimen jangka pendek maupun menengah terhadap proyek ini.

Peluncuran produk baru akan menjadi tolok ukur sejauh mana FLUX mampu terus berevolusi di tengah lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Bagi komunitas dan investor, event ini layak dicermati bukan sekadar sebagai tontonan, tetapi sebagai sumber informasi utama untuk menilai apakah perkembangan FLUX masih sejalan dengan ekspektasi dan kebutuhan pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Harga Pi Network (PI) kembali tertekan. Dalam 24 jam terakhir, PI tercatat turun 4,22% ke level $0,167, berkinerja lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara umum yang hanya melemah sekitar 1,15%.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif PI, dengan akumulasi koreksi sekitar 9% dalam sepekan dan 17% sepanjang sebulan terakhir.

Tekanan jual yang berkelanjutan membuat PI semakin menjauh dari fase stabil, sekaligus memunculkan kembali pertanyaan lama seputar keberlanjutan fundamental dan struktur pasokan tokennya.

Unlock Token Masif Terus Membebani Harga

Salah satu faktor utama yang menekan harga PI adalah jadwal unlock token yang agresif. Sepanjang 12 bulan ke depan, lebih dari 1,2 miliar PI dijadwalkan masuk ke pasar, menambah suplai beredar secara signifikan.

Pada Januari 2026 saja, Coinmarketcap melaporkan pada Kamis (29/1), telah ada sekitar 134 juta PI telah dilepas ke sirkulasi.

Dalam kondisi pasar dengan volume perdagangan harian sekitar $13,4 juta, tambahan suplai dalam jumlah besar ini menciptakan tekanan jual yang sulit diserap secara organik.

Secara sederhana, semakin banyak token baru yang masuk pasar, semakin besar pula potensi holder lama, termasuk early miner dan alokasi tim, untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur.

Dalam ekosistem dengan permintaan yang lemah, aliran suplai baru seperti ini dapat memberi dampak harga yang tidak proporsional.

Bagi investor, metrik penting yang kini perlu diawasi adalah laju unlock harian dan pergerakan saldo PI di exchange, yang kerap menjadi indikator awal apakah token hasil unlock langsung diarahkan untuk dijual.

Fundamental Ekosistem Dinilai Masih Lemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Di luar tekanan suplai, masalah yang lebih struktural terletak pada minimnya utilitas on-chain.

Meski Pi Network mengklaim memiliki puluhan juta pengguna, hingga kini mainnet belum menunjukkan pertumbuhan signifikan pada sektor DeFi, dApp, maupun gaming: tiga pilar yang biasanya menjadi motor permintaan token di jaringan layer-1 lain.

Beberapa pengembangan, seperti uji coba integrasi stablecoin di testnet, memang memberi sinyal aktivitas, namun belum berhasil diterjemahkan menjadi adopsi nyata di mainnet.

Akibatnya, pasar mulai membangun narasi negatif bahwa Pi Network berisiko menjadi “ghost chain”—blockchain dengan komunitas besar secara off-chain, tetapi minim aktivitas ekonomi on-chain.

Dalam dunia kripto, utilitas adalah bahan bakar permintaan. Tanpa aplikasi yang mendorong transaksi, staking, atau kebutuhan operasional token, PI menjadi sangat rentan terhadap tekanan suplai dari unlock.

Sinyal Teknikal Masih Didominasi Bearish

Dari sisi teknikal, struktur grafik PI masih menunjukkan tren turun yang kuat.

Harga saat ini bergerak di bawah semua rata-rata pergerakan utama, termasuk SMA 7-hari di sekitar $0,177 dan SMA 30-hari di kisaran $0,198.

Indikator momentum juga belum memberikan tanda pemulihan.

MACD histogram berada di zona negatif, menandakan tekanan jual masih dominan. Sementara itu, RSI 14-hari di sekitar 21,9 menunjukkan kondisi oversold ekstrem.

Meski oversold sering diasosiasikan dengan potensi pantulan teknikal, dalam tren turun yang kuat, RSI rendah bisa bertahan lama tanpa diikuti rebound berarti.

Level teknikal terdekat yang kini menjadi perhatian pasar berada di area $0,162. Jika support ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan akan semakin terbuka.

Kombinasi Tekanan yang Sulit Diredam

Penurunan harga PI saat ini bukanlah hasil satu faktor tunggal, melainkan konvergensi tiga tekanan utama: inflasi suplai akibat unlock, lemahnya fundamental ekosistem, dan struktur teknikal yang sudah rusak.

Selama suplai baru terus mengalir sementara permintaan tidak menunjukkan pertumbuhan yang sepadan, setiap reli berpotensi menjadi peluang jual bagi pasar.

Inilah yang membuat PI terus tertinggal dibandingkan performa mayoritas aset kripto lain. Dalam jangka pendek, perhatian investor akan tertuju pada dua hal utama:

  1. Apakah PI mampu bertahan di atas support $0,162.
  2. Apakah ada perubahan signifikan pada jadwal unlock atau munculnya katalis fundamental baru.

Tanpa perlambatan unlock atau peluncuran use case besar di mainnet, tekanan terhadap harga kemungkinan masih akan berlanjut.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,33%, Market Cap Tembus $1,45 Miliar

Pergerakan PI yang kembali melemah ke $0,167 menegaskan bahwa Pi Network sedang berada dalam fase krusial.

Pasar kini tidak lagi hanya bereaksi pada sentimen, tetapi pada realita data: suplai terus bertambah, utilitas masih terbatas, dan grafik teknikal belum menunjukkan tanda pemulihan.

Bagi holder, periode ini menjadi ujian ketahanan sekaligus momentum untuk lebih selektif memantau perkembangan fundamental, bukan sekadar fluktuasi harga harian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto dan tingginya tingkat adopsi stablecoin, banyak investor pemula yang masih bingung untuk membedakan antara stablecoin dan altcoin. Keduanya memang termasuk dalam kategori mata uang kripto atau aset kripto, namun ternyata stablecoin dan altcoin memiliki perbedaan lho! 

Sebelum kamu membeli dan berinvestasi ke aset kripto, khususnya stablecoin atau altcoin, mari pahami terlebih dahulu perbedaannya.

Apa Itu Stablecoin?

gambaran jenis jenis stable coin
Ilustrasi stablecoin.

Stablecoin adalah jenis aset kripto yang dirancang untuk memiliki nilai yang stabil, biasanya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS atau aset lain seperti emas. 

Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi volatilitas yang sering terjadi di pasar kripto, sehingga cocok digunakan untuk transaksi sehari-hari, pengiriman uang, atau sebagai tempat penyimpanan nilai sementara.

Stablecoin pertama kali diperkenalkan melalui Tether (USDT) pada tahun 2014, dan sejak itu telah berkembang pesat. Menurut data pasar pada 2026, kapitalisasi stablecoin mencapai lebih dari Rp8.000 triliun secara global. Hingga saat ini banyak sekali aset kripto dalam bentuk stablecoin, berikut beberapa contoh stablecoin:

  • Tether (USDT): Stablecoin Dolar Amerika yang diterbitkan oleh Tether.
  • USD Coin (USDC): Stablecoin Dolar Amerika yang diterbitkan oleh Circle.
  • PAXGold (PAXG): Stablecoin emas yang diterbitkan oleh Paxos.

Stablecoin memiliki banyak jenisnya, mulai dari 1:1 backed oleh aset nyata, crypto-collateralized, hingga algoritmik stablecoin.

Baca juga: Mengenal Stablecoin dan Perbedaannya untuk Pemula

Apa Itu Altcoin?

Illustrasi altcoin mengelilingi Bitcoin.

Altcoin adalah istilah untuk seluruh aset kripto selain Bitcoin. Kata ini berasal dari “alternative coin” yang berarti koin alternatif dari Bitcoin, altcoin sebagai bentuk inovasi dengan fitur tambahan untuk mengatasi keterbatasan Bitcoin seperti kecepatan transaksi atau konsumsi energi.

Altcoin mencakup berbagai proyek dengan tujuan dan teknologi yang beragam, termasuk stablecoin, utility tokens, security tokens, dan jenis aset kripto lain selain Bitcoin. Contoh altcoin populer:

  • Ethereum (ETH): Platform untuk smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
  • Solana (SOL): Dikenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah.
  • Monero: Fokus sektor privasi sebagai alternatif Bitcoin.

Altcoin hadir sebagai solusi teknologi dengan fungsionalitas nyata, seperti mendukung DeFi (Decentralized Finance), NFT, atau gaming. Namun, harga altcoin bisa fluktuatif  karena dipengaruhi oleh tren pasar dan regulasi.

Baca juga: Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

Apakah Stablecoin Termasuk Altcoin?

Ilustrasi perbedaan stablecoin (biru) dan altcoin dalam bentuk Diagram Venn.

Ya, stablecoin secara teknis termasuk dalam kategori altcoin karena merupakan alternatif aset selain Bitcoin dalam ekosistem kripto.

Namun, tidak semua altcoin adalah stablecoin ya! 

Altcoin adalah kategori luas yang mencakup stablecoin, meme coin, utility tokens, dan lainnya. 

Sedangkan stablecoin merupakan lingkaran kecil dalam stablecoin atau subset altcoin dengan fokus khusus pada kestabilan, mirip seperti meme coin yang juga bagian dari altcoin tapi dengan karakteristik unik.

Baca juga: Meme Coin vs Altcoin: Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Pendek?

Jika kamu mencari investasi jangka pendek dengan risiko rendah, stablecoin adalah pilihan ideal. Stablecoin biasanya dijadikan hedging terhadap volatilitas pasar kripto karena harganya yang mengikuti aset nyata yang ditautkan. Contohnya seperti USDT sering digunakan trader untuk “parkir” dana selama bear market, sebelum akhirnya membeli kembali aset kripto tertentu dengan USDT saat harga dirasa cukup murah.

Meskipun memiliki risiko rendah dibanding altcoin lain, kamu wajib perhatikan faktor seperti transparansi cadangan dan regulasi terkini. 

Pastikan juga ketika kamu membeli stablecoin, beli di exchange yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan seperti Tokocrypto—hanya mulai dari deposit Rp50.000 kamu bisa langsung beli stablecoin aja lho!


Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?

Sebagai opsi investasi jangka panjang, banyak altcoin lebih menjanjikan berkat inovasi teknologi dan adopsi massal. Proyek seperti Ethereum, Solana, XRP adalah contoh altcoin yang naik karena adopsi masal yang semakin tinggi terbukti dengan disetujuinya sebagai ETF di Amerika Serikat.

Namun meskipun punya potensi besar, investasi altcoin lebih baik sebagai investasi jangka menengah karena altcoin lebih berisiko dibanding stablecoin karena bisa turun dan naik dengan fluktuatif.

Selain itu banyak investor, sampai ahli menyarankan untuk berinvestasi di Bitcoin jika untuk investasi jangka panjang. Sebab pergerakan pasar kripto biasanya mengikuti pergerakan harga Bitcoin.

Sebelum membeli altcoin, pastikan pelajari roadmap proyek, tim developer, dan komunitas ya! Soalnya menurut Nolan Bauerle, direktur penelitian di CoinDesk, 90% aset kripto saat ini tidak akan bertahan dari crash jadi pastikan kamu benar-benar paham sebelum membeli.

Baca juga: Kenalan dengan ZachXBT, Sherlock Holmes Versi Dunia Kripto

Siap untuk Mulai Investasi?

Setelah memahami perbedaan antara stablecoin dan altcoin, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis aset kripto yang paling sesuai dengan tujuan keuangan kamu! 

Bagi kamu yang mengutamakan kestabilan dan penggunaan praktis, stablecoin bisa menjadi pilihan menarik! Terutama jika kamu ingin menghindari volatilitas tinggi dan fokus pada transaksi sehari-hari. 

Di sisi lain, jika kamu ingin lebih fokus membangun portofolio yang lebih potensial, altcoin selain stablecoin bisa menjadi pilihan yang lebih menarik karena harganya yang dapat naik. 

Mulai perjalanan investasi kriptomu sekarang di Tokocrypto, platform terpercaya di Indonesia yang menyediakan berbagai stablecoin dan altcoin terbaik, lengkap dengan fitur analisis, edukasi, dan dengan minimal deposit mulai dari Rp50.000 dan dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran.

Jelajahi dan temukan stablecoin dan altcoin untuk investasi kamu di Tokocrypto dengan klik di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

DAR Melonjak 8% di Tengah Kabar Delisting Dex-Trade

Bursa kripto Dex-Trade secara resmi mengumumkan akan melakukan delisting token DAR Open Network (D).

Keputusan ini berarti seluruh aktivitas perdagangan untuk token tersebut akan dihentikan di platform Dex-Trade.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Rabu (28/1), Pihak bursa juga menetapkan batas waktu penarikan (withdraw) hingga 28 Januari 2026, sebelum akses terhadap aset ditutup sepenuhnya.

Pengumuman ini langsung menjadi perhatian komunitas kripto, khususnya para holder DAR Open Network, karena delisting bukan hanya sekadar penghapusan pasangan perdagangan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap likuiditas, aksesibilitas aset, dan persepsi pasar terhadap keberlangsungan proyek.

Baca Juga: ARDR Melonjak 14% Meski Terancam Delisting Binance

Apa Arti Delisting dari Dex-Trade?

Delisting terjadi ketika sebuah bursa memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap suatu aset kripto.

Alasan di balik keputusan ini bisa beragam, mulai dari rendahnya volume perdagangan, minimnya likuiditas, hingga isu kepatuhan, keamanan, atau kelangsungan pengembangan proyek.

Meskipun Dex-Trade tergolong sebagai CEX sekunder, langkah delisting tetap memiliki implikasi penting.

Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Setiap pengurangan jumlah exchange yang mendukung suatu token akan mempersempit akses pasar, mengurangi volume perdagangan, dan berpotensi meningkatkan volatilitas harga.

Terkait pengumuman ini, tim Research Tokocrypto menilai keputusan tersebut sebagai sinyal yang tidak bisa diabaikan oleh investor.

“Delisting dari CEX sekunder seperti Dex-Trade adalah sinyal negatif kuat terkait likuiditas atau kepatuhan proyek. Holder harus segera memindahkan aset ke wallet pribadi atau exchange lain untuk menghindari kehilangan dana permanen,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko terbesar bukan hanya pada pergerakan harga, tetapi pada kehilangan akses terhadap aset jika batas waktu penarikan terlewat.

Krusial bagi Holder

Dex-Trade memberikan waktu hingga 28 Januari 2026 bagi seluruh pengguna untuk menarik token DAR mereka.

Setelah tanggal tersebut, akses terhadap aset di akun Dex-Trade berpotensi ditutup sepenuhnya.

Dalam banyak kasus delisting, aset yang tidak ditarik tepat waktu bisa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk dipulihkan.

Karena itu, holder DAR yang masih menyimpan token di Dex-Trade disarankan untuk segera melakukan langkah mitigasi, antara lain:

  1. Menarik token ke wallet pribadi (non-custodial wallet) untuk memastikan kontrol penuh atas aset.
  2. Memindahkan aset ke exchange lain yang masih mendukung perdagangan DAR Open Network.
  3. Memantau pengumuman lanjutan dari Dex-Trade maupun tim DAR terkait perubahan kebijakan atau dukungan platform lain.

Menunda penarikan di tengah situasi delisting meningkatkan risiko teknis dan administratif yang dapat merugikan pengguna.

Dampak terhadap Likuiditas dan Kepercayaan Pasar

Delisting hampir selalu diikuti oleh penurunan likuiditas.

Ketika satu platform menghapus token, jumlah order book dan jalur keluar-masuk pasar menjadi lebih sempit.

Ini dapat menyebabkan spread harga melebar, volatilitas meningkat, dan kesulitan bagi holder untuk menjual atau menukar aset mereka dengan harga yang wajar.

Selain itu, secara psikologis, delisting sering dipersepsikan pasar sebagai indikator masalah internal proyek, meskipun tidak selalu demikian.

Bagi investor baru, pengurangan jumlah exchange yang mendukung sebuah token dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan minat.

Jika delisting berlanjut di platform lain, tekanan terhadap harga dan adopsi token berpotensi semakin besar.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?

Bagi holder DAR Open Network, fase ini seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali eksposur risiko. Investor disarankan untuk:

  • Mengikuti komunikasi resmi tim DAR Open Network, untuk mengetahui apakah ada klarifikasi, rencana restrukturisasi, atau upaya relisting di exchange lain.
  • Memantau likuiditas global DAR, bukan hanya di satu bursa.
  • Menilai ulang fundamental proyek, termasuk aktivitas pengembangan, kemitraan, dan roadmap.

Delisting tidak selalu berarti proyek akan gagal, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah peringatan dini bahwa ekosistem token sedang menghadapi tantangan signifikan.

Baca Juga:Pi Network Resmi Luncurkan Open Network

Keputusan Dex-Trade untuk mendelisting DAR Open Network (D) merupakan sinyal penting bagi pasar. Dengan tenggat waktu penarikan hingga 28 Januari 2026, langkah paling rasional bagi holder adalah segera mengamankan aset mereka.

Di tengah industri kripto yang bergerak cepat, respons cepat terhadap pengumuman seperti ini dapat menjadi pembeda antara perlindungan aset dan potensi kerugian permanen.

Bagi investor, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tidak hanya soal harga, tetapi juga soal akses, likuiditas, dan keberlanjutan infrastruktur tempat aset disimpan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Relatif Stabil di $0,1734: Tenang di Permukaan?

Harga Pi Network (PI) kembali menjadi sorotan di pasar kripto.

Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap pada Rabu (28/1), harga PI hari ini tercatat di level $0,1734, mengalami kenaikan tipis 0,23% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa PI masih berada dalam fase konsolidasi, dengan minat pasar yang relatif stabil di tengah kondisi industri kripto yang dinamis.

Meski belum menunjukkan lonjakan tajam, sejumlah indikator penting, mulai dari kapitalisasi pasar hingga rasio volume perdagangan untuk memberikan gambaran menarik tentang posisi Pi Network saat ini di ekosistem aset digital.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,33%, Market Cap Tembus $1,45 Miliar

Market Cap $1,45 Miliar: PI Masih Relevan di Peta Kripto

Saat ini, kapitalisasi pasar Pi Network mencapai $1,45 miliar, naik sekitar 0,19%.

Angka ini menempatkan PI dalam jajaran proyek kripto menengah yang sudah memiliki basis komunitas besar dan ekosistem yang terus berkembang.

Market cap di atas $1 miliar umumnya mencerminkan dua hal: pertama, aset tersebut memiliki likuiditas yang cukup untuk diperdagangkan; kedua, ada tingkat kepercayaan pasar yang relatif terjaga.

Bagi investor, kapitalisasi pasar ini menunjukkan bahwa PI bukan lagi sekadar proyek eksperimental, melainkan sudah menjadi aset kripto yang secara serius dipantau pergerakannya.

Volume Perdagangan $10,55 Juta: Aktivitas Pasar Masih Hidup

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan PI tercatat sebesar $10,55 juta, melonjak 17,83%. Kenaikan volume ini penting, karena sering kali menjadi sinyal awal meningkatnya atensi trader.

Rasio Volume terhadap Market Cap (Vol/Mkt Cap) sebesar 0,7276% mengindikasikan tingkat perputaran yang masih tergolong moderat. Artinya, meskipun PI aktif diperdagangkan, belum terjadi euforia besar-besaran.

Kondisi seperti ini biasanya mencerminkan fase “wait and see”, di mana pelaku pasar menunggu katalis berikutnya, baik dari sisi pengembangan jaringan, adopsi aplikasi, maupun keputusan strategis dari ekosistem Pi Network.

FDV $17,34 Miliar dan Isu Tokenomics

Salah satu data paling krusial adalah Fully Diluted Valuation (FDV) PI yang mencapai $17,34 miliar.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan market cap saat ini, karena total supply PI mencapai 100 miliar koin, sementara jumlah yang beredar baru sekitar 8,38 miliar PI.

Perbedaan besar antara market cap dan FDV menunjukkan bahwa masih ada pasokan token dalam jumlah signifikan yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan.

Bagi investor, ini adalah faktor penting yang perlu diperhatikan, karena pelepasan token baru dapat memengaruhi harga jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan utilitas dan permintaan.

Dengan kata lain, masa depan harga PI sangat bergantung pada bagaimana Pi Network mengelola distribusi token, mendorong adopsi, dan memperluas use case di dunia nyata.

Harga di level $0,1734 dengan suplai beredar 8,38% dari total maksimum mencerminkan bahwa PI masih berada pada fase awal siklus ekonominya.

Jika ekosistem berkembang pesat, misalnya melalui peningkatan jumlah aplikasi, integrasi pembayaran, atau ekspansi komunitas global, maka permintaan berpotensi meningkat dan membantu menyerap suplai baru.

Namun, investor juga perlu mencermati risiko. FDV yang tinggi berarti ekspektasi pasar terhadap masa depan PI juga besar.

Tanpa pertumbuhan fundamental yang sepadan, tekanan suplai bisa menjadi tantangan jangka menengah.

Prospek Pi Network

Pi Network dikenal sebagai proyek yang mengusung konsep mining berbasis mobile dan komunitas masif. Keunggulan ini membuat PI memiliki basis pengguna yang unik dibanding banyak kripto lain.

Jika jaringan mampu mengonversi komunitas tersebut menjadi ekosistem ekonomi aktif dengan transaksi riil dan utilitas yang jelas, maka valuasi saat ini bisa menjadi pijakan penting menuju fase pertumbuhan berikutnya.

Untuk saat ini, pergerakan harga yang relatif stabil, disertai kenaikan volume, menunjukkan bahwa PI masih berada dalam radar pasar.

Investor dan pengamat kripto disarankan untuk tidak hanya memantau grafik harga, tetapi juga perkembangan fundamental, kebijakan token, dan ekspansi use case Pi Network.

Baca Juga: Pi Network (PI) Ambles 3,35% Hari Ini, Jutaan Token Baru Tekan Harga

Dengan harga $0,1734, market cap $1,45 miliar, dan volume harian $10,55 juta, Pi Network berada pada fase krusial.

Stabilitas jangka pendek berpadu dengan potensi jangka panjang, namun juga disertai tantangan besar dari sisi suplai.

Bagi pasar, PI saat ini adalah aset yang layak dipantau secara serius, terutama menjelang perkembangan berikutnya dari ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan $88.000, Pasar Cari Arah

Pergerakan Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan fase konsolidasi yang cukup jelas.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin tercatat di level $88.944,46 per BTC, menguat tipis sekitar +0,46% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan minor ini memberi napas sementara bagi pasar setelah periode volatilitas tinggi, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka menengah yang masih cenderung melemah.

Dalam beberapa jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang yang relatif lebar, dengan level terendah di $87.228 dan tertinggi di $89.427.

Rentang ini menegaskan bahwa minat transaksi masih tinggi, tetapi kekuatan beli dan jual terlihat seimbang.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

Kapitalisasi Pasar Tetap Dominan, Aktivitas Perdagangan Masih Tinggi

Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi Bitcoin kini berada di kisaran $1,77 triliun hingga $1,78 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

Dengan suplai beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan struktural Bitcoin terus menjadi salah satu faktor utama yang menopang valuasinya.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $38,27 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap padat.

Volume yang besar di tengah pergerakan harga yang sempit sering diartikan sebagai fase akumulasi atau distribusi, di mana pelaku pasar besar mulai memposisikan diri sambil menunggu arah yang lebih tegas.

Kinerja Historis: Sideways Jangka Pendek, Koreksi Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat kinerja dalam beberapa horizon waktu:

  • 24 jam: +0,46%
  • 7 hari: -0,33%
  • 30 hari: -1,12%
  • 60 hari: -1,84%
  • 90 hari: -19,54%

Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways.

Pergerakan jangka pendek relatif datar, namun secara 90 hari, BTC masih mencatat koreksi hampir -20%, menandakan tekanan jangka menengah belum sepenuhnya pulih.

Kondisi seperti ini sering mencerminkan periode transisi pasar, ketika euforia mulai mereda dan pelaku pasar beralih ke pendekatan yang lebih selektif, baik untuk akumulasi jangka panjang maupun trading berbasis volatilitas.

Area Teknis Penting: Support dan Resistance

Secara naratif teknikal, zona $87.000–$88.000 kini menjadi area support jangka pendek yang krusial. Selama harga mampu bertahan di atas wilayah ini, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

Penembusan ke bawah berpotensi memicu tekanan lanjutan, terutama jika disertai lonjakan volume jual.

Di sisi atas, area $89.500 hingga $90.000 menjadi resistance terdekat. Level ini bukan hanya batas teknis, tetapi juga psikologis.

Keberhasilan BTC bertahan di atas $90.000 akan menjadi sinyal penting bahwa pasar mulai membangun momentum baru.

Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

Bitcoin saat ini masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198.

Jarak yang signifikan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian pasca volatilitas ekstrem.

Bagi investor jangka panjang, kondisi seperti ini kerap dianggap sebagai fase pembentukan ulang tren.

Namun bagi trader jangka pendek, situasi ini berarti pergerakan harga masih rawan berubah cepat mengikuti sentimen.

Sentimen Pasar: Menunggu Katalis

Secara umum, pergerakan Bitcoin hari ini mencerminkan pasar yang masih menunggu katalis.

Kenaikan tipis tidak diikuti dengan lonjakan impulsif, menandakan bahwa pelaku pasar cenderung menahan diri.

Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin sering berperan sebagai indikator utama kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.

Apabila BTC mampu membangun support yang kuat dan volume mulai meningkat pada fase kenaikan, hal itu berpotensi membuka jalan bagi reli lanjutan di pasar kripto.

Sebaliknya, jika tekanan kembali meningkat dan support jebol, fase konsolidasi bisa berubah menjadi koreksi lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bertahan di area $88.000 dengan pergerakan terbatas.

Kenaikan tipis 24 jam memberi sinyal stabilisasi, namun data historis memperlihatkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Zona $87.000–$90.000 akan menjadi medan krusial dalam menentukan arah Bitcoin berikutnya.

Selama harga bergerak di kisaran ini, pasar kemungkinan tetap berada dalam mode menunggu, sambil mencari kepastian apakah Bitcoin siap membangun momentum baru atau masih perlu waktu untuk konsolidasi lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

Bank of Korea (BoK) secara resmi mengizinkan warga Korea Selatan untuk berinvestasi pada aset virtual yang diterbitkan di luar negeri. Kebijakan baru ini diumumkan langsung oleh Gubernur Bank of Korea, Lee Ju-yeol, dalam ajang Asian Financial Forum di Hong Kong, Selasa (27/1).

Dilaporkan Coincu, langkah tersebut menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Korea Selatan terhadap aset virtual, seiring upaya pemerintah meningkatkan daya saing global sektor keuangan sekaligus mengantisipasi risiko arus modal dan stabilitas pasar domestik.

Penerbitan Aset Virtual di Dalam Negeri

Dalam pernyataannya, Lee menyebut Bank of Korea juga tengah mengkaji kemungkinan penerbitan aset virtual di dalam negeri melalui sistem registrasi baru bagi institusi keuangan lokal. Kajian ini mencakup potensi penerbitan stablecoin berbasis won Korea serta pengembangan tokenized deposits untuk mendukung sistem pembayaran.

“Korean won-denominated stablecoins akan difokuskan terutama untuk transaksi lintas negara, sementara tokenized deposits dapat dimanfaatkan untuk pembayaran domestik,” ujar Lee.

Namun demikian, Bank of Korea menyoroti potensi risiko dari dominasi stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT), yang dinilai dapat memengaruhi efektivitas kebijakan pengendalian modal Korea Selatan. Berdasarkan data CoinMarketCap, USDT saat ini mempertahankan harga di kisaran USD 1,00 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 186,33 miliar, meski volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat menurun.

Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

Kebijakan Pembukaan Investasi Aset Virtual

Grafik harian Tether USDT (USDT), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 07:09 UTC tanggal 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Grafik harian Tether USDT (USDT), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 07:09 UTC tanggal 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Penelitian Coincu menunjukkan bahwa kebijakan pembukaan investasi aset virtual luar negeri berpotensi mengubah struktur pasar keuangan domestik. Secara historis, regulasi strategis di sektor ini dapat memperkuat sistem keuangan nasional, namun juga membawa risiko ketidakstabilan jika tidak dikelola secara hati-hati.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah progresif ini menandakan “lampu hijau” dari regulator ketat Asia, berpotensi memicu arus modal masuk (capital inflow) baru dari investor ritel & institusi Korsel ke pasar crypto global.

“Ini juga membuka jalan bagi integrasi stablecoin dalam sistem pembayaran nasional mereka.”

Bank of Korea menegaskan akan terus memantau dampak kebijakan ini terhadap arus modal, stabilitas moneter, dan perkembangan pasar aset virtual di Korea Selatan.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan positif Bitcoin yang kembali mencatatkan pemulihan moderat.

Aset kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan di Tokocrypto pada Selasa (26/1) di kisaran $88.944 per BTC, menguat sekitar 1,63% dalam 24 jam terakhir atau setara kenaikan lebih dari $1.400.

Kenaikan ini datang setelah Bitcoin sempat bergerak di area bawah $87.000, menandakan adanya respons beli di zona support jangka pendek.

Meski demikian, pemulihan harian ini belum sepenuhnya menghapus tekanan dalam jangka menengah.

Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin masih tercatat melemah sekitar 3,93%, sementara dalam 90 hari performanya masih tertekan lebih dari 21%.

Data ini menunjukkan bahwa reli hari ini lebih tepat dibaca sebagai pantulan (technical rebound) di tengah struktur pasar yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

Rebound dari Area Bawah, Pasar Masih Berhati-hati

Secara intraday, Bitcoin bergerak di rentang $86.981 – $88.769, mencerminkan volatilitas yang masih relatif tinggi.

Zona bawah di sekitar $87.000 terlihat memicu minat beli, yang kemudian mendorong harga kembali mendekati area $89.000.

Namun, menariknya, reli ini terjadi di tengah sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih. Banyak pelaku pasar masih bersikap defensif, tercermin dari pergerakan mingguan yang masih negatif dan rotasi dana yang cenderung cepat antara aset besar dan stablecoin.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto. Dominasi ini membuat pergerakan BTC menjadi barometer utama sentimen investor terhadap aset digital secara keseluruhan.

Volume Perdagangan Naik, Minat Pasar Tetap Aktif

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam mencapai sekitar $41,2 miliar, angka yang tergolong tinggi dan menandakan aktivitas pasar tetap ramai.

Lonjakan volume dalam fase pemulihan sering diartikan sebagai tanda bahwa pasar belum “mati suri”, melainkan masih berada dalam fase penyesuaian harga.

Volume yang kuat memberi dua sinyal. Di satu sisi, ia menunjukkan adanya partisipasi beli yang mendukung pemulihan.

Di sisi lain, volume besar juga bisa mencerminkan perdagangan jangka pendek dan aksi keluar-masuk cepat, yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan Bitcoin kerap berlangsung cepat, dengan kenaikan yang bisa segera diikuti koreksi tajam apabila tidak didukung sentimen lanjutan.

Gambaran Teknikal: Rebound, Tapi Tren Belum Sepenuhnya Berubah

Dari perspektif teknikal, kenaikan 1,63% hari ini membantu Bitcoin menjauh dari area terendah pekanan. Namun, struktur pasar belum sepenuhnya menunjukkan pembalikan tren yang kuat.

Area $90.000 kini menjadi zona psikologis penting. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang untuk membangun fase konsolidasi yang lebih sehat akan terbuka.

Sebaliknya, kegagalan menembus area ini berpotensi membuat BTC kembali bergerak sideways atau bahkan menguji ulang support di bawah.

Sementara itu, rentang $86.000–$87.000 dapat dianggap sebagai zona support jangka pendek yang kini diawasi ketat oleh pelaku pasar.

Penurunan kembali ke bawah area tersebut akan memperbesar risiko lanjutan koreksi.

Konteks Lebih Luas: Pemulihan di Tengah Tekanan Jangka Menengah

Meski Bitcoin menguat hari ini, data 60 hari (-2,83%) dan 90 hari (-21,25%) menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar pasca-koreksi.

Dalam siklus seperti ini, pergerakan naik harian sering muncul sebagai respons teknikal, bukan langsung sebagai awal tren bullish baru.

Banyak investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi tambahan, baik berupa stabilisasi harga, pola akumulasi, maupun dukungan sentimen makro yang lebih kondusif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Gagal Bertahan di $90.000

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin mampu bangkit 1,63% dari area bawah, didukung volume perdagangan yang tetap tinggi.

Pemulihan ini memberi sinyal bahwa minat pasar masih ada dan support jangka pendek bekerja.

Namun, secara struktur, Bitcoin masih berada dalam fase rebound di tengah tren yang belum sepenuhnya pulih.

Level psikologis $90.000 dan support $87.000 menjadi dua titik kunci yang kemungkinan besar akan menentukan arah berikutnya.

Arah pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah reli ini hanya pantulan sementara atau awal dari fase pemulihan yang lebih solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik Tipis 0,33%, Market Cap Tembus $1,45 Miliar

Pi Network kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah kapitalisasi pasarnya tercatat di kisaran $1,45 miliar, naik tipis sekitar 0,27%.

Secara nominal, angka ini menempatkan PI di jajaran aset kripto berkapitalisasi menengah yang secara teori memiliki daya tarik bagi investor ritel.

Namun jika menilik lebih dalam ke struktur pasar, muncul kontras yang cukup tajam.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (27/1), volume perdagangan 24 jam PI hanya sekitar $12,85 juta, turun 12,44% dibanding periode sebelumnya.

Dengan kata lain, likuiditas PI relatif tipis dibanding nilai pasarnya. Hal ini tercermin dari rasio volume terhadap market cap yang hanya 0,88%.

Dalam analisis kripto, rasio di bawah 2% umumnya menunjukkan minat transaksi yang lemah, sehingga pergerakan harga menjadi lebih rentan terhadap order jual dalam jumlah terbatas.

Baca Juga: Pi Network (PI) Ambles 3,35% Hari Ini, Jutaan Token Baru Tekan Harga

Bayang-Bayang Dilusi yang Tak Bisa Diabaikan

Salah satu metrik terpenting Pi Network saat ini adalah Fully Diluted Valuation (FDV) yang mencapai sekitar $17,4 miliar.

Angka ini hampir 12 kali lipat lebih besar dari kapitalisasi pasar saat ini. Perbedaan ekstrem antara market cap dan FDV berasal dari struktur suplai PI:

Artinya, baru sekitar 8,38% dari total pasokan PI yang benar-benar beredar di pasar. Sisanya masih terkunci atau belum dilepas sepenuhnya.

Bagi investor, kondisi ini menghadirkan risiko struktural utama: dilusi suplai.

Jika token tambahan masuk ke pasar lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, harga akan menghadapi tekanan berkelanjutan.

FDV yang tinggi tanpa peningkatan utilitas dan volume biasanya menjadi sinyal bahwa valuasi masih sangat bergantung pada ekspektasi masa depan, bukan aktivitas ekonomi yang sudah matang.

Likuiditas Tipis, Harga Rentan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dengan volume harian $12,85 juta dan market cap $1,45 miliar, pasar PI tergolong dangkal. Hal ini dapat dijadikan berbagai indikator.

Pertama, sedikit tekanan jual dapat berdampak besar
Investor besar atau gelombang unlock token berpotensi memicu pergerakan harga tajam.

Kedua, reli jangka pendek mudah terjadi, tapi sulit berkelanjutan. Karena likuiditas rendah, lonjakan harga bisa terjadi cepat, namun sering tidak diikuti arus modal yang cukup kuat untuk mempertahankan tren.

Ketiga, pasar lebih emosional dan naratif. Dalam kondisi volume tipis, sentimen komunitas dan isu sosial media sering memberi dampak lebih besar dibanding faktor fundamental.

Struktur Supply PI: Antara Potensi dan Beban

Dengan maksimum suplai 100 miliar PI, Pi Network sejak awal memang mengusung visi adopsi massal.

Suplai besar memungkinkan distribusi luas dan penggunaan mikrotransaksi. Namun, dari sudut pandang pasar, struktur ini juga menciptakan tantangan berat.

Selama porsi suplai beredar masih kecil, pasar akan terus menghadapi overhang psikologis: kekhawatiran bahwa token baru akan masuk dan menekan harga.

Inilah sebabnya banyak analis menilai bahwa bagi PI, pertumbuhan ekosistem dan util

itas nyata jauh lebih penting dibanding pergerakan harga jangka pendek.

Tanpa peningkatan signifikan pada aktivitas aplikasi, penggunaan PI sebagai alat pembayaran, atau arus modal baru ke dalam ekosistem, setiap kenaikan harga berisiko kembali teredam oleh dinamika suplai.

Apa Arti Data Ini bagi Investor?

Data market cap, volume, FDV, dan suplai PI saat ini membentuk satu kesimpulan utama: Pi Network berada di fase transisi antara hype dan pembuktian ekonomi.

Di satu sisi, kapitalisasi pasar $1,45 miliar menunjukkan PI bukan proyek kecil. Di sisi lain, volume rendah dan FDV sangat tinggi menandakan bahwa pasar masih berhati-hati dan menilai sebagian besar nilai PI berada di masa depan, bukan di aktivitas saat ini.

Bagi trader, kondisi ini berarti volatilitas berpotensi tinggi, terutama saat ada berita besar, pembukaan token, atau perubahan sentimen komunitas.

Bagi holder jangka menengah, fokus seharusnya bergeser ke data fundamental non-harga: jumlah aplikasi aktif, transaksi on-chain, integrasi merchant, dan kebijakan suplai.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,36%: Bearish, Token Unlock Jadi Beban

Dengan market cap $1,45 miliar, volume $12,85 juta, dan FDV $17,4 miliar, Pi Network saat ini mencerminkan proyek berkapitalisasi besar yang masih menghadapi ujian terberatnya: mengubah distribusi masif menjadi permintaan nyata.

Selama suplai beredar masih kecil dan aktivitas pasar terbatas, harga PI akan terus berada dalam bayang-bayang dilusi.

Ke depan, arah pergerakan PI kemungkinan besar tidak hanya ditentukan oleh sentimen, tetapi oleh satu hal krusial, apakah ekosistemnya mampu menciptakan kebutuhan riil terhadap token PI?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com